kartul_full_edit

Document Sample
kartul_full_edit Powered By Docstoc
					                 VIRUS KOMPUTER
    DAN CARA PENANGGULANGANNYA


                      KARYA TULIS
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mengikuti Ujian Tingkat
                       Mu‟allimin/Aliyah




                    AMALIYA AFIEFAH
                      NIS : 0607.1.070




      PESANTREN PERSATUAN ISLAM NO 76
                  TAROGONG-GARUT
                1429-1430 H/2008-2009 M
                                  PERSETUJUAN

       VIRUS KOMPUTER DAN CARA PENANGGULANGANNYA



Karya tulis ini telah disetujui

        Pada tanggal :                          1430 H
                                                2009 M



                                       Oleh :

                                    Pembimbing




                             (Ust. Yasir Nurdin, S. Pd I)



                                    Mengetahui

          Wali Kelas                                          Mudir Mu‟allimin




     (Usth. Yuliati, S.Pd)                                    (Ust. Saeful Hayat)



                         Pimpinan Pesantren Persatuan Islam

                                  Tarogong Garut




                          (Ust. Muhammad Iqbal Santoso)



                                          i
                                  PENGESAHAN

Karya tulis ini telah dipertanggung jawabkan dalam ujian Munaqosah Karya Tulis

Pesantren persatuan Islam No. 76 Tarogong Garut pada:



Hari/Tanggal :                        1430 H
                                      2009 M



Dan telah diterima sebagai salah satu syarat untuk mengikuti EBTA Mu‟allimin

dan EBTANAS Madrasah Aliyah Negeri.



                                                            Garut, Maret 2009

                                 Dengan Tim Penguji



          Penguji I                                       Penguji II




  (                      )                            (                  )



                                     Penguji III




                             (                        )




                                         ii
                      DAFTAR RIWAYAT HIDUP



Nama                       : Amaliya Afiefah

No. Induk                  : 0607.1.070

Tempat/Tgl Lahir           : Cianjur, 25 Agustus 1991

Alamat                     : Jl. Raya Cibeber No. 115/2 Rt 01 Rw 01 Ds.

                            Cikondang Kec. Cibeber Kab. Cianjur 43262

Orang Tua                  : Ayah : Ir. Dadang Rukman Priatna

                            Ibu   : Dra. Yani Nuryani

Pekerjaan Orang Tua        : Ayah : Wiraswasta

                            Ibu   : Guru

Pendidikan                 : 1995-1996 : TK Arafah Pekanbaru

                            1996-1997 : TK Aisiyyah Pekanbaru

                            1997-1999 : SDI As-Shofa Pekanbaru

                            1999-2001 : SDN Ibu Jenab 1 Cianjur

                            2001-2003 : SDN Hanjawar III Cibeber

                            2003-2006 : SMPN 1 Cibeber

                            2006-2009 : MA PERSIS Tarogong-Garut

Pengalaman Berorganisasi   : Th 2003-2004 : Sie. Kerohanian OSIS

                                           Sekretaris Kelas

                            Th 2004-2005 : Ketua Kelas

                            Th 2005-2006 : Bendahara Kelas

                            Th 2006-2007 : Wakil Sekretaris UGM




                                    iii
               Sekretaris Kelas

               Wakil Sekretaris Musyum UGM

Th 2007-2008 : Kabidgar Pembinaan SDM UGM

               Ketua Pelaksana Mukhoyyam

               Sekretaris LJ

               PJ Pameran HI

               Sie. Seni dan Budaya Kelas

Th 2008-2009 : Sie. Seni dan Budaya Kelas




        iv
                         MOTTO



“                                                                 ...!“

    “Ashita   wa motto motto shiawase ni narou yo…!”




                             “…karya tulis ini kupersembahkan untuk
                            keluargaku, meski labirin kehidupan belum
                          kutemukan ujungnya, namun bersama kalian,
                          semuanya kan menjadi labirin 1 kotak penuh
                                                              cinta...”




                             v
                                KATA PENGANTAR



       Alhamdulillah, segala puji serta syukur hanya pantas terlantunkan untuk

Sang Tercinta, Allah SWT, karena atas kuasa-Nyalah penulis bisa menyelesaikan

karya tulis ini. Shalawat serta salam teruntuk Nabi Muhammad SAW, kekasih

Allah, pembawa cahaya-Nya untuk seluruh manusia hamba-hamba-Nya, yang

membuat penulis jadi mengetahui arah untuk sampai kepada-Nya, dan

menjadikan-Nya alasan untuk melakukan segala hal.

       Hamdalah      terus     mengalir   ketika   karya      tulis   berjudul   “VIRUS

KOMPUTER DAN CARA PENANGGULANGANNYA” rampung ditulis.

Perjuangan    demi     perjuangan     yang      terlewatkan     bersama     teman-teman

seperjuangan rasanya akan terus menjadi kenangan manis dalam kehidupan.

       Oleh karena itu, penulis merasa harus berterima kasih kepada orang-orang

yang terlibat dalam penulisan karya tulis ini, baik secara langsung maupun tidak

langsung memberi semangat, saran, nasihat-nasihat yang bermutu, dan do‟a bagi

kelancaran karya tulis ini :

   1. Untuk Ayahanda, orang yang memberi ide awal judul karya tulis ini,

       tempat penulis bertanya akan segala hal, orang terhebat di dunia dengan

       segala kekurangannya. Orang pertama yang penulis banggakan akan

       kehidupannya.

   2. Untuk Ibunda tercinta, yang tanpa beliau, penulis tidak dapat

       menyampaikan keluh-kesahnya selama penulisan karya tulis ini. Mutiara

       yang penulis selalu merasa nyaman akan kilaunya.




                                           vi
3. Fuad dan Oik, adik-adik tercinta yang selalu menjadi pengisi ulang bahan

   bakar semangat penulis, dengan canda tawa mereka penulis akan

   merasakan ketenangan yang menyejukkan. Dan salah satu alasan penulis

   untuk merampungkan karya tulis ini, Ganbatte! Otōtosan de watashi wa

   aishiteru ne!

4. Untuk Paman dan Bibiku, Ust. Dadang Ernawan dan Bu Sofi Nurasfia,

   yang sudah penulis anggap sebagai orangtua sendiri, yang telah

   menyediakan sarana prasarana dan kemakluman yang lebih akan penulis,

   sehingga penulis dapat mengerjakan karya tulis ini dengan lancar. Arigatō!

5. Ustad Muh. Iqbal Santoso, selaku Mudirul „Am Pesantren Persatuan Islam

   Tarogong.

6. Ust. Saeful Hayat, selaku Mudir Mu‟allimin Pesantren Persatuan Islam

   Tarogong.

7. Ust. Yasir Nurdin, selaku pembimbing dalam penulisan karya tulis ini,

   yang selalu memberi masukan-masukan yang sangat berarti, hingga karya

   tulis ini pun rampung ditulis. Dōmo arigatō, sensei!

8. Usth. Yuliati, selaku wali kelas kelas XII IPA 2, yang tak henti-hentinya

   memantau seluruh murid kelas XII IPA 2 dalam kelancaran penulisan

   karya tulis, dan motivator kelas XII IPA 2.

9. Untuk Biro Karya Tulis, Usth. Tuti Nurhayati dan Usth. Enung Jubaedah

   yang tak bosan-bosannya memotivasi seluruh santri untuk menyelesaikan

   karya tulis.




                                   vii
   10. Untuk Usth. Iis Latifah, motivator penulis di saat senggang, guru akan

      kehidupan, yang tanpa saran-saran dari beliau, penulis rasa tidak akan

      merasa percaya diri dalam menyelesaikan ini semua.

   11. Untuk Asatidz-Asatidzah lainnya yang turut membantu dalam penulisan

      karya tulis ini.

   12. Untuk teman-temanku, kelas XII IPA dan IPS, terutama teman-teman

      halaqohku, Aaw, Ira, Iqie, Oey, Icha, Ula, Eva Ma‟, Eva Pur, yang selalu

      memberikan semangat baik langsung dan tak langsung, dan bersama-sama

      berjuang dalam penulisan karya tulis ini. Untuk Resa, Zila, dan Aaw yang

      juga selalu memberikan bantuan. Alone, we can’t do our best effort!

   13. Untuk Asatidz-Asatidzah lainnya yang turut membantu dalam penulisan

      karya tulis ini.

   14. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan oleh penulis satu persatu, yang

      secara langsung dan tidak langsung membantu dalam penulisan karya tulis

      ini. Minaa san, dōmo arigatō gozaimasu!



      Segala upaya telah dicurahkan, tertuanglah sebuah hasil yang tak disangka.

Semoga karya tulis ini dapat berguna bagi semua yang membacanya.




                                                             Garut, Maret 2009




                                                                        Penulis



                                     viii
                                                 DAFTAR ISI



LEMBAR PERSETUJUAN ............................................................................ i

LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................. ii

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ........................................................................ iii

MOTTO ............................................................................................................ v

KATA PENGANTAR ...................................................................................... vi

DAFTAR ISI ..................................................................................................... ix



BAB I PENDAHULUAN

     A. Latar Belakang ....................................................................................... 1

     B. Perumusan Masalah ............................................................................... 2

     C. Tujuan Penulisan .................................................................................... 2

     D. Metode dan Teknik Penulisan ................................................................ 2

     E. Sistematika Penulisan ............................................................................ 3



BAB II ANALISIS TEORITIS

     A. Definisi Virus ......................................................................................... 4

     B. Definisi Komputer .................................................................................. 4

     C. Definisi Virus Komputer ........................................................................ 6

     D. Sejarah Virus Komputer ......................................................................... 7




                                                          x
BAB III VIRUS KOMPUTER DAN CARA PENANGGULANGANNYA

    A. Virus Komputer ................................................................................... 11

         1. Ciri-Ciri Virus Komputer ................................................................. 11

         2. Komponen Tubuh Virus Komputer ................................................. 14

         3. Siklus Hidup Virus Komputer .......................................................... 17

         4. Metode Infeksi Virus Komputer ...................................................... 18

         5. Jenis Virus Komputer ....................................................................... 19

         6. Dampak yang Ditimbulkan Virus Komputer ................................... 23

    B. Penanggulangan Virus Komputer ....................................................... 25

         1. Scanners ........................................................................................... 25

         2. Monitors ........................................................................................... 28

         3. Integrity Checkers ............................................................................ 29



BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

    A. Kesimpulan ............................................................................................ 32

    B. Saran ....................................................................................................... 34



DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 35




                                                          x
                                    BAB I

                             PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

       Sesungguhnya dunia komputer mempunyai permasalahan kronis yaitu

sumber wabah penyakit yang dinamai virus komputer. Perkembangan teknologi

program komputer dewasa ini memang semakin mempermudah pekerjaan kita dan

membuat hidup semakin nyaman. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa

perkembangan teknologi tersebut akan disertai juga perkembangan program-

program yang menghadirkan ekses dan dampak negatif bagi dunia komputer itu

sendiri, yaitu program-program virus komputer yang tidak kalah canggihnya.

       Tulisan ini dibuat dengan latar belakang utama untuk memenuhi tugas

karya tulis dari sekolah. Judul dan tema yang diambil tentang virus komputer

dilatarbelakangi oleh keprihatinan semua pengguna komputer terutama yang

sering berselancar (browsing) di internet, yang sering disusahkan oleh kemacetan-

kemacetan komputernya setelah data yang diperoleh dari internet melalui flash

disk disalin ke hard disk komputer. Timbul ide untuk menggali hal ihwal tentang

virus komputer, kerusakan yang ditimbulkannya, usaha-usaha pencegahan dan

penanggulangannya.

       Memang hal yang penulis bahas terlihat sepele dan biasa-biasa saja, dan

memang banyak orang yang menulis tentang hal ini dan dibukukan dengan harga

yang lumayan 'wah'. Setidaknya penulis hanya ingin membantu rekan-rekan di

sekitar penulis yang sering dibuat pusing tentang masalah virus komputer ini,

dengan harga hanya sebuah pertemanan.



                                        1
B. Perumusan Masalah

       Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis dapat merumuskannya

dalam beberapa masalah :

1.   Apa itu virus komputer?

2.   Apa dampak yang ditimbulkan?

3.   Bagaimana cara menanggulanginya?

C. Tujuan Penulisan

       Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka penulis mempunyai tujuan :

1.     Mengetahui apa itu virus komputer.

2.     Mengetahui dampak yang ditimbulkan.

3.     Mengetahui bagaimana cara menanggulangi virus komputer.

D. Metode Penulisan dan Teknik Penulisan

       Metode penulisan yang digunakan oleh penulis adalah metode deskriptif,

yaitu menggambarkan apa adanya (Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua,

1996:228), dan merupakan suatu metode yang tertuju pada gambaran situasi masa

sekarang yang digunakan untuk berupaya memecahkan masalah atau menjawab

permasalahan yang dihadapi pada masa sekarang (Moh Ali, 1982:20).

       Teknik penulisan yang digunakan oleh penulis adalah teknik Bibiliografi,

yaitu usaha mengambil dan mempelajari daftar buku atau karangan dari seorang

pengarang atau daftar tertentu suatu objek ilmu (Kamus Besar Bahasa Indonesia

Edisi Kedua, 1996:130).



                                      2
E. Sistematika Penulisan

       Sistematika dalam penulisan karya tulis ini dapat dijelaskan sebagai

berikut.

       BAB I PENDAHULUAN, berisi Latar Belakang, Perumusan Masalah,

Tujuan Penulisan, Kerangka Pemikiran, Metode Penulisan dan Teknik Penulisan,

dan Sistematika Penulisan.

       BAB II ANALISIS TEORITIS, berisi definisi virus, definisi komputer,

definisi virus komputer, dan sejarah virus komputer.

       BAB         III       VIRUS          KOMPUTER      DAN        CARA

PENANGGULANGANNYA, berisi mengenai virus komputer, ciri-ciri virus

komputer, komponen tubuh virus komputer, siklus hidup virus komputer, metode

infeksi virus komputer, jenis virus komputer, dampak yang ditimbulkan virus

komputer, beserta cara penanggulangannya.

       BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN, berisi tentang kesimpulan hasil

penulisan dan saran untuk pembaca.




                                        3
                                        BAB II

                             ANALISIS TEORITIS

A. Definisi Virus

          Istilah virus dikemukakan pertama kali oleh para ahli biologi. Kata „virus‟

itu sendiri berasal dari bahasa latin venom yang berarti „racun‟ (Teddy, “Virus dan

Monera”. 2008, http://tedbio.multiply.com/journal/item/12 [03 Maret 2009]) atau

bisa juga berarti lendir yang beracun dan bisa menular (Pracaya, 1999:369).

          Menurut istilah, virus adalah mikroorganisme yang tidak dapat dilihat

dengan menggunakan mikroskop biasa, hanya dapat dilihat dengan menggunakan

mikroskop elektron, penyebab dan penular penyakit, seperti cacar, influenza, dan

rabies.    (Depdiknas,    Kamus    Besar    Bahasa    Indonesia   dalam    Jaringan,

http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php, [28 Februari 2009]).



B. Definisi Komputer

          Istilah komputer (computer) berasal dari bahasa Latin computare yang

berarti      „menghitung‟     (Ajoes,    Sogi,    “Definisi    Komputer”.      2006,

http://misstriad.wordpress.com/2006/10/05/definisi-komputer/        [28     Februari

2009]). Sogi Ajoes dalam artikelnya „Definisi Komputer‟ mengutip penjelasan

dari Jogiyanto dalam bukunya „Pengenalan Komputer‟ (1990), merangkum

beberapa definisi komputer menurut beberapa buku sebagai berikut :

    1. Menurut buku Computer Annual (Robert H.Blissmer), komputer adalah

          suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas sebagai

          berikut :




                                           4
   a.       Menerima input

   b.       Memproses input tadi sesuai dengan programmnya

   c.       Menyimpan perintah-perintah dan hasil dari pengolahan

   d.       Menyediakan output dalam bentuk informasi

2. Menurut buku Computer Today (Donald H.Sanders), komputer adalah

   sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta

   dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan

   menyimpan data input, memprosesnya dan menghasilkan output dibawah

   pengawasan suatu langkah-langkah instruksi-instruksi program yang

   tersimpan di memori (stored program).

3. Menurut buku Computer Organization (V.C. Hamacher, Z.G. Vranesic.

   S.G. Zaky), komputer adalah mesin penghitung elektronik yang cepat

   dapat menerima informasi input digital, memprosesnya sesuai dengan

   suatu program yang tersimpan di memorinya (stored program) dan

   menghasilkan output informasi.

4. Menurut buku Introduction To The Computer, The Tool Of Busines

   (William M.Fouri), komputer adalah suatu pemroses data (data processor)

   yang dapat melakukan perhitungan besar dan cepat, termasuk perhitungan

   aritmatika yang besar atau operasi logika, tanpa campur tangan dari

   manusia mengoperasikan selama pemrosesan.

5. Menurut buku Introduction To Computers (Gordon B. Davis), komputer

   adalah tipe khusus alat penghitung yang mempunyai sifat tertentu yang

   pasti.




                                      5
       Adapun menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia komputer adalah :


   “Alat elektronik otomatis yang dapat menghitung atau mengolah data secara
   cermat menurut yang diinstruksikan, dan memberikan hasil pengolahan, serta
   dapat menjalankan sistem multimedia (film, musik, televisi, faksimile, dsb),
   biasanya terdiri atas unit pemasukan, unit pengeluaran, unit penyimpanan,
   serta unit pengontrolan.” (Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam
   Jaringan, http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php, [28 Februari 2009]).



C. Definisi Virus Komputer

       Istilah virus komputer pertama kali digunakan oleh Fred Cohen dalam

papernya berjudul „Computer Viruses : Theory and Experiment‟ dan

mendefinisikan virus komputer sebagai berikut :


    „A program that can infect other programs by modifying them to include a
   slighty altered copy of itself. A virus can spread throughout a computer sistem
   or network using the authorization of every user using it to infect their
   programs. Every programs that gets infected can also act as a virus that
   infection grows. (Suatu program yang dapat menginfeksi program lain dengan
   cara mengubah program yang diinfeksi tersebut agar mengikutsertakan
   sebagian kecil darinya. Suatu program virus dapat menyebar ke seluruh sistem
   komputer menggunakan autorisasi dari setiap pemakai yang menggunakan
   program virus tersebut untuk menginfeksi program-program lainnya).‟
   (Amperiyanto, Tri, 2007:1)


       Kemampuannya menginfeksi program lain, juga kesamaan sifat yang

dimilikinya dengan virus biologis, yakni sama-sama memiliki dua tujuan, untuk

bertahan hidup dan bereproduksi, membuat program ini disebut „virus‟ komputer.

       Menurut Tri Amperiyanto (Amperiyanto, Tri, 2007:2) virus komputer

adalah suatu program yang dapat menggandakan dirinya melalui berbagai cara

dalam suatu sistem computer secara diam-diam tanpa dikehendaki dan melakukan

gangguan pada system komputer.



                                        6
        Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, virus komputer adalah program

ilegal yang dimasukkan ke dalam sistem komputer melalui jaringan atau disket

sehingga menyebar dan dapat merusak program yang ada (Depdiknas, Kamus

Besar            Bahasa            Indonesia            dalam            Jaringan,

http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php, [28 Februari 2009])




D. Sejarah Virus Komputer

        Berikut ini sejarah virus komputer yang diurut berdasarkan tahun :

1981 Virus „in the wild‟ pertama ditemukan. Virus yang bernama Elk Cloner ini

     menyebar melalui floppy disk pada komputer Apple II.

1983 Fred Cohen dalam paper-nya yang berjudul „Computer Viruses – Theory

     and Experiments‟ memberikan definisi pertama mengenai virus komputer

     dan memaparkan eksperimen yang telah dilakukannya untuk membuktikan

     konsep dari sebuah virus komputer. Bersama dengan Len Adelman, ia

     menciptakan sebuah contoh virus pada komputer VAX 11/750 dengan

     sistem operasi Unix.

1986 Sepasang kakak adik dari Pakistan, Basit dan Amjad, menciptakan sebuah

     boot sector virus pertama yang diberi nama Brain. Brain sering kali disebut

     sebagai virus komputer pertama di dunia.

     Dalam beberapa laporan disebutkan bahwa file virus pertama, Virdem, juga

     ditemukan pada tahun yang sama. Virdem diciptakan oleh Ralf Burger.




                                        7
1987 Virus-virus file infector seperti Leigh mulai bermunculan, kebanyakan

     menyerang file COM seperti COMMAND.COM.

     Muncul virus penyerang file-file EXE pertama, Suriv 01 dan 02 serta

     Jerusalem.

1988 Virus pertama yang menyerang komputer Macintosh, MacMag dan Scores,

     muncul.

     Pada tahun yang sama didirikan CERT (Computer Emergency Response

     Team) oleh DARPA dengan tujuan awalnya untuk mengatasi serangan

     Morris Worm yang diciptakan oleh Robert Morris.

1990 Virus Exchange Factory (VX) BBS yang merupakan forum diskusi online

     para pencipta virus didirikan di Bulgaria.

     Mark Ludwig menulis buku “The Little Black Book of Computer Viruses”

     yang berisi cara-cara untuk menciptakan berbagai jenis virus komputer.

1991 Virus polymorphic pertama, Tequila, muncul di Swiss. Virus ini dapat

     mengubah dirinya untuk menghindari deteksi.

1992 Kehadiran virus Michaelangelo yang menjadi ancaman bagi seluruh dunia,

     namun demikian kerusakan yang ditimbulkan pada akhirnya tidak terlalu

     hebat.

     Kemuculan beberapa tool (perangkat) yang dapat digunakan untuk

     menciptakan virus seperti Dark Avenger Mutation Engine (DAME) yang

     dapat mengubah virus apa pun menjadi virus polymorphic, dan Virus

     Creation Lab (VCL) yang merupakan kit (perangkat) pertama yang dapat

     digunakan untuk menciptakan virus.




                                        8
1995 Para hacker dengan nama „Internet Liberation Front‟ melakukan banyak

     serangan pada hari Thanksgiving. Beberapa badan yang menjadi korban

     serangan ini adalah Griffith Air Force Base, Korean Atomic Research

     Institute, NASA, GE, IBM, dll.

     Virus macro pertama yang menyerang aplikasi Microsoft Word, Concept,

     dikembangkan.

1996 Kemunculan virus Boza yang didesain khusus untuk menyerang file-file

     Windows 95, virus Laroux yang merupakan virus penyerang Microsoft

     Excel pertama, virus Staog yang merupakan virus Linux pertama.

1998 Kemunculan virus Java pertama, Strange Brew.

     Pada tahun ini, virus-virus macro lainnya bermunculan.

1999 Kemunculan virus Melissa yang merupakan kombinasi antara virus macro

     yang menyerang aplikasi Microsoft Word

     Virus Corner merupakan virus pertama menyerang file-file aplikasi MS

     Project.

     Virus Tristate merupakan virus macro yang bersifat multi-program

     menyerang aplikasi Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint.

2000 Serangan Distributed Denial of Service (DdoS) pertama membuat

     kerusakan pada situs-situs besar seperti Yahoo!, Amazon.com, dan lain-lain.

2001 Kemunculan virus yang didesain untuk menyerang baik sistem operasi

     Windows maupun Linux, seperti Winux atau Lindose.

     Virus LogoLogic-A menyebar melalui aplikasi MIRC dan e-mail.




                                       9
2002 Virus LFM-926 merupakan virus pertama yang menyerang file-file aplikasi

     Shockwave Flash.




                                    10
                                   BAB III

      VIRUS KOMPUTER DAN CARA PENANGGULANGANNYA



A. Virus Komputer

   1. Ciri-Ciri Virus Komputer

                Suatu program dapat disebut sebagai suatu virus apabila

         memenuhi minimal 5 ciri:

      a. Kemampuan untuk mendapatkan informasi

                Pada umumnya suatu virus memerlukan daftar nama-nama file

         yang ada dalam suatu folder untuk memperoleh daftar file yang bisa

         ditulari. Misalnya, virus makro yang akan menginfeksi semua file data

         Microsoft Word, akan mencari daftar file berekstensi *.doc. Disinilah

         kemampuan mengumpulkan informasi itu diperlukan agar virus dapat

         membuat daftar/data semua file, lalu memilahnya dengan mencari file-

         file yang bisa ditulari. Biasanya data ini tercipta saat file yang

         tertular/terinfeksi virus atau file program virus itu sendiri dibuka oleh

         pengguna komputer. Kemudian virus akan segera melakukan

         pengumpulan data dan biasanya menaruhnya di RAM (Random Access

         Memory, tempat memori pada komputer), sehingga apabila komputer

         dimatikan semua data hilang. Tetapi data-data ini akan ada kembali

         setiap kali virus itu diaktifkan. Tak jarang pula data-data ini disimpan

         juga sebagai hidden file (file yang tersembunyi) oleh virus tersebut.

      b. Kemampuan memeriksa suatu program




                                      11
          Suatu virus juga harus bisa memeriksa suatu file yang akan

  ditulari, misalnya suatu virus bertugas menulari program berekstensi

  *.doc, maka virus tersebut harus memeriksa apakah file dokumen

  tersebut telah terinfeksi ataupun belum, karena jika sudah, akan

  percuma menularinya lagi. Ini sangat berguna untuk meningkatkan

  kemampuan suatu virus dalam hal kecepatan menginfeksi suatu file.

  Yang umum dilakukan oleh virus adalah memberi tanda pada file yang

  telah terinfeksi sehingga mudah untuk dikenali oleh virus tersebut

  dengan cara salah satunya memberikan suatu byte (ukuran data yang

  diperlukan suatu program) yang unik di setiap file yang telah

  terinfeksi.

c. Kemampuan untuk menggandakan diri

          Inti dari virus adalah kemampuan mengandakan diri dengan

  cara menulari file lainnya. Suatu virus apabila telah menemukan calon

  korbannya maka ia akan mengenalinya dengan memeriksanya. Jika

  belum terinfeksi maka virus akan memulai aksinya penularan dengan

  cara menuliskan byte pengenal pada file tersebut, dan seterusnya

  mengkopikan/menulis kode objek virus diatas file sasaran. Beberapa

  cara umum yang dilakukan oleh virus untuk menulari/menggandakan

  dirinya adalah :

  1) File yang akan ditulari dihapus atau diubah namanya. Kemudian

      diciptakan suatu file berisi program virus itu sendiri menggunakan

      nama file yang asli.




                              12
  2) Program virus yang sudah dieksekusi/load ke memori akan

     langsung menulari file-file lain dengan cara menumpangi seluruh

     file yang ada.

d. Kemampuan mengadakan manipulasi

            Rutin (routine, bagian-bagian tubuh virus komputer) yang

  dimiliki suatu virus akan dijalankan setelah virus menulari suatu file.

  Isi dari suatu rutin ini dapat beragam mulai dari yang tidak berbahaya

  sampai yang melakukan perusakan. Rutin ini umumnya digunakan

  untuk memanipulasi file atau pun mempopulerkan pembuatnya. Rutin

  ini memanfaatkan kemampuan dari suatu sistem operasi (Operating

  System), sehingga memiliki kemampuan yang sama dengan yang

  dimiliki sistem operasi. Misal :

  1) Membuat gambar atau pesan pada monitor.

  2) Mengganti/mengubah-ubah label dari tiap file, direktori, atau label

     dari drive di PC.

  3) Memanipulasi file yang ditulari.

  4) Merusak file.

  5) Merusak kerja printer, dan sebagainya.

e. Kemampuan Menyembunyikan diri

            Kemampuan menyembunyikan diri ini harus dimiliki oleh

  suatu virus agar semua pekerjaan baik dari awal sampai berhasilnya

  penularan dapat terlaksana. Langkah langkah yang biasa dilakukan

  adalah:




                               13
     1) Program virus disimpan dalam bentuk kode mesin dan digabung

         dengan program lain yang dianggap berguna oleh pemakai.

     2) Program virus diletakkan pada Boot Record atau track (bagian)

         pada disk yang jarang diperhatikan oleh komputer itu sendiri.

     3) Program virus dibuat sependek mungkin, dan hasil file yang

         diinfeksi tidak terlalu berubah ukurannya.

     4) Virus tidak mengubah keterangan/informasi waktu suatu file.



2. Komponen Tubuh Virus Komputer

         Setiap virus mempunyai bagian-bagian atau biasa disebut routine.

  Bagian-bagian yang menyusun virus ada yang penting yang harus ada

  pada “seekor” virus dan ada juga yang bersifat tambahan. Rutin utamanya

  adalah :

  a. Rutin Pencari

         Rutin pencari (search routine) ini berperan sebagai unit yang

     mencari file-file baru atau daerah (area) baru pada disk yang nantinya

     akan diinfeksi. Rutin ini erat kaitannya dalam menentukan seberapa

     baik virus akan bereproduksi. Apakah dia akan bereproduksi secara

     cepat atau lambat. Termasuk juga menentukan seberapa banyak disk

     yang akan diinfeksi dan juga daerah-daerah tertentu pada disk yang

     akan menjadi target penginfeksian.

  b. Rutin Pengganda




                                  14
       Rutin ini berfungsi untuk mengkopi virus ke suatu area yang telah

   ditentukan oleh rutin pencari. Ukuran besar kecilnya rutin pengganda

   ini tergantung juga dari kekomplekan virus dalam mengkopikan

   dirinya. Sebagai contoh, virus yang menginfeksi file COM akan

   mempunyai rutin pengganda yang lebih kecil dari virus yang

   menginfeksi file EXE. Hal ini dikarenakan struktur file EXE lebih

   rumit ketimbang file COM, sehingga banyak yang harus dilakukan

   virus untuk dapat menempel ke file EXE.

c. Rutin Anti Deteksi

       Untuk dapat mencapai tujuannya yaitu mampu mencari file induk

   yang    akan   diinfeksi   dengan   rutin   pencari   dan   kemudian

   menginfeksinya dengan bantuan rutin pengganda, virus juga

   membutuhkan fitur-fitur tambahan. Fitur-fitur ini akan sangat berperan

   dalam mendukung tujuan tersebut. Diantara fitur yang biasanya

   ditambahkan dalam tubuh virus adalah rutin untuk menghindari

   deteksi. Anti detection routine ini berperan dalam menghindari deteksi

   baik dari pantauan user atau dari pantauan program anti virus yang

   memang merupakan predatornya. Anti detection routine bisa saja

   dibangun menyatu dengan rutin pencari atau rutin pengganda, namun

   bisa juga merupakan bagian yang tersendiri. Kerja rutin pencari ini

   haruslah dibatasi untuk menghindari deteksi. Maksudnya bila rutin

   pencari bekerja terus-menerus memeriksa setiap file yang ada dalam

   disk, maka akan membutuhkan waktu yang lama dan menyebabkan




                               15
   aktivitas disk yang tidak normal dan tidak biasa. Ini tentu cukup

   mengkhawatirkan karena seorang user yang cukup waspada dengan

   aktivitas virus bisa menjadi curiga, dan keberadaan virus dapat

   diketahui. Hal ini tentu sangat tidak diinginkan oleh para pembuat

   virus karena kelangsungan hidup virus menjadi terhambat. Sebagai

   alternatifnya untuk mendukung anti detection routine, virus diaktifkan

   pada kondisi-kondisi tertentu. Misalnya pada tanggal-tanggal tertentu.

   Contohnya adalah virus-virus dari keluarga Friday 13. Virus ini

   merupakan virus parasitik yang berbahaya dan bekerja dengan mencari

   seluruh file-file yang berekstensi .COM (kecuali COMMAND.COM)

   pada direktori aktif berikut sub direktorinya. Kemudian menempelkan

   dirinya pada bagian akhir file korban. Virus ini aktif setiap hari Jum‟at

   ketiga belas dengan menghapus file-file. Ada juga virus yang

   menggunakan alternatif yang lainnya, misalnya dengan mendeteksi

   hentakan keyboard. Bila keyboard tidak ditekan selama sekian menit

   (misal 10 menit), maka virus mulai diaktifkan. Trik ini cukup unik

   untuk memastikan bahwa seorang user benar-benar tidak sedang

   berada di depan komputernya. Sehingga aktivitas virus yang

   menunggangi     operasi   komputer     dapat   berjalan   lancar   tanpa

   sepengetahuan user.



      Rutin pencari, pengganda dan anti deteksi merupakan komponen-

komponen yang mendasar yang ada dalam setiap virus. Tentu saja virus-




                                16
   virus komputer mempunyai rutin-rutin tambahan yang lain disamping

   ketiga rutin tersebut, dengan tujuan untuk menghentikan operasi normal

   komputer, untuk menyebabkan kerusakan atau bisa juga sekedar hiburan

   yang menyenangkan bagi pemrogram virusnya. Rutin-rutin tersebut akan

   mempengaruhi karakter virus dan juga berperan penting dalam mencapai

   tujuan virus yaitu kelangsungan hidup dan bereproduksi.



3. Siklus Hidup Virus

          Siklus hidup virus secara umum, melalui 4 tahap:

    1. Dormant phase ( Fase Istirahat/Tidur )

       Pada fase ini virus tidaklah aktif. Virus akan diaktifkan oleh suatu

       kondisi tertentu, misalnya tanggal yang ditentukan, kehadiran program

       lain/dieksekusinya program lain, dan sebagainya. Tidak semua virus

       melalui fase ini.

    2. Propagation phase ( Fase Penyebaran )

       Pada fase ini virus akan mengkopikan dirinya kepada suatu program

       atau ke suatu tempat dari media storage (baik hardisk, RAM dsb).

       Setiap program yang terinfeksi akan menjadi hasil “kloning” virus

       tersebut (tergantung cara virus tersebut menginfeksinya).

    3. Trigerring phase ( Fase Aktif )

       Di fase ini virus tersebut akan aktif dan hal ini juga di picu oleh

       beberapa kondisi seperti pada Dormant Phase.

    4. Execution phase ( Fase Eksekusi )




                                   17
       Pada fase inilah virus yang telah aktif tadi akan melakukan fungsinya.

       Seperti menghapus file, menampilkan pesan-pesan, dan sebagainya.



4. Metode Infeksi Virus Komputer

          Virus memiliki beberapa metode dalam menginfeksi suatu sistem.

   Satu virus memiliki lebih dari satu metode dalam melancarkan aksinya. Di

   bawah ini beberapa metode infeksi yang umum digunakan virus :

   1. Overwriting

      Metode ini dilakukan dengan cara menutupi/meniban file yang

   diinfeksi. Virus mengkopikan tubuhnya ke dalam file tersebut sehingga

   file tersebut rusak. Metode ini tidak mengakibatkan pembesaran ukuran

   file, dan merupakan metode yang kuno.

   2. Prepending

      Metode ini dilakukan dengan cara menambahkan program virusnya ke

   dalam program induk di awal program. Sehingga saat file dieksekusi, kita

   akan terlebih dahulu mengeksekusi virusnya, baru kemudian filenya File

   yang terinfeksi tetap bisa berjalan, namun ukurannya bertambah besar.

   3. Appending

      Hampir mirip dengan prepending, metode ini menambahkan kode

   tubuhnya pada file yang akan diinfeksi. Perbedaannya trerletak pada

   tempat/area file yang ditambahkan. Jika pada prepending virus

   mengkopikan dirinya ke bagian awal program saja, namun pada




                                  18
   appending, virus menambahkan kodenya di awal, tengah dan akhir

   program.

   4. Disk Infector

        Metode ini dilakukan dengan menyerang boot record maupun partisi

   (bagian) disk.



5. Jenis Virus Komputer

           Pembagian jenis      virus     komputer dapat   dilihat   dari cara

   penularan/penyebarannya, keganasannya, maksud dan tujuan pembuatan

   virus, dan berdasarkan tingkah lakunya.

   a.    Berdasarkan cara penularan/penyebarannya

         1) Virus Boot Sector

                    Virus ini bekerja dengan cara menggandakan dirinya,

              memindahkan atau mengganti boot sektor asli dengan program

              booting virus. Dengan cara ini virus akan tersimpan ke dalam

              memori sehingga virus akan mengendalikan hardware dan akan

              menyebar ke drive yang terhubung pada komputer.

              Contoh virus:

                 varian virus wyx, wyx.C(B) menginfeksi boot record dan

                  floopy dengan panjang 520 bytes memiliki karakteristik

                  memory resident.

                 varian V-sign, virus ini menginfeksi master boot record

                  dengan panjang 520 bytes




                                     19
     2) Virus File

               Virus ini bekerja dengan cara menginfeksi secara

        langsung pada sistem operasi, baik itu file *.EXE atau *.COM.

        hasilnya     ditandai   dengan    berubahnya     ukuran   file   yang

        diserangnya. Program virus biasanya disisipkan/ditambahkan ke

        badan program yang ditularkan (menyatu dengan program),

        sehingga ukuran file yang diserang pun bertambah besar.

b.   Berdasarkan keganasannya

     1) Virus Jinak (Prototipe A)

               Virus jinak dirancang untuk menebarkan diri dan hanya

        sekedar      „nampang‟    saja.   Satu-satunya     gangguan      yang

        diakibatkan adalah sedikit memperlambat kerja komputer, karena

        setiap ada proses input/output seperti misalnya baca/tulis ke

        media disk, virus akan melakukan pencegatan dan mengeceknya

        terlebih dahulu.

     2) Virus Ganas (Prototipe B)

               Virus jenis ini dapat melakukan pengrusakan terhadap

        media input/output pemakainya. Namun kerusakan                   yang

        ditimbulkan masih dapat diperbaiki. Contoh virus ini adalah

        Supernova, Sweet Seventeen Destroyer, dan lain-lain.

     3) Virus Mematikan (Prototipe C)

               Jenis virus ini dapat merusak semua data yang terdapat

        dalam media disk, dan kerusakannya, data tidak dapat diperbaiki




                                 20
        kembali. Virus ini dapat dijumpai umumnya dalam bentuk virus

        file antara lain : Datacrime, Israel, Century, dan lain-lain.

c.   Berdasarkan Maksud dan Tujuannya

     1) Untuk Popularitas,

               Dibuat     dengan     maksud      menunjukkan       eksistensi

        pembuatnya dengan harapan si pembuat akan menjadi populer

        dan dikenal orang banyak. Biasanya bersifat tidak merusak dan

        hanya „nampang‟ saja dengan menampilkan pesan pembuatnya

        pada setiap kondisi/periode tertentu berupa namaa klub atau

        perkumpulan dan nama pembuatnya.

     2) Untuk Proteksi

               Dibuat untuk melindungi suatu produk perangkat lunak

        tertentu yang bermaksud memberi pelajaran kepada para

        pembajak. Akrif apabila perangkat lunak yang dilinduninya

        dibajak orang. Biasanya tergolong ganas bahkan mematikan.

        Contoh jenis ini adalah Sweet Seventeen Destroyer yang

        melindungi produk program Dbase III File Protection Utility

        (DB3PU).

     3) Untuk Sabotase

               Selain untuk popularitas dan proteksi, virus juga dibuat

        untuk menyabot data milik orang lain. Data tersebut dapat

        langsung dihancurkan oleh virus itu ataupun dikirimkan kembali

        melalui jaringan komputer kepada si pembuat.




                                21
d.   Berdasarkan Cara Kerjanya

     1) Virus Makro

                   Virus yang dibuat dengan bahasa pemrograman yang

      terdapat pada suatu aplikasi virus tersebut akan berjalan pada

      aplikasi pembentuknya dengan baik. Sebagai contoh virus makro

      yang dibuat pada aplikasi Word, maka virus tersebut akan berjalan

      pada aplikasi Microsoft Word. Pada umumnya virus akan

      memodifikasi file NORMAL.DOT yang merupakan standar awal

      pengetikan apabila menggunakan Microsoft Word. Tetapi ada juga

      yang tidak memodifikasi file DOT tetapi ia membuat file DOT

      yang baru.

      Contoh virus makro:

             virus Melissa yang media penyebarannya melalui internet.

             varian W97M menginfeksi NORMAL.DOT dan menginfeksi

              dokumen apabila dibuka.

     2) Stealth Virus

                   Virus yang menguasai tabel interrupt pada DOS yang

          sering dikenal dengan “Interrupt interceptor”. Virus ini

          mengendalikan instruksi level DOS.

          Contoh virus:

              vmem(s), virus ini menginfeksi file *.EXE, *.SYS, dan

               *.COM, memiliki     panjang 3275 bytes dengan karakteristik




                                  22
                menetap di memori dengan ukuran tersembunyi dan di

                enkripsi.

               yankee.XPEH.4928, menginfeksi file *.COM dan *.EXE

                dengan panjang 4298 bytes memiliki karakteristik menetap di

                memori, ukurannya tersembunyi dan memiliki pemicu.

        3) Polymorphic Virus

                      Virus yang hampir mirip dengan virus influenza atau HIV

            ini mempunyai kemampuan untuk mengecoh antivirus dengan

            merubah strukturnya setiap kali menginfeksi suatu file.

            Contoh virus:

            Necropolis A/B, virus ini menginfeksi file *.EXE, *.COM,

            dengan ukuran 1963 bytes memiliki karakteristik menetap di

            memori, ukuran dan virus tersembunyi, terenkripsi dan dapat

            berubah strukturnya

        4) Multi Partition Virus

                      Virus ini merupakan gabungan dari virus boot sector

            dengan virus file. Dalam melakukan pekerjaannya virus ini

            menginfeksi file *.EXE atau *.COM dan juga menginfeksi boot

            sector.



6. Dampak yang Ditimbulkan Virus

          Berikut dampak yang ditimbulkan virus komputer, dampak

   negatifnya dilihat dari beberapa aspek :




                                    23
a.   Dampak terhadap pemakai

            Menimbulkan banyak ketidak-pastian dalam perencanaan

     maupun pencapaian target. Hal tersebut disebabkan pemakai sering

     mengalami kerusakan program, kehilangan data, dan kesalahan-

     kesalahan lain yang sulit diduga, baik penyebabnya maupun saat

     terjadinya.

b.   Dampak terhadap sistem

            Kerja sistem komputer menjadi tidak dapat diandalkan karena

     setiap saat bisa mengalami infeksi, datanya hancur, atau storage-nya

     dikorupsi.

c.   Dampak terhadap populasi

            Virus komputer menyukai sistem komputer yang memiliki

     populasi besar. Oleh karena itu, akibat infeksinya bukan hanya

     menimbulkan penyakit pada satu atau dua komputer saja, melainkan

     menjadi suatu epidemi yang mengancam seluruh populasi di berbagai

     belahan dunia.

d.   Dampak terhadap komputasi

            Kenyataan menunjukkan baha virus menimbulkan berbagai

     gangguan. Hal ini bisa mengurangi kepercayaan terhadap hasil kerja

     komputer yang selama ini dianggap „sempurna‟. Di samping itu,

     adanya virus yang bisa dengan cepat menular dari satu file ke file yang

     lain dan dari satu sistem ke sistem lain, dikhawatirkan akan

     mengurangi minat para pemakai untuk sharing.




                                 24
     e.   Dampak sosial dan ekonomi

                 Kiat dalam dunia bisnis, terutama yang berkaitan dengan

          bidang jasa sangat bergantung pada “kepercayaan” masyarakat. Bila

          sistem komputer suatu bank misalnya, mengalami ganggguan virus

          sehingga mengacaukan sistem keuangannya, maka bisa dimengerti bila

          jumlah nasabahnya menurun drastis, meskipun gangguan tersebut

          kemudian berhasil diatasi. Hal ini tidak lain disebabkan berkurangnya

          “kepercayaan” para nasabah. Dilihat dari segi ekonomi, ini berarti

          hilangnya banyak keuntungan.



B. Penanggulangan Virus Komputer

          Langkah utama menanggulangi virus komputer adalah dengan cara

   menggunakan Anti-Virus Software. Anti-virus software adalah sebuah

   program komputer yang digunakan untuk memeriksa file-file dengan tujuan

   mengidentifikasi dan menghapus virus komputer dan malware lainnya.

          Cara menanggulangi virus komputer adalah dengan cara menggunakan

   Anti-Virus Software. Anti-virus software adalah sebuah program komputer

   yang digunakan untuk memeriksa file-file dengan tujuan mengidentifikasi dan

   menghapus virus komputer dan malware lainnya. Pada saat ini ada tiga jenis

   metode anti virus yang lazimnya digunakan, yaitu:

   1. Scanners

             Scanners adalah program yang memeriksa file-file executable

      untuk menemukan rangkaian kode yang merupakan bagian dari komputer




                                      25
virus yang telah diketahui sebelumnya. Pada saat ini scanners adalah jenis

program anti virus yang paling banyak digunakan dengan alasan

kemudahan dalam penggunaannya. Pada dasarnya scanners terdiri atas:

1) Search Engine (mesin pencari).

2) Database yang berisi rangkaian kode dari virus yang telah diketahui

   sebelumnya (sering kali disebut juga virus signatures atau scan

   strings). Jika sebuah virus baru ditemukan, maka database akan di-

   update dengan signatur yang dimiliki hanya oleh virus tersebut dan

   tidak terdapat di dalam program lainnya. Hal ini dapat dilakukan tanpa

   memerlukan pemahaman yang lebih jauh mengenai virus tersebut.

       Beberapa kelemahan yang dimiliki scannners adalah:

1) Scanners harus tetap dijaga agar up-to-date secara terus menerus

   karena scanners hanya dapat mendeteksi virus yang telah diketahui

   sebelumnya.

2) Scanners cenderung rentan terhadap virus polymorphic yang memiliki

   kemampuan untuk mengubah/mengkodekan dirinya sendiri sehingga

   terlihat berbeda pada setiap file yang terinfeksi. Hal ini dapat diatasi

   dengan memahami mutation engine yang terdapat di dalam virus

   tersebut secara mendetail.

3) Proses scanning yang dilakukan dalam mendeteksi keberadaan virus-

   virus cenderung bersifat time-consuming, mengingat keberadaan virus-

   virus, worms, dan trojan horses dengan jumlah yang luar biasa

   banyaknya.




                                26
       Meski punya kelemahan, metode Scanners merupakan metode yang

   paling banyak digunakan oleh Anti-Virus Software yang banyak

   digunakan saat ini (AVG, McAfee, Norton, dll) yang harus selalu di

   update dan banyak juga digunakan oleh Antivirus Online (Kapersky, dll).

           Setidaknya ada tiga macam hasil yang bisa kita dapat setelah

   menggunakan Anti Virus Software mode Scanners pada suatu file :

1) File yang di-scan bebas (health) dari virus. Hal ini bisa didapat jika code

   source virusnya sudah ada dalam database antivirus yang digunakan.

   Contoh virus : Win 32/Bacalid oleh AVG 8.0.

2) File yang di-scan tidak bisa bebas dari virus, namun virus tersebut tidak

   dapat aktif dan dikarantina (vault) oleh antivirus tersebut. Biasanya hal itu

   terjadi karena code source virus mirip dengan code source suatu virus yang

   ada dalam database antivirus, bisa merupakan upgrade suatu virus. Contoh

   virus : Win 32/Alman, yang mirip dengan Win 32/Bacalid, namun AVG

   8.0 hanya bisa mengkarantinanya.

3) File yang di-scan tidak bisa bebas dari virus, dan harus dihapus file-nya

   untuk menghilangkan virus. Biasanya hal ini terjadi karena virus tersebut

   benar-benar virus terbaru, dan pilihan untuk menghadapi virus semacam

   ini harus di-remove oleh Antivirus beserta file-filenya. Namun tidak

   semua virus dapat di-remove secara mudah oleh Antivirus, virus Brontok

   jenis tertentu ada yang harus menggunakan removal khusus yang dapat

   didownload dari internet. Install ulang komputer merupakan jalan satu-

   satunya jika virus semacam ini mengenai file system komputer kita.




                                    27
2. Monitors

      Monitors adalah program yang „tinggal‟ (besifat menetap) di dalam

   memory komputer untuk secara terus menerus memonitor fungsi dari

   sistem operasi yang bekerja. Pendeteksian sebuah virus dilakukan dengan

   memonitor fungsi-fungsi yang diindikasikan berbahaya dan memiliki sifat

   seperti sebuah virus, seperti merubah isi dari sebuah file yang executable

   dan tindakan-tindakan yang mem-bypass sistem operasi. Ketika sebuah

   program mencoba melakukan hal-hal di atas, maka monitors akan

   memblok eksekusi dari program tersebut.

      Tidak seperti halnya scanners, monitors tidak memerlukan update

   secara terus menerus. Namun kelemahan utama dari monitors adalah

   kerentanan terhadap virus tuneling yang memiliki kemampuan untuk

   mem-bypass program monitors. Hal ini dikarenakan pada sistem operasi

   PC pada umumnya, sebuah program yang sedang dieksekusi (termasuk

   sebuah virus) memiliki akses penuh untuk membaca dan mengubah daerah

   manapun di dalam memori komputer bahkan yang merupakan bagian dari

   sistem operasi tersebut sehingga monitors yang juga merupakan bagian

   dari memori komputer dapat dilumpuhkan. Kelemahan porgram monitors

   lainnya adalah kesalahan yang kerap kali dilakukannya mengingat

   pendeteksian virus didasarkan pada kelakuan-kelakuan seperti yang

   disebutkan di atas, sehingga kerap kali fungsi dari sebuah program lain

   (yang bukan merupakan virus komputer) dianggap sebagai sebuah virus.




                                   28
3. Integrity Checkers

          Integrity checkers adalah program yang mampu mendeteksi objek

   executable lain yang telah dimodifikasi dan mendeteksi infeksi dari sebuah

   virus. Integrity checkers bekerja dengan cara menghitung checksum

   (menghitung integritas) dari kode-kode program yang executable dan

   menyimpannya di dalam sebuah database. Kemudian secara periodik

   checksum dari program-program tersebut akan dihitung ulang dan

   dibandingkan dengan database checksum tersebut. Beberapa pakar menilai

   bahwa database checksum ini harus dilalui proses kriptografi setelah

   proses perhitungan checksum selesai, untuk menghindari usaha modifikasi

   yang dapat dilakukan oleh virus komputer. Pada saat ini terdapat beberapa

   jenis integrity checkers:

   a. Off-line integerity checkers: perlu di-run terlebih dahulu untuk

      memeriksa checksum dari seluruh kode executable yang terdapat di

      dalam sistem komputer.

   b. Integrity checkers yang bekerja dengan cara membuat modul-modul

      yang akan diattach (ditempel) pada file executable dengan bantuan

      program khusus tertentu. Sehingga bila file executable tersebut

      dijalankan, ia akan melakukan proses perhitungan checksumnya

      sendiri. Namun hal ini memiliki kekurangan karena tidak seluruh file

      executable dapat diperlakukan seperti ini, dan integrity checkers jenis

      ini dapat dengan mudah di-bypass oleh virus steath.




                                   29
c. Jenis terakhir dari integrity checkers yang bersifat residensial

   (mendiami) memori dan akan melakukan perhitungan ketika objek

   executable dieksekusi.

   Integrity checkers tidak bersifat virus-specific sehingga tidak

memerlukan update secara terus menerus seperti scanners. Selain itu

karena integrity checkers tidak berusaha memblok kerja dari virus

komputer seperti halnya monitors, maka integrity checkers tidak dapat di-

bypass oleh virus tunneling.

   Beberapa kekurangan yang dimiliki integrity checkers:

a. Integrity checkers tidak memiliki kemampuan untuk mencegah proses

   penginfeksian oleh sebuah virus, hanya dapat mendeteksi dan

   melaporkan hasil pendeteksian yang dilakukannya tersebut.

b. Integrity checkers pertama kali harus di sistem yang bebas virus, jika

   tidak maka hasil perhitungan pertama yang dilakukannya merupakan

   hasil perhitungan yang telah terinfeksi. Sehingga pada umumnya, pada

   saat proses peng-install-an program integrity checkers dilengkapi

   dengan scanners untuk memastikan sistem bebas virus.

c. Integrity checkers rentan terhadap false positive (kesalah indikasi

   keberadaan virus pada program yang sebenarnya bebas virus) , karena

   integrity checkers mendeteksi perubahan bukan virus.

d. Integrity checkers tidak dapat mendeteksi sumber dari infeksi virus,

   walaupun     dapat   mendeteksi    proses      penyebaran   virus   dan

   mengidentifikasi objek yang baru terinfeksi.




                               30
e. Integrity checkers rentan terhadap slow viruses, karena slow virus

   menginfeksi file target ketika file tersebut ditulis ke dalam disk.



   Meskipun adanya kekurangan-kekurangan di atas, banyak pakar

menganggap integrity checkers sebagai pertahanan yang paling baik

terhadap ancaman virus komputer dan malware lainnya.




                                 31
                                       BAB IV

                           KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

        Virus komputer hanyalah sebuah program yang bisa membuat rusak

program lain. Hal ini dikarenakan si pembuat virus membuatnya untuk seperti itu.

Kode-kode bahasa pemrograman dibuat sedemikian rupa hingga menghasilkan

suatu   program     yang    bisa     menginfeksei   program   lain,   atau   bahkan

menghancurknnya.

        Virus komputer banyak menimbulkan dampak yang buruk bagi kehidupan

kita. Mulai dari kondisi psikis manusia, sosial, dan ekonomi bisa jadi sasaran

dampak keberadaanya.

        Kemajuan teknologi yang semakin meningkat mendorong virus komputer

untuk semakin maju pula. Dari mulai file dan boot sector yang menjadi media

penyebaran virus saat awal mula berkembang hingga sekarang, melalui jalur

internet.

        Antivirus pun bermunculan, dengan mengetahui source kode dari suatu

virus, pengurungan hingga penghapusan suatu virus pun dapat dilakukan.

        Deteksi dini dapat dilakukan dengan mengenali ciri-ciri komputer yang

terinfeksi virus sebagai berikut :

    1. Komputer mulai lambat hanya untuk sekedar menjalankan suatu aplikasi

        ringan.




                                          32
   2. Bermunculannya file-file yang aneh, atau muncul folder baru dengan nama

       sama dengan folder lain.

   3. Komputer meng-restart dirinya sendiri ketika kita masuk ke dalam

       program tertentu, seperti Antivirus, task manager, dll.

   4. Komputer tidak merespon ketika dilakukan suatu perubahan.

   5. Tiba-tiba muncul pesan yang tidak jelas di desktop, atau bisa berupa file

       .txt yang bisa kita baca.

   6. Antivirus tidak dapat dijalankan.

       Setelah terlihat salah satu ciri komputer terinfeksi virus, maka hal yang

harus dilakukan adalah :

   1. Perkirakan sumber virus. Bisa dari flashdisk, jaringan Internet, dan lain-

       lain.

   2. Scan komputer dengan menggunakan Antivirus yang ada dan sudah

       terupdate. Jika belum ada Antivirus, banyak Antivirus yang dapat

       didownload di Internet secara gratis, yang dapat diinstall di komputer

       (AVG, Antivir, dll) dan kualitasnya pun lumayan.

   3. Jika suatu virus hanya dapat dideteksi oleh Antivirus, namun Antivirus

       tidak dapat menghilangkannya, biasanya ada suatu program tertentu yang

       disediakan di internet untuk suatu virus tertentu (removal), kemudian kita

       kirim contoh virus tersebut ke tim analisis antivirus yang kita gunakan

       untuk diteliti lebih lanjut (biasanya option ini ada dalam suatu software

       antivirus).



                                        33
   4. Konsultasi pada ahli yang ada di lingkungan sekitar kita. Ahli IT, atau

       orang-orang yang berpengalaman di bidang komputer.

       Cara yang penulis rasa paling efektif sampai saat ini menanggulanginya

adalah dengan menggunakan Anti-Virus Software dengan update yang terus

diperbaharui. Sebaik dan sebagus apapun merk sebuah antivirus, jika tidak

diupdate, maka akan sia-sia saja. Virus baru bermunculan setiap harinya, sehingga

antivirus yang kita miliki juga harus diupdate setiap hari dengan cara

mendownload virus signature (*.*bin) di situs resmi antivirus yang digunakan.




B. Saran

       Penulis merasa perlunya ada pemahaman akan dasar dari virus komputer

itu sendiri, karena dengan begitu kita bisa mengetahui jenis virus yang menyerang

komputer kita dan dampak yang ditimbulkannya.

       Juga perlunya peninjauan akan latar belakang si pembuat virus dan

motifnya, dengan memahaminya, meminimalisir virus yang ada bisa jadi sesuatu

yang tak mustahil.

       Penggunaan Anti Virus yang selalu diupdate akan meminimalisir virus-

virus komputer yang akan menjangkiti komputer kita. Antivirus Software bisa

didownload secara gratis di situs resminya (AVG) dan ada juga perusahaan yang

mengeluarkannya dalam bentuk produk (PC Media).




                                       34
                             DAFTAR PUSTAKA

Ajoes,    Sogi.     2006.    Definisi   Komputer.      [online].  Tersedia   :
     http://misstriad.wordpress.com/2006/10/05/definisi-komputer/ [28 Februari
     2009].

Amperiyanto, Tri. 2007. P3k Virus Komputer. Jakarta : Elex Media Komputindo.

Cakrabirawa. 2002. Komponen Penting di Tubuh Virus. [online]. Tersedia :
     http://www.geocities.com/hchandraleka/KomponenPentingdiTubuhVirus.pd
     f [12 Agustus 2008].

Depdiknas. Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Jaringan. [online]. Tersedia :
    http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php [28 Februari 2009].

Hadi, Djarot. 1991. Menanggulangi Virus Komputer di Perkantoran. Mikrodata.
     Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.

             . 1991. Mengenal Virus Komputer. Mikrodata. Jakarta : PT. Elex
        Media Komputindo.

Haynes, Colin. 1992. Pedoman Proteksi Terhadap Virus Komputer. Sybex.
    Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.

Hendrawan, Leo. 2004. Virus Komputer : Sejarah dan Perkembangannya. Tugas
    akhir pada Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri – Institut
    Teknologi Bandung : dipublikasikan.

Lukito, Ediman dkk. 1990. Memerangi Virus Komputer. Mikrodata. Jakarta: PT.
     Elex Media Komputindo.

Pracaya. 1999. Hama Penyakit Tanaman. Jakarta : PT. Niaga Swadaya.

Rais.     Mengenal     Virus      Komputer.  [online]. Tersedia  :          http://
        www.rais.web.id/tipstrik/Mengenal%20Virus%20Komputer.pdf               [12
        Agustus 2008].

Ramdani, Dadan. 2008. Tanda-Tanda Komputer Kena Virus dan
    Penanggulangannya.             [online].           Tersedia            :
    http://ramdani1428.wordpress.com/2008/03/11/tanda-tanda-komputer-kena-
    virus-penanggulangannya/ [02 Maret 2009].

Robianto, Riska. 2008. Definisi Virus Komputer. [online]. Tersedia : http://riska-
     robianto.blogspot.com/2007/08/definisi-virus-komputer.html [03 Maret
     2009]




                                       35
Teddy.     2008.     Virus      dan      Monera.    [online].    Tersedia   :
    http://tedbio.multiply.com/journal/item/12 [03 Maret 2009]




                                      36

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:14
posted:7/25/2011
language:Indonesian
pages:47