Docstoc

BAB 1 EDIT

Document Sample
BAB 1 EDIT Powered By Docstoc
					                                         BAB I

                                   PENDAHULUAN



A. Latar Belakang

             Pelayanan kesehatan     adalah setiap kegiatan untuk        memelihara dan

   meningkatkan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat (Undang-

   undang Kesehatan No. 23 Tahun 1992 Bab I pasal 1 ayat 2). Pelayanan Kesehatan adalah

   upaya yang diselenggarakan oleh suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan

   kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit, memulihkan kesehatan, perorangan,

   keluarga, kelompok maupun masyarakat (Djojodibroto, 1999: 16).

             Kualitas pelayanan yang baik adalah pelayanan yang memenuhi keinginan dan

    kebutuhan pasiennya. Dengan dilakukannya penilaian terhadap kepuasan pasien maka

    dapat diketahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan oleh rumah

    sakit. Kualitas pelayanan rumah sakit dapat dilihat dari aspek kepuasan pasien dan juga

    dapat dikenali dari harapan pasien. Karena pelayanan kesehatan tidak lepas dari tenaga

    medis yaitu perawat, Onny (2000) mengemukakan lima aspek dari kualitas pelayanan

    perawat yaitu : Aspek penerimaan, Aspek perhatian, Aspek komunikasi, Aspek

    kerjasama, meliputi sikap perawat yang harus mampu melakukan kerjasama yang baik

    dengan pasien dan keluarga pasien. Aspek tanggung jawab, meliputi sikap perawat

    yang jujur, tekun dalam tugas, mampu mencurahkan waktu dan perhatian, sportif dalam

    tugas, konsisten serta tepat dalam bertindak. Perawat bekerja diseluruh tatanan

    pelayanan kesehatan baik dirumah sakit, klinik-klinik kesehatan dan masyarakat luas.

    Kualitas pelayanan keperawatan, khususnya pelayanan kesehatan masyarakat sangat
                                                                                         2




menentukan kualitas pelayanan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat.

(Kepmenkes No. 279,2006).

           Menurut kamus Kedokteran (2000) perawatt adalah seorangterutama seorang

wanita, yang memiliki yang peduli terhadap yang sakit atau lemah.

           Sedangkan menurut Nursalam (2002).Perawat adalah pekerjaan yang

memfokuskan diri pada upaya penanganan perawatan pasien atau asuhan keperawatan

kepada pasien dengan tuntutan kerja yang tergantung pada karakteristik-karakteristik

tertentu dalam melaksanakan pekerjaannya yaitu, karakteristik tugas dan material seperti

peralatan, kecepatan, kesiagaan, karakteristik organisasi yaitu jam kerja / shift kerja dan

karakteristik lingkungan kerja seperti teman tugas, suhu, kebisingan, penerangan, sosio

budaya dan bahan pencemar

         Menurut Yani, (2008). Adapun tugas pokok perawat adalah memberikan

pelayanan keperawatan berupa asuhan keperawatan individu, keluarga, kelompok,

masyarakat dalam upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan

penyakit, pemulihan kesehatan serta pembinaan peran serta masyarakat dalam rangka

kemandirian di bidang keperawatan/kesehatan. (Kepmen PAN No. 94, 2001) Perawat

merupakan profesi kesehatan terbesar di dunia, 60% tenaga kesehatan di Indonesia

adalah perawat, bekerja selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu untuk merawat

dan melayani masyarakat maka dari itu motivasi perawat dalam bekerja sangat

dibutuhkan agar dapat memberikan pelayanan yang terkait.

         Menurut Ilham, (2008), Selain menjalankan tugas keperawatan,perawat juga

melakukan tugas non keperawatan meliputi : 78 % perawat melakukan diagnosis

penyakit, 79 % menulis resep, 87 % melakukan tindakan pengobatan, 43 % melakukan
                                                                                     3




tindakan kebidanan, 39 % melakukan tindakan persalinan, 31 % melakukan perawatan

nifas, 41 % melakukan kegiatan kebersihan, 35 % melakukan tugas administrasi.

         Menurut Anonim (2004), Mutu sumber daya kesehatan masih membutuhkan

pembenahan. Hal ini tercermin dari kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan

yang belum optimal. Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Tahun

2004 ditemukan 23,2% masyarakat yang bertempat tinggal di Pulau Jawa dan Bali

menyatakan tidak atau kurang puas terhadap pelayanan rawat jalan yang

diselenggarakan oleh rumah sakit pemerintah di kedua pulau tersebut

         Dalam hal peningkatan tenaga keperawatan, Carpetino (1999) mengemukakan

bahwa perkembangan pelayanan keperawatan saat ini telah melahirkan paradigma

keperawatan yang menuntut adanya pelayanan keperawatan yang bermutu. Hal ini dapat

dilihat dari adanya dua fenomena sistem pelayanan keperawatan yakni perubahan sifat

pelayanan dari fakasional menjadi profesional dan terjadinya pergeseran fokus

pelayanan asuhan keperawatan. Fokus asuhan keperawatan berubah dari peran kuratif

dan promotif menjadi peran promotif, pereventif,kuratif dan rehabilitatif. Disiplin dan

motivasi tenaga keperawatan yang baik dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat

merupakan harapan bagi semua pengguna pelayanan. Disiplin dan motivasi yang rendah

akan berdampak negatif, karena pengguna jasa pelayanan akan meninggalkan

Puskesmas dan beralih ketempat pelayanan kesehatan lainnya. Untuk itu diperlukan

tenaga perawat yang profesional yang dapat memberikan pelayanan keperawatan yang

efektif, efisien dan bermutu.

         Menurut Ilyas, (2001). Di Indonesia, perawat profesional baru mencapai 2%

dari total perawat yang ada. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan Filipina

yang sudah mencapai 40% dengan pendidikan strata satu dan dua.
                                                                                         4




                 Menurut Jaiz, (2007) Penelitian yang dilakukan oleh Direktorat Keperawatan

     Departemen Kesehatan Republik Indonesia bekerjasama dengan World Health

     Organization (WHO) tahun 2000 di Provinsi Kalimantan Timur, Sumatera Utara,

     Sulawesi Utara, Jawa Barat dan Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta menemukan

     bahwa 70% perawat dan bidan selama 3 tahun terakhir tidak pernah mengikuti

     pelatihan, 39,8% masih melakukan tugas-tugas kebersihan, 47,4% perawat dan bidan

     tidak memiliki uraian tugas dan belum dikembangkan monitoring dan evaluasi kinerja

     perawat dan bidan khususnya mengenai keterampilan, sikap, kedisiplinan dan motivasi

     kerjanya.

                 Menurut Ilyas, (2001), Penelitian tentang waktu kerja produktif personil

     Puskesmas di Indonesia ditemukan bahwa waktu kerja produktif personil adalah 53,2%

     dan sisanya 46,8% digunakan untuk kegiatan non produktif. Dari 53,2% kinerja

     produktif, hanya 13,3% waktu yang digunakan untuk kegiatan pelayanan kesehatan,

     sedangkan sisanya 39,9% digunakan untuk kegiatan penunjang pelayanan kesehatan.

     Selama peneliti berpraktek di rumah sakit banyak ditemukan perawat-perawat yang

     tidak bermotivasi untuk bekerja.

                 Sejauh ini, belum ada penelitian yang mengangkat tentang hubungan antara

     motivasi dan kinerja perawat di BPK RSUD Langsa.

                 Berdasarkan fenomena diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan

     penelitian tentang hubungan motivasi dan kinerja perawat di BPK RSUD Langsa tahun

     2010.

B.   Rumusan Masalah

     Apakah ada hubungan antara motivasi dan kinerja perawat di BPK RSUD Langsa

     Tahun 2010.
                                                                                            5




C. Tujuan Penelitian

   1). Tujuan Umum

                 Untuk mengetahui hubungan antara motivasi dan kinerja perawat di BPK

      RSUD Langsa Tahun 2010.

   2). Tujuan Khusus

         Mengetahui kedisiplinan dari perawat dari perawat di BPK RSUD Langsa

         Mengetahui sikap dan perilaku dari perawat di BPK RSUD Langsa

         Mengetahui tingkat pendidikan antara motivasi dan kinerja perawat di BPK RSUD

          Langsa

         Mengetahui tingkat pengalaman kerja antara motivasi dan kinerja perawat di BPK

          RSUD Langsa

         Mengetahui penghargaan dengan motivasi perawat di BPK RSUD Langsa

D. Manfaat Penelitian

   Adapun manfaat penelitian yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :

   1). Bagi peneliti, sebagai bahan masukan peneliti untuk memperdalam ilmu pengetahuan

      tentang karakteristik organisasi terhadap motivasi kerja perawat.

   2). Bagi institusi, agar dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan, sumber bacaan dan

      sebagai referensi.

   3). Bagi petugas kesehatan, sebagai bahan masukan bagi pengambilan kebijakan di

      bidang kesehatan sehingga dapat di ambil langkah-langkah dalam upaya peningkatan

      kesehatan khususnya tentang gambaran karakteristik organisasi terhadap stres kerja

      perawat.

   4). Bagi masyarakat, untuk mengembangkan wawasan dari pengetahuan dalam bidang

      kesehatan khususnya motivasi kerja perawat.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:44
posted:8/10/2011
language:Indonesian
pages:5
faisal syam faisal syam http://
About