Docstoc

Proses Pencarian Informasi Pada Jaringan Data Base Di Internet PERKEMBANGAN BASISDATA BBSDLP Database Development of ICALRD Rizatus Shofiyati Balai

Document Sample
Proses Pencarian Informasi Pada Jaringan Data Base Di Internet PERKEMBANGAN BASISDATA BBSDLP Database Development of ICALRD Rizatus Shofiyati Balai Powered By Docstoc
					          PERKEMBANGAN BASISDATA BBSDLP
                   Database Development of ICALRD
                               Rizatus Shofiyati
       Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumbedaya Lahan Pertanian

                                ABSTRACT
    A large amount of digital data has been collected by Indonesian
Center for Agricultural Land Resources Research and Development
(ICALRD) since 1987/1988. Since then digital data has become an
integral part of the ICALRD’s soil resource database system. To meet
the escalating need of spatial data by end users as well as to ensure
the sustainability of digital data service like the one of the analog data
service, digital data availability must be maintained and digital data
management system should be developed. To implement these
strategies, various means and tools have been provided. To serve
users more efficiently and effectively, an integrated land resource
information system based on location in Web design and Interactive CD
format, structured backup data system management, catalogue of
Indonesian land resources map system, and the prototype of
information system of land evaluation for Agriculture have been
developed and published by ICALRD. The ultimate goal of is to optimize
the utilization of land resources database information to public
especially for supporting agricultural development.




Informatika Pertanian Volume 17 No. 1, 2008                                1105
                            PENDAHULUAN

    Aktivitas penelitian dan pemetaan yang telah dilakukan Balai Besar
Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) – yang sebelumnya
bernama Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat
(Puslitbangtanak) – sejak berdirinya pada tahun 1905 hingga saat ini
telah menghasilkan data dan informasi yang sangat banyak. Sistem
pengelolaan data secara digital di institusi ini telah dimulai sejak tahun
1987 melalui kegiatan LREPP (Land Resources and Planning Project) I
yang kemudian dilanjutkan pada LREPP II Part C.
    Upaya untuk mengelola data dan infomasi tersebut agar dapat
memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat akan data spasial yang
semakin meningkat telah dilakukan sejak Tahun Anggaran 1996/1997
melalui kegiatan peningkatan pendayagunaan basisdata sumberdaya
lahan untuk menunjang pembangunan pertanian. Dari kegiatan ini telah
dihasilkan suatu sistem informasi yang disebut SISDAL Puslittanak
(Sistem Insformasi Sumberdaya Lahan Puslittanak). Sistem ini
memberikan kemudahan kepada pengguna data melalui pemanfaatan
sistem penelusuran dan pemrosesan data, yang terdiri dari 2 program
utama, tBase untuk data dalam bentuk tabular dan iMap untuk data
spasial (Tim Puslittanak, 2003).
   Untuk meningkatkan kinerja pengelolaan basisdata telah dilakukan
pengembangan sistem informasi sumberdaya lahan, pembenahan
terhadap sistem backup data, dan penyusunan katalog ketersediaan
peta digital di BBSDLP. Dengan demikian penelusuran informasi
ketersediaan data digital dapat dilakukan dengan lebih mudah, karena
data sudah dikelompokkan dan disimpan pada direktori yang terstruktur
(Shofiyati dan Bachri, 2005).
    Kegiatan terkini dalam rangka pengelolaan basis data di BBSDLP
adalah Pengembangan dan Pendayagunaan Sumberdaya Lahan
Pertanian untuk Menunjang Pembangunan Pertanian. Kegiatan ini telah
menghasilkan sistem katalog secara spasial untuk ketersediaan data
peta analog maupun digital. Selain sistem katalog, untuk
mempermudah penyebaran informasi dan pelayanan jarak jauh ke
daerah, telah dibuat informasi Sumberdaya Lahan dalam bentuk CD
Interaktif dan Sistem Informasi Evaluasi Sumberdaya Lahan Pertanian
berbasis web (SIESLAP).
   Artikel ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan informasi tentang
perkembangan basisdata BBSDLP terkini beserta produk-produknya.
Dengan adanya informasi tersebut maka pengguna data sumberdaya
lahan baik dari kalangan akademisi, peneliti, maupun para praktisi
mengetahui dan memahaminya sehingga mereka diharapkan dapat
menjadi educated user yang dapat memanfaatkan basis data BBSDLP
secara optimal sesuai dengan kebutuhannya.
1106                                  Perkembangan Basis Data BBSDLP
                                                        PROFIL PENGGUNA

   Data sumberdaya lahan dalam bentuk keruangan (spasial) sangat
diperlukan baik oleh instansi pemerintah maupun masyarakat umum
untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dalam berbagai
aspek. Menurut Matindas (2007), sekitar 80% dari berbagai
pengambilan keputusan dan kebijakan pembangunan nasional
membutuhkan data dan informasi kebumian. Kecenderungan semakin
banyaknya permintaan data spasial sumberdaya lahan selama lima
tahun terakhir (tahun 2003-2007) yang diilustrasikan pada Gambar 1
membuktikan sinyalemen tersebut (Balittnah, 2004-2008). Pengguna
yang paling banyak dan cenderung meningkat terutama pada tahun
2007 adalah perusahaan swasta. Peta potensi lahan untuk komoditas
tanaman perkebunan terutama kelapa sawit merupakan permintaan
terbanyak oleh pihak swasta. Peningkatan permintaan tersebut
menunjukkan bahwa peranan basisdata BBSDLP semakin diperlukan
untuk mengelola data agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara
lebih optimal, cepat, dan user friendly.

                100,0%                                                                       400

                                                                                             350                             Mahasisw a
                      80,0%




                                                                                                   Jumlah Permintaan/Tahun
                                                                                     62,9%
                                                                                             300                             Perseorangan
 % Permintaan/Tahun




                                                                                             250
                      60,0%                                                                                                  Instansi
                                 45,7%




                                                            43,1%
                                                40,1%




                                                                                                                             Pemerintah
                                                          39,1%




                                                                                             200
                                                                         35,1%

                                                                                                                             Sw asta
                                            29,6%




                      40,0%
                                                                                             150
                                                                    21,9%




                                                                                 16,7%       100                             Universitas
                      20,0%
                                     9,8%




                                                                                             50                              Total Permintaan

                      0,0%                                                                   0
                                2003        2004          2005      2006         2007        Tahun


                              Gambar 1. Tren permintaan data setiap tahun berdasarkan jenis pengguna
                                        (2003-2007)


                               PERKEMBANGAN SISTEM BASISDATA BBSDLP

    Definisi Basis data (database), menurut ensiklopedia bebas
berbahasa Indonesia (Wikipedia, 2007) adalah kumpulan informasi
yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat
diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh
informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan
untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem
manajemen basis data (database management system, DBMS). Istilah
basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling

Informatika Pertanian Volume 17 No. 1, 2008                                                                                            1107
berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai
sistem manajemen basis data (DBMS).
    Sistem basisdata dan informasi merupakan perpaduan antara
kombinasi sumberdaya manusia dan sumberdaya teknis, yang
dilengkapi prosedur organisasi, yang memproduksi informasi untuk
mendukung kebutuhan manajemen. Data adalah kumpulan fakta, untuk
dapat menjadi informasi, data harus diproses agar mudah dipahami,
bermanfaat dan dapat digunakan. Aktifitas sistem basisdata dimulai
dari pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, pemeliharaan, retrieval,
analisis, dan diseminasi data. Efektifitas sistem tersebut tergantung
pada kondisi data yang harus selalu terbaru, akurat, lengkap, dan
mempunyai aksesibilitas tinggi bagi pengguna (Dale and McLaughlin,
1988).
    Dalam perjalanannya sistem basisdata BBSDLP mengalami
beberapa kali perubahan. Sebelum tahun 1987, pengelolaan data
dilakukan secara manual oleh Sub Bagian Dokumentasi di bawah
Bagian Pendayagunaan Hasil Penelitian dan Bagian Kartografi di
bawah Kelompok Peneliti Pedologi (Kelti).
   Pengelolaan basisdata secara digital dimulai saat kegiatan LREPP I
tahun 1987. Untuk memperlancar pengolahan data dibentuklah Unit
Komputer sebagai unit yang melayani pengolahan data terutama peta
secara digital. Sistem pengelolaan data pada awalnya dibagi dalam
sub-sub unit, yaitu: 1) Sistem Informasi Geografi untuk mengolah data
grafik, 2) Database untuk mengolah data entry dan tabular, 3) Sistem
yang mengelola hardware dan software serta pemeliharaannya, dan 4)
Sekretariat untuk mengelola administrasi unit.
    Tahun 2002, sejalan dengan perubahan organisasi, pengelolaan
basisdata dilakukan oleh masing-masing Balai Penelitian (Balit) dan
basisdata BBSDLP hanya berfungsi sebagai pusat pengumpul data
final.
    Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat dan tuntutan
layanan informasi yang semakin tinggi, maka sistem pengelolaan
basisdata BBSDLP dikembangkan menjadi lebih luas. Fungsi basisdata
bukan hanya mengolah data akan tetapi juga membangun sistem back
up, penelusuran data yang semakin banyak, katalog, penyediaan
informasi data, sistem informasi, dan DSS yang mudah dimengerti dan
diakses pengguna. Gambar 1 menyajikan sistem basisdata BBSDLP
pada saat ini.




1108                                Perkembangan Basis Data BBSDLP
                  Gambar 2. Sistem basidata BBSDLP saat ini
    Sistem basis data yang diilustrasikan pada Gambar 2 memiliki 4
struktur subsistem aliran data yaitu : akuisisi data, pemrosesan data,
produksi informasi, dan diseminasi. Keempat subsistem ini disusun
secara berjenjang dalam tiga level, yakni level 1, level 2, dan level
Intermediasi (diseminasi, promosi, dan pelayanan). Mekanisme level 1
dicirikan oleh pemrosesan data menjadi informasi dan berlangsung
pada kelti-kelti di lingkungan BBSDLP dan pada Unit Basis data Balit
yang didukung oleh kelti-kelti di lingkungan Balit. Mekanisme level 2
dicirikan oleh proses manajemen basis data bersistem dan pemrosesan
data dan informasi menjadi knowledge-base yang berlangsung di Unit
basis data BBSDLP yang dilengkapi dengan tim pengembangan dan
tim pengendali mutu. Mekanisme level intermediasi dicirikan oleh
produksi data, informasi, dan knowledge bersistem dan sistem
distribusinya ke pengguna akhir (end user).
    Sebagaimana yang diilustrasikan pada Gambar 2, seluruh input
yang diolah melalui mekanisme pemrosesan dan analisis yang
berjenjang, diharapkan mampu memberikan output berupa data,
informasi, dan knowledge, sesuai kebutuhan pengguna internal
BBSDLP maupun pengguna lainnya. Kelebihan lain yang dimiliki oleh

Informatika Pertanian Volume 17 No. 1, 2008                      1109
sistem berjenjang ini adalah setiap saat dapat dilakukan update data
dan knowledge secara independent pada setiap jenjang oleh
unit/bagian, sesuai dengan kompetensi dan keahliannya. Sistem
semacam ini diharapkan dapat mewujudkan tercapainya aplikasi
basisdata sumberdaya lahan yang memiliki keunggulan realtime, online
dan up to date.

Sistem Jaringan
    Untuk meningkatkan kelancaran pengelolaan basisdata tidak
terlepas dari sarana sistem jaringan baik intranet maupun internet.
Infrastruktur jaringan lokal (Local Area Network – LAN) telah dibangun
sejak tahun 1993, akan tetapi pemanfaatan jaringan tersebut hanya
sebatas pertukaran data dalam unit basisdata dan pada ruang-ruang
utama untuk sarana presentasi hasil. Tahun 1996/1996 baru
dikembangkan sistem jaringan untuk interchange data antar unit di
lingkup BBSDLP. Tahun 2004/2005 sistem jaringan tidak hanya intranet
akan tetapi juga dikembangkan ke penggunaan internet untuk melayani
kebutuhan penelitian. Skema jaringan basisdata BBSDLP dan Balai-
balai penelitiannya digambarkan pada Gambar 3.




                Gambar 3. Skema Jaringan Basisdata BBSDLP

    Dengan adanya sistem jaringan ini, lalu lintas pengolahan data antar
bagian atau unit menjadi lebih cepat dan mudah dilakukan. Hanya
keterbatasan dari sistem jaringan LAN yang ada masih menggunakan
media transmisi berupa kabel Unshielded Twisted Pair (UTP). Walau
relatif lebih murah, tetapi media ini hanya efektif digunakan pada jarak
yang pendek. Pada jarak yang jauh atau panjang, mudah terpengaruh
oleh gangguan dan kecepatan data yang dapat ditransfer terbatas.
1110                                  Perkembangan Basis Data BBSDLP
Sistem jaringan BBSDLP masih perlu ditingkatkan secara nir kabel
broadband sehingga jangkauan jaringan menjadi lebih luas.

Sistem Pengelolaan Data
   Untuk mendukung pelayanan informasi kepada masyarakat,
kontinuitas penyediaan data perlu dijaga. Sistem pengelolaan data juga
harus diperhatikan. Data yang sudah terkumpul harus memiliki backup
sehingga kehilangan data dapat dicegah. Pelaksanaan backup ini telah
dimulai pada T.A. 2004 dan masih dilanjutkan selama kegiatan data
entri terus berlangsung.
    Sistem backup data dan penyebaran informasi akan dapat dilakukan
dengan baik, jika data dikelola dengan benar. Standardisasi terhadap
attribute data spasial harus dilaksanakan untuk terbentuk DataSheet
minimum yang baku, sehingga memudahkan proses data selanjutnya,
seperti penggabungan, penyajian informasi secara konvensional atau
digital dan lain-lain. Hal tersebut sangat diperlukan, karena sebagian
besar data yang terhimpun masih berdasarkan indeks lembar peta
Bakosurtanal. Padahal dengan adanya otonomi daerah, informasi yang
diinginkan berbasis lokasi. Untuk itu sistem basisdata sumberdaya
lahan dari entri data, backup, pengelolaan sampai penyebaran
informasi mempertimbangkan hal-hal tersebut. Gambar 4 menunjukkan
sistem backup data di instalasi basisdata BBSDLP               dengan
menggunakan direktori yang terstruktur sehingga mempermudah
penelusuran dalam melayani permintaan data oleh pengguna.




             Gambar 4. Diagram Alur Hirarki Sistem Direktori Backup Data

   Backup data masih dilakukan dengan menggunakan media CD-R
atau DVD. Sistem backup data ini terus menerus diperbaharui sesuai
dengan perkembangan data dan teknologi terkini, sehingga restore
data dapat dilakukan dengan mudah. Selain itu, perlu dilakukan
Informatika Pertanian Volume 17 No. 1, 2008                                1111
pengecekan kekonsistensian data (recovery), dimana jika terjadi
kesalahan dapat dilakukan perbaikan dengan segera. Sistem masih
perlu dikembangkan lagi dengan menggunakan media backup yang
lebih aman dan sistem penyimpan yang lebih baik.

Sistem Katalog
    Untuk mempermudah dan meningkatkan pelayanan informasi
tentang peta-peta yang telah dihasilkan BBSDLP, telah disusun dan
dilakukan beberapa kali penyempurnaan katalog. Katalog pertama
adalah Katalog Peta-peta Tanah yang disusun pada tahun 1972,
selanjutnya dilakukan beberapa kali penyempurnaan, yaitu: Keadaan
Peta Tanah di Indonesia (1978), Daftar Peta Tanah (1988), Daftar Peta
Sumberdaya Lahan (1996), dan Atlas Indeks Peta Digital Sumberdaya
Lahan Puslitbangtanak (2002). Katalog-katalog tersebut masih dibuat
dalam bentuk manual/konvensional.
   Sejalan dengan perkembangan teknologi dan untuk mempermudah
penelusuran data yang semakin banyak, daftar peta-peta tersebut
dibuat secara komputerisasi dengan membangun sistem penelusuran
data, metadata, dan katalog digital baik dalam bentuk tabular maupun
spasial. Gambar 5 merupakan contoh tampilan-tampilan katalog dalam
bentuk spasial.




       Gambar 5. Tampilan Spasial Indeks Peta Lokasi Pemetaan Sumberdaya Lahan
                 Pertanian

    Disamping pengemasan katalog tersebut dapat disajikan lebih
ringkas dan mudah dibawa, sistem katalog digital tersebut memiliki


1112                                        Perkembangan Basis Data BBSDLP
kelebihan dapat dilakukan pencarian data secara otomatis dan online,
sehingga informasi yang dibutuhkan dapat cepat diperoleh.

Sistem Diseminasi Data
   Untuk keperluan sosialisasi dan diseminasi kepada masyarakat
pengguna diperlukan dukungan pengelolaan informasi yang baik.
Peningkatan pemanfaatan informasi sumberdaya lahan dan adopsi
teknologi diperlukan upaya diseminasi yang lebih efektif. Salah satu
media penyebaran informasi sumberdaya lahan yang komprehensif
adalah melalui CD-interaktif. Dalam pembuatan model paket informasi
sumberdaya lahan dengan CD interaktif ini harus disertai dengan
standar penyediaan informasi, antara lain standar layanan informasi
minimum, dan standar pengelolaan dokumen, agar format yang dipakai
menjadi format yang mudah digunakan dan dimengerti oleh pengguna
(Haryono, 2004).
    Saat ini telah dihasilkan beberapa macam CD Interaktif sumberdaya
lahan pertanian sebagai media untuk diseminasi hasil penelitian dan
kegiatan BBSDLP. Berbagai jenis CD Interaktif tersebut adalah
(Gambar 6): 1) CD Interaktif untuk seminar, seperti: Centenial
Commemoration of Soil Research Institute, Seminar Multifungsi Lahan
Pertanian. CD Interaktif ini berisi makalah, jadwal seminar, tujuan, dan
lain-lain. 2) Kumpulan paper/makalah, seperti: Kumpulan Makalah
Multifungsi Lahan Pertanian, 3) Laporan Penelitian untuk kegiatan,
antara lain: Primatani, dan P4MI di 5 KABUPATEN. CD Interaktif ini
bersifat sangat teknis dengan menampilkan laporan secara utuh dan
peta-peta hasil penelitian kegiatan terkait, dan 4) CD Interaktif
Sumberdaya Lahan Pertanian. Untuk tahap pertama baru dibuat untuk
2 Provinsi, yaitu Provinsi Kalimantan Barat dan Provinsi Jawa Barat.
CD Interaktif ini menyajikan informasi tentang Sumberdaya Lahan
Pertanian, dan katalog peta-peta dan hasil-hasil penelitian yang telah
dilakukan di BBSDLP berdasarkan daerah administrasi, serta 5) CD
Interaktif Katalog yang menyajikan tentang katalog baik secara spasial
maupun tabular tentang peta-peta yang telah dihasilkan oleh BBSDLP.
Sedangkan sistem informasi yang telah dibuat dalam bentuk CD-
interaktif adalah sistem informasi evaluasi lahan pertanian berbasis
web. Sistem ini merupakan pelayanan informasi tentang evaluasi lahan
(crop modelling) yang lebih mudah digunakan dan dapat dilakukan
secara jarak jauh.
   Pada setiap CD Interaktif Sumberdaya Lahan Pertanian ditampilkan
peta-peta sumberdaya lahan pertanian dan foto galeri. Data peta
(spasial) disajikan secara interaktif. Peta-peta tersebut disimpan dalam
bentuk project yang dibuat dalam program ArcExplorer. Ada dua format
data yang disajikan dalam menu peta yakni SHP (ArcView/ArcInfo) dan
bitmap (JPG/BMP). Pada galeri foto disajikan sejumlah foto terkait

Informatika Pertanian Volume 17 No. 1, 2008                        1113
dengan tema CD Interaktif. Galeri foto disajikan dalam dua model
album elektronik, yaitu foto aktif berukuran besar dan berupa thumbnail.
Dalam penyajiannya, terdapat beberapa istilah-istilah teknis/ilmiah yang
digunakan. Untuk membantu pengguna memahami istilah-istilah
tersebut, disediakan daftar istilah.




              Gambar 6. CD Interaktif Sumberdaya Lahan Pertanian
    Sistem diseminasi ini memiliki kelebihan mudah digunakan dan
bersifat interaktif. Hanya saja, cara ini masih bersifat offline, yang hanya
dapat dilakukan secara stand-alone. Dengan demikian penyebaran
informasinya menjadi terbatas. Sistem ini masih harus ditingkatkan
menjadi layanan (service) secara online. Pengembangan yang bisa
dilakukan ke depan, adalah baik penyajian informasi, pemesanan /
permintaan dan pengiriman datanya maupun pembayarannya, dapat
dilakukan secara online melalui situs BBSDLP.

                                PENUTUP
   Sebagai upaya meningkatkan peranannya dalam penyediaan data
dan informasi yang semakin diperlukan oleh masyarakat, sistem
pengelolaan data dan informasi baik digital maupun analog hasil
penelitian dan pemetaan sumberdaya lahan. Kini, BBSDLP telah
berhasil mengembangkan suatu sistem basisdata sumberdaya lahan
berjenjang yang memiliki keunggulan realtime, online dan up to
date. Perjalanan perkembangan sistem basisdata BBSDLP dapat
dibedakan menjadi dua era, yaitu era konvensional dan era dijital.
    Era konvensional terjadi sebelum tahun 1987, dicirikan oleh
pengelolaan data yang dilakukan secara manual. Sesudah tahun 1987
sistem basis data BBSDLP memasuki era dijital yang terbagi menjadi
dua tahap. Tahap pertama era dijital dimulai dengan dibentuknya unit
komputer yang dilengkapi dengan Geographical Information Sistem
(GIS) dan digital image processing. Tahap kedua era dijital dimulai
tahun 2002 yang ditandai dengan perluasan fungsi basisdata yang
bukan hanya mengolah data akan tetapi juga membangun sistem back


1114                                     Perkembangan Basis Data BBSDLP
up, penelusuran data yang semakin banyak, katalog, penyediaan
informasi data, sistem informasi, dan Decision Support System (DSS).
    Sampai saat ini, sistem yang telah berjalan tersebut masih terus
dikembangkan dan disempurnakan. Proses penyempurnaannya
dilakukan secara terus menerus, sejalan dengan kebutuhan pengguna
dan tuntutan perkembangan teknologi IT.
    Di samping itu, sistem pengelolaan basisdata juga terus ditingkatkan
sesuai dengan fungsinya. Katalog data berupa tabular maupun spasial
terus menerus diperbaharui sejalan dengan bertambahnya data,
sedangkan media penyajian informasi yang menggunakan format CD
interaktif berbasis web akan dibuat untuk semua propinsi. Modus
penyajian secara off line semacam ini akan ditingkatkan menjadi online
dan real time melalui jaringan internet.
   Sejalan dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi berbasis IT dan konsultasi sumberdaya lahan berbasis expert
system, akan dilakukan pengembangan aplikasi “knowledge-based”
dan Decission Support Sistem (DSS) berbasis web. Untuk itu, DSS P &
K dan Sistem informasi evaluasi lahan berbasis web yang telah
dikembangkan akan terus disempurnakan.

                          DAFTAR PUSTAKA
Balittanah. 2004. Laporan Kegiatan Pelayanan Jasa Umum Unit
       Komesialisasi Teknologi Tahun Anggaran 2003. Unit
       Komesialisasi Teknologi Balai Penelitian Tanah. Bogor.
Balittanah. 2005. Laporan Kegiatan Pelayanan Jasa Umum Unit
       Komesialisasi Teknologi Tahun Anggaran 2004. Unit
       Komesialisasi Teknologi Balai Penelitian Tanah. Bogor.
Balittanah. 2006. Laporan Kegiatan Pelayanan Jasa Umum Unit
       Komesialisasi Teknologi Tahun Anggaran 2005. Unit
       Komesialisasi Teknologi Balai Penelitian Tanah. Bogor.
Balittanah. 2007. Laporan Kegiatan Pelayanan Jasa Umum Unit
       Komesialisasi Teknologi Tahun Anggaran 2006. Unit
       Komesialisasi Teknologi Balai Penelitian Tanah. Bogor.
Balittanah. 2008. Laporan Kegiatan Pelayanan Jasa Umum Unit
       Komesialisasi Teknologi Tahun Anggaran 2007. Unit
       Komesialisasi Teknologi Balai Penelitian Tanah. Bogor.
Dale, P.F. and J.D. McLaughlin. 1988. Land Information Management:
      An Introduction with Special Reference to Cadastral Problem in
      Third World Countries. Oxford Univ. Press. NY.



Informatika Pertanian Volume 17 No. 1, 2008                        1115
Haryono. 2004. Menuju Good Governance Melalui E-Government.
     Workshop E-Government dan IAARD Webmail. Cipanas, 24-25
     Juni 2004. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
     Jakarta.
Matindas,     M.W.     2007.      Sambutan    Kepala    Bakosurtanal
      Pada Pembukaan Rakor IDSN 2007. Rakor Infrastruktur Data
      Spasial          Nasional           2007.        Bakosurtanal.
      http://www.idsn.or.id/index.php?option=com_content&task=view&
      id=75&Itemid=106. Dikutip tanggal 18 Februari 2008.
Shofiyati, R. dan S. Bachri. 2005. Laporan Akhir Pendayagunaan
      Basisdata Tanah dan Iklim Untuk Menunjang Pembangunan
      Pertanian.
Tim Puslittanak. 2003. Laporan Akhir Peningkatan Pendayagunaan
     Basisdata Sumberdaya Tanah Untuk Menunjang Pembangunan
     Pertanian. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. Bogor.
Wikipedia Indonesia. 2007. Ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
      http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data. Dikutip tanggal 11 Mei
      2007.




1116                                Perkembangan Basis Data BBSDLP

				
DOCUMENT INFO
Description: Proses Pencarian Informasi Pada Jaringan Data Base Di Internet document sample