Docstoc

Proposal Kuliah Sistem Informasi

Document Sample
Proposal Kuliah Sistem Informasi Powered By Docstoc
					PERILAKU DAN DINAMIKA
       PROYEK


     Program Studi Teknik Elektro
   Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
  Universitas Mercu Buana Yogyakarta


       Manajemen Proyek IT
               oleh:
   Indah Susilawati, S.T., M.Eng.
Definisi proyek
  Kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu
  terbatas, dengan alokasi sumber daya tertentu dan dimaksudkan
  untuk menghasilkan produk yang kriteria mutunya telah digariskan
  dengan jelas.


Lingkup proyek
   – Pembangunan pabrik
   – Pembuatan produk baru
   – Pelaksanaan penelitian dan pengembangan
Ciri Proyek
  Bertujuan menghasilkan produk atau kerja akhir tertentu.
  Dalam proses mewujudkan produk tsb di atas, ditentukan jumlah
  biaya, jadwal, serta kriteria mutu.
  Bersifat sementara, dalam arti umurnya dibatasi oleh selesainya
  tugas. Titik awal dan titik akhir ditentukan dengan jelas.
  Nonrutin, tidak berulang-ulang. Macam dan intensitas kegiatan
  berubah sepanjang berlangsungnya proyek.


Definisi program
  Program mempunyai sifat yang sama dengan proyek.
  Perbedaannya terletak pada kurun waktu pelaksanaan dan
  besarnya sumberdaya yang diperlukan. Program memiliki skala
  yang lebih besar daripada proyek, program dapat dipecah menjadi
  bermacam proyek yang berbeda.
Sasaran proyek dan tiga kendala (triple constraint)

  Anggaran
  Proyek harus diselesaikan dengan biaya yang tidak melebihi
  anggaran. Untuk proyek besar (jangka waktu proyek bertahun-
  tahun) maka seringkali anggaran dipecah menjadi beberapa periode
  anggaran.
  Jadwal
  Proyek harus dikerjakan sesuai dengan kurun waktu dan tanggal
  akhir yang telah ditentukan. Produk akhir harus diserahkan dengan
  tidak melewati batas waktu yang ditentukan.
  Mutu
  Produk atau hasil kegiatan proyek harus memenuhi spesifikasi dan
  kriteria yang dipersyaratkan.
Ketiga batasan saling tarik
menarik. Jika ingin meningkatkan
                                                 BIAYA
mutu produk yang telah disepakati
maka umumnya berakibat pada
                                               ANGGARAN
naiknya biaya. Sebaliknya bila
ingin menekan biaya, maka
biasanya harus berkompromi
dengan mutu dan jadwal.

Dari segi teknis, ukuran
                                      JADWAL               MUTU
keberhasilan proyek biasanya
dikaitkan dengan sejauh mana
ketiga sasaran proyek tersebut        WAKTU               KINERJA
dapat dipenuhi.

                                    Sasaran proyek yang juga merupakan
                                        tiga kendala (triple contraint)
             Kegiatan Proyek vs Operasional

Proyek                            Operasional
  Bercorak dinamis, nonrutin.       Berulang-ulang, rutin.
  Siklus proyek relatif pendek.     Berlangsung dalam jangka
  Intensitas kegiatan berubah-      panjang.
  ubah selama siklus proyek.        Intensitas kegiatan relatif
  Kegiatan harus diselesaikan       sama.
  berdasarkan anggaran dan          Batas anggaran dan jadwal
  jadwal yang telah ditentukan.     tidak setajam proyek.
  Terdiri atas bermacam-            Macam kegiatan tidak terlalu
  macam kegiatan yang               banyak.
  memerlukan berbagai disiplin
                                    Keperluan sumberdaya untuk
  ilmu.
                                    operasional relatif konstan.
  Keperluan sumberdaya
  selama siklus proyek berubah,
  baik macam maupun
  volumenya.
Ukuran proyek
  Belum ada kriteria untuk menentukan besar kecilnya proyek secara
  kuantitatif, hal ini dikarenakan banyaknya jenis proyek (contoh
  proyek bendungan  perumahan  pengembangan).


Kompleksitas proyek
Bergantung pada:
  Jumlah jenis kegiatan dalam proyek.
  Jenis dan jumlah hubungan antar kelompok dalam proyek.
  Jenis dan jumlah hubungan antar kegiatan (kelompok) dalam
  proyek dengan pihak luar.
Macam atau jenis proyek
  Proyek Engineering – Konstruksi
   Misal pembangunan gedung, jembatan, jalan raya, dll.
  Proyek Engineering – Manufaktur
   Untuk menghasilkan produk baru. Jika kegiatan ini dilakukan berulang dan rutin
  maka tidak lagi disebut proyek.
  Proyek Penelitian dan Pengembangan
   Bertujuan melakukan penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan produk
  tertentu. Prosesnya bisa berubah-ubah (dalam rangka mengejar produk akhir).
  Proyek Pelayanan Manajemen
   Misalnya merancang sistem informasi manajemen, sistem informasi akademik,
  merancang program efisiensi dan penghematan.
  Proyek Kapital
   Berkaitan dengan penggunaan dana kapital untuk investasi, misalnya
  pembebasan tanah, penyiapan lahan, pembelian material dan peralatan.
  Proyek Radio – Telekomunikasi
   Untuk membangun jaringan telekomunikasi.
  Proyek Konservasi Bio – Diversity
   Berkaitan dengan usaha pelestarian lingkungan. Proyek jenis ini sarat dengan
  pengkajian, penelitian, dan survai.
Timbulnya suatu proyek

  Rencana pemerintah
   misalnya proyek pembangunan jalan
  Permintaan pasar
   misalnya terjadi kenaikan permintaan suatu produk dalam jumlah
  besar, maka perlu dibangun sarana produksi baru.
  Dari dalam perusahaan yang bersangkutan
   misalnya suatu perusahaan akan memperbarui (modernisasi)
  perangkat, sistem kerja, atau sistem informasi yang lama agar lebih
  mampu bersaing.
  Dari kegiatan penelitian dan pengembangan
   dari kegiatan penelitian dan pengembangan diperkirakan dapat
  dihasilkan produk baru yang banyak manfaat dan peminatnya,
  sehingga dibangun fasilitas produksinya.
Dinamika dalam siklus proyek
Tahap Siklus Proyek
    1.       Tahap konseptual
    2.       Tahap Perencanaan dan Pengembangan (PP/Definisi)
    3.       Tahap implementasi
    4.       Tahap terminasi

Ad.1. Tahap Konseptual
         Terdiri atas kegiatan penyusunan dan perumusan gagasan, analisis pendahuluan, dan
         pengkajian kelayakan. Seringkali disebut dengan studi kelayakan proyek.
         Hasilnya: dokumen hasil studi kelayakan

Ad.2. Tahap PP/Definisi
    –        Melanjutkan evaluasi tahap konseptual secara lebih terinci sehingga dapat digunakan
             untuk mengambil keputusan mengenai kelangsungan investasi atau proyek.
    –        Menyiapkan perangkat, seperti data, kriteria dan spesifikasi teknik.
    –        Menyusun perencanaan dan membuat keputusan strategis yang terkait garis
             penyelenggaraan proyek, seperti sasaran pokok dan pendanaan.
    –        Memilih peserta proyek, yaitu pemilik proyek, kontraktor, konsultan, arsitek, dll.

    Hasilnya:
    –     Dokumen analisis lanjutan kelayakan proyek.
    –     Dokumen rencana strategis dan operasional proyek.
    –     Dokumen definisi anggaran, jadwal induk, dan kriteria mutu proyek.
    –     Paket lelang dan dokumen hasil evaluasi proposal para peserta paket lelang.
Ad.3. Tahap Implementasi

 Berbeda-beda dari proyek yang satu dengan yang lain.
Meliputi:
    - Mengkaji lingkup kerja proyek, membuat program implementasi dan
      mengkomunikasikannya kepada peserta dan penanggung jawab
      proyek.
    - Melakukan pekerjaan desain-engineering terinci, pengadaan material
      dan peralatan, instalasi atau konstruksi.
    - Melakukan perencanaan dan pengendalian aspek biaya, jadwal, dan
      mutu.
    - Melakukan mobilisasi tenaga kerja, melatih dan melakukan supervisi.
Hasilnya:
    - Produk atau instalasi proyek yang telah selesai secara mekanis.
    - Ditandai dengan penyerahan sertifikat mechanical completion dari
      pemilik proyek kepada organisasi pelaksana atau kontraktor.
Ad.4. Tahap Terminasi

Meliputi:
    – Mempersiapkan instalasi atau produk beroperasi, seperti uji
      coba start up, dan perfomance test.
    – Penyelesaian administrasi dan keuangan proyek seperti
      asuransi dan klaim.
    – Seleksi dan kompilasi dokumen proyek untuk diserahkan kepada
      pemilik atau induk perusahaan.
    – Melakukan demobilisasi dan reassignment personil.
    – Menyusun laporan penutupan proyek.

Hasilnya:
   – Produk atau instalasi proyek yang telah siap pakai.
   – Ditandai dengan penyerahan sertifikat operational acceptance
      oleh pemilik proyek untuk organisasi pelaksana atau kontraktor.
   – Dokumen pernyataan penyelesaian masalah asuransi, klaim,
      dan jaminan.
Proyek Penelitian dan Pengembangan
Tahap Konseptual:
    –   Melihat kesempatan dan merumuskan gagasan.
    –   Meletakkan dasar studi kelayakan.
    –   Menentukan lingkup kerja, jadwal, dan prakiraan biaya.
Tahap PP/Definisi:
    – Menjabarkan lingkup kerja/kegiatan.
    – Memperdalam evaluasi.
    – Melakukan desain engineering awal.
Tahap Implementasi:
    –   Pengadaan materiil dan peralatan.
    –   Melakukan pilot test.
    –   Menganalisis hasilnya.
    –   Melakukan test penuh dan menganalisis hasilnya.
Tahap Operasi:
    – Membuat laporan akhir.
    – Mengedarkan laporan akhir untuk memperoleh tanggapan.
Perilaku Selama Siklus Proyek
  Perubahan titik berat pengelolaan
  Dengan bergerak majunya proyek, maka titik berat pengelolaan
  berubah dari perencanaan ke pengendalian.

  Potensi pengendalian biaya
  Pengendalian biaya adalah hal yang substansial di awal proyek, dan
  menurun pada tahap-tahap berikutnya.

  Menurunnya resiko sejalan dengan kemajuan proyek.
  Proyek mempunyai resiko gagal mencapai sasaran. Dengan
  kemajuan yang diperoleh sehubungan dengan tersedianya
  informasi yang cukup maka resiko kegagalan tersebut akan
  menurun.

  Perubahan lingkup vs siklus proyek
  Harus dihindari perubahan lingkup pada tahap implementasi karena
  akan memiliki dampak pada biaya dan jadwal.
selesai

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:101
posted:7/19/2011
language:Indonesian
pages:16
Description: Proposal Kuliah Sistem Informasi document sample