Docstoc

Proposal Sistem Informasi Apotek

Document Sample
Proposal Sistem Informasi Apotek Powered By Docstoc
					i
 Panduan Perkuliahan
   Fakultas Farmasi




UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
            2008

                             i
ii
                      KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Alah SWT, atas limpahan dan ramat-Nya, telah
dapat disusun Buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas
Sumatera Utara Tahun 2008. Buku ini diharapkan dapat memberikan
informasi kepada masyarakat dan sivitas akademika Fakultas Farmasi
USU tentang perkembangan Fakultas Farmasi saat ini.

Dalam buku ini diuraikan informasi umum, visi & misi, tujuan program
studi, kurikulum, sarana pendukung, dosen, dan organisasi
kemahasiswaan.

Kami menyadari bahwa buku panduan ini masih jauh dari sempurna,
kurang lengkapnya informasi khususnya aktivitas dosen. Kami menerima
masukan dan kritikan yang membangun demi kesempurnaan buku
panduan ini nantinya.

Akhirnya atas kerjasama semua pihak hingga terbitnya buku panduan ini,
kami mengucapkan tarima kasih.




                        Medan, 30 Mei 2008
                        Editor,



                        Prof. Dr.rer.nat Effendy De Lux Putra, SU., Apt.
                        Drs. Syahrial Yoenoes, SU., Apt.




                                                                       iii
                   KATA SAMBUTAN
               DEKAN FAKULTAS FARMASI
             UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan
dan rahmat-Nya, buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas
Sumatera Utara ini dapat diterbitkan. Dalam buku ini tertuang informasi
yang merupakan pedoman bagi penyelenggaraan pendidikan di Fakultas
Farmasi Universitas Sumatera Utara.

Dengan terbitnya Buku Panduan ini diharapkan dapat lebih memantapkan
sistem manajemen pendidikan serta sebagai bahan dalam
mengembangkan program pendidikan di Fakultas Farmasi. Buku
Panduan ini juga merupakan satu jawaban bagi penyelenggaraan tertib
administrasi yang telah dicanangkan Dekan Fakultas Farmasi USU sesuai
dengan motto: "Mutu Hari Ini Menentukan Mutu Akan Datang" Dengan
demikian diharapkan akan diperoleh satu penyelenggaraan administrasi
dan perkuliahan yang berkualitas di Fakultas Farmasi ini.

Kepada editor Buku Panduan ini, kami menyampaikan penghargaan
dengan ucapan terima kasih.



                                 Medan, Mei 2008 Dekan,



                                 Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt.
                                 NIP. 131283716




iv
           FOTO DEKANAT
         FAKULTAS FARMASI
    UNIVERSITAS SUMATERA UTARA




                     Dekan
      Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt.




                 Pembantu Dekan I
Prof. Dr. rer. nat. Effendy De Lux Putra, SU., Apt.




                                                      v
          Pembantu Dekan II
     Dr. Julia Reveny, M.Si., Apt.




        Pembantu Dekan III
      Drs. Surjanto, M.Si., Apt.




vi
                                           DAFTAR ISI
                                                                                                 Halaman

Kata Pengantar ......................................................................................iii
Kata Sambutan Dekan .......................................................................... iv
Daftar Isi ................................................................................................vii

Bab 1. Informasi Umum ..................................................................... 1
       1.1. Sejarah ............................................................................... 1
            1.1.1. Sejarah Universitas Sumatera Utara ..................... 1
            1.1.2. Sejarah FMIPA USU ............................................ 2
            1.1.3. Sejarah Jurusan Farmasi ....................................... 2
            1.1.4. Sejarah Fakultas Farmasi....................................... 3

Bab 2. Visi, Misi, dan Tujuan Program Studi .................................. 7
       2.1. Visi, Misi, dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 ..... 7
       2.2. Tujuan ............................................................................... 8

Bab 3. Kurikulum................................................................................. 9
       3.1. Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) ................. 9
            3.1.1. Penjelasan Kurikulum ........................................... 9
            3.1.2. Tabel Kurikulum ................................................. 10
            3.1.3 Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) ....... 18
       3.2. Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas ..................... 36
            3.2.1. Dasar Pemikiran ................................................. 36
            3.2.2 Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi
                    Klinik dan Komunitas.......................................... 37
            3.2.3. Sumber Mahasiswa ............................................. 37
            3.2.4. Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) .... 38
            3.2.5. Bahasa Pengantar ................................................ 38
            3.2.6. Gelar ................................................................... 38
            3.2.7. Daya Tampung ................................................... 38
            3.2.8. Jam Belajar ......................................................... 38
            3.2.9. Kurikulum dan Silabus ....................................... 38
            3.2.10. Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat
                    Farmasi Klinik dan Komunitas ........................... 40
            3.2.11. Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan
                    Komunitas............................................................ 43
                    3.2.11.1. Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas ... 43
                    3.2.11.2. Bidang Farmakologi ............................ 47
                    3.2.11.3. Bidang Farmasetika ............................. 52
                    3.2.11.4. Bidang Biologi Farmasi ....................... 55


                                                                                                          vii
                              3.2.11.5. Bidang Kimia ....................................... 57
                              3.2.11.6. Non-Bidang .......................................... 59

Bab 4. Program Pendidikan Profesi Apoteker ............................... 64
       4.1 Kompetensi Lulusan/Apoteker ........................................ 64
            4.1.1. Kompetensi Apoteker di Apotek
                   (Farmasi Komunitas) ........................................... 65
            4.1.2. Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit ................. 66
            4.1.3. Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi ........... 68
            4.1.4. Kompetensi Apoteker di Pemerintahan ................ 70
       4.2. Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker ..... 71
       4.3. Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi
            Apoteker .......................................................................... 72

Bab 5. Sarana Pendukung ................................................................. 75
       5.1. Perkuliahan ...................................................................... 75
       5.2. Laboratorium ................................................................... 75
       5.3. Perpustakaan ................................................................... 78
       5.4. Asrama ............................................................................ 79
       5.5. Jurnal Ilmiah ................................................................... 79
       5.6. Pengakuan Badan Profesi Terkait .................................... 79
       5.7. Hubungan dengan Institusi Lain ..................................... 79

Bab 6. Dosen........................................................................................ 81
       6.1. Dosen Tetap .................................................................... 81
       6.2. Dosen Tidak Tetap .......................................................... 84
       6.3. Penguji Luar .................................................................... 85

Bab 7. Organisasi Kemahasiswaan .................................................. 86
       7.1. Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi ..................... 86
       7.2. Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) ......... 91




viii
                                           Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi




BAB     1
                             INFORMASI UMUM

U      niversitas Sumatera Utara (USU) didirikan pada tahun 1952.
       Sampai sekarang mempunyai 11 fakultas yaitu: Fakultas
Kedokteran, Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik,
Fakultas Ekonomi, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Sastra, Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ilmu Sosial dan
Politik, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Farmasi. USU
mengasuh 48 program studi yang tersebar di setiap fakultas/departemen.
Selain mengasuh program S-1, USU juga mengasuh program strata 2 (S-
2) sebanyak 32 program studi, dan strata 3 (S-3) sebanyak 7 program
studi.

Kampus USU Padang Bulan terletak di sebelah barat daya kota Medan,
berjarak tujuh kilometer dari pusat kota. Kampus USU memiliki luas 116
Ha dengan luas zona akademik 93,4 Ha yang merupakan pusat utama
kegiatan universitas. Di kampus ini terdapat lebih dari seratus bangunan
dengan total luas lahan 133.141 m2. Untuk mengantisipasi pertambahan
jumlah mahasiswa pada tahun-tahun mendatang, USU telah memperoleh
lahan baru untuk perluasan kampus di daerah Kuala Bekala seluas 300
Ha.


1.1. Sejarah

1.1.1. Sejarah Universitas Sumatera Utara

Sejarah Universitas Sumatera Utara dimulai dengan berdirinya Yayasan
Universitas Sumatera Utara pada tanggal 4 Juni 1952, yang dipelopori
oleh Gubernur Sumatera Utara Bapak Abdul Hakim. Pada tanggal 20
Agustus 1952 berdiri Fakultas Kedokteran, disusul Fakultas Hukum dan
Pengetahuan Masyarakat (1954), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
(1956), dan Fakultas Pertanian (1956). Selanjutnya pada tanggal 20


                                                                             1
Bab 1: Informasi Umum


November 1957 Universitas Sumatera Utara diresmikan sebagai
universitas negeri oleh Presiden I RI Ir. Soekarno. Mulanya Dies Natalis
Universitas Sumatera Utara diperingati setiap tanggal 20 November,
tetapi atas usul beberapa anggota senat USU agar hari Dies Natalis USU
ditinjau kembali. Rapat Senat Universitas Sumatera Utara menyetujui
untuk mengusulkan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi agar
Dies Natalis USU diperingati tanggal 20 Agustus 1952. Akhirnya Dirjen
Dikti menerbitkan surat keputusan bahwa Dies Natalis Universitas
Sumatera Utara jatuh pada tanggal 20 Agustus, yaitu saat kegiatan
perkuliahan pertama kali dilaksanakan di Fakultas Kedokteran USU
tanggal 20 Agustus 1952.


1.1.2. Sejarah FMIPA USU

Usaha pendirian Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam USU
sudah dimulai sejak tahun 1959 yang diusulkan oleh Bapak A.T. Barus,
M.Sc., yang ketika itu sebagai staf pengajar Fakultas Teknik USU.
Karena ketika terjadi pergolakan di Universitas Sumatera Utara yang
mengakibatkan pindahnya ke Bandung Prof. G.A. de Neve (Dosen
Fakultas Teknik USU) yang menjabat sebagai Ketua Panitia Pendirian
Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Pengetahuan Alam (FIPIA), maka
kepanitiaan terhenti. Disaat usaha pendirian FIPIA dimulai, terjadi lagi
pergolakan yang mengakibatkan jatuhnya Prof. Dr. A. Sofyan dari
kedudukannya sebagai Presiden USU (Rektor). Barulah pada awal tahun
1965, suasana di USU sudah stabil dan rektor dijabat oleh drg. Nazir
Alwi. Usaha mendirikan FIPIA dimulai lagi yang akhirnya pada tanggal
25 Agustus Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) yang
saat itu dijabat oleh Brigjen dr. Syarief Thajeb menetapkan pendirian
FIPIA USU pada tanggal 25 Agustus 1965 dengan Surat Keputusan PTIP
No.190/1965 bulan September 1965 (SK pendirian FIPIA dan Fakultas
Sastra USU) meliputi 3 jurusan yaitu: Matematika, Fisika dan Kimia.
Walupun SK pendirian baru dikeluarkan pada bulan September, namun
pimpinan FIPIA USU dilantik oleh Menteri PTIP pada tanggal 25
Agustus 1965, dan Dies Natalis FMIPA USU diperingati setiap tanggal
25 Agustus.


1.1.3. Sejarah Jurusan Farmasi

Dibukanya Jurusan Kimia bersamaan dengan berdirinya FIPIA USU,
tidak terlepas berkat partisipasi Bapak Drs. R.A. Soekemi, Apt., seorang


2
                                           Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


apoteker swasta di Medan yang kemudian diangkat sebagai staf pengajar
tetap FIPIA USU, sekaligus memimpin Jurusan Kimia. Selanjutnya
Jurusan Kimia diperkuat oleh staf baru dengan latar belakang Apoteker
yaitu Bapak Drs. Mudjitahid, Apt. (Alm) dan Bapak Drs. M. Chairuddin
Nasution, Apt., masing-masing tamatan dari UGM dan ITB. Maka pada
tahun 1969 dibukalah Jurusan Farmasi sebagai jurusan keempat di
lingkungan FIPIA USU.

Dibukanya Jurusan Farmasi berdasarkan kenyataan bahwa sangat
diperlukan tenaga apoteker di Sumatera, ketika itu untuk Sumatera hanya
ada satu Jurusan Farmasi yaitu di Universitas Andalas Padang di
Sumatera Barat. Untuk mencukupi jumlah tenaga pengajar, dilakukan
perekrutan dari instansi Balai Pengawas Obat dan Makanan dan Kantor
Wilayah Departemen Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Pada
perkembangan selanjutnya, pada tahun 1994 Jurusan Farmasi membuka
program D-3 Analis Farmasi, program strata dua (S-2) Ilmu Farmasi di
buka pada tahun 2001, dan Program Ekstensi Sarjana Farmasi pada tahun
2002.


1.1.4. Sejarah Fakultas Farmasi

Pada tahun 2000, atas masukan Rektor USU (Prof. Chairuddin P. Lubis,
DTM&H., Sp.A(K), agar Jurusan Farmasi ditingkatkan statusnya menjadi
Fakultas Farmasi. Untuk itu, Jurusan Farmasi membentuk tim pekerja
yang diketuai Dr. M. Pandapotan Nasution, MPS., Apt., (Ketua Jurusan
Farmasi) untuk membuat proposal perubahan status Jurusan Farmasi
menjadi Fakultas Farmasi USU. Proposal selesai pada bulan Desember
2000, dan selanjutnya disampaikan kepada rektor melalui Dekan FMIPA
USU. Dalam perkembangan tahun berikutnya proposal perubahan ini
tidak dapat diproses oleh karena adanya surat edaran dari Dirjen Dikti
bahwa pembukaan fakultas baru di Indonesia tidak dapat dilakukan.

Setelah USU menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara
(BHMN) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 56/2003, tanggal 11
November 2003, maka di seluruh USU terjadi perubahan sebutan dari
jurusan menjadi departemen. Seiring dengan itu pula, peluang
departemen menjadi fakultas terbuka kembali karena pasal-pasal dalam
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 56/2003, tanggal 11
November 2003, tentang Penetapan Universitas Sumatera Utara Sebagai
Badan Hukum Milik Negara; dan Keputusan Majelis Wali Amanat


                                                                             3
Bab 1: Informasi Umum


Nomor 1/SK/MWA/I/2005, tanggal 8 Januari 2005, tentang Anggaran
Rumah Tangga Universitas Sumatera Utara, menyetujui perubahan ini.
Untuk itu, pada tanggal 26 Mei 2005 diusulkan kembali kepada rektor
melalui Dekan FMIPA proposal yang telah direvisi tersebut.

Persetujuan prinsip perubahan status Departemen Farmasi dan
Departemen Peternakan menjadi fakultas, melalui rapat Senat Akademik
Universitas tanggal 11 Juni 2006; dan surat Rektor USU No.
2395/J05/TU/2001, tanggal 17 Juni 2005, perihal persetujuan prinsip
yang disebutkan di atas.

Sehubungan dengan persetujuan prinsip tersebut, Departemen Farmasi
menyusun dan mengusulkan nama-nama yang bertugas sebagai Panitia
Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi USU kepada Dekan FMIPA,
yang diteruskan kepada Rektor USU. Pada tanggal 4 Juli 2005,
diterbitkan Surat Keputusan Rektor USU No. 822/J05/SK/KP/2005,
tentang Pembentukan Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi
Universitas Sumatera Utara.

Pada tanggal 27 Oktober 2005, Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas
Farmasi Universitas Sumatera Utara menyelesaikan tugasnya dengan
membuat laporan hasil kerja yang disampaikan kepada ketua departemen.
Ketua Departemen meneruskan laporan ini kepada Dekan FMIPA; dan
selanjutnya disampaikan kepada Rektor USU. Pada hari Rabu, tanggal 25
Januari 2006, Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas
Sumatera Utara diundang rapat oleh PUREK I untuk membahas laporan
yang telah dibuat dihadapan para pembantu rektor. Hasil rapat
menyarankan supaya proposal disempurnakan lagi. Pada tanggal 6 Maret
2006, proposal yang telah diperbaiki dikirim kembali kepada rektor.
Untuk selanjutnya rektor mengirim proposal tersebut kepada Senat
Akademik, dan dibahas di Komisi Akademik. Komisi Akademik
memberi rekomendasi agar Proposal dilanjutkan untuk diproses dengan
beberapa perbaikan. Pada 8 April 2006, Proposal yang diperbaiki
disampaikan kepada Rektor USU, dan diteruskan kepada Senat
Akademik untuk dibahas di Komisi Akademik. setelah menelaah
proposal tersebut, Komisi Akademik melalui surat nomor 09/SA-
USU/KPA/V/2006, tanggal 2 Mei 2006, memberi rekomendasi agar
proposal dapat diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pada tanggal 31 Mei 2006, melalui surat nomor 2688/J05/TU/2006,
Rektor USU mengirim surat kepada Dirjen Dikti memohon pertimbangan


4
                                         Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


untuk dapat menyetujui usulan perubahan status Departemen Farmasi
FMIPA USU menjadi Fakultas Farmasi USU. Selanjutnya, Dirjen Dikti
melalui surat nomor 2635/D/T/2006, tanggal 7 Juli 2006 memberi
balasan bahwa mengingat Universitas Sumatera Utara (USU) telah
berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN), maka perubahan status
Departemen Farmasi menjadi Fakultas Farmasi penetapannya cukup
dengan Keputusan Rektor dan biaya yang timbul akibat perubahan ini
tidak dibebankan pada anggaran pemerintah namun harus dibiayai
dengan dana mandiri/swadana Universitas Sumatera Utara.

Menanggapi surat Dirjen Dikti, pada tanggal 27 Juli 2006, Dekan FMIPA
USU mengundang seluruh staf pengajar Departemen Farmasi, dekanat,
rektor, dan PUREK untuk mengadakan pertemuan dengan Rektor USU
guna mendengar pengarahan Rektor USU atas perubahan Status
Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farfmasi. Rektor
memaparkan langkah-langkah untuk proses selanjutnya.

Selanjutnya, Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan Pembukaan
Fakultas Farmasi USU dengan surat Nomor: 1050/J05/SK/KP/2006,
tentang Pembukaan Fakultas Farmasi pada Universitas Sumatera Utara,
terhitung mulai hari Selasa, tanggal 8 Agustus 2006. Maka kini
Departemen Farmasi telah berubah menjadi Fakultas Farmasi USU, yaitu
Fakultas yang ke-11 di lingkungan Universitas Sumatera Utara.

Untuk proses persiapan selanjutnya, pada tanggal 28 September 2006,
Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan tentang Pelaksana Tugas
Dekan Fakultas Farmasi yang dijabat Dekan FMIPA USU (Dr. Eddy
Marlianto, M.Sc.).

Melalui Dewan Pertimbangan Fakultas MIPA, dilakukan penjaringan
calon dekan periode 2006-2010. Hasil penjaringan calon dekan (hanya 1
calon yaitu Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt.) beserta kelengkapan
berkas disampaikan kepada Dekan Fakultas MIPA, dan untuk proses
selanjutnya berkas calon dekan dikirim kepada Rektor USU untuk
ditetapkan sebagai dekan.

Pada tanggal 14 Desember 2006, Rektor USU telah menerbitkan Surat
Keputusan nomor 1655/J05/SK/KP/2006, tentang Pengangkatan Dekan
Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Untuk selanjutnya,
pelantikan Dekan Fakultas Farmasi USU yang pertama dilaksanakan
pada hari Jum’at tanggal 26 Januari 2007.


                                                                           5
Bab 1: Informasi Umum


Pada tanggal 5 Mei 2007 diadakan acara peresmian Fakultas Farmasi,
sekaligus pelantikan pembantu dekan yang dilakukan oleh Rektor USU,
dan Reuni Alumni Farmasi. Pada acara peresmian dihadiri Majelis Wali
Amanat, para dekan, dan ketua lembaga di lingkungan Universitas
Sumatera Utara, serta undangan lainnya termasuk alumni yang datang
dari seluruh Indonesia.




6
                                           Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi




BAB     2
                 VISI, MISI, DAN TUJUAN
                        PROGRAM STUDI

S   ejalan dengan visi Universitas Sumatera Utara yaitu Universitas
    untuk Industri (University for Industry), maka visi Fakultas Farmasi
adalah seperti yang diuraikan di bawah ini.


2.1. Visi, Misi, dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020

Visi:
1. Menjadi salah satu institusi Pendidikan Tinggi Farmasi unggulan di
    wilayah Indonesia bagian Barat, di Malaysia, dan di bagian selatan
    Thailand pada tahun 2020.
2. Menjadikan Sarjana Farmasi lulusan Fakultas Farmasi USU dan
    Apoteker/Farmasis mampu mengembangkan diri sesuai dengan
    lingkungan kerja
3. Menjadi pusat penelitian dengan memanfaatkan sumberdaya alam
    dalam rangka pengembangan obat tradisional.
4. Menjadi pusat pengabdian pada masyarakat yang mampu
    memberikan konsultasi dan sekaligus sebagai rujukan dalam bidang
    Farmasi Industri, Farmasi Klinik dan Komunitas, Obat, Bahan Obat,
    Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan, dan
    Minuman

Gambaran pada tahun 2020 departemen-departemen yang ada sebagai
pelaksana terdepan dalam proses pembelajaran mahasiswa, mampu
berfungsi sebagai sentra layanan pendidikan yang utuh, integrative, dan
efektif serta didukung oleh sarana dan prasarana laboratorium dan media
pembelajaran yang standar dalam pelaksanaan berbagai program layanan
kepada mahasiswa.



                                                                             7
Bab 2: Visi, Misi, dan Tujuan Program Studi


Misi:
Menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada
masyarakat dengan kualitas yang mampu bersaing secara regional dalam:
1. Memperluas kesempatan belajar pada jenjang S-1 Farmasi dan
   jenjang profesi baik bagi masyarakat Indonesia dan luar negeri.
2. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademis dan
   profesional yang mampu bersaing secara global dalam melakukan
   Produksi, Distribusi, Pelayanan Kefarmasian, Pengawasan dan
   Pengendalian terhadap Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional,
   Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan dan Minuman
3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian sumber obat baru dan
   pengembangan obat tradisional
4. Memecahkan berbagai masalah yang ada di masyarakat, khususnya
   di bidang kefarmasian.


2.2. Tujuan

Program pendidikan S-1 Farmasi bertujuan menyiapkan mahasiswa
menjadi Sarjana Farmasi yang bermoral, memiliki kemampuan akademik
di bidang kefarmasian:
1. Melakukan uji coba kimia, hayati, dan farmakologi terhadap obat,
    bahan obat, obat tradisional, kosmetika, makanan dan minuman;
2. Memformulasikan sediaan obat yang memenuhi syarat formulasi dan
    terapi;
3. Melakukan penelitian terhadap sumber daya alam untuk
    mengembangkan obat tradisional dan memperbanyak bahan baku
    obat;
4. Mampu menerapkan dan mengembangkan dan atau memperkaya
    khasanah ilmu kefarmasian sesuai dengan kemajuan teknologi
    dengan berpedoman kepada pendidikan seumur hidup.




8
                                             Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi




BAB     3
                                             KURIKULUM

3.1. Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1)

3.1.1. Penjelasan Kurikulum


P   rogram Pendidikan S-1 Farmasi dikelola oleh Fakultas Farmasi
    dengan beban kredit 144 SKS yang dijadwalkan selesai dalam 8
semester dan selambat-lambatnya 12 semester.

Kurikulum S-1 Farmasi terdiri atas Kurikulum Inti (50,69%) dan
Kurikulum Institusional (49,31%). Kurikulum disusun berdasarkan
kepada kompetensi lulusan, kurikulum inti, kisi-kisi materi kuliah, dan
praktikum. Kurikulum inti Program Sarjana Farmasi mengacu kepada
kurikulum yang dikeluarkan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi
Indonesia (APTFI).

Kurikulum meliputi Mata kuliah Pengembangan Kepribadian = MPK (8
SKS), Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan = MKK (33/11 SKS),
Mata kuliah Keahlian Berkarya = MKB (61/15 SKS), Mata kuliah
Perilaku Berkarya = MPB (4 SKS), dan Mata kuliah Berkehidupan dan
Bermasyarakat = MBB (2 SKS).

Pada kurikulum yang dikeluarkan oleh APTFI terdapat mata kuliah
pilihan yang terdiri dari Paket I dan Paket II. Paket I dikhususkan kepada
research & industry oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester
VI sebanyak 8 SKS, mahasiswa wajib mengambil 4 SKS. Pada semester
VII ditawarkan sebanyak 12 SKS, mahasiswa wajib mengambil 6 SKS.
Mata kuliah pilihan paket II yang dikhususkan kepada patient oriented
yang ditawarkan pada mahasiswa semester IV adalah sebanyak 8 SKS,
mahasiswa wajib mengambil 4 SKS. Pada semester VII ditawarkan 12
SKS, mahasiswa wajib mengambil 6 SKS.



                                                                               9
Bab 3: Kurikulum


Tujuan mata kuliah pilihan paket I (semester VI) dan paket II (semester
VII) adalah untuk membantu mahasiswa dalam melakukan penelitian
Tugas Akhir (skripsi) yang wajib dilakukan mahasiswa Fakultas Farmasi
untuk mendapatkan gelar Sarjana Farmasi.

Beban kredit dan komponen kurikulum S-1 Farmasi ditetapkan dengan
SK Rektor atas usul fakultas/departemen. Proses belajar-mengajar
diselenggarakan dalam bentuk kegiatan kurikuler yang tercantum dalam
kurikulum. Setiap kurikulum mempunyai silabus/kisi-kisi materi kuliah
dan praktikum dan Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP). Jenis-
jenis kegiatan kurikuler yang dilaksanakan antara lain: a. Kuliah, b.
Praktikum, c. Tugas Akhir. Kegiatan kurikuler tersebut di atas dinilai
dengan satuan kredit semester (SKS).


3.1.2. Tabel Kurikulum

Pada tabel berikut ini adalah kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas
Farmasi Universitas Sumatera Utara mulai semester I sampai dengan
semester VIII, yang diberlakukan bagi mahasiswa baru mulai Tahun
Akademik 2006/2007.

Tabel 3.1. Tabel Kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi
           Universitas Sumatera Utara

SEMESTER I
 NO.     KODE MK          MATA KULIAH             KELOMPOK SKS
 01.      FKB 111 Kimia Dasar Farmasi                 MKK       2
 02.      FKB 113 Kimia Fisika                        MKK      2
 03.      FKB 115 Kimia Organik I                     MKK       2
                  Anatomi dan Fisiologi
  04.     FKB 121                                     MKK      2
                  Tumbuhan
  05.     FKB 123 Biologi Sel                         MKK       2
  06.     FKB 151 Pengantar Ilmu Farmasi              MKK       2
  07.     FKB 131 Farmasetika Dasar                   MKB       2
  08.     FKB 141 Fisiologi Manusia                   MKK       3
  09.     FLB 111 Praktikum Kimia Dasar Farmasi       MKK       1
                  Praktikum Anatomi dan Fisiologi
  10.     FLB 121                                     MKK      1
                  Tumbuhan
  11.     FLB 141 Praktikum Fisiologi Manusia         MKK      1
  12.     FLB 113 Praktikum Kimia Fisika              MKK       1
                                                   J U M L A H 21


10
                                           Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


SEMESTER II
      KODE
NO.                    MATA KULIAH                   KELOMPOK            SKS
       MK
01.   UNI 107   Bahasa Indonesia                          MPK              2
                Kimia Analisis Kualitatif Dasar
02.   FKB 110                                             MKK              2
                Farmasi
03.   FKB 112   Kimia Organik II                          MKK              2
04.   FKB 120   Mikrobiologi Farmasi                      MKK              2
                Morfologi dan Sistematika
05.   FKB 122                                             MKK              2
                Tumbuhan
06.   FKC 140   Patofisiologi                             MKB              3
                Teknologi Formulasi Sediaan Cair
07.   FKC 130                                             MKB              3
                dan Semi Solida
08.   FKB 150   Statistik Farmasi                         MKK              2
09.   FLC 130   Praktikum Farmasetika Dasar               MKB              1
                Praktikum Kimia Analisis
10.   FLB 110                                             MKK              1
                Kualitatif Dasar Farmasi
11.   FLB 112   Praktikum Kimia Organik                 MKK                1
                                                      JUMLAH              21

SEMESTER III
      KODE
NO.                    MATA KULIAH                   KELOMPOK            SKS
       MK
                Pendidikan Agama (*: 1. Islam, 2.
01.   UNI 10*   Katolik, 3. Protestan, 4. Budha,          MPK              2
                5. Hindu)
02.   UNI 108   Bahasa Inggris                            MPK              2
                Kimia Analisis Kuantitatif Dasar
03.   FKB 211                                             MKK              2
                Farmasi
04.   FKB 213   Sintesis Bahan Obat                       MKK              2
05.   FKB 215   Biokimia                                  MKK              2
06.   FKC 241   Farmakologi Farmasi I                     MKB              3
07.   FKC 231   Farmasi Fisik                             MKB              2
                Teknologi Formulasi Sediaan
08.   FKC 233                                             MKB              2
                Solida (Tablet)
09.   FLB 251   Praktikum Statistik Farmasi               MKK              1
10.   FLB 221   Praktikum Mikrobiologi Farmasi            MKK              1
                Praktikum Kimia Analisis
11.   FLB 211                                             MKK              1
                Kuantitatif Dasar Farmasi
12.   FLC 231   Praktikum Farmasi Fisik                 MKB                1
                                                      JUMLAH              21




                                                                           11
Bab 3: Kurikulum


SEMESTER IV
          KODE
NO.                       MATA KULIAH               KELOMPOK   SKS
           MK
 01.     FKD 250    Etika/Kode Etik Farmasi           MPB       2
 02.     FKC 210    Kimia Farmasi Kualitatif          MKB       3
 03.     FKC 220    Farmakognosi                      MKB       2
                    Cara Pembuatan Obat Yang
 04.     FKC 230                                      MKB       2
                    Baik (CPOB)
                    Teknologi Formulasi Sediaan
 05.     FKC 232                                      MKB       2
                    Steril
 06.     FKC 240    Farmakokinetika                   MKB       2
 07.     FKC 242    Farmakologi Farmasi II            MKB       3
                    Praktikum Farmakologi Farmasi
 08.      FLC 240                                     MKB       1
                    I
 09.      FLC 210   Praktikum Biokimia                MKB       1
 10.      FLB 212   Praktikum Sintesis Bahan Obat     MKK       1
                    Praktikum Teknologi Formulasi
 11.      FLC 230                                     MKB       1
                    Sediaan Solida
                                                    JUMLAH     20

SEMESTER V
           KODE
NO.                       MATA KULIAH               KELOMPOK   SKS
            MK
 01.      FKE 351   Peraturan & Perundang-            MBB       2
                    undangan
 02.      FKC 311   Kimia Farmasi Kuantitatif         MKB       3
 03.      FKC 313   Analisis Fisiko Kimia Farmasi     MKB       3
 04.      FKC 315   Kimia Medisinal                   MKB       2
 05.      FKC 317   Kimia Bahan Makanan               MKB       2
 06.      FKC 331   Kosmetologi                       MKB       2
 07.      FKC 321   Obat Tradisional                  MKB       2
 08.      FLC 311   Praktikum Kimia Farmasi           MKB       1
                    Kualitatif
 09.      FLC 321   Praktikum Farmakognosi            MKB       1
 10.      FLC 331   Praktikum Teknologi Formulasi     MKB       1
                    Sediaan Steril
 11.      FLC 341   Praktikum Farmakologi Farmasi     MKB       1
                    II
                                                    JUMLAH     20




12
                                          Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


SEMESTER VI
       KODE
NO.                    MATA KULIAH                 KELOMPOK             SKS
        MK
01.   FKC 350   Kewirausahaan                           MKB               2
02.   FKB 352   Metodologi Penelitian                   MKK               2
03.   FKC 340   Farmasi Klinis                          MKB               2
04.   FKC 320   Fitokimia                               MKB               3
05.   FKC 330   Biofarmasi                              MKB               3
                Praktikum Kimia Farmasi
06.   FLC 310                                           MKB               1
                Kuantitatif
                Praktikum Analisis Fisiko Kimia
07.   FLC 312                                           MKB               1
                Farmasi
                Praktikum Kimia Bahan
08.   FLC 314                                           MKB               1
                Makanan
09.   FLC 320   Praktikum Obat Tradisional              MKB              1
                Mata kuliah Pilihan                                      4
                                                    JUMLAH               20

SEMESTER VII
       KODE
NO.                   MATA KULIAH                  KELOMPOK             SKS
        MK
01.   UNI 106   Pendidikan Kewarganegaraan              MPK                2
02.   FKC 441   Kimia Klinis                            MKB                2
03.   FKC 443   Toksikologi                             MKB                1
04.   FKC 445   Immunologi-Serologi                     MKB                1
06.   FLC 421   Praktikum Fitokimia                     MKB               1
07.   FLC 423   Praktikum Biofarmasi                    MKB                1
08.   FLC 441   Praktikum Kimia Klinis                  MKB               1
                Mata kuliah Pilihan                                       6
                                                     JUMLAH               15

SEMESTER VIII
       KODE
NO.                   MATA KULIAH                 KELOMPOK              SKS
        MK
01.   FKC 450   Seminar                              MKB                  1
02.   FLC 452   Skripsi                              MKB                  5
                                                    JUMLAH                6




                                                                          13
Bab 3: Kurikulum


MATA KULIAH PILIHAN PAKET I (Research & Industry Oriented)
 Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS, Semester VII = 6 SKS
       KODE
  NO.                      MATA KULIAH                KELOMPOK        SKS
        MK
 SEMESTER VI
  01. FPC 310        Rancangan Obat                       MKB          2
  02. FPC 330        Farmasi Fisik Lanjutan               MKB          2
  03. FPC 320        Bioteknologi Farmasi                 MKB          2
  04. FPC 322        Fitokimia Lanjutan                   MKB          2
                                                           Jumlah      4

 SEMESTER VII
  05. FPC 411        Kimia Organik Lanjutan               MKK          2
  06. FPC 431        Pengembangan Produk                  MKB          2
  07. FPC 433        Penyampaian Obat Terkontrol          MKB          2
  08. FPC 421        Farmakognosi Lanjutan                MKB          2
  09. FPC 423        Kimia Bahan Alam Hayati              MKB          2
                     Bahari
  10.      FPC 451   Kapita Selekta                      MKB           2
  11.      FPC 453   Studium Generale                    MKB           -
                                                           Jumlah     6
                                               Jumlah semua pilihan   10



     MATA KULIAH PILIHAN PAKET II (Patien Oriented)
  Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS, Semester VII = 6 SKS
       KODE
 NO.                       MATA KULIAH                KELOMPOK        SKS
        MK
 SEMESTER VI
  01. FPC 312        Pengendalian Mutu Makanan            MKB          2
  02. FPC 340        Informasi Obat                       MKB          2
  03. FPC 342        Farmakoekonomi                       MKB          2
                                                           Jumlah      4

 SEMESTER VII
  04. FPC 413        Radio Farmasi                       MKB           2
  05. FPC 415        Kimia Forensik                      MKB          2
  06. FPC 441        Farmasi Klinis Lanjutan             MKB           2
  07. FPC 451        Kapita Selekta                      MKB           2
  08. FPC 453        Studium Generale                    MKB           -
                                                           Jumlah     6
                                               Jumlah semua pilihan   10



14
                                                   Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


           KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI
      KONSENTRASI FARMASI KLINIK DAN KOMUNITAS
                 FAKULTAS FARMASI
            UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
SEMESTER I
NO.    KODE               MATA KULIAH                      KELOMPOK             SKS
 1.    FKB 111     Kimia Dasar Farmasi                          MKK               2
 2.    FKB 113     Kimia Fisika                                 MKK               2
 3.    FKB 115     Kimia Organik I                              MKK               2
                   Anatomi dan Fisiologi
 4.    FKB 121                                                  MKK               2
                   Tumbuhan
5.     FKB 123     Biologi Sel                                  MKK               2
6.     FKB 131     Farmasetika Dasar                            MKB               2
7.     FKB 141     Fisiologi Manusia                            MKK               3
8.     FKB 151     Pengantar Ilmu Farmasi                       MKK               2
9.     FLB 111     Praktikum Kimia Dasar Farmasi                MKK               1
10.    FLB 113     Praktikum Kimia Fisika                       MKK               1
                   Praktikum Anatomi dan
11.    FLB 121                                                  MKK               1
                   Fisiologi Tumbuhan
12.    FLB 141     Praktikum Fisiologi Manusia                  MKK               1
                                                                JUMLAH            21

SEMESTER II
 N
    KODE                  MATA KULIAH                       KELOMPOK             SKS
 O
                 Kimia Analisis Kualitatif Dasar
1.    FKB10                                                      MKK               2
                 Farmasi
2.    FKB12      Kimia Organik II                                MKK               2
3.    FKB10      Mikrobiologi Farmasi                            MKK               2
                 Morfologi dan Sistematika
4.    FKB12                                                      MKK               2
                 Tumbuhan
5.    FKB10      Statistika Farmasi                              MKK               2
6.    UNI107     Bahasa Indonesia                                MKK               2
                 Teknologi Formulasi Sediaan
7.    FKC10                                                      MKB               3
                 Cair dan Semi Solid
8.    FKC10      Patofisiologi I                                 MKB               3
                 Praktikum Kimia Analysis
9.    FLB110                                                     MKK               1
                 Kualitatif Dasar Farmasi
10.   FLB112     Praktikum Kimia Organik                         MKK               1
11.   FLC130     Praktikum Farmasetika                           MKB               1
                                                                 JUMLAH           21




                                                                                   15
Bab 3: Kurikulum


SEMESTER III
NO. KODE                     MATA KULIAH                KELOMPOK   SKS
                   Pendidikan Agama: 1.Islam,
 1.    UNI 10*     2.Katolik, 3.Protestan, 4.Budha,       MPB       2
                   5.Hindu
 2.    CKB211      Biokimia                               MKK      2
 3.    CKC231      Farmasi Fisik                          MKB       2
 4.    CKC241      Farmakologi Dasar                      MKB       3
 5.    CKC243      Farmakokinetika                        MKB       2
 6.    CKC245      Farmakoterapi Sistem Saraf Tepi        MKB       2
 7.    CKC247      Patofisiologi II                       MKB       2
 8.    CKC213      Kimia Medisinal                        MKB       2
 9.    CKC249      Nutraceutical                          MKB      1
10.    CLC231      Praktikum Farmasi Fisik                MKB       1
11.    CLC241      Praktikum Farmakologi Dasar            MKB       1
                                                          JUMLAH   20

SEMESTER IV
NO.     KODE               MATA KULIAH                  KELOMPOK   SKS
 1.    CKA260      Kewarganegaraan                        MPK       2
 2.    CKA230      Formulasi Sediaan Solida               MKB       2
 3.    CKA240      Farmakokinetika Klinik & TDM           MKB       2
                   Undang-undang       dan      Etika
 4.    CKD250                                             MPB       2
                   Kesehatan
 5.    CKC242      Farmakoterapi Sistem Saraf Pusat       MKB       2
 6.    CKC210      Kimia Farmasi                          MKB       2
 7.    CKC361      Psokologi Komunikasi                   MKB       2
                   Praktikum    Formulasi     Sediaan
 8.    CLC230                                             MKB       1
                   Solida
 9.    CLC240      Praktikum Farmakokinetika              MKB      1
10.    CLC210      Praktikum Kimia Farmasi                MKB      1
11.                Mata Kuliah Pilihan*                   MKB      2
                                                         JUMLAH    19
 1.    CPC210      Kimia Bahan Makanan*                   MKB      2
 2.    CPC250      Narkoba dan Masyarakat                 MKB      2
 3.    CPC252      Farmasi Kesehatan Masyarakat*          MKB      2
 4.    CPC260      Kewirausahaan*                         MKB      2




16
                                           Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


SEMESTER V
NO.  KODE                MATA KULIAH                KELOMPOK             SKS
 1.  CKB347      Interaksi Obat                        MKK                2
 2.  CKC331      Formulasi Sediaan Steril              MKB                2
 3. CKC 351      Farmasi Komunitas                     MKB                2
                 Farmakoterapi Infeksi
4.    CKC 341                                            MKB               2
                 dan Kanker
                 Farmakoterapi Sistem
5.    CKC 349                                            MKB               2
                 Kardiovaskuler
6.    CKC 343    Farmakoepidemilogi                      MKB               2
7.    CKC 345    Farmasi Klinis I                        MKB               2
8.    CKC 321    Farmakognosi                            MKB               2
                 Praktikum Formulasi Sediaan
9.    CLC 331                                            MKB               1
                 Steril
10.   CLC 321    Praktikum Farmakognosi                  MKB               1
11.   CLC 351    Praktikum Farmasi Komunitas             MKB               1
                 Mata Kuliah Pilihan*                                     2
                                                        JUMLAH            21
1.    CPC 311    Good Laboratory Praktice*               MKB              2
2.    CPC 331    Penyampaian Obat Terkontrol*            MKB               2
3.    CPC 341    Toksikologi Forensik*                   MKB               2
4.    CPC 351    Pemasaran Dalam Farmasi                 MKB               2

SEMESTER VI
NO.   KODE              MATA KULIAH                  KELOMPOK            SKS
1.    CKC340    Patologi Klinik                           MKB              2
2.    CKC342    Farmasi Klinis II                         MKB              2
3.    CKC344    Farmakoterapi Saluran Pencernaan          MKB              2
                Farmakoterapi Sistem Pernafasan,
4.    CKC346                                              MKB              2
                Ginjal & Darah
                Asuhan Kefarmasin (Pharmaceutical
5.    CKC350                                              MKB              2
                Care)
 6.   CKC352    Komunikasi & Penelitian                   MKB             2
 7.   CKB360    Metogologi Penelitian                     MKB             2
 8.   CKC320    Fitokimia                                 MKB             1
 9.   CLC320    Praktikum Fitokimia                       MKB             1
10.   CLC 40    Praktikum Patologi Klinik                 MKB             2
11.             Mata Kuliah Pilihan*                                      2
                                                          JUMLAH          20
 1.   CPC330    Farmasi Veteriner*                        MKB             2
 2.   CPC340    Imunologi*                                MKB             2
 3.   CPC342    Farmasi Geriatrik*                        MKB              2
 4.   CPC320    Obat-obat Herbal*                         MKB             2




                                                                           17
Bab 3: Kurikulum


SEMESTER VII
NO      KODE               MATA KULIAH               KELOMPOK    SKS
 1.    CKC431      Compounding & Dispensing             MKB       2
 2.    CKC433      Kosmetologi                          MKB       2
 3.    CKC455      Farmasi Rumah Sakit                  MKB       2
                   Farmakoterapi Endokrin
 4.    CKC441                                           MKB       2
                   dan Metabolisme
 5.    CLC451      Manajemen Apotek                     MKB       2
                   Informasi Obat
 6.    CKC453                                           MKB       2
                   (Farmakoinformatik)
 7.    CKC451      Praktikum Farmasi Rumah Sakit        MKB        1
 8.    CKC461      Kapita Selekta                       MKB        1
 9.    CKC463      Studium Generale                     MKB       0
                   Mata Kuliah Pilihan*                           2
                                                        JUMLAH    16
 1.    CPC 411     Bioteknologi Farmasi*                MKB        2
 2.    CPC 413     Radio Farmasi*                       MKB       2
 3.    CPC 441     Monitoring Efek Samping Obat*        MKB       2
 4.    CPC 443     Farmakoekonomi*                      MKB        2
 5.    CPC 415     Instrumen Diagnostik Kesehatan*      MKB       2

SEMESTER VIII
NO       KODE              MATA KULIAH               KELOMPOK    SKS
  1    CLC 460      Seminar                            MKB        1
  2    CKC 460      Skripsi                            MKB        5
                                                       JUMLAH     6


3.1.3. Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1)

FKB 111/2 SKS - Kimia Dasar Farmasi
Penggolongan Unsur. Bilangan Kuantum. Konfigurasi Elektron. Orbital
Elektron. Ikatan Kimia. Teori Hibridisasi. Teori Resonansi. Larutan.
Teori Asam-Basa.

FKB 113/2 SKS - Kimia Fisika
Pengantar Kimia Fisika. Batasan dan kegunaan Kimia Fisika di bidang
Farmasi. Hukum dan Teori Gas Sifat-sifat umum gas sebagai salah satu
wujud gas, hukum-hukum gas, teori kinetik gas, gas nyata, kondensasi
gas dan keadaan kritis. Termodinamika. Aplikasi termodinamika dalam
bidang Farmasi. Kinetika kimiai. Kesetimbangan kimia. Larutan.
Eletrokimia. Pengantar Kimia Kuantum. Spektroskopi-fluorometri.

18
                                           Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


FKB 115/2 SKS - Kimia Organik I
Pengantar. Beberapa Konsep Dasar. Alkana, Alkena dan Alkuna.
Mekanisme Reaksi Organik. Pengantar Stereokimia. Alkil Halida.
Alkohol, Eter, Tiol, Epoksida dan Sulfida.

FKB 121/2 SKS - Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan
Sitologi. Histologi. Organologi. Susunan anatomis dan perbandingan
anatomis antara organ-organ dan antara taxa. Fisiologi Tumbuhan.
Perkembangan tumbuhan

FKB 123/2 SKS - Biologi Sel
Organisasi sel dan subsel prokariot dan eukariot. Asam nukLeat dan
protein. Proses biologis dalam sel prokariot dan eukariot. Ekspresi gen
dan mekanisme pengendalian. Sistem transport pada prokariot dan
eukariot.

FKB 151/2 SKS - Pengantar Ilmu Farmasi
Sejarah. Ilmu Farmasi sebagai sebuah pohon ilmu yang
mandiri.Pendidikan Kefarmasian. Bentuk-bentuk sediaan farmasi. Profesi
farmasi. Profesi kesehatan lainnya. Retail farmasi. Pharmaceutical
researc., Pharmaceutical industry. Hospital pharmacy. Service
profesioanl. Busines pharmacy.

FKB 131/2 SKS - Farmasetika Dasar
Pendahuluan. Resep. Perlengkapan. Sediaan Padat. Sediaan Cair. Sediaan
Semi Solida. Produk Galenika.

FKB 141/3 SKS - Fisiologi Manusia
Konsep dasar tubuh sebagai kesatuan, istilah anatomi dan fisiologi.
Organisasi ditingkat kimia/molekuler-sel-jaringan. Mekaisme transpor di
dalam tubuh. Struktur dan fungsi, penilaian fungsi serta penyimpangan
pada fungsi: sistem peliput, sistem lokomotorius, sistem saraf dan
pancaindra, sistem endokrin, sistem kardiovaskular, sistem limfatik dan
imunitas, sistem respiratori, sistem pencernaan, sistem uriner dan
kesetimbangan cairan,elektrolit, asam-basa, sistem reproduksi serta
integrasi antar sistem.

FLB 111/1 SKS - Praktikum Kimia Dasar Farmasi
Penentuan rumus empiris. Reaksi-reaksi kimia. Kesetimbangan kimia.
Hasil kali kelarutan. Reaksi redoks. Kinetika kimia. Uji molekul hayati.
Saponifikasi asam lemak.


                                                                           19
Bab 3: Kurikulum


FLB 121/1 SKS - Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan
A. Anatomi Tumbuhan
   Pengamatan menggunakan mikroskop pembesaran 10 x 10 dan 10 x
   40, yang diamati antara lain: Sel dan macam-macam benda yang
   terdapat dalam. Macam-macam jaringan, stoma, rambut. Anatomi
   organ tumbuhan dikotil, monokotil Gymnospermae pada pertum-
   buhan primer dan sekunder. Akar, batang, daun, rhizoma, bunga,
   buah dan biji.

B. Fisiologi Tumbuhan
   Pengaruh unsur hara pada pertumbuhan. Transpor melalui xylem &
   phloem. Pengaruh hormon terhadap pertumbuhan & perkembangan/
   kultur jaringan.

FLB 141/1 SKS - Praktikum Fisiologi Manusia
Aktivitas sel. Distribusi reseptor, after image, daya membedakan;
kontraksi isometrik, kontraksi otot skelet, kontraksi otot jantung. Fungsi
otak, refleks, fungsi saraf kranial, efek kolinergik dan adrenergik. Efek
insulin pada ikan. Suhu tubuh dan pengaruh aktivitas. Uji tonisitas
larutan, penentuan parameter darah, pengukuran tekanan darah,
hiperemia, warna kulit, triple respon.penentuan volume inspirasi dan
ekspirasi, penentuan bunyi pernafasan, penentuan volume dan kapasitas
paru-paru. Pencernaan di mulut, lambung dan pankreatik. Krakteristika
urin. Penentuan siklus estrus dan proestrus.

FLB 113/1 SKS - Praktikum Kimia Fisika
Penetapan indeks bias. Penetapan rotasi optik. Penetapan Koefisien
distribusi. Hasil kali kelarutan. Spektrofotmetri UV-Visible.
Spektrofotmetri infra merah. Potensiometri. Konduktometri. Coulometri

UNI 107/2 SKS - Bahasa Indonesia
Pendahuluan. Arti komunikasi, perbedaan komunikasi lisan dan tertulis,
peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah, tujuan menulis
karya ilmiah. Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek. Bangun
paragraph bahasa Indonesia, bahasa yang efisien dan efektif, penalaran
dalam bahasa Indonesia, implikasi penerjemahan dalam pengembangan
bahasa Indonesia. Karangan ilmiah dan non-ilmiah. Pengertian dan istilah
dalam karangan ilmiah dan kegunaannya. Menulis laporan ilmiah.
Menulis karangan ilmiah. Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah.
Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian.
Karangan ilmiah. Skripsi, tesis, disertasi, karangan ilmiah popular,
journal, buku ilmiah. Belajar dari contoh.


20
                                              Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


FKB 110/2 SKS - Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi
Konsep dasar kimia analisis. Idenrifikasi unsur, kelarutan, endapan,
oksidasi-reduksi, reaksi kering, reaski basah. Analisis kualitatif ion
anorganik. Skema pemisahan kation, pemisahan anion, reaksi identifikasi
kation/anion, larutan ion lewat jenuh. Metode pemisahan. Dasar-dasar
kromatografi.

FKB 112/2 SKS - Kimia Organik II
Senyawa-senyawa Karbonil. Senyawa Aromatis. Lipida. Karbohidrat.
Amina Alifatis, Aromatis, Asam Amino, Peptida & Protein. Polisiklis
dan Heterosiklis. Simetri Orbital & HOMO LUMO.

FKB 120/2 SKS - Mikrobiologi Farmasi
Komposisi sel. Filogeni. Struktur dan fungsi komponen sel eubakteri dan
archaebakteri. Struktur dan fungsi komponen sel jamur dan protozoa.
Struktur dan fungsi virus. Pertumbuhan sel dan pembelahan sel.
Pengendalian mikroba. Desinfektan dan antiseptik: a. Mekanisme kerja;
b. Penggunaan; c. Penentuan kekuatan (potensi, koefisien fenol).
Mekanisme kerja antibiotika dan resistensi: a. Inhibitor biosintesis
peptidoglikan; b. Inhibitor biosintesis nukleotida; c. Inhibitor biosintesis
protein; d. Membrane sebagai target; e. Resistensi (enzimatik, modifikasi
target molekul, transporter). Mekanisme patogenesis. Produk mikrobilogi
dalam farmasi.

FKB 122/2 SKS - Morfologi dan Sistemetika Tumbuhan
Peran ilmu morfologi dan sitematika tumbuhan dalam bidang farmasi
dalam mengenal berbagai tumbuhan berkaitan dengan pemanfaatan
tumbuhan sebagai sumber obat atau sebagai obat. Sejarah perkembangan
ilmu taksonomi dan sistem-sistem taksonomi tumbuhn. Takson. Spesies
(species). Tatanama tumbuhan. Terminologi (peristilahan): pemakaian
bahasa Latin dalam peristilahan. Identifikasi dan dterminasi tumbuhan.
Morfologi luar tumbuhan. Pengelompokan (perkerabatan) dan
pengenalan serta contoh tumbuhan obat. Pengelompokan (perkerabatan)
dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat dari tumbuhan tinggi
(tumbuhan bunga) Spermatophyta: Gymnospermae; Angiospermae:
Tumbuhan Monocotledoneae dan Dicotyledoneae.

FKC 140/3 SKS - Patofisiologi
Kompleksitas alamiah penyakit Stress, adaptasi, dan coping. Injuri,
aging, dan kematian sel. Difrensiasi jaringan. Neoplasma. Proses infeksi.
Perubahan fungsi sistem imun. Disorder malignan sel-sel darah putih.


                                                                              21
Bab 3: Kurikulum


Penyakit HIV dan AIDS. Alterasi transpor oksigen-anemia dan
polisitemia. Alterasi hemostasis dan koagulasi darah. Alterasi aliran
darah. Alterasi tekanan darah-hipo dan hipertensi. Alterasi fumgsi
jantung. Gagal jantung dan disaritmia. Shock. Disorder obstruksi terbatas
pulmonal. Disorder pulmonal restriktif. Cairan dan hemostasis elektroli
dan imbalansia. Hemostasis asam-basa dan imbalansia. Disorder
intrarenal. Gagal ginjal. Disorder bladder. Alterasi genital paria dan
fungsi reproduksi. Alterasi genital wanita dan fungsi reproduksi. Disorder
gatstrointestinal. Alterasi fungsi galbladder dan eksokrin pankreas.
Penyakit liver. Alterasi kontrol endokrin. Disorder fungsi neurologis akut.
Disorder fungsi neurologis kronik. Alterasi fungsi khusus sensori

FKC 130/2 SKS - Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semisolida
Pendahuluan. Praformulasi. Eksipien. Pengembangan formula dan
evaluasi kapsul. Penggolongan formula dan evaluasi suppositoria.
Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida: Jenis dan sifat larutan,
Pernyataan konsentrasi, Sediaan farmasi bentuk larutan, Pelarutan untuk
sediaan farmasi, Contoh formulasi larutan, Definisi, Sediaan aerosol
farmasi, Komponen aerosol, Keuntungan dan kerugian, Prinsip kerja
aerosol, Propelan dan fungsinya, Sifat-sifat fisik propelan, Metode
pengisian, Penandaan pada kemasan, Pengujian: derajat semprot,
kebocoran wadah, pengujian tekanan. Formulasi sediaan suspensi:
Contoh formula sediaan suspensi flokulasi dan deflokulasi serta cara
pembuatannya, Evaluasi: metode sedimentasi ratio, metode perubahan
ukuran partikel, mudah tidaknya sediaan dikocok dan mengalir dari
wadahnya. Formulasi sediaan emulsi: Contoh formula emulsi sesuai
dengan tipe emulsi dan cara pembuatannya, Menjelaskan spesifikasi atau
tipe emulsi dan cara pembuatannya, Evaluasi: metode sedimentasi ratio,
metode perubahan partikel, pengamatan secara visual meliputi inversi,
breaking, up ward & down ward creaming; d. Formulasi sediaan semi
solida: Pembuatan sediaan, Pengamatan stabilitas secara visual, Evaluasi:
homogenitas, kebocoran wadah dan keseragaman bobot.

FKB 150/2 SKS - Statistika Farmasi
Istilah-istilah dalam Metode Statistika. Penyajian Data. Pengukuran pada
Sampel. Interval konfidensi. Pengujian Hipotesis. Regresi dan Korelasi.
Statistik Parametrik dan non-Parametrik. Rancangan Percobaan dan
Analisis Statistika.




22
                                         Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


FLC 130/1 SKS - Praktikum Farmasetika Dasar
Prinsip Pemakaian Timbangan, Bobot dan Volume. Pembuatan Serbuk
yang Tidak Terbagi (pulvis) untuk oral. Pembuatan Sediaan Kapsul.
Pembuatan Serbuk Tabur (Pulvis Adspersorium). Pembuatan Salap, Pasta
dan Oculenta. Pembuatan Sediaan Cream, Linimenta. Pembuatan Sediaan
Guttae. Bahan-bahan pembawa yang dipakai. Pembuatan Sediaan Pil.
Sediaan Potio Effervescent. Pembuatan Sediaan suspensi dan Lotio.
Pembuatan Sediaan Emulsi dan Sediaan Eliksir. Pembuatan Suppositoria,
Pembuatan Infus. Praktikal Test.

FLB 110/1 SKS -Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi
Analisa kering: Reaksi pirolisa, reaksi nyala. Identifikasi kation.
Identifikasi anion. Identifikasi campuran.

FLB 112/1 SKS - Praktikum Kimia Organik
Penentuan tetapan fisika. Kromatografi, isolasi. Pemurnian. Analisis
gugus fungsi. Isolasi asam sinamat dari gambir. Isolasi eugenol dari
minyak cengkeh. Pembuatan metil ester asam lemak melalui reaksi
transesterifikasi dan pembuatan nitrobenzena.

UNI 10*/2 SKS - Agama
Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk
membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berbudi luhur, berfikir fisolosofis, bersikap
nasional dan dinamis, berpandangan luas, ikut serta dalam kerja sama
antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu
dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional.

A. UNI 101/2 SKS - Agama Islam
   Manusia dan Agama. Agama Islam. Sumber Ajaran Islam. Perangkat
   dasar Agama Islam. Akidah. Syariah, Ibadah dan Muamalah. Akhlak.
   Takwa. Ilmu Pengetahuan dalam Islam. Disiplin Ilmu dalam Islam.
   Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing.

B. UNI 102/2 SKS - Agama Katolik
   Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja.
   Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di
   Indonesia. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum.
   Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). Tiga
   kemampuan dasar manusia. Pikiran mencari kebenaran. Hubungan
   dengan Ilahi. Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepada-


                                                                         23
Bab 3: Kurikulum


     Nya. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan
     beriman. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah, diterima secara
     pribadi, dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi
     masyarakat. Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani
     dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua,
     yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat.
     Gereja sebagai masyarakat orang beriman. Dasar-dasar dan langkah-
     langkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk.
     Motivasi baik dan buruk. Arti keadilan. Keluarga Katolik. Agama
     Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu, bahkan metodologi ilmu-ilmu
     itu. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia. Kerasulan
     awam sebagai tugas umat.

C. UNI 103/2 SKS - Agama Protestan
   Manusia: a. Hakikat manusia; b. Manusia dan tanggung jawab; c.
   Manusia dan keutuhan ciptaan. Agama: a. Pengertian agama; b.
   Agama Krsiten; c. Dialog dan kerjasama dengan umat beragama
   lainnya. Gereja. Iman Kristen, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
   (Iman, Kasih dan Pengharapan). Manusia dan Pembangunan.
   Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. Kapita selekta.
   Tema-tema kapita selekta: a. Narkoba; b. AIDS; c. Perjudian; d. Dan
   lain-lain.

D. UNI 104/2 SKS - Agama Buddha
   Manusia dan agama. Agama Budha
   Sumber ajaran Budha; Hak beragama mencakup hak mempelajari
   kitab suci agamanya. Kerangka dasar ajaran Budha; Ajaran agama
   bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM. Dhamma.
   Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin)
   menyangkut hubungan manusia, manusia lain, dan lingkungan.
   Meditasi; Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan
   hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Buddhis dan ilmu
   pengetahuan. Studi kasus pada masing-masing fakultas.

E. UNI 105/2 SKS - Agama Hindu
   Filsafat, ilmu pengetahuan dan agama. Sejarah agama Hindu. Alam
   semesta. Weda sebagai kitab suci, sebagai hukum Hindu. Pokok-
   pokok sradha dalam agama Hindu. Catur Purusharta dan Catur
   Asrama. Catur Marga Yoga. Sosiologi agama Hindu. Sar darsana.
   Sila dan etika Hindu. Yadnya. Pandita dan Pinandita. Tempat suci.
   Hari-hari suci agama Hindu.


24
                                             Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


UNI 108/2 SKS - Bahasa Inggris
Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. Glosarium
Farmasi. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa
Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya. Metode penerjemahan
topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. Menerjemahkan
topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi.
Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi
Farmasi. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang
farmasetika. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan
dibidang farmakologi.

FKB 211/2 SKS - Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi
Reaksi disosiasi-asosiasi dan keseimbangan ion. Asam-basa, garam,
kekuatan ion, hidrolisis, larutan dapar, kelarutan, endapan, kompleks
ligan. Reaksi transfer electron-kesetimbangan reaksi redoks. Reduksi-
oksidasi, sel galvanic, persamaan Nernst, electrode & potensial sel.
Titrasi asam-basa. Titrasi pengendapan. Titrasi ligan unidentat dan
polidentat. Titrasi reduksi-oksidasi. Jenis-jenis titrasi redoks, indikator
redoks, faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi redoks. Pemahaman
metode: Permanganometri, serimetri, Iodo-iodimetri, Bromato-
Bromometri, Iodatometri, bikromatometri. Analisis gravimetri. Teori
pembentukan dan sifat-sifat endapan, kemurnian endapan, pemisahan
endapan, pengeringan dan pemijaran. Teori kesalahan dan pengolahan
data. Akurasi dan presisi, kesalahan sistematik dan kesalahan
random,cara pemeriksaan dan cara mempertinggi akurasi, teknik
eningkatkan presisi, perhitungan. Spektrofotometri.

FKB 213/2 SKS - Sintesa Bahan Obat
Pengertian Sintesis Bahan Obat. Strategi             Rancangan        Sintesis.
Retrosintesis. Sintesis beberapa bahan obat.

FKB 215/2 SKS – Biokimia
Geometri      molekul.    Karbohidrat  (mono-/di-/oligi-/poli-sakrida).
Bioenergika. Metabolisme karbohidrat. Lemak. Metabolisme lemak.
Asam amino dan protein. Metabolisme asam amino. Enzim dan kinetika
enzim. Vitamin dan peranannya sebagai enzim. Hormon. Nukleotida dan
asam nukleat. Metabolisme nukleotida. Pencernaan, absorbsi dan
detoksifikasi. Metabolisme xenobiotik.




                                                                             25
Bab 3: Kurikulum


FKC 241/3 SKS - Farmakologi Farmasi I
Konsep dasar farmakologi dan prinsip farmakologi. Hubungan dosis
dengan respons secara invidual (graded respons). Farmakologi sistem
saraf pinggir. Penggolongan dan Mekanisme tindakan antimikroba.
Resistensi dan prinsip penggunaan antibiotika.

FKC 231/2 SKS - Farmasi Fisik
Pendahuluan. Sifat Fisika Molekuler Obat. Kinetik. Fenomena Kelarutan
dan Distribusi. Difusi dan Disolusi. Fenomena Antar Permukaan. Sistem
Dispersi. Rheologi.

FKC 233/2 SKS - Teknologi Formulasi Sediaan Solida
Pendahuluan. Penggolongan tablet. Teknologi Pembuatan Tablet.
Evaluasi Tablet.

FLB 251/1 SKS - Praktikum Statistik Farmasi
Aplikasi statistik menggunakan SPSS dengan berbagai analisis yang ada
di dalam software. Contoh pengolahan data menggunakan SPSS.

FLB 221/1 SKS - Praktikum Mikrobiologi Farmasi
Pembuatan media pertumbuhan padat dan cair. Sterilisasi. Teknik isolasi
mikroba. Penggunaan mikroskop. Pewarnaan. Kurva pertumbuhan
mikroba pada media cair dan padat. Identifikasi mikroba secara biokimia.

FLB 211/1 SKS - Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi
Titrasi asam kuat dengan basa kuat. Titrasi asam lemah dengan basa kuat.
Titrasi argentometri-Mohr. Titrasi Argentometri-Volhard. Titrasi
kompleksometri-metode langsung. Titrasi Kompleksometri-metode tak
langsung. Titrasi Iodometri. Titrasi Iodimetri. Titarsi Iodatometri. Titrasi
Permanganometri

PPP 231/1 SKS - Praktikum Farmasi Fisik
Tegangan Permukaan. Viskositas dan Rheologi. Stabilitas. Difusi.
Emulsifikasi. Kelarutan. Kecepatan disolusi. Suspensi. Inkompatibilitas
dn interaksi obat.

FKD 250/2 SKS - Etika/Kode Etik Farmasi
Pendahuluan. Etika. Profesi Apoteker. Organisasi. Pembinan Profesi.
Standar. Sistem dan Ruang Lingkup Praktek Kefarmasian. Kompetensi
Apoteker.



26
                                            Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


FKCP 210/3 SKS - Kimia Farmasi Kualitatif
Pendahuluan. Cara isolasi senyawa pada kimia farmasi kualitatif. Analisis
unsure dan gugus fungsi. Analisis dan identifikasi senyawa farmasi.

FKC 220/2 SKS - Farmakognosi
Pengertian. Kedudukan hukum dan mutu obat yang berasal dari
tumbuhan, hewan dan mineral. Variabilitas dan faktor yang
mempengaruhi kualitas bahan alam. Standarisasi dan spesifikasi
simplisia, ekstrak, dan minyak atsiri. Kandungan kimia. Monografi atau
pengetahuan bahan simplisia, ekstrak dan minyak atsiri.

FKC 230/2 SKS - Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)
Peralatan yang diwajibkan. Syarat ruang dan tata letak bangunan untuk
produksi sediaan steril, tablet, sirup, antibiotika. Analisa dampak
lingkungan

FKC 232/2 SKS - Teknologi Formulasi Sediaan Steril
Ruang Lingkup Sediaan steril. Sediaan Injeksi (Obat suntik). Pembawa,
Syarat dan Evaluasi Injeksi. Zat Tambahan dalam Obat suntik. Sediaan
Mata. Pengolahan Sediaan. Sterilisasi Panas. Sterilisasi Radiasi.
Sterilisasi Penyaring Bakteri. Sterilisasi Gas dan Desinfektan.
Pengemasan. CPOB. Dokumentasi.

FKC 240/2 SKS - Farmakokinetika
Tinjauan Umum Farmakokinetika. Nasib dan Profil Obat dalam Tubuh.
Model Satu Kompartemen Terbuka. Model Dua Kompartemen Terbuka.
Kinetika Absorpsi Obat. Ikatan Protein Obat. Ekskresi Klirens.
Farmakokinetika Nonlinear.

FKC 242/3 SKS - Farmakologi Farmasi II
Farmakologi obat-obat sistem kardiovaskular renal. Farmakologi obat-
obat susunan saraf pusat. Farmakologi obat-obat sistem endokrin.
Farmakologi obat-obat sistem pencernaan. Obat-obat dengan efek penting
pada otot polos.

FLC 240/2SKS - Praktikum Farmakologi Farmasi I
Cara-cara penanganan/perlakuan dan penandaan hewan percobaan. Rute
pemberian obat (Rute of administration drug). Pengaruh variasi biologi
terhadap dosis obat. Pengaruh variasi jenis kelamin terhadap dosis obat.
Antagonis obat. Dosis obat, respon dan penentuan indek terapi. Efek obat
pada kulit dan membran mukosa. Anestetika lokal. Efek korosif obat
pada kulit. Toksisitas anestetika lokal. Toksisitas gas/asap.


                                                                            27
Bab 3: Kurikulum


FLC 210/1 SKS - Praktikum Biokimia
Karbohidrat (analisis karbohidrat, glikolisis karbohidrat secara anaerob,
hidrolisis karbohidrat (amilum dan glikogen) dengan asam dan enzim.
Protein (analisis asam amino, protein, enzim hidrogenase dan enzim
katalase). Lemak (bilangan asam, bilangan iod, identifikasi lemak dan
kolesterol). Penentuan aktivitas enzim (amilase, SGPT dan SGOT).
Darah (mengukur hemogelobin, kadar glukosa darah, kadar kolesterol
darah). Urin (identifikasi berat jenis, kadar ureum dan glukosa urin).

FLC 212/1 SKS - Praktikum Sintesa Bahan Obat
Sintesis metil salisilat. Sintesis parasetamol. Sintesis aspirin. Sintesis
turunan sulfa. Sintesis turunan asam barbiturat. Sintesis antiseptik.
Sintesis sabun dan deterjen. Rancangan alat.

FLC 230/1 SKS - Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida
Pembuatan Tablet: a. Metode cetak langsung; b. Metode granulasi kering;
Metode granulasi basah. Evaluasi Tablet: a. Kadar zat berkhasiat; b.
Keseragaman sediaan; c. Waktu hancur; d. Disolusi; e. Kekerasan; e.
Kerapuhan.

FKE 351/2 SKS - Peraturan & Perundang-undangan
Peraturan perundangan-undangan mengenai Apotek, industri farmasi,
industri obat tradisional. Distribusi obat-obatan dan pengawasannya.

FKC 311/3 SKS - Kimia Farmasi Kuantitatif
Metode Analisis volumetri. Analisis gugus fungsi. Penetapan kadar
senyawa tunggal dan multikomponen. Interpretasi data dan statistik,
validasi prosedur analisis.

FKC 313/2 SKS - Analisis Fisikokimia Farmasi
Pengantar dasar-dasar absorpsi dan emisi spektroskopi, spektrofotometri
UV-sinar tampak aturan Woodward-Fisher, spektrofotometri infra merah,
spektroskopi emisi dan serapan atom, kromatografi cair kinerja tinggi,
spektrokopi NMR dan spektroskopi massa.

FKC 315/2 SKS - Kimia Medisinal
Pendahuluan: sejarah perkembangan ilum kimia medisinal, Definisi dan
ruang lingkup, absopsi, distribusi dan eliminasi. Aspek teoritik aksi obat:
sifat fisika-kimia yang mempengaruhi obat, interaksi obat-reseptor,
stereokimia, ikatan hidrogen. Pembahasan aspek kimia medisinal:
hubungan struktur dan mekanisme kerja, pengaruh berbagai modifikasi
struktur terhadap sifat fisika-kimia dan aktivitas farmakologi/toksikologi
dari berbagai golongan obat.


28
                                           Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


FKC 317/2 SKS -Kimia Bahan Makanan
Struktur karbohidrat. Reaksi karbohidrat. Fungsi mono dan oligosakarida
dalam makanan. Fungsi polisakarida dalam makanan. Pemberian nama
lipida (Nomenclature). Aspek kimia lipida. Kimia lemak dan pengolahan
minyak. Interesterifikasi. Penetpan kadar. Fisikokimia asam amino dan
protein. Denaturasi protein. Fungsi protein. Penetapan kadar.

FKC 331/2 SKS - Kosmetologi
Pendahuluan. Sediaan shampoo. Sediaan Rias wajah. Cleansing Cream
(Pembersih Wajah). Pelembab Kulit.. Pemutih Kulit dan Sediaan Tabir
Surya. Sediaan Anti-perspiran dan Deodoran. Sediaan Pewarna Rambut.
Sediaan Pengeriting Rambut. Parfum

FKC 321/2 SKS - Obat Tradisional
Pendahuluan. Peraturan perundang-undangan tentang obat tradisional.
Simplisia yang digunakan dalam obat tradisional. Rasionalisasi
komposisi obat tradisional sesuai dengan peraturan/monograf.
Penggunaan tanaman obat untuk mengobati berbagai penyakit
(fitoterapi): contoh-contoh tanaman obat bersama keterangan kandungan
kimia dan khasiat yang dimiliki. Fitofarmaka. Pengembangan obat
tradisional menjadi fitofarmaka. Cara Pembuatan Obat tradisional yang
baik (CPOTB).

FLC 311/2 SKS - Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif
Analisis gugus fungsional. Analisis senyawa obat yang mengandung
unsur C, H dan O yaitu alkohol, fenol, karboksilat dan antibiotika.
Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C, H, O dan N yaitu
senyawa alkaloid sintetis, senyawa alkaloid alam, antihistamin,
antibiotika. Senyawa yang mengandung unsur C, H, O, N dan S yaitu
sulfonamida, tiourea.

FLC 321/1 SKS - Praktikum Farmakognosi
Metode pembuatan simplisia umum. Metode isolasi pati. Pemeriksaan
simplisia dalam bentuk rajangan meliputi: organoleptis, dan makroskopis.
Pemeriksaan smplisia secara mikroskopik.

FLC 331/1 SKS - Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril
Sterilisasi Wadah dan Peralatan. Injeksi Dosis Tunggal Volume Besar.
Injeksi Dosis Tunggal Volume Kecil. Obat Tetes Mata (wadah plastik
tidak tahan panas). Salep Mata.



                                                                           29
Bab 3: Kurikulum


FLC 341/1 SKS - Praktikum Farmakologi Farmasi II
Anaestetika umum. Efek hipnotika dan sedativa. Stimulan susunan saraf
pusat. Psikofarmaka. Analgetika. Antipiretika. Antiinflamasi. Obat-obat
kolinergik dan antiadrenergik. Obat-obat pencahar. Diuretika. Skrining
farmakologi.

FKC 350/2 SKS - Kewirausahaan

FKB 352/2 SKS - Metodologi Penelitian
Pendahuluan, meliputi tentang definisi penelitian, ilmu, proses berfikir
dan kebenaran ilmiah. Metode ilmiah. Metode dan macam penelitian.
Proses penelitian. Desain percobaan. Tatacara penulisan proposal,
seminar dan skripsi.

FKC 340/2 SKS - Farmasi Klinis
Praktek farmasi klinis: Perkembangan farmasi klinis; Pelaksanaan
Pelayanan Farmasi klinis; Etika dan stándar dalam farmasi klinis. II.
Pemantauan peresepan: Lembar pemberian obat pasien rawat inap;
Pemantauan resep dan pasien; Reaksi obat yang tidak dikehendaki.
Pedoman klinis.

FKC 320/3 SKS - Fitokimia
Kandungan kimia tumbuhan. Teknik uji biologi dan mikrobiologi.
Penapisan secara kimia. Fraksinasi dan isolasi kandungan kimia secara
preparatif (Teknik pemisahan preparatif). Metode kimia dan spektrometri
pada karakterisasi dan elusidasi struktur. Berbagai golongan senyawa
kimia sebagai model pada pemisahan dan pencirian.

FKC 330/3 SKS - Biofarmasi
Pengantar Biofarmasi (dan farmakokinetik). Membran Biologis dan
Mekanisme Absorpsi. Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap
pelepasan, pelarutan dan absorpsi obat. Biofarmasi Sediaan yang
Diberikan Melalui Oral. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui
Rektum. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Kulit. Biofarmasi
Sediaan yang Diberikan Melalui Mata. Biofarmasi Sediaan yang
Diberikan Melalui Paru-paru. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Secara
Parenteral. Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi.

FLC 310/1 SKS - Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif
Titrasi netralisasi dalam pelarut campur (titrasi semi bebas air sebagai
asam atau basa). Titrasi netralisasi dalam pelarut bukan air. Titrasi


30
                                            Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


Kompleksometri. Titrasi Nitrimetri. Iodimetri. Bromatometri.. Percobaan
khusus. Spektrofotometri. Praktikal tes.

FLC 312 1 SKS - Praktikum Analisis Fisikokimia Farmasi
Analisis kualitatif dengan spektrofotometri infra merah. Analisis
kualitatif dan kuantitatif dengan: Spektrofotometri UV-Vis, Spektroskopi
emisi dan serapan atom, KCKT, dan kromatografi gas.

FLC 314/1 SKS - Praktikum Kimia Bahan Makanan
Reduksi uji protein. Penentuan kadar vitamin C. Bilangan penyabunan.
Bilangan asam. Total asam tertitrasi. Analisis zat pewarna sintetik.
Penetapan kadar kasein. Derajat asam susu.

FLC 320/1 SKS - Praktikum Obat Tradisional
Metode pembuatan simplisia yang digunakan untuk Obat Tradisional.
Pemeriksaan mutu simplisia Obat Tradisional. Pembuatan ekstrak dan
pemeriksaan mutu ekstrak. Pemeriksaan pemalsuan/penambahan zat
kimia murni ke dalam Obat Tradisional.

PILIHAN PAKET I (Riset & Industry Oriented)

FPC 310/2 SKS - Rancangan Obat
Pendahuluan. Kelarutan dan Aktivitas Biologi. Sifat Fisika dan Aktivitas
Biologis. Ikatan Kimia Dan Aktivitas Biologis. Stereokimia dan Aktivitas
Biologi. Langkah-langkah Merancang Obat. Modifikasi Molekul Dan
Rancangan Rasional. Metode Optimisi Senyawa Penuntun.

FPC 330/2 SKS - Farmasi Fisik Lanjutan
Interaksi dan Ketaktercampurkan Obat-Suatu Tinjauan Fisikokimia.
Desain Produk Obat. Ilmu Polimer.

FPC 320 2 SKS - Bioteknologi Farmasi

FPC 322/2 SKS - Fitokimia Lanjutan
Strategi pencarian senyawa aktif biologis dari dunia tumbuhan (predictive
strategi in the discovery of biological active compounds from plants).
Arti penting penelitian dan pelestarian species tumbuhan sebagai sumber
obat-obatan. Arah penelitian dalam upaya pencarian senyawa aktif dari
tumbuhan berdasarkan jenis penyakit. Peran kemotaksonomi dalam
pencarian senyawa berkhasiat dari tumbuhan. Kemoktaksonomi dari
beberapa familia tumbuhan sebagai contoh/model. Biossay guided/


                                                                            31
Bab 3: Kurikulum


directed fractionation/isolation. Suatu cara mendapatkan zat berkhasiat
yang efektif dan efisien. Arah penelitian dan pencarian senyawa aktif dari
tumbuhan berdasarkan golongan senyawa kimia yang memiliki prospek
baik 9struktur kimia, khasiat, teknik isolasi, dan data spektrum).
Perkembangan terakhir dalam teknik-teknik isolasi, teknik kromatografi
dan teknik spektroskopi dalam kimia tumbuhan. Aplikasi spktrometri
dalam penentuan struktur senyawa berkhasiat asal tumbuhan. Analisa\is
spektrum UV/Vis, IR, MS dan NMR.

PILIHAN PAKET II (Patien Oriented)

FPC 312/2 SKS - Pengendalian Mutu Makanan
Kualitas bahan makan. Pengendalian dan peningkatan mutu pangan.
Keamanan pangan. Kerusakan bahan makanan. Mencegah dan
mengontrol kerusakan biologis. Metode pengawetan makanan.
Pengalengan makanan. Fermentasi dan produk makanan hasil fermentasi.
Kontaminasi makanan non-mikrobiologis. Penentuan stabilitas dan
tanggal daluwarsa produk pangan. Zat toksis didalam makanan karena
proses pengolahan dan menghindarinya. Makanan Fungsional.

FPC 342/2 SKS - Informasi Obat
Pengenalan konsep informasi pengobatan. Sistematika menjawab
pertanyaan. Memformulasi respons yang efektif dan rekomendasi struktur
pendekatan. Sumber-sumber informasi obat. Manajemen informasi
elektronik. Aspek-aspek etik dalam praktis farmasi. Komite farmasi dan
terapi. Perbaikan dan proses medikasi. Kesalahan pengobatan.

FPC 340/2 SKS - Farmakoekonomi
Konsep dasar dan pengertian farmaekonomik. Model analisis
farmakoekonomik. Waktu yang tepat menyesuaikan kos. Menaksir
Outcome: impelemntasi metode evaluasi ekonomik. Contoh-contoh
aplikasi farmakoekonomik dan studi kasus (studi literature menggunakan
internet, jurnal, sumber lain). Pelaksanaan analisis ekonomi. Langkah
menyimpulkan analisis.

UNI 106/2 SKS - Pendidikan Kewarganegaraan
Pengantar. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. Konsep Wawasan
Nusantara. Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam
masyarakat berbangsa dan bernegara. Politik dan Strategi Nasional.




32
                                             Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


FKC 441/2 SKS - Kimia Klinis
Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang
terjadi dalam tubuh, baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami
gangguan, serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh. Kepada
mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk
menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat
yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus, hipertiroid,
hiperlipidemia), penyakit ginjal (GGA, GGK, GNC, sindroma nefrotik),
penyakit tropik (demam tifoid, GEA, DHF), penyakit hati (hepatitis,
sirosis hati, hepatoma), penyakit hematologi (anemia, leukemia, limfoma
maligna), penyakit sendi (gout, artritis rematoid, osteoartritis), penyakit
alergi imunologi (SLE). Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan
spesimen, metode pengukuran, nilai rujukan serta interpretasi hasil.

FKC 443/2 SKS - Toksikologi
Pendahuluan dan toksikologi sebagai bidang keahlian. Cara
penggolongan toksikologi. Kedudukan. Kerja toksik. Lanjutan fase
farmakokinetik. Makna biotransformasi. Fase farmakodinamik. Inhibisi
pada transferoksigen. Kerja teratogenik. Penimbunan zat asing.
Hubungan dosis-kerja-waktu kerja. Interaksi zat dalam toksikologi.
Indikasi eksposisi yang berbahaya. Tindakan umum pada keracunan.
Contoh-contoh cara pengujian dengan menggunakan sampling tertentu

FKC 445/2 SKS - Immunologi-Serologi
Pengantar Imunologi/Serologi; sejarah imunologi (cara-cara imunisasi
sederhana/primitif), pelopor imunologi moderen dan pembagian sistim
kekebalan tubuh. Sistim Kekebalan Non Spesifik; komponen dan sel-sel
sistim kekebalan alamiah dan meka-nisme pertahanannya. Sistim
Kekebalan Spesifik; Jaringan/sel-sel sistim kekebalan humoral dan
selular, cara terjadinya kekebalan spesifik(alamiah dan buatan). Antigen;
Klasifikasi antigen, sifat-sifat antigen. Antibodi(Imunoglobulin);
Struktur dasar imuno globulin, pembagian dan fungsi imunoglobulin,
faktor genetik yang terkait dengan imu-noglobulin, teori pembentukan
imunoglobulin. Komplemen; Pengertian komplemen, aktivasi
komplemen, efek biologi atas aktivasi komplemen. Reaksi Antigen-
Antibodi (in vitro) = Serologi; Jenis-jenis antibodi dalam reaksi in vitro,
Kekuatan ikatan antigen-antibodi, jenis-jenis reaksi antigen-antibodi.
Serum dan Vaksin; Jenis-jenis serum, Jenis-jenis vaksin, Penanganan
beberapa penyakit dengan imunisasi/vaksinasi. Imuno-patologi; reaksi
hipersensitivitas tipe I, tipe II, tipe III dan tipe IV.Penyakit atopi.
Defisiensi Sistim Kekebalan; Defisiensi Sistim Kekebalan non Spesifik,


                                                                             33
Bab 3: Kurikulum


Defisiensi Sistim Kekebalan Spesifik. Imunoassay; konsep reaksi
antigen-antibodi pada analisa. Pengaruh hormon pria (jantan)/wanita
(betina) terhadap imunitas; Adanya pebedaan jumlah penderita
penyakit tertentu antara pria (jantan)/wanita (betina). Gizi dan sistim
imun; hubungan gizi yang berkualitas untuk memelihara fungsi sistim
imun.

FPC 411/2 SKS - Kimia Organik Lanjutan
Reaksi perisiklik. Lokalisasi dan Delokalisasi Ikatan Kimia. Topik-topik
Khusus. Radikal bebas. Heterosiklik. Stereokimia Dinamis.

FPC 431/2 SKS - Pengembangan Produk
Organisasi Fabrik Farmasi. Ide Tentang Pembuatan Produk Baru.
Preformulasi. Penyusunan Formula. In Proses Control. Pencemaran di
Industri Farmasi. Pengemasan. Pemasaran (pemasaran produk, konsep
pemasaran, iklan: guna, cara dan etikanya). Kerusakan Produk.

FPC 433/2 SKS - Penyampaian Obat Terkontrol
Pendahuluan. Prinsip-prinsip POT. Mekanisme analisa pelepasan obat.
Sistem POT Melalui Kulit (Transdermal). Sistem POT Parenteral. Sistem
POT Implant.

FPC 321/2 SKS - Farmakognosi Lanjutan
A. BIOSINTESIS. Biosintesis Alkaloid. Biosintesis Steroid. Minyak
atsiri. Glikosida.. Lakton. Antibiotik. Vitamin. B. ISOLASI BAHAN
ALAM. Minyak atisiri.

FPC 423/2 SKS - Kimia Bahan Alam Hayati Bahari
Organisme bahari yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia
di bidang pangan dan kesehatan. Filum Rhodophyta, Metode isolasi
agar.Jenis-jenis rumput laut penghasil karagenan, alginat. Isolasi
karagenan, alginat dari rumput laut. Jenis-jenis rumput laut, jamur bahari,
bunga karang, hewan bahari yang mengandung senyawa bioaktif yang
dapat dijadikan obat. Jenis organisme bahari yang mengandung biotoksin.
Jenis fitoplangton. Toksin dari ikan Pupper fish, Cephalopoda (gurita,
cumi-cumi), Echidermata, Timun Laut. Identifikasi dengan metode
spektrofotometer UV dan Visible, serta aplikasinya dalam oseanologi.

FPC 451/2 SKS - Kapita Selekta
Perkembangan terkini dalam bidang farmasi yang meliputi keempat
bidang ilmu yaitu bidang Kimia Farmasii, Bteknologi Farmasi, Biologi
Farmasi, Farakologi Farmasi,


34
                                           Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


FPC 453/2 SKS - Studium Generale
Kuliah tamu yang dilakukan dengan mengundang pembicara dari luar
Fakultas Farmasi. Topik disesuaikan dengan perkembangan Ilmu Farmasi
dan aplikasinya.

FPC 413/2 SKS - Radiofarmasi
Prinsip keradioaktipan. Kerdioaktipan alam dan buatan. Peluruhan
radioaktip, cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi. Cara-cara analisis
yang digunakan. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi. Penggunaan
radioisotop untuk diagnosisi. Penggunaan radioisotop untuk terapi.
Penggunaan radioisotop untuk penelitian. Syarat sediaan radiofarmasi,
teknik penyediaan. Pemeriksaan sediaan radiofarmasi. Penyimpanan
radiofarmasi.

FPC 415/2 SKS - Kimia Forensik
Pendahuluan. Toksikologi forensik. Toksikologi rumah sakit. Doping
Obat dan cara pemeriksaannya. Pemeriksaan narkoba. Sistematik
pemeriksaan kimia forensik.

FPC 441/2 SKS - Farmasi Klinis Lanjutan
Disorder gastrointestinal. Hipertensi. Obstruksi kronik saluran nafas.
Penyakit Parkinson, Studi kasus. TBC. Gout dan hiperurisemia.
Penggunaan Obat pada gangguan fungsi hati; Masa kehamilan dan
menyusui; Anak-anak; Lanjut usia; Nutrisi parenteral pada orang dewasa;
Terapi parenteral; Pengobtan berbasis bukti; Terapi antibiotika.

FKC 450/1 SKS - Seminar
Seteleh mahasiswa menyelesaikan penelitian Tugas Akhir/Skripsi
diwajibkan menyampaikan hasil penelitian di hadapan panitia penguji
yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa.

FLC 452/5 SKS - Skripsi
Setelah mahasiswa dinyatakan lulus dalam seminar hasil penelitian, untuk
selanjutnya mahasiswa tersebut di uji oleh tim penguji dalam ujian
skripsi.




                                                                           35
Bab 3: Kurikulum


3.2. Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas

3.2.1. Dasar Pemikiran

Perubahan pasar kerja di bidang farmasi sejak beberapa tahun belakangan
ini inheren dengan perubahan pemahaman dan persepsi masyarakat
tentang kesehatan. Hal itu ditandai dengan semakin tingginya tuntutan
masyarakat akan pelayan kesehatan yang cepat, tepat, dan memuaskan
pengguna jasa kesehatan termasuk di dalamnya pelayanan kefarmasian
yang dikenal dengan sebutan pharmaceutical care.

Salah satu langkah yang diambil ke depan adalah menawarkan
kurikulum yang bersifat “monovalen” yang disebut dengan Program
Minat Farmasi Klinik dan Komunitas. Kurikulum ini tersusun atas ilmu-
ilmu pendukung bagi kompetensi lulusan untuk mampu secara
profesional memenuhi ekspansi keperluan yang terus meningkat serta
tuntutan bagi penyediaan pelayanan kefarmasian yang lebih baik.
Melalui kurikulum ini lulusan diharapkan mampu bekerjasama dengan
profesi kesehatan lain, menerapkan paradigma pelayanan kefarmasian
(pharmaceutical care) sebagai filosofi praktek, sesuai dengan
perkembangan terbaru di dunia pelayanan kefarmasian.

Sumber daya manusia kefarmasian yang dihasilkan oleh Peguruan Tinggi
Farmasi di Indonesia belum sepenuhnya dapat menyahuti keperluan di
atas, termasuk Fakultas Farmasi USU. Kondisi ini hampir dapat
dipastikan adalah disebabkan minimnya sarana dan prasarana di samping
berbagai kendala teknis seperti sarana praktikum dan kerja praktek di
tempat-tempat pelayanan kesehatan yang belum memadai. Kendala yang
lebih penting yang mesti dicermati sekaitan dengan itu ialah kurikulum
yang belum mendukung kearah kompetensi itu. Khususnya di Fakultas
Farmasi USU kurikulum yang digunakan sekarang bersifat polivalen, jadi
masih jauh untuk memenuhi kompetensi itu.

Sehubungan dengan itu, perubahan kurikulum yang berbasis kompetensi
Farmasi Klinik dan Komunitas harus segera dilakukan. Tentu saja,
merubah sebagian besar kurikulum yang ada sekarang ini akan
mengalami banyak kendala, karena distribusi kompetensi dosen lebih
banyak terkonsentrasi pada disiplin ilmu yang tak begitu relevan dengan
disiplin ilmu yang berkaitan dengan displin Ilmu Farmasi Klinik dan
Komunitas. Meskipun itulah kondisi nyata yang dihadapi sekarang,
sebenarnya tuntutan pasar harus didahulukan dan harus menjadi landasan
dalam mengkonstruksi (menyusun) kurikulum ke depan. Terlepas dari hal
tersebut, untuk dapat memenuhi kompetensi itu, dengan tetap


36
                                           Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


memberlakukan kurikulum yang berbasis kompetensi yang ada sekarang
sesuai dengan arahan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia
(APTFI), Fakultas Farmasi USU merasa perlu mengkonstruksi
(menyusun) kurikulum tersendiri khusus untuk bidang minat Farmasi
Klinik dan Komunitas yang tidak hanya diharapkan bisa memenuhi pasar
nasional tetapi juga regional. Artinya, di samping program yang ada
sekarang, Fakultas Farmasi USU pada jenjang S-1 akan mengasuh dua
kompetensi yaitu polivalen seperti sekarang ini, juga kompetensi Farmasi
Klinik dan Komunitas yang lebih spesifik tempat kerjanya.

Seperti yang diuraikan di atas, kendala kekurangan dosen dapat dilakukan
melalui kerjasama dengan universitas yang ada di Malaysia dan praktisi
yang ada di rumah sakit di Medan, Banda Aceh, Jakarta, Bandung,
Yogyakarta, Surabaya; selain mengirim dosen muda untuk melanjutkan
pendidikan dan mengambil bidang Farmasi Klinik di Malaysia, yaitu di
Pusat Pengajian Sains Farmasi Universiti Sains Malaysia. Di samping itu,
untuk memberi pengalaman kerja yang nyata di rumah sakit dan di apotek
(kedai farmasi) akan dilakukan kerjasama dengan pemerintah Malaysia
dan beberapa universitas yang ada di Malaysia agar mahasiswa yang
berasal dari Malaysia dapat mengikuti kerja praktek di Malaysia,
demikian juga untuk industri farmasi jika diperlukan.


3.2.2. Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan
       Komunitas

Ada pun tujuan bidang minat ini ditawarkan adalah untuk:
1. Mempersiapkan dan menyediakan sumber daya manusia (SDM) di
   bidang Farmasi Klinik dan Komunitas baik untuk keperluan nasional
   maupun regional.
2. Menyahuti keperluan pasar kerja di bidang pelayan obat dan
   pengobatan.
3. Mengupayakan sumber dana untuk melengkapi sarana dan prasarana
   belajar mengajar.
4. Mendiversifikasi program yang ada di Fakultas Farmasi.


3.2.3. Sumber Mahasiswa
Mahasiswa pada konsentasi ini diharapakan berasal dari Malaysia dan
Indonesia.




                                                                           37
Bab 3: Kurikulum


3.2.4. Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP)

SPP Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah sebesar Rp.
40.000.000,- (empat puluh juta rupiah)/tahun untuk warga negara asing,
sudah termasuk uang praktikum. Di samping itu, mahasiswa dikenakan
dana kelengkapan akademik yang besarnya ditetapkan oleh universitas.


3.2.5. Bahasa Pengantar

Bahasa pengantar: bahasa Indonesia. Beberapa dosen menggunakan
bahasa Inggris dalam kuliahnya.


3.2.6. Gelar

Gelar yang diberikan kepada mahasiswa farmasi yang telah menamatkan
pendidikan jenjang S-1 bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas
adalah Sarjana Farmasi (S.Farm.). Setelah memperoleh gelar Sarjana
Farmasi seorang calon dapat mengikuti kuliah di Program Pendidikan
Profesi Apoteker.


3.2.7. Daya Tampung

Daya tampung untuk warga negara asing dan warga negara Indonesia
masing-masing sebanyak 50 orang.


3.2.8. Jam Belajar

Kuliah dimulai pukul 08.00-13.30 WIB. Praktkum pagi hari dimulai
pukul 08.00-11.00 WIB, sore hari mulai pukul 14.00-17.00 WIB.


3.2.9. Kurikulum dan Silabus

Bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas dirancang untuk strata satu
(S-1) dengan masa studi selama 8 semester (4 tahun). Setelah
menyelesaikan Sarjana Farmasi (S.Farm.), dapat melanjutkan ke Program



38
                                          Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


Pendidikan Profesi Apoteker untuk memperoleh gelar Apoteker (Apt.),
dengan lama pendidikan selama 2 semester.

Upaya mewujudkan visi dan misi seperti yang disebutkan di atas, perlu
disusun suatu kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di
bidang Farmasi Klinik dan Komunitas, yang diharapkan dapat
menghasilkan lulusan dengan kemampuan lebih di bidang pelayanan
kefarmasian. Pelayanan kefarmasian dimaksud meliputi semua aktifitas
apoteker yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah-masalah terapi
terkait obat dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien, dengan
cara mengoptimalkan ketersediaan dan penggunaan obat secara lebih
rasional, efektif, aman, dan terjangkau

Penyusunan kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di
Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas berpedoman kepada Surat
Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia nomor
040/APTFI/MA/2003 tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis,
Kurikulum Inti, dan Kisi-kisi Materi Kuliah, dan Praktikum Kurikulum
Inti Program Sarjana Farmasi, serta merujuk kepada Keputusan Menteri
Pendidikan Nasional RI nomor 232/U/2000 tentang Pedoman
Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar
Mahasiswa, dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor
045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. Dengan
memasukkan pengetahuan kemampuan akademik sebagai elemen-elemen
kompetensi profesi ke dalam kurikulum, diharapkan dapat mengantarkan
peserta didik untuk mencapai kompetensi utama, kompetensi pendukung
dan kompetensi lainnya.

Kurikulum dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas
terdiri dari 145 SKS terbagi atas kurikulum inti sebanyak 60 SKS (41%)
dan kurikulum institusional sebanyak 85 SKS (59%) serta
dikelompokkan dalam Kelompok Mata kuliah Pengembangan
Kepribadian (MPK) sebanyak 6 SKS, Mata kuliah Keilmuan dan
Keterampilan (MKK) sebanyak 16 SKS, Mata kuliah Keahlian Berkarya
(MKB) sebanyak 121 SKS, Mata kuliah Perilaku Berkarya (MPB)
sebanyak 1 SKS, dan Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)
sebanyak 1 SKS.




                                                                          39
Bab 3: Kurikulum


3.2.10. Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik
        dan Komunitas

SEMESTER I
 NO.        KODE MK          MATA KULIAH           KELOMPOK    SKS
  01      CKA 161         Agama                       MPK       2
  02      CKA 163         Bahasa Indonesia            MPK       2
  03      CKB 111         Biokimia                    MKK       2
                          Kimia Farmasi
  04      CKC 113/CLC 113                            MKB       3/1
                          Kualitatif
  05      CKB 141/CLB 141 Fisiologi Manusia          MKK       3/1
  06      CKB 121         Biologi Sel                MKK        2
  07      CKC 121/CLC 131 Farmasetika                MKB       3/1
                                                      Jumlah   20

SEMESTER II
 NO.         KODE MK          MATA KULIAH          KELOMPOK    SKS
  01      CKD 161           Etika                     MPB        1
  02      CKA 162           Kewarganegaraan           MPK        2
  03      CKB 110           Kimia Organik             MKK        3
  04      CKC 130/CLC 130   Farmasi Fisik             MKB       2/1
  05      CKC 140/CLC 140   Farmakologi Dasar         MKB       3/1
                            Peraturan Perundang-
  06      CKE 150                                    MBB        1
                            undangan
  07      CKC 142           Farmakokinetika          MKB         2
  08      CKC 144           Patofisiologi I          MKB         3
                                                      Jumlah    19

SEMESTER III
 NO.       KODE MK         MATA KULIAH             KELOMPOK    SKS
  01     CKB 221/CLB 221 Mikrobiologi Farmasi         MKK       2/1
                         Kimia Farmasi
  02     CKC 211/CLC 211                             MKB       3/1
                         Kuantitatif
  03     CKC 213         Nutraceutical                          2
                         Farmasi Klinis &
  04     CKC 241         Terapi Penyakit             MKB        3
                         Sistem Saraf Tepi
  05     CKC 243         Patofisiologi II            MKB        3
  06     CKC 231/FLC 231 Biofarmasi                  MKB       2/1
  07     CKC 223         Farmakognosi                MKB        2
                                                      Jumlah   20




40
                                                Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


SEMESTER IV
NO.    KODE MK          MATA KULIAH                    KELOMPOK             SKS
        CKC 250/
 01                     Farmasi Komunitas                                    2/1
        FLC 250
                        Farmasi Klinis & Terapi
 02    CKC 240                                               MKB              3
                        Penyakit SSP
                        Teknologi Formulasi Sediaan
 03    CCKC 230                                              MKB             2/1
                        Solida (Tablet)
 04    CKC 210          Kimia Medisinal                      MKB              3
                        Farmakokinetika Klinik &
 05    CKC 242                                               MKB             2/1
                        TDM
 06    CKC 252          Pemasaran Dalam Farmasi                               2
 07    CKC 254          Farmakoekonomi                                        2
 08                     Mata Kuliah Pilihan*                                  2
                                                                Jumlah        21
*Mata Kuliah Pilihan:
       1. Narkoba Dan Masyarakat (CPC 244)
       2. Farmasi Kesehatan Masyarakat (CPC 246)
       3. Kimia Bahan Makanan (CPC 212)

SEMESTER V
 NO.   KODE MK                 MATA KULIAH              KELOMPOK             SKS
                        Farmasi Klinis & Terapi
 01    CKC 341                                               MKB               3
                        Penyakit Infeksi Dan Kanker
 02    CKC 343          Interaksi Obat                       MKK               3
       CKC 331/         Teknologi Formulasi Sediaan
 03                                                                           2/1
       CLC331           Steril
       CKC 351/
 04                     Farmasi Rumah Sakit                  MKB              3/2
       CLC351
 05    CKC 345          Farmakoepidemiologi                                   2
 06    CKB 361          Metodologi Penelitian                MKK              2
 07                     Mata Kuliah Pilihan*                                  2
                                                                 Jumlah       20
*Mata Kuliah Pilihan:
        1. Toksikologi Forensik (CPC 347)
        2. Penyampaian Obat Terkontrol (CPC 331)
        3. Good Laboratory Practice (CPC 311)




                                                                                   41
Bab 3: Kurikulum


SEMESTER VI
  NO.      KODE MK         MATA KULIAH              KELOMPOK     SKS
                      Farmasi Klinis & Terapi
   01     CKC 340     Penyakit Sistem Pernafasan,     MKB          3
                      Ginjal dan Darah
                      Farmasi Klinis & Terapi
   02     CKC 342                                     MKB          2
                      Penyakit Saluran Pencernaan
          CKC 350/    Asuhan Kefarmasian
   03                                                 MKB         3/1
          CLC350      (Pharmaceutical care)
   04     CKC 352     Psikologi Komunikasi                         2
          CKC 354/
   05                 Komunikasi & Konseling          MKB         2/1
          CLC354
          CKC 344/
   06                 Patologi Klinik                 MKK         2/1
          CLC344
                      Mata Kuliah Pilihan*                        2
                                                        Jumlah    19
 *Mata Kuliah Pilihan:
        1. Farmasi Geriatrik (CPC 354)
        2. Imunologi (CPC 346)
        3. Farmasi Veteriner (CPC 331)

SEMESTER VII
  NO. KODE MK               MATA KULIAH             KELOMPOK     SKS
                     Farmasi Klinis & Terapi
     01   CKC 441    Penyakit Sistem                  MKB         3
                     Kardiovaskuler
                     Farmasi Klinis & Terapi
     02   CKC 443    Penyakit Endokrin Dan            MKB         3
                     Metabolisme
     03   CKC 431    Compounding & Dispensing         MKB         2
     04   CKC 433    Kosmetologi                      MKB         2
     05   CKC 451    Manajemen Apotek                 MKB         2
                     Informasi Obat
     06   CKC 453                                     MKB         2
                     (Farmakoinformatik)
     07   CKC 461    Kapita Selekta                                1
     08   CKC 463    Statistika Farmasi               MKK         2/1
     09              Mata Kuliah Pilihan*                          2
     10   CKC 465    Studium Generale                              0
                                                       Jumlah    20
 *Mata Kuliah Pilihan:
        1. Bioteknologi Farmasi (CPC 421)
        2. Radio Farmasi (CPC 411)
        3. Monitoring Efek Samping Obat (CPC 455)



42
                                           Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


SEMESTER VIII
 NO.    KODE MK           MATA KULIAH              KELOMPOK             SKS
  01    CLC 460       Seminar                         MKB                1
  02    CLC 461       Skripsi                         MKB                5
                                                       Jumlah            6

3.2.11. Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas

3.2.11.1 Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas
FARMASI RUMAH SAKIT 3/2 SKS
Mata kuliah ini meliputi pembelajaran praktek farmasi rumah sakit
meliputi berbagai aspek, termasuk pengelolaan farmasi rumah sakit,
anggaran pendapatan dan belanja, serta pengawasan inventori, peranan
berbagai usaha farmasi rumah sakit, usaha pendispensan aseptik, farmasi
pesien rawat inap, farmasi pasien rawat jalan dan kaunseling, keperluan
farmasi pediatrik, radiofarmasi, jaminan mutu pekerjaan farmasi,
intervensi ahli farmasi serta aspek penelitian farmasi rumah sakit.

ASUHAN KEFARMASIAN SKS 3/2 SKS
Kemampuan farmasi dan ahli farmasi untuk memastikan bahwa
pekerjaan kefarmasian harus jelas kepada masyarakat dan pemerintah
sebagai pemodal jika yang bersangkutan ingin diterima dan dibiayai oleh
mereka; Hal ini hanya dapat dicapai jika ahli farmasi mempunyai waktu,
modal, motivasi, dan staf; Ahli farmasi harus memadukan pengetahuan
dengan kemahiran ekonomi dan manajemen, bertanggung jawab secara
profesional dan beretika; Ahli farmasi harus mampu mengimbangi dua
dimensi yaitu: pengelolaan dan profesionalisme; Mata kuliah pokok ini
bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang
berkaitan dengan konsep dan prinsip pengelolaan dalam konteks ekonomi
dan profesi farmasi; Mata kuliah ini akan meliputi kuliah-kuliah, studi
literatur, studi kasus dan diskusi.

Mata kuliah ini juga memberikan kefahaman tentang teori dan konsep
penjagaan farmasi pada masyarakat dalam kontek penjagaan primer
khususnya berbagai masalah terapi terkait obat; Fokus mata kuliah ini
adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemahiran tentang
penggunaan obat tanpa atau dengan resep dokter untuk meredakan
masalah-masalah kesehatan ringan; Fokus mata kuliah yang diberikan
meliputi aspek-aspek yang berkaitan dengan analisis simptom penyakit,
penilaian sejarah penyakit dan pengobatan, mengenalpasti dan menyusun/



                                                                           43
Bab 3: Kurikulum


mengurut masalah penyakit pasien, membuat strategi dan desain terapi,
pemantauan terapi pada penyakit pasien.

KOMUNIKASI & KONSELING 2/1 SKS
pembelajaran di bidang ini akan memberikan pemahaman tentang teori,
konsep dan teknik-teknik komunikasi interpersonal dan interprofesional
di antara pasien, ahli farmasi dan tenaga profesi kesehatan lainnya; Fokus
pembelajaran ini di arahkan untuk meningkatkan kemahiran dan teknik-
teknik komunikasi yang berkaitan dalam aspek konseling obat,
penyampaian informasi obat, pemantauan terapi obat, serta promosi
kegiatan pelayanan kefarmasian; Mata kuliah ini juga akan memberi
pengenalan awal secara klinis; Kerja praktek di lapangan akan membantu
mahasiswa memantapkan prinsip kaunseling, pemilihan obat yang benar
serta kemampuan berkomunikasi lebih sempurna; Konsep dasar klinik ini
dapat memperkuat pembelajaran teori yang diperoleh dari literatur dasar
lain untuk menghasilkan pemilihan terapi yang rasional; Dalam mata
kulah ini, termasuk konsep kontrol farmaseutik, proses penggunaan dan
dispensing obat, pelabelan dan penjelasan auksilari, pendekatan telaah
preskripsi, perombakan pengobatan, ulasan projek, pengobatan pasien,
kaunseling dan komplians drug, serta pengenalan praktek terapeutik.

INFORMASI OBAT 2 SKS
Pembelajaran ini akan menjelaskan kepada mahasiswa tentang peran dan
pengetahuan tentang pengawasan farmaseutik, menilai sumber dan
kepentingan serta keabsahannya, mempertimbangkan keperluan dan
manfaat teknologi dalam mengelolah dan memperoleh pengetahuan
farmaseutik; Pengetahuan mengenai multimedia tentang informasi obat
melalui jaringan internet akan dipaparkan; Untuk memberikan kemahiran
mencari dan menilai pengetahuannya, kepada mahasiswa akan dijelaskan
kegunaan pangkalan data berbasis komputer yang terdapat di
perpustakaan selain dari yang terdapat di internet.

ETIKA FARMASI 1 SKS
Pendahuluan: a. Profesi, Profesional, Profesionalisme, b. Karakteristik
Profesi; Etika: a. Etika Umum, b. Sumpah/Janji, c. Kode Etik; Profesi
Farmasis/Apoteker: a. Peran, b. Area kompetensi, c. Tujuh Bintang
Farmasis/Apoteker; Organisasi Profesi: a. Visi dan Misi, b. Tujuan, c.
Struktur Organisasi; Pembinaan Profesi: a. Sistem Legeslasi, b.
Pendidikan Profesi Berkelanjutan; Standar: a. Standar Profesi, b. Standar
Kompetensi, c. Standar Pelayanan, d. Standar Pendidikan.



44
                                           Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN 1 SKS
Mempelajari berbagai peraturan perundangan berkaitan dengan
bidang/profesi kesehatan dan farmasi: Undang-undang No.8/1961 tentang
Wajib Kerja Sarjana Undang-undang No.23/1992 tentang Kesehatan;;
Undang-undang No.5/1997, tentang Psikotropika; Undang-undang
No.22/1997, tentang Narkotika; PP No.20/1962, tentang Lafal
Sumpah/Janji Apoteker; PP No.25/1980 tentang Perubahan atas PP
No.26/1965 tentang Apotik; PP No.41 tahun 1990 tentang Masa Bakti
dan Izin Kerja Apoteker; PP No.72/1998 tentang Pengamanan Sediaan
Farmasi dan Alat Kesehatan; Permenkes No.922/.Menkes/Per/X/1993
tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik; Permenkes
No.149/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa
Bakti dan Izin Kerja Apoteker; Permenkes No.184/Menkes/Per/II/1995
tahun 1995 tentang Penyempurnaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker;
Permenkes No.149/Menkes/Per/II/1998 tentang Perubahan atas Peraturan
Menteri Kesehatan No.184/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan
Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker; Kepmenkes
No.1332/Menkes/SK/X/2002 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri
Kesehatan RI No.922/Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata
Cara Pemberian Izin Apotik; Kepmenkes No.131/Menkes/SK/II/2004
tentang Sistem Kesehatan Nasional; Kepmenkes No.1027/Menkes/
SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotik;
Kepmenkes No.1197/Menkes/SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan
Farmasi di Rumah Sakit; Perda Kota Medan No.15/2002 tentang
Retribusi Pelayanan dan Perizinan di Bidang Kesehatan.

FARMASI GERIATRIK 2 SKS
Aspek pengawasan obat pada pada pasien geriatrik akan diberikan
penekanan khusus tentang: aspek penuaan dan efek obat yang digunakan,
perubahan farmakokinetik dan farmakodinamik, polifarmasi dan
penggunaan obat, penilaian resiko penggunaan obat tertentu, efek
penggunaan obat terhadap sistem saraf pusat, kardiovaskular, sistem otot
dan tulang, sistem gastrousus, dan sistem urinari; Penilaian obat pada
pasien geriatrik juga membahas penggunaan antibiotik, antikanker dan
aspek kesehatan pria dan wanita.

FARMASI KESEHATAN MASYARAKAT 2 SKS
Profesi dan praktek farmasi secara langsung berkaitan dengan klinis
sedangkan tak langsung berkaitan dengan dasar dan perundang-undangan
terhadap kesehatan dan kesejahteraan penderita dan masyarakat; Untuk
menjamin tercapainya kedua aspek ini (yakni kesehatan dan


                                                                           45
Bab 3: Kurikulum


kesejahteraan), bidang-bidang kesehatan fisik, biologi (biomedik) dan
ilmu sosial serta perilaku harus ditekankan; Pemahaman mengenai
perilaku dan tanggung jawab penderita serta profesi kesehatan dan
sumbangan serta fungsi mereka terhadap sistem pengawasan kesehatan
adalah penting; Pembelajaran di bidang ini akan menguraikan prinsip
sosiologi, perilaku pengobatan dan pentingnya pengawasan kesehatan
dan praktek farmasi; Pembelajaran ini meliputi ceramah, studi literatur,
studi kasus dan diskusi.

MANAJEMEN APOTEK 2 SKS
Pengetahuan komprehensif tentang praktek pelayanan farmasi di apotik,
meliputi: Teori dasar manajemen, fungsi-fungsi manajemen, manajemen
apotik, keuangan, pemasaran, penjualan dan distribusi, inventori, SDM,
studi kelayakan apotik, organisasi apotik, pengadaan, manajemen
pelayanan dan informasi obat, pengendalian operasi apotik, analisis
keuangan dan strategi pengembangan

NARKOBA DAN MASYARAKAT 2 SKS
Mata kuliah ini memperkenalkan beberapa hal-hal penting berkaitan
dengan penyalahgunaan narkotika dan bahan berbahaya; Kuliah ini
meninjau beberapa jenis narkoba yang sering disalahgunakan dan
menyebabkan ketagihan selain akan menyebabkan varasi penggunaan
sejalan dengan perkembangan teknologi, struktur sosial dan modernisasi;
Mata kuliah ini juga akan memperkenalkan ketergantungan penggunaan
narkoba, keluasan dan potensi penggunaan narkoba secara kronik; ini
termasuk berbagai narkoba seperti nikotin dan kafein dan contoh yang
lebih tinggi lagi adalah heroin dan kokain; Suatu pembahasan tentang
berbagai pendekatan perawatan dan penyembuhan adiksi narkoba akan
diulas dan suatu analisis terperinci pendekatan Pusat Rehabilitasi masa
kini juga akan ditekankan.

PEMASARAN FARMASI 2 SKS
Mata kuliah ini dirancang khusus untuk mahasiswa farmasi yang
membutuhkan pengetahuan dan pemahaman yang tepat, jelas, dan
komprehensif mengenai masalah, praktek dan aplikasi aspek pemasaran
dalam profesi farmasi; Konsep dasar, prinsip dan contoh yang digunakan
secara khusus berkaitan dengan aspek kesehatan dan farmasi, yang
meliputi praktek farmasi industri dan komunitas; Diharapkan mahasiswa
dapat mengkaitkan konsep dan prinsip pemasaran produk dalam praktek
farmasi setelah mereka kerja dikemudian hari; Pelajaran ini akan meliputi
tatap muka dikelas, studi literatur, studi kasus, dan diskusi.


46
                                             Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


3.2.11.2. Bidang Farmakologi
FISIOLOGI MANUSIA 3/1 SKS
Memperkenalkan konsep dan prinsip umum dasar fungsi semua sistem
tubuh; Meninjau aspek penting fisiologi sel seperti lingkungan internal,
pertukaran pasif air dan bahan terlarut, transportasi aktif melewati
membran plasma, mengatur volume sel, homeostatis, teori sistem kontrol
dan komunikasi antar sel; Meninjau struktur mikroskopik berbagai
jaringan untuk mengembangkan pemahaman hubungan antara struktur
dan fungsi dalam tubuh manusia.

PATOFISIOLOGI 6 SKS
Mata ajar ini akan memaparkan patofisiologi berbagai kasus, proses
diagnosis, tanda-tanda dan simptom, interpretasi hasil uji laboratorium
dan rawatan penyakit seperti, penyakit ginjal, paru, jantung dan vaskular,
endokrinologi dan metabolik, shock, neurologi, gastroenterologi dan
hematologi; Kepada Mahasiswa juga akan disampaikan cara-cara
memilih intervensi farmakologi dan non farmakologi; Juga akan
diberikan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan obat, cara
pemberian dan pemantauan obat.

Mata ajar ini juga akan memberi pengetahuan dan uraian praktis tentang
penggunaan pengetahuan dasar ilmu farmasetik, terapeutik, dan klinik
untuk menilai dan asuhan penderita pada kasus penyakit menular,
jaringan penghubung (jaringan konektif), gangguan mental, penyakit kulit
dan masalah obstetrik dan ginekologi; Pembelajaran yang diberikan
adalah berbasis masalah (problem based learning) dengan menggunakan
kasus-kasus meningitis dan imunokompromi; Penularan penyakit saluran
pernafasan, peritonitis, tuberkulosis, malaria, endokarditis, HIV, dan
penularan penyakit melalui kontak seksual; Kasus-kasus mental termasuk
psikosis dan gangguan afektif, penyakit jaringan konektif termasuk
osteomielitis dan artritis, dan masalah obstetrik dan ginekologi seperti
preeklamsia, eklamsia, infertilitas dan kontraseptif.

FARMAKOLOGI DASAR 3/1 SKS
Pada pembelajaran ini mahasiswa akan mendapatkan pengenalan tentang
prinsip-prinsip dasar farmakologi, termasuk teori aksi obat, ikatan
molekul obat dengan reseptor, farmakodinamik dan farmakokinetik
(serapan, distribusi, metabolisme, dan eksresi) obat, interaksi obat, serta
perbedaan individu yang mungkin mempengaruhi efek obat;
Pembelajaran ini juga memperkenalkan secara ringkas tentang sistem



                                                                             47
Bab 3: Kurikulum


imun manusia dan patofisiologi penyakit yang berkaitan dengan sistem
imun serta terapi obat yang relevan.

FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SYARAF
TEPI 3 SKS
Mata ajar ini akan merangkumi ciri-ciri, struktur dan fungsi neuron,
ganglion, sinaps, pertemuan neuro-efektor sistem saraf otonomik dan
kawasan refleks somatik; Konsep, definisi, proses dan mekanisme
potensial membran, perambatan sistem saraf otonomik dan somatik,
aktivasi reseptor dan respons yang dihasilkan; Struktur, organisasi dan
pengaturan sistem saraf adrenergik, kolinergik dan somatik, mekanisme
neuro-efektor serta interaksi dan integrasi sistem saraf tersebut;
Memperkenalkan mekanisme penyakit (patofisiologi) yang berhubungan
dengan sistem saraf kolinergik (misalnya: miastenia gravis, neuropati
periferi dan diarea) dan sistem saraf adrenergik (misalnya: hipertensi,
hipotensi, feokromositoma dan asma); Dalam mata kuliah ini juga akan
diperkenalkan obat-obat yang berhubungan dengan sistem saraf otonomik
dari segi mekanisme kerja, metabolisme, efek samping, hubungan
aktivitas struktur obat dan kegunaan klinik.

FARMASI        KLINIS       &    TERAPI        PENYAKIT       SISTEM
PERNAFASAN, GINJAL, DAN DARAH 3 SKS
Pada pembelajaran ini mahasiswa akan diberikan fisiologi sistem
pernafasan, ginjal dan darah; Begitu juga akan diperkenalkan mekanisme
patofisiologi ketiga sistem tersebut dan aspek farmakologi dan kimia
obat-obat yang digunakan dalam penyembuhan penyakit tersebut,
termasuk rasional pengunaannya, dan hubungan struktur aktivitas obat-
obat yang digunakan serta pembahasan terperinci tentang kegunaan dan
efek sampingnya.

FARMAKOKINETIKA KLINIS & TDM 2/1 SKS
Mata ajar ini akan membahas farmakokinetik klinis dan penggunaannya
dalam terapi dan pemantauan obat dalam pengobatan (Therapeutic Drug
Monitoring = TDM); Karakteristik farmakokinetik klinis, interpretasi
konsentrasi obat dalam plasma untuk kelompok obat-obat berikut:
aminoglikosida, vankomisin, kloramfenikol, siklosporin, digoksin,
salisilat, teofilin dan metotreksat akan dibahas mendalam;
Farmakokinetik kegagalan ginjal dan hati serta dialisis juga dibahas
dalam pembelajaran ini untuk membantu memahami terapi gagal ginjal
dan hati.



48
                                           Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


FARMAKO EKONOMIK 2 SKS
Mata ajar ini memberi gambaran menyeluruh tentang peran penilaian
ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan dengan berlandaskan kepada
hal-hal yang berkaitan dengan farmasi dan kesehatan; Pada pokok
bahasan ini juga membahas tentang pentingnya penilaian ekonomi dalam
penatalaksanaan kesehatan, pengelolaan farmasi, jenis metode penilaian
ekonomi kesehatan dan penilaian serta pengukuran hasil akhir kesehatan;
Pada pembelajaran ini akan merangkumi tatap muka, studi literatur
(belajar mandiri), studi kasus dan diskusi.

FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT ENDOKRIN DAN
METABOLISME 3 SKS
Mata ajar ini akan membahas hubungan antara sistem endokrin dan
sistem saraf dalam pemantapan homeostasis; Dari aspek anatomi dan
fisiologi sistem endokrin mata kuliah akan menekankan secara khusus
pada fungsi fisiologi setiap kelenjar endokrin; Etiologi, patifisiologi,
manifestasi klinis, tanda dan gejala umum penyakit endokrin juga akan
dibahas; Aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan dalam
pengobatan penyakit tersebut, dan rasional penggunaannya, mekanisme
kerja, efek samping dan hubungan struktur-aktivitas, juga akan dibahas.

FARMASI         KLINIS      &    TERAPI       PENYAKIT        SISTEM
KARDIOVASKULER 3 SKS
Pembelajaran pada mata kuliah ini akan di awali dengan penjelasan
struktur dan fungsi sistem kardiovaskular, serta bunyi dan
elektrokardiogram jantung, dan regulasi atau yang mengontrol tekanan
darah; Patofisiologi dan tanda-tanda klinikal gangguan sistem
kardiovaskular seperti hipertensi, angina pektoris, gagal jantung
kongestif, aritmia jantung dan hiperlipidemia; Juga akan dibahas aspek
farmakologi dan kimia obat yang digunakan untuk gangguan
kardiovaskular termasuk indikasi terapi, mekanisme kerja, efek samping,
pemilihan dan rasionalitas penggunaan obat dan hubungan struktur-
aktivitasnya.

FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SUSUNAN SYARAF
PUSAT 3 SKS
Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi, farmakologi dan aspek
klinis sistem saraf pusat; Secara fisiologi akan diperkenalkan struktur
organisasi serta beberapa aspek fungsi sistem saraf pusat serta yang
mengontrolnya dan juga gangguan-gangguan neurologi yang
berhubungan dengan sistem tersebut termasuk epilepsi, depresi, mania,


                                                                           49
Bab 3: Kurikulum


parkinson dan skizofrenia; Farmakologi sistem saraf pusat meliputi obat-
obat yang mempengaruhi sistem ini serta mekanisme kerjanya juga akan
dibahas; Aspek farmakokimia obat-obat yang terlibat juga akan
diperkenalkan serta pendekatan terapi yang digunakan untuk
penyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan sistem tersebut.

FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SALURAN
PENCERNAAN 2 SKS
Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi dan patofisiologi sistem
lambung untuk bisa memahami gangguan klinis yang timbul dan organ-
organ yang berhubungan dengannya; Penyakit seperti peptik ulser, sirosis
hati dan kolelitiasis akan dibahas dan manifestasinya; Rasional terapi
obat juga akan ditekankan melalui pemaparan hubungan struktur-aktivitas
obat-obat yang digunakan serta pembahasan detail tentang kegunaan dan
efek sampingnya.

FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT INFEKSI DAN
KANKER 3 SKS
Mata ajar ini memberi pemahaman kepada mahasiswa tentang penyakit
kanker secara mendalam meliputi jenis-jenis kanker, etiologi,
patofisiologi dan morbiditas akibat penyakit ini; Aspek farmakologi,
kimia dan mekanisme kerjanya, farmakokinetik, efek samping serta
hubungan struktur-aktivitas terhadap obat sitotoksik utama seperti:
alkelating agent, antibiotika, antitumor, antimetabolit, alkaloid tumbuhan
dan imunoterapi juga akan dibahas; Aspek klinis akan menekankan
peranan ahli farmasi onkologi dalam penatalaksanaan penyakit kanker,
seperti penyediaan dan pengendalian obat sitotoksik, penanganan
kemoterapi, pemantauan efek samping dan terapi pendukung.

FARMAKOEPIDEMIOLOGI 2 SKS
Mata ajar ini akan membahas berbagai aspek farmakoepidemiolgi yang
berperan penting dalam terapi, pengobatan dan kesehatan masyarakat;
Pokok bahasan yang dibicarakan adalah defenisi, rasional serta signifikasi
farmakoepidemiologi, beberapa perspektif farmakoepidemiologi, proses
dan tahapan obat sampai memasuki pasar, cara-cara uji
farmakoepidemiologi dan statistik, uji kwalitas kehidupan serta aplikasi
uji farmakoepidemiologi dan dampaknya pada kefarmasian.

TOKSIKOLOGI FORENSIK 2 SKS
Mata ajar ini membahas tentang bidang-bidang toksikologi, kerja toksik,
faktor penentu resiko dalam lingkungan zat berbahaya, interaksi zat


50
                                             Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


dalam toksikologi, indikasi eksposisi yang berbahaya serta tindakan
umum pada keracunan.

INTERAKSI OBAT 3 SKS
Bertujuan agar mahasiswa memahami mekanisme interaksi berbagai
obat, mampu memanfaatkan interaksi obat yang menguntungkan,
mengurangi interaksi obat yang merugikan, sehingga dapat memberikan
informasi kepada dokter maupun konseling kepada pasien; Perspektif
interaksi obat: definisi, ranah interaksi obat (interaksi obat-obat, obat-
makanan, obat reaksi laboratorium); Arti penting interaksi secara klinik;
Obat-obat yang berefek toksik karena interaksi, pasien beresiko, jenis dan
mekanisme interaksi obat; Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh
makanan terhadap disolusi, disintegrasi, absospsi, distribusi, eliminasi
obat, pengaruh adsorpsi dan motilitas terhadap obat; Interaksi obat
sewaktu transpor dalam darah: pengaruh ikatan protein-obat pada volume
distribusi dan klirens, signifikansi klinik, drug displacement; Interaksi
obat yang berhubungan dengan metabolisme obat yang dapat
mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contoh-
contohnya, signifikansi klinik (induksi dan inhibisi); Interaksi obat pada
ginjal, ekskresi obat dalam renal, mekanisme interaksi, perubahan pH
urin, perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus, perubahan aliran darah
renal, interaksi obat dengan diuretika; interaksi obat dengan herba/food
suplement; Interaksi farmakodinamik: antagonistik aditif dan sinergistik,
perubahan mekanisme transport obat, perubahan kesetimbangan cairan
dan elektrolit, interaksi tidak langsung, sindrom serotonin

PATOLOGI KLINIK 2/1 SKS
Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang
terjadi dalam tubuh, baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami
gangguan, serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh. Kepada
mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk
menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat
yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus, hipertiroid,
hiperlipidemia), penyakit ginjal (GGA, GGK, GNC, sindroma nefrotik),
penyakit tropik (demam tifoid, GEA, DHF), penyakit hati (hepatitis,
sirosis hati, hepatoma), penyakit hematologi (anemia, leukemia, limfoma
maligna), penyakit sendi (gout, artritis rematoid, osteoartritis), penyakit
alergi imunologi (SLE). Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan
spesimen, metode pengukuran, nilai rujukan serta interpretasi hasil.




                                                                             51
Bab 3: Kurikulum


3.2.11.3. Bidang Farmasetika
FARMASETIKA 3/1 SKS
Resep, singkatan latin, undang-undang dan perhitungan farmaseutika;
Sediaan larutan obat dalam: eleksir, linktus, obat tetes pediatrik, draught,
obat kumur dan cuci mulut; Sediaan larutan obat luar dan larutan khusus:
douche, enema, linimen, kolodion, obat tetes telinga dan hidung; Sediaan
koloid dan emulsi; Sediaan serbuk dan kapsul: serbuk kasar, terbungkus,
Eferfescent, kapsul gelatin keras, lunak, enterik; Sediaan supositoria:
dasar supositoria, nilai sesaran, cara penyediaan, penyerapan melalui
rektum; Sediaan semi-padat: dasar salap dan krim, pasta, jeli, poultis,
cara penyediaan semi-padat, pengemasan; Zat perasa (corigen saporis)
dan pewarna; Obat-obat yang tidak tercampurkan secara fisika, kimia dan
terapeutik; Sediaan anti serum: serum-serum antitoksin, antibakteria,
antivirus; Sediaan darah manusia dan pengenalan bioteknologi. Sediaan
injeksi (suntikan): pemberian, bentuk dosis, formulasi, stabilitas,
pengemasan dan pelabelan; Sediaan obat mata: bentuk dosis, formulasi,
stabilitas, perhitungan tonisitas pengemasan dan pelabelan; Prinsip-
prinsip pengawetan: kontaminasi (dampak pencemaran), fungsi
pengawet, prinsip pengawetan, pemilihan pengawet; Prinsip sterilisasi,
kriteria steril, cara sterilisasi; Teknik aseptik dan ruangan aseptis: sumber
pencemaran, rancangan ruang aseptik, kabinet aliran laminar; Sutur dan
ligatur: bahan, jenis, cara sterilisasi; Uji sterilitas: pengambilan sampel,
medium kultur, cara pengujian; Uji pirogen: efek fisiologi, sifat
fisikokimia, efek obat, penentuan; Uji partikel asing: bahaya partikel
asing, sumber kontaminasi, pemeriksaan, cara menghitung mikroba, uji
USP; Uji keutuhan kemasan: spesifikasi kebocoran, cara uji kebocoran.

Mata kuliah ini juga menjelaskan tentang perkembangan obat dari
laboratorium sampai masuk pasar dengan memberi penekanan kepada
proses penemuan obat (drug discovery); Memperkenalkan kepada
mahasiswa tentang teknik-teknik dalam merancang obat secara rasional
dengan lebih menekankan kepada cara pemodelan molekul dan ilmu
statistik; Teori-teori atom, mekanik kuantum, mekanik molekul, QSAR
dan bioinformatika juga akan diperkenalkan.

FARMASI FISIK 3/1 SKS
Memperkenalkan prinsip fisiko-kimia yang berperan dalam berbagai
aspek termasuk kelarutan, pelepasan dan penyerapan obat; Formulasi dan
perencanaan dosis obat, stabilitas fisika dan kimia obat serta interaksi
yang mungkin terjadi; Topik-topik meliputi ciri-ciri hablur, ikatan dan
daya antara molekul dan implikasi klinika; konsep keterlarutan, proses

52
                                              Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


pelarutan, keseimbangan fasa, gambar fasa dan koefisien pembagi.
ionisasi, larutan buffer, difusi, kompleksitasi, ciri-ciri koligatif, larutan
isotonik, hukum-hukum gas, jenis larutan, penyulingan sederhana dan
penyulingan bertingkat; Fenomena antar permukaan, energi bebas,
tegangan permukaan, dampak zat larutan, monolapisan terlarutkan,
monolapisan tak larut, tekanan permukaan, sudut kontak, penyebaran,
pembahasan dan zat aktif permukaan; Pelekatan molekul fisika dan kimia
gas dan zat larutan ke permukaan padat, isoterma pelekatan molekul.

Mata kuliah ini juga merangkumi topik-topik surfaktan, sistem suspensi,
emulsi dan polimer serta reologi dalam farmasi; Topik surfaktan meliputi
kegunaan surfaktan dalam sediaan obat dan formulasi farmaseutika;
Mahasiswa juga akan diberi penjelasan tentang prinsip dan ciri
fisikokimia suspensi, emulsi, koloid dan polimer serta ditekankan
kegunaan formulasi ini dalam farmasi; Di dalam topik reologi, penekanan
kepada sifat reologi, hukum-hukum yang berkaitan dengan reogram
untuk aliran Newton, bahan-bahan ’shear thinning dan shear thickening’
plastik Bingham dan Casson serta fenomena tiksotropi.

BIOFARMASI 2/1 SKS
Pengantar Biofarmasi dan farmakokinetik: a. Batasan dan kegunaan
Biofarmasi dalam farmasi; b. Perjalanan dan nasib obat dalam tubuh (dari
sejak pelepasan zat aktif dari sediaan sampai eliminasi oleh tubuh); Teori
umum pelepasan (liberation), pelarutan (disolution), dan difusi/absorpsi
(absorption), yang disingkat LDA; Membran Biologis dan Mekanisme
Absorpsi: a. Macam-macam konsep membran biologis; b. Macam-macam
mekanisme absorpsi; Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap
pelepasan, pelarutan dan absorpsi obat: a. Faktor sifat fisiko-kimia zat
aktif; b. Faktor formulasi dan teknologi; c. Faktor fisio-patologi;
Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral: a. Anatomi dan
fisiologi saluran cerna; b. Pembuluh darah yang melewati saluran cerna;
c. Komponen dan karakteristik cairan saluran cerna; d. Gerakan saluran
cerna dan waktu transit; e. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses
LDA obat pada pemberian secara oral; f. Evaluasi biofarmasetik sediaan
obat yang diberikan secara oral; Biofarmasi Sediaan yang Diberikan
Melalui Rektum: a. Anatomi dan fisiologi rektum; b. Pembuluh darah
yang melewati rektum; c. Komponen dan karakteristik cairan rektum; d.
Gerakan rektum dan waktu transit; e. Berbagai faktor yang
mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara rektal; f.
Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara rektal;
Biofarmasi Sediaan yang diberikan melalui kulit: a. Anatomi dan


                                                                              53
Bab 3: Kurikulum


fisiologi kulit; b. Pembuluh darah yang melewati kulit; c. Komponen dan
karakteristik tiap lapisan kulit; d. Berbagai faktor yang mempengaruhi
proses LDA obat pada pemberian secara perkutan; e. Evaluasi
biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara perkutan; Biofarmasi
Sediaan yang Diberikan Melalui Mata: a. Anatomi dan fisiologi mata; b.
Pembuluh darah yang melewati mata; c. Karakteristik tiap ‘lapisan’ mata;
d. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian
melalui mata; e. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan
melalui mata’ Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru: a.
Anatomi dan fisiologi saluran nafas; b. Pembuluh darah yang melewati
paru-paru; c. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada
pemberian melalaui paru-paru; d. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat
yang diberikan melalui paru-paru; Bifarmasi Sediaan yang Diberikan
Secara Parenteral: a. Anatomi dan fisiologi daerah penyuntikan; b.
Pembuluh darah yang melewati daerah penyuntikan; c. Berbagai faktor
yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara parenteral;
d. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara parenteral;
Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi: a. Metode uji
ketersediaan hayati; b. Disain percobaan; c. Pemilihan subyek uji dan
jenis sampel yang akan dikumpulkan; d. Protokol pelaksanaan uji
ketersediaan hayati; e. Perhitungan parameter ketersediaan hayati; f.
Penetapan bioekivalensi

COMPOUNDING DAN DISPENSING 2 SKS
Membahas tentang praktek farmasi, resep dokter; cara compounding obat
yang baik; perhitungan dalam compounding; compounding obat non-steril
dan steril; aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu
kefarmasian; pemrosesan resep secara profesional, dan studi kasus
compounding dan dispensing

KOSMETOLOGI 2 SKS
Pemilihan, kepentingan dan pengawasan bahan mentah; Struktur dan
fisiologi kulit; Sediaan perawatan kulit: pencuci, pembersih, penjaga,
pelindung matahari, penggelap kulit; Struktur dan fisiologi rambut;
Sediaan perawatan rambut: shampo, konditioner, bahan pengkeriting,
pelurus, pewarna dan hair spray; Kosmetik pewarna: muka, mata, bibir,
kuku; Sumber bau badan; Sediaan deodoran dan anti-perspiran; Sediaan
bayi; Sediaan gigi: pasta gigi, serbuk gigi, pencuci mulut, pembersih gigi,
adhesif gigi palsu; Pewangi: asal dan sejarah minyak wangi, jenis dan
klasifikasi minyak wangi; Jaminan mutu: bahan mentah, sediaan akhir,
bahan pembungkus, praktek laboratorium yang baik, praktek


54
                                             Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


produktivitas yang baik, perlindungan terhadap lingkungan; Aspek
penjagaan sediaan kosmetik.

FARMASI VETERINER 2 SKS
Sejarah perkembangan perawatan hewan dari dulu hingga ke peternakan
besar-besaran secara moderen; Hubungan penyakit hewan dengan
ekonomi dan kesehatan manusia; Pengetahuan epidemiologi dalam
pengawasan penyebaran penyakit; Formulasi dan sistem penghantaran
obat untuk peternakan secara besar-besaran; Penyakit yang biasa
menulari hewan ternak dan hewan peliharaan; Obat-obat yang selalu
digunakan dalam veterinar; Indikasi terapeutik, spektrum keaktifan dan
formulasi antibiotik dan antibakteria, antelmintik, pestisida, koksidiostat
dan antiprotozoa lain serta perangsang pertumbuhan dan hormon.

PENYAMPAIAN OBAT TERKONTROL 2 SKS
Sistem penyampaian obat peroral, keuntungan dan kerugiannya, metode
pembuatan melalui pendekatan sistem pemberian obat tipe kapsul, tipe
matriks, tipe sandwich; faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan
pelepasan obat, penggolongan bentuk sediaan dan pengaturan dosis obat,
serta evaluasi secara in vitro dan in vivo. Sistem penyampaian
transdermal, keuntungan dan kerugian, absorbsi perkutaneus, faktor-
faktor yang mempengaruhi penetrasi permiasi, metode untuk
meningkatkan permiasi, model hewan yang digunakan untuk penelitian.
Sistem penyamapaian obat terkontrol secara parenteral melalui
pendekatan depot terkontrol, depot tipe adsobsi, depot tipe enkapasulasi,
depot tipe esterifikasi, dan evaluasi secra in vivo. Sistem penyampaian
secara implantasi, keuntungan dan kerugian, mekanisme pelepasan obat
secra implantasi melalui pengontrolona difusi, membran permiasi,
matriks, disolusi reservoadran kimia. Klasifikasi polimer implant dan
pengujian secara in vitro.

3.2.11.4. Bidang Biologi Farmasi
BIOTEKNOLOGI FARMASI 2 SKS
Mata kuliah ini menguraikan berbagai topik bioteknologi, termasuk
teknologi DNA rekombinan dan aplikasinya dalam bidang farmasi, kultur
sel hewan, adanya transduksi dalam sel dan cara mutakhir, uji kepekaan
mikroba terhadap antimikroba; Kepada Mahasiswa juga dipaparkan cara-
cara menghasilkan produk komersial menggunakan proses bioteknologi
seperti hasil fermentasi; Mata ajar ini juga akan membahas jenis-jenis
produk bioteknologi yang digunakan dalam pengobatan dan farmasi serta
implikasi perundang-undangan dan etika.

                                                                             55
Bab 3: Kurikulum


MIKROBIOLOGI FARMASI 2/1 SKS
Pengenalan mikrobiologi pada mahasiswa, meliputi topik-topik struktur
bakteri yang menguraikan tentang ukuran dan bentuk bakteri, struktur sel
asing, struktur pergerakan, struktur pelekatan dan juga endospora, akan
dipaparkan dalam mata kuliah ini; Pembelajaran ini juga akan
memperkenalkan teknik-teknik dasar mikrobiologi seperti cara
pengamatan, pewarnaan, isolasi, kultur, pemeliharaan dan penyimpanan
kultur murni dan cara menghitung bakteri; Kepada mahasiswa juga akan
diperkenalkan topik-topik pertumbuhan, nutrisi dan metabolisme
mikroorganisme, genetika bakteri dan klasifikasi mikroorganisme;
Prinsip-prinsip penyakit, cara penularan penyakit dan hubungannya
dengan host - patogen juga diperkenalkan; Terakhir mahasiswa juga
diberi pengetahuan tentang jamur dan virus ditinjau dari aspek struktur,
klasifikasi dan kepentingan klinik.

FARMAKOGNOSI 2 SKS
Uraian WHO mengenai herba yang digunakan dalam pengobatan;
Regulatori dan kebijakan herba, klasifikasi obat yang berasal dari bahan
alam, taksonomi dan tatanama tumbuhan, sumber, bioteknologi kultur,
penanaman, pemanenan, penyimpanan, pemalsuan, karakteristik,
pengawasan mutu, pemiawaian, herbarium, arboretum, ekstraksi,
pengeringan, formulasi, farmaseutik, farmakokinetika, farmakodinamika
herba; Uji klinik, aktivitas penelitian dan pengembangan herba obat
tradisional.

Menjelaskan kepada Mahasiswa tentang herba luar negeri (mis, dari
Malaysia) dan lokal yang sering digunakan untuk berbagai penyakit di
Indonesia dan Malaysia serta memahami dasar-dasar ilmu pengetahuan
bagi penggunaan herba tersebut; Mata ajar ini juga akan membuat
mahasiswa menekuni mekanisme kerja dan efek samping serta toksisitas
yang berkaitan akibat penggunaan herba; Kepada mahasiswa juga
dijelaskan tentang kemungkinan interaksi herba-herba dengan obat-
obatan. Pengetahuan tentang penelitian yang dilakukan oleh peneliti lokal
terhadap herba-herba juga akan dilaporkan.

BIOLOGI SEL 2 SKS
Organisation of cell and subcell of procaryote and eukaryote: a.
Prokaryote versus eukaryote, b. Cellular specialization, c. Structure and
function of organelles: mitochondria, golgi bodies, ribosomes,
endoplasmic reticulum, lysosome, chloroplast, nucleus, microtubules,
microfilament; Energy, enzyme, and metabolism: a. Mitochondria and the


56
                                             Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


conservation of chemical energy; The gene and synthesis of protein: a.
DNA: structure, replication, and DNA repair, b. RNA: general structur,
ribosomal RNA, transfer RNA, messenger RNA, c. Amino acids,
structure and functional proteins, d. The relationship between genes and
protein, e. The flow of information: DNA to RNA to protein transcription
and translation, f. Conservation of genetic codes; Mutation, cancer, and
aging; Cell growth and replication: a. Cell growth, b. Cell culture, c.
Somatic cell genetics, d. Cell replication: mitosis. Meiosis; Microbial
genetic: a. Chromosome and plasmid, b. DNA recombination, c. Cell
fusion; Membrane structure and function: a. Summary of membrane
functions, b. Membrane composition, c. Lipid bi layer, d. Cell surface:
Intercellular recognition and adhesion, cell junctions, e. Transport of
material across membrane; The immune system: a. Antibody structure
and function, b. Antibody diversity, c. The clonal selection theory, d. T
and B lymphocytes

3.2.11.5. Bidang Kimia
KIMIA ORGANIK 3 SKS
Orbital hibrida pada karbon, nitrogen, dan oksigen; Ikatan sigma dan pi,
orbital molekul, dan tatanama senyawa organik yang penting; Pengenalan
stereokimia, isomer geometrik, dan konfigurasi sistem cis, trans, E dan Z,
konformasi senyawa rantai lurus dan siklik; Isomer optik dan konfigurasi
sistem D, L, eritro, treo, R dan S; Reaksi pergantian nukleofilik SN2, SN1,
SNi, reaksi pembuangan E1 dan E2, reaksi penambahan elektrofilik pada
ikatan berganda dan stereokimia reaksi tersebut; Reaksi penambahan
nukleofilik pada ikatan berganda dan reaksi Diel’s Alder. Radikal,
reaksinya, dan polimersasi melibatkan radikal; Reaksi esterifikasi
asetilisasi, hidrolisis, pembentukan lakton, laktam, amida dan terunannya,
sulfonamida, uji Hinsberg dan penyusunan ulang Hofmann.

KIMIA FARMASI KUALITATIF 3/1 SKS
Teknik dasar analisis kimia farmasi mencakup: analisis kering, reaksi
penggaraman, analisis kation cepat. Teknik pemisahan dan identifikasi
campuran obat. Teknik identifikasi senyawa obat terdiri dari identifikasi
gugus fungsional, identifikasi senyawa yang mengandung C,H,O;
CHON; CHON dan S dengan metode reaksi kimia. Teknik-teknik dasar
dan instrumentasi untuk analisis kualitatif dengan penggunaan instrumen
antara lain FT-IR, UV, kromatografi lapisan tipis dan kromatografi
kertas.




                                                                             57
Bab 3: Kurikulum


GLP (GOOD LABORATORY PRACTICE) 2 SKS
Kuliah ini memperkenalkan prinsip-prinsip cara kerja di laboratorium
yang baik, bentuk organisasi laboratorium, cara penggunaan dan
perawatan alat-alat gelas, perlakuan yang benar terhadap bahan-bahan
kimia yang berbahaya, pencegahan dan pengatasan masalah terhadap
bahaya kebakaran, pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya
keracunan. Cara penggunaan dan perawatan peralatan: mikroskop, pH
meter, spektrofotometer, HPLC, GC, FT-IR, AAS.

BIOKIMIA 2 SKS
Pengenalan biokimia dasar termasuk klasifikasi struktur, sifat kimia dan
metabolisme karbohidrat, lipid, asam amino, protein, asam nukleid dan
vitamin; Tatanama enzim, kinetik enzim dan penghambatan enzim; Basa
purina dan pirimidina, nukleosida, nukleotida, DNA, denaturasi,
renaturasi, penghibridan, RNA, penentuan basa dalam asam nukleik dan
DNA rekombinan; Peranan enzim dan vitamin dalam metabolisme
senyawa-senyawa tersebut di atas dan hubungan antara lintasan
metabolik manusia.

KIMIA BAHAN MAKANAN 2 SKS
Struktur karbohidrat: a. Monosakarida, b. Glikosakarida, c.
Oligosakarida, d. Polisakarida; Reaksi karbohidrat: a. Hidrolisis, b.
Reaksi pencoklatan; Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan: a.
Hidrofilisitas, b. Pemanis; Fungsi polisakarida dalam makanan: a.
Hubungan fungsi struktur polisakarida, b. Amilum, c. Selulosa, d.
Hemiselulosa, e. Pektin; Pemberian nama lipida (Nomenclature): a. Asam
lemak, b. Asil gliserol, c. Fosfolipida; Klasifikasi lipida: a. Lemak susu,
b. Asam laurat, c. Vegetable butter, d. Oleat dan asam linoleat, e. Lemak
hewan, f. Marine oil; Aspek kimia lipida: a. Lipolisis, b. Auto oksidasi, c.
Kimiawi penggorengan; Kimia lemak dan pengolahan minyak: a.
Refining, b. Hidrogenasi; Interesterifikasi; Fisikokimia asam amino dan
protein: a. Sifat umum asam amino, b. Sifat umum protein, c. Reaksi
kimia dan interaksi pada asam amino dan protein; Denaturasi protein: a.
Pengaruh fisika, b. Pengaruh kimia, c. Energi denaturasi; Fungsi protein:
a. Sifat pengemulsi, b. Sifat pembusukan.

NUTRACEUTICAL 2 SKS
Pengertian gizi cukup dan gizi optimal; Pengertian dan konsep makanan
fungsional (nutraceuticals); komponen zat gizi dan fungsional di dalam
makanan; antioksidan dan fitokimia di dalam makanan; Peranan
komponen fungsional di dalam makanan; Komponen fungsional dari


58
                                             Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


makanan nabati; komponen fungsional dari makanan hewani; Klassifikasi
komponen makanan fungsional yang terdiri dari antara lain: asam lemak
omega-3, flavonoida, limonoida, sulfida, karotenoida, mineral, fitosterol,
serat pangan, prebiotik danprebiotik, dll; Radikal bebas dan antioksidan
di dalam makanan; Radikal bebas dan antioksidan dan penyakit
degenaratif; Diet dan arterisklerosis; zat bersifat anti kanker di dalam
makanan; pola makan dan proses penuaan; fitosterol di dalam margarin,
susunan makanan nasional.

KIMIA FARMASI 3/1 SKS
Prinsip dan teknik dasar serta peralatan analisis kimia farmasi kuantitatif
yaitu: prinisp analisis volumetri untuk bahan-bahan kimia dan bahan
obat, prrinsip analisis kuantitatif spektroskopik (ultra ungu dan sinar
tampak), kromatografi cair kinerja tinggi, kromatografi gas, NMR, AAS,
serta penyiapan sampel cara imunoesai dan esai enzimatik.

KIMIA MEDISINAL 3 SKS
Uraian singkat dan objektif kimia obat, klasifikasi obat dan penyakit;
Pengukuran dan ekspresi efek obat; Peranan kimia pada tahapan
farmaseutik, farmakokinetika dan farmakodinamika; Tatanama obat, asal
usul dan dasar pencarian obat, penemuan, pembuatan dan formulasi obat;
Peran parameter fisikokimia dalam formulasi dan mekanisme kerja obat;
Konsep struktur dan aktivitas (SAR) dan aspek kuantitatif obat (QSAR);
Peran stereokimia dalam aktivitas obat; Prinsip dan kimia
metabolisme/biotransformasi obat.

RADIO FARMASI 2 SKS
Prinsip keradioaktipan; Kerdioaktipan alam dan buatan; Peluruhan
radioaktip, cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi; Cara-cara analisis
yang digunakan; Penggunaan radioisotop dibidang farmasi; Penggunaan
radioisotop untuk diagnosisi; Penggunaan radioisotop untuk terapi;
Penggunaan      radioisotop    untuk    penelitian;   Syarat    sediaan
radiofarmasi,teknikpenyediaan; Pemeriksaan sediaan radiofarmasi;
Penyimpanan radiofarmasi

3.2.11.6. Non-Bidang
BAHASA INDONESIA 2 SKS
Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa Semester II Jurusan Farmasi
FMIPA USU akan dapat membuat berbagai tulisan ilmiah sederhana
seperti laporan praktikum, makalah lmiah dan karangan ilmiah populer.
Pendahuluan: Arti komunikasi, perbedaan komunikasi lisan dan tertulis,

                                                                             59
Bab 3: Kurikulum


peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah, tujuan menulis
karya ilmiah; Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek:
Bangun paragraph bahasa Indonesia, bahasa yang efisien dan efektif,
penalaran dalam bahasa Indonesia, implikasi penerjemahan dalam
pengembangan bahasa Indonesia; Karangan ilmiah dan non-ilmiah;
Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya; Menulis
laporan ilmiah; Menulis karangan ilmiah; Unsur-unsur kerangka
karangan ilmiah; Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan
metode penyajian; Karangan ilmiah: Skripsi, tesis, disertasi, karangan
ilmiah popular, journal, buku ilmiah; Belajar dari contoh.

UNI 10*/2 SKS - Agama
Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk
membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berbudi luhur, berfikir fisolosofis, bersikap
nasional dan dinamis, berpandangan luas, ikut serta dalam kerja sama
antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu
dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional.

A. UNI 101/2 SKS - Agama Islam
   Manusia dan Agama. Agama Islam. Sumber Ajaran Islam. Perangkat
   dasar Agama Islam. Akidah. Syariah, Ibadah dan Muamalah. Akhlak.
   Takwa. Ilmu Pengetahuan dalam Islam. Disiplin Ilmu dalam Islam.
   Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing.

B. UNI 102/2 SKS - Agama Katholik
   Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja.
   Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di
   Indonesia. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum.
   Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). Tiga
   kemampuan dasar manusia. Pikiran mencari kebenaran. Hubungan
   dengan Ilahi. Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepada-
   Nya. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan
   beriman. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah, diterima secara
   pribadi, dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi
   masyarakat. Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani
   dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua,
   yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat.
   Gereja sebagai masyarakat orang beriman. Dasar-dasar dan langkah-
   langkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk.
   Motivasi baik dan buruk. Arti keadilan. Keluarga Katolik. Agama


60
                                          Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


   Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu, bahkan metodologi ilmu-ilmu
   itu. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia. Kerasulan
   awam sebagai tugas umat.

C. UNI 103 - Agama Protestan 2 SKS
   Manusia: a. Hakikat manusia; b. Manusia dan tanggung jawab; c.
   Manusia dan keutuhan ciptaan. Agama: a. Pengertian agama; b.
   Agama Krsiten; c. Dialog dan kerjasama dengan umat beragama
   lainnya. Gereja. Iman Kristen, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
   (Iman, Kasih dan Pengharapan). Manusia dan Pembangunan.
   Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. Kapita selekta.
   Tema-tema kapita selekta: a. Narkoba; b. AIDS; c. Perjudian; d. Dan
   lain-lain.

D. UNI 104 - Agama Budha 2 SKS
   Manusia dan agama. Agama Budha. Sumber ajaran Budha; Hak
   beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. Kerangka
   dasar ajaran Budha; Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi
   dalam materi-materi HAM. Dhamma. Sila HAM agama Budha
   diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan
   manusia, manusia lain, dan lingkungan. Meditasi; Aspek HAM
   tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan
   Tuhan Yang Maha Esa. Buddhis dan ilmu pengetahuan. Studi kasus
   pada masing-masing fakultas.

E. UNI 105 - Agama Hindu 2 SKS
   Filsafat, ilmu pengetahuan dan agama. Sejarah agama Hindu. Alam
   semesta. Weda sebagai kitab suci, sebagai hukum Hindu. Pokok-
   pokok sradha dalam agama Hindu. Catur Purusharta dan Catur
   Asrama. Catur Marga Yoga. Sosiologi agama Hindu. Sar darsana.
   Sila dan etika Hindu. Yadnya. Pandita dan Pinandita. Tempat suci.
   Hari-hari suci agama Hindu.

UNI 108 - Bahasa Inggris 2 SKS
Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. Glosarium
Farmasi. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa
Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya. Metode penerjemahan
topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. Menerjemahkan
topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi.
Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi
Farmasi. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang


                                                                          61
Bab 3: Kurikulum


farmasetika. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan
dibidang farmakologi.

KEWARGANEGARAAN 2 SKS
Mempelajari, memahami dan menghayati pengetahuan dan kemampuan
dasar warganegara dalam hubungannya dengan negara, termasuk hak dan
kewajiban bela negara; Pengantar: a. Hak dan kewajiban warganegara; b.
Pendidikan pendahuluan bela negara; c. Demokra- si Indonesia; d. Hak
Azasi Manusia; e. Wawasan nuantara; f. Ketahahan Nasional; g. Politik
dan stra tegis nasional; Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan; a.
Latar belakang pendidikan keawrganegaraan dan kom petensi yang
diharapkan; b. Pemahaman tentang bangsa, negara, hak dan kewajiban
warganegara, hu bungan warga negara dengan negara atas dasar
dmokrasi, HAM dalam bela negara; c. Kerangka da-sar kehidupan
nasional meliputi keterkaitan antara falsafah Pancasila, UUD
1945,Wawasan Nusanta-ra dan Ketahanan Nasional; d. Implementasi
pendidikan kewarganegaran secara PPBN; Konsep Wawasan Nusantara;
a. Latar belakang filosof Wawasan Nusantara; b. Wawasan Nusantara
sebagai wawasan pembangunan; c. Implementasi Wawasan Nusantara;
Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat
berbangsa dan bernegara; a. Latar belakang konsepsi dan kondisi
Ketahanan Nasional Indonesia; b. Pokok-pokok pikiran tentang Keta-
hanan nasional; c. Pengaruh HAM, Demokrasi dan Lingkungan hidup
terhadap Ketahanan Nasional; Politik dan Strategi Nasional; a.
Perkembangan pengertian politik dan demokrasi dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara; b. Perkembangan pemikiran strategis dalam
pelaksanaan pembangunan yg berkelanjutan

STATISTIKA FARMASI 2/1 SKS
Mata ajar ini memperkenalkan kepada mahasiswa berbagai disain
percobaan dan konsep, serta prinsip dasar statistik. Kepada mahasiswa
juga akan disampaikan bagaimana konsep dan prinsip statistik bisa
digunakan dalam membuat kesimpulan dari data-data eksperimen dan
rancangan percobaan lain. kepada mahasiswa juga akan diberikan tentang
aspek biostatistik pengobatan terutama tentang statistik yang penting dan
epidemiologi. Pembelajaran ini akan menitikberatkan pemahaman yang
berhubungan dengan prosedur statistik, cara memilih metodologi
penelitian dan statistik yang sesuai, kesalahan yang sering terjadi dalam
menganalisis data, apa-apa saja yang mempengaruhi interpretasi
kesimpulan statistik yang dihasilkan.



62
                                             Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


METODOLOGI PENELITIAN 2 SKS
Bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian baik dalam bidang
kimia farmasi, fisiologi, farmakologi, teknologi farmasetik serta klinik
dan pengelolaannya, sangat penting mendapatkan mata kuliah ini.
Penelitian ini bisa dilakukan di laboratorium Fakultas Farmasi, rumah
sakit, farmasi komunitas atau industri. Setelah penelitian selesai sebagai
tugas akhir, mahasiswa membuat laporan penelitian dan mempertahankan
dalam suatu seminar untuk dinilai. Sebagian nilai diberikan oleh dosen
pembimbing dan penguji sewaktu ujian sidang

KAPITA SELEKTA 1 SKS
Mata kuliah ini membahas topik-topik pilihan yang aktual dalam bidang
farmasi yang muncul di masyarakat dan penting diketahui oleh
mahasiswa tetapi tidak tercakup dalam mata kuliah yang ada; dalam
bidang Kimia Farmasi, Farmasetika, Biologi Farmasi, dan Farmakologi;
misalnya: a. SAR, demam berdarah, flu Burung, b. Asetosal dulu populer
sebagai antipiretik&analgetik, belakangan dikenal luas sebagai
antiplatelet, c. Health food: VCO, minyak omega-6, d. Herbal medicine:
the hijau, buah merah, back to nature, e. Teknik/metode: analisa yang
baru, f. Teknologi nano dalam farmasetika, g. Obat-obat masa depan
(obat abad 21)

STUDIUM GENERALE 0 SKS
Merupakan kuliah tamu, diisi oleh pembicara tamu mengenai
topik/bahasan yang bersifat pengembangan wawasan, ataupun hal baru
dalam bidang farmasi. Trend perkembangan kefarmasian terkini yang
menambah wawasan dan meningkatkan motivasi mahasiswa.




                                                                             63
Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker




BAB       4
                      PROGRAM PENDIDIKAN
                         PROFESI APOTEKER

S    etelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan Program S-1 dengan
     memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.), untuk selanjutnya
dapat mengikuti perkuliahan di Program Pendidikan Profesi Apoteker.
Lama Pendidikan untuk Program Profesi Apoteker adalah dua semester
(satu tahun) 32 SKS). Kurikulum Pendidikan Profesi Apoteker
didasarkan atas keputusan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia
(APTFI), di mana Pendidikan Profesi Apoteker di Indonesia diarahkan
kepada 4 (empat) kompetensi, yaitu:
1. Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas)
2. Kompetenesi di Rumah Sakit
3. Kompetensi di Industri
4. Kompetensi di Pemerintahan

Berdasarkan kompetensi yang diuraikan pada bab 2 di atas, APTFI
menyusun kurikulum dan silabus untuk program sarjana dan kurikulum
untuk Program Pendidikan Profesi Apoteker, silabus mata kuliah, dan
kerja praktek profesi. Silabus mata kuliah institusi disyahkan dalam
dalam rapat dosen, dan silabusnya disusun oleh tim dosen pemberi
kuliah. Seluruh mata kuliah dan kerja praktek profesi di apotek wajib
diambil oleh mahasiswa, sedangkan kerja praktek profesi di rumah sakit
dan industri farmasi menjadi pilihan (elektif), di mana mahasiswa hanya
memilih satu di antara dua pilihan yang disediakan.


4.1. Kompetensi Lulusan/Apoteker

Kurikulum Pendidikan Sarjana Farmasi di seluruh Indonesia disusun
berdasarkan atas Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi
Farmasi Indonesia (APTFI) dengan nomor: 040/APTFI/MA/2003,

64
                                                      Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


tanggal   6   Maret     2003,   tentang   Pengesahan     Kompetensi
Lulusan/Farmasis, Kurikulum Inti, dan Kisi-kisi Materi Kuliah, dan
Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi. Kompetensi yang
dimaksudkan adalah diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi yaitu:
1. Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas)
2. Kompetenesi di Rumah Sakit
3. Kompetensi di Industri
4. Kompetensi di Pemerintahan

Pada tabel di bawah ini diuraikan masing-masing kompetensi sebagai
berikut:

4.1.1. Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas)

                                                                 PENGETAHUAN
NO.     FUNGSI/TUGAS               KOMPETENSI
                                                              Kemampuan Akademik
 01.   Pengelolaan obat dan Mampu melaksanakan              - Peraturan perundangan
       perbekalan kesehatan pengelolaan obat sesuai           tentang obat
       lainnya              dengan ketentuan yang           - Satabilitas Obat
                            berlaku.                        - Manajemen produk

 02.   Pelayanan obat dan    Mampu memberikan               - Patologi/Patofisologi
       perbekalan kesehatan pelayanan obat                  - Farmakologi
       lainnya.              kepada/untuk penderita         - Antaraksi obat
                             secara profesional dengan      - Biofarmasi dan Farma-
                             jaminan bahwa obat yang          kokinetika
                             diberikan kepada penderita     - Formulasi Sediaan
                             akan tepat, aman, dan            Obat
                             efektif. Termasuk di           - Cara/teknik pencam-
                             dalamnya adalah pelayanan        puran obat
                             obat bebas dan pelayanan       - Cara/teknik pembuatan
                             obat dengan resep dokter         sediaan obat
                             yang obatnya dibuat
                             langsung oleh apotek.
 03.   Pelayanan (KIE)       Mampu melaksanakan             - Berbagai pengetahuan
       Konsultasi, Informasi fungsi pelayanan konsultasi,     kefarmasian seperti:
       dan Edukasi.          informasi, dan edukasi yang      Farmakologi, Toksiko-
                             berkaitan dengan obat dan        logi, Biofarmasi, Farma-
                             perbekalan kesehatan             kokinetik, Stabilitas
                             lainnya kepada penderita,        Obat dll.
                             tenaga kesehatan lain atau     - Pengetahuan tentang
                             pihak lain yang                  berbagai sumber data
                             memerlukan.                      dan informasi
                                                            - Kemampuan mencari
                                                              data dan informasi ten-
                                                              tang obat ke berbagai
                                                              sumber (termasuk me-



                                                                                      65
Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker


                                                                  PENGETAHUAN
NO.      FUNGSI/TUGAS                KOMPETENSI
                                                               Kemampuan Akademik
                                                               lalui internet): Aplikasi
                                                               komputer dalam farmasi.
                                                             - Kemampuan berbahasa
                                                               dengan baik
                                                             - Ilmu komunikasi dan
                                                               Psikologi
 04.   Pencatatan dan          Mampu melaksanakan            - Peraturan perundang-
       Pelaporan               pencatatan dan pelaporan         undangan
                               sesuai dengan peraturan
                               perundang-undangan yang
                               berlaku.
 05.   Partisipasi             Mampu berpartisipasi          - Ilmu-ilmu kefarmasian
       Monitoring Obat         secara aktif dalam program
                               monitoring keamanan
                               penggunaan obat.
 06.   Partisipasi Promosi     Mampu berpartisipasi          - Ilmu-ilmu kefarmasian
       Kesehatan               secara aktif dalam program    - Ilmu-ilmu komunikasi
                               kesehatan di masyarakat       - Psikologi
                               lingkungannya terutama
                               yang berkaitan dengan obat.
 07.   Fungsi/Tugas Lain       Mampu melaksanakan tugas      - Manajemen kepegawaian
       (Pengelolaan            dan fungsi lain sebagai       - Manajemen keuangan
       Keuangan, Sumber        pimpinan di apotek, seperti   - Farmako-ekonomi
       Daya Manusia dll)       pengelolaan keuangan dan
                               sumber daya manusia.

4.1.2. Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit

                                                                 PENGETAHUAN
NO.      FUNGSI/TUGAS                 KOMPETENSI
                                                              Kemampuan Akademik
 01.   Pengendalian kualitas    Mampu melaksanakan           - Peraturaan perundang-
       obat dan perbekalan      fungsi pengendalian kualitas   an undangan/farmakope
       kesehatan lainnya        obat dan perbekalan          - Farmasi Analisis
                                kesehatan lainnya sesuai     - GLP
                                dengan cara laboratorium
                                yang baik (GLP)
 02.   Penyimpanan obat dan     Mampu melakukan              - Stabilitas obat
       perbekalan kesehatan     penyimpanan obat dan         - Manajemen logistik
       lainnya                  perbekalan kesehatan
                                lainnya secara baik sesuai
                                dengan sifat bahan

 03.   Ditribusi obat dan       Mampu melaksanakan           - Manajemen system dis
       perbekalan kesehatan     fungsi ditribusi obat dan      tribusi obat
       lainnya                  perbekalan kesehatan lain di
                                rumah sakit dengan suatu
                                sistem distribusi yang tepat
                                sesuai dengan situasi dan
                                kondisi rumah sakit


66
                                                     Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


                                                                   PENGETAHUAN
NO.     FUNGSI/TUGAS                 KOMPETENSI
                                                                Kemampuan Akademik
04.   Farmasi Klinik           Mampu melaksanakan              - Farmakoterapi
      (Wad Pharmacy)           fungsi farmasi klinik yang      - Toksikologi Klinik
                               akan mencakup fungsi-           - Biofarmasi
                               fungsi: partisipasi dalam       - Farmakokinetik Klinis
                               pengambilan keputusan           - Patofisiologi
                               pemberian obat pada             - Ilmu komunikasi
                               penderita, pemilihan obat       - Psikologi
                               yang tepat, pemberian dan
                               penyediaan obat,
                               pemantauan efek obat, dan
                               pendidikan penderita
05.   Pelayanan KIE (kon-      Mampu melaksanakan              - Farmakoterapi
      sultasi, informasi dan   fungsi konsultasi, informasi    - Ilmu Komunikasi
      edukasi yang berkaitan   dan edukasi yang berkaitan      - Psikologi
      dengan penggunaan        dengan penggunaan obat
      obat untuk penderita     untuk penderita dan
      dan keluarganya.         keluarganya.
06.   Pusat Informasi Obat     Mampu memberikan                - Manajemen informasi
                               pelayanan obat kepada           - Sistem Informasi
                               berbagai pihak yang             - Ilmu Komunikasi
                               membutuhkan.
07.   Peranan dalam pene-      Mampu berpartisipasi dan        - Ilmu-ilmu Kefarmasian
      litian                   berkontribusi dalam             - Metodologi Penelitian
                               penelitian yang dilakukan di    - Statistik
                               rumah sakit, antara lain: uji
                               klinis.
08.   Peranan dalam Komite     Mampu berperan dalam            -   Farmasi Klinik
      Farmasi dan Terapi       Komite Farmasi dan Terapi.      -   Ilmu Komunikasi
09.   Partisipasi dalam        Mampu berpartisipasi dalam      -   Toksikologi Klinik
      penanggulangan           penanggulangan keracunan.       -   Toksikologi Analitik
      keracunan
10.   Pengadaan obat dan       Mampu melaksanakan fungsi       - Peraturan perundang-
      perbekalan kesehatan     pengadaan obat dan                undangan/Farmakope
      lainnya melalui pembe-   perbekalan kesehatan lainnya    - Manajemen logistik
      lian dari luar atau      sesuai dengan ketentuan yang    - Farmako-ekonomi
      membuat/memproduksi      berlaku, sarana yang dimiliki   - Farmasetika
                               dan sesuai dengan keperluan
                               rumah sakit.
11    Peranan dalam pendi-     Mampu berpartisipasi dalam      - Ilmu-ilmu kefarmasian
      dikan dan kesehatan      program pendidikan.             - Ilmu komunikasi/
                                                                 pedagogik




                                                                                          67
Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker


4.1.3. Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi

                                                                   PENGETAHUAN
NO.      FUNGSI/TUGAS                 KOMPETENSI
                                                                Kemampuan Akademik
 01.   Pendaftaran obat jadi   Mampu melaksanakan fungsi       - Perundang-undangan
                               pendaftaran obat jadi secara    - Formulasi Teknologi
                               efektif, terutama dalam hal       Farmasi
                               pengisian formulir              - Farmakologi dan
                               kelengkapan pendaftaran           Toksikologi
                                                               - Farmasi Fisika
                                                               - Pengetahuan tentang
                                                                 sumber informasi dan
                                                                 cara mengaksesnya,
                                                                 khususnya melalui
                                                                 internet
                                                               - Kemampuan
                                                                 komunikasi
 02.   Pengadaan/penciptaan    Mampu berpartisipasi dalam      - Farmakologi/
       senyawa/bahan aktif     mengembangkan senyawa/            Toksikologi
       terapeutik atau         bahan aktif terapeutik atau     - Kimia Medisinal
       eksipen baru yang       eksipien baru yang lebih        - Bioteknologi
       lebih baik              baik/aktif                      - Farmakognosi/Fitokimia
                                                               - Farmasi Fisika
                                                               - Biofarmasi
                                                               - Farmakokinetik
                                                               - Farmakoekonomi

 03.   Menentukan formula Mampu berpartisipasi dan            -   Farmasi Fisika
       dan teknik pembuatan berkontribusi dalam               -   Formulasi/Teknologi
       sediaan obat           pengembangan formula                Farmasi
                              sediaan obat, pilot plan, dan -     Metodologi Penelitian
                              up-scaling
 04.   Menentukan             Mampu berpartisipasi dalam -       Peraturan perundang-
       spesifikasi bahan atau pengembangan spesifikasi           undangan/Farmakope
       produk yang            bahan (bahan awal maupun        -  Farmasi Fisika
       dibutuhkan dan         sediaan jadi), metode analisis, -  Biofarmasi
       metode analisis untuk prosedur pengujian untuk         -  Analisis Kimia, Fisika,
       meme-riksanya          bahan awal, obat jadi, dan         Fisikokimia, Mikrobio-
                              kemasan.                           logi, Biologi
 05.   Pembuatan/produksi Mampu melaksanakan produksi -          Teknologi farmasi
       sediaan obat dan       sediaan obat sesuai dengan      -  Pengetahuan tentang
       bahan baku dan         CPOB dan ketentuan lain            peralatan produksi
       pengendalian proses dalam rangka menghasilkan          -  Pengetahuan tentang
       produksi               produk yang baik/bermutu           CPOB
                              tinggi.                         -  Pengetahuan tentang
                                                                 peralatan produksi
                               Mampu melakukan pengen-         - Unit proses
                               dalian secara teknis operasi/
                               proses manufaktur atau
                               pembuatan sediaan obat.


68
                                                     Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


                                                                  PENGETAHUAN
NO.    FUNGSI/TUGAS                 KOMPETENSI
                                                               Kemampuan Akademik
 6    Pengawasan mutu          Mampu melaksanakan fungsi - Peraturan perundang-
      produk                   pengawasan mutu bahan awal       undangan/Farmakope
                               dan sediaan obat sesuai        - Farmasi Analisis
                               dengan cara laboratorium         (Analisis Kimia, Fisika,
                               yang baik (good laboratory       Fisikokimia, Mikrobio-
                               practice) dan CPOB untuk          logi, Biologi)
                               menjamin mutu produk yang - Pengetahuan tentang
                               akan dipasarkan serta untuk      berbagai peralatan
                               menjamin kesehatan dan           analisis serta
                               keselamatan kerja                ketrampilan untuk
                                                                menjalankannya
                                                              - Statistik
 7    Pengemasan produk        Mampu melakukan                - Pengetahuan tentang
                               pengemasan produk dengan         Fomulasi/Teknologi
                               bahan pengemas yang sesuai.      Farmasi
                                                              - Pengetahuan tentang
                                                                bahan pengemas
                                                              - Pengetahuan tentang
                                                                peralatan pengemasan
 8    Menetapkan kondisi Mampu merancang dan me-              - Stabilitas Obat/Farmasi
      penyimpanan produk lakukan uji stabilitas dan             Fisika
      dan waktu kadaluarsa berbagai perhitungan untuk         - Pengetahuan tentang
      produk                   menentukan kondisi penyim-       sifat bahan/produk
                               panan produk yang tepat serta
                               waktu kadaluarsa produk.
 9    Partisipasi dalam uni Mampu berpartisipasi dan          - Farmakologi
      klinik                   berkontribusi dalam uji klinik - Toksikologi
                               obat baru.                     - Farmakokinetik
                                                              - Metodologi Penelitian
10    Inspeksi diri            Mampu melaksanakan pe-         - Farmasi Analisis
                               meriksaan/pengujian yang         (Analisis Kimia, Fisika,
                               sesuai untuk keperluan per-      Fisikokimia, Mikrobio-
                               baikan mutu produk dan           logi, Biologi).
                               proses yang sudah ada.         - Teknologi Farmasi
                                                              - Farmasi Fisika
                                                              - Biofarmasi
11    Validasi                 Mampu berpartisipasi dalam - Berbagai pengetahuan
                               pelaksanaan validasi proses.     kefarmasian
                                                              - Pengetahuan tentang
                                                                validasi
                                                              - Statistik
12    Promosi dan penyam- Mampu melaksanakan                  - Berbagai pengetahuan
      paian informasi obat promosi dan penyampaian              kefarmasian terutama:
      kepada tenaga pro-       informasi kepada tenaga          Farmakologi, Toksiko-
      fesional kesehatan lain profesional kesehatan lain.       logi, Teknologi Farmasi,
      (dokter, farmasis, dll).                                  Biofarmasi, Farmako-
                                                                kinetik, Ilmu Komunikasi
                                                              - Psikologi


                                                                                     69
Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker


                                                                 PENGETAHUAN
NO.      FUNGSI/TUGAS                 KOMPETENSI
                                                               Kemampuan Akademik
 13    Pengelolaan barang      Mampu melaksanakan             - Manajemen barang/
       khususnya               pengelolaan inventory yang       material
       pengelolaan bahan       efektif dan efisien untuk      - Stabilitas produk
       awal obat dan obat      memenuhi kebutuhan rutin       - Peraturan perudang-
       jadi.                   industri dan yang menjamin       undangan
                               pemeliharaan kualitas bahan
                               selama penyimpanan sesuai
                               dengan sifat bahan yang ada.
 14    Promosi/kontribusi      Mampu berpartisipasi/ber-      - Berbagai pengetahuan
       dalam menghasilkan      kontribusi dalam meng-           kefarmasian
       dan diseminasi          hasilkan dan mendiseminasi     - Metodologi Penelitian
       pengetahuan baru.       pengetahuan baru



4.1.4. Kompetensi Apoteker di Pemerintahan

                                                                PENGETAHUAN
 NO.      FUNGSI/TUGAS                 KOMPETENSI
                                                             Kemampuan Akademik
 01.    Penyusunan kebijakan Mampu melakukan koor-          - Peraturan perundang-
        dalam bidang obat dan dinasi dan berkontribusi        undangan termasuk
        kesehatan             dalam penyusunan kebijak-       hukum-hukum inter-
                              an dalam bidang obat dan        nasional dan tata cara/
                              kesehatan, seperti dalam hal    prosedur untuk mener-
                              pemilihan, pengadaan, dan       bitkan suatu peraturan).
                              distribusi obat untuk         - Ilmu-ilmu kefarmasian
                              kebutuhan nasional              seperti: Farmakologi,
                                                              Toksikologi, Stabilitas
                                                              obat, Teknologi
                                                              Farmasi, Biofarmasi,
                                                              Farmakokinetik,
                                                              Bioteknologi, dll.
                                                            - Manajemen
                                                            - Bahasa Inggris
                                                            - Statistik
                                                            - Farmakoepidemologi
 02.    Pengelolaan obat      Mampu mengelola obat
        secara nasional       secara nasional (Pemilihan
        (Pemilihan Obat       Obat Esensial Nasional,
        Esensial Nasional,    persyaratan obat, distribusi,
        persyaratan obat,     dll. Termasuk pengumpulan
        distribusi, dll)      data untuk kebutuhan
                              nasional maupun
                              internasional).
 03.    Pengawasan dan        Mampu melaksanakan
        Pengaturan            fungsi pengawasan dan pe-
                              ngaturan obat dan perbeka-
                              lan kesehatan lainnya secara



70
                                                     Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


                                                                 PENGETAHUAN
NO.       FUNGSI/TUGAS               KOMPETENSI
                                                               Kemampuan Akademik
                               nasional seperti pengawasan
                               pembuatan/produksi, import,
                               distribusi, dan penjualan.
 04.    Kebijakan pendidikan Mampu berkontribusi dalam
                               penetapan berbagai
                               kebijakan nasional dalam
                               hal pendidikan dalam
                               bidang farmasi (kurikulum
                               nasional, kerja praktek,
                               pendidikan berkelanjutan,
                               dll).
 05.    Kewenangan             Mampu melaksanakan
        pendaftaran/perizinan fungsi untuk pendaftaran/
        profesi                perizinan profesi (izin kerja
                               apoteker, izin praktek, dll)
 06.    Badan resmi untuk      Mampu melaksanakan
        hubungan internasional fungsi sebagai badan resmi
                               untuk hubungan
                               internasional, seperti
                               dengan WHO, dll
 07.    Administrasi           Mampu melaksanakan
                               fungsi administrasi obat
                               seperti prosedur untuk
                               pelaksanaan tender, dll.



4.2. Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker

SEMESTER I
 NO.       KODE                       MATA KULIAH                             SKS
 01.       APT 101        Farmakoterapi & Terminologi Medik                    2
 02.       APT 102        Biofarmasi & Farmakokinetika Klinis                  2
 03.       APT 103        Compounding & Dispensing                             2
 04.       APT 104        Manajemen Farmasi Komunitas                          2
                          Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical
  05.      APT 105                                                              2
                          Care)
  06.      APT 106        Komunikasi & Konseling                                2
  07.      APT 107        Interaksi Obat                                        2
  08.      APT 108        Manajemen Industri Farmasi                             2
  09.      APT 109        Farmasi Rumah Sakit                                    2
  10.      APT 110        Psikologi                                              1
                                                         Jumlah                 19




                                                                                     71
Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker


SEMESTER II
 NO.       KODE                        MATA KULIAH                           SKS
 01.      PRO 101      Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek Swasta)        4
 02.      PRO 102      Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek BHMN)          2
 03.      PRO 103      Kerja Praktek Profesi di Rumah Sakit (Elektif)         4
 04.      PRO 104      Kerja Praktek Profesi di Industri Farmasi (Elektif)    4
                       Bimbingan Profesional dari Balai Besar Pengawas
  05.     PRO 105                                                             -
                       Obat dan Makanan Medan
                       Bimbingan Profesional dari Dinas Kesehatan
  06.     PRO 106                                                             -
                       Pemerintah Provinsi Sumatera Utara
  07      KOM 107      Ujian Komprehensif                                     3
                                                                   Jumlah    13



4.3. Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker

Farmakoterapi dan Terminologi Medik/2 SKS
Pendahuluan: Istilah dan terminologi medik; Sistem Kardiovaskular:
Hipertensi; CHF (Congestive Heart Failure); Sistem Syaraf: Epilepsi;
Schizoprenia; Sistem Peliput dan Lokomotorius: Rheumatoid arthritis;
Alergi pada kulit; Osteoporosis; Sistem Pernapasan: Asma; Chronic
Obstructive Pulmonary Disease (COPD); Sistem Saluran Cerna: Tukak
peptik; Diare; Konstipasi; Sistem Ekskresi Ginjal: Gagal ginjal akut;
Gagal ginjal kronik; Sistem Darah: Anemia; Thrombocitopenia; Sistem
Endokrin dan Metabolisme: Diabetes Miletus tipe I & II; Hiperlipidemia;
Pirai; Neoplastik: Leukimia; Breast cancer; Infeksi: Virus hepatitis;
Bakteri ISPA, TBC; Tambahan: Pemberian obat pada bayi dan anak-anak
(pediatri); Lanjut usia (geriatri); kehamilan dan menyusui; gangguan
ginjal; gangguan hati.

Biofarmasetika & Farmakokinetika Klinik/2 SKS
Pendahuluan: Peranan biofarmasetika dan farmakokinetika pada
penggunaan klinis; Berbagai faktor fisiologi dan patologi yang
mempengaruhi       parameter     biofarmasetik     dan   farmakokinetik;
Bioavaibilitas dan bioekivalensi; Rentang terapetik dan penyusunan
regimen dosis secara farmakokinetik; Berbagai cara penyesuaian regimen
dosis untuk berbagai situasi klinik (gagal ginjal, hemodialisa, gangguan
hepar, gangguan saluran cerna, penyakit kronis) dan monitoring kadar
obat; Studi kasus untuk obat-obat khusus.

Compunding & Dispensing/2 SKS
Membahas tentang praktek farmasi, resep dokter; cara compounding obat
yang baik; perhitungan dalam compounding; compounding obat non-steril


72
                                             Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


dan steril; aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu
kefarmasian; pemrosesan resep secara profesional, dan studi kasus
compounding dan dispensing.

Manajemen Farmasi Komunitas/2 SKS
Teori dasar manajemen, fungsi-fungsi manajemen, manajemen apotik,
keuangan, pemasaran, penjualan dan distribusi, inventori, SDM, studi
kelayakan apotik, peraturan perundangan dibidang perapotikan dan hal
yang berkaitan, organisasi apotik, pengadaan, manajemen pelayanan dan
informasi obat, pengendalian operasi apotik, analisis keuangan, dan
strategi pengembangan.

Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care)/2 SKS
Pendahuluan: perspektif asuhan kefarmasian (pharmaceutical care);
Asuhan kefarmasian dikomunitas: Pelayanan obat dengan resep dokter,
obat tanpa resep dokter/swamedikasi; Responding to symptom untuk
minor illness dengan metode WWHAM, ASMETHOD, atau SEVEN
BASIC QUESTION untuk OTC, OWA, jamu (obat bahan
alam/fitofarmaka) & suplemen; Asuhan kefarmasian di klinik (RS):
konsep pelayanan farmasi klinik untuk pasien rawat inap maupun rawat
jalan; Pemahaman tentang rekam medik, monitoring pasien dengan
metode SOAP (subjective, objective, assessment, plan) atau PAM
(problem, assessment, monitoring) dikaitkan dengan drug related
problem; Penyusunan formularium; Penyusunan pedoman terapi
(protokol pengobatan); EBM (Evidence Based Medicine); Implementasi
dan kendala dalam mengelola pelayanan kefarmasian; Studi kasus
pelayanan kefarmasian.

Komunikasi dan Konseling/2 SKS
Pendahuluan: pengertian, fungsi dan tujuan komunikasi; komunikasi
efektif; Etika komunikasi; Konseling: pengertian; fungsi dan tujuan
konseling, topik konseling dan kasus-kasus dalam komunikasi dan
konseling; Faktor-faktor yang menghambat komunikasi dan konseling;
Sistem Informasi Obat; Simulasi dan sosiodrama konseling obat.

Interaksi Obat (Drug Related Problem)/2 SKS
Perspektif interaksi obat: definisi, ranah interaksi obat (interaksi obat-
obat, obat-makanan, obat-reaksi laboratorium), arti penting interaksi
secara klinik; obat-obat yang berefek toksik karena interaksi, pasien
beresiko, jenis dan mekanisme interaksi obat; Interaksi obat dalam
saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi, desintegrasi,


                                                                             73
Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker


absorpsi, distribusi, eliminasi obat, pengaruh adsorpsi, flora, dan motilitas
terhadap obat; Interaksi pbat sewaktu transpor dalam darah; pengaruh
ikatan protein-obat pada volume distribusi dn klirens, signifikansi klinis,
drug displacement; Interaksi obat yang berhubungan dengan
metabolisme: Obat yang dapat mempercepat maupun menghambat
metabolisme beserta contoh-contohnya, signifikansi klinis (induksi dan
inhibisi); Interaksi obat pada ginjal: ekskresi obat dalam renal,
mekanisme interaksi, perubahan pH urin, perubahan ekskresi glomerulus
dan tubulus, perubahan aliran darah renal, Interaksi obat dengan
diuretika; Interaksi obat dengan herba/food supplement, signifikansi
klinis; Interaksi farmakodinamik: antagonis aditif dan sinergistik,
perubahan mekanisme transpor obat, perubahan keseimbangan cairan dan
elektrolit, interaksi tidak langsung, sindrom serotonin.

Praktek Kerja Profesi di Apotek/4 SKS, (minimum 300 jam)
Penjelasan umum tentang tatacara pelaksanaan PKP (Praktek Kerja
Profesi) apotek dan organisasi apotek; pembelajaran berdasarkan
pengalaman kerja (experiential learning) tentang aspek-aspek peraturan
perundang-undangan dan etika profesi, praktek asuhan kefarmasian
(pharmaceutical care), dan manajemen perapotekan.

Praktek Kerja Profesi di Industri Farmasi (4 SKS), elektif
Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan industri
farmasi. Pengamatan dan praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang
berlangsung pada unit/bagian: CPOB di industri farmasi, PPC
(Production Planning Control), pengadaan bahan baku dan pengemas,
produksi, pengawasan mutu, pergudangan obat jadi, penelitian dan
pengembangan. Tugas khusus.

Praktek Kerja Profesi di Rumah Sakit (4 SKS), elektif
Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan Farmasi
Rumah Sakit. Pengamatan dan Praktek kerja mengikuti mekanisme kerja
yang berlangsung pada unit/bagian: pembekalan meliputi pengadaan dan
penyimpanan obat dan alat kesehatan; Distribusi obat dan alat kesehatan;
Produksi obat jadi, sterilisasi, laboratorium; Pelayanan resep dokter,
apotik; administrasi dan perencanaan Rumah Sakit. Tugas khusus (Studi
kasus).




74
                                               Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi




BAB      5
                       SARANA PENDUKUNG

5.1. Perkuliahan

Fakultas Farmasi belum menggunakan ruang kuliah sendiri, perkuliahan
dilakukan di bekas Departemen Farmasi yang telah ditambah dan
direnovasi. Selain juga menggunakan ruang perkuliahan milik FMIPA
USU pada unit VIII yang juga sudah direnovasi. Fasilitas ruangan:
overhead orojector; LCD projector; laptop dan sound system; white
board; dan beberapa ruang kelas berhawa dingin (AC)


5.2. Laboratorium

Untuk menunjang perkuliahan dilakukan praktik laboratorium. Fakultas
Farmasi USU memiliki laboratorium, yaitu:
NO.     LABORATORIUM               MATA PRAKTIKUM                      DEP
                               1. Analisis Kual Dasar Farmasi
 A    Kimia Farmasi Kualitatif 2. Kimia Farmasi Kualitatif        Kimia Farmasi
                               3. Kimia Fisika
      Kimia Farmasi            1.Analisis Kuant Dasar Farmasi
 B                                                                Kimia Farmasi
      Kuantitatif              2. Kimia Farmasi Kuantitatif
                               1. Kimia Bahan Makanan
 C    Kimia Bahan Makanan                                         Kimia Farmasi
                               2. Biokimia
                               1. Sintesis Bahan Obat
 D    Sintesis Bahan Obat                                         Kimia Farmasi
                               2. Kimia Organik
                               1. Farmasetika Dasar
 E    Formulasi                2. Farmasi Fisik                   Farmasetika
                               3.Tek Formulasi Sediaan Solida
                               1.Teknologi Formulasi Sediaan
 F    Tablet                                                      Farmasetika
                                  Solida
                               1. Mikrobiologi Farmasi
 G    Steril                                                      Farmasetika
                               2. Tek Formulasi Sediaan Steril



                                                                                75
Bab 5: Sarana Pendukung


NO       LABORATORIUM                 MATA PRAKTIKUM                     DEP
                                  1. Anatomi & Fisiologi Tumb.
                                                                     Biologi
 H     Biologi Farmasi            2. Farmakognosi
                                                                     Farmasi
                                  3. Obat Tradisional
                                                                     Biologi
  I    Fitokimia                  1. Fitokimia
                                                                     Farmasi
                                  1. Farmakologi Farmasi I
                                                                     Farmakologi
  J    Farmakologi                2. Farmakologi Farmasi II
                                                                     Farmasi
                                  3. Biofarmasi
                                  1. Statistik Farmasi
                                  1. Kimia Dasar Farmasi             LIDA
                                  2. Fisiologi Manusia               FK USU
 K     Komputer
                                  3. Analisis Fisiko Kimia
                                                                     PTKI
                                     Farmasi
                                  4. Kimia Klinis                    FK USU

Daftar Peralatan

No.    Nama Alat                           Keterangan
  1    Alat penutup vial
  2    Alat soklet
  3    Analgesy Meter                      Dalam Proses Pembelian
  4    Atomic Absorption Spectrophometer   Departemen Kimia, PTKI
  5    Ayakan
  6    Batang Pengaduk
  7    Beaker glass berbagai ukuran
  8    Blender glass Osterizer (vol.110)
  9    Buret
 10    Cawan Porselin
 11    Centrifuge (HC 1120T)
 12    Chamber
                                           Dalam Proses Pembelian, Departemen
  13   Chromatography Gas
                                           Kimia, PT KI
  14   Corong
  15   Corong Buchner besar dan kecil
  16   Dispenser
  17   Dissolution Tester
  18   Du Noy Tensionmeter
  19   Eksikator
  20   Erlenmeyer berbagai ukuran
  21   Exciccator
  22   Flame Photometer
  23   Freeze Dryer                        Laboratorium Penelitian
  24   Friabilator
  25   FT-IR Spectroscopy                  Departemen Kimia, PTKI
  26   Gas Chromatography                  Dalam roses pembelian



76
                                      Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


No.   Nama Alat                 Keterangan
 27   GC-MS                     Laboratorium MUI Kota Medan; PTKI
 28   Gelas Arloji
 29   Gelas Arloji besar
 30   Gelas Ukur
 31   Gram Balance
 32   Granulator
 33   Hardness Tester
 34   Hot Magnetik Stirer
                                Departemen Farmasi (Dalam proses
 35   HPLC                      pembelian), Lembaga Penelitian FMIPA,
                                Laboratori-um MUI Kota Medan, PTKI
 36   Hummer Mill Crusher
 37   Inkubator
 38   Jarum Ose
 39   Kaca Pembesar
 40   Krus Porselin
 41   Labu Alas datar
 42   Labu Alas Datar panjang
 43   Labu Bercabang
 44   Labu Bercabang-cabang
 45   Labu Datar Panjang
 46   Labu Destilasi Bulat
 47   Labu Leher 2
 48   Labu Leher 3
 49   Labu Leher Panjang
 50   Labu Rotary
 51   Labu Soklet
 52   Labu Tentukur
 53   Labu Ukur
 54   Laminar air flow
 55   Lemari asam
 56   Lemari Es
 57   Magnetic Stirer
 58   Melting Point Appratus
 59   Mesin Cetak Tablet
 60   Mesin Coating
 61   Microscope Slides
 62   Miligram Balance
 63   Mortir & Stamfer
 64   Murffle Furness
 65   Neraca analitis digital
 66   Otoklaf besar
 67   Otoklaf kecil
 68   Oven
                                Fakultas Kedokteran, Rumah Sakit
 69   PCR
                                Umum Haji Adam Malik
 70   Pencetak suppositoria



                                                                      77
Bab 5: Sarana Pendukung


No.    Nama Alat                     Keterangan
 71    Pendingin Bola
 72    Pendingin Liebig
 73    Pendingin Soklet
 74    Pendingin Udara
 75    Penyaring Buchner
 76    pH meter
 77    Pipa Bengkok
 78    Pipet Volume
 79    Piring Petri                  Dalam Proses Pembelian
 80    Plantar Test
 81    Plat Kaca 20 X 20 cm
 82    Plethysmometer digital        Dalam Proses Pembelian
 83    Plethysmometer Conventional
 84    Polarimeter
 85    Rak Tabung Reaksi
 86    Rotary Evaporator
                                     Departemen Kimia Farmasi, Departemen
  87   Spektrofotometer UV-VIS
                                     Kimia, PTKI
 88    Spot Plate
 89    Statif
 90    Tabung Reaksi
 91    Tanur
 92    TDM (Cobas Integra 400)       Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik
 93    Termometer: 360oC
 94    Tes kejernihan
 95    Thermostat Circulating
 96    Thermostat Laoda
 97    Timbangan gram
 98    Timbangan listrik Sartorius
 99    Timbangan listrik Toledo
 100   Timbangan miligram
 101   Tube Sentrifuse
 102   Water Bath
 103   Water Bath Listrik
Keterangan:
MUI    = Majelis Ulama Indonesia
PTKI = Pendidikan Tinggi Kimia Industri


5.3. Perpustakaan

Fasilitas perpustakaan pada Fakultas Farmasi USU diselenggarakan dan
disatukan pada perpustakaan pusat USU.




78
                                           Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


5.4. Asrama

Sekarang sedang dibangun sebuah asrama untuk tempat tinggal
mahasiswa selama belajar di USU. Di samping itu, tersedia juga
pemondokan di sekitar kampus yang disediakan oleh penduduk dan
perumahan dosen.


5.5. Jurnal Ilimiah

Fakultas Farmasi memiliki Jurnal Ilmiah dengan nama Media Farmasi
yang diterbitkan sejak tahun 1993 dengan ISSN 0854-3054, dan telah di
Akreditasi B oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Fakultas
Pendidikan Nasional.


5.6. Pengakuan Badan Profesi Terkait

    - Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI)
    - Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)


5.7. Hubungan dengan Institusi Lain

Untuk melaksakan pendidikan, terutama Pendidikan Profesi Apoteker
yang telah berjalan selama ini, Fakultas Farmasi telah menjalin hubungan
dengan beberapa instusi lain di luar universitas, yaitu:
1. Badan Pengawas Obat dan Makanan – Jakarta
2. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan – Medan
3. Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara – Medan
4. Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Medan
5. PT Kimia Farma Apotek, Medan
6. Kimia Farma Apotek, Bandung
7. Pusat Kesehatan Mahasiswa USU (Poliklinik USU)
8. Apotek Swasta di Medan dan sekitarnya
9. PT Aventis Pharma Industry, Yakarta
10. Perum BIOFARMA, Bandung
11. PT Indofarma Tbk, Yakarta
12. Industri Farmasi PT Kimia Farma, Bandung
13. Industri Farmasi PT Kimia Farma, Yakarta
14. Lembaga Farmasi Direktorat Kesehatan Angkatan Darat, Bandung


                                                                           79
Bab 5: Sarana Pendukung


15.   PT Combiphar Farma, Padalarang, Jawa Barat
16.   PT Industri Farmasi Pfizer Indonesia Tbk, Yakarta
17.   PT Bayer Indonesia, Yakarta
18.   PT Ethica Indonesia, Yakarta
19.   PT Novell Pharmaceutical Laboratories, Yakarta
20.   Industri Farmasi PT Kimia Farma Medan
21.   Industri Farmasi PT Mutifa Medan
22.   Industri Farmasi PT Sinabung Medan
23.   Industri Farmasi PT Universal Medan
24.   Industri Farmasi PT Varse Medan
25.   Industri Farmasi PT Aris Farma Medan
26.   Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik, Medan
27.   Rumah Sakit Umum dr. Pirngadi, Medan
28.   Rumah Sakit Umum Langsa, Aceh Timar
29.   Pendidikan Teknologi Kimia Industri (PTKI) Medan.

Di samping itu, menjelang akhir tahun 2005 yang lalu telah dilakukan
kunjungan ke Lembaga Kesihatan Malaysia, Jabatan Perkhidmatan
Awam, Jabatan Farmasi-Universiti Kebangsaan Malaysia, Hospital
UKM, Pusat Pengajian Sains Farmasi-Universiti Sains Malaysia, Hospital
Besar Pulau Penang, dan beberapa industri farmasi yang ada di Pulau
Penang. Semua ini dimaksudkan dalam upaya untuk mencari tempat
praktek kerja bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Apoteker pada
waktu yang akan datang yang berkeinginan melakukan praktek kerja di
luar negeri.




80
                                                    Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi




BAB      6
                                                                 DOSEN

D    osen (Staf Pengajar) di Fakultas Farmasi USU terdiri dari dosen
     tetap dan dosen tidak tetap. Dosen tetap adalah dosen yang
pekerjaan utamanya pada Fakultas Farmasi USU, sedangkan dosen tidak
tetap adalah dosen yang berasal dari fakultas lain di USU ataupun dosen
berasal dari instansi di luar USU.


6.1. Dosen Tetap

Dosen tetap Fakultas Farmasi USU berjumlah 63 orang. Strata
pendidikan dosen terdiri dari:
a. Doktor (S-3) = 12 orang (6 di antaranya profesor).
b. Master (S-2) = 43 orang (2 orang sedang mengikuti S-3)
c. Sarjana (S-1) = 7 orang

Tingkat pendidikan dosen cukup baik dengan 88,7% yang berpendidikan
S-2 dan S-3.

Tabel 6.1. Dosen yang Memperoleh Gelar Profesor, Ph.D., dan
           Tahun Pengukuhan
                                                             Ph.D.            Profesor
No                      Nama
                                                           Tahun di             Thn
                                                    1990, Tokushima Univ.
1.   Prof. Dr. Hakim Bangun, Apt.                                               1999
                                                    Japan
                                                    1991, PPSF-USM,
2.   Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt.                                       2001
                                                    Malaysia
                                                    1991, PPSF-USM,
3.   Prof. Dr. Urip Harahap, Apt.                                               2001
                                                    Malaysia
4.   Prof. Dr. Jansen Silalahi, M.App.Sc., Apt.bb   1990, UNSW, Australia       2002
                                                    2002, UTM-Johor,
5.   Prof. Dr. Siti Morin Sinaga, M.Sc., Apt.                                   2004
                                                    Malaysia
     Prof. Dr.rer.nat. Effendy De Lux.Putra, SU.    1994, Wniv. Wurzburg-
6.                                                                              2005
     Apt                                            Germany


                                                                                    81
 Bab 6: Dosen


 Tabel 6.2. Nama Dosen, Bidang Ilmu, dan Kualifikasi Pendidikan
                                    Bidang   Tamat S-1 Tamat S-2              Tamat S-3
No.           Nama
                                     Ilmu    Thn Di Thn      Di           Thn        Di
      Prof.Dr.Hakim Bangun,                                                    Tokushima
 1.                               Farmasetika 1979 USU   -    -           1990
      Apt.                                                                     Univ-Jepang
      Prof.Dr.Sumadio                                                          USM –
 2.                               Farmakologi 1982 USU   -    -           1991
      Hadisahputra, Apt.                                                       Malaysia
      Prof.Dr.Urip Harahap,                                                    USM –
 3.                               Farmakologi 1982 USU   -    -           1991
      Apt.                                                                     Malaysia
      Prof.Dr.Jansen Silalahi,    Kimia                       UNSW-            UNSW-
 4.                                          1978 USU 1985                1990
      M.App.Sc.,Apt.              Farmasi                     Australia        Australia
      Prof. Dr. Siti Morin        Kimia                       AIT–             UTM, Johor
 5.                                          1977 USU 1986                2002
      Sinaga, M.Sc.,Apt.          Farmasi                     Thailand         - Malaysia
      Prof.Dr.rer.nat.H.Effendy   Kimia                       UGM              Un.Wurzburg–
 6.                                          1982 USU 1988                1994
      D.Putra, SU.Apt             Farmasi                     Yogyakarta       Germany
                                                                               Univ. of
      Dr.M.Pandapotan             Biologi                     Queensland-
 7.                                          1977 USU 1982                1992 Illinois –
      Nasution, M.PS.,Apt.        Farmasi                     Australia
                                                                               USA
    Dr.Ginda Haro, M.Sc.,         Kimia                       Tsukuba –        Tsukuba –
 8.                                          1979 USU 1989                1992
    Apt.                          Farmasi                     Jepang           Jepang
    Dr.M.T Simanjuntak,           Kimia                       Kanazawa-        Kanazawa –
 9.                                          1979 USU 1988                1991
    M.Sc.,Apt.                    Farmasi                     Jepang           Jepang
                                                                               USM,
10. Dr. Karsono, Apt.             Farmasetika 1983 UGM   -    -           1991
                                                                               Malaysia
    Dr.Edy Suwarso, SU.,                                      UGM              UGM
11.                               Farmakologi 1979 UGM 1987               2004
    Apt.                                                      Yogyakarta       Yogyakarta
    Dr. Julia Reveny, M.Si.,                                  USU              Universiti
12.                               Farmasetika 1985 USU 1997               2006
    Apt.                                                      Medan            Malaya
                                                              USM–
13. Dra.Saodah, M.Sc., Apt.       Farmasetika 1977 USU 1987                 - -
                                                              Malaysia
    Drs. Salim Usman,                                         USU
14.                               Farmasetika 1977 USU 1996                 - -
    M.Si.,Apt.                                                Medan
    Dra. Juanita Tanuwijaya,
15.                               Farmasetika 1976 USU   -    -              -   -
    Apt.
    Dra..Fat Aminah, M.Sc                                     USM–
16.                               Farmasetika 1977 UGM 1990                  -   -
    Apt.                                                      Malaysia
    Drs. Kasmirul Ramlan                                      UGM
17.                               Farmasetika 1982 USU 1990                  -   -
    Sinaga, MS.,Apt.                                          Yogyakarta
                                                              UGM
18. Drs.Wiryanto, MS., Apt.       Farmasetika 1977 UGM 1989                  -   -
                                                              Yogyakarta
    Dra.Djendakita Purba,                                     USU
19.                               Farmasetika 1978 USU 1996                  -   -
    M.Si.,Apt.                                                Medan
    Dra.Azizah Nasution,                                      Un. of
20.                               Farmasetika 1982 USU 1990                  -   -
    M.Sc.,Apt.                                                Illinois-USA
    Dra.Nazliniwaty, M.Si                                     USU
21.                               Farmasetika 1987 USU 1998                  -   -
    Apt.                                                      Medan
                                                              ITB
22. Drs.Surjanto, M.Si., Apt. Farmasetika 1988 USU 1997
                                                              Bandung



 82
                                                  Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


                               Bidang      Tamat S-1  Tamat S-2       Tamat S-3
No.           Nama
                                Ilmu      Thn Di Thn        Di     Thn      Di
    Dra.Anayanti Arianto,                               USU
23.                           Farmasetika 1980 USU 2000             - -
    M.Si., Apt.                                         Medan
24. Drs.David Sinurat, Apt.   Farmasetika 1979 USU 2001 TB – USU    - -
                                                        UGM
      Drs.Agusmal
25.                           Farmasetika 1982 USU 1990 Yogyakarta - -
      Dalimunthe, MS.,Apt.
                                                                                -
26. Dra.Lely Sari Lubis, Apt. Farmasetika 1984 USU 2002 TB – USU            -
                                                                                Memohon ke
27. Marianne, S.Si., Apt.     Farmasetika 2003 USU      -    -              -
                                                                                PPSF-USM
                                                                                Tugas
      Poppy Anjelisa Z.
28.                           Farmasetika 1999 USU      -    -              -   Belajar
      Hasibuan, S.Si., Apt.
                                                                                di USU
                                                                                Tugas
      Aminah Dalimunthe,
29.                           Farmasetika 2002 USU      -    -              -   Belajar
      S.Si., Apt.
                                                                                di USU
    Dra. Nurmadjuzita,       Kimia                           USU
30.                                      1973   ITB   1999                  -   -
    M.Si., Apt.              Farmasi                         Medan
    Dra. Hayati Lubis,       Kimia                           USU
31.                                      1974 Unand 1997                    -   -
    M.Si.,Apt.               Farmasi                         Medan
                             Kimia                           UGM
32. Drs.Ismail, M.Si., Apt.              1977 UGM 1996                      -   -
                             Farmasi                         Yogyakarta
    Drs.Fathur Rahman H,     Kimia                           ITB
33.                                      1979 USU 1996                      -   -
    M.Si.,Apt.               Farmasi                         Bandung
    Drs.Syafruddin, MS.,     Kimia                           ITB
34.                                      1977 USU 1984                      -   -
    Apt.                     Farmasi                         Bandung
    Drs.Muchlisyam,          Kimia                           USU
35.                                      1979 USU 1996                      -   -
    M.Si.,Apt.               Farmasi                         Medan
    Drs.Chairul Azhar D,     Kimia                           Hiroshima-
36.                                      1978 USU 1986                      -   -
    M.Sc.,Apt.               Farmasi                         Jepang
                             Kimia                           ITB
37. Dra.Masfria, MS.,Apt.                1984 USU 1992                      -   -
                             Farmasi                         Bandung
    Dra.Masria L Tambunan, Kimia                             USU
38.                                      1978 USU 2000                      -   -
    M.Si.,Apt.               Farmasi                         Medan
    Dra.Saleha Salbi, M.Si   Kimia                           USU
39.                                      1979 USU 1999                      -   -
    Apt.                     Farmasi                         Medan
    Drs.Maralaut Batubara,   Kimia
40.                                      1978 USU 1987 Inggris              -   -
    M.Phill.,Apt.            Farmasi
    Drs.Nahitma Ginting,     Kimia                           USU
41.                                      1992 USU 1998                      -   -
    M.Si., Apt.              Farmasi                         Medan
    Drs.Sudarmi,S., M.Si     Kimia                           USU
42.                                      1981 USU 1999                      -   -
    Apt.                     Farmasi                         Medan
    Drs.Syahrial Yoenoes,    Kimia                           UGM
43.                                      1981 USU 1988                      -   -
    SU.,Apt.                 Farmasi                         Yogyakarta
                             Kimia                           USU
44. Dra.Salbiah, M.Si., Apt.             1986 USU 1998                      -   -
                             Farmasi                         Medan
    Drs.Immanuel S.          Kimia                           USU
45.                                      1982 USU 1999                      -   -
    Meliala, M,Si.,Apt.      Farmasi                         Medan


                                                                                    83
 Bab 6: Dosen


                               Bidang      Tamat S-1   Tamat S-2             Tamat S-3
No.           Nama
                                Ilmu       Thn Di Thn        Di           Thn      Di
    Dra.Tuty Roida Pardede, Kimia                        USU
46.                                        1978 USU 2000                   -
    M.Si.,Apt.               Farmasi                     Medan
                             Kimia
47. Dra.Siti Nurbaya, Apt.                 1977 USU      -     -           -    -
                             Farmasi
                             Kimia
48. Drs.Ubaidillah M., Apt.                1980 USU 2000 TB – USU          -    -
                             Farmasi
                             Biologi                     ITB
49. Dra. Siti Aman, MS.,Apt.                     ITB    1985               -    -
                             Farmasi                     Bandung
    Dra.Misra Gafar, MS.,    Biologi                     ITB
50.                                        1984 USU 1992                   -    -
    Apt.                     Farmasi                     Bandung
    Dra.Marline Nainggolan, Biologi                      UGM
51.                                        1984 USU 1990                   -    -
    MS.,Apt.                 Farmasi                     Yogyakarta
    Dra.Herawati Ginting,
                             Biologi                           USU
52. M.Si.,Apt.                             1979 USU 1998                   -    -
                             Farmasi                           Medan
      Dra.Erly Sitompul,         Biologi                       ITB
53.                                        1978 USU 2003                   -    -
      M.Si., Apt.                Farmasi                       Bandung
      Drs.Panal Sitorus, M.Si.   Biologi                       USU
54.                                        1979 USU 1998                   -    -
      Apt.                       Farmasi                       Medan
      Dra.Suwarti Aris, MS       Biologi                       ITB
55.                                        1980 USU 1994                   -    -
      Apt.                       Farmasi                       Bandung
      Dra.Aswita Hafni Lubis,    Biologi                       ITB
56.                                        1981 USU 1994                   -    -
      MS.,Apt.                   Farmasi                       Bandung
      Drs. Awaluddin Saragih,    Biologi                       ITB
57.                                        1977 USU 2002                   -    -
      M.Si.Apt.                  Farmasi                       Bandung
      Drs.Suryadi Ahmad,         Biologi                       UKM-
58.                                        1983 USU 1993                   -
      M.Sc.,Apt.                 Farmasi                       Malaysia
                                                                               Tugas
                                                               ITB
59. Dra.Rosidah, M.Si., Apt. Farmakologi 1975 UGM 1999                    2003 Belajar – di
                                                               Bandung
                                                                               USM
    Dra.Rasmadin Muchtar,                                  ITB
60.                              Farmakologi 1979 USU 1985                 -    -
    MS.,Apt.                                               Bandung
    Drs.Saiful Bahri                                       ITB
61.                              Farmakologi 1982 USU 1987                 -    -
    Zainuddin, MS.,Apt.                                    Bandung
    Hari Ronaldo Tanjung,                                                       Memohon ke
62.                              Farmakologi 2002 USU    -     -           -
    S.Si., Apt.                                                                 PPSF-USM



 6.2. Dosen Tidak Tetap

 Staf tidak tetap adalah staf pengajar yang berasal dari luar Fakultas
 Farmasi untuk Mata Kuliah Dasar Umum (Agama, Bahasa Indonesia,
 Pendidikan Kewarganegaraan, Ilmu Budaya Dasar, Ilmu Sosial Dasar,
 Manajemen) dan Mata Kuliah Keahlian yang berkaitan dengan Fakultas
 Kedokteran (Fisiologi Manusia, Patofisiologi, Kimia Klinis).


 84
                                              Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


Tabel 6.3. Daftar Nama Dosen Tidak Tetap
No.   Nama                                       Mata Kuliah
  1   Prof. dr. Adi Kusuman Aman, Sp.PK(K).      Kimia Klinis/Patologi Klinik
  2   Prof. dr. Iman Sukiman, Sp.PK(K).,         Kimia Klinis/Patologi Klinik
  3   dr. Dedy Ardinata, M.Kes.                  Fisilogi Manusia. Fatofisiologi
  4   dr. Nuraiza Meutia                         Fisilogi Manusia. Fatofisiologi
  5   dr. Eka Roina Megawati                     Fisilogi Manusia. Fatofisiologi
  6   dr. Yetty Machrina                         Fisilogi Manusia. Fatofisiologi
  7   dr. Yudi Herlambang                        Fisilogi Manusia. Fatofisiologi
  8   dr. Maya Safira                            Fisilogi Manusia. Fatofisiologi
  9   dr. M. Azhar                               Fisilogi Manusia. Fatofisiologi
 10   dr. Milahayati Daulay                      Fisilogi Manusia. Fatofisiologi
 11   Prof. Marjuni Rangkuti, MA., Ph.D.         Agama Islam
 12   Dra. Rosmiani, MA.                         Agama Islam
 13   Dra. Hj. Zakiah, M.Pd.                     Agama Islam
 14   Drs. B.M. Sembiring                        Agama Kristen Katholik
 15   Dr. Risnawati Sinulingga, M.Th.            Agama Kristen Protestan
 16   Drs. Tommy Tantawi, MA                     Agama Budha
 17   Drs. I Putu Sutrisna                       Agama Hindu



6.3. Penguji Luar

Penguji luar dilakukan hanya untuk Program Pendidikan Apoteker, yaitu:
yang berasal dari rumah sakit; industri farmasi; Balai Besar Pengawas
Obat dan Makanan Medan; Dinas Kesehatan Pemerintahan Provinsi
Sumatera Utara; pimpinan apotek PT Kimia Farma, pimpinan apotek
swasta tempat para mahasiswa melakukan latihan kerja profesi; dan
Anggota Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia.




                                                                              85
Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan




BAB       7
                                      ORGANISASI
                                  KEMAHASISWAAN

7.1. Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi

VISI
Meningkatkan potensi mahasiswa yang berintelektual dan bermoral

MISI
- Memberdayakan potensi keilmuan dan wawasan
- Memberdayakan potensi kekeluargaan dan kebersamaan
- Memberdayakan potensi kedisplinan dan manajerial


     TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SENAT MAHASISWA
                FAKULTAS FARMASI USU

I.   PERANGKAT ORGANISASI
     A. Presidium
        Terdiri dari gubernur, sekretaris jenderal, dan ketua departemen

     B. Pengurus Departemen
        Ketua departemen, sekretaris        departemen,    dan    anggota
        departemen

II. WEWENANG & TANGGUNG JAWAB PERANGKAT
    ORGANISASI
    A. Wewenang & Tanggung Jawab Presidium
       1. Menyusun dan merencanakan kebijakan program kerja
          organisasi
       2. Menentukan arah kebijakan dari organisasi



86
                                     Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


   3. Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan dalam
      presidium

B. Wewenang & Tanggung Jawab Pengurus Departemen
   1. Melaksanakan kebijakan program kerja
   2. Menentukan arah kebijakan internal departemen
   3. Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan oleh
      pengurus departemen

C. Wewenang & Tanggung Jawab Gubernur
   1. Bertanggung jawab terhadap jalannya roda organisasi
   2. Me-reshuffle kepengurusan minimal 3 bulan sekali
   3. Bersama kepengurusan mengajukan rancangan peraturan/
      ketetapan organisasi dan rancangan pendapatan belanja
      organisasi fakultas kepada majelis mahasiswa fakultas.
   4. Menandatangani surat mandat, surat keterangan, dan surat
      keputusan dari setiap kegiatan yang berlangsung serta
      mengetahui surat masuk dan keluar.

D. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris jenderal
   1. Mendampingi gubernur dalam pelaksanaan & pengawasan
      organisasi
   2. Bertanggung      jawab     atas     terlaksananya kegiatan
      kesekretariatan secara keseluruhan.
   3. Mempersiapkan rapat presidium serta berbagai materi yang
      diperlukan untuk rapat.
   4. Mendokumentasikan arsip kegiatan bersama dengan
      departemen keorganisasian & kesekretariatan
   5. Dapat menggantikan/mewakilkan wewenang dan tanggungj
      awab gubernur apabila:
      a. Mendapat mandat dari gubernur
      b. Kondisi yang memungkinkan bagi sekjen untuk
          mengambil alih fungsi & peranan gubernur atas
          persetujuan presidium

E. Wewenang & Tanggung Jawab Ketua Departemen
   1. Departemen Pendidikan & Penalaran
      a. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja
         yang bersifat meningkatkan keilmuwan dan wawasan
         mahasiswa farmasi



                                                                     87
Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan


              b. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang
                 dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin
                 bersama dengan sekretaris departemen
              c. Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam
                 pelaksanaan setiap kegiatan
              d. Berwenang menetapkan program kerja baru pada
                 departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur
              e. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung
                 program kerja
              f. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan
                 departemen komunikasi dan informasi

         2. Departemen Komunikasi & Informasi
            a. Bertanggung jawab terhadap penyebaran informasi &
               publikasi kegiatan
            b. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait
               dengan kegiatan
            c. Berwenang dalam pembuatan media komunikasi &
               informasi
            d. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang
               dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin
               bersama dengan sekretaris departemen
            e. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan
               setiap kegiatan
            f. Berwenang menetapkan program kerja baru pada
               departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur
            g. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung
               program kerja

         3. Departemen Keuangan & Perlengkapan
            a. Bertanggung jawab dalam mengelola keteraturan arus
               keuangan organisasi
            b. Berwenang dalam berbagai daya upaya mencari
               pendapatan yang halal
            c. Membuat pembukuan keuangan atas usaha & jasa yang
               dilakukan secara halal serta memberikan laporan
               keuangan secara berkala kepada gubernur
            d. Bertanggung jawab terhadap pengadaan barang-barang
               kebutuhan organisasi & melakukan perawatan dan
               pendataan terhadap inventeris yang ada



88
                                  Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


   e. Bertanggungjwab dalam pengadaan perlengkapan di
      lapangan dalam setiap kegiatan
   f. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang
      dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin
      bersama dengan sekretaris departemen
   g. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan
      setiap kegiatan
   h. Berwenang menetapkan program kerja baru pada
      departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur
   i. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung
      program kerja
   j. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan
      departemen komunikasi & informasi

4. Departemen Seni & Olahraga
   a. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja
      yang     bersifat   meningkatkan    jiwa    kreativitas,
      kekeluargaan, sportivitas, dan kebersamaan mahasiswa
      farmasi
   b. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang
      dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin
      bersama dengan sekretaris departemen
   c. Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam
      pelaksanaan setiap kegiatan
   d. Berwenang menetapkan program kerja baru pada
      departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur
   e. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung
      program kerja
   f. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan
      departemen komunikasi & informasi

5. Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan
   a. Bertanggung jawab terhadap jalannya progam kerja yang
      bersifat meningkatkan kualitas anggota kepengurusan
   b. Merancang peraturan/ketetapan organisasi yang akan
      dibahas lebih lanjut oleh presidium
   c. Bertanggung jawab kepada sekretaris jenderal dalam
      pengelolaan data dan arsip yang ada
   d. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang
      dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin
      bersama dengan sekretaris departemen


                                                                  89
Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan


              e. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan
                 setiap kegiatan.
              f. Berwenang menetapkan program keja baru pada
                 departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur
              g. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung
                 program kerja
              h. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan
                 departemen komunikasi dan informasi.

         F. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris Departemen
            1. Mendampingi ketua departemen dalam melaksanakan &
               mengawasi kegiatan
            2. Bertanggung jawab atas terlaksananya kesekretariatan
               departemen
            3. Mempersiapkan rapat pengurus departemen serta
               berbagai materi yang diperlukan untuk rapat.


III. STRUKTUR ORGANISASI

Gubernur                                    : Diding Pradita

Sekretaris Jenderal                         : Parna Srait

Departemen Pendidikan & Penalaran
Ketua                                       : Yogi
Sekeretaris                                 : Sabiqah

Departemen Komunikasi
Ketua                                       : M. Fadli
Sekeretaris                                 : Yade Metri P.

Departemen Keuangan & Perlengkapan
Ketua                                       : Winda Kirana
Sekeretaris                                 : Anita

Departemen Seni & Olahraga
Ketua                                       : Iwanto
Sekeretaris                                 : Bayu

Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan
Ketua                                       : Yogi
Sekeretaris                                 : Sabiqah


90
                                        Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi


7.2. Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA)

Ketua Umum                               : SYAFRIZAL
Wakil Ketua Umum                         : AHMAD ANGGARA
Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan : AHMAD IRFAN
Ketua Bidang Pembinaan Anggota           : TEDY KURNIAWAN BAKRI
Ketua Bidang PTKP                        : DIKI SYAHPUTRA
Ketua Bidang Kekaryaaan                  : JAYA PRAMANA SEMBIRING
Ketua Bidang Agama Islam                 : JULI PAHRIANISA
Ketua Bidang Agama Kristen               : ELPRIDA BUTAR-BUTAR

Sekretaris Umum                     : IRA VERONIKA
Wakil Sekretaris Umum               : M. IRFAN SITEPPU
Wakil Sekretaris Umum               : BAYU OKTA WINDA
Wakil Sekretaris Umum               : M. FADLI
Wakil Sekretaris Umum               : SABIQAH SARI
Wakil Sekretaris Umum               : NIKO PUTRAGA
Wakil Sekretaris Umum               : MEI KRISTIAN ZEGA

Bendahara Umum                      : MIRA SRINITA BANGUN
Wakil Bendahara Umum                : MAYA ARNITAS

Departemen
 Penelitian dan Pengembangan      Pembinaan Anggota
 - EVA SURIANTI                   - LISA HELMITA
 - NURSAIDAH                      - MIMI MAULIDINA
 - KARMILA                        - FITRIANA
 - DINANTY DINI                   - RETNO FARDHANI
 - AGREFINA                       - RIKHA ANDRISSHA
 - ANITA KARLINA

 Kekaryaan                        PTKP
 - HAFNIZAR W DAULAY              - NANDA SARI
 - VERA NOVITAWATI                - NOVY HANDAYENNY
 - FADHILAH ANWAR                 - SRI WAHYUNI
 - FATIMAH SYAM                   - AZMI ERVITA
 - DINA ANDRIANI                  - SUCI RAHMALIA
 - ARISMA RINI                    - PARHAN

 Agama Islam                      Agama Kristen
 - MUHARNI SAPUTRI                - ELVRIDA SIALAGAN
 - SRI IRMAWATI                   - YUSTINA SAMOSIR
 - PEBRIANA MEGA SARI             - AGNES SITORUS
 - YULIA SARI                     - JOHN NEW COMBI
 - SRI KURNIASIH                  - JUNI MARTOGI
 - MUSTATIAH



                                                                        91
Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan




92

				
DOCUMENT INFO
Description: Proposal Sistem Informasi Apotek document sample