Docstoc

Proposal Skripsi Sistem Informasi Geografi

Document Sample
Proposal Skripsi Sistem Informasi Geografi Powered By Docstoc
					METODOLOGI
PENELITIAN
                                             Oleh:
  M. Laksono Tri Rochmawan, SE, MSi, Akt.
               http://www.sonilaksono.blogspot.com
              http://www.laksonotri.zoomshare.com
                  E-mail : sonilaksono@yahoo.com
ILMU PENGETAHUAN DAN
PENELITIAN



          MODUL - 1
    MANUSIA MENCARI KEBENARAN
   Manusia mencari kebenaran dengan menggunakan akal sehat
    (common sense) dan dengan ilmu pengetahuan.
   Letak perbedaan yang mendasar antara keduanya ialah
    berkisar pada kata “sistematik” dan “terkendali”.
   Lima hal pokok yang membedakan antara ilmu dan akal
    sehat.
       Ilmu pengetahuan dikembangkan melalui struktur2 teori, & diuji
        konsistensi internalnya (dilakukan tes/pengujian secara empiris).
       Teori dan hipotesis selalu diuji secara empiris/faktual. Halnya
        dengan orang yang bukan ilmuwan dengan cara “selektif”.
       Adanya pengertian kendali (kontrol) dalam penelitian ilmiah, tidak
        dapat mempunyai pengertian yang bermacam-macam.
       Menekankan adanya hubungan antara fenomena secara sadar dan
        sistematis. Pola penghubungnya tidak dilakukan secara asal-asalan.
       Cara memberi penjelasan yang berlainan dalam mengamati suatu
        fenomena. Ilmuwan melakukan dengan hati-hati dan menghindari
        penafsiran yang bersifat metafisis. Proposisi yang dihasilkan selalu
        terbuka untuk pengamatan dan pengujian secara ilmiah.
            M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)
     PROSES SEKULARISASI ALAM
   .... mulanya manusia menganggap alam suatu yg sakral,
    sehingga antara subyek dan obyek tidak ada batasan;
   hukum didefinisikan sebagai kaitan-2 yang tetap dan
    harus ada diantara gejala-2 sejak dulu diinterpretasikan
    ke dalam hukum-hukum normative ;
   pengertian tersebut dikaitkan dengan Tuhan atau para
    dewa sebagai pencipta hukum yang harus ditaati;
   terjadi pergeseran konsep hukum (alam), pengertian
    hukum sesuai dengan hukum alam, tatanan di alam
    dapat disimpulkan melalui penelitian empiris;
   Tuhan sebagai pencipta hukum alam secara berangsur-
    angsur memperoleh sifat abstrak dan impersonal;
   ilmu pengetahuan alam bagi manusia modern dengan
    kemampuan ilmiah manusia mulai membuka rahasia-2
    alam.

          M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)
    Berbagai Cara Mencari Kebenaran
   Secara kebetulan, (penemuan terjadi scr kebetulan
    saja)
   Trial And Error, (bersifat untung-untungan)
   Melalui Otoritas, (kebenaran bisa didapat melalui
    otoritas seseorang yang memegang kekuasaan)
   Berpikir Kritis/Berdasarkan Pengalaman, (berpikir
    secara deduktif dan induktif).
      Secara deduktif artinya      berpikir dari yang umum ke
      khusus; sedang induktif        dari yang khusus ke yang
      umum. Metode deduktif         sudah dipakai selama ratusan
      tahun semenjak jamannya      Aristoteles.
   Melalui Penyelidikan Ilmiah, (kebenaran baru bisa
    didapat dengan menggunakan penyelidikan ilmiah,
    berpikir kritis dan induktif).
          M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)
    DASAR-DASAR PENGETAHUAN
   Penalaran
     Kegiatan berpikir menurut pola/logika tertentu dgn
      tujuan untuk menghasilkan pengetahuan
     Aliran yang menggunakan penalaran sebagai sumber
      kebenaran disebut rasionalisme & yg menganggap
      fakta dapat tertangkap melalui pengalaman sebagai
      kebenaran disebut aliran empirisme.
   Logika (Cara Penarikan Kesimpulan)
     Pengkajian untuk berpikir secara sahih (valid)
     Logika induktif dan deduktif


         M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)
     SUMBER PENGETAHUAN
 Sumber pengetahuan dalam            dunia ini
  berawal dari sikap manusia yang meragukan
  setiap gejala yg ada di alam semesta ini.
  Manusia tidak mau menerima saja hal-hal
  yang ada termasuk nasib dirinya sendiri.
 Rene     Descartes    pernah     berkata ―DE
  OMNIBUS DUBITANDUM‖ yang berarti,
  bahwa ―segala sesuatu harus diragukan‖.
 Persoalan mengenai kriteria utk menetapkan
  kebenaran itu sulit dipercaya. Dari berbagai
  aliran, mk muncul berbagai kriteria kebenaran.
       M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)
           KRITERIA KEBENARAN
   Salah satu kriteria kebenaran adalah adanya konsistensi
    dengan pernyataan terdahulu yang dianggap benar
   Beberapa kriteria kebenaran
       Teori Koherensi (Konsisten), suatu pernyataan dianggap
        benar bila pernyataan itu bersifat koheren dan konsisten
       Teori Korespondensi (Pernyataan sesuai kenyataan), suatu
        pernyataan dianggap benar apabila materi pengetahuan yang
        dikandung berkorespondensi dengan objek yang dituju oleh
        pernyataan tersebut (Bertrand Russel)
       Teori Pragmatis (Kegunaan di lapangan), kebenaran suatu
        pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan
        tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis (Charles
        S Pierce), suatu teori tidak akan abadi, dalam jangka waktu
        tertentu itu dapat diubah dengan mengadakan revisi


            M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)
    ONTOLOGI (apa yang dikaji)
   hakikat apa yang dikaji atau ilmunya itu sendiri
   Democritus, menerangkan prinsip-2 materialisme :
    Hanya berdasarkan kebiasaan saja maka manis itu
    manis, panas itu panas, dingin itu dingin, warna itu
    warna. Artinya, objek penginderaan sering kita
    anggap nyata, padahal tidak demikian. Hanya atom
    dan kehampaan itulah yang bersifat nyata. Jadi
    istilah ―manis, panas dan dingin‖ itu hanyalah
    merupakan terminology yang kita berikan kepada
    gejala yang ditangkap dengan pancaindera.


         M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)
             EPISTIMOLOGI (Cara
             mendapatkan kebenaran)
   bagaimana mendapatkan pengetahuan yang benar
   hal yang perlu diperhatikan dalam mendapatkan pengetahuan :
      Batasan kajian ilmu
      Cara menyusun pengetahuan
      Diperlukan landasan yg sesuai dengan ontologis & aksiologis
       ilmu itu sendiri
      Penjelasan diarahkan pada deskripsi mengenai hubungan
       berbagai faktor yang terikat
      Metode ilmiah harus bersifat sistematik dan eksplisit
      Metode ilmiah tidak dapat diterapkan disiplin ilmu yang sama
      Ilmu mencoba mencari penjelasan mengenai alam dan
       menjadikan kesimpulan yang bersifat umum dan impersonal.
      Karakteristik yang menonjol kerangka pemikiran teoritis :
       Ilmu eksakta dan ilmu sosial

           M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)
    BEBERAPA PENGERTIAN DASAR
   Konsep,
     istilah dan definisi yang digunakan untuk menggambarkan gejala
     secara abstrak. Diharapkan peneliti mampu mem-formulasikan
     pemikirannya kedalam konsep secara jelas dalam kaitannya dng
     penyederhanaan beberapa masalah yg berkaitan satu dengan
     yang lainnya.
   Konstruk (construct),
     suatu konsep yang diciptakan dan digunakan dengan kesengajaan
     dan kesadaran untuk tujuan-tujuan ilmiah tertentu.
   Proposisi
     hubungan yang logis antara dua konsep. Dalam penelitian sosial
     dikenal ada dua jenis proposisi : yang pertama aksioma atau
     postulat, yang kedua teorema. Aksioma ialah proposisi yang
     kebenarannya sudah tidak lagi dalam penelitian; sedang teorema
     ialah proposisi yag dideduksikan dari aksioma.
           M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)
    BEBERAPA PENGERTIAN DASAR
              (lanjutan)
   Teori,
       serangkaian asumsi, konsep, konstruk, definisi dan proposisi untuk
        menerangkan suatu fenomena secara sistematis dengan cara
        merumuskan hubungan antar konsep (Kerlinger, FN)
       Teori mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut : harus
        konsisten dengan teori-teori sebelumnya, harus cocok dengan fakta-fakta
        empiris.
       Ada empat cara teori dibangun menurut Melvin Marx :
           Model Based Theory, berdasarkan teori pertama teori berkembang
            adanya jaringan konseptual yang kemudian diuji secara empiris.
           Teori Deduktif, suatu teori yang menekankan pada struktur konseptual
            dan validitas substansialnya. Teori ini juga berfokus pada pembangunan
            konsep sebelum pengujian empiris.
           Teori Induktif, menekankan pada pendekatan empiris untuk
            mendapatkan generalisasi.
           Teori Fungsional, suatu teori dikembangkan melalui interaksi yang
            berkelanjutan antara proses konseptualisasi dan pengujian empiris yang
            mengikutinya
             M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)
    BEBERAPA PENGERTIAN DASAR
              (lanjutan)
   Logika Ilmiah, gabungan antara logika deduktif dan induktif
    dimana rasionalisme dan empirisme bersama-sama dalam suatu
    system dengan mekanisme korektif.
   Hipotesis, jawaban sementara terhadap permasalahan yang
    sedang diteliti. Hipotesis merupakan saran penelitian ilmiah
    karena hipotesis adalah instrumen kerja dari suatu teori dan
    bersifat spesifik yang siap diuji secara empiris. Dalam
    merumuskan       hipotesis   pernyataannya harus      merupakan
    pencerminan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih.
   Variabel ialah konstruk-konstruk atau sifat-sifat yang sedang
    dipelajari Ada lima tipe variable yang dikenal dalam penelitian,
    yaitu: variable bebas (independent), variable tergantung
    (dependent), variable perantara (moderate), variable pengganggu
    (intervening) dan variable kontrol (control)
   Definisi Operasional, spesifikasi kegiatan peneliti dalam
    mengukur atau memanipulasi suatu variabel
          M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)
            KERANGKA ILMIAH
   Perumusan masalah : pertanyaan tentang obyek
    empiris yang jelas batas-batasnya serta          dapat
    diidentifikasikan faktor-2 yang terkait didalamnya.
   Penyusunan kerangka dalam pengajuan hipotesis :
        Menjelaskan hubungan antara faktor yang terkait
        Disusun secara rasional
        Didasarkan pada premis-premis ilmiah
        Memperhatikan faktor-faktor empiris yang cocok
   Pengujian hipotesis :
        mencari fakta-fakta yang mendukung hipotesis
   Penarikan kesimpulan

         M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)
          SARANA BERPIKIR ILMIAH
   Bahasa, ialah bahasa ilmiah yg merupakan sarana komunikasi
    ilmiah yang ditujukan untuk menyampaikan informasi berupa
    pengetahuan, syarat-syarat :
       bebas dari unsur emotif
       reproduktif
       obyektif
       eksplisit
   Matematika, pengetahuan sbg sarana berpikir deduktif sifat :
       jelas, spesifik dan informatif
       tidak menimbulkan konotasi emosional
       Kuantitatif
   Statistika, pengetahuan sebagai sarana berpikir induktif sifat :
       dapat digunakan untuk menguji tingkat ketelitian
       untuk menentukan hubungan kausalitas antar factor terkait



            M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)
      AKSIOLOGI (Nilai Guna Ilmu)
   Aksiologi ialah menyangkut masalah nilai
    kegunaan ilmu.
   Ilmu tidak bebas nilai. Artinya pada tahap-2
    tertentu kadang ilmu harus disesuaikan dng
    nilai-nilai budaya & moral suatu masyarakat;
    sehingga nilai kegunaan ilmu tersebut dapat
    dirasakan oleh masyarakat dalam usahanya
    meningkatkan kesejahteraan bersama, bukan
    sebaliknya malahan menimbulkan bencana.
        M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)
                         Tugas 1
   Selalu membaca modul METODOLOGI
    PENELITIAN (dapat diperoleh di LPPM
    Anindyaguna, hub. Mas Chula)
   Akan diberikan quest setiap pertemuan minggu
    berikutnya




        M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)
PENGERTIAN PENELITIAN




          MODUL - 2
   APAKAH PENELITIAN ITU?
Pengertian yang salah tentang Penelitian
1. Penelitian bukan hanya mengumpulkan informasi
   (data)
2. Penelitian bukan hanya memindahkan fakta dari suatu
   tempat ke tempat lain
3. Penelitian bukan hanya membongkar-bongkar mencari
   informasi
4. Penelitian bukan suatu kata besar untuk menarik
   perhatian.

       M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 2)
        APAKAH PENELITIAN ITU?
   Research (Inggris) dan recherche (Prancis)
      re (kembali)
      to search (mencari)
   Studi yang dilakukan seseorang melalui
    penyelidikan yg hati-hati dan sempurna terhadap suatu
    masalah, sehingga diperoleh pemecahan yang tepat
    terhadap masalah tersebut.
    (T. Hillway)
   Penelitian adalah suatu proses untuk mencapai (secara
    sistematis dan didukung oleh data) jawaban terhadap suatu
    pertanyaan, penyelesaian terhadap permasalahan, atau
    pemahaman yang dalam terhadap suatu fenomena (Leedy,
    1997: 5)

         M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 2)
Pengertian yang benar tentang Penelitian
  dan Karakteristik Proses Penelitian
1.   Penelitian dimulai dengan suatu pertanyaan atau permasalahan.
2.   Penelitian memerlukan pernyataan yang jelas tentang tujuan.
3.   Penelitian mengikuti rancangan prosedur yang spesifik.
4.   Penelitian biasanya membagi permasalahan utama menjadi sub-
     sub masalah yang lebih dapat dikelola.
5.   Penelitian diarahkan oleh permasalahan, pertanyaan, atau
     hipotesis penelitian yang spesifik.
6.   Penelitian menerima asumsi kritis tertentu.
7.   Penelitian memerlukan pengumpulan dan interpretasi data
     dalam upaya untuk mengatasi permasalahan yang mengawali
     penelitian.
8.   Penelitian adalah, secara alamiahnya, berputar secara siklus;
     atau lebih tepatnya,
         M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 2)
Bagan Penelitian




M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 2)
               Macam Tujuan Penelitian
1.   Eksplorasi (exploration), berkaitan dengan upaya untuk
     menentukan apakah suatu fenomena ada atau tidak.
2.   Deskripsi (description), berkaitan dengan pengkajian fenomena
     secara lebih rinci atau membedakannya dgn fenomena yang lain
3.   Prediksi (prediction), berupaya mengidentifikasi hubungan
     (keterkaitan) yang memungkinkan kita berspekulasi (menghitung)
     tentang sesuatu hal (X) dengan mengetahui (berdasar) hal yang lain
     (Y).
4.   Eksplanasi (explanation), mengkaji hubungan sebab-akibat
     diantara dua fenomena atau lebih.
5.   Aksi (action), dapat meneruskan salah satu tujuan di atas dengan
     penetapan persyaratan untuk menemukan solusi dengan bertindak
     sesuatu.
            M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 2)
           Hubungan Penelitian dengan
                 Perancangan
   Menurut Zeisel (1981), perancangan mempunyai tiga
    langkah utama, yaitu: imaging, presenting dan testing,
    sedangkan imaging dilakukan berdasar empirical knowledge.
   Perancangan/perencanaan/pengembangan, selain meng-
    gunakan pengetahuan dari khazanah ilmu pengetahuan,
    juga mempertimbangkan hal-hal lain, seperti estetika,
    perhitungan ekonomis, dan kadang pertimbangan politis,
    dan lain-lain.
   Terhadap hasil perencanaan/perancangan/pengembangan
    juga dapat dilakukan penelitian evaluasi yang hasilnya juga
    akan memperkaya khazanah ilmu pengetahuan.
           M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 2)
  RAGAM
PENELITIAN

    MODUL - 3
     RAGAM PENELITIAN MENURUT
            BIDANG ILMU
   Secara umum, ilmu-ilmu dapat dibedakan antara ilmu-ilmu
    dasar dan ilmu-ilmu terapan.
       Termasuk kelompok ilmu dasar, antara lain ilmu-ilmu yang
        dikembangkan di fakultas-fakultas (Mathematika, Fisika, Kimia,
        Geofosika), Biologi, dan Geografi.
       Kelompok ilmu terapan meliputi antara lain: ilmu-ilmu teknik,
        ilmu kedokteran, ilmu teknologi pertanian, ilmu ekonomi, dll.
   Ilmu-ilmu dasar dikembangkan lewat penelitian yang biasa
    disebut sebagai ―penelitian dasar‖ (basic research), sedangkan
    penelitian terapan (applied research) menghasilkan ilmu-ilmu
    terapan. Penelitian terapan (misalnya di bidang fisika
    bangunan) dilakukan dengan memanfaatkan ilmu dasar
    (misal: fisika).
            M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3)
    RAGAM PENELITIAN MENURUT
        PEMBENTUKAN ILMU
   Ilmu dapat dibentuk lewat penelitian induktif
    atau penelitian deduktif. Secara sederhana,
    penelitian induktif adalah penelitian yang
    menghasilkan teori atau hipotesis, sedangkan
    penelitian deduktif merupakan penelitian yang
    menguji (mengetes) teori atau hipotesis (Buckley
    dkk., 1976: 21).



        M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3)
  RAGAM PENELITIAN MENURUT
BENTUK DATA (kuantitatif atau kualitatif)

Macam penelitian dapat pula dibedakan dari
―bentuk‖ datanya, dalam arti data berupa data
kuantitatif atau data kualitatif. Data kuantitatif
diartikan sebagai data yang berupa angka yang
dapat diolah dengan matematika atau statistik,
sedangkan data kualitatif adalah sebaliknya (yaitu:
datanya bukan berupa angka yang dapat diolah
dengan matematika atau statistik).


     M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3)
RAGAM PENELITIAN MENURUT
   PARADIGMA KEILMUAN
Menurut Muhajir (1990), terdapat tiga
macam paradigma keilmuan yang berkaitan
dengan penelitian, yaitu :
(1) Positivisme,
(2) Rasionalisme, dan
(3) Fenomenologi.


   M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3)
         Beda Ketiganya




M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3)
    RAGAM PENELITIAN MENURUT
            STRATEGI

   Penelitian Opini
   Penelitian Empiris
   Penelitian Kearsipan
   Penelitian Analitis




       M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3)
                Penelitian Opini
Bila peneliti mencari pandangan atau persepsi orang-orang
terhadap suatu permasalahan, maka ia melakukan
penelitian opini. Orang-orang tersebut dapat merupakan
kelompok atau perorangan (jadi domain-nya dapat berupa
kelompok atau individual).

              Penelitian Empiris




      M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3)
            Penelitian Kearsipan
  “Arsip”, dalam hal ini, diartikan sebagai rekaman
  fakta yang disimpan. Kita bedakan tiga tipe
  arsip, yaitu: (1) primer, (2) sekunder, dan (3)
  fisik.
               Penelitian Analitis
• Terdapat problema penelitian yang tidak dapat
  dipecahkan dengan penelitian opini, empiris
  atau kearsipan.
• Penelitian analitis mendasarkan diri pada filsafat
  atau logika.

       M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3)
 Ragam Penelitian menurut Lain-lain (1)

  Ragam Penelitian menurut pendekatan-sumber:
   Arikunto (1998: 9-10)
a. Penelitian dengan pendekatan longitudinal (satu
   obyek penelitian dilihat bergerak sejalan dengan
   waktu)
b. Penelitian dengan pendekatan penampang-silang
   (cross-sectional—yaitu banyak obyek penelitian
   dilihat pada satu waktu yang sama).

      M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3)
     Ragam Penelitian menurut Lain-lain (2)
     Ragam Penelitian-sumber: Suryabrata (1983: 15-64)
1.   Historis (membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan obyektif)
2.   Deskriptif (membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan
     sifat populasi atau daerah tertentu)
3.   Perkembangan (menyelidiki pola dan urutan pertumbuhan dan/atau perubahan sebagai
     fungsi waktu)
4.   Kasus/Lapangan (mempelajari secara intensif latar belakang keadaan sekarang dan
     interaksi lingkungan suatu obyek)
5.   Korelasional (mengkaji tingkat keterkaitan antara variasi suatu faktor dengan variasi faktor
     lain berdasar koefisien korelasi)
6.   Eksperimental sungguhan (menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat dengan
     melakukan kontrol/kendali)
7.   Eksperimental semu (mengkaji kemungkinan hubungan sebab akibat dalam keadaan yang
     tidak memungkinkan ada kontrol/kendali, tapi dapat diperoleh informasi pengganti bagi
     situasi dengan pengendalian)
8.   Kausal-komparatif (menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat, tapi tidak dengan
     jalan eksperimen—dilakukan denganpengamatan terhadap data dari faktor yang diduga
     menjadi penyebab, sebagai pembanding)
9.   Tindakan (mengembangkan ketrampilan baru atau pendekatan baru dan diterapkan
     langsung serta dikaji hasilnya).

               M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3)
            Menurut Yin




M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3)
     Ragam Penelitian & Syarat penelitian
   Melihat banyak ragam penelitian dari berbagai sudut
    pandang dan dari berbagai pendapat para penulis, maka
    kita perlu hati-hati dalam menyebut ragam penelitian kita,
    karena dengan istilah yang sama tapi orang lain mungkin
    menangkap artinya secara berbeda.
   Selain itu, perlu diperhatikan bahwa penelitian perlu
    dilakukan dengan syarat :
       SISTEMATIK (menuruti prosedur tertentu, tidak ruwet), dan
       OBYEKTIF (tidak subyektif, dengan sampel yang cukup,
        dipublikasikan agar dapat dievaluasi oleh kelompok pakar
        bidangnya/ peer)
    (Catatan: syarat menjadi peneliti yang baik meliputi antara
    lain: mampu berpikir sistematis, dan jujur)
           M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3)
UNSUR-UNSUR
  PROPOSAL
 PENELITIAN

    MODUL - 4
                    PROPOSAL
   Proposal atau usulan penelitian diperlukan untuk
    mengawali suatu kegiatan penelitian
   Proposal tersebut perlu dikaji atau dievaluasi
    oleh pembimbing penelitian




        M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)
UNSUR-UNSUR PROPOSAL
     PENELITIAN
 1.    Judul
 2.    Latar belakang & perumusan permasalahan
       (& keaslian penelitian, dan faedah yang
       dapat diharapkan)
 3.    Tujuan dan Lingkup penelitian
 4.    Tinjauan Pustaka/Landasan Teori
 5.    Hipotesis
 6.    Cara penelitian
 7.    Jadwal penelitian
 8.    Daftar Pustaka
 9.    Lampiran

      M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)
Keterkaitan antar unsur




M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)
Judul, Latar belakang, dan Rumusan
           Permasalahan
   Bagian pertama atau awal sebuah proposal
    dimulai dengan (1) judul, disusul dengan (2) latar
    belakang, (3) rumusan masalah, (4) keaslian
    penelitian, dan (5) faedah atau manfaat
    penelitian.




        M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)
           Judul proposal penelitian
   Judul merupakan gerbang pertama seseorang membaca
    sebuah proposal penelitian.
   karena merupakan gerbang pertama, maka judul
    proposal penelitian perlu dapat menarik minat orang
    lain untuk membaca.
   Judul perlu singkat tapi bermakna dan tentu saja harus
    jelas terkait dengan isinya. Judul karya ilmiah berbeda
    dengan judul novel atau semacamnya dalam hal
    kejelasan kaitannya dengan isi.


         M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)
                 Latar belakang

   Mengapa kita memilih permasalahan ini?

   Apakah ada opini independen yang menunjang
    diperlukannya penelitian ini?




        M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)
        Rumusan permasalahan
   Rumusan permasalahan perlu dituliskan secara
    singkat, jelas, mudah dipahami dan mudah
    dipertahankan
   Tuliskanlah rumusan permasalahan sebagai
    kalimat terakhir dari bagian ini agar mudah
    dibaca (dan mudah dicari) bahasan lebih panjang
    lebar tentang cara-2 merumuskan permasalahan
    termuat di bab tersendiri.

        M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)
              Keaslian penelitian
   Dalam bagian ini, pada dasarnya, perlu kita tunjukkan
    (dengan dasar kajian pustaka) bahwa permasalahan yang
    akan kita teliti belum pernah diteliti sebelumnya. Tapi
    bila sudah pernah diteliti, maka perlu kita tunjukkan
    bahwa teori yang ada belum mantap dan perlu diuji
    kembali.
   Kondisi sebaliknya juga berlaku, yaitu bila permasalahan
    tersebut sudah pernah diteliti dan teori yang ada telah
    dianggap mantap, maka kita perlu mengganti
    permasalahan (dalam arti: mencari judul lain).


         M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)
         Faedah yang diharapkan
   Dalam bagian ini perlu ditunjukkan manfaat atau faedah
    yang diharapkan dari penelitian ini untuk
    pengembangan        ilmu   pengetahuan    dan      atau
    pembangunan negara.
   Manfaat bagi ilmu pengetahuan dapat berupa
    penemuan/pengembangan teori baru atau pemantapan
    teori yang telah ada.
   Bagi pembangunan negara, apakah hasil penelitian ini
    dapat diterapkan langsung ke praktek nyata? atau bila
    tidak langsung, jalur atau batu-batu loncatannya apa
    saja?

         M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)
     Tujuan dan Lingkup Penelitian
1.   mengkaji (examine), mendeskripsikan (describe), atau
     menjelaskan (explain) suatu fenomena unik;
2.   meluaskan generalisasi suatu temuan tertentu;
3.   menguji validitas suatu teori;
4.   menutup kesenjangan antar teori (penjelasan,
     explanasions) yang ada;
5.   memberikan penjelasan terhadap bukti-bukti yang
     bertentangan;
6.   memperbaiki metodologi yang keliru;
7.   memperbaiki interpretasi yang keliru;
8.   mengatasi kesulitan dalam praktek;
9.   memperbarui informasi, mengembangkan bukti
     longitudinal (dari masa ke masa).
         M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)
                  Tinjauan Pustaka
Menurut Castetter dan Heisler (1984), tinjauan pustaka berfungsi:
 untuk mempelajari sejarah permasalahan penelitian (sehingga dapat
  ditunjukkan bahwa permasalahan tersebut belum pernah diteliti
  atau bila sudah pernah, teori yang ada belum mantap);
 untuk membantu pemilihan cara penelitian (dengan belajar dari
  pengalaman penelitian sebelumnya);
 untuk memahami kerangka atau latar belakang teoritis dari
  permasalahan yang diteliti (hasil pemahaman tersebut dituliskan
  tersendiri sebagai ―Landasan Teori‖);
 untuk memahami kelebihan atau kekurangan studi-studi terdahulu
  (tidak semua penelitian menghasilkan temuan yang mantap);
 untuk menghindarkan duplikasi yang tidak perlu (hasil fungsi ini
  dituliskan sebagai ―Keaslian penelitian‖);
 untuk memberi penalaran atau alasan pemilihan permasalahan (hasil
  fungsi ini dituliskan sebagai ―latar belakang‖).
          M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)
     Landasan Teori dan Hipotesis
   Landasan teori merupakan satu set teori yang
    dipilih oleh peneliti sebagai tuntunan untuk
    mengerjakan penelitian lebih lanjut dan juga
    termasuk untuk menulis hipotesis.
   Hipotesis memuat pernyataan singkat yang
    disimpulkan dari landasan teori atau tinjauan
    pustaka dan merupakan jawaban sementara
    (dugaan) terhadap permasalahan yang diteliti.

         M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)
       Hipotesis masih perlu diuji
             kebenarannya
Menurut Borg dan Gall (dalam Arikunto, 1998: 70),
  penulisan hipotesis perlu mengikuti persayaratan
  sebagai berikut:
 a) dirumuskan secara singkat tapi jelas;

 b) dengan nyata menunjukkan adanya hubungan antara
  dua variabel atau lebih;
 c) didukung oleh teori-teori yang dikemukakan oleh
  para ahli atau peneliti yang terkait (tercantum dalam
  landasan teori atau tinjauan pustaka).


       M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)
   Cara Penelitian dan Jadwal
          Penelitian
Jadwal penelitian menguraikan kegiatan dan
waktu yang direncanakan dalam: (a) tahap-tahap
penelitian, (b) rincian kegiatan pada setiap tahap,
dan (c) waktu yang diperlukan untuk
melaksanakan kegiatan tiap tahap. Jadwal dapat
dipresentasikan dalam bentuk tabel/matriks atau
uraian narasi.



     M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)
    Daftar Pustaka dan Lampiran
   Daftar Pustaka memuat informasi pustaka-
    pustaka yang diacu dalam proposal penelitian.
   Dalam daftar pustaka, biasanya, buku dan
    majalah tidak dipisahkan dalam daftar sendiri-
    sendiri.
   Untuk penulisan daftar pustaka terdapat banyak
    corak tata penulisan— ikutilah petunjuk yang
    berlaku dan terapkan corak tersebut secara
    konsisten.

        M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)
Hubungan isi Prop – Isi Laporan




    M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)
                         Tugas 2
   Copy Panduan Penulisan Usulan Penelitian dan
    Skripsi STIE ANINDYAGUNA
    Baca dan hayati untuk persiapan membuat
    proposal penelitian/Skripsi




        M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)
  TAHAP- TAHAP PROSES
PENELITIAN & PERUMUSAN
    PERMASALAHAN


         MODUL - 5
       TAHAP- TAHAP PROSES
           PENELITIAN
   Mengidentifikasi Masalah
   Membuat Hipotesis
   Studi Literature
   Mengidentifikasi dan Menamai Variabel
   Membuat Definisi Operasional
   Memanipulasi dan Mengontrol Variabel
   Menyusun Desain Penelitian
   Mengidentifikasi dan Menyusun Alat Observasi dan Pengukuran
   Membuat Kuesioner dan Jadwal Interview
   Melakukan Analisa Statistik
   Menggunakan Komputer untuk Analisa Data
   Menulis Laporan Hasil Penelitian
         M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5)
    Penemuan Permasalahan
Permasalahan dapat diidentifikasikan sebagai
kesenjangan antara fakta dengan harapan,
antara tren perkembangan dengan keinginan
pengembangan, antara kenyataan dengan
ide.




     M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5)
Cara Menemukan permasalahan




 M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5)
      Cara-cara Formal Penemuan
             Permasalahan
   Rekomendasi suatu riset. Biasanya, suatu laporan
    penelitian pada bab terakhir memuat kesimpulan dan
    saran. Saran (rekomendasi) umumnya menunjukan
    kemungkinan penelitian lanjutan atau penelitian lain
    yang berkaitan dengan kesimpulan yang dihasilkan.
    Saran ini dapat dikaji sebagai arah untuk menemukan
    permasalahan.

   Analogi adalah suatu cara penemuan permasalahan
    dengan cara “mengambil” pengetahuan dari bidang ilmu
    lain dan menerapkannya ke bidang yang diteliti. Dalam
    hal ini, dipersyaratkan bahwa kedua bidang tersebut
    haruslah sesuai dalam tiap hal-hal yang penting.

       M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5)
           Cara-cara Formal Penemuan
                  Permasalahan
   Renovasi. Cara renovasi dapat dipakai untuk mengganti
    komponen yang tidak cocok lagi dari suatu teori.
   Dialektik, dalam hal ini, berarti tandingan atau sanggahan.
   Ekstrapolasi adalah cara untuk menemukan permasalahan
    dengan membuat tren (trend) suatu teori atau tren permasalahan
    yang dihadapi.
   Morfologi adalah suatu cara untuk mengkaji kemungkinan-
    kemungkinan kombinasi yang terkandung dalam suatu
    permasalahan yang rumit, kompleks.
   Dekomposisi merupakan cara penjabaran (pemerincian) suatu
    pemasalahan ke dalam komponen-komponennya.
   Agregasi merupakan kebalikan dari dekomposisi.

          M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5)
        Cara-cara Informal Penemuan
               Permasalahan
   Konjektur (naluriah). Seringkali permasalahan dapat
    ditemukan secara konjektur (naluriah), tanpa dasar-
    dasar yang jelas.
   Fenomenologi. Banyak permasalahan baru dapat
    ditemukan berkaitan dengan fenomena (kejadian,
    perkembangan) yang dapat diamati.
   Konsensus        juga merupakan     sumber    untuk
    mencetuskan permasalahan.
   Pengalaman. Tak perlu diragukan lagi, pengalaman
    merupakan sumber bagi permasalahan.


         M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5)
        Bentuk Rumusan Permasalahan

1.   bentuk satu pertanyaan (question);
2.   bentuk satu pertanyaan umum disusul oleh
     beberapa pertanyaan yang spesifik;
3.   bentuk satu penyataan (statement) disusul oleh
     beberapa pertanyaan (question).
4.   bentuk hipotesis; dan
5.   bentuk pernyataan umum disusul oleh
     beberapa hipotesis.
         M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5)
                     Pertanyaan:
   ―Seberapa pengaruh tingkat penghasilan pada
    perubahan fisik rumah perumahan KPR?‖
   ―Faktor-faktor apa saja dan seberapa besar
    pengaruh masing-masing faktor pada persepsi
    penghuni terhadap desain rumah sub–inti?‖




        M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5)
                     Pernyataan
   “Maksud penelitian ini adalah untuk
    mengetahui     seberapa    pengaruh      tingkat
    penghasilan pada perubahan fisik rumah
    perumahan KPR.”
   “Maksud penelitian ini adalah untuk
    mengetahui faktor-faktor apa saja dan seberapa
    besar pengaruh masing-masing faktor pada
    persepsi terhadap desain rumah sub–inti.

        M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5)
     Karakteristik Rincian Permasalahan

1.   Setiap rincian permasalahan haruslah merupakan satuan
     yang dapat diteliti (a researchable unit ).

2.   Setiap rincian terkait dengan interpretasi data.

3.   Semua rincian permasalahan perlu terintegrasi menjadi satu
     kesatuan permasalahan yang lebih besar (sistemik).

4.   Rincian yang penting saja yang diteliti (tidak perlu semua
     rincian permasalahan diteliti)

5.   Hindari rincian permasalahan yang pengatasannya tidak
     realistik.


           M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5)
    Contoh Rumusan Permasalahan

   Di bawah ini diberikan beberapa contoh
    rumusan masalah, sebagai berikut:
     ―. . . . . . . permasalahan sebagai berikut: Apakah
      kepemimpinan mempunyai pengaruh langsung
      terhadap kinerja perusahaan, dan apakah motivasi
      kerja berpengaruh terhadap kinerja perusahaan?‖
     ―. . . . . . . . . dengan penelitian ini ingin diketahui
      faktor – faktor apa yang dapat mempengaruhi
      perilaku ibu – ibu dalam membeli produk X‖.


        M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5)
   PENULISAN
TINJAUAN PUSTAKA


      MODUL - 6
    Tinjauan Pustaka mempunyai
                arti:

 peninjauan kembali pustaka-pustaka yang
  terkait (review of related literature).
 Relevan dengan permasalahan penelitian
  anda




      M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)
       Kegunaan Tinjauan Pustaka

   mengkaji sejarah permasalahan;
   membantu pemilihan prosedur penelitian;
   mendalami landasan teori yang berkaitan dengan
    permasalahan;
   mengkaji kelebihan dan kekurangan hasil
    penelitian terdahulu;
   menghindari duplikasi penelitian; dan
   menunjang perumusan permasalahan.

        M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)
     Sumber-Sumber Pustaka
1) abstrak hasil penelitian
2) indeks
3) review
4) jurnal
5) buku referensi
6) Internet



       M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)
                             Indeks
   Indeks menyediakan judul-judul buku yang disusun berdasarkan
    deskripsi utama masing-masing buku tetapi tidak menyediakan
    abstraknya,

   misalnya Indeks Internet akan ditampilkan sebagai berikut:
    bagian heading (kepala berita) Internet, proxy server. Heading
    memberikan informasi pada kita buku mengenai Internet, hal
    utama yang dibahas ialah mengenai proxy server.




          M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)
                            Review
   Review berisi tulisan-tulisan yang mensintesis karya-
    karya atau buku yang pernah ditulis dalam suatu periode
    waktu tertentu. Tulisan disusun berdasarkan topik dan
    isi.

   Dalam review biasanya penulisnya memberikan
    perbandingan dan bahkan juga kritik terhadap buku
    atau karya yang direview oleh yang bersangkutan.
    Kadang penulis review juga memberikan kesimpulan
    alternatif kepada pihak pembaca yang tujuannya ialah
    agar pembaca dapat memperoleh pandangan yang
    berbeda dari buku yang dibacanya.

         M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)
                              Jurnal
   Jurnal berisi tulisan-tulisan dalam satu bidang disiplin ilmu yang
    sama, misalnya ilmu manajemen dalam ilmu ekonomi atau teknik
    informatika dalam ilmu komputer.

   Kegunaan utama jurnal ialah dapat digunakan sebagai sumber
    data sekunder karena pada umumnya tulisan-tulisan di jurnal
    merupakan hasil penelitian. Kita dapat juga menggunakan tulisan
    di jurnal sebagai bahan kutipan untuk referensi dalam penelitian
    kita sebagaimana buku-buku referensi.




          M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)
                       Buku referensi
   Buku referensi berisi tulisan yang umum dalam disiplin ilmu
    tertentu. Ada baiknya kita memilih buku yang bersifat referensi
    bukn buku yang bersifat sebagai penuntun dalam menggunakan
    atau membuat sesuatu.

   Buku referensi yang baik akan berisi tulisan yang mendalam
    mengenai topik tertentu dan disertai dengan teori-teori
    penunjangnya sehingga kita akan dapat mengetahui
    perkembangan teori dalam ilmu yang dibahas dalam buku
    tersebut.




          M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)
        Cara Pencarian Pustaka
   Manual
     mengunjungi perpustakaan
     tempat-tempat sumber informasi (BPS)

   Online
     http://www.google.com
     http://www.yahoo.com

     http://www.msn.com




        M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)
                 CARA MERUJUK

   Perujukan dilakukan dengan menggunakan nama
    akhir dan tahun
   Jika terdapat dua pengarang, perujukan dilakukan
    dengan cara menyebut nama akhir kedua pengarang
    tersebut
   Jika ada tiga pengarang atau lebih, penulisan rujukan
    dilakukan dengan cara menulis nama pertama dari
    pengarang tersebut diikuti dengan dkk. Atau et al.




        M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)
     Penulisan Kutipan (Nama penulis yang
              diacu dalam uraian)
      Penulis yang tulisannya diacu dalam uraian hanya disebutkan nama
      akhirya saja, dan kalau lebih dari 2 orang, hanya nama akhir penulis
      pertama yang dicantumkan dlikuti dengan dkk atau et al:
a.    Menurut Calvin (1978) .........

b. Pirolisis ampas tebu (Othmer dan Fernstrom, 1943) menghasilkan....

c.    Bensin dapat dibuat dari metanol (Meisel dkk, 1976) ...Yang membuat
      tulisan pada contoh (c) berjumiah 4 orang, yaitu Meisel, S.L.,
      McCullough, J.P., Leckthaler, C.H., dan Weisz, P.B.


     Lebih lengkap Baca buku pedoman penulisan Skripsi STIE ANINDYAGUNA terbaru….!




            M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)
       Merujuk Kutipan Langsung Kurang
                dari 40 kata
   Nama pengarang disebut dalam teks secara terpadu :
   Soebronto ( 1990 : 123 ) menyimpulkan ― ada hubungan yang
    erat antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar ―
   Nama pengarang disebut bersama dengan tahun penerbitan dan
    nomor halaman.
   Kesimpulan dari penelitian ini adalah ― ada hubungan yang erat
    antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar ―
    (Soebronto, 1990 : 13 ).
   Jika ada tanda kutip dalam kutipan digunakan tanda kutip
    tunggal.
   Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah ― terdapat
    kecenderungan semakin banyak ‗ campur tangan ‗ pimpinan
    perusahaan semakin rendah tingkat partisipasi karyawan di
    daerah perkotaan ( Soewignyo, 1991 : 101 )
         M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)
Merujuk kutipan langsung 40 kata atau lebih

Kutipan yang berisi 40 kata atau lebih ditulis tanpa tanda
kutip secara terpisah dari teks yang mendahului, dimulai
pada ketukan ke 6 dari garis tepi sebelah kiri, dan diketik
dengan spasi tunggal :
Smith ( 1990 : 276 ) menarik kesimpulan sebagai berikut :
  The ― placebo effect ―, with had been verified in previous
  studies, disappeared when behavior were studied in the manner.
  Furthermore, the behavior ere never exhibited again, even when
  real drug well administered. Earlier studies were clearly
  premature in attributing the results to a placebo effect.


      M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)
Kutipan yang sebagian dihilangkan :
― Semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah ….
Diharapkan sudah melaksanakan kurikulum baru ― ( Manan, 1995 : 278 )

Jika ada kalimat yang dibuang, maka kalimat yang dibuang diganti dengan 4
titik :
― Gerak manipulatif adalah keterampilan yang memerlukan koordinasi antara
mata, tangan, atau bagian tubuh lain …. Yang termasuk bagian manipulatif
antara lain adalah menangkap bola, menendang bola, dan menggambar ―
(Asin, 1995 : 315 )

Nama pengarang disebut terpadu dalam teks :
Salminin ( 1990 : 13 ) tidak menduga bahwa mahasiswa tahun ketiga lebih baik
daripada mahasiswa tahun keempat.

Nama pengarang disebut dalam kurung bersama tahun penerbitannya :
Mahasiswa tahun ketiga ternyata lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat
( Salimi, 1990 : 13 )



        M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)
         Penulisan Daftar Pustaka
   Dalam daftar pustaka, semua penulis harus dicantumkan
    namanya, dan tidak boleh hanya penulis pertama diambah dkk
    atau et al. saja.

Contoh:
 Meisei, S.L., McCullough, J.P., Leckthaler, C.H., dan Weisz, P.B.,
   1 976, ....
Tidak boleh hanya:
 Meisel, S.L. dkk atau Meisel, S.L. et al.
 Lebih lengkap Baca buku pedoman penulisan Skripsi STIE
   ANINDYAGUNA terbaru….!


          M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)
  Derajat kesarjanaan
Derajat kesarjanaan tidak
boleh dicantumkan (tanpa
penulisan Gelar akademik
atau profesi penulis)



  M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)
         Pencarian Pustaka secara
            elektronis/on-line
   Informasi ilmiah tersebut tersedia dari media seperti:
    CD-ROM (yang dibaca lewat komputer), pita rekaman
    suara, pita rekaman video, dan lewat internet.
   Komponen dasar dari sitasi (pengacuan) pustaka adalah sebagai
    berikut: Nama akhir pengarang, Inisial. Tahun publikasi
    (bila ada). Judul karya. Judul tempat atau media
    informasi (tanggal informasi dikumpulkan dari media
    tersebut).




          M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)
 Contoh penulisan daftar pustaka
     hasil penelusan online
Contoh untuk situs FTP (File Transfer Protocol):
   Johnson, P. 1994. Tropical Indonesian Architecture
     ftp://indoarch.com/Pub/CCC94/johnson-p (22 Apr. 2000).


Contoh untuk situs WWW (World Wide Web):
   Djunaedi, A. 2000. The History of Indonesian Urban Planning..
     http://www.mpkd -ugm.ac.id/adj/riset99/ (18 Apr. 2000).

Contoh untuk informasi lewat e -mail:
   Djunaedi, A. 22 Maret 2000. The urban pattern of some coastal cities
     in the northern Central Java.. research-news@ugm.ac.id (19 Apr.
     2000).



        M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)
 Kita Merujuk Metode pengutipan APA
                Style
 Apa itu APA Style?
(American Psychological Association)

Bandingkan dengan BUKU PEDOMAN
  PENULISAN SKRIPSI STIE
  ANINDYAGUNA!



      M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)
RUANG LINGKUP
 PENELITIAN
 MANAJEMEN

     MODUL - 7
   Ruang Lingkup Penelitian
         Manajemen
Penelitian manajemen adalah penelitian yang
umumnya dilakukan oleh akademisi yang
mengkaji keilmuan manajemen seperti bisnis
umum, manajemen pemasaran, manajemen
keuangan, manajemen sumber daya manusia dan
perilaku organisasi, sistem informasi manajemen,
dan manajemen operasional. …… dan disini
kita boleh mengkaji Manajemen Perhotelan,
Manajemen Pariwisata…….


    M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7)
                    Bisnis Umum
   Peramalan Bisnis·
   Trend Bisnis Dan Industri·
   Inflasi dan Penentuan Harga·
   Akuisisi·
   Ekspor dan Perdagangan Internasional·
   Studi Kelayakan Bisnis·
   Profil Pelaku Bisnis yang Sukses·
   Bisnis Pejabat·
   Nilai Budaya
   Bisnis Antar Suku·
   Peranan Lembaga Konsumen
        M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7)
           Manajemen Pemasaran
   Potensi Pasar·                     Segmentasi Pasar·
                                       Produk Baru·
   Karakteristik Pasar·
                                       Saluran Distribusi·
   Penjualan·                         Promosi·
   Strategi Pemasaran·                Periklanan·
   Inovasi produk ·                   Multilevel Marketing ·
                                       Franchising (Waralaba)·
   Pengaduan konsumen·
                                       Kepemimpinan Pasar·
   Perilaku Konsumen·                 Pelayanan·
   Image Konsumen·                    Tingkat Penjualan·
   Studi Kelayakan Pasar ·            Persaingan Pasar·
                                       Respon akibat perubahan harga·
   Profil & Dinamika Konsumen·
                                       Elastisitas harga ·
   Analisis Lokasi·                   Biaya setiap lini produk·
   Studi Kelayakan Pasar·             Angggaran promosi optimal·
   Pengujian Pasar·                   Pengujian iklan yang kreatif·
                                       Intensitas Grosir dan retail·


          M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7)
                Manajemen Keuangan

   Anggaran
   Sumber-sumber
   Pembiayaan
   Modal Kerja
   Tingkat Bunga dan Resiko Kredit
   Investasi
   Biaya Modal
   Portofolio
   Penilaian Saham dan Obligasi
   Analisis Biaya
   Hasil Resiko
   Rasio-Rasio Keuangan
   Lembaga Keuangan
   Implikasi Pajak
   Merger dan Akuisisi


     M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7)
  Manajemen Sumber Daya
Manusia dan Perilaku Organisasi
   Manajemen Mutu Terpadu             Penilaian Kinerja
   Motivasi dan Kepuasan Kerja        Stress Kerja
   Gaya Kepemimpinan                  Manajemen Konflik
   Produktivitas Tenaga Kerja         Emotional Quetion·
   Efektivitas Organizationa          Spritual Quetion
   Budaya & Komunikasi Organissi      Desain Organisasi
   Studi Gerak dan Waktu              Perubahan & Pengembangan Org
   Serikat Pekerja                    Rekruitment
   Perilaku Karyawan                  Seleksi dan Penempatan
   Loyalitas Kerja
                                       Sistem Kompensasi
   Kinerja Supervisor
   Sistem Penilaian Kerja             Pengembangan Karir
   Pengambilan Keputusan              Promosi
                                       Mutasi
                                       Kreativitas Manajemen
                                       Model-Model Pola Kerja
                                       Manajemen Partisipasi
                                       Perbedaan Gender
                                       Polusi dan Kesehatan Kerja
                                       Pemberhentian

         M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7)
        Sistem Informasi Manajemen

   Sistem Informasi Eksekutif
   Sistem Komunikasi Bisnis
   Sistem Dukungan Keputusan
   Aliansi fungsi Sistem Informasi
   Personel Sistem Informasi
   Pengembangan Sistem Informasi
   Jaringan Efektif MIS
   Penggunaan Konsultan dlm Pembuatan
    Keputusan



     M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7)
      Manajemen Operasi dan
            Produksi
   Sistem Produksi
   Penentuan Lokasi
   Plant layout
   Prosedur Dan Metode Kerja
   Mesin Dan Peralatan Produksi
   Material Handling
   Pemeliharaan (Maintenance)
   Sistem Pergudangan
   Pengendalian Persediaan
   Pengendalian Material
   Pengendalian Tenaga Kerja
   Pengendalian Mutu
   Statistical Quality Control


      M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7)
         Manajemen Perhotelan
              (HoReCa)


   Hotel (Akomodasi)
       Kantor Depan
       Kamar
   Restoran
   Café dan bar
   ………


        M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7)
       Manajemen Pariwisata


   Objek dan daya tarik wisata
   Biro perjalanan wisata
   Wisatawan
   ………




      M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7)
                         Tugas 3
Tugas ini sekaligus sebagai bahan rancangan Tugas Akhir
   Sifat tugas : Perorangan (Tidak boleh ada judul yang sama
     pada obyek penelitian yang sama)
   Batas akhir pengumpulan tugas : paling lambat 1 (satu) minggu
     sebelum jadwal ujian akhir semester mata kuliah Metodologi
     Penelitian
Sistematika Usulan Penelitian (Proposal) sebagai berikut :
A. Judul Penelitian
B. Latar Belakang Penelitian
C. Perumusan Masalah
D. Batasan Masalah
E. Tujuan Penelitian
F. Manfaat Penelitian
G. Tinjauan Pustaka
H. Metode Penelitian
I. Daftar Pustaka
       M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7)
PENULISAN
  SKRIPSI

   MODUL - 8
Penulisan skripsi untuk semua jenis penelitian
  di sajikan dalam lima bab sebagai berikut:


   Bab I : Pendahuluan
   Bab II : Tinjauan Pustaka
   Bab III : Metode Penelitian
   Bab IV : Hasil Penelitian dan Pembahasan
   Bab V : Kesimpulan dan Saran



        M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)
                  BAB I
              PENDAHULUAN

   Latar Belakang Permasalahan
   Rumusan Permasalahan
   Tujuan dan Kegunaan Penelitian




      M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)
    Latar Belakang Permasalahan
   Latar Belakang Permasalahan merupakan penjelasan
    fenomena yang diamati dan menarik perhatian peneliti dan
    bukan merupakan alasan pemilihan judul.
   Latar Belakang Penelitian apabila memungkinkan dapat
    didukung oleh data penunjang, yang dapat digali dari
    sumber utama dan/atau sumber kedua seperti Biro Pusat
    Statistik, hasil penelitian terdahulu, jurnal dan internet
   Latar Belakang Penelitian memuat hasil penelitian
    terdahulu (dari jurnal) dengan menyebutkan sumber jurnal
    yang dipakai sebagai referensi.
   Apabila perusahaan (sebagai sumber utama) belum
    menyajikan laporan keuangan, misalnya rasio keuangan
    (financial ratio), maka dalam Latar Belakang Penelitian
    disajikan minimal 3 periode atau tahun.
         M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)
        Rumusan Permasalahan
   Rumusan permasalahan disajikan secara singkat
    dalam bentuk kalimat tanya, yang isinya
    mencerminkan adanya permasalahan yang perlu
    dipecahkan atau adanya permasalahan yang perlu
    untuk dijawab.
   Rumusan permasalahan merupakan inti
    penelitian, sehingga bisa dipakai pertimbangan
    menyusun judul dan hipotesis

        M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)
Tujuan dan Kegunaan Penelitian
   Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian merupakan sasaran
    yang hendak dicapai oleh peneliti sebelum melakukan
    penelitian dan mengacu pada permasalahan. Berikut ini
    beberapa contoh cara pengungkapan tujuan penelitian
    yang umumnya diawali dengan kalimat tujuan penelitian
    adalah untuk …………. atau penelitian ini bertujuan
    untuk …………………dan sebagainya.
   Kegunaan         Penelitian: Kegunaan  penelitian,
    menguraikan kontribusi yang diharapkan dari hasil
    penelitian itu sendiri.


         M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)
                        BAB II
                  TINJAUAN PUSTAKA
   Kerangka teori sebaiknya menggunakan acuan yang
    berhubungan dengan permasalahan yg diteliti dan acuan-2
    yg berupa hasil penelitian terdahulu (bisa disajikan di Bab
    II atau dibuat sub-bab tersendiri)
   Hipotesis Penelitian
    Jika penelitian bersifat korelasional maka :
     Hipotesis penelitian beraspek empiris disajikan pada akhir bab II
       dalam sub-sub tersendiri dengan memperhatikan teori pendukungnya,
       sedangkan hipotesis penelitian beraspek statistik disajikan dalam bab
       III.
     Apabila analisis data (akhir bab IV) direncanakan tidak untuk
       menganalisis data secara luas baik masalah utama (mayor) maupun
       bagian-bagiannya (minor) maka dalam hipotesis tidak perlu
       dicantumkan hipotesis mayor dan minor.
     Hipotesis harus berlandaskan teori, jika ingin mengubah harus
       mencantumkan alasan mengapa merubah teori tersebut.
          M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)
           BAB III
      METODE PENELITIAN
   Jenis Penelitian
   Variabel dan Pengukuran
   Populasi dan Sampel
   Metode Pengumpulan Data
   Metode Analisis


      M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)
JENIS PENELITIAN
Penelitian bisa bersifat kuantitaif maupun kualitatif,
misalnya:
   Historis;
   Deskriptif;
   Perkembangan;
   Kasus dan penelitian lapangan;
   Korelasional;
   Kausal komparatif;
   Eksperimen murni;
   Eksperimen semu;
   Kaji tindak.
        M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)
Pemilihan jenis penelitian dilakukan berdasarkan
pertimbangan-pertimbangan berikut :

   Daya tarik permasalahan;
   Kesesuaian dengan kemampuan dan latar
    belakang pendidikan;
   Tersedianya alat dan kondisi kerja;
   Kesesuaian dengan kemampuan untuk
    mengumpulkan data yang diperlukan;
   Kesesuaian dengan waktu, tenaga dan biaya;
   Resiko kegagalan.

        M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)
Variabel dan Pengukuran
   ―Perubah (Variable) merupakan suatu atribut
    atau sifat atau nilai dari orang, objek atau
    kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang
    ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan
    ditarik kesimpulannya.‖ ( Sugiyono, 2003, 32)
   Peubah harus terukur




        M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)
Populasi dan Sampel
   ―Populasi merupakan sekumpulan orang atau objek
    yang memiliki kesamaan dalam satu atau beberapa hal
    dan yang membentuk masalah pokok dalam suatu riset
    khusus. Populasi yang akan diteliti harus didefinisikan
    dengan jelas sebelum penelitian dilakukan.‖ (Santoso &
    Tjiptono, 2002, 79)
   ―Sampel adalah semacam miniatur (mikrokosmos) dari
    populasinya‖ (Santoso & Tjiptono, 2002, 80)



         M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)
Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data misalnya :
   “Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun
    tidak terstruktur, dan dapat dilakukan melalui tatap muka
    (face to face) maupun dengan menggunakan telpon.
   Kuesioner (angket) dapat dilakukan dengan cara memberi
    seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada
    responden untuk dijawabnya.
   Observasi merupakan suatu proses yang komplek , suatu
    proses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan
    psikologis. Dua di antara yang terpenting adalah proses-
    proses pengamatan dan ingatan.” (Sugiyono, 2003, 130-141)

         M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)
Metode Analisis
   Metode analisis disesuaikan dengan Rumusan
    Permasalahan pada Bab I
   Jika metode analisis menggunakan regresi
    dengan Ordinary Least Square (OLS)
    Estimators, maka uji asumsi klasik harus
    dilakukan. Lihat buku "Ekonometrika Dasar"
    oleh Damodar Gujarati alih bahasa Sumarno
    Zain, 2000.

        M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)
            BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN BAHASAN
a. Penyajian Data
   Pada sub bab ini dipaparkan data yang ada
   relevansinya dengan topik skripsi.
b. Analisis Data dan Interpretasi




      M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)
               BAB V
       KESIMPULAN DAN SARAN
1.   Kesimpulan
     Kesimpulan menjelaskan butir-butir temuan
     (hasil penelitian dan bahasan) yang disajikan
     secara singkat dan jelas.
2.   Saran
     Saran-saran merupakan himbauan kepada
     instansi terkait maupun peneliti berikutnya yang
     berdasarkan pada hasil temuan. Saran sebaiknya
     selaras dengan topik penelitian

        M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)
             Daftar Pustaka
Lihat penjelasan Modul sebelumnya

                  Lampiran:
Lampiran: memuat hal-hal atau informasi yang
mendukung bab-bab sebelumnya, misalnya: data
(hasil Questionaire, data time series), Laporan
Keuangan perusahaan (Neraca, R/L dsb),
informasi yang terkait dengan hasil (misal:
olahan komputer, diskripsi , hasil uji validitas
dan reliabilitas) dsb.
    M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8)
   POPULASI DAN
      SAMPEL
SKALA PENGUKURAN

      MODUL - 9
                          Definisi
   ―Populasi merupakan sekumpulan orang atau objek
    yang memiliki kesamaan dalam satu atau beberapa hal
    dan yang membentuk masalah pokok dalam suatu riset
    khusus. Populasi yang akan diteliti harus didefinisikan
    dengan jelas sebelum penelitian dilakukan.‖ (Santoso &
    Tjiptono, 2002, 79)

   ―Sampel adalah semacam miniatur (mikrokosmos) dari
    populasinya‖ (Santoso & Tjiptono, 2002, 80)


         M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)
  Statistical Methods

   •Descriptive Statistics
      Collecting and describing data.


    •Inferential Statistics
Making decisions based on sample data.


 M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)
  Descriptive Statistics
•Collect Data         e.g. Survey


•Present Data         e.g. Tables and Graphs


•Characterize Data            e.g. Mean  x i
                                                   n

       A Characteristic of a:
       Population is a Parameter
          Sample is a Statistic.
   M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)
     Inferential Statistics

•Estimation
•Hypothesis
  Testing

        Making decisions concerning a
      population based on sample results.

     M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)
        Types of Data

                      Data


Categorical            Numerical


             Discrete             Continuous


M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)
              Data Sources
       Primary                             Secondary
     Data Collection                    Data Compilation


                                       Print or Electronic
Observation           Survey


        Experimentation

     M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)
Types of Sampling Methods
                         Samples



   Non-Probability                    Probability Samples
      Samples
                                Simple
                                Random             Stratified
Judgement      Chunk
                                                             Cluster
                                      Systematic
       Quota

       M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)
         Probability Samples
Subjects of the sample are chosen based on known probabilities.



                    Probability Samples




   Simple
                     Systematic           Stratified           Cluster
   Random

         M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)
   Simple Random Samples
•Every individual or item from the
target frame has an equal chance of
 being selected.
•Selection may be with replacement or
 without replacement.
• One may use table of random numbers
 for obtaining samples.
        M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)
      Systematic Samples
 • Decide on sample size: n
 • Divide population of N individuals into groups of
        k individuals: k = N/n
         • Randomly select one individual from the 1st group.
 • Select every k-th individual thereafter.


N = 64
n=8        First Group
k=8

      M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)
         Stratified Samples
• Population divided into 2 or more groups according
      to some common characteristic.
• Simple random sample selected from each.
• The two or more samples are combined into one.




       M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)
              Cluster Samples
• Population divided into several “clusters”,
      each representative of the population.
• Simple random sample selected from each.
• The samples are combined into one.


                                                     Population
                                                     divided into
                                                     4 clusters.


          M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)
   Types of Survey Errors
•Coverage Error                                   Excluded from
                                                  selection.

•Non Response Error                              Follow up on
                                                 non responses.

                                               Chance differences
•Sampling Error                                from sample to
                                               sample.

•Measurement Error                         Bad Question!


     M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)
            Skala Pengukuran
 Adaempat tipe skala pengukuran
 dalam penelitian, yaitu :
  nominal,

  ordinal,

  interval   dan
  ratio.



     M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)
                 Nominal
   Skala pengukuran nominal digunakan untuk
    mengklasifikasikan obyek, individual atau kelompok;
    sebagai contoh mengklasifikasi jenis kelamin, agama,
    pekerjaan, dan area geografis.
   Dalam mengidentifikasi hal-hal di atas digunakan angka-
    angka sebagai symbol. Apabila kita menggunakan skala
    pengukuran nominal, maka statistik non-parametrik
    digunakan untuk menganalisa datanya.
   Hasil analisa dipresentasikan dalam bentuk persentase.
   Sebagai contoh kita mengklasifikasi variable jenis kelamin
    menjadi sebagai berikut: laki-laki kita beri simbol angka 1
    dan wanita angka 2.
         M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)
                    Ordinal
   Skala pengukuran ordinal memberikan informasi tentang
    jumlah relatif karakteristik berbeda yang dimiliki oleh
    obyek atau individu tertentu.
   Tingkat pengukuran ini mempunyai informasi skala
    nominal ditambah dengan sarana peringkat relatif tertentu
    yang memberikan informasi apakah suatu obyek memiliki
    karakteristik yang lebih atau kurang tetapi bukan berapa
    banyak kekurangan dan kelebihannya.
   Jawaban pertanyaan berupa peringkat misalnya: sangat
    tidak setuju, tidak setuju, netral, setuju dan sangat setuju
    dapat diberi symbol angka 1, 2, 3, 4 dan 5. Angka-angka ini
    hanya merupakan simbol peringkat, tidak
    mengekspresikan jumlah.

         M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)
                      Interval
   Skala interval mempunyai karakteristik seperti yang dimiliki
    oleh skala nominal dan ordinal dengan ditambah karakteristik
    lain, yaitu berupa adanya interval yang tetap.

   Dengan demikian peneliti dapat melihat besarnya perbedaan
    karaktersitik antara satu individu atau obyek dengan lainnya.

   Skala pengukuran interval benar-benar merupakan angka.

   Angka-angka yang digunakan dapat dipergunakan dapat
    dilakukan operasi aritmatika, misalnya dijumlahkan atau
    dikalikan. Untuk melakukan analisa, skala pengukuran ini
    menggunakan statistik parametric.
           M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)
                        Ratio
   Skala pengukuran ratio mempunyai semua karakteristik
    yang dipunyai oleh skala nominal, ordinal dan interval
    dengan kelebihan skala ini mempunyai nilai 0 (nol) empiris
    absolut.

   Nilai absoult nol tersebut terjadi pada saat
    ketidakhadirannya suatu karakteristik yang sedang diukur.

   Pengukuran ratio biasanya dalam bentuk perbandingan
    antara satu individu atau obyek tertentu dengan lainnya.



         M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)
    Perhatikan Contoh berikut!!!!
   Apakah saudara setuju dengan kenaikan harga BBM?
    1. setuju              2. tidak setuju


Termasuk skala pengukuran apakah pertanyaan
  diatas?……………




         M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)
    Bagaimana dengan yang ini?
   Bagaimana pendapat anda tentang kebijakan
    ekonomi pemerintah saat ini?

    1) Sangat buruk, 2) Buruk, 3) Cukup, 4) Baik, 5) Sangat
        Baik


Apakah ini skala nominal?……………


        M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)
                 Lalu yang ini?
   Berapa kenaikan harga bahan pokok yang
    Saudara setujui?

    1). 2 %      2). 4%     3). 6%      4). 8%       5).10%



    Apakah ini termasuk Skala Rasio?……………



        M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)
    Bagaimana yang terakhir ini?
   Berapa harga tiket kereta api Bandung – Jakarta yang
    Saudara inginkan untuk kelas bisnis dan eksekutif?

   1). Rp.60.000 - Rp.40.000
   2). Rp.80.000 - Rp.40.000
   3). Rp.120.000 - Rp.40.000

   Apakah ini skala interval atau ordinal?……………



         M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)
            Contoh Questioner

Name               :

Age                :

Sex                :   M/F

Education          :

Departement            NGO/University/Government/………

Address            :




      M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)
                 Contoh Questioner
Opportunities                   Strongly disagree (1) - Strongly agree (5)


                                 1        2        3         4         5


Generating tourism business


Employment


Increasing family income


Increasing value of village




          M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9)
PENGOLAHAN DATA
  (Pengenalan SPSS)


          MODUL -10
               ??
 Apa itu SPSS?
 Apa yang bisa dilakukan SPSS?

 Apa kesamaan SPSS dengan
  Microsoft Office Excel?
   SPSS is a software package used for conducting
    statistical analyses, manipulating data, and generating
    tables and graphs that summarize data.
   Statistical analyses range from basic descriptive
    statistics, such as averages and frequencies, to
    advanced inferential statistics, such as regression
    models, analysis of variance, and factor analysis
    SPSS also contains several tools for manipulating
    data, including functions for recoding data and
    computing new variables as well as merging and
    aggregating datasets.
   SPSS also has a number of ways to summarize and
    display data in the form of tables and graphs.
SPSS for Windows consists of three different
windows, each of which is associated with a
          particular SPSS file type
 Two   windows most frequently used in analyzing
  data in SPSS, the Data Editor and the Output
  Viewer windows.
 In addition, the Syntax Editor and the use of SPSS
  command syntax is discussed briefly.
 The Data Editor is the window that is open at
  start-up and is used to enter and store data in a
  spreadsheet format.
    SPSS for Windows consists of three different
    windows, each of which is associated with a
              particular SPSS file type
   The Output Viewer opens automatically when you execute an
    analysis or create a graph using a dialog box or command syntax
    to execute a procedure. The Output Viewer contains the results
    of all statistical analyses and graphical displays of data.
   The Syntax Editor is a text editor where you compose SPSS
    commands and submit them to the SPSS processor. All output
    from these commands will appear in the Output Viewer. This
    document focuses on the methods necessary for inputting,
    defining, and organizing data in SPSS.
                Starting SPSS
   To start SPSS, go to the Start icon under
    Windows 95, Windows 98, Windows 2000, and
    Windows NT. You should find an SPSS icon
    under the Programs menu item.
   You can also start SPSS by double-clicking on
    an SPSS file.
                  DATA VIEW
   Baris di dalam data view adalah nomor subjek
   Kolom adalah banyaknya variabel
               VARIABLE VIEW
   Baris di dalam variable view adalah variabel-variabel
    dari data,
   Kolom adalah definisi dari tiap variabel
           INPUT DATA
 Menginput data dapat dilakukan dengan
  memasukkan data secara langsung ke data
  editor dalam format SPSS maupun format
  lain (misal Micosoft Excel)
 Untuk mengubah data yang sudah di-input
  dalam format lain menjadi format SPSS,
  dapat menggunakan copy-paste atau meng-
  import-nya dari SPSS
    DATA DALAM FORMAT
           SPSS
 Memasukkan (entri) data dengan format SPSS
  dapat dilakukan langsung meng-entri datanya
  di data view
 Atau dengan mendefinisikan dahulu
  variabelnya di variable view
NAME
   Adalah nama atau singkatan dari variabel
   Nama atau singkatan variabel dibuat dalam huruf
    kecil (di bawah versi 11.0)
   Karakter pertama harus huruf dan tidak
    menggunakan spasi
TYPE
   Umumnya yang digunakan adalah tipe NUMERIC
    (data berupa angka) dan STRING (data berupa huruf)
   Untuk mengubah tipe variabel klik di pojok kanan
    kotak type  variable type
WIDTH
   Adalah banyaknya karakter dari data yang akan
    dientri
   Berkaitan dengan COLUMNS
DECIMALS
 Adalah  banyaknya angka desimal yang digunakan
 Default angka desimal di SPSS adalah 2
 Bila data (numeric) bilangan bulat, sebaiknya desimal
  dibuat 0 (nol)
 untuk mengubah nilai desimal  klik di pojok kanan
  kotak
LABEL
   Adalah versi lengkap dari NAME, bisa banyak
    karakter
   Bisa huruf besar dan menggunakan spasi
   Sebaiknya dituliskan, terlebih bila akan variabel
    tersebut akan diolah lebih lanjut
VALUES
   Digunakan untuk meng-coding data NOMINAL
   Untuk membuat coding suatu variabel  klik di
    pojok kanan kotak values  VALUE LABEL
   Value untuk coding
   Value Label untuk definisi value
MISSING
 Digunakan bila dalam data yang akan diolah terdapat
  datum yang tidak terisi atau tidak lengkap
 Sebaiknya data yang akan diolah lengkap
 Bila ada beberapa datum tidak terisi, pilih angka yang
  tertentu sebagai tanda missing values atau kosongkan saja
COLUMN
   Adalah lebar tempat nama karakter dari NAME
   Besarnya minimal sama dengan besarnya nilai di
    WIDTH
ALIGN
   Sama seperti Align di Microsoft Word
   Lebih baik terlihat apabila dibuat menjadi center,
    terutama untuk data berupa angka
   Untuk mengubah menjadi Left/Centre/Right 
    Klik di pojok kanan kotak Align
MEASURE
 Adalah skala pengukuran dari variabel yang
  bersangkutan
 Untuk mengubah skala pengukuran  klik di
  pojok kanan kotak scale
 Skala pengukuran Interval dan Ratio dalam
  SPSS adalah SCALE

				
DOCUMENT INFO
Description: Proposal Skripsi Sistem Informasi Geografi document sample