Docstoc

perubahan sosial dan teori ketergantungan sistim dunia

Document Sample
perubahan sosial dan teori ketergantungan sistim dunia Powered By Docstoc
					DAN




RAVIK KARSIDI




                1
 TEORI INI   MENGACU PADA TEORI       STRUKTURAL,
  DIMANA UNTUK MENJELASKAN          TINGKAH LAKU
  MANUSIA DAN PROSES SOSIAL YANG TERJADI DENGAN
  CARA MENCARI FAKTOR2 LINGKUNGAN MATERIAL
  MANUSIA SEBAGAI PENYEBABNYA.
 DASARNYA PADA PANDANGAN KARL MARX: TENTANG
  HUBUNGAN SUPERSTUCTURE (BANGUNAN ATAS/IDE
  ATAU NON MATERIAL) DAN BASE STRUCTURE
  (BANGUNAN BAWAH/KONDISI METERIAL).
 BANGUNAN BAWAH DIANGGAP SEBAGAI ASPEK
  STRUKTUR GEJALA SOSIAL.
  KALAU BANGUNAN BAWAHNYA BERUBAH, MAKA
  BANGUNAN ATASNYA AKAN       MENGIKUTINYA. ASPEK
  MATERI LEBIH PENTING DARI ASPEK IDE
    MATERIALISME.
  TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                              2
NEGARA-NEGARA DIBAGI ATAS NEGARA
MAJU (INDUSTRI) DAN TERBELAKANG
(PERTANIAN), YANG SALING BERDAGANG.

ADA NEGARA “PUSAT” DAN NEGARA
“PINGGIRAN”.

HUBUNGAN PUSAT DAN PINGGIRAN TAK
SEIMBANG, TIDAK SALING
MENGUNTUNGKAN  EKPLOITASI.

TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                            3
• DARI STUDINYA TENTANG KAPITALISME
  DI NEGARA2 TERBELAKANG MELALUI
  INVESTASI MODAL ASING, TERNYATA
  YANG ADA JUSTRU MEMBUAT SURPLUS
  PADA NEGARA MAJU.
• ALASANNYA KARENA HASIL INVESTASI
  TSB. DIAMBIL OLEH PENDATANG/
  INVESTOR DAN SEBALIKNYA DI NEGARA
  BERKEMBANG/ PINGGIRAN TIDAK TERJADI
  AKUMULASI MODAL, TETAPI MALAH
  PENYUSUTAN MODAL.
  TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                              4
ADA 3 BENTUK KETERGANTUNGAN NEGARA KETIGA

        1. KETERGANTUNGAN
           KOLONIAL
        2. KETERGANTUNGAN
           FINANSIAL-INDUSTRIAL
        3. KETERGANTUNGAN
           TEKNOLOGIS-INDUSTRIAL


TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010   5
• ADA HUBUNGAN ANTARA NEGARA
  “METROPOLIS” DAN NEGARA
  “SATELIT”. MIRIP DENGAN ISTILAH
  PREBISCH = “PINGGIR DAN PUSAT”
• SUATU PEMBANGUNAN DI NEGARA
  “SATELIT” DIPENGARUHI OLEH 3
  KOMPONEN UTAMA, yaitu:
1. modal asing;
2. pemerintah lokal di negara satelit;
3. kaum borjuis lokal.
TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                            6
HASIL PEMBANGUNAN HANYA TERJADI DI 3 KALANGAN
TERSEBUT, SEDANGKAN RAKYAT KECIL HANYA
SEBAGAI BURUH.



                      1. KEHIDUPAN   EKONOMI   NEGARA
                         PINGGIR TERGANTUNG KE NEGARA
                         PUSAT
                      2. TERJADINYA   KERJASAMA MODAL
                         ASING DENGAN KELAS BORJUASI DAN
                         KELAS PENGUASA
                      3. TERJADI KETIMPANGAN YANG KAYA
                         DAN YANG MISKIN  TERJADI
                         EKPLOITASI RAKYAT KECIL

  TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                              7
                      MENYARANKAN



           NEGARA KETIGA/PINGGIR HARUS
         MELAKUKAN INDUTRIALISASI SENDIRI,
           TIDAK MENGIMPOR TEKNOLOGI,
        MENINJAU HUTANG DAN PERDAGANGAN
              DENGAN NEGARA PUSAT




                   CONTOH
  ADA GERAKAN SELATAN-SELATAN, PERDAGANGAN
           REGIONAL, DAN LAIN-LAIN
TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                            8
MEMBELA TERHADAP KRITIK TEORI SOSIOLOGI
STRUKTURAL-FUNGSIONAL BAHWA TEORI
KETERGANTUNGAN KURANG BERORIENTASI
PADA KUANTIFIKASI DAN KURANG OPERIONAL

DIA BERPENDAPAT BAHWA YANG PENTING
ADALAH BAGAIMANA MENGERTI PROSES
HISTORIS TERJADINYA KETERBELAKANGAN
DINEGARA PINGIR DAN DESKRIPSI TENTANG
KETERBELAKANGAN YANG TERJADI TERSEBUT
SETELAH BERSENTUHAN DENGAN NEGARA
MAJU.

TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                            9
MENYEBUTKAN KEKUATAN DARI „TEORI KETERGANTUNGAN‟ :
 1. MENEKANKAN ASPEK INTERNASIONAL
 2. MEMPERSOALKAN AKIBAT DARI POLITIK LUAR NEGERI.
 3. MEMBAHAS PROSES INTERNAL DARI PERUBAHAN DI
    NEGARA-NEGARA PINGGIRAN.
 4. MENEKANKAN PADA KEGIATAN SEKTOR SWASTA DALAM
    HUBUNGANNYA DENGAN KEGIATAN PERUSAHAAN-
    PERUSAHAAN MULTINASIONAL.
 5. MEMBAHAS HUBUNGAN ANTAR KLAS YANG ADA DI
    DALAM NEGERI.
 6. MEMPERSOALKAN BAGAIMANA KEKAYAAN NASIONAL INI
    DIBAGIKAN ANTAR KLAS-KLAS SOSIAL, ANTAR DAERAH,
    DAN ANTAR NEGARA
 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                             10
“PACKENHAM” MENYEBUTKAN KELEMAHAN DARI „TEORI
KETERGANTUNGAN‟ :
     1. MENYALAHKAN HANYA KAPITALISME SEBAGAI
        PENYEBAB DARI KETERGANTUNGAN.
     2. KONSEP-KONSEP INTI, TERMASUK KONSEP
        KETERGANTUNGAN ITU SENDIRI  KURANG
        DIDEFINISIKAN SECARA JELAS.
     3. HANYA DIDEFINISIKAN SEBAGAI KONSEP DIKOTOMI.
     4. SEDIKIT SEKALI DIBICARAKAN TENTANG PROSES
        YANG MEMUNGKINKAN SEBUAH NEGARA DAPAT
        LEPAS DARI TEORI TERSEBUT.
     5. SELALU DIANGGAP SEBAGAI SESUATU YANG NEGATIP.
     6. KURANG MEMBAHAS DENGAN TEORI LAIN (OTONOMI).
     7. KURANG …
  TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                              11
7.   KURANG MEMBAHAS ASPEK PSIKOLOGI.
8.   MENYEPELEKAN KEKUATAN NASIONALISME.
9.   SANGAT MENEKANKAN PADA KONSEP KEPENTINGAN
     KELOMPOK, KLAS DAN NEGARA  SEAKAN
     DIANGGAP SEBAGAI KONSEP YANG JELAS.
10. TERLALU JAUH BERANGGAPAN BAHWA ADA
    KEPENTINGAN YANG BERBEDA ANTARA NEGARA-
    NEGARA PUSAT DAN NEGARA-NEGARA PINGGIRAN.
11. KETIDAKJELASAN KONSEP YANG MEMBATASI TEORI
    TERSEBUT.
12. TERLALU MEREMEHKAN KEBEBASAN BERTINDAK
    DARI AKTOR-AKTOR POLITIK.
13. KURANG DIKAJI SECARA RINCI DAN TAJAM.

 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                             12
 BAGAIMANA MENGUKUR DERAJAT
  KETERGANTUNGAN ?
 TIDAK CUKUP HANYA DIUKUR
  KONSEPNYA TAPI JUGA
  DERAJAJATNYA.
 PERLU DIPAKAI PERHITUNGAN
  KWANTITATIF.

TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                            13
      MELAKUKAN PERHITUNGAN
       KWANTITATIF, YAITU MENGUKUR
       INVESTASI MODAL ASING DAN
       KETERGANTUNGAN BERPENGARUH
       BAGI PERTUMBUHAN EKONOMI DAN
       PEMERATAAN PENDAPATAN.
      URAIAN MEKANISME MENUNJUKKAN
       HASIL NEGATIF DAN POSITIF.


TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                            14
                                    KARENA:

           1. INVESTASI ASING DAN SUMBER-
              SUMBER ALAM DI NEGARA
              PINGGIRAN HABIS.
           2. PRODUKSI YANG BERORIENTASI
              KE LUAR NEGERI DAN MASUKNYA
              PERUSAHAAN-PERUSAHAAN
              MULTINASIONAL


TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                            15
                                    KARENA:

       1. MODAL ASING LANGSUNG
          MEMPRODUKSIKAN BARANG DAN
          MENIMBULKAN PERMINTAAN BAGI
          BARANG-BARANG LAIN.
       2. UTANG LUAR NEGERI YANG TURUT
          MEMBIAYAI PEMBANGGUNAN
          SARANA-PRASARANA


TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                            16
       SUATU KEADAAN DIMANA
        PEREKONOMIAN NEGARA2 TERTENTU
        DIKONDISIKAN OLEH PEMBANGUNAN
        DAN PERLUASAN PEREKONOMIAN
        NEGARA LAIN
       HUBUNGAN KETERGANTUNGAN TERJADI
        BILA NEGARA YANG DOMINAN DAPAT
        MEMPERLUAS DAN SELF SUSTAINING
        TAPI SEBALIKNYA TIDAK TERJADI PADA
        NEGARA YANG TIDAK DOMINAN

TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                            17
BENTUK-BENTUK KETERGANTUNGAN
DUNIA KETIGA




                                  MOTTO IMPERIALISME
                                   1. GOD
                                   2. GOLD
                                   3. GLORY
 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                             18
                    (PASCA KETERGANTUNGAN)


•   MENGKRITIK BAHWA TEORI KETERGANTUNGAN TIDAK BISA
    MENJELASKAN PEMBANGUNAN DI DUNIA KETIGA, YANG BISA
    DIJELASKAN HANYA GEJALA TERJADINYA KETERBELAKANGAN.

•   DUNIA DULU DIKUASAI OLEH SISTIM2 KECIL ATAU SISTIM MINI DALAM
    BENTUK KERAJAAN2 ATAU BENTUK PEMERINTAHAN LAINNYA

•   KARENA WAKTU ITU BELUM ADA SISTIM DUNIA. DAN MASING-MASING
    SISTIM MINI TIDAK SALING BERHUBUNGAN ATAU DUNIA WAKTU ITU
    TERDIRI DARI BANYAK SISTIM MINI YANG TERPISAH.

•   LALU TERJADI PENAKLUKAN2 SECARA MILITER MAUPUN SUKARELA
    BERGABUNG.  LALU MUNCUL APA YANG DISEBUT “KERAJAAN
    DUNIA” (WORLD EMPIRE). KARENA BESARNYA LALU DIKENDALIKAN
    DENGAN SUATU “ CARA” TERMASUK “SISTIM UPETI”.

    TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                                19
•KARENA BESAR DAN LUASNYA ITU, MAKA DAERAH
TAKLUKAN TERSEBUT JAUH DARI PUSAT KEKUASAAN,
DAN SEKAIN BEBASLAH NEGARA TAKLUKAN TERSEBUT.
•DALAM PERKEMBANGNNYA MUNCULLAH “SISTEM
PEREKONOMIAN DUNIA YANG MENYATU”.

•SISTIM DUNIA = KEKUATAN YANG MENNGERAKKAN
NEGARA2 DI DUNIA (TERMASUK SISTIM EKONOMI,
MISALYA KAPITALISME GLOBAL, EKONOMI PASAR, DSB.)
•MENURUTNYA, SEBUAH SISTIM DUNIA TIDAKLAH
HARUS BERARTI MENGUASAI SELURUH DUNIA, ATAU
HARUS ADA SATU KEKUASAAN PUSAT, NEGARA2 DAPAT
BERDIRI SENDIRI DENGAN PEMBAGIAN KERJA TERTENTU
SATU DENGAN YANG LAIN DAN DAPAT BEKERJASAMA.

TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                            20
DALAM MENGADOP TEORI KETERGANTUNGAN,
IA MENGKLASIFIKASIKAN NEGARA-NEGARA
MENJADI 3 KELOMPOK KELAS:
               1. NEGARA PUSAT
               2. NEGARA SETENGAH PINGGIRAN
               3. NEGARA PINGGIRAN

                     (1) MENGEKSPLOITIR (2)
                     (2) MENGEKSPLOITIR (3)
                     (3) YANG PALING DIEKSPLOITIR

PERBEDAAN POKOK DIANTARANYA ADALAH PADA PADA
KEKUATAN EKONOMI, DAN YANG PALING KUAT ADALAH
NEGARA PUSAT. KETIGANYA SALING BERINTERAKSI,
SEHINGGA UNTUK MENGANALISIS SUATU NEGARA HARUS
DILIHAT SEBAGAI KESELURUHAN DUNIA
 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                             21
SETIAP KELOMPOK NEGARA BISA
NAIK ATAU TURUN KELAS.
      SETELAH NEGARA-NEGARA EROPA HANCUR
      (INGGRIS, BELANDA DAN PERANCIS) KINI
      AMERIKA YANG TERKUAT.

      MUNCULNYA NEGARA-NEGARA INDUSTRI
      BARU (KORSEL,TAIWAN, SINGAPURA
      HONGKONG, CINA) MERUPAKAN CONTOH
      NAIKNYA KELAS NEGARA PINGGIRAN KE
      SETENGAH PINGGIRAN DAN MUNGKIN
      MEREBUT MENJADI PUSAT

 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                             22
           (PANDANGAN TEORI SISTIM DUNIA)

  1. DENGAN MEREBUT KESEMPATAN YANG
     DATANG
  2. MELALUI UNDANGAN (KEIKUTSERTAAN
     DALAM SAHAM MULTI NATIONAL
     COORPORATION)
  3. MEMANDIRIKAN NEGARA SENDIRI,
     SEPERTI: KENYA YANG BERUSAHA
     MELEPASKAN DIRI DENGAN SEGALA
     BENTUK EKPLOITASI NEGARA LAIN.
TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                            23
                            MEREBUT KESEMPATAN
 HANYA BISA DILAKUKAN DENGAN CARA MEREBUT
  KESEMPATAN YANG DATANG.
 PADA SUATU KONDISI TERTENTU KARENA TIDAK
  SEIMBANGNYA PERDAGANGAN NEGARA PUSAT DAN
  PINGGIR, AKAN TERJADI “HARGA BARANG MENTAH
  SANGAT MURAH DAN HARGA BARANG INDUSTRI/ OLAHAN
  SANGAT MAHAL”  NEGARA PINGIRAN TIDAK TIDAK BISA
  IMPOR BARAMNG INDUSTRI OLAHAN.
KARENA ITU, HARUS BERANI MELAKUKAN TIDAKAN
RADIKAL, antara lain:
1. MELAKUKAN INDUSTRIALISASI DI NEGERI SENDIRI
   SEBAGAI SUBSTITUSI BARANG-BARANG IMPOR TSB.
   DENGAN RESIKO ADA KETERGANTUNGAN LAIN YAITU
   BARANG-BARANG SEPERTI IMPOR MESIN PRODUKASI.
2. MENGOPTIMALKAN POTENSI DALAM NEGERI DAN
   KENCANGKAN IKAT PINGGANG BARANG PRODUKSI
TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                            24
 BIASANYA KARENA KETERBATASAN TENAGA KERJA DAN
  WILAYAH DI NEGARA PUSAT, MAKA MEREKA BERUSAHA
  MENGEKSPANSI PERUSAHAAN MULTINASIONAL KE NEGARA
  LAIN.
 MEREKA BUTUH MITRA USAHA DI NEGARA LAIN, TERMASUK
  MENDIRIKAN PERUSAHAAN-PERUSAHAAN/PABRIK SEBAGAI
  “CABANG”NYA. BAGI NEGARA PINGGIRIAN YANG MENERIMA
  TAWARAN SEPERTI INI, MAKA AKAN BANYAK BERDIRI
  PERUSAHAAN/PABRUK, TETETAPI MILIK “NEGARA LUAR”.
 KEGIATAN INDUSTRIALISASI SEAKAN CEPAT BERKEMBANG,
  PENDUDUK TERTAMPUNG SEBAGAI PEKERJA, DAN
  SEBAGAIAN KEUNTUNGAN AKAN DINIKMATI OLEH NEGARA
  PINGIRAN TERSEBUT.
 DALAM HAL INI TERGANTUNG “BARGAINING” YANG DIBUAT
   ANTARA NEGARA PINGGIRIAN DAN PUSAT ”KAPAN NEGARA
   PINGGIRIAN DAPAT NAIK KELAS/ KAPAN PAERUSAHAAN DAPAT
   DIALIHKAN KEPEMILIKANNYA KE NEGARA PINGGIR. DENGAN
   CARA DEMIKIAN NEGARA PINGGIR AKAN MENJADI “NEGARA
   SETENGAH PINGGIRAN”
TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                       25
     BERUSAHA MELEPAS KETERGANTUNGAN
     DENGAN NEGARA PUSAT. TERGANTUNG
     ADA TIDAK KESEMPATAN UNTUK INI.
     PUNYKAH KEMAMPUAN UNTUK LEPAS DARI
     KUNGKUNGAN NEGARA PUSAT.
     ADA CONTOH NEGARA KENYA DENGAN
     KONSEP UJAMAA UNTUK MELEPASKAN
     DARI EKSPLOITASI NEGARA MAJU.


TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                            26
(TOKOH TEORI KETERGANTUNGAN)
        MELIHAT HUBUNGAN NEGARA PINGGIR DAN
        NEGARA PUSAT SELALU MERUGIKAN
        NEGARA PINGGIR



(TOKOH TEORI SISTIM DUNIA)
       TIDAK SEPESIMIS ITU. MERUTUNYA DINAMIKA
       SISTIM DUNIA, YAKNI KAPITALISME GLOBAL,
       SELALU MEMBERIKAN PELUANG-PELUANG
       BAGI NEGARA PINGGRIR UNTUK BISA
       MEMPERBAIKI DIRI/NAIK KELAS/TURUN KELAS
 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                             27
 PARADIGMA PEMBANGUNAN
       DI ERA OTDA
• FENOMENA GLOBALISASI = BORDERLESS
  WORLD, HANYA MENGAKUI DAYA SAING
• ADA WACANA PRO-KONTRA ISUE
  PEMBANGUNAN: (1) PERTUMBUHAN VS.
  DISTRIBUSI, (2) PEMBANG. PERTANIAN
  VS.INDUSTRI, (3) TEKNO PADAT MODAL
  VS.PADAT KARYA, (4) SENTRALISASI
  VS.DESENTRALISASI, (5) MODERN VS.
  TRADISIONAL, (6) PEDESAAN VS.PERKOTAAN, (7)
  PERENC. SOSEK VS. FISIK.
•  MANA YANG BENAR? MANA YANG TEPAT?
TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                            28
               PEMBERDAYAAN
                MASYARAKAT
• PEOPLE CENTERED DEVELOPMENT
• TOP DOWN VS. BOTTOM UP
• SENTRALISASI VS DESENTRALISASI
• MENGUTAMAKAN KEMANDIRIAN
  DAN KESWADAYAAN
• PERAN CHANGE AGENT =
  FASILITASI BUKAN MENGGURUI
TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                            29
                TITIK PUSAT PERHATIANNYA
                 ADALAH PADA PENDEKATAN KE
                 ARAH PEMBANGUNAN YANG
                 LEBIH BERPIHAK KEPADA
                 RAKYAT.
                KESEJAHTERAAN DAN
                 REALISASI DIRI MANUSIA
                 MERUPAKAN JANTUNG
                 KONSEP PEMBANGUNAN YANG
                 MEMIHAK RAKYAT DAN
                 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT.
TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                                   30
                                                        (Korten, 1984)
        MERUPAKAN INTI DARI USAHA BAGAIMANA
           BISA MENGANGKAT RAKYAT DARI
             KELEMAHANNYA SELAMA INI
                    (Friere, 1984)


 ORIENTASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
                 (Sikhondze, 1999)
 HARUSLAH MEMBANTU MASYARAKAT AGAR MAMPU
  MENGEMBANGKAN DIRI ATAS DASAR INOVASI-INOVASI
  YANG ADA, DITETAPKAN SECARA PARTISIPATORIS.
 PERAN PETUGAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
  (SEBAGAI OUTSIDER PEOPLE) DAPAT DIBEDAKAN
  MENJADI 3 BAGIAN YAITU PERAN KONSULTAN, PERAN
  PEMBIMBINGAN DAN PERAN PENYAMPAI INFORMASI.
 TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                             31
PENDAMPINGAN MASYARAKAT
                        1. BELAJAR DARI
  Bla…
 Blaaa..
                           MASYARAKAT.
 Blaaaaa
   …                    2. PENDAMPING SEBAGAI
                           FASILITATOR,
                           MASYARAKAT SEBAGAI
                           PELAKU.
                        3. SALING BELAJAR,
                             SALING BERBAGI
                             PENGALAMAN.
  TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                              32
  REINVENTING GOVERNMENT
        (David Osborn)
1.   Fungsi Katalis ( mengarahkan drpd pemenuhan >> fasilitator)
2.   Memberdayakan drpd melayani
3.   Layanan yang bersaing/tdk monopolistik
4.   Digerakkan oleh misi bukan aturan
5.   Berorientasi pada hasil
6.   Berorientasi pada kepuasan penlanggan
7.   Menerapkan prinsip kewirausahaan
8.   Antisipatif: mencegah drpd mengobati
9.   Bersifat desentralistik tdk sentralistik
10.  Berorientasi pada pasar ( beri kesempatan swasta /individu ikut
     memecahkan masalah sosial)
 REINVENTION = MENGGANTI SISTIM BIROKRASI OLEH SISTIM
     KEWIRAUSAHAAN/SISTIM PUBLIK YG BIASA INOVATIF,
     EFEKTIF, EFISIEN, DAN ADAPTIF.


TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                                       33
               TERIMA KASIH




TEORI KETERGANTUNGAN dan SISTEM DUNIA, RAVIK KARSIDI 2010
                                                            34

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:746
posted:7/29/2011
language:Indonesian
pages:34