Docstoc

Evaluasi EVALUASI HASIL PEMBELAJARAN

Document Sample
Evaluasi EVALUASI HASIL PEMBELAJARAN Powered By Docstoc
					EVALUASI HASIL PEMBELAJARAN

             Oleh:
            La Tahang




 PRODI PEND. FISIKA FKIP UNHALU
• APA TUGAS DOSEN/GURU YANG
  PALING MUDAH ?

   • APA TUGAS DOSEN/GURU YANG
     PALING MENYENANGKAN ?

        • APA TUGAS DOSEN/GURU
          YANG PALING SULIT ?
        EVALUASI HASIL BELAJAR

Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa tujuan
                telah tercapai ?




Guru/Dosen melaksanakan evaluasi hasil belajar
       EVALUASI HASIL BELAJAR

Evaluasi ditujukan untuk menilai
pencapaian tujuan yang telah
ditentukan serta menilai proses
pembelajaran secara keseluruhan
Informasi tentang tingkat keberhasilan
pembelajaran dapat diungkap apabila
alat evaluasi (instrumen) yang diguna-
kan sesuai dan dapat mengukur setiap
tujuan.

Alat ukur (instrumen) yang tidak relevan
dapat mengakibatkan hasil pengukuran
tidak tepat bahkan salah sama sekali.
      BENTUK HASIL BELAJAR
•   PENGETAHUAN
•   SIKAP
•   KETERAMPILAN
•   MINAT
•   KEBIASAAN
             EVALUASI HASIL BELAJAR
        Tes, Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi

Tes : alat pengumpul data yang dirancang secara khusus atau alat
      ukur

Pengukuran : Penetapan angka dengan cara sistematik untuk
             menyatakan keadaan objek/individu

Penilaian: - Penafsiran atau pendeskripsian hasil pengukuran untuk
              menunjukkan tinggi rendahnya kemampuan peserta didik
            - Menafsirkan hasil pengukuran

Evaluasi : proses pemberian pertimbangan mengenai nilai dan arti
           sesuatu yang dipertimbangkan
 TES         PENGUKURAN             PENILAIAN

  Mencari     Pemberian angka       Pengambilan
 informasi    formula tertentu       keputusan;
kemampuan      (nominal/skala)     Pemberian nilai/
                                   kualitas sesuatu




Pasien tes   tekanan darah 100 –   gawat, masuk ICCU
 jantung            190
          TIPE TES
•   Pilihan
•   Uraian
•   Penampilan
•   Lisan
                        TES


   URAIAN                                OBJEKTIF


Terbuka   Terbatas        Benar-Salah    Menjodohkan      Pilihan Jamak




                     Pilihan   Pilihan   Pilihan    Pilihan   Pilihan
                     Jamak     Jamak     Jamak      Jamak     Jamak
                     Biasa     Hub       Analisis   Komplek   Membaca
                               Antar     Kasus                Diagram/
                               Hal                            Grafik/
                                                              Gambar
            PERSOALAN PENILAIAN

1.   Bagaimana cara penilaian yang dapat mengukur kemampuan
     mahasiswa secara utuh dan akademis ?
2.   Bagaimanakah mengukur kemampuan berpikir mahasiswa yang
     meliputi ranah kognitif C1, C2, C3, C4, C5, dan C6?
3.   Apakah teknik penilaian yang kita jalankan sudah tepat sesuai
     kemampuan mahasiswa secara nyata dan benar ?
4.   Apakah ujian tulis merupakan satu satunya cara yang tepat untuk
     melihat kemampuan/kompetensi mahasiswa ?
5.   Bagaimana caranya agar kegagalan mahasiswa dapat diperbaiki
     sebelum ketahuan di akhir perkuliahan?
6.   Bagaimana persentase bobot komponen penilaian dari Kuis,
     Tugas, UTS, dan UAS?
7.   Bagaimanakah kaidah penulisan soal yang baik
8.   Bagaimana dan untuk apa analisis butir soal dilakukan?
          KOGNITIF




AFEKTIF              PSIKOMOTOR
 BAGAIMANA CARA PENILAIANNYA :




• PENILAIAN KEMAMPUAN
  KOGNITIF
                        Ujian tulis   ?

• PENILAIAN KEMAMPUAN
  PSIKOMOTOR
                        Praktikum     ?

• PENILAIAN KEMAMPUAN
  AFEKTIF               Pengamatan        ?
Cognitive Domain (ranah kognitif)
Meliputi aspek intelektual: pengetahuan,
pengertian, dan keterampilan berfikir.
Affective Domain (ranah afektif)
Meliputi perilaku-perilaku yang menekankan
aspek perasaan dan emosi, seperti minat,
sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri.

Psychomotor Domain (ranah psikomotor)
Meliputi perilaku-perilaku yang menekankan
aspek keterampilan motorik seperti tulisan
tangan, mengetik, dan mengoperasikan
mesin.
BAGAIMANA MENILAI KEMAMPUAN BERIKUT:



   MENGGAMBAR (Tino Sidin)
   MENYAYI (Krisdayanti)
   BERMAIN BOLA (Ronaldinho)
   BERMAIN FILM (Christien Hakim)
   MENCIPTA LAGU (Titiek Puspa )
   PIDATO ( Soekarno )
   MANAJEMEN ( Manajer )
   MERANCANG ARSITEKTUR (Arsitek )
   MENGAJAR (dosen )
MULTIPLE INTELLEGENT
     ( HORWARD GARDNER,1980 )




1.   VISUAL – SPATIAL
2.   BODILY KINESTHETIC
3.   MUSICAL RHYTHMICAL
4.   INTERPERSONAL
5.   INTRAPERSONAL
6.   LOGICAL- MATHEMATICAL
7.   VERBAL LINGUISTIC
  PENGUKURAN DAN PENILAIAN BELAJAR
         ( alternatif 1, yang lazim )

KULIAH
                          PENILAIAN




MAHASISWA                   HASIL
BELAJAR                    BELAJAR


            TES / UJIAN                 LULUS


                                        TIDAK
                                        LULUS
                      Alternatif 2



KULIAH DAN TUTORIAL




                        KOMPETEN



                         ?
     ADAKAH CARA PENILAIAN KEMAMPUAN
                MAHASISWA
        SELAIN TES TULIS/TES BAKU ?



          ALTERNATIF ASSESMENT
         (AUTHENTIC ASSESMENT )
         (PERFORMANCE ASSESMENT )




ADALAH PENILAIAN TERHADAP PROSES PEROLEHAN,
PENERAPAN PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN,
MELALUI PROSES PEMBELAJARAN YANG MENUN-
JUKAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM PROSES
MAUPUN PRODUK.
PERFORMANCE ASSESSMENT
          ( ASESMEN KINERJA )




TUGAS                     KINERJA
(TASK )                  MAHASISWA




                     KRITERIA PENILAIAN
                          (RUBRIC)
          ASESMEN KINERJA

MAHASISWA HARUS MENUNJUKAN KINERJA BUKAN
MENJAWAB/MEMILIH JAWABAN DARI SEDERET KEMUNGKINAN
JAWABAN YANG TERSEDIA, MISAL :

     • Menjelaskan dengan kata kata sendiri.
     • Memecahkan masalah dengan cara yang benar.
     • Merumuskan hipotesis/membuat model.



  SEMUANYA DALAM BENTUK TUGAS DAN DINILAI DENGAN
          KRITERIA MENYELURUH (RUBRIC ).
          LANDASAN TEORI:


• Hakekat belajar yang kompleks dan tidak
  terstruktur (fleksibilitas kognitif ), Learning is
  context dependent, long life learning. ( R.Spiro ).

• Konsep berfikir Asimilatif – Akomodatif (Piaget ).


• Belajar adalah proses aktif,pengembangan diri
  menurut struktur kognitif yang dimiliki, secara
  mandiri,dan dapat melebihi informasi yang
  diberikan. (J.Bruner ).
• Cognitive learning dan experiential learning
  (C.Rogers ).
CONTOH FORMAT PENILAIAN

                                 PENILAIAN PERFORMANCE

   No.   Nama siswa/       Mengemukakan     Bertanya     Bekerja        Skor
          Mahasiswa          Pendapat
                                                                   Jumlah   Rerata




                                 PENILAIAN PRODUK

   Buat gambar PETA KONSEP di bawah ini


    1. RANGKAIN LISTERIK
    2. OPTIK GEOMETRI
        BENTUK PENILAIAN
Ujian, tugas, pengamatan oleh dosen,
keikutsertaan dalam seminar, penulisan
makalah, praktikum, pembuatan
laporan, pembuatan rancangan atau
tugas lain serta hasil pengamatan.

Ujian dapat diselenggarakan melalui
ujian semester, ujian akhir program
studi (ujian komprehensif atau ujian karya
tulis), ujian skripsi/tesis/disertasi.
   PENDEKATAN PENILAIAN




  PENILAIAN ACUAN          PENILAIAN
       NORMA             ACUAN PATOKAN
      (PAN)                 (PAP)



Berdasar nilai       Berdasarkan kriteria
  kelompok          yang terukur/terskala
Norma yang digunakan untuk mengukur tingkat penguasaan:

Norm Referenced (NR) ---- PAN
   Penguasaan mahasiswa dibandingkan dengan tingkat
   penguasaan kawan-kawannya dalam satu kelompok, bersifat
   relatif.
   Lebih cocok jika digunakan pada evaluasi sumatif (mengapa?)

Criterion Referenced ------- PAP
   Penguasaan mahasiswa diukur dengan menggunakan
   perbandingan terhadap suatu kriteria tertentu
   Lebih cocok jika digunakan pada evaluasi formatif (mengapa?)
SYARAT SOAL TES YANG BAIK



VALID : mengukur apa yang seharusnya diukur.

RELEVAN : sesuai dengan tingkat kemampuan.

SPESIFIK : tidak ada ambivalensi jawaban.
REPRESENTATIF : mewakili seluruh bahasan.

SEIMBANG : penting lebih banyak.
 KRITERIA KOMPETENSI/MATERI PENTING



1.Urgensi: KD/indikator/materi yang secara
  teoretis, mutlak harus dikuasai oleh mahasiswa.
2. Kontinuitas: KD/indikator/materi lanjutan yang
  merupakan pendalaman materi sebelumnya.
3. Relevansi: yang diperlukan untuk mempelajari
  dalam materi atau mata kuliah lain.
4. Keterpakaian: memiliki nilai terapan tinggi dalam
  kehidupan sehari-hari.
        MENUNTUT
     PENALARAN TINGGI
SETIAP SOAL:
1.DIBERIKAN DASAR PERTANYAAN
  (STIMULUS)
2.MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR
  KRITIS
3.MENGUKUR KETERAMPILAN
  PEMECAHAN MASALAH
         Indikator Soal

• Indikator soal sebagai pertanda atau
  indikasi pencapaian kompetensi
• Indikator menggunakan kata kerja
  operasional yang dapat diukur
• Indikator mengacu pada materi
  pembelajaran sesuai kompetensi
      TEKNIK PERUMUSAN INDIKATOR


1. BILA SOAL TERDAPAT STIMULUS
  Rumusan indikatornya:
  Disajikan …, siswa dapat menjelaskan ….


2. BILA SOAL TIDAK TERDAPAT STIMULUS
 Rumusan indikatornya:
 Siswa dapat membedakan ….
    Prinsip Penulisan Soal Pilihan Jamak
• Pokok permasalahan harus terlihat jelas pada
  stem soal
• Hindari pengulangan kata pada pilihan
  jawaban
• Hindari penggunaan kata yang kurang jelas
  maknanya (umumnya, agak kurang)
• Susun pilihan jawaban secara berurut jika
  merupakan angka
• Hindari penggunaan istilah teknis yang sulit
  dimengerti pada pilihan jawaban
• Alternatif jawaban hendaknya menarik untuk
  dipilih
• Hindari kunci lebih panjang atau pendek dari
  alternatif jawaban yang lain
  PRINSIP PENULISAN SOAL TES URAIAN/ESAI
1. Gunakanlah tipe tes uraian untuk mengukur hasil belajar
   yang cocok
2. Beritahulah bahwa tes akan menggunakan butir soal tipe
   uraian
3. Batasilah ruang lingkup tes secara pasti
4. Pertanyaan hendaknya terutama untuk mengukur tujuan
   hasil belajar yang penting saja
5. Jangan terlalu banyak digunakan untuk mengukur
   kemampuan mengingat
6. Kemampuan dan ketrampilan menulis peserta tes
  haruslah menjadi pertimbangan utama
7. Jangan memberikan butir soal yang dapat dipilih atau
  dapat tidak dikerjakan
8. Setiap soal harus jelas, apakah jenis terbatas atau jenis
  bebas
9. Makin banyak jumlah butir soal untuk setiap perangkat
  soal makin baik
10.Tulislah petunjuk awal yang jelas, dan petunjuk untuk
  setiap butir soal harus rinci
11. Waktu yang tersedia haruslah cukup
12. Hendaknya pertanyaan menuntut respon atau jawaban
   yang bersifat baru/pemikiran peserta tes
13. Hendaknya selalu ada kombinasi jenis tes uraian
   terbatas dan jenis tes uraian bebas
14. Pergunakanlah kata-kata deskriptif
15. Dalam setiap butir soal harus dijelaskan skor
   maksimal yang dapat diperoleh
16. Janganlah mulai kalimat butir soal dengan kata-kata
   seperti "apa" dan "siapa"
Sampai Jumpa
Di Final Test !

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:782
posted:7/28/2011
language:Indonesian
pages:36