Proposal Skripsi Bank Btn

Document Sample
Proposal Skripsi Bank Btn Powered By Docstoc
					         KEDUDUKAN DAN PERAN GURU
 DALAM MENGEMBANGKAN KURIKULUM TINGKAT
SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) UNTUK MENINGKATKAN
              MUTU PENDIDIKAN



                    ORASI ILMIAH
              Pengukuhan Jabatan Guru Besar
          Dalam Bidang Pengembangan Kurikulum




               Prof. Dr. WACHIDI, M. Pd.




              RAPAT TERBUKA
        SENAT UNIVERSITAS BENGKULU
                   29 JUNI 2010
       Assalamu’alaikum, Wr.Wb.


     Bismillahirrahmanirrahim,
Yth. Bapak Gubernur Kepala Daerah Provinsi Bengkulu,
Yth. Bapak Anggota Muspida Provinsi Bengkulu,
Yth. Bapak Wali Kota Bengkulu,
Yth. Bapak/Ibu Dewan Penyantun Universitas Bengkulu,
Yth. Bapak Rektor sekaligus Ketua Senat Universitas Bengkulu,
Yth. Saudara-saudara Anggota Senat Universitas Bengkulu,
Yth. Bapak Pembantu Rektor, Para Dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua Jurusan,
     Ketua Program Studi, Ketua Lembaga Penelitian dan Ketua Lembaga
     Pengabdian Masyarakat, Kepala Biro, Kepala Bagian dan jajaranya,
Yth. Bapak Rektor PTS, Kepala Dinas dan Instansi lainnya,
Yth Bapak Direktur Bank BNI, BRI, BTN dan Bank Pembangunan Daerah,
Yth. Bapak/Ibu Dosen dan tamu undangan,
Ytc. Istri dan anak-anakku yang berbahagia,




                                                                                2
                                                              Prof.Dr. Wachidi, M.Pd.
                                      Guru Besar dalam Bidang Pengembangan Kurikulum
       Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah swt., yang
telah memberikan nikmat kesehatan dan kesempatan kepada kita, sehingga kita semua
dapat hadir dan menyaksikan acara pengukuhan Guru Besar di Universitas Bengkulu.


       Pada kesempatan yang berbahagia ini, dengan tulus ikhlas dari lubuk hati
yang dalam, saya mengucapkan penghargaan dan berterimakasih yang tulus atas
kehadiran Bapak/Ibu dan Saudara sekalian pada acara ini.


       Pada kesempatan yang sangat mulia ini pula, perkenankanlah saya
menyampaikan Orasi Ilmiah dengan judul      : ” KEDUDUKAN DAN PERAN GURU
DALAM MENGEMBANGKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
(KTSP) UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN”.




                                                              Prof.Dr. Wachidi, M.Pd.

                                                                                  3
                                      Guru Besar dalam Bidang Pengembangan Kurikulum
              KEDUDUKAN DAN PERAN GURU
    DALAM
    DALAM MENGEMBANGKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN
                     KTSP)
                    (KTSP        MENINGKATK
         PENDIDIKAN (KTSP) UNTUK MENINGKATKAN
                          PENDID
                  MUTU PENDIDIKAN



A. Latar Belakang
        Berbagai isu nasional yang muncul dalam dunia pendidikan pada akhir-akhir
   ini adalah masalah peningkatan daya tampung             (”Access”), peningkatan
   efektivitas dan efisiensi (”Efectivity & efficiency”) dan kegiatan peningkatan mutu
   pendidikan (”Quality of Education”). Dari ketiga permasalahan tersebut, masalah
   rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan dasar dan
   menengah menjadikan prioritas. Berbagai usaha telah dilakukan untuk
   meningkatkan mutu pendidikan nasional, misalnya pengembangan kurikulum
   nasional dan lokal, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, peningkatan
   sarana dan prasarana dan peningkatan mutu manajemen sekolah. Namun
   demikian,    usaha tersebut belum menunjukkan peningkatan yang berarti.
   Berdasarkan masalah di atas, maka berbagai pihak mempertanyakan apa yang
   salah dalam penyelenggaraan pendidikan kita ?
        Menurut analisis dan    pengamatan saya, sedikitnya ada tiga faktor yang
   menyebabkan mutu pendidikan tidak mengalami peningkatan secara merata.
   Faktor   pertama,    kebijakan    dan   penyelenggaraan     pendidikan    nasional
   menggunakan pendekatan ”Education Production Function” atau ”Input-output
   Analysis” yang tidak dilaksanakan secara konsekuen. Pendekatan ini melihat
   bahwa lembaga pendidikan berfungsi sebagai pusat produksi yang apabila
   dipenuhi semua Input (Masukan) yang diperlukan dalam kegiatan produksi
   tersebut, maka lembaga ini akan menghasilkan Output (Luaran) yang dikehendaki


                                                                                   4
Mengapa tidak terjadi peningkatan mutu pendidikan secara merata? Karena
selama ini dalam menerapkan pendekatan ”Education Production Function”
terlalu memusatkan pada ”Input” pendidikan, kurang memperhatikan pada proses
”Process” pendidikan. Padahal proses pendidikan sangat menentukan ”Output”
pendidikan.
    Faktor kedua, penyelenggaraan pendidikan nasional dilakukan secara
”Birocratic-Centralistic”, sehingga menempatkan sekolah sebagai penyelenggara
pendidikan sangat tergantung pada putusan-putusan birokrasi yang sangat panjang.
Padahal sekolah lebih merupakan subordinasi dari birokrasi di atasnya, sehingga
guru kehilangan kemandirian, keluwesan, motivasi, kreativitas/inisiatif untuk
mengembangkan lembaga.
    Faktor ketiga, peran serta warga sekolah, khususnya guru dan masyarakat
khususnya orang tua peserta didik dalam penyelenggaraan pendidikan ini sangat
minim. Partisipasi guru dan orang tua peserta didik dalam pengambilan keputusan
sering diabaikan. Di samping itu, akuntabilitas sekolah terhadap masyarakat yang
berkepentingan dengan pendidikan (Stakeholder ) juga lemah.
    Komisi VI DPR RI mengakui bahwa mutu pendidikan di Indonesia sangat
terpuruk, sehingga mempengaruhi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai
modal pembangunan bangsa di masa datang. Pembenaan pendidikan di Indonesia
menjadi hal yang terus dilakukan baik oleh pemerintah maupun praktisi
pendidikan. Berbagai strategi dilakukan untuk memajukan kualitas pendidikan di
negara yang berpenduduk 220 juta lebih ini, mulai dari otonomi pendidikan,
pergantian    kurikulum,   penambahan     anggaran   pendidikan,    peningkatan
kesejahteraan guru, studi banding, dan berbagai usaha lainnya. Kita bisa melihat
melalui Indek Prestasi Manusia (IPM) Indonesia tahun 2007, angka IPM Indonesia
berada pada 0,728 sehingga laporan yang dikeluarkan oleh United Nation



                                                                             5
Development Program (UNDP) pada 27 November 2007 menempatkan Indonesia
berada pada peringkat 108 dari 177 negara.
    Saat sekarang kualitas pendidikan Indonesia masih tertinggal dari Thailand,
Malaysia dan Singapura. Bahkan menurut laporan World Competitiveness Year
Book 2007 daya saing pendidikan Indonesia berada pada urutan ke 53 dari 55
negara yang disurvey. Di ASEAN Indonesia diurutan ke-7 dari sembilan negara-
negara ASEAN. Dari data International Education Achievement (IEA), dikatakan
bahwa untuk kemampuan          membaca tingkat SD Indonesia urutan 39 dari 42
negara yang distudikan. Untuk kemampuan IPA tingkat SMP, Indonesia masuk
urutan 39 dari 42 negara dan untuk bidang Ilmu Pengatahuan Alam, negeri yang
sering     dilanda   bencana    mendapatkan     urutan   40   dari   42   negara
(http://www.gatra.com/2004-07-20/artikerl.php?id=419045).
         Di samping itu, Indeks kinerja Foreign Direct Investment (FDI) Indonesia
berada diurutan 138 dari 140 negara. Oleh sebab itu, wajar Indonesia baru ada
0,18% pengusaha, sedangkan syarat sebuah negara maju minimal ada 2%
pengusaha dari jumlah penduduk. Singapura saat sekarang sudah mempunyai 5% .
     Dalam hal ini kita juga tidak boleh menutup mata terhadap prestasi anak
bangsa yang telah membawa nama Indonesia berjaya di dunia Internasional.
Seperti event Olimpiade mungkin Indonesia bisa sedikit mengembangkan diri.
Kita lihat saja olimpiade Fisika Indonesia dapat memenangkan kompetisi
bergengsi tsb. dengan predikat prestesius di mana salah seorang pesertanya meraih
predikat absolute winner, untuk APHO IX yang diadakan di Mongolia pada 20-28
April silam. Tim Indonesia berhasil meraih Emas terbanyak di bawah China dan
masuknya salah satu pesertanya sebagai peraih nilai tertinggi. Di samping itu,
salah satu lagi pelajar asal Bengkulu mencatat prestasi di tingkat internasional.
Jika sebelumnya ada Amanah Ramadiah sang penemu robot Boombaster, kini
gilirannya Deby Janati Gustiwi mengharumkan nama bangsa. Ia terpilih mewakili


                                                                              6
Indonesia untuk tampil di International Project Mostratec ke 24 di Bazil (Rakyat
Bengkulu: 2009: 8)
      Jika dibandingkan dengan standar di negeri jiran Malaysia 7,5, maka untuk
menuju 7,5 memerlukan waktu satu ”Windu” (delapan tahun). Fakta menunjukkan
bahwa hasil Ujian Nasional (UNAS) 2010 belum begitu menggembirakan. Data
menunjukkan bahwa dari total 20.028 peserta didik peserta UNAS tingkat
SMA/SMK/MA se Propinsi Bengkulu yang tidak lulus 1.540 peserta didik.
Dengan kata lain     persentase kelulusan UNAS tingkat SMA/MA/SMK di
Propvinsi Bengkulu tahun 2010 mencapai 93,5 persen. Persentase ini meningkat
dibanding hasil UNAS tahun lalu 91,6 persen. Namun secara Nasional hasil
UNAS tahun ini menurun menjadi 89,4 persen yang sebelumnya mencapai 93,4
persen. (Rakyat Bengkulu, 2010: 7).
      Citra Perguruan tinggi yang dinodai dengan adanya modus jual beli buku
diktat, membelikan pulsa, uang terima kasih skripsi, ikut menjadi down line dosen
yang menjadi member MLM sebuah produk hingga melayani dosen memiliki
”kelainan khusus”, termasuk memanfaatkan jabatan orang tua mahasiswa, untuk
memperkuat daya tekan dan melakukan perilaku genit-genitan kepada dosen untuk
memberikan nilai A. Praktik ilegal ini tumbuh subur dan tersembunyi, sehingga
cita-cita luhur dunia pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa seperti
”Pungguk yang merindukan bulan” (Rakyat Bengkulu, 2009: 19).
    Secara umum, sistem pendidikan kita belum dapat mengatasi lima aspek
kelemahan pada hasil pendidikan. Kelima aspek tsb, meliputi : educational
outcome, yaitu power of character, power of leadership, power of sitizenship,
power of thingking, power of skills, power of engineering. Runtuhnya kekuatan
bangsa antara lain disebabkan oleh ketidakmampuan pengelola Negara dan
rakyatnya mewujudkan kekuatan-kekuatan tsb (Sapri, 2009: 4).



                                                                              7
   Hadirin yang terhormat,
   Pada pidato pengukuhan ini, penulis mengangkat topik yang tertera di muka
   dengan formulasi rumusan masalah pokok :
   ”Bagaimanakah Kedudukan dan Peran Guru dalam Mengembangkan KTSP
   untuk Mewujudkan Peningkatan Mutu Pendidikan?”
      Dari rumusan masalah pokok tersebut, dijabarkan menjadi sub-sub masalah
   sebagai berikut :
   a. Apa yang melatar belakangi mutu pendidikan rendah?
   b. Apa Pengertian mutu pendidikan?
   c. Apa pengertian dan kedudukan KTSP dalam sistem pendidikan?
   d. Apa peran guru dalam mengembangkan KTSP?


B. Pengertian Mutu Pendidikan
       Secara umum, mutu adalah gambaran dan kharakteristik menyeluruh dari
   barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan
   yang diharapkan atau yang tersirat. Dalam konteks pendidikan pengertian mutu
   mencakup input, process, dan output (Debdiknas, 2000: 7), (Sanusi, 1990: 1).
       Input pendidikan adalah segala sesuatu yang harus tersedia karena
   dibutuhkan untuk berlangsungnya proses. Sesuatu yang dimaksud berupa
   sumberdaya dan perangkat lunak serta harapan-harapan sebagai pemandu bagi
   berlangsungnya proses. Input sumberdaya manusia meliputi (kepala sekolah, guru,
   karyawan,   dan     peserta   didik)   dan   sumberdaya   selebihnya   (peralatan,
   perlengkapan, uang dan bahan, dsb.). Input perangkat lunak meliputi (struktur
   organisasi sekolah, peraturan perundang-undangan, deskripsi tugas, rencana,


                                                                                  8
program dsb.) Input harapan berupa (visi, misi, tujuan, dan sasaran-sasaran yang
ingin dicapai sekolah). Oleh karena itu, tinggi rendahnya mutu input dapat diukur
dari tingkat kesiapan input. Makin tinggi tingkat kesiapan input, makin tinggi pula
mutu input tersebut.
      Proses pendidikan merupakan berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang
lain. Dalam pendidikan berskala mikro (sekolah), proses yang dimaksud adalah
proses pengambilan keputusan, proses pengelolaan program, proses pembelajaran
dan proses monitoring dan evaluasi. Proses dikatakan bermutu tinggi apabila
pengkoordinasian dan penyerasian input dilakukan secara harmonis sehingga
menciptakan pembelajaran yang menyenangkan (enjoyable learning).
     Output pendidikan adalah merupakan kinerja sekolah. Kinerja sekolah
adalah prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses sekolah. Kinerja sekolah dapat
diukur   dari   (kualitasnya,   efektivitasnya,   produktivitasnya,   efisiensinya,
inovasinya, kualitas kehidupan kerjanya dan moral kerjanya). Kualitas sekolah
bermutu tinggi jika prestasi sekolah, khususnya prestasi belajar peserta didik
menunjukkan pencapaian yang tinggi dalam (a) prestasi akademik, (nilai ulangan
umum, nilai UNAS, karya ilmiah, lomba akademik dan (b) prestasi non akademik
(IMTAQ, kejujuran, kesopanan, olahraga, kesenian, keterampilan kejuruan dan
kegiatan pengembangan diri).
     Untuk memperkuat dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional, perlu
paradigma baru dan implementasi ideologi pendidikan yang ”Radikal-
transformatif” berupa program pendidikan yang berkualitas, murah, profesional,
dan liberatif. Perwujudannya dapat diprogramkan dalam beberapa rencana
tindakan sebagai berikut. Pertama, negara harus kembali bertanggungjawab
memfasilitasi program pendidikan murah dan berkualitas bagi masyarakat. Kedua,
negara harus memproteksi aksesibilitas masyarakat terhadap dunia pendidikan.
Pemerintah harus sekuat mungkin bisa mengerem laju kapitalisme dan


                                                                                9
   komersialisme pendidikan dengan kebijakan atau politik pendidikan yang
   berorientasi masyarakat. Ketiga, negara tidak lagi menjadi dunia pendidikan
   sebagai media induktrinasi ideologi kekuasaan, tetapi sebagai ”Laboratorium
   Intelektual” dan ”Kawah Candradimuka” pelahir generasi bangsa yang kritis dan
   cerdas (http://www.prakarsa-rakyat.org/artikel.php?aid=4084)
       Mutu pendidikan yang tercermin dalam kompetensi lulusan satuan-satuan
   pendidikan dipengaruhi oleh berbagai komponen seperti proses, isi, pendidik dan
   tenaga kependidikan, standar kompetensi lulusan, sarana dan prasarana,
   pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan, yang dapat digambarkan
   dalam kontelasi mutu pendidikan sebagai berikut. Mutu pendidikan dicerminkan
   oleh kompetensi lulusan yang dipengaruhi oleh kualitas proses dan isi pendidikan.
   Pencapaian kompetensi lulusan yang memenuhi standar harus didukung oleh isi
   dan proses pendidikan yang memenuhi standar. Perwujudan proses pendidikan
   yang berkualitas dipengaruhi oleh kinerja pendidik dan tenaga kependidikan,
   kualitas sarana dan prasarana, kualitas pengelolaan ketersedian dana, dan sistem
   penilaian yang valid, obyektif dan tegas. Kinerja pendidik dan tugas pendidikan,
   khususnya guru, selain ditentukan oleh kualifikasi akademik dan kompetensi juga
   ditentukan oleh kesejahteraan, karena kesejahteraan yang memadai akan memberi
   motivasi guru agar guru melakukan tugas profesional secara sunguh-sungguh
   (http://smpn29samarinda.wordpress.com/2009/03/11/peningkatan-mutu-
   pendidikan-nasional-melalui-program-sertifikasi/)


C. Pengertian dan Kedudukan Kurikulum KTSP
         Menurut arti etimologi “Curriculum” berasal dari bahasa Yunani yang
   mula-mula digunakan dalam bidang olah raga, yaitu kata “Curere” yang berarti
   jarak yang harus ditempuh (Subandiyah, 1993: 1). Kurikulum dalam pengertian
   lama adalah : “Sejumlah mata pelajaran atau kuliah di sekolah atau perguruan


                                                                                 10
tinggi, yang harus ditempuh untuk mencapai suatu ijazah atau tingkatan (degree)”
(Nasution, 1998: 7, Dimyati dan Mudjiono, 1999, Soetjipto dan Kosasi, 1999).
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003, BAB I, Pasal 1,
Ayat 19 menegaskan bahwa yang dimakksud kurikulum adalah seperangkat
rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang
digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk
mencapai tujuan pendidikan tertentu.
    Beauchamp (1975: 7) mengatakan bahwa : ”Curriculum is written document
which may contain many ingredient but basically it is a plan for the education of
pupil during their enrollment in a given school”. Sejalan dengan definisi tersebut
di atas Hilda Taba (1962: 11) dalam bukunya : “Curriculum Development, Theory
and Practice: mengartikan kurikulum sebagai : “Plan for Learning; therefore,
what is known about the learning process and the development of individual has
bearing on the shaping a curriculum”. Kurikulum adalah sesuatu yang
direncanakan yang dipergunakan untuk pembelajaran peserta didik.
      Hass, 1974: 4) memberikan batasan yang lebih luas : “ Curriculum is
defined as “all of the planned experience that leaners have under the school’s
guidance” it includes, of cours, all school activities and planned school service
such as the library, health care, assemblies, the food service and lunchrooms, and
field trips”. Kurikulum adalah seluruh pengalaman peserta didik yang
direncanakan atas bimbingan langsung sekolah, termasuk sejumlah mata
pelajaran, dan segala aktivitas dan perencanaan sekolah, seperti pelayanan
kepustakaan, menjaga kesehatan, mengadakan pertemuan, menyediakan ruang
makan siang serta mengadakan karyawisata.
     Kurikulum KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan
dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Prisip-prinsip pengembangan
KTSP adalah: (a) Berpusat pada potensi perkembangan, kebutuhan dan


                                                                               11
kepentingan peserta didik dan lingkungan; (b) Beragam dan terpadu; (c) Tanggap
terhadap perkembangan ilmu pengetahuan/teknologi dan seni budaya; (d) Relevan
dengan kebutuhan kehidupan; (e) Menyeluruh dan berkesinambungan; (f) Belajar
sepanjang hayat; (g) Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan
daerah.
   Dari berbagai rumusan tersebut di atas dapat diperoleh rumusan pengertian
kurikulum, di antaranya: (1) Kurikulum dapat dipandang        sebagai program,
sebagai kegiatan pembelajaran yang dikehendaki dan sebagai pengalaman belajar;
(2) Kurikulum sebagai program meliputi semua peristiwa di sekolah yang
direncanakan untuk mencapai tujuan pendidikan; (3) Kurikulum sebagai suatu
kegiatan belajar yang direncanakan bukan saja mementingkan bahan (what is to be
learned) tetapi juga mementingkan proses bagaimana belajarnya peserta didik; (4)
Kurikulum sebagai pengalaman belajar meliputi pengalaman peserta didik yang
dilakukan setiap hari; (5) Kurikulum sebagai program yang tidak tertulis yang
perlu direncanakan guru untuk membantu dalam mengimplementasikan program
pembelajaran yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
     Sejarah mencatat sejak tahun 1968 telah terjadi 6 kali perubahan kurikulum
yakni kurikulum 1968, kurikulum 1975, kurikulum 1984, kurikulum 1994,
kurikulum 2004 dan kurikulum 2006 kurikulum KTSP. Pembaruan kurikulum
dilakukan bukan berarti ganti menteri ganti kurikulum, namun disebabkan adanya
perubahan dalam masyarakat, eksploitasi Ilmu Pengetahuan/Teknologi, Seni,
Budaya dan lain-lain mengharuskan adanya perubahan kurikulum (Nasution,
1988: 219, Wachidi, 2006: 1-7). Perubahan Kurikulum tersebut, merupakan salah
satu inovasi dalam dunia pendidikan. Kurikulum berubah dikarenakan kurikulum
mempunyai “kedudukan sentral” dalam proses pendidikan (Sukmadinata, 1997:
4, Sumantri, 1988: 24).



                                                                             12
        Di samping itu, perubahan          Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
   dilakukan oleh pemerintah, dikarenakan adanya perubahan teori pembelajaran
   yang baru, pendekatan pembelajaran yang baru dan adanya perubahan paradigma
   baru dalam manajemen pendidikan dari sistem sentralistik menuju desentralistik.
         Dalam dimensi lembaga, kurikulum berfungsi sebagai rencana tertulis
   yang dipergunakan sebagai         pedoman lembaga dalam penyelenggaraan
   pendidikan. Dimensi    kelas, kurikulum berfungsi sebagai pedoman bagi guru
   dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Dimensi         masyarakat, kurikulum
   berfungsi untuk memberikan kritik yang konstruktif dalam rangka mencapai
   tujuan pendidikan yang dirumuskan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan
   Nasional.
        Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 20
   tahun (2003: 6), Bab II, Pasal 3 mengamanatkan bahwa : “ … Pendidikan
   Nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi
   manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
   mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
   demokratis serta bertanggung jawab”.


D. Peran Guru dalam Mengembangkan Kurikulum KTSP
       Perubahan KTSP menuntut para pelaksana pendidikan untuk memahami,
   merencanakan, mengembangkan,           mengimplementasikan dan mengevaluasinya
   dalam proses pendidikan. Para pelaksana pendidikan yang bertanggung jawab
   terhadap pelaksanaan pendidikan, antara lain, kepala sekolah, guru, siswa, orang
   tua dan karyawan. Guru adalah merupakan salah satu bahkan satu-satunya yang
   mempunyai     kedudukan     sentral     dan   strategis   dalam   merencanakan,
   pengembangkan, melaksanakan dan mengevaluasi hasil proses pembelajaran. Oleh



                                                                                13
sebab itu, guru harus memiliki kompetensi dalam mengembangkan kurikulum
yang sedang berlaku.
     Setelah KTSP diberlakukan diberbagai jenis dan jenjang pendidikan Dasar
dan Menengah di seluruh sekolah di Indonesia, maka seluruh jenis dan jenjang
pendidikan tersebut masing-masing satuan pendidikan wajib merencanakan,
mengembangkan, melaksanakannya dan mengevaluasinya. Kemudian apa peran
guru dalam mengembangkan kurikulum KTSP? Dalam dimensi institusi guru
berperan untuk mengembangkan visi, misi institusi, merumuskan tujuan institusi,
menentukan stuktur program, jenis muatan local, kalender pendidikan,
pengembangan diri dan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Dalam dimensi
kelas, guru harus mengembangkan silabus, RPP (Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran), media pembelajaran, metode dan strategi pembelajaran, sistem
evaluasi yang digunakan.    Berkaitan dengan kemampuan guru, tidak semua guru
mampu mengembangkan dan mengimplementasikan                KTSP dalam proses
pembelajaran di dalam kelas. Hal ini disebabkan oleh pengetahuan (Knowledges),
keterampilan (Skills), Nilai dan sikap (Values/attitudes) yang kurang memadai. Di
samping itu,   disebabkan oleh kurangnya kepedulian guru dalam menanggapi
inovasi KTSP secara leluasa dalam mengembangkan dan menerapkan kurikulum
dalam kelas. Oleh karena itu, implementasi KTSP hampir seluruhnya bergantung
: “Kreativitas, kecakapan, kesungguhan, dan ketekunan guru” (Sukmadinata,
1997: 2). Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa guru-guru pada tingkat
pendidikan Dasar dan Menengah       dalam menghadapi inovasi kurikulum baru
kurang adanya kesungguhan,        ketekunan,    kecakapan dan kurang adanya
kreativitas dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Di samping itu,
hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman kompetensi dasar guru-
guru MI, M.Ts. dan MA di provinsi Bengkulu masih tergolong rendah (Wachidi,
2007). Demikian juga hasil peneltian tingkat kepedulian guru-guru IPS Sekolah


                                                                              14
   Dasar, guru IPS sekolah Menengah Pertama dan guru IPS Sekolah Menengah
   Atas di kota Bengkulu masih tergolong rendah (Wachidi, 2008). Untuk itu, guru
   dituntut untuk sunguh-sungguh mengembangkan dan mengimplementasikan
   KTSP secara profesional. masing-masing satuan pendidikan.


E. Kesimpulan
   1.    Mutu pendidikan berkenaan dengan mutu input, proses, output dan outcomes
   2.    Peningkatan mutu pendidikan diperlukan standar isi, proses, pendidik dan
        tenaga kependidikan, kompetensi lulusan, pengelolaan, biaya, sarana dan
        prasarana, serta penilaian.
    3. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi
        dan bahan pelajaran serta cara        yang digunakan sebagai pedoman
        penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
        tertentu.
   4. Kurikulum memiliki kedudukan sentral dalam sistem pendidikan.
   5. Peran guru dalam tingkat lembaga adalah untuk mengembangkan visi dan
        misi sekolah, tujuan sekolah,     struktur program,    kalender pendidikan,
        pengembangan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal).
  6.    Peran guru dalam tingkat kelas adalah mengembangkan silabus, mengembang-
        kan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pendekatan pembelajaran,
        media pembelajaran, metode dan strategi dan alat evalausi pembelajaran.
  7.    Dalam pengembangan kurikulum KTSP guru harus memiliki kompetensi
        pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian dan kompetensi
        sosial.


F. Saran-saran



                                                                                  15
1. Untuk memperkuat dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional, perlu
   paradigma baru dan implementasi ideologi pendidikan yang ”Radikal-
   transformatif” berupa program pendidikan         yang berkualitas,    murah,
   profesional, dan liberatif. Perwujudannya dapat diprogramkan dalam beberapa
   rencana   tindakan   sebagai   berikut.   Pertama,   negara   harus   kembali
   bertanggungjawab memfasilitasi program pendidikan murah dan berkualitas
   bagi masyarakat. Kedua, negara harus memproteksi aksesibilitas masyarakat
   terhadap dunia pendidikan. Ketiga, negara tidak lagi menjadi dunia pendidikan
   sebagai media induktrinasi ideologi kekuasaan, tetapi sebagai ”Laboratorium
   Intelektual” dan ”Kawah Candradimuka” pelahir generasi bangsa yang kritis
   dan cerdas.
2. Guru harus peka terhadap inovasi yang terjadi dalam dunia pendidikan dan
   mampu untuk mengembangkan KTSP dalam upaya untuk meningkatkan mutu
   pendidikan.
3. Guru harus memiliki kompetensi kepribadian, profesional, sosial dan
   pedagogik agar menjadi guru yang profesional.




                                                                             16
G. Daftar Rujukan


   Anonim, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003.
         Jakarta: (tp).

   Beaucham, George A. (1975). Curriculum Theory. Wilmette , Illinois: The KAAG
         Press.

   Departemen Pendidikan Nasional. (2003). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
          dan Implikasinya. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

   Dimyati dan Mudjiono. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Penerbit Rineka
         Karya.

   http://www.gatra.com/2004-07-20/artikel.php?id=41905

   http://www.prakarsa-rakyat.org/artikel/artikel.php?aid=4084

   http://e1doumy.blogspot.com/2008/07/aakah-yang-salah-ari-pendidikan-kita.html

  http://smpn29samarinda.wordpress.com/2009/03/11/peningkatan-mutu-
           pendidikan-nasional-melalui-program-sertifikasi/

   Hasan, Said Hamid. (1992). Penilaian Ulang Kurikulum IPS dan Jenjang Sekolah
          Di atasnya. Jurnal Mimbar Pendidikan, (1), 42-43.

   Hass, Glen. (Ed). (1980). Curriculum Development, A Humanized System
         Approach. Belmont, California: Lear Siegler Inc.

   Kaber, Achasisus. (1988). Pengembangan Kurikulum. Jakarta: Departemen
         Pendidikan dan Kebudayaan: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek
         Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.

   Nasution, S. (1995). Kurikulum dan Pengajaran. Bandung: Jemmars.


                                                                              17
    Sanusi, Achmad. (1990). Mutu Pendidikan. Institut Keguruan dan Ilmu
         Pendidikan. Bandung.

    Sapri, Johanes (2009). Pidato Pengukuhan Guru Besar : Kontribusi Teknologi
          Pendidikan dalam Reformasi Sistem Pembelajaran Menuju Masyarakat
          Belajar. Universitas Bengkulu.

    Sumantri, Mulyani. (1988). Kurikulum dan Pengajaran. Jakarta: Departemen
        Pendidikan dan Kebudayaan: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek
        Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.

    Sukmadinata, Nana Syaodih. (1997). Pengembangan Kurikulum : Teori dan
        Praktik. Bandung: Penerbit Remaja Rosda Karya.

    Soetjipto dan Raflis Kosasi. 1999. Profesi Keguruan. Jakarta: Rineka Cipta.

    Subandiyah. (1993). Pengembangan dan Inovasi Kurikulum. Jakarta: PT Raja
        Grafindo Persada.

    Rakyat Bengkulu. 2009. Menelusuri Praktik Mark up Nilai di Kampus (3-Tamat)
         Layani Dosen ”Berkelainan Khusus” Jadi Member MLM Dosen. Bengkulu
.
    Rakyat Bengkulu. 2009. Dapat Emas di ISPO, Wakili RI ke Brazil. Bengkulu.

    Taba, Hilda, (1962). Curriculum Development: Theory and Practice. New York:
          Harcourt, Brace and World, Inc.


    -------, (2007). Studi tentang Tingkat Pemahaman Komptensi dan Penguasaan
           Materi Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Propinsi Bengkulu. Jurnal
           Madrasatuna : Media Informasi Pendidikan Islam, Vol III, No 2, Desember
           2007.

    -------, (2007). Studi tentang Tingkat Pemahaman Komptensi Guru Madrasah
           Tsanawiyah (M.Ts) di Propinsi Bengkulu. Jurnal Madrasatuna : Media
           Informasi Pendidikan Islam, No 3, Agustus, 2007.

    -------, (2007). Studi tentang Tingkat Pemahaman Komptensi Guru Madrasah
           Aliyah (MA) di Propinsi Bengkulu. Jurnal Madrasatuna : Media Informasi
           Pendidikan Islam, No 4, 2007.


                                                                                  18
-------, (2008). Studi Deskriptif Analitik tentang Tingkat ”Concerns” Guru-guru
       IPS terhadap Inovasi Kurikulum Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
       (KTSP) di Sekolah Dasar (SD) di Kota Bengkulu. Jurnal Ilmiah Multi
       Science : Inspirasi. Vol 17, No 2, Juni 2008.

-------, (2008). Studi Deskriptif Analitik tentang Tingkat ”Concerns” Guru-guru
       IPS terhadap Inovasi Kurikulum Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
       (KTSP) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bengkulu.

-------, (2008). Studi Deskriptif Analitik tentang Tingkat ”Concerns” Guru-guru
       IPS terhadap Inovasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di
       Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Bengkulu. Jurnal Kependidikan :
       Triadik . Vol 11, No 1, April 2008.




                                                                            19
       Hadirin yang saya hormati,
Kalau jabatan guru besar ini merupakan suatu ”Prestasi”, maka secara jujur harus
diakui bahwa ”prestasi” ini bukan semata-mata hasil usaha saya sendiri, namun berkat
motivasi, do’a dan dukungan dari semua pihak. Oleh karena itu, perkenankanlah
saya, pada kesempatan ini menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang
setinggi-tingginya kepada :
       Menteri Pendidikan Nasional RI, Prof. Dr. Bambang Soedibyo, M.BA., yang
telah menandatangani Surat Keputusan bagi saya sebagai Guru Besar dalam bidang :
“ Pengembangan Kurikulum” pada FKIP Universitas Bengkulu.
       Rektor Universitas Bengkulu Prof. Ir. H. Zainal Muktamar, M.Sc. Ph.D., yang
telah memberikan motivasi dan dukungan kepada saya, sehingga saya dapat meraih
jabatan guru Besar. Saya ingat kata-kata beliau sewaktu saya sebagai sekertaris senat
”Mas cepatlah ajukan Guru Besar”. Kata-kata tersebut yang menjadikan motivasi dan
inspirasi yang selalu membayangi saya setiap saat. Secara moral maka saya
mendoakan semoga Bapak Rektor dalam memimpin Universitas Bengkulu ini
diberikan kekuatan, keteguhan hati oleh Allah SWT, dan menjadikan Universitas
Bengkulu menjadi universitas yang memiliki ”Pretasi dan Prestise” ditingkat lokal,
nasional dan Internasional. Satu hal lagi yang tidak saya lupakan sepanjang hayat di
kandung badan     bahwa saya sebagai sekertaris senat     diberi kepercayaan untuk
mengukuhkan Bapak Rektor memangku jabatan sebagai Guru Besar.
       Semua anggota senat Universitas secara ”De Facto” yang telah memberikan
pertimbangan kepada saya untuk diusulkan menjadi guru Besar dalam bidang :
”Pengembangan Kurikulum” kepada Presiden RI.
       Pembantu Rektor 1, Dr. Fachrurrozi, MSc., Pembantu Rektor III, Hutapia,
S.E., M.Si., Pembantu Rektor IV, Azhar Marwan, M.Si., Serta mantan Pembantu



                                                                                  20
Rektor II Dr. Rer.nat. Totok Eko Suharto, M.Sc. dan Pembantu Rektor III Subanrio,
S.H., M.H., yang telah memfasilitasi dan mendukung pencapaian jabatan Guru Besar.
         Tim penilai karya ilmiah kenaikan jabatan Guru Besar, antara lain Prof. Dr. H.
Rambat Nursasongko, M.Pd. (Direktur Pascasarjana Program Manajemen Pendidikan
UNIB), Prof. Dr. Anik Gufran, M.Pd. (Pembantu Dekan I UNY), Prof. Dr. H.
Moedjiarto, M.Sc. (Direktur Pascasarjana UNESA) dan Prof. Dr. Haryono, M.Pd.
dosen Pascasarjana UNNES) yang telah memberikan rekomendasi kelayakan karya
ilmiah saya untuk diajukan ke jabatan Guru Besar).
         Kepala Biro Administrasi dan Keuangan Dra. Rasmiati, Kepala Biro
Akademik Dra. Proklampiati, MM, Kepala Bagian Keuangan Dra. Elly Zuliamawarti,
Kepala Bagian Kepegawaian Drs. Supriadi, Kasubag Kepegawaian Drs. Azwar
beserta seluruh staf karyawan/ti dengan penuh kesabaran dan ketelitian dalam
pemberkasan pengusulan kenaikan jabatan ke Guru Besar.
         Para Dekan di lingkungan UNIB, antara lain Dekan Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan (Drs. Safnil, MA, Ph.D.), Dekan Fisipol (Drs. Panji Suminar, M.A.),
Dekan Fakultas Ekonomi (Dr. Ridwan Nurazi, S.E., M.Sc.) Dekan Fakultas Hukum
(Herlambang, S.H., M.H.), Dekan Fakultas Pertanian ( Prof. Dr. Yuwana, M.Sc.),
Dekan Fakultas Teknik (Dr. Ir. Muhammad Syaiful, M.S.) Dekan Fakultas MIPA
(Drs. Rizwar, MS), Ketua Program Studi Kedokteran (Drs. Sumpono, M.Sc. Ph.D.)
beliau-beliau yang memberikan dukungan dalam proses pengajuan ke jabatan Guru
Besar.
         Dekan FKIP UNIB Prof. Safnil, M.A., Ph.D. dan Pembantu Dekan I Dr.
Santoso, M. Kes., Pembantu Dekan II, Drs. Irsal Idris, M.Pd., Pembantu Dekan III
Drs. Syafrial, M.A.) yang telah memfasilitasi dan memberikan dukungan moral dan
dana demi kelancaran pengajuan jabatan Guru Besar ini.
         Ketua dan sekertaris jurusan Ilmu Pendidikan (Dr. Nina Kurniah, M.Pd.)
Sekretaris Jurusan (Dr. Manap Somantri, M.Pd.),        Mantan Ketjur (Dr. Bambang


                                                                                    21
Sahono, M.Pd. dan Dr. Puspa Juwita, M.Pd.) serta mantan Sekjur (Drs. Rizkan,
M.Kes.) serta rekan-rekan dosen JIP yang telah memberikan motivasi dan
memfasilitasi pengajuan ke jabatan ke Guru Besar. Semoga JIP menjadi pionir dalam
mengembangkan kompetensi guru untuk masa yang akan datang. Di samping itu juga
kepada     Ketua Jurusan dan sekertaris jurusan dan program studi yang lain di
lingkungan FKIP UNIB.
         Ketua program Studi Magister Teknologi Pendidikan dan staf program (Prof.
Dr. Johanes, M..Pd.) Sekertaris 1 (Dr. Alexon, M.Pd.), Sekertaris 2 (Dr. Hadi
Winarto, M.Pd.) Dr. Turdja’i, M.Pd., Prof. Dr. H. Riyanto, M.Pd., Dr. Nina Kurniah,
M.Pd., Prof. Dr. H. Sudarwan Danim, M.Pd., yang mendukung sehingga saya dapat
meraih jabatan Guru Besar.
         Direktur Pascasarjana Program Manajemen Pendidikan (Prof. Dr. H. Rambat
Nursasongko, M.Pd.), Asdir I (Dr. Bambang Sahono, M.Pd.), Asdir II (Dr. Zakaria,
M.Pd.) beserta stafnya, terimakasih atas dukungan dan bantuan dana yang diberikan
demi kelancaran pengajuan jabatan Guru Besar.
         Staf karyawan FKIP Universitas     Berngkulu Kabag TU Dra. Robianah,
Kasubag Administrasi Keuangan Drs. Hanan Gumay, Kasubag Akademik Drs. Emlan,
Firman, S. Sos., Mulyadi, S.H., dan Staf keuangan Idham Cholik, S.Sos., Kasubag
Administrasi Emi Nasrun serta Ibu Awana yang telah membantu proses penyusunan
angka kredit sampai akhir pemberkasan dengan penuh ketelitian dan kecermatan.
         Penghargaan dan terima kasih kepada Bapak Drs. Agus Makmurtomo, M..Kes.
Ibu Dra. Niken Rahmini, sebagai sesepuh saya dan yang telah membimbing serta
mengarahkan saya untuk menjadi dosen di Universitas Bengkulu pada tahun 1985.
Untuk itu, saya tidak bisa melupakan jasa-jasa beliau yang telah memberikan
kontribusi dan mengantarkan saya untuk menjadi Guru Besar.
         Khusus penghargaan dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya serta
doa untuk ayahnda Pawiro Semito (Almarhum) dan ibunda Semi dan keluarga yang


                                                                                22
telah mengasuh dan mendidik saya sejak kecil sampai sekarang. Walaupun almarhum
sebagai seorang petani, pada suatu waktu sering mengatakan dengan falsafah jawa
yang berbunyi : ”Anak lanang yen bisa mikul duwur mendem jero” artinya sebagai
anak laki-laki usahakan dapat mengangkat harkat dan martabat diri sendiri, keluarga,
masyarakat, bangsa dan negara. Setinggi apapun, anak tetap tidak bisa mengimbangi
jasa orang tua. Seperti pepatah mengatakan: Kasih sayang orang tua sepanjang jalan
dan kasih sayang anak kepada orang tua sepanjang galah. Ibunda yang saat ini tidak
bisa hadir, semoga panjang umur dapat merasakan kebahagian yang sekeluarga
rasakan saat ini.
       Kepada ayahnda mertua Khoiruman dan Ibunda Sofiyatun, Ismihadi BA
(Almarhum), Dra. Nining Kurniasih, dr. Zainal Arifin, Sri Nurani, S.Pd., Nurasidin,
S.Pd. Hariyati, S.Pd., M.Pd. Bambang Saikul Mukti, S.Pd. Yati Sumarni, S.Pd, Anhar
Nur Arifin yang juga ikut mendoakan agar saya selalu menjaga keharmonisan
keluarga dan sukses dalam menggapai cita-cita yang dinginkan.
       Teristimewa kepada istri saya yang tercinta dan tersayang Dra. Hiqmah
Isdiyatmi dan anak saya Ika Pasca Himawati, yang duduk di semester VI UNS, Yetty
Isna Wahyuseptiana, yang akan duduk di semester I UNY, dan yang paling bungsu
Choirul Wachid, yang akan duduk di kelas II SDN no.42, yang telah ikut berjuang
dengan penuh kesabaran, ketawakalan, keikhlasan sepanjang waktu, sehingga apa
yang istrinda dan ananda cita-citakan sudah saya wujudkan hari ini. Pada hari inilah
kiranya salah satu buah dari perjuangan yang dapat saya hadiahkan pada istri dan
anak-anaku yang saya sayangi.
Semoga yang kita dapatkan pada hari ini dapat menjadi berkah dalam menghadapi
hidup dan kehidupan sehari-hari di di masa yang akan datang. Amin.




                                                                                 23
                          CURRICULUM VITAE



No A. Identitas

1.   Nama                       Dr. Wachidi, M.Pd.
2.   NIP                        195211011985031001
3.   Tempat/Tgl Lahir           Sragen, 11 Januari 1952
4.   Pangkat/Golongan           Pembina Utama Muda / IV c
5.   Jabatan                    Guru Besar
6.   Pekerjaan                  Dosen FKIP UNIB
                                (Universitas Bengkulu)
7    Alamat Kantor              Jl. Raya Kandang Limun, FKIP Universitas
                                Bengkulu. Telp. 21170, Pswt 301.
8.   A l a m a t Rumah          Jl. Pepaya Blok III, No.25, Kl. Lingkar Timur,
                                Kec. Gading Cempaka, Kota Bengkulu, Telp.
                                (0736) 27114. Kode Pos : 38226, Faks : -
                                E-mail : wachidi@yahoo.id.com

     B. Pendidikan
1.   Sekolah Rakyat Negeri      Sumberlawang, tahun 1966
2.   M. Ts. A I N               Surakarta, lulus tahun 1969
3.   P.G.A.A.                   Surakarta, lulus tahun 1971
4.   Sarjana Muda DK            Surakarta, lulus tahun 1979
5.   Sarjana DK                 Surakarta, lulus tahun 1980
6.   Magister Pengemb. Kur.     Bandung, IKIP, lulus tahun 1990
7.   Doctor Pengemb. Kur.       Bandung, UPI, lulus tahun 2000

     C. Karya Ilmiah
1.   Studi Komperatif tentang Prestasi Belajar IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial)
     yang Diajar dengan Menggunakan Alat Peraga Berwarna dengan yang Tidak
     Berwarna untuk Kelas IV SD Muhammadiyah I di Surakarta (Tahun 1979)

                                                                                 24
2.    Studi tentang Program Spesialisasi IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) terhadap
      Prestasi Belajar Siswa SPG Muhammadiyah II di Surakarta (Tahun 1980)
3.    Analisis Tes EBTANAS (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional) di Sekolah
      Dasar dan Menengah Dilihat dari Validitas Kurikuler (Studi tentang Analisis
      Tes EBTANAS Bahasa Indonesia dan Matematika di Kotamadya Bandung (
      Tahun 1990)
4.    Implementasi CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) di Sekolah Dasar di Enggano
      (Dikti, tahun 1994)
5.    Implementasi Kurikulum Muatan Lokal di SD (Sekolah Dasar) (Tahun 1995)
6.    Peningkatan Prestasi Belajar Mahasiswa PGSD D 2 FKIP UNIB (Universitas
      Bengkulu (OPF, tahun 1997)
7.    Peningkatan Sikap dan Kebiasaan belajar Mahasiswa Program D-II PGSD
      UNIB untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Mahasiswa dalam Rangka
      Mewujudkan Kompetensi Profesi Keguruan (1997)
8.    Studi Tingkat Pemahaman Guru terhadap Kompetensi Guru-guru Madrah
      Aliyah (MA) se-Propinsi Bengkulu (2007).
9     Inovasi Kurikulum Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Sekolah Lanjutan Tingkat
      Pertama (SLTP) di Kota Bandung (Tahun 2000)
10.   Studi Tingkat Pemahaman Guru terhadap Kompetensi Guru-guru Madrah
      Tsanawiyah (MTs) se-Propinsi Bengkulu (2007).
11.   Studi Tingkat Pemahaman Guru terhadap Kompetensi Guru-guru Madrah
      Ibtidaiyah (MI) se-Propinsi Bengkulu (2007).
12.   Studi Deskriptif Analitik tentang Tingkat “Concern” Guru IPS terhadap
      Inovasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMAN Kota
      Bengkulu (2008).
13.   Studi Deskriptif Analitik tentang Tingkat “Concern” Guru IPS terhadap
      Inovasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMPN Kota
      Bengkulu (2008).
14.   Studi Deskriptif Analitik tentang Tingkat “Concern” Guru IPS terhadap
      Inovasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SDN Kota
      Bengkulu (2008).
15.   Model Pendidikan Anak Keluarga Miskin yang Efektif pada Era Otonomi
      Daerah di Propinsi Bengkulu ( Hibah Bersaing Tahun 1, 2008)
16.   Model Pendidikan Anak Keluarga Miskin yang Efektif pada Era Otonomi
      Daerah di Propinsi Bengkulu ( Hibah Bersaing Tahun 2, 2009)
17.   Pengembangan Model Pendidikan Keterampilan Hidup (Life Skills) Berbasis
      Masyarakat pada Siswa SMA di Pulau Enggano (Daerah Terpencil) Propinsi
      Bengkulu (Hibah Bersaing Tahun 1, 2009)

      D. Pelatihan/Penataran/Seminar

                                                                                25
1.    Penataran Metodologi Pengajaran SD kepada Guru-guru SD se-Kodya
      Surakarta yang Diselenggarakan oleh FIP-UMS (26 November 1982).
2.    Seminar Dosen-dosen FIP-UMS tentang “Penggunaan Alat-alat Teknologi
      Pendidikan Sebagai Sarana Proses Pengembangan Sumber Belajar”
      (27 Desember 1982).
3     Seminar tentang : “ Komunikasi Visual yang Diselenggarakan di Kampus
      Universitas Muhammadiyah (29 Mei 1984).
4.    Diskusi Panel Produktivitas dengan Tema : “ Peranan Produktivitas Tenaga
      Kerja dalam Menunjang Pembangunan Nasional dan Daerah”
      (6 Pebruari 1986).
5.    Penataran Pelaksanaan Pedoman Pengahayatan dan Pengamalan Pancasila
      (P4) bagi Calon Penatar Tingkat Nasional ( 26 Juli 1986).
6.    Seminar dengan tema Peranan Sivitas Academika dalam Melaksanakan Tri
      Dharma Perguruan Tinggi ( 24 Januari 1987).
7.    Seminar dengan Tema : “ Penataan Kualitas Proses Belajar Mengajar untuk
      Meningkatkan Produktivitas Program Studi Kependidikan dan Keguruan”
       (27 dan 28 Februari 1987).
8.    Seminar tentang : “ Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Melalui
      Bioteknologi di Kampus IKIP Bandung ( 21 Januari 1989).
9     Simposium & Poster Session Mempersiapkan Masa Depan Remaja
       (15 Oktober 1989)
10.   Diskusi Panel tentang : “Profil Dosen PTK dan Kurikulum IKIP Bandung”
       (2 November 1989).
11.   Diskusi Panel tentang : “ Strategi Peningkatan Kualitas Manusia dan
      Masyarakat Indonesia Modern Berdasarkan Pancasila Melalui Pemantapan
      Pelaksanaan Sistem Pendidikan Nasional yang Kondusif” 15-17 Mei 1991).
12.   Seminar tentang: “ Upaya Peningkatan Perbaikan Pengelolaan Universitas
      Bengkulu Melalui Optimasi Manajerial dan Evaluasi Sistem Pendidikan dan
      Pengajaran” (22-23 April 1992).
13.   Seminar Peningkatan Kemampuan Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar
      FKIP UNIB ( 27 s/d 28 April 1992).
14.   Forum Komunikasi Ilmiah (9 Mei 1992).
15.   Seminar Kependidikan Forum Komunikasi Ilmiah (20 Juni 1992).
16.   Seminar Hasil Penelitian Dosen FKIP Universitas Bengkulu dengan Dana
      OPF II 1992/1993” (7 s/d 8 April 1993).
17.   Pelatihan dalam Rangka Akta IV Baru ( 19 Juli s/d 7 Agustus 1993).
18.   Seminar Peningkatan Kegiatan Mahasiswa D-II PGSD PTM untuk
      Menunjang Profesionalisasi Guru SD FKIP UNIB ( 29 Agustus 1992).
19.   Seminar Sehari yang Dilaksnakan oleh Forum Komunikasi Ilmiah
      (4 September 1993).
                                                                             26
20. Lokakarya Pelatihan Penelitian Kebijakan Skala Kecil Wilayah Indonesia
    Bagian Barat ( 8 Desember 1993).
21. Seminar tentang Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah di
    Bengkulu dalam Rangka Menyongsong PJPT II ( 30 Januari 1993).
22. Seminar on The Engglish Day Program Held at FKIP University of Bengkulu
    Indonesia ( 20 December 1993).
23. Seminar Hasil Penelitian FKIP UNIB (28 Desember 1993).
24. Diskusi Ilmiah Penerapan Statistik dalam Penelitian dan Kiat Pembuatan
    Proposal Penelitian (18 Februari 1994).
25. Seminar sehari Muatan Lokal oleh Guru-guru SD di Propinsi Bengkulu (Studi
    Eksploratif tentang Muatan Lokal oleh Guru-guru SD di Propinsi Bengkulu
    Daerah Perkotaan dan Pedesaan ( 15 April 1994).
26. Seminar sehari “ Islam dan Kualitas Sumber Daya Manusia” ( 7 Mei 1994).
27. Lokarkarya Total Quality Management in Education ( 18 Mei 1994).
28. Seminar Sehari dengan Tema : “ Peningkatan Kualitas Guru Matematika dan
    IPA melalui Program Penyetaraan D-3 MIPA (PGSMP)” ( 24 Juli 1994).
29. Pelatihan dan Lokarya bidang Policy Research dan Action Research
     (13 September 1994).
30. Seminar dan Rapat Tahunan Koordinasi Bidang Ilmu-ilmu Sosial dan Budaya
    BKS - PTN Wilayah Barat ( 24 - 25 Oktober 1994).
31. Lokakarya Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management)
    Perguruan Tinggi ( 27 Januari 1995).
32. Lokakarya Pelatihan Strtegi Pembelajaran bagi Dosen PGSD FKIP UNIB
    (16 Mei 1995).
33. Lokakarya Implementasi Kurikulum PGSD Tahun 1995 (18 - 30 Agustus
    1995).
34. Pelatihan Pengelola Unit Pelaksana Program Diploma Dua Pendidikan Guru
    Sekolah Dasar (UPP D-II PGSD) Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi
     ( 28 Oktober 1995).
35. Penataran dan Lokakarya Pembelajaran Bermutu di Perguruan Tinggi
    (25 – 30 Mei 2001).
36. Lokakarya Penataan dan Pemberdayaan Jurusan Akademik di Perguruan
    Tinggi (21-23 Agustus 2001).
37. Seminar Nasional tentang : “ Penggalian Potensi Sumber Daya Alam
    Bengkulu untuk Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah” ( 12 Mei 2002).
38. Seminar Nasional Reformasi Sistem Pendidikan Tinggi Nasional
    (14 Pebruari 2002).
39. Seminar dan rapat Tahunan (Semirata) Bidang Kependidikan BKS - PTN
    Wilayah Barat ( 6 – 8 Mei 2003)


                                                                            27
40. Pelatihan Kurikulum berbasis Kompetensi (KBK) di Provinsi Bengkulu
    (4-5 Mei 2004).
41. Workshop : “Metodologi dan Strategi Pelaksanaan KBK”
    (27 Januari 2003).
42. Workshop : Metodologi Pembelajaran” (29 Juli 2003).
43. Workshop : “ Pengembangan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi)
    (30 Agustus 2005).
44. Workshop : “ Wawasan Mutu Pendidikan” ( 20 September 2005).
45. Workshop : “ Sistem Penilaian dalam KBK” ( 27 Nopember 2005).
46. Workshop : “ Pengenalan Pembelajaran dalam KBK”
    (26 Desember 2005)
47. Workshop : “ Penyusunan Program dan Pengembangan Sekolah”
    (15 Januari 2006).
48 Workshop : ” Paradigma Metodologi Pembelajaran Kurikulum 2004”
     (5 April 2006).
49. Workshop : “ Manajemen Pembelajaran” ( 5 Juli 2006).
50. Workshop : “ Metodologi Pembelajaran PAI di SMP” ( 7 Agustus 2006).
51. Workshop : “ Evaluasi Kurikulum Berbasis Kompetensi di Perguruan Tinggi”
    (30 agustus 2006).
52. Workshop : “ Hakikat KTSP ” ( 26 September 2006).
53. Workshop : “Teknik dan Strategi Penggunaan Metode Socrates
     (8 Setember 2006).
54. Workshop : “ Konsep Pengembangan Silabus dan RPP”
    (18 Nopember 2006).
55. Workshop : “Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan”
     ( 20 desember 2006).
56. Seminar dan Lokakarya Quality Assurance (QA) BKS PTN Wilayah Barat
    Bidang Pendidikan (29 – 31 Mei 2006).
57. Workshop : “ Manajemen Kepala Sekolah dalam Konteks MPMBS
    (20 Pebruari 2007).
58. Workshop : “ Micro Teaching ( 1 Nopember 2007).
59. Workshop : “ Perumusan Visi, Misi dan Tujuan Sekolah.
    (14 Mei 2007).
60. Seminar Nasional : Implementasi Program Kualifikasi dan Sertifikasi Guru”
    di Universitas Bengkulu (5 September 2007).
61. Seminar Nasional Pendidikan : Peningkatan Profesionalitas Pendidik melalui
    Penerapan Problem – Based Learning dan Student Centered Learning”
    (1 November 2007).
62. Seminar Nasional : Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan Marasah ”

                                                                             28
    (17 November 2007).
63. Seminar Nasional : ” Peran dan Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan”
     (22 Desember 2007).
64. Workshop : ” Pemahaman Kurikulum PAUD dan TK
     (10 Nopember 2007).
65. Workshop : “ Standar Kompetensi Lulusan ( 9 Januari 2008).
66. Workshop : “ Ragam dan Media Pembelajaran “ (16 Januari 2008).
67. Workshop : “ Pengembangan Pendidikan di Madrasah (19 Mei 2008).

     E. Pengalaman Kerja
1    Guru MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri ) Tahun 1972
2.   Guru SMP Muhammadiyah Tahun 1973.
3.   Guru PGAP Negeri Tahun 1974.
4.   Guru SPG Muhammadiyah I Surakarta Tahun 1981-1985.
5.   Guru SMA PGRI Bengkulu Tahun 1985 – 1987.
6.   Dosen tetap UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta) tahun 1981 -1985.
7.   Dosen tidak tetap IKIP Muhammadiyah Bengkulu tahun 1986 -1988.
8.   Dosen tidak tetap IAIN Bengkulu, tahun 1994 -1996.
9.   Dosen UNIB (Universitas Bengkulu) tahun 1986 - sekarang.

     F. Pengalaman Jabatan
1.   Sekretaris UPP 01 FKIP UNIB tahun 1991 –1992.
2.   Pembantu Dekan II FKIP UNIB, tahun 1993 – 1996.
3.   Ketua Akta IV, FKIP UNIB tahun 2000.
4.   Asdir II Program Pascasarjana UNIB kerjasama dengan UNJ, tahun 2001
5.   Asdir II Program Pascasarjana UNIB kerjasama dengan UNJ, tahun 2002
6.   Asdir II Program Pascasarjana UNIB kerjasama dengan UNJ, tahun 2003
7.   Asdir II Program Pascasarjana UNIB kerjasama dengan UNJ, tahun 2004
8.   Sekretaris II Program Pascasarjana Teknologi Pendidikan (TP), tahun 2009
9.   Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum & Keuangan, Tahun 2010

     G. Pengalaman Pelatihan
1.   Pelatih Peningkatan Mutu Guru SD se- Propinsi Bengkulu (2003)
2.   Pelatih Peningkatan Mutu Guru SMP se- Propinsi Bengkulu (2003)
3.   Pelatih program Dana Bantuan Langsung (DBL) se-Propinsi Bengkulu
     (2003).
4.   Pelatih Peningkatan Mutu Guru SD se- Propinsi Bengkulu (2004)
5.   Pelatih Peningkatan Mutu Guru SMP se- Propinsi Bengkulu (2004)
6.   Pelatih Program Dana Bantuan Langsung (DBL) se-Propinsi Bengkulu

                                                                                29
     (2004).
7.   Pelatih Pembuatan Silabus Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) (2004).
8.   Pelatih Pendekatan Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and
     Learning) (2004).
9    Pelatih Pengembangan Media Pembelajaran pada Pelatihan Pekerti di P2AP
     2009

     H. Pengalaman Kerjasama
1.   Pengelola Program Penyetaraan D II PGSD PTM (Penyetaraan Tatap Muka
     Guru-guru SD Tahun 1993 (Kerjasama antara FKIP UNIB dengan Kanwil
     Depdikbud Propinsi Bengkulu).
2.   Pengelola program penyetaraan S1 tahun 1996 (Kerjasama antara FKIP
     UNIB dengan Kanwil Depdikbud Bengkulu).
3.   Pengelola program Sertifikasi guru SMP tahun 1996 (Kerjasama antara FKP
     UNIB dengan Kanwil Depdikbud Bengkulu).
4.   Pengelola program penyetaraan D3 guru SMP tahun 1996 (Kerjasama antara
     FKIP UNIB dengan Debdikbud Bengkulu)
5    Konsultan BEP (Basic Educational Project) (Kerjasama antara UNIB dengan
     Dinas Diknas Propinsi Bengkulu Tahun 2003).
6.   Konsultan BEP (Basic Educational Project) (Kerjasama antara UNIB dengan
     Dinas Diknas Propinsi Bengkulu Tahun 2004.
7.   Konsultan BEP (Basic Educational Project) (Kerjasama antara UNIB dengan
     Dinas Diknas Propinsi Bengkulu Tahun 2005.
8.   Konsultan School Grant Peningkatan Mutu SMP (Kerjasama UNIB dengan
     Dinas Pemndidikan Nasional Provinsi Bengkulu. (2005).
9.   Konsultan TA (Technical Assistant) Peningkatan Mutu SMA Dinas
     Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu. (2006).
10   Tim Pusat Pengembangan Madrasah di Kantor Wilayah Departemen Agama
     Propinsi Bengkulu (2004)
11   Tim Pusat Pengembangan Madrasah di Kantor Wilayah Departemen Agama
     Propinsi Bengkulu (2005)
12   Tim Pusat Pengembangan Madrasah di Kantor Wilayah Departemen Agama
     Propinsi Bengkulu (2006)
13   Tim Pusat Pengembangan Madrasah di Kantor Wilayah Departemen Agama
     Propinsi Bengkulu (2007)
14   Tim Pusat Pengembangan Madrasah di Kantor Wilayah Departemen Agama
     Propinsi Bengkulu (2008)
15   Tim Pusat Pengembangan Madrasah di Kantor Wilayah Departemen Agama
     Propinsi Bengkulu (2008)

                                                                           30
16  Konsultan School Grant Peningkatan Mutu SMP (Kerjasama UNIB dengan
    Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu. (2005).
17 Konsultan School Grant Peningkatan Mutu SMP (Kerjasama UNIB dengan
    Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu. (2006).
18. Konsultan School Grant Peningkatan Mutu SMP (Kerjasama UNIB dengan
    Dinas Pemndidikan Nasional Provinsi Bengkulu. (2007).

     I. PUBLIKASI ILMIAH
1.   Inovasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Guru Sebagai
     Pengembang Kurikulum (Majalah Madrasatuna, Vol 1 No 4, April 2006).
2.   Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di Lingkungan
     Madrasah (Majalah Madrasatuna, Vol 1 No 5 Oktober 2006).
3.   Keterampilan Pengelolaan Kelas dalam Pembelajaran (Majalah Madrasatuna,
     Vol 2 No 6 Oktober 2007).
4    Studi Deskriptif Analitik tentang Tingkat “Concern” Guru IPS Terhadap
     Inovasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SDN Kota
     Bengkulu (Jurnal Ilmiah Multi Science Vol 17 No 2 Juni 2008).
5.   Studi Deskriptif Analitik tentang Tingkat “Concern” Guru IPS terhadap
     Inovasi KTSP SMA Negeri Kota Bengkulu (Jurnal Triadik, Vol 11 No 1
     April 2008)
6.   Pemahaman Konsep Kompetensi Guru-guru Madrasah Tsanawiyah di
     Propinsi Bengkulu (Majalah Madrasatuna, Vol 3 No 8 Agustus 2008).
7.   Pendekatan Pembelajaran Student Center Learning ” (Majalah Madrasatuna,
     Vol 3 No 8 Oktober 2008).
8.   Pemahaman tetang Konsep Guru-guru Madrasah Aliyah (MA) di Propinsi
     Bengkulu ((Majalah Triwulan UNIHAZ, Vol 3 No 8 Oktober 2008).




                                                                           31

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:639
posted:7/19/2011
language:Indonesian
pages:31
Description: Proposal Skripsi Bank Btn document sample