BAHAYA MEROKOK by bangmae76

VIEWS: 233 PAGES: 16

									               Di susun oleh
MUNAZAR
MUZAMMIL
  (M2M)
       x MBS
BAHAYA MEROKOK
                       ciri – ciri orang merokok adalah sbg berikut:
                                 1. Rokok bikin napas bau
Orang yang baru saja merokok baunya bisa ketahuan. Jangankan si perokok, berdiri atau berada
   di dekat orang yang merokok pun bisa membuat badan bau asap. Dan perokok umumnya
                            memiliki bau napas yang tidak enak.

Bau yang susah hilang ini karena asap rokok terbuat dari rantai molekul yang panjang, sehingga
 butuh waktu yang lama atau sulit untuk dihilangkan terutama pada kain. Selain itu asap rokok
               yang dihasilkan umumnya mengandung banyak zat atau residu.

                                 2. Rokok bikin cepat botak
 Rokok tak hanya menyebabkan penyakit serius seperti jantung, paru-paru atau kanker, tetapi
   juga membuat rambut rontok yang berpotensi mempercepat kebotakan. Merokok telah
  ditemukan dapat meningkatkan kadar hormon yang bertanggung jawab untuk kerontokan
                           rambut pada 3. Rokok bikin gigi kuning
Nikotin dalam rokok bisa menodai gigi dan membuat warnanya terlihat tidak bersih. Bisa saja si
perokok mempunyai gigi putih dengan pergi ke dokter gigi tapi tentu saja harus mengeluarkan
                             biaya rutin yang tidak murah. pria.

                              4. Rokok bikin cepat keriput
Merokok bisa mempercepat proses penuaan. Perokok terlihat 1,4 tahun lebih tua daripada yang
                                    bukan perokok.
             5. Rokok bikin gigi gampang copot
 Merokok membuat masalah besar terhadap gigi termasuk
risiko kanker mulut dan penyakit gusi. Studi di Inggris tahun
    2005 yang dimuat dalam Journal of Clinical Periodonti
  menyebutkan, perokok enam kali lebih besar mengalami
   penyakit gusi yang dapat menyebabkan hilangnya gigi.

  6. Perokok dapat tempat duduk yang buruk di beberapa
                           tempat
Ruangan merokok biasanya kecil, bau, mengerikan dan sering
        terselip di belakang meja dan di dekat toilet.

                  7. Rokok bikin impotensi
  Merokok mengurangi aliran pembuluh darah perifer dan
    aliran darah yang diperlukan untuk mencapai ereksi,
sehingga alirah darah bisa menjadi tersumbat dan membuat
 perokok mengalami impotensi atau disfungsi ereksi. Hal ini
     tampaknya menjadi harga yang sangat tinggi untuk
                membayar sebungkus rokok.
                    Perberdaan rokok dengan ganja

Jakarta, Di banyak negara, menghisap ganja adalah pelanggaran hukum
yang bisa dihukum berat. Berbeda dengan tembakau, jarang ada aturan
   yang tegas melarangnya meski rokok dapat menyebabkan kanker,
            serangan jantung, gangguan kehamilan dan janin.

     Ganja (Cannabis sativa) atau disebut juga marijuana merupakan
 tanaman budidaya yang sering disalahgunakan. Daunnya mengandung
  senyawa tetrahidrokanabinol (THC) yang memiliki efek psikoaktif atau
         dapat mempengaruhi saraf otak dan kondisi kejiwaan.

   Daun ganja disalahgunakan dengan cara dirajang, dikeringkan lalu
 dibakar dan dihisap seperti daun tembakau. Efek yang paling khas saat
   menghisap daun ganja adalah euforia atau gembira hingga tertawa
cekikikan tanpa sebab, lalu diikuti dengan halusinasi atau melihat hal-hal
                            yang tidak nyata.
Tidak bisa dipungkiri, kebiasaan menghisap ganja juga bisa memicu efek
jangka panjang. Dikutip dari Healthline, Minggu (13/3/2011), beberapa
  efek penggunaan ganja yang terus menerus adalah sebagai berikut.

     1. Peningkatan risiko psikotik atau gangguan kejiwaaan kronis
          2. Gangguan pernapasan dan kerusakan fungsi paru
    3. Ketergantungan dan gejala putus obat (withdrawal symptom)
                 4. Gangguan memori dan konsentrasi.

   Karena efeknya langsung memicu perubahan perilaku, ganja selalu
 tampak lebih berbahaya dibanding rokok yang efek jangka pendeknya
 nyaris tidak ada kecuali hanya batuk-batuk bagi yang sensitif terhadap
     bau asapnya. Bahkan ada yang menganggap rokok justru bisa
                       meningkatkan konsentrasi.

     Namun apakah benar tembakau lebih aman dari rokok? Sebuah
 penelitian yang melibatkan 320 relawan dan telah dipublikasikan dalam
  jurnal Thorax tahun 2007 menunjukkan, emphysema atau kerusakan
paru-paru kronis justru lebih banyak dialami oleh para perokok tembakau
                   dibandingkan pada pengguna ganja.
 Di kelompok pengguna ganja yang tidak merokok, emphysema hanya
diderita oleh sekitar 1 persen dalam jangka waktu 5 tahun. Bandingkan
 risikonya pada perokok berat, emphysema menyerang 19 persen dari
   perokok yang mengisap antara 15-20 batang/hari selama 1 tahun.

 Legalitas tembakau merupakan salah satu alasan, sebab tidak adanya
larangan membuat tembakau cenderung lebih sering dihisap dibanding
  ganja. Seorang perokok berat bisa menghisap hingga 15 batang/hari
  sementara pengguna ganja reguler sekalipun hampir tidak mungkin
                     menghabiskan 5 linting/hari.

  Namun dalam kaitannya dengan kesehatan paru-paru, tidak bisa
    disimpulkan bahwa ganja lebih sehat dibanding rokok. Sebab
 kenyataannya, hampir tidak ada pemakai ganja yang tidak merokok
tembakau. Perkenalan dengan ganja umumnya dimulai dengan rokok,
           sehingga risikonya justru menjadi lebih tinggi.
            PEROKOK DIPERINGATKAN MALAH MEBANDEL

    Jakarta, Hampir sebagian besar orang tahu bahwa merokok bisa
 membahayakan kesehatan dirinya sendiri dan juga orang lain, tapi tak
 sedikit orang yang tetap membandel. Ini dia alasan-alasan orang tetap
                           bandel merokok.

"Dari hulu sampai hilir rokok semuanya mengandung racun, dan dalam
 jangka panjang penyakit-penyakit yang diakibatkannya ini bisa sangat
menghabiskan uang," ujar Dr Sally Aman Nasution, SpPD-KKV, FINASIM
  dalam acara konferensi pers PAPDI mengenai rokok di Sekretariat PB
               PAPDI, Cikini, Jakarta, Jumat (4/2/2011).

 Dr Sally menuturkan ada kasus seorang laki-laki berusia 80-an tahun
mengantarkan anaknya yang terkena penyakit jantung. Laki-laki tersebut
  diketahui sebagai perokok dan ia sering berkelit bahwa ia saja yang
     merokok tidak penyakit jantung dan merasa sehat-sehat saja.

"Tapi tidak semua orang seberuntung orang tersebut, mungkin sekarang
ia tidak kena serangan jantung tapi kita tidak tahu bagaimana nantinya,"
   ungkap wakil Sekjen PB PAPDI (Perhimpunan Dokter Penyakit Dalam
                              Indonesia).
  Beberapa alasan kerap dilontarkan oleh para perokok agar tetap bisa melakukan
     aktivitas tersebut. Alasan yang diungkapkan oleh para perokok biasanya:

                      Ia menganggap dirinya sehat-sehat saja
      Tidak terkena serangan atau penyakit jantung meskipun ia aktif merokok
           Merokok atau pun tidak merokok ia tetap akan meninggal juga

 "Faktor risiko penyakit jantung itu multifaktorial dan salah satunya adalah perokok.
Beberapa faktor risiko diketahui bisa dimodifikasi atau diubah seperti pola hidup dan
merokok sedangkan faktor risiko lainnya tidak bisa dimodifikasi seperti jenis kelamin
                           dan juga genetik," ungkap Dr Sally.

 Dr Sally juga mengungkapkan ada beberapa pasien yang sudah melakukan operasi
 jantung by pass atau terkena serangan jantung tapi masih tetap merokok. Padahal
 risiko ia terkena serangan jantung lagi akan semakin meningkat dan kemungkinan
                      serangan yang terjadi akan jauh lebih fatal.
 Karenanya untuk orang yang sudah pernah kena serangan jantung hal pertama yang
 harus dilakukannya adalah berhenti merokok, hal ini juga berlaku untuk orang yabng
                              pernah terkena stroke.

 Sementara Dr H Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB, FINASIM menuturkan rokok juga
bisa meningkatkan 2-3 kali lipat risiko kanker pankreas, meningkatkan 2 kali lipat risiko
   kanker usus besar, meningkatkan risiko kanker esofagus (kerongkongan) dan juga
     membuat penyakit maag nya tidak sembuh-sembuh. Kanker paru juga faktor
                  dominannya disebabkan oleh kebiasaan merokok.

 "Kalau sudah adiksi atau ketagihan memang susah untuk berhenti merokok, kecuali
ada kesadaran dari dirinya sendiri untuk berhenti merokok atau bisa juga karena sudah
                                    kapok," ujarnya.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan seseorang untuk berhenti merokok yaitu tidak
mengenal istilah mengulang rokok, menjauhkan semua hal yang berhubungan dengan
rokok misalnya asbak atau barang lainnya dan yang pasti harus tahan godaan. Rokok
                      Merusak Tubuh Dalam Hitungan Menit
               MEROKOK DAPAT MERUSAK TUBUH DALAM HITUNGAN MENIT

Minnesota, Selama ini masyarakat mengira rokok merusak tubuh dalam jangka waktu panjang.
 Tapi peneliti mengungkapkan bahwa kerusakan genetik akibat rokok terjadi dalam hitungan
                        menit setelah seseorang menghisap rokok.

 Para ilmuwan menemukan bahwa bahan kimia penyebab kanker dalam tembakau terbentuk
  dengan cepat setelah seseorang menghisap rokok pertamanya. Hal ini menjadi gambaran
           peringatan keras bagi orang yang mulai tergoda untuk mencoba rokok.

 Dr Stephen Hecht dari University of Minnesota yang memimpin studi ini mempelajari tingkat
 senyawa berbahaya yang dikenal sebagai polisiklik hidrokarbon aromatik (polycyclic aromatic
                           hydrocarbons/PAH) pada 12 perokok.

PAH telah dipercaya sebagai salah satu penyebab utama kanker paru-paru. Dr Hecht dan rekan
menuturkan senyawa PAH yang disebut dengan fenantrena dalam rokok cepat membentuk zat
     beracun dalam darah yang menyebabkan mutasi hingga memicu terjadinya kanker.

 Bahkan para peneliti dibuat terkejut dengan hasil waktu yang dibutuhkan untuk menyebabkan
 kerusakan tersebut, hanya 15-30 menit setelah para perokok selesai menghisap rokoknya. Efek
ini terbilang sangat cepat dan setara dengan menyuntikan zat tersebut langsung ke dalam aliran
                                             darah.
 "Penelitian ini unik, karena untuk pertama kalinya berhasil
menyelidiki metabolisme senyawa PAH khusus yang terhirup
 dari asap rokok tanpa ada campur tangan dari sumber PAH
lainnya seperti polusi udara atau makanan," ujarnya, seperti
         dikutip dari Dailymail, Selasa (18/1/2011).

Dr Hecht menambahkan hasil yang dilaporkan dalam studi ini
   harus menjadi peringatan keras mengenai bahaya rokok
 terutama bagi orang-orang yang mulai mempertimbangkan
   untuk merokok. Studi ini dipublikasikan dalam Chemical
Research in Toxicology dan menjadi salah satu dari 38 jurnal
   ilmiah yang diterbitkan oleh American Chemical Society.

 Hasil penelitian sebelumnya juga telah menemukan bahwa
 sebatang rokok sudah cukup memicu serangan jantung baik
bagi perokok berat atau yang hanya sekali-kali saja. Selain itu
nikotin yang terkandung di dalam rokok hanya membutuhkan
      perjalanan selama 7 detik dari paru-paru ke otak.
                       Perokok Diperkirakan Habis pada 2050

 New York, Pembatasan rokok di berbagai negara sukses memangkas jumlah perokok
dalam beberapa dekade terakhir. Jika tren ini berlanjut, diperkirakan rokok akan benar-
  benar lenyap dari muka bumi dalam waktu kurang dari setengah abad mendatang.

      Prediksi ini disampaikan para peneliti dari Citigroups, perusahaan keuangan
     internasional yang bermarkas di New York. Para peneliti berhasil memetakan
   penurunan jumlah perokok yang cukup drastis di negara-negara maju, khususnya
                                        Inggris.

  Pada tahun 1960-an, jumlah perokok di negara tersebut masih mencapau 53 persen
atau lebih dari setengah populasi penduduk. Namun sejak larangan merokok di tempat
 umum diberlakukan tahun 2007, jumlah perokok tinggal tersisa 21 persen pada tahun
                                       2008.

  Selain itu, penjualan saham perusahaan rokok ternama di dunia seperti Imperial
 Tobacco, British American Tobacco dan Philip Morris International dilaporkan terus
 mengalami penurunan. Citigroup sendiri telah menurunkan peringkat saham-saham
                       tersebut dalam daftar rekomendasinya.
  "Persentase perokok berkurang drastis di negara maju dan kondisinya
   kurang lebih sama saja di pasar yang lain. Jika tren berlanjut, banyak
pasar penting produk tembakau di seluruh dunia akan benar-benar bebas
     rokok," ungkap para analis seperti dikutip dari Telegraph, Senin
                               (10/1/2011).

   Para analis menilai jumlah perokok di seluruh dunia terus menurun
    secara konsisten sejak tahun 1960-an karena makin banyak orang
     mengkhawatirkan kesehatannya. Seperti diketahui, asap rokok
  mengandung ratusan jenis racun yang bisa memicu berbagai masalah
         kesehatan termasuk kanker dan gangguan reproduksi.

 Berkurangnya populasi perokok secara drastis sekaligus menandakan
 hasil positif atas berbagai kampanye pembatasan rokok. Di antaranya
melalui larangan merokok di tempat umum serta peningkatan harga dan
            cukai rokok di sejumlah negara termasuk Kanada.

Menariknya, rencana Inggris untuk menjual rokok dengan kemasan polos
 dinilai tidak akan telalu memberikan dampak dalam mengurangi minat
   generasi muda untuk perokok. Tanpa ada kesadaran tentang risiko
  kesehatan, remaja tetap akan membelinya sebab obat-obat terlarang
                  juga dijual secara ilegal tanpa kemasan.
Pesan dari kami (m2m):
  plisssssssssss......
  hindarkan rokok
   manejer: munazar
  asisten : muzammil
terima kasih kepada :
       nur asma
       kawan 2
        trans tv
       metro tv
       matahari
       mr.google
   SMKN 1 B,ACEH
KEPSEK : SALMA S,PD

								
To top