Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

hukum keperawatan

VIEWS: 743 PAGES: 14

									ABOUT US

       Posts    Comments

Kapuk Online

Askep | Kumpulan Askep | Asuhan Keperawatan | Makalah Keperawatan dan Kesehatan

 Translate this page:



        Home
        On Mobile
        Software
        Daftar Isi
            o Daftar Isi
            o Site Map
        Link
        Kode Warna

 Search...     GO



Minggu, 03 Oktober 2010
Browse » Home » MAKALAH KEPERAWATAN » ETIKA DAN HUKUM KEPERAWATAN


ETIKA DAN HUKUM KEPERAWATAN
Download Askep Kapuk Online Update MAKALAH KEPERAWATAN tentang ETIKA DAN
HUKUM KEPERAWATAN

                                          BAB 1
                                      PENDAHULUAN



1. LATAR BELAKANG


Perawat profesional harus menghadapi tanggung jawab etik dan konflik yang mungkin meraka
alami sebagai akibat dari hubungan mereka dalam praktik profesional. Kemajuan dalam bidang
kedokteran, hak klien, perubahan sosial dan hukum telah berperan dalam peningkatan perhatian
terhadap etik. Standart perilaku perawat ditetapkan dalam kode etik yang disusun oleh asosiasi
keperawatan internasional, nasional, dan negera bagian atau provinsi. Perawat harus mampu
menerapkan prinsip etik dalam pengambilan keputusan dan mencakup nilai dan keyakinan dari
klien, profesi, perawat, dan semua pihak yang terlibat. Perawat memiliki tanggung jawab untuk
melindungi hak klien dengan bertindak sebagai advokat klien.

Keperawatan sebagai suatu profesi harus memiliki suatu landasan dan lindungan yang jelas. Para
perawat harus tahu berbagai konsep hukum yang berkaitan dengan praktik keperawatan karena
mereka mempunyai akuntabilitas terhadap keputusan dan tindakan profesional yang mereka
lakukan. Secara umum terhadap dua alasan terhadap pentingnya para perawat tahu tentang
hukum yang mengatur praktiknya. Alasan pertama untuk memberikan kepastian bahwa
keputusan dan tindakan perawat yang dilakukan konsisten dengan prinsip-prinsip hukum. Kedua,
untuk melindungi perawat dari liabilitas

Untuk itu, dalam makalah ini akan dibahas tentang etik dan hukum dalam keperawatan.

2. TUJUAN


Setelah membaca makalah ini, diharapkan mampu memahami :

      Pengertian etika profesi keperawatan
      Tujuan etika keperawatan
      Kode Etik Keperawatan
      Hukum Keperawatan
      Fungsi Hukum dalam Keperawatan
      Undang-Undang Praktek Keperawatan



                                           BAB 2.
                                            ISI



1. ETIK KEPERAWATAN



   A. Pengertian Etika dan Etiket

       Etik atau ethics berasal dari kata yunani, yaitu etos yang artinya adat, kebiasaaan,
       perilaku, atau karakter. Sedangkan menurut kamus webster, etik adalah suatu ilmu yang
       mempelajari tentang apa yang baik dan buruk secara moral. Dari pengertian di atas, etika
       adalah ilmu tentang kesusilaan yang menentukan bagaimana sepatutnya manusia hidup di
       dalam masyarakat yang menyangkut aturan-aturan atau prinsip-prinsip yang menentukan
       tingkah laku yang benar, yaitu :
      o   baik dan buruk
      o   kewajiban dan tanggung jawab (Ismani,2001).


   Etik mempunyai arti dalam penggunaan umum. Pertama, etik mengacu pada metode
   penyelidikan yang membantu orang memahami moralitas perilaku manuia; yaitu, etik
   adalah studi moralitas. Ketika digunakan dalam acara ini, etik adalah suatu aktifitas; etik
   adalah cara memandang atau menyelidiki isu tertentu mengenai perilaku manusia. Kedua,
   etik mengacu pada praktek, keyakinan, dan standar perilaku kelompok tertentu (misalnya
   : etik dokter, etik perawat).

   Etika berbagai profesi digariskan dalam kode etik yang bersumber dari martabat dan hak
   manusia (yang memiliki sikap menerima) dan kepercayaan dari profesi.

   Moral, istilah ini berasal dari bahasa latin yang berarti adat dan kebiasaan. Pengertian
   moral adalah perilaku yang diharapkan oleh masyarakat yang merupakan “standar
   perilaku” dan nilai-nilai” yang harus diperhatikan bila seseorang menjadi anggota
   masyarakat di mana ia tinggal.

   Etiket atau adat merupakan sesuatu yang dikenal, diketahui, diulang, serta menjadi suatu
   kebiasaan didalam masyarakat, baik berupa kata-kata atau suatu bentuk perbuatan yang
   nyata.



B. Kode Etik Keperawatan

   Kode etik adalah suatu pernyataan formal mengenai suatu standar kesempurnaan dan
   nilai kelompok. Kode etik adalah prinsip etik yang digunakan oleh semua anggota
   kelompok, mencerminkan penilaian moral mereka sepanjang waktu, dan berfungsi
   sebagai standar untuk tindakan profesional mereka.
   Kode etik disusun dan disahkan oleh organisasi atau wadah yang membina profesi
   tertentu baik secara nasional maupun internasional. Kode etik keperawatan di Indonesia
   telah disusun oleh Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia melalui
   Musyawarah Nasional PPNI di jakarta pada tanggal 29 November 1989.

   Kode etik keperawatan Indonesia tersebut terdiri dari 4 bab dan 16 pasal.

      o   Bab 1, terdiri dari empat pasal, menjelaskan tentang tanggung jawab perawat
          terhadap individu, keluarga, dan masyarakat.
      o   Bab 2, terdiri dari lima pasal menjelaskan tentang tanggung jawab perawat
          terhadap tugasnya.
      o   Bab 3, terdiri dari dua pasal, menjelaskan tanggung jawab perawat terhadap
          sesama perawat dan profesi kesehatan lain.
      o   Bab 4, terdiri dari empat pasal, menjelaskan tentang tanggung jawab perawat
          terhadap profesi keperawatan.
   o   Bab 5, terdiri dari dua pasal, menjelaskan tentang tanggung jawab perawat
       terhadap pemerintah, bangsa, dan tanah air.


Dengan penjabarannya sebagai berikut:

   6. Tanggung jawab Perawat terhadap klein
      Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan masyarakat, diperlukan
      peraturan tentang hubungan antara perawat dengan masyarakat, yaitu sebagai
      berikut :
           Perawat, dalam melaksanakan pengabdiannya, senantiasa berpedoman
              pada tanggung jawab yang bersumber pada adanya kebutuhan terhadap
              keperawatan individu, keluarga, dan masyarakat.
           Perawat, dalam melaksanakan pengabdian dibidang keperawatan,
              memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya,
              adat istiadat dan kelangsungan hidup beragama dari individu, keluarga dan
              masyarakat.
           Perawat, dalam melaksanakan kewajibannya terhadap individu, keluarga,
              dan masyarakat, senantiasa dilandasi rasa tulus ikhlas sesuai dengan
              martabat dan tradisi luhur keperawatan.
           Perawat, menjalin hubungan kerjasama dengan individu, keluarga dan
              masyarakat, khususnya dalam mengambil prakarsa dan mengadakan upaya
              kesehatan, serta upaya kesejahteraan pada umumnya sebagai bagian dari
              tugas dan kewajiban bagi kepentingan masyarakat.
   7. Tanggung jawab Perawat terhadap tugas
           Perawat, memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai
              kejujuran profesional dalam menerapkan pengetahuan serta keterampilan
              keperawatan sesuai dengan kebutuhan individu, keluarga, dan masyarakat.
           Perawat, wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya
              sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya, kecuali
              diperlukan oleh pihak yang berwenang sesuai dengan ketentuan yang
              berlaku.
           Perawat, tidak akan menggunakan pengetahuan dan keterampilan
              keperawatan yang dimilikinya dengan tujuan yang bertentangan dengan
              norma-norma kemanusiaan.
           Perawat, dalam menunaikan tugas dan kewajibannya, senantiasa berusaha
              dengan penuh kesadaran agar tidak terpengaruh oleh pertimbangan
              kebangsaan, kesukuan, warna kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik,
              agama yang dianut, dan kedudukan sosial.
           Perawat, mengutamakan perlindungan dan keselamatan pasien/klien
              dalam melaksanakan tugas keperawatannya, serta matang dalam
              mempertimbangkan kemampuan jika menerima atau mengalih-tugaskan
              tanggung jawab yang ada hubungannya dengan keperawatan.
   8. Tanggung jawab Perawat terhadap Sejawat
      Tanggung jawab perawat terhadap sesama perawat dan profesi kesehatan lain
      sebagai berikut :
                  Perawat, memelihara hubungan baik antara sesama perawat dan tenaga
                   kesehatan lainnya, baik dalam memelihara keserasiaan suasana lingkungan
                   kerja maupun dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara
                   menyeluru.
                  Perawat, menyebarluaskan pengetahuan, keterampilan, dan
                   pengalamannya kepada sesama perawat, serta menerima pengetahuan dan
                   pengalaman dari profesi dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam
                   bidang keperawatan.
          9. Tanggung jawab Perawat terhadap Profesi
                  Perawat, berupaya meningkatkan kemampuan profesionalnya secara
                   sendiri-sendiri dan atau bersama-sama dengan jalan menambah ilmu
                   pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang bermanfaat bagi
                   perkembangan keperawatan.
                  Perawat, menjungjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan
                   menunjukkan perilaku dan sifat-sifat pribadi yang luhur.
                  Perawat, berperan dalammenentukan pembakuan pendidikan dan
                   pelayanan keperawatan, serta menerapkannya dalam kagiatan pelayanan
                   dan pendidikan keperawatan.
                  Perawat, secara bersama-sama membina dan memelihara mutu organisasi
                   profesi keperawatan sebagai sarana pengabdiannya.
          10. Tanggung jawab Perawat terhadap Negara
                  Perawat, melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai kebijsanaan yang
                   telah digariskan oleh pemerintah dalam bidang kesehatan dan
                   keperawatan.
                  Perawat, berperan secara aktif dalam menyumbangkan pikiran kepada
                   pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan keperawatan
                   kepada masyarakat.



      Kode Etik Keperawatan Menurut ICN (International Council 0f Nurses Code for
Nurses)

ICN adalah suatu federasi perhimpunan perawat nasional diseluruh dunia yang didirikan pada
tanggal 1 juli 1899 oleh Mrs. Bedford Fenwich di Hanover Squar, London dan direvisi pada
tahun 1973. Uraian Kode Etik ini diuraikan sebagai berikut :
            0. Tanggung Jawab Utama Perawat
                Tanggung jawab utama perawat adalah meningkatnya kesehatan, mencegah
                timbulnya penyakit, memelihara kesehatan, dan mengurangi penderitaan. Untuk
                melaksanakan tanggung jawab tersebut, perawat harus meyakini bahwa :
                    Kebutuhan terhadap pelayanan keperawatan di berbagai tempat adalah
                       sama.
                    Pelaksanaan praktek keperawatan dititik beratkan terhadap kehidupan
                       yang bermartabat dan menjungjung tinggi hak asasi manusia.
                      Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan dan atau keperawatan kepada
                       individu, keluarga, kelompok, dam masyarakat, perawat mengikut
                       sertakan kelompok dan institusi terkait.
          1.   Perawat, Individu, dan Anggota Kelompok Masyarakat
               Tanggung jawab utama perawat adalah melaksanakan asuhan keperawatan sesuai
               dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, dalam menjalankan tugas,
               perawat perlu meningkatkan keadaan lingkungan kesehatan dengan menghargai
               nilai-nilai yang ada di masyarakat, menghargai adat kebiasaan serta kepercayaan
               inidividu, keluarga, kelompok, dan masyarakat yang menjadi pasien atau klien.
               Perawat dapat memegang teguh rahasia pribadi (privasi) dan hanya dapat
               memberikan keterangan bila diperlukan oleh pihak yang berkepentingan atau
               pengadilan.
          2.   Perawat dan Pelaksanaan praktek keperawatan
               Perawat memegang peranan penting dalam menentukan dan melaksanakan
               standar praktik keperawatan untuk mencapai kemampuan yang sesuai dengan
               standar pendidikan keperawatan. Perawat dapat mengembangkan pengetahuan
               yang dimilikinya secara aktif untuk menopang perannya dalam situasi tertentu.
               Perawat sebagai anggota profesi, setiap saat dapat mempertahankan sikap sesuai
               dengan standar profesi keperawatan.
          3.   Perawat dan lingkungan Masyarakat
               Perawat dapat memprakarsai pembaharuan, tanggap mempunyai inisiatif, dan
               dapat berperan serta secara aktif dalam menemukan masalah kesehatan dan
               masalah sosial yang terjadi di masyarakat.
          4.   Perawat dan Sejawat
               Perawat dapat menopang hubungan kerja sama dengan teman sekerja, baik tenaga
               keperawatan maupun tenaga profesi lain di luar keperawatan. Perawat dapat
               melindungi dan menjamin seseorang, bila dalam masa perawatannya merasa
               terancam.
          5.   Perawat dan Profesi Keperawatan
               Perawat memainkan peran yang besar dalam menentukan pelaksanaan standar
               praktek keperawatan dan pendidikan keperawatan. Perawat diharapkan ikut aktif
               dalam mengembangkan pengetahuan dalam menopang pelaksanaan perawatan
               secara profesional. Perawat, sebagai anggota organisasi profesi, berpartisipasi
               dalam memelihara kestabilan sosial dan ekonomi sesuai dengan kondisi
               pelaksanaan praktek keperawatan.



       Tujuan Kode Etik Keperawatan

Pada dasarnya, tujuan kode etik keperawatan adalah upaya agar perawat, dalam menjalankan
setiap tugas dan fungsinya, dapat menghargai dan menghormati martabat manusia. Tujuan kode
etik keperawatan tersebut adalah sebagai berikut :
            0. Merupakan dasar dalam mengatur hubungan antar perawat, klien atau pasien,
               teman sebaya, masyarakat, dan unsur profesi, baik dalam profesi keperawatan
               maupun dengan profesi lain di luar profesi keperawatan.
         1. Merupakan standar untuk mengatasi masalah yang silakukan oleh praktisi
            keperawatan yang tidak mengindahkan dedikasi moral dalam pelaksanaan
            tugasnya.
         2. Untuk mempertahankan bila praktisi yang dalam menjalankan tugasnya
            diperlakukan secara tidak adil oleh institusi maupun masyarakat.
         3. Merupakan dasar dalam menyusun kurikulum pendidikan kepoerawatan agar
            dapat menghasilkan lulusan yang berorientasi pada sikap profesional
            keperawatan.
         4. Memberikan pemahaman kepada masyarakat pemakai / pengguna tenaga
            keperawatan akan pentingnya sikap profesional dalam melaksanakan tugas
            praktek keperawatan.



2. HUKUM KEPERAWATAN



  A. Fungsi Hukum dalam Praktek Keperawatan
     Hukum mempunyai beberapa fungsi bagi keperawatan :
        1. Hukum memberikan kerangka untuk menentukan tindakan keperawatan mana
           yang sesuai dengan hukum.
        2. Membedakan tanggung jawab perawat dengan profesi yang lain.
        3. Membantu menentukan batas-batas kewenangan tindakan keperawatan mandiri.
        4. Membantu dalam mempertahankan standar praktek keperawatan dengan
           meletakkan posisi perawat memiliki akuntabilitas di bawah hukum (Kozier, Erb,
           1990)



  B. Undang-Undang Praktek Keperawatan
       1. Undang-Undang No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan
              a. BAB I ketentuan Umum, pasal 1 ayat 3
                  Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam
                  bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan
                  melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu
                  memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.
              b. Pasal 1 ayat 4
                  Sarana kesehatan adalah tempat yang dipergunakan untuk
                  menyelenggarakan upaya kesehatan.
       2. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor :
          1239/MENKES/SK/XI/2001tentang Registrasi dan Praktek Perawat (sebagai
          revisi dari SK No. 647/MENKES/SK/IV/2000)
              a. BAB I Ketentuan Umum Pasal 1 :
                  Dalam ketentuan menteri ini yang dimaksud dengan :
          Perawat adalah orang yang telah lulus pendidikan perawat baik di
           dalam maupun di luar negeri sesuai dengan ketentuan peraturan
           perundang-undangan yang berlaku.
       Surat ijin perawat selanjutnya disebut SIP adalah bukti tertulis
           pemberian kewenangan untuk menjalankan pekerjaan keperawatan
           diseluruh Indonesia.
       Surat ijin kerja selanjutnya disebut SIK adalah bukti tertulis untuk
           menjalankan pekerjaan keperawatan di seluruh wilayah Indonesia.
b. BAB III perizinan,
   Pasal 8, ayat 1, 2, & 3 :
       Perawat dapat melaksanakan praktek keperawatan pada sarana
           pelayanan kesehatan, praktek perorangan atau kelompok.
       perawat yang melaksanakan praktek keperawatan pada sarana
           pelayanan kesehatan harus memiliki SIK
       Perawat yang melakukan praktek perorangan/berkelompok harus
           memiliki SIPP


   Pasal 9, ayat 1

          SIK sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 ayat 2 diperoleh dengan
           mengajukan permohonan kepada Kepala Dinas Kesehatan
           Kabupaten/Kota setempat.


   Pasal 10

          SIK hanya berlaku pada 1 (satu) sarana pelayanan kesehatan.


   Pasal 12

          SIPP sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 ayat 3 diperoleh
           dengan mengajukan permohonan kepada Kepala Dinas Kesehatan
           Kabupaten/Kota setempat.
          SIPP hanya diberikan kepada perawat yang memiliki pendidikan
           ahli madya keperawatan atau memiliki pendidikan keperawatan
           dengaan kompetensi yang lebih tinggi.
          Surat ijin praktek Perawat selanjutnya disebut SIPP adalah bukti
           tertulis yang diberikan perawat untuk menjalankan praktek
           perawat.


   Pasal 13
      Rekomendasi untuk mendapatkan SIK dan atau SIPP dilakukan
       melalui penilaian kemampuan keilmuan dan keterampilan bidang
       keperawatan, kepatuhan terhadap kode etik profesi serta
       kesanggupan melakukan praktek keperawatan.


Pasal 15

      Perawat dalam melaksanakan praktek keperawatan berwenang
       untuk :
          i.   Melaksanakan asuhan keperawatan meliputi pengkajian,
               penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan,
               melaksanakan tindakan keperawatan dan evaluasi
               keperawatan.
         ii. Tindakan keperawatan sebagaimana dimaksud pada butir
               (i) meliputi: intervensi keperawatan, observasi
               keperawatan, pendidikan dan konseling kesehatan.
        iii. Dalam melaksanakan asuhan keperawatan sebagaimana
               dimaksudhuruf (i) dan (ii) harus sesuai dengan standar
               asuhan keperawatan yang ditetapkan organisasi profesi.
        iv.    Pelayanan tindakan medik hanya dapat dilakuakn
               berdasarkan permintan tertulis dari dokter.


Pengecualian pasal 15 adalah pasal 20 :

      Dalam keadaan darurat yang mengancam jiwa pasien/perorangan,
       perawat berwenang untuk melakukan pelayanan kesehatan diluar
       kewenangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 15.
      Pelayanan dalam keadaan darurat sebagaimana dimaksud dalam
       ayat 1 ditujukan untuk penyelamatan jiwa.


Pasal 21

      Perawat yang menjalankan praktek perorangan harus mencantum
       SIPP di ruang prakteknya.
      Perawat yang menjalankan praktek perorangan tidak diperbolehkan
       memasang papan praktek.


Pasal 31

      Perawat yang telah mendapatkan SIK atau SIPP dilarang :
         i.  Menjalankan praktek selain ketentuan yang tercantum
             dalam izin tersebut.
                                   ii. Melakukan perbuatan bertentangan dengan standar profesi.
                                Bagi perawat yang memberikan pertolongan dalam keadaan
                                 darurat atau menjalankan tugas di daerah terpencil yang tidak ada
                                 tenaga kesehatan lain, dikecualikan dari larangan sebagaimana
                                 dimaksud pada ayat 1 butir a.



                                               BAB 3
                                             PENUTUP


SIMPULAN

Pengendalian praktek keperawatan secara internal adalah Kode Etik sedangkan secara eksternal
adalah hukum. Praktek keperawatan harus dilakukan secara benar dalam arti keilmuannya dan
baik dalam arti aspek Etik dan legalnya. Praktek Keperawatan berkaitan erat dengan kehidupan
manusia untuk itu praktik keperawatan harus dilakukan oleh perawat profesional yang
berkompeten. Setiap perawat yang praktek wajib memiliki SIP, SIK, SIPP.




                Sebaris coretan yang dapat kupersembahkan untuk dunia keperawatan

**Kapuk Online** (RS PKU Muhammadiyah Solo)

Do you like this article? Share It!

Kirim update terbaru dari Blog Kapuk Online
langsung ke Inbox Email anda!:
 ketik email a KapukOnline   en_US          OK




Baca juga

       Kapuk Online
       Teori Konseptual Keperawatan Dorothea E. Orem | Kapuk Online
       Prosedur Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi Kapuk Online
       Penghisapan Lendir | Kapuk Online
       Postural Drainase dan Fisioterapi Dada | Kapuk Online

Diposkan oleh Kapuk Online di Minggu, Oktober 03, 2010 Link ke posting ini
Label: MAKALAH KEPERAWATAN
Comments :

12 komentar to “ETIKA DAN HUKUM KEPERAWATAN”

TUKANG CoLoNG mengatakan...
on
    3 Oktober 2010 23:15

      semua ada etika dan hukumnya. apalagi perawat yang akan bertanggung jawab kepada
      pasiennya..
      tapi aku gag pernah tuh denger perawat dihukum, berarti tingkat pelanggaran terhadap
      etika masih minim ya?

Kapuk Online mengatakan...
on
      3 Oktober 2010 23:34

      @ TUKANG CoLoNG: Ada sih Sob, semua kembali kepada diri masing-masing. Tapi,
      sebelum menjadi perawat beneran (pendidikan) memang selalu ditanamkan bahwa
      profesi perawat itu suci dan apapun yang dilakukan adalah nyawa pasien yang menjadi
      taruhannya

TUKANG CoLoNG mengatakan...
on
    4 Oktober 2010 13:27

      setuju!

Skydrugz mengatakan...
on
      4 Oktober 2010 13:55

      jadi perawat berat ya... :D

Kapuk Online mengatakan...
on
      4 Oktober 2010 14:01

      @ Skydrugz: Nggak juga Sob, yang penting yang jalanin aja. Kl aku sih enjoy aja,
      seneng, banyak pahalanya

om rame mengatakan...
on
      4 Oktober 2010 22:59
      secara teoritis konsep pendidikan keperawatan memang sudah di bentuk dengan
      sedemikian rupa, sehingga tepat untuk digunakan pada praktiknya sebagai tugas2
      pengabdian kepada masyarakat. tetapi di baLik itu, masih banyak perawat2 yang kurang
      memperhatikan kode etik tersebut. yakni, tidak menerapkan apa yang teLah di dapat
      seLama menjaLani pendidikan keperawatan.

Kapuk Online mengatakan...
on
      5 Oktober 2010 08:26

      @ Benar Om, kembali lagi pada diri masing-masing. Mau dikemanakan pengabdiannya,
      bekerja dengan ikhlas atau hanya sekedar mencari penghasilan. Tetapi rata-rata
      orientasinya adalah pilihan yang kedua

TUKANG CoLoNG mengatakan...
on
    5 Oktober 2010 13:31

      ngejawab pertanyaanmu yg kemaren, sorry aku lupa, hehe.
      aku post dari kos. kan pulang dari kemah aku baru post..kenapa emangnya bro?

Kapuk Online mengatakan...
on
      5 Oktober 2010 16:32

      @ TUKANG CoLoNG : Kagak pa-pa, cuman biar ada comment admin aja. Eh salamku
      tuk adiknya yg ultah dah disampai'in blum?

TUKANG CoLoNG mengatakan...
on
    6 Oktober 2010 00:37

      oh iya lupa. nih sekarang ku sms dia. sory2..:)

Anonim mengatakan...
on
      28 Februari 2011 19:17

      Knowled,integritas,wawasan dan dedikasi perawat harus intens & mantap sbg mitra
      medis agar jgn disepelekan brur...hehehehe.Salam

Anton Wijaya mengatakan...
on
      9 April 2011 21:37
       Mantap mas kapuk, pas browsing via mbah gugel dengan kata kunci "Hukum
       Keperawatan" Kapuk Online Di urutan 3. dengan judul posting "ETIKA DAN HUKUM
       KEPERAWATAN.

Poskan Komentar

Link ke posting ini

Buat sebuah Link

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langgan: Poskan Komentar (Atom)

Labels

      ASKEP ANAK (18)
      ASKEP BEDAH (15)
      ASKEP DALAM (37)
      ASKEP GERONTIK (2)
      ASKEP JIWA (6)
      ASKEP KOMUNITAS (1)
      ASKEP MATA (2)
      ASKEP MATERNITAS (8)
      ASKEP SARAF (4)
      BIOKIMIA PERAWAT (3)
      CPNS (2)
      DOENGES (5)
      GADAR (4)
      KEBUTUHAN DASAR MANUSIA (24)
      LEAFLET (14)
      MAKALAH KEPERAWATAN (23)
      MOTIVASI DIRI PERAWAT (2)
      OFFICE 2007 (2)
      PEMERIKSAAN KEPERAWATAN (7)
      S.A.P (1)
      Site Map (1)
      STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (53)
      THT (3)
      TIPS - TRIK (5)
Copyright © 2011 by Kapuk Online | Bing.com | Google.com | Yahoo.com

Template by Blogger Templates | Powered by Blogger - Google

								
To top