Proposal Keterampilan Menjahit free gratis free gratis free gratis Buletin

Document Sample
Proposal Keterampilan Menjahit free gratis free gratis free gratis Buletin Powered By Docstoc
					                   free           gratis          free          gratis              free              gratis


               Buletin La’o Hamutuk
    Vol. 8, No. 3                                                                                 September 2007

         Pendidikan Kejuruan di Timor-Leste
P
      endidikan adalah kebutuhan dasar bagi setiap orang.       tidak ada Kementerian Tenaga Kerja pada struktur pemerintah
     Pasal 59.1 Konstitusi Republik Demokratik Timor-Leste      yang baru, La’o Hamutuk menduga bahwa Sekretariat
     mengatakan bahwa “Negara akan mengakui dan men-            Negara untuk Pelatihan Profesional dan Pekerjaan akan
jamin hak setiap warga negara atas pendidikan dan kebudayaan,   menjalankan tanggungjawab pemerintah di bidang ini.
dan Negara wajib memajukan pembentukan suatu sistem
umum pendidikan dasar yang universal dan wajib, dan selama      Kerjasama antara Timor-Leste dan Brazil
memungkinkan bebas biaya berdasarkan undang-undang.”               Kerjasama antara pemerintah Timor-Leste dengan
  Tetapi tidak semua orang mempunyai kesempatan untuk           pemerintah Brazil dalam bidang pendidikan terutama untuk
menikmati hak tersebut, terutama dalam hal pendidikan for-      pelatihan kejuruan/profesional telah berlangsung sejak tahun
mal. Karena itu perlu untuk mengembangkan kemampuan             2001. Kebanyakan proyek kerjasama Brazil di sektor
sebagian penduduk melalui pendidikan kejuruan, khususnya        pendidikan dipusatkan pada bidang-bidang non-formal,
bagi mereka yang tidak menyelesaikan pendidikan sekolah         khususnya dalam pengembangan dan pengenalan kembali
menengah atau bagi mereka yang ingin belajar keterampilan       bahasa Portugis. (Baca Buletin La’o Hamutuk Vol. 4 No.
khusus untuk memperoleh pekerjaan.                              3-4, Agustus 2003 tentang kerjasama Brazil di Timor-Leste.)
  Beberapa pusat pendidikan kejuruan telah dibuka di Timor-        Gedung pelatihan keterampilan professional dibuka pada
Leste, baik oleh pihak pemerintah maupun perusahaan             21 Mei 2001 di Becora, dan diberi nama Pusat Pengembangan
swasta. Pemerintah Timor-Leste melalui kerjasama bilateral      Bisnis, Pelatihan Kejuruan dan Promosi Sosial – Centro de
dengan pemerintah Portugal membuka Pusat Pelatihan dan          Desenvolvimento Empresarial, Formação Profissional e
Pendidikan Profesional di Tibar dan kerjasama dengan            Desenvolvimento Social, Dili (CDEFP).
pemerintah Brazil mendirikan Pusat Pengembangan                    Kerjasama teknis ini dikordinasikan oleh Badan Kerjasama
Keterampilan Bisnis, Profesional, dan Promosi Sosial (Centro    Brazil (ABC- Agencia Brasileira de Cooperação), yaitu
Senai) di Becora.                                               satu departemen dari Kementerian Luar Negeri. Semua
  Artikel ini akan memaparkan dua pusat pelatihan dan           kerjasama teknis ABC ditujukan untuk negara-negara
pendidikan profesional ini.                                     berbahasa Portugis, termasuk Timor-Leste.
  Penelitian untuk artikel ini telah dilakukan sebelum             Menurut António J. M de Souza e Silva, Duta Besar Bra-
Pemerintah yang baru dibentuk pada bulan Agustus. Karena        zil untuk Timor-Leste tujuan dari kerjasama ini adalah
                                                                memberikan kapasitas pengetahuan dan keahlian kepada
                                                                pemuda Timor-Leste untuk membangun kapasitas mereka
                                                                dalam memperoleh pekerjaan.
                                                                               (bersambung ke halaman 2)

                                                                 Daftar isi. . .
                                                                 Presiden tidak memberlakukan UU-amnesti ....... 7
                                                                 Mengusulkan perubahan UU-perminyakan .......... 8
                                                                 LH: Mengorientasi kembali pendekatan kami .. 11
                                                                 Gerakan perempuan melihat belakang dan
                                                                 melikhat kedepan ....................................................12
                                                                 Editorial: Kandungan TLS harus memenuhi
                                                                 kebutuhan TLS ........................................................16
       Siswa di Pusat Pendidikan Profesional Tibar


                    La’o Hamutuk, Institut Pemantau dan Rekonstruksi Timor-Leste
                                     P.O. Box 340, Dili, Timor-Leste
                            Mobile +(670)7234330      Telepon +(670)3325013
                   Email: info@laohamutuk.org       Situs/Web: www.laohamutuk.org
   Ahli teknik Brazil Jones Ceisar, koordinator proyek
kerjasama Brazil menguraikan tujuan umumnya sebagai:                          Jenis Pelatihan dan Pendidikan
1. Mendukung pengembangan sosial-ekonomi di Timor-Leste             Kursus               Waktu Kursus Jumlah Jumlah
   dengan memperkuat pendidikan profesional.                                                    (bulan) Pengajar Siswa
2. Mendukung dan memperkuat sistem pendidikan, para                 Pertukangan kayu (mebel)           5          2       101
   pengajar dan staf pelaksana di Pusat Pengembangan
                                                                    Keterampilan Menjahit              5          2       118
   Bisnis, Pelatihan Kejuruan, dan Promosi Sosial .
3. Pengalihan teknik dan metodologi pendidikan.                     Informatika/                     2,5          2       233
                                                                    Teknologi Informasi (TI)
4. Mendirikan dan melaksanakan partisipasi dalam pendidikan
   profesional                                                      Listrik                            5          2        84
5. Menyediakan penasehat teknik di bidang pendidikan                Konstruksi                         5          2        86
   profesional.                                                     Pembuatan kue dan roti           2,5          2       350
Tempat pelatihan profesional ini lebih dikenal dengan nama
                                                                    Tukang batu                        5          2        89
Centro Senai karena kesamaan dengan lembaga pelatihan
nasional Centro Senai di kota São Paulo, Brazil. Ketika Xanana      Hidraulika                         5          2        89
Gusmão mengunjungi Senai, Brazil tahun 2000, dia meminta
agar program yang sama dilaksanakan di Timor-Leste.               Pendidikan dan Kebudayaan yang baru tidak bisa mengkonfir-
   Sepanjang tahun 2001, sembilan orang Timor-Leste telah         masikan kepada La’o Hamutuk karena pemerintahan sedang
dikirim ke Brazil selama dua bulan (Oktober-Desember) dan         dalam masa transisi.
enam Penasehat Teknik dari Brazil datang ke Timor-Leste.             Program pelatihan dan pendidikan yang disediakan adalah
Hingga saat ini selalu ada Penasehat Teknik di Pusat Pelatihan    30% teori dan 70% praktek, semuanya dilakukan di sekolah.
ini dan secara berkala diganti oleh personil baru. Penasehat      Selain program pendidikan di atas, juga tersedia modul bahasa
Teknik mempersiapkan dan merencanakan kursus,                     Portugis dan Bisnis Kecil. Pada awal 2007, mulai dibuka
mendukung administrasi dan keuangan, mengawasi dan                kursus Komputer dan Pemeliharaan Jaringan.
melatih para pengajar lokal.                                         Dari 1.150 siswa yang telah menyelesaikan kursus tersebut,
   Antara tahun 2003 dan 2005 setiap Penasehat Teknik             574 laki-laki dan 576 perempuan. Perempuan berpartisipasi di
didatangkan hanya untuk tiga bulan, tetapi ini menimbulkan        semua program yang disediakan, tetapi lebih banyak pada pro-
masalah koordinasi, sehingga sejak tahun 2006 dilakukan           gram keterampilan menjahit, pembuatan kue dan roti serta TI.
perubahan kebijakan, Penasehat Teknik didatangkan untuk              Jones Ceisar mengatakan pada La’o Hamutuk bahwa
waktu sekitar satu tahun.                                         Pusat Pelatihan ini dikelola oleh orang Timor-Leste dengan
   Pusat Pelatihan ini dibawah supervisi Kementerian              dukungan teknik dari Senai, tetapi staf lokal yang bekerja di
Pendidikan dan Kebudayaan Timor-Leste. Instruktur/pengajar        sini mengatakan bahwa orang-orang Brazil memegang
pada Pusat Pelatihan ini dibayar oleh Kementerian Pendidikan      manajemen dan administrasi dan bahwa pusat pelatihan ini
dan Kebudayaan setingkat dengan guru SMP (level 3). Ada           dikelola oleh seorang teknisi Brazil dari Senai.
25 orang pegawai yang bekerja pada Pusat Pelatihan ini,              Sistem pendidikan dan kurikulum yang digunakan di Pusat
termasuk 17 orang pengajar (sembilan orang di antaranya           Pelatihan ini juga berasal dari Brazil dan berbahasa Portugis.
telah pergi ke Brazil). a pemuda Timor Leste rsus :tetap mna      Namun, sejak awal hal ini bukan merupakan kendala besar
pada centre, namun berhak untuk mengetahui meng                   karena para instrukturnya adalah orang Timor-Leste dan
   Sejak awal didirikan Pusat Pelatihan ini, manajemen dan        mereka menggunakan bahasa Tetum dan bahasa Indonesia
administrasi keuangan dikelola dan didanai oleh Brazil. Saat      sehingga mudah bagi siswa untuk menerima dan memahami
ini pemerintah Timor-Leste atau lebih tepatnya Kementerian        materi yang diajarkan. Tetapi, Direktur Pusat Pelatihan ini,
Pendidikan dan Kebudayaan hanya menyediakan fasilitas             Agustinho Leão de Viana mengakui bahwa para instruktur
tempat dan membayar para pengajar lokal.                          hanya mengajar berdasarkan pengalaman mereka sebelum-
   Menurut Jones Ceisar, dana sebesar US$5,3 juta telah           nya dan keterampilan yang mereka peroleh dari pelatihan
digunakan untuk merehabilitasi gedung dan membeli mesin           teknik Senai di Brazil dan di Timor-Leste. Bahasa terus
serta peralatan untuk proyek ini sejak dibukanya Aula             menjadi hambatan bagi mereka untuk memahami materi dan
Pendidikan dan Pelatihan. Dana tersebut berasal dari Brazil,      modul yang disediakan, dan sedang dilakukan upaya untuk
yang disepakati oleh ABC dan UNDP Brazil, serta dikelola          mengatasi masalah ini. Saat ini manual untuk instruktur
langsung oleh Jones Ceisar. Laporan administrasi keuangan         sedang diterjemahkan ke dalam bahasa Tetun oleh
hanya diberikan kepada Senai, UNDP Brazil, dan ABC. Sejak         Kementerian Tenaga Kerja dan Penyatuan Kembali
permulaan proyek sampai dengan tahun lalu, Kementerian            Komunitas dengan biaya sebesar $12.150.
Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Tenaga Kerja               Proses perekrutan bagi calon siswa diumumkan melalui
dan Penyatuan Kembali Komunitas tidak menerima laporan            media seperti TVTL dan RTL, serta di gereja-gereja di seluruh
ini, karena laporan hanya disampaikan kepada yang mendanai        wilayah Timor-Leste. Perekrutan dan seleksi calon siswa
proyek ini. Meskipun demikian laporan kegiatan dan program        dilakukan oleh Pusat Pelatihan ini melalui ujian tertulis dan
di Pusat Pelatihan ini diberikan kepada pemerintah Timor-         wawancara. Calon siswa harus mendaftarkan diri di
Leste dan Brazil. Jones Ceisar mengatakan bahwa pada              Kementerian Tenaga Kerja untuk mendapatkan kartu
tahun 2007, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Timor-          pendaftaran, yang kemudian mendaftarkan diri ke Pusat
Leste menerima rencana proyek dan keuangan yang akan              Pelatihan. Siswa minimal berusia 17 tahun dan telah telah
digunakan untuk pendidikan profesional ini, tetapi Kementerian    lulus sekolah dasar.

Halaman 2                                    Vol. 8, No. 3       September 2007                       Buletin La’o Hamutuk
   Pusat Pelatihan akan membuka proyek baru pada tahun              Sampai sekarang, kebanyakan siswa berasal dari Dili.
depan, dengan kelas pagi biasa bagi mereka yang tamat SMP        Salah seorang staf Pusat Pelatihan ini mengakui bahwa,
dan minimal berusia 17 tahun, dan kelas sore dibuka bagi         informasi mengenai Pusat Pelatihan dan programnya kurang
mereka yang berminat untuk kursus kejuruan paruh waktu           kepada masyarakat di distrik sehingga sedikit peserta yang
bagi mereka yang telah tamat sekolah menengah atas dan           berasal dari distrik. La’o Hamutuk yakin bahwa pusat
tidak bisa belajar penuh waktu.                                  pelatihan dan pendidikan seperti ini bisa sangat bermanfaat
   Ketika Pusat Pelatihan ini dibuka pada 2001, dimulai          untuk mengembangkan kemampuan mereka yang berada di
dengan tahap darurat untuk 55 orang peserta, semuanya            distrik-distrik dan prosentase mereka sebagai peserta
adalah veteran perjuangan (antigos combatentes) dan eks-         seharusnya lebih tinggi.
Falintil. Pada tahap pertama dan kedua (2002 dan 2003) kursus
                                                                 3. Bahasa
dibuka untuk masyarakat umum, kemudian tahap ketiga
                                                                    Meskipun proses belajar dan mengajar di pusat ini tidak
sampai kelima juga ditujukan untuk anggota F-FDTL untuk
menambah pengetahuan dan keterampilan mereka di bidang           menggunakan bahasa Portugis, namun semua buku dan
konstruksi, sesuai permintaan Panglima F-FDTL Taur Matan         manual hanya tersedia dalam bahasa Portugis. Sehingga
Ruak. Ini dengan tujuan agar anggota F-FDTL dapat                kebanyakan instruktur, yang memiliki keterbatasan berbahasa
menggunakan keahlian yang dimiliki untuk membantu                Portugis, mengalami kesulitan untuk memahami materi yang
                                                                 tersedia. Meskipun ada seorang teknisi dari Brazil yang
masyarakat dalam pembangunan negeri ini. Keseluruhan
                                                                 membantu mereka, bahasa tetap menjadi kendala untuk
anggota F-FDTL yang telah mengikuti pelatihan di pusat ini
adalah 94 orang.                                                 komunikasi.
                                                                    La’o Hamutuk berpendapat diperlukan instruktur yang
                                                                 baik untuk menghasilkan lulusan yang bermutu. Kemampuan
                                                                 para instruktur harus dikembangkan dengan memberikan
                                                                 kursus bahasa Portugis, agar mereka dapat menguasai materi
                                                                 yang tersedia kemudian memberikan pengetahuan tersebut
                                                                 kepada siswa. Pada saat yang bersamaan, sebaiknya lebih
                                                                 banyak materi yang diterjemahkan ke dalam bahasa Tetun
                                                                 dan/atau Bahasa Indonesia
                                                                 4. Administrasi dan Manajemen
                                                                    Seperti yang disebutkan di atas, manajemen keuangan dan
                                                                 administrasi ditangani langsung oleh staf yang didatangkan
                                                                 dari Brazil. Menurut staf orang Timor yang bekerja di Pusat
                                                                 Pelatihan ini, semua pengelolaan di bawah kendali mereka,
                                                                 tanpa partisipasi dari staf lokal. Staf lokal mengatakan bahwa
Rekomendasi                                                      mereka tidak bisa mengakses informasi mengenai laporan
  Berdasarkan hasil wawancara dan observasi La’o Ha-             keuangan, bahkan tidak mengetahui berapa gaji para
mutuk ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:                  Penasehat Teknik. Lebih dari itu, laporan keuangan hanya
1. Tujuan /sasaran                                               diberikan kepada pihak Brazil, sedangkan pihak pemerintah
                                                                 Timor-Leste hanya diberi laporan mengenai kegiatan dari
   Syarat dari Pusat Pelatihan ini adalah minimal siswa
                                                                 pusat pelatihan ini.
memiliki kemampuan membaca dan menulis (tamat kelas 6
                                                                    La’o Hamutuk percaya bahwa dalam suatu kerjasama
SD) dan minimal berumur 17 tahun. Namun Pusat Pelatihan
                                                                 harus ada transparansi dan partisipasi bersama dari kedua
ini disebut terbuka bagi siapa saja, sehingga mereka yang
                                                                 belah pihak, dalam hal perencanaan, pelaksanaan, evaluasi,
telah mengikuti pendidikan formal atau sudah bekerja bisa
                                                                 dan pemantauan.
menambah pengetahuan dan keterampilan mereka melalui
pusat ini.                                                       5. Pengalihan keterampilan dalam pengelolaan
   Menurut La’o Hamutuk seharusnya prioritas diberikan           program
kepada mereka yang putus sekolah dan para pemuda yang               Direncanakan bahwa pengalihan keterampilan administrasi
menganggur. Mereka seharusnya diberikan pertolongan untuk        dan tanggungjawaban kepada staf lokal dilakukan pada tahun
mencari pekerjaan. Jika tidak ini akan meningkatkan              2004, namun hingga tahun 2006 ini belum dimulai, karena
kesenjangan yang sudah ada, dimana mereka yang memiliki          misinya terlalu sebentar dan Timor-Leste mengalami krisis.
akses pada pendidikan formal mendapatkan semakin banyak          Proses pengalihan baru dimulai, dan akan diperkuat serta akan
pengetahuan dan keahlian, sementara mereka yang tidak            diselesaikan pada tahun 2008. Walaupun staf orang Timor-
mampu untuk mendapatkan pendidikan formal semakin                Leste yang akan bertanggung jawab untuk pengembangan
terbebani ketidakmampuannya.                                     Pusat Pelatihan ini sudah mulai bekerja pada 2001, mereka
2. Sosialisasi program ini di distrik                            masih tidak memiliki kemampuan untuk mengelola pusat
                                                                 pelatihan itu.
   Pusat Pelatihan ini berbasis di Dili, dan menerima lamaran
dari semua distrik. Jones Ceisar mengatakan bahwa yang           6. Hasil Produksi
merupakan tantangan besar adalah bagaimana menda-                   Dari pemantauan La’o Hamutuk, hasil produksi dari
tanginya dan mendapatkan perumahan di Dili bagi para             pelatihan ini seperti meja, kursi, lemari, anyaman ban dan
pemuda dari distrik-distrik, karena pusat pelatihan ini tidak    kain disimpan dalam gudang. Kue dan roti yang dibuat di
menyediakan tempat tinggal bagi siswa.                           tempat pelatihan dimakan dan dibawa pulang ke rumah oleh

Buletin La’o Hamutuk                         Vol. 8, No. 3      September 2007                                    Halaman 3
siswa. La’o Hamutuk menganggap bahwa Pusat Pelatihan                    Sejak tahun 2001 sampai 2006 pusat pendidikan ini didanai
ini seharusnya mempromosikan hasil produksi peserta kepada           oleh pemerintah Portugal melalui Kementerian Tenaga Kerja
khalayak umum, misalnya dengan menyelenggarakan                      Portugal. Meskipun pusat pendidikan ini diawasi oleh
pameran hasil karya mereka. Juga, mereka yang belajar                Kementerian Tenaga Kerja Timor-Leste, semua pengelolaan
konstruksi, TI, listrik, hidraulika, dan lain-lain dapat             dan administrasi keuangan ditangani oleh staf Portugis yang
menggunakan keterampilan dan latihan mereka untuk                    ditunjuk oleh Lembaga Pekerjaan dan Pendidikan Profesional
melakukan kerja praktis – pembangunan kembali rumah,                 (IEFP) Portugal, dan setiap tahunnya dievaluasi oleh
memperbaiki komputer, membantu ORNOP dan badan-badan                 Lembaga Bantuan Pembangunan (IPAD) Portugal. Laporan
pemerintahan, dan sebagainya.                                        kegiatan pusat ini disampaikan kepada satu dewan yang
   Lebih lanjut, hasil produksi dapat didistribusikan ke sekolah-    dibentuk oleh kedua negara (Portugal dan Timor-Leste) yang
sekolah (terutama sekolah-sekolah di distrik-distrik). Untuk         terdiri dari:
ini diperlukan peran aktif Kementerian Pendidikan dengan             1. Kantor Kerjasama dalam Kementerian Keamanan Sosial
mengumpulkan data sekolah-sekolah di daerah pedesaan                    dan Tenaga Kerja Portugal
terpencil yang membutuhkan material dan fasilitas tersebut.
                                                                     2. Lembaga Pekerjaan dan Pendidikan Profesional Portugal
Dengan demikian hasil produksi dari siswa bisa berhasil guna
                                                                        (IEFP)
dan berdaya guna.
                                                                     3. Lembaga Bantuan Pembangunan Portugal (IPAD)
7. Pemantauan
                                                                     4. Departemen Pekerjaan Nasional dan Pendidikan Profe-
   Pusat Pelatihan ini telah melatih dan meluluskan 1.150               sional dalam Kementerian
orang, tetapi tidak mempunyai data mengenai berapa orang
peserta didiknya yang telah mendapatkan pekerjaan dan                5. CNEFP (Centru Tibar)
berapa yang masih menganggur.                                        Pada tahun ini, pengelolaan pusat telah diserahkan kepada
   Pusat Pelatihan ini sudah mendiskusikan masalah ini               staf lokal, dengan Simão Barreto ditunjuk sebagai Direktur
dengan Kementerian Tenaga Kerja. Peserta yang telah                  Pusat, sementara pelaporan dan evalausi tetap menjadi
menyelesaikan program ini mengatakan mereka sulit untuk              tanggungjawab dewan bersama.
mencari pekerjaan karena negara ini tidak memiliki peraturan            Anggaran pusat pendidikan ini setiap tahunnya sekitar $0,5
untuk bisnis atau sistem magang antara pendidikan profesional        juta sampai $1,2 juta yang dialokasikan untuk biaya pendidikan,
dan bisnis lokal. Tetapi La’o Hamutuk percaya bahwa situasi          konstruksi, dan rehabilitasi.
ekonomi kesempatan kerja yang sedikit dan pengangguran                  Pihak Kementerian Tenaga Kerja Timor-Leste memberi
yang banyak membuat sulit bagi banyak orang yang memiliki            tahu La’o Hamutuk bahwa pemerintah Timor-Leste telah
kemampuan untuk mendapatkan pekerjaan.                               mengalokasikan dana untuk Pusat Nasional ini sebesar
   Menurut Jones Ceisar, Pusat Pelatihan ini hanya bertang-          $272.000, sedangkan dari pihak Portugal $1.187.620.
gungjawab menyediakan pelatihan dan menyiapkan orang-                   Proses perekrutan calon siswa dilakukan oleh Kementerian
orang untuk bekerja, tetapi pemerintah RDTL, khususnya               Tenaga Kerja Timor-Leste melalui pengumuman di
Kementerian Tenaga Kerja bertanggungjawab untuk                      Departemen Sosial Kementerian Tenaga Kerja di semua
mendaftar dan memantau peserta yang telah lulus.                     distrik. Calon dari setiap distrik harus mendaftarkan diri pada
   Menurut La’o Hamutuk, Pusat Pelatihan harus mem-                  Departemen Pekerjaan Nasional dan Pendidikan Profesional
punyai catatan mengenai lulusannya, untuk mengetahui                 Kementerian Tenaga Kerja, kemudian mengikuti ujian masuk
mengapa lulusannya tidak mendapatkan pekerjaan, apa                  tertulis dan wawancara, untuk menetukan siapa yang diterima.
karena mutu lulusan, topik pelatihan atau mutu pelatihan.               Calon harus dapat menulis dan membaca, menganggur,
Prioritas harus diberikan pada mutu bukan jumlah lulusan.            dan berusia minimal 18 tahun. Pertimbangan lebih diberikan
   Selain itu, Pusat Pelatihan ini juga harus melakukan              pada yang sudah menikah, memiliki keluarga yang telah
pendekatan pada bisnis lokal dan meminta agar siswanya bisa          bekerja di bidang yang relevan, dan yang memiliki rekomen-
magang di tempat mereka. Pusat Pelatihan juga harus                  dasi dari suatu instansi, namun harus tetap melalui ujian tertulis
memberikan rekomendasi kepada para peserta didik yang                dan wawancara.
baik dan mempromosikan kemampuan dan keterampilan                       Pada mulanya fokusnya hanya pada bidang Konstruksi
mereka kepada perusahaan-perusahaan lokal maupun                     yang terdiri dari empat program di atas, namun pada tahun
internasional. Juga harus mengkomunikasikan dengan                   2007 satu program baru telah dimulai di bidang Pembangunan
perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor yang dicakup           Desa, yang terdiri dari dua program: “Pupuk dan Hortikultura”
oleh Pusat Pelatihan ini untuk membantu para lulusan                 dan “Frutikultura.”
mendapatan pekerjaan.                                                   Dua kali setahun selama dua mingu sebelum pelatihan
                                                                     dimulai, diberikan kursus bahasa Portugis, matematika,
Kerjasama Timor-Leste dan Portugal                                   kewarganegaraan, serta pengembangan dan hubungan sosial.
   Pusat Nasional untuk Pekerjaan dan Pendidikan                     Kursus ini diberikan di Tibar pukul 08.30 -17.30, tetapi tahun
Profesional (Centro Nacional de Emprego e Formação                   ini kursus diselenggarakan hingga pukul 15.30 karena alasan
Profissional (CNEFP) di Tibar, atau lebih dikenal dengan             keamanan.
nama Centru Tibar, didirikan pada bulan Mei 2001 di Becora,             Sistem pendidikan yang digunakan di Pusat Nasional ini
yang kemudian pada tahun 2002 dipindahkan ke Tibar.                  menggunakan kurikulum IEFP Portugal, termasuk bahasa
   Pusat Nasional ini dibuka untuk memberikan pendidikan             Portugis. Pengajaran menggunakan bahasa Tetun, tetapi
profesional kepada warga Timor-Leste yang berumur 18-45              semua bahan dan materi dalam bahasa Portugis, meskipun
tahun agar mereka bisa memiliki pengetahuan, keterampilan,           ada rencana untuk menerjemahkankannya ke dalam bahasa
dan memiliki keahlian teknik profesional yang relevan.               Tetun.

Halaman 4                                       Vol. 8, No. 3       September 2007                         Buletin La’o Hamutuk
                   Dari mana siswa berasal?                         Tahun                     Semester     Jumlah Lulusan
                  (sebagian, sepanjang 2006)                        2001                              1                   52
           Daerah                    Jumlah Siswa                   2002                              1                   38
           Aileu                                         0          2003                              2                   96
           Ainaro                                        6          2004                              1                   49
           Ataùro (Dili District)                        3          2005                              2                  129
           Baucau                                       28          2006                              1                   39
                                                                        (kedua dibatalkan karena kiris)
           Bobonaro                                      9
                                                                    2007                              1                   49
           Covalima                                     18             (kedua dibatalkan karena krisis)
           Dili                                         59          Total                              9                 452
           Ermera                                       23
           Lautem                                       20         2. Manajemen
           Liquiça                                      11            Pada tahun 2001 sampai 2002, semua manajemen dan
                                                                   administasi dikerjakan oleh pemerintah Portugal, yang tidak
           Manatuto                                      6         memberikan laporan teratur kepada pemerintah Timor-Leste.
           Manufahi                                      8         Tetapi sejak tahun 2003, sesuai dengan perjanjian kerja bilat-
           Oecusse                                       6         eral antara kedua pemerintah, semua kegiatan dalam pusat
                                                                   ini harus dilaporkan kepada Kementerian Tenaga Kerja
           Viqueque                                     25
                                                                   Timor-Leste, termasuk perencanaan dan implementasi pro-
                                                                   gram.
             Jenis Pelatihan dan Pendidikan                           Beberapa sumber dari Kementerian Tenaga Kerja
 Kursus                             Waktu      Jumlah Jumlah       menyampaikan kepada kami bahwa mereka tidak mengetahui
                                    (bulan)   Pengajar Siswa       situasi keuangan Centru Tibar, dan bahwa pusat ini belum
 Pertukangan (kayu)                    4,5          2        18    memberikan laporan kepada Kementerian. Pedro Fraga
                                                                   mengatakan kepada La’o Hamutuk bahwa Centru Tibar
 Instalasi Pipa                        4,5          2        16    mengeluarkan laporan kepada Kementerian Tenaga Kerja
 Bangunan                              4,5          2        18    Timor-Leste berdasarkan perjanjian antar para pejabat tinggi.
                                                                   Dua direktur pada masa pemerintah yang lalu tidak
 Listrik                               4,5          2        16    mengetahui tentang laporan ini, dan para pejabat lain dalam
                                                                   pemerintah baru belum mempunyai waktu untuk mempe-
   Fasilitas yang disediakan oleh Pusat Nasional mencakup:
                                                                   lajarinya.
bus antar jemput cuma-cuma, makanan kecil dan makan siang
                                                                      Menurut La’o Hamutuk, kerjasama seharusnya ada
cuma-cuma, buku petunjuk dan material kursus yang
                                                                   transparansi dan partisipasi dari kedua belah pihak. Meskipun
dibutuhkan, akses pada informasi, subsidi per hari $ 1,50, dan
                                                                   pemerintah Timor-Leste tidak mengalokasikan dana, namun
hak untuk mendapatkan ‘KIT’ atau alat-alat pendukung.
                                                                   berhak untuk mengetahui alokasi dan penggunaan uang di
   Siswa yang lulus mendapatkan ijazah Tingkat Teknik Dasar
                                                                   Centru Tibar.
(Tingkat 2) sama dengan tingkat pendidikan profesional di
Eropa. Direktur Centru Tibar mengatakan bahwa tingkat ini          3. Pengalihan keterampilan
berdasarkan fasilitas dan materi yang digunakan untuk                 Ketika pusat ini dikelolah oleh orang Portugis, mereka
mengajar, yang sama dengan di Eropa termasuk Portugal.             mengelola keuangan sendiri. Pelatihan baru dimulai ketika
   Berdasarkan wawancara dengan beberapa pihak dan                 pusat ini diserahkan kepada orang setempat.
pengamatan langsung, ada beberapa hal yang kami soroti:               Menurut La’o Hamutuk seharusnya dari awal orang
                                                                   setempat sudah dimasukkan dalam berbagai hal yang
1. Partisipasi Perempuan
                                                                   menyangkut Pusat Pelatihan ini, baik itu manajemen,
   Karena program yang disediakan di Pusat Pelatihan ini
                                                                   administrasi, koordinasi, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan,
adalah untuk bidang konstruksi, partisipasi perempuan sangat
                                                                   sehingga mereka bisa memahami keseluruhan sistem.
kurang. Dari 452 orang lulusan, hanya ada 11 orang perempuan.
   Menurut Pedro Fraga dari Portugal, mantan Direktur              4. Pemantauan
Centru Tibar dan sekarang menjadi penasehat bagi Direktur             Centru Tibar tidak memiliki data mengenai berapa banyak
Simão Barreto asal Timor-Leste, partisipasi perempuan harus        dari 452 lulusan yang sudah bekerja dan yang masih
mengikuti kriteria dari Kementerian Tenaga Kerja, dan              menganggur. Meskipun beberapa orang lulusannya bekerja
pemberian lebih banyak kesempatan kepada perempuan                 pada perusahaan-perusahaan tertentu, Centru Tibar tidak
tergantung pada persetujuan dan kebijakan Kementerian              mengetahui apakah mereka bekerja tetap atau hanya
Tenaga Kerja.                                                      sementara. Para lulusan hanya diminta untuk tetap
   Menurut La’o Hamutuk, untuk meningkatkan partisipasi            memberikan informasi kepada Centru Tibar tentang keadaan
perempuan, mereka harus diberi lebih banyak akses pada             mereka, tanpa ada mekanisme untuk melakukannya.
seluruh proses perekrutan siswa. Dengan memberikan                    Centru Tibar mengatakan bahwa pemantauan adalah
banyak dukungan dan kesempatan, perempuan akan tertarik            tanggungjawab pemerintah, tetapi pusat ini seharusnya
untuk mengembangkan kemampuan mereka sendiri.                      memantau para lulusan.

Buletin La’o Hamutuk                              Vol. 8, No. 3   September 2007                                    Halaman 5
  La’o Hamutuk menyarankan agar Centru Tibar
memantau para lulusan untuk mengevaluasi mutu lulusan dan
pelatihan.
Rencana pemerintah Timor-Leste untuk pendidikan
profesional
   Dengan dibukanya berbagai lembaga pendidikan
profesional di negara ini, pemerintah RDTL dituntut untuk
mempersiapkan standard dan satu sistem pendidikan
profesional yang baku dan memiliki mutu yang baik.
Pendidikan profesional yang ada di sini menggunakan sistem
pendidikan dan kurikulum yang berbeda, termasuk sistem
pendidikan dari Portugal, Brazil, Australia, Indonesia, dan dari
negara-negara lain.
   Pada 12-13 Februari 2007, Kementerian Tenaga Kerja
dengan dukungan dari ILO dan UNDP menyelenggarakan
pertemuan tentang “Pendidikan untuk bekerja” bagi
pendidikan profesional di Aula São Paulo di Comoro, Dili.              La’o Hamutuk berharap negara-negara donor menghargai
   Pertemuan tersebut diselenggarakan untuk membahas                Timor-Leste sebagai sebuah negara yang berdaulat. Dan
sistem pendidikan profesional di Timor-Leste, dan mekanisme         pemerintah Timor-Leste juga tidak harus menerima begitu
yang ada saat ini untuk kerjasama dan koordinasi antara             saja bantuan dari negara donor tanpa ada mekanisme untuk
berbagai lembaga pendidikan profesional. Pertemuan ini              kerjasama dan kebijakan dalam negeri yang mengatur
dihadiri oleh sejumlah lembaga pendidikan profesional besar         kerjasama, sebagai prinsip yang harus dihormati.
yang ada di Dili dan di distrik-distrik.                            2. Pemerintah Timor-Leste, Portugal dan Brazil
   Untuk menjawab kebutuhan sistem pendidikan profesional,          seharusnya mempunyai mekanisme untuk memantau
Kementerian Tenaga Kerja telah merancang pembentukan                lulusan dari pusat-pusat pendidikan ini. Seharusnya ada
satu lembaga yang akan mengatur pendidikan profesional              database mengenai lulusan yang telah bekerja di perusahaan,
yang disebut IDT (Institutu ba Dezenvolvementu                      atau membuka usaha sendiri maupun yang masih menganggur.
Trabalhador – Lembaga Pengembangan Pekerja).                        Juga dengan mencatat para lulusan dan apa yang terjadi
   Lembaga ini akan menyusun sistem pendidikan profesional          dengan mereka pada pekerjaan baru mereka, pusat-pusat ini
yang bisa memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja di Timor-           akan bisa mengevaluasi dan memperbaiki program berda-
Leste sesuai dengan standar internasional. Selain itu               sarkan hasil mereka. Ini juga bisa termasuk menambah atau
bertanggungjawab untuk memberikan sertifikat kepada or-             menggantikan jenis kursus, dan juga memperbaikinya sehingga
ang-orang yang berkompetensi teknis dan profesional serta           bisa lebih bermanfaat bagi pekerjaan mereka saat ini.
memberikan sertifikat kepada perusahaan-perusahaan
maupun orang-orang tertentu yang berkompeten sebagai                3. Lulusan dari pusat-pusat tersebut seyogyanya
penasehat.                                                          memiliki wadah untuk mendukung mereka, untuk
   Komisi eksekutif dalam lembaga ini akan mencakup                 menyalurkan ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan
perwakilan dari Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian               mereka, atau mempekerjakan mereka dalam proyek-proyek
Pendidikan dan Kebudayaan, perusahaan-perusahaan,                   konstruksi yang didanai oleh pemerintah Timor-Leste, Por-
organisasi-organisasi pekerja, dan lembaga-lembaga                  tugal, dan Brazil, untuk menghindari “pengangguran profe-
pendidikan profesional.                                             sional.” Mereka juga seharusnya diberikan dukungan untuk
                                                                    mencari pekerjaan, dan perusahaan-perusahaan yang
Rekomendasi                                                         mencari pekerja seharusnya mendatangi pusat yang
  Pusat-pusat Pendidikan dan Pelatihan Profesional                  menyelenggarakan program pendidikan profesional yang bisa
sangatlah penting bagi pemuda-pemudi di negeri ini.                 membantu mereka menemukan pekerja yang berkemampuan.
Lembaga-lembaga ini dapat memberikan kemampuan dan                  Jika pusat pendidikan ini bekerjasama dengan calon-calon
keterampilan kepada mereka untuk dimanfaatkan bagi                  majikan, misalnya melalui magang, hubungan ini akan mudah
kepentingan mereka sendiri maupun untuk pembangunan                 dibangun.
bangsa ini.
                                                                    4. Pusat-pusat pendidikan seharusnya mulai memi-
  Kedua Pusat Pelatihan dan Pendidikan Profesional ini
                                                                    kirkan pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan
sangatlah bermanfaat, sehingga kita semua patut memberi
                                                                    kebutuhan Timor-Leste, terutama program pertanian,
perhatian bagi pengembangan dan kelanjutannya.
                                                                    perikanan, dan pariwisata. Program-pogram bermanfaat lain
  Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, meliputi:
                                                                    bisa juga mencakup paramedis, perbaikan mobil/sepeda mo-
1. Kerja sama bilateral (antara Timor-Leste dan Portu-              tor, perbaikan jalan, keuangan, administrasi, dan menjalankan
gal maupun antara Timor-Leste dan Brazil) seharusnya                bisnis kecil.
dilakukan bersama-sama sebagai mitra kerja yang                        Para lulusan dari pusat-pusat ini tidak seharusnya
sederajat, bukan seperti majikan dan bawahan.                       tergantung kepada perusahaan-perusahaan saja, namun dapat
Seharusnya ada keterbukaan, partisipasi, dan inisiatif dari         menggunakan keahlian dan keterampilan yang dimiliki untuk
kedua belah pihak dalam segala hal.                                 pengembangan dirinya di bidang-bidang tersebut.


Halaman 6                                      Vol. 8, No. 3       September 2007                      Buletin La’o Hamutuk
5. Pemerintah RDTL harus membuat aturan yang ketat                 6. Pemerintah Timor-Leste harus memberlakukan
mengenai pekerja dan perusahaan yang melakukan                     standar supaya semua pendidikan profesional yang ada
investasi di Timor-Leste. Ini dapat mengurangi dominasi            di Timor-Leste mutunya tinggi dan dapat diukur. Sistem
dari luar terhadap pekerja atau pekerjaan diberikan kepada         pendidikan dan kurikulum harus sesuai dengan kondisi Timor-
pekerja asing ketika pekerja orang Timor tersedia, dan juga        Leste.
menjamin hak pekerja lokal yang bekerja pada perusahaan-
perusahaan tersebut.                                               7. La’o Hamutuk mendukung dibentuknya satu
   Pemerintah juga bisa mengusahakan untuk memperker-              lembaga yang mengatur pendidikan profesional, dengan
jakan lulusan dari program pedidikan profesional, atau             harapan bahwa adanya lembaga/wadah organisasi akan
mendukung perusahan sub-kontraktor untuk melakukannya.             memperbaiki mutu pendidikan profesional di Timor-Leste.




           Presiden Berjanji Tidak Memberlakukan UU-Amnesti
Pada 4 Juni Parlemen Nasional Timor-Leste meloloskan               parlementer.
undang-undang mengenai “Kebenaran dan Tindakan                        Sementara Parlemen dan publik menunggu keputusan
Pengampuan untuk Berbagai Pelanggaran”, yang membe-                Presiden José Ramos-Horta untuk memberlakukan atau
rikan amnesti kepada para pelaku kejahatan lebih dari 180          memveto undang-undang tesebut, La’o Hamutuk bekerja
jenis kejahatan spesifik yang dilakukan antara 20 April 2006       meningkatkan kesadaran, menganalisis dampak undang-
sampai 30 April 2007. Meskipun para pendukung undang-              undang ini, menerbitkan tajuk rencana, dan memberikan
undang amnesti mengatakan bahwa undang-undang ini akan             komentar kepada media nasional dan international. Pada 5
mengurangi beban sistem peradilan, La’o Hamutuk                    Juli, Presiden meminta kepada Pengadilan Tinggi untuk
berpendapat bahwa kegagalan dalam mentuntut pertanggung-           memberikan nasehat apakah undang-undang ini melanggar
jawaban orang-orang yang melanggar hukum hanya akan                konstitusi atau tidak. Pada hari yang sama, La’o Hamutuk
memperlemah kekuasaan hukum – melestarikan kekebalan               menemui Presiden, dan dia berjanji untuk tidak member-
hukum dan mendukung tumbuhnya budaya kriminalitas di               lakukan undang-undang ini, apa pun nasehat yang diberikan
Timor-Leste. Usulan undang-undang ini tidak memasukan              Pengadilan Tinggi. Akan tergantung kepada Parlemen baru
mekanisme pencarian kebenaran, seperti kesaksian atau              dan Pemerintah untuk memutuskan apa yang dilakukan.
dengar pendapat umum. Undang-undang ini memberikan                    Pengadilan Tinggi menyampaikan pendapatnya pada 16
amnesti untuk kejahatan yang merusakkan harta benda bernilai       Agustus, menyatakan bahwa undang-undang ini melanggar
kurang dari $ 10.000, tetapi tidak untuk yang lebih, memberikan    prinsip Konsititusi mengenai kesetaraan karena hanya
preseden ketidaksetaraan keadilan untuk yang kaya dan miskin       memberlakukan pada kejahatan-kejahatan yang dilakukan
(lihat tajuk rencana Buletin La’o Hamutuk Vol. 8 No. 2).           dalam periode tertentu.
Ini adalah salah satu dari beberapa undang-undang                     Presiden bekerjasama dengan beberapa organisasi
kontroversial yang diloloskan selama periode kekacauan             masyarakat sipil, sedang mencari rekomendasi alternatif
umum tahun lalu, dalam hal ini di tengah-tengah tidak adanya       mengenai bagaimana menyelesaikan banyak kejahatan yang
perhatian politik dan media karena kampanye pemilihan umum         terjadi selama krisis 2006-2007.




 Dengarkan Program Radio “Igualidade” La’o Hamutuk
           Wawancara dan komentar mengenai isu-isu penting yang kami pantau!
               Setiap Minggu pada jam 1:00 siang di Radio Timor-Leste
            Setiap Kamis jam 9:00 malam di Radio Comunitas Atoni Oecussi.




                                    Siapa di La’o Hamutuk?
  Staf La’o Hamutuk: Yasinta Lujina, Inês Martins, Guteriano Neves, Charles Scheiner, Viriato Seac, Santina Soares,
    Maximus Tahu
  Penerjemah: Nugroho Kacasungkana, Pamela Sexton, Andrew de Sousa, Titi Irawati
  Dewan Penasehat: Joseph Nevins, Pamela Sexton, Adérito de Jesus Soares, Justino da Silva, Oscar da Silva


Buletin La’o Hamutuk                          Vol. 8, No. 3       September 2007                                 Halaman 7
La’o Hamutuk Mengusulkan Perubahan pada UU-Perminyakkan
Pada bulan April ini, La’o Hamutuk adalah satu-satunya            bertemu secara tertutup dan hanya mengikutsertakan orang-
organisasi non-pemerintah (ORNOP) yang mengajukan                 orang yang telah dipilih oleh Perdana Menteri. Seperti dengan
submisi kepada Pemerintah RDTL, khususnya Kementerian             Undang-Undang Perminyakan 2005 yang disepakati secara
Sumber Daya Alam, Mineral, dan Kebijakan Energi                   aklamasi, konsultasi publik yang terbuka dan luas dan
sehubungan dengan tiga usulan rancangan undang-undang             perdebatan parlementer bisa membantu memastikan bahwa
dekrit yang diusulkan untuk merombak bagaimana                    seluruh masyarakat mendukung keputusan tersebut.
pengelolaan proyek-proyek perminyakan, membentuk satu             Khususnya dengan pemerintahan koalisi, satu undang-undang
perusahaan minyak nasional, dan mendirikan satu Dewan             yang diloloskan secara terbuka oleh para utusan yang dipilih
Nasional Kebijakan Energi. Buletin La’o Hamutuk Juni 2007         itu lebih bertahan lama dibandingkan dengan keputusan yang
memberikan ringkasan undang-undang tersebut dan submisi           diambil oleh pemerintah melalui perdebatan tertutup. Stabilitas
April kami.                                                       seperti itu sangat menarik bagi perusahaan-perusahaan
   Dua minggu untuk konsultasi publik adalah waktu yang           minyak internasional, para pembeli hasil ekspor minyak kita,
terlalu pendek untuk analisis yang teliti dan cermat mengenai     dan pihak-pihak lain yang memperhatikan transparansi,
tiga undang-undang dekrit yang rumit itu. Untuk menjawab          pertanggungjawaban, korupsi, dan pengembangan ekonomi
tuntutan publik, Pemerintah dengan bijaksana memperpanjang        berkelanjutan.
waktu untuk pengajuan submisi, menunda pemberlakuan
hingga sesudah pemilihan umum. Otoritas Laut Timor (TSDA          Ketiga undang-undang tersebut tidak bisa menutupi
– Timor Sea Designated Authority) dua negara telah                sebuah kekosongan hukum.
diperpanjang mandatnya sampai bulan Januari 2008,                    Sebuah kerangka hukum yang menyeluruh seharusnya ada
menghilangkan sebuah tekanan untuk pembuatan mekanisme            sebelum undang-undang khusus ini diberlakukan, karena tidak
pengaturan baru yang terburu-buru.                                mudah disesuaikan ke dalam perundang-undangan kita yang
   Pemerintah baru telah berkuasa setelah proses ini dimulai,     campuran Timor-Leste/PBB/Indonesia. Khususnya, semua
dengan sejumlah perubahan dalam struktur sekarang dan             undang-undang tentang transparansi, perlindungan dan
dalam visinya mengenai bagaimana mengembangkan                    pemeriksaan lingkungan, penyelesaian sengketa, dan konflik
sumberdaya perminyakan Timor-Leste. Dua dari rancangan            kepentingan seharusnya diberlakukan lebih dulu. Jika usulan
undang-undang dekrit tersebut – Otoritas Pengaturan dan           undang-undang dekrit ini diloloskan tanpa dasar itu, akan ada
Perusahaan Minyak Nasional – akan dimasukkan dalam satu           kebingungan hukum. Banyak struktur yang digunakan di
“Undang-Undang Optimisasi Perminyakan” yang akan segera           dalamnya tidak ada dalam undang-undang Indonesia, yang
dirancang oleh Sekretariat Negara untuk Sumberdaya Alam.          berlaku di bidang-bidang dimana Timor-Leste belum
Tanggungjawab Dewan Nasional Kebijakan Energi akan                memberlakukan undang-undang baru.
dipegang oleh jabatan baru Sekretaris Kebijakan Energi.              Sejumlah undang-undang terkait telah ada, termasuk
   Brasil merupakan model untuk rancangan tiga undang-            Undang-Undang Perminyakan, Undang-Undang Dana
undang tersebut, tetapi Menteri Energi mereka telah dipecat       Perminyakan, dan Undang-Undang mengenai Perusahaan
dan 50 orang stafnya telah ditangkap. São Tomé diketahui          Publik. Rancangan undang-undang baru ini harus konsisten
memiliki salah satu undang-undang yang terbaik di dunia untuk     dengan undang-undang tersebut di atas. Kontradiksi dan celah
pengelolaan pendapatan minyak, tetapi satu skandal korupsi        di dalam perundang-undangan menciptakan jalan yang bisa
terkuak pada bulan Juni. Pengalaman-pengalaman menyedih-          mendatangkan korupsi atau lebih parah, menyulitkan
kan mereka seharusnya membuat Timor-Leste berusaha lebih          pelaksanaannya oleh para pejabat atau penegakannya oleh
keras lagi untuk mengembangkan undang-undang yang tidak           pengadilan. Sebelum undang-undang tersebut diloloskan,
hanya terbaik di dunia, tetapi yang akan bisa mencegah negara     Parlemen seharusnya meloloskan sebuah undang-undang
kita jatuh ke perangkap yang sama.                                organik untuk Kementerian Sumberdaya Alam, Mineral, dan
   Dengan bantuan dari para pakar internasional, La’o Hamu-       Kebijakan Energi, seperti yang telah dilakukan untuk
tuk menyampaikan lebih dari dua puluh halaman komentar tam-       kementerian-kementerian lainnya. Undang-undang organik
bahan pada bulan Juli, yang diringkaskan di bawah ini. Submisi    ini akan membuat sebagian dari undang-undang dekrit tersebut
lengkapnya tersedia pada situs jaringan atau kantor kami:         tidak dibutuhkan.

Ini seharusnya Undang-undang Parlementer, bukan                   Eksplorasi dan distribusi minyak itu berbeda.
Undang-undang Dekrit yang disahkan oleh Dewan                       Rancangan undang-undang tersebut mendirikan sebuah
Menteri.                                                          Otoritas Pengaturan Nasional tentang Gas Alam dan Bahan
   Pengalaman internasional menunjukkan bahwa sektor              Bakar Hayati (ARNP), Perusahaan Nasional Perminyakan
perminyakan, khususnya di negara-negara yang tergantung           Timor-Leste (PETROTIL), dan Dewan Nasional Kebijakan
pada minyak untuk kebanyakan pendapatannya, sangat rentan         Energi (CNPE). Masing-masing badan baru ini memiliki
terhadap kesalahan pengelolaan, korupsi, penyalahgunaan           otoritas atas seluruh proses perminyakan, mulai eksplorasi
kekuasaan. Oleh karena itu kita seharusnya menggunakan            dan produksi (hulu), sampai ke penyulingan minyak, pencairan
proses yang paling kuat, paling transparan, paling demokratis,    gas, pemasaran, distribusi, dan penjualan eceran (hilir). Ini
dan paling inklusif serta paling seksama pembahasannya untuk      adalah sebuah perluasan besar dari Undang-undang
mendirikan dasar-dasar yang mantap untuk pengembangan             Perminyakan 2005, yang hanya mencakup kegiatan hulu.
dan pengaturan perminyakan masa depan.                            Tujuan dari operasi hulu adalah memberikan pendapatan untuk
   Parlemen bekerja di depan publik, dengan partisipasi dari      keuangan Negara, sedangkan hilir, dari perspektif pemerintah
banyak partai politik, tidak seperti Dewan Menteri yang           nasional, adalah untuk memastikan ketersediaan energi untuk
Halaman 8                                    Vol. 8, No. 3       September 2007                       Buletin La’o Hamutuk
penduduk Timor-Leste. Tidak masuk akal dan tidak efisien        datang dari penetapan Parlementer. Pendapatan yang
menempatkan kedua jenis kegiatan itu di bawah ketentuan         berhubungan dengan perminyakan harus melalui proses Dana
pengatur yang sama, yang akan pasti memprioritaskan hal         Perminyakan yang diharuskan oleh hukum, bukan langsung
tertentu dan mengabaikan yang lain.                             ke ARNP. Orang-orang yang bekerja untuk ARNP
                                                                seharusnya memiliki hak, tanggungjawab, dan tunjangan yang
Kekuasaan terpusat bisa menuju ke korupsi.                      sama dengan pegawai negeri yang lain.
   Kekuasaan pengambilan keputusan, pengangkatan, dan              Pengembangan perminyakan di negara-negara lain yang
akses pada informasi terlalu memusat pada Kementerian           sama seperti Timor-Leste sering mendatangkan kutukan
Sumberdaya Alam, Mineral dan Kebijakan Energi                   sumberdaya alam. Sebagian muncul karena salah pengelolaan
(MNRMEP). Pengawasan dan pengimbangan, konsultasi, dan          atau karena pencurian pendapatan, tetapi juga terjadi karena
transparansi harus ada di dalam Pemerintah, dengan lembaga-     perusahaan-perusahaan komersial didirikan hanya untuk
lembaga negara yang lain (Presiden, Parlemen, Provedor, dan     keuntungan para pemegang saham mereka, bukan demi
badan peradilan) dan dengan para pelaku non-pemerintah          keuntungan rakyat di negara mereka beroperasi. Perusahaan-
(bisnis, masyarakat sipil, masyarakat lokal).                   perusahaan komersial akan memperhatikan keinginan
   (Struktur pemerintah AMP yang dibentuk bulan Agustus         ekonomi mereka sendiri, tetapi siapa di samping Pemerintah
membagi fungsi MNRMEP ke dua Sekretaris Negara; ini             Timor-Leste yang akan melindungi kebutuhan dan kesejah-
adalah langkah yang baik ke arah desentralisasi tetapi          teraan warganegara Timor-Leste?
menimbulkan kekhawatiran mengenai rendahnya bobot yang             Legislasi yang diusulkan memprioritaskan kepentingaan
diberikan kepada pengelolaan sektor perminyakan.)               komersial jangka pendek lebih dari kepentigan umum jangka
   Transparansi dan informasi publik adalah alat-alat yang      panjang. Regulasi harus memasukkan perlindungan
mendasar untuk membantu mencegah korupsi, kolusi dan            lingkungan dari kebocoran, kecelakaan, dan limbah;
nepotisme. Timor-Leste memerlukan kebijakan informasi           menyediakan keberlanjutan dan manfaat antar-generasi;
publik yang menyeluruh, mencakup seluruh pemerintahan, ber-     melindungi keselamatan dan kesehatan para pekerja;
kekuatan hukum mengikat berdasarkan prinsip bahwa segala        mencegah pelanggaran hak tanah dan hak asasi manusia;
sesuatu semestinya publik kecuali ada alasan yang memaksa       mengembangkan energi alternatif; memaksimalkan hasilnya
untuk dirahasiakan, tetapi undang-undang ini tidak memiliki     untuk pekerja dan bisnis Timor-Leste; dan meminimalkan
ketentuan dasar untuk transparansi. Khususnya, naluri           dampak iklim. Ini semua kebanyakkan diabaikan di dalam
perusahaan-perusahaan perminyakan untuk merahasiakan,           rancangan mandat ARNP, yang juga menghilangkan
yang sering disebut sebagai “rahasia perdagangan” tidak         kebutuhan untuk kosultasi dengan masyarakat dan publik
seharusnya mengesampingkan hak warga negara untuk               sebelum mensahkan kegiatan-kegiatan yang akan berpen-
mengerti eksploitasi kekayaan dan kinerja pegawai pemerintah    garuh pada mereka.
kita.                                                              Seluruh Dewan Direktur ARNP akan dipilih oleh Menteri
   Tidak ada negara yang memerlukan undang-undang jika          Sumberdaya Alam. Kami mengusulkan bahwa mereka dipilih
semua orang memiliki keinginan yang baik dan melakukan          oleh pejabat-pejabat yang berbeda dan dikonfirmasi oleh
pekerjaan mereka dengan sempurna – tujuan dari perundang-       Parlemen. Selain itu, Dewan ini harus demokratis dan
undangan adalah untuk memastikan bahwa ketamakan atau           transparan di dalamnya. Pegawai yang memenuhi syarat
kesalahan manusia tidak menimbulkan akibat serius bagi          (Auditor Tunggal) harus independen, dan laporannya harus
rakyat dan negara. Sayangnya, konflik kepentingan diper-        dipublikasikan.
bolehkan oleh banyak pasal dalam usulan undang-undang              Jangkauan kegiatan yang diatur oleh ARNP sangatlah luas,
tersebut, yang berisi sedikit ketentuan yang mengharuskan       dan setiap orang yang berdagang hasil minyak harus
pelaku kesalahan bertanggungjawab atas tindakan mereka.         mendaftar pada ARNP dan mendapatkan pesetujuan. Seperti
   Timor-Leste seharusnya memiliki sebuah ketentuan konflik     yang ditulis, ini termasuk setiap toko yang menjual minyak
kepentingan untuk seluruh pemerintah yang berlaku untuk         tanah atau menukar tabung LPG, setiap kios yang menjual
semua pengambil keputusan. Selain melarang keterlibatan         bensin, setiap pedagang jalanan yang menjual korek api gas
dengan perusahaan-perusahaan yang kepentingannya                penyala rokok.
bertumpang-tindih dengan tugas mereka untuk mengatur,
ketentuan seperti itu seharusnya mewajibkan mereka untuk        Perusahaan Minyak Nasional Timor-Leste
melaporkan harta kekayaan mereka sebelum mulai bekerja,         (PETROTIL)
setiap tahun, dan sesudah masa kerja mereka selesai.               La’o Hamutuk mendukung pembentukan sebuah perusa-
                                                                haan minyak nasional untuk Timor-Leste yang kuat, dikelola
Otoritas Penganturan Nasional Gas Alam dan Bahan                dengan baik, dimiliki oleh warganegara. Lembaga seperti ini
Bakar Hayati (ARNP)                                             bisa membantu mengembangkan sumberdaya dan kemam-
  Legislasi yang diusulkan ini menciptakan ARNP sebagai         puan kita untuk mengelolanya, dan memaksimalkan
sebuah badan setengah otonom, bukan sebuah departemen           pendapatan untuk Timor-Leste. Selain itu, sebuah perusahaan
pemerintah yang normal (seperti Direktorat Nasional Minyak      minyak nasional yang transparan, bertanggungjawab, dikontrol
dan Gas — DNPG sekarang ini), untuk mengelola kekayaan          secara demokratis akan bertanggungjawab kepada rakyat kita
minyak dan gas Negara untuk kesejahteraan rakyat kita. Kita     sendiri, bukan kepada para investor asing. Perusahaan ini
percaya bahwa peranan ini terlalu penting untuk dikeluarkan     akan memprioritaskan kepentingan jangka panjang Timor-
dari proses demokratis, dan seharusnya memasukkan               Leste, bukannya pembagian harga setiap hari atau pembagian
pengawasan Parlementer dan konsultasi publik yang baik.         keuntungan setiap tiga bulan.
Selain itu, anggaran belanja ARNP seharusnya merupakan             Namun, di negara-negara lain, perusahaan minyak nasional
bagian dari anggaran belanja Negara, dan pendapatannya          sering menjadi jalan ke bencana. Mereka bisa dipergunakan
Buletin La’o Hamutuk                        Vol. 8, No. 3      September 2007                                  Halaman 9
untuk mengelakkan tangungjawab atas pencemaran                      mengabaikan kekuasaan hukum. Bagian-bagian lain dari
lingkungan yang disebabkan oleh perusahaan-perusahaan               rancangan undang-udang juga menciptakan suatu atmosfer
asing (seperti di Ecuador, Texaco menjual sahamnya kepada           bersahabat dengan korupsi, seperti proses tender “yang
Petroecuador), atau untuk memungkinkan pencemohan                   disederhanakan,” penunjukan terpusat, dan tidak ada
undang-undang keselamatan atau komunikasi dengan                    keharusan untuk audit dari luar.
masyarakat lokal (seperti NNPC di Nigeria). Jika tidak diatur
dengan hati-hati, sebuah perusahaan nasional akan lebih             Rancangan Undang-Undang tentang Pengaturan
berbahaya daripada perusahaan swasta yang harus                     Kegiatan Perminyakan
bertanggungjawab kepada para pengatur di negara-negara                 Undang-undang ini mendirikan sebuah Dewan Nasional
dimana saham mereka diperdagangkan. Pemerintah Timor-               Kebijakan Energi (CNPE), yang diberi wewenang untuk
Leste sendiri akan memiliki tangungjawab menjaga agar               mengusulkan kebijakan kepada Dewan Menteri. Ini
PETROTIL jujur, bertangungjawab, dan transparan, dan ini            menunjukkan bahwa badan ini adalah badan penasehat, tanpa
adalah tugas yang kritis dan sulit.                                 ada kekuasaan pengambilan keputusan atau tanggungjawab
   PETROTIL seharusnya diatur dengan standar transparansi           hukum. Kami setuju dengan ini, tetapi komentar lain mengenai
dan pertangungjawaban yang sama tingginya dengan yang               CNPE menggambarkannya sebagai organ pengawasan atau
diberlakukan di negara-negara demokrasi maju untuk                  pengatur. Undang-undang ini juga memberi wewenang
perusahaan minyak milik investor yang sahamnya diperda-             kepada CNPE untuk menyarankan persetujuan anggaran dan
gangkan secara umum.                                                laporan keuangan pengatur energi, tetapi tidaklah jelas apakah
   Pengelolaan perusahaan yang baik seharusnya jelas dan            CNPE sendiri dapat menyetujui (atau menolak) laporan
bersifat wajib untuk semua operasi PETROTIL, termasuk               tersebut.
pelarangan konflik kepentingan, kepatuhan pada standar-                Seperti usulan undang-undang dekrit yang lain, yang satu
standar transparansi internasional, pengawasan parlementer,         ini sangat lemah mengenai desentralisasi kekuasaan,
konsultasi publik dan masyarakat, penerbitan teratur audit          transparansi, keberlanjutan, pencegahan konflik kepentingan,
independen, dan laporan kepada pemerintah dan publik.               dan kesetaraan manfaat antar-generasi. Selain jaminan energi,
Sayangnya, rancangan undang-undang PETROTIL tidak                   CNPE seharusnya mempertimbangkan pengembangan
memuat semua persyaratan tersebut, dan oleh karena itu              kemampuan tenaga kerja RDTL, meningkatkan kemampuan
membahayakan Timor-Leste.                                           penyerapan perekonomian kita, perencanaan jangka panjang,
   Dewan Konsultasi multi-sektoral, sama seperti untuk Dana         meminimalkan perusakan lingkungan global, dan melindungi
Perminyakan dapat membantu memperbaiki pengawasan dan               tanah serta masyarakat Timor-Leste dan aktivitas-aktivitas
pertanggungjawaban.                                                 yang sedang berlangsung (seperti penangkapan ikan dan
   Rancangan undang-undang PETROTIL mewajibkan                      pertanian).
PETROTIL membagikan keuntungannya kepada para pekerja                  CNPE bertangungjawab untuk membantu membentuk
dan direkturnya sendiri serta menghubungkan upah pekerja            kebijakan energi untuk seluruh bangsa, dan itu seharusnya
dengan keuntungan PETROTIL. Ini adalah undangan terbuka             diperluas agar mencakup wakil-wakil pekerja, masyarakat-
untuk korupsi dan melangar Konstitusi RDTL, yang                    masyarakat pedesaan, dan konsumen. Enam dari sepuluh
menyebutkan bahwa kekayaan minyak adalah milik Timor-               anggota yang diusulkan adalah menteri atau orang yang
Leste, bukan milik sedikit orang terpilih yang diangkat. Menteri    mereka tunjuk (tiga dari empat sisanya diangkat oleh Menteri
Sumberdaya Alam, Mineral dan Kebijakan Energi José                  Sumberdaya Alam), dan para menteri Pemerintah telah
Texeira mengatakan bahwa pembagian keuntungan                       mempunyai pengaruh yang luas atas kebijakan. Sebuah
diperlukan untuk menarik personil yang berkualifikasi di dalam      Dewan seperti ini seharusnya memasukkan beranekaragam
industri minyak yang bergaji tinggi itu. Kami percaya bahwa         perspektif, dan seharusnya mengikutsertakan masyarakat sipil,
itu lebih mungkin menarik orang-orang rakus yang tergoda            badan-badan, dan konsumen.
kesempatan untuk mencuri kekayaan yang merupakan hak
kita itu.                                                           Kesimpulan
   Keuntugan PETROTIL seharusnya masuk Dana                            Undang-undang tersebut kurang dipikirkan dengan baik dan
Peminyakan, seperti semua pendapatan minyak lainnya.                teliti sebelum diedarkan untuk konsultasi publik dan akan
Ketika para pekerja PETROTIL bisa berbagi, ini merupakan            sangat merugikan Timor-Leste kalau disahkan. Kami
preseden yang berbahaya. Haruskah petugas pemungut pajak            mendorong agar Pemerintah yang lalu menjawab kritik-kritik
mendapatkan bagian dari pajak yang mereka kumpulkan atau            publik dan internal dan Pemerintah baru sekarang
badan-badan pembelian menerima sebagian pembayaran                  menyelenggarakan suatu proses yang lebih seksama. Kami
kembali untuk kontrak-kontrak yang mereka berikan? Para             berharap bahwa versi terakhir dari masing-masing undang-
pekerja PETROTIL seharusnya dicakup oleh peraturan                  undang ini (yang masing-masing bisa disahkan secara
ketenagakerjaan dan sistem gaji yang sama dengan pegawai            terpisah) akan menjadi bagian dari peraturan legal terbaik
negeri yang lainnya.                                                yang dimungkinkan untuk mengelola aspek yang dominan,
   Staf internasional PETROTIL dan keluarga mereka                  sangat menguntungkan, dan berbahaya bagi masa depan
dibebaskan dari pajak impor barang-barang pribadi,                  Timor-Leste.




Halaman 10                                     Vol. 8, No. 3       September 2007                       Buletin La’o Hamutuk
        La’o Hamutuk: Mengorientasi Kembali Pendekatan Kami
La’o Hamutuk (LH), adalah NGO lokal yang melakukan                    √ kegagalan untuk menggunakan kapasitas lokal dan struktur
pemantauan, analisis dan melaporkan kegiatan-kegiatan dari               lokal yang sudah ada;
institusi-institusi internasional yang terlibat dalam rekonstruksi    √ tidak ada keberlanjutan, sehingga proyek-proyek tersebut
dan pembangunan Timor-Leste. LH didirikan pada tahun 2000                mati ketika dana asing berhenti;
sebagai kelanjutan dari komitmen gerakan solidaritas
                                                                      √ kurangnya koordinasi yang baik antara agen-agen yang
internasional terhadap perjuangan rakyat Timor-Leste untuk
                                                                         menjadi pelaksana, dengan pemerintah ataupun grup-grup lain;
hak penentuan nasib sendiri. Dengan mempelajari bersama
tentang institusi-institusi internasional seperti Bank Dunia,         √ kegagalan untuk menjawab kebutuhan komunitas karena
IMF, PBB dan agen-agennya, agen-agen pembangunan bi-                     model pengimplementasian yang tidak memperhitungkan
lateral dan kebijakan serta kepentingan mereka di Timor-                 kondisi dan kebutuhan spesifik komunitas lokal.
Leste, para aktivis internasional dan nasional berharap dapat         Kelemahan-kelemahan di atas melefleksikan fenomena glo-
mendorong institusi-institusi itu menjadi lebih mau mendengar-        bal perkembangan industri yang tidak mudah untuk diubah
kan dan membantu rakyat Timor-Leste lebih mengerti agenda             hanya di Timor-Leste.
dan latarbelakang institusi-institusi internasional tersebut.            Kami menyadari bahwa jika LH terus memantau proyek-
   Sejak pendiriannya, LH telah memantau organisasi-                  proyek seperti itu, LH dibatasi oleh agenda-agenda dan
organisasi internasional yang berada di Timor-Leste selama            perspektif para donator, dan sering tidak bisa mengidentifikasi
masa transisi UNTAET, ketika tidak ada pemerintah yang                jalan yang lebih baik untuk menjawab sebuah permasalahan,
dapat menjamin mereka untuk bertanggung jawab. Sejak                  membandingkan dengan model-model yang lain, memasukan
awal bulletin LH membantu menginformasikan kepada rakyat              pendekatan-pendekatan alternatif atau alternatif-alternatif lain
Timor-Leste tentang organisasi-organisasi tersebut melalui            yang lebih efektif.
artikel-artikel seperti “Apa itu Bank Dunia?” dan “Apa itu               Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, kami
IMF?”. Kami juga melakukan pemantauan terhadap bantuan                memutuskan untuk fokus pada topik yang lebih luas dalam
bilateral dan multilateral, termasuk agen-agen dan program-           penelitian dan laporan kami dan mengidentifikasi lima sektor:
program dari Amerika Serikat, Cina, Jepang, Portugal, Aus-            1. Sumber Daya Alam, khususnya minyak dan gas:
tralia dan Brasil. Kami memantau peranan mereka dalam                    ketergantungan pada perminyakkan, manajemen penda-
proses rekonstruksi dan pembangunan di Timor-Leste, dan                  patan dari minyak dan gas, kebijakan-kebijakan pemerintah,
bagaimana mereka melibatkan rakyat Timor-Leste dalam                     isu-isu berkaitan dengan linkungan, transparansi,
perencanaan dan pelaksanaan. Kami menerbitkan banyak                     pertanggunjawaban dan keberlanjutan.
laporan tentang agen-agen tersebut dengan latar belakangnya,          2. Pertanian: kebijaksanaan publik berhubungan dengan
motivasi, kegiatan dan proyek-proyek mereka di Timor-Leste.              pertanian, hak atas tanah, pasar, keamanan pangan, irigasi,
   Setelah Timor-Leste merdeka secara formal pada tahun                  transportasi dari ladang ke pasar dan aspek-aspek lain dari
2002, LH mulai melihat lebih mendalam pada proyek-proyek                 kehidupan di daerah rural.
yang didanai oleh organisasi-organisasi tersebut dan mulai
memantau fungsi mereka sebagai penasehat bagi pemerin-                3. Pemerintahan: keadilan, keamanan, hukum, hak asasi
tahan yang baru. LH juga memperluas area penelitiannya                   manusia, pendidikan kewarganegaraan, pemilihan umum,
dengan memasukkan issu minyak dan gas serta memunculkan                  proses pembuatan undang-undang,, institusi-institusi
tim penelitian baru pada Sumber Daya Alam. Hal ini dilakukan             kenegaraan, desentralisasi dan administrasi pemerintahan.
karena keterlibatan Australia dan perusahaan-perusahaan               4. Ekonomi: investasi asing, privatisasi, globalisasi dan
internasional dalam pengembangan perminyakan dan                         perdagangan bebas terutama di sektor-sektor selain
kenyataan bahwa pendapatan dari minyak mengisi sekitar                   perminyakan dan pertanian.
90% dari perekonomian Timor-Leste. Pada tahun 2005, untuk             5. Pelayanan Sosial: kesehatan, pendidikan, komunikasi, air,
menjawab keinginan yang telah lama muncul untuk memantau                 listrik dan infrastruktur.
pembangunan di luar kota Dili dengan lebih efektif, kami              Karena keterbatasan staff saat ini, kami memfokuskan pada
membentuk sebuah tim investigasi untuk pembangunan di                 tiga bidang yang disebutkan pertama. Kami berharap untuk
daerah rural. Tim ini memantau dan melaporkan proyek-                 menambahkan fokus monitoring pada ekonomi pada tahun
proyek yang didanai oleh badan-badan internasional, yang              2008 dan pelayanann sosial pada tahun 2009, ketika kami
berhubungan dengan kehidupan sebagian besar penduduk                  memiliki lebih banyak staff dengan lebih banyak pengalaman
Timor-Leste yang hidup di luar ibukota.                               dan pengetahuan.
   La’o Hamutuk yang baru-baru ini me-orientasi kembali                  LH tidak mengubah misi umumnya untuk memantau
pekerjaan kami, kami menemukan bahwa hampir semua                     organisasi-organisasi internasional, dan kami tetap memantau
proyek yang diatur oleh donor dari luar negeri, memiliki              aktor-aktor yang sama dalam institusi-institusi yang sama.
masalah yang sama, seperti:                                           Organisasi-organisasi internasional tetap memiliki keterlibatan
√ konsultasi yang tidak efisien dengan penduduk lokal yang            dalam skala yang besar di Timor-Leste, mendanai dan
   seharusnya diuntungkan dari proyek-proyek tersebut;                mengimplementasi proyek-proyek serta memberikan nasehat
√ hanya sedikit wanita terlibat dalam proses pembuatan                di banyak bidang. Kami berharap perubahan perspektif dalam
   keputusan;                                                         organisasi akan lebih mengefektifkan kerja La’o Hamutuk
√ hubungan yang tidak baik antara staf internasional dan staf         dalam usaha kami untuk mencapai sebuah proses pemban-
   lokal, termasuk minimnya transfer kemampuan kepada                 gunan yang dapat terbuka dan secara efektif menjawab
   orang Timor Leste;                                                 kebutuhan dan harapan dari semua orang Timor-Leste.

Buletin La’o Hamutuk                            Vol. 8, No. 3        September 2007                                    Halaman 11
 Gerakan Perempuan: Melihat kebelakang dan melihat ke depan
Meskipun telah banyak dibentuk berbagai organisasi
perempuan maupun jaringan perempuan yang berjuang untuk
membela kepentingan kaum perempuan, namun belum ada
mekanisme struktural dalam gerakan perempuan baik di In-
donesia maupun di Timor-Leste. Secara kultural kaum
perempuan muda di Indonesia dan Timor-Leste belum banyak
berperan dalam proses dan gerakan untuk perubahan. Untuk
memperkuat gerakan perempuan dengan strategi mendukung
organisasi perempuan di pedesaan dan konsentrasi pada
perempuan muda, maka diorganisir sebuah Lokakarya dengan
tema “Refleksi dan Revitalisasi Gerakan Perempuan dan
Feminis Muda di Indonesia dan Timor-Leste di Bogor, Indo-
nesia pada 18–23 Juni 2007.
   Tujuan dari kegiatan tersebut adalah:
√ Menguatkan dan memperluas kepemimpinan dalam
   gerakan perempuan melalui pendidikan politik antar
   generasi dan kegiatan pengembangan keterampilan, serta             hari. Dalam sesi khusus ini peserta saling berbagi,
   pembelajaran dan aksi lintas batas.                                pendalaman materi, saling mengenal, serta berbagi strategi
√ Mengedepankan kembali kesetaraan gender dan strategi                sampai ke hal-hal pribadi.
   hak-hak perempuan melalui ’revisioning’, meningkatkan           Diskusi kamar: sesi ini dinamakan diskusi kamar karena
   kemampuan analisis kekuasaan, keterampilan negosiasi dan           dilakukan di kamar masing-masing dengan teman
   strategi/metodologi untuk pengorganisasian dan mobilisasi          sekamarnya untuk mendiskusikan dan membahas hal-hal
   melalui pendidikan populer.                                        seputar materi yang diperoleh dalam kelas, isu-isu yang
√ Menjembatani kenyataan kesenjangan desa dan kota,                   berhubungan dengan gerakan dan feminis dan juga berbagi
   upaya dan kebijakan di tingkat akar rumput antara                  tentang pengalaman masing-masing. Hasil diskusi kamar
   penelitian dan aktivis, dan antara gerakan perempuan               akan dipresentasikan keesokan hari yang kemudian
   dengan gerakan sosial lainnya termasuk mereka yang                 dirangkum oleh fasilitator.
   bekerja untuk hak-hak kelompok atau penduduk asli/suku          Diskusi informal tentang orientasi seksual: sesi ini tidak
   minoritas dan kelompok pekerja.                                    di ada dalam agenda, namun dimunculkan karena kebetulan
Kegiatan ini diorganisir oleh Just Associates (JASS) dengan           ada peserta dari komunitas lesbian yang bekerja dengan
dukungan dana dari HIVOS. JASS adalah organisasi yang                 komunitas LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Trans-
didirikan oleh aktivis gerakan perempuan dari Amerika Utara           gender). Diskusi ini sangat menarik karena selain
dan Asia Pasifik, yang bertujuan untuk menjembatani gerakan-          memberikan informasi tentang LGBT juga menambah
gerakan perempuan di bagian Utara dan Selatan. Selain itu             pengetahuan lebih mendalam mengenai orientasi seksual.
JASS juga menerbitkan buku-buku sebagai referensi, terlibat           Pelajaran penting dari diskusi ini adalah meskipun kita
dalam kegiatan lobi dan advokasi di tingkat internasional dan         berbeda orientasi seksual, namun bukan kendala untuk
mendukung keadilan sosial. HIVOS adalah lembaga donor                 bekerjasama. Perbedaan yang ada untuk ‘memperkaya’
yang mengelola dana pemerintah Belanda dan individu-                  dan dipandang positif untuk memperkuat gerakan kita.
individu di Eropa serta Amerika untuk mendukung program            Malam keakraban: sesi ini dilakukan pada hari terakhir
lokal di Indonesia dan Timor-Leste. Salah satu fokusnya               kegiatan. Peserta dari berbagai daerah di Indonesia
adalah gender mainstreaming, memperkuat gerakan                       maupun Timor-Leste menampilkan atraksi yang telah
perempuan dengan strategi mendukung organisasi perempuan              dipersiapkan dengan mengundang semua peserta ikut serta
di pedesaan.                                                          dalam atraksi tersebut.
   Kegiatan refleksi ini difasilitasi oleh Nani Zulminarni dan     Kegiatan Lokakarya tersebut dihadiri oleh berbagai organisasi
Dina Lumbantobing dari Just Associate, dengan narasumber           baik yang bekerja untuk isu perempuan, advokasi maupun
Lely Zailani (Ketua Komisi Politik HAPSARI, Himpunan               media dari tingkat pusat maupun basis di berbagai wilayah di
Serikat Perempuan Indonesia) yang membagi pengalaman               Indonesia. Dari Timor Leste, dikirim perwakilan enam orang
tentang Gerakan Perempuan dan Dian Kartika Sari (Deputi            yaitu: Rosa Maria Do Rosario De Sousa dan Maria G. Bar-
direktur INFID) tentang Memahami Peristiwa dan Pelaku              reto (Fokupers), Maria Evelina Iman (Rede Feto), Natercia
dari Lokal ke Global. Kegiatan lain yang dilakukan,                Barbosa De Deus (Perkumpulan HAK), Maria Do Rosario
diantaranya:                                                       Fatima Correia (JSMP) dan Yasinta Lujina (La’o Hamutuk).
Poster Café: peserta dibagi dalam tiga kelompok, dimana               Ke-34 peserta terdiri dari generasi muda dan generasi tua
   setiap harinya, membuat stand informasi tentang                 yang bergerak di gerakan perempuan dan gerakan sosial
   lembaganya melalui poster, gambar, brosur- brosur dan           lainnya yang berjuang untuk melakukan perubahan dan
   buku. Peserta lain akan berkeliling untuk melihat dan saling    keadilan. Kedua generasi ini saling berbagi pengalaman dan
   berbagi informasi.                                              belajar bersama mengenai perjuangan dari gerakan
Learning Group: peserta dibagi dalam kelompok kecil untuk          perempuan, baik yang telah dilakukan pada zaman dulu
   mendiskusikan berbagai topik yang berkaitan dengan              maupun saat ini. Merefleksikan bagaimana peristiwa-
   gerakan perempuan dan feminis selama satu jam setiap            peristiwa kunci pada kurun waktu tersebut terutama yang
Halaman 12                                    Vol. 8, No. 3       September 2007                      Buletin La’o Hamutuk
                                 Pengalaman pribadi mengajarkan kesabaran
  Kami akan membagikan sebuah cerita tentang bagaimana seorang perempuan muda yang berorientasi seksual lesbian
  berjuang untuk mengangkat harkat dan martabat mereka selayaknya insan manusia. Pada awal mengetahui dirinya
  berbeda orientasi seksul dengan orang lain pada umumnya, berbagai gejolak muncul didalam dirinya. Ada kekhawatiran
  dan ketakutan yang sangat luar biasa, yang membuatnya terpuruk. Keluarga besarnya pun marah karena mereka merupakan
  tokoh masyarakat yang dihormati dan sangat religius. Berbagai upaya dilakukan keluarga untuk mengubahnya, termasuk
  memasukkannya ke pesantren. Namun, semua usaha tersebut tidak bisa mengubah orientasi seksualnya sebagai les-
  bian. Keluarganya kemudian menyerah.
     Tantangan sebagai seorang lesbian sangat berat. Selain ajaran agama dan budaya masyarakat menganggapnya ‘aneh’
  dan ‘tidak bermoral’. Anggapan masyarakat yang mendiskreditkan “sebagai suatu penyakit’ yang harus diberantas.
  Anggapan yang diskriminatif tersebut, membuat kaum lesbian menjadi kelompok yang terpinggirkan.
     Dengan berbagai pendekatan, ia mencoba untuk menjelaskan pada keluarganya maupun masyarakat sekitarnya bahwa
  lesbian juga seorang manusia yang harus diperlakukan sama seperti yang lainya. Setiap orang harus diperbolehkan
  untuk menentukan orientasi seksualnya. Meskipun tidak mudah dan memerlukan waktu sekitar tujuh tahun, akhirnya
  keluaganya dan orang-orang di sekitarnya bisa menerima “perbedaan” tersebut. Dan dengan kehadiran organisasi komunitas
  lesbian yang didirikannya, kini eksistensi lesbian diberi ruang yang sama seperti lainnya.
     Dari cerita ini, kita dapat melihat bahwa perjuangan untuk melakukan sebuah perubahan sosial tidaklah mudah. Butuh
  waktu dan kesabaran. Tantangan terbesar sebetulnya adalah mengetahui diri sendiri dan memahami diri kita sendiri. Kita
  sering menganggap ‘perbedaan’ sebagai sesuatu yang salah dan negatif. Seringkali kita melihat bahwa perbedaan adalah
  sesuatu yang negatif, sehingga membuat kita tidak bisa mengakui akan perbedaan yang ada di antara kita. Ini terjadi
  perbedaan sehingga menjadi faktor pemisah antara kita sehingga membuat kita tidak bisa bekerja sama. Dalam gerakan
  apa pun, jika kita menerima adanya perbedaan sebagai sesuatu yang positif, akan berdampak pada keberlanjutan gerakan.

berhubungan dengan gerakan perempuan baik di tingkat lokal,       isu-isu fokus organisasi. Ada juga pembagian antara generasi,
nasional maupun internasional dan melihat dimana dan              antara yang bekerja di wilayah pedesaan dan di kota, antara
bagaimana gerakan perempuan memberikan sumbangan dan              senior dan junior dan sebagainya. Semua pembagian ini
apa bentuk sumbangannya, serta bagaimana dan dimana               melemahkan gerakan, diperparah lagi kepentingan yang
gerakan ini sekarang. Belajar dari pengalaman perjuangan          berbeda dari setiap individu memecah gerakan dimana pada
gerakan perempuan pada masa lalu, memotivasi gerakan              akhirnya saling mencurigai dan saling tidak percaya yang pada
perempuan yang ada saat ini untuk terus maju menentang            akhirnya “gerakan” tersebut hanyalah tinggal nama.
ketidakadilan.                                                       Lokakarya ini mengidentifikasai beberapa poin yang perlu
   Berkaca pada beberapa periode gerakan tersebut bahwa           diperhatikan oleh gerakan perempuan yaitu:
gerakan perempuan itu muncul ketika ada ‘monumental’              √ Bahwa gerakan perempuan tidak bisa fokus pada satu isu
penindasan terhadap perempuan. Dari refleksi ini kita bisa           saja karena permasalahan perempuan sangat kompleks dan
mengetahui sejarah gerakan perempuan dan kita bisa melihat           kita perlu bekerja untuk menghubungkan banyak isu
bagaimana gerakan perempuan itu melakukan perjuangan di              bersama.
berbagai isu kehidupan, melalui berbagai bentuk kontribusi        √ Feminis muda dalam gerakan harus dihargai dan diasuh,
baik secara individu, melalui organisasi maupun didalam              dan menerima pelatihan dan akses pada kepemimpinan
gerakan.                                                             dalam gerakan.
   Dari refleksi tersebut disepakati bahwa apa yang dialami
                                                                  √ Lakukan penyadaran kritis terhadap perempuan dimulai
oleh perempuan di Indonesia sama seperti yang dialami
                                                                     diri kita sendiri dan dengan orang-orang yang terdekat
perempuan di Timor-Leste dan semua perempuan di muka
                                                                     dengan kita.
bumi ini. Perempuan menghadapi problem yang sama yaitu
diskriminasi budaya, lingkungan, kekuasaan, politik, kebijakan    √ Aktifkan partisipasi komunitas (perempaun dan laki-laki,
mendukung adanya kondisi tersebut. Problem perempuan                 generasi muda dan generasi tua) di dalam gerakan sehingga
adalah multidimensional. Dan kelemahan dari perempuan                gerakan menjadi lebih berwarna.
adalah tidak mengetahui siapa “musuh”-nya — yang                  √ Kita selalu melakukan refleksi perjalanan gerakan untuk
sebenarnya adalah musuh bersama. Selain itu, musuh yang              memperbaharui dan membangun kembali komitmen
paling besar adalah diri kita sendiri, sehingga kita harus           bersama.
membebaskan diri kita dari pemikiran, perasaan dan                Lokakarya dan refleksi ini, membantu peserta berfikir lebih
perbuatan yang membatasi dan mengatur kita untuk                  mendalam mengenai pengorganisasian masyarakat,
mengubah diri kita. Kita perlu memahami prinsip bahwa             membangun gerakan, analisa kekuasaan dan kepemimpinan
sebelum membebaskan orang lain, kita harus membebaskan            feminis. Lokakarya ini membantu membangun solidaritas,
diri kita sendiri, kita harus sadar bahwa kita semua sama         silaturahmi, persaudaraan dalam gerakan perempuan dan
yaitu mengalami ketertindasan dalam berbagai bentuk.              feminis muda yang ada di Indonesia dan Timor-Leste untuk
Perempuan harus bersatu dan bekerjasama untuk melawan             lebih berperan aktif lagi baik di tingkat lokal, nasional maupun
segala bentuk diskriminasi dan ketidakadilan, untuk mencapai      global.
keadilan sosial dan adanya perubahan sosial.                         Perjuangan perempuan untuk mengejar ’matahari’ tidaklah
   Perempuan ada dalam wilayah perjuangan di berbagai             mudah. Aktivis perempuan — muda dan tua — harus saling
bidang temasuk publik, domestik, politik, dan ekonomi. Banyak     mendukung sebagai perempuan untuk bersatu melawan
gerakan perempuan namun bekerja sendiri-sendiri.                  diskriminasi yang ada. Mari kita semua berjuang bersama
Pembagian muncul berdasarkan pada wilayah atau mengenai           untuk melakukan perubahan sosial.

Buletin La’o Hamutuk                         Vol. 8, No. 3       September 2007                                    Halaman 13
                   Editorial: Kandungan Timor-Leste (Lanjutan hari halaman 16)
Kandungan Lokal adalah satu cara untuk mengane-                  jakan pekerja Timor-Leste bukannya pekerja asing. Tetapi
karagamkan perekonomian Timor-Leste                              La’o Hamutuk tidak ingin uang ini diboroskan, atau hanya
   Uang dari pengembangan minyak sering tidak memenuhi           untuk mempromosikan citra perusahaan, karena datangnya
harapan rakyat, yang merupakan salah satu unsur dari             dari perbendaharaan Timor-Leste, meskipun disalurkan
“kutukan sumberdaya.” Persyaratan kandungan lokal, yang          melalui proses Dana Perminyakan dan anggaran.
direncanakan dengan baik selama beberapa dasawarsa, bisa             Bulan Juni, Eni menjelaskan kepada organisasi-organisasi
mengurangi persoalan ini dengan membantu menganekara-            non-pemerintah setempat di Dili mengenai “Kandungan Lokal
gamkan perekonomian Timor-Leste menjauh dari keter-              dan Pembangunan Berkelanjutan.” Mereka membahas
gantungan pada pendapatan minyak.                                “keterlibatan” Eni di negara-negara lain: pertanian di Nige-
   Investasi dalam sektor perminyakan sangat besar, yang         ria, pengendalian malaria di Azerbaijan, kesadaran AIDS di
menimbulkan harapan tinggi di kalangan penduduk setempat,        Afrika, pendidikan di Venezuela, satu pusat medis di Libya,
tetapi kebanyakan uang dibelanjakan di luar Timor-Leste          pertanian padi di Kongo, dan sebagainya. Ini tidak terkait
karena kapasitas perekonomian kita untuk menyerap uang           dengan pengembangan minyak, tetapi dimaksudkan untuk
tersebut terbatas. Timor-Leste menyaksikan ini dengan            mengurangi kritik dan membuat rakyat yang sumberdayanya
bantuan internasinoal selama delapan tahun terakhir.             mendatangkan keuntungan bagi Eni bersikap lebih baik
Masyarakat internasional membelanjakan hampir tiga milyar        terhadap perusahaan ini.
dolar AS untuk Timor-Leste, tetapi ini tidak mengembangkan          Sebagian organisasi non-pemerintah menjadi berminat
perekonomian lokal kita. Timor-Leste masih mengimpor             dengan bagian $ 9,5 juta yang dijanjikan Eni untuk “kandungan
banyak barang karena kita belum punya bisnis, pengusaha          lokal.” Sangat sedikit yang akan dibelanjakan untuk membeli
produsen barang, infrastruktur atau tenaga kerja yang            barang dan jasa, yang berarti bahwa bagian terbesar darinya
berpengalaman untuk menyediakan kebutuhan kebanyakan             akan diberikan kepada organisasi-organisasi untuk proyek-
perusahaan-perusahaan asing di negeri kita.                      proyek yang mereka usulkan. Akan tetapi Eni tidak
   Kami mendorong strategi jangka panjang menggunakan            menyebutkan bahwa uang itu diambil dari pendapatan Timor-
kandungan lokal untuk mengembangkan perekonomian kita.           Leste kalau mereka tidak ditanya secara langsung.
Pengembangan minyak di Timor-Leste akan berlanjut selama            Pada bulan Juli, Amandio Gusmão, Direktur Nasional
beberapa generasi, dan infrastruktur manusia, pertanian, dan     Minyak dan Gas, mengatakan pada pertemuan umum La’o
kemampuan manufaktur kita akan tumbuh dengan berjalannya         Hamutuk bahwa hanya sebagian pengeluaran yang bisa
waktu.                                                           diperoleh kembali, meskipun perusahaan minyak Eni
   Di banyak negara, proyek-proyek minyak nyatanya               menyampaikan pada pertemuan umum lain bahwa mereka
meningkatkan kemiskinan, karena perusahaan-perusahaan            mengharapkan proyek-proyek “kandungan lokal” yang
minyak asing mengeksploitasi sumberdaya negara untuk             mereka danai dimasukkan sebagai biaya yang bisa diperoleh
keuntungan pemegang saham mereka sendiri, hanya                  kembali. Kebijakan Kandungan Lokal harus jelas mengenai
menyisakan sedikit manfaat untuk rakyat negeri. Karena itu,      hal ini.
Negara harus menciptakan mekanisme untuk menjamin                   Pemerintah kita tidak boleh membayar perusahaan-
bahwa kepentingan rakyat dilindungi.                             perusahaan minyak asing untuk menyeleksi dan mengelola
   Seperti negara-negara lain yang tergantung minyak, Timor-     proyek-proyek yang seharusnya ditangani melalui proses
Leste harus mengurangi ketergantungan dan menganekara-           anggaran dan administratif yang normal. Perusahaan-peru-
gamkan perekonomian kita. Sejauh ini, Timor-Leste menerima       sahaan minyak tidak membuat keputusan secara terbuka dan
pendapatan besar dari minyak, tetapi industri perminyakkan       demokratis, tidak memberi prioritas pada kepentingan publik,
memberikan sedikit kesempatan lapangan kerja atau untuk          dan bukanlah profesional pembangunan. Proyek-proyek
mengembangkan sektor non-minyak. Regulasi ini memberikan         seperti itu harus dijalankan oleh Pemerintah Timor-Leste atau
kekuatan legal kepada pemeintah sehingga bisa mengarahkan        badan-badan pembangunan internasional, yang misinya adalah
perusahaan minyak kita memperhatikan kebutuhan lokal kita.       mengurangi kemiskinan atau memberikan pelayanan.
                                                                    La’o Hamutuk tidak yakin bahwa hubungan masyarakat
Proyek Kandungan Lokal tidak boleh didanai uang                  perusahaan minyak pengeluarannya harus bisa diperoleh
dari pendapatan negara, dan program hubungan
masyarakat perusahaan minyak tidak boleh menjadi
pengganti program pemerintah.
   Penting untuk memahami bahwa pengeluaran yang terkait
dengan pelaksanaan kebijakan Kandungan Lokal sering
didanai oleh Timor-Leste. Kebanyakan uang yang dikeluarkan
untuk Kandungan Lokal oleh satu perusahaan dengan
Kontrak Bagi Hasil akan menjadi uang-dapat diperoleh
kembali menurut kontrak ini, yang berarti bahwa akan diambil
dari pendapatan yang diterima oleh Negara Timor-Leste.
Akibatnya, proyek-proyek Kandungan Lokal dan pengeluaran
tidak dibiayai oleh perusahaan-perusahaan, tetapi oleh rakyat
Timor-Leste sendiri.
   Lebih baik perusahaan-perusahaan itu membelanjakan
uang di Timor-Leste daripada di luar negeri, dan mempeker-
Halaman 14                                   Vol. 8, No. 3      September 2007                      Buletin La’o Hamutuk
kembali. Pengeluaran yang tidak dibuat kalau perusahaan          mengenai aspek-aspek lain pengembangan perminyakkan,
harus membayarnya dari keuntungan mereka, atau yang              tender publik, serta membantu masyarakat memahami
tujuan utamanya adalah hubungan masyarakat, tidak boleh          masalah-masalah ini secara kritis bagi ekonomi nasional kita.
diperoleh kembali atau dianggap sebagai Kandungan Lokal.            Regulasi Kandungan Lokal berasal dari Undang-undang
Tetapi, Kandungan Lokal harus diterapkan pada keputusan-         Perminyakan 2005, yang mengharuskan bahwa penerapan
keputusan yang dibuat oleh perusahaan minyak ketika              kontrak bagi hasil mencakup proposal untuk pelatihan dan
menjalankan eksplorasi dan produksi: apa barang yang dibeli,     pengutamaan tenaga kerja Timor-Leste, serta perolehan
siapa pekerja yang akan dipekerjakan, apa subkontraktor yang     barang dan jasa dari Timor-Leste. La’o Hamutuk sebelumnya
digunakan, dan sebagainya. Dalam keputusan-keputusan ini,        merekomendasikan agar proposal dari perusahaan-
barang, jasa, dan pekerja Timor-Lste harus diberi prioritas.     perusahaan minyak di bidang ini harus dipublikasikan sebelum
                                                                 kontrak diberikan, tetapi mereka sekarang diharuskan untuk
“Kandungan Timor-Leste” harus benar-benar                        tetap publik. Ini membuat sulit bagi proses Kandungan Lokal
berasal dari Timor-Leste                                         untuk transparan, karena publik tidak tahu apa yang telah
   Kandungan Lokal bisa merangsang pengembangan                  dijanjikan untuk dilakukan oleh perusahaan bersangkutan.
ekonomi, sosial, dan infrastruktur lokal dan kita harus
menjamin bahwa investasi ini memberikan manfaat yang             Perempuan dan anak-anak tidak boleh diabaikan.
berkelanjutan kepada Timor-Leste. Selain merangsang                 Kami percaya bahwa regulasi Kandungan Lokal harus
pembangunan dan pertumbuhan masa depan, kandungan lokal          memberi perhatikan pada kelompok-kelompok rentan, seperti
juga bisa merupakan satu mekanisme segera untuk                  perempuan dan anak-anak, masa depan bangsa kita. Dalam
memasukkan uang ke perekonomian Timor-Leste dan                  masyarakat patriarkal yang sedang bergerak menuju
menciptakan lapangan kerja, membantu mengurangi                  kesederajatan gender ini, penting untuk memberikan perhatian
pengangguran kita yang tingkatannya kritis.                      yang besar pada perempuan dalam segala segi kehidupan
   Ini mensyaratkan bahwa “kandungan lokal” benar-benar          bangsa kita.
berasal dari pekerja Timor-Leste, bukan dari importir barang-       Ketika investasi besar memasuki negara-negara lain,
barang perusahaan internasional, yang tidak menguntungkan        biasanya tidak menguntungkan perempuan, anak-anak, dan
secara berarti perekonomian Timor-Leste. Misalnya, satu          kelompok-kelompok rentan lainnya, tetapi justru memperkuat
buah kursi bisa dibeli dari satu bengkel pertukangan Timor-      posisi dominan laki-laki dalam masyarakat. Banyak
Leste atau dari sebuah perusahaan importir mebel yang            perempuan bekerja di rumah, dan banyak anak-anak yang
diproduksi massal di Indonesia. Yang pertama membantu            meninggalkan sekolah untuk mencari pekerjaan. Sebagian
perekonomian kita dan memberikan lapangan kerja; yang            perusahaan mengeksploitasi anak-anak, mengharuskan
kedua tidak.                                                     mereka mengerjakan pekerjaan yang berat. Dengan banyak
   Karena itu kami merekomendasikan agar “kandungan              pekerja laki-laki dari luar negeri yang digaji tinggi, perempuan
Timor-Leste” membayar sekurang-kuranngya 50% yang                bisa didesak memasuki prostitusi.
dihasilkan di Timor-Leste, dan bahwa sekurang-kurangnya             Oleh karena itu kami menyarankan agar regulasi ini
50% uang dolar yang dibayarkan untuk kerja dan jasa yang         memasukkan kesetaraan gender dan dampak gender dalam
terkait dengan proyek Kandungan Lokal dibayarkan kepada          persyaratan proyek serta kriteria seleksi.
warganegara Timor-Leste.
                                                                 Mekanisme konsultasi publik masih memerlukan
Komite Kandungan Lokal harus efektif, transparan,                perbaikan.
dan bertanggungjawab.                                               Konsultasi publik adalah suatu mekanisme untuk
   Kami mendukung gagasan Komite Kandungan Lokal                 memfasilitasi partisipasi masyarakat, dan konsultasi publik
Timor-Leste untuk mengawasi pelaksanaan regulasi                 ini agak lebih bisa dicapai dibandingkan konsultasi-konsultasi
Kandungan Lokal. Tetapi rancangan peraturan tersebut harus       yang lalu mengenai legislasi perminyakkan. Meskipun bahasa
lebih jelas lagi mengenai penunjukan, memerlukan                 yang tersedia telah ditingkatkan, Pemerintah hanya mempub-
transparansi informasi, mencakup perlindungan terhadap           likasikan konsultasi ini melalui email dan internet, yang sulit
konflik kepentingan, dan melindungi terhadap korupsi.            didapatkan oleh kebanyakan orang. Pada pertemuan umum
Konsultasi publik dan proses tender terbuka harus dijadikan      La’o Hamutuk, banyak peserta mengungkapkan ketidak-
syarat bagi pemberian dan pengeluaran proyek kandungan           gembiraannya dengan proses konsultasi, termasuk kurangnya
lokal. Regulasi juga harus memasukkan mekanisme-                 informasi yang tersedia.
mekanisme dan sanksi kalau perusahaan melanggar regulasi            Oleh karena itu, konsultasi mendatang harus menggunakan
tersebut atau memberikan informasi yang palsu atau tidak         tambahan media lain dan menyelenggarakan dengar pendapat
lengkap.                                                         umum di tingkat nasional, distrik, dan subdistrik. Penduduk
   Akses pada internet sulit bagi hampir semua penduduk          yang akan memproduksi barang dan jasa, atau akan mencari
Timor-Leste dan kami mengusulkan agar DNMG mendirikan            pelatihan atau lapangan kerja dalam industri ini, serta orang-
satu pusat informasi yang bisa dijangkau rakyat, dimana pro-     orang yang hidup dalam masyarakat dimana pengembangan
posal-proposal bisa dibaca dan komentar diterima. Pusat          perminyakkan berlangsung, harus punya kesempatan untuk
informasi itu juga bisa memfasilitasi kesadaran rakyat           berpartisipasi.




Buletin La’o Hamutuk                         Vol. 8, No. 3      September 2007                                    Halaman 15
 Editorial: Kandungan Timor-Leste harus memenuhi kebutuhan Timor-Leste


S
        eperti yang sudah sering ditulis La’o Hamutuk,             rekomendasi mengenai apakah menguntungkan pembangunan
        pengembangan perminyakkan itu esensial bagi                Timor-Leste, sesuai dengan prinsip-prinsip transparansi dan
        pendapatan pemerintah dan perekonomian Timor-              pemerintahan yang baik. KKLTL berada di bawah Menteri
Leste, dan akan demikian selama sekitar dua generasi. Tetapi       Sumberdaya Alam, Mineral, dan Kebijakan Energi, yang
agar pendapatan perminyakkan bermanfaat bagi rakyat                memilih anggotanya: seorang ketua, dua orang anggota
Timor-Leste, pendapatan ini harus dikelola dengan baik. Selain     dengan pengetahuan mengenai pembangunan sumberdaya
itu, sumberdaya kita dan pendapatan yang diberikannya harus        manusia atau indutri perminyakkan, dan wakil-wakil dari
dimanfaatkan untuk membangun sektor-sektor lain                    organisasi non-pemerintah, lembaga pendidikan, dan forum
perekonomian kita, supaya perekonomian kita bisa kuat bahkan       bisnis lokal.
setelah semua minyak dan gas telah habis terjual.                     Pada 26 Juni, La’o Hatumuk menyampaikan analisis dan
   Salah satu cara untuk itu ialah menjamin agar perusahaan-       rekomendasi kami kepada Pemerintah. Setelah itu kemudian,
perusahaan asing yang terlibat dalam operasi perminyakan           pemerintahan yang baru telah mulai masuk kantor, dengan
memaksimalkan penggunaan pekerja, barang, dan jasa Timor           Sekretaris Negara Sumberdaya Alam mengantikan Menteri
Leste, memberikan pelatihan dan dukungan untuk pengem-             yang memeliki madat lebih luas. Pandagan pemerintahan baru
bangan keterampilan dan bisnis baru yang bisa mengembang-          pada Kandungan Lokal sebagai bagian dari “Tanggungjawab
kan sektor-sektor lain juga. Bagian dari pengeluaran perusahaan    Sosial” yang harus dimasukan dalam Undang-undang
minyak yang masuk ke dalam perekonomian Timor-Leste disebut        Optimisasi Perminyakkan yang baru. Beberapa specifikasi
“kandungan lokal” atau “Kandungan Timor-Leste.”                    dari undang-undang ini akan dirubah, tetapi isue-isue dalam
   Menggerakkan Timor Leste dari perekonomian pencari              submisi kami masih relevan, dan ringkasanya sebagai beikut:
rente yang tergantung minyak menjadi perekonomian                                 (bersambung ke halaman 14)
berkelanjutan yang lebih beranekaragam adalah salah satu
aspek yang sangat penting. Proyek-proyek minyak dan gas
bisa menjadi modal untuk membantu mengembangkan sektor-
sektor lain perekonomian, dan Kandungan Lokal adalah salah
                                                                       Apakah La’o Hamutuk itu?
satu dari sedikit cara untuk melakukannya.                           La’o Hamutuk (Berjalan Bersama) adalah sebuah
   Dalam bulan Juni 2007, Pemerintah Timor-Leste                     organisasi Timor-Leste yang memantau, mengana-
membagikan untuk keperluan konsultasi publik satu undang-            lisis, dan melaporkan tentang kegiatan-kegiatan
undang dekrit “Kebijakan dan pedoman untuk administrasi              institusi-institusi internasional utama yang ada di
dan pemantauan Kandungan Timor-Leste.” Undang-undang                 Timor Lorosa’e dalam rangka pembangunan kembali
dekrit ini dikembangkan dari Undang-undang Perminyakan               sarana fisik, ekonomi dan sosial negeri ini. La’o
2005, dan membentuk Komite Kandungan Lokal Timor-Leste,              Hamutuk berkeyakinan bahwa rakyat Timor-Leste
kriteria untuk proyek-proyek yang dikualifikasi sebagai              harus menjadi pengambil keputusan utama dalam
                                                                     proses ini dan bahwa proses ini harus demokratis
kandungan lokal, dan proses untuk proposal dan pengesahan
                                                                     dan transparan. La’o Hamutuk adalah sebuah
proyek-proyek tersebut.                                              organisasi independen yang bekerja untuk mem-
   Sayangnya, Departmen Nasional Perminyakkan dan Gas                fasilitasi partisipasi rakyat Timor-Leste yang efektif.
(DNMG, dalam Kementerian Sumberdaya Alam, Mineral, dan               Selain itu, La’o Hamutuk bekerja untuk meningkatkan
Kebijakan Energi) mengedarkan rancangan tersebut melalui             komunikasi antara masyarakat internasional dengan
situs jaringan dan di kantor mereka saja, dan hanya memberi          masyarakat Timor-Leste. Staf La’o Hamutuk baik itu
waktu tiga minggu untuk komentar. Akibatnya, hanya La’o              staf Timor-Leste maupun internasional mempunyai
Hamutuk dan dua perusahaan minyak yang memberikan submisi.           tanggungjawab yang sama dan memperoleh gaji.
   Untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat           Terakhir, La’o Hamutuk merupakan pusat informasi,
dalam proses ini, La’o Hamutuk menemui para penasehat                yang menyediakan berbagai bahan bacaan tentang
DNMG dan juga ambil bagian dalam satu pertemuan umum                 model-model, pengalaman-pengalaman, dan
yang diselenggarakan oleh Forum NGO dengan perusahaan                praktek-praktek pembangunan, serta memfasilitasi
minyak Eni dari Italia, yang menpunyai kontrak pada beberapa         hubungan solidaritas antara kelompok-kelompok di
block offshore di Timor-Leste. Kami juga menyelenggarakan            Timor-Leste dengan kelompok-kelompok di luar
satu pertemuan umum untuk membantu Pemerintah                        negeri dengan tujuan untuk menciptakan model-
menjelaskan konsepnya, karena kebanyakan orang yang hadir            model pembangunan alternatif.
belum pernah mendengar mengenai kandungan lokal atau                 La’o Hamutuk mempersilakan kepada mereka yang
undang-undang dekrit tersebut.                                       ingin menyalin kembali buletin atau foto yang ada
   Undang-undang Perminyakkan mensyaratkan perusahaan                dalam buletin dengan gratis. Buletin dan foto yang
minyak untuk memasukkan proposal Kandungan Lokal ketika              disalin harus tetap mencantumkan nama La’o
mereka mengajukan tender sebelum menerima kontrak                    Hamutuk sebagai sumber utamanya.
eksplorasi atau produksi dari pemerintah Timor-Leste.                Dalam semangat mengembangkan transparansi,
Rancangan peraturan ini menjelaskan bagaimana proposal               La’o Hamutuk mengharapkan anda menghubungi
tersebut dilaksanakan, menetapkan Komite Kandungan Lokal             kami jika mempunyai dokumen dan atau informasi
Timor-Leste (KKLTL) untuk mengevaluasi proposal-proposal             yang harus mendapatkan perhatian rakyat Timor-
spesifik untuk proyek Kandungan Lokal, dan membuat                   Leste serta masyarakat internasional.

Halaman 16                                    Vol. 8, No. 3       September 2007                     Buletin La’o Hamutuk

				
DOCUMENT INFO
Description: Proposal Keterampilan Menjahit document sample