Doing more and better by ricisan

VIEWS: 354 PAGES: 2

More Info
									Tak cukup hanya Doing More, but Doing better

Tadi malam, secara tanpa sengaja setelah menonton sebuah tayangan pendidikan di
Planet Animal, saya menekan remote kontrol dan memilih stasiun televisi Metro TV,
ternyata iklan, dan hampir saja saya memindahkan siaran ke channel yang lain, namun
pada saat ini sebuah tayangan yang tak asing lagi setiap malam senin yaitu Mario Teguh
Golden Ways (MTGW), saya suka tayangan ini, karena selalu saja ada semangat baru
dan jiwa yang bahagia selepas menonton acara ini.

Tadi malam, saya memang tak sempat mengikutinya dari awal, dan pada saat saya
menontonnya, acara itu sampai pada sesi tanya jawab, dan seorang peserta bertanya
yang pada intinya jika tak salah saya menangkap, “dimana letak kesempatan
seseorang untuk lebih baik dari orang lain, apakah itu dalam pekerjaan maupun
hal lainnya” seelah bertanya, sang moderator mempersilahkan pak mario untuk
menjawab, dengan singkat, padat dan sangat jelas beliau menegaskan, orang-orang yang
mau berbuat lebih baik, dan tak hanya berbuat lebih banyak akan menjadi lebih baik
dan juga dilebihkan dalam banyak hal oleh Tuhan, setiap orang pada dasarnya memiliki
kesempatan dalam jumlah waktu yang sama, lalu yang membedakan setiap orang
adalah, mereka tak hanya berbuat sesuai yang di haruskan, namun mereka berbuat
lebih baik pada apa yang menjadi kewajiban mereka, itulah yang kan membuat setiap
orang akan berbeda (lebih baik) dari pada yang lainnya.

Sangat sepakat dengan sang motivator (mario teguh) kemampuan kita untuk berbuat
terbaik sangat dituntut, terkadang setiap orang hanya menjalankan dan melakukan
seperti apa yang dimau banyak pimpinan atau bosnya, tanpa mau berimprovisasi untuk
hasil yang lebih baik, dan hal ini dilakukan banyak orang karena itulah salah satunya
cara untuk terbebas dari yang namanya “kesalahan” atau “resiko”. Pada masa sekarang
ini, berbuat banyak ( doing more ) tidak lah lagi cukup, harus ada kemampuan untuk
berbuat terbaik (doing Better), karena hal ini lah yang kan menjadi nilai tambah (added
value) bagi setiap orang, dan pastinya nilai ini lah yang kan membedakan.

Belajar dari beberapa hal diatas, magrib tadi, saya mengalami peristiwa yang tidak jauh-
jauh dari cerita mario teguh diatas, ketika keluar dari kantor untuk pergi dengan
niatnya ngopi bersama teman-teman di sebuah warung kopi miliknya, awalnya saya
tidak merasakan keanehan di ban roda belakang saya, belum jauh perjalanan itu
berlangsung, kendaraan saya sedikit oleng, saat itu saya baru sadar bahwa ban motor
saya agak kempes dan feeling saya saat itu, kemungkinan besar kempesnya itu karena
bocor, saya terus berjalan hingga menemukan sebuah tempat yang menyediakan jasa
Tempel Ban, layaknya kebanyakan orang lainnya, yang diinginkan pasti yang terbaik.

Saya datang dan mengatakan, ban nya mungkin bocor, karena tiba-tiba kempes sendiri,
sang tukang pun datang dan langsung membuka ban tersebut, saya Cuma melihatnya,
setelah ban bagian dalam berhasil dikeluarkan, dan biasanya akan ditempel dengan cara
dimasak (diletakkan atas tungku api yang berlapiskan besi), dari awal saya cuma
melihat tanpa be
								
To top