BAB II TINJAUAN PUSTAKA A Tinjauan Teoritis 1 Biaya Produksi a Definisi dan pengelompokan biaya by cnj13808

VIEWS: 200 PAGES: 15

More Info
									                                      BAB II

                                TINJAUAN PUSTAKA



A.   Tinjauan Teoritis

     1. Biaya Produksi

        a. Definisi dan pengelompokan biaya

               Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam

          satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi

          untuk tujuan tertentu. Seringkali istilah biaya digunakan sebagai

          sinonim dari beban. Tetapi beban dapat didefinisikan sebagai aliran

          keluar terukur dari barang atau jasa, yang kemudian ditandingkan

          dengan pendapatan untuk menentukan laba.

               Klasifikasi biaya sangat penting guna membuat ikhtisar yang

          berarti atas data biaya. Menurut Usry (2006:40), klasifikasi yang

          paling umum digunakan didasarkan pada hubungan antara biaya

          dengan berikut ini:

          1) Produk

                Dalam lingkungan manufaktur, total biaya operasi terdiri dari

             dua elemen yaitu:

             a) Biaya Manufaktur

                      Biaya manufaktur disebut juga biaya produksi atau biaya

             pabrik yang didefinisikan sebagai jumlah dari tiga elemen biaya:

             bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik.




                                                      Universitas Sumatera Utara
  Bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung, keduanya disebut

  sebagai biaya utama. Tenaga kerja langsung dan overhead pabrik,

  keduanya disebut biaya konversi.

  b) Beban Komersial

              Beban komersial terdiri atas dua klasifikasi besar yaitu

  beban pemasaran dan beban administratif. Beban pemasaran mulai

  dari titik di mana biaya manufaktur berakhir, yaitu ketika proses

  manufaktur selesai dan produk ada dalam kondisi siap dijual.

  Beban pemasaran termasuk beban promosi, beban penjualan dan

  pengiriman. Beban administratif termasuk beban yang terjadi

  dalam mengarahkan dan mengendalikan organisasi.

2) Volume produksi

  Berdasarkan volume produksi, biaya terdiri sebagai berikut:

  a) Biaya Variabel

          Jumlah total biaya variabel berubah secara proporsional

  terhadap perubahan aktivitas dalam rentang yang relevan. Biaya

  variabel biasanya memasukkan biaya bahan baku dan biaya tenaga

  kerja langsung. Biaya overhead yang diklasifikasikan sebagai biaya

  variabel adalah perlengkapan, biaya penerimaan, peralatan kecil

  dan lain-lain.

  b) Biaya Tetap

          Biaya tetap bersifat konstan secara total dalam rentang yang

  relevan. Biaya overhead yang diklasifikasikan sebagai biaya tetap




                                             Universitas Sumatera Utara
  adalah gaji eksekutif produksi, depresiasi, pajak properti dan lain-

  lain.

  c) Biaya Semivariabel

          Beberapa jenis biaya memiliki elemen biaya tetap dan biaya

  variabel yang disebut dengan biaya semivariabel. Misalnya, biaya

  listrik biasanya adalah biaya semivariabel. Berikut ini adalah

  contoh-contoh lain dari biaya overhead semivariabel yaitu inspeksi,

  jasa departemen biaya, jasa departemen penggajian, jasa kantor

  pabrik, asuransi kompensasi dan pajak penghasilan.

3) Departemen, proses, pusat biaya atau subsidi lain dari manufaktur

      Suatu bisnis dapat dibagi menjadi segmen-segmen yang

  memiliki berbagai nama. Pembagian pabrik menjadi departemen,

  proses-proses, unit kerja, pusat biaya, atau kelompok biaya juga

  berfungsi    sebagai    dasar   untuk    mengklasifikasikan     dan

  mengakumulasikan biaya dan membebankan tanggung jawab

  untuk pengendalian biaya.

  a) Biaya langsung departemen

          Biaya langsung departemen adalah biaya yang dapat

  ditelusuri ke suatu departemen di mana biaya tersebut berasal.

  Contohnya gaji dari supervisor departemen.

  b) Biaya tidak langsung departemen

          Biaya tidak langsung departemen adalah biaya yang

  digunakan bersama oleh beberapa departemen yang memperoleh




                                             Universitas Sumatera Utara
  manfaat dari biaya tersebut. Contohnya sewa gedung dan biaya

  penyusutan gedung.

4) Periode akuntansi

          Berdasarkan hubungannya dengan periode akuntansi maka

  biaya dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  a) Pengeluaran Modal

          Suatu pengeluaran modal ditujukan untuk memberikan

  manfaat di masa depan dan dilaporkan sebagai aktiva.

  b) Pengeluaran Pendapatan

          Pengeluaran    pendapatan      memberikan      manfaat   untuk

  periode sekarang dan dilaporkan sebagai beban.

5) Suatu keputusan, tindakan atau evaluasi

        Ketika suatu pilihan harus dibuat di antara tindakan-tindakan

atau alternatif-alternatif yang mungkin dilakukan, adalah penting

untuk   mengidentifikasikan    biaya.    Untuk     tujuan    pengambilan

keputusan oleh manajemen data biaya dikelompokkan menjadi:

  a) Biaya Relevan

          Biaya    relevan    adalah     biaya    yang      mempengaruhi

  pengambilan keputusan, oleh karena itu biaya tersebut harus

  diperhitungkan di dalam pengambilan keputusan. Pengambilan

  keputusan dapat berupa pilihan pemilihan dua alternative atau

  pemilihan lebih dari dua alternatif.




                                                 Universitas Sumatera Utara
       b) Biaya Tidak Relevan

            Biaya tidak relevan adalah biaya yang tidak mempengaruhi

   pengambilan keputusan, oleh karena itu biaya ini tidak perlu

   diperhitungkan atau dipertimbangkan dalam proses pengambilan

   keputusan.



b. Biaya Produksi

           Biaya produksi atau biaya pabrik adalah biaya-biaya yang

  terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk yang siap untuk

  dijual. Biaya produksi dapat digolongkan menjadi biaya bahan baku,

  biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.

  1.    Biaya bahan baku

             Biaya bahan adalah nilai uang dari penggunaan bahan yang

        diolah menjadi produk selesai. Bahan baku adalah bahan yang

        dapat diidentifikasi dengan produk yang dihasilkannya. Nilainya

        relatif besar dan umumya sifat bahan baku masih melekat pada

        produk yang dihasilkan. Biaya bahan baku adalah nilai uang dari

        bahan baku yang digunakan dalam proses produksi.

             Bahan baku merupakan bahan yang membentuk bagian

        menyeluruh produk jadi. Bahan baku yang diolah dalam

        perusahaan manufaktur dapat diperoleh dari pembelian lokal,

        impor atau pengolahan sendiri. Didalam memperoleh bahan

        baku, perusahaan tidak hanya mengeluarkan biaya sejumlah




                                               Universitas Sumatera Utara
      harga beli bahan baku saja, tetapi juga mengeluarkan biaya-biaya

      pembelian, pergudangan, dan biaya-biaya perolehan lain.

2.    Biaya tenaga kerja langsung

              Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang secara

      langsung mengolah bahan baku menjadi proses produksi. Biaya

      tenaga kerja adalah upah dari tenaga kerja yang mengerjakan

      proses produksi. Tenaga kerja langsung dibebankan secara

      langsung pada produk dan perubahannya dapat diukur dalam

      hubungannya dengan jumlah yang diproduksi.

3.    Biaya Overhead Pabrik

            Biaya overhead pabrik adalah semua komponen produksi

     selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung yang

     terdiri dari biaya bahan pembantu, biaya tenaga kerja tidak

     langsung, biaya penyusutan aktiva tetap pabrik, biaya asuransi

     bangunan pabrik, biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap

     pabrik dan biaya listrik pabrik. Biaya overhead pabrik dapat pula

     didefinisikan sebagai seluruh biaya produksi yang tidak dapat

     dilacak atau tidak perlu dilacak ke unit produksi secara individual.

            Jumlah overhead pabrik yang dibebankan diperoleh dari

     perkalian suatu tarif dengan suatu ukuran aktivitas pabrik. Tarif

     biaya overhead dapat didasarkan pada estimasi biaya yang akan

     terjadi dan dapat pula atas dasar biaya yang sudah terjadi. Terlepas

     apakah tarif yang digunakan adalah tariff standar atau tarif




                                                 Universitas Sumatera Utara
  sesungguhnya,     penentuan       jumlah   overhead    pabrik   yang

  dibebankan dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Pendistribusian biaya overhead ke departemen-departemen

  2. Pengalokasian dari departemen yang satu ke departemen yang

     lain, misalnya dari departemen jasa ke departemen produksi.

  3. Membagi biaya overhead ke departemen-departemen produksi

     atas dasar ukuran aktivitas yang setepat mungkin.



c. Metode Pengumpulan Biaya Produksi

         Untuk dapat menghasilkan suatu perhitungan harga pokok

  produk diperlukan suatu       proses pengumpulan dari biaya-biaya

  yang terjadi atas suatu produk.

         Adapun metode pengumpulan biaya produksi itu sendiri

  ditentukan oleh sifat dari pengolahan produk yang diproduksi.

  “Pengolahan suatu produk bisa atas dasar pesanan dari langganan

  atau atas dasar produksi massa yang dilakukan” (Abdul, 1999:20).

  Oleh karena itulah metode pengumpulan biaya produksi terbagi

  atas metode harga pokok pesanan dan metode harga pokok proses.

  1. Perhitungan biaya atas dasar pesanan

         Pada perusahaan yang menggunakan metode harga pokok

  pesanan memiliki karakteristik sebagai berikut:

     a) Tujuan produksi perusahaan untuk melayani pesanan

         pembeli yang bentuknya tergantung pada spesifikasi




                                              Universitas Sumatera Utara
       pemesan, sehingga sifat produksinya terputus-putus dan

       setiap pesanan dapat dipisahkan identitasnya secara jelas.

   b) Biaya produksi dikumpulkan untuk setiap pesanan dengan

       tujuan dapat dihitung harga pokok pesanan dengan relatif

       teliti dan adil.

   c) Jumlah total harga pokok untuk pesanan tertentu dihitung

       pada saat pesanan yang bersangkutan selesai, dengan

       menjumlahkan semua biaya yang dibebankan kepada

       pesanan yang bersangkutan. Harga pokok pesanan untuk

       pesanan tertentu dihitung dengan membagi jumlah total

       harga pokok pesanan yang bersangkutan dengan jumlah

       satuan produk pesanan yang bersangkutan.

   d) Pesanan sudah selesai dimasukkan ke gudang produksi

       selesai dan biasanya segera akan diserahkan kepada

       pemesan      sesuai dengan   saat/tanggal pesanan      harus

       diserahkan.

2. Perhitungan biaya atas dasar proses

   Karakteristik dari perhitungan biaya atas dasar proses adalah:

   a) Laporan       harga   pokok   produksi    digunakan     untuk

       mengumpulkan, meringkas dan menghitung harga pokok

       baik total maupun satuan atau per unit. Apabila produk

       diolah melalui beberapa departemen maka laporan harga




                                           Universitas Sumatera Utara
                pokok produk disusun setiap departemen di mana produk

                diolah.

          b) Biaya produksi periode tertentu dibebankan kepada produk

                melalui    rekening      barang      dalam     proses     yang

                diselenggarakan untuk setiap elemen biaya.

          c) Produksi dikumpulkan dan dilaporkan untuk satuan waktu

                atau periode tertentu.

          d) Produksi ekuivalen digunakan untuk menghitung harga

                pokok satuan.

          e) Untuk menghitung harga pokok satuan setiap elemen biaya

                produk tertentu, maka elemen biaya produksi tertentu

                dibagi dengan produksi ekuivalen untuk elemen biaya yang

                bersangkutan.

          f) Harga pokok yang diperhitungkan untuk mengetahui

                elemen-elemen yang menikmati biaya yang dibebankan,

                berapa    biaya   yang   dinikmati    produk    selesai   dari

                departemen tertentu atau pengolahan yang dipindahkan ke

                gudang atau ke departemen berikutnya dan berapa harga

                pokok produk dalam proses akhir.



2. Harga Jual

       Penentuan harga jual atau produk merupakan salah satu

   pengambilan keputusan manajemen yang penting. Bagi manajemen,




                                                     Universitas Sumatera Utara
penentuan harga jual produk atau jasa bukan hanya merupakan

kebijaksanaan di bidang        pemasaran atau keuangan,      melainkan

merupakan kegiatan yang        berkaitan dengan seluruh aspek kegiatan

perusahaan. Harga jual produk atau jasa, selain mempengaruhi volume

penjualan atau jumlah pembeli produk atau jasa tersebut, juga akan

mempengaruhi jumlah pendapatan perusahaan.

         Biaya merupakan komponen penting yang harus dipertimbangkan

dalam penentuan harga jual produk atau jasa. Harga jual produk atau

jasa pada umumnya ditentukan dari jumlah semua biaya ditambah

jumlah tertentu yang disebut dengan markup. Penentuan harga jual

produk atau jasa, pada umumnya menggunakan pendekatan cost plus.

Disamping itu, manajemen harus mempertimbangkan pula faktor-faktor

yang mempengaruhi penentuan harga yaitu harga jual produk saingan

dan kondisi perekonomian pada umumnya. Pengetahuan mengenai teori

ekonomi yang berkaitan dengan penentuan harga jual produk atau jasa

akan bermanfaat bagi akuntansi manajemen. Teori ini disebut teori

harga. Menurut teori tersebut, harga jual yang terbaik adalah dapat

memaksimumkan laba perusahaan. Maksimasi laba terjadi pada saat

perbedaan antara pendapatan total dengan biaya total dalam jumlah yang

paling besar.

         Menurut Abdul dan Supomo (2001:98), ada tiga konsep yang dapat

digunakan untuk penentuan harga jual dengan pendekatan cost plus,

yaitu:




                                                Universitas Sumatera Utara
            1. Konsep Biaya Total
               Berdasarkan konsep biaya total ini, harga jual ditentukan
               dari:
               Biaya total= biaya produksi + biaya pemasaran + biaya
               administrasi dan umum, ditambah dengan jumlah laba yang
               diinginkan oleh perusahaan.
            2. Konsep Biaya Produk
               Berdasarkan konsep ini, harga jual ditentukan dari biaya
               produksi ditambah dengan markup. Pengertian markup
               menurut konsep ini adalah laba yang dikehendaki + biaya
               pemasaran + biaya administrasi dan umum.
            3. Konsep Biaya Variabel
               Menurut konsep ini, biaya variabel yang terdiri dari biaya
               produksi variabel + biaya pemasaran variabel + biaya
               administrasi dan umum variabel ditambah dengan markup.
               Pengertian markup dalam hal ini adalah laba yang
               dikehendaki ditambah semua biaya yang bersifat tetap.


3. Laporan Laba Rugi

        Setiap perusahaan umumnya akan membuat laporan keuangan

   pada setiap akhir periode aktivitasnya. Laporan keuangan merupakan

   produk akhir dari proses atau kegiatan-kegiatan akuntansi dalam suatu

   kesatuan usaha. Salah satu komponen laporan keuangan adalah laporan

   laba rugi.

        Menurut Ikatan Akuntan Indonesia, ”laporan laba rugi merupakan

   laporan keuangan dasar atas ikhtisar pendapatan dan beban yang

   merupakan hasil operasi perusahaan dalam suatu periode akuntansi”.

   Pada bagian bawah laporan laba rugi memperlihatkan laba atau rugi

   perusahaan selama periode tersebut. Laba atau rugi tersebut akan

   meningkatkan atau menurunkan ekuitas pemilik pada neraca.

          Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2004:17),            definisi
          penghasilan, beban dan laba sebagai berikut:




                                                 Universitas Sumatera Utara
                 Penghasilan adalah kenaikan manfaat ekonomi selama suatu
                 periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan
                 aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan
                 ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal.
                 Beban adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode
                 akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva
                 atau terjadinya kewajiban yang tidak menyangkut pembagian
                 kepada penanam modal.
                 Laba adalah selisih bersih antara pendapatan dan pengeluaran.


     4. Hubungan Biaya Produksi, Harga Jual dan Laba

               Jumlah laba yang diperoleh merupakan indikator keberhasilan bagi

         perusahaan yang orientasinya mencari laba.

                 Menurut Abdul (2005:50), ada tiga faktor yang mempengaruhi
                 laba perusahaan yaitu biaya, harga jual dan volume (penjualan
                 dan produksi). Biaya yang timbul dari perolehan atau untuk
                 pengolahan suatu produk atau jasa akan mempengaruhi harga
                 jual produk yang bersangkutan. Harga jual produk atau jasa akan
                 mempengaruhi besarnya volume penjualan produk atau jasa yang
                 bersangkutan,sedangkan besarnya volume penjualan berpengaruh
                 terhadap volume produksi produk atau jasa tersebut. Selanjutnya
                 pada gilirannya volume produksi akan mempengaruhi besar
                 kecilnya biaya produksi. Dengan demikian faktor-faktor yang
                 mempengaruhi laba tersebut saling terkait antara satu dengan
                 yang lain.

B.   Tinjauan Penelitian Terdahulu

                                          Tabel 2.1

                      Ringkasan Tinjauan Penelitian Terdahulu

No   Peneliti        Judul            Variabel            Teknik          Hasil Penelitian
     (Tahun                           Penelitian          Analisis Data
     Penelitian)
1    Novie Bertina   Analisis         Variabel            Metode          Biaya produksi
     K.P (2006)      Pengaruh Biaya   Independen: Biaya   analisis data   dan harga jual
                     Produksi dan     Produksi dan        menggunakan     tidak
                     Harga CPO dan    Harga Jual          metode          berpengaruh
                     KPO terhadap     Variabel            statistik       secara
                     Laba pada        Dependen: Laba      dengan uji-t    signifikan
                     PTPN II                              dan uji-F       terhadap laba
                     Tanjung
                     Morawa




                                                               Universitas Sumatera Utara
2    Nova Sibarani   Analisis          Variabel            Metode             Biaya produksi
     (2007)          Pengaruh Biaya    Independen: Biaya   analisis data      dan biaya
                     Produksi dan      Produksi dan        menggunakan        kualitas
                     Biaya Kualitas     Biaya Kualitas     regresi linear     memiliki
                     terhadap Laba                         berganda           hubungan yang
                     pada PT.Toba      Variabel            dengan    uji-t    sangat lemah
                     Pulp Lestari      Dependen: Laba      dan uji-F          dan berpengaruh
                     Tbk Sosor                                                negatif terhadap
                     Ladang Porsea                                            laba
3    Mutiara         Analisis          Variabel            Metode             Biaya produksi
     Sinambela       Pengaruh Biaya    Independen:Biaya    analisis data      berpengaruh
     (2007)          Produksi          Produksi            menggunakan        secara
                     Terhadap Harga                        metode             signifikan
                     Jual dan Laba     Varibel             analisis regresi   terhadap harga
                     Pada PT           Dependen: Harga     sederhana          jual dan biaya
                      Perkebunan       Jual dan Laba                          produksi
                     Nusantara II                                             memiliki
                                                                              pengaruh
                                                                              terhadap    laba
                                                                              bersih
4    Vita Sajani P   Hubungan          Variabel            Metode             Biaya Produksi
     (2007)          Biaya Produksi    Independen: Biaya   analisis data      berhubungan
                     Terhadap          Produksi            menggunakan        negatif terhadap
                     Penetapan         Variabel            regresi            penetapan harga
                     Harga Jual Pulp                       sederhana dan      jual
                     pada PT TPL       Variabel            uji-t
                     Tbk Sosor         Dependen: Harga
                     Ladang Porsea     Jual
5    Badar           Pengaruh          Variabel            Teknik analisis    Bauran promosi
     Tando,SE        Bauran            Independen:         data               berpengaruh
     (2003)          Komunikasi        Bauran promosi      menggunakan        nyata terhadap
                     Pemasaran                             analisis regresi   volume
                     terhadap          Dependen:           berganda           penjualan
                     Volume            Volume penjualan
                     Penjualan
                     (Studi    kasus
                     Hotel Raddin
                     Jakarta)



C.   Kerangka Konseptual dan Hipotesis

     1. Kerangka Konseptual

                 Berdasarkan tinjauan teoritis,tinjauan penelitian terdahulu dan latar

         belakang masalah maka kerangka konseptual digambarkan sebagai

         berikut:




                                                                Universitas Sumatera Utara
                       Biaya
                      Produksi
                        (X1)




                                       H1      Laba (Y)




                     Harga Jual
                        (X2)



                   Gambar 2.1
              Kerangka Konseptual

       Biaya produksi adalah biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah

bahan baku menjadi produk yang siap dijual. Biaya produksi terdiri dari

biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead

pabrik. Harga jual produk dapat ditentukan dari jumlah semua biaya

yang dikeluarkan ditambah jumlah tertentu yang disebut dengan mark

up. Biaya produksi dan harga jual adalah faktor-faktor yang

mempengaruhi laba perusahaan (Abdul, 2005:50). Biaya produksi

berpengaruh negatif terhadap laba dan harga jual berpengaruh positif

terhadap laba perusahaan. Apabila biaya produksi naik maka laba akan

menurun dan apabila biaya produksi turun maka laba akan meningkat.

Jika harga jual produk naik maka laba akan naik dan sebaliknya apabila

harga jual produk turun maka laba akan menurun dimana volume

penjualan adalah tetap.




                                               Universitas Sumatera Utara
        PT Toba Pulp Lestari Tbk Sosor Ladang Porsea adalah perusahaan

   industri yang bergerak dalam bidang pengolahan hasil hutan yang

   menghasilkan p roduk jadi bubur kertas (pulp) dengan bahan baku utama

   kayu gelondongan eucalyptus (kayu balok). Dalam menghasilkan pulp

   tersebut maka perusahaan mengeluarkan biaya produksi. Produk pulp

   tersebut kemudian akan dijual. Biaya produksi dan harga jual tersebut

   akan mempengaruhi laba atas penjualan pulp tersebut.



2. Hipotesis

          Berdasarkan hubungan pada kerangka konseptual diatas, maka

   hipotesis yang dirumuskan yaitu:

   H1: Biaya Produksi dan Harga Jual berpengaruh terhadap Laba baik

        secara parsial maupun simultan pada PT TPL, Tbk.




                                                 Universitas Sumatera Utara

								
To top