Docstoc

teori emosi dalam pengantar ilmu psikologi

Document Sample
teori emosi dalam pengantar ilmu psikologi Powered By Docstoc
					                              Muhammad ma’shum syafi’i
                                UIN SUNAN KALIJAGA
                                      YOGYAKARTA
                            PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
                        FAK. TARBIYAH DAN KEGURUAN


                                             BAB I
                                     PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
       Pada umumnya perbuatan kita sehari-hari disertai oleh perasaan-perasaan tertentu, yaitu
perasaan senag atau tidak senang, perasaan senag atau tidak senag selalu menyertai perbuatan-
perbuatan kita. Perasaan- perasaan yang seperti ini disebut emosi.
        Perbedaan antara perasaan dan emosi tidak dapat dinyatakan dengan tegas, karena
keduanyya merupakan suatu kelangsungan kwalitatif yang tidak jelas batasnya. Dalam keadaan
emosi, pribadi seseorang telah dipengaruhi sedemikian rupa sehingga pada umumnya individu
tidak dapat menguasai diri lagi. Perilakunya umumnya tidak memperhatikan norma yang berlaku
disekitarnya.


B. Rumusan Masalah
       Rumusan masalah yang terdapat dalam makalah ini adalah :

   1. Apa pengertian emosi menurut beberapa ahli ?
   2. Bagaimana Ciri-ciri emosi ?
   3. Emosi Dikelompokkan menjadi apa saja?
   4. Bagaimana mekanisme emosi terjadi ?
   5. Apa saja teori-teori tentang emosi?
   6. apa saja bentuk-bentuk emosi?




Hak cipta @ http://tetesan-ilmu-ku.blogspot.com/2011/06/emosi.html
                                                    BAB II
                                           PEMBAHASAN
     A. Pengertian emosi
            Pengertian emosi menurut beberapa ahli :

        1. Menurut Daniel Goleman ( 1995 )

a.    Daniel Goleman mendefinisikan emosi merujuk pada makna yang paling harfiah yang
     memaknai emosi sebagai setiap kegiatan atau pergolakan pikiran, perasaan, nafsu, setiap keadaan
     mental yang hebat dan meluap-luap.[1]
b.    Merujuk pada suatu perasaan dan pikiran-pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan
     psikolosis, dan serangkaian kecenderungan ntuk bertindak.

        2. Menurut Chaplin ( 1989 )

            Mendefinisikan emosi sebagai suatu keadaan yang terangsang dari organisme mencakup
     perubahan-perubahan yang disadari, yang mendalam sifatnya dari perubahan perilaku.

        3. Menurut Soegarda Poerbakawatja ( 1982 )

            Mendefinisikan bahwa emosi adalah suatu respons terhadap suatu perangsang yang
     menyebabkan perubahan fisiologis disertai perasaan yang kuat dan biasanya mengandung
     kemungkinan untuk meletus.[2]

        4. Menurut English and English

            Emosi adalah “ A Complex feeling state accompanied by characteristic by characteristic
     motor and glandular activities" ( suatu keadaan perasaan yang komleks yang disertai
     karakteristik kegiatan kelenjar dan motoris.

        5. Menurt Sarlito Wirawan Sarwono




     Hak cipta @ http://tetesan-ilmu-ku.blogspot.com/2011/06/emosi.html
                   Berpendapat bahwa emosi merupakan “ setiap keadaan pada diri seseorang yang disertai
        warna afektif baik pada tingkat lemah ( dangkal) maupun pada tingkat yang luas ( mendalam).[3]
        B. Ciri-Ciri Emosi
                   Emosi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

            1. Lebih bersifat subyektif dari pada peristiwa psikologis lainnya, seperti pengamatan dan
                   berfikir.
            2. Bersifat fluktuatif ( tidak tetap).
            3. Banyak bersangkut paut dengan peristiwa pengenalan panca indera.

        Karakteristik Emosi Anak dan Dewasa
           NO           Emosi anak                          Emosi orang dewasa
           1.           Berlangsung singkat dan berakhir Berlangsung         lebih   lama   dan
                        tiba-tiba                           berakhir dengan lambat
           2.           Terlihat lebih hebat / kuat         Tidak terlihat hebat / kuat
           3            Bersifat sementara / dangkal        Lebih mendalam dan lama
           4.           Lebih sering terjadi                Jarang terjadi
           5.           Dapat diketahui dengan jelas dari Sulitdiketahui karena lebih pandai
                        tingkah lakunya                     menymbunyikannya


C. Pengelompokan Emosi
        Emosi dibagi menjadi kelompok :

            1. Emosi Sensoris

                   Emosi Sensoris Yaitu emosi yang ditimbulkan oleh rangsangan dari luar terhadap tubuh,
        seperti : rasa dingin, manis, sakit.

            2. Emosi Psikis

                   Emosi Psikis yaitu emosi yang mempunyai alasan-alasan kejiwaan. Yang termasuk emosi
        Psikis :
   a.   Perasaan Intelektual


        Hak cipta @ http://tetesan-ilmu-ku.blogspot.com/2011/06/emosi.html
                 Yaitu emosi yang mempunyai sangkut paut dengan ruang lingkup kebenaran.
            b. Perasaan Sosial
                 Yaitu perasaan yang menyangkut hubungan degan orang lain, baik perorangan maupun
            kelompok.
            c.   Perasaan susila
                 Yaitu perasaan yang berhubungan dengan nilai-nilai baik dan buruk atau etika ( moral).
            d. Perasaan Keindahan
                 Yaitu perasaan yang berkaitan erat dengan keindahan sesuatu baik bersifat kebendaan
            maupun kerohanian.
            e.   Perasaan Ketuhanan.
            Dalam Mengelompokkan emosi sangat sulit karena :

                 1. Emosi yang sangat mendalam ( misal masah/ sangat takut) menyebabkan aktivitas badan
                    yang sangat tinggi sehingga seluruh tubuh diaktifkan, sehingga sukar untuk menentukan
                    apakah seorang sedang takut atau marah.
                 2. Satu oaring dapat menghayati satu macam emosi dengan berbagai cara.
                 3. Nama yang umumnya diberikan kepada berbagai jenis emosi biasanya didasarkan pada
                    sifat rangsangannya, bukan pada keadaan emosinya sendiri.
                 4. Pengenalan emosi secara subyektif dan introspektif, sukar dilakukan karena selalu akan
                    ada pengaruh dari lingkungan.

            D. Teori- Teori Emosi
            1. Teori Hubungan Emosi Dengan Gejala Kejasmanian
a.   Teori Canon-Board
                  Teori ini berpendapat bahwa emosi itu bergantung pada aktivitas dari otak bagian bawah,
            tidak tergantung pada gejala jasmani.[4]
                  Suatu situasi saling mempengaruhi antara thamulus( pusat penghubung antara bagian
            bawah otak dengansusunan syaraf disuatu pihak dan alat keseimbangan atau cerebellum denagn
            creblar cortex(bagian otak yang terletak di dekat permukaan sebelah dalam dari tulang
            tengkorak, suatu bagian yang berhubungan dengan proses kerjanya pada jiwa taraf tinggi, seperti
            berpikir.
b. Teori James_lange


            Hak cipta @ http://tetesan-ilmu-ku.blogspot.com/2011/06/emosi.html
                        Teori ini mula-mula dikemukakan oleh james 9american Psycologist0 dan pada waktu
              yang sama juga dikemukakan oleh Lange ( Danish Physiologis) sehingga disebut teori James-
              Lange.
                        Menurut teori ini emosi merupakan akibat / hasil persepsi dari keadan jasmani, orang
              sedih karena menangis, orang takut karena gemetar dan sebagainya, gejala kejasmanian
              merupakan sebab emosi dan emosi merupakan akibat dari gejala kejasmanian, system syaraf
              automik bertanggung jawab pada perasaan emosional.[5]
c.   Teori Schacter-Singer
                        Teori ini didasarkan pendapat bahwa emosi merupakan The interpretation of bodily
              arousal. Teori ini berpendapat bahwa emosi yang dialami seseorang merupakan hasil interpretasi
              dari aroused atau stirred up dari keadaan jasmani. Schachter dan singer berpendapat bahwa
              keadaan jasmani dari timbulnya emosi pada umumnya sama untuk sebagian terbesar dari emosi
              yang dialami, dan apabila ada perbedaan fisiologis dalam pola otonomik pada umumnya orang
              itu tidak dapat mempersepsi hal ini.[6]
                       Pengaruh emosi terhadap perilaku individu :
         1. Memperkuat semangat, apabila orang merasa senang atau puas atas hasil yang telah dicapai.
         2. Melemahkan semangat, apabila timbul rasa kecewa karena kegagalan dan sebagai puncak dari
              keadaan ini ialah timbulnya rasa putus asa (frustasi).
         3.    Menghambat atau mengganggu konsentrasi belajar, apabila sedang mengalami ketegangan
              emosi dan bias juga menimbulkan sikap gugup dan gagap dalam bicara.
         4. Terganggu penyesuaian social, apabila terjadi rasa cemburu dan iri hati.
         5.   suasana emosional yang diterima dan dialami individu semasa kecilnya akan mempengaruhi
              sikapnya dikemudian hari, baik terhadap dirinya sendiri, maupun orang lain.
              2.Teori Hubungan antar Emosi
                  Robert Plutchik mengajukan teori mengenai deskripsi emosi yang berkaitan dengan emosi
              primer dan hubungannya satu dengan yang lainnya. Menurut Plutchik emosi itu berbeda dalam
              tiga dimensi, yaitu intensitas, kesamaan, dan polaritas atau pertentangan. Intensitas digambarkan
              kebawah, polaritas digambarkan kearah berlawanan, sedangkan kesamaan digambarkan yang
              berdekatan.[7]
                 Disamping itu Plutchik juga berpendapat adanya kaitan antar emosi dengan typical behavior.
              3. Teori Emosi Berkaitan dengan Motivasi



              Hak cipta @ http://tetesan-ilmu-ku.blogspot.com/2011/06/emosi.html
       Teori ini dikemukakan oleh Leeper. Garis pemisah antara emosi dengan motivasi sangatlah
   tipis. Missal takut, ini adalah emosi, tetapi ini juga motif pendorong perilaku karena bila orang
   takut maka akan terdorong berperilaku kearah tujuan tertentu. Menurutnya perilaku adalah
   diwarnai oleh emosi.[8]
        Berkaitan dengan adanya hubungan antara emosi dengan motivasi ada teori yang disebut
   teori arousal. Pada teori ini dorongan asumsinya ialah organisme mencari untuk menaiiakn level
   tensionnya , sedangkan pada waktu lain menurunkan tensionnya.
E. Bentuk-bentuk Emosi
1. Marah
       Sumber utama dari kemarahan adalah hal-hal yang mengganggu aktivitas untuk sampai pada
   tujuannya. Ketegangan yang terjadi dalam aktivitas itu tidak mereda, bahkan bertambah. Untuk
   menyalurkan ketegangan-ketegangan itu individu yang bersangkutan menjadi marah yang
   didalamnnya meliputi brutal, mengamuk, benci, jengkel, tersinggung, bermusuhan ,tindak
   kekerasan.
2. Takut
        Takut adalah perasaan yang mendorong individu untuk menjauhi sesuatu dan sedapat
   mungkin menghindari kontak dengan hal itu. Bentuk ekstim dari takut adalah yang pathologis (
   fobia ).
3. Kuatir
       Kuatir atu was-was adalah rasa takut yang tidak mempunyai obyek yang jelas atau tidak ada
   obyeknya sama sekali. Kekuatiran menimbulakn rasa tidak senag, gelisah, tegamg, tidak tenang,
   tidak aman.
4. Cemburu
        Kecemburuan adalah bentuk khusus dari kekuatiran yang didasari oleh kurang adanya
   keyakinan terhadap dirinya sendiri dan ketakutan kehinlangan kasih saying dari seseorang.
   Seseorang yang cemburu selalu mempunyai sikap benci pada saingannya.
5. Gembira
        Gembira adalah ekspresi dari kelegaan, yaitu perasaan terbebas dari ketegangan. Biasanya
   kegembiraan disebabkan oleh hal-hal yang bersifat tiba-tiba dan kegembiraan biasannya bersifat
   social, yaitu melibatkan orang-orang lain disekitar orang-orang yang sedang gembira.
6. Kesedihan



   Hak cipta @ http://tetesan-ilmu-ku.blogspot.com/2011/06/emosi.html
       Didalamnya meliputi pedih. Putus asa, depresi, muram, suram, kesepian, ditolak, melankolis,
   mengasihani diri.
7. Terkejut
       Didalamnya meliputi terkesiap, takjub, terpana
8. Jengkel
       Didalamnya meliputi hina, jijik, muak, benci, tidak suka.
9. Malu
       Didalamnya meliputi rasa bersalah, malu hati, kesal hati, menyesal, hina, aib.




   Hak cipta @ http://tetesan-ilmu-ku.blogspot.com/2011/06/emosi.html
                                                BAB III
                                              PENUTUP


     KESIMPULAN
            Emosi adalah suatu respons terhadap suatu perangsang yang menyebankan perubahan
     fisiologis disertai perasaan yang kuat dan biasanyamengandung kemungkinan untuk meletus.
            Definisi emosi dikemukakan oleh beberapa ahli seperti :
1. Daniel goleman
2. Chaplin
3. Soegarda Poerbakawatja
4. menurut English and English
5. Sarlito Wirawan Sarwono
            Emosi Dikelompokkan menjadi
1. Emosi sensoris
2. Emosi Psikis
a.   Perasaan intelektual
b. Perasaan social
c.   Perasaan susila
d. Perasaan keindahan
e.   Persaan ketuhanan
            Teori tentang Emosi
1. hubungan emosi dengan gejala kejasmanian
a.   Teori canon-Bard
b. Teori James-Lange
c.   Teori Schachter-Singer
2. hubungan antar emosi
3. hubungan emosi dengan motivasi
     Bentuk-bentuk emosi :
1. Marah
2. takut
3. Kuatir


     Hak cipta @ http://tetesan-ilmu-ku.blogspot.com/2011/06/emosi.html
4. Cemburu
5. Gembira
6. Kesediahan
7. Terkejut
8. Jengkel
9. Malu




   Hak cipta @ http://tetesan-ilmu-ku.blogspot.com/2011/06/emosi.html
                  artikel yang mungkin bisa membuat ilmu
       Masih ada beberapa

       baru bagi kawan.
                                          DAFTAR PUSTAKA

Yusuf Syamsu. 2004. Psikologi Perkembangan anak dan Remaja. Bandung : remaja Rosdakarya.

Wirawan Sarlito Sarwono. 1982. Pengantar Umum psikologi. Jakarta : Bulan Bintang

Hardy Malcolm. 1988. pengantar psikologi. Jakarta : Erlangga

Ali moh, Moh Ansori. 2005. Psikologi remaja Perkembangan Peserta Didik. Jakarta : Bumi aksara

Walgito Bimo.1997. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta : Andi Ofset



       [1]   (Pengantar Psikologi Umum, Walgito, 1997, hal 62)
       [2]   (ibid, hal 63)
       [3]   (Psikologi Perkembangan Remaja, Moh Ali& Moh Ansori, hal 115)
       [4]   ( Pengantar Umum Psikologi, sarlito wirawan, hal 213)
       [5]   (ibid, hal 213)
       [6]   (Ibid, hal 214)
       [7]   (ibid, hal 215)
       [8]   (idid, hal 217)




       Hak cipta @ http://tetesan-ilmu-ku.blogspot.com/2011/06/emosi.html