Peran Data Dalam Sistem Informasi by pou19125

VIEWS: 130 PAGES: 9

More Info
									         PERAN SISTEM INFORMASI KEMAHASISWAAN (SIMAWA)
      DALAM PEMBERDAYAAN LEMBAGA KEMAHASISWAAN SERTA
      DALAM MENINGKATKAN PERINGKAT WEBOMETRICS UNNES
                                         Akhmad Munawar
                     dies_creetz@yahoo.com; dies_creetz@it.unnes.ac.id



Pendahuluan

      Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang
mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan
menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi
diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan
akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain,
fleksibel, efektif dan efisien.

      Berdasarkan      Kepmendikbud           Nomor.        155/U/1998,        organisasi      (lembaga)
kemahasiswaan merupakan wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah
perluasan wawasan dan peningkatan kecendekiawanan serta integritas kepribadian
untuk mencapai tujuan pendidikan tinggi serta mempunyai fungsi untuk memelihara
dan mengembangkan ilmu dan teknologi yang dilandasi oleh norma-norma agama,
akademis, etika, moral, dan wawasan kebangsaan.

      Pemeringkatan merupakan salah satu cara untuk memberikan gambaran kualitas
dari sebuah perguruan tinggi di mata masyarakat. Pada berbagai negara maju seperti
Amerika, Jerman dan Kanada pemeringkatan ini merupakan sesuatu yang sudah biasa
dilakukan. Tetapi hal ini tidak diikuti oleh Indonesia, yang cenderung mengikuti hasil
pemeringkatan       dunia      daripada       membuat        pemeringkatan         sendiri.     Lembaga
pemeringkatan yang hasilnya sering digunakan sebagai acuan bagi perguruan tinggi di
Indonesia dan telah diakui dunia antara lain ARWU, THES-QS dan Webometrics.




                  disampaikan dalam Workshop Pengembangan Sistem Informasi Lembaga Kemahasiswaan di Unnes,
                                                                                    Semarang, 27 Juni 2009 |
Pemeringkatan Perguruan Tinggi

       ARWU adalah sistem pemeringkatan yang dilakukan oleh Institute of Higher
Education, Shanghai Jiao Tong University (IHE-SJTU), Cina. Rangking ARWU dihitung
berdasarkan 6 faktor utama, yaitu Alumni, Award, HiCi, PUB, TOP & Fund. Sedangkan
THES-QS     dikeluarkan oleh The Times Higher Education Supplement bekerjasama
dengan QS Top Universities dengan menggunakan 4 kriteria utama yaitu, Research
Quality, Graduate Employability, International Outlook & Teaching Quality.
Berdasarkan hasil pemeringkatan ARWU yang dirilis pada tahun 2008, tidak ada satupun
perguruan tinggi di Indonesia yang mampu menembus 100 besar Asia. Sedangkan hasil
dari THES-QS yang dirilis awal 2009 menempatkan 8 perguruan tinggi dari Indonesia
masuk kedalam 200 besar Asia.

       Webometrics merupakan pemeringkatan perguruan tinggi di dunia yang
dikeluarkan oleh sebuah group penelitian dari Centro de Información y Documentación
(CINDOC) yang merupakan bagian dari National Research Council (CSIC), Spanyol yang
keluar setiap enam bulan sekali (bulan Januari dan Juli). Pemeringkatan mengacu pada
Visibility (V), Size (S), Rich Files (R) & Scholar (Sc) dengan formula sebagai berikut :




                      Gambar 1. Teknik Pemeringkatan Webometrics

Visibility (V) merupakan jumlah total tautan eksternal yang unik yang diterima dari situs
lain (inlink), yang diperoleh dari Yahoo Search, Live Search dan Exalead.

Size (S) merupakan jumlah halaman yang ditemukan dari empat mesin pencari: Google,
Yahoo, Live Search dan Exalead.

Rich Files (R) merupakan volume file yang ada di situs Universitas dimana format
file yang dinilai layak masuk di penilaian (berdasarkan uji relevansi dengan aktivitas
akademis dan publikasi) adalah: Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps), Microsoft



                disampaikan dalam Workshop Pengembangan Sistem Informasi Lembaga Kemahasiswaan di Unnes,
                                                                                  Semarang, 27 Juni 2009 |
Word (.doc) dan Microsoft Powerpoint (.ppt). Data-data ini diambil menggunakan Google
dan digabungkan hasil-hasilnya untuk setiap jenis berkas.

Scholar (Sc) dimana Google Scholar menyediakan sejumlah tulisan-tulisan ilmiah
(scientific paper) dan kutipan-kutipan (citation) dalam dunia akademik. Data Sc ini diambil
dari Google Scholar yang menyajikan tulisan-tulisan ilmiah, laporan-laporan, dan tulisan
akademis lainnya.




Bagaimana dengan peringkat Unnes?

       Untuk metode pemeringkatan ala ARWU dan THES-QS, Unnes sama sekali tidak
masuk sebagai nominator. Sedangkan untuk pemeringkatan Webometrics, dari kurang
lebih 16 ribu perguruan tinggi yang menjadi nominator pada edisi Januari 2008 Unnes
sama sekali belum masuk penilaian dari Webometrics, sedangkan pada edisi Juli 2008
Unnes masih berada di peringkat 7.040, dan terakhir pada edisi terbaru Januari 2009 ini,
Unnes menempati peringkat 4.800 dunia.




             Gambar 2. Peringkat Unnes pada Webometric edisi Januari 2009



       Rilis Januari 2009 ini untuk pertama kalinya, dari 132 perguruan tinggi Indonesia
menempatkan 33 perguruan tinggi masuk dalam jajaran 5000 terbaik dunia yang pada
tahun sebelumnya hanya menempatkan 14 perguruan tinggi. Untuk peringkat di Asia



                disampaikan dalam Workshop Pengembangan Sistem Informasi Lembaga Kemahasiswaan di Unnes,
                                                                                  Semarang, 27 Juni 2009 |
Tenggara Unnes menempati peringkat 142 dari 724 perguruan tinggi yang dinilai.
Sedangkan untuk peringkat nasional, Unnes menempati peringkat 33 dari seluruh
perguruan tinggi di Indonesia yang terdata oleh Webometrics. Hanya ada tiga perguruan
tinggi eks IKIP yang mampu menembus 5000 besar dunia yaitu Universitas Negeri
Yogyakarta (UNY) pada peringkat 3310, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Bandung pada peringkat 3347, dan Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada peringkat
4800. Pada unsur size Unnes menempati rangking yang cukup baik yaitu posisi ke 12 di
Indonesia di bawah UPI, UNS, dan Undip. Pada sisi visibility, Rich Files, dan Scholar Unnes
masih harus berjuang lebih keras untuk dapat meningkatkan posisinya.




Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Sistem Informasi Manajemen

     Unnes merupakan perguruan tinggi negeri multikampus yang memiliki enam
kampus yang lokasinya berada di beberapa tempat terpisah yang relatif jauh jaraknya.
Enam kampus tersebut adalah Kampus Utama Sekaran, Kampus Kelud, Kampus Bendan,
Kampus Pegandan, Kampus Karanganyar Semarang, dan Kampus Tegal. Kampus Tegal
adalah kampus Unnes terjauh dari kampus utama Sekaran. Kampus Sekaran adalah satu-
satunya kampus yang sudah terkoneksi dengan jaringan fiber optik untuk seluruh
gedung fakultas, rektorat, auditorium, dan perpustakaan. Jaringan backbone fiber optic ini
dibangun dengan menggunakan dana hibah K2 dan dana universitas pada tahun 2006.
Dengan jaringan fiber optik ini komunikasi data dan informasi menjadi lebih efektif dan
efisien. Jaringan lokal kampus unnes telah dilengkapi dengan data storage sebesar 8
Terabytes. Keberadaan data setorage tersebut memungkinkan bertambahnya layanan
online seperti email untuk staf dosen dan administrasi, informasi dalam bentuk web
untuk 8 fakultas dan unit-unit di unnes dan lain-lain dan setidaknya sampai saat ini
tercatat lebih dari 40 sub domain aktif.

     Sistem informasi akademik terpadu (Sikadu) merupakan sistem yang telah teruji
berhasil diimplementasikan. Sikadu telah dioptimalkan untuk layanan proses akademik
seluruh program studi di lingkungan Unnes. Sistem ini mampu melayani proses
pendaftaran penerimaan mahasiswa baru secara online (http://spmu.unnes.ac.id),
penjadwalan kuliah secara online, registrasi dan pengambilan KRS online, pendaftaran
wisuda online, dan transkrip/Ijazah yang terdokumentasi secara elektronik. Saat ini




                disampaikan dalam Workshop Pengembangan Sistem Informasi Lembaga Kemahasiswaan di Unnes,
                                                                                  Semarang, 27 Juni 2009 |
Sikadu juga telah dilengkapi dengan layanan portal potofolio dosen dan portofolio
mahasiswa. Terkait pelaksanaan Sertifikasi Guru, Aplikasi Sertifikasi Guru (ASG) yang
telah dibangun dan diimplementasikan di Unnes mulai tahun 2009 diadopsi ke tingkat
nasional untuk dipakai oleh seluruh Panitia Sertifikasi Guru LPTK di seluruh Indonesia.



Legalisasi Perangkat Lunak

     Dalam memenuhi kebutuhan dan layanan administrasi perkantoran sehari-hari,
Unnes berkomitmen untuk mendukung penggunaan perangkat lunak legal sebagai
bagian penghargaan hak atas kekayaan intelektual (HaKI). UPT Komputer adalah salah
satu unit yang sudah memulai untuk menggunakan perangkat lunak free opensource untuk
server, dekstop PC selain software propertiery bawaan. Sebagai sebuah institusi
pendidikan tinggi yang juga merupakan LPTK, Unnes berkeinginan agar free/open source
software yang semakin meluas dan popular baik dari sisi sistem operasi (operating system)
maupun program aplikasinya dapat digunakan oleh dunia pendidikan seawal mungkin.

     Dengan kondisi tersebut Unnes mulai tahun 2008 telah mulai melakukan gerakan
nyata dalam mendukung penggunaan perangkat lunak legal. Salah satu langkah yang
telah ditempuh oleh Unnes adalah dibentuknya Pendayagunaan Open Source Software
(POSS) Universitas Negeri Semarang (Unnes). Hadirnya POSS Unnes merupakan sebuah
komitmen dan kontribusi Unnes secara nyata dalam mendukung penggunaan perangkat
legal berbasis kode terbuka. Dengan pendayagunaan open source software, maka
ketergantungan terhadap produk perangkat lunak asing berbayar yang cenderung
memonopoli dapat diminimalkan. POSS Unnes telah resmi bergabung dengan jaringan
Pusat Pendayagunaan Open Source Software Indonesia sejak 20 Mei 2008 sebagai anggota
ke-21 dan yang ke-2 untuk LPTK selain UPI. Hal ini ditandai dengan peluncuran situs
POSS Unnes sebagai wahana komunikasi dengan masyarakat, yang dapat diakses melalui
alamat http://poss.unnes.ac.id. Situs POSS Unnes juga dapat diakses melalui domain
POSS Indonesia melalui http://unnes.poss.or.id. Namun secara resmi POSS Unnes baru
diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah pada tanggal 27 November 2008.




                disampaikan dalam Workshop Pengembangan Sistem Informasi Lembaga Kemahasiswaan di Unnes,
                                                                                  Semarang, 27 Juni 2009 |
Bagaimana Peran Mahasiswa dan Lembaga Kemahasiswaan?

     Pengembangan TIK di Unnes mengacu kepada Renstra TIK yang memberikan
landasan pengembangan perangkat keras/lunak, jaringan,                   organisasi dan prosedur,
sumber daya, keterpaduan antara sistem informasi dan basis data, dan sistem
pengamanan. Kebijakan yang mengatur aliran dan otorisasi akses data dirumuskan
berdasarkan konsep sentralisasi sistem dan desentralisasi kewenangan. Kebijakan
tertuang pada Peraturan Rektor No. 10 Tahun 2007 tentang pembagian tugas operator
Sikadu (Sistem Informasi Akademik Terpadu) di pusat dan fakultas, penyusunan buku
panduan Sikadu versi mahasiswa, dosen dan Administrator serta Operator.

     Dalam hal penerapan konsep sentralisasi sistem dan desentralisasi kewenangan
dalam pengelolaan TIK di Unnes, khususnya dalam bidang kemahasiswaan, Unnes telah
menyediakan    subdomain       dan    hosting     yang     memadai        bagi    seluruh     lembaga
kemahasiswaan. Dengan adanya hosting dan subdomain tersebut, unit atau lembaga
kemahasiswaan dapat melakukan sharing informasi secara bertanggungjawab, sedangkan
masalah manajemen sistem tetap berada dibawah pengawasan UPT Komputer Unnes.

     Sistem Informasi Kemahasiswaan (Simawa) yang telah dibangun merupakan
langkah positif dari bidang kemahasiswaan Unnes yang diharapkan dapat memberikan
nilai tambah bagi sivitas akademika pada khususnya dan bagi masyarakat pada
umumnya. Namun masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi, karena dari sistem yang
sudah berjalan sampai saat ini baru sebatas portal berita dan belum merupakan sebuah
Sistem Informasi. Secara umum beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain
penambahan data informasi mengenai keadaan mahasiswa dan lembaga kemahasiswaan
yaitu informasi beasiswa, karya ilmiah, artikel ilmiah, prestasi mahasiswa maupun
agenda kemahasiswaan yang diperkuat dengan terintegrasinya Sistem Informasi Alumni.
Sosialisasi dan pemanfaatan blog khusus mahasiswa (students) dengan alamat
http://students.blog.unnes.ac.id juga dapat dijadikan wadah bagi pengembangan ide
kreatif mahasiswa yang dapat diakses oleh masyarakat melalui jaringan internet.

     Mahasiswa dan lembaga kemahasiswaan dituntut untuk dapat lebih berperan
dalam penyediaan dan pengembangan konten (content provider) yang kreatif, informatif,
dan bertanggungjawab sehingga mampu menarik pengunjung dan tidak menutup
kemungkinan situs lain akan menjadikan situs lembaga kemahasiswaan di lingkup Unnes




               disampaikan dalam Workshop Pengembangan Sistem Informasi Lembaga Kemahasiswaan di Unnes,
                                                                                 Semarang, 27 Juni 2009 |
sebagai referensi dan mencantumkan tautan (link) yang mengarah ke domain Unnes.
Sehingga tautan tersebut akan memperkaya tautan eksternal yang mengarah ke domain
Unnes dan memperkuat dari sisi penilaian Visibility. Produktifitas dalam menulis dan
kepopuleran topik informasi yang disampaikan dalam Simawa maupun situs lembaga
kemahasiswaan seperti informasi lowongan kerja maupun informasi beasiswa akan
memperbanyak jumlah halaman yang ditemukan oleh mesin pencari, sehingga akan
sangat membantu dari sisi size.

     Dari sisi rich files, Unnes masih harus banyak berjuang untuk meningkatkan
peringkat. Karya tulis merupakan aspek wajib yang harus dikuasai oleh mahasiswa dan
Simawa merupakan sarana yang sangat tepat sebagai media publikasi karya tulis
mahasiswa tersebut yang dapat dikemas dalam berbagai format file sehingga akan
semakin memperkaya rich files. Karya tulis ilmiah, laporan penelitian maupun artikel
akademis lainnya yang dipublikasikan dan penggunaan daftar referensi ilmiah yang
popular dalam bidang akademik akan sangat membantu dalam hal Scholar. hal-hal inilah
yang secara tidak langsung dapat menaikkan posisi Unnes dalam world class university
ranking.

     Penggunaan     software      legal   seharusnya       juga    menjadi      aspek     yang     harus
dipertimbangkan dalam setiap kegiatan kemahasiswaan, selain dapat meminimalisir
budaya menggunakan software illegal namun juga merupakan bukti dari kemandirian
bangsa. Penggunaan software legal dapat dimulai dari lembaga kemahasiswaan dalam
pengelolaan administrative yang disusul dengan aksi kampanye dan sosialisasi
penggunaan software legal bagi mahasiswa yang dinaunginya.

     Mulai tahun 2009, Unnes telah melakukan perluasan akses informasi kepada
pengguna dengan melakukan upgrade bandwidth internet jalur internasional menjadi
10Mbps selain penambahan dan revitalisasi infrastruktur TIK baik dari tingkat pusat
sampai tingkat jurusan. Beberapa regulasi yang dikeluarkan oleh Unnes memaksa
seluruh sivitas akademika untuk mengetahui dan memanfaatkan jaringan internet yang
tersedia, baik untuk keperluan akademik maupun administratif. Dalam hal keperluan
akademik, mulai tahun 2009 Unnes menerapkan syarat referensi jurnal internasional
dalam setiap tugas akhir, skripsi, thesis, maupun desertasi bagi mahasiswa Unnes.
Namun demikian tampaknya akses informasi yang disediakan oleh Unnes melalui
jaringan Unnes ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh sivitas akademika.



                disampaikan dalam Workshop Pengembangan Sistem Informasi Lembaga Kemahasiswaan di Unnes,
                                                                                  Semarang, 27 Juni 2009 |
Hal ini terbukti dari lalulintas data pengakses internet di Unnes dalam tiga bulan terakhir
didominasi oleh akses situs jejaring sosial.




                    Gambar 3. Situs yang paling sering dikunjungi oleh
                               pengguna internet di Unnes

     Dengan demikian diperlukan kearifan semua pihak dalam memanfaatkan fasilitas
akses informasi ini, sehingga dapat membawa dampak positif baik bagi personal pada
khususnya maupun lembaga Unnes pada umumnya.




Kesimpulan

   1. Upaya peningkatan kualitas Unnes merupakan tanggung jawab dari seluruh
       pihak termasuk keterlibatan mahasiswa dan lembaga kemahasiswaan. Peran serta
       mahasiswa dan lembaga kemahasiswaan dapat berupa penyediaan dan
       pengembangan konten kreatif, informatif, dan bertanggungjawab.
   2. Perlunya perbaikan dari Sistem Informasi Kemahasiswaan (SIMAWA) yang telah
       dikembangkan saat ini menjadi lebih dari sebuah portal berita saja, namun benar-
       benar merupakan sebuah Sistem Informasi yang dapat memberikan informasi
       yang dibutuhkan terutama yang berkaitan dengan bidang kemahasiswaan
       sehingga dapat menaikkan hits pengunjung dan secara tidak langsung dapat
       menaikkan posisi Unnes dalam World Class University ranking.



                 disampaikan dalam Workshop Pengembangan Sistem Informasi Lembaga Kemahasiswaan di Unnes,
                                                                                   Semarang, 27 Juni 2009 |
   3. Kearifan semua pihak dalam menggunakan software legal serta memanfaatkan
      fasilitas akses informasi dapat membawa dampak positif baik bagi personal pada
      khususnya maupun lembaga Unnes pada umumnya

Daftar Bacaan

   1. http://www.romisatriawahono.net/
   2. http://www.wikipedia.org/
   3. http://www.webometrics.info/
   4. http://www.arwu.org/
   5. http://www.topuniversities.com/
   6. http://kangsugi.unnes.ac.id




                disampaikan dalam Workshop Pengembangan Sistem Informasi Lembaga Kemahasiswaan di Unnes,
                                                                                  Semarang, 27 Juni 2009 |

								
To top