Kontradiksi Rakyat by cair87

VIEWS: 1 PAGES: 1

									                             Kontradiksi Rakyat “Pejabat”
Kontradiksi Bangsa, Kenapa di Negara kita masih banyak perlawanan, seperti baru-baru ini
terjadi yakni, bom di hotel JW mariot dan trycalten, atau perampokan bank BNI. Semua pasti ada
hukum kontradiksi dan sebab akibatnya. Mungkin dari semua kejadian adalah karena adanya
rasa ketidakpuasan terhadap apa yang sudah ada. Sesuatu yang justru merugikan sebab
kurangnya publikasi (miskomunikasi). Memang sesuatu jika tidak seimbang maka akan terjadi
ketimpangan atau ketidakpuasan, ketika ketidakpuasan semakin bertumpuk maka akan menjadi
perlawanan. Namun sebuah peristiwa yang seperti itu tidak dikabarkan demikian oleh media
masa tapi justru orang-orang yang melakukan di buruh bagai binatang perusak. Sebenarnya tidak
hanya manusia yang melawan ketika diganggu, binatang pun akan melawan jika dia merasa
terancam bahaya. Tidak mungkin harimau akan memakan manusia jika sumber makanannya
masih ada, namun karena manusianya yang lebih rakus dari binatang, makanan harimau dan
harimau nya sekalian di buruh. Andaikan semua ini seimbang dan tidak ada ketimpangan dan
semua mapan, pasti tidak ada lagi perlawanan dan kejahatan. Jangan salahkan secara langsung
para pencuri, perampok, dan kejahatan lainnya. Karena mereka melakukan sesuatu pasti ada
alasannya, justru alasan ini yang perlu kita jadikan bahan evaluasi agar kejadian yang sama tidak
terulang lagi.

Namun ada watak manusia selalu kurang dengan apa yang sudah cukup bagi dia. Inilah yang
membuat semakin jauhnya jarak ketimpangan itu dan semakin besarnya perlawanan serta
kejahatan. Tidak hanya dari kalangan orang bawah yang melakukan pencurian dan perampokan
tapi dari orang pejabat atas pun juga, justru kejahatan yang dilakukan lebih halus dan kejam.
Rakyat kecil mungkin hanya mencuri ayam, tapi mereka mencuri kebahagiaan, kesejahteraan
dan harga diri bangsa dengan milyaran korupsi bahkan trilyunan, menjadikan citra bangsa buruk
di kalangan nasional dan internasional. Sebab kejahatan yang dilakukan orang bawah hanya
merugikan satu atau dua orang, tapi ketika yang melakukan kejahatan orang atas, yang dirugikan
bukan hanya sepuluh orang atau seratus tapi bisa mencapai jutaan bahkan seluruh rakyat
Indonesia.

Sungguh manusia lebih rakus dari binatang. Binatang mencuri paling hanya untuk makan
seketika itu saja tapi jika yang mencuri manusia kalau bisa untuk tujuh turunan, bahkan kalau
bisa seluruh alam dikuasainya. Itulah manusia lebih rakus dari binatang, memang secara dzhohir
bentuknya manusia tapi secara prilaku melebihi binatang. Seharusnya moral bangsa tidak akan
sebejat itu jika dia mau menggunakan logika, karena logika akan selalu berkembang namun
dalam perkembangannya ini yang perlu dipertanyakan???

								
To top