Docstoc

Cerpen karya anak korban lapindo 2

Document Sample
Cerpen karya anak korban lapindo 2 Powered By Docstoc
					                      KENANGAN UNTUK MEMPERJUANGKAN
                 PAGUYUPAN PASAR BARU PORONG DI JAKARTA


        Dahulu hari pda tanggal 13 Juni 2007 aku diajak oleh Ketua Peguyuban untuk
memperjuangkan rakyat di pasar baru porong, yaitu diajak ke jakarta pusatnya di tugu
Proklamasi yang berada di Jakarta Pusat. Aku pikir berada di Jakarta ibu kota itu sangat
menyenangkan, tapi tidak ternyata disana orangnya begitu sombong da bisanya
merendahkan orang yangtidak mampu termasuk KAMI.
        Beberapa lama kemudian seorang wartawan mendatangi kelompok kami. Dia
bertanya “untuk apa Bambu Runcing yang berada di pasr baru Porong (pengungsian) itu ?”
“apakah untuk perang ?” Tanya wartawan tersebut sambil merendakan. Lalu kami
menjawab “ Bambu Runcing itu untuk semangat juang para korban lumpur panas” sambil
mengangkat nama baik rakyat di pengungsian.
        Beberapa lama kemudia aku juga berfikir bahwa bukan kita aja yang direndahkan tapi
anak pinggiran-pinggiran yang dijakarta juga begitu tidak ada yang merasa iba ataupun
terharu dengan kondisi kami.
        Pada waktu itu juga ada lomba ngelukis untuk memberikan semangat,; sore hari kami
pulang ke penginapan (dirumah seseorang) begitu capeknya kami, sehabis mandi kami
menulis dan melukis sepanduk untuk dibuat pawai besoknya. Pada malam hari kami
bertengkar dengan salah satu kelompok kami yang perwakilan kedung bendo.
        Pagi pun tiba, kami kesiangan untuk pergi ke Tugu Proklamasi manuju ke Monas.
Kami terlambat begitu pawai dimulai kami merasa senang bahwa ada sedikit warga yang
mendukung kami, dan kami mulai semangat lagi, kami begitu lelah. Sore hari kami kembali
ke Tugu Proklamasi disana begitu ramai dan banyak pameran-pameran lalu kami kembali
pulang ke penginapan untuk mempersiapkan barang-barang buat kembali ke pengungsian
pasar baru porong tiket kereta api pun habis tidak ada yang tersisa untuk kami, lalu kami
menyewa travel untuk pulang.
        Pada saat sampai di pengungsian aku merasa senang karena disambut orang-orang
banyak dan ini disebut sebagai pengalaman yang mebuat kita tahu bagaimana merasakan
orang-orang begitu semangat untuk menghadapi hidup ………..!!!!


KARYA CIPTA

Nama            : DIAN UTAMI
Kelas           : ……………………
Sekolah         : SMPN 3 PORONG
Alamat          : ……………………
                                    NASIB DESAKU


        Namaku Eni Purwati, aku sekarang masih besekolah di SMPN 2 Jabon, Permisan.
Aku hidup bersama orang tuaku didesa Sentul kec. Tanggul Angin. Desa Sentul dulunya
adalah desa yang tidak terlalu maju, bahkan bisa dibilang desa yang sangat tertinggal.
Orang-orang hanya bekerja sebagai buruh tani dan pergi ketambak untuk mencari ikan.
Anak-anak pendidikannya juga hanya sebatas SD. Pengertian masyarakatnya mengenai
ilmu pengetahuan terbatas.
        Tapi itu dulu, sekarang desakubagai berputar 1800 dari masanya. Kini dsaku adalah
desa Sentra Industri Rokok, warganya sekarang bnanyak yang bekerja di Industri-industri
tersebut. Hebatnya pemilik industri tersebut adalah warga desa sendiri. Para anak-anak
sekarang bisa menikmati pendidikan tinggi, banyak pekerja yang berasal dari desa-desa
sekitar, bahkan bukan saja industri rokok, ada juga industri pengepakan teh dan krupuk.
        Sekarang sejak ada lumpur Lapindo yang menenggelamkan banyak desaku sekarang
beada pada posisi aku akan segera bernasib sama seperti mereka. Tangul sekarang berada
persis di perbatasan desa. Truk-truk besar pengangkut pasir selalu lalu lalang. Alat-alat
berat mondar-mandir. Aku berfikir, kasihan sekali nasib desaku yang telah lama berjuang
untuk bangkit, tapi kini desaku berada dalam posisi yang akan menghancurkannya. Hanya
tinggal menunjggu waktu kapan…….. dan kapan. ………
        Dampak bagi ekonomi desaku sejak ada lumpur banyak sekali. Industri rokok yang
dulu nya maju, kini hanya bisa berdiri dengan sedikit pekerja, karena akses transportasio
dan sulitnya pembeli masuk ke desaku. Aku hanya bisa pasrah pada waktu, bila mana
bencana itu menimpa.




KARYA CIPTA

Nama            : ENI PURWANTI
Kelas           : VIII (Delapan)
Sekolah         : SMPN 2 JABON
Alamat          : Ds. Sentul
                                KESERAKAHAN MANUSIA


        Aku mulai kecil dilahirkan di tanah Reno Kenongo. Tanah ini tinggalan nenekku
sendiri. Tapi tiba-tiba ada orang, yang memperlihatkan keserakahannya, hingga para warga
sekarang ini kena imbasnya mendapatkan peringatan dari Allah yaitu menurunkan bencana
lumpur panas, mengapa orang ini ku namai orang serakah, ya. Karena akan mengambil
keuntungan yang sangat besar, tapi tanpa izin warganya maka ku namai orang serakah baik
laki-laki maupun perempuan.
        Seakan-akan orang ini hidup sendiri tanpa mikirkan warganya/ rakyatnya sehingga
sampai hari ini para warga masih kebingungan karena orang yang bertanggung jaab belum
bisa menepati janji-janjinya. Sehingga sampai detik ini para warga banyak yang belum
punya rumah. Karena janji-janjinya tidak tepat.sampai sekarang ini aku juga belum bisa
kembali ke tanahku sendiri.
        Bagaimana perjalanan selanjutnya, tapi aku dengan semua warga tetap kami tuntut
sampai tuntas, sehingga ganti ruginya di tuntaskan, saya heran melihat orang sekarang ini,
bila penghasilannya tambah tinggi, tertawa tapi bila surut katanya krisis/ bencana hatiku
berkata siapakah yang asal usulnya membuat beberapa desa terendam lumpur, tiap-tiap
warga menagih janji katanya bencana, bencana, bencana tiada putusnya. Benar itu bencana,
tapi bencananya orang yang tukang obok-obok tanah sampai-sampai warga kena imbasnya.
Inilah Allah menunjukkan dunia ini banyak orang yang masih serakah tapi kepejntingan
sendiri. Cukup inilah yang keluar dari nurani hatiku sendiri.




KARYA CIPTA

Nama            : DZURROTUN NASHIHAH (Endur)
Kelas           : VII (Tujuh)
Sekolah         : SMP Dharma Wanita II POrong
Alamat          : Reno Kenongo (paspor) LOS H3 RT 04 RW 01
No. HP.         : 085 730204xxx
                                   KARENA LUMPUR AKU
                              KEHILANGAN SEMUANYA


        Waktu itu aku dan keluargaku terkena musibah dan tak hanya keluargaku tapi semua
orang dan teman yang telah tinggal didesaku desa kami. Waktuitu aku dan keuargaku panik
setelah aku berkemas barangku aku mengungsi di Pasar baru porong sampai sekarang.
        Sekarang aku masih teringat kejadian waktu itu semua tampak jelas di ingatanku tapi
aku masih bersyukur karena keluargaku telah selamat, luberan lumpur itu telah
menghancurkan semua yang ku punya rumah satu-satunya yang ku punya rumah satu-
satuhnya yang ku punya itupun telah hancur karena luberan lumpur itu. Ketika aku
mengungsi aku belum terbiasa dengan semua ini apalagi ketika malam setelah kejadian
waktu itu aku melihat ayah dan ibuku yang tidak bisa tidur karena terbebani dengan
kesedihan hati mereka.
        Tak tampak lagi senyum diwajah kedua orang tuaku bagaimana tidak! Semua telah
hilang engan sekejap kini hanya kesedihan yang kurasakan
        Kalau saja waktu dapat berputar kembali dan aku boleh memilih aku tidak ingin
semua itu terjadi dan aku selalu berdo’a agar lumpur itu dapat teratasi. Dan aku akan
mengenang semua yang terjadi dan tak akan melupakannya. Dan sampai sekarang aku
mengungsi dipasar baru porong disinilah tempat berteduhku dan tempat tidurku tempat
keluargaku berkumpul dan melewati hari-hari disini tmpet ini.
        Dan sudah 2 tahun ini aku hidup di pasar baru porong bersama keluargaku dan
akupun juga terbiasa dengan keadaan disini yang ramaio apalagi pasar ini akan di tempati
aku sedih dimana nanti aku tinggal. Aku berharap maslah ini sgee teratasi dan aku juga
berharap bisa mempunyai rumah sendiri seperti dulu lagi dan hidup bahagia bersama
keluargaku.
AMIN ………….. !!!!!!!




KARYA CIPTA

Nama            : MUAIFAH
Kelas           : VII –B (Tujuh)
Sekolah         : SMPN 2 POrong
Alamat          : (Paspor) PASAR BARU PORONG
No. HP.         : 031 83408xxx
                               PERRJALANAN HIDUPKU


        Saat aku merasakan perasaan yang sebelumnya tak pernah aku rasakan. Aku takut
perasaan bertanda apakah ini. Hatiku selalu bertanya-tanya, rasa apa ini? Hingga pada suatu
hari perasaanku tejawab. Rumahku, dimana tempat aku dibesarkan hilang dengan sekejap
saja dalam hitungan waktu. Aku takut, sedih, hancur dan rapuh, aku tak tahu harus
bagaimana dengan keadan yang seperti ini. Tapi aku sadar akan semua ini dan aku sadar
kalau hidupku tidak berakhir sampai disini, aku masih punya kehidupan yang panjang.
        Hari demi hari ku jalani ku mencoba untuk membuka lembaran baru dalam hidupku,
namun sulit bagiku untuk membuka lembaran baru karena kenangan yang ada didesaku
dimana tempat aku dibesarkan tak dapat aku lupakan dengan begitu saja. Aku hidup
ditengah-tengah kehangatan keluarga dan kedamaian tapi, kini aku tak bisa dapatkan semua
itu lagi. Teman, keluarga, saudara, tetangga kini sudah berpisah dan saling berjauhan.
Mereka dan semua kenangan itu seringkali membuat aku berpikir sampai kapan aku harus
jalani hidup seperti ini? Hingga aku ingin sekali akhiri hidup yang seperti ini. Tapi, aku tak
tahu bagaimana caranya, ku coba mencari kebahagiaan diluar sana agar aku bisa jalani
hidup yang lebih baik dari sekarang. Ku berdo’a dan meminta kepada-Nya agar aku
diberikan kegahagiaan atas semua musibah yang terjdi, ku ambil hikmah dari semua ini.
Tapi, aku tetap saja tak tahu kepada siapa aku mengadu karena tak ada orang yang mau
pedulikan hidupku yang berantakan ini.
        Pasar baru posong yang seharusnya dijadikan tempat orang berjualan kini menjadi
tempat aku berlindung dari panas matahari, hujan, dan dinginya malam. Aku dan orang-
orang tak tahu harus sampai kapan aku tinggal disini, Cuma takdir yang bisa merubah
semua ini.
        Ya Allah berikan aku petunjuk jalan hidup yang terbaik atas semua yang terjadi
kepada hambamu ini.


KARYA CIPTA

Nama            : LAILIA DARITA
Kelas           : IX (Sembilan)
Sekolah         : SMPN 2 Porong
Alamat          : Mindi
No. HP.         : 085732863xxx
                      JAUH DARI KEMENANGAN


                Tiga tahun hidup dipengusian
                Pagi berjuang pulang tak ada jawaban


                              Hidupku seperti layang-layang
                              Layang-layang yang tersangkut tiang
                              Tiada angin maka tak terbang
                Segala uapaya telah ku lakukan
                Tapi kemenangan jauh dari pikiran
                Kemenangan tinggal kemenangan
                              Ingin menyesal aku tak bisa
                              Semua telah terjadi
                              Susah senang harus dijalani
                Tiada daku tanpa dirimu
                Tiada pertolonganmu
                Tiada doamu
                              Kamu tak bisa bayangkan
                              Betapa pedih rasanya diriku ini
                              Yang selalu hidup menderita dan menderita
                Tapi kutak pernah menyerah
                Semua itu ujian dari yang kuasa
                Sepai apapun itu akan ku rasa
                Walaupun hidupku harus menderita




KARYA CIPTA
Nama      : AGUNG FAIZIN
Kelas     : ……………………
Sekolah   : SMPN 2 PORONG
Alamat    : RENO ( Beringin KUD )
No. HP.   : ……………………………
                             LUMPUR PANAS LAPINDO


        Pada suatu hari ada kejadian yang sangan mengejutkan ada sebuah semburan kecil
di desa RENO KENONGO tetangga desa kami. Kian hari bertambah besar semburan itu
tanpa perhatian Pemerintah setempat dan akhirnya pada suatu malam terjadi banjir lumpur
panas pada beberapa desa itu anak-anak pun enggak bisa sekolah dan para orang tua nggak
bisa bekerja sungguh malang nasib semua akibat ulah tangan-tangan yang nggak
bertangg8ung jawab ganti rumah dan harta benda belum dibayarkan semua. Kasihan sekali
nasib anak-anak lumpur lapindo padahal mereka semua penerus generasi bangsa yang
sangat perlu diperhatikan.
        Mereka dikasih uang kontrak tetapi yang punya rumah menaikkan harga rumah
mereka semua jadfi uang kontrak tidak mencukupi untuk sewa rumah, mau beli rumah uang
ganti rugi belum dibayar semuanya jadi mereka belum bisa beli rumah sungguh kasihan
sekali nasib rakyat kecil ini mau maju salah mau mundur juga salah untu apa dimerdekakan
oleh pahlawan-pahlawan zaman dulu. Kalau rakyat kecil seperti kami-kami ini selalu
dianggap remeh oleh orang-orang besar seperti mereka yang tinggal digedung-gedung
mewah




KARYA CIPTA

Nama           : TANTI NOVITA SARI
Kelas          : IX (Sembilan)
Sekolah        : SMP MUH 4 PORONG
Alamat         : ………………………….
No. HP.        : ………………………….
                                       RUMAHKU


        Dulu aku tinggal di desa RENO KENONGO dan saya sekolah si SMPN 3 PORONG
nama saya Fandi Ahmadi saya akan menceritakan rumahku yang tenggelam lumpur
lapindo.
        Saya sekarang tinggal di Pengusian Pasar Baru Porong dan saya merasa tidak
nyaman tinggal di Pengusian Pasar Baru Porong ini karena kalau tidur siang banyk suara-
suara anak kecil dan kalau malam banyak desingan sepeda motor yang lewat dan kalau
mandi pun tidak enak karena airnya kurang segar dan keruh.
        Dan saya ingin sekali mempunyai Rumah baru yang seperti di desaku dulu. Rumah
yang nyaman dan tidak ada nyamuk dan fasilitas airpun bagus dan tidak seperti diPasar
Baru Porong ini yang sekarang aku tinggali dan demikian cerita dari saya ini.
        Puisi ini untuk Rumahku yang sekarang tenggelam


                                          RUMAHKU


        Rumahku yang indah dan bersih
        Karena kau aku terlindung dari panas dan hujan
        Namun kini telah sirna


                      Sekarang Rumahku tinggal kenangan
                      Bencana lumpur yang telah menenggelamkan Rumahku
                      Karena Lumpur Lapindo banyak korban jiwa
                      Banyak orang yang kehilangan Rumahnya


        Oh Rumahku………….. !
        Waupun kini kau telah hilang
        Aku tetap mengingat kenangan indah Rumahku




KARYA CIPTA

Nama           : FANDI A
Kelas          : ………………………….
Sekolah        : SMPN 3 PORONG
Alamat         : ………………………….
No. HP.        : 085645672xxx
                               KAMPUNG HALAMAN
                               TINGGAL KENANGAN


     Semasa aku kecil, aku hidup di desa yang begitu tentram, damai dan penuh
kebahagiaan, meskipun aku belum bisa berfikir secara dewasa, tapi aku bisa merasakan
kalau kebahagiaan itu ada di kampung halamanku. Kini hari demi hari, bulanpun silih
berganti aku beranjak tumbuh dewasa. Kehidupan pun semakin berkembang, kampung
halamanku semakin maju. Jalan yang dulunya penuih dengan kerikil-kerikil tajam . sungai
yang penuh dengan kotoran. Kini telah berubah menjadi sebuah pemandangan yang indah
dan bersih unjtuk dirasakan, sungguh aku bahagia mempunyai tempat tinggal di
kampungku. Kini tahun pun telah berganti tahun kampung halamanku mulai terkoyak
dengan adanya industri, satu demi satu bangunan industri didirikan bahkan sedikit demi
sedikit penghijauanmulai berkurang, sawah ladang telah berubah menjadi sebuah
bangunan. Udaranya yang dulu terasa sejuk, kini telah berubah menjadi panas bercampur
dengan asap industri. Saat itulah tepatnya tahun 2006 masuk lagi sau industri yang cukup
besar dengan PT. LAPINDO dan awal berjalannya pekerja PT.LAPINDO, membawa suatu
dampak yang cukupo panas, banyak sudah terjadi keributan. Ketidak harmonisan antara
sesama teman. Tak lama setelah beberapa bulan tepatnya tanggal 29 Mei 2006 PT.Lapindo
telah membuat suatu kesalahan bahkan membuat resah banyak orang, dimana lumpur panas
telah meluber dimana-mana, pepohonan, rumah, sawah, peternakan, bahkan pekerjaantelah
porak poranda. Sungguh aku tak menyangka tempat kelahiranku telah sirna tanpa ada
penghijauan seperti semua, kampung halamanku yang dulunya hidup, damai, tentram kini
telah rata terkoyak oleh lumpur lapindo. Semua saudara, teman, tetangga meniti kehidupan
baru, semuanya telah terombang-ambing kehilangan kampung halaman.
     Kini 3 tahun sudah bencana Lapindo masih belum reda, jalan demi jalan, desa demi
desa, satu persatu akan sirna, kadang aku menangis kalau teringat akan kampung
halamanku. Desa yang penuh dengan kebahagiaan kini hanya tinggal kenangan desaku
yang dulunya sejahtera kini berubah menjadi sejarah sedunia.
     Penghijauan, kehidupan ketentraman bahkan kebahagiaan tak pernah hidup lagi dlam
kampung halamanku. Semua sirna, semua rata kembali seperti semula. Kampung
halamanku kini bagaikan lautan, sepi, sunmyi tanpa ada tanda-tanda kehidupan.
     Selamat tinggal kampung halamanku. Kau tak akan pernah sirna, namau kana tetap
menyatu dalam jiwaku. Bagaikan air yang mengalir, agaikan darah yang menetes dalam
tubuhku. Namamu akan tetap teringat dilubuk hatiku.




                 Selamat Tinggal Kampung Halamanku
             Selamat Tinggal Penghijauan di Kampungku
                  Reno Kenongo Tetap Harum Dihatiku




KARYA CIPTA

Nama          : INDAH KHOIRUN NISA’ (IIN)
Kelas         : VII (Tujuh)
Sekolah       : SMP DHARMA WANITA II PORONG
Alamat        : RENOKENONGO (PASPOR LOS G RT 03 RW 01)
No. HP.       : 085731949xxx
                                         AKU


     Namaku alfina Deva Yuli Anggara, aku biasa dipanggil Deva. Aku lahir pada tanggal
16 Maret 1996, ayahku bernama Mustakim, Ibuku bernama Yuli Rahmawatiu, aku
mempunyai adik perempuan bernama Mira Mutiara Syafira Bayu Ningtias. Aku dulu
tinggal didesa Reno Kenongo tetapi aku sekarang tinggal di Pengungsian Psar Baru Porong
Karena rumahku tenggelam Lumpur Panas Lapindo.
     Waktu SD dulu aku sekolah di SDn Reno Kenongo I tapi sekolahku diungsikan di
SDN Glagah Arum karena fasilitas sekolahku sangat mengkhawatirkan seperti tanahnya
yang retak-retak, dindingnya tidak kokoh seperti dulu karena di belakang sekolahku sudah
terkena lumpur.
     Sewaktu aku kelas VI (enam) aku ujian sekolah untuk melanjutkan sekolah ke SMP,
aku sangat bersungguh-sungguh belajar karena aku sangat ingin sekali masuk SMP Negeri
dan aku ingin membahagiakan orang tuaku. Setelah ujian itu aku menunggu beberapa hri
aku untuk mengetahui hasil ujianku dan setelah menunggu beberapa hari aku mengetahui
hasil ujianku yang tidak membanggakan bagi oprang tuaku. Karena pengungsian baru
porong waktu belajar yang sangat sempit, keadaan lingkungan yang terbuka dan tidak
memungkinkan sehingga belajarku sangat tidak optimal, tapi aku senang karena aku masih
diterima di SMPN 2 Porong. Aku ingin menunjukkan meskipoun aku sekolah di SMPN 2
Porong aku mempunyai prestasi.
     Pertama kali aku masuk di SMPN 2 Porong aku mendapat perhatian lebih dari guru-
guru dan calon kakak kelasku yang sangat ramah. Sewaktu aku MOS, aku diajari dan
diperkenalkan lingkungan sekolah dank tata tertib, aku berkenalan dengan teman-teman.
Senang rasanya sewaktu Mos karena banyak diadakan permainan-permainan yang diadakan
kakak kelas seperti seperti bermain bola dan disuruh berpenampilan yuang sanga t konyol:
menggunakan kaos kaki yang berbeda warna (kanan putih, kiri hitam), aku disuruh
mengepang rambutku jumlah sesuai dengan tanggal lahir dan disuruh memakai kalung
yang dibuat dari coklat dan permen selama 3 hari mengikuti MOS aku menemukan
pengalaman yang sangat mengesankan dan berharga bagi hidupku.
     Aku mulai masuk sekolah, kalau waktu SD dulu aku memakai seragam puti merah
tapi sekarang aku sudah memakai seragam putih- biru dan mulai mengikuti pelajaan yang
lebih banyak dan pasti lebih sulit. Aku sangat senang sekali karena aku diterima menjadi
ketua kelas, sungguh keinginanku dari dulu karena itulah aku bisa menunjukkan rasa
tanggung jawab sebagai murid dan dari itu juga aku mempunyai kewajiban sebagai mnurid
yang tidak pantang menyerah dan bersungguh-sungguh untuk mencpai masa depanku nanti.
     Dengan menjadikannya aku ketua kelas aku bertambah semangat untuk meraih
prestasi lagi, kebetuylan disekolahku mencari anggota OSIS baru aku ikut dan aku
bersyukur sekali karena aku diterima menjadi anggota OSIS. Aku tidak langsung puas
dengan prestasi yang aku raih selama ini.aku mempunyai hobby yaitu olah raga, aku sering
mengikuti extra-extra yang diadakan disekolah apoalagi yang berhubungan dengan olah
raga aku sangat giat mengikutinya.
     Aku sangat menyukai olah raga voli dan basket, aku pernah diajak lomba basket
disalah satu sekolah disurabaya dan aku sangat senang sekali menunjukkan bakatku di
bidang olah raga karena dipoertandinghan itu menang Jura II. Apa yang selama ini aku raih
tidak lepas dari do’a dan dukungan orang tuaku. Aku akan terus meraih prstasi dan cita-
citaku untuk membahagiakan orang tuaku, cita-cita dari dulu adalah menjadi Polwan.’
Mudah-mudahan cita-citaku tercaapai meskipun aku sekarang hidup dengan keterbatasan.




KARYA CIPTA

Nama          : ALFINA DEVA YULI ANGGARA
Kelas         : VII (Tujuh)
Sekolah       : SMPN 2 Porong
Alamat        : Pengungsian Pasar Baru POrong
No. HP.       : …………………………
                        DESA YANG MENJADI KENANGAN


     Sejak kecil aku dibesarkan di desa kecil yang damai danmakmud “Reno Kenongo”, di
sana aku dan teman-temanku bercanda dan bermain bersama-sama dengan perasaan riang.
Aku ingat saat aku hujan-hujanan dengan teman-teman aku bermain sepak bola dilapangan
dan aku terpeleset. Itu sangat memalukan bagiku. Tapi kebahagiaan itu berakhir ketika pipa
milik PT. Lapindo Brantas mengalami lebocoran pada tanggal 27 mei 2006 saat itu aku
merasa takut apabila kebocoran itu tidak dapat diatasi. Waktu itu aku melihat kebocoran
gas itu, ketika aku melihatnya aku jadi tambah merasa takut melihat gas bercampur lumpur
meledak-ledak, aku juga tak tahan dengan baunya yang sangat menyengat. Akibat dari
kejadian itu sumber air disekitar semburan itu tercemar dan warga kebingungan mencari air
bersih kemudian setelah beberapa hari LAPINDO mengirim air bersih untuk warga.
Kehidupan didesaku pun tidak menyenangkan seperti dulu sekrang kehidupan di desa
penuh kecemasan, ketakutan dan juga kesedihan akan musibah yang menimpa mereka.
Waktu itu aku masih duduk di kelas 6 SD aku takut gara-gara musibah itu konsentrasi
belajarku terganggu tapi aku tetap berusahadengan giat karena sebentar lagi aku akan
menghadapi ujian nasioan hari demi hari aku bertahan untuk tinggal di rumah, ,waktu ujian
pun tiba, selama beberapa hari aku mengerjakan soal dengan penuh kecemasan. Ujian
berlalu hasilnya akan dibagikan hatiku berdebar-debar ketika mau melihat nilaiku setelah
aku membukanya ternyata aku lulus. Aku sangat beberapa dumtruk membawa tanah
ternyata tanah itu akan dibuat tanggul, beberapa hari berlalu semburan itu tidak berhenti
tapi terus meluap hingga menenggel;amkan dea sekitanya, agar semburanitu tidak
bertambah luas PT. Lapindo membangun tanggul disekitar desa. Akupun berfikir jika
semburan itu tidak segera diatasi bisa-bisa desaku juga bisa terkena. Setelah bebeapa hari
tanggulpun berdiri hingga setinggi rumah, kemudian di saatmalam tepatnya setelah isya’
tedengar suara ledakan aku tidak tahu kalau Pipa PT. Lapindo meledak karena saat itu aku
sedang asyik nonton TV tiba-tiba ku dengan suara ribut di luar akupoun keluar dan melihat
kobaran api yang sangat besar ku kira rumah tetanggaku yang terbakar ternyata api itu
berasal dari semburan aku dan awrgapun berlari untuk menyelamatkan diri. Sehari setelah
kejadian itu ada beberapa orang yang menjadi korban. Aku dan warga desa kemudian di
ungsikan di pasar baru porong dan juga banyak teman-temanku yang tinggal di rumah
saudaranya. Beberapa bulan aku tinggal di Paspor dan aku mendengar akalu semburan
lumpur sudah meluber ke desaku, aku pun merasa sedih sekali.’ Tapi yang lebih
menyedihkan setelah beberapa bulan kemudian tanggul sudah dibangun sebelh timurdesaku
dan lumpurpu dialirkan ke desaku. Akupun sangat merasa sedih sekali karena desa tempat
aku dibesarkan sekarang telah hilang. Desa Reno Kenongo yang damai danmakmur
sekarang menjadi desa Reno Kenongo yang akan terus ku ingat selalu dihatiku.




KARYA CIPTA

Nama          : M. FAISOL ANWAR
Kelas         : 3 (Tiga)
Sekolah       : ……………………….
Alamat        : ……………………….
No. HP.       : 085648904xxx

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:74
posted:8/7/2011
language:Indonesian
pages:14