Penyalahgunaan NAPZA (PowerPoint download) by FitriNurhamidah

VIEWS: 767 PAGES: 24

									               Oleh :
     drg. Sani Kusuma Wijaya
     Puskesmas DTP Jayagiri



    Dinas Kesehatan
Kabupaten Bandung Barat
         Narkotika




NAPZA        Psikotropika




        Zat Adiktif
Narkotika




            Zat atau obat = berasal dari
            tanaman/bukan tanaman, baik
            sintesis / semisintesis  penurunan
            atau perubahan kesadaran, hilangnya
            rasa, mengurangi rasa nyeri 
            ketergantungan.
Psikotropika




               Zat atau obat, alamiah / sintesis
               bukan narkotika yang bersifat
               psikotropika melalui saraf pusat
                perubahan mental dan
               perilaku.
 Zat
Adiktif


          Minuman beralkohol,

          Rokok,

          Zat lain yang menyebabkan

          adiksi.
Penyalahgunaan
 Penggunaan narkotika atau psikotropika tanpa
sepengetahuan dan pengawasan dokter.

Ketergantungan (adiksi, dependensi)
 Membutuhkan zat tertentu agar dapat berfungsi secara
wajar.
  Ketergantungan fisik
 Ketergantungan psikis



Toleransi
 Jumlah dosis semakin meningkat untuk mendapatkan efek
yang sama.
Overdosis
Kelebihan obat karena tidak dapat
mengontrol dosis yang dikonsumsi.

Sindrom Putus Zat
Gejala yang timbul akibat penghentian
atau pengurangan dosis.

Craving
 Keadaan sangat menginginkan obat.
           Depresan




Stimulan



                Halusinogen
   Merokok  nikotin  aliran darah 
    semua bagian tubuh  otak  dopamin 
    perasaan senang dan tenang.

   Dalam waktu 1-2 jam  Dopamin turun
    drastis  dorongan untuk merokok lagi.
                                Blue-print pada reseptor
    Stimulation




             Neurotransmitter
Nerve Cell

             Narkoba                 Main effect +
                                     Side effect:
                                     Euphoria, etc
             Penyakit Jasmaniah
  Faktor
 Individu    Kepribadian dengan Risiko Tinggi



  Faktor  Peredaran gelap
Kemudahan
          Kemudahan memperolehnya
  Didapat



   Faktor    Keluarga             Sekolah
Lingkungan
             Teman Sebaya         Masyarakat Luas
                                          Ketergantungan
                               Penyalahgunaan
                 Situasional

      Rekreasi


Coba-Coba
Komplikasi Medik
Gangguan Mental Emosional
Timbulsindrom amotivasional, menghambat keterampilan sosial,
gangguan berbahasa dan berhitung.


Memburuknya Kehidupan Sosial
 Prestasi sekolah menurun, hubungan dengan keluarga
memburuk, melakukan tindakan kriminal.
Secara Umum :
Perubahan sikap, kebiasaan, dan perilaku.
Prestasi menurun
Perilaku kriminal
Meninggalkan tanggung jawab
Pulang larut
Tanda fisik :
 Kesehatan fisik menurun
 Badan kurus dan lemas
 Selera makan berkurang
 Penampilan diri menurun

								
To top