Fisika SMP 2
Document Sample


Fisika SMP 2
www.edu-city2.blogspot.com
Index
Bab 1 : Gaya dan Percepatan
Bab 2 : Usaha dan Energi
BAB 1 : GAYA DAN PERCEPATAN
Ketika kamu mendorong meja, kenapa mejanya bisa bergerak ? Itu
karena adanya “gaya”. Lihatlah gambar roket ini. Roket bisa meluncur
karena adanya gaya dorong. Tapi bukan hanya itu… Masih ada banyak
misteri dibalik gaya. Yuk kita pelajari !!
Index
Pengenalan
Gaya sebagai suatu tarikan atau dorongan yang dilakukan pada
suatu benda
Gaya sentuh adalah gaya yang terjadi karena adanya sentuhan
dari kedua benda tersebut.
Gaya otot termasuk gaya sentuh karena titik kerja gaya otot
langsung bersentuhan dengan benda
Gaya gesekan termasuk gaya sentuh karena melibatkan
persentuhan langsung antara telapak tanganmu dan permukaan
meja
Gaya tidak sentuh adalah gaya yang timbul walaupun dua benda
tidak bersentuhan secara fisik
Tiga jenis gaya, yakni gaya gravitasi, gaya listrik, gaya magnet
timbul, walaupun kedua benda tidak bersentuhan secara
langsung. Gaya tak sentuh disebut juga gaya medan (medan
force)
Pengaruh gaya pada benda
1. Benda diam menjadi bergerak
Mis : Bola sepak yang diam di tanah menjadi bergerak
setelah kamu tendang
2. Benda bergerak menjadi diam
Mis : Bola basket yang dilempar ke arahmu berhenti setelah
kamu tangkap
3. Bentuk dan ukuran benda bergerak
Mis : Karet gelang kamu tarik, bentuk dan ukurannya berubah
4. Arah gerak benda berubah
Mis : Bola sepak yang menuju ke arahmu berubah arahnya
setelah kamu tendang
Mengukur gaya
Di dalam laboratorium, gaya diukur dengan
dinamometer atau neraca pegas
Satuan gaya dalam SI adalah Newton (N).
Untuk menghormati Sir Isaac Newton (1642-
1727). Ia adalah ahli matematika dan ilmuwan
besar yang menemukan hukum tentang
gerak dan gaya serta hukum gravitasi
Gesekan udara
Gaya gesekan yang bekerja ketika benda
bergerak di udara dipengaruhi oleh luas
bentangan benda (luas permukaan benda
yang bersentuhan langsung dengan udara)
Makin besar luas bentangan benda, makin
besar gaya gesekan udara yang bekerja pada
benda
Penerapan gaya gesekan udara dapat kamu
lihat jika kamu lihat pada terjun bebas
Gaya Gesekan pada permukaan air
Gaya gesekan juga bekerja pada air
Gaya gesekan udara atau gaya gesekan air
membatasi kelajuan yang dapat dicapai oleh suatu
benda yang bergerak melintasi udara atau air
Kelajuan batas ini disebut sebagai kelajuan kritis
Jika suatu benda bergerak melampaui kelajuan kritis
maka aliran udara atau aliran air di sekitar benda
akan kacau, dan ini jelas membahayakan
Kelajuan kritis suatu benda dapat diperbesar dengan
mengukur bentuk benda menjadi streamline. Mobil
dengan desain streamline disebut juga mobil
aerodinamis
Contoh mobil yang berbentuk
streamline
Gaya gesekan antarzat padat
Besar gaya gesekan bervariasi mulai dari nol
sampai mencair di nilai maksimum tertentu
Gaya gesekan yang dialami benda ketika masih
diam disebut gaya gesekan statis (f). Gaya
gesekan bervariasi mulai dari nol sampai nilai
maksimum tertentu. Nilai maksimum ini disebut
juga gaya gesekan statis maksimum (fsm)
Gaya gesekan yang dialami benda ketika
bergerak disebut gaya gesekan kinetis (fk). Gaya
gesekan kinetis besarnya tetap dan selalu lebih
kecil daripada gaya statis maksimum (fk < fsm)
Gaya gesekan antarzat padat
Besar gaya gesekan pada benda beroda jauh lebih kecil
daripada besar gaya gesekan pada benda tidak beroda.
Gaya gesekan benda beroda disebut gaya gesekan rotasi
Gaya gesekan rotasi jauh lebih kecil daripada gaya gesekan
translasi (gaya gesekan pada benda tak beroda) karena
kontak permukaan benda beroda adalah kontak titik. Itulah
sebabnya kendaraan yang kita tumpangi selalu didukungi
oleh roda
Besar gaya gesekan tergantung pada kekasaran atau
kehalusan permukaan. Makin kasar permukaan, maskin
besar gaya gesekannya. Dan begitu juga sebaliknya
Kerugian gaya gesekan
1. Gesekan antara bagian-bagian mesin dan kopling secara
langsung akan menimbulkan panas kelebihan. Untuk mengatasi
ini, mesin mobil dan keping diberi oli, sehingga tidak saling
bergesekan secara langsung
2. Gaya gesekan antara ban mobil dengan permukaan jalan
menyebabkan ban mobil cepat aus atau tipis. Lapisan aspal
akan mengurangi gaya gesekan pada mobil, sehingga mobil
dapat melaju dengan mulus
3. Gaya gesekan udara pada mobil menyebabkan mobil tidak
dapat bergerak dengan kelajuan tinggi. Untuk mengurangi
gaya gesekan udara, mobil didesain dengan bentuk streamline
4. Gesekan air laut pada kapal laut sangat menghambat gerak
kapal. Untuk mengurangi gaya gesekan ini, bagian kapal yang
bersentuhan langsung dengan air dipisahkan dengan
pelampung berisi udara
Beberapa contoh gaya gesekan yang
menguntungkan
1. Gesekan menyebabkan kami dapat berjalan
di tanah
2. Ban mobi ldibuat bergerigi agar gaya
gesekan permukaan jalan pada ban cukup
besar
3. Gesekan pada piningan rem sepeda motor
digunakan memperlambat kelajuan sepeda
motor
4. Tekanan udara memperlambat kelajuan
jatuh penerjun
Rumus gaya gesekan
fs = s . N
fk = k . N
Keterangan
= koefisien gesekan
N = gaya normal
f = gaya gesekan
Pengenalan
Massa adalah ukuran jumlah materi yang dikandung
oleh suatu benda. Karena itu, massa tidak
dipengaruhi oleh lokasi benda berada
Massa dimanapun dalam alam semesta in iadalah
tetap
Massa adalah besaran sakelar (tidak memiliki arah
memiliki satuan kg) dan diukur dengan neraca
Berat adalah gaya gravitasi yang bekerja pada benda
Berat benda di bumi adalah gaya gravitasi benda
yang bekerja pada benda. Berat dipengaruhi oleh
lokasi suatu benda
Berat diukur dengan dinamometer
Hubungan massa dan berat
W=m.g
Perbedaan massa dan berat
Massa (m) Berat (w)
Besaran Pokok Besaran turunan
Menyatakan jumlah materi Besar gaya gravitasi
yang dikandung terhadap benda
Nilai tetap Nilainya dapat berubah
tergantung besar gravitasi
Satuan kg Satuan N
Alat ukur neraca Alat ukur dinamometer
Gaya-gaya lain
Gaya normal (N)
N digambar ke atas, tegak lurus terhadap
bidang sentuh
Gaya tegangan tali
Dll
Penjumlahan gaya
Gaya adalah suatu besaran yang selain
memiliki besar, juga memiliki arah
Besaran yang memiliki besar dan arah
disebut besaran vektor. Gaya dapat
dilukiskan dengan diagram vektor yang
berupa anak panah
Resultan gaya
Resultan gaya adalah gaya yang mengganti
dua atau lebih gaya yang bekerja pada suatu
benda R dituliskan sebagai R = F1 + F2.
Dalam kehidupan sehari-hari, R dapat
diamati pada orang yang sedang memanah
Kesimpulan
Dua gaya/lebih yang segaris bekerja pada
suatu benda dapat dihitung
jumlahnya/resultannya dengan :
Jumlah dari gaya-gaya tersebut bila searah
R = F1 + F2 + …
Selisih dari gaya-gaya tersebut bila berlawanan
arah dan resultannya searah dengan gaya
terbesar
R = F1-F2
Pengenalan
Sir Isaac Newton (Inggris) mengemukakan 3
hukum tentang gaya
Hukum I Newton berbunyi :
“Tiap benda terus diam dalam keadaan
diamnya/terus dalam keadaan gerak teraturnya
dengan kelajuan tetap pada garis lurus, kecuali
jika benda itu dipaksa untuk mengubah
keadaannya (diam atau bergerak) oleh gaya-gaya
yang dikerjakan padanya”
Hukum I Newton dinyatakan dalam bahasa
resultan
“Jika resultan gaya pada suatu benda sama
dengan nol maka benda yang mula-mula
diam akan terus diam (mempertahankan
keadaan diam). Sedangkan jika benda mula-
mula bergerak akan terus bergerak dengan
kecepatan tetap (mempertahankan keadaan
bergeraknya)”
Inersia
Hukum I Newton tentang sifat benda yang
cenderung mempertahankan keadaan
geraknya disebut inersia/kelembaman
(kemalasan).
Semakin besar massa benda, inersianya
semakin besar, dan sebaliknya
Secara matematis, hukm I Newton
dinyatakan sebagai
F = 0 benda diam atau GLB
Mengapa F = 0 ?
Rumus sebenarnya (di hukum II Newton) adalah
F = m.a. Massa tidak mungkin 0. Jadi yang 0
adalah percepatannya. Kalau GLB, a = 0. Kalau
benda diam, a juga 0. Jadi karena itu waktu benda
diam atau GLB F = 0
= sigma = jumlah
Gaya-gaya yang bekerja pada
suatu benda dikatakan seimbang jika
R = 0. Jika benda mula-mula diam dan
bekerja gaya-gaya seimbang
sehingga benda terus diam. Hal
seperti ini disebut keseimbangan
statis. Tetapi bila F = 0 dan benda
bergerak lurus dengan a = 0,
dinamakan keseimbangan statis
Bunyi hukum II Newton
“Percepatan yang dihasilkan oleh resultan
gaya yang bekerja pada suatu benda
berbanding lurus dengan resultan gaya,
searah dengan resultan gaya, dan berbanding
terbalik dengan massa benda
Secara matematis, hukum II Newton ditulis
F = m .a
Satuan gaya
1N = 1 kg m/s 2
1N = 100000 dyne
1 kg = 9,8 N
Berbunyi
“Jika A mengerjakan gaya pada B, B akan
mengerjakan gaya pada A yang besarnya
sama tetapi arahnya berbeda’
Hukum III Newton sering juga dinyatakan :
“Untuk setiap aksi pada suatu reaksi yang
sama besar tetapi lawan arah”
Secara sistematis, hukum III Newton
diyatakan
Faksi = -F reaksi
Contoh penerapa hukum III Newton
Ketika kita berjalan, kita mendorong lantai ke
belakang maka sebagai reaksinya lantai
mendorong kita ke depan
Ketika menembak menggunakan senapan,
peluru mendorong senapan ke belankang. Maka
reaksinya senapan mendorng peluru ke depan
Ketika berenang, tangan kita mendorong air ke
belakang, maka sebagai reaksinya air
mendorong kita ke depan
Dll
Kesimpulan
Aksi dan reaksi sama besar dan berlawanan
arah.
Aksi dan reaksi bekerja pada 2 benda
sehingga tidak mungkin sangat meniadakan.
Dengan kata lain, aksi dan reaksi tidak
pernah membentuk keseimbangan. Sehingga
keseimbangan terjadi jika dua gaya sama
besar dan lawan arah bekerja pada satu arah
Catatan tambahan
Pengenalan
Ketika menggunakan katrol, pada kali ini
kita tidak memerhatikan gaya geseknya
antara tali dan kabel.
Ketika menggunakan katrol, bagian
yang lebih berat menurun dan bagian
yang lebih ringan menaik. Mungkin
sampai akhirnya sampai ke lantai jika
talinya cukup panjang
Contoh soal
Kamu mendorong
sebuah benda yang
bermassa 6 kg
dengan gaya 40 N.
Jika jarak antara
benda itu dengan
lantai adalah 1m,
hitunglah :
a. Percepatan balok
b. Waktu yang
diperlukan untuk
sampai ke tanah
Penyelesaian 40 N
a. F = m. a
w benda – Gaya tarik = mtotal . a
6(10) – 40 = (6 + 40 : 10 (F : g = m)) . a
60 – 40 = (6 + 4)a
20 = 10a
2=a
b. h = ½ at2
1 m = ½ 2 t2
1 = t2
1=t
Contoh soal 2
Massa B = 2 kg.
Massa A = 3 kg.
B
g = 10m/s
Dit : a = ?
A
Penyelesaian
Tarikkan menjadi datar
Wa
B A
F = m . a
Wa = m . a
ma. g = m . a
3 . g = (2+3)a
3(10) = 5a
30 = 5a
a=6
Bab 2
USAHA DAN ENERGI
Pengenalan
Energi adalah Energi yang
Kegiatan
kemampuan untuk digunakan
membuat usaha Tidur 4kJ
Menonton TV 6kJ
Pada saat tidur pun Berjalan 14kJ
kita membutuhkan
Berlari 25kJ
energi
Berenang 32kJ
Bentuk-bentuk energi
Energi mekanik
Energi mekanik adalah energi yang dimiliki pada benda yang
bergerak, atau memiliki kemampuan untuk bergerak
Energi bunyi
Energi bunyi adalah energi yang dihasilkan oleh getaran partikel-
partikel udara di sekitar sebuah sumber bunyi. Energi dari
getaran partikel-partikel udara sampai ke telinga sehingga bunyi
terdengar
Energi kalor
Energi kalor adalah energi yang dihasilkan oleh gerak internal
partikel-partikel dalam suatu zat. Energi kalor menyebabkan
perubahan suhu dan perubahan wujud
Energi cahaya
Energi cahaya adalah energi yang dihasilkan oleh radiasi
gelombang elektromagnetik
Bentuk-bentuk energi
Energi listrik
Energi listrik adalah energi yang dihasilkan oleh muatan
listrik yang bergerak melalui kabel
Energi nuklir
Energi nuklir adalah energi yang dihasilkan oleh reaksi inti
dari bahan radioaktif. Ada 2 jenis energi nuklir, yaitu fisi dan
fusi
Di PLTN (Pembangkit listrik tenaga nuklir), ketika suatu inti
berat membelah (fisi), energi nuklir cukup besar
dibebaskan dalam bentuk energi kalor dan energi cahaya.
Energi nuklir juga dibebaskan ketika inti-inti ringan
bertumbukan pada kelajuan tinggi dan bergabung (fusi).
Energi matahari dihasilkan dari suatu reaksi nuklir fusi di
mana inti-inti hidrogen bergabung membentuk inti helium
Pengenalan
Energi mekanik adalah energi yang berkaitan dengan gerak
atau kemampuan untuk bergerak
Energi kinetik
Energi kinetik adalah energi yang dimiliki
benda karena gerak atau kelajuannya
EK = ½ mv²
m = massa
v = kelajuan
Energi potensial
Energi potensial adalah energi yang dimiliki benda karena posisinya.
Energi yang dimiliki karena ketinggiannya terhadap tanah sebagai titik
acuan disebut energi potensial gravitasi
Energi yang disebabkan benda elastis adalah energi potensial elastis
Contoh energi potensial
EP = mgh
m = massa
g = gravitasi
h = tinggi
Konversi dan Konverter energi
Konversi energi adalah perubahan bentuk energi
dari bentuk satu ke bentuk lainnya
Konverter energi adalah benda yang melakukan
konversi energi
Berikut ini adalah contoh diagram konversi
energi pada saat batu jatuh
Hukum kekekalan energi
Berbunyi : “energi tidak dapat diciptakan
atau dimusnahkan; energi hanya dapat
diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya”
EM1 = M2
EK1 + EP1 = Ek2 + EK2
Usaha
Usaha yang dilakukan
oleh sebuah gaya
adalah hasil kali gaya
W=F.s
dengan perpindahan
Perlu diingat
benda yang searah Usaha = energi. Bukti :
dengan gaya 1. Satuannya sama, yaitu Joule (J)
2. Rumus :
Usaha 1J adalah usaha • F=m.A
yang dilakukan gaya 1 • W = m . a. s
• W = m.g.h
N untuk memindahkan • W = EP
benda sejauh
Penjumlahan Usaha dan Usaha 0
Penjumlahan usaha : Di dalam fisika dikenal
W = W1+W2+W3+… juga usaha 0 jika :
Ada gaya tetapi tidak
= F.s + F . s + F.s
ada perpindahan
= (F1+F2+F3)s Arah gaya gerak lurus
terhadap arah
perpindahan
Daya
Daya adalah
banyaknya energi yang P = w/t = F.s/t = F. v
berubah tiap satuan Keterangan :
P = Daya
waktu. W = Usaha
Daya dari suatu alat t = waktu
F = gaya
adalah kecepatan alat s = jarak
tersebut melakukan v = kelajuan
usaha
Wait For the Update :
Bab 3 : Pesawat
Sederhana
Bab 4 : Tekanan
Dll
Get documents about "