Perdana 3 by Best10

VIEWS: 200 PAGES: 14

									                  Makalah


Pengaruh Perubahan Harga Jual Kartu Perdana 3
         Terhadap Permintaan Pasar




                    Oleh :
               ARY PRASETYP
               NIM. 20095 11975




    SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) AUB
                 SURAKARTA
                     2011
A.   Latar Belakang
          Kepuasan konsumen dalam memakai sebuah produk harus diketahui
     oleh perusahaan atau semua yang bergerak di sektor bisnis. Perusahaan
     harus dapat membuat produk yang bisa diterima oleh masyarakat agar
     masyarakat puas terhadap produk tersebut dan dengan kualitas produk yang
     baik, masyarakat akan setia memakai produk tersebut karena sudah merasa
     cocok dan puas. Disisi lain kepuasan pelanggan merupakan salah satu
     parameter mutu pelayanan, apabila pelanggan merasa tidak puas terhadap
     pelayanan yang diberikan akan komplain terhadap perusahaan yang
     mengeluarkan produk. Kualitas dan fasilitas yang ditawarkan oleh
     perusahaan tersebut belum cukup untuk menarik pelanggan membeli suatu
     produk, namun perusahaan juga harus mampu menilai pelanggan.
          Di zaman modern sekarang ini perkembangan teknologi sangat
     berkembang pesat salah satu diantaranya adalah handphone (HP), begitu
     juga adanya provider seluler yang sudah banyak bermunculan. Dari
     banyaknya provider selular yang ada salah satunya adalah indosat yang
     sudah mengeluarkan salah satu produknya yaitu 3 (Tri). Hal ini dapat dilihat
     dari banyaknya pelanggan yang menggunakan produk yang terus
     bertambah. Selain itu faktor harga yang cukup murah dan bonus yang
     diberikan kepada pelanggan juga menjadi faktor kenapa pelanggan memilih
     faktor kenapa pelanggan menggunakan kartu perdana 3.




B.   Rumusan Masalah
     Dari uraian singkat tersebut penulis mencoba merumuskan suatu permasalah
     apakah perubahan harga jual kartu Perdana 3 akan memberikan pengaruh
     terhadap permintaan pasar/ penjualan kartu Perdana 3?




                                       1
C.   Landasan Teori
     1.   Pemasaran
               Didalam suatu sistem perekonomian dimana pertukaran
          dilakukan secara bebas dan pasar berada ditangan pembeli, maka
          fungsi dari pada pemasaran bagi suatu perusahaan harus menonjol dan
          menduduki tempat dimuka. Pemasaran merupakan kegiatan pokok
          perusahaan dalam usahanya mempertahankan kelangsungan hidupnya
          untuk berkembang dan mendapat laba serta merupakan proses
          kegiatan pemasaran yang menyangkut masalah mengalirnya produk
          dari produsen ke konsumen. Untuk mendapatkan pengertian tentang
          pemasaran yang jelas, maka terlebih dahulu akan dijabarkan beberapa
          pengertian pemasaran menurut para ahli :
               Menurut Stanton dalam        Basu     Swastha   Irawan (2000),
          menyatakan:
               “Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan- kegiatan
          bisnis yang ditujukkan untuk merencanakan, menentukan harga,
          mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang
          memusakan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun
          pembeli potensial”.
               Menurut Kotler (1995 : 4) yaitu:
               “Sebuah proses sosial dan manajerial, yang dengan mana
          individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan
          inginkan, melalui penciptaan dan mempertukarkan produk dan nilai”.
               Sedangkan menurut Kotler (2000:4) yaitu:
               “Suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok
          mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui
          menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk
          dan yang bernilai dengan pihak lain”.
               Dengan demikian pemasaran merupakan fungsi manajemen
          yang mengorganisasi dan menjuruskan semua kegiatan perusahaan
          yang meliputi penilaian dan pengubahan daya beli konsumen menjadi


                                      2
     permintaan yang efektif akan suatu barang atau jasa, serta
     penyampaian barang atau jasa tersebut kepada konsumen atau
     pemakai terakhir, sehingga perusahaan dapat mencapai tujuan dan
     sasaran yang ditetapkan.


2.   Marketing Mix
           Bauran pemasaran adalah konsep dasar dalam pemasaran
     modern yang dipergunakan untuk menyusun program pemasaran
     perusahaan. Bauran pemasaran merupakan kombinasi dari empat
     variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran
     perusahaan yakni produk, harga, promosi dan saluran distribusi.
           Menurut Swastha (1984:42), Bauran Pemasaran Yaitu:
           “Kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan
     inti dari sistem pemasaran perusahaan, yakni: produk, harga, promosi
     dan distribusi”.
           Dari definisi diatas,maka kita dapat menyimpulkan bahwa
     bauran pemasaran merupakan kombinasi antara variabel-variabel yang
     merupakan inti dari sistem pemasaran suatu perusahaan, yaitu:
     produk, harga, promosi dan saluran distribusi yang digunakan pada
     saat tertentu untuk mempengaruhi konsumen agar mau mengkonsumsi
     produk perusahaan.
           Dari keempat variabel tersebut, manajemen harus bisa memilih
     kombinasi terbaik yang dapat menyesuaikan dengan lingkungannya.
     Secara ringkas, masing- masing variabel dapat diuraiakn sebagai
     berikut:
     1)    Product (Produk)
                 Dalam pengeloalaan produk termasuk pula perencanaan
           dan pengembangan produk dan jasa yang baik untuk dipasarkan
           oleh perusahaan. Perlu adanya suatu pedoman untuk mengubah
           produk yang ada, menambah produk baru, atau mengambil




                                 3
             tindakan lain yang dapat mempengaruhi kebijaksanaan dalam
             penurunan produk.
     2)      Price (Harga)
                   Dalam       kebijaksanaan     harga,     manajemen     harus
             menentukan      harga    dasar    variasi    produknya,   kemudian
             menentukan kebijaksanaan menyangkut potongan harga, tarif
             per jarak tertentu dan hal- hal lain.
     3)      Promotion (Promosi)
                   Merupakan komponen yang dipakai untuk memberitahu
             dan mempengaruhi pasar bagi produk perusahaan. Adapun
             kegiatan- kegiatan yang termasuk dalam promosi adalah:
             periklanan,     personal selling, promosi penjualan, publisitas,
             hubungan masyarakat.
     4)      Place (Saluran Distribusi)
                   Tugas distribusi adalah memilih perantara yang akan
             digunakan dalam saluran distribusi, serta mengembangkan
             sistem distribusi yang secara fisik menangani dan mengangkut
             produk melalui saluran tersebut. Ini dimaksudkan agar
             produknya dapat mencapai pasar yang dituju tepat pada
             waktunya.


3.   Perilaku Konsumen
             Tujuan kegiatan pemasaran adalah mempengaruhi pembeli agar
     bersedia membeli harang dan jasa perusahaan pada saat mereka
     membutuhkan. Agar tujuan tersebut tercapai maka setiap perusahaan
     harus memahami tentang perilaku konsumen. Setiap manajer
     pemasaran harus memahami mengapa dan bagaimana tingkah laku
     konsumen sehingga perusahaan dapat mengembangkan, menentukan
     harga, mempromosikan dan mendistribusikan produk secara lebih
     baik.




                                     4
      Menurut Asseal Henry (2001), perilaku konsumen (consumer
behavior) dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu yang
secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan
barang-barang dan jasa-jasa termasuk didalamnya adalah proses
pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-
kegiatan tersebut. Analisis perilaku konsumen realistik hendaknya
juga menganalisis proses-proses yang tidak dapat/sulit diamati, yang
selalu menyertai setiap pembelian. Mempelajari perilaku konsumen
tidak hanya mempelajari apa yang dibeli atau yang dikonsumsi, tetapi
juga dimana, bagaimana, kebiasaannya, dan dalam kondisi yang
seperti apa barang-barang dant jasa-jasa tersebut dibeli.
      Definisi lain dari perilaku konsumen dikemukakan oleh Shet
dan Mittal dalam Fandy Tjiptono (2005) sebagai aktivitas mental dan
fisik yang dilakukan oleh pelanggan rumah tangga (konsumen akhir)
dan pelanggan bisnis yang menghasilkan keputusan untuk membayar,
membeli dan menggunakan produk dan jasa tertenta.
      Beberapa definisi diatas memiliki kemiripan satu sama lain
secara skematis dimensi perilaku konsumen meliputi 3 aspek utama
yakni tipe perilaku dan peranan pelanggan.
a.    Tipe pelanggan
            Konsumen akhir atau konsumen rumah tangga yaitu
      konsumen yang melakukan pembelian untuk kepentingan diri
      sendiri, keluarga atau keperluan bagi maupun bermaksud
      memperjual belikan.
            Konsumen bisnis adalah jenis konsumen yang melakukan
      pembelian untuk keperluan proses lebih lanjut, kemudian dijual
      (produsen), disewakan kepada pihak lain, dijual kepada pihak
      lain (pedagang) digunakan untuk keperluan layanan sosial dan
      kepentingan publik.
b.    Peranan konsumen terdiri:




                             5
           User adalah orang yang benar-benar mengonsumsi/
     menggunakan produk atau mendapatkan manfaat dari produk/
     jasa yang dibeli. Payers adalah orang yang mendanai atau
     membiayai pembelian. Buyers adalah orang yang berpartisipasi
     dalam pengadaan produk dari pasar.
c.   Perilaku pelanggan terdiri atas:
           Aktivitas mental, seperti menilai kesesuaian merek
     produk, menilai kualitas produk berdasarkan informasi yang
     diperoleh dari iklan dan mengevaluasi pengalaman dari
     konsutmsi produk atau jasa.
           Aktivitas fisik meliputi mengunjungi toko, membaca
     panduan atau katalog, berinteraksi dengan wiraniaga dan
     memesan produk.
      Proses pembelian diawali ketika seseorang mendapatkan
 stimulus (pikiran, tindakan atau motivasi) yang mendorong dirinya
 untuk mempertimbangkan pembelian barang dan pembelian jasa
 tertentu. Salah satu perbedaan fungsi mental antara pembelian
 barang atau pembelian jasa adalah menyangkut proses produksi dan
 konsumsi. Pada proses pembelian, tahap pembelian dan konsumen
 biasanya terpisah. Meskipun terdapat interaksi antara pemasaran dan
 pelanggan selama tahap pembelian aktual, tahap pemakaian barang
 biasanya terlepas dan pengaruh langsung para pemasar. Pelanggan
 biasa memilih kapan, dimana dan bagaimana mereka menggunakan
 produk. Sebaliknya sebagian besar jasa berpeluang besar untuk
 secara aktif membantu pelanggan memaksimumkan nilai dan
 pengalaman konsumsinya. Penyediaan jasa biasa secara efektif
 mempengaruhi proses konsumsi dan evaluasi (Fandy Tjiptono,
 2004).
      Perilaku konsumen akan menentukan proses pengambilan
 keputusan dalam pembelian merek. Proses tersebut merupakan




                            6
sebuah pendekatan penyelesaian masalah yang terdiri atas lima tahap
yaitu : (Dharmmesta dan Handoko, 2000)
a.   Menganalisis Kebutuhan dan Keinginan
     Penganalisaan kebutuhan dan keinginan ini ditujukan terutama
     untuk mengetahui adanya kebutuhan dan keinginan yang
     belum terpenuhi atau terpuaskan. Jika kebutuhan tersebut
     diketahui maka konsumen akan segera memahami adanya
     kebutuhan yang belum segera dipenuhi atau masih bisa ditunda
     pemenuhannya, serta kebutuhan-kebutuhan yang sama-sama
     harus dipenuhi. Jadi dari tahap inilah proses pembelian itu
     mulai dilakukan.
b.   Pencarian informasi dan penilaian sumber-sumber
     Tahap kedua dalam proses pembelian ini sangat berkaitan
     dengan pencarian informasi tentang sumber-sumber dan
     menilainya, untuk memenuni kebutuhan dan keinginan yang
     dirasakan. Pencarian informasi dapat bersifat aktif atau pasif,
     internal atau eksternal. Pencarian informasi yang bersifat aktif
     dapat berupa kunjungan terhadap beberapa toko untuk
     membuat perbedaan harga dan kualitas produk, sedangkan
     pencarian informasi pasif mungkin hanya dengan membaca
     suatu   pengiklanan       dimajalah   atau   surat   kabar   tanpa
     mempunyai tujuan khusus tentang gambaran produk yang
     diinginkan.
c.   Penilaian dan Seleksi Terhadap Alternatif Pembelian
     Tahapan ini meliputi 2 tahapan yakni menetapkan tujuan
     pembelian dan menilai serta mengadakan seleksi terhadap
     alternatif pembelian berdasarkan tujuan pembeliannya. Tujuan
     pembelian tidak selalu sama, tergantung pada jenis produk dan
     kebutuhannya. Ada konsumen yang mempunyai tujuan
     pembelian untuk meningkatkan prestise, ada yang hanya




                           7
        sekedar ingin memenuhi kebutuhan jangka pendek, ada juga
        yang ingin meningkatkan pengetahuan.
d.      Keputusan untuk Membeli
        Keputusan untuk membeli disini merupakan proses dalam
        pembelian yang nyata. Jadi, setelah tahap di atas dilakukan,
        maka konsumen harus mengambil keputusan apakah membeli
        atau tidak. Bila konsumen membeli maka akan dijumpai
        serangkaian keputusan yang haras diambil menyangkut jenis
        produk, merek, penjualan, kuantitas, waktu pembelian dan cara
        pembayaran.




e.      Perilaku Sesudah Membeli
        Semua tahapan yang ada di dalam proses pembelian sampai
        dengan tahap kelima adalah bersifat operatif. Bagi perusahaan,
        perasaan dan perilaku sesudah pembelian juga sangat penting.
        Perilaku mereka dapat mempengaruhi penjualan ulang dan
        juga mempengaruhi ucapan-ucapan pembeli pihak lain yang
        menggunakan produk perusahaan.
        Manajemen     pemasaran     mempunyai     program    kegiatan
manajemen lain yang menitik beratkan pada keberhasilan suatu
usaha pemasaran. Pemasaran didefinisikan oleh Stanton sebagai
suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan yang ditujukan
untuk      merencanakan,     menentukan,     mempromosikan,       dan
mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan
kepada pembeli yang ada maupun potensial. (Dharmmesta dan
Handoko, 2000).
        Pemasaran merupakan salah satu unsur pokok yang dilakukan
oleh     para   pengusaha   untuk    mempertahankan     kelangsungan
hidupnya, untuk berkembang dan mendapatkan laba. Perkembangan
masyarakat dan teknologi telah menyebabkan perkembangan konsep


                            8
            pemasaran. Kalau perusahaan ingin berhasil atau bahkan dapat hidup
            terus, maka perasahaan harus dapat menanggapi cara-cara atau
            kebiasaan-kebiasaan yang ada di dalam masyarakat, variabel-
            variabei ekstern seperti ekologi, politik, hukum, ekonomi dan
            sebagainya dapat mempengaruhi program pemasaran perusahaan.
            Variabel kepuasan konsumen dapat terjadi karena kegiatan
            pemasaran berorientasi kepada pembeli, atau kepada masyarakat
            Manajemen pemasaran banyak bersangkut paut dengan masalah
            penciptaan dan penyampaian kualitas hidup yang baik. Oleh karena
            itu konsep pemasaran masyarakat ini disebut sebagai konsep
            pemasaran yang baru.


D.   Pembahasan
          Perilaku konsumen akan menentukan proses pengambilan keputusan
     dalam pembelian merek. Proses tersebut merupakan sebuah pendekatan
     penyelesaian masalah yang terdiri atas lima tahap yaitu : (Dharmmesta dan
     Handoko, 2000)
     1.   Menganalisis Kebutuhan dan Keinginan
          Penganalisaan kebutuhan dan keinginan ini ditujukan terutama untuk
          mengetahui adanya kebutuhan dan keinginan yang belum terpenuhi
          atau terpuaskan. Jika kebutuhan tersebut diketahui maka konsumen
          akan segera memahami adanya kebutuhan yang belum segera
          dipenuhi atau masih bisa ditunda pemenuhannya, serta kebutuhan-
          kebutuhan yang sama-sama harus dipenuhi. Jadi dari tahap inilah
          proses pembelian itu mulai dilakukan.
     2.   Pencarian informasi dan penilaian sumber-sumber
          Tahap kedua dalam proses pembelian ini sangat berkaitan dengan
          pencarian informasi tentang sumber-sumber dan menilainya, untuk
          memenuni kebutuhan dan keinginan yang dirasakan. Pencarian
          informasi dapat bersifat aktif atau pasif, internal atau eksternal.
          Pencarian informasi yang bersifat aktif dapat berupa kunjungan


                                      9
     terhadap beberapa toko untuk membuat perbedaan harga dan kualitas
     produk, sedangkan pencarian informasi pasif mungkin hanya dengan
     membaca suatu pengiklanan dimajalah atau surat kabar tanpa
     mempunyai tujuan khusus tentang gambaran produk yang diinginkan.
3.   Penilaian dan Seleksi Terhadap Alternatif Pembelian
     Tahapan ini meliputi 2 tahapan yakni menetapkan tujuan pembelian
     dan menilai serta mengadakan seleksi terhadap alternatif pembelian
     berdasarkan tujuan pembeliannya. Tujuan pembelian tidak selalu
     sama, tergantung pada jenis produk dan kebutuhannya. Ada konsumen
     yang mempunyai tujuan pembelian untuk meningkatkan prestise, ada
     yang hanya sekedar ingin memenuhi kebutuhan jangka pendek, ada
     juga yang ingin meningkatkan pengetahuan.
4.   Keputusan untuk Membeli
     Keputusan untuk membeli disini merupakan proses dalam pembelian
     yang nyata. Jadi, setelah tahap di atas dilakukan, maka konsumen
     harus mengambil keputusan apakah membeli atau tidak. Bila
     konsumen membeli maka akan dijumpai serangkaian keputusan yang
     haras diambil menyangkut jenis produk, merek, penjualan, kuantitas,
     waktu pembelian dan cara pembayaran.
5.   Perilaku Sesudah Membeli
     Semua tahapan yang ada di dalam proses pembelian sampai dengan
     tahap kelima adalah bersifat operatif. Bagi perusahaan, perasaan dan
     perilaku sesudah pembelian juga sangat penting. Perilaku mereka
     dapat mempengaruhi penjualan ulang dan juga mempengaruhi
     ucapan-ucapan pembeli pihak lain yang menggunakan produk
     perusahaan.
     Manajemen pemasaran mempunyai program kegiatan manajemen lain
yang menitik beratkan pada keberhasilan suatu usaha pemasaran. Pemasaran
didefinisikan oleh Stanton sebagai suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-
kegiatan    yang    ditujukan    untuk     merencanakan,     menentukan,
mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat


                                10
memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun potensial.
(Dharmmesta dan Handoko, 2000).
     Pemasaran merupakan salah satu unsur pokok yang dilakukan oleh
para pengusaha untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk
berkembang dan mendapatkan laba. Perkembangan masyarakat dan
teknologi telah menyebabkan perkembangan konsep pemasaran. Kalau
perusahaan ingin berhasil atau bahkan dapat hidup terus, maka perasahaan
harus dapat menanggapi cara-cara atau kebiasaan-kebiasaan yang ada di
dalam masyarakat, variabel-variabei ekstern seperti ekologi, politik, hukum,
ekonomi dan sebagainya dapat mempengaruhi program pemasaran
perusahaan. Variabel kepuasan konsumen dapat terjadi karena kegiatan
pemasaran    berorientasi   kepada    pembeli,   atau   kepada   masyarakat
Manajemen pemasaran banyak bersangkut paut dengan masalah penciptaan
dan penyampaian kualitas hidup yang baik. Oleh karena itu konsep
pemasaran masyarakat ini disebut sebagai konsep pemasaran yang baru.
     Bagi suatu perusahaan, harga produk yang telah ditetapkan merupakan
penentuan terciptanya permintaan pasar yang dapat mempengaruhi strategi
pemasaran yang akan digunakan. Oleh sebab itu perusahaan diharapkan
dapat menentukan harga paling sesuai dengan kualitas produk yang
ditawarkan kepada konsumen. Apabila konsumen menerima harga yang
paling sesuai dengan produk yang ditawarkan maka konsumen akan tertarik
untuk membeli produk tersebut begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu
setiap perusahaan perlu mengukur berapa biaya yang dikeluarkan
perusahaan untuk mengetahui apakah biaya yang dikeluarkan lebih tinggi
dari yang diperoleh nantinya.
     Pada saat ini perusahaan dituntut untuk tanggap terhadap cara-cara
kebiasaan yang ada di masyarakat. Dengan konsep pemasaran baru ini atau
konsep   pemasaran     masyarakat,    perusahaan    berusaha     memberikan
kemakmuran kepada konsumen dan masyarakat untuk jangka panjang, oleh
sebab itu setiap perusahaan harus bisa mengeluarkan produk yang lebih baik
dari sebelumnya dan dapat mengeluarkan produk yang lebih baik dari


                                 11
     pesaing baik dari segi harga, merek, fasilitas dan pelayanannya sehingga
     dapat memberikan kepuasan loyalitas bagi konsumen baik dalam jangka
     pendek maupun jangka panjang.


E.   Penutup
          Dari analisis dan pembahasan yang telah dilakukan pada bagian
     pendahuluan diketahui bahwa harga merupakan salah satu fktor yang paling
     berpengaruh terhadap permintaan pasar. Terlabih dalam tingka persaingan
     pemasaran kartu perdana yang demikian ketat. Pemberian bonus yang
     disertakan dalam paket pembelian kartu sangat memberikan dampak
     terhadap keiinginan konsumen untuk membeli.
          Dengan demikian maka perubahan harga merupakan suatu hal yang
     sangat sensitif dalam penjualan kartu perdana.


F.   Daftar Buku
     Swastha. Dh, Basu & Hani Handoko. 2000. Manajemen Pemasaran
          Analisis Perilaku Konsumen, Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE.

     Djarwanto, PS. 1996. Statistik Induktif, Edisi keempat. Yogyakarta: BPFE.

     Gitosudarmo, M. Com, Drs Indriyo. 2003. Pengantar Bisnis, Edisi 2.
          Yogyakarta: BPFE.

     Kotler, Philip. 1995. Manajemen Pemasaran, Analisis, Perencanaan,
          Implementasi, dan Pengendalian, Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga

     Kotler, Philip. 2000. Marketing Management Millenium Edition, Tenth
          Edition. Prentice Hall International, Inc.

     Sekaran, Uma. 2006. Research Methods For Business, 4th Edition.
          Jakarta: Salemba Empat.

     Shimp, T.A. 2003. Periklanan, Promosi, dan Aspek Tambahan
         Komunikasi Pemasaran Terpadu, Edisi Kelima. Jakarta: Salemba
         Empat.

     Singarimbun, Masri & Sofian Effendi. 1989. Metode Penelitian Survei.
          Jakarta: LP3ES.




                                       12
Subagya dkk, Wiji Slamet. 2002. Pengantar Ekonomi Untuk Kelas 1 SMU.
     Jakarta: Yudhistira.

Sukmawati, Andriastika. 2005. Analisis Pengaruh Karakteristik Bintang
    Idola (Celebrity Endorser) Terhadap Minat Beli Konsumen Sebuah
    Merk Multivitamin. Vol. 3, No.1, pp.11-20.

Wahyuni, Salamah. 1993. Metodologi Penelitian Bisnis. Surakarta: UNS
    Pers.




                              13

								
To top