Docstoc

Laporan Tahunan 2010 Jasa Raharja

Document Sample
Laporan Tahunan 2010 Jasa Raharja Powered By Docstoc
					           Transparansi dalam Pertumbuhan
“   PT Jasa Raharja (Persero) menyajikan informasi secara terbuka
    kepada publik sesuai dengan prinsip-prinsip Good Corporate
    Governance untuk memberikan pelayanan yang dapat diandalkan
    berdasarkan Visi, Misi dan Budaya Perusahaan.

    PT Jasa Raharja (Persero) telah membuktikan dirinya sebagai
    perusahaan yang konsisten dan berkesinambungan dalam
    memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di bidang program
    Asuransi Lalu Lintas Kecelakaan dan Asuransi Kewajiban terhadap
    Pihak Ketiga, untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan
    dari perusahaan.


                   Transparency in Growth
    PT Jasa Raharja (Persero) provide transparency information
    to the public in accordance with the principles of Good
    Corporate Governance to establish a reliable company
    based on the Vision, Mission and Corporate Culture.

    PT Jasa Raharja (Persero) has proven itself as a consistent and
    sustainable enterprise in providing the best service to the community
    in program areas Traffic Accident Insurance and Liability Insurance     “
    against Third Party, to support sustainable growth of the company.
    DAFTAR ISI                                                       TABLE OF CONTENTS
                                     PENJELASAN TEMA           1    THEME DESCRIPTION
                         Transparansi dalam Pertumbuhan        1    Transparency in Growth


       IKHTISAR PENTING KEUANGAN DAN OPERASIONAL               5    IMPORTANT FINANCIAL AND OPERATIONAL HIGHLIGHTS
                                   lkhtisar Keuangan           6    Financial Highlights
                                 Ikhtisar Operasional          8    Operational Highlights


                 LAPORAN KEPADA PEMEGANG SAHAM                 13   REPORT TO SHAREHOLDERS
                              Laporan Dewan Komisaris          15   Report of the Board of Commissioners
                                 Profil Dewan Komisaris        18   Profile of Board of Commissioners
                                          Laporan Direksi      21   Directors Report
                                             Profil Direksi    25   Profile of Directors
            Pernyataan Tanggung Jawab Laporan Tahunan          28   Statement of Responsibility of Annual Report

                                 SEKILAS JASA RAHARJA          29   JASA RAHARJA PROFILE
                                         Profil Jasa Raharja   30   Profile of Jasa Raharja
                                          Perjalanan Waktu     31   Milestones
                        Visi, Misi, dan Budaya Perusahaan      35   Vision, Mission, and Corporate Culture
                                       Strategi Perusahaan     36   Corporate Strategy
                                         Akuntan Perseroan     36   Company Accountant
                                          Peristiwa Penting    37   Milestones
                               Penghargaan dan Sertifikasi     39   Awards and Certifications
                                         Struktur Korporasi    41   Corporate Structure
                               Daftar Nama Pejabat Senior      45   List of Names of Senior Officials


             ANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN                  47   ANALYSIS DISCUSSION AND MANAGEMENT
                             Analisa Kinerja Operasional       48   Operational Performance Analysis
                         Analisa Industri Asuransi Sosial      49   Social Insurance Industry Analysis
                                  Perluasan Perlindungan       51   Expansion Protection
                          Komitmen terhadap Pelayanan          56   Commitment to Service
                                          Prospek Usaha        61   Business Prospects
               Perubahan Peraturan Perundang-Undangan          66   Change of Legislation
                                      Kinerja Operasional      67   Operational Performance
                                    Kepuasan Pelanggan         80   Customer Satisfaction


                           ANALISA KINERJA KEUANGAN            81   ANALYSIS OF FINANCIAL PERFORMANCE
          Analisa Capaian Target dan Pertumbuhan Neraca        81   Achievement Analysis of Target and Balance Sheet Growth
                  Analisa Capaian Target dan Pertumbuhan            Achievement Analysis of Target and Revenue &
                                      Pendapatan & Beban       84   Expense Growth
            Pertumbuhan Kinerja Keuangan Neraca Tahun               Performance Growth of Financial Balance Sheet for the Year
                                              2006 - 2010      86   2006-2010

2    LAPORAN TAHUNAN 2010
      Pertumbuhan Kinerja Keuangan Pendapatan & Beban            Performance growth of Financial Revenue & Expense for the
                                     Tahun 2006 – 2010           Year 2006-2010
                                           Analisa Rasio         Ratio Analysis
                        Kejadian Setelah Tanggal Neraca          Subsequent Events
                          Perubahan Kebijakan Akuntansi          Changes in Accounting Policies
                Penilaian Umum atas Kinerja Perusahaan           General Assessment of Corporate Performance


                               TATA KELOLA PERUSAHAAN            CORPORATE GOVERNANCE
                                               Pedoman GCG       GCG Guidance
                           Rapat Umum Pemegang Saham             General Meeting of Shareholders
                                            Dewan Komisaris      Board of Commissioners
                                                      Direksi    Directors
                                      Sekretaris Perusahaan      Company Secretary
                                  Satuan Pengawasan Intern       Internal Audit Unit
                              Etika Bisnis / Code of Conduct     Business Ethics / Code of Conduct
                                      Keterbukaan Informasi      Information Disclosure
                          Pusat Pengaduan / Pusat Layanan        Complaint Center / Service Center
                          Persiapan dan Implementasi IFRS        Preparation and Implementation of IFRS
                           Tindak Lanjut Implementasi GCG        Follow-up Implementation of GCG
                                     Hasil Assessment GCG        GCG Assessment Results


                               PROGRAM KEMITRAAN DAN             PARTNERSHIPS PROGRAM AND
                                         BINA LINGKUNGAN         COMMUNITY DEVELOPMENT
                                    Laporan Direktur Utama       Report of the President Director
                         Ikhtisar Keuangan dan Operasional       Financial and Operational Highlights
                                     Kebijakan Umum PKBL         General Policy of PKBL
                                    Profil PKBL Jasa Raharja     Profile of Jasa Raharja PKBL
                                Stuktur Organisasi dan SDM       Organizational Structure and Human Resources
                                            Peristiwa Penting    Milestones
                Analisa dan Pembahasan Manajemen PKBL            Analysis and Discussion of PKBL Management
                            Rapat Umum Pemegang Saham            General Meeting of Shareholders
   Sinergi Program Kemitraan dengan BUMN Penyalur Lain           Synergy of Partnership Program with SOE
                                    Surat Pernyataan Direksi     Directors Statement
                                                 Opini Auditor   Auditors Opinion
                                 Laporan Keuangan Lengkap        Complete Financial Statements


                         TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS               REVIEW OF BUSINESS SUPPORT
                                  Sumber Daya Manusia            Human Resources
                                     Informasi Teknologi         Information Technology
                                      Manajemen Risiko           Risk Management
                  Anak Perusahaan dan Perusahaan Afiliasi        Subsidiaries and Affiliated Companies


                                   INFORMASI KEUANGAN            FINANCIAL INFORMATION
                                    Surat Pernyataan Direksi     Directors Statement
                                               Opini Auditor     Auditors Opinion
                                 Laporan Keuangan Lengkap        Complete Financial Statements


                              INFORMASI PERUSAHAAN               COMPANY INFORMATION
Alamat Kantor Pusat, Kantor Cabang dan Kantor Perwakilan         Address of Head Office, Branches and Representative
                                                                 Offices




                                                                                             LAPORAN TAHUNAN 2010            3
4   LAPORAN TAHUNAN 2010
Ikhtisar Penting
Keuangan & Operasional
Important
Financial & Operational
Highlights
Ikhtisar Keuangan/ Financial Higlights
Ikhtisar Operasional/ Operational Highlights
    Ikhtisar Penting
    Keuangan & Operasional
    Important
    Financial & Operational Highlights
    IKHTISAR KEUANGAN                                                                             FINANCIAL HIGHLIGHTS
    1 LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN                                    1 CONSOLIDATED FINANCIAL REPORT
       (dalam juta rupiah)                                                                                                (in millions rupiah)

      URAIAN                                       2010       2009         2008         2007       2006                  DESCRIPTION
      Jumlah Investasi                         4,939,541 3,824,067     2,618,234    2,130,559 1,721,256                  Total Investment
      Aset Lancar                                300,646 250,874         214,187      211,629   158,466                    Current Assets
      Aset Tetap                                 258,093 207,031         181,834      149,128   127,886                      Fixed Assets
      Aset Lain-lain                               7,193     8,254         7,572        6,664     5,291                      Other Assets
      JUMLAH ASET                              5,505,473 4,290,226 3,021,827 2,497,980 2,012,899                        TOTAL ASSETS

      KEWAJIBAN DAN EKUITAS                                                                                LIABILITIES AND EQUITIES
      JUMLAH KEWAJIBAN                         1,950,784 1,690,739 1,353,192         847,608     731,372        TOTAL OF LIABILITIES

      EKUITAS                                                                                                                 EQUITIES
      Jumlah Hak Minoritas                        66,405    56,391        80,358       67,716    56,730                 Minority Interests
      Jumlah Hak Mayoritas                     3,488,284 2,543,096     1,588,277    1,582,656 1,224,797                 Majority Interests
      JUMLAH EKUITAS                           3,554,689 2,599,487 1,668,635 1,650,372 1,281,527                   TOTAL OF EQUITIES
      JUMLAH KEWAJIBAN DAN                     5,505,473 4,290,226 3,021,827 2,497,980 2,012,899           TOTAL OF LIABILITIES AND
      EKUITAS                                                                                                                  EQUITIES




    2. LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN                                         2 CONSOLIDATED INCOME STATEMENT

       (dalam juta rupiah)                                                                                                (in millions rupiah)

      URAIAN                                   2010        2009        2008         2007        2006                     DESCRIPTION
      A. Pendapatan Underwriting           2,987,159 2,646,675     1,994,752 1,399,571      1,269,633                Underwriting Income
      B. Biaya Underwriting                2,113,657 2,050,951     1,570,199   877,971        845,815                    Underwriting Cost
      C. Hasil Underwriting (A-B)            873,503   595,724       424,553   521,600        423,818             Total Underwriting (A-B)
      D. Hasil Investasi                     417,027   436,444        21,576   194,405        164,512                     Total Investment
      E. Biaya Usaha                         536,184   439,566       365,075   331,654        312,022                       Business Cost
      F. Laba Usaha (C+D-E)                  754,346   592,602        81,054   384,351        276,308             Business Profit (C+D-E)
      G. Pendapatan (Biaya) Lain             635,596   560,085       459,362   316,857        271,929                 Other Income (Cost)
      H. Laba (Rugi) Sebelum Pajak (F+G)   1,389,942 1,152,686       540,416   701,208        548,237      Profit (Loss) Before Tax (F+G)
      I. Pajak Penghasilan                   261,465   218,813       201,739   166,129        125,363                           Income Tax
      J. Laba Bersih Sebelum Bagian        1,128,477   933,873       338,677   535,079        422,874           Net Profit Before Minority
         Pemilik Minoritas (H-I)                                                                                               Owner (H-I)
      K. Laba Bagian Pemilik Minoritas        13,504      10,199      20,083       15,788      12,500              Minority Owner’s Profit
      LABA BERSIH                          1,114,973   923,674       318,594     519,291     410,374                          Net Profit




6     LAPORAN TAHUNAN 2010
3. RATIO KEUANGAN KONSOLIDASIAN                                                        3 CONSOLIDATED FINANCIAL RATIO
   (dalam % )                                                                                                                              (in % )

   URAIAN                                       2010             2009          2008        2007       2006                     DESCRIPTION
   1. Rentabilitas                              30,11           31,17         19,63        31,60      28,42                          Rentability
   2. Likuiditas                              163,65           135,21        208,94       241,21     133,01                            Liquidity
   3. Solvabilitas                            275,22           294,72        223,31       253,75     282,22                           Solvency
   4. Ratio Pengeluaran                         20,49           19,34         13,76        14,07      15,63                     Spending Ratio
   5. Ratio Kerugian                            40,95           36,93         44,11        50,91      49,43                          Loss Ratio
   6. Yield On Investment                           9,56         9,12           0,82       11,41       8,44                 Yield On Investment
   7. Return On Asset                           30,02           31,09         19,58        31,53      28,38                    Return On Asset
   8. Return On Equity                          22,47           23,02         11,54        25,26      22,76                    Return On Equity
   9. Ratio Kecukupan Investasi (RKI)         282,87           310,04        235,80       264,62     306,20           Invesment Adequacy Ratio



4. TINGKAT KESEHATAN PERUSAHAAN KONSOLIDASIAN                                          4 CONSOLIDATED CORPORATE HEALTH LEVEL

  Tingkat Kesehatan Perusahaan sesuai Keputusan Menteri                                 Assessment of Corporate Health Level based on
  Keuangan Nomor : 826/KMK.013/1992 tentang Sistem                                      the Decision of the Minister of Finance No. 826/
  Penilaian Kinerja Badan Usaha Milik Negara adalah                                     KMK.013/1992 on the Performance Assessment
  sebagai berikut :                                                                     System on the State-Owned Enterprises is as follow:

  URAIAN                                       2010             2009          2008         2007       2006                     DESCRIPTION
          Nilai Bobot                         123,03           123,90        135,73       111,63     117,66                              Value
          Predikat                                                      SEHAT SEKALI/ VERY HEALTHY                                   Predicate



5. BATAS TINGKAT SOLVOBILITAS (RBC) INDUK PERUSAHAAN 5 SOLVENCY MARGIN OF PARENT COMPANY
   SESUAI DENGAN KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN            IN ORDER TO THE DECISION OF MINISTER
   NOMOR 424/KMK/06/2003                               OF FINANCE NUMBER 424/KMK/06/2003 ON
   TENTANG KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN               FINANCIAL HEALTH OF INSURANCE AND
   ASURANSI & REASURANSI                               REINSURANCE COMPANIES

          URAIAN                            2010               2009            2008          2007         2006                DESCRIPTION
          Batas Tingkat Solvabilitas                                                                                Minimum Solvency Margin
          Minimum                        518.804            444.331         377.454        368.535     385.652
          Kelebihan (Kekurangan)        2.705.861          2.041.902       1.038.390       668.828     637.997     Advantages (Disadvantages)
          BTS                                                                                                       Minimum Solvency Margin
          Rasio Pencapaian (%)           621,56%            559,54%         375,10%       281,48%      265,43%          Achievement Ratio (%)
          Predikat                                                         SOLVENT                                                  Predicate




                                                                                                                 LAPORAN TAHUNAN 2010                7
    IKHTISAR OPERASIONAL                                                  OPERATIONAL PERFORMANCE OVERVIEW

    1. PENDAPATAN IURAN (UNDERWRITING)                                    1. UNDERWRITING INCOME
      Pendapatan Sektor Iuran Wajib                                          Compulsary Contribution Sector Income



                                                                                                           +4.34%
                                              350      214.359 263.184 278.522 302.026 315.119
                                              300
                                              250
                                              200                                                             Rata-rata
                                                                                                            Pertumbuhan
                                              150
                                                                                                               10.35%
                                              100                                                          average growth
                    (dalam Miliar Rupiah)      50                                                              10.35%
                        (in Billion Rupiah)     0
                                                           2006    2007       2008       2009       2010




      Pendapatan Sektor IW-KBU                                               Income in Public Motor Vehicle
                                                                             Compulsary Contribution Sector



                                                                                                            -1.52%
                                                        80.865 82.440     82.695     84.839    83.553
                                              85.000
                                              84.000
                                              83.000
                                              82.000                                                          Rata-rata
                                                                                                            Pertumbuhan
                                              81.000
                                                                                                               0.83%
                                              80.000
                                                                                                            average growth
                    (dalam Miliar Rupiah)     79.000
                                                                                                                0.83%
                        (in Billion Rupiah)   78.000
                                                           2006    2007       2008       2009      2010




      Pendapatan Sektor IW-KA                                                Income in Railway Compulsary
                                                                             Contribution Sector



                                              7.000                                                        +10.77%
                                                          2.495 2.270       4.299      5.795     6.419
                                              6.000
                                              5.000
                                              4.000                                                            Rata-rata
                                              3.000                                                          Pertumbuhan
                                              2.000                                                             31.48%
                                              1.000                                                         average growth
                    (dalam Miliar Rupiah)
                                                  0                                                             31.48%
                        (in Billion Rupiah)
                                                           2006    2007       2008       2009      2010




8     LAPORAN TAHUNAN 2010
Pendapatan Sektor IW-PU                                                    Income in Aviation Compulsary
                                                                           Contribution Sector



                                                                                                             +8.72%
                                               109.359 156.112 151.674           165.538 179.976
                                    350
                                    300
                                    250
                                    200                                                                        Rata-rata
                                                                                                             Pertumbuhan
                                    150
                                                                                                                14,45%
                                    100
                                     50                                                                      average growth
        (dalam Miliar Rupiah)                                                                                    14.45%
                                      0
            (in Billion Rupiah)                    2006      2007         2008        2009       2010




Pendapatan Sektor IW-KL                                                           Income in Ship Compulsary
                                                                                  Contribution Sector


                                                                                                         -1.49%
                                   5.000        21.672    22.362      39.854     45.854      45.171

                                   4.000
                                   3.000                                                                       Rata-rata
                                                                                                             Pertumbuhan
                                   2.000                                                                        23,74%
                                   1.000                                                                 average growth
       (dalam Miliar Rupiah)
                                                                                                             23.74%
           (in Billion Rupiah)         0
                                                   2006      2007         2008        2009       2010




Pendapatan Sektor Sumbangan Wajib                                                 Income in Compulsary
                                                                                  Donation Sector


                                                                                                             +9.05%
                                                922.278 1.011.183 1.792.197 2.211.733 2.411.934
                                  2.500.000

                                  2.000.000
                                                                                                                 Rata-rata
                                  1.500.000
                                                                                                               Pertumbuhan
                                  1.000.000                                                                       29,84%
                                                                                                              average growth
      (dalam Miliar Rupiah)        500.000                                                                         29.8%
          (in Billion Rupiah)
                                           0
                                                     2006      2007            2008       2009        2010




                                                                                                                      LAPORAN TAHUNAN 2010   9
     2. PENYELESAIAN SANTUNAN                                               2. COMPENSATION PAYMENT
       Jumlah Korban Meninggal Dunia                                              Total of Death Victim


                                                                                                                   +2.82%

                                                        30.034    31.761     33.844        32.746 33.671
                                            7.000
                                            6.000
                                            5.000                                                                    Rata-rata
                                                                                                                   Pertumbuhan
                                            4.000                                                                     2,97%
                                            3.000                                                                  average growth
                                            1.000                                                                      2.97%

                                                 0
                                                           2006     2007            2008      2009        2010



       Jumlah Santunan Meninggal Dunia                                            Compensation Amount for Death Victims



                                                                                                                   +1.82%

                                            1.000.000   301.020 321.690 701.670             906.069    922.571
                                              900.000
                                              800.000
                                              700.000
                                              600.000                                                                   Rata-rata
                                              500.000                                                                 Pertumbuhan
                                              400.000                                                                   38,99%
                                              300.000
                                              200.000                                                               average growth
                    (dalam Miliar Rupiah)
                                              100.000                                                                   38.99%
                        (in Billion Rupiah)
                                                    0
                                                             2006     2007           2008       2009       2010



       Jumlah Korban Luka-Luka                                                    Total of Injured Victim



                                                                                                                    +7.02%
                                             90.000       59.375 57.896       64.451        76.774     82.162
                                             80.000
                                             70.000
                                             60.000
                                                                                                                       Rata-rata
                                             50.000
                                                                                                                     Pertumbuhan
                                             40.000
                                                                                                                        8,63%
                                             30.000
                                             20.000                                                                 average growth
                                                                                                                        8.63%
                                             10.000
                                                  0
                                                             2006          2007       2008        2009      2010




10     LAPORAN TAHUNAN 2010
Jumlah Santunan Luka-Luka                                                 Compensation Amount for Injured Victim




                                                                                                                +10.56%
                                                192.193 201.744         317.750 436.620        482.716
                                      500.000
                                      450.000
                                      400.000
                                      350.000
                                      300.000                                                                       Rata-rata
                                      250.000                                                                     Pertumbuhan
                                      200.000                                                                        27,61%
                                      150.000
                                      100.000                                                                    average growth
            (dalam Miliar Rupiah)      50.000                                                                        27.61%
                (in Billion Rupiah)         0
                                                    2006         2007          2008         2009         2010




Jumlah Korban Cacat Tetap                                                 Total of Permanent Disability


                                                                                                                +68.52%
                                       6.000      333      286           290          324          546

                                       5.000
                                       4.000
                                                                                                                  Rata-rata
                                       3.000                                                                    Pertumbuhan
                                                                                                                   16,88%
                                       2.000
                                       1.000                                                                    average growth
                                                                                                                    16.88%
                                          0
                                                   2006      2007          2008         2009         2010




Jumlah Santunan Cacat Tetap                                  Compensation Amount of Permanent Disability




                                                                                                                +27.36%
                                                 6.834 6.458        10.739        19.180       24.428
                                      25.000

                                      20.000

                                      15.000                                                                       Rata-rata
                                                                                                                 Pertumbuhan
                                      10.000                                                                        41,69%

                                       5.000                                                                    average growth
            (dalam Miliar Rupiah)                                                                                   41.69%
                (in Billion Rupiah)        0
                                                   2006      2007           2008        2009         2010




                                                                                                                 LAPORAN TAHUNAN 2010   11
        Jumlah Korban Penguburan                                                   Total of Funeral


                                                                                                                                        +16.45%

                                                                        534      549           591           547           637
                                                              640
                                                              620
                                                              600
                                                              580                                                                          Rata-rata
                                                                                                                                         Pertumbuhan
                                                              560
                                                                                                                                            4,87%
                                                              540
                                                              520                                                                        average growth
                                                              500                                                                            4.87%
                                                              480
                                                                         2006          2007          2008          2009          2010




         Jumlah Santunan Penguburan                                                Compensation Amount of Funeral



                                                                                                                                        +13.86%

                                                                         534      549          1.005          1.486        1.280
                                                             500.000
                                                             450.000
                                                             400.000
                                                             350.000
                                                             300.000                                                                        Rata-rata
                                                             250.000                                                                      Pertumbuhan
                                                             200.000                                                                         29,97%
                                                             150.000
                                                             100.000                                                                     average growth
                                   (dalam Miliar Rupiah)      50.000                                                                         29.97%
                                       (in Billion Rupiah)         0
                                                                          2006          2007          2008          2009          2010



     Realisasi Kecepatan Penyelesaian Santunan                                  Speed Comparison Compensation Settlement

     Penyelesaian Sejak/ Settlement since:                                                                   Penyelesaian Sejak/ Settlement since:
     Kecelakaan Selama 7 Hari/ Accidents During 7 Days           2009                           Kecelakaan Selama 7 Hari/ Accidents During 7 Days
     Pengajuan Selama 7 Jam/ Submission During 7 Hours                         2010            Pengajuan Selama 1 Jam Submission During 1 Hours




12       LAPORAN TAHUNAN 2010
LAPORAN KEPADA
PEMEGANG SAHAM
  REPORT TO
  SHAREHOLDERS
Laporan Dewan Komisaris
       Report of Board of Commissioners
Profil Dewan Komisaris
       Profile of Board of Commissioners
Laporan Direksi
       Report of Board of Directors
Profil Direksi
       Profile of Board of Directors
Pernyataan Tanggung Jawab Laporan Tahunan
       Statement of Responsibility of Annual Report
     Menciptakan hubungan   Creating a harmonious
     yang harmonis antar    relationship between
     organ perusahaan       the company’s organs
     melalui Check and      through Checks and
     Balances               Balances




14   LAPORAN TAHUNAN 2010
LAPORAN DEWAN KOMISARIS                                                 REPORT FROM BOARD OF COMMISIONER

Dengan mengucapkan puji syukur kepada tuhan Yang Maha Esa,              To give gratitude for the presence of God Almighty, permit us,
perkenankanlah Dewan Komisaris PT Jasa Raharja (Persero)                Board of Commisioner of PT Jasa Raharja (Persero) to deliver the
menyampaikan serangkaian laporan pelaksanaan pengawasan                 reports on the implementation of monitoring and advisory duties
dan penasehatan atas pelaksanaan tugas Direksi PT Jasa Raharja          the Director of PT Jasa Raharja (Persero) during 2010.
(Persero) selama tahun 2010.

Dengan saling menghargai akan tugas pokok dan tanggungjawab             With regard to the duties and responsibilites of each organ of the
masing-masing sebagai organ perusahaan, Direksi dengan Dewan            company, the Board of Director and the Board of Commisioners
Komisaris telah berupaya untuk menciptakan hubungan yang                have been trying to create a harmonious relationship, as the of the
harmonis, sebagai pelaksanaan fungsi check and balances yang            function of checks and balances that go through the mechanism
dilakukan melalui mekanisme rapat Dewan Komisaris dengan                of the Board of Commissioners meeting by inviting the Board of
mengundang Direksi, sehingga segala permasalahan perusahaan             Directors, so that any problems can be solved without the humble
dapat diselesaikan secara bersahaja tanpa mengabaikan                   company that ignores the possibility dissent.
kemungkinan adanya perbedaan pendapat.

Kinerja keuangan perusahaan selama tahun 2010 cukup                     The company’s financial performance during 2010, very
mengesankan, namun prestasi tersebut seyogyanya tidak                   impressive, but it should not hinder the achievement of a number
menghalangi bagi seluruh jajaran perusahaan untuk terus                 of companies to continuously improve performance, as reflected in
meningkatkan kinerja yang tercermin pada budaya tanggap                 the cultural response to changes in the environment and a Council
terhadap perubahan lingkungan dan saran positif yang bertujuan          which aims at the development of the company
mengembangkan perusahaan.

Dewan Komisaris memberikan apreasi atas pertumbuhan kinerja             Board of Commissioners, to commend the growth of the company
perusahaan selama 5 (lima) tahun terakhir dan capaain kinerja           within 5 (five) years, and the achievement of the performance of
Direksi atas realisasi yang dibandingkan dengan RKAP selama             the Board of Directors realized that compared to RKAP during 2010
tahun 2010

1. Rata-rata pertumbuhan kegiatan usaha perusahaan selama               1. The average growth in business during the years 2006-2010
   tahun 2006-2010 yang dihitung dan diwakili oleh aspek                    was calculated and represented by the strategic aspects of
   indikator keuangan strategis sebesar 31,94%, dengan rincian              financial indicators for 31.94%, with the following details:
   sebagai berikut :                                                        Assets                           : 28,84 %
   Aset                           : 28,84 %                                 Investment Fund                  : 30,47 %
   Dana Investasi                 : 30,47 %                                 Equity                           : 30,60 %
   Ekuitas                        : 30,60 %                                 Underwriting Income              : 24,58 %
   Pendapatan underwriting        : 24,58 %                                 Investment Income                : 27,50 %
   Hasil Investasi                : 27,50 %                                 Net Profit                       : 49,63 %
   Laba Bersih                    : 49,63 %

2. Rata-rata Capaian realisasi atas Rencana Kerja dan Anggaran          2. The average level of implementation of the work plan and the
   Perusahaan tahun 2010 yang dihitung dan diwakili oleh aspek             corporate budget for 2010 is calculated and presented to the
   indikator keuangan strategis, dengan memperoleh capaian                 strategic aspects of financial indicators, with productivity gains
   diatas RKAP adalah sebesar 119,33% dengan rincian sebagai berikut:      more RKAP 119.33% as follows:
   Aset                             : 114,36%                              Assets                            : 114,36%
   Dana Investasi                   : 115,27%                              Investment Fund                   : 115,27%
   Ekuitas                          : 115,74%                              Equity                            : 115,74%
   Pendapatan Underwriting          : 103,65%                              Underwriting Income               : 103,65%
   Hasil Investasi                  : 120,72%                              nvestment Income                  : 120,72%
   Laba bersih                      : 146,23%                              Net Profit                        : 146,23%




                                                                                                           LAPORAN TAHUNAN 2010                 15
     Terlepas dari pertumbuhan dan capaian optimal yang telah           Apart from the optimal growth and achievements that have been
     dilaksanakan oleh Direksi dan jajarannya, Dewan Komisaris telah    implemented by the Board of Directors and staff, the Board of
     memberikan rekomendasi pengawasan dalam berbagai aspek             Commissioners have provided oversight and advice in various
     dengan pokok-pokok sebagai berikut:                                aspects of the main points as follows:

     1. Sejalan dengan Visi PT Jasa Raharja yaitu menjadi perusahaan    1. In line with the vision of PT Jasa Raharja is a leading company
        terkemuka di bidang asuransi dengan kegiatan usaha                 in the insurance field with business activities as a legal mandate
        mengemban amanah undang-undang sebagai penyelenggaraa              to bring the administration of social insurance is compulsory
        program asuransi sosial yang bersifat wajib kecelakaan lalu        traffic accident must always put service to the community.
        lintas harus senantiasa mengutamakan layanan kepada
        masyarakat.

     2. Peningkatan kualitas layanan dan kegiatan internal perusahaan   2. Improving the quality of services and activities of the company’s
        tercapai apabila didukung dengan kualitas pengendalian intern      internal quality is achieved when supported by an adequate
        yang memadai. Manajemen PT Jasa Raharja masih perlu                system of internal control. The Office of PT Jasa Raharja still
        untuk terus memperkuat dan meningkatkan pengendalian               need to continue to strengthen and improve the system of
        intern sejalan dengan kebutuhan peningkatan aktivitas dan          internal control in accordance with the need to expand the
        layanan.                                                           activities and services.

     3. Dukungan pengendalian intern diperlukan untuk memperkuat        3. Needs support to strengthen the internal control and the
        akuntabilitas dan auditabilitas kegiatan perusahaan dan            accountability auditabilitas business activities and, in turn will
        pada gilirannya akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas        improve the efficiency and effectiveness of the company.
        perusahaan.

        Aspek penting yang perlu diperhatikan dalam penguatan              An important aspect to be considered in the strengthening of
        pengendalian intern adalah peningkatan kualitas sistem             internal control is to improve the quality of information systems.
        informasi. PT Jasa Raharja memiliki 28 cabang yang tersebar        PT Jasa Raharja has 28 branches spread over all Indonesia.
        di seluruh Indonesia. Jangkauan kegiatan perusahaan ini di         This company in the future outreach activities would be
        masa mendatang tentu akan semakin luas dan menciptakan             broader and creates one ever-increasing control expectation.
        rentang kendali yang semakin lebar.

     4. Peningkatan layanan di satu sisi, dan pelebaran rentang         4. The increase of services, on the one hand, and extending the
        kendali karena semakin luasnya jangkauan jejaring kerja,           range of control because of the wide range of networks and
        memerlukan penambahan kuantitas dan peningkatan kualitas           requires an increase in the amount and improve the quality
        sumber daya manusia. Penambahan kuantitas diperlukan               of human resources. The addition of the amount needed to
        untuk mengisi posisi-posisi baru yang timbul karena perluasan      fill the new posts arising from the expansion of the scope of
        jangkauan organisasi. Sedangkan peningkatan kualitas SDM           the organization. Whereas the improvement of the quality of
        diperlukan untuk meningkatkan dukungan kualitas layanan            human resources to improve the quality of support services
        sehingga memberikan kepuasan kepada masyarakat yang                that give satisfaction to the people who need it.
        membutuhkan.

     5. Satuan Pengawasan Intern, yang merupakan salah satu             5. Internal Audit Unit, which is one of the internal control amplifier
        penguat pengendalian intern juga harus terus diperkuat dan         must also be strengthened and refined . Strengthen and
        disempurnakan. Penguatan dan penyempurnaan Satuan                  improve the Internal Audit Unit conducted both intensive and
        Pengawasan Intern dilaksanakan baik secara intensif maupun         extensive. Intensification of auditing capabilities implemented
        ekstensif. Intensifikasi kemampuan auditing dilaksanakan           by increasing the ability of auditors. While the extensive audit
        dengan jalan meningkatkan kemampuan auditor. Sedangkan             capability is achieved by providing auditors with new audit
        ekstensifikasi kemampuan auditing dicapai dengan membekali         techniques to compliment the development of corporate and
        para auditor dengan teknik-teknik auditing baru yang selaras       environmental challenges.
        dengan perkembangan dan tantangan lingkungan perusahaan.

     Beberapa pandangan Dewan Komisaris atas prospek usaha              Some points of view of the Board of Commissioners for the business
     yang telah dicanangkan oleh Direksi yang meliputi peningkatan      prospects that have been declared by the Board of Directors, which
     ketersediaan transportasi, penambahan potensi angkutan             include a greater availability of transport, increase the possibilities
     penumpang, dan potensi pasar kendaraan bermotor, Dewan             of transportation of passengers, and the potential of the market in
     komisaris berpendapat bahwa :                                      motor vehicles, the Board of Commissioners believed that:




16      LAPORAN TAHUNAN 2010
1. Potensi pasar PT Jasa Raharja (Persero) masih terbuka luas      1. PT Jasa Raharja (Persero) market potential is still open to be
   untuk diraih, sebagai dampak peningkatan sarana transportasi.      captured, as the impact of the increase in transport.

2. Melakukan identifikasi terhadap prospek usaha untuk menjadi     2. Identification of the business prospects for the market potential,
   potensi pasar, sebagai acuan dalam penyusunan Rencana              as a reference in the preparation of the company to long-term
   jangka Panjang Perusahaan dan Rencana Kerja dan anggaran           Plan and the Plan of work and budget of the company with the
   Perusahaan dengan dukungan teknologi informasi.                    support of information technology.

3. Untuk mempermudah akses pelayanan kepada korban                 3. To facilitate access to services for victims of road accidents
   LAKA dengan sifat cedera/ luka-luka perlu terus diciptakan         by nature of injury/trauma measures must be put forward by
   langkah-langkah terobosan melalui penyederhanaan dalam             simplifying a process taking into account aspects of managing
   proses pengurusannya dengan tetap memperhatikan aspek              adequate control
   pengendalian yang memadai.

4. Memanfaatkan hubungan kemitraan dengan mitra terkait,           4. Utilizing partnerships with relevant partners, especially
   khususnya dalam melakukan sinergi perusahaan dengan                in conducting corporate synergy with the State-Owned
   Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang usaha          Enterprises engaged in the transportation business.
   transportasi.

Menjadi sebuah keniscayaan bahwa Dewan Komisaris telah             Becomes imperative that the Board of Commissioners has been
melaksanakan tugas dan tanggung jawab serta kewajiban untuk        carrying out duties and responsibilities and obligations to meet
memenuhi ketentuan Anggaran Dasar Perusahaan, namun perlu          the Association of the Company, but there is a need for good
adanya kerjasama yang baik khususnya pada tingkat organ            cooperation especially at the organ level to make the company PT
perusahaan untuk menjadikan PT Jasa Raharja menjadi dambaan        Jasa Raharja the wishes of the people of Indonesia.
masyarakat Indonesia.

Akhirnya kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah            Finally to all the people of Indonesia who have entrusted the
mempercayakan pengelolaan asuransi sosial kepada PT Jasa           management of social security for PT Jasa Raharja (Persero),
Raharja (Persero), Direksi dan Karyawan yang telah memberikan      directors and employees who have contributed positively to the
kontribusi positif kepada perusahaan, Dewan Komisaris              company, to thank the Board of Commissioners, May Almighty
menyampaikan terimakasih, semoga Tuhan Yang Maha Esa               God bless our action is dedicated to the beloved States Indonesia.
meridhoi langkah nyata yang telah kita persembahkan kepada
Negara tercinta Indonesia.



                                                       Jakarta, 17 Juni 2011
                                                      Jakarta, June 17, 2011




                                                           Mardiasmo
                                             Komisaris Utama / President Commisioner




                                                                                                      LAPORAN TAHUNAN 2010                 17
     PROFIL DEWAN KOMISARIS
     BOARD OF COMMISIONER PROFILE




                                    Lahir di Solo Jawa Tengah, tahun 1958. Lulus dari Sarjana Ekonomi
                                    Jurusan Akuntansi, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, tahun
                                    1981. Lulus Master of Business Administrasion (MBA) University
                                    of Bridgeport, Connecticut, Amerika Serikat, tahun 1989. Lulus
                                    Doctor of Philosophy (PhD), School of Public Policy, University
                                    of Birmingham, Inggris, tahun 1999. Sosok yang sangat aktif
                                    dalam dunia pendidikan ini, telah mengemban berbagai jabatan.
                                    Menjadi Guru Besar pada Falkultas Ekonomi Universitas Gajah
                                    Mada, Yogyakarta.

                                    Menjadi Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, Departemen
                                    Keuangan sampai tahun 2010. Beliau sangat mencintai dunia
                                    tulis menulis dan telah menulis berbagai buku, mulai bidang
                                    Akuntansi, Perpajakan, Auditing dan lain-lain. Mulai tahun 2008,
                                    beliau dipercaya menjabat Komisaris Utama di PT Jasa Raharja
       MARDIASMO                    (Persero).
       Komisaris Utama
       President Commisioner


                                    Born in Solo, 1958. Graduated as Bachelor in Acounting from
                                    the Faculty of Economy Gajah Mada University, Yogyakarta, in
                                    1981 Graduated as Master of Business Administration (MBA)
                                    University of Bridgeport, Connecticut, USA in 1989. Graduated
                                    as Doctor of Philosophy (PhD), School of Public Policy, University
                                    of Birmingham, UK, in 1999. This very active figure in education,
                                    had been appointed to several positions. Be the Senior Professor
                                    of the Faculty of Economy, Gajah Mada University, Yogyakarta.

                                    Be the General Director of Financial Balance, Department of
                                    Finance. He loves writing and has published various books, from
                                    Account, Taxation, Audit, etc. Since 2008, He was appointed to
                                    be a President Commissioner of PT Jasa Raharja (Persero).




18    LAPORAN TAHUNAN 2010
PROFIL DEWAN KOMISARIS
BOARD OF COMMISIONER PROFILE




   BAROETO BADROES                                                                                              SRI MULYANTO
   Komisaris Independen                                                                                         Komisaris
   Independence Commisioner                                                                                     Commisioner


Lahir di Banyuwangi Jawa Timur, tahun 1949. Sosok yang                 Lahir di Klaten, 1958. Lulus Sarjana Ekonomi, dari Universitas
sangat mencintai dunia kepolisian ini, telah melaksanakan              Sebelas Maret Surakarta tahun 1983. Meraih gelar Pasca
tugas kepolisian di berbagai daerah di Indonesia. Beliau               Sarjana, Master of Science in Economic Policy And Planning,
mulai terjun dalam bidang kepolisian tahun 1974 sebagai PA             Northeastern University, Boston USA tahun 1993.
Penyidik Kowilko 73 Jawa Barat. Tahun 2000, beliau menjabat
Wakil Kapolda Bengkulu. Tahun 2002, menjabat Widyaswara                Beliau mengawali karirnya di Departemen Keuangan sebagai
Madya Sespim Polri. Tahun 2003, menjabat Kapus Dukungan                Kasubdit Asuransi Kerugian pada Ditjen BUMN tahun 2001.
Pencegahan BNN. Tahun 2004, menjabat Karo Binjah                       Tahun 2006, menjabat Asisten Deputi Urusan Usaha Jasa III
Desumdaman Polri. Beliau aktif mengikuti berbagai pendidikan           pada Kementerian BUMN. Pada tahun yang sama, beliau juga
formal maupun pelatihan-pelatihan baik di dalam maupun                 mendapat penghargaan Satya Lencana Karya Satya XX. Mulai
luar negeri. Tahun 2008, beliau dipercaya mengemban tugas              tahun 2008, sosok yang sering mengikuti berbagai pelatihan
sebagai Komisaris Independen PT Jasa Raharja (Persero).                atau kursus baik di dalam maupun luar negeri ini, dipercaya
                                                                       mengemban tugas sebagai Komisaris PT Jasa Raharja (Persero).

Born in Banyuwangi, 1949. The figure who are very fond of Police       Born in Klaten in 1958. Graduated from the Faculty of Economy,
world, had performed his duties as a police officer in various         Sebelas Maret University Surakarta in 1983. Obtained his Post
territoties in Indonesia. He started his career in Police Department   Graduate title, Master of Since in Economic Policy And Planning,
in 1974 as a investigator in Kowilko 73 West Java. In 2000, he         Northeastern University, Boston USA in 1993. He started his
was a Deputy Commander of Regional Police Wakapolda)                   career in the Finance
Bengkulu. In 2002, he was appointed to be the Widyaiswara
Madya Sespim Polri. In 2003, he was the Head of Prevention             Departement as The Head of Sub Directorate of General
Support BNN. In the year of 2004, he was transferred to be the         Insurance in Sri Mulyanto the Directorate General PBUMN in
Karo Binjah Desumdaman Polri. He is very active joining various        2001. In 2006, he was appointed as Komisaris – Commissioner
formal education or training either domestic or overseas. Since        the Deputy Assistant of Insurance Business of the Ministry of
2008, he was appointed to be a Commissioner of PT Jasa Raharja         State Owned Company (BUMN). In the same year, he also got
(Persero).                                                             Satya Lencana Karya Satya XX award. Since 2008, the figure who
                                                                       is very active joining various trainings either domestic or overseas,
                                                                       was appointed as a Commissioner of PT Jasa Raharja (Persero).

                                                                                                          LAPORAN TAHUNAN 2010                 19
     Keberhasilan Usaha          Business success of
     Perusahaan telah            the Company has been
     mampu menunjukkan jati      able to show identity to
     diri menjadi yang terbaik   be the best




20   LAPORAN TAHUNAN 2010
LAPORAN DIREKSI                                                        REPORT FROM THE BOARD OF DIRECTOR
Perkenankanlah Direksi PT Jasa Raharja (Persero)                       Let the Board of Directors of PT Jasa Raharja (Persero) Jasa
mempersembahkan laporan tahunan Jasa Raharja tahun 2010                Raharja presents the 2010 annual report that has managed to
yang telah berhasil mencatat berbagai kemajuan yang perlu              record some progress to be proud about in a year full of challenges
dibanggakan pada tahun yang penuh dengan tantangan dan                 and opportunities that can be exploited to the success of the
sekaligus menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan perusahaan           company for the plenary session on the future.
untuk menuju keberhasilan yang paripurna pada masa yang akan
datang.

Ditandai dengan komitmen organ perusahaan untuk menciptakan            Marked with the company’s commitment to create strategies
strategi PT Jasa Raharja (Persero) yang telah melakukan proses         PT Jasa Raharja (Persero) which has made the process of
transformasi inovatif melalui serangkaian strategi sebagai             transformation through a series of innovative strategy as follows:
berikut :
                                                                       1. Use of information technologies, appropriate and effective
1. Pemanfaatan teknologi informasi yang tepat guna dan                    with advanced Information Technology Governance in the
   berdayaguna dengan mengedepankan Tata kelola Teknologi                 context of the preparation of an on-line system to strengthen
   Informasi dalam rangka persiapan pelaksanaan on line                   the position of the company.
   system guna memperkuat memperkuat posisi perusahaan.

2. Menjadikan percepatan pelayanan sebagai salah satu                  2. Making the acceleration of service as one of the activities of
   kegiatan proaktif untuk menurunkan tingkat keluhan                     proactive measures to reduce the level of public complaints
   masyarakat dan salah satu indikator kunci untuk meningkatkan           and one of the key indicators to improve the company’s
   kinerja operasional perusahaan ditandai dengan kecepatan               operational performance was marked by the speed the
   proses penyelesaian santunan menjadi 1,32 jam dari tanggal             resolution process of compensation and 1.32 hours from the
   pengajuan dan 7 (tujuh) hari untuk korban meninggal di TKP.            date of filing and 7 (seven) days to the victims died in scene.
   Hasil survey kepuasan pelanggan pada tahun 2010 dengan                 Customer satisfaction survey results in 2010 with a value of
   nilai 88% merupakan gambaran menyeluruh kepuasan                       88% is an overall picture of public satisfaction with services
   masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan oleh PT Jasa              provided by PT Jasa Raharja (Persero).
   Raharja (Persero).

3. Menjadikan kegiatan pencegahan dan penanggulangan                   3. Create activities to prevent and control the traffic accidents
   kecelakaan lalu lintas sebagai program preventif seperti               as a preventive program such as Rise Safety, use of safety
   Safety Riding, penggunaan perangkat keselamatan, iklan                 devices, public services, the provision of ambulance and car
   layanan masyarakat, penyediaan ambulan dan mobil unit                  traffic accident, brikade and traffic cones, emergency access
   kecelakaan lalu lintas, brikade dan traffic cone, akses UGD            to first aid and support infrastructure improvements in the form
   untuk pertolongan pertama dan perbaikan sarana pendukung               of mark- signs and road markings have been successful in
   berupa rambu-rambu dan marka jalan telah berhasil                      reducing the accident rate growth of 11.31% in 2009 to 6.00%
   menurunkan tingkat pertumbuhan kecelakaan dari 11,31%                  in 2010.
   pada tahun 2009 menjadi 6,00% pada tahun 2010.

4. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang profesional          4. Improving the quality of human resources professionals and
   dan memiliki kompetensi, dengan mengikutsertakan                       have the competence, by engaging employees to participate
   pegawai untuk mengikuti pendidikan yang sangat dibutuhkan              in the education necessary in order to support business
   dalam rangka menunjang pengembangan perusahaan pada                    development in the future. In 2010 PT Jasa Raharja (Persero)
   masa yang akan datang. Dalam tahun 2010 PT Jasa Raharja                has included 1.234 participants to attend a Master’s degree
   (Persero) telah mengikutsertakan 1.234 orang peserta untuk             in formal education (S2) both domestically and abroad,
   mengikuti pendidikan formal Pasca Sarjana (S2) baik didalam            certification training, career training and other training.
   negeri maupun diluar negeri, diklat sertifikasi, diklat karir dan
   diklat lainya.




                                                                                                         LAPORAN TAHUNAN 2010                21
     5. Melakukan sinergi dengan BUMN bidang transportasi serta       5. Making synergy with the SOE transport company and
        melakukan kerjasama operasional dengan Kementerian               operational cooperation with the Ministry of Transportation
        Perhubungan dan Kantor Bersama Samsat dalam upaya                and the Joint Office of the Samsat in an effort to accelerate
        memperlancar proses pembayaran iuran wajib dan                   the process of compulsory payment of assessed contributions
        sumbangan wajib oleh masyarakat.                                 and the contributions required by the community.

     6. Melakukan kerjasama operasional dengan Kepolisian Republik    6. Perform operational cooperation with the Indonesian National
        Indonesia dan rumah sakit dalam upaya mempercepat                Police and hospitals in an effort to accelerate the community to
        masyarakat mendapatkan pelayanan perawatan dan                   get care and compensation settlement.
        penyelesaian santunan.

     Keberhasilan usaha perusahaan dari aspek keuangan telah          The success of the company’s business has been able to
     mampu menunjukan jatidiri perusahaan menjadi yang terbaik,       demonstrate the financial aspects of corporate identity to be the
     dengan tetap mempertahankan tingkat kesehatan perusahaan         best, with maintaining healthy company with a healthy predicate
     dengan predikat sehat sekali atau dengan nilai bobot 123,03%     once or with a value of 123.03% by weight of the growth points
     dengan pokok-pokok pertumbuhan tahun 2009-2010 dan capaian       in 2009 -2010 and achievement among RKAP with the realization
     antara RKAP dengan realisasi tahun 2010 sebagai berikut:         in 2010 as follows:

     1. Pendapatan Underwriting                                       1. Underwriting Income
        Jumlah pendapatan underwriting perusahaan tahun 2010             The number of corporate underwriting revenues in 2010,
        sebesar Rp 2.987,16 miliar, mengalami kenaikan dari tahun        was Rp 2.987,160 billion, rising from 2009, the amount of
        2009 sebesar Rp 2.646,67 miliar atau 12,86%, dimana              Rp 2.646,67 billion or 12.86%, where reinsurance premiums
        premi reasuransi mengalami kenaikan terbesar yaitu sebesar       experienced the greatest growth of 13.43%. Although the
        13,43%. Sementara capaian realisasi tahun 2010 sebesar           achievements in 2010 was 103.65% above RKAP 2010 was
        103,65% diatas RKAP tahun 2010 sebesar Rp 2.882,07               Rp 2.882,07 billion
        miliar.

     2. Perolehan laba                                                2. Profitability
        Jumlah laba bersih tahun 2010 setelah hak pemilik minoritas      The number of net profit in 2010 after the rights of minority
        sebesar Rp 1.114,97 miliar, mengalami kenaikan dari tahun        owners of Rp 1.114,97 billion, an increase from the year
        2009 sebesar Rp 923,67 miliar atau 20,71%, dimana hasil          2009 amounting to Rp 923.67 billion or 20.71%, where the
        underwriting mengalami kenaikan terbesar yaitu sebesar           underwriting result experienced the largest increase in the
        46,63% Sementara capaian realisasi tahun 2010 sebesar            amount of 46.63% while the achievements realized in the
        146,23% diatas RKAP tahun 2010 sebesar Rp 762,49 miliar.         year 2010 amounted to RKAP 146.23% above the year 2010
                                                                         amounted to Rp 762.49 billion.

     3. Aset                                                          3. Assets
        Jumlah aset perusahaan tahun 2010 sebesar Rp 5.505,47            Total company assets amounting to Rp 5.505,47 billion in
        miliar dan jika dibandingkan dengan aset tahun 2009 sebesar      2010 and compared with assets in 2009 amounted to Rp
        Rp 4.290,23 miliar mengalami pertumbuhan 28,33%, dimana          4.290,23 billion, growing 28.33%, which increases the largest
        investasi mengalami kenaikan yang terbesar yaitu sebesar         investment that is equal to 29.17%. While the achievements
        29,17%. Sementara capaian realisasi tahun 2010 sebesar           realized in 2010 amounted to 114.36% above RKAP in 2010
        114,36% diatas RKAP tahun 2010 sebesar Rp 4.814,04 miliar        to Rp 4.814,04 billion, with the greatest achievements of the
        dengan capaian terbesar yaitu aset lancar sebesar 161,55%.       current assets of 161.55%.

     4. Ekuitas                                                       4. Equity
        Jumlah Ekuitas perusahaan tahun 2010 sebesar Rp 3.554,68         Total company’s equity in 2010 is Rp 3.554,68 billion, increase
        miliar, mengalami kenaikan dari tahun 2009 sebesar Rp            from year 2009 Rp 2.599,48 billion or 36,75%, where the
        2.599,48 miliar atau 36,75%, dimana jumlah cadangan              amount of reserves had the largest increase in the amount of
        mengalami kenaikan terbesar yaitu sebesar 74,35%.                74,35%. Meanwhile the achievements realized in 2010 was
        Sementara capaian realisasi tahun 2010 sebesar 115,74%           115.74% above RKAP 2010 Rp 3.071,25 billion.
        diatas RKAP tahun 2010 sebesar Rp 3.071,25 miliar.

     Dalam tahun 2010 selain keberhasilan yang telah dicapai, masih   In the year 2010, as well as the success that has been achieved,
     terdapat beragam masalah dan kendala yang dapat menghambat       there are still various problems and obstacles that can hinder
     kegiatan operasional perusahaan, berupa:                         operations, such as:




22      LAPORAN TAHUNAN 2010
1. Kurang memadainya infrastruktur di semua moda                   1. Inadequate infrastructure in all modes of transport, such as
   transportasi, seperti keterbatasan sarana jalan, kerusakan         limited roads, damaged bridges, roads and railways, as
   jembatan, jalan dan rel kereta api, kurang layaknya                public transportation and the limited capacity of the safety
   transportasi umum dan terbatasnya fasilitas keselamatan            of passengers shall have a significant effect on passenger
   penumpang memberikan dampak yang signifikan terhadap               numbers.
   pergerakan jumlah penumpang.

2. Perubahan iklim yang membawa cuaca yang tidak menentu,          2. Climate change brings erratic weather, the rain gives the
   adanya hujan lebat memberikan kemungkinan terjadinya               possibility of flooding and landslides, cyclones and storms
   banjir dan tanah longsor, terjadinya angin puting beliung dan      terendamnya occurrence of local and access and dock facilities
   badai lokal serta terendamnya akses dan fasilitas dermaga          because of rising sea levels have a significant impact on the
   akibat kenaikan muka air laut memberikan dampak yang               operation of all modes of transport, so that services to users of
   signifikan terhadap operasional semua moda transportasi,           services to be disrupted.
   sehingga mengakibatkan pelayanan pada pengguna jasa
   menjadi terganggu.

3. Tingkat pertumbuhan kendaraan bermotor, terutama                3. The growth rate of motor vehicles, especially motorcycles are
   sepeda motor yang sangat agresif, yang tidak disertai              very aggressive, which is not accompanied by an increase in
   dengan meningkatnya pengetahuan dan perilaku mengenai              knowledge and attitudes about road safety tends to push more
   keselamatan di jalan raya cenderung mendorong terjadinya           cases of accidents.
   lebih banyak lagi kasus kecelakaan.

4. Masih adanya perbedaan yang signifikan mengenai data            4. There are still significant differences regarding the number
   jumlah penumpang pesawat menurut data PT Jasa Raharja              of airline passenger according data from PT Jasa Raharja
   (Persero) dengan Angkasa Pura I dan II, sehingga untuk             (Persero) and data from Angkasa Pura I and II, so as to
   mendapatkan efektifitas perhitungan iuran wajib pesawat            obtain the effectiveness of mandatory dues calculation of
   udara berdasarkan data manifest yang disampaikan oleh              aircraft based on real data filed by airlines to conduct periodic
   maskapai harus dilakukan rekonsiliasi data secara berkala          reconciliation of data as a way of cross check.
   sebagai alat cross check.

5. Pada level peraturan perundang-undangan yang ada, proses        5. At the level of laws and regulations that exist, the process of
   perubahan tarif asuransi dan peningkatan manfaat santunan          change in insurance rates and an increase in compensatory
   masih sepenuhnya ditetapkan dengan Peraturan Menteri               payments completely determined by the Minister and the
   dan Keputusan Menteri. Dalam kaitan itu, PT Jasa Raharja           Minister. In this regard, PT Jasa Raharja (Persero) the
   (Persero) dinilai oleh masyarakat kurang cepat tanggap             community is less sensitive to anticipate requirements increase
   mengantisipasi tuntutan kenaikan dan perluasan benefit.            and expand benefits.

6. Penerapan zero dividen tersebut bagi PT Jasa Raharja            6. Implementation of zero dividend for PT Jasa Raharja (Persero)
   (Persero) sangat penting karena seluruh dividen akan               is very important because all dividends will be returned to
   dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk sentra                 the community in the form of service centres and increase
   pelayanan dan peningkatan manfaat asuransi. Jika dilakukan,        the benefits of the insurance. If you do, you can meet the
   maka dapat memenuhi ekspektasi masyarakat.                         expectations of the public.

Namun demikian, prospek angkutan penumpang untuk seluruh           However, the possibility of carriage of passengers in all modes of
moda transportasi ke depan diperkirakan tetap meningkat            transport in the future is expected to continue increasing in recent
berdasarkan data beberapa tahun terakhir yang menunjukkan          years on the basis of data which showed a steady increase.
peningkatan secara konsisten.

Atas keberhasilan usaha perusahaan tidak bisa menafikan            The success of the company’s business may not deny the
kontribusi komitmen Dewan Komisaris dan Direksi serta              contribution of the commitment of the Council of Commissioners
seluruh karyawan untuk mengimplementasi Good Corporate             and the Board of Directors and all the staff for effective corporate
Governance yang telah dibangun perusahaan sejak tahun              governance with integrated company since 2004, disseminate a
2004, dengan melakukan sosialisasi yang komprehensif dan           comprehensive and sustained, especially infrastructure code of
berkesinambungan, khususnya infrastruktur code of conduct          conduct, which in turn makes the member of Jasa Raharja develop
yang pada gilirannya menjadikan Insan Jasa Raharja menumbuh        cultural conformity of cultural code of conduct and compliance
kembangkan budaya kepatutan terhadap code of conduct dan           with laws and regulations.
budaya ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang
berlaku.

                                                                                                      LAPORAN TAHUNAN 2010                23
     Penguatan implementasi Good Corporate Governance telah           Strengthening the implementation of Good Corporate Governance
     terejawantahkan dari hasil assessment GCG selama 3 (tiga)        has been realized from the assessment of GCG for 3 (three) periods
     periode dalam kurun waktu tahun 2004-2008, yang menunjukkan      in the period 2004-2008, which showed growth assessment score
     pertumbuhan skor assessment GCG, dengan capain skor tahun        GCG, with the value of achievements in 2004 was 59.85%, a score
     2004 sebesar 59,85%, skor tahun 2006 sebesar 80,35 % dan         of 80.35 in 2006 in% and the score for 2008 of 86.20%.
     skor tahun 2008 sebesar 86,20%.

     Dari hasil assessment GCG tahun 2008, capaian yang paling        Evaluation of the results of the GCG in 2008, is the highest
     tinggi adalah dari aspek kebijakan Good Corporate Governance,    achievement of the political aspects of good corporate governance,
     sedangkan capaian yang paling rendah adalah pengungkapan         and the lowest achievement is disclosure (publication) so it is
     informasi (disclosure), sehingga sangat relevan dan beralasan    relevant and reasonable for us to take the theme of the 2010
     bagi kami untuk mengambil tema laporan tahunan 2010 adalah       annual report is transparency in growth.
     transparansi dalam pertumbuhan.

     Akhirnya Direksi menyampaikan terima kasih kepada seluruh        Finally, the Board of Directors would like to thank all stakeholders
     stakeholders atas kontribusinya dalam meningkatkan kinerja       for their contribution in improving the performance of the company,
     perusahaan, semoga Allah SWT dapat melimpahkan taufik dan        may Allah SWT will give you success and His Blessing.
     hidayahnya.


                                                          Jakarta, 17 Juni 2011
                                                         Jakarta, June 17, 2011




                                                             Diding S. Anwar
                                                    Direktur Utama/ President Director




24      LAPORAN TAHUNAN 2010
PROFIL DIREKSI
BOARD OF DIRECTOR PROFILE




                                      Lahir di Cirebon Jawa Barat tahun 1954, lulus dari Akademi
                                      Ilmu Keuangan dan Perbankan Jakarta, S1 Fakultas Ekonomi
                                      Universitas Pasundan Bandung, Magister Manajemen Keuangan
                                      Universitas Sriwijaya Palembang, Doktor Manajemen Pendidikan
                                      dari Universitas Negeri Jakarta.

                                      Pelaksana Administrasi tahun 1977, Kepala Seksi, Kepala
                                      Perwakilan, Kepala Cabang, Kepala Divisi Penelitian dan
                                      Pengembangan. Direktur Umum dan SDM Jasa Raharja, Direktur
                                      Utama sejak Maret 2008 – sekarang.

                                      Selain pendidikan di dalam negeri, pernah mengikuti program
                                      pengembangan bisnis perusahaan di luar negeri antara lain di
                                      Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Singapura, Filipina, Meksiko,
                                      Chekoslovakia, Malaysia, Jerman, Italia, Prancis, Maroko Afrika,
 DIDING SUDIRDJA ANWAR                Cina dan Thailand.
 Direktur Utama/ President Director
                                      Born in Cirebon West Java in 1954, graduated from the Academy of
                                      Finance and Banking Jakarta, Faculty of Economics, S1, Bandung
                                      Pasundan University, Master of Financial Management University
                                      of Sriwijaya Palembang, Doctor of Education Management from
                                      the State University of Jakarta.

                                      Implementing Administration in 1977, Head of Section, Chief
                                      Representative, Branch Chief, Head of Research and Development
                                      Division. Director-General and HR Services Raharja, Director since
                                      March 2008 – present.

                                      In addition to education in the country, has been involved in
                                      programs of development of the foreign company in the United
                                      States, Great Britain, Netherlands, Singapore, Philippines,
                                      Mexico, Czechoslovakia, Malaysia, Germany, Italy, France, Africa,
                                      Morocco, China and Thailand.




                                                                        LAPORAN TAHUNAN 2010               25
     ROBINHO SUHARSONO                                                     BUDI SETYARSO
     Direktur Keuangan                                                     Direktur Operasional
     Director of Finance                                                   Director of Operational


     Lahir di Kisaran Sumatera Utara tahun 1958. Meraih Strata 1           Lahir di Madiun Jawa Timur tahun 1957. Meraih Strata 1 (S1)
     (S1) Ekonomi di Universitas Islam Indonesia di Yogyakarta (UII)       Ekonomi dari Universitas Brawijaya Malang pada tahun 1982, dan
     tahun 1984, Magister Manajemen S2 dari Universitas Pancasila          Magister Manajemen (S2) di Universitas Sriwijaya Palembang
     Jakarta tahun 1996.                                                   tahun 1997.

                                                                           Beliau bergabung dengan perseroan di Surabaya sejak tahun
     Beliau memulai karir di Jasa Raharja tahun 1984 di Kantor
                                                                           1984-1986, Kepala Perwakilan Bondowoso 1986, Kepala
     Cabang Medan hingga Kepala Perwakilan Sibolga. Tahun 1991             Bagian Klaim Cabang Sumatera Utara 1989-1992, Kepala
     menjabat Kepala Bagian Verifikasi di Kantor Pusat. Antara tahun       Bagian Keuangan selanjutnya Kepala Bagian Asuransi Wajib
     1995 – 1998 ditugaskan di anak perusahaan PT Jasaraharja              Cabang Jawa Tengah tahun 1992-1993. Tahun 1993-2000
     Putera tahun 1998 – 2000 bertugas sebagai Kepala Divisi               beliau dipercaya sebagai Kepala Cabang Nusa Tenggara Barat,
     Akuntansi untuk kemudian dipercaya sebagai Direktur Keuangan          DI Yogyakarta, Sumatera Selatan dan Jawa Tengah. Sejak
     Jasa Raharja sejak tahun 2000 - sekarang.                             tahun 2000 menempati posisi sebagai Kepala Divisi Pelayanan
                                                                           dilanjutkan sebagai Kepala Divisi Penelitian dan Pengembangan.
     Selain pendidikan di dalam negeri, pernah mengikuti agenda            Tahun 2001-2008 menjabat Direktur Jasaraharja Putera dan pada
     yang berkaitan dengan pengembangan bisnis perusahaan antara           bulan Maret 2008, beliau dipercaya sebagai Direktur Operasional
     lain di Australia, Hongkong, Malaysia, Thailand dan negara-           di PT. Jasa Raharja (Persero).
     negara di Eropa.
                                                                           Selain pendidikan di dalam negeri, pernah mengikuti agenda
                                                                           yang berkaitan dengan pengembangan bisnis perusahaan antara
                                                                           lain di Australia, Austria dan Malaysia.


      Born in Kisaran, North Sumatera in 1958. Obtained his Bachelor       Born in Madiun West Java in 1957. Obtained his Bachelor (S1) in
      (SI) in Economy from Universitas Islam Yogyakarta (UII) Yogyakarta   Economy from Brawijaya University Malang in 1982, and Magister
      in 1984, and Magister Manajemen(S2) from Pancasila University        Manajemen (S2) in Sriwijaya University (Unsri), Palembang in
      Jakarta in 1996. He started his career in the company in 1984 in     1997. He joined the Company in Surabaya Branch since 1984-
      Medan Branch office, until he was the Head of Representative         1986, Head of Representative Office Bondowoso in 1986, Claim
      Office Sibolga. In 1991 he was appointed to be Verification          Manager Medan Branch 1989-1992,Finance Manager and then
                                                                           manager of Compulsory
      Manager in the Head Office. Between 1995-1998 he was
      appointed in the subsidiary company PT Jasaraharja Putra, in         Insurance Semarang Branch in 1992-1993. In 1993-2000 he was
      1998-2000 he was appointed as the Head of Account Division,          appointed as the branch manager of Mataram, Yogyakarta, South
      and then since 2000 he got his position as the Finance Director.     Sumatra dan Central Java. Since 2000 hold the position as the
                                                                           Head of Service Division and then the Head of R&D Division. From
      In addition to education in the country, has been involved in        2001 to 2003 he was the Director of Jasaraharja Putra and in
      programs of development of the foreign company in Australia,         March 2008, he was appointed as the Operational Director.
      Hong Kong, Malaysia, Thailand and countries in Europe.
                                                                           In addition to education in the country, has been involved in
                                                                           programs of development of the foreign company in Australia,
                                                                           Austria dan Malaysia.


26       LAPORAN TAHUNAN 2010
SUNTORO
Direktur SDM dan Umum
Director of HR and General Affairs


Lahir di Ngawi Jawa Timur 1956. Meraih gelar Diploma 3 (D3)      Born in Ngawi East Java in 1956. Got his Diploma (D3) from the
dari Akademi Pajak dan Keuangan Surabaya, tahun 1980, Strata     Academy of Tax and Finance Surabaya, in1980, Bachelor (S1) in
1 (S1) Ekonomi Keuangan dan Perpajakan tahun 1986 di Sekolah     Finance Economy and Tax in 1986 from Sekolah Tinggi Keuangan
Tinggi Keuangan Indonesia, Surabaya serta gelar Master           Indonesia, Surabaya and got his Administration Master from
Administrasi dari Pusat Pengembangan Manajemen Terapan           Pusat Pengembangan Manajemen Terapan, Malang 1992. In
Malang 1992. Tahun 1999 beliau kembali meraih gelar Master       1999 he got another Master degree in Marketing Management
dalam bidang Manajemen Pemasaran dari STIE Mitra Indonesia       from STIE Mitra Indonesia Yogyakarta.
Yogyakarta.

Beliau bergabung dengan perseroan tahun 1980 sebagai             He joined the company in 1980 as Administration Staff in East Java
pelaksana administrasi di Cabang Jawa Timur, Kepala Seksi        Branch. Acting Head of Section in 1984- 1987, Head of Section
tahun 1987-1988. Menjabat Kepala Perwakilan Tk. I di Cabang      in 1987-1988. He was appointed as the Head of Representative
Jawa Timur tahun 1988-1992, Kepala Bagian Divisi Surety Bond     Office Strata I in East Java Branch in 1988-1992, Manager in the
1992-1993, Kepala Cabang Bengkulu tahun 1993-1996. Tahun         Surety Bond Division in 1992-1993, Branch Manager in Bengkulu
1996-2003 menjadi Kepala Cabang di anak perusahaan. Tahun        in 1993-1996. Between 1996-2003 he was appointed to be the
2003 dipercaya menjadi Kepala Divisi Teknik anak perusahaan.     staff of the Director in the Head Office, then get his position as
Tahun yang sama dipercaya menjadi Kepala Cabang Sumatera         the Branch Manager of North Sumatra Branch in 2003-2005
Utara hingga tahun 2005. Tahun 2005 – 2008 menjabat sebagai      and 2008. Since March 2008 he was appointed as the HR & GA
Sekretaris Perusahaan. Sejak bulan Maret 2008 beliau dipercaya   Director.
menjadi Direktur SDM dan Umum.




                                                                                                   LAPORAN TAHUNAN 2010               27
     PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB
     LAPORAN TAHUNAN
     STATEMENT OF RESPONSIBILITY OF
     ANNUAL REPORT
                       Direksi dan Dewan Komisaris dengan ini menyatakan bertanggungjawab penuh atas
                               kebenaran isi Laporan Tahunan PT Jasa Raharja (Persero) Tahun 2010.
                       Boards of Directors and Board of Commissioners hereby declare full responsibility for
                      the accuracy of the contents of the Annual Report PT Jasa Raharja (Persero) Year 2010.


                                                     Jakarta, 17 Juni 2011
                                                     Jakarta, June 17, 2011

                                                     Dewan Komisaris
                                                  Board of Commissioners




                                                          Mardiasmo
                                                      Komisaris Utama
                                                   President Commissioner



            Baroeto Badroes                                                                            Sri Mulyanto
              Komisaris                                                                                 Komisaris
            Commissioner                                                                              Commissioner

                                                          Direksi
                                                     Board of Directors




                                                    Diding Sudirdja Anwar
                                                        Direktur Utama
                                                      President Director




          Robino Suharsono                               Budi Setyarso                                  Suntoro
           Direktur Keuangan                           Direktur Operasional                      Direktur SDM & Umum
          Director of Finance                       Director of Operational                 Director of HR & General Affair



28    LAPORAN TAHUNAN 2010
Sekilas
Jasa Raharja
Jasa Raharja
at Glance
Profil Jasa Raharja/ Jasa Raharja Profile
Perjalanan Waktu / Milestone
Visi, Misi, dan Budaya Perusahaan
         Vision, Mission & Corporate Culture
Strategi Perusahaan / Corporate Strategies
Akuntan Perseroan / Corporate Accountant
Peristiwa Penting / Important Events
Penghargaan dan Sertifikasi / Awards & Certification
Struktur Korporasi / Corporate Structures
Daftar Nama Pejabat Senior / List of Senior Officials
     SEKILAS JASA RAHARJA
     JASA RAHARJA AT GLANCE
     PROFIL JASA RAHARJA                                                JASA RAHARJA PROFILE
     Nama Perusahaan : PT Jasa Raharja (Persero)                        Name of the Company : PT Jasa Raharja (Persero)
     Bidang Usaha    : Asuransi Sosial                                  Business Sector     : Social Insurance
     Pemilik         : Seluruh saham Perseroan (100%) dimiliki          Owner               : All shares (100%) is owned by
                       oleh Negara Republik Indonesia                                         The Republic of Indonesia

     Dasar Hukum Pendirian                                              Legal Basis of Establishment

     1. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 1961 tentang Pendirian      1. Government Regulation No: 15 year 1961 about The Establishment
        Perusahaan negara Asuransi Kerugian Eka Karya;                     of Eka Karya State General Insurance Company;

     2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1965 tentang Pendirian       2. Government Regulation No. 8 year 1965 about The Establishment
        Perusahaan Negara Asuransi Kerugian Jasa Raharja;                  of Jasa Raharja State General Insurance Company

     3. Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor KEP-750/MK/              3. MK/IV/11/1970 dated 18 November 1970 about the Declaration on
        IV/11/1970 tanggal 18 Nopember 1970 tentang Pernyataan             Jasa Raharja State General Insurance Company as the State
        mengenai Perusahaan Negara (P.N.) Asuransi Kerugian Jasa           Business, as stated in paragraph (2) article 2 of the Law no. 9
        Raharja sebagai Usaha Negara seperti yang dimaksud dalam           year 1969;
        ayat (2) Pasal 2 Undang-Undang No.9 Tahun 1969;

     4. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 1980 tentang                4. Government Regulation No. 39 year 1980 about The transformation
        Pengalihan Bentuk Perusahaan Umum Asuransi Kerugian                of Djasa Rahardja State General Insurance Company to be a Limited
        Jasa Raharja menjadi Perusahaan Perseroan (Persero);               Company (Persero);

     5. Anggaran Dasar PT Jasa Raharja (Persero) sebagaimana            5. Charter of PT Jasa Raharja (Persero) as stated in the Deed
        dimuat dalam Akta Nomor 49 tanggal 28 Pebruari 1981 yang           No. 49 dated 28 February 1981, made before Imas Fatimah,
        dibuat dihadapan Imas Fatimah, Sarjana Hukum, Notaris di           Sarjana Hukum, Notary in Jakarta, which has been amended
        Jakarta, yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Akta      for several times with the most recent amendment the Deed
        Nomor 18 tanggal 2 Oktober 2009 yang dibuat di hadapan             No. 18 dated 2 October 2009 made before Julius Purnawan,
        Julius Purnawan, Sarjana Hukum, Magister Sains, Notaris            Sarjana Hukum, Notary Jakarta.
        di Jakarta.


     Modal                                                              Capital
     1. Modal dasar Perseroan : Rp 1.500.000.000.000,00                 1. Capital Base        : Rp 1.500.000.000.000,00
     2. Modal disetor Perseroan : Rp 800.000.000.000,00                 2. Paid up Capital     : Rp 800.000.000.000,00




30      LAPORAN TAHUNAN 2010
Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha                            Objectives and Business

1. Maksud dan tujuan Perseroan adalah turut melaksanakan          1. The objectives of the company are to participate and encourage
   dan menunjang kebijakan dan program Pemerintah di bidang          the Government policies and programs in the sectors of
   ekonomi, jaminan sosial dan pembangunan nasional pada             economy, social protection and national development in
   umumnya, khususnya di bidang asuransi kerugian dengan             general, especially in general insurance sector, by operating
   menyelenggarakan program asuransi sosial, dan optimalisasi        social insurance program and optimalization of company’s
   pemanfaatan sumber daya Perseroan untuk menghasilkan              resources to produce high quality service and strong
   jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat guna              competitive power to increase the vaues of the company by
   meningkatkan nilai Perseroan dengan menerapkan prinsip-           implementing the principles of Limited Company.
   prinsip Perseroan Terbatas.

2. Untuk mancapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan           2. To achieve the above objectives, the company is conducting its
   dapat melaksanakan kegiatan usaha utama sebagai berikut:          main business as follows:
   a. Melaksanakan asuransi kecelakaan penumpang alat                 a. Operating insurance for passenger public vehicle traffic
      angkutan umum sesuai dengan Undang-undang Nomor                    accident in line with the Law no. 33 Year 1964 with the
      33 Tahun 1964 berikut peraturan pelaksanaannya dan                 its operational regulations and third party legal liability
      asuransi tanggung jawab menurut hukum terhadap pihak               insurance in line with the Law no. 34 Year 1964 with the its
      ketiga sesuai dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun                  operational regulations.
      1964 berikut peraturan pelaksanaannya;
   b. Mengadakan dan menutup perjanjian asuransi kendaraan            b. Conducting and covering Motor Vehicle insurance and third
      bermotor dan asuransi tanggung jawab menurut hukum                  party legal liability insurance.
      terhadap pihak ketiga dalam hal kecelakaan alat angkutan;
   c. Menerima pertanggungan tidak langsung untuk ditahan             c. Accepting reinsurance to be retained by the company
      sendiri oleh Perseroan;
   d. Melakukan       kegiatan-kegiatan    investasi    dengan        d. Conducting investment activities subject to the rules of the
      memperhatikan ketentuan peraturan perundang                         regulations.
      undangan.

3. Selain kegiatan usaha utama tersebut, Perseroan dapat          3. Besides the main businesses stated above, the Company
   melakukan kegiatan usaha dalam rangka optimalisasi                also conducting some activities to optimalize the use of the
   pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perseroan dengan            Company’s resources, subject to the rules of the regulations.
   memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan.




                                                                                                    LAPORAN TAHUNAN 2010                31
                                                               1978
                                                                             PT Jasa Raharja (Persero) diperluas lingkup
                                                                  usahanya sehingga mencakup:
1960                                                              - Surety Bond berdasarkan Peraturan Pemerintah No.
             Penggabungan Perusahaan Asuransi Kerugian               34 Tahun 1978 tentang Perubahan atas Peraturan
   Negara (PAKN) Ika Bakti, Ika Darma, Ika Mulya dan Ika             Pemerintah No. 8 Tahun 1965 tentang Pendirian
   Sakti menjadi Perusahaan Asuransi Kerugian Negara                 Perusahaan Umum Asuransi Kerugian Jasa Raharja.
   (PAKN) Ika Karya sesuai Pengumuman Menteri Urusan              - Asuransi non wajib yang meliputi asuransi kecelakaan
   Pendapatan, Pmbiayaan dan Pengawasan RI No. 294293/               diri (AKD), asuransi kecelakaan diri dalam perjalanan
   BUM II tanggal 31 Desember 1960                                   (AKDP), jaminan tambahan dan lain sebagainya.

   Merger of State Insurance Companies Ika Bakti, Ika
                                                                  PT Jasa Raharja (Persero) expanded its business scope
   Darma Ika Mulya and Ika Shakti to the State Insurance
                                                                  to include:
   Company Ika Karya in accordance of announcement
                                                                  - Surety Bond based on Government Regulation no.
   of Minister of Revenue, Funding and Supervisory of
                                                                      34 Year 1978 concerning Changes in Government
   the Republic. Of Indonesia 294293/BUM II dated
                                                                      Regulation no. 8 Year 1965 on the Establishment of
   December 31, 1960
                                                                      Public Insurance Company Jasa Raharja.
                                                                  - No compulsory insurance covering personal accident
                                                                      insurance, personal accident insurance on the road
1965                                                                  (Descending), additional collateral and so on.
             Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 8
   Tahun 1965 di bentuk “Perusahaan Negara Asuransi
   Kerugian Jasa Raharja” dengan melebur seluruh
   kekayaan, pegawai dan kewajiban Perusahaan Asuransi
   Kerugian Negara (PAKN) Ika Karya yang telah berubah         1980
   menjadi Eka Karya.                                                       Mengingat usaha yang ditangani Perum Jasa
                                                                  Raharja semakin bertambah luas, berdasarkan Peraturan
   Based on Government Regulation No. 8 Year 1965                 Pemerintah No. 39 Tahun 1980 tanggal 6 Nopember 1980
   The State Enterprise Insurance Services Company                statusnya di ubah menjadi PT (Persero) Asuransi Kerugian
   Jasa Raharja was founded by merging all the assets,            Jasa Raharja.
   employees and the liabiities of the State Insurance Ika
   Karya that have been turned into Eka Karya.                    Concerning of that the business that is handled by Perum
                                                                  Jasa Raharja expanded, based on Government Decree No.
                                                                  39 in 1980 dated 6 November 1980, the status has been
                                                                  changed to PT (Persero) Jasa Raharja Loss Insurance.
1965
              Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Urusan
   Pendapatan, Pembiayaan dan Pengawasan RI No. BAPN
   1-3-3- tanggal 30 Maret 1965 terhitung mulai 1 Januari      1981
   1965 Perusahaan Negara Asuransi Kerugian Jasa Raharja                    Perubahan menjadi PT (Persero) Asuransi
   melaksanakan tugas khusus mengelola pelaksanaan UU             Kerugian Jasa Raharja dikukuhkan dengan Akte Notaris
   No. 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib             Imas Fatimah, SH No. 49 Tahun 1981 tanggal 28 Pebruari
   Kecelakaan Penumpang dan UU No. 34 Tahun 1964                  1981.
   tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan
                                                                  The changed into PT (Persero) Jasa Raharja Insurance
                                                                  authenticated by Notary Imas Fatimah, SH. No 49 Year
                                                                  1981 dated February 28, 1981.
   Based on the Decree of the Minister of Revenue, Financing
   and Supervisory of Republic of Indonesia No. BAPN 1-3-
   3 - dated March 30, 1965 as of January 1, 1965 State
   Company Insurance Jasa Raharja carried out specific tasks
   to manage the implementation of Law no. 33 of 1964 on
   Compulsory Insured Funds and Passenger Accidents Act        1994
   no. 34 of 1964 on Road Traffic Accident Fund                              Sejak 1 Januari 1994, PT Jasa Raharja
                                                                  (Persero) tidak lagi melaksanakan kegiatan Surety Bond
                                                                  dan asuransi non wajib dan kembali melaksanakan
                                                                  program asuransi sosial


                                                                  Since January 1, 1994, PT Jasa Raharja (Persero) is
1970                                                              no longer conducting insurance Surety Bond and non
             Perusahaan Negara Asuransi Kerugian Jasa             mandatory re-implement the program of social insurance
   Raharja di ubah statusnya menjadi Perusahaan Umum
   (Perum) Jasa Raharja. Perubahan status ini dituangkan
   dalam Surat Keputusan Menteri Keuangan epublik
   Indonesia No. KEP.750/KMK/IV/II/1970
                                                               2008
                                                                             Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan yang
   State Insurance Company Jasa Raharja had changed               terakhir dengan akte No. 14 tanggal 6 Agustus 2008 yang
   its status of Public Corporation (Perum) Jasa Raharja.         dibuat dihadapan Notaris Julius Purnawan, SH,
   The change of the status specified in the Decree of the
   Minister of Finance of the Republic of Indonesia No.
   KEP.750/KMK/IV/II/1970
                                                                  The Last Amendment of the Articles of Association issued
                                                                  with the certificate No. 14 on August 6, 2008, before
                                                                  notary Julius Purnawan, SH, MS
PERJALANAN WAKTU                                                    TIME JOURNEY
PT Jasa Raharja (Persero) memiliki sejarah panjang sejalan dengan   PT Jasa Raharja (Persero) has a long history in line with the
sejarah pendirian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).        establishment of the Republic of Indonesia (NKRI). The existence
Keberadaan PT Jasa Raharja (Persero) tidak dapat dipisahkan         of PT Jasa Raharja (Persero) cannot be separated from the
dari peristiwa pengambilalihan atau nasionalisasi perusahaan-       nasionalisation of the Dutch insurance companies by the
perusahaan asuransi milik Pemerintah Belanda oleh Pemerintah        Government of the Republic of Indonesia.
Republik Indonesia.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1960 tentang         Based on the Government Regulation Number 3 Year 1960 on
Penentuan Perusahaan Asuransi Kerugian milik Belanda di             the Determination of the Dutch General Insurance Companies
Indonesia yang dikenakan Nasionalisasi, Pemerintah Republik         in Indonesia which should be nationalized, the Government
Indonesia melakukan nasionalisasi atas 14 (empat belas)             of the Republic of Indonesia nationalized 14 (fourteen) Dutch
perusahaan asuransi milik Pemerintah Belanda, sehingga              insurance companies, so that all was owned by the Government
seluruhnya menjadi milik Pemerintah Republik Indonesia. Dari 14     of the Republic of Indonesia. Out of the 14 (fourteen) natoinalized
(empat belas) perusahaan yang telah dinasionalisasi tersebut, 8     companies, 8 (eight) companies were merged became 4 (four)
(delapan) di antaranya dilebur dan digabungkan menjadi 4 (empat)    insurance companies as follows:
perusahaan asuransi sebagai berikut:
1. Firma Blom & var der Aa, Firma Bekouw & Mijnssen, Firma          1. Firma Blom & var der Aa, Firma Bekouw & Mijnssen, Firma
    Sluyters & Co digabungkan menjadi PAKN Ika Bhakti;                 Sluyters & Co were merged to be PAKN Ika Bhakti
2. N.V. Assurantie Maatschappij Djakarta dan N.V. Assurantie        2. N.V. Assurantie Maatschappij Djakarta dan N.V. Assurantie
    Kantoor Langeveldt-Schroder digabungkan menjadi PAKN Ika           Kantoor Langeveldt-Schroder were merged to be PAKN Ika
    Dharma;                                                            Dharma
3. N.V. Assurantie Kantoor O.W.J. Schlencker dan N.V. Kantoor       3. N.V. Assurantie Kantoor O.W.J. Schlencker dan N.V. Kantoor
    Asuransi Kali Besar di Jakarta digabungkan menjadi PAKN Ika        Assurantie Kali Besar in Jakarta were merged to be PAKN Ika
    Mulya;                                                             Mulya
4. P.T. Maskapai Asuransi Arah Baru (Arba) menjadi PAKN Ika         4. PT Maskapai Asuransi Arah Baru (ARBA) were merged to be
    Sakti.                                                             PAKN Ika Sakti

Penataan perusahaan perasuransian itu terus dilanjutkan.            The restructuring of insurance companies continued. Base on the
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 1961                Government Regulation No. 15 year 1961 on the Establishment of
tentang Pendirian Perusahaan Negara Asuransi Kerugian Eka           Eka Karya State General Insurance Company, the four insurance
Karya, keempat perusahaan asuransi tersebut kembali dilebur         companies were re-merged to be Eka Karya State General
dan digabungkan menjadi satu perusahaan, yaitu Perusahaan           Insurance Company.The Government Regulation No. 15 year 1961
Asuransi Kerugian Negara Eka Karya. Peraturan Pemerintah            was effective on1 January 1961.
Nomor 15 Tahun 1961 tersebut berlaku terhitung sejak tanggal
1 Januari 1961.

Sejalan dengan pemikiran Pemerintah untuk memberikan                In line with Government idea to give protection to the citizens
perlindungan kepada seluruh masyarakat terhadap risiko keuangan     against financial risks caused by traffic accident and passenger
akibat kecelakaan lalu lintas jalan dan penumpang umum,             of public vehicles, the Government published the Law no. 33 year
Pemerintah menerbitkan Undang Undang Nomor 33 Tahun 1964            1964 on the Compulsory Fund for Passenger Accident and Law
tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang dan           No. 34 year 1964 on the Traffic Accident Fund. To prepare the legal
Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan           entity to be the operator of both Law, the Government published
Lalu Lintas Jalan. Dalam rangka mempersiapkan badan hukum           Government Regulation No. 8 year 1965 on the Establishment of
yang akan menjadi pelaksana kedua Undang-Undang tersebut,           Jasa Raharja State General Insurance Company.
Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun
1965 tentang Pendirian Perusahaan Negara Asuransi Kerugian
Jasa Raharja.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1965                 Based on the Government Regulation No. 8 year 1965, all assets
tersebut, segala harta kekayaan Perusahaan Negara Asuransi          of Eka Karya State General Insurance Company was transferred
Kerugian Eka Karya dialihkan kepada Perusahaan Negara Asuransi      to Jasa Raharja State General Insurance Company. With the
Kerugian Jasa Raharja. Dengan pengalihan tersebut, maka dapat       aforesaid transfer, it can be concluded that Eka Karya State
disimpulkan bahwa Perusahaan Asuransi Kerugian Negara Ika           General Insurance Company was the origin of Jasa Raharja legal
Karja merupakan cikal bakal berdirinya badan hukum Jasa Raharja.    entity.



                                                                                                      LAPORAN TAHUNAN 2010                33
     Oleh karena itu, tanggal 1 Januari 1961 yang merupakan tanggal      Therefore, the date of 1 January 1961 which was the establishment
     pendirian Perusahaan Negara Asuransi Kerugian Eka Karya, setiap     date of Eka Karya State General Insurance Company, every year is
     tahun diperingati sebagai tanggal kelahiran Jasa Raharja.           memorized as the birthday of Jasa Raharja.

     Pada tahun 1970, Jasa Raharja kembali mengalami perubahan           In 1970, Jasa Raharja changed its legal entity again. Based on
     bentuk badan hukum. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri             the Decree of the Minister of Finance No.KEP-750/MK/IV/11/1970
     Keuangan Nomor KEP-750/MK/IV/11/1970 tanggal 18 November            dated 18 November 1970 on the Declaration on Jasa Raharja
     1970 tentang Pernyataan mengenai Perusahaan Negara (P.N.)           State General Insurance Company as the State Business as stated
     Asuransi Kerugian Jasa Raharja sebagai Usaha Negara seperti         in paragraph (2) article 2 year 1969, the legal form of Jasa Raharja
     yang dimaksud dalam ayat (2) Pasal 2 Undang-undang No.9 Tahun       State General Insurance Company was changed to be Jasa
     1969, Perusahaan Negara Asuransi Kerugian Jasa Raharja diubah       Raharja Public General Insurance Company.
     bentuk badan hukumnya menjadi Perusahaan Umum Asuransi
     Kerugian Jasa Raharja.

     Dengan perubahan tersebut maka nama perusahaan diubah               With this change, the name of the company was changed into
     menjadi Perseroan Terbatas PT Asuransi Kerugian Jasa Raharja.       PT Asuransi Kerugian Jasa Raharja Limited Company. The change
     Perubahan bentuk badan hukum tersebut berlaku terhitung sejak       of the legal status was effective since the company obtained
     diperolehnya status badan hukum sebagai perseroan terbatas          its new legal status as a limited company (Persero), i.e. based
     yaitu berdasarkan Keputusan Menteri Kehakiman tanggal 8 Maret       on the decree of Minister of Justice dated 8 March 1982 No.
     1982 nomor Y.A 5/234/11.                                            Y.A.5/234/11.

     Selanjutnya berdasarkan hasil keputusan rapat umum luar biasa       Furthermore, based on the resolution of the Extraordinary
     pemegang saham tanggal 18 April 1984, nama perusahaan               Shareholders General Meeting on 18 April 1984, the name of
     mengalami perubahan menjadi Perusahaan Perseroan (Persero)          the company was changed into Asuransi Jasa Raharja Limited
     Asuransi Kerugian Jasa Raharja disingkat PT Jasa Raharja            Company (Persero) or shortened into PT Jasa Raharja (Persero).
     (Persero).

     Sejak 1 Januari 1965, Jasa Raharja secara konsisten melaksanakan    Since 1 Januari 1965, Jasa Raharja consistently conducting its
     kegiatan usaha dalam rangka melaksanakan asuransi kecelakaan        business activities to operate insurance for public vehicle traffic
     penumpang alat angkutan umum sesuai dengan Undang-Undang            accident in line with the Law as stated in the Law No. 33 Year
     Nomor 33 Tahun 1964 berikut peraturan pelaksanaannya dan            1964 with its operational regulations. But in its development Jasa
     asuransi tanggung jawab menurut hukum terhadap pihak ketiga         Raharja was appointed to conduct additional business activities,
     sesuai dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1964 berikut             that is through the Government Regulation No. 34 Year 1978 on
     peraturan pelaksanaannya. Namun demikian dalam perjalanannya        the amendment of Government Regulation No. 8 Year 1965 on the
     Jasa Raharja pernah ditugaskan oleh Pemerintah untuk                Establishment of Jasa Raharja State General Insurance Company.
     melaksanakan kegiatan usaha tambahan, yaitu dengan Peraturan        With that Government Regulation, Jasa Raharja extended its
     Pemerintah Nomor 34 Tahun 1978 tentang Perubahan atas               business including Surety Bond.
     Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1965 tentang Pendirian
     Perusahaan Umum Asuransi Kerugian “Jasa Raharja”. Dengan
     Peraturan Pemerintah tersebut, Jasa Raharja diperluas lingkup
     usahanya sehingga mencakup surety bond.

     Setelah melaksanakan kegiatan usaha di bidang surety bond,          After conducting the Surety Bond business, Jasa Raharja
     Jasa Raharja memperluas lagi kegiatan usahanya ke bidang            extended its business to the non-compulsary insurance such as
     asuransi non wajib, yang meliputi asuransi kecelakaan diri (AKD),   Personal Accident Insurance, Travel Accident insurance, Extra
     asuransi kecelakaan diri dalam perjalanan (AKDP), jaminan           Cover, etc. The extended business were run until the end of 1993.
     tambahan dan lain sebagainya. Kegiatan usaha yang diperluas         With the implementation of the Law No. 2 year 1992 on Insurance
     itu dilaksanakan sampai dengan akhir tahun 1993. Dengan             Business, social insurance company was not allowed to run
     diberlakukannya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang            business activities outside those which were stated in the Law.
     Usaha Perasuransian, maka perusahaan asuransi social dilarang
     melaksanakan kegiatan usaha lain di luar kegiatan usaha dalam
     rangka melaksanakan Undang-Undang.

     Sebagai suatu perusahaan perasuransian yang termasuk kategori       As a Social Insurance Company, with effect from 1 January
     asuransi sosial, maka terhitung sejak tanggal 1 Januari 1994,       1994 Jasa Raharja no longer conducting Surety Bond and non-
     Jasa Raharja tidak lagi melaksanakan kegiatan usaha surety          compulsory insurance and back to social insurance business.
     bond dan asuransi non wajib, dan kembali hanya melaksanakan
     program asuransi sosial.

34      LAPORAN TAHUNAN 2010
VISI, MISI DAN                                                    VISION, MISION AND
BUDAYA PERUSAHAAN                                                 CORPORATE CULTURE
VISI                                                              VISION
Menjadi perusahaan terkemuka di bidang Asuransi dengan            To be a leading insurance company which specializes in providing
mengutamakan penyelenggaraan program Asuransi Sosial dan          social and compulsory insurance in line with public needs.
Asuransi Wajib sejalan dengan kebutuhan masyarakat.

MISI                                                              MISSION
Catur Bakti Ekakarsa Jasa Raharja                                 Catur Bhakti Ekakarsa Jasa Raharja
1. Bakti kepada Masyarakat, dengan mengutamakan                   1. Dedication to the Public, by prioritizing basic protection and
   perlindungan dasar dan pelayanan prima sejalan dengan             prime service in line with public needs.
   kebutuhan masyarakat.
2. Bakti kepada Negara, dengan mewujudkan kinerja terbaik         2. Dedication to the State, by presenting the best performance as
   sebagai penyelenggara Program Asuransi Sosial dan Asuransi        social and obligatory insurance provider and as a state owned
   Wajib, serta Badan Usaha Milik Negara.                            company.
3. Bakti kepada Perusahaan, dengan mewujudkan keseimbangan        3. Dedication to the Company, by creating balance of interests
   kepentingan agar produktivitas dapat tercapai secara optimal      in order to acieve optimum productivity for the company’s
   demi kesinambungan Perusahaan.                                    sustainable developments.
4. Bakti kepada Lingkungan, dengan memberdayakan potensi          4. Dedication to Environment, by empowering potential resources
   sumber daya bagi keseimbangan dan kelestarian lingkungan.         towards the environmental balance and preservation.

MOTO                                                              MOTTO
Utama dalam perlindungan, prima dalam pelayanan.                  Primery in protection, excellence in services.


KEBIJAKAN MUTU                                                    QUALITY POLICY
Menerapkan sistem kerja terpadu dengan menjadikan mutu            To employ an integrated work system by applying best quality
terbaik sebagai budaya kerja untuk mendukung kegiatan             as corporate culture in support of an efficient and productive
perusahaan yang efisien dan produktif.                            company activity.


KREDO JASA RAHARJA                                                JASA RAHARJA CREDO
Kami insan Jasa Raharja                                           We are the member of Jasa Raharja,
1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia        1. Dedicated to God Almighty and being noble
2. Mengutamakan kepuasan pelanggan                                2. Customer Satisfaction
3. Bersikap jujur, profesional dan disiplin                       3. Be honest, professional and disciplined


BUDAYA PERUSAHAAN                                                 CORPORATE CULTURE
Tanggap :                                                         Perceptive:
Peka, proaktif dalam membantu masyarakat yang mendapatkan         Sensitive and considerate, proactive in helping people who suffer
musibah.                                                          from tragedy.

Tangkas :                                                         Agile:
Mampu melaksanakan tugas, mempunyai semangatkerja dan             Able to perform duty, have high working spirit and integrity, loyal
integritas yang tinggi, loyal dan professional.                   and professional.

Tangguh :                                                         Strong:
Sopan, berkepribadian, berilmu dan beriman, yang selalu           Polite, have good personality, knowledgeable and faithful, and
mengutamakan kepentingan masyarakat banyak.                       always prioritize on the interest of the general public.



                                                                                                     LAPORAN TAHUNAN 2010               35
     PRINSIP 5 TEPAT PELAYANAN SANTUNAN                                5 ACCURATE CLAIM SERVICE PRINCIPLES

     1. Tepat Informasi                                                1. Accurate Information, Attain accurate information on traffic
        Diperolehnya informasi yang akurat tentang kecelakaan alat        accident and public transportation as early as possible and
        angkutan umum dan lalu lintas jalan sedini mungkin, serta         inform the victim or victim’s beneficiary about their rights
        diberitahukan kepada korban atau ahli waris korban tentang        correctly and clearly
        haknya dengan tepat dan jelas.
     2. Tepat Jaminan                                                  2. Accurate Coverage, , Make sure that claim payment to the
        Pemberian santunan kepada korban atau ahli waris korban           victim or victim’s beneficiary is in accordance with regulations,
        dipastikan sesuai dengan ketentuan dan ruang lingkup serta        scope and coverage value.
        nilai jaminan.
     3. Tepat Subjek                                                   3. Accurate Subject, Claim payment receiver is the victim or the
        Penerima santunan adalah korban/ahli waris korban yang            victim’s beneficiary who is really entitled to such payment.
        benar-benar berhak.
     4. Tepat Waktu                                                    4. Accurate Timing, To ensure that claim settlement process
        Pelayanan penyelesaian santunan mulai dari proses pengajuan       starting from the time claim is submitted until the time it is
        sampai dengan penyerahan santunan dilakukan dalam batas           settled and paid is carried out promptly and punctually within
        waktu yang tepat serta menepati waktu yang dijanjikan.            the prescribed time.
     5. Tepat tempat
        Penyerahan santunan diupayakan sedekat mungkin dengan          5. Accurate Location, Claim payment location should be in the
        domisili resmi korban dan/atau ahli waris korban.                 vicinity of victim’s or victim’s beneficiary’s official domicile.


     AKUNTAN PERSEROAN                                                 CORPORATE ACCOUNTANT
     Audit atas Laporan Keuangan PT Jasa Raharja (Persero) selama      Audit of financial statements PT Jasa Raharja (Persero) for 5 years
     5 tahun dilakukan oleh Auditor Independen dan memberikan          by the independent auditor and give an opinion without reservation
     pendapat Wajar Tanpa Pengecualian terhadap Laporan Keuangan       on the financial statements submitted by the administration.
     yang disajikan oleh manajemen.

     Setiap Kantor Akuntan Publik (KAP) tersebut hanya memberikan      Any Public Accounting Firm only provides inspection services
     jasa pemeriksaan atas Laporan Keuangan dan tidak memberikan       to the financial statements and does not provide other services
     jasa lainnya selama masa pemeriksaan maupun di luar               during the examination period or outside the examination
     pemeriksaan



         No.   Tahun Buku / Fiscal Year       Kantor Akuntan Publik / Public Accountant Firm              Biaya Audit / Audit Fee
                                                                                                                    (Rp)
         1              2006                          KAP Soejatna, Mulyana & Rekan                              300.000.000,00
         2              2007                          KAP Dani Sudarsono & Rekan                                 405.000.000,00
         3              2008                          KAP Dani Sudarsono & Rekan                                 404.000.000,00
         4              2009                          KAP Dani Sudarsono & Rekan                                 403.000.000,00
         5              2010                          KAP Dani Sudarsono & Rekan                                 403.000.000,00




36      LAPORAN TAHUNAN 2010
                 6 FEBRUARI : APEL TERTIB LALU LINTAS

                                                                   PERISTIWA PENTING
                                                                   IMPORTANT EVENTS




31 MARET : INSURANCE GOES TO KAMPUS




              10 MEI : LAUNCHING 12 PELAYANAN PUBLIK DI PROVINSI KALTIM
                                                                          10 MEI : MOU ANTARA POLDA KALTIM DENGAN
                                                                                   PT JASA RAHARJA (PERSERO)


                                                                                     2 APRIL : PENYERAHAN SANTUNAN KM TERATAI




            13 MEI : MENYANTUNI WARGA JEPANG YANG MENGALAMI
                     KECELAKAAN LALU LINTAS DI DENPASAR


                                                                                                   LAPORAN TAHUNAN 2010         37
                                                                               7 JULI : MOU ANTARA JAM DATUN KEJAKSAAN RI DENGAN
                                                                                        PT JASA RAHARJA (PERSERO)




                                                                                        3 AGUSTUS : RAKOR PELAYANAN BESERTA POLRI




           3 OKTOBER : MENEG BUMN, DIROP JASA
                       RAHARJA DAN DIRUT KAI              12 OKT : PENGHARGAAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
                       MENGUNJUNGI KECELAKAAN KA          KEPADA MITRA KERJA YANG MELAKSAKAN CSR DENGAN
                       DI PEMALANG                        MEMBANTU PENYELENGGARAAN ANGKUTAN LEBARAN




                                   3-5 NOP : RAKER 2010




                                                                 19 NOPEMBER : RAPAT KORDINASI LALU LINTAS




38   LAPORAN TAHUNAN 2010
PENGHARGAAN DAN SERTIFIKASI                                  AWARDS AND CERTIFICATION
PENGHARGAAN YANG DITERIMA OLEH PT JASA RAHARJA               AWARDS RECEIVED BY THE PT Jasa Raharja (Persero)
(Persero)
1. Museum Rekor Indonesia, Pemrakarsa dan Penyelenggara      1. Indonesian Museum of Records, initiator and organizer Mudik
   Mudik Gratis bagi Pengendara Sepeda Motor dialihkan           Free for riders Motorcycles transferred using a bus with the
   menggunakan Bus dengan tujuan Terbanyak, September 2010       aim of Most, September 2010
2. Kementerian BUMN, Juara III website dengan predikat       2. Ministry of SOEs, with the title Champion III Marcomm best
   Marcomm terbaik kategori BUMN Non Listed Keuangan, 30         website category Listed Non-Financial Enterprises, November
   Nopember 2010                                                 30, 2010
3. Kementerian BUMN, Juara II website dengan predikat user   3. Ministry of SOEs, with the title Champion II website user
   Interface terbaik kategori BUMN Non Listed Keuangan, 30       interface best category of Non Listed SOEs Finance, November
   Nopember 2010                                                 30, 2010
4. BUMN Awards 2010 Kategori Industri Keuangan yang          4. SOE Awards 2010 Category Financial Industry is predicated
   Berpredikat Sangat Bagus, Infobank, 14 Desember 2010          Very Good, Infobank, December 14, 2010
5. Investor Awards 2010 BUMN Terbaik 2010 bidang Keuangan    5. Investor Awards 2010 Best Enterprises 2010 Finance Sector
   Sektor Asuransi 14 Desember 2010                              Insurance December 14, 2010




                                                                                                             1




                                                                                              LAPORAN TAHUNAN 2010              39
                            2




                                    3




                            4




                                5




40   LAPORAN TAHUNAN 2010
                                                                                                                                      STRUKTUR ORGANISASI
                                                                                                                                      CORPORATE STRUCTURE




                                                                                                          DIREKTUR UTAMA
                                                                                                        PRESIDENT DIRECTOR




                                                                     DIREKTUR OPERASIONAL               DIREKTUR SDM & UMUM              DIREKTUR UTAMA
                                                                     DIRECTOR OPERATIONAL                   DIRECTOR HR &              PRESIDENT DIRECTOR
                                                                                                           GENERAL AFFAIR




                  DIVISI              DIVISI SISTEM                              DIVISI             DIVISI             DIVISI              DIVISI           DIVISI PENELITIAN
  DIVISI     PENCEGAHAN &              INFORMASI                                                                                                                                  SATUAN PENGAWASAN   SEKRETARIAT
ASURANSI       PELAYANAN              PERUSAHAAN          DIVISI UMUM         SUMBER DAYA         KEUANGAN           AKUTANSI            INVESTASI        PENGEMBANGAN DAN              INTERN        PERUSAHAAN
                                                                                MANUSIA                                                                    MANAJEMEN RISIKO
INSURANCE     PREVENTION &            INFORMATION         GENERAL                HUMAN             FINANCE          ACCOUNTING          INVESTMENT      RESEARCH DEVELOPMENT        CONTROL UNIT       COMPANY
  DIVISION      SERVICES                SYSTEMS            AFFAIR              RESOURCES           DIVISION           DIVISION            DIVISION       AND RISK MANAGEMENT          INTERNAL        SECRETARIAT
                 DIVISION               COMPANY           DIVISION              DIVISION                                                                         DIVISION
                                         DIVISION



                                       FUNGSIONAL                                                                                      FUNGSIONAL               FUNGSIONAL            FUNGSIONAL      FUNGSIONAL
                                         PRANATA                                                                                        INVESTASI                 PENELITI              AUDITOR       SEKRETARIAT
                                        KOMPUTER
                                       FUNCTIONAL                                                                                       FUNCTIONAL              FUNCTIONAL            FUNCTIONAL      FUNCTIONAL
                                       INSTITUTION                                                                                      INVESTMENT              RESEARCHER              AUDITOR       SECRETARIAT
                                        COMPUTER



                              CABANG TYPE A                                             CABANG TYPE B                                           CABANG TYPE C
                              BRANCH TYPE A                                             BRANCH TYPE B                                           BRANCH TYPE C




              PERWAKILAN TINGKAT I         PERWAKILAN TINGKAT II         PERWAKILAN TINGKAT I     PERWAKILAN TINGKAT II        PERWAKILAN TINGKAT I      PERWAKILAN TINGKAT II
             REPRESENTATIVE LEVEL I       REPRESENTATIVE LEVEL II       REPRESENTATIVE LEVEL I   REPRESENTATIVE LEVEL II      REPRESENTATIVE LEVEL I    REPRESENTATIVE LEVEL II




                                                                                                                                                                             LAPORAN TAHUNAN 2010              41
     STRATEGI PERUSAHAAN                                                COMPANY STRATEGY
     Strategi Perusahaan 2010                                           Company Strategy in Year 2010




                                              Penguatan kondisi internal/                Pertumbuhan Berkelanjutan/
                                     Strengthening the internal conditions                   Sustainable growth




              Peningkatan kualitas pelayanan/
                     Improved service quality




                             SDM/                Sistem & Teknologi/             Strategi/             Data Penumpang/
                         Human Resources        System & Technology              Strategy               Passenger Data




                                  Budaya Perusahaan/                                     Kredo Jasa Raharja/
                                   Corporate Culture                                     Jasa Raharja Credo



     Pada tahun 2010, PT Jasa Raharja (Persero) masih melanjutkan        In 2010, PT Jasa Raharja (Persero) is still continuing policy
     orientasi kebijakan perusahaan “ofensif” yang akan ditekankan       orientation “offensive” that the company will focus on
     pada upaya penguatan kondisi internal dalam rangka “peningkatan     strengthening the internal conditions in order to “increase and
     dan perluasan pelayanan”. Perusahaan memandang strategi             expansion of services”. The company looked at this strategy is still
     ini masih relevan dengan upaya perusahaan untuk mencapai            relevant for the company’s efforts to achieve sustainable growth.
     pertumbuhan yang berkelanjutan.

     Ada dua sasaran strategis yang akan dilaksanakan, yaitu:            There are two strategic objectives that will be implemented that is:

     1. Penguatan kondisi internal                                       1. Strengthening Internal Conditions
        Pola kebijakan perusahaan yang akan diterapkan dalam                The Pattern of the company’s policy to be applied in the
        memperkuat kondisi internal yang ada lebih difokuskan pada          strengthening of the internal condition that is more focused
        upaya-upaya yang berkaitan dengan pengembangan SDM                  on efforts related to the development of human resources
        dan kompetisi internal, penyempurnaan sistem informasi              and internal competition, improving information systems
        teknologi, peningkatan sistim pengendalian manajemen,               technology, improving the systems of management control,
        pengembangan manajemen investasi dan kajian bisnis.                 development of investment management and business studies.
        Untuk dapat memperoleh kondisi internal yang diharapkan,            To get the internal conditions are expected to:
        diperlukan:

        1.1. Kapabilitas Manajemen, akan lebih menekankan                    1.1 Management capabilities, emphasis will be on the
             peningkatan kemampuan pada manajemen keuangan                       creation of capacities in financial management and
             dan investasi, manajemen sumber daya manusia,                       investment, human resources management, the ability to
             kemampuan untuk memprediksi pendapatan dan                          predict revenue and finance, as well as the ability to carry
             keuangan serta kemampuan untuk melakukan                            out the monitoring of the quality of the service.
             pengawasan kualitas pelayanan.

        1.2. Kapabilitas Teknis, berorientasi pada kegiatan                  1.2. Technical capability, internally-oriented activities, with
             internal, dengan lebih menekankan kemampuan untuk                    greater emphasis on the ability to service development,
             pengembangan pelayanan, kemampuan mencari                            the ability to find information and knowledge on users
             informasi dan pengetahuan mengenai masyarakat                        of public services, the ability to relate well with the
             pengguna jasa, kemampuan untuk dapat berhubungan                     stakeholders, as well as the ability to do the planning and
             baik dengan stakeholders, serta kemampuan untuk                      development.
             melakukan perencanaan dan pengembangan.
42      LAPORAN TAHUNAN 2010
    1.3. Kapabilitas Pemasaran, memfokuskan pada kemampuan               1.3. Marketing capabilities, focusing on the ability to integrate
         untuk mengintegrasikan kegiatan operasional asuransi                 the operations of insurance and services, ability to
         dan pelayanan, kemampuan dalam memahami                              understand the people who use the service, and the
         masyarakat pengguna jasa, dan kemampuan untuk                        ability to have knowledge of community needs of service
         memiliki pengetahuan tentang kebutuhan masyarakat                    users.
         pengguna jasa.

2. Peningkatan dan perluasan pelayanan                                2. Improvement and expansion of services
   Dewasa ini, pelayanan santunan memegang peran yang                    Currently, the compensation service have an important role in
   semakin penting dalam prospektif perusahaan. Dalam                    the company’s prospective. In the most simple and practical
   pandangan yang paling sederhana dan praktis, pelayanan                view, the service is in the form of real action, which has the
   lebih berupa tindakan nyata yang memiliki sifat “dilakukan”,          properties of “ done “, you can feel not seen may not be
   dapat dirasakan, tidak terlihat, tidak bisa dikembalikan, sangat      returned to a large extent depends on human factors and truly
   tergantung pada unsur manusia dan sangat mencerminkan                 reflects the image of all the elements of the company.
   citra seluruh elemen perusahaan.

    Strategi korporasi yang akan di tempuh dalam meningkatkan            Corporate strategy which will take in improving the quality of
    kualitas pelayanan kepada masyarakat korban dan ahli waris           public services to victims and heirs of victims of accidents,
    korban kecelakaan, adalah mendekatkan unit pelayanan                 closer to the unit of public service through Integrated Services
    kepada masyarakat melalui Unit Pelayanan Terpadu,                    Unit, to expand the reach of the system pick up the ball for
    memperluas jangkauan sistem jemput bola untuk korban                 victims of traffic accidents through mobile services, accelerate
    kecelakaan lalu lintas melalui mobile services, mempercepat          the acquisition of accident data by building outside the value
    perolehan data laka dengan membangun rantai nilai luar               chain with the police and build synergies with the state-owned
    dengan pihak Polri dan membangun sinergi perusahaan                  transport company.
    dengan BUMN Transportasi.

PT Jasa Raharja (Persero) percaya dan yakin upaya peningkatan         PT Jasa Raharja (Persero) trust and believe in a systematic effort
pelayanan secara sistimatis dan terfokus merupakan aktivitas          to improve service and focus is an important activity in maintaining
penting dalam mempertahankan dan meningkatkan kinerja                 and improving the company’s long-term performance. For PT
perusahaan jangka panjang. Bagi PT Jasa Raharja (Persero)             Jasa Raharja (Persero) in which the efficiency of capital is not a
dimana capital efficiency bukan fokus satu-satunya, maka              singular focus, then the implementation of service functions should
implementasi fungsi pelayanan harus dilakukan bersamaan dalam         be carried out simultaneously in the entire framework of corporate
seluruh kerangka aktivitas perusahaan.                                activities.

Selain itu, aspek pelayanan dalam lingkup aktivitas PT Jasa           In addition, aspects of the service within the scope of the activities
Raharja (Persero) juga diperlukan untuk mengurangi keluhan            of PT Jasa Raharja (Persero) is also required to reduce complaints
yang bisa muncul. Salah satunya dengan upaya menata serta             that may arise. One of them in the organization efforts and develop
mengembangkan sistem pelayanan yang berbasis teknologi dan            a technology-based services and the introduction of a system on
implementasi sistem on line dalam lingkup kegiatan administrasi,      the line as part of the administrative activity which is an alternative
yang merupakan alternatif dan sebagai solusi untuk meningkatkan       and as a solution to improve the performance of the company.
performance perusahaan.




                                                                                                           LAPORAN TAHUNAN 2010                 43
     Strategi Perusahaan 2011                                                     Company Strategy in Year 2011


                                                                Pengelolaan Kecelakaan/
                                                                 Accident management

               Penembangan strategi layanan/             Sosialisasi intens/                          Keseimbangan tarif asuransi/
               Development of service strategies         Intense socialization                        Balance insurance rates
               Perbaikan pengelolaan SDM/                Intensifikasi kerjasama/                     Keseimbangan nilai santunan/
               Improvement of human resources            Intensification of cooperation               Balance compensation value
               management
                               Pelayanan Prima/                                                                Peningkatan Manfaat/
                               Excellent Service                                                                Increasing Benefits




                                                   Konsistensi Penerapan Prinsip-Prinsip GCG/
                                                   Consistency Application Principles of GCG
                                                   Konsistensi Penerapan Manajemen Risiko/
                                                   Consistency Application Risk Management



     Dalam rangka meningkatkan dan memperkuat posisi dalam tahun                  In order to improve and strengthen its position in 2011 and reached
     2011 serta mencapai perusahaan asuransi sosial berkelas dunia,               world-class social insurance company, PT Jasa Raharja (Persero)
     PT Jasa Raharja (Persero) akan kembali menerapkan strategi                   will re-implement strategies that lead to corporate forward
     koorporat yang mengarah pada strategi ofensif lanjutan. Hal                  offensive strategy. This is reflected in the policy direction set out in
     ini tergambar dari arah kebijakan manajemen yang selanjutnya                 the next management plan corporate strategy and work program.
     dituangkan dalam rencana strategi dan program kerja perusahaan.

     Tahun 2011 merupakan momentum bagai PT Jasa Raharja                          Year 2011 is the momentum of PT Jasa Raharja (Persero) to
     (Persero) untuk memantapkan posisinya sebagai salah                          strengthen its position as one of the best social insurance
     satu perusahaan asuransi sosial yang terbaik di Indonesia.                   companies in Indonesia. Increasing growth of PT Jasa Raharja
     Meningkatnya pertumbuhan PT Jasa Raharja (Persero) sepanjang                 (Persero) throughout 2010, is strong evidence that for Traffic and
     tahun 2010, merupakan bukti kuat bahwa Asuransi Kecelakaan                   Accident Insurance Public Liability Insurance against third parties
     Lalu Lintas bagi Masyarakat Umum dan Asuransi Tanggung                       can meet the various needs of society and is believed to be
     Jawab Hukum terhadap Pihak ke Tiga dapat memenuhi berbagai                   protective in transit.
     kebutuhan masyarakat dan dipercaya sebagai pelindung dalam
     perjalanan.

     Mempertahankan strategi ini, di picu oleh keinginan PT Jasa                  The maintenance of this strategy, driven by the desire for PT Jasa
     Raharja (Persero) untuk lebih memfokuskan sasaran strateginya                Raharja (Persero) to better focus its strategy on prevention efforts
     pada upaya penanggulangan kecelakaan lalulintas, mengingat                   targeted traffic accidents, taking into account the factor of the
     faktor kecelakaan masih dirasakan cukup dominan, bahkan                      accident still feel fairly dominant, although it expected to increase
     diperkirakan meningkat seiring dengan tingginya pasar kenderaan              along with the market of registration of motor vehicles, both cars
     bermotor, baik mobil maupun sepeda motor. Oleh karena itu,                   and motorcycles. Therefore, the company’s business development
     pengembangan bisnis perusahaan masih diarahkan pada upaya                    efforts are aimed at strengthening the internal conditions with the
     penguatan kondisi internal dalam rangka “peningkatan dan                     aim of “increase and expansion of the service” to the society.
     perluasan pelayanan” kepada masyarakat.

     PT Jasa Raharja (Persero) telah menyiapkan 6 (enam) langkah                  PT Jasa Raharja (Persero) has prepared 6 (six) step strategies and
     strategi dan program prioritas sebagai implementasi dari rencana             the priorities of the program for the implementation of the policy
     kebijakan perusahaan, dengan fokus:                                          plan of the company, with the focus on:
     1. Optimalisasi pengendalian biaya sehingga terwujud efisiensi.              1. Optimization of cost control to realize efficiency
     2. Mengimplementasikan aplikasi DASl JR berbasis Web.                        2. Implement a web-based applications of DASI JR
     3. Melakukan rekruitmen pegawai sesuai dengan standar                        3. Recruitment of employees in accordance with company quality
         kualitas yang dibutuhkan perusahaan.                                        standards required
     4. Memanfaatkan media elektronik yang mempunyai cakupan                      4. Utilize electronic media that have a wide coverage area of
         wilayah penyiaran yang luas.                                                broadcasting
     5. Melakukan kajian bisnis untuk menyesuaikan kebutuhan                      5. Conduct studies to suit the needs of business enterprises
         perusahaan.                                                              6. Establish policies and implement guidelines for sustainable risk
     6. Menetapkan kebijakan dan mengimplementasikan pedoman
         risiko secara berkesinambungan.

44      LAPORAN TAHUNAN 2010
DAFTAR PEJABAT SENIOR                                                       SENIOR OFFICER LIST
PT JASA RAHARJA (PERSERO)                                            PT JASA RAHARJA (PERSERO)

No.   Jabatan                                     Nama / Name                                                  Position
1.    Kepala Divisi Pencegahan dan Pelayanan       Tolu Sukidjo               Division Head of Prevention and Services
2.    Kepala Divisi Sistem Informasi Perusahaan    Budi Sulistijo       Division Head of Company Information System
3.    Kepala Satuan Pengawasan Intern              Terry A Prihadi                            Head of Internal Audit Unit
4.    Kepala Divisi Asuransi                       Taufik Arifin                              Division Head of Insurance
5.    Kepala Divisi Umum                           Supriyo Joko N                       Division Head of General Affairs
6.    Kepala Divisi Sumber Daya Manusia            Zulfianto Arbi                    Division Head of Human Resources
7.    Kepala Divisi Keuangan                       Budi Rahardjo                                Division Head of Finance
8.    Kepala Divisi Investasi                      Ridzal Sukmanto                           Division Head of Investment
9.    Kepala Divisi Akuntansi                      Zulmahdiar                               Division Head of Accounting
10.   Sekretaris Perusahaan                        Toetik Armiati                                    Corporate Secretary




                                                                                    LAPORAN TAHUNAN 2010                    45
46   LAPORAN TAHUNAN 2010
Analisa Dan Pembahasan
Manajemen
Analysis and Discussion
Management
Analisa Kinerja Operasional/
       Operational Performance Analysis
Analisa Industri Asuransi Sosial/
       Social Insurance Industry Analysis
Perluasan Perlindungan/
       Expansion Protection
Komitmen terhadap Pelayanan/
      Commitment to The Service
Prospek Usaha/ Business Prospects
Perubahan Peraturan Perundang-Undangan
      Change of Legislation
Kinerja Operasional/ Operational performance
Kepuasan Pelanggan/ Customer satisfaction
           Keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari
       kemampulabaan (profit oriented) dan jumlah korban yang
          mendapatkan santunan, namun juga sejauh mana
         perusahaan mampu berperan secara optimal dalam
          upaya mencegah dan menanggulangi kecelakaan.



         The company’s success is not only measured of profit
         oriented, and the number of victims who had received
         compensation, but also the extent to which companies
        can operate optimally in efforts to prevent and deal with
                               accidents.




48   LAPORAN TAHUNAN 2010
ANALISA INDUSTRI ASURANSI                                             ANALYSIS OF THE SOCIAL INSURANCE
SOSIAL                                                                INDUSTRY

Masyarakat selalu ingin memenuhi kebutuhan dasarnya untuk             People always want to meet their basic economic needs for current
saat ini maupun kebutuhan mendatang. Kebutuhan itu bukan              and future needs. It must not only for themselves but also to meet
saja untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan       the needs of his family include the availability of food, clothing and
keluarganya meliputi ketersediaan sandang, pangan dan papan,          housing, health, protection and better education. When people try
kesehatan, kepastian perlindungan dan pendidikan yang lebih           to meet the standard of living and basic necessities, reasonable
baik. Ketika masyarakat berupaya memenuhi standar hidup dan           protection from various socio-economic risks becoming a very
kebutuhan dasar tersebut, perlindungan yang wajar dari berbagai       complex issue and the decision was varied not only be solved only
risiko sosial ekonomi menjadi persoalan yang sangat kompleks          by Governments but also from the community itself
dan pemecahannyapun bervariasi tidak hanya dapat diselesaikan
oleh pemerintah saja, tetapi juga dari sisi masyarakat itu sendiri.

Kebutuhan dasar masyarakat harus dapat dipenuhi sebagai               Basic needs must be met as the basis for the development of
landasan bagi pengembangan aspek kehidupan ekonomi dan                economic and social aspects of life, because society is the national
sosialnya, karena masyarakat merupakan potensi nasional yang          potentials should be developed so that communities are able to
harus dikembangkan, sehingga dengan demikian masyarakat               maintain purchasing power as a result of economic insecurity and
mampu mempertahankan daya belinya sebagai akibat adanya               the free society from the influence of fear in the sense of economic
ketidakamanan ekonomi dan membebaskan masyarakat dari                 uncertainty front. Related to that, the social security system
pengaruh rasa takut atas ketidak pastian ekonomi di masa depan.       established in the form of social assistance, retirement savings,
Terkait dengan itu, sebuah negara membentuk sistem jaminan            social insurance and the responsibility of the employer.
sosial dalam bentuk bantuan sosial , tabungan hari tua, asuransi
sosial dan tanggung jawab pengusaha.

Pemerintah Indonesia merespons persoalan tersebut dengan              Government of Indonesia responded to this problem by forming
membentuk 5 (lima) perusahaan Badan Usaha Milik Negara                a 5 (five) State-owned enterprises designated to organize social
yang ditunjuk menyelenggarakan jaminan sosial/asuransi sosial         security / social insurance, namely: (a). PT Jasa Raharja (Persero)
yaitu: (a). PT Jasa Raharja (Persero) menyelenggarakan program        Traffic Accident Insurance Society and organized programs for
Asuransi Kecelakaan Lalu Lintas bagi Masyarakat Umum                  Public Liability Insurance to the Three Persons, (b). PT Jamsostek
dan Asuransi Tanggung Jawab Hukum terhadap Pihak ke                   (Persero) held a Work Accident Insurance, Security Old Age,
Tiga, (b). PT Jamsostek (Persero) menyelenggarakan program            Death Security and Medicare for employees of private companies
Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Kematian          and state / local,(c). Taspen PT (Persero) held a Savings Insurance
dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi karyawan swasta               and Old Age Pensions for Civil Servants, (d). PT Askes (Persero)
dan BUMN/BUMD, (c). PT Taspen (Persero) menyelenggarakan              held a Health Insurance program for civil servants, receiving public
program Asuransi Tabungan Hari Tua dan Pensiun bagi Pegawai           pensions, veterans, Pioneer Independence and their families
Negeri Sipil, (d). PT Askes (Persero) menyelenggarakan                and the general public and (e). Asabri PT (Persero) conducted
program Asuransi Kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil,                 Age Pension Insurance, Old and cash value insurance for Army
Penerima Pensiun PNS, veteran, Perintis Kemerdekaan beserta           personnel, members of the Department of Defense and Police Civil
keluarganya dan masyarakat umum serta (e). PT Asabri (Persero)        Service.
menyelenggarakan program Asuransi Hari Tua, Pensiun dan
nilai tunai asuransi bagi Prajurit TNI, Anggota Polri dan PNS
Departemen Pertahanan.

Dalam tahun 2010, Kinerja operasional dari lima BUMN tersebut         In 2010, operating performance and financial performance of
menunjukkan peningkatan. Berbagai keberhasilan yang dicapai           five state-owned enterprises showed an increase. The success
ditandai dengan peningkatan pendapatan iuran (underwriting),          achieved marked by an increase in dues income (underwriting), an
dan peningkatan pembayaran santunan yang signifikan.                  increase in investment funds, increased revenues and increased
                                                                      investment in net income. As for the payment of compensation has
                                                                      also increased significantly.



                                                                                                          LAPORAN TAHUNAN 2010                 49
     Dari realisasi pendapatan iuran tahun 2010 telah diperoleh       From the realization of dues revenue in 2010 obtained Rp. or
     sebesar Rp. 17,79 triliun atau meningkat 8,08% dibandingkan      increased compared with 2009% revenue contribution
     dengan pendapatan iuran 2009 sebesar Rp. 16,46 triliun.          of Rp. 16 460 000 000 000. Investment funds increased%
                                                                      from Rp. 146 200 billion in 2009 to Rp. in 2010. Meanwhile,
                                                                      the investment returns earned by the social insurance company
                                                                      reached Rp. In 2010, an increase of% from the year 2009
                                                                      amounting to Rp. 15 570 billion.

     Demikian juga pada tahun 2010, perusahaan asuransi sosial        Same increase is also found in net profit in 2010 reached Rp. or
     telah mencatatkan pembayaran santunan sebesar Rp. 11,90          grow% of net income last year of Rp. 5.02 trillion. Likewise, the
     triliun atau naik 16,09% dari realisasi pembayaran santunan      social insurance company has been listed company payment of
     tahun sebelumnya sebesar Rp. 10.250 miliar.                      compensation amounting to Rp. or an increase of% from a year
                                                                      earlier realization of the payment of compensation amounting to
                                                                      Rp. 10 250 billion.


     Data Keuangan Perusahaan                                         Company Financial Data of
     Jaminan Sosial/Asuransi Sosial tahun 2009                        Social Security / Social Insurance Year 2009
     (Dalam Miliar Rupiah)                                                                                               (in Billion Rupiahs)

     No        Perusahaan                     Perolehan Premi                                   Pembayaran Santunan
                Company                       Premium Income                                    Compensation Payment
                                                    (Rp)                                               (Rp)
     1.         Jasa Raharja                       2.600                                                  1.600
     2.         Jamsostek                          2.700                                                  1.300
     3.         Taspen                             3.600                                                  3.000
     4.         Askes                              6.900                                                  4.100
     5.         Asabri                               660                                                    250
                Jumlah                            16.460                                                10.250

     Data Keuangan Perusahaan                                         Company Financial Data of
     Jaminan Sosial/Asuransi Sosial tahun 2010                        Social Security / Social Insurance Year 2010
     (Dalam Miliar Rupiah)                                                                                               (in Billion Rupiahs)

     No        Perusahaan                     Perolehan Premi                                   Pembayaran Santunan
                Company                       Premium Income                                    Compensation Payment
                                                    (Rp)                                               (Rp)
     1.         Jasa Raharja                       3.000                                                  1.700
     2.         Jamsostek                          3.100                                                  1.500
     3.         Taspen                             4.000                                                  3.400
     4.         Askes                              7.000                                                  5.039
     5.         Asabri                               690                                                   260
                Jumlah                            17.790                                                11.899



     Selanjutnya, yang perlu dicermati oleh PT Jasa Raharja           Furthermore, it should be observed by PT Jasa Raharja (Persero)
     (Persero) adalah terkait dengan pelaksanaan amandemen RUU        is associated with the implementation of changes to bill insurance
     perasuransian yang saat ini telah disampaikan oleh Pemerintah.   companies that currently have been submitted by the Government.
     PT Jasa Raharja (Persero) akan selalu bertindak proaktif dan     PT Jasa Raharja (Persero) will always be proactive and a maximum
     mengupayakan secara maksimal untuk menyampaikan hasil            effort to provide the results of the strategic issues concerning
     kajian masalah strategis yang menyangkut penyelenggara           compulsory accident insurance providers that remain to be
     asuransi kecelakaan bersifat wajib sehingga tetap dilaksanakan   implemented by PT Jasa Raharja (Persero). In addition, PT Jasa
     oleh PT Jasa Raharja (Persero). Selain itu, PT Jasa Raharja      Raharja (Persero) will prepare a comprehensive crash program
     (Persero) akan menyiapkan crash program yang komprehensif        to strengthen the fundamentals of both aspects of the legal and
     guna memperkuat fundamental perusahaan baik dari aspek           operational aspects of the company so that any negative impact
     legal maupun aspek operasional sehingga setiap dampak negatif    that comes with opening opportunities for other companies to hold
     yang timbul dengan dibukanya kesempatan bagi perusahaan          compulsory insurance can be anticipated early on.
     lain untuk menyelenggarakan asuransi wajib tersebut dapat
     diantisipasi secara dini.

50        LAPORAN TAHUNAN 2010
PERLUASAN PERLINDUNGAN                                                  ExTENSION OF PROTECTION
Di Indonesia, angka korban kecelakaan di jalan raya mencapai            In Indonesia, the number of victims of road accidents reaches
30.000 orang setiap tahun, menduduki ke tiga besar dunia                30,000 people every year, occupying the top three in the world
setelah China dan India. Jika di lihat dari jenis kendaraan dalam       after China and India. When viewed from the type of vehicle in
lima tahun terakhir, sepeda motor merupakan jenis yang paling           the last five years, motorcycles are the most heavily involved in
banyak terlibat dalam kecelakaan.                                       the accident.

Mengingat tingginya angka korban kecelakaan tersebut, maka              Given the high number of victims of the accident, then the
masyarakat internasional melalui WHO mengimbau kepada                   international community through the WHO appealed to the
pemerintah negara-negara anggota PBB untuk memberikan                   Governments of the States members of the UN to give attention
perhatian terhadap keselamatan transportasi jalan dengan                to the safety of road transport by means of awareness-raising
melakukan kampanye kepedulian yang berhubungan dengan                   campaigns related to the behavior of the traffic act or the ethics.
perilaku berlalu lintas baik secara hukum maupun etika. Di              In addition, the Government also calls to carry out the appropriate
samping itu pemerintah juga diminta untuk melaksanakan                  methods to monitor and evaluate the management of accidents.
metode yang tepat untuk mengawasi dan mengevaluasi                      To respond to this, the Government has established three levels of
penanganan kecelakaan. Untuk merespons hal itu, pemerintah              treatment, in other words, an attempt to minimize accidents, efforts
telah menetapkan tiga tingkat penanganan yaitu, upaya untuk             to minimize casualties and minimize the victim died. Three things
meminimalkan kecelakaan, upaya untuk meminimalkan korban                are done with the approach of integrated safety management of
dan upaya meminimalkan korban meninggal dunia. Ke tiga hal              road transport.
tersebut dilakukan dengan pendekatan penanganan keselamatan
transportasi jalan yang terpadu.

Jumlah Korban tahun 2006 – 2010                                         Number of Victims in 2006 - 2010



                                                       Tahun / Year                           Jumlah / Total
URAIAN                                2006     2007          2008       2009        2010      Korban (Kasus)               DESCRIPTION
                                                                                               Victims (Case)
Korban Meninggal Dunia               30.034   31.761       33.844      32.746     33.671              172.056                  Death Victims
Korban Luka-Luka                     59.375   57.896       64.451      76.774     82.162              340.658                Victims Injured
Korban Cacat Tetap                      333      286          290         324        546                1.779          Permanent Disability
Korban Penguburan *)                    534      549          591         547        637                2.858                      Funeral *)
Jumlah Korban/tahun                  90.276   90.492       99.176     110.391    117.016                              Total of Victims / year
*) yang tidak memiliki ahli waris.                                                                                       *)does not have heirs



Kehadiran PT Jasa Raharja (Persero) sebagai Asuransinya                 The presence of PT Jasa Raharja (Persero) as insurance of
Masyarakat Indonesia, fokus utama aktivitasnya selalu berusaha          Indonesian society, the main focus of their activities always are
memperluas, meningkatkan dan menyeimbangkan perlindungan                trying to expand, improve and balance protection in all modes of
di semua moda transportasi. Mewujudkan upaya tersebut, PT               transport. To realize these efforts, PT Jasa Raharja (Persero) will
Jasa Raharja (Persero) secara bertahap telah menetapkan                 have been established priorities considered sufficiently effective
kebijakan prioritas yang dinilai cukup efektif untuk memberikan         policy to provide protection for the victims of accidents and to
program perlindungan korban kecelakaan dan melaksanakan                 implement the prevention of traffic accidents, namely:
pencegahan kecelakaan lalu lintas, yaitu:

1. Melakukan perluasan perlindungan sebagaimana diatur                  1. Extension of protection in accordance with the law number
   dalam Undang-Undang Nomor 33 dan 34 Tahun 1964                          33 and 34 of 1964 through the delivery of traffic accident
   dengan memberikan santunan asuransi kecelakaan lalu                     insurance compensation for foreign workers was in Indonesia,
   lintas bagi tenaga kerja asing yang tengah berada di                    on the repair of the accidents of pedestrians crushed by
   Indonesia, memberikan santunan kecelakaan bagi pejalan                  vehicles on the road while not paying premiums for insurance



                                                                                                           LAPORAN TAHUNAN 2010                  51
        kaki yang tertabrak kendaraan bermotor di jalan meski tak        and for passenger transport in the city or an ambulance which
        pernah membayar premi asuransi serta kepada penumpang            were free of payment of royalties for mandatory and mandatory
        angkutan kota atau ambulan yang terbebas dari membayar           contributions. The expansion of other protections currently in
        Iuran Wajib dan Sumbangan Wajib. Perluasan perlindungan          Studio is to provide additional compensation for the victims
        lainnya yang sedang dikaji saat ini adalah memberikan            were hospitalized in the form of funds of incapacity for work
        santunan tambahan bagi korban yang dirawat di rumah              temporary to cover loss of income during the victim cannot
        sakit berupa dana sementara tidak mampu bekerja untuk            work as well as compensation for the victims of traffic accident
        menutupi kehilangan penghasilan selama korban tidak bisa         which had an accident. At present, while the benefits may not
        bekerja serta santunan kecelakaan lalu lintas bagi korban        work and the compensation for a single crash yet is beyond
        yang mengalami kecelakaan tunggal. Saat ini santunan             the scope of the guarantees on the cover of PT Jasa Raharja
        sementara tidak mampu bekerja dan santunan kecelakaan            (Persero).
        tunggal masih berada di luar ruang lingkup jaminan yang di
        cover oleh PT Jasa Raharja (Persero).

     2. Menetapkan kembali kebijakan ex-gratia, yaitu memberikan      2. Defining the ex-gratia policy, which provides insurance
        perlindungan dan santunan asuransi kecelakaan lalulintas         protection and compensation to all victims of vehicles, all
        kepada semua korban kendaraan, semua korban kecelakaan           victims of traffic accidents and collisions of two vehicles,
        lalu lintas dan tabrakan dua kendaraan meski tidak berada        although not within the scope of Law No. 33 and 34, 1964.
        pada ruang lingkup Undang-Undang Nomor 33 dan 34 Tahun           Compensation referred to without regard to whether the victim
        1964. Pemberian santunan dimaksud tanpa memperhatikan            was in the wrong or right. Ex-gratia policy is a response to
        apakah korban kecelakaan berada di pihak yang salah atau         public expectations, so in the future are needed to evaluate its
        benar. Kebijakan ex-gratia ini merupakan jawaban atas            relevance to people’s expectations are constantly evolving and
        ekspektasi masyarakat, sehingga di masa yang akan datang         dynamic.
        perlu dilakukan evaluasi relevansinya dengan harapan
        masyarakat yang terus berkembang dan dinamis.

     3. Mengajukan usulan penyesuaian besaran santunan                3. Propose adjustments to the amount of compensation
        mendekati ke arah yang sama semua moda transportasi              approached in the same direction all modes of transport and
        dan sedapat mungkin mengupayakan peningkatan tarif               where possible to seek an increase in insurance rates are
        asuransi secara selektif, karena sejak 1 Juni 1965 baru          selective, because since June 1, 1965 the new 14 (fourteen)
        14 (empat belas) kali mengalami penyesuaian. Hanya saja          times to adjust. Only problem, PT Jasa Raharja (Persero)
        persoalannya, PT Jasa Raharja (Persero) sesuai peran dan         appropriate roles and functions of authorities in the insurance
        fungsinya belum diberi kewenangan dalam peningkatan tarif        rate increases and the amount of compensation. This process
        asuransi dan besaran santunan. Selama ini prosesnya masih        are still determined by the Minister Regulation (PerMen),
        ditetapkan dengan Peraturan Menteri (Permen), sehingga           making PT Jasa Raharja (Persero) less aspirational and less
        menjadikan PT Jasa Raharja (Persero) kurang aspiratif dan        anticipation of increased demand and expansion of benefits.
        kurang antisipatif terhadap tuntutan kenaikan dan perluasan
        benefit.


52      LAPORAN TAHUNAN 2010
Perkembangan Nilai Santunan                                                               Growth of the Value of Compensation
  Mulai berlaku      Meninggal         Perawatan       Cacat Tetap      Penguburan                SK Dana Santunan
   Effective          (Death)          (Treatment)     (Disability)      (Funeral)               Letter of Decision of
                        Rp                 Rp.             Rp.              Rp.                     Compensation
1 Juni 1965               250.000            250.000         250.000         250.000     SK Menteri Urusan P3RI No. BAPN
                       (uang lama)        (uang lama      (uang lama      (uang lama)    1.3.39 dan No. 1.3.40
June 1, 1965               250.000           250.000          250.000         250.000    Decision Letter of Minister of P3RI No.
                       (old money)       (old money)      (old money)     (old money)    BAPN 1.3.39 and No. 1.3.40
1 Nop. 1966                 2.500             2.500            2.500              500    SK Deputi Men.Urusan Perasuransian
                       (uang baru)       (uang baru)      (uang baru)      (uang baru)   No. d.15.1.2.6.2.1.1 dan
                                                                                         d.15.1.2.6.2.1.2.
November 1, 1966            2.500             2.500            2.500            500      Decision Letter of Deputy Minister of
                      (new money)       (new money)      (new money)     (new money)     Insurance No. d.15.1.2.6.2.1.1 and
                                                                                         d.15.1.2.6.2.1.2.
1 Januari 1967                 5.000          5.000            5.000            1.000    SK Menteri Keuangan
                                                                                         No. d.15.1.2.6.2.1.1 dan d.15.1.2.6.2.1.2
January 1, 1967                5.000          5.000            5.000            1.000    Decision Letter of Minister of Finance
                                                                                         d.15.1.2.6.2.1.1 and d.15.1.2.6.2.1.
1 Januari 1968                10.000         10.000           10.000            2.000    SK Menteri Keuangan
                                                                                         No.268.269/Men.Keu/1967
January 1, 1968               10.000         10.000           10.000            2.000    Decision Letter of Minister of Finance
                                                                                         No.268.269/Men.Keu/1967
1 April 1968                  50.000         50.000           50.000            2.500    SK Menteri Keuangan No. KEP.062.063/
                                                                                         MK/ IV/3/1968
April 1, 1968                 50.000         50.000           50.000            2.500    Decision Letter of Minister of Finance No.
                                                                                         KEP.062.063/MK/ IV/3/1968
1 Januari 1970                50.000         50.000          100.000            2.500    SK Menteri Keuangan No. KEP.890.891/
                                                                                         MK/ IV/12/1969
January 1, 1970               50.000         50.000          100.000            2.500    Decision Letter of Minister of Finance No.
                                                                                         KEP.890.891/MK/ IV/12/1969
1 Januari 1974            100.000           100.000          200.000            5.000    SK Menteri Keuangan No. KEP.398.399/
                                                                                         MK/ IV/6/1973
January 1, 1974           100.000           100.000          200.000            5.000    Decission Letter of Minister of Finance
                                                                                         No KEP.398.399/MK/IV/6/1973
1 Maret 1977              200.000           200.000          400.000           10.000    SK Menteri Keuangan No. KEP.26.27/
                                                                                         KMK/ 1977
March 1, 1977             200.000           200.000          400.000           10.000    Decission Letter of Minister of Finance
                                                                                         No KEP.26.27/KMK/ 1977
1 April 1980              500.000           500.000        1.000.000           25.000    SK Menteri Keuangan No. KEP.283.284/
                                                                                         KMK. 011/ 1980
April 1, 1980             500.000           500.000        1.000.000           25.000    Decission Letter of Minister of Finance
                                                                                         No KEP.283.284/KMK. 011/ 1980
1 Januari 1983          1.000.000         1.000.000        2.000.000           50.000    SK Menteri Keuangan No. KEP.807.808/
                                                                                         KMK. 011/ 1982
January 1, 1983         1.000.000         1.000.000        2.000.000           50.000    Decission Letter of Minister of Finance
                                                                                         No KEP.807.808/KMK. 011/ 1982
1 Januari 1991          2.000.000         1.000.000        2.000.000          100.000    SK Menteri Keuangan No. KEP. 18/
                                                                                         KMK.013/ 1991
January 1, 1991         2.000.000         1.000.000        2.000.000          100.000     1991 / Decission Letter of Minister of
                                                                                         Finance No KEP.18/KMK.013/ 1991




                                                                                                  LAPORAN TAHUNAN 2010                53
      1 Agustus 1997              5.000.000    2.500.000        5.000.000           500.000     SK Menteri Keuangan No.KEP. 497/
                                                                                                KMK.017/ 1997
      August 1, 1997              5.000.000    2.500.000        5.000.000           500.000     Decission Letter of Minister of Finance
                                                                                                No KEP. 497/KMK.017/ 1997
      16 Agustus 2001           10.000.000     5.000.000       10.000.000         1.000.000     SK Menteri Keuangan No. KEP.415/
                                                                                                KMK.06/ 2001
      August 16, 2001                                          10.000.000         1.000.000     Decission Letter of Minister of Finance
                                                                                                No KEP. 415/KMK.06/ 2001
      27 Maret 2008             25.000.000    10.000.000       25.000.000         2.000.000     SK Menteri Keuangan No. KEP.36/
                                                                                                PMK.010/ 2008
      March 27, 2008            25.000.000    10.000.000       25.000.000         2.000.000     Decission Letter of Minister of Finance
                                                                                                No KEP. 36/PMK.010/ 2008
                                                     Pesawat Udara / Air Plane
      30 Agustus 1982           10.000.000    10.000.000       15.000.000            50.000     SK Menteri Keuangan No. KEP.522/
                                                                                                KMK.011/ 1982
      August 30, 1982           10.000.000    10.000.000       15.000.000            50.000     Decission Letter of Minister of Finance
                                                                                                No KEP. 522/KMK.011/ 1982
      1 Januari 1991            20.000.000    10.000.000       20.000.000           100.000     SK Menteri Keuangan No. KEP. 17/
                                                                                                KMK.013/ 1991
      January 1, 1991           20.000.000    10.000.000       20.000.000       100.000.000     Decission Letter of Minister of Finance
                                                                                                No KEP. 17/KMK.013/ 1991
      1 Agustus 1997            40.000.000    20.000.000       40.000.000           500.000     SK Menteri Keuangan No.KEP. 496/
                                                                                                KMK.017/ 1997
      August 1, 1997            40.000.000    20.000.000       40.000.000           500.000     Decission Letter of Minister of Finance
                                                                                                No KEP. 496/KMK.017/ 1997
      16 Agustus 2001           50.000.000    25.000.000       50.000.000         2.000.000     SK Menteri Keuangan No. KEP. 416/
                                                                                                KMK.06/ 2001
      August 16, 2001           50.000.000    25.000.000       50.000.000         2.000.000     Decission Letter of Minister of Finance
                                                                                                No KEP. 416/KMK.06/ 2001
      27 Maret 2008             50.000.000    25.000.000       50.000.000         2.000.000     SK Menteri Keuangan No. KEP. 37/
                                                                                                PMK.010/ 2008
      March 27, 2008            50.000.000    25.000.000       50.000.000         2.000.000     Decission Letter of Minister of Finance
                                                                                                No KEP. 37/PMK.010/ 2008


     Terakhir dilakukan penyesuaian untuk besaran santunan bagi     The final adjustments to the amount of compensation for accidents
     kecelakaan dan penumpang transportasi publik di darat, laut    and passengers of public transport by land, sea and air as provided
     dan udara sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri       for by the Ministry of Finance No. 36 and 37/PMK.010/2008
     Keuangan Nomor 36 dan 37/PMK.010/2008 tanggal 27 Maret         March 27, 2008. Currently the value of benefits vary and are
     2008. Saat ini nilai santunan yang diberikan bervariasi dan    adapted to the types of risks that occur.
     disesuaikan dengan jenis risiko yang terjadi.


     Nilai Santunan bagi Penumpang Angkutan Umum                    Value of Compensation for Passengers of Public Transportation

      No.         Jenis Santunan                Darat - Laut                      Udara                          Type of Compensation
                                                Land - Sea                         Air
      1.      Meninggal                        25.000.000,00                    50.000.000,00                                      Death
      2.      Cacat tetap (maksimal)           25.000.000,00                    50.000.000,00            Permanent Disability (Maximum)
      3.      Perawatan (maksimal)             10.000.000,00                    25.000.000,00                     Treatment (Maximum)
      4.      Biaya pemakaman                   2.000.000,00                     2.000.000,00                                 Funeral cost




54         LAPORAN TAHUNAN 2010
Nilai Santunan bagi Korban Kecelakaan Lalu lintas Jalan                                      Value of Compensation for Traffic Accident

 No.    Jenis Santunan               Besarnya Santunan (Rp)/ Value of Compensation (Rp)                           Type of Compensation
 1.     Meninggal                                         25.000.000,00                                                              Death
 2.     Cacat tetap (maksimal)                            25.000.000,00                                    Permanent Disability (maximum)
 3.     Perawatan (maksimal)                              10.000.000,00                                             Treatment (maximum)
 4.     Biaya pemakaman                                    2.000.000,00                                                        Funeral Cost


4. Melakukan kegiatan preventif terhadap penanganan risiko           4. Perform preventive activities on the handling of accident risk
   kecelakaan, berupa:
   a. Preventif kecelakaan untuk faktor manusia (pengguna                 a. Prevention of accidents to human factors (road user), safety
      jalan), berupa pemberian pelatihan Safety Riding,                      of riding for the provision of training, the implementation of
      pelaksanaan sosialisasi penggunaan perangkat                           the use of safety (helmets, seat belts and other) devices
      keselamatan (helm, sabuk pengaman dan lain) serta                      and the installation of public service announcements
      pemasangan iklan layanan masyarakat (pembuatan                         (make posters, electronic media and campaigns in the
      billboard, kampanye di media elektronik dan pembuatan                  book - the ethics of traffic).
      buku etika berlalu lintas).
   b. Preventif kecelakaan untuk faktor jalan dan lingkungan,             b. To prevent road accidents and environmental factors, in
      berupa perbaikan sarana pendukung jalan (rambu-                        the form of improved support for the road (signs, road
      rambu, marka jalan dan lain-lain) serta pembuatan zona                 markings, etc.), as well as the manufacture of traffic
      keselamatan lalu lintas.                                               security zone.
   c. Penanganan kecelakaan untuk faktor manusia, berupa                  c. Handling human factors accident, such as providing of
      penyediaan ambulan dan Mobil Unit Kecelakaan Lalu                      ambulance and Car Accident Traffic Unit, providing access
      Lintas (MUKL), menyediakan akses UGD (kerjasama                        to the ER in collaboration with the hospital for first aid and
      dengan rumah sakit untuk pertolongan pertama dan                       treatment as well as provide a toll free phone and SMS
      perawatan serta menyediakan telepon bebas pulsa dan                    Center.
      SMS Center.

5. Mengusulkan kepada pemerintah untuk memberlakukan zero            5. Propose to the government to impose a zero dividend, all
   dividen, agar seluruh dividen tersebut dapat dikembalikan            dividends that may be returned to the community in the form of
   kepada masyarakat dalam bentuk sentra pelayanan. Jika itu            service centers. If that is done, the concept of service conducted
   dilakukan, konsep pelayanan yang dilakukan oleh PT Jasa              by PT Jasa Raharja (Persero) in front of public’s expectations.
   Raharja (Persero) berada di depan ekspektasi masyarakat.             Currently all of the social insurance company either Taspen
   Saat ini semua perusahaan asuransi sosial baik PT Taspen             (Persero), PT Jamsostek (Persero), PT Askes (Persero) and PT
   (Persero), PT Jamsostek (Persero), PT Askes (Persero) dan            Asabri (Persero) already in positions of zero dividend and the
   PT Asabri (Persero) sudah dalam posisi zero dividen dan              government no longer take any dividend from the company.
   pemerintah tidak lagi mengambil dividen dari perusahaan
   tersebut.

6. Dalam lima tahun terakhir PT Jasa Raharja (Persero) telah         6. In the last five years, PT Jasa Raharja (Persero) has realized
   merealisasikan berbagai kebutuhan sarana dalam rangka                a variety of facilities needs in the prevention and handling of
   pencegahan dan penanganan kecelakaan lalu lintas, berupa:            traffic accidents, in the form:

Pengadaan Sarana Penanggulangan Kecelakaan Tahun 2006-2010            Procurement of Accident Prevention’s Facility year 2006 - 2010

 No.     Uraian                              2006         2007        2008          2009         2010                        Description
 1.      Mobil Ambulan                           3            3           6            10           20                         Ambulance
 2.      Billboard                               -            -           3            61           96                           Billboard
 3.      Rambu Darat, Air dan KA             1.208          800         670             -          750        Land, Water and Train Signal
 4.      Traffic Cone                        1.000        1.070       3.555         4.000        2.000                        Traffic Cone
 5.      Separator Pembatas Jalan                -            -           -           600        1.000                    Road Separator
 6.      Sepeda Motor                            -            -           -           250          100                       Motorcycles
 7.      Rompi Scotchlight                       -            -           -         6.250       25.000                   Scotch light Vest
 8.      Senter Lantas                           -            -           -         2.500            -                     Road Flashlight
 9.      Jas Hujan                               -            -           -         2.500            -                           Raincoat




                                                                                                         LAPORAN TAHUNAN 2010                 55
     KOMITMEN TERHADAP PELAYANAN                                        COMMITMENT TO THE SERVICES
     Sebagai perusahaan Public Service Obligation, keberhasilan         As a company of Public Service Obligations, the success of PT
     PT Jasa Raharja (Persero) tidak semata-mata dilihat dari           Jasa Raharja (Persero) is not only viewed from the perspective of
     perspektif kemampuan memperoleh laba (profit oriented) dan         the ability to make a profit (profit oriented) and compensation, but
     pemberian santunan saja, namun juga sejauh mana perusahaan         also how far the company can act optimally in providing services
     mampu berperan secara optimal dalam memberikan pelayanan           on different sides. It also includes efforts to prevent and cope with
     diberbagai sisi. Termasuk pula di dalamnya upaya mencegah          accidents, traffic accidents because now the community is likely to
     dan menanggulangi kecelakaan, karena saat ini kecelakaan           increase. The main factor is caused by human error (human error).
     lalu lintas bagi masyarakat cenderung mengalami peningkatan.       The accident itself in a broad sense is an event that happens
     Faktor utamanya disebabkan oleh kesalahan manusia (human           suddenly, unexpectedly, came from outside, which has an element
     error). Kecelakaan itu sendiri dalam pengertian yang lebih         of violence, accidental, visible and cause injury, which happened
     luas adalah suatu kejadian yang terjadi secara mendadak, tak       immediately and arise from sources, which cause disability or
     terduga, datang dari luar, yang mempunyai unsur kekerasan,         death.
     tidak disengaja, dapat di lihat dan menyebabkan cedera, dimana
     kejadiannya bersifat langsung dan timbul dari sumber apapun,
     yang menyebabkan cacat atau kematian.

     Dalam kaitan itulah, PT Jasa Raharja (Persero) harus dapat ikut    In this regard, PT Jasa Raharja (Persero) should be able to develop
     membangun sikap dan perilaku masyarakat, agar tidak menjadi        the attitudes and behavior, in order not to become objective and
     sasaran dan korban lalu lintas, tetapi harus dapat berperan        victims of trafficking, but it must be able to act as subjects and
     sebagai subyek dan pelaku pengendali korban lalu lintas. Karena    actors of the victims of the traffic controllers. Therefore, selection
     itu, sasaran dan kebijakan pelayanan yang dilaksanakan oleh PT     and marketing of the policies implemented by PT Jasa Raharja
     Jasa Raharja (Persero) lebih difokuskan kepada aktivitas yang      (Persero) focuses more on an activity that the public awareness of
     secara langsung menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk             trafficking of a proper and responsible manner.
     berlalu lintas dengan baik dan bertanggung jawab.

     Pelaksanaan pelayanan di dalam kegiatan PT Jasa Raharja            Implementation of the marketing activities of PT Jasa Raharja
     (Persero), terkandung tiga orientasi dasar yang seluruhnya         (Persero), contains three basic orientations that are all one unified
     merupakan satu kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan.          whole that can not be separated.

     Orientasi dasar yang pertama adalah mengarah pada peningkatan      The first basic orientation is to lead the increased of public
     pemahaman masyarakat atas fungsi dan peranan PT Jasa               understanding of the function and role of PT Jasa Raharja (Persero)
     Raharja (Persero) dalam penyelenggaraan asuransi kecelakaan        in the administration of accident insurance of public transport
     penumpang alat angkutan umum dan tanggung jawab hukum              passenger equipment and legal liability to third parties. Already
     pihak ke tiga. Sudah lima puluh tahun PT Jasa Raharja (Persero)    fifty years of PT Jasa Raharja (Persero) to act, apparently not long
     berkiprah, agaknya belum cukup lama bagi masyarakat untuk          enough for people to understand the importance of traffic accident
     sepenuhnya memahami makna asuransi kecelakaan lalu lintas          insurance held by PT Jasa Raharja (Persero). Therefore, PT Jasa
     yang diselenggarakan oleh PT Jasa Raharja (Persero). Karena        Raharja (Persero) recognizes the importance of socialization to the
     itulah, PT Jasa Raharja (Persero) menyadari pentingnya             community, by placing the public relations function in type A and B
     sosialisasi kepada masyarakat, dengan menempatkan fungsi           branches throughout Indonesia. With the establishment of public
     kehumasan di kantor cabang tipe A dan B di seluruh Indonesia.      relations into a branch office organizational structure, socialization
     Dengan terbentuknya humas ke dalam struktur organisasi kantor      to the community is expected to be focused and programmed for
     cabang, diharapkan sosialisasi kepada masyarakat bisa terfokus     the better. And to improve the quality of socialization to progress
     dan terprogram menjadi lebih baik. Dan untuk perbaikan kualitas    more regularly, then periodically surveyed about the level of
     sosialisasi agar ke depan lebih teratur, maka secara periodik      people’s understanding of PT Jasa Raharja (Persero).
     melakukan survey tentang tingkat pemahaman masyarakat
     terhadap PT Jasa Raharja (Persero).

     Orientasi dasar yang kedua adalah mengarah pada pemenuhan          The second basic orientation is toward the fulfillment of the
     partisipasi PT Jasa Raharja (Persero) untuk secara lebih optimal   participation of PT Jasa Raharja (Persero) to be more optimal in
     melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan kecelakaan           making efforts to prevent and control accidents in order to reduce
     dalam rangka menurunkan frekuensi dan sekaligus menurunkan         the frequency and simultaneously lowering the death rate of traffic

56      LAPORAN TAHUNAN 2010
tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas. Bentuk partisipasi      accident victims. PT Jasa Raharja form of participation (Persero)
PT Jasa Raharja (Persero) dalam kegiatan penanggulangan                  in a traffic accident prevention activities to perform a variety of
kecelakaan lalu lintas tersebut adalah melaksanakan berbagai             effective activities and prepare the various tools in order to support
kegiatan yang efektif dan menyiapkan berbagai sarana dalam               government programs enhance the national transportation safety
rangka mendukung program pemerintah meningkatkan
keselamatan transportasi nasional.

 Orientasi dasar yang ketiga adalah mengarah pada pelaksanaan            The third basic orientation is towards the implementation of
fungsi dan tanggung jawab PT Jasa Raharja (Persero) dalam                the functions and responsibilities of PT Jasa Raharja (Persero)
memberi berbagai kemudahan akses untuk memperoleh                        in providing a variety of easy access to get faster service to
layanan yang lebih cepat kepada masyarakat yang ditunjukkan              the community as demonstrated by a variety of changes and
dengan berbagai perubahan dan penyempurnaan pengaturan                   improvements to setup the service mechanism.
mekanisme layanan.

Dalam upaya mengimplementasikan saluran layanan kepada                   In order to implement the public service channel, PT Jasa Raharja
masyarakat, PT Jasa Raharja mempunyai jaringan kerja yang                has a wide network of more than 28 branch offices and 61
luas sebanyak 28 Kantor Cabang dan 61 Kantor Perwakilan,                 representative offices, with distribution as follows:
dengan sebaran sebagai berikut:




 Wilayah Kerja/ Work Area                  Kantor Cabang/ Branch Office                         Kantor Perwakilan/ Representative offices
 Sumatera                                         Nanggro Aceh Darusalam                                   Lhokseumawe, Langsa, Meulaboh
                                                          Sumatera Utara                Medan, Pematang Siantar, Kisaran, Padang Sidempuan,
                                                                                                                     Tebing Tinggi, Kabanjahe
                                                           Kepulauan Riau
                                                                 Bengkulu
                                                                     Riau                                                                Dumai
                                                           Sumatera Barat                                                    Bukittinggi, Solok
                                                                   Jambi                                                          Muara Bungo
                                                         Sumatera Selatan                                       Lahat, Pangkal Pinang, Baturaja
                                                                 Lampung                                                      Kotabumi, Metro
 Jawa                                                              Banten                                                           Tangerang
                                                               DKI Jakarta                       Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat
                                                               Jawa Barat            Bandung, Bogor, Bekasi, Purwakarta, Karawang, Sukabumi,
                                                                                                              Tasikmalaya, Cirebon, Indramayu
                                                              Jawa Tengah                        Semarang, Surakarta, Pekalongan, Magelang,
                                                                                                                   Pati, Purwokerto, Sukoharjo
                                                                Jogyakarta
                                                               Jawa Timur                           Malang, Kediri, Surabaya, Jember, Madiun,
                                                                                                         Bojonegoro, Pamekasan, Probolinggo
 Bali                                                                    Bali                                                        Singaraja
 Nusa Tenggara                                        Nusa Tenggara Barat                                                     Bima, Sumbawa
                                                      Nusa Tenggara Timur                                                              Ende
 Kalimantan                                               Kalimantan Barat                                                        Singkawang
                                                        Kalimantan Tengah
                                                        Kalimantan Selatan                                                         Kandangan
                                                         Kalimantan Timur                                                  Tarakan, Samarinda
 Sulawesi                                                   Sulawesi Utara                                     Gorontalo, Kotamobagu, Ternate
                                                          Sulawesi Tengah
                                                         Sulawesi Tenggara
                                                          Sulawesi Selatan                                      Pare-Pare, Watampone, Palopo
 Maluku                                                               Maluku
 Papua                                                                 Papua                                                           Sorong




                                                                                                             LAPORAN TAHUNAN 2010                 57
     Untuk lebih mendekatkan diri kepada peserta, PT Jasa Raharja       In order to get more close to participants, PT Jasa Raharja (Persero)
     (Persero) membentuk kantor-kantor kecil di bawah operasional       to form small offices operating under representations called Sub
     Kantor Perwakilan yang disebut Kantor Sub Perwakilan. Sampai       representation offices. By the year 2010 has established 68 sub
     dengan tahun 2010 telah terbentuk 68 Kantor Sub Perwakilan di      representation offices in Indonesia.
     seluruh Indonesia.

     PT Jasa Raharja (Persero) menyadari bahwa untuk kelancaran         PT Jasa Raharja (Persero) realizes that for the fine community
     pelayanan kepada masyarakat tidak sepenuhnya dapat dilakukan       service can not be completely done by the company internally, but
     oleh pihak internal perusahaan, melainkan perlu juga dilakukan     it needs also the cooperation with external companies. Therefore,
     kerjasama dengan pihak eksternal perusahaan. Karena itu, dalam     in order to effectiveness of information services, benefits services
     rangka efektifitas pemberian pelayanan informasi, pelayanan        and administrative services to the community, PT Jasa Raharja
     santunan dan pelayanan administrasi kepada masyarakat,             (Persero) has conducted various forms of cooperation with
     PT Jasa Raharja (Persero) telah melakukan berbagai bentuk          agencies / other agencies. Among such cooperation is:
     kerjasama dengan instansi/lembaga lainnya. Diantara kerjasama
     tersebut, adalah:

     PT Jasa Raharja (Persero) telah menjalin hubungan kerjasama        PT Jasa Raharja (Persero) has established cooperative relationship
     dengan 402 Kantor Bersama Samsat yang tersebar di seluruh          with the 402 Join Offices of Samsat across Indonesia and is also
     Indonesia dan juga menjalin kerjasama dengan Departemen            working with the Department of Transportation in the form of
     Perhubungan dalam bentuk kerjasama operasional. Dengan             operational cooperation. With network support and integrated
     dukungan networking Samsat dan Departemen Perhubungan              from Samsat and the Department of Transportation, PT Jasa
     yang luas dan terpadu, PT Jasa Raharja (Persero) mampu             Raharja (Persero) is able to provide administrative services for
     memberikan layanan administrasi terbaik bagi masyarakat            the community relating to the settlement and deposit of obligatory
     berkaitan dengan penyelesaian dan penyetoran sumbangan             contributions and mandatory dues.
     wajib dan iuran wajib.

     Selain itu, PT Jasa Raharja (Persero) telah melakukan kerjasama    In addition, PT Jasa Raharja (Persero) has conducted operational
     operasional dengan kurang lebih 94 rumah sakit di seluruh          cooperation with approximately 94 hospitals across Indonesia and
     Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia dalam rangka           the Indonesian National Police in order to provide compensation for
     pemberian pelayanan santunan dan pelayanan administrasi,           services and administrative services, so people can get the ease
     sehingga masyarakat mendapatkan kemudahan dalam                    of treatment and care and first aid of victims of traffic accidents.
     pengobatan dan perawatan serta pertolongan pertama korban
     kecelakaan lalu lintas.

     Kerjasama yang terjalin tersebut terus meningkat, karena           Existing cooperation continues to increase, because PT Jasa
     PT Jasa Raharja (Persero) dinilai mampu mempertahankan             Raharja (Persero) is considered to be able to maintain the best
     kinerja terbaik serta secara konsisten dan berkesinambungan        performance and consistently and continuously improving the
     melakukan penyempurnaan sistim pelayanan.                          system of service.

     Selama bertahun - tahun melayani masyarakat Indonesia,             For many years of service to the people of Indonesia, PT Jasa Raharja
     PT Jasa Raharja (Persero) telah membuktikan dirinya sebagai        (Persero) has established itself as a consistent and sustainable
     perusahaan yang konsisten dan berkesinambungan dalam               enterprises in providing the best service the community in the area
     memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di bidang           of the accident insurance program for the community and third-
     program Asuransi Kecelakaan Lalu Lintas bagi Masyarakat            party liability insurance in order to support the sustainable growth
     Umum dan Asuransi Tanggung Jawab Hukum terhadap Pihak ke           of the enterprise in the future, make it exist, grow and advance.
     tiga guna menunjang pertumbuhan perusahaan berkelanjutan ke
     depan, membuatnya tetap eksis, tumbuh dan berkembang maju.

     Untuk mencapai tujuan ideal itu, mendorong PT. Jasa Raharja        To achieve the ideal goal, promote the PT. Jasa Raharja (Persero)
     (Persero) secara terus-menerus melakukan berbagai terobosan        continue to make significant breakthroughs in developing
     penting yang inovatif dalam mengembangkan kualitas pelayanan       innovative information service quality and administrative services.
     informasi, pelayanan santunan dan pelayanan administrasi.          The role and focus of its activities have been supported by the
     Peran dan pendekatan aktivitasnya telah di dukung oleh sumber      human resources who have the commitment, integrity, open,
     daya manusia yang memiliki komitmen, integritas, terbuka, jujur,   honest, competent and accountable, and also have been adjusted
     terampil dan bertanggung jawab serta juga telah disesuaikan        to the joints of the services in the following way:
     dengan sendi-sendi pelayanan sebagai berikut:




58      LAPORAN TAHUNAN 2010
1. Kesederhanaan, dalam arti bahwa prosedur/tata cara            1. Simplicity, in the sense that the procedure / service procedures
   pelayanan diselenggarakan secara mudah, lancar, cepat dan        are easy to set, smooth, fast and simple and easily understood
   tidak berbelit-belit serta mudah dipahami dan dilaksanakan.      and implemented.

2. Kejelasan dan kepastian tentang:                              2. Clarity and certainity about:
   2.1. Persyaratan pelayanan santunan baik teknis maupun           2.1. Service requirements of both technical and administrative
         administratif.                                                   compensation
   2.2. Unit kerja atau pejabat yang bertanggung jawab dalam        2.2. Work units or officers who are responsible for
         memberikan pelayanan santunan.                                   compensating the victims.
   2.3. Jadwal waktu penyelesaian pelayanan santunan.               2.3. Scheduled completion time of service benefits
   2.4. Pejabat yang menerima keluhan masyarakat.                   2.4. Officials who receive public complaints

3. Keamanan, dalam arti bahwa proses serta hasil pelayanan       3. Security in the sense that the process and outcomes of benefit
   santunan dapat memberikan keamanan dan kenyamanan                service can ensure the safety and comfort, and can ensure
   serta dapat memberikan kepastian hukum.                          legal certainty

4. Keterbukaan, dalam arti bahwa prosedur/tata cara,             4. The openness, in the sense that the procedure/order
   persyaratan, pejabat penanggung jawab pelayanan santunan         conditions, the officer in charge of the maintenance manual
   dan hal-hal lain yang berkaitan dengan proses pelayanan          and other matters related to the process of publicly reported
   umum diinformasikan secara terbuka agar mudah diketahui          to the public service should be easily identifiable and
   dan dipahami oleh masyarakat.                                    understandable to the public.

5. Efisien, meliputi:                                            5. Efficiency, consists of:
   5.1. Persyaratan pelayanan santunan hanya dibatasi pada          5.1. Terms of service compensation is limited to matters
          hal-hal yang berkaitan langsung dengan pencapaian               directly related to the achievement of service targets.
          sasaran pelayanan.
   5.2. Proses pelayanan santunan tetap memperhatikan                5.2. The process of service compensation is still considering
          keterpaduan antara persyaratan dengan jenis                     the integration between the needs of the types of
          pelayanan yang diberikan.                                       services provided.
   5.3. Mencegah adanya pengulangan pemenuhan                        5.3. Prevent any repetition of fulfillment of the completeness
          kelengkapan persyaratan.                                        of requirements

6. Ekonomis, dalam arti tidak ada pengenaan biaya pelayanan      6. Economy, in the sense that there is no cost benefit for the
   santunan kepada masyarakat.                                      imposition of community service.

7. Keadilan yang merata, dalam arti cakupan atau jangkauan       7. Distributive justice, in the sense of the scope or range of
   pelayanan santunan dilaksanakan seluas mungkin dengan            compensation for services performed widely as possible with
   distribusi yang merata dan diperlakukan secara adil.             a fair distribution of and treated fairly.

8. Ketepatan waktu, dalam arti pelaksanaan pelayanan             8. Timeliness, in terms of compensation for the service
   santunan dapat diselesaikan dalam waktu yang telah               implementation can be completed within the allotted time.
   ditentukan.

Dalam memenuhi sendi-sendi pelayanan yang dipersyaratkan         In meeting the required service, PT. Jasa Raharja (Persero)
tersebut, PT. Jasa Raharja (Persero) memperkenalkan konsep       introduced the concept of a new service that provides convenience
layanan baru yang memberikan kemudahan dan kecepatan             and speed in the compensation settlement. PT Jasa Raharja
dalam penyelesaian santunan. PT Jasa Raharja (Persero)           (Persero) system brings the ball shuttle service through mobile
melaksanakan sistem pelayanan jemput bola melalui mobile         services, optimize collaboration with the hospital, opened an office
services, mengoptimalkan kerjasama dengan pihak rumah sakit,     that is closer to community service, shortening the turnaround time
membuka kantor-kantor pelayanan yang lebih dekat dengan          compensation, and make the SMS Center.
masyarakat, memperpendek waktu penyelesaian santunan
serta menciptakan SMS Center.

Khusus untuk mempercepat proses pembayaran santunan              Specifically to accelerate the process of payment of compensation
kepada ahli waris korban, perusahaan terus mengembangkan         to the heirs of the victim, the company continues to develop
sistem dan cara yang tepat. Upaya ini setiap tahun menunjukkan   systems and proper way. Each year, this effort tends to increase
kecenderungan yang membaik dengan memenuhi target waktu          compliance with target dates for completion of compensation 1.32



                                                                                                    LAPORAN TAHUNAN 2010                59
     penyelesaian santunan yakni 1,32 jam dari tanggal pengajuan       hours from the date of filing and 7 (seven) days to the victims
     dan 7 (tujuh) hari untuk korban meninggal di TKP. Sementara       died at the scene. Meanwhile the company also has implemented
     itu, perusahaan juga telah menerapkan tindakan proaktif yang      proactive sympathetic measures by visiting the victims family and
     simpatik dengan langsung mendatangi keluarga korban dan           carried out of the compensation settlement at home are concerned.
     melakukan penyelesaian santunan di rumah keluarga korban          This effort is expected to ease the burden of families because no
     yang bersangkutan. Upaya ini diharapkan dapat meringankan         longer need to come to the office of PT Jasa Raharja (Persero).
     beban keluarga karena tidak perlu lagi datang ke kantor PT Jasa
     Raharja (Persero).

     Konsep layanan seperti ini terbukti mampu menumbuhkan rasa        The concept of the services has shown that it is capable to create
     memiliki masyarakat terhadap perusahaan, sehingga berdampak       a sense of ownership to the company, which impacted on the
     pada menurunnya tingkat keluhan masyarakat secara signifikan      reduction of the level of complaints from the public in a meaningful
     dari tahun ke tahun.                                              way every year.




60      LAPORAN TAHUNAN 2010
PROSPEK USAHA                                                    BUSINESS PROSPECT
Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang semakin         In line with the growth of the national economy is improving and
membaik dan melihat kinerja PT Jasa Raharja (Persero) yang       see the results of PT Jasa Raharja (Persero), which is increasing
setiap tahun semakin meningkat, sejumlah tantangan dan           every year, a series of challenges and opportunities that have
peluang harus dilalui dan diantisipasi agar prospek usaha PT     been passed and is expected that the business prospects of PT
Jasa Raharja (Persero) meningkat lebih baik lagi. Di masa-       Jasa Raharja (Persero) increase. In the future, the business of PT
masa mendatang usaha PT Jasa Raharja (Persero) diyakini akan     Jasa Raharja (Persero) is believed to be put into practice more
semakin prospektif melaksanakan kegiatan perlindungan kepada     potential activities of protection to the community through the
masyarakat melalui penyelenggaraan asuransi sosial. Keyakinan    Organization of social security. The belief that the donation is the
tersebut sebagai wujud implementasi dari strategi perusahaan     implementation of business strategy for the practices of business
untuk menjalankan praktik bisnis sesuai dengan amanat UU No.     in accordance with the mandate of the Act No. 33 of 1964 and
33 tahun 1964 dan UU No. 34 tahun 1964. Karena itu, prospek      the Act No. 34 of 1964. Therefore, the future prospects of the
usaha perusahaan ke depan terkait erat dengan:                   business of the company is closely related:


Sektor Transportasi Indonesia                                    Indonesia’s Transportation Sector
Sebagai negara kepulauan terluas di dunia, Indonesia merupakan   As the world’s largest archipelago nation, Indonesia is a country
salah satu negara dengan potensi perpindahan barang dan orang    with probably the largest movement of goods and people. The
terbesar. Besarnya potensi tersebut, tentunya perlu diimbangi    amount of potential, without a doubt has to be balanced with the
dengan kesiapan industri transportasi untuk memenuhi             provision of the transport industry to comply with the realization
pencapaian potensi tersebut pada seluruh moda transportasi.      of this potential on all modes of transport. The development of
Perkembangan transportasi tidak dapat dilepaskan dari            transport cannot be separated the economic growth in the
pertumbuhan ekonomi masyarakat pengguna jasa transportasi        communities served by the users of the transport service and the
yang dilayani dan juga kecenderungan perkembangan ekonomi        trend of global economic development, namely:
global, yaitu:

1. Transportasi Laut                                             1. Sea Transportation
   Meskipun secara umum pelabuhan yang merupakan                    Although in general, the port that plays an important part of
   kunci utama dari keluar masuknya transportasi laut, tidak        entry and exit from maritime transport, did not have adequate
   mempunyai fasilitas atau peralatan memadai yang dapat            facilities or equipment that can support the implementation of
   mendukung pelaksanaan keselamatan pelayaran, namun               shipping safety, but passenger transport by sea transportation
   angkutan penumpang melalui moda transportasi laut                mode is a very significant growth. It is estimated that this
   pertumbuhannya sangat signifikan. Diperkirakan hal ini           happens, because the transportation of passengers by boat
   terjadi, karena pengangkutan penumpang dengan kapal laut         is still needed, given the geographical sea freight Indonesia is
   masih tetap diperlukan, mengingat geografis angkutan laut        very large so that not all goals can be achieved by other modes
   Indonesia sangat besar sehingga tidak semua tujuan dapat         of transportation. Another factor that encourages the growth
   dijangkau oleh moda transportasi lainnya. Faktor lain yang       of marine passenger transport modes according to data from
   mendorong pertumbuhan penumpang moda transportasi                the Department of Transportation is a means of transportation
   laut menurut data Departemen Perhubungan adalah adanya           for the addition of a new ferry pier construction and advanced
   penambahan sarana transportasi pembangunan dermaga               a total of 32 packets and the addition of new ships and
   penyeberangan baru dan lanjutan sebanyak 32 paket serta          sophisticated as many as 19 pieces in 2010.
   penambahan kapal laut baru dan lanjutan sebanyak 19 buah
   pada tahun 2010.

2. Transportasi Udara                                            2. Air Transportation
   Sejak pemerintah menggulirkan reformasi penerbangan             Since the government launched the reform of the national
   nasional dengan mengijinkan seluas-luasnya kepada pihak         airline with the widest possible for the private sector to set
   swasta untuk mendirikan perusahaan penerbangan pada             up airline in 1999 and the opening of several airports pioneer,
   tahun 1999 dan dibukanya beberapa bandara perintis,             has been the addition of private airlines operating in Indonesia.
   telah terjadi penambahan maskapai penerbangan swasta            Even some airlines have been doing renovations and increase
   yang beroperasi di Indonesia. Bahkan beberapa maskapai
   penerbangan telah melakukan peremajaan dan menambah

                                                                                                    LAPORAN TAHUNAN 2010                61
        jumlah pesawatnya, sehingga dapat melayani hampir                 the number of planes, so it can serve almost the entire territory
        seluruh wilayah Indonesia. Dengan bertambahnya sarana             of Indonesia. With the increase in air transportation and
        transportasi udara dan diberlakukannya low cost carrier           enactment of low cost carriers (LCC) as the market penetration
        (LCC) sebagai strategi penetrasi pasar oleh perusahaan            strategy by the airlines allow a significant increase in passenger
        penerbangan memungkinkan adanya peningkatan jumlah                numbers.
        penumpang yang signifikan.

     3. Transportasi Darat                                             3. Land Transportation
        Berbeda dengan moda transportasi yang lain, transportasi        In contrast to other modes of transportation, land transportation
        darat menggunakan berbagai jenis transportasi meliputi            using various modes of transport including motor vehicles, rail
        kendaraan bermotor, kereta api dan transportasi sungai,           and river transport, lake and ferry transportation. This movement
        danau dan penyeberangan. Pergerakan moda transportasi             of transport modes, especially the addition of bus facilities and
        ini, terutama penambahan sarana bus dan kendaraan                 motor vehicles is very high as a result of increased purchasing
        bermotor sangat tinggi sebagai dampak dari perbaikan              power and the increasing development of tourism industry in
        kemampuan daya beli masyarakat dan meningkatnya                   Indonesia. But the increase in the number of vehicles is not
        perkembangan industri pariwisata di Indonesia. Namun              followed by the accretion of the road. In Jakarta, for example,
        kenaikan jumlah kendaraan ini tidak diikuti dengan                the government is looking for an alternative plan to build rail
        pertambahan sarana jalan. Di Jakarta misalnya pemerintah          transport from Airport to Jakarta City Center and build a Mass
        mencari alternatif lain dengan merencanakan pembangunan           Rapid Transport (MRT) to reduce the density of traffic. On the
        sarana angkutan kereta api dari Bandara ke Pusat Kota             other hand, with the expansion of urban areas caused many
        Jakarta dan membangun Mass Rapid Transportation (MRT)             common fleet of passenger transportation between cities that
        untuk mengurangi kepadatan lalu lintas. Di sisi lain, dengan      turned into transportation in the city. In 2010 according to data
        adanya pemekaran wilayah perkotaan mengakibatkan                  from the Department of Transportation there are additional
        banyak armada angkutan penumpang umum antar kota                  buses as many as 110 units.
        yang berubah menjadi angkutan dalam kota. Di tahun
        2010 menurut data Departemen Perhubungan terdapat
        penambahan bus sebanyak 110 unit.

     4. Transportasi Kereta Api                                        4. Train Transportation
        Sebaliknya terjadi fenomena yang sedikit berbeda terjadi         On the other hand, there is a phenomenon little different
        pada transportasi kereta api. Meskipun merupakan sarana          happens in rail transport. Although this is type transportation
        transportasi dengan komposisi yang lebih besar, peningkatan      with great composition, an increase in rail transport has not
        sarana transportasi kereta api belum sebanding dengan            been proportional to the increase in other modes of transport.
        peningkatan pada sarana transportasi lainnya. Bahkan             Even the opening of the toll roads in some areas, causing the
        adanya pembukaan sarana jalan tol dibeberapa daerah,             partial closure of the potential of the railway line. For carriage
        menyebabkan ditutupnya sebagian jalur kereta api yang            of long distance passenger rail transport has been much worse
        potensial. Untuk angkutan penumpang jarak jauh transportasi      than with the transport of air cargo. Although rail transport
        kereta api telah semakin jauh tertinggal dengan angkutan         technology lets you carry long-range transport (land) with
        transportasi udara. Walaupun secara teknologi transportasi       existing high-speed infrastructure, but it does not yet support.
        kereta api memungkinkan untuk menunjang transportasi
        jarak jauh (darat) dengan kecepatan tinggi tetapi prasarana
        yang ada belum menunjang hal tersebut.

        Persiapan pembangunan kereta api Bandara di Jakarta,              Preparation airport railway construction in Jakarta, Surabaya
        Surabaya dan Padang, rencana pengembangan kereta api              and Padang, the rapid rail development plan (Java Bullet Train)
        cepat (Java Bullet Train) Jakarta-Surabaya, penambahan            from Jakarta to Surabaya, the addition of a new passenger
        kereta api penumpang kelas ekonomi baru di tahun 2010             railway economics class in 2010 as many as 20 units are also
        sebanyak 20 unit juga merupakan prospek lain dalam                other prospects in improving passenger transport.
        peningkatan penumpang transportasi ini.

     5. Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan                   5. River, Lake and Crossing Transportation
        Transportasi sungai dan danau adalah transportasi yang            Rivers and Lakes transportation is a very old mode of
        sangat tua umurnya di Indonesia, bahkan dapat dikatagorikan       transportation in Indonesia, it even can be categorized as
        sebagai transportasi tradisional. Moda transportasi ini           traditional transportation. Modes of transport has increased
        mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebagai               significantly as an indication of the growing trade between
        indikasi tumbuhnya perdagangan antar pulau dan adanya             islands and the presence of characteristic excellence. Very real
        keunggulan karateristiknya. Peranannya sangat nyata



62      LAPORAN TAHUNAN 2010
   dirasakan oleh masyarakat di beberapa daerah di Pulau              role is felt by people in some areas on the island of Sumatra,
   Sumatera, Kalimantan dan Papua. Sungai dan danau di                Kalimantan and Papua. Rivers and lakes in the area have been
   daerah tersebut telah mampu memberi kontribusi bagi                able to contribute to areas not reachable by other forms of
   wilayah yang tidak dapat dijangkau oleh jenis transportasi         transportation.
   lain.

Potensi Angkutan Penumpang                                         The Potential of Passengers Transportation
Dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia,                 With the rise of Indonesia’s economic growth, transport
pembangunan infrastruktur transportasi, perubahan pola             infrastructure development, lifestyle changes and business growth
hidup masyarakat dan tumbuhnya bisnis antar daerah, secara         across the region, has consistently encouraged the growth of
konsisten memacu pertumbuhan penumpang.                            passenger

Prospek angkutan penumpang untuk seluruh moda transportasi         The prospect of passenger transportation for all modes of
diperkirakan juga tetap meningkat melihat data beberapa tahun      transport are also expected to increase, according the data in the
belakangan yang menunjukkan peningkatan secara konsisten,          last few years that have consistently shown an increase, although
walaupun tingkat pertumbuhannya berbeda-beda tergantung            growth rates vary depending on the condition of each mode
dari kondisi masing-masing moda transportasi itu sendiri.          of transportation itself. This growth is still dominated by the air
Pertumbuhan penumpang terbesar masih didominasi oleh moda          transport and the largest passenger transport sea.
transportasi udara dan moda transportasi laut.

Di tahun 2010 penumpang pesawat udara mencapai 33,2 juta           In 2010 passenger aircraft reached 33.2 million, up 21.17%
orang atau naik 21,17% dari tahun 2009 sebanyak 27,4 juta          from the year 2009 that was 27.4 million people. This occurs
orang. Hal ini terjadi karena adanya pergeseran penggunaan         because the shift in the use of public transport with other means
transportasi oleh masyarakat dari sarana transportasi lainnya ke   of transport to air transport. It is estimated that the phenomenon
transportasi udara. Diperkirakan fenomena tersebut akan terus      will continue, given the domestic airlines to be more beneficial
berlanjut, mengingat perusahaan-perusahaan penerbangan             for passengers, both in comfort, speed of service and competitive
domestik lebih dapat memberi manfaat bagi penumpang, baik          prices. In addition, the construction of a new airport in lieu of
dalam kenyamanan, kecepatan layanan maupun harga yang              the old airport is no longer able to accommodate an increase in
kompetitif. Disamping itu, adanya pembangunan bandara baru         passengers in some areas.
sebagai pengganti bandara-bandara lama yang tidak dapat lagi
menampung peningkatan penumpang di beberapa daerah.

Sedangkan untuk penumpang kapal laut diperkirakan tumbuh           As for passenger Sea freight transport is estimated to grow by
sebesar 9,36%, penumpang kereta api diperkirakan tumbuh            9.36%, the passenger train is expected to grow by 5% and for
sebesar 5% dan untuk penumpang angkutan kendaraan bermotor         public transport vehicles are supposed to grow 10.59% in 2010.
umum diasumsikan tumbuh 10,59% pada tahun 2010.



Potensi Pasar Kendaraan Bermotor                                   Motor Vehicle Market Potential
Kondisi perekonomian yang terus membaik berdampak positif          Economic conditions continued to improve the positive impact
bagi pertumbuhan industri perusahaan pembiayaan (multi             on the growth of industry financial company. Consumer finance
finance). Pembiayaan konsumen tersebut masih didominasi            continue to dominate sales of new vehicles (cars and motorcycles),
penjualan kendaraan bermotor baru (mobil dan motor) meski akan     despite the progressive tax will be applied as from 1 January
diberlakukan pajak progresif mulai 1 Januari 2011 dan kebijakan    2011, and public policy with regard to restrictions on the use of
pemerintah menyangkut pembatasan penggunaan bahan bakar            fuel subsidies. On the other hand, the increase in the purchasing
minyak (BBM) bersubsidi. Di sisi lain dengan adanya peningkatan    power of various schemes and loans, prompting a new wave of
kemampuan daya beli masyarakat dan adanya berbagai skema           public consumption growth of transport services, in particular,
pinjaman, memicu lonjakan baru untuk pertumbuhan komsumsi          growth in sales of automobiles and motorcycles. Vehicle sales are
masyarakat terhadap jasa transportasi, khususnya kenaikan          still dominated by motorcycle along with the presence of 20 kinds
penjualan mobil dan motor. Penjualan kendaraan bermotor masih      of new motorcycles from 10 brands. Rapid increase in the number
didominasi oleh sepeda motor seiring dengan hadirnya 20 jenis      of motor vehicles, does not pose a dilemma. On the one hand,
sepeda motor baru dari 10 merek. Pesatnya peningkatan jumlah       could increase tuition revenue growth, but on the other hand has
kendaraan bermotor tersebut, memang menimbulkan dilema.            the potential to precisely sharpen the increased number of traffic
Di satu sisi, bisa meningkatkan pertumbuhan penerimaan iuran,      accidents.
namun di sisi lain justeru berpotensi mempertajam peningkatan
angka kecelakaan lalu lintas.


                                                                                                     LAPORAN TAHUNAN 2010                63
     Selain itu, sebagian besar kota metropolitan dengan populasi        In addition, most of the metropolitan city with a large population
     penduduk yang besar (lebih dari 500.000 penduduk) mengalami         (more than 500,000 population) experienced complicated
     permasalahan yang rumit terhadap angkutan perkotaan dan             problems of urban transport and local transport. The problems
     angkutan lokal. Permasalahan yang timbul adalah penyediaan          that arise is the provision of infrastructure facilities and public
     sarana dan prasarana transportasi umum yang terbatas dan            transport is limited and supply-demand imbalance that ultimately
     adanya ketidakseimbangan supply-demand yang akhirnya                affect the activities of the community. Less common conditions
     berdampak pada aktifitas masyarakat. Kondisi kurang layaknya        such as transport both in terms of services and fleet provides
     transportasi umum baik dari sisi pelayanan maupun jumlah            the potential displacement modes of public transport to private
     armada memberikan potensi perpindahan moda dari angkutan            transport, causing an increase in ownership and movement of
     umum ke angkutan pribadi sehingga menimbulkan peningkatan           private vehicles.
     kepemilikan dan pergerakan kendaraan pribadi.

     Beberapa kebijakan baru pemerintah juga ikut memberikan             Some of the government’s new policy also provides prospects
     prospek kepada PT Jasa Raharja (Persero). Belanja pemerintah di     for PT Jasa Raharja (Persero). Government expenditure in the
     sektor transportasi tumbuh 20,41%, sedangkan investasi swasta       transport sector grew 20.41%, while private investment in the
     di sektor transportasi tumbuh 15,41%, mendorong pertumbuhan         transport sector grew 15.41%, driving the growth of household
     komsumsi rumah tangga terhadap jasa transportasi. Prospek           consumption of transport services. The prospect of mandatory
     penerimaan iuran wajib (IW) dan penerimaan sumbangan                dues revenue and the acceptance of obligatory contributions in
     wajib (SW) di tahun mendatang sangat besar, mengingat               the year ahead is enormous, given the increase in new car sales
     peningkatan penjualan mobil baru mencapai 830 ribu unit dan         reached 830,000 units and sales of motorcycles is expected
     penjualan sepeda motor yang diperkirakan mencapai 8,05 juta         to reach 8.05 million units, up 15%. Until late 2010, sales of
     unit atau naik 15%. Hingga akhir 2010, penjualan sepeda motor       motorcycles is expected to reach 7 million units.
     diperkirakan mencapai 7 juta unit.


     Pengaruh Perubahan Iklim                                            The Impact of Climate Change
     Pola cuaca dan iklim yang akhir-akhir ini mengalami                 Weather and climate patterns that have recently experienced
     ketidakberaturan memberikan dampak yang signifikan terhadap         significant deviations have an impact on the operational mode of
     operasional semua moda transportasi, antara lain:                   transportation, among others:

     Adanya hujan lebat memberikan kemungkinan terjadinya banjir,        The heavy rain cause the possibility of flash floods, floods and
     banjir bandang dan tanah longsor. Perubahan cuaca ekstrim yang      landslides. Extreme climatic changes causing changes in the
     menimbulkan perubahan arah angin berpotensi terjadinya angin        direction of the wind has the potential for occurrence of cyclones
     puting beliung dan badai lokal. Kondisi banjir, tanah longsor dan   and local storms. Flood conditions, landslides and tornado
     angin puting beliung menimbulkan kerusakan pada infrastruktur       damage cause the transport infrastructure, such as bridges, roads
     transportasi seperti jembatan, jalan dan rel kereta api, sehingga   and railways, and hence contributes to the movement of means
     berpengaruh terhadap pergerakan sarana transportasi darat dan       of land transport and railways. Therefore, the direct damage to
     perkeretaapian. Dengan demikian, secara langsung kerusakan          the possible disruption of services to provide the user of the land
     tersebut berpotensi memberikan gangguan terhadap pelayanan          transport service, such as buses and trains.
     kepada pengguna jasa transportasi darat seperti bus dan kereta
     api.

     Dampak perubahan iklim yang lain berupa peningkatan gangguan        Other impacts of climate change include increased wind
     angin kencang, badai yang berasal dari angin barat maupun           disturbances, from storms of wind from the West and the East
     angin timur termasuk perubahan arah dan kecepatan angin serta       wind, including changes in the direction and speed of the wind
     tingginya gelombang laut menghambat aktivitas pelayaran,            and the waves of sea, inhibit the activity of shipping, altering the
     mengganggu jadwal operasional kapal dan menimbulkan                 schedule and make the impact of operating ships on the steps
     pengaruh terhadap keselamatan angkutan penyeberangan yang           of security in the transport used for the traffic between island.
     melayani lalu lintas antar pulau. Langkah yang sering dilakukan     This step is often done by the port to avoid the unwanted side
     oleh syahbandar untuk menghindari kejadian buruk yang tidak         effect is to delay the departure of the ship and if the condition
     diinginkan adalah melakukan penundaan pemberangkatan kapal          lasts long enough will be the cancellation of the departure of the
     dan apabila kondisi berlangsung cukup lama akan dilakukan           ship. Departure delays and cancellations affecting ferry service
     pembatalan pemberangkatan kapal. Penundaan dan pembatalan           to transport service users both people and goods across. Service
     pemberangkatan kapal penyeberangan tersebut berpengaruh             because of the delay will give both their time of loss or damage of
     kepada pelayanan pada pengguna jasa angkutan penyeberangan          goods to be transported between islands.
     baik orang maupun barang. Pelayanan akibat penundaan tersebut
     akan memberikan kerugian baik waktu maupun kerusakan barang
     yang akan diangkut antar pulau.

64      LAPORAN TAHUNAN 2010
Terendamnya akses dan fasilitas dermaga akibat kenaikan muka          The submerged of access and dock facilities for sea level rise will
air laut akan mempersulit akses menuju pelabuhan dan dermaga,         complicate access to ports and dock, which in turn can impede
yang pada akhirnya dapat menghambat pelayanan terhadap para           service to the users of transport services of ships so that economic
pengguna jasa angkutan kapal laut sehingga aktivitas ekonomi          activity is hampered and losses resulting from the finance /
terhambat dan mengakibatkan kerugian dari sisi finansial/             economics. Damage increased to dock and port facilities that
ekonomis. Peningkatan kerusakan dermaga dan fasilitas-                have an impact on increasing operational costs for the care and
fasilitas pelabuhan tersebut berdampak pada peningkatan biaya         maintenance of existing facilities at the port includes the docks.
operasional untuk perawatan dan pemeliharaan fasilitas-fasilitas
yang ada di pelabuhan termasuk dermaga.

Perubahan iklim yang membawa cuaca yang tidak menentu,                Climate change causes erratic weather, air flows become more
arus udara yang makin kencang dan tipis, kenaikan permukaan           dense and thin, sea level rise substantially, increasing the potential
laut yang cukup signifikan, potensi terjadi banjir yang meningkat,    for flooding, storms/wind and smoke from forest fires will impact
potensi terjadinya badai/angin kencang serta potensi asap             on air transport in the form of a schedule of flights delayed due to
karena kebakaran hutan akan mengakibatkan dampak pada                 reduced visibility and damage objects. Thus, these conditions may
operasional transportasi udara berupa penundaan jadwal                interfere with service to users of transport aircraft.
penerbangan karena adanya penurunan jarak pandang dan
kerusakan fasilitas. Dengan demikian, kondisi tersebut dapat
menghambat pelayanan terhadap para pengguna jasa angkutan
pesawat udara.



Kejadian bencana Hidrometeorolgi di Indonesia                         Hidrometeorolgi disasters in Indonesia in 2006-2010
tahun 2006-2010

                                                                                           Tahun / Year
      Jenis Bencana / Types of disasters
                                                                     2006          2007           2008          2009           2010
      Banjir / Flooding                                               306           328            475            461            308
      Tanah Longsor/ Landslide                                         73           104            112            225            158
      Banjir dan Tanah Longsor / Flooding And Landslide                31            52             39             14             37
      Angin Topan / Typhoon                                            84           112            166            350            176
      Banjir Bandang / Flash Flood                                     22            11             16             13             37
      Kebakaran Hutan / Forest Fire                                     0              0            11             34              4
      Gelombang pasang/Abrasi / Tidal wave/Abrasion                    14            30             34             36             12

      Total                                                           530           637            853         1.133            732




                                                                                                          LAPORAN TAHUNAN 2010                 65
     PERUBAHAN PERATURAN                                               CHANGE OF LEGISLATION
     PERUNDANG-UNDANGAN
     Terdapat beberapa perubahan peraturan perundang-undangan          There are some changes in the legislation that directly affect
     yang secara langsung berpengaruh terhadap kegiatan                the operations of both companies that support and threaten the
     operasional perusahaan, yaitu:                                    existence of PT Jasa Raharja (Persero), there are:

     Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 1999 tentang                  Regulation of the Government No. 63 of 1999 on
     Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun                amendment of rules of procedure of the Government No.
     1992 tentang Penyelenggaraan Usaha Perasuransian                  73 of 1992, relating to insurance business

     Dalam PP tersebut, salah satunya dilakukan perubahan pada         In that Regulation of Government, there is a change in the article
     pasal 6 PP No. 73/1992, yaitu ayat (1) mengenai persyaratan       6 PP No.73/1992, (1) of paid-up capital requirement for insurance
     modal di setor bagi usaha perusahaan asuransi menjadi Rp.         companies to Rp. 100 billion and in (2) regarding ownership by
     100 miliar dan pada ayat (2) mengenai kepemilikan pihak asing     foreign direct investment in insurance companies in majority of
     melalui penyertaan langsung dalam perusahaan asuransi paling      80%
     banyak sebesar 80%.

     Persyaratan modal minimum perusahaan asuransi oleh                The minimum capital requirement of insurance companies by the
     pemerintah, melalui Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun           government, through Government Regulation No. 63 of 1999,
     1999, menjadi pemicu naiknya total modal sendiri secara           triggering a rise in total equity capital significantly. PP. 63 Insurance
     signifikan. PP No. 63 tersebut mewajibkan perusahaan asuransi     companies require a minimum paid up capital of Rp. 100 billion.
     memiliki modal di setor minimum sebesar Rp. 100 miliar.           This regulation will be subject to gradual, in 2008 the minimum
     Peraturan ini akan dikenakan secara bertahap, yaitu tahun 2008    capital of Rp. 40 billion, in 2009 the capital of Rp. 80 billion and in
     minimum modal sendiri sebesar Rp. 40 miliar, pada 2009 modal      2010 the capital itself should reach Rp. 100 billion.
     sendiri sebesar Rp. 80 miliar dan pada tahun 2010 modal sendiri
     harus sudah mencapai Rp. 100 miliar.

     Untuk PT Jasa Raharja (Persero) peraturan baru mengenai           For PT Jasa Raharja (Persero), a new regulation on the addition
     penambahan modal di setor sudah dapat dipenuhi berdasarkan        of paid-up capital has been inhabited by the General Meeting
     keputusan RUPS Luar Biasa PT Jasa Raharja (Persero) tentang       of the Extraordinary Shareholders of PT Jasa Raharja (Persero)
     Perubahan Anggaran Dasar yang diselenggarakan pada tanggal        Amendment to Articles of Association held on September 18, 2000.
     18 September 2000.

     Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang                         Law Number 22 Year 1999 on Regional Governance and
     Pemerintah Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun                Law No. 25 of 1999 on Financial Balance between Central
     1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah               and Local Government
     Pusat dan Daerah

     Penyelenggaraan Otonomi Daerah adalah memberikan                  Implementation of Regional Autonomy is to provide broad
     kewenangan yang luas, nyata dan bertanggung jawab                 authority, realistic and responsible to the regions in proportion,
     kepada daerah secara proporsional, yang diwujudkan dengan         which is realized with the arrangement, distribution, and utilization
     pengaturan, pembagian, dan pemanfaatan sumber daya nasional,      of national resources, and financial balance between central
     serta perimbangan keuangan Pusat dan Daerah, sesuai dengan        and local governments, in accordance with the principles of
     prinsip-prinsip demokrasi, peran serta masyarakat, pemerataan,    democracy, community participation , fair, and justice, as well
     dan keadilan, serta potensi dan keaneka-ragaman daerah,           as the potential and diversity of the region, carried out within the
     yang dilaksanakan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik         framework of the Unitary Republic of Indonesia. Implementation
     Indonesia. Implementasi ke dua Undang-Undang ini akan             of the two laws will provide flexibility for local governments to
     memberikan keleluasaan bagi pemerintah daerah untuk mencari       seek funding for regional funding. This will impact on PT Jasa
     sumber dana bagi pembiayaan daerah. Hal ini akan berdampak        Raharja (Persero) if there is an area requiring contributions to the
     pada PT Jasa Raharja (Persero) apabila setiap daerah meminta      company’s operations in the region.
     kontribusi atas hasil operasional perusahaan di daerahnya.


66      LAPORAN TAHUNAN 2010
KINERJA OPERASIONAL TAHUN 2010                                   OPERATIONAL PERFORMANCE YEAR 2010
1. Analisa Capaian Target dan Pertumbuhan                        1. Analysis of Achievement and Growth Target

  1.1. Pendapatan Underwriting                                      1.1. Underwriting Income
       Pada tahun 2010, PT Jasa Raharja (Persero) berhasil               In 2010, PT Jasa Raharja (Persero) managed to record
       membukukan pendapatan underwriting sebesar                        underwriting income of Rp 2,987,159 million, which is
       Rp 2.987.159 juta, yang diperoleh dari sektor Iuran               obtained from the sectors of Compulsory Contributions
       Wajib (IW) sebesar Rp 315.119 juta atau 10,55%,                   of Rp 315,119 million or 10.55%, from the sector of
       berasal dari sektor Sumbangan Wajib sebesar                       Compulsory Donation as much as Rp 2,411,934 million
       Rp 2.411.934 juta atau 80,74% dan berasal dari                    or 80.74% and from underwriting income of Rp 260,106
       penerimaan underwriting lainnya sebesar Rp 260.106                million or 8.71%.
       juta atau 8,71%.

       Perbandingan pendapatan underwriting Tahun 2010                       Underwriting income comparison year 2010




                                                                       80,74% Pendapatan Underwriting dari Sektor
                                                                              Sumbangan Wajib pada tahun 2010
                                                                              sebesar Rp 2.411.934 juta


                                                                        8,71% Pendapatan Underwriting lainnya
                                                                              tahun 2010 sebesar Rp 260.106 juta

                                                                       10,55% Pendapatan Underwriting dari sektor
                                                                              Iuran Wajib pada tahun 2010 sebesar
                                                                              Rp 315.119 juta


       Pendapatan underwriting tahun 2010 sebesar                            Underwriting income year comparative underwriting
       Rp 2.987.159 juta menunjukkan kenaikan 12,86%                         income in 2010 amounting to Rp 2,987,159 million
       dibandingkan dengan pendapatan underwriting tahun                     showed an increase 12.86% compared to the
       2009 sebesar Rp 2.646.675 juta. Sementara capaian                     underwriting revenue in 2009 amounted to Rp 2,646,675
       realisasi tahun 2010 sebesar 103,65% di atas RKAP                     million. While the achievements realized in 2010
       tahun 2010 sebesar Rp 2.882.070 juta.                                 amounted to 103.65% above RKAP year 2010
                                                                             amounting to Rp 2,882,070 million.

       Realisasi Penerimaan Underwriting tahun 2010                          Realization of Underwriting Income 2010

       (dalam Juta)                                                                                                      ( in Million)

        No.     Uraian                    2009         2010         2010             %             %                  Description
                                        Realisasi      RKAP       Realisasi       Capaian      Naik/turun
                                       Realization    Budget     Realization    Achievement    Up/Down
        1.      Iuran Wajib               302.206      306.281     315.119          102,89         4,27     Compulsory Contribution
        2.      Sumbangan Wajib         2.211.733    2.321.500   2.411.934          103,90         9,05       Compulsory Donation
        3.      Underwriting lainnya      132.736      254.289     260.106          102,29        95,96         Other underwriting
                Jumlah                 2.646.675     2.882.070   2.987.159          103,65       12,86                         Total




                                                                                                   LAPORAN TAHUNAN 2010                  67
         Sumber pendapatan underwriting ini terdiri dari:              Sources of Underwriting income consist of:

         a. Sektor Iuran Wajib                                                  a. Compulsory Contributions Sector
            Pendapatan underwriting di sektor iuran wajib (UU                      Underwriting income in compulsory cont (Law No.
            No. 33 tahun 1964) tahun 2010 keseluruhannya                           33 of 1964) in 2010, reached the total of Rp. 315.119
            mencapai Rp. 315.119 juta atau 102,89% dari RKAP                       million or 102,89% of RKAP Rp. 306.281 million.
            sebesar Rp. 306.281 juta. Bila dibandingkan dengan                     When compared with underwriting income in 2009
            pendapatan underwriting tahun 2009 sebesar Rp.                         amounted to Rp. 302.026 billion, showing a growth
            302.026 juta, menunjukkan pertumbuhan sebesar                          of 4.33%.
            4,33%.

            Realisasi Penerimaan Underwriting sektor iuran                      Realization of Underwriting Income in compulsory
            wajib tahun 2010                                                    contributions year 2010

            (dalam Juta)                                                                                                            ( in Million)

             No.     Uraian                  2009            2010           2010             %              %                     Description
                                           Realisasi         RKAP         Realisasi       Capaian       Naik/turun
                                          Realization       Budget       Realization    Achievement     Up/Down
             1.      Iuran Wajib             302.206         306.281       315.119          102,89          4,27      Compulsory Contribution
                     Jumlah                  302.206        306.281        315.119          102,89          4,27                          Total

            Pendapatan underwriting di sektor ini, terdiri dari:                Underwriting income in this sector consists of:

             a.1. Pendapatan Sektor Iuran Wajib                                      a.1. General Transportation Compulsory
                  Kendaraan Bermotor Umum (IW-KBU)                                        Contributions Sector Income
                  Dalam tahun 2010, pendapatan Sektor Iuran                               In 2010, revenue compulsory contribution
                  Wajib Kendaraan Bermotor Umum sebesar                                   of Motor Vehicle General sector reached
                  Rp. 83.553 juta atau mencapai 26,51 persen                              Rp. 83 553 million, or 26.51 percent of all
                  dari seluruh pendapatan sektor iuran wajib.                             income sectors of compulsory contribution.
                  Pendapatan iuran ini hanya terealisir sebesar                           This contribution income is realized only by
                  99,46% atau 0,54% dibawah target RKAP                                   99.46% or 0.54% below the target RKAP
                  sebesar Rp. 84.006 juta. Jika dibandingkan                              Rp. 84 006 000 000. When compared to
                  dengan pendapatan tahun 2009 sebesar Rp.                                revenues in 2009 is amounting to Rp. 84,839
                  84.839 juta, mengalami pertumbuhan negatif                              million, experienced a negative growth of
                  sebesar 1,52%. Penurunan ini disebabkan                                 1.52%. The decrease was caused by a shift in
                  oleh beralihnya pilihan masyarakat dari                                 people’s choice to use sea transport shipping
                  menggunakan transportasi angkutan laut/                                 / land into the air transportation services, for
                  darat menjadi jasa angkutan udara, karena                               airline tickets at competitive and affordable.
                  tarif penerbangan yang kompetitif dan
                  terjangkau.

             a.2. Pendapatan Sektor Iuran Wajib Kereta                               a.2. Railway       Compulsory       Contribution
                  Api (IW-KA)                                                             Sector Income
                  Sementara itu, pertumbuhan 10,77 persen                                 Meanwhile, 10.77% growth is recorded by
                  dicatat oleh pendapatan Sektor Iuran                                    the income of Compulsory contribution in
                  Wajib dilingkungan Kereta Api (IW-KA)                                   railway sector (IW) in 2010. Incomes in this
                  dalam tahun 2010. Pendapatan di sektor                                  sector in 2009 reached Rp. 5795 million,
                  ini pada tahun 2009 sebesar Rp. 5.795                                   whereas in 2010 earned Rp 6419 million of
                  juta, sedangkan pada tahun 2010 diperoleh                               contribution or 105.49 per cent of the budget
                  iuran sebesar Rp. 6.419 juta atau mencapai                              to Rp. 6085 million. The contribution of
                  105,49% dari target anggaran sebesar Rp.                                Railway Compulsory Contribution received by
                  6.085 juta. Kontribusi Iuran Wajib Kereta Api                           the company in 2010 was only 2.04% of all
                  yang diterima perusahaan tahun 2010 hanya                               mandatory taxes income.
                  sebesar 2,04% dari seluruh pendapatan iuran
                  wajib.




68   LAPORAN TAHUNAN 2010
  a.3. Pendapatan Sektor Iuran Wajib Kapal                            a.3. Ship Compulsory Contribution Sector
       Laut (IW-KL)                                                        Income
       Transportasi Kapal Laut pada tahun 2010                             Sea transport in 2010 accounted for
       menyumbang pendapatan iuran wajib                                   mandatory dues revenue of Rp. 45,171 million
       sebesar Rp. 45.171 juta atau 14,33% dari                            or 14.33% of all mandatory dues revenue.
       seluruh pendapatan iuran wajib. Dalam                               In 2009, mandatory dues revenue in this
       tahun 2009, pendapatan iuran wajib di                               sector reached Rp. 45 854 000 000. This
       sektor ini mencapai Rp. 45.854 juta.                                condition indicates a negative growth of
       Kondisi ini menunjukkan pertumbuhannya                              1.49% growth experienced. Acceptance of
       mengalami pertumbuhan negatif sebesar                               these costs are only recognized by 98.13% or
       1,49%. Penerimaan iuran ini hanya terealisir                        1.87% below the target RKAP Rp. 46 033 000
       sebesar 98,13% atau 1,87% dibawah target                            000. This decrease is partly due to declining
       RKAP sebesar Rp. 46.033 juta. Penurunan                             passenger ASDP (integrated trajectory) using
       ini diantaranya disebabkan oleh menurunnya                          penyebarangan ship after surgery longest
       penumpang ASDP (lintasan terpadu) yang                              bridge in East Java. Currently the number of
       menggunakan kapal penyebarangan setelah                             ships that operated only five (5) ship from the
       beroperasinya Jembatan Suramadu di                                  first seventeen (17) ships.
       Jawa Timur. Saat ini jumlah kapal yang
       dioperasikan hanya sebanyak lima (5) kapal
       dari semula tujuh belas (17) kapal.

  a.4. Pendapatan Sektor Iuran Wajib Pesawat                          a.4. Aviation Compulsory Contribution
       Udara (IW-PU)                                                       Sector Income
       Pendapatan di sektor Iuran Wajib Pesawat                            Mandatory fee income in the sector of aircraft
       Udara dalam tahun 2010 sebesar Rp. 179.976                          in 2010, the amount of Rp. 179 976 000 000
       juta atau mencapai 57,11% dari seluruh                              has been made or 57.11% of all mandatory
       pendapatan iuran wajib. Dalam tahun                                 taxes income. In 2009, the acquisition
       2009 perolehan iuran wajib dari sektor ini                          by mandatory contributions in this sector
       tercatat sebesar Rp. 165.538 juta. Meski                            amounted to Rp 165538 million dollars.
       demikian, realisasi penerimaan iuran                                Nevertheless, the realization of income taxes
       mencapai 105,77% dari target 2010 sebesar                           of 105.77% of 2010 target of Rp. 170157
       Rp. 170.157 juta, karena adanya pengalihan                          million, in the public opt-in for air transport,
       pilihan masyarakat ke transportasi udara,                           innovative new flights at the airports operator,
       beroperasinya penerbangan ke bandara-                               and a number of long holidays (peak season)
       bandara perintis oleh operator baru dan                             in 2010.
       banyaknya liburan panjang (peak season)
       pada tahun 2010.

         Evaluasi Penerimaan Underwriting iuran                             Evaluation of underwriting compulsory
         wajib berdasarkan sektor tahun 2010                                contribution income by sector-year 2010
(dalam Juta)                                                                                                        ( in Million)

 No.     Uraian                 2009          2010         2010              %              %                    Description
                              Realisasi       RKAP       Realisasi        Capaian       Naik/turun
                             Realization     Budget     Realization     Achievement     Up/Down
 1.      IW-KBU                  84.839        84.006      83.553            99,46         (1,52)      General Transportations
 2.      IW-KA                    5.795         6.085       6.419           105,49         10,77                      Railway
 3.      IW-KL                   45.854        46.033      45.171            98,13         (1,49)                        Ship
 4.      IW-PU                  165.538       170.157     179.976           105,77          (8,72                    Aviation
         Jumlah                302.026       306.281     315.119           102,89           4,34                          Total

         Pendapatan underwriting sektor iuran wajib                         Aviation compulsory income is the biggest
         tahun 2010 terbesar diperoleh dari IW-PU                           contribution of underwriting income compulsory
         sebesar 57,11% dari seluruh pendapatan                             contribution sector in 2010, 57.11% from total of
         underwriting. Disusul oleh pendapatan                              underwriting income. Followed by underwriting
         underwriting dari sektor IW-KBU sebesar                            income from general transportations sector
         26,51%, dari sektor IW-KL sebesar 14,33%                           as much as 26.51%, ship sector as much as
         dan selanjutnya sektor IW-KA sebesar 2,05%                         14.33% and then railway sector as much as
         dari seluruh pendapatan underwriting.                              2,05%, from total underwriting income.

                                                                                           LAPORAN TAHUNAN 2010                     69
                                                                                                 IW-PU
                                                                                                Aviation
                                                                                                (57,11%)

                             Distribusi dan komposisi pendapatan                                 IW-KBU
                                                                                          General Transportation
                                  underwriting Sektor Iuran Wajib                               (26,51%)

          Distribution and Composition of underwriting Income                                     IW-KL
                                                                                                   Ship
                           from compulsory contribution sector                                  (14,33%)

                                                                                                  IW-KA
                                                                                                 Railway
                                                                                                 (2,05%)




         b. Sektor Sumbangan Wajib                                              b. Compulsory Donation Sector
            Selain pendapatan underwriting dari sektor Iuran                       In addition to underwriting income sectors of Compulsory
            Wajib, PT Jasa Raharja (Persero) juga memiliki                         Contributions, PT Jasa Raharja (Persero) also have
            sumber lain yaitu pendapatan underwriting dari                         other sources of underwriting income from Compulsory
            sektor Sumbangan Wajib. Pada tahun 2010,                               Donation sector. In 2010, revenues from this sector
            pendapatan dari sektor Sumbangan Wajib                                 reached Rp 2,411,934 million, an increase of 9.05%
            mencapai Rp. 2.411.934 juta atau meningkat                             compared to the year 2009 which recorded a profit of
            9,05% dibandingkan tahun 2009 yang mencatat                            Rp. 1,792,917 million. This achievement recorded the
            perolehan sebesar Rp. 1.792.917 juta. Pencapaian                       realization to 103.90% of the budget set by the company
            ini mencatat realisasi hingga 103,90% dari                             for 2010 is Rp. 2,321,500 million.
            anggaran yang ditetapkan perusahaan untuk tahun
            2010 yakni sebesar Rp. 2.321.500 juta.

               Realisasi Penerimaan Underwriting            sektor             Realization of Underwriting Income from Compulsory
               sumbangan wajib tahun 2010                                      Donation Sector Year 2010


         (dalam Juta)                                                                                                               ( in Million)

          No.      Uraian                    2009           2010          2010            %                    %                  Description
                                           Realisasi        RKAP        Realisasi      Capaian             Naik/turun
                                          Realization      Budget      Realization   Achievement           Up/Down
          1.       Sumbangan Wajib          2.211.733      2.321.500    2.411.934           103,90                  9,05   Compulsory Donation
                   Jumlah                  2.211.733      2.321.500     2.411.934          103,90                   9,05                  Total

         c. Pendapatan Underwriting lainnya                                     c. Other Underwriting Income
            Pada tahun 2010, PT Jasa Raharja (Persero)                             In 2010, PT Jasa Raharja (Persero) received other
            memperoleh pendapatan underwriting lainnya yang                        underwriting income derived from the results of the
            berasal dari penerimaan Komisi Reasuransi, Komisi                      Reinsurance Committee, Commission of Benefits and
            Keuntungan dan Klaim Reasuransi/Recovery dan                           Reinsurance Claims as much as Rp 254,289 million
            dari anak perusahaan sebesar Rp. 254.289 juta atau                     or 95.96% of income growth in 2009 as much as Rp.
            tumbuh 95,96% dari pendapatan tahun 2009 sebesar                       132,736 million. Other underwriting income, compared
            Rp. 132.736 juta. Pendapatan underwriting lainnya ini,                 to the 2010 budget of Rp. 25,552 million has been
            jika dibandingkan dengan anggaran tahun 2010 sebesar                   exceeded by 102.29%.
            Rp. 25.552 juta telah melampaui sebesar 102,29%.

               Realisasi Penerimaan Underwriting lainnya tahun 2010                  Realization of Other Underwriting Income year 2010

         (dalam Juta)                                                                                                               ( in Million)

          No.      Uraian                    2009           2010          2010            %                    %                  Description
                                           Realisasi        RKAP        Realisasi      Capaian             Naik/turun
                                          Realization      Budget      Realization   Achievement           Up/Down
          1.       Underwriting lainnya       132.736        254.289      260.106           102,29                 95,96     Other underwriting
          Jumlah                             132.736        254.289       260.106          102,29                  95,96                  Total


70   LAPORAN TAHUNAN 2010
1.2. Penyelesaian Pembayaran santunan                                   1.2. Compensation Payment Settlement
     Sejalan dengan strategi perusahaan 2010, faktor                         In accordance with the corporate strategy in 2010, the
     pelayanan merupakan kegiatan prioritas. Salah                           service is a priority. One of them, making the target
     satunya dengan melakukan proses perbaikan sasaran                       recovery rate compensation settlement.
     kecepatan penyelesaian santunan.

    a. Administrasi Santunan                                                  a. Administration of Compensation
       Penyelesaian santunan tahun 2010 memerlukan                               Compensation settlement of 2010 requires 1.32 hours
       waktu 1,32 jam dari sejak pengajuan (berkas lengkap)                      submission (complete file) and 7 days for the death
       dan 7 hari untuk korban meninggal dunia di Tempat                         victim at the location or reached 530.30% of RKAP.
       Kejadian Perkara atau mencapai 530,30% dari                               Compensation settlement showed improvement
       RKAP. Penyelesaian santunan tersebut menunjukkan                          5.28 hours or 75.43% compared with 2009, where it
       perbaikan 5,28 jam atau 75,43% dibandingkan                               required 7 hours and the victim died on the spot for 7
       dengan tahun 2009, di mana waktu yang diperlukan                          days to complete benefit (complete file).
       untuk penyelesaian santunan (berkas lengkap)
       selama 7 jam dan korban meninggal di Tempat
       Kejadian Perkara selama 7 hari.

          Realisasi Kecepatan Penyelesaian Santunan Tahun                          Realization of Compensation Settlement Rate year
          2006-2010                                                                2006 - 2010


     No.      Uraian                   2009            2010            2010             %               %                    Description
                                     Realisasi         RKAP          Realisasi       Capaian        Naik/turun
                                    Realization       Budget        Realization    Achievement      Up/Down
              Penyelesaian sejak                                                                                               Settlement
     1        Tanggal kecelakaan    7 hari / Days    7 hari/ Days 7 hari/ Days              100               -           Date of Accident
     2        Jam Pengajuan         7 jam/ Hours    7 jam/ Hours 1,32 jam/ Hours          530,30          75,43        Time of Submission


    b. Pembayaran Santunan                                                    b. Compensation Payment
       b.1. Keseluruhan pembayaran santunan tahun 2010                           b.1. Total compensation payments in 2010 is Rp
            sebesar Rp 1.430.995 juta dengan jumlah korban                            1,430,995 million with 117,026 people killed.
            sebanyak 117.026 orang. Jika dibandingkan                                 When compared with previous years the payment
            dengan pembayaran santunan tahun sebelumnya                               of compensation as much as Rp. 1,363,355
            sebesar Rp. 1.363.355 juta dengan 110.391                                 million, with 110,391 victims, there are the growth
            orang korban terdapat pertumbuhan 4,96%                                   of compensation of 4.96% and 6.00% for total
            untuk santunan dan 6,00% untuk jumlah korban.                             of the victims. From 2010’s budget as much as
            Dari anggaran tahun 2010 sebesar Rp.1.579.228                             Rp.1.579.228 million, its realization is only reached
            juta, realisasinya hanya mencapai 90,61%.                                 90.61%.

               Realisasi Pembayaran Santunan                                            Realization of Compensation Settlement
               Tahun 2006-2010                                                          Year 2006-2010

     No.      Uraian                   2009            2010            2010             %               %                    Description
                                     Realisasi         RKAP          Realisasi       Capaian        Naik/turun
                                    Realization       Budget        Realization    Achievement      Up/Down
     1.       Korban (orang)            110.391                 -      117.026                  -          6,00         victim (people)
     2.       Santunan (Rp. juta)      1.363.355       1.579.228     1.430.995             90,61           4,96 Compensation (Rp/million


          b.2. Pembayaran santunan tahun 2010 yang                                 b.2. In payment of compensation in 2010, the largest
               terbesar untuk korban kasus luka-luka sebesar                            is for the case of injury victims as much as 70.21%
               70,21% dan yang terkecil untuk korban cacat                              and the smallest for the victims of permanent
               tetap sebesar 0,47% dari seluruh kasus                                   disability amounted to 0.47% of all cases of
               yang dibayarkan santunan. Sedangkan nilai                                compensation paid. While the biggest benefit is the
               santunan yang terbesar adalah santunan                                   value of compensation for cases of a death benefit
               untuk kasus meninggal dunia sebesar 64,47%                               amounting to 64.47% and the smallest for the case
               dan santunan yang terkecil untuk santunan                                of funeral benefits at 0.09%.
               kasus penguburan sebesar 0,09%.


                                                                                                        LAPORAN TAHUNAN 2010                  71
                       Komposisi pembayaran santunan menurut                                          Composition of Compensation Payment according
                       jenis kasus tahun 2010                                                         to the cases in 2010

         No.      Uraian                Korban (orang)         Komposisi (%) Santunan (Rp-juta)                Komposisi (%)                        Description
                  Description           Victim (people)           Composition Compensation (million)              Composition
         1.       Meninggal dunia                   33.671                   28,77               922.571                     64,47                       Death
         2.       Luka-luka                         82.162                   70,21               482.716                     33,73                     Injuries
         3.       Cacat Tetap                          546                    0,47                24.428                      1,71          Permanent Disability
         4.       Penguburan                           637                    0,55                 1.280                      0,09                     Funeral
                  Jumlah                          117.016                100,00              1.430.995                  100,00                               Total


                   Komposisi nilai santunan tahun 2010/                                               Komposisi kasus santunan tahun 2010/
                   Composition of Compensation Value year 2010                                        Composition of Compensation Cases year 2010



                               Meninggal Dunia/                                                                Meninggal Dunia/
                                    Death                                                                           Death
                                   64,47%                                                                          28,77%




          Luka-luka/              Santunan/               Cacat tetap/                   Luka-luka/                Korban/               Cacat tetap/
           Injuries             Compensation          Permanent Disability                Injuries                  Victim           Permanent Disability
           33,73%                 1.430.995                 1,71%                         70,21%                   117.016                 0,47%




                                 Penguburan/                                                                     Penguburan/
                                   Funeral                                                                         Funeral
                                    0,90%                                                                           0,55%




              b.3. Pembayaran santunan, berdasarkan jenis                                             b.3. Payment of Compensation by type of Insurance
                   asuransi:
                   - Santunan asuransi kecelakaan penumpang                                                - Accident insurance compensation of public
                     alat angkutan umum sebesar Rp. 31.319                                                   transport’s passengers is Rp. 31,319 million
                     juta atau 2,19% dengan 4.339 jumlah                                                     or 2.19% with 4339 of victims or 3.71% of all
                     korban atau 3,71% dari seluruh pembayaran                                               compensation payments.
                     santunan.
                   - Santunan asuransi tanggung jawab                                                      - Compensation of legal liability to third-
                     hukum terhadap pihak ke tiga sebesar                                                    party insurance amounted to Rp. 1.399.676
                     Rp. 1.399.676 juta atau 97,81% dengan                                                   billion, or 97,81% to 112.687 of victims, or
                     112.687 jumlah korban atau 96,29% dari                                                  96,29% of the total number of compensation
                     seluruh pembayaran santunan.                                                            payments.



                       Realisasi Pembayaran Santunan Tahun 2010                                           Realization of Compensation Payment in 2010


         Uraian                                           Korban (orang)             Komposisi (%)                      Santunan (Rp)           Komposisi (%)
         Description                                         Total Victim             Composition                 Total Compensation             Composition
         UU No. 33/1964                              4.339 orang / million                       3,71                31.319 juta/ million                     2,19
         UU No. 34/1964                            112.687 orang/ people                       96,29             1.399.676 juta/ million                     97,81
         Jumlah                                   117.026 orang/ people                      100,00            1.430.995 juta/ million                      100,00




72   LAPORAN TAHUNAN 2010
2. Analisa Pertumbuhan Tahun 2006-2010                               2. Analysis of 2006 -2010’s Growth

  2.1. Pendapatan Underwriting                                          2.1. Underwriting Income
       Rata-rata pertumbuhan pendapatan underwriting                         The average increase in underwriting income (excluding
       (tidak termasuk pendapatan underwriting lainnya)                      other underwriting income) within 5 (five) years, equal to
       selama 5 (lima) tahun terakhir sebesar 26,13%, di                     26.13%, where the highest rates of growth in the sector
       mana pertumbuhan yang tertinggi adalah pendapatan                     of underwriting income is compulsory contributions at
       underwriting sektor sumbangan wajib sebesar 29.84%.                   the rate of 29.84%. The growth of underwriting income
       Pendapatan underwriting tahun 2010 pertumbuhannya                     in 2010 remains below the average growth of only
       masih di bawah pertumbuhan rata-rata hanya                            8.49%.
       mencapai sebesar 8,49%.

       Pertumbuhan Pendapatan Underwriting                                     The Growth of Underwriting Income
       Tahun 2006-2010                                                         year 2006 - 2010

       (dalam Juta)                                                                                                          ( in Million)

        Uraian                   2006      2007           2008        2009         2010          Rata-Rata                 Description
                                                                                             Pertumbuhan
                                                                                           Average Growth
        Iuran Wajib            214.359   263.184     278.522        302.026     315.119                         Compulsory Contribution
        Pertumbuhan (%)                    22,78        5,83           8,44        4,34                10,35               Growth (%)
        Sumbangan Wajib        922.278 1.011.183 1.792.197 2.211.733           2.411.934                          Compulsory Donation
        Pertumbuhan (%)                     9,64     77,31     23,36                9,05               29,84              Growth (%)
        Jumlah               1.136.637 1.274.367 2.070.719 2.513.759           2.727.053                                          Total
        Pertumbuhan (%)                    12,12     62,49     21.40                8,49               26,13                Growth (%)


       Pertumbuhan Sektor Iuran Wajib dan Sektor                               Growth of Compulsory Contribution Sector and
       Sumbangan Wajib Tahun 2006 – 2010                                       Compulsory Donation Sector year 2006 - 2010


                          2.500.000


                          2.000.000


                          1.500.000                                                              Sumbangan Wajib
                                                                                                 Compulsory Contribution
                          1.000.000
                                                                                                 Iuran Wajib
                                                                                                 Compulsory Donation
                           500.000


                                 0
                                         2006      2007      2008       2009      2010

       a. Pendapatan Iuran Wajib                                               a. Compulsory Contribution Income
          Rata-rata pertumbuhan iuran wajib selama 5                              Average growth of compulsory contribution for the
          tahun terakhir mencapai 10,34%, dimana rata-rata                        last 5 years reached 10.34%, where average growth
          pertumbuhan ini masih diatas pertumbuhan tahun                          was higher than growth in 2010 amounted to
          2010 sebesar 4,34%. Pertumbuhan yang tertinggi                          4.34%. The highest growth occurred in the railway
          adalah pada pendapatan IW-KA sebesar 31,48%                             compulsory income of 31.48% and the lowest
          dan pertumbuhan yang terendah pada pendapatan                           growth in general transportation income by 0.83%.
          IW-KBU sebesar 0,83%.




                                                                                                      LAPORAN TAHUNAN 2010                   73
             Pertumbuhan Pendapatan Underwriting                                      Growth of Underwriting Income in Compulsory
             sektor Iuran Wajib Tahun 2007-2010                                       Contribution Sector, year 2006 - 2010

         (dalam Juta)                                                                                                             ( in Million)

          Uraian                   2006         2007        2008         2009         2010            Rata-Rata               Description
                                                                                                  Pertumbuhan
                                                                                                Average Growth
          Iuran Wajib            214.359     263.184      278.522      302.026      315.119                         Compulsory Contribution
          Pertumbuhan (%)                      22,78         5,83         8,44         4,34                10,35               Growth (%)
          Jumlah                 214.359     263.184      278.522      302.026      315.119                                           Total
          Pertumbuhan (%)                      22,78         5,83         8,44         4,34                10,35                Growth (%)



             Pertumbuhan Sektor Iuran Wajib                                           Growth of Compulsory Contribution Sector
             Tahun 2006-2010                                                          Year 2006-2010

                                 350       214,359     263,184      278,522      302,026      315,119
                                 300

                                 250

                                 200

                                 150

                                 100

                                  50

                                   0
                                              2006         2007          2008         2009         2010

             Pendapatan iuran wajib terdiri dari:                                     Compulsory Contribution Income consists of:
             a.1. Pendapatan IW-KBU                                                   a.1. General Transportation Compulsory
                   Pendapatan Iuran Wajib Kendaraan Bermotor                               Contribution Income
                   Umum (IW-KBU) mencapai pertumbuhan                                      General        Transportation     Compulsory
                   rata-rata selama 5 tahun terakhir sebesar                               Contribution Income achieved an average
                   0,83%. Pencapaian pertumbuhan ini masih                                 growth over the last 5 years at 0.83%.
                   di atas pertumbuhan tahun 2010 yang                                     Achievement of this growth is still above the
                   mengalami pertumbuhan negatif sebesar                                   growth in 2010 who experienced negative
                   1,52%.                                                                  growth of 1.52%.
             a.2. Pendapatan IW-KA                                                    a.2. Railway Compulsory Contribution Income
                   Namun sebaliknya pendapatan di sektor IW-                               Instead, revenue in the sector of Railway
                   KA memperoleh pertumbuhan yang signifikan                               Compulsory Contribution Income get
                   selama 5 tahun terakhir dengan rata-rata                                significant growth over the past 5 years the
                   pertumbuhan sebesar 31,48%. Pertumbuhan                                 average growth of 31.48%. Growth still above
                   tersebut masih di atas pertumbuhan tahun                                growth in 2010, was 10.77%.
                   2010 sebesar 10,77%.
             a.3. Pendapatan IW-KL                                                    a.3. Ship Compulsory Contribution Income
                   Pencapaian pertumbuhan rata-rata IW-KL                                  Average       growth        performance     Ship
                   dalam 5 tahun terakhir sebesar 23,74%.                                  Compulsory Contribution Income in the last 5
                   Pertumbuhan rata-rata ini juga masih di atas                            years at 23.74%. Average growth was above
                   pertumbuhan tahun 2010 yang mengalami                                   the growth in 2010 experienced a negative
                   pertumbuhan negatif sebesar 1,49%.                                      growth of 1.49%.
             a.4. Pendapatan IW-PU                                                    a.4. Aviation Compulsory Contribution Income
                   Sementara itu, pertumbuhan rata-rata untuk                              Meanwhile, the average growth for the
                   IW-PU dalam 5 tahun terakhir mencapai                                   Aviation Compulsory Contribution Income
                   14,45%. Perolehan tersebut masih berada                                 in the last 5 years reached 14.45%. The
                   pada posisi di atas jika dibandingkan dengan                            acquisition is still positioned at the top when
                   pertumbuhan tahun 2010 sebesar 8,72%.                                   compared with 2010 growth of 8.72%.

74   LAPORAN TAHUNAN 2010
    Pertumbuhan Pendapatan Underwriting                             Growth Underwriting Income of Compulsory
    Iuran Wajib berdasarkan sektor Tahun 2006-2010                  Contribution Based on Sector year 2006-2010

(Dalam Juta Rupiah)                                                                                              ( in Million)

 Uraian                  2006       2007      2008       2009        2010             Rata-Rata               Description
                                                                                  Pertumbuhan
                                                                                Average Growth
 IW-KBU                80.865     82.440     82.695     84.839     83.553                            General Transportation
 Pertumbuhan (%)                    1,95       0,31       2,59      (1,52)                   0,83               Growth (%)
 IW-KA                   2.495     2.270      4.299      5.795      6.419                                         Railway
 Pertumbuhan (%)                   (9,02)     89,38      34,80      10,77                   31,48              Growth (%)
 IW-KL                 21.672     22.362     39.854     45.854     45.171                                            Ship
 Pertumbuhan (%)                    3,18      78,22      15,05      (1,49)                  23,74              Growth (%)
 IW-PU                109.327    156.112    151.674    165.538    179.976                                         Aviation
 Pertumbuhan (%)                   42,79      (2,84)      9,14       8,72                   14,45              Growth (%)
 IWKL                 214.359    263.184    278.522    302.026    315.119                                            Total
 Pertumbuhan (%)                   22,78       5,83       8,44       4,34                   10,35              Growth (%)



Pendapatan antar Sektor Iuran Wajib                                          Compulsory Contribution Sector Income
Tahun 2006 – 2010                                                            year 2006 - 2010

                       200



                       150



                       100



                                                                                                    IWKBU
                        50
                                                                                                    IWKA
                                                                                                    IWKL
                         0                                                                          IWPU
                                 2006       2007         2008         2009           2010



b. Pendapatan Sumbangan Wajib                                    b. Compulsory donation income
   Rata-rata pertumbuhan pendapatan underwriting                    Average growth in underwriting income from
   dari sektor sumbangan wajib adalah sebesar                       compulsory donation sector by 29.84%, or still on
   29,84% atau masih di atas pertumbuhan yang                       the growth achieved in 2010 amounting to 9.05%.
   dicapai tahun 2010 sebesar 9,05%.

    Pertumbuhan penerimaan underwriting                             Growth of Underwriting Income from Compulsory
    sektor sumbangan wajib tahun 2006-2010                          Donation year 2006-2010

(dalam Juta)                                                                                                     ( in Million)

 Uraian                  2006       2007      2008       2009        2010             Rata-Rata               Description
                                                                                  Pertumbuhan
                                                                                Average Growth
 Iuran Wajib          922.278 1.011.183 1.792.197 2.211.733      2.411.934                            Compulsory Donation
 Pertumbuhan (%)                   9,64     77,31     23,36           9,05                  29,84             Growth (%)
 Jumlah               922.278 1.011.183 1.792.197 2.211.733      2.411.934                                           Total
 Pertumbuhan (%)                   9,64     77,31     23,36           9,05                  29,84              Growth (%)




                                                                                            LAPORAN TAHUNAN 2010                 75
          Pertumbuhan dan Pertumbuhan Pendapatan                                                 Growth and Underwriting Income Growth of
          Underwriting Sektor Sumbangan Wajib                                                    Compulsory Donation Sector
          Tahun 2006-2010                                                                        year 2006 - 2010



                                                                                               2.411.934
                                                                                 2.211.733
                           2.500.000
                                                                    1.792.197
                           2.000.000                  1.011.183
                                         922.278
                           1.500.000

                           1.000.000

                             500.000
                                   0
                                              2006        2007            2008            2009           2010


     2.2. Pembayaran santunan                                                      2.2 Compensation Payment
          Dari data penyelesaian santunan selama kurun waktu                           From the settlement of compensation data for the last
          lima tahun terakhir (2006-2010) tercatat rata-rata                           five years (2006-2010) recorded an average growth for
          pertumbuhan untuk korban kecelakaan lalulintas                               the victims of traffic accidents by 6.79% and the average
          sebesar 6,79% dan rata-rata pertumbuhan untuk                                growth for the payment of compensation amounting to
          pembayaran santunan sebesar 34,39%.                                          34.39%.

          Jumlah Korban dan Santunan tahun 2006-2010                                        Total Victim and Compensation year 2006-2010


           Uraian                   2006        2007               2008         2009             2010            Rata-Rata               Description
                                                                                                             Pertumbuhan
                                                                                                           Average Growth
           Korban (Orang)         90.276      90.492          99.176         110.391         117.016                                Growth of Victim
           Pertumbuhan (%)                     0,24%           9,60%          11,31%           6,00%                 6,79%             (people) (%)
           Santunan (Rp. juta)   500.581     530.441 1.031.164 1.363.355                    1.430.995                                    Compensation
           Pertumbuhan (%)                     5.97%     94.40    32,22%                        4,96%              34,39%                  Growth (%)




          Pertumbuhan Jumlah Korban dan Santunan                                                 Growth of Total Victim and Compensation
          tahun 2006-2010                                                                        year 2006-2010

                                 1.4.00000

                                                                                1.363.355    1.430.995
                                 1.200.000
                                                                    1.031.164

                                 1.000.000


                                  800.000

                                                         530.441
                                             500.581
                                  600.000


                                  400.000                                                                       Santunan/ Compensation

                                  200.000                                                                       Korban/ Victim

                                             90.276       90.492      99.176     110.391      117.016
                                        0
                                              2006        2007        2008         2009        2010




76   LAPORAN TAHUNAN 2010
a. Santunan meninggal dunia                                                            a. Compensation for Death
   Rata-rata pertumbuhan korban meninggal                                                 Average growth victims died within the last 5 years
   dunia dalam 5 tahun terakhir sebesar 2,97%.                                            at 2.97%. Growth of the victims died in 2010 of
   Pertumbuhan korban meninggal dunia tahun 2010
   sebesar 2,82% masih di bawah pertumbuhan rata-                                         2.82% is still below average growth.
   rata.

    Rata-rata pertumbuhan pembayaran santunan                                             Growth in average compensation payments to
    bagi korban meninggal dunia sebesar 38,99%.                                           victims died of 38.99%. Growth in the payment
    Pertumbuhan pembayaran santunan bagi korban
    meninggal dunia tahun 2010 sebesar 1,82%                                              of compensation to the victims died in 2010 of
    masih di bawah pertumbuhan rata-rata. Hal ini                                         1.82% is still below average growth. This shows
    menunjukkan implementasi program pencegahan                                           the implementation of a traffic accident prevention
    kecelakaan lalu lintas yang dilaksanakan telah                                        programs are implemented have begun to get
    mulai mendapatkan hasilnya.                                                           results.

   Penyelesaian santunan meninggal dunia tahun                                            Compensation Settlement for Death Victim
   2006-2010                                                                              year 2006-2010

 Uraian                   2006              2007             2008          2009           2010             Rata-Rata                Description
                                                                                                       Pertumbuhan
                                                                                                     Average Growth
 Korban (Orang)          30.034        31.761               33.844        32.746         33.671                                   Victim (people)
 Pertumbuhan (%)                         5,75                 6,56         (3,24)          2,82                 2,97                  Growth (%)
 Santunan (Rp. juta)   301.020       321.690           701.670           906.069        922.571                            Compensation (in mill)
 Pertumbuhan (%)                        6,87            118,12             29,13           1,82                38,99               Growth (%)


   Penyelesaian santunan meninggal dunia                                                  Compensation Settlement for Death Victim
   tahun 2006-2010                                                                        year 2006-2010



                       1000                                                                922.571
                                                                             906.069


                        800
                                                               701.670


                        600



                        400
                                                                                                          Santunan/ Compensation
                              301.020          321.690
                                                                                                          Korban/ Victim
                        200



                          0        30.034          31.761        33.844        32.746       33.671
                                  2006             2007          2008          2009          2010




b. Santunan luka-luka                                                                  b. Compensation for the injuries
   Rata-rata pertumbuhan korban luka-luka dalam                                           Average growth of injuries victim in the last 5 year
   5 tahun terakhir sebesar 8,63%. Pertumbuhan                                            at 8.63%. Growth of the injured in the year 2010
   korban luka-luka tahun 2010 sebesar 7,02% masih
   di bawah pertumbuhan rata-rata.                                                        amounted to 7.02% is still below average growth.

    Rata-rata pertumbuhan pembayaran santunan bagi                                        The growth average of compensation payments to
    korban luka-luka sebesar 27,61%. Pertumbuhan                                          victims injured by 27.61%. Growth in compensation
    pembayaran santunan bagi korban luka-luka tahun                                       payments to injured victims in the year 2010
    2010 sebesar 10,56% masih di bawah pertumbuhan
    rata-rata. Hal ini menunjukkan implementasi                                           amounted to 10.56% is still below average growth.
    program pencegahan kecelakaan lalu lintas yang                                        This shows the implementation of a traffic accident
    dilaksanakan telah mulai mendapatkan hasilnya.                                        prevention programs are implemented have begun
                                                                                          to get results.


                                                                                                               LAPORAN TAHUNAN 2010                 77
             Penyelesaian santunan luka-luka                                                               Compensation Settlement for the injured victim
             tahun 2006-2010                                                                               year 2006-2010


          Uraian                    2006              2007             2008              2009              2010            Rata-Rata               Description
                                                                                                                       Pertumbuhan
                                                                                                                     Average Growth
          Korban (Orang)         59.375          57.896           64.451            76.774            82.162                                     Victim (people)
          Pertumbuhan (%)                         (2,94)           11,32             19,12              7,02                    8,63                 Growth (%)
          Santunan (Rp. juta)   192.193        201.744           317.750           436.620          482.716                               Compensation (in mill)
          Pertumbuhan (%)                         4,97            57,50 0            37,41            10,56                    27,61              Growth (%)


             Penyelesaian santunan luka-luka                                                       Compensation Settlement for the injured victim
             tahun 2006-2010                                                                       year 2006- 2010

                                600                                                                            482.716

                                                                                                 436.620
                                500

                                                                               317.750
                                400


                                300                          201.744
                                            192.193
                                                                                                                               Santunan/ Compensation
                                200
                                                                                                                               Korban/ Victim
                                100

                                              59.275           57.896            64.451           76.774          82.162
                                0
                                              2006             2007              2008              2009           2010


         c. Santunan cacat tetap                                                                   c. Compensation for Permanent Disability
            Rata-rata pertumbuhan korban yang mengalami                                               Average growth of the victim who suffers permanent
            cacat tetap dalam 5 tahun terakhir sebesar                                                disability within the last 5 years at 16.88%. Growth
            16,88%. Pertumbuhan korban cacat tetap tahun                                              of the victim permanently disabled in 2010 at
            2010 sebesar 68,52% di atas pertumbuhan                                                   68.52% above the average growth. This shows that
            rata-rata. Hal ini menunjukkan bahwa telah ada                                            have handled the accident rate, so as not to cause
            kecepatan penanganan kecelakaan, sehingga tidak                                           the death of the victim.
            menimbulkan kematian kepada korban.

             Rata-rata pertumbuhan pembayaran santunan                                                     Growth in average compensation payments for
             bagi korban yang mengalami cacat tetap sebesar                                                victims who suffer permanent disability of 41.69%.
             41,69%. Pertumbuhan pembayaran santunan bagi                                                  Growth in compensation payments to injured victims
             korban luka-luka tahun 2010 sebesar 27,36% masih                                              in the year 2010 amounted to 27.36% is still below
             di bawah pertumbuhan rata-rata.                                                               average growth.


             Penyelesaian santunan cacat tetap                                                             Compensation Settlement for Permanent Disability
             tahun 2006 – 2010                                                                             year 2006 - 2010

          Uraian                    2006              2007             2008              2009              2010            Rata-Rata               Description
                                                                                                                       Pertumbuhan
                                                                                                                     Average Growth
          Korban (Orang)              333           286                 290               324           546                                      Victim (people)
          Pertumbuhan (%)                        (14,11)                1,40             11,72         68,52                   16,88                 Growth (%)
          Santunan (Rp. juta)       6.834         6.458           10.739            19.180            24.428                              Compensation (in mill)
          Pertumbuhan (%)                         (5,50)           66,29             78,60             27,36                   41,69              Growth (%)




78   LAPORAN TAHUNAN 2010
      Penyelesaian santunan cacat tetap                                                             Compensation Settlement of Permanent Disability
      tahun 2006-2010                                                                               year 2006 - 2010
                                  25.000


                                  20.000


                                  15.000


                                  10.000
                                                                                                            Santunan/ Compensation

                                   5.000                                                                    Korban/ Victim

                                      0
                                                  2006     2007     2008    2009      2010

  d. Santunan penguburan.                                                                    d Compensation for Funeral
     Sementara itu, rata-rata pertumbuhan korban yang                                          Meanwhile, the average growth of the victim who
     di kubur dalam 5 tahun terakhir sebesar 4,87%.                                            was buried in the past 5 years by 4.87%. Growth of
     Pertumbuhan korban yang di kubur tahun 2010                                               the victim who was buried in 2010 was 16.45% above
     sebesar 16,45% di atas pertumbuhan rata-rata.                                             average growth. Growth in average compensation
     Rata-rata pertumbuhan pembayaran santunan                                                 payments for victims who were buried by 29.97%.
     bagi korban yang di kubur sebesar 29,97%.                                                 Growth in compensation payments for victims who
     Pertumbuhan pembayaran santunan bagi korban                                               are in graves in the year 2010 amounted to (13.86%)
     yang di kubur tahun 2010 sebesar (13,86%) masih                                           is still below average growth.
     di bawah pertumbuhan rata-rata.
      Penyelesaian santunan penguburan                                                              Compensation Settlement for Funeral
      tahun 2006 – 2010                                                                             year 2006- 2010


   Uraian                         2006             2007           2008        2009                  2010            Rata-Rata                 Description
                                                                                                                Pertumbuhan
                                                                                                              Average Growth
   Korban (Orang)                  534              549            591          547              637                                        Victim (people)
   Pertumbuhan (%)                                  2,81           7,65       (7,45)            16,45                         4,87              Growth (%)
   Santunan (Rp. juta)             534              549           1.005       1.486              1.280                               Compensation (in mill)
   Pertumbuhan (%)                                  2,81          83,06       47,86            (13,86)                       29,97           Growth (%)


      Penyelesaian santunan penguburan                                                       Compensation Settlement for Funeral
      tahun 2006-2010                                                                        year 2006- 2010

                          2.500
                                                                              1.486
                                                                                             1.280
                          2.000
                                                                  1.005
                          1.500
                                           534           549
                                                                                                                  Santunan/ Compensation
                          1.000

                            500                                                                                   Korban/ Victim
                                           534           549       591        547             637
                              0
                                                         2007      2008       2009           2010
                                           2006


      Perbandingan Kecepatan Penyelesaian Santunan                                           Speed Comparison Compensation Settlement


Penyelesaian Sejak/ Settlement since:                                                                               Penyelesaian Sejak/ Settlement since:
Kecelakaan Selama 7 Hari/ Accidents During 7 Days                    2009                                   Kecelakaan Selama 7 Hari/ Accidents During 7 Days
Pengajuan Selama 7 Jam/ Submission During 7 Hours                                     2010                 Pengajuan Selama 1 Jam Submission During 1 Hours




                                                                                                                             LAPORAN TAHUNAN 2010               79
     KEPUASAN PELANGGAN                                                  CUSTOMER SATISFACTION
     Dengan nilai 88% yang diperoleh dari hasil survey kepuasan          With 88% obtained from a survey of customer satisfaction in the
     pelanggan tahun 2010 di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta,         year 2010, in Central Java and Yogyakarta, is a complete picture
     merupakan gambaran menyeluruh kepuasan masyarakat                   of customer’s satisfaction with the services provided by PT Jasa
     terhadap pelayanan yang diberikan oleh PT Jasa Raharja              Raharja (Persero). However, there are some critical points of
     (Persero). Walaupun demikian terdapat beberapa titik kritis         service PT Jasa Raharja (Persero) that still must be followed, there
     dari pelayanan PT Jasa Raharja (Persero) yang masih perlu           are:
     ditindaklanjuti, yaitu:
     1. Awareness masyarakat terhadap PT Jasa Raharja (Persero)          1. Public awareness of PT Jasa Raharja (Persero) is limited to just
          hanya sebatas keberadaannya saja. Masyarakat belum                their existence. Communities do not yet have a comprehensive
          memiliki persepsi yang komprehensif dan utuh mengenai             and complete perception of the role and responsibilities of PT
          peran dan tanggung jawab PT Jasa Raharja (Persero). Pada          Jasa Raharja (Persero). In general, public perception arises
          umumnya, persepsi masyarakat timbul ketika masyarakat             when people have an accident. The impact is people who
          mengalami kecelakaan. Dampaknya adalah masyarakat yang            have never interacted tend to have negative perceptions of
          belum pernah berinteraksi cenderung berpersepsi negatif           the service of PT Jasa Raharja (Persero), while that has never
          terhadap pelayanan PT Jasa Raharja (Persero), sementara           interacted tend to have a positive perception.
          yang sudah pernah berinteraksi justeru cenderung
          berpersepsi positif.
     2. Pemahaman masyarakat terhadap bentuk pelayanan umum              2. Community understanding of public service form of PT Jasa
          PT Jasa Raharja (Persero) dinilai cenderung kaku, karena          Raharja (Persero) is considered rigid, because the service of
          pelayanan PT Jasa Raharja (Persero) didasarkan kepada             PT Jasa Raharja (Persero) is based on standard regulation,
          undang-undang yang baku, sementara harapan masyarakat             while the expectations of society based on the perception
          didasarkan atas persepsi yang kondisinya sangat dinamis.          that conditions are very dynamic. Often the differences in
          Seringkali perbedaan persepsi terjadi karena persepsi             perception occur because people’s perception is different from
          masyarakat berbeda dengan ketentuan yang telah di atur            the conditions set by law.
          dalam undang-undang.
     3. Interaksi antara pemohon santunan dengan pihak ke tiga,          3. The interaction between the applicant’s compensation by a
          seperti rumah sakit, kelurahan atau kepolisian. Dalam             third party, such as hospitals, local government (district) or
          interaksi ini terdapat pembebanan biaya tambahan kepada           police. In this interaction there is the imposition of additional
          masyarakat, yang sebenarnya tidak dibebankan oleh PT Jasa         costs to the community, who are not charged by PT Jasa
          Raharja (Persero). Fenomena ini sebenarnya berada di luar         Raharja (Persero). This phenomenon is beyond the authority of
          wewenang PT Jasa Raharja (Persero), namun memberikan              PT Jasa Raharja (Persero), but provides a significant impact on
          dampak yang signifikan terhadap persepsi kepuasan                 perceptions of satisfaction with the services of PT Jasa Raharja
          terhadap pelayanan PT Jasa Raharja (Persero).                     (Persero).
     4. Potensi peningkatan kasus kecelakaan lalulintas dan
          transportasi di masa mendatang sangat besar. Tingkat           4. Possible increase of accidents for traffic and transport in the
          pertumbuhan kenderaan bermotor, terutama sepeda motor             future is enormous. The rate of growth of motor vehicles,
          yang sangat agresif, yang tidak disertai dengan meningkatnya      particularly motorcycles are very aggressive, that is not
          pengetahuan dan perilaku mengenai keselamatan di jalan            accompanied by a greater knowledge and attitudes about road
          raya cenderung mendorong terjadinya lebih banyak lagi             safety tends to encourage many more cases of accidents.
          kasus kecelakaan.
     5. Keterbatasan jumlah SDM di Kantor Perwakilan Samsat              5. Limited number of human resources in the Samsat Office
          membawa dampak rendahnya kepedulian terhadap                      have an impact of low concern for the ministry. Although the
          pelayanan. Walaupun frekuensi kasus kecelakaan tidak              frequency of accidents is too high, but the service in receiving
          terlalu tinggi, tetapi pelayanan dalam menerima dan               and handling procedures to inform the claims that can not be
          menginformasikan prosedur pengurusan klaim tidak dapat            postponed because it is urgent.
          ditunda waktunya karena sifatnya sangat urgent.
     6. Penggunaan fasilitas bersama di Kantor Perwakilan Samsat         6. The use of shared facilities in the Samsat Representative Office
          membawa dampak terhadap citra standar kebersihan untuk             have an impact on the image of hygiene standards for specific
          fasilitas tertentu.                                                objects.




80      LAPORAN TAHUNAN 2010
ANALISA KINERJA KEUANGAN                                        FINANCE PERFORMANCE ANALYSIS

1. Analisa Capaian Target dan Pertumbuhan Neraca.               1. Analysis of Target and Balance Sheet Growth
                                                                   Achievement

  a. Aset                                                       a. Assets
     Jumlah aset perusahaan tahun 2010 sebesar Rp 5.505,47         The total assets of the company in 2010 is Rp 5.505,47
     miliar dan jika dibandingkan dengan aset tahun 2009           billion and compared with assets in 2009 as much as
     sebesar Rp 4.290,23 miliar mengalami pertumbuhan              Rp 4.290,23 billion, increase 28.33%, which is the investment
     28,33%, dimana investasi mengalami kenaikan yang              got the the largest increase that is equal to 29,17%. While the
     terbesar yaitu sebesar 29,17%. Sementara capaian              achievements of the year 2010 is 114,36 per cent higher than
     realisasi tahun 2010 sebesar 114,36% diatas RKAP              the year 2010 RKAP amounted to Rp 4814,04 billion, with the
     tahun 2010 sebesar Rp 4.814,04 miliar dengan capaian          greatest achievements of the current assets of 161,55%.
     terbesar yaitu aset lancar sebesar 161,55%.

       (dalam Juta)                                                                                                     ( in Million)

          No.     Uraian/ Description             Tahun/ Year        Tahun/ Year 2010                %                    %
                                                     2009                     Realisasi           Capaian             Naik/turun
                                                                   RKAP      Realization        Achievement           Up/Down
          1.      Investasi / Investment           3,824,066     4,285,238       4,939,540             115.27                29.17
          2.      Aset Lancar / Current Assets       250,874       186,097         300,646             161.55                19.84
          3.      Aset Tetap / Fixed Assets          207,031       321,154         258,093              80.36                24.66
          4.      Aset Lain-lain / Other Assets        8,255        21,555           7,193              33.37              (12.86)
                  Jumlah / Total                  4,290,226      4,814,044       5,505,472             114.36               28.33


  b. Investasi                                                  b. Investment
     Jumlah investasi perusahaan tahun 2010 sebesar                The number of investment companies in 2010 amounted
     Rp 4.939,54 miliar dan jika dibandingkan dengan               to Rp 4.939,54 billion and compared with the year 2009
     tahun 2009 sebesar Rp 3.824,06 miliar mengalami               amounted to Rp 3.824,06 billion, growing 29.17%, where
     pertumbuhan 29,17%, dimana investasi jangka panjang           the long-term investments increased by 41.81%. While the
     mengalami kenaikan sebesar 41,81%. Sementara                  achievements realized in 2010 amounted to 115.27% above
     capaian realisasi tahun 2010 sebesar 115,27% diatas           budget in 2010 to Rp 4.285,23 billion, the biggest achievement
     RKAP tahun 2010 sebesar Rp 4.285,23 miliar dengan             of long-term investments amounting to 124.97%.
     capaian terbesar yaitu investasi jangka panjang sebesar
     124,97%.
       (dalam Juta)                                                                                                     ( in Million)

          No.     Uraian/ Description             Tahun/ Year        Tahun/ Year 2010                %                    %
                                                     2009                     Realisasi           Capaian             Naik/turun
                                                                   RKAP      Realization        Achievement           Up/Down
          1.      Investasi Jangka Pendek/           742,253       788,192         569,293              72.23              (23.30)
                  Short Term Investments
          2.      Investasi Jangka Panjang/        3,081,813     3,497,046       4,370,248             124.97                41.81
                  Short Term Investments
                  Jumlah / Total                  3,824,066      4,285,238       4,939,541             115.27               29.17




                                                                                                  LAPORAN TAHUNAN 2010                  81
     c. Aset Lancar                                                          c. Current Assets
        Jumlah aset lancar perusahaan tahun 2010 sebesar                        Number of current assets of the company in 2010 is Rp 300.64
        Rp 300,64 miliar, mengalami kenaikan dari tahun 2009                    billion, an increase from the year 2009 as much as Rp 250.87
        sebesar Rp 250,87 miliar atau 19,84%, dimana piutang                    billion or 19.84%, the largest reinsurance receivables increased
        reasuransi mengalami kenaikan terbesar yaitu sebesar                    by 116.82%. While the achievements realized in 2010
        116,82%. Sementara capaian realisasi tahun 2010                         amounted to 161.55% above RKAP the year 2010 amounted
        sebesar 161,55% diatas RKAP tahun 2010 sebesar                          to Rp 186.09 billion, with the greatest achievements of other
        Rp 186,09 miliar dengan capaian terbesar yaitu piutang                  receivables amounting to 322.73%
        lain-lain sebesar 322,73%.

          (dalam Juta)                                                                                                               ( in Million)

             No.     Uraian/ Description                         Tahun/ Year                Tahun/ Year 2010             %              %
                                                                    2009                             Realisasi        Capaian       Naik/turun
                                                                                      RKAP          Realization     Achievement     Up/Down
             1.    Kas dan Bank / Cash and Bank                      136,292          93,987           112,560            119.76        (17.41)
             2.    Piutang Premi / Premium Receivable                    94,347      120,515           109,302             90.70          15.85
             3.    Piutang Reasuransi / Reinsurance Premium              18,629       25,939            40,392            155.72        116.82
             4.    Piutang Lain-lain / Other Receivable                  75,542       35,047           113,107            322.73          49.73
             5.    Cadangan Penyisihan Piutang Premi /              (73,936)         (89,391)          (74,715)            83.58            1.05
                   Premium Receivable Reserve
                   Jumlah / Total                                   250,874          186,097          300,646             161.55         19.84



     d. Aset Tetap                                                           d. Fixed AssetS
        Jumlah aset tetap perusahaan tahun 2010 sebesar                         The number of fixed assets of the company in 2010 is Rp 258.09
        Rp 258,09 miliar, mengalami kenaikan dari tahun 2009                    billion, an increase from the year 2009 in the amount of
        sebesar Rp 207,03 miliar atau 24,66%. Dimana aset                       Rp 207.03 billion or 24.66%. Where the asset in the process of
        dalam proses mengalami kenaikan terbesar yaitu                          experiencing the largest increase in the amount of 10,698.88%,
        sebesar 10.698,88%, Sementara capaian realisasi tahun                   while the achievements realized in 2010 for 77.94% under
        2010 sebesar 77,94% dibawah RKAP tahun 2010                             RKAP year 2010 as much as Rp 331.15 billion.
        sebesar Rp 331,15 miliar.
          (dalam Juta)                                                                                                               ( in Million)

             No.     Uraian/ Description                    Tahun/ Year             Tahun/ Year 2010                   %                %
                                                               2009                          Realisasi              Capaian         Naik/turun
                                                                                  RKAP      Realization           Achievement       Up/Down
             1.    Tanah, Bangunan dan Aset Tetap Lain /       206,852            321,154          238,763               74.35            15.43
                   Land, Building and other fixed assets
             2.     Aset dalam Proses / Assets in process         179              10,000           19,330              193.30       10,698.88
                    Jumlah                                    207,031             331,154         258,093               77.94            24.66



     e. Aset Lain-Lain                                                        e. Other Assets
        Jumlah aset lain-lain tahun 2010 sebesar Rp 7,19 miliar                 The amount of other assets in 2010 is Rp 7.19 billion, down
        miliar, mengalami penurunan sebesar 12,85% dari                         12.85% from the year 2009 in the amount of Rp 8.25 billion.
        tahun 2009 sebesar Rp 8,25 miliar. Sementara capaian                    While the achievements realized in 2010 amounted to 62.25%
        realisasi tahun 2010 sebesar 62,25% diatas RKAP tahun                   above RKAP in 2010 as much as Rp 11.55 billion, with the
        2010 sebesar Rp 11,55 miliar dengan capaian terbesar                    greatest achievements of other assets as much as 83.31%.
        yaitu aset lain sebesar 83,31%.




82   LAPORAN TAHUNAN 2010
     (dalam Juta)                                                                                                                           ( in Million)

        No.      Uraian/ Description                        Tahun/ Year               Tahun/ Year 2010                      %                  %
                                                               2009                            Realisasi                 Capaian           Naik/turun
                                                                                    RKAP      Realization              Achievement         Up/Down
        1.     Aset Lain / Other asset                           6,928                6,070              5,057                83.31             (27.01)
        2.     Aset Pajak Tangguhan /                            1,326                5,485             2,135                38.92               61.01
               Deffered Tax assets
               Jumlah                                         207,031              331,154           258,093                 77.94              24.66


f. Kewajiban                                                                  f. Liability
   Jumlah kewajiban perusahaan tahun 2010 sebesar Rp                             Company’s total liabilities in 2010 amounted to Rp 1950,78
   1.950,78 miliar, mengalami kenaikan dari tahun 2009                           billion, an increase from the year 2009 amounting
   sebesar Rp 1.690,73 miliar atau 15,38%, sementara                             to Rp 1690,73 billion or 15.38%, while the achievements
   capaian realisasi tahun 2010 sebesar 131,41% atau Rp                          realized in 2010 amounted to 131,41%, or Rp 1,95 trillion in
   1,95 triliun diatas RKAP tahun 2010 sebesar Rp 1,48                           2010 amounting to over RKAP Rp 1,48 trillion.
   triliun.


     (dalam Juta)                                                                                                                           ( in Million)

        No.      Uraian/ Description                             Tahun/ Year                  Tahun/ Year 2010                %                %
                                                                    2009                               Realisasi           Capaian         Naik/turun
                                                                                            RKAP      Realization        Achievement       Up/Down
        1.     Kewajiban / Obligation                              1.690.738          1.484.480          1.950.784             131,41            15,38


g. Ekuitas                                                                   g. Equity
   Jumlah Ekuitas perusahaan tahun 2010 sebesar Rp 3.554,68                     Total of company equity in 2010 is Rp 3.554,68 billion, is
   miliar, mengalami kenaikan dari tahun 2009 sebesar                           increasing from 2009 as much as Rp 2.599,48 billion or 36,75%,
   Rp 2.599,48 miliar atau 36,75%, dimana jumlah cadangan                       where the amount of reserves had the largest increases in the
   mengalami kenaikan terbesar yaitu sebesar 74,35%.                            amount of 74.35%. While the achievements realized in 2010 is
   Sementara capaian realisasi tahun 2010 sebesar 115,74%                       115.74% above RKAP in 2010 as much as Rp 3.071,25 billion.
   diatas RKAP tahun 2010 sebesar Rp 3.071,25 miliar.

     (dalam Juta)                                                                                                                           ( in Million)

        No.      Uraian/ Description                             Tahun/ Year                  Tahun/ Year 2010                %                %
                                                                    2009                               Realisasi           Capaian         Naik/turun
                                                                                            RKAP      Realization        Achievement       Up/Down
        1.     Hak Minoritas : / Minority Interests
               - Modal Saham / Share Capital                             20,000             20,000           20,000            100.00                  -
               - Cadangan / Reserve                                      26,192                  -           32,411                   -          23.74
               - Kenaikan/Penurunan Nilai Saham /                             -                  -               490                  -                -
                 Increase (Decrease) Share Value
               - Laba Tahun Berjalan / Current Year Profit               10,199             38,192           13,504             35.36            32.41
                    Jumlah Hak Minoritas /                           56,391             58,192               66,405           114.11            17.76
                    Total Of Minority Interests
        2.    Hak Mayoritas / Majority Vote
              - Modal Disetor / Paid In Capital                                   800,000          800,000         800,000        100.00             -
              - Cadangan / Reserve                                                819,962        1,447,093       1,429,587         98.79         74.35
              - Surat Berharga / Commercial Paper                                   (541)            3,480         143,724      4,130.00   (26,666.36)
              - Laba Tahun Berjalan / Current Year Profit                         923,675          762,493       1,114,973        146.23         20.71
              Jumlah Hak Mayoritas /                                         2,543,096          3,013,066        3,488,284       115.77          37.17
              Total of Majority Vote
              JUMLAH MODAL / TOTAL CAPITAL                                   2,599,487          3,071,258        3,554,689       115.74          36.75




                                                                                                                        LAPORAN TAHUNAN 2010                83
     2. Analisa Capaian Target dan Pertumbuhan                      2. Analysis of Target and Revenue and Expense
        Pendapatan & Beban                                            Growth Achievements

       a. Pendapatan Underwriting                                  a. Underwriting Income
          Jumlah pendapatan underwriting perusahaan                   Total company Underwriting income (Revenue) in 2010 is
          tahun 2010 sebesar Rp 2.987,16 miliar, mengalami            Rp 2.987,16 billion, is increasing from 2009 as much as
          kenaikan dari tahun 2009 sebesar Rp 2.646,67 miliar         Rp 2.646,67 billion or 12,86%, where reinsurance premium
          atau 12,86%, dimana premi reasuransi mengalami              has the biggest increased as much as 13,43%. Meanwhile
          kenaikan terbesar yaitu sebesar 13,43%. Sementara           realization achievements year 2010 is 13,65%, above the
          capaian realisasi tahun 2010 sebesar 103,65% diatas         RKAP 2010 as much as Rp 2.882,07 billion.
          RKAP tahun 2010 sebesar Rp 2.882,07 miliar.
        (dalam Juta)                                                                                                     ( in Million)

           No.     Uraian/ Description                          Tahun/ Year         Tahun/ Year 2010          %             %
                                                                   2009           RKAP      Realisasi      Capaian      Naik/turun
                                                                                 Budget Realization      Achievement    Up/Down
           1.    Premi Bruto / Gross Premium                      3,004,784   3,133,053      3,282,479         104.77          9.24
           2.    Premi Reasuransi / Reinsurance Premium           (167,354)   (181,408)      (189,830)         104.64         13.43
           3.    Kenaikan Premi Yg Blm Merupakan Pendapatan /     (190,755)     (69,575)     (105,490)         151.62       (44.70)
                 Unearned Premium Increase
                 Jumlah / Total                                  2,646,675    2,882,070     2,987,159         103.65          12.86


       b. Hasil Investasi                                          b. Investment Results
          Jumlah pendapatan investasi perusahaan tahun 2010           Total of Company investment income in 2010 is Rp 417,02
          sebesar Rp 417,02 miliar, mengalami penurunan dari          billion, is decreasing from 2009 as much as Rp 436,44 billion
          tahun 2009 sebesar Rp 436,44 miliar atau 4,45%,             or 4,45%, where the income from mutual funds has the biggest
          namun capaian realisasi tahun 2010 sebesar                  increased as much as 7.334,86%. Meanwhile realization
          Rp. 123,68% dari RKAP 2010 sebesar Rp. 337,18               achievements year 2010 is 120,72% above the RKAP year
          miliar                                                      2010 as much as Rp 345,44 billion.
        (dalam Juta)                                                                                                     ( in Million)

           No.     Uraian/ Description                          Tahun/ Year         Tahun/ Year 2010          %             %
                                                                   2009                     Realisasi      Capaian      Naik/turun
                                                                                  RKAP     Realization   Achievement    Up/Down
           1.    Deposito / Deposit                                 61,940       16,478        44,166          268.03       (28.70)
           2.    Obligasi / Bond                                   112,922      199,561       220,619          110.55         95.37
           3.    Saham / Share                                      190,86        59,75         69,82          272,11       (43,56)
           4.    Reksadana / Mutual Fund                             1,070       69,668        79,553          114.19     7,334.86
           5.    Investasi Lainnya/ Other Invesment                 69,652            -         2,869               -       (95.88)
                 Jumlah                                            436,444      345,449       417,027         120.72         (4.45)


       c. Biaya Underwriting                                      c. Underwriting Costs
          Jumlah biaya underwriting tahun 2010 sebesar               Total of underwriting costs in 2010 is Rp 2.113,65 billion, is
          Rp 2.113,65 miliar, mengalami kenaikan dari tahun          increasing from 2009 as much as Rp 2.050, 95 billion or 3,06%,
          2009 sebesar Rp 2.050,95 miliar atau 3,06%,                where reinsurance claim cost has the biggest increased as
          dimana biaya Klaim Reasuransi mengalami kenaikan           much as 41,67%. Meanwhile realization achievements in 2010
          terbesar yaitu sebesar 41,67%. Sementara capaian           is the amount of 94,46% is under RKAP year 2010 as much as
          realisasi tahun 2010 sebesar 94,46% dibawah RKAP           Rp 2.237,73 billion
          tahun 2010 sebesar Rp 2.237,73 miliar.




84   LAPORAN TAHUNAN 2010
 (dalam Juta)                                                                                                                        ( in Million)

    No.     Uraian/ Description                                         Tahun/ Year           Tahun/ Year 2010           %              %
                                                                           2009                       Realisasi       Capaian       Naik/turun
                                                                                           RKAP      Realization    Achievement     Up/Down
    1.    Klaim Bruto / Gross Claim                                       1,590,617    1,776,473       1,695,998           95.47            6.63
    2.    Klaim Reasuransi / reinsurance Claim                              (49,651)     (78,995)        (70,341)          89.04           41.67
    3.    Kenaikan Estimasi Klaim Retensi Sendiri /                         134,155        82,159          51,763          63.00         (61.42)
          inncrease of estimated own retention claim
    4.    Biaya Adm. / Komisi Netto /                                        89,960      117,607        102,382            87.05          13.81
          Administration Fee / net commision
    5.    Biaya Underwriting Lain Netto / Other net underwriting cost      285,871       340,486        333,855            98.05          16.79
          Jumlah                                                         2,050,952     2,237,730      2,113,657            94.46            3.06


d. Laba Usaha                                                             d. Business Profit
   Jumlah laba usaha tahun 2010 sebesar Rp 754,34                            Total of Business Profit in 2010 is Rp 754,34 billion is increasing
   miliar, mengalami kenaikan dari tahun 2009                                from year 2009 as much as Rp 592,60 billion or 27,29%, where
   sebesar Rp 592,60 miliar atau 27,29%, dimana hasil                        the underwriting result has the biggest increase as much as
   underwriting mengalami kenaikan terbesar yaitu                            46,63%. Meanwhile realization achievements year 2010 in the
   sebesar 46,63% Sementara capaian realisasi tahun                          amount of 195,75% is above RKAP year 2010 as much as
   2010 sebesar 195,75% diatas RKAP tahun 2010                               Rp 385,35 billion.
   sebesar Rp 385,35 miliar.

 (dalam Juta)                                                                                                                        ( in Million)

    No.     Uraian/ Description                                         Tahun/ Year           Tahun/ Year 2010           %              %
                                                                           2009                       Realisasi       Capaian       Naik/turun
                                                                                           RKAP      Realization    Achievement     Up/Down
    1.    Hasil Underwriting / Underwriting Result                         595,724       644,340        873,503           135.57          46.63
    2.    Hasil Investasi / Investment Result                              436,444       337,186        417,027           123.68          (4.45)
    3.    Biaya Usaha / Business Cost                                      439,566       596,169        536,184            89.94          21.98
    4.    Laba Usaha / Business Profit                                     592,602       385,357        754,346           195.75          27.29



e. Laba Bersih                                                            e. Net Profit
   Jumlah laba bersih tahun 2010 setelah hak pemilik                         Total of net profit in 2010 after the minority interests is as much
   minoritas sebesar Rp 1.114,97 miliar, mengalami                           as Rp 1.114,97 billion, is increasing from 2009 as much as
   kenaikan dari tahun 2009 sebesar Rp 923,67 miliar                         Rp 923,67 billion or 20,71%, where the underwriting result
   atau 20,71%, dimana hasil underwriting mengalami                          has the biggest increased as much as 46,63%. Meanwhile
   kenaikan terbesar yaitu sebesar 46,63% Sementara                          realization achievements year 2010 as much as 146, 23% is
   capaian realisasi tahun 2010 sebesar 146,23% diatas                       above RKAP year 2010 in the amount of Rp 762,49 billion
   RKAP tahun 2010 sebesar Rp 762,49 miliar.

 (dalam Juta)                                                                                                                        ( in Million)

    No.     Uraian/ Description                                         Tahun/ Year           Tahun/ Year 2010           %              %
                                                                           2009                       Realisasi       Capaian       Naik/turun
                                                                                           RKAP      Realization    Achievement     Up/Down
    1.    Hasil Underwriting / Underwriting Result                          595,724      644,340        873,503           135.57          46.63
    2.    Hasil Investasi / Investment Result                               436,444      337,186        417,027           123.68         (4.45)
    3.    Biaya Usaha / Business Cost                                       439,566      596,169        536,184            89.94          21.98
    4.    Laba Usaha / Business Profit                                      592,602      385,357        754,346           195.75          27.29
    5.    Pendapatan (biaya) Lain / Other Income (Cost)                     560,085      546,819        635,596           116.24          13.48
    6.    Laba (Rugi) Sebelum Pajak / Profit (loss) before tax            1,152,687      932,176      1,389,942           149.11          20.58
    7.    Pajak Kini / Current Tax                                          218,146      160,492        261,437           162.90          19.84
    8.    Pajak Tangguhan / Deferred Tax                                        667          500             28             5.60        (95.80)
    9.    Laba Bagian Pemilik Minoritas / Minority Interests Profit          10,199        8,691         13,504           155.38          32.41
    10.   Laba Bersih (setelah hak pemilik Minoritas) /                     923,675      762,493      1,114,973           146.23          20.71
          Net Profit (after Minority Interests)




                                                                                                              LAPORAN TAHUNAN 2010                   85
     3. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Neraca Tahun                                          3. Growth of Financial Balance Sheet for the Year
        2006 – 2010                                                                            2006-2010 Performance
       a. Aset                                                                                    a. Asset
          Rata-rata pertumbuhan aset selama 5 (lima)                                                 The average of growth asset for the last 5 (five) years
          tahun terakhir sebesar 28,84%, dimana rata-rata                                            is 28,84%, where the biggest average growth is
          pertumbuhan yang tertinggi adalah investasi.                                               investment.

        (dalam Juta)                                                                                                                                ( in Million)

                                                                                                                                                Rata-rata
           No.     Uraian/ Description                                                             Tahun/ Year                                Pertumbuhan/
                                                                        2006            2007          2008            2009          2010     Average Growth
           1.    Investasi / Investment                             1,721,256       2,130,560     2,618,234      3,824,066       4,939,540
           2.    Aset Lancar / Current Asset                          158,466         211,629       214,187        250,874         300,646
           3.    Aset Tetap / Fixed Asset                             127,886         149,128       181,834        207,031         258,093     28.84%
           4.    Aset Lain-lain / Other Assets                          5,291           6,664         7,572          8,255           7,193
                 Jumlah / Total                                     2,012,899 2,497,981 3,021,827               4,290,226 5,505,472



                                  5.000.000
                                  4.000.000
                                  3.000.000
                                  2.000.000
                                  1.000.000
                                           0
                                                         2006                2007               2008              2009              2010

                                                        Investasi       Aset Lancar             Aset Tetap      Aset Lain-lain

       b. Investasi                                                                               b. Investment
          Rata-rata pertumbuhan investasi selama 5 (lima)                                            The average of investment growth in the last 5 (five)
          tahun terakhir sebesar 30,47%, dimana rata-rata                                            year is 30,47%, where the biggest growth average in
          pertumbuhan yang tertinggi adalah saham dan                                                shares and bonds
          obligasi.

        (dalam Juta)                                                                                                                                ( in Million)

                                                                                                                                                Rata-rata
           No.     Uraian/ Description                                                             Tahun/ Year                                Pertumbuhan/
                                                                        2006            2007          2008            2009          2010     Average Growth
           1.    Deposito / Deposit                                 1,032,201         648,856       481,780        742,253         569,293
           2.    Saham & Obligasi / Shares and Bonds                  673,584       1,365,527       943,391      2,006,704       3,132,957
           3.
           4.
                 Reksadana / Mutual Funds
                 Penyertaan Langsung/Lainnya /
                                                                            -
                                                                       15,472
                                                                                       99,277
                                                                                       16,900
                                                                                                  1,175,265
                                                                                                     17,798
                                                                                                                 1,058,493
                                                                                                                    16,616
                                                                                                                                 1,222,002
                                                                                                                                    15,289
                                                                                                                                              30.47%
                 Direct Investment / Other
                 Jumlah / Total                                     1,721,257 2,130,560 2,618,234               3,824,066 4,939,541




                          4.000.000
                          2.000.000

                                   0
                                                 2006                 2007                2008                 2009                2010
                                           Deposito             Saham & Obligasi          Reksadana           Penyertaan Langsung/Lainnya




86   LAPORAN TAHUNAN 2010
c. Aset Lancar                                                                         c. Current Assets
   Rata-rata pertumbuhan aset lancar selama 5 (lima)                                      The average of current asset growth in the past
   tahun terakhir sebesar 17,93%, dimana rata-rata                                        5 (five) years is 17,93%, where the biggest growth
   pertumbuhan yang tertinggi adalah cadangan                                             average in Premium Receivable Reserve
   penyisihan piutang premi.

  (dalam Juta)                                                                                                                             ( in Million)

                                                                                                                                    Rata-rata
     No.        Uraian/ Description                                                      Tahun/ Year                              Pertumbuhan/
                                                                 2006         2007          2008         2009            2010    Average Growth
     1.    Kas dan Bank / Cash and Bank                       81,693          92,116     132,832       136,292        112,560
     2.    Piutang Premi / Premium Receivable                 54,098          84,963       94,645        94,347       109,302
     3.    Piutang Reasuransi / Reinsurance Receivable        14,131          17,991       19,022        18,629         40,392
     4.    Piutang Lain-lain / Other Receivable               23,232          36,084       34,919        75,542       113,107        17.93%
     5.    Cad. Penyisihan Piutang Premi /                  (14,688)        (19,525)     (67,231)      (73,936)       (74,715)
           Premium Receivables Reserve
           Jumlah / Total                                  158,466          211,629      214,187       250,874        300,646




    150.000
                                                                                                                                  Kas dan Bank
    100.000                                                                                                                       Piutang Premi
     50.000                                                                                                                       Piutang Reasuransi
                                                                                                                                  Piutang Lain-lain
            -
                        2006                2007                   2008                 2009               2010


d. Aset Tetap                                                                          d. Fixed Asset
   Rata-rata pertumbuhan aset tetap selama 5 (lima)                                       The average of fixed asset growth in the last 5 (five)
   tahun terakhir sebesar 19,27%, dimana rata-rata                                        years is as much as 19,27%, where the biggest
   pertumbuhan yang tertinggi adalah aset dalam proses.                                   average growth is asset in process

  (dalam Juta)                                                                                                                             ( in Million)

                                                                                                                                    Rata-rata
     No.        Uraian/ Description                                                      Tahun/ Year                              Pertumbuhan/
                                                                 2006         2007          2008         2009            2010    Average Growthh
     1.    Aset Tetap / Fixed Asset                             127,886      149,128      181,834       207,031        258,093
           Jumlah                                           127,886         149,128      181,834       207,031         258,093     19.27%


                               250000


                               200000
                                                                                                        Aset Tetap/
                                                                                                        Fixed Asset
                               150000


                               100000


                               50000


                                    0
                                            2006         2007        2008       2009       2010




                                                                                                                      LAPORAN TAHUNAN 2010                 87
       e. Aset Lain-Lain                                                                e. Other Assets
          Rata-rata pertumbuhan aset lain-lain selama 5                                    The average of other asset growth in the last 5 (five)
          (lima) tahun terakhir sebesar 8,93%, dimana rata-                                years is as much as 8.93%, where the biggest growth
          rata pertumbuhan yang tertinggi adalah aset pajak                                average is deffered tax assets
          tangguhan.

         (dalam Juta)                                                                                                                             ( in Million)

                                                                                                                                         Rata-rata
            No.      Uraian/ Description                                                     Tahun/ Year                               Pertumbuhan/
                                                                      2006      2007            2008           2009        2010       Average Growth
            1.    Aset Lain / Other Asset                             4,634     5,165           6,286          6,928        5,057
            2.    Aset Pajak Tangguhan / Deffered Tax Assets           657      1,499           1,286          1,326        2,136         8.93%
                  Jumlah                                          5,291        6,664            7,572          8,254       7,193



         9.000
         8.000
                                                                                                                                    Aset Lain /
         7.000
                                                                                                                                    Other Asset
         6.000
         5.000
                                                                                                                                    Aset Pajak Tangguhan /
         4.000
                                                                                                                                    Deffered Tax Assets
                        2006                     2007          2008              2009                   2010



       f. Kewajiban                                                                     f.      Liability
          Rata-rata pertumbuhan kewajiban selama 5 (lima)                                      The average of liability growth in the last 5 (five) years
          tahun terakhir sebesar 28,97%, dimana rata-rata                                      is as much as 28,97%, where the biggest average is
          pertumbuhan yang tertinggi adalah utang klaim.                                       claim debt.

         (dalam Juta)                                                                                                                             ( in Million)

                                                                                                                                         Rata-rata
            No.      Uraian/ Description                                                     Tahun/ Year                               Pertumbuhan/
                                                                      2006      2007            2008           2009        2010       Average Growth
            1.    Utang Klaim / Claim Debt                            6,880    14,845           7,865          17,978      28,781
            2.    Estimasi Klaim Retensi sendiri /                78,035       86,330         161,666        295,548      347,312
                  Estimated Own Retention Claim
            3.    Premi yg blm mrpkn pendapatan /                523,593      586,005         940,815      1,131,570    1,237,060
                  Unearned Premium
            4.    Utang Reasuransi / Reinsurance Debt             26,620       43,776          40,290          40,287      34,255
            5.    Utang Pajak / Tax Debt                          33,926       43,753          92,768          45,948      94,089
            6.    Utang Lain-lain / Other Debt                    58,523       68,237         103,682        123,167      157,291
                                                                                                                                        28.97%
            7.    Kewajiban Imbalan Kerja /                           3,389     4,661           6,059           7,483      14,781
                  Employee Benefit obligation
            8.    Kewajiban Pajak Tangguhan /                          406          -             47             754        1,592
                  Deferred Tax obligation
            9.    Utang Premi Jangka Panjang /                            -         -               -          28,003      35,623
                  Long term permium debt
            Jumlah                                              731,372       847,607    1,353,192         1,690,738    1,950,784




88   LAPORAN TAHUNAN 2010
 1.500.000

                                                                                                                                       Utang Klaim
                                                                                                                                       Estimasi Klaim Retensi sendiri
 1.000.000
                                                                                                                                       Premi yg blm mrpkn pendapatan
                                                                                                                                       Utang Reasuransi
                                                                                                                                       Utang Pajak
  500.000                                                                                                                              Utang Lain-lain
                                                                                                                                       Kewajiban Imbalan Kerja
                                                                                                                                       Kewajiban Pajak Tangguhan
                                                                                                                                       Utang Premi Jangka Panjang
          0
                     2006               2007                   2008                    2009                 2010


g. Ekuitas                                                                                     g. EquitIies
   Rata-rata pertumbuhan ekuitas selama 5 (lima)                                                  The average of equity growth in the last 5 (five) years
   tahun terakhir sebesar 30,60%, dimana rata-rata                                                is as much as 30,60%, where the biggest average
   pertumbuhan yang tertinggi adalah laba tahun                                                   growth is current year profit for majority vote.
   berjalan pada hak mayoritas.


 (dalam Juta)                                                                                                                                               ( in Million)

                                                                                                                                                   Rata-rata
    No.           Uraian/ Description                                                           Tahun/ Year                                      Pertumbuhan/
                                                                      2006            2007         2008             2009             2010       Average Growth
    1.    Hak Minoritas : / Minority Interests
          - Modal Saham / Capital Share                               20,000         20,000        20,000           20,000          20,000
          - Cadangan / Reserve                                        24,230         31,928        40,275           26,192          32,411
          - Kenaikan/Penurunan Nilai Saham /                               -              -             -                -             490
              Increase (Decrease) Share Value
          - Laba Tahun Berjalan / Current Year Profit                 12,500         15,788        20,083           10,199          13,504
          Jumlah Hak Minoritas / Total of Minority Interests          56,730         67,716        80,358           56,391          66,405

    2.    Hak Mayoritas / Majority Vote
          - Modal Disetor / Paid In Capital                       500,000           500,000       800,000          800,000          800,000        30.6%
          - Cadangan / Reserve                                    314,422           559,173       613,343          819,962        1,429,587
          Kenaikan (Penurunan) Harga Pasar : /
          Increase (Decrease) Market Price:
          - Surat Berharga / Commercial Papers                          -              4,193    (143,660)          (541)            143,724
          - Laba Tahun Berjalan / Current Year Profit             410,374            519,290      318,594        923,675          1,114,973
          Jumlah Hak Mayoritas / Total of Majority Vote         1,224,796          1,582,656    1,588,277      2,543,096          3,488,284
          JUMLAH MODAL / TOTAL CAPITAL                         1,281,526 1,650,372 1,668,635                  2,599,487      3,554,689



   Ekuitas/ Equity

   4.000.000                                                                                                          3,554,689

   3.000.000                                                                                   2,599,487

   2.000.000                                1,650,372                  1,668,635
                         1,281,526
   1.000.000

              0

                            2006                 2007                    2008                   2009                  2010




                                                                                                                              LAPORAN TAHUNAN 2010                          89
     4. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Pendapatan &                                 4. Growth of Financial Revenue and Expense
        Beban Tahun 2006 – 2010                                                      Performance for the Year 2006-2010

       a. Pendapatan Underwriting                                                        a. Underwriting Revenue
          Rata-rata pertumbuhan pendapatan underwriting                                     The average of underwriting revenue in the last 5
          selama 5 (lima) tahun terakhir sebesar 24,58%,                                    (five) years is as much as 24,58%, where the biggest
          dimana rata-rata pertumbuhan yang tertinggi adalah                                average growth is unearned Premium.
          premi yang belum merupakan pendapatan.
         (dalam Juta)                                                                                                                               ( in Million)

                                                                                                                                             Rata-rata
          No.        Uraian/ Description                                                  Tahun/ Year                                      Pertumbuhan/
                                                                     2006      2007          2008                2009        2010         Average Growth
           1. Premi Bruto / Gross Premium                      1,430,872    1,623,040     2,542,124           3,004,784   3,282,479
           2. Premi Reasuransi / Reinsurance Premium           (121,882)    (161,057)     (192,562)           (167,354)   (189,830)
           3. Kenaikan Premi Yang Belum Merupakan Pendapatan /
                Increase of Unearned Premium
                                                                 (39,357)     (62,412)    (354,810)           (190,755)   (105,490)        24.58%
           Jumlah / Total                                      1,269,633    1,399,571     1,994,752       2,646,675       2,987,159

                         3.500.000

                         3.000.000

                         2.500.000

                         2.000.000                                                                                                         Premi Bruto
                         1.500.000                                                                                                         Premi Reasuransi

                         1.000.000                                                                                                         Kenaikan Premi Yang
                                                                                                                                           Belum Merupakan Pendapatan
                            500.000

                                   0
                                             2006             2007             2008                    2009                2010

       b. Hasil Investasi                                                                b. Investment Result
          Rata-rata pertumbuhan hasil investasi selama 5                                    The average of investment result growth in the last 5
          (lima) tahun terakhir (tidak termasuk penilaian harga                             (five) years is as much as 461,91%, where the biggest
          saham dan selisih kurs) sebesar 27.50%, dimana                                    average growth is profit / loss of share calculation
          rata-rata pertumbuhan yang tertinggi adalah laba/
          rugi penilaian harga saham.

         (dalam Juta)                                                                                                                               ( in Million)

                                                                                                                                             Rata-rata
          No.        Uraian/ Description                                                  Tahun/ Year                                      Pertumbuhan/
                                                                     2006      2007          2008                2009        2010         Average Growth
           1.   Deposito / Deposit                                88.130       64.395         33.276            61.940       44.166
           2.   Obligasi / Bond                                   61.594       95.852         99.591           112.922      220.619
           3.
           4.
                Saham / Share
                Reksadana / Mutual Fund
                                                                  14.765
                                                                       -
                                                                               17.193
                                                                               33.678
                                                                                           (147.464)
                                                                                               1.480
                                                                                                               190.860
                                                                                                                 1.070
                                                                                                                             69.820
                                                                                                                             79.553
                                                                                                                                           27.50%
           5.   Investasi Lainnya / Other Invesment                   23          480         34.693            69.652        2.869
                Jumlah / Total                                  164.512      194.405        21.576            436.444      417.027


                            500                                                                                                       Deposito

                            400                                                                                                       Obligasi

                            300                                                                                                       Saham

                            200                                                                                                       Reksadana
                            100
                                                                                                                                      Investasi Lainnya

                               0



90   LAPORAN TAHUNAN 2010
 c. Biaya Underwriting                                                              c. Underwriting Cost
    Rata-rata pertumbuhan biaya underwriting selama 5                                  The average of underwriting cost in the last 5 (five)
    (lima) tahun terakhir sebesar 29,08%, dimana rata-                                 years is as much as 29.08%, where the biggest
    rata pertumbuhan yang tertinggi adalah estimasi                                    average growth is estimated own retention claim.
    klaim retensi sendiri.

   (Dalam Juta Rupiah)                                                                                                                            ( in Million)

                                                                                                                                         Rata-rata
     No.        Uraian/ Description                                                   Tahun/ Year                                      Pertumbuhan/
                                                                2006       2007          2008              2009            2010       Average Growth
      1. Klaim Bruto / Gross Claim                            621,916    633,353     1,169,959         1,590,617     1,695,998
      2. Klaim Reasuransi / reinsurance Claim                 (40,948)   (29,048)      (34,514)          (49,651)      (70,341)
      3. Kenaikan Estimasi Klaim Retensi Sendiri /              27,462      8,295        75,336          134,155         51,763
           Estimated Own Retention Claim Increase
      4. Biaya Adm. / Komisi Netto /                           66,761     74,742         88,912           89,960       102,382
                                                                                                                                         29.08%
           Adm Cost / Net Commision
      5. Biaya Underwriting Lain Netto / 170,624              190,629    270,506       285,871          333,855
           Net Other underwriting cost
           Jumlah / Total                                     845,815    877,971    1,570,199       2,050,952       2,113,657




 2.000.000
                                                                                                                             Klaim Bruto
                                                                                                                             Klaim Reasuransi
 1.000.000                                                                                                                   Kenaikan Estimasi Klaim Retensi Sendiri
                                                                                                                             Biaya Adm. / Komisi Netto
           0                                                                                                                 Biaya Underwriting Lain Netto


(1.000.000)




 d. Laba Usaha                                                                      d. Business Profit
    Rata-rata pertumbuhan laba usaha selama 5 (lima)                                   The average of business profit growth in the last 5
    tahun terakhir sebesar 154,65%, dimana rata-rata                                   (five) years is as much as 154.65%, where the biggest
    pertumbuhan yang tertinggi adalah hasil investasi.                                 growth average is investment result.

   (Dalam Juta Rupiah)                                                                                                                            ( in Million)

                                                                                                                                         Rata-rata
     No.        Uraian/ Description                                                   Tahun/ Year                                      Pertumbuhan/
                                                                2006       2007          2008              2009            2010       Average Growth
      1.   Hasil Underwriting / Underwriting Result           423,817           521,599      424,553    595,724       873,503
      2.   Hasil Investasi / Investment Result                164,512           194,405      21,576     436,444       417,027
      3.   Biaya Usaha / Business Cost                        312,022           331,654      365,075    439,566       536,184         154.65%
      4.   Laba Usaha / Business Profit                       276,307           384,350      81,054     592,602       754,346


               1.000.000

                800.000

                600.000

                400.000

                200.000

                      0


                                         Hasil Underwriting                Hasil Investasi                   Biaya Usaha




                                                                                                                     LAPORAN TAHUNAN 2010                              91
       e. Laba Bersih                                                                           e. Net Profit
          Rata-rata pertumbuhan laba bersih selama 5 (lima)                                        The average of net profit growth in the last 5 (five)
          tahun terakhir sebesar 49,63%, dimana rata-rata                                          years is as much as 49,63%, where the biggest
          pertumbuhan yang tertinggi adalah hasil investasi.                                       growth average is investment result.

         (dalam Juta)                                                                                                                                         ( in Million)

                                                                                                                                                      Rata-rata
          No.         Uraian/ Description                                                        Tahun/ Year                                        Pertumbuhan
                                                                          2006           2007       2008           2009            2010            Average Growth
            1.  Hasil Underwriting / Underwriting Result               423,817      521,599        424,553        595,724       873,503
            2.  Hasil Investasi / Investment Result                    164,512      194,405         21,576        436,444       417,027
            3.  Biaya Usaha / Business Cost                            312,022      331,654        365,075        439,566       536,184
            4.  Laba Usaha / Business Profit                           276,307      384,350         81,054        592,602       754,346
            5.  Pendapatan (biaya) Lain / Other Income (cost)          271,929      316,857        459,362        560,085       635,596
            6.  Laba (Rugi) Sebelum Pajak / Profit (Loss) before Tax   548,236      701,207        540,416      1,152,687     1,389,942                 49.63%
            7.  Pajak Penghasilan Kini / Current Income Tax            126,708      167,378        201,479        218,146       261,437
            8.  Pajak (Penghasilan) Tangguhan / Deffered Income Tax     (1,345)      (1,249)           260            667            28
            9.  Laba Bagian Pemilik Minoritas /                         12,500       15,788         20,083         10,199        13,504
                Profit for Minority Interests
            10. Laba Bersih / Net Profit                               410,373      519,290        318,594        923,675     1,114,973


                 1.400.000
                                                                                                                        Hasil Underwriting
                 1.200.000                                                                                              Hasil Investasi
                 1.000.000                                                                                              Biaya Usaha
                   800.000                                                                                              Laba Usaha

                  600.000                                                                                               Pendapatan (biaya) Lain
                                                                                                                        Laba (Rugi) Sebelum Pajak
                  400.000
                                                                                                                        Pajak Penghasilan Kini
                                                                                                                        Pajak (Penghasilan) Tangguhan
                         0       2006               2007               2008              2009           2010            Laba Bagian Pemilik Minoritas


       f. Kewajiban kepada Negara                                                               f. State Obligation
          Rata-rata pertumbuhan kewajiban kepada Negara                                            The average of state obligation growth in the last 5
          selama 5 (lima) tahun terakhir sebesar 45,86%,                                           (five) years is as much as 45.86%, where the biggest
          dimana rata-rata pertumbuhan yang tertinggi adalah                                       growth average is Corporate Tax.
          PPh Badan.

           1. Realisasi Pembayaran Pajak                                                            1. Realization of Tax Payments
          (dalam Juta)                                                                                                                                        ( in Million)
                                                                                        Tahun / Year                                         Rata-rata Pertumbuhan
            No      Uraian / Description                    2006                2007           2008            2009            2010             Average Growth
            1.      PPh Badan/ Corporate Tax           119.059                157.712       152.810          263.339        219.690
            2.
            3.
                    PPh Pasal 21/ Income Tax Article 21 34.247
                    Pajak Lain/ other taxes              2.865
                                                                               39.251
                                                                                3.175
                                                                                             47.995
                                                                                              6.741
                                                                                                              49.038
                                                                                                               3.334
                                                                                                                             52.704
                                                                                                                              3.186
                                                                                                                                                    45.86%
                    Jumlah/ Total                       156.171               200.138       207.546      315.711            275.580


                             300

                             250

                             200
                             150                                                                                                                 PPh Badan

                             100                                                                                                                 PPh Pasal 21
                               50
                                                                                                                                                 Pajak Lain
                                0


92   LAPORAN TAHUNAN 2010
   2. Realisasi Pembayaran Dividen                                                2. Realization of Dividend Payments
   (dalam Juta)                                                                                                                      ( in Million)
                                                                                    Tahun / Year
    No      Uraian                                2006                  2007               2008                       2009          2010
    1.      Dividen/ Dividend                   117.802               137.068              128.858                72.118          277.102
    2.      Laba tahun sebelumnya               294.504               391.623              495.608               288.470          923.675
            Profit previous year
    3.      Ratio Dividen/ Dividend ratio         40,00                 35,00                26,00                 25,00            30,00


g. Belanja Modal                                                             g. Capital Expenditure
   Rata-rata pertumbuhan belanja modal selama 5                                 The average of capital expenditur growth in the last 5
   (lima) tahun terakhir sebesar 89,89%, dimana rata-                           (five) years is as much as 89,98% , where the biggest
   rata pertumbuhan yang tertinggi adalah Inventaris                            growth average is office inventory.
   Kantor.
 (dalam Juta)                                                                                                                       ( in Million)

                                                                                                                                Rata-rata
   No.       Uraian/ Description                                                 Tahun/ Year                                  Pertumbuhan/
                                                          2006        2007          2008         2009           2010         Average Growth
    1.   Tanah & Bangunan / Land & building          43,657         18,192        16,524        15,374         15,329
    2.   Kendaraan Bermotor / Motor Vehicle          11,612          8,924        12,778        14,309          5,875
    3.   Mesin Kantor / Office Machine               20,415         16,002        14,933         6,212          4,017         89.89%
    4.   Inventaris Kantor / Office Inventory         8,810          8,760         8,896         4,479          1,924
    5.   Inventaris Rumah / House Inventory           1,341          1,320         1,876           489          1,385
         Jumlah / Total                              85,835         53,198        55,007        40,863         28,530


   Realisasi belanja modal tahun 2010 dibandingkan                                 Realization capital expenditure in 2010 compared
   dengan anggarannya dapat terlihat sebagai berikut :                             with the budget is as follow:

 (dalam Juta)                                                                                                                       ( in Million)
   No      Uraian/ Descriptions                      Anggaran/ Budget               Realisasi/ Realization (%)Realisasi / Realization
                                                      Tahun/ Year 2010                  Tahun/ Year 2010         Anggaran/ Budget
   1       Tanah & Bangunan / Land & building                       85,073                            43,657                           51.32
   2       Kendaraan Bermotor / Motor Vehicle                       13,701                            11,612                           84.75
   3       Mesin Kantor / Office Machine                            22,423                            20,415                           91.04
   4       Inventaris Kantor & Rumah Dinas /                        10,458                            10,152                           97.07
           Office Inventory & House Inventory
           Jumlah                                                  131,655                           85,836                            65.20

h. Pendapatan dan biaya lain                                                 h. Other Income and expenses
   Pendapatan dan (biaya) lain tahun 2010 sebesar                               The other Income and (expenses) in 2010 is as much
   Rp 635,95 miliar, mengalami kenaikan 13,54% dari                             as Rp 635.95 billion, an increase of 13.54% from the
   tahun 2009 sebesar Rp 560,08 miliar                                          year 2009 in the amount of Rp 560.08 billion

   Perbandingan antara pendapatan dan (biaya)                                      Comparison between other income and expenses
   lain tahun 2010 dengan tahun 2009 mengalami                                     year 2010 and year 2009 is growing as much as
   pertumbuhan 13,48%.                                                             13.48%

    No       Uraian/ Description                                         2010                                  2009                          %
    1.       PT Jasa Raharja (Persero)                      632,002,446,880                     555,359,659,210                       113.80
    2.       PT Jasaraharja Putera                               3,593,445,835                       4,725,144,252                      76.05
             Jumlah                                        635,595,892,715                     560,084,803,462                        113.48




                                                                                                           LAPORAN TAHUNAN 2010                      93
               Perbandingan komposisi laba usaha dengan                               The comparison of business profit with other income
               pendapatan dan (biaya) lain-lain tahun 2010 dengan                     and expenses between 2010 and 2009 is as follow:
               tahun 2009 adalah sebagai berikut :

                                                                                                                          Komposisi (%)
                 No    Uraian/ Description                                            2010                   2009           Composition
                                                                                                                          2010     2009
                 1.    Laba Usaha / Business Profit                         754,346,131,588       592,601,527,695         54.27      51.41
                 2.    Pendapatan (Biaya) Lain / Other Income (Expenses)    635,595,892,715       560,084,803,462         45.73      48.59
                 3.    Laba Sebelum Pajak / Profit before tax              1,389,942,024,303     1,152,686,331,157       100.00     100.00


     5. Kejadian yang luar biasa selama tahun 2010                         5. Extraordinary Event During Year 2010

        Selama tahun 2010 perusahaan tidak mengalami kejadian                During 2010 the company did not experience the unusual and
        yang luar biasa dan jarang terjadi yang mempengaruhi                 rare that affect the company’s financial statements.
        laporan keuangan perusahaan.

     6. Kebijakan Dividen                                                  6. Dividend Policy

        a. Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham                      a. Based on the Minutes of the General Meeting of
           (RUPS) tentang persetujuan laporan tahunan dan                        Shareholders (GMS) on approval of the annual report and
           pengesahan perhitungan tahunan tahun buku 2009                        ratification of annual calculation in fiscal year 2009 of PT
           PT Jasa Raharja (Persero) tanggal 22 Juni 2010 telah                  Jasa Raharja (Persero) dated June 22, 2010, it has been
           ditetapkan pembagian laba sebesar Rp 923,67 miliar,                   set a profit share as much as Rp 923.67 billion, which
           dimana salah satu komponen pembagian laba ditetapkan                  is one of the components specified in the profits for
           untuk dividen sebesar Rp 277,10 miliar atau 30% dari                  dividends in the amount of Rp 277.10 billion or 30% of the
           laba yang dibagi.                                                     profits are divided.

        b. Dividen dari pembagian laba PT Jasa Raharja (Persero)              b. Dividend from PT Jasa Raharja profit share in the amount
           sebesar Rp 277,10 miliar telah disetor ke rekening                    of Rp 277.10 bilion has been transfered to the account of
           Bendahara umum Negara melalui Bank BRI pada tanggal                   State General Treasurer, through BRI on July 27, 2010.
           27 Juli 2010.

        c. Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham                      c. Based on the Minutes of the General Meeting of
           (RUPS) tentang persetujuan laporan tahunan dan                        Shareholders (GMS) on approval of the annual report
           pengesahan perhitungan tahunan tahun buku 2010                        and ratification of annual calculation in fiscal year 2010
           PT Jasa Raharja (Persero) tanggal 30 Mei 2011 telah                   of PT Jasa Raharja (Persero) dated May 30, 2011, it has
           ditetapkan pembagian laba sebesar Rp 1.114,97 miliar,                 been set a profit share as much as Rp 1,114.97 billion,
           dimana salah satu komponen pembagian laba ditetapkan                  which is one of the components specified in the profits
           untuk dividen sebesar Rp 334,49 miliar atau 30% dari                  for dividends in the amount of Rp 334.49 billion or 30% of
           laba yang dibagi.                                                     the profits are divided.

        d. Dividen sebesar Rp 334,49 miliar termasuk dividen                  d. .Dividends amounting to Rp 334.49 billion, including an
           interim sebesar Rp 30 miliar yang telah disetor pada                  interim dividend of Rp 30 billion has been deposited on
           tanggal 27 Desember 2010, sehingga sisa dividen yang                  December 27, 2010, so the rest of the dividend to be paid
           harus disetor paling lambat 1 (satu) bulan setelah RUPS               no later than 1 (one) month after the AGM to the account
           ke rekening Bendahara Umum Negara (BUN) di Bank                       of the General Treasurer of State (BUN) in Bank Indonesia
           Indonesia No: 502.000.000 adalah sebesar Rp 304.492 juta              No. : 502 million amounted to Rp 304,492 million

     7. Informasi transaksi material yang mengandung                       7 . Material transaction information that consists of
        benturan kepentingan dan transaksi dengan pihak                        the conflict of interests and transaction with the
        afiliasi.                                                              afiliated parties

        Transaksi yang mengandung benturan kepentingan dan/atau              Transaction that contain the conflict of interest and/or
        transaksi dengan pihak afiliasi adalah pemberian pinjaman            transaction with afiliated parties are give the car loan for the
        carloan kepada pegawai dalam jangka panjang, dengan                  employees in the long term with the following provisions:
        ketentuan sebagai berikut :

94      LAPORAN TAHUNAN 2010
   Ketentuan pedoman pemberian Carloan ditetapkan melalui                Car loan provisions guidelines established by the Board of
   Keputusan Direksi Nomor Kep/164/2009 tanggal 16 Juli                  Director decision No. KEP/164/2009 dated July 16, 2009
   2009 tentang Pinjaman Pengadaan Kendaraan Bermotor                    about Loan Procurement of Motor Vehicles with the following
   dengan ketentuan sebagai berikut:                                     conditions:
   a. Fasilitas pemberian pinjaman pengadaan kendaraan                    a. The Car Loan facility is given to the officer with position
      bermotor diberikan kepada Pejabat mulai dari Tingkat                   level 10 until 1.
      Jabatan 10 sampai dengan dengan Tingkat Jabatan 1.                  b. The amount of the car loan is adjusted with the position
   b. Besarnya pinjaman untuk pengadaan kendaraan                            level.
      bermotor disesuaikan dengan Tingkat Jabatan.
                                                                         Meanwhile the implementaion of distribution is given through
   Adapun pelaksanaannya pemberian secara rutin diberikan                Letter from Board of Commisioner No. S—1/DK/JR/II/2010
   melalui Surat Dewan Komisaris No. S--1/DK/JR/II/2010                  dated February 18, 2010 about the requirement for granting a
   tanggal 18 Februari 2010 hal Persyaratan pemberian Carloan            car loan in 2010.
   Tahun 2010.

   Sesuai Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)                     According to the Decision of Shareholder General Meeting
   tentang pengesahan RKAP tahun 2010, Anggaran carloan                  (RUPS) about the ratification of RKAP year 2010, car loan budget
   tahun 2010 ditetapkan sebesar Rp 7,50 miliar sedangkan                in 2010 is set in the amount of Rp 7,50 billion, meanwhile the
   penyaluran pinjaman Carloan sampai akhir tahun 2010                   distribution of car loan by the end of year 2010 is as much as
   berjumlah Rp10,83 miliar, sehingga kekurangannnya sebesar             Rp 10.83 billion, so the differencies in the amount of Rp 3,33
   Rp 3,33 miliar diambil dari dana bergulir pengembalian pokok          billion was taken from the repayment of loan principal.
   pinjaman Carloan.


8. Kejadian Setelah Tanggal Neraca                                    8. Subsequent Event

   Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT                      Extraordinary Shareholder General meeting of PT Jasaraharja
   Jasaraharja Putera tanggal 14 Januari 2011, mengesahkan               Putera dated January 14, 2011 has approved Jasa Raharja
   saham yang dimiliki Dana Pensiun Jasa Raharja (DPJR)                  Pension Fund (DPJR) shares, as much as 13.8 million units
   sebanyak 13.800.000 lembar dengan harga per lembar saham              at a price per unit is Rp. 3.916, or Rp. 54.040.800.000,-. The
   senilai Rp.3.916,- atau sebesar Rp.54.040.800.000,- Saham             shares have been acquired by PT Jasa Raharja (Persero). The
   tersebut dibeli sepenuhnya oleh PT Jasa Raharja (Persero).            realization of payment of the purchase of shares, owned by
   Realisasi pembayaran pembelian saham PT Jasaraharja Putera            PT Jasaraharja Putera of DPJR held on 14 January 2011.
   yang dimiliki DPJR dilakukan tanggal 14 Januari 2011.

   RUPSLB PT Jasaraharja Putera dituangkan dalam salinan                 Extraordinary Shareholders General Meeting of PT Jasaraharja
   berita acara No.6 tanggal 14 Januari 2011, Notaris                    Putera has been recorded to copy of official report No. 6 dated
   Nelly Sylviana, SH dan salinan akte jual beli terhadap PT             January 14 2011, Notary Nelly Sylviana, SH and the copy of
   Jasaraharja Putera Nomor 07 tanggal 14 Januari 2011.                  contract of sale and purchase of PT Jasaraharja Putera No. 7
                                                                         dated January 14, 2011

   Struktur kepemilikan dan susunan modal saham ditempatkan           Ownership structure and fully paid capital share composition is
   dan disetor penuh menjadi sebagai berikut :                        as follow:



     Keterangan                                        %           Jumlah Saham (Lembar)             Nominal Saham (Lembar)
     information                                                  Number of Shares (Sheet)            Nominal Shares (Sheet)
     PT Jasa Raharja                              93,80%                         93.800.000                     98.800.000.000
     PT Servico Delta Investama                    2,50%                          2.500.000                      2.500.000.000
     PT Patakarsa Utama                            2,20%                          2.200.000                      2.200.000.000
     PT Asuransi Allianz Life Indonesia            1,50%                          1.500.000                      1.500.000.000
            Jumlah/ Total                          100%                        100.000.000                    100.000.000.000




                                                                                                        LAPORAN TAHUNAN 2010                95
     9. Perubahan Kebijakan Akuntansi                                  9. Changes in Accounting Policies

        Efektif tanggal 1 Januari 2010, Perusahaan telah menerapkan       Effectively start on January 1, 2010, the Company has
        PSAK 55 (Revisi 2006) “InstrumenKeuangan: Pengakuan               applied PSAK 55 (Revise 2006) “Financial Instruments:
        dan Pengukuran” dan PSAK 50 (Revisi 2006), “Instrumen             Recognition and Measurement” and PSAK 50 (Revised 2006)
        Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” yang menggantikan           “Financial Instruments: Presentation and Disclosures”, which
        PSAK 55 (Revisi 1999) “Akuntansi Instrumen Derivatif dan          supersed PSAK 55 (Revised 1999) “Accounting for Derivative
        Aktivitas Lindung Nilai” dan PSAK 50 “Akuntansi Investasi         Instruments and Hedging Activities” and PSAK 50 “Accounting
        Efek Tertentu”.                                                   for Certain Investments in Securities”.

        Sebelum tanggal 1 Januari 2010, Perusahaan menggunakan            Before January 1, 2010, the Company used a straight-line
        metode garis lurus untuk menghitung biaya perolehan               method to calculate amortized cost. And effectively on
        diamortisasi , Efektif tanggal 1 Januari 2010 Perusahan           January 1, 2010 the company has changed it to effective
        mengubahnya dengan metode bunga efektif.                          interest method.

        Metode bunga efektif adalah metode untuk menghitung               Effective interest method is a method to calculate amortized
        biaya perolehan diamortisasi dari asset keuangan atau             cost from financial assets or financial liabilities, and a method
        kewajiban keuangan dan metode untuk mengalokasikan                to allocate the interest income or interest expense during
        pendapatan bunga atau beban bunga selama periode yang             period that relevant.
        relevan.

        Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat            The effective interest rate is the rate that exactly discounts
        mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan                the estimated future cash payments or receipts through the
        kas di masa dating selama perkiraan umur dari instrument          expected life of the financial instrument or where appropriate,
        keuangan atau digunakan yang lebih singkat untuk                  a shorter period, to the carrying amount of the financial assets
        memperoleh nilai tercatat bersih dari aset atau kewajiban         or financial liabilities.
        keuangan.

        Pada saat menghitung suku bunga efektif, Perusahaan               When calculating the effective interest rate, the Bank
        mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan                     estimates future cash flows considering all contactual terms
        kontraktual dalam instrument keuangan. Perhitungan ini            of the financial instrument but not future credit losses. This
        mencakup seluruh komisi, provisi dan bentuk lain yang             calculation covers all commission, provision, and other forms
        dibayarkan atau diterima oleh para pihak dalam kontrak yang       accepted by the parties in the contract which are an integral
        merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga             part of effective interest rate, transaction costs, and all other
        efektif, biaya transaksi, seluruh premi atau diskon lainnya.      premiums and discounts

        Jika aset keuangan atau kelompok aset keuangan serupa             If financial assets or similar financial asset groups have been
        telah diturunkan nilainya sebagai akibat kerugian penurunan       impaired as a consequence of loss on impairment, then the
        nilai maka pendapatan bunga yang diperoleh setelahnya             interest Income subsequently acquired is recognised based
        diakui berdasarkan suku bunga yang digunakan untuk                on interest rate used for discounting future cash flow in
        mendiskonto arus kas masa depan dalam menghitung                  calculating the loss in impairment
        kerugian penurunan nilai.


     10. Penilaian Umum atas Kinerja Perusahaan                        10.General Assesment on Company Performance

        a. Kontrak Manajemen                                              a. Management Contract

           1) Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham atas                      1) According to General Shareholder Meeting on budget
              RKAP Tahun 2010, Pemegang Saham, Dewan                             year 2010, Shareholder, Board of Commissioners,
              Komisaris dan Direksi telah menandatangani Kontrak                 and Directors have signed Management Contract as
              Manajemen sebagai komitmen Organ Perusahaan                        the commitment of Company Organ to achieve the
              untuk mencapai target yang ditetapkan.                             objectives




96      LAPORAN TAHUNAN 2010
2) Penilaian Kontrak manajemen yang dihitung secara                               2) The Management Contract assesment is counted
   Self Assessment dari Kontrak Manajemen Tahun                                      as Self Assesment from Management Contract year
   2010 dengan capaian 140,72% dari target minimal                                   2010 with the achievements as much as 147,42%
   100%.                                                                             from minimal target 100%.

3) Dari sisi pencapaian target Key Performance                                    3) In terms of Key Performance Indicator (KPI)
   Indicators (KPI) Induk Perusahaan tahun-2010 hasil                                achievements target year 2010 the accomplishments
   pencapaiannya cukup baik hal ini dapat dilihat dari                               are good, this can be seen from several indicators as
   beberapa indikator sbb. :                                                         follows:

 No   URAIAN                                                                      Bobot   Target 2010     Realisasi 2010   Formula Nilai Tertimbang
      Description                                                                weight                 realization 2010   Formula Weighted Value
                                                                                    (1)           (2)               (3)    (4=3/2)              (5)
 A.   FINANSIAL
      1. Risk Based Capital (RBC)                                                   10        234,38            517,96      220,10           22,10
      2. Return On Asset (ROA)                                                       5         22,40             30,18      134,75            6,74
      3. Return On Equity (ROE)                                                      5         21,13             36,97      174,98            8,75
      4. Yield On Investment (YOI)                                                  10          9,20             10,47      113,80           11,38
      5. Rasio Kecukupan Investasi (RKI)                                            10        298,80            341,05      114,14           11,41
                                                                                    40                                                       60,38


 B.   OPERASIONAL/ OPERATIONAL
      1. Pelayanan/ service
       a. 7 hari setelah tanggal kecelakaan/ 7 days after the date of accident      7,5         7,00               6,73     104,01            7,80
       b. 4 jam sejak pengajuan/ 4 hours since the filing                           7,5         4,00               1,32     303,03           22,73
      2. Net Underwriting Growth                                                      5        42,41              45,20     106,59            5,33
      3. Pendapatan Underwriting (Rp miliar)/ Underwriting income (Rp billion)      7,5        2,657              2,778     104,52            7,84
      4. Klaim Ratio/ claims Ratio                                                 12,5        60,00              55,06     108,98           13,62
      5. Rasio Pengeluaran/ Expense Ratio                                           10         14,60              11,87     123,05           12,30
                                                                                    50                                                       69,62


 C.   ASPEK DINAMIS/ DYNAMIC ASPECTS
      1. Penerapan GCG/ GCG Implemaentation                                          5         80,00              86,20     107,75           5,39
      2. Pengembangan SDM/ HR Development                                            5          8,33               7,82     106,51           5,33
                                                                                    10                                                      10.71
                                                                                   100                                                     140,72



Aspek Keuangan :                                                                  Financial Aspects:
•	 Risk Based Capital : Rasio Kekayanan yang                                      •	 Risk	Based	Capital:	The	allowed	wealth	ratio	compared	
   diperkenankan dibandingkan Jumlah Kewajiban                                       to Total of Liability compared to Minimum Solvency
   dibandingkan dengan Batas Tingkat Solvabilitas                                    Margin Limit as a measurement that informed the
   Minimun (BTSM) sebagai suatu ukuran yang                                          financial security level or level of corporate health.
   menginformasikan tingkat keamanan financial                                       It can be realized as much as 540,97% or over the
   atau kesehatan suatu perusahaan asuransi, dapat                                   target that have been set as much as 306,59%
   terealisasikan sebesar 517,96% atau telah melewati
   target yang telah ditetapkan yaitu sebesar 306,59%.
•	 Return On Asset : sebagai rasio (laba sebelum                                  •	 Return	On	Asset	:	as	a	ratio	(profit	before	tax	compared	
   pajak dibandingkan dengan rata-rata total aset)                                   to the average of total assets) to measure the ability
   untuk mengukur kemampuan dari modal yang                                          of invested capital in total asset to generate profit for
   diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk                                     the owner of the company
   menghasilkan keuntungan bagi pemilik perusahaan
   per 31 Desember 2010 pencapaiannya cukup baik
   yaitu ROA dengan realisasi sebesar 234,38%.




                                                                                                               LAPORAN TAHUNAN 2010                   97
       •	 Return On Equity : sebagai rasio (Laba Setelah Pajak     •	 Return	On	Equity:	as	ratio	(profit	after	tax	compared	to	
          dibandingkan rata-rata Ekuitas) per 31 Desember             average of equity) as a tool to evaluate an aspect of
          2010 sebesar 36,97% adalah sebagai alat penilai             corporate profitability (profit), the efficiency of asset
          aspek kemampuan perusahaan menghasilkan laba                management company (asset management) and
          (profitability), Efisiensi perusahaan dalam mengelola       responsibility in business (financial leverage) as at
          aset (assets management), dan Hutang yang dipakai           December 31, 2010
          dalam melakukan usaha (financial leverage) per 31
          Desember 2010 .;
       •	 Yield On Investment sebagai rasio hasil investasi        •	 Yield	On	Investment	as	the	ratio	of	return	on	investments,	
          dibandingkan dengan rata-rata total investasi per 31        compared with the average total investment from 31
          Desember 2010 sebesar 10,47% atau 1,26% diatas              December 2010 as much as 10.46% or 1.26% above
          target YOI per 31 Desember 2010 sebesar 9,20%.;             target YOI December 31, 2010 at 9.20%.
       •	 Rasio	 Kecukupan	 Investasi	 sebagai	 ratio	 Jumlah	     •	 Adequacy	 Investment	 Ratio	 as	 a	 ratio	 of	 Total	
          Investasi dibandingkan dengan Cadangan Teknis               Investment compared to Technical Reserve plus
          ditambah Hutang Klaim per 31 Desember 2010                  Claim Debt per December 31, 2010 reached 340,92%
          mencapai 341,05% atau 42,12% diatas target yang             or 42,12% is above from the target that have beet set
          ditetapkan sebesar 298,80% hal ini juga berarti             as much as 298,80%, this also means that the total of
          jumlah investasi jauh diatas jumlah Cadangan Tehnis         investment is more than the Technical Reserve plus
          ditambah jumlah Hutang;                                     the total debts.


       Aspek Operasional :                                         Operational Aspects
       •	 Net Underwriting Growth sampai dengan 31                 •	 Net	 Underwriting	 Growth	 until	 December	 31,	 2010	
          Desember 2010 pencapaiannya sebesar 45,20%, hal             has achieved 45,12%, this means that 2,71% over the
          ini berarti 2,71% diatas target yang telah ditetapkan       target that have been set for the year 2010 as much
          untuk tahun 2010 sebesar 42,41%;                            as 42,41%
       •	 Pendapatan	 Underwriting sampai dengan 31                •	 Underwriting	Revenue	until	December	31,	2010	is	as	
          Desember 2010 sebesar Rp2.778Miliar;                        much as Rp 2,778 billion
       •	 Rasio	 Klaim	 :	 sampai	 dengan	 31	 Desember	 2010	     •	 Claim	 Ratio	 ;	 Until	 December	 31,	 2010	 it	 has	 been	
          telah terealisasikan sebesar 55,06%                         realized as much as 55,06%
       •	 Rasio	Pengeluaran	per	31	Desember	2010	mencapai	         •	 Spending	 Ratio	 per	 December	 31,	 2010	 reached	
          11,87% atau 2,75% dibawah rasio target tahun 2010           11,85% or 2,75% under target ration year 2010 as
          sebesar 14,60%.                                             much as 14,60%


       Aspek Dinamis :                                             Dynamic Aspects
       •	 Penerapan	 GCG	 secara	 prinsip	 telah	 dilaksanakan,	   •	 Good	 Corporate	 Governance	 in	 principle	 has	 been	
          dimana kepada seluruh pegawai telah didistribusikan         implemented, and which has been distributed to
          buku Code of Conduct dan Code of Corporate                  all employees the Code of Conduct and Code of
          Governance dan dilakukan sosialisasi secara                 Corporate Governance book, and it has been the
          komprehensf dan berkesinambungan.                           comprehensive and continuity socialization.

          Hasil Assessment GCG tahun 2008 yang diselesaikan            The result of GCG assesments in 2008 has been
          tanggal 27 Agustus 2009 oleh konsultan Independen            completed on August 27, 2009 by Independent
          Sodiq, Purwoko & Associates menunjukkan total                Consultant of Sodiq, Purwoko and Associates, it showed
          capaian sebesar 86,20% dengan peringkat kualitas             total achievements as much as 86,20% with the quality
          Baik dari capaian maksimum 100%, capaian ini naik            ranking Good fro, maximum 100% achievements. This
          5,85% dari hasil capaian dua tahun sebelumnya yaitu          achievements increases 5,85% from achievements
          80,35%;                                                      result two years before as much as 80.35%

       •	 Pengembangan	 SDM	 tahun	 2010	 dicapai	 rasio	          •	 Human	 resources	 development	 ratio	 in	 year	 2010	
          sebesar 7,83%, hal ini berarti 0,50% dibawah target         has reached 7,83%, this means that 0,50% under the
          yang ditetapkan sebesar 8,33%.                              target that have been set as much as 8.33%




98   LAPORAN TAHUNAN 2010
b. Penilaian Tingkat Kesehatan Perusahaan                           b. Health Corporate Level Assesment

   Kinerja konsolidasian PT Jasa Raharja (Persero) dihitung             PT Jasa Raharja (Persero) consolidated performance
   berdasarkan kriteria yang ditetapkan dalam Keputusan                 is calculated based on criteria that established by the
   Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 826/                       Decree of the Minister of Finance of the Republic of
   KMK.013/1992 tanggal 24 Juli 1992 mengenai Penilaian                 Indonesia No. 826/KMK.013/1992 on July 24, 1992 about
   Tingkat Kesehatan BUMN. Hasil penilaian adalah sebagai               the Health Level of State-Owned Enterprises. Assesment
   berikut :                                                            results are as follows:

    INDIKATOR / KRITERIA PENILAIAN                        Bobot    Target     Realisasi       Nilai   Nilai Digunakan Bobot Nilai
    ASSESMENT INDICATOR                                  Weight    Target   Realization      Value Implemented Value Weight Value
                                                            (1)       (2)            (3)   (4=3/2)                 (5)   (6=1x5)
    Indikator Utama/ Main Indicator                         70%
     Rentabilitas/ Rentability                             52.50    21.34         28.42     133.18              133.18         69.92
     Likuiditas / Liquidity                                 8.75   107.30        133.01     123.96              123.96         10.85
     Solvabilitas / solvency                                8.75   276.23        282.22     102.17              102.17          8.94
    Indikator Tambahan/ Additional Indicator                30%
     Ratio Pengeluaran / Spending Ratio                    10.00    18.17         15.63     116.27              116.27         11.63
     Ratio Kerugian / Loss Ratio                           10.00    54.15         49.43     109.54              109.54         10.95
     Ratio Hasil Investasi / Yield On Investment           10.00     7.87          8.44     107.30              107.30         10.73
    Total Nilai Bobot/ Total of Weight Value                                                                                  123.02


   Nilai bobot kinerja perusahaan konsolidasian tahun                   Performance of weighted value of the companies
   2010 menunjukkan angka 123,02 yang berarti PT Jasa                   consolidated in the year 2010 show number 123.02,
   Raharja (Persero) mempunyai nilai yang melampaui nilai               which means that PT Jasa Raharja (Persero) has a value
   maksimum 110 yang ditetapkan dalam Surat Keputusan                   that exceeds the maximum value of 110 set out in the
   Menteri Keuangan RI di atas dan termasuk dalam                       Decree of the Minister of finance above and included in
   kategori sehat sekali.                                               the category of Very Healthy.

   Kondisi sehat sekali karena manajemen PT Jasa                        This very healthy condition is because the management of
   Raharja (Persero) secara umum berhasil mencapai                      PT Jasa Raharja (Persero) in general managed to achieve
   target yang ditetapkan dalam RKAP, yang tercermin                    the targets set out in RKAP, as reflected in increased
   dari kenaikan perolehan laba dalam lima tahun terakhir,              profits within five years, as well as profitability, liquidity
   serta rentabilitas, likuiditas dan solvabilitas tahun 2010           and solvency in the year 2010 amounted to 28.42% and
   masing-masing sebesar 28,42% dan 133,01% sedangkan                   133, 01% while 282.22% solvency.
   solvabilitas sebesar 282,22%.

   Dibandingkan tahun 2009, rentabilitas mengalami                      In comparison with the year 2009, revenues declined
   penurunan sebesar 3,18% dari tahun sebelumnya sebesar                3.18 % over the previous year in the amount of 31.60%,
   31,60%, likuiditas menurun sebesar 108,20% dari tahun                liquidity decreased by 108,20 % from 241,21% of the
   sebelumnya 241,21% dan solvabilitas meningkat sebesar                previous year and the solvency increased 28,47% from
   28,47% dari sebelumnya 253,75%.                                      253,75%.


   Nilai bobot konsolidasian PT Jasa Raharja (Persero) tahun            Consolidated weight value of PT Jasa Raharja (Persero)
   2010 dibandingkan dengan tahun 2009 menurun menjadi                  for the year 2010 compared to decreased to 123,02 from
   123,02 dari skor semula 123,90. Namun demikian angka                 the previous score of 123.90. Meanwhile those number
   tersebut masih di atas batas maksimum 110 yang                       are still over the maximum limit 110 that have been set by
   ditetapkan oleh Keputusan Menteri Keuangan tersebut                  the decree of Minister of Finance.
   di atas.




                                                                                                     LAPORAN TAHUNAN 2010                99
        Sebagai informasi tambahan, disajikan pula perhitungan     For additional information, also presented a calculation
        tingkat solvabilitas perusahaan menurut Surat Keputusan    of solvency of the company by the Minister of Finance
        Menteri Keuangan RI Nomor 424/KMK.06/2003                  Decree 424/KMK.06/2003 September 30, 2003 on
        tanggal 30 September 2003 tentang kekayaan yang            property owned PT Jasa Raharja permitted (Persero)
        diperkenankan milik PT Jasa Raharja (Persero) secara       individually for 2010 is Rp 4,808,106 million and for
        individual untuk tahun 2010 adalah sebesar Rp 4.808.106    2009 of Rp 3,880,280 million, while liabilities (except
        juta dan untuk tahun 2009 adalah sebesar Rp 3.880.280      for Subordinated Loans) for the year 2010 amounting
        juta, sedangkan kewajiban (kecuali Pinjaman Subordinasi)   to Rp 1,583,440 million and for 2009 amounting to
        untuk tahun 2010 sebesar Rp 1.583.440 juta dan untuk       Rp 1,394,047 million. Minimum Solvency Level Limit
        tahun 2009 sebesar Rp 1.394.047 juta. Batas Tingkat        for 2010 and 2009 amounting to Rp 518,804 million and
        Solvabilitas Minimum (BTSM) untuk tahun 2010 dan           Rp 444,331 million. So there is a limit level of Solvency
        2009 masing-masing sebesar Rp 518.804 juta dan             surplus for 2010 amounting to Rp 2,705,862 million or
        Rp 444.331 juta. Dengan demikian terdapat kelebihan        621.56% and for 2009 amounting to Rp 2,041,901 million
        Batas Tingkat Solvabilitas untuk tahun 2010 sebesar        or 559.54%.
        Rp 2.705.862 juta atau 621,56 % dan untuk tahun 2009
        sebesar Rp 2.041.901 juta atau 559,54 %.




100   LAPORAN TAHUNAN 2010
TATA KELOLA PERUSAHAAN                                            CORPORATE GOVERNANCE
1. Pedoman Good Corporate Governance (GCG)                        1. The Guideline of Good Corporate Governance (GCG)

  Pelaksanaan GCG di PT Jasa Raharja (Persero) di tahun 2010        Implementation of GCG at PT Jasa Raharja (Persero) in 2010
  mengacu pada Keputusan Bersama Dewan Komisaris dan                refers to Joint Decision the Board of Commissioners and Board
  Direksi PT Jasa Raharja (Persero) Nomor : KEB/K/1/2006            of Directors of PT Jasa Raharja (Persero) No: KEB/K/1/2006 and
  dan KEB/2/2006 tanggal 19 April 2006 tentang Pedoman              KEB/2/2006 dated April 19, 2006 on Guidelines for Corporate
  Tata Kelola Perusahaan (Code of Corporate Governance)             Governance (Code of Corporate Governance) and the Code of
  dan Pedoman Perilaku (Code of Conduct) sebagai instrumen          Conduct (the Code) as a tool for the implementation of Good
  penerapan Good Corporate Governance (GCG).                        Corporate Governance (GCG).

  a. Maksud                                                           a. Purpose
  Penerapan Good Corporate Governance (GCG) dimaksudkan              Implementation of Good Corporate Governance (GCG) is
  untuk memberikan pedoman bagi Dewan Komisaris, Direksi             designed to provide guidance to the Board of Commissioners,
  dan seluruh jajaran Perseroan bagi pelaksanaan Tata Kelola         the Board of Directors and all levels of the company to
  Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) di                implement Good Corporate Governance in PT Jasa Raharja
  lingkungan PT Jasa Raharja (Persero) dan anak perusahaan           (Persero) and its subsidiary company.
  yang dimiliki PT Jasa Raharja (Persero).

  b. Tujuan                                                          b. Objectives
  Tujuan penerapan praktik-praktik Good Corporate Governance        The objectives of the implementation of Good Corporate
  (GCG) pada PT Jasa Raharja (Persero) adalah sebagai berikut :     Governance on PT Jasa Raharja (Persero) are as follows:
  1) Memaksimalkan Nilai Perseroan dalam bentuk                     1) Maximizing the value of the company in the form of
      peningkatan kinerja (high performance) serta citra               improving performance (high performance), as well as a
      perusahaan yang baik (Good Corporate Image).                     good corporate image (corporate image).
  2) Mendorong Nilai Perseroan secara profesional,                  2) To promote the value of the company in a professional,
      transparan dan efisien serta memberdayakan fungsi dan            transparent and efficient function and the empowerment of
      meningkatkan kemandirian Organ Perseroan.                        the company and increase the independence of the body.
  3) Mendorong Organ Perseroan dalam membuat keputusan              3) Encourage Company Bodies in making decisions and
      dan menjalankan tindakan dilandasi dengan nilai etika/           perform the actions based on high ethical values / morals
      moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan               and compliance with laws and regulations, as well as
      perundang-undangan yang berlaku, serta kesadaran                 awareness of the Company’s social responsibility towards
      akan adanya tanggung jawab sosial Perseroan terhadap             stakeholders.
      stakeholders.
  4) Mendorong pengelolaan sumber daya dan risiko                   4) To promote the management of resources and risks of the
      Perseroan secara lebih efisien dan efektif.                      company more efficient and effective.
  5) Mengurangi potensi benturan kepentingan Organ                  5) Reduce the potential for conflicts of interest in Company
      Perseroan dan pekerja dalam menjalankan bisnis                   Organ and its employees in conducting company business
      perusahaan
  6) Menciptakan lingkungan usaha yang kondusif terhadap            6) creating a conducive business environment to achieve
      pencapaian tujuan Perseroan.                                     company’s objectives

  c. Organ Perusahaan                                                 c. Company Organ
  Sesuai dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang              In accordance with Law Number 40 Year 2007 regarding
  Perseroan Terbatas, Organ Perusahaan terdiri dari Rapat            Limited Company, Organ Company consists of the General
  Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris dan                    Meeting of Shareholders (GMS), the Board of Commissioners
  Direksi. Perusahaan meyakini bahwa hubungan yang wajar             and Directors. The Company believes that a reasonable
  antar organ perusahaan sangat berpengaruh positif terhadap         relationship between the company’s organs has a very positive
  keberhasilan pengelolaan perusahaan dan implementasi GCG.          influence on the success of the company’s management
  Dengan demikian, perusahaan secara tegas memisahkan                and implementation of GCG. Thus, the company strictly
  fungsi dan tugas Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS),                 separates the functions and duties of the General Meeting
  Dewan Komisaris dan Direksi sebagai organ perusahaan.              of Shareholders (GMS), the Board of Commissioners and
                                                                     Directors as a company organ.
                                                                                                  LAPORAN TAHUNAN 2010               101
      Organ perusahaan dalam membuat keputusan dan                   In making the decisions and perform tasks, the Company
      menjalankan tugas dilandasi oleh itikad baik akan kepatuhan    Organ is based on good faith that would be adherence to moral
      terhadap nilai-nilai moral dan etika dan kepatuhan             values and ethics and compliance with laws and regulations,
      terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku,            as well as awareness of corporate responsibility towards
      serta kesadaran akan adanya tanggungjawab perusahaan           stakeholders. Each organs of the company are always respect
      terhadap pemangku kepentingan. Masing-masing organ             and act in accordance with the function and role of each
      perusahaan selalu menghormati dan bertindak sesuai fungsi      based on the principle of equality and mutual respect.
      dan peranan masing-masing atas dasar prinsip kesetaraan
      dan saling menghargai.

      d. Hubungan Dewan Komisaris dan Direksi                        d. Relations of the Board of Commissioners and Board
      Hubungan kerja Dewan Komisaris dengan Direksi adalah               of Directors
      hubungan check and balances dengan tujuan akhir untuk          The work relation between the Board of Commissioners and
      peningkatan Perusahaan. Dewan Komisaris dan Direksi            Board of Directors is the check and balances relation, with the
      memiliki komitmen bersama untuk melakukan tugas masing-        ultimate goals of increasing the company. Boards have joint
      masing sehingga dapat tercapai kelangsungan usaha              commitment to accomplish each tasks in order to ensure the
      Perusahaan dalam jangka panjang, yang tercermin pada :         continuity of operations in the long term, which is reflected in:

      1) Terlaksananya dengan baik pengendalian internal dan         1) Implementation of good internal controls and risk
         manajemen risiko.                                              management
      2) Tercapainya imbal hasil (return) yang optimal bagi          2) Achieve optimum yield returns for shareholders
         Pemegang Saham.
      3) Terlindunginya kepentingan Stakeholders secara wajar.       3) Protection of the interests of stakeholders reasonably
      4) Terlaksananya suksesi kepemimpinan yang wajar demi          4) Implementation of a succession for continuity of leadership
         kesinambungan manajemen di semua lini organisasi               at all levels of company management organization naturally.
         Perusahaan.
      5) Terpenuhinya pelaksanaan GCG di Perusahaan secara           5) Fulfillment of the implementation of GCG in Company
         konsisten.                                                     consistently

      Prinsip-prinsip dasar hubungan Dewan Komisaris dan Direksi :   The basic principles of Board of Commissioners and Board of
                                                                     Directors relationship:

      1) Dewan Komisaris menghormati tugas dan wewenang              1) The Board of Commissioners respect the duties and
         Direksi dalam mengelola Perusahaan sebagaimana telah           authority of Board of Directors in managing the Company
         diatur dalam peraturan perundang-undangan maupun               as stipulated in laws and Articles of Association.
         Anggaran Dasar Perusahaan.
      2) Direksi menghormati tugas dan wewenang Dewan                2) The Board of Directors respect the duties and authority
         Komisaris untuk melakukan pengawasan dan                       of the Board of Commissioners to supervise and provide
         memberikan nasihat terhadap kebijakan pengelolaan              policy advice to the Company’s management as stipulated
         Perusahaan sebagaimana telah diatur dalam peraturan            in the laws and Articles of Association.
         perundang-undangan maupun Anggaran Dasar
         Perusahaan.
      3) Setiap hubungan kerja antara Dewan Komisaris dengan         3) Each work relation between the Board of Commissioners
         Direksi merupakan hubungan yang bersifat formal                 and Board of Directors is a formal institution relationship,
         kelembagaan, yang dilandasi oleh suatu mekanisme                which is supported by a mechanism that the standard
         hubungan kerja yang baku atau korespondensi yang                employment relationship or correspondence can be taken
         dapat dipertanggungjawabkan.                                    into account.
      4) Dewan Komisaris berhak memperoleh informasi                 4) The Board of Commissioners reserve the right to obtain
         Perusahaan secara akurat, lengkap dan tepat waktu.              accurate, complete and punctual company information
      5) Direksi bertanggung jawab atas akurasi, kelengkapan dan     5) The Board of Directors shall be responsible for the accuracy,
         ketepatan waktu penyampaian informasi Perusahaan                completeness and punctuation of the company report
         kepada Dewan Komisaris.                                         delivery to the Board of Commissioners
      6) Hubungan kerja antara organ-organ di bawah Dewan            6) The work relation between the organs under the Board
         Komisaris dengan organ-organ di bawah Direksi diatur            of Commissioners and the organs under the Board of
         berdasarkan kesepakatan antara Komisaris dan Direksi.           Directors is established by the agreement between the
                                                                         Commissioners and the Directors




102   LAPORAN TAHUNAN 2010
2. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)                          2. Shareholder General Meeting

  Rapat Umum Pemegang Saham selama tahun 2010 meliputi         Shareholder General Meeting for 2010 include the Shareholders
  RUPS pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan        General Meeting of the approval of Work Plan and Company
  (RKAP) dan pengesahan RKA Program Kemitraan dan Bina         Budget (RKAP) and the ratification of the RKA and the
  Lingkungan (PKBL) tahun buku 2010 yang dilaksanakan pada     Community Development Partnership Program (Partnership)
  tanggal 14 Januari 2010 dan RUPS pengesahan laporan          in fiscal year 2010 which was held on January 14, 2010 and
  tahunan dan pengesahan perhitungan tahunan tahun buku        Shareholder General Meeting approval and ratification of
  2009 dan pengesahan laporan tahunan PKBL tahun buku          the annual financial report of 2009 and the ratification of the
  2009 yang dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2010, serta      Partnership’s annual report fiscal year 2009 which was held on
  RUPS pengesahan Laporan Tahunan tahun buku 2010 yang         June 22, 2010.
  dilaksanakan pada tanggal 30 Mei 2011.

  a. Pokok-Pokok keputusan pengesahan Rencana                  a. The Principles of Validation Work Plan and Budget
     Kerja dan Anggaran Perusahaan PT Jasa Raharja                Company PT Jasa Raharja (Persero) Year 2010
     (Persero) tahun 2010.
     1) Proyeksi Neraca Konsolidasi posisi Per 31 Desember         1) Projected Consolidated Balance Sheets As of
        2010 dengan jumlah aktiva dan pasiva masing-                  December 31, 2010 position with the amount of assets
        masing sebesar Rp 4,81 triliun.                               and liabilities amounted to Rp 4.81 trillion.
     2) Proyeksi laba setelah Pph konsolidasi dan hak              2) Projection of profits after tax and minority interest in
        minoritas tahun 2010 dianggarkan sebesar Rp 762,49            the results consolidated in the year 2010 budgeted Rp
        miliar.                                                       762,49 billion.
     3) Proyeksi dana investasi PT Jasa Raharja (Persero)          3) Projected investment funds of PT Jasa Raharja
        per 31 Desember 2010 sebesar Rp 4,11 triliun,                 (Persero) as at December 31, 2010 is as much as Rp
        sedangkan hasil investasi netto sebesar Rp 345,45             4.11 trillion, while the result of a net investment of Rp
        miliar.                                                       345.45 billion
     4) Anggaran tahun 2010 untuk sumber dana belanja              4) Budget for year 2010 for the financing of capital
        modal sebesar Rp 131,65 miliar, sedangkan                     expenditures is as much as Rp 131.65 billion, while the
        penggunaan belanja modal sebesar Rp 131,65 miliar.            use of capital expenditure Rp 131.65 billion.
     5) Anggaran tahun 2010 untuk laporan posisi keuangan          5) The 2010 budget for the Partnership Program and
        Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL)                  Community Development’s Financial Balance Report
        dengan jumlah aktiva dan kewajiban masing-                    with the amount of assets and liabilities is as much as
        masing sebesar Rp 70,04 miliar, sedangkan jumlah              Rp 70.04 billion, meanwhile the revenues, income and
        penerimaan, pendapatan dan penyisihan sebesar                 allowances is in the amount of Rp 27.71 billion, and the
        Rp 27,71 miliar serta jumlah penyaluran, beban dan            distribution of the number, weight and cost is Rp 19.65
        pengeluaran sebesar Rp 19,65 miliar.                          billion
     6) Mengesahkan persetujuan penghapusan aktiva                 6) To ratify the approval of the elimination of fixed assets
        tetap berupa kendaraan bermotor, mesin, perabot               in the form of motor vehicles, machineries, company
        rumah dinas yang telah berusia 5 (lima) tahun.                residence furniture that has been 5 (five) years
     7) Persetujuan pemberian car loan (pinjaman                   7) Approval of a car loan (a loan provision of motor
        pengadaan kendaraan bermotor) kepada karyawan                 vehicles) to employees to the amount of Rp 7.5 billion
        sebesar Rp 7,5 miliar.
     8) Penandatanganan Kontrak Manajemen tahun                    8) The signing of the 2010 Management Contract between
        2010 antara Pemegang Saham, Direksi dan Dewan                 Shareholder, Directors and Board of Commisionners of
        Komisaris PT Jasa Raharja (Persero).                          PT Jasa Raharja (Persero)
     9) Disamping keputusan tersebut, RUPS memberikan              9) In addition to the decision, the Shareholder General
        arahan dalam rangka menjaga agar kegiatan yang                Annual Meeting provides direction to maintain the
        tidak direncanakan dan berdampak pada pengeluaran             activities that are not planned and the impact on the
        biaya dapat dihindarkan dan anggaran pendapatan               cost of avoidable expenditure and revenue budget of
        merupakan target minimal serta anggaran biaya                 minimum and maximum budget targets are targets that
        merupakan target maksimal yang harus diupayakan               must be pursued as efficiently as possible achievement,
        seefisien mungkin pencapaiannya, sehingga laba                so that increased profits can be achieved.
        perusahaan yang akan dicapai dapat mengalami
        peningkatan.




                                                                                              LAPORAN TAHUNAN 2010                103
      b. Pokok-pokok keputusan pengesahan Laporan                         b. The principles of decision of legalization of PT Jasa
         tahunan PT Jasa Raharja (Persero) tahun buku 2009                   Raharja (Persero) Annual Report 2009

         1) Pengesahan Laporan Keuangan untuk tahun yang                     1) Approval of Financial Statements for the year ended
            berakhir pada 31 Desember 2009 yangtelah diaudit                    December 31, 2009 audited by Public Accounting
            oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Dani Sudarsono &                   Firm (KAP) Dani Sudarsono & Partners as set forth in
            Rekan sebagaimana dimuat dalam Laporan Auditor                      the Independent Auditor’s Report Number: 109/001/
            Independen Nomor : 109/001/IRDN.0310 dan No.                        IRDN.0310 and no. 209/002/IRDN.0310 dated March 19,
            209/002/IRDN.0310 tanggal 19 Maret 2010.                            2010.

         2) Neraca Konsolidasi Posisi Per 31 Desember 2009                   2) Position Consolidated Balance Sheet As of December 31,
            ditutup dengan jumlah aktiva dan pasiva masing-                     2009 closed with total assets and liabilities amounted to
            masing sebesar Rp 4,29 triliun. Laba Konsolidasian                  Rp 4.29 trillion. Consolidated profit after minority interest of
            setelah hak minoritas sebesar Rp 923,67 miliar.                     Rp 923.67 billion. Total liabilities and net assets of PKBL is
            Jumlah kewajiban dan aktiva bersih PKBL sebesar                     Rp 62,29 billion.
            Rp 62,29 miliar.

         3) Penggunaan Laba bersih Perusahaan tahun Buku 2009                3) Utilization of company net profit fiscal year 2009
         (dalam Juta)                                                                                                                 (in Million)
            No          Penggunaan                                    Jumlah/ Total                      %                        Utilization
            1.          Dividen                       Rp         77.102.469.995                     30,00                           Dividend
            2.          Program Kemitraan             Rp         18.473.498.000                      2,00               Partnership Program
            3.          Bina Lingkungan               Rp         18.473.498.000                      2,00           Community Development
            4.          Cadangan Tujuan               Rp         84.407.000.000                      9,14                 Backup Destination
            5.          Cadangan Umum                 Rp        525.218.433.988                     56,86          General Reserves      To-
                              Jumlah                  Rp       923.674.899.982                     100,00                                 tal


         4) Penetapan tantiem Direksi dan Dewan Komisaris                    4) Determination of the Directors and Board of Commissioners
            tahun buku 2009 sebesar Rp 3,21 miliar.                             bonuses in fiscal year 2009 is Rp 3.21 billion

         5) Penetapan gaji Direksi, honorarium Dewan Komisaris               5) Determination of salary for Directors, the Board of
            dan tunjangan serta fasilitas lainnya tahun 2010                    Commissioners honorarium and allowances and other
                                                                                facilities in 2010
            a) Gaji Direktur Utama ditetapkan Rp 44 juta per                     a) The salary of President Director is set at Rp 44 million
               bulan, dan gaji Direksi lainnya ditetapkan sebesar                    per month, and another Director salary set at 90% of
               90% dari gaji Direktur Utama. Tunjangan dan/                          the salary of the Director. Allowances and / or facilities
               atau fasilitas untuk Direksi untuk Direksi diberikan                  for the Board of Directors to the Board of Directors is
               sesuai dengan Peraturan Menteri Negara BUMN                           given in accordance with the Ministerial Regulation
               Nomor : PER-02/MBU/2009.                                              No. SOE: PER-02/MBU/2009.
            b) Honorarium Komisaris Utama ditetapkan sebesar                     b) Honorarium of President Commissioner is set at 40%
               40% dari gaji Direktur Utama, anggota Dewan                           of the salary of the President Director, the Board of
               Komisaris lainnya ditetapkan 36% dari gaji                            Commissioners are set a 36% of the salary of the
               Direktur Utama. Tunjangan dan/atau fasilitas                          President Director. Allowances and / or facilities for the
               untuk Dewan Komisaris diberikan sesuai dengan                         Board of Commissioners is given in accordance with
               Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor : PER-                            the Regulation of the Minister of SOEs Number: PER-
               02/MBU/2009.                                                          02/MBU/2009.
            c) Honorarium, tunjangan dan fasilitas untuk                         c) Honorarium, allowance and facilities to the Secretary
               Sekretaris Dewan Komisaris ditetapkan oleh                            of the Board of Commissioners is set by the Board of
               Dewan Komisaris.                                                      Commissioners.

         6) Pemberian pelimpahan kewenangan kepada Dewan                     6) To provide an authority to the board of Commissioners for
            Komisaris untuk penunjukan Kantor Akuntan Publik                    appointment of Public Accounting Firm to audit the financial
            (KAP) guna mengaudit laporan keuangan tahun buku                    Statement of fiscal year 2010
            2010.




104   LAPORAN TAHUNAN 2010
   RUPS melimpahkan kewenangan kepada Dewan            Shareholder General Meeting delegate the authority to the
   Komisaris untuk penunjukan Kantor Akuntan Publik    Board of Commissioners to appoint a Public Accounting Firm
   (KAP) dalam rangka pelaksanaan audit atas laporan   in the implementation of the audit of financial statements in
   keuangan tahun buku 2010. Proses penetapan KAP      fiscal 2010. KAP. The setting process should be conducted
   tersebut agar dilakukan sesuai dengan prosedur      in accordance with the procedures and regulations, pay
   dan ketentuan yang berlaku, memperhatikan surat     attention to the letter BPK-RI Number: 1/S/IX/01/2009 dated
   BPK-RI Nomor : 1/S/IX/01/2009 tanggal 15 Januari    January 15, 2009 and letter of the Secretary General of the
   2009 dan surat Sekretaris Jenderal Departemen       Ministry of Finance No. S-91/SJ/2007 February 5, 2007 on
   Keuangan Nomor : S-91/SJ/2007 tanggal 5 Pebruari    Use of Services of Public Accountant (AP) and the Public
   2007 tentang Penggunaan Jasa Akuntan Publik (AP)    Accounting Firm (KAP), and actively involves the role of the
   dan Kantor Akuntan Publik (KAP), serta melibatkan   Audit Committee.
   secara aktif peran Komite Audit.

7) Dalam rangka pelaksanaan Program Kemitraan dan      7) In order to implement the Partnership Program and
   Bina Lingkungan (PKBL) Direksi agar melaksanakan       Community Development, the Directors will conduct the
   hal-hal sebagai berikut :                              following:

   a) Melakukan sinergi dengan BUMN/Lembaga                a) Synergies with the other State-Owned Company/
      Penyalur lain dalam pelaksanaan Program                 Distribution Institutions in the implementation of the
      Kemitraan untuk mempermudah penyaluran                  Partnership Program to facilitate the distribution to
      kepada mitra binaan/UKM dengan sistem                   trained partners/small and medium enterprises with a
      clustering.                                             clustering system
   b) Penyaluran Program Bina Lingkungan agar              b) Distribution of Community Development Program is
      lebih diarahkan pada pemberian bantuan yang             directed at providing the assistance to support the
      menunjang Program Kemitraan sebagai satu                partnership as a whole program and emphasis on
      kesatuan program dan ditekankan pada upaya              cluster formation
      pembentukan cluster.
   c) Melakukan kegiatan monitoring terhadap               c) Conduct monitoring activities on the development of
      perkembangan usaha mitra binaan                         trained partners business
   d) Dalam pembentukan cluster agar diusahakan            d) In the formation of clustering system it needs tomake
      pada pendekatan usaha yang bersifat produktif,          an effort to approach the productive business, which is
      sehingga diharapkan akan mampu mendukung                expected to be able to support economic growth in the
      pertumbuhan ekonomi di wilayah binaan.                  coachee.
   e) Dalam melakukan pembinaan supaya tidak hanya         e) In order to guide, not only the marketing/exhibitions but
      sekedar pemasaran/pameran tetapi juga dari              also from a technical point of production or financial
      segi teknis produksi atau manajemen keuangan            management and, if possible synergies between the
      dan jika dimungkinkan ada sinergi Diklat antar          State-Owned Enterprises trained partners to complete
      BUMN untuk membekali mitra binaan.                      the training
   f) Secara aktif melaporkan pelaksanaan PKBL             f) Actively report on the implementation of the Partnership
      melalui portal PKBL Kementerian BUMN, berupa            through the Partnership Portal Ministry of State-Owned
      data RKA, Triwulanan, Semesteran dan Hasil              Enterprises, in the form of the RKA data, the results of
      Audit serta kegiatan-kegiatan PKBL lainnya.             the Quarterly, Spring and auditing and other Partnership
                                                              activities.
   g) Meningkatkan jumlah UKM baru dan melakukan           g) Increase the number of new Small and Medium
      survey untuk menyiapkan calon UKM yang                  enterprises and conduct a survey to prepare candidates
      mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi            for the Small and Medium enterprises that have the
      mitra unggulan.                                         potential to be developed into a leading partner

8) Disamping itu RUPS memberikan pelunasan dan         8) In addition, Shareholder General Meeting provides
   pembebasan tanggung jawab (acquit et decharge)         settlement and discharge (acquit et decharge) to the
   kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas                Board of Directors and Board of Commissioners for the
   pengelolaan perusahaan selama tahun buku 2009.         management of the company during fiscal 2009.

   Kepada Direksi dan Dewan Komisaris diberikan           To the Board of Directors and Board of Commissioners
   pelunasan dan pembebasan tanggung jawab atas           granted redemption and liberation of responsibility for
   segala tindakan dalam bidang tugas masing-masing       all actions in each task in fiscal year 2009, all revealed
   dalam tahun buku 2009, sepanjang terungkap dalam       in the audit report Public Accounting Firm (KAP) Dani
   laporan audit Kantor Akuntan Publik (KAP) Dani         Sudarsono & Partner who has given the opinion in all
   Sudarsono & Rekan yang telah memberikan pendapat
                                                                                      LAPORAN TAHUNAN 2010                105
              dalam semua hal yang material, dimana laporan KAP            material respects, in which report was compiled based
              tersebut disusun berdasarkan laporan dari Direksi            on KAP reports of Directors and Board of Commissioners.
              dan Dewan Komisaris. Namun demikian pelunasan                However, the completion and release of liability does not
              dan pembebasan tanggung jawab tersebut tidak                 remove the legal liability of Directors and / or the Board
              melepas tanggung jawab hukum Direksi dan/atau                of Commissioners if the report disclosed that it violated
              Dewan Komisaris apabila laporan yang diungkapkan             the provisions of applicable law and procedures and / or
              tersebut terbukti melanggar ketentuan dan prosedur           later proved the existence of a deviant act and / or hurt the
              hukum yang berlaku dan/atau ternyata di kemudian             company.
              hari terbukti adanya tindakan yang menyimpang dan/
              atau merugikan perusahaan.

      c. Pokok-pokok keputusan pengesahan Laporan                   c. The Principles of Decision of The Ratification of PT
         tahunan PT Jasa Raharja (Persero) tahun buku 2010             Jasa Raharja (Persero) Annual Report Year 2010
         1) Pengesahan Laporan Keuangan untuk tahun yang               1) Ratification of the Financial Statements for the year ended
            berakhir pada 31 Desember 2010 yangtelah diaudit              December 31, 2010, audited by Public Accountant Office
            oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Dani Sudarsono &             Danny Soedarsono & Partners, as indicated in the Report of
            Rekan sebagaimana dimuat dalam Laporan Auditor                the Independent Auditor number: 110/006/ANIR.0311 and
            Independen Nomor : 110/006/ANIR.0311 dan No.                  no. 209/002/IRDN.0310 dated March 21, 2010.
            209/002/IRDN.0310 tanggal 21 Maret 2010.

         2) Neraca Konsolidasi Posisi Per 31 Desember 2010              2) The Position of Consolidated Balance Sheet as of December
            ditutup dengan jumlah aktiva dan pasiva masing-                31, 2010 is closed with the amount of total assets and
            masing sebesar Rp 5,5 triliun. Laba Konsolidasian              liabilities each are Rp 5,5 trillion. Consolidated Profit after
            setelah hak minoritas sebesar Rp 1,11 triliun. Jumlah          Minority Interests is as much as Rp 1,11 trillion. The total
            kewajiban dan aktiva bersih PKBL sebesar Rp 80,98              of liabilities and net assets of PKBL is as much as Rp 80,98
            miliar.                                                        billion.

         3) Penggunaan Laba bersih Perusahaan tahun Buku 2010           3) The use of Company Net Profit year 2010
          (dalam Juta)                                                                                                          (in Million)
            No       Penggunaan                                 Jumlah/ Total                      %                        Utilization
            1.       Dividen                        Rp    334.492.000.000,00                  30,00                           Dividend
            2.       Program Kemitraan              Rp     22.299.000.000,00                   2,00               Partnership Program
            3.       Bina Lingkungan                Rp     22.299.000.000,00                   2,00           Community Development
            4.       Cadangan Tujuan                Rp     49.875.000.000,00                   4,47                 Backup Destination
            5.       Cadangan Umum                  Rp    686.007.902.659,00                  61,53          General Reserves      To-
                           Jumlah                   Rp 1.114.972.902.659,00                  100,00                                 tal

         4) Penetapan tantiem Direksi dan Dewan Komisaris               4) The determination of tantiem of Board of Directors and
            tahun buku 2010.                                               Board of Commissioners year 2010
            Penetapan tantiem atas pencapaian kinerja tahun                The determination of tantiem of year 2010 performance
            2010 bagi Direksi dan Dewan Komisaris akan                     achievement for the Board of Directors and Board of
            ditetapkan kemudian secara tersendiri.                         Commissioners will be determined separately later.

         5) Penetapan gaji Direksi, Honorarium Dewan Komisaris          5) The determination of salary of the Board of Directors,
            dan tunjangan serta fasilitas lainnya tahun 2011.              honorarium of the Board of Commissioners, allowance and
            a) Penetapan daji Direksi dan honorarium Dewan                 other facilities year 2011
               Komisaris tahun 2011 akan ditetapkan kemudian               a) The determination of salary of the Board of Directors
               secara tersendiri.                                              and honorarium of the Board of Commissioners will be
            b) Dewan Komisaris diberikan fasilitas kendaraan                   determined separately later.
               dengan memperhatikan prinsip kepantasan dan                 b) The Board of Commissioners will be provided with
               kemampuan perusahaan.                                           vehicle facility, by noticed of the principles of fairness
            c) Tunjangan dan/atau fasilitas bagi Direksi dan                   and ability of the company.
               tunjangan dan/atau fasilitas bagi Dewan                     c) Allowance and/or facilities for the Board of Directors
               Komisaris selain kendaraan berpedoman pada                      and allowance and/or facilities for the Board of
               peraturan Menteri Negara BUMN No. : PER-02/                     Commissioners other than vehicle are guided by
               MBU/2009.                                                       the regulation of the State Ministry of State-owned
                                                                               Enterprises No: PER-07/MBU/2010

106   LAPORAN TAHUNAN 2010
6) Penunjukan KAP untuk melakukan pemerikasaan               6) The assignment of the office of Public Accountant to
   Laporan Keuangan Perseroan dan Laporan Keuangan              audit Company Financial Statements and PKBL Financial
   PKBL Tahun Buku 2011.                                        Statements year 2011
   Berdasarkan Undang-undang Nomor 40 tahun 2007                Based on Law Number 40 Year 2007 regarding Limited
   mengenai Perseroan Terbatas dan Peraturan Menteri            Company, and the Regulation of State Minister of State-
   Negara BUMN Nomor: KEP-117/M-MBU/2002                        owned Enterprises Number: KEP-117/M-MBU/2002
   mengenai Penerapan Praktek GCG pada BUMN,                    regarding The Implementation of Good Corporate
   Dewan Komisaris melalui Komite Audit diminta                 Governance in State-owned Enterprises, the Board of
   untuk melakukan pemeriksaan Laporan Keuangan                 Commissioners through the Audit Committee was asked to
   Perseroan dan Laporan Keuangan PKBL Tahun                    audit the Company Financial Statement and PKBL Financial
   Buku 2011 dengan berpedoman pada ketentuan                   Statement Year 2011 based on applicable provisions,
   yang berlaku, termasuk memperhatikan surat BPK               including to notice the letter of The Audit Board of The
   Nomor: 1/S/IX/01/2009 tanggal 15 Januari 2009.               Republic Of Indonesia Number: 1/S/IX/01/2009 dated
   Hasil seleksi Dewan Komisaris disampaikan kepada             January 15, 2009. The result of the selection of the Board
   Pemegang Saham untuk mendapatkan keputusan.                  of Commissioners is delivered to the Shareholders to get
                                                                the decision.

7) Persetujuan Peningkatan Modal Dasar Perseroan dan         7) The approval of the Increasing of Company Authorized
   Penambahan Modal Disetor.                                    Capital and the Addition of the Paid-In Capital
   RUPS menyetujui peningkatan modal dasar                      The Shareholder General Meeting has approved the
   perseroan dari sebesar Rp 1.500.000.000.000,00               increasing of Company Authorized Capital from the amount
   (satu triliun lima ratus miliar rupiah) menjadi sebesar      of Rp 1.500.000.000.000,00 (One Trillion Five Hundred
   Rp 5.000.000.000.000,00 (lima triliun rupiah)                Billion Rupiah) to Rp 5.000.000.000.000,00 (Five Trillion
   dan penambahan modal disetor perseroan sebesar               Rupiah), and the addition of the paid-in capital as much as
   Rp 1.000.000.000.000,00 (satu triliun rupiah) yang           Rp 1.000.000.000.000,00 (One Trillion Rupiah)
   berasal dari kapitalisasi cadangan. Pelaksanaan atas
   persetujuan ini agar dilakukan sesuai ketentuan dan
   perundang-undangan yang berlaku.

8) Dalam rangka pelaksanaan Program Kemitraan dan            8) In order to implement The Partnership Program and
   Bina Lingkungan (PKBL) kepada Direksi diminta agar :         Community Development (PKBL) the Board of Directors has
   a) Melakukan sinergi dengan BUMN Pembina PKBL                been asked to:
      lain dalam penyaluran Program Kemitraan dengan             a) Doing the synergy with other Partnership Coach
      melihat kondisi masyarakat disekitar perusahaan                of State-owned Enterprises in the distribution of
      yang mempunyai potensi untuk dikembangkan.                     Partnership Program by observing the condition of
                                                                     the communities around the company that have the
                                                                     potential to be explored
   b) Membuat perencanaan penyaluran pinjaman                    b) Making the plan of loans distribution to the partnership
      kepada mitra binaan dengan pembentukan                         with creating the cluster to simplify the monitoring and
      cluster untuk mempermudah monitoring dan                       development.
      pembinaan.                                                 c) Using the Communities Development Funds effectively,
   c) Menggunakan dana Bina Lingkungan secara                        so the benefits can be enjoyed by the communities
      efektif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan                   around the company, the potential partners, and
      baik oleh masyarakat sekitar perusahaan, calon                 partners.
      mitra binaan dan mitra binaan.                             d) The utilization of Partnership Program Funds effectively
   d) Memanfaatkan dana Program Kemitraan                            and efficiently, especially for the loan distribution,
      secara efektif dan efisien khususnya untuk                     so that is expected there will be more micro and
      pemberian pinjaman, sehingga diharapkan akan                   small business units that receive the working capital
      semakin banyak unit usaha mikro dan kecil yang                 assistance.
      mendapatkan bantuan modal kerja.                           e) To do the database repairing by utilizing online systems
   e) Melakukan pembenahan database dengan                           on each branch, including partners data, such as
      memanfaatkan sistem online di setiap cabang,                   success story and its directory, so that there will not be
      termasuk data mitra binaan berupa succes story                 duplication of distribution to the partners.
      dan direktorinya supaya tidak terjadi duplikasi
      penyaluran kepada mitra binaan.                            f) To do monitoring to the partners intensively, especially
   f) Melakukan monotoring terhadap mitra binaan                    towards the partners that have the sub-standard,
      secara intensif, khususnya terhadap mitra binaan              doubtful and loss returns.
      yang pengembaliannya kurang lancar, diragukan
      dan macet.


                                                                                             LAPORAN TAHUNAN 2010                 107
               g) Memanfaatkan dana hibah secara efektif dan               g) Utilization of grant funds effectively and efficiently in
                  efisien dalam rangka mendukung kegiatan yang                order to support the activities that can provide point
                  mampu memberikan nilai tambah bagi mita                     value to the partners.
                  binaan.

           9) Memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung             9) Providing the release and discharge (acquit et decharge) to
              jawab (acquit et de charge) kepada Direksi dan              the Board of Directors and Board of Commissioners
              Dewan Komisaris.                                            Board of Directors and Board of Commissioner has been
              Kepada Direksi dan Dewan Komisaris diberikan                provided by release and discharge (acquit et decharge) of
              pelusan dan pembebasan tanggungjawab atas                   the responsibility for all activities in each task in the 2010
              segala tindakan dalam bidang tugas masing-masing            Fiscal Year, all identified in the audit reports of the Public
              dalam Tahun Buku 2010, sepanjang terungkap dalam            Accounting Firm (KAP) Dani Sudarsono and Partner who
              laporan audit Kantor Akuntan Publik (KAP) Dani              has provided reasonable opinion in all material aspects,
              Sudarsono & Rekan yang telah memberikan pendapat            in which the report of the Public Accounting Firm was
              wajar dalam semua hal yang material, dimana                 compiled based on the reports of Directors and Board of
              laporan KAP tersebut disusun berdasarkan laporan            Commissioners. However, the release and discharge does
              dari Direksi dan Dewan Komisaris. Namun demikian            not remove the legal responsibility of the Board of Director
              pelunasan dan pembebasan tanggungjawab                      and the Board of Commissioners, whenever it proved
              tersebut tidak melepas tanggungjawab hukum                  that the report violated the regulation and applicable law
              Direksi dan Dewan Komisaris apabila laporan                 procedures, or then proved the existence of a deviant act
              tersebut terbukti melanggar ketentuan dan prosedur          and / or damage the company.
              hukum yang berlaku dan atau ternyata di kemudian
              hari terbukti adanya tindakan yang menyimpang dan
              atau merugikan perusahaan.

      3. Dewan Komisaris                                             3. Board of Commissioners

        Sesuai dengan Anggaran Dasar PT Jasa Raharja                   In accordance with the Statutes of PT Jasa Raharja (Persero)
        (Persero) Pasal 16, Dewan Komisaris bertugas melakukan         of Article 16, the Board of Commissioners is responsible to
        pengawasan terhadap kebijakan pengurusan, jalannya             supervise the management policy, the running of management
        pengurusan pada umumnya baik mengenai Perseroan                in general, about the Company and the Company’s business
        maupun usaha Perseroan yang dilakukan oleh Direksi serta       conducted by the Board of Directors, and provide the advices
        memberikan nasihat kepada Direksi termasuk pengawasan          to the Board of Directors, including the supervision of the
        terhadap pelaksanaan Rencana Jangka Panjang Perusahaan         implementation of the Company’s Long Term Plan (RJPP),
        (RJPP), Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP)           Corporate Work Plan and Budget (RKAP) and the provisions
        serta ketentuan-ketentuan Anggaran Dasar dan Keputusan         of the Articles of Association and the General Meeting of
        Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), serta peraturan              Shareholders (GMS), as well as laws and policies for the
        perundang-undangan yang berlaku, untuk kepentingan             interests of the Company and in accordance with the purposes
        Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan.       and objectives of the Company regulations.

        a. Komposisi Dewan Komisaris                                   a. Composition of Board of Commissioners
           Sebagai Pengawas terhadap kebijaksanaan perusahaan              As the Board of Trustees against company policy and
           dan Penasehat Direksi telah ditunjuk Dewan Komisaris            Advisory Board of Directors has appointed a Board
           yang diangkat berdasarkan Keputusan Menteri Negara              of Commissioners in accordance with the Decree of
           Badan Usaha Milik Negara No.KEP-85/MBU/2008                     the Minister of State-owned enterprises no. KEP-85/
           tanggal 22 Mei 2008, dengan komposisi sebagai berikut :         MBU/2008 of 22 May 2008, as follows:

           1) Komisaris Utama             : Mardiasmo                       1) President Commissioners   : Mardiasmo
           2) Komisaris                   : Sri Mulyanto                    2) Commissioners             : Sri Mulyanto
           3) Komisaris Independen        : Baroeto Badroes                 3) Independent Commissioners : Baroeto Badroes

        b. Independensi Dewan Komisaris                                b. The Independency of Board of Commissioners
           Berdasarkan Keputusan Menteri BUMN nomor Kep-117/               Based on the Decree of the Minister of State-Owned
           M-MBU/2002 tanggal 31 Juli 2002 tentang Independensi            Enterprises No. Kep-117/M-MBU/2002 dated July 31,
           Dewan Komisaris bahwa paling sedikit 20% (dua puluh             2002 on the Independence of the Board of Commissioners
           persen) dari anggota Dewan Komisaris harus berasal              that at least 20% (twenty percent) of the Council members
           dari kalangan di luar BUMN yang bersangkutan dengan             should come from outside of State-Owned Enterprises
           ketentuan sebagai berikut:                                      concerned with the following conditions:

108     LAPORAN TAHUNAN 2010
   1) Tidak menjabat sebagai Direksi di perusahaan afiliasi.                       1) Not serving as directors in affiliated companies
   2) Tidak bekerja pada Pemerintah termasuk di                                    2) Not working in the Government including Departments,
      departemen, lembaga dan kemiliteran dalam kurun                                 State Agencies and Military withing 3 (Three) years.
      waktu 3 (tiga) tahun terakhir,
   3) Tidak bekerja di BUMN yang bersangkutan atau                                 3) Not working on the mentioned State-Owned
      afiliasinya dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir,                          Enterprises or its affiliated companies within 3 (three)
                                                                                      years.
   4) Tidak mempunyai keterkaitan finansial, baik langsung                         4) Do not have a financial relationship, directly or
      maupun tidak langsung dengan BUMN yang                                          indirectly related to the State-owned enterprises or
      bersangkutan atau perusahaan yang menyediakan                                   companies that provide products and services for the
      jasa dan produk kepada BUMN yang bersangkutan                                   State concerned and its affiliates,
      dan afiliasinya,
   5) Bebas dari kepentingan dan aktivitas bisnis atau                             5) Free of interests and activities of a business or other
      hubungan lain yang dapat menghalangi atau                                       relationship that could impede or interfere with the
      mengganggu kemampuan Dewan Komisaris                                            ability of the Board of Commissioners from outside the
      yang berasal dari kalangan di luar BUMN yang                                    country to act or think independently in the country.
      bersangkutan untuk bertindak atau berpikir secara
      bebas di lingkungan BUMN.

   Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan diatas,                        Based on the criteria set out above, the Board of Commissioners
   Dewan Komisaris melakukan penilaian atas Anggota                          Board of Commissioners to make assessments that meet the
   Dewan Komisaris yang memenuhi kriteria independensi                       criteria of independence as follows:
   sebagai berikut :
                                                       Kriteria Independensi/ Independence criteria

    No. Nama/                Tdk Mempunyai              Tdk Bekerja pada          Tdk Bekerja        Tdk Mempunyai       Bebas dari Kepentingan
        Name               Hubungan Afiliasi/     Pemerintah /Kemiliteran/   Pada BUMN Ybs/     Keterkaitan Financial/        & Aktivitas Bisnis/
                                   Not Having                 Not Work in         Not Work in             Not Having        Interest is free from
                            Affiliate relations      Government/Military         Jasa Raharja        Financial affairs     & Business Activities
     1   Mardiasmo              Ya / Yes                  Ya / Yes               Ya / Yes              Ya / Yes                  Ya / Yes
     2   Baroeto Badroes         Ya / Yes                Tidak / No              Ya / Yes              Ya / Yes                  Ya / Yes
     3   Sri Mulyanto            Ya / Yes                 Ya / Yes               Ya / Yes              Ya / Yes                  Ya / Yes


c. Tugas Dewan komisaris                                                      c. Duties of Board of Commissioners
   Sesuai dengan Anggaran Dasar PT Jasa Raharja (Persero),                        In accordance with the Statutes of PT Jasa Raharja
   Dewan Komisaris bertugas melakukan pengawasan                                  (Persero) of Article 16, the Board of Commissioners is
   terhadap kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan                             responsible to supervise the management policy, the
   pada umumnya baik mengenai Perseroan maupun usaha                              running of management in general, about the Company
   Perseroan yang dilakukan oleh Direksi serta memberikan                         and the Company’s business conducted by the Board
   nasehat kepada Direksi termasuk pengawasan terhadap                            of Directors, and provide the advices to the Board of
   pelaksanaan Rencana Jangka Panjang Perusahaan                                  Directors, including the supervision of the implementation
   (RJPP), Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan                                  of the Company’s Long Term Plan (RJPP), Corporate Work
   (RKAP) serta ketentuan-ketentuan anggaran dasar dan                            Plan and Budget (RKAP) and the provisions of the Articles
   keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS),                                    of Association and the General Meeting of Shareholders
   serta peraturan perundang-undangan yang berlaku,                               (GMS), as well as laws and policies for the interests of
   untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud                           the Company and in accordance with the purposes and
   dan tujuan Perseroan.                                                          objectives of the Company regulations.

d. Laporan Pelaksanaan Tugas Dewan Komisaris                                  d. Report on the implementation task of the Board of
   Tahun 2010                                                                    Commissioners
   Pendahuluan                                                                   Introduction
   Pelaksanaan pengawasan Dewan Komisaris selama                                  Implementation of the supervisory Board of Commissioners
   tahun 2010 dilakukan sesuai dengan tugas, wewenang,                            during 2010 carried out in accordance with the duties,
   kewajiban, dan tanggung jawab Dewan Komisaris                                  powers, obligations and responsibilities of the Board
   sebagaimana diatur dalam ketentuan anggaran dasar                              of Commissioners as set forth in applicable laws and
   serta peraturan perundangan yang berlaku. Pengawasan                           regulations. Supervisory Board of Commissioners who
   yang dijalankan Dewan Komisaris antara lain                                    run, among other things, means that there is conformity
   dimaksudkan agar terdapat kesesuaian dan konsistensi                           and consistency in the implementation of its business with

                                                                                                              LAPORAN TAHUNAN 2010                  109
         dalam pelaksanaan kegiatan usaha perseroan dengan               the Work Plan and Corporate Budget (RKAP) which has
         Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP)                    been ratified by the AGM at the beginning of the year, and
         yang telah disahkan oleh RUPS pada awal tahun, serta            the implementation of the principles of good corporate
         implementasi prinsip-prinsip good corporate governance          governance throughout line organization in carrying out
         pada seluruh lini organisasi dalam menjalankan                  activities whether the activities performed by operational
         aktifitasnya baik aktifitas yang dilakukan oleh unit-unit       units and supporting units. In addition, supervision is
         operasional maupun unit pendukung. Disamping itu,               also intended to determine the periodic attainment of
         pengawasan dimaksudkan pula untuk mengetahui secara             performance during the financial year 2010 ditelah agreed
         berkala pencapaian kinerja selama tahun buku 2010 atas          targets and ensure that the existing internal control system
         target yang ditelah disepakati serta memastikan bahwa           has been dilakanakan with adequate to support the
         sistem pengendalian intern yang ada telah dilakanakan           achievement of such performance.
         dengan memadai untuk mendukung pencapaian kinerja
         tersebut.

         Mekanisme pengawasan dan nasihat yang dilaksanakan              Mechanisms for monitoring and advice made by the
         oleh Dewan Komisaris dilakukan secara intensif melalui          Board of Commissioners conducted intensively through a
         pembahasan terhadap kinerja dan permasalahan,                   discussion on the performance and problems, both on a
         baik secara berkala dengan Direksi dan/ atau pejabat            regular basis by the Board of Directors and / or officers of
         Perseroan maupun pembahasan secara khusus atas                  the Company and in particular the discussion of matters
         hal-hal yang dinilai bersifat urgent sesuai kebutuhan,          deemed urgent needs, as well as visits to branch offices /
         serta melakukan kunjungan kerja ke kantor cabang/               representation and other working units where necessary
         perwakilan dan unit-unit kerja lain apabila diperlukan          to determine directly the problems faced by the work unit.
         guna mengetahui secara langsung permasalahan yang
         dihadapi oleh unit-unit kerja.

         Pengawasan Dewan Komisaris didukung organ Komite                The Supervisory Board supported the Audit Committee,
         Audit yang keanggotaannya yang dibentuk oleh Dewan              membership of a body established by the Council of
         Komisaris. Komite Audit selama tahun 2010 telah                 Commissioners. The Audit Committee for the 2010 made
         menjalankan tugasnya dengan baik sehingga sangat                their job so well that it is very helpful and supportive Board
         membantu dan mendukung Dewan Komisaris dalam                    of Commissioners in oversight functions.
         menjalankan fungsi pengawasan.

      Kinerja Perseroan Tahun 2010                                   Company Performance in 2010

      Target-target kualitatif dan kuantitatif dalam RKAP tahun      Objectives in the RKAP qualitative and quantitative in 2010
      2010 pada prinsipnya secara umum dapat dicapai dan             on the general principle can be achieved and increased
      mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu        compared to the previous year as follows:
      sebagai berikut :

      1) Program Kerja.                                              1) Work Program
         Secara umum program kerja telah pada tahun 2010 telah          In general the work program in 2010 has been
         dilaksanakan sesuai skedul dalam RKAP. Kecepatan               implemented on schedule in RKAP. Velocity realization,
         penyelesaian santunan dibandingkan realisasinya                the completion of compensation compared with the same
         periode yang sama tahun 2009 yaitu 7 hari hari sejak           period of 2009 days 7 days from the date of the accident.
         tanggal kecelakaan. Sedangkan pelayanan sejak tanggal          While the service since the date of submission of complete
         pengajuan dokumen lengkap mengalami percepatan 5,68            documents expedite 5.68 hours, ie from 7 hours to 1.32
         jam, yaitu dari 7 jam menjadi 1,32 jam. Namun demikian         hours. However, there is a capital expenditure plan in the
         dalam belanja modal terdapat rencana pengadaan tanah           procurement of the Jakarta branch of land and buildings
         dan gedung cabang DKI yang tidak dapat dilaksanakan            that can not be implemented as a result of concerns about
         sebagai akibat adanya permasalahan yang menyangkut             the legal aspects regarding the planned purchase of land
         aspek legal berkenaan dengan rencana pembelian tanah           owned by the National General Film Company, located on
         milik Perusahaan Umum Film Nasional yang berlokasi             Jl. Otista - Jakarta, and the current management is still
         di Jl. Otista - Jakarta, dan manajemen saat ini masih          trying to find a decent replacement.
         berupaya mencari lokasi pengganti yang layak.




110   LAPORAN TAHUNAN 2010
2) Bidang Keuangan                                             2) Financial Sector
   Kinerja keuangan induk Perseroan pada akhir tahun 2010         The financial performance of the company at the end of
   apabila dibandingkan dengan posisi yang sama tahun             2010, compared to the same position the previous year
   sebelumnya mengalami peningkatan, antara lain terlihat         has increased, could be seen from the increase and
   dari peningkatan dan perbaikan beberapa parameter yaitu :      improvement of several parameters, namely:

   Neraca Induk Perseroan :                                       Balance Sheet Parent Company :
   a) Neraca PT Jasa Raharja (Persero) pada posisi per 31         a) Balance of PT Jasa Raharja (Persero) at positions per
      Desember 2010 ditutup dengan jumlah aktiva/ pasiva             December 31, 2010 closed with total assets/ liabilities
      sebesar Rp 5.071.724 juta atau meningkat 28,82%                of Rp 5,071,724 million, an increase of 28.82%
      dibanding tahun buku 2009 sebesar Rp 3.937.143 juta,           compared to fiscal year 2009 of Rp 3,937,143 million,
      dan dapat melampaui 112,77% dari jumlah yang                   and could exceed 112.77 % of the budgeted amount
      dianggarkan sebesar Rp 4.497.546 juta.                         of Rp 4,497,546 million.
   b) Kenaikan disisi aktiva terutama pada investasi yang         b) The increase in assets, primarily on increased
      meningkat sebesar Rp 1.035.186 juta atau meningkat             investments in the amount of Rp 1,035,186 million,
      28,34% dibanding tahun 2009. Sedangkan disisi                  an increase of 28.34% compared to 2009. In terms
      pasiva terutama kenaikan pada cadangan tehnis                  of liabilities, especially the increase in technical
      (cadangan premi dan estimasi klaim) sebesar Rp 128.788         reserves (an estimated premium and claims reserves)
      juta atau meningkat 10,33%serta kenaikan ekuitas               amounting to Rp 128,788 million, an increase of
      sebesar Rp 945.188 juta atau meningkat signifikan              10.33% and an increase in equity amounting
      yaitu sebesar 37,13% dibanding tahun 2009.                     to Rp 945,188 million, a significant increase in the
                                                                     amount of 37.13% compared to 2009.

   Laba/Rugi Induk Perseroan :                                    Profit / Loss Parent Company:
   a) Pendapatan underwriting tahun 2010 dapat dicapai            a) The underwriting revenue in 2010 could be achieved
      sebesar Rp 2.597.502 juta yang berarti meningkat               as much as Rp 2,597,502 million, increased 12.61%
      12,61% dibanding tahun 2009 sebesar Rp 2.306.684               compared to the year 2009 in the amount of Rp 2,306,684
      juta dan melampaui 2,02% dari jumlah yang                      million and exceeded 2.02% of the targeted amount of
      ditargetkan sebesar Rp 2.614.524juta.                          Rp 2,614,524 million.
   b) Pendapatan non underwriting dicapai sebesar                 b) Non-underwriting income reached Rp 1,070,671
      Rp 1.070.671 juta atau naik 6,64 % dibanding                   million, an increase of 6.64% compared to the year
      tahun 2009 sebesar Rp 1.003.962 juta dan 19,91%                2009 amounting to Rp 1,003,962 million and 19.91%
      diatas jumlah yang ditargetkan sebesar Rp 892.906              above the targeted amount of Rp 892,906 million. In
      juta. Pada kelompok pendapatan ini, pendapatan                 group revenue, investment income can be reached
      investasi dapat dicapai sebesar Rp. 436.586 juta               Rp. 436 586 million or 2.19% decrease from the year
      atau menurun 2,19% dari tahun 2009 yang hanya                  2009 which is only Rp 446,351 million, surpassing the
      sebesar Rp 446.351 juta, melampaui 126,38% dari                126.38% of the targeted amount.
      jumlah yang ditargetkan.
   c) Pendapatan lain-lain yang sebagian besar berasal dari       c) Other income that is largely derived from fines and
      pendapatan denda dan kartu dana dicapai sebesar                money cards reached Rp 634.085 million increase
      Rp 634.085 juta, meningkat 13,71% dibanding tahun              13.71% in 2009 compared with Rp 611.557 million,
      2009 Rp 557.611 juta dan 15,82% diatas jumlah yang             15.82% above the target of Rp 892.906 million.
      ditargetkan sebesar Rp 892.906 juta.
   d) Beban underwriting pada tahun buku 2010                     d) The burden of underwriting financial year 2010
      direalisir sebesar Rp 1.851.951 juta atau mengalami            amounting to Rp 1,851,951 million, an increase of
      peningkatan3,27 % dibanding tahun buku 2009                    3.27% compared to fiscal year 2009 amounting to
      sebesar Rp 1.793.226 juta, dan 6,52% di bawah                  Rp 1,793,226 million, and 6.52% below the budgeted
      jumlah yang dianggarkan sebesar Rp 1.981.046 juta.             amount of Rp 1,981,046 million. Administrative costs
      Biaya Administrasi/ biaya operasional turun sebesar            / operating expenses decreased by 5.24% and Net
      5,24% dan Beban Underwriting Lain Netto naik                   Other Underwriting Expenses increased by 29.32%
      sebesar 29,32% dibanding tahun 2009, dan direalisir            compared to 2009, and realized respectively 75.08%
      masing-masing sebesar 75,08% dan 99,25% dari                   and 99.25% of the budgeted amount.
      jumlah yang dianggarkan.
   e) Beban non underwriting/ beban usaha tahun                   e) Non-underwriting expenses / operating expenses
      buku 2010 direalisir sebesar Rp 456.594 juta atau              realized financial year 2010 amounting to Rp 456,594
      meningkat sebesar 16,63% dibanding tahun 2009                  million, an increase of 16.63% compared to the year
      sebesar Rp 391.495 juta, bila dibanding anggarannya            2009 amounting to Rp 391,495 million, compared
      sebesar Rp 518.467 juta maka direalisir sebesar

                                                                                            LAPORAN TAHUNAN 2010               111
            88%. Pada pos biaya pegawai, biaya umum dan biaya                     with a budget of Rp 518,467 million will be realized
            penyusutan aktiva pada tahun 2010 masing-masing                       by 88%. In a postal employee costs, general expenses
            direalisir sebesar Rp. 339.332 juta, sebesar Rp. 81.756               and depreciation expense in 2010 respectively realized
            juta dan sebesar Rp. 35.506 juta atau masing masing                   Rp. 339,332 million, Rp 81,756 million and Rp. 35,506
            direalisir 94,21%, 90,69% dan 125,82% dari jumlah                     million or 94.21% respectively realized, 90.69% and
            yang dianggarkan.                                                     125.82% of the budgeted amount.
         f) Laba sebelum pajak dicapai sebesar Rp 1.359.638                    f) Income before tax of Rp 1,359,638 million, up 20.76%
            juta atau naik 20,76% dibanding tahun 2009 sebesar                    compared to the year 2009 amounting to Rp 1,125,925
            Rp 1.125.925 juta dan 44,78% diatas jumlah yang                       million and 44.78% above the targeted amount of Rp
            ditargetkan sebesar Rp 939.092 juta. Realisasi laba                   939,092 million. Realized net income after tax of Rp
            bersih setelah pajak dicapai sebesar Rp 1.114.973                     1,114,973 million, an increase of 20.71% compared to
            juta atau mengalami kenaikan 20,71% dibanding                         fiscal year 2009 amounting to Rp 923,675 million, and
            tahun buku 2009 sebesar Rp 923.675 juta, dan bila                     when compared with the target of Rp 787,645 million
            dibanding targetnya sebesar Rp 787.645 juta dapat                     may exceed 41.56%.
            melampaui 41,56%.

      3) Belanja Modal:                                                   3) Capital Expenditure :
         Pada Tahun 2010 pengeluaran belanja modal                           In the year 2010 of capital expenditure was 85.836 million
         direalisasikan sebesar Rp 85.836 juta atau 65,20%                   rupees, or 65,20% of the total amount budgeted for 2010
         dari jumlah keseluruhan yang dianggarkan tahun 2010                 by value of 131.655 millions of rupees, with the following
         sebesar Rp 131.655 juta, dengan rincian sebagai berikut:            information:
          (dalam Juta)                                                                                                           (in Million)

             Keterangan                     Realisasi/ Realization    Anggaran/ Budget              %                        Description
             (1)                                               (2)                    (3)         (2:3)
             Gedung Kantor & Rmh.Dinas                      43.657                85.073        51,32         Office building & Home Office
             Perabot Kantor/ Rmh. Dinas.                    10.152                10.508        96,61         Office Inventory/ Home Office
             Perlengkapan Komputer                          11.750                14.619        80,37                              Computer
             Mesin-mesin Kantor                              8.665                 7.754       111,75                        Office Machine
             Kendaraan Bermotor                             11.612                13.701        84,76                         Motor Vehicle
             Jumlah                                         85.836               131.655        65,20                                 Total

      4) Tingkat Kesehatan:                                               4) Health Level
         Tingkat kesehatan keuangan PT Jasa Raharja (Persero)                Financial sustainability of PT Jasa Raharja (Persero) in
         pada tahun buku 2010 sebagai Induk Perseroan sesuai                 2010, according to the results of the estimates are based
         hasil penilaian yang didasarkan pada Keputusan                      on the order of the Minister of Finance No. 826/KMK-
         Menteri Keuangan Nomor: 826/KMK-013/1992 dapat                      013/1992 can maintain a Healthy After a total value of
         dipertahankan dengan predikat Sehat Sekali dengan                   123.02.
         total bobot nilai 123,02.
      5) Rasio Keuangan Induk Perseroan:                                  5) Financial Ratio:
         Rasio-rasio keuangan penting PT Jasa Raharja (Persero)              Important financial ratios of PT Jasa Raharja (Persero) in
         dalam tahun buku 2010 nampak semakin meningkat                      2010 seems to be getting shorter which can be presented
         yang secara singkat dapat disampaikan sebagai sebagai               as follows:
         berikut:
          (Dalam %)                                                                                                                  (in %)

           Keterangan                         Tahun/ Year      Target/ Target Realisasi/ Realization                         Description
                                                    2009               2010                     2010
           Rentabilitas                             34,09              23,06                   30,19                            Rentability
           Likuiditas                              122,22              94,72                  147,89                              Liquidity
           Solvabilitas                            282,43             302,97                  320,30                             Solvency
           Rasio Pengeluaran                        14,61              19,51                   16,44                     Spending Ration
           Rasio Kerugian                           55,93              59,43                   54,30                          Loss Ration
           Yield on Investment                      12,22               8,39                    9,31                  Yield on Investment
           Rasio Kecukupan Investasi               293,22             298,80                  341,05           Investment Adequacy Ratio
           Risk Based Capital                      559,54             540,97                  621,56                   Risk Based Capital



112   LAPORAN TAHUNAN 2010
Rekomendasi Hasil Pengawasan                                    Recommendation of Monitoring Result
Sejalan dengan Visi PT Jasa Raharja (Persero) yaitu menjadi     In line with the vision of PT Jasa Raharja (Persero) is a leading
perusahaan terkemuka di bidang asuransi dengan kegiatan         company in the insurance field with business activities
usaha mengemban amanah undang-undang sebagai                    bringing law’s mandate as a provider of compulsory social
penyelenggaraa program asuransi sosial yang bersifat wajib      insurance programs of traffic accidents always have to put
kecelakaan lalu lintas harus senantiasa mengutamakan            service to the community.
layanan kepada masyarakat.

Dalam rangka mencapai visi perusahaan dan dalam                 In order to achieve the vision of the company and in improving
meningkatkan kinerja perseroan, Dewan Komisaris                 corporate performance, the Board of Commissiones calculate
menilai masih perlunya dilakukan upaya-upaya perbaikan/         that the efforts to repair and to improve on the various
penyempurnaan diberbagai aspek sehingga kinerja seluruh         aspect is still needed, so that the performance of the entire
organ internal perseroan dalam menjalankan aktifitasnya         corporation in carrying out its activities more optimal.
lebih optimal.

Sebagai penyelenggara program asuransi sosial tentunya          As the organizer of the social insurance programmes, of
PT Jasa Raharja (Persero) wajib memperhatikan kualitas          course, PT Jasa Raharja (Persero) shall take into account
layanan yang diberikan kepada masyarakat dan kualitas           the quality of services rendered to society and the quality
kegiatan internal yang memadai untuk menghasilkan layanan       of internal activities, sufficient to obtain services. Quality
tersebut. Peningkatan kualitas tersebut harus dilakukan         must be done on a sustainable basis, so that the population’s
secara berkelanjutan sehingga kebutuhan masyarakat              demand for an adequate level of service is always performed.
terhadap standar layanan yang memadai senantiasa
terpenuhi.

Peningkatan kualitas layanan dan kegiatan internal              Improved quality of services and activities of the company’s
perusahaan tercapai apabila didukung dengan kualitas            internal quality is achieved when supported by adequate
pengendalian intern yang memadai. Manajemen PT Jasa             internal controls. Management of PT Jasa Raharja (Persero)
Raharja (Persero) masih perlu untuk terus memperkuat dan        still need to continue strengthening and improving internal
meningkatkan pengendalian intern sejalan dengan kebutuhan       controls in accordance with the need for increased activities
peningkatan aktivitas dan layanan. Dukungan pengendalian        and services. Support is needed to strengthen internal
intern diperlukan untuk memperkuat akuntabilitas dan            controls and accountability auditabilitas corporate activities
auditabilitas kegiatan perusahaan dan pada gilirannya akan      and in turn will improve the efficiency and effectiveness of the
meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan.              company.

Aspek penting yang perlu diperhatikan dalam penguatan           An important aspect to consider in strengthening internal
pengendalian intern adalah peningkatan kualitas sistem          control is to improve the quality of information systems.
informasi. PT Jasa Raharja (Persero) memiliki 28 cabang         PT Jasa Raharja (Persero) has 28 branches spread all over
yang tersebar di seluruh Indonesia. Jangkauan kegiatan          Indonesia. Outreach activities of this company in the future
perusahaan ini di masa mendatang tentu akan semakin             will be broader and create wider span of control. The extent
luas dan menciptakan rentang kendali yang semakin               of the reach of the company’s operations will require an
lebar. Luasnya jangkauan operasi perusahaan tentunya            adequate network of integrated systems so that information
memerlukan jaringan sistem terintegrasi yang memadai            generated is completely valid and responsible. Powerful
sehingga informasi yang dihasilkan benar-benar valid dan        information systems must be able to reduce the risks that may
akuntabel. Sistem informasi yang kuat tentunya akan dapat       occur due to the widening span of control.
menurunkan risiko yang mungkin terjadi akibat melebarnya
rentang kendali.

Peningkatan layanan di satu sisi, dan pelebaran rentang         Increase in service, on the one hand, and widening the range
kendali karena semakin luasnya jangkauan jejaring kerja,        of control, because a wider range of networks and calls for
memerlukan penambahan kuantitas dan peningkatan kualitas        increased quantity and quality of human resources. Add the
sumber daya manusia. Penambahan kuantitas diperlukan            number needed to fill new positions associated with the
untuk mengisi posisi-posisi baru yang timbul karena perluasan   expansion of the organization. Adding the number you want to
jangkauan organisasi. Penambahan kuantitas diperlukan           avoid the presence of the Office and loss of control nodes. To
untuk menghindari terdapatnya perangkapan jabatan               improve the quality of human resources required to improve
dan hilangnya simpul-simpul pengawasan. Sedangkan               the quality of support services, which give the satisfaction of
peningkatan kualitas SDM diperlukan untuk meningkatkan          those in need.
dukungan kualitas layanan sehingga memberikan kepuasan
kepada masyarakat yang membutuhkan.

                                                                                               LAPORAN TAHUNAN 2010                 113
      Sikap responsif terhadap perubahan kiranya perlu mendapat      Respond to changes in the relationship should focus mainly
      perhatian, utamanya terhadap perubahan eksternal yang          on external changes which affect directly or indirectly to the
      berpengaruh langsung atau pun tidak langsung terhadap          company. Loosening response could potentially pose a risk
      perusahaan. Mengendurnya sikap tanggap berpotensi              reduction adaptive to environmental companies. Speed will
      menimbulkan risiko menurunnya kemampuan adaptasi               also be given to any constructive proposals had been received
      perusahaan terhadap lingkungan. Sikap tanggap tersebut         for the development of the company.
      juga perlu diberikan untuk setiap saran konstruktif yang
      diterima untuk pengembangan perusahaan.

      Kinerja keuangan perusahaan selama tahun 2010 cukup            Company’s financial performance during 2010 is quite
      mengesankan, namun prestasi tersebut seyogyanya                impressive, but it should not hinder achievement for the whole
      tidak menghalangi bagi seluruh jajaran perusahaan untuk        range of companies to continuously improve its performance.
      terus meningkatkan kinerjanya. Keinginan untuk terus           The desire to continually improve performance in general will
      meningkatkan kinerja pada umumnya akan tercermin pada          be reflected in the cultural response to environmental changes
      budaya tanggap terhadap perubahan lingkungan dan saran         and positive advice that aims to develop the company.
      positif yang bertujuan mengembangkan perusahaan.

      Prosedur operasi baku tentunya sangat diperlukan agar          Standard operating procedures must be very necessary to run
      kegiatan perusahaan berjalan sesuai dengan arah dan            the company’s activities in accordance with the direction and
      kebijakan manajemen. Prosedur operasi baku yang efektif        management policies. Effective standard operating procedures
      harus memenuhi dua aspek. Pertama, prosedur baku               must meet two aspects. First, the standard procedures of
      tersebut harus memenuhi kaidah pengendalian intern,            internal control must meet that rule, especially in the form
      utamanya dalam bentuk pemenuhan unsur mekanisme                of compliance testing each element of the mechanism and a
      saling uji maupun sistem supervisi yang andal. Kedua,          reliable surveillance system. Second, standardized procedures
      prosedur baku harus benar-benar dipatuhi oleh setiap jajaran   must be strictly adhered to by all ranks of conduct so that no
      pelaksana sehingga tidak terjadi penyimpangan. Kepatuhan       deviation occurs. Regulatory compliance should also be noted
      terhadap peraturan juga harus terus diperhatikan agar setiap   that any activity continues to run in accordance with the rules
      kegiatan berjalan sesuai dengan kaidah pengendalian intern.    of internal control.

      Satuan Pengawasan Intern, yang merupakan salah satu            Internal Audit Unit, which is one of the internal control
      penguat pengendalian intern juga harus terus diperkuat         amplifier must also be strengthened and perfected. Strong
      dan disempurnakan. Satuan Pengawasan Intern yang kuat          Internal Audit Unit is expected to close the internal control
      diharapkan dapat menutup kelemahan pengendalian intern.        weaknesses. Strengthen and improve the Internal Audit Unit
      Penguatan dan penyempurnaan Satuan Pengawasan                  conducted both intensive and extensive. Auditing capabilities,
      Intern dilaksanakan baik secara intensif maupun ekstensif.     both financial operations also still needs to be improved.
      Kemampuan auditing, baik operasional mau pun finansial         Intensification of auditing capabilities implemented by
      masih perlu terus ditingkatkan. Intensifikasi kemampuan        increasing the ability of auditors to the findings produced truly
      auditing dilaksanakan dengan jalan meningkatkan                beneficial to the company’s management. While the extensive
      kemampuan auditor agar temuan-temuan yang dihasilkan           audit capability is achieved by providing auditors with new
      benar-benar bermanfaat bagi manajemen perusahaan.              audit techniques to compliment the development of corporate
      Sedangkan ekstensifikasi kemampuan auditing dicapai            and environmental challenges
      dengan membekali para auditor dengan teknik-teknik
      auditing baru yang selaras dengan perkembangan dan
      tantangan lingkungan perusahaan.

      Sejalan dengan pelaksanaan pengawasan yang dilakukan           In line with the implementation of the surveillance conducted
      oleh Dewan Komisaris selama tahun 2010, maka dalam             by the Board of Commissioners during 2010, then in order to
      rangka lebih meningkatkan kinerja khususnya pada masing-       further improve performance, especially on each Directorate
      masing Direktorat/ Bidang, Dewan Komisaris menyarankan         / Division, the Board of Commissioners recommend to the
      kepada Direksi untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut:    Directors to consider the following:

      1) Bidang Direktorat Utama                                     1) Main Directorate Sector

         a) Terkait dengan pelaksanaan amandemen RUU                     a) Related to the implementation of amendments
            perasuransian yang saaat ini telah disampaikan oleh             to bill insurance companies that currently have
            Pemerintah, Dewan Komisaris meminta agar Divisi                 been proposed by the Government, the Board of
            Litbang bertindak pro aktif untuk menyampaikan                  Commissioners requested that the Division of Research
            hasil kajian masalah strategis yang menyangkut                  and Development to act pro-actively to convey the

114   LAPORAN TAHUNAN 2010
       penyelenggara asuransi kecelakaan bersifat wajib            results of studies on strategic issues concerning
       agar diupayakan secara maksimal sehingga tetap              compulsory accident insurance providers in order to
       dilaksanakan oleh PT Jasa Raharja (Persero),                be pursued to the maximum so fixed conducted by PT
                                                                   Jasa Raharja (Persero),
   b) Perencanaan      dan     implementasi        program      b) Planning and implementation of internal control audits
      pengawasan internal audit oleh unit Satuan                   by the Intern Audit Unit needs to be strengthened
      Pengawasan Intern perlu terus diperkuat melalui              by improving the quality of planning and a more
      penyempurnaan kualitas perencanaan dan outputnya             comprehensive output and leads to risk-based audit.
      yang lebih komprehensif dan mengarah pada audit
      berbasis risiko.                                          c) In order to explore the potential earnings, Unit
   c) Dalam rangka menggali potensi pendapatan,                    Research and Development program activities need
      program kegiatan Unit Litbang perlu lebih difokuskan         to focus more on creating innovation in the form of
      pada penciptaan inovasi berupa langkah-langkah               steps for the development of breakthrough products
      terobosan perusahaan bagi pengembangan bisnis                company insurance business shall, in order to take
      produk asuransi wajib, guna memanfaatkan setiap              advantage of every opportunity the existence of
      peluang dari keberadaan Undang-Undang Lalu Lintas            the Act Highway Traffic, Fire Railway, Shipping and
      Jalan Raya, Kerata Api, Pelayaran dan Penerbangan.           aviation
   d) Program kehumasan perlu terus dikembangkan dan            d) Public Relation program must be developed and
      dievaluasi efektifitasnya sehingga setiap bentuk             evaluated, so that any form of public relations
      program kehumasan efektif dalam meningkatkan                 programs are effective in enhancing the corporate
      citra posisitf perusahaan ditengah masyarakat                image in the community posisitf and able to play a role
      sekaligus mampu berperan dalam mengantisipasi                in anticipating the flow of information in society that
      arus informasi di masyarakat yang kemungkinan                are likely to negatively impact the company.
      akan berdampak merugikan perusahaan.
   e) Sejalan arahan RUPS yang meminta manajemen                e) In accordance with Shareholder General Meeting
      memperkuat jajaran perusahaan untuk mengantisipasi           that asks management to strengthen the ranks of the
      dibukanya kesempatan bagi perusahaan lain untuk              company in anticipation of opening opportunities for
      melaksanakan program asuransi wajib, Dewan                   other companies to implement compulsory insurance
      Komisaris menyarankan perlunya segera disiapkan              program, the Board proposes the need to crash soon
      crash program yang komprehensif guna memperkuat              prepare a comprehensive program to strengthen
      fundamental perusahaan baik dari aspek legal                 the company’s fundamentals of both aspects of the
      maupun aspek operasional sehingga setiap dampak              legal and operational aspects so that the impact
      negatif yang timbul dengan dibukanya kesempatan              negative arises with the opening opportunities for
      bagi perusahaan lain untuk menyelenggarakan                  other companies to hold compulsory insurance can be
      asuransi wajib tersebut dapat diantisipasi secara            anticipated earlier.
      dini.

2) Bidang Direktorat Investasi dan Keuangan:                 2) Directorate Investment and Financial Sector:

   a) Memperhatikan jumlah ekuitas perusahaan yang              a) Considering the amount of equity in the company’s
      pada posisi per 31 Desember 2010 telah mencapai              position per December 31, 2010 has reached Rp 3.488
      sebesar Rp 3.488 miliar dengan jumlah cadangan               billion, with the total reserves reached USD 2.688
      telah mencapai sebesar Rp 2.688 miliar, maka guna            billion, in order to strengthen the capital structure of
      memperkuat struktur permodalan perusahaan Dewan              the company, the Board of Commissioners suggest a
      Komisaris menyarankan perlunya dilakukannya                  need to increase the basic capital of Rp 1 trillion to at
      peningkatan modal dasar dari Rp 1 trilyun minimal            least Rp 4 trillion and paid-in capital Rp 800 billion to
      menjadi Rp 4 trilyun dan modal disetor dari sebesar          Rp 1,500 billion and had proposed to the AGM.
      Rp 800 miliar menimal menjadi Rp 1.500 miliar dan
      diusulkan kepada RUPS.
   b) Terus mengupayakan langkah-langkah terobosan              b) Continue to undertake measures as a concrete
      yang konkrit, optimal dan komprehensif untuk                 breakthrough, optimal and comprehensive to make
      melakukan redemption reksadana di Harvestindo                payment in mutual funds Harvestindo, and optimize
      serta langkah-langkah optimal melalui strategi yang          steps to the correct strategy to address the problem
      tepat guna penyelesaian permasalahan investasi               of investment cooperation RT Sarijaya Sekuritas
      yang dikerjasamakan PT Sarijaya Permana Sekuritas            Permana so the recovery can be maximised and
      sehingga sehingga recovery dapat dimaksimalkan dan           corporate investment loss can be minimized.
      kerugian investasi perusahaan dapat diminimalkan.



                                                                                           LAPORAN TAHUNAN 2010                115
         c) Permasalahan penyertaan langsung pada PT Pasaraya           c) The problem of direct participation of PT Pasaraya
            Tosersajaya yang akan di buy back oleh PT Pasaraya             Tosersajaya in the repurchase by PT Pasaraya-
            Nusakarya, perlu terus dilakukan negosiasi secara              Nusakarya, needs to be done in an optimal negotiation
            optimal melalui langkah terobosan yang lebih                   through a more comprehensive breakthrough step so
            komprehensif sehingga permasalahan penyertaan                  that the entry of these problems can be solved.
            tersebut dapat segera dituntaskan.
         d) Pengetahuan dan kompetensi SDM di bidang investasi          d) Knowledge and competence in the field of human
            agar terus ditingkatkan baik melalui pendidikan                  resource investment in order to continue to be
            formal maupun informal dalam rangka peningkatan                  improved both through formal and informal education
            kemampuan dalam tehnik analisis, market intelegent               in order to improve capacity in technical analysis,
            sehingga perusahaan memiliki SDM bidang investasi                market savvy, so the company has investments in
            yang handal dalam memanfaatkan setiap peluang                    human resources utilizing any reliable investment
            investasi.                                                       opportunity.
         e) Perlu dilakukan kajian secara mendalam mengenai             e) It should be an in-depth study on the preparation of
            implementasi penyusunan laporan keuangan bagi                    financial statements for industries, as a form of
            cabang-cabang sebagai bentuk responsibility                      accounting responsibility of each affiliate, so that
            accounting setiap cabang sehingga ke depan kinerja/              future results/contribution of branches can be
            kontribusi cabang dapat diukur secara transparan                 measured in a transparent and objective.
            dan obyektif.
         f) Implementasi PSAK 50 dan 55 (revisi 2006) dalam             f) the implementation of IFRS 50 and 55 (revised 2006)
            rangka pelaksanaan IFRS perlu terus dipantau secara            in the implementation of IFRS should continue to
            intensif khususnya terkait dengan penyajian fair value         monitor the intense, especially those related to the
            atas nilai piutang, nilai investasi dan asset lainnya          fair value of the value of the receivable, the value of
            sehingga kendala-kendala dalam pelaksanaannya                  the investments and other assets, so that obstacles
            dapat diselesaikan dengan cepat dan akurat.                    to its implementation can be completed quickly and
                                                                           accurately.

      3) Bidang Direktorat Operasional:                              3) Directorate Operational Sector:

         a) Dalam rangka mempermudah akses pelayanan                    a) In order to facilitate access to services to victims of
            kepada korban laka dengan sifat cidera/ luka-luka              accidents with the nature of the injury / injuries need to
            perlu kiranya terus diciptakan langkah-langkah                 be made groundbreaking steps to simplify the process
            terobosan melalui penyederhanaan dalam proses                  by taking into account aspects of management is
            pengurusannya dengan tetap memperhatikan aspek                 adequate control.
            pengendalian yang memadai.
         b) Outstanding piutang macet khususnya kepada                  b) Outstanding receivables in particular stuck to PT
            PT Merpati Nusantara Airline (MNA) yang jumlahnya              Merpati Nusantara Airlines (MNA) in a significant
            signifikan yaitu sebesar Rp 45,6 miliar agar terus             amount of Rp 45.6 billion to continue to be pursued in
            diupayakan penyelesaiannya secara optimal                      an optimal solution through the steps of pro-active in
            melalui langkah-langkah pro aktif dalam melakukan              coordination with relevant parties so that accounts can
            koordinasi dengan pihak-pihak terkait sehingga                 be derived. Similarly receivables Aviation Compulsory
            outstanding piutang tersebut dapat diturunkan.                 Contribution to airline operators that have been frozen
            Demikian pula piutang-piutang IWPU kepada para                 operations must be resolved through appropriate
            operator penerbangan yang telah beku operasi perlu             strategies to reduce the amount of bad receivables.
            dicarikan jalan keluarnya melalui strategi yang tepat
            untuk menurunkan jumlah piutang macet tersebut.
         c) Sehubungan masih terdapatnya time lag dalam                 c) With the presence of lag time in delivery of the manifest
            penyampaian manifest dan pembayaran IWPU,                      and Aviation Compulsory Contribution payments,
            Direksi secara intensif perlu terus mengingatkan               intensive Directors need to continue to remind the
            para operator penerbangan sehingga mereka                      airline operators so that they comply with the statutory
            mematuhi ketentuan perundang-undangan dengan                   provisions by depositing premiums every 27th of next
            menyetorkan premi setiap tanggal 27 bulan                      month. Thus the potential increase in new accounts
            berikutnya. Dengan demikian potensi peningkatan                receivable system Aviation Compulsory Contribution
            piutang baru dalam sistem mekanisme pengutipan                 quoting mechanism can be kept to a minimum.
            IWPU dapat ditekan serendah mungkin.
         d) Pengambilan data laporan kecelakaan (LAKA) yang             d) The data of the accident that took the complaint
            dikerjasamakan dengan POLRI di setiap cabang/                  who cooperated with the police in all branches/
            perwakilan agar terus dipantau guna ditingkatkan               representative in order to continue intensive

116   LAPORAN TAHUNAN 2010
      intensitasnya sehingga terhadap klaim LAKA yang                 monitoring, by which claims for accidents that are not
      tidak terlayani jumlahnya dapat ditekan serendah                addressed in the number could be reduced as low as
      mungkin.                                                        possible.
   e) Implementasi sistem administrasi pelayanan                   e) Implementation of administration system of benefits
      santunan       pada     setiap   unit   pelayanan               service on each unit of service should be uniform and
      hendaknya dilakukan penyeragaman dalam dan                      performed nationally consistent so that parameters
      diimplementasikan konsisten sehingga secara                     can be measured by the standard, clearly and
      nasional dapat diukur dengan parameter yang                     objectively.
      standar, jelas, dan obyektif.
   f) Aplikasi DASI JR untuk mendukung sistem                      f) DASI-JR application to support the administration
      administrasi data base mengenai jumlah kendaraan                system data base on the number of public transport
      bermotor umum dan kendaraan pribadi di seluruh                  and private vehicles throughout the representative
      cabang/ perwakilan perlu terus disempurnakan                    branches / should continue to be refined so that each
      aplikasinya sehingga setiap penerimaan SW dan IW                application receives the Compulsory Contribution and
      di-backup dengan data yang akurat.                              Compulsory Donation are supported by accurate data.
   g) Program pengembangan IT perusahaan perlu                     g) IT development company program need to be improved
      terus ditingkatkan dengan fokus/ skala prioritas                with a focus / priority in the implementation of office
      pada implementasi office automation termasuk                    automation, including the construction element so that
      unsur-unsur pengembangannya sehingga dapat                      settlement can be completed in 2011.
      dituntaskan penyelesaiannya pada tahun 2011.

4) Bidang SDM dan Umum                                         4) Human Resources and General Sector:

   a) Pengembangan SDM perlu mendapatkan skala                     a) Human Resource Development should receive high
      prioritas terutama yang terkait bidang investasi                priority, especially related to the field of IT investment,
      IT, hukum, akuntansi, manajemen risiko, statistik               statistics, law, accounting, risk management, so that
      sehingga setiap unit/ lini organisasi perusahaan                each unit / organizational lines are supported by
      didukung dengan SDM yang memiliki kompetensi                    human resources firm that has adequate competence.
      yang memadai.
   b) Memperhatikan skala prioritas pemenuhan                     b) Taking into account the scale of the priority needs of
      kebutuhan pegawai dalam jangka pendek adalah                    the employees in the short term is for the operating
      untuk tenaga operasional di lapangan, Direksi                   personnel in the field, the Board of directors need
      perlu memetakan dan menginventarisir kebutuhan                  to draw up an inventory of priority needs of human
      prioritas SDM setiap daerah, terutama formasi                   resources all areas, especially the formation of empty
      kosong bidang operasional yang perlu segera diisi               areas of operations that must complete on the basis
      berdasarkan kebutuhan beban kerja sehingga kinerja              of the needs of the workload so that the operating
      operasional dapat terus dijaga dan ditingkatkan.                performance can be maintained and improved.
   c) Dalam pemenuhan pegawai secara keseluruhan                  c) in compliance with the staff in general have to
      perlu diselaraskan dengan implementasi teknologi                harmonize with the application of information
      informasi (TI) yang modern disertai dengan review/              technologies (it) to the modern with the revision
      penyempurnaan bisnis proses sehingga implementasi               / improvement of business processes for the
      program pengembangan TI perusahaan berperan                     development of the implementation of the optimal
      optimal dalam mengurangi kebutuhan jumlah SDM                   role of enterprise it in the reduction of the number of
   d) Berkenaan dengan kebijakan desentralisasi dalam                 human resource requirements
      pengadaan barang/ jasa, manual pengadaan barang             d) With regard to the policy of decentralization of the
      dan jasa termasuk sistem/ tata cara perencanaannya              procurement of goods / services, manual procurement
      perlu terus disempurnakan dan disosialisasikan                  of goods and services, including system / procedure
      secara intensif ke seluruh cabang sehingga kendala-             for planning must continue to be refined and heavily
      kendala dalam pelaksanaan pengadaan barang dapat                disseminated to all branches so that the constraints
      segera diatasi.                                                 in the implementation of the procurement can be
                                                                      addressed immediately.
5) Dalam rangka untuk meningkatkan kinerja perusahaan          5) In order to improve the performance of subsidiaries, the
   anak, hal-hal yang perlu mendapat perhatian, antara lain:      things that need to be considered, among others:

   a) Terus melakukan pengembangan produk pada line of             a) Continue to develop products in a line of business,
      business terutama pada line bisnis aneka, asuransi              especially in a various business line, trade credit
      kredit perdagangan (askredag) dan engeneering                   insurance and engineering with the competitive terms



                                                                                              LAPORAN TAHUNAN 2010                  117
              disertai term and condition yang kompetitif.                   and conditions. Market penetration should continue
              Penetrasi pasar perlu terus diintensifkan sehingga             to be intensified so that production can increase
              produksi premi dapat ditingkatkan dengan tetap                 premiums, taking into account the principles of
              memperhatikan prinsip-prinsip underwriting yang                prudent subscription.
              prudent.
         b)   Mengevaluasi secara intensif guna menyempurnakan           b) Evaluate intensively in order to refine the strategy
              strategi dan kebijakan akseptasi inward business              and business policy into the inner acceptance of
              sehingga kinerja underwriting inward business                 underwriting so that business performance can be
              dapat diperbaiki dan memberikan kontribusi net                improved and contributed to the net underwriting
              underwriting result yang memadai guna peningkatan             result is sufficient to increase corporate profits.
              laba perusahaan.
         c)   Menetapkan strategi reasuransi yang lebih tepat            c) Establish more appropriate reinsurance strategy so
              sehingga biaya underwriting semakin efisien serta             that the cost of underwriting a more efficient and
              efektif dalam meningkatkan hasil underwriting                 effective in improving underwriting results optimally.
              secara optimal.
         d)   Melakukan evaluasi dan menyempurnakan sistem               d) Evaluate and improve the system for control of
              pengendalian klaim pada kegiatan usaha line of                demand in the business line of business, especially
              business khususnya kendaraan bermotor di setiap               in a vehicle’s engine in each branch that the rate of
              cabang sehingga klaim rasio pada bisnis tersebut              accidents of the business can be derived.
              dapat diturunkan.
         e)   Perbaikan data base berbasis IT pada setiap line of        e) The IT data base repairment on each line of business
              business perlu terus dikembangkan melalui dukungan            should be developed through the support of adequate
              system IT yang memadai, sehingga mampu                        IT systems, so as to support the acceleration,
              mendukung percepatan, integrasi dan akurasi sistem            integration and accuracy of the system of record
              pencatatan, pelaporan, analisis, kecepatan serta              keeping, reporting, analysis, speed and accuracy in
              ketepatan dalam pengambilan keputusan.                        decision making
         f)   Pengembangan kerjasama dengan jaringan agen,               f) The development of cooperation with a network of
              broker, asosiasi, maupun aliansi strategis dengan             agents, brokers, partnerships and strategic alliances
              mitra bisnis lainnya agar terus ditingkatkan sehingga         with other business partners to continue to improve so
              target produksi premi dan market share dapat terus            that production goals and market share premiums may
              ditingkatkan.                                                 increase.

      6) Meskipun dalam pengelolaan PKBL semakin meningkat            6) Although the Partnership is to improve management
         kinerjanya dan tunggakan angsuran PKPBL terus dapat             performance and reduced arrears in installments PKPBL
         ditekan hingga dibawah 7%, Dewan Komisaris tetap                kept to below 7%, BOC still recommend to matters the
         menyarankan kepada Direksi hal-hal sebagai berikut:             Council as follows:

         a) Pembinaan kepada para mitra binaan terus lebih               a) Guiding trained partners continue to be intensified and
            diintensifkan dan dilakukan berkesinambungan                     become more sustainable sehingg can increase the
            sehingg semakin dapat meningkatkan kemampuan                     capacity and awareness training partners in fulfilling
            serta kesadaraan mitra binaan dalam memenuhi                     their obligations in the form of a mortgage payment
            kewajibannya baik berupa pembayaran cicilan                      and submission of periodic reports.
            maupun dalam penyampaian laporan berkala.
         b) Seitap penyaluran dana PKBL kepada mitra binaan              b) Any disbursement of funds to the Partnership trained
            hendaknya terus dijaga selektifitasnya berdasarkan               partners should continue to be maintained selectivity
            penilaian yang obyektif sehingga penyaluran dana                 based on an objective assessment so that the
            PKBL tepat sasaran dan tidak bermasalah.                         distribution of funds to the Partnership targets and not
                                                                             problematic.
         c) Terhadap tunggakan di beberapa cabang yang masih             c) With regard to the debt in a number of industries that
            melampaui target perlu menjadi perhatian bagi                    still exceeded the target should be caring about the
            upaya perbaikan kolektibilitasnya.                               efforts of collectivity improvement.
         d) Bimbingan tehnis administrasi kepada para mitra              d) Administrative technical guidelines for the partners to
            binaan agar terus dilakukan sehingga perkembangan                continue to be built so that the development partners
            usaha mitra binaan dapat diketahui.                              of the business may be known.

         Demikian kami sampaikan laporan pelaksanaan tugas                   Therefore we report the implementation of supervisory
         pengawasan Dewan Komisaris atas kegiatan usaha                      duties to convey the Board of Commissioners for the
         perseroan selama tahun 2010.                                        company’s business activities during 2010.

118   LAPORAN TAHUNAN 2010
e. Pelaksanaan Rapat Dewan Komisaris Tahun 2010                            e. Implementation Board of Commissioners Meeting year 2010

   Selama tahun 2010 Dewan Komisaris melaksanakan rapat                        During the year 2010 the Board of Commissioners to carry out a
   dengan Direksi sebanyak 31 (tiga puluh satu) kali dengan                    meeting with the Board of Directors for 31 (thirty-one) times with
   waktu dan agenda rapat sebagai berikut :                                    the scheddulle and agenda of the meeting in the following way:

    NO     Tanggal/ Date        Agenda Rapat                                                                                          Meeting Agenda
    1.	    12	Januari	2010	     •	 Kebijakan	Pembayaran	Santunan	Ex.	Gratia                                    Compensation Payments Policy Ex. Gratia
    	      	                    •	 Penyimpangan	Penerimaan	SDWKLLJ	di	Pare-Pare,		                       Deviation Acceptance SDWKLLJ in Pare-Pare,
                                   Majene dan Takalar                                                                                Majene and Takalar
    	      	                    •	 Lain-lain.                                                                                                     Others.
    2.	    20	Januari	2010	     •	 LHU	sampai	dengan	Desember	2009                                                            LHU up to December 2009
    	      	                    •	 Lain-lain                                                                                                         Other
    3.	    09	Februari	2010	    •	 LHU	sampai	dengan	Desember	2009	–	Suplesi	                                       LHU until December 2009 - Suplesi
    	      	                    •	 Lain-lain                                                                                                         Other
    4.	    18	Februari	2010	    •	 Kebijakan	Investasi	Perusahaan                                                            Corporate Investment Policy
    5.	    24	Februari	2010	    •	 LHU	sampai	dengan	Januari	2010                                                                LHU until January 2010
    	      	                    •	 Lain-lain                                                                                                         Other
    6.	    10	Maret	2010	       •	 Hasil	audit	atas	Laporan	Keuangan	Tahun	2009               The results of an audit of Financial Statements Year 2009
    7.	    19	Maret	2010	       •	 Pengembangan	SDM	Perusahaan                                                Human Resources Development Company
    	      	                    •	 Lain-lain                                                                                                         Other
    8.	    29	Maret	2010	       •	 LHU	sampai	dengan	Februari	2010                                                              LHU until February 2010
    	      	                    •	 Lain-lain                                                                                                         Other
    9.	    23	April	2010	       •	 Program	Pengembangan	Teknologi	Informasi                              Information Technology Development Program
    	      	                    •	 Peningkatan	Tingkat	Kesehatan	BUMN                                                         Increased Soundness SOE
    	      	                    •	 Investasi                                                                                                  investment
    	      	                    •	 Lain-lain                                                                                                         Other
    10.	   30	April	2010	       •	 LHU	sampai	dengan	Maret	2010                                                                   LHU up to March 2010
    	      	                    •	 Lain-lain                                                                                                         Other
    11.	   05	Mei	2010	         •	 Persiapan	Pra	RUPS	Laporan	Audit	Tahun	2009                            Preparation Pre AGM Year 2009 Audit Report
    12.	   21	Mei	2010	         •	 LHU	sampai	dengan	April	2010                                                                      LHU until April 2010
    13.	   31	Mei	2010	         •	 Kebijakan	Investasi	Perusahaan                                                            Corporate Investment Policy
    	      	                    •	 Lain-lain                                                                                                         Other
    14.	   21	Juni	2010	        •	 LHU	sampai	dengan	Mei	2010                                                                        LHU until May 2010
    15.	   22	Juni	2010	        •	 Persiapan	Pra	RUPS	Laporan	Audit	Tahun	2009                            Preparation Pre AGM Year 2009 Audit Report
    16.	   29	Juni	2010	        •	 Satuan	Pengawasan	Intern                                                                            Internal Audit Unit
    	      	                    •	 Lain-lain                                                                                                         Other
    17.	   28	Juli	2010	        •	 LHU	sampai	dengan	Juni	2010                                                                      LHU until June 2010
    	      	                    •	 Lain-lain                                                                                                         Other
    18.	   29	juli	2010	        •	 Sistem	Informasi	Perusahaan                                                            Corporate Information Systems
    19.	   12	Agustus	2010	     •	 Pembahasan	Revisi	RKAP	2010                                                          Revised discussion Budget 2010
    20.	   26	Agustus	2010	     •	 LHU	sampai	dengan	Juli	2010                                                                       LHU until July 2010
    21	    06	September	2010	   •	 Evaluasi	RKAP	Tahun	2010                                                                 EvaluationBudget Year 2010
    	      	                    •	 Lain-lain                                                                                                         Other
    22.	   20	September	2010	   •	 LHU	sampai	dengan	Agustus	2010                                                                 LHU until August 2010
    	      	                    •	 Tolok	Ukur	Kinerja	Perusahaan                                                     Benchmark Company Performance
    	      	                    •	 Lain-lain                                                                                                         Other
    23.	   22	September	2010	   •	 Antisipasi	Wawancara	Hasil	Audit	BPK                                           Anticipate interview BPK audit results
    24.	   08	Oktober	2010	     •	 Pembahasan	RKAP	2011                                                                         Discussion Budget 2011
    	      	                    •	 Closing	Audit	BPK                                                                                   BPK Audit Closing
    25.	   13	Oktober	2010	     •	 Pembahasan	RKAP	2011                                                                         Discussion Budget 2011
    26.	   20	Oktober	2010	     •	 Pembahasan	RKAP	2011                                                                         Discussion Budget 2011
    	      	                    •	 Lain-lain                                                                                                         Other
    27.	   25	Oktober	2010	     •	 Penyelesaian	Afiliasi	DPJR                                                                  Settlement Affiliate DPJR
    28.	   24	Nopember	2010	    •	 Program	Kemitraan	dan	Bina	Lingkungan                                      Partnership and Community Development
    	      	                    •	 Pelaksanaan	Program	Divisi	Litbang	&	MR                   Implementation of the Program Division of Research & MR
    29.	   24	Nopember	2010	    •	 LHU	sampai	dengan	Oktober	2010                                                                LHU until October 2010
    	      	                    •	 Lain-lain                                                                                                         Other
    30.	   13	Desember	2010	    •	 Persiapan	Pra	RUPS	RKAP	2011                                                      Preparation Pre Budget AGM 2011
    	      	                    •	 Lain-lain                                                                                                         Other
    31.	   23	Desember	2010	    •	 LHU	sampai	dengan	Nopember	2010                                                               LHU to November 2010
    	      	                    •	 Lain-lain                                                                                                         Other



                                                                                                                  LAPORAN TAHUNAN 2010                       119
         Tingkat Kehadiran Rapat Dewan Komisaris                                 Board Of Commissioners Meeting Attendance

         Sesuai dengan Keputusan Menteri BUMN Nomor : Kep-117/                   In accordance with the Decree of the Minister of State-
         M-MBU/2002 tentang Penerapan Praktik GCG pada BUMN,                     owned Enterprises Number: Kep-117/M-MBU/2002 on the
         Dewan Komisaris melaksanakan rapat minimal 1 (satu) bulan               Implementation of Good Corporate Governance Practices in
         sekali. Selain itu Dewan Komisaris juga menyelenggarakan                SOEs, the Board of Commissioners held a meeting at least 1
         rapat sesuai dengan kebutuhan tertentu yang menghendaki                 (one) month. In addition the Board of Commissioners also held a
         tindaklanjut segera.                                                    meeting in accordance with the special needs that require follow
                                                                                 up immediately.

         Selama tahun 2010 Dewan Komisaris telah melaksanakan                     During the year 2010 the Board of Commissioners has held a
         Rapat sebanyak 31 kali yang merupakan rapat Dewan                       meeting as much as 31 times, that is a meeting of the Board of
         Komisaris dan Direksi dengan tingkat kehadiran sebagai                  Commissioners and the Board of Directors, with the attendance
         berikut :                                                               level is as follow:

         Namal/ Name                     Jumlah Rapat/ Number meeting           Jumlah Hadir/ Number Present                         Prosentase (%)
         Mardiasmo                                                      31                                  30                                    96,77
         Baroeto Badroes                                                31                                  30                                    96,77
         Sri Mulyanto                                                   31                                  28                                    90,32

      f. Penetapan Remunerasi Dewan Komisaris                                    f. Determination of Remuneration of the Board of
                                                                                    Commissioners

         1) Penetapan Remunerasi                                                 1) Determination of Remuneration
            Pedoman pelaksanaan penghasilan Direksi dan Dewan                       Guidelines of the implementation of the Board of Directors
            Komisaris ditetapkan dalam peraturan Menteri Negara                     and Board of Commissioners’ salaries is specified on the
            Badan Usaha Milik Negara Nomor : PER-02/MBU/2009,                       Regulation of Minister of State-owned Enterprises No: PER-
            tentang pedoman penetapan penghasilan Direksi,                          02/MBU/2009, on guidelines for determining the income of
            Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas BUMN dan                            Directors, the Board of Commissioners, and the Supervisory
            perubahannya melalui peraturan Menteri Negara BUMN                      Board of State-owned Enterprises and their changes through
            Nomor : PER-03/MBU/2009, dengan pokok-pokok                             the regulation of the Minister of State-owned Enterprises
            sebagai berikut :                                                       Number: PER-03/MBU/2009 , with the main points as follows:

         No         Penghasilan/tunjangan                   Komisaris Utama/                                           Komisaris/
                    Income/Allowance                      President Commisioner                                       Commisioner
         1      Honorarium dengan faktor jabatan   40 % dari gaji Direktur Utama                        36 % dari gaji Direktur Utama
                Honorarium By Factor of Position   40% of President Director Salary                     36% of President Director Salary
         2      Tunjangan/ Allowance
                - Hari raya keagamaan              1 kali honorarium                                    1 kali honorarium
                   Religious Holiday               1 time honorarium                                    1 time honorarium
                - Komunikasi                       Maksimal 5 % dari honorarium                         Maksimal 5 % dari honorarium
                   Communication                   5% of honorarium maximum                             5% of honorarium maximum
                - Santunan purna jabatan           Premi maksimal 25 % ditanggung perusahaan            Premi maksimal 25 % ditanggung perusahaan
                   Retirement Compensation         maximum 25% premium by the company                   maximum 25% premium by the company
                - Pakaian/ Clothes                 Sesuai RKAP/ as budget                               Sesuai RKAP/ as budget
                - Transportasi/ Transportation     20 % dari honorarium/ 20% of honorarium              20 % dari honorarium/ 20% of honorarium
         3      Fasilitas/ Facilities
                - Kendaraan/ Vehicle               1 unit/ 1 unit                                       1 unit 1 unit
                - Kesehatan/ Health                Asuransi kesehatan atau pengganti                    Asuransi kesehatan atau pengganti
                                                   biaya pengobatan                                     biaya pengobatan
                                                   health insurance or replacement cost of treatment    health insurance or replacement cost of treatment
                - Bantuan hukum/ Legal Aid         Biaya kantor pengacara/konsultan                     Biaya kantor pengacara/konsultan
                                                   Lawyer / Consultant Fee                              Lawyer / Consultant Fee
         4      Bonus/ Work Incentive              Sebagai biaya dalam RKAP, dengan komposisi 40 %      Sebagai biaya dalam RKAP, dengan komposisi 36 %
                                                   dari Direktur Utama                                  dari Direktur Utama
                                                   As a cost on budget, with the Composition of 40%     As a cost on budget, with the Composition of 36%
                                                   of President Director                                of President Director




120      LAPORAN TAHUNAN 2010
2) Prosedur Penetapan Remunerasi                             2) Remuneration Determination Procedures
   Prosedur penetapan renumerasi anggota Dewan                  Remuneration determination of procedures performed in the
   Komisaris dilakukan dalam RUPS tanggal 22 Juni 2010          Board of Commissioners June 22, 2010 regarding the approval
   tentang persetujuan Laporan Tahunan dan pengesahan           and ratification of the Annual Report of the annual calculation of
   perhitungan tahunan tahun buku 2009 serta mengacu            fiscal year 2009 and refers to the Minister of State for Business
   pada Peraturan Menteri Negara BUMN RI Nomor: PER-            Number: PER-02/MBU/2009 April 27, 2009 on Guidelines
   02/MBU/2009 tanggal 27 April 2009 tentang Pedoman            Income Determination Directors, Board Commissioners and
   Penetapan Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris dan           Board of Trustees State-owned enterprises.
   Dewan Pengawas BUMN.

   Berdasarkan Risalah RUPS Persetujuan Laporan Tahunan         Based Approval and Ratification of the Annual Meeting for
   dan Pengesahan Perhitungan Tahunan Tahun Buku                Fiscal Year 2009 Annual Calculation of PT Jasa Raharja
   2009 PT Jasa Raharja (Persero) tanggal 22 Juni 2010          (Persero) dated June 22, 2010 stipulated:
   ditetapkan :

   Honorarium Komisaris Utama sebesar 40% dari gaji             Honorarium of President Commissioners is as much as 40%
   Direktur Utama sedangkan anggota Dewan Komisaris             of salary of President Director, while the member of Board of
   mendapat honorarium sebesar 36% dari gaji Direktur           Commissioners received 36% of President Director Salary.
   Utama.

   Disamping honorarium, Dewan Komisaris diberikan              In addition to fees, the Board of Commissioners granted
   tunjangan dan/atau fasilitas sesuai dengan Peraturan         allowances and / or facilities in accordance with the Regulation
   Menteri Negara BUMN Nomor : PER-02/MBU/2009.                 of the Minister of SOEs Number: PER-02/MBU/2009. While the
   Sedangkan honorarium, tunjangan dan fasilitas untuk          emoluments, allowances and facilities to the Secretary of the
   Sekretaris Dewan Komisaris ditetapkan oleh Dewan             Board of Commissioners is set by the Board of Commissioners.
   Komisaris.

   Di luar hal–hal yang diatur dalam ketetapan ini, Dewan       Beside the things that governed by this regulation, the Board of
   Komisaris dan Sekretaris Dewan Komisaris tidak               Commissioners and Secretary of Board commissioners are not
   diperkenankan untuk membebankan biaya kepada                 allowed to charge any personal gain to the company.
   Perseroaan untuk kepentingan pribadi.

   Ketetapan mengenai honorarium, fasilitas Dewan               Terms of honorarium, facilities of the Board of Commissioners
   Komisaris serta Sekretaris Dewan Komisaris ini mulai         as well as Secretary of the Board of Commissioners will enter
   berlaku tanggal 1 Januari 2010.                              into force on January 1, 2010.


3) Remunerasi Dewan Komisaris Tahun 2010                     3) Remuneration of Board of Commissioners year 2010
   a) Anggota Dewan Komisaris diberi uang honorarium            a) The members of the Board of Commissioners received
      dan tunjangan/fasilitas termasuk santunan purna              a cash honorarium and allowances / facilities including
      jabatan, yang jenis dan jumlahnya ditetapkan oleh            retirement compensation, that its type and amount
      RUPS dengan memperhatikan ketentuan perundang-               determined by the Shareholder general meeting with
      undangan.                                                    regard to the provisions of legislation.
   b) Remunerasi dan kompensasi bagi Dewan Komisaris            b) Remuneration and compensation for the Board of
      tersebut ditetapkan oleh RUPS berdasarkan rumusan            Commissioners set by the shareholder general meeting
      yang jelas dan transparan.                                   based on the clear and transparent formulation.
   c) Anggota Komisaris dilarang melakukan transaksi yang       c) Members of the Commissioners are prohibited from
      mempunyai benturan kepentingan dan mengambil                 conducting transactions with conflict of interest and take
      keuntungan pribadi dari kegiatan Perusahaan, selain          personal advantage of the activities, in addition to honoraria,
      honorarium, tunjangan dan fasilitas yang diterimanya         allowances and facilities received in accordance with the
      sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagai                 applicable provisions as the Commissioner determines the
      anggota Komisaris yang jumlahnya ditentukan RUPS.            number of Shareholder general meeting.
   d) Honorarium Komisaris Utama ditetapkan 40% dari            d) Honorarium of Commissioners awarded 40% of CEO’s
      Gaji Direktur Utama sebesar Rp 44.000.000,- atau             salary to Rp 44.000.000,- or Rp 17,600,000,- million, -
      sebesar Rp 17.600.000,- sedangkan gaji anggota               while the salary of the Commissioner set out 36% of the
      Komisaris ditetapkan 36 % dari gaji Direktur Utama           salary of the President Director or Rp 15,840,000, -
      atau sebesar Rp 15.840.000,-



                                                                                                LAPORAN TAHUNAN 2010                 121
            e) Dewan Komisaris diberikan tunjangan transportasi           e) The Board of Commissioners be given transportation
               sebesar 20% dari honorarium bulanan, tunjangan                allowance of 20% of the monthly honorarium, allowances
               dan/atau fasilitas untuk Dewan Komisaris diberikan            and / or facilities for the Board of Commissioners is given
               sesuai dengan Peraturan menteri BUMN Nomor :                  in accordance with Regulation of State-owned Enterprises
               PER-02/MBU/2003.                                              Minister No: PER-02/MBU/2009.

      g. Komite Audit                                                 g. Audit Committees

         1) Komposisi Komite Audit                                       1) Audit Committees Composition
            Dalam rangka mengoptimalkan implementasi Good                   In order to optimize the implementation of Good Corporate
            Corporate Governance (GCG) sesuai dengan Surat                  Governance (GCG) in accordance with the Decree of the
            Keputusan Menteri BUMN No.KEP-117/M-MBU/2002                    Minister of State-owned Enterprises No.KEP-117/M-
            tentang penerapan praktek GCG pada BUMN dan                     MBU/2002 on the adoption of good corporate governance
            sejalan dengan Keputusan Menteri BUMN No.KEP-103/               in state-owned enterprises and in line with the Minister
            MBU/2002 tentang pembentukan Komite Audit, sejak                of State-owned enterprises No. KEP- 103/MBU/2002 on
            tahun 2003 perusahaan telah membentuk Komite Audit,             the establishment of the Audit Committee, since 2003
            terakhir melalui Keputusan Dewan Komisaris PT Jasa              the company has established an Audit Committee, then
            raharja (Pesero) No.KEP-1/DK/JR/VII/2010, Komite                through a decision of the Board of Commissioners of
            Audit terdiri 1 (satu) Ketua dari Dewan Komisaris dan           PT Jasa Raharja (Persero) No.Kep-1/ DK/JR/VII/2010,
            2 (dua) orang anggota dari unsur Independen dengan              Audit Committee consists of one (1) Chairman of the Board
            susunan sebagi berikut :                                        of Commissioners and 2 (two) members of the Independent
                                                                            element with the following composition:

            a) Baroeto Badroes    : sebagai Ketua merangkap                  a) Baroeto Badroes          : as a chairman and member
                                    anggota                                  b) Nugroho Widjajanto       : as a member
            b) Nugroho Widjajanto : sebagai anggota                          c) Tasari                   : as a member
            c) Tasari             : sebagai anggota

         2) Tugas Komite Audit                                           2) Audit committee duties
            a) Memastikan efektifitas sistem pengendalian intern            a) To ensure an effective internal control system and
               dan efektifitas pelaksanaan tugas eksternal auditor             effective implementation of the duties of internal
               dan internal auditor.                                           auditors and external auditors.
            b) Menilai pelaksanaan kegiatan serta hasil audit               b) To assess the implementation of the activities and
               yang dilaksanakan oleh Satuan Pengawasan Intern                 results of the audits carried out by the internal audit
               maupun eksternal auditor.                                       unit and the external auditors.
            c) Memberikan            rekomendasi        mengenai            c) Provide recommendations on improvement of
               penyempurnaan sistem pengendalian menajemen                     management control systems and its implementation.
               serta pelaksanannya.
            d) Memastikan telah terdapat prosedur review yang                d) To ensure the review of the procedure were found
               memuaskan terhadap segala informasi yang                         to be satisfactory to all the information issued by the
               dikeluarkan oleh perusahaan.                                     company.
            e) Melakukan identifikasi hal-hal yang memerlukan                e) To identify things that need the attention from the Board
               perhatian Dewan Komisaris.                                       of commissioners

         3) Rapat Komite Audit                                        3) Audit Committee Meeting
            Pada tahun Tahun 2010 Komite Audit mengadakan                In the Year 2010 Audit Committee Meetings held as many as
            Rapat sebanyak 31 (tiga puluh satu) kali dengan tingkat      31 (thirty one) with the level of meeting attendance as follows:
            kehadiran rapat sebagai berikut :

            Namal/ Name              Jumlah Rapat/ Number meeting     Jumlah Hadir/ Number Present                     Prosentase (%)
            Baroeto Badroes                        31                              30                                    96,77
            Nugroho Widjajanto                     31                              30                                    96,77
            Tasari                                 31                              30                                    96,77




122      LAPORAN TAHUNAN 2010
4) Komite Audit Charter                                       4) Audit Committee Charter
   Berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris PT Jasa                 Based on the decision of the Board of Commissioners of PT
   Raharja (Persero) tanggal 2 Agustus 2010 telah                Jasa Raharja (Persero) dated August 2, 2010 Charter of the
   ditetapkan Komite Audit Charter dengan pokok-pokok            Audit Committee has been formed with the main points as
   sebagai berikut :                                             follows:

   a) Pendahuluan                                                a) Introduction
      Undang-undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang                     Law Number 19 Year 2003 regarding State-Owned
      Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mewajibkan                    Enterprises (SOEs) SOEs requires Commissioners
      Komisaris BUMN membentuk Komite Audit yang                    established an Audit Committee which worked collectively
      bekerja secara kolektif dan berfungsi membantu                and works to assist the Board in carrying out their duties.
      Dewan Komisaris dalam melaksanakan tugasnya.                  Establishment of Audit Committee are intended to assist
      Pembentukan Komite Audit dimaksudkan membantu                 the Commissioner in order to empower the Board of
      Komisaris dalam rangka pemberdayaan Dewan                     Commissioners in the implementation of good corporate
      Komisaris dalam penerapan good corporate                      governance.
      governance.

      Piagam Komite Audit merupakan dokumen                          Audit Committee Charter is a written document that
      tertulis yang mengatur keberadaan, kedudukan,                  governs the presence, position, authority, duties, and
      kewenangan, tugas, dan tanggung jawab Komite                   responsibilities of the Audit Committee of PT. Jasa Raharja
      Audit PT. Jasa Raharja (Persero). Di samping itu,              (Persero). In addition, the Audit Committee Charter also
      Piagam Komite Audit juga memberikan batasan                    imposes limits and function of the relationship between
      dan hubungan tatakerja Komite Audit dengan                     the Audit Committee by the Board of Commissioners,
      Dewan Komisaris, Direksi, Auditor Eksternal, Auditor           Directors, External Auditor, Internal Auditor, and other
      Internal, dan pihak terkait lainnya.                           concerned parties.

   b) Kedudukan dan Tanggung Jawab                               b) Position and Responsibilities
      (1) Komite Audit PT. Jasa Raharja (Persero) didirikan         (1) Audit Committee of PT. Jasa Raharja (Persero) was
          dengan maksud untuk membantu pelaksanaan                      established with the intention to help implement the
          tugas-tugas Dewan Komisaris sesuai dengan                     task of the Board of Commissioners in accordance with
          tugas dan tanggung jawab yang diatur dalam                    the duties and responsibilities set forth in the Charter of
          Piagam Komite Audit.                                          the Audit Committee.
      (2) Komite Audit PT. Jasa Raharja (Persero) bersifat          (2) Audit Committee of the PT. Jasa Raharja (Persero) is
          independen baik dalam pelaksanaan tugas serta                 independent, both in the performance of their duties,
          dalam pelaporannya.                                           as well as in the reports.
      (3) Komite Audit PT. Jasa Raharja (Persero)                   (3) Audit Committee of PT. Jasa Raharja (Persero) is
          bertanggung jawab langsung kepada Dewan                       directly responsible to the Board of Commissioners of
          Komisaris PT. Jasa Raharja (Persero).                         PT. Jasa Raharja (Persero).

   c) Keanggotaan                                                c) Membership
      (1) Anggota Komite Audit diangkat oleh Dewan                  (1) Committee appointed by the Board of Commissioners
          Komisaris dengan Surat Keputusan Dewan                        with the Decree of the Board of Commissioners.
          Komisaris.
      (2) Keanggotaan Komite Audit terdiri sekurang-                 (2) Membership of the Audit Committee consists of at least
          kurangnya satu orang anggota Komisaris dan                     one member of the Commissioner and two experts who
          dua orang ahli yang bukan pegawai PT. Jasa                     are not employees of PT. Jasa Raharja (Persero).
          Raharja (Persero).
      (3) Komite Audit dipimpin oleh seorang ketua yang              (3) The Audit Committee is chaired by a chairman who
          merangkap sebagal anggota Komite Audit dan                     served sebagal Audit Committee and member of the
          berasal dari anggota Dewan Komisaris.                          Board of Commissioners.
      (4) Anggota Komite Audit harus memenuhi                        (4) Audit committee members must meet the requirements
          persyaratan:
          •	 Memiliki	 integritas	 yang	 baik	 dan	                       •	 High	 integrity	 and	 knowledge	 and	 working	
              pengetahuan serta pengalaman kerja yang                        experience in the field of auditing and other areas
              cukup di bidang audit dan bidang-bidang                        deemed necessary enough so that it can function
              lainnya yang dipandang perlu sehingga dapat                    optimally.
              melaksanakan fungsinya secara optimal.



                                                                                                 LAPORAN TAHUNAN 2010                 123
                 •	 Tidak	 memiliki	 kepentingan	 dan	 hubungan	            •	 Does	 not	 have	 any	 interest	 and	 personal	
                      pribadi yang dapat menimbulkan dampak                    relationships that can lead to negative impacts
                      negatif dan benturan kepentingan terhadap                and conflicts of interest in the PT. Jasa Raharja
                      PT. Jasa Raharja (Persero).                              (Persero).
                 •	 Mampu	 berkomunikasi	 secara	 efektif	
                      dan memiliki komitmen yang kuat dalam                  •	 Able	to	communicate	effectively	and	have	a	strong	
                      menjalankan tugasnya.                                      commitment in carrying out their duties.
             (5) Salah seorang dari anggota Komite Audit harus          (5) One of the members of the Audit Committee should have
                 memiliki latar belakang pendidikan akuntansi               a background in accounting or financial education and
                 atau keuangan dan memahami manajemen                       understanding of risk management, and understanding
                 risiko, dan salah seorang harus memahami                   the insurance industry.
                 industri asuransi.

      d) Tugas Komite Audit                                          d) Duties of Audit Committee

            (1) Membantu Dewan Komisaris PT. Jasa Raharja               (1) Assist the Board of Commissioners of PT. Jasa Raharja
                (Persero) untuk memastikan efektivitas                      (Persero) to ensure the effectiveness of internal control.
                pengendalian intern. Efektivitas pengendalian               Effectiveness of internal control includes a variety of
                intern mencakup berbagai aspek yang luas,                   aspects, but some aspects to consider include:
                namun beberapa aspek yang perlu diperhatikan                •	 Organization:	To	ensure	that	the	PT.	Jasa	Raharja	
                antara lain adalah:                                             (Persero), from Head Office to branch office,
                •	 Organisasi:	 Memastikan	 bahwa	 PT.	 Jasa	                   has a clear organizational structure, including
                    Raharja (Persero), mulai Kantor Pusat                       the mechanism of delegation of authority, the
                    hingga cabang, memiliki struktur organisasi                 determination of duties and responsibilities, as
                    yang jelas termasuk mekanisme delegasi                      well as the flow of reports
                    kewenangan, penetapan tugas dan tanggung
                    jawab, serta aliran laporan.
                •	 Kompetensi	 pegawai:	 Menilai	 bahwa	                   •	 Employee	 compentence:	 Assessing	 that	 the	
                    pegawai PT. Jasa Raharja (Persero) memiliki               employees of PT. Jasa Raharja (Persero) have
                    kompetensi dan keterampilan yang cukup                    adequate skills and competence to carry out its
                    untuk melaksanakan tanggung jawabnya.                     responsibilities.
                •	 Distribusi	 tugas	 yang	 baik:	 Menilai	 bahwa	         •	 A	 good	 distribution	 of	 tasks:	 evaluate	 the	 tasks	
                    tugas-tugas didistribusikan demikian rupa                 are distributed so that no one who can carry out a
                    sehingga tidak seorang pun yang dapat                     transaction from beginning to end.
                    melaksanakan suatu transaksi sejak awal
                    hingga selesai.
                •	 Rotasi	 pegawai:	 Mengevaluasi	 dan	 menilai	           •	 Rotation	 of	 employees:	 Evaluate	 and	 assess	 that	
                    bahwa manajemen PT. Jasa Raharja (Persero)                the management of PT. Jasa Raharja (Persero)
                    telah menerapkan sistem rotasi pegawai                    has implemented a healthy employee rotation
                    secara sehat yang dapat memperkecil                       system, that can minimize the possibility of abuse
                    peluang penyalahgunaan wewenang dan                       of authority and strengthen internal controls.
                    memperkuat pengendalian intern.
                •	 Pemisahan	tugas,	pencatatan	dan	kustodian.	             •	 Segregation	of	duties,	registration	and	custodian:	
                    Memastikan bahwa unit atau pegawai yang                   Ensure that the unit or the employee who manages
                    mengelola aset tidak memegang tanggung                    the assets are not responsible for the recording of
                    jawab atas pencatatan aset tersebut.                      assets.
                •	 Cost effectiveness: Memastikan bahwa                    •	 Cost-effectiveness:	 Ensure	 that	 the	 application	 of	
                    penerapan pengendalian intern sudah                       internal control has beel optimal from the point of
                    optimal dari sudut pertimbangan biaya.                    cost considerations.

             (2) Menilai efektivitas pelaksanaan tugas auditor          (2) Evaluation of the effectiveness of the duties of the
                 eksternal, dalam hal ini Kantor Akuntan                    external auditor, the audit firm (KAP), on the basis of
                 Publik (KAP), dengan menilai (review) dan                  assessment (review) and carry out other activities:
                 melaksanakan kégiatan terkait lainnya:                     •	 Manual	audit	scope	and	approach	of	the	proposed	
                 •	 Manual	 lingkup	 dan	 pendekatan	 audit	 yang	              KAP, including coordination of audit activities by the
                     diusulkan KAP, termasuk koordinasi kegiatan                Internal Audit Unit (ISU).
                     audit tersebut dengan Satuan Pengawasan
                     Intern (SPI).

124   LAPORAN TAHUNAN 2010
   •	 Memastikan	bahwa	tidak	ada	ruang	lingkup	            •	 Ensure	 that	 there	 are	 no	 limited	 scope	 in	
      audit yang dibatasi pelaksanaannya.                     implementation of audit
   •	 Menilai	 dan	 memperoleh	 kepastian	 bahwa	          •	 Assess	and	gain	assurance	that	the	Company	has	
      KAP memiliki posisi independen terhadap                 an independent position from PT. Jasa Raharja
      PT. Jasa Raharja (Persero) sehingga KAP                 (Persero) so that KAP can maintain objectivity of
      dapat menjaga obyektivitas audit.                       audit
   •	 Melakukan	 pertemuan	 berkala	 dengan	 KAP	          •	 Conducting	 periodic	 meetings	 with	 the	 KAP	 to	
      untuk membahas rencana dan perkembangan                 discuss plans and progress of the audit. Meetings
      hasil audit. Pertemuan minimal dilaksanakan             are held at least three times, namely:
      tiga kali, yaitu:
      - Pada pertemuan awal (kickoff meeting)                   - At the initial meeting (kickoff meeting) when
          saat KAP akan mulai melaksanakan                        the KAP will begin to conduct the audit.
          audit.
      - Pada saat KAP selesai melaksanakan                      - At KAP completing field work (field work) to
          perkerjaan lapangan (field work) untuk                  discuss significant findings.
          membahas        temuan-temuan      yang
          signifikan.
      - Pada saat KAP menyelesaikan konsep                     - when KAP completed the draft report of audit
          laporan hasil audit.                                    results
   •	 Menilai	 kinerja	 KAP	 serta	 memberikan	            •	 Assessing	the	performance	of	KAP,	and	stated	that	
      pernyataan bahwa KAP telah melaksanakan                 the Firm has done a good job.
      tugasnya dengan baik.

(3) Memberikan pertimbangan kepada Komisaris            (3) Giving consideration to the Commissioner about the
    mengenai pemilihan dan pemberhentian auditor            election and dismissal of external auditors in connection
    eksternal dengan memperhatikan independensi             with the independence and effectiveness.
    dan efektivitasnya.

(4) Menilai hasil audit yang dilaksanakan oleh KAP:     (4) Assess the results of audits conducted by the KAP
    •	 Dalam	pembahasan	konsep	laporan,	Komite	             •	 In	discussing	the	draft	report,	the	Audit	Committee	
       Audit dan KAP membahas materi disclosure                 and the Firm to discuss disclosure of significant
       yang signifikan sebelum disampaikan ke                   material before passing it to the Board of Directors.
       Direksi.
    •	 Memastikan	 bahwa	 hasil	 audit	 KAP	 telah	        •	 Ensuring	that	the	audit	results	of	KAP	has	met	the	
       memenuhi standar pelaporan yang berlaku                applicable reporting standards and has published
       dan telah memuat berbagai hal yang perlu               many things that need to be disclosed and known
       diungkapkan dan diketahui oleh pengguna                by the user reports.
       laporan.
    •	 Menganalisis	 hasil	 audit	 KAP,	 termasuk	         •	 Analyzing	 KAP’s	 audit	 results,	 including	 reports	
       laporan kepatuhan terhadap perundang-                  of compliance with environmental laws and
       undangan dan peraturan, pengendalian                   regulations, internal control, performance
       intern, evaluasi kinerja, dan hasil audit atas         evaluation, and audits of partnerships and
       program kemitraan dan bina Iingkungan.                 community development programs Iingkungan.
    •	 Melaporkan	kepada	Dewan	Komisaris	semua	            •	 Report	 to	 the	 Board	 of	 Commissioners	 of	 all	
       potensi kelemahan pengendalian intern yang             potential control weaknesses internal audit results
       diperoleh dari analisis hasil audit KAP serta          obtained from analysis of KAP and explain the
       menjelaskan berbagai risiko yang mungkin               various risks that may arise as a result of the
       timbul sebagai dampak dari kelemahan                   following internal control weaknesses with the
       pengendalian intern tersebut berikut dengan            required mitigation efforts.
       upaya mitigasi yang diperlukan.

(5) Menilai    efektivitas   pelaksanaan    tugas       (5) Assessing the effectiveness of the internal audit unit
    auditor internal, dengan menilai (review) dan           task, to assess (review) and carry out other related
    melaksanakan kegiatan terkait lainnya:                  activities:
    •	 Menilai	 dan	 membahas	 dengan	 Kepala	 SPI	         •	 Assess	 and	 discuss	 with	 the	 Head	 of	 Internal	
       dan Direksi terkait mengenai kecukupan                    Audit Unit and the Board of Directors about the




                                                                                   LAPORAN TAHUNAN 2010                 125
                  piagam SPI (internal audit charter),                   adequacy of the charter relating to the Internal
                  kecukupan dan kompetensi tenaga auditor,               Audit Unit (internal audit charter), the adequacy
                  serta struktur organisasi fungsi audit.                and competence of auditors, as well as the
                                                                         organizational structure of the audit function.
              •	 Menilai	program	kerja	pemeriksaan	tahunan	           •	 Assess	the	work	program	of	the	annual	examination	
                 (PKPT).
              •	 Memastikan	 bahwa	 tidak	 ada	 kendala	              •	 Make	sure	that	there	are	no	constraints	that	limit	
                 yang membatasi kegiatan SPI dalam                       the activities of Internal Audit Unit in performing
                 melaksanakan tugasnya, serta menilai                    their duties, and assess objectively when changes
                 secara obyektif bilamana terjadi perubahan              occur and the replacement of Internal Audit Unit
                 dan penggantian staf SPI.                               staff.
              •	 Menilai	kegiatan	SPI	dan	memastikan	bahwa	           •	 Assessing	 the	 Internal	 Audit	 Unit	 activities	 and	
                 dalam melaksanakan kegiatannya, SPI telah               ensure that in carrying out its activities, Internal
                 mematuhi standar audit yang berlaku.                    Audit Unit meets the applicable auditing standards.


           (6) Menilai hasil audit yang dilaksanakan oleh Satuan   (6) Assess the results of audits conducted by Internal Audit
               Pengawasan Intern (SPI):                                Unit .

              •	 Menilal	hasil	audit	SPI	dengan	menganalisis	         •	 To	 evaluate	 audit	 result	 of	 Internal	 Audit	 Unit	 by	
                 temuan      untuk     menyimpulkan       dan            analyzing the finding, to identify any weaknesses
                 mengidentifikasi     adanya       kelemahan-            in interal control
                 kelemahan pengendalian intern.
              •	 Melaporkan	 kepada	 Dewan	 Komisaris	                •	 Report	 to	 the	 Board	 of	 Commissioners	 of	 the	
                 tentang kelemahan-kelemahan pengendalian                internal control weaknesses that implied from
                 intern yang tersirat dari temuan hasil audit            the findings of the audit of Internal Audit Unit
                 SPI dan menjelaskan risiko serta rekomendasi            and explain the risks and recommendations for
                 untuk memitigasi risiko tersebut.                       reducing those risks.

           (7) Membahas dan memberikan rekomendasi                 (7) Discuss and provide recommendations on improving
               mengenai penyempurnaan sistem pengendalian              the management and implementation of control
               manajemen serta pelaksanaannya.                         systems.

              •	 Membahas	 efektivitas	 sistem	 pengendalian	         •	 Discussing	 the	 effectiveness	 of	 corporate	
                 manajemen perusahaan yang mencakup                      management control systems that include
                 lingkungan dan aktivitas pengendalian                   environmental control and management activities
                 yang dikembangkan manajemen untuk                       are developed to run the company’s activities.
                 menjalankan kegiatan perusahaan.
              •	 Membahas	 efektivitas	 dan	 pengendalian	            •	 Discuss	the	effectiveness	and	control	of	enterprise	
                 sistem informasi perusahaan dalam                       information systems in its role as a provider of
                 perannya sebagal penyedia informasi bagi                information for management.
                 manajemen.
              •	 Memperoleh	pemahaman	mengenai	Iingkup	               •	 Gaining	an	understanding	of	the	scope	of	review	of	
                 hasil review auditor internal dan auditor               internal auditors and external auditors on internal
                 eksternal mengenai pengendalian intern atas             control over financial reporting processes of the
                 proses pelaporan keuangan perusahaan.                   company.
              •	 Memperoleh	 informasi	 mengenai	 temuan-             •	 Obtain	 information	 to	 determine	 the	 findings	 and	
                 temuan dan rekomendasi hasil auditor                    recommendations of internal auditors and external
                 internal dan auditor eksternal, serta tindak            auditors, as well as follow-up conducted by the
                 lanjut yang dilaksanakan oleh manajemen                 management findings and recommendations.
                 terhadap temuan dan rekomendasi tersebut.

           (8) Membahas kepatuhan terhadap peraturan               (8) To discuss the compliance to the regulations and
               perundang-undangan yang berlaku.                        applicable laws.

              •	 Membahas	 efektivitas	 sistem	 pemantauan	           •	 Discussing	 the	 effectiveness	 of	 compliance	
                 kepatuhan terhadap peraturan perundang-                 monitoring system of rules and legislation as well
                 undangan serta hasil-hasil investigasi dan              as the results of the investigation and follow-up

126   LAPORAN TAHUNAN 2010
      tindak lanjut yang dilakukan manajemen                  done management (including disciplinary action)
      (termasuk tindakan disiplin) terhadap                   against the occurrence of non-compliance.
      terjadinya ketidakpatuhan.
   •	 Menelaah	 dan	 mempelajari	 hasil	 pengujian	       •	 Reviewing	 and	 studying	 the	 results	 of	 testing	
      lembaga-lembaga eksternal termasuk pula                of external agencies including the observation
      hasil observasi auditor.                               auditors as well.
   •	 Membahas	 kualitas	 kode	 etik	 perusahaan,	        •	 Discuss	 the	 quality	 of	 the	 code	 of	 corporate	
      proses sosialisasinya, serta memantau                  behavior, the socialization process, and monitor
      kepatuhan terhadap peraturan tersebut.                 compliance with these regulations.
   •	 Memperoleh	 informasi	 jika	 terdapat	              •	 Get	the	information	if	there	are	new	regulations	or	
      peraturan baru atau jika dilakukan perubahan           changes in existing rules.
      atas peraturan yang ada.

(9) Memastikan telah terdapat prosedur review          (9) Ensure the review procedures have been found
    yang memuaskan terhadap segala informasi               satisfactory to all information issued by the state-
    yang dikeluarkan BUMN.                                 owned enterprises.

   •	 Menganalisis	 informasi	 akuntansi	 dan	            •	 Analysis	 of	 accounting	 information	 of	 other	
      laporan-laporan penting lainnya, termasuk              important reports, including audit operations
      menelah adanya transaksi di luar kelaziman             outside of the norm (unusual) and areas to be
      (unusual) dan bidang-bidang yang diputuskan            determined through the subjective.
      melalui proses judgmental.
   •	 Memahami	 dan	 membahas	 berbagai	                  •	 Understand	and	discuss	the	various	decrees	issued	
      maklumat yang dikeluarkan manajemen                    by the Management related to the law.
      yang terkait dengan peraturan perundang-
      undangan.
   •	 Bersama-sama	 dengan	 manajemen	 dan	               •	 Together	with	management	 and	external	auditors	
      auditor eksternal melakukan pengkajian atas            to review audit results, including difficulties
      hasil-hasil audit, termasuk berbagai kesulitan         encountered during the audit process.
      yang dihadapi selama proses audit.
   •	 Membahas	 laporan	 keuangan	 tahunan,	              •	 Discuss	 the	 annual	 financial	 statements,	
      utamanya menilai kecukupan pengungkapan                primarily to assess the adequacy of disclosure
      dan kelengkapan materi laporan tersebut                and completeness of the report compared the
      dibandingkan dengan ketentuan yang                     material with applicable regulations, and assess
      berlaku, serta menilai kepatuhan proses                compliance with the presentation of financial
      penyajiannya terhadap standar akuntansi                accounting standards.
      keuangan.
   •	 Bersama-sama	 dengan	 manajemen	 dan	               •	 Together	with	management	and	 external	auditors	
      auditor eksternal melakukan pembahasan                 conduct a discussion to find out all the aspects that
      mengenai semua aspek yang harus                        should be communicated to the Audit Committee
      dikomunikasikan dengan Komite Audit                    by the Profesional Standard of Public Accounting
      menurut Standar Profesional Akuntan Publik             and Auditing Standards of the State.
      dan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara.
   •	 Mempelajari	 dan	 memahami	 proses	                 •	 Studying	 and	 understanding	 the	 management	
      manajemen dalam menyusun informasi                     processes in preparing the interim financial
      keuangan interim serta sifat dan luas                  information and the nature and level of involvement
      keterlibatan auditor internal dan (jika ada)           of internal auditors and (if any) the external auditor.
      auditor eksternal.
   •	 Bersama-sama	 dengan	 manajemen	 dan	               •	 Along	 with	 management	 and	 external	 auditors	
      auditor eksternal melakukan pembahasan                 conduct discussions prior to interim financial
      laporan keuangan interim sebelum                       statements submitted to the Shareholders, as
      disampaikan kepada Pemegang Saham,                     well as assessing the adequacy of disclosure and
      serta menilai kecukupan pengungkapan dan               consistency with applicable regulations.
      konsistensi dengan ketentuan yang berlaku.




                                                                                  LAPORAN TAHUNAN 2010                 127
           (10) Melakukan identifikasi hal-hal yang memerlukan   (10) Identifying things that need attention from Board of
                perhatian Dewan Komisaris.                            commissioners

               •	 Membuat	        rekomendasi	       mengenai	      •	 make	 recommendations	 on	 the	 management	
                  sistem pengendalian manajemen serta                  control system and its implementation
                  pelaksanaannya.
               •	 Memberikan	 masukan	 kepada	 Dewan	               •	 Provide	 input	 to	 the	 Board	 of	 Commissioners	
                  Komisaris tentang penyusunan dan                     regarding the preparation and improvement of the
                  penyempurnaan Piagam Komite Audit                    Charter of the Audit Committee periodically.
                  secara berkala.
               •	 Memberikan	 masukan	 kepada	 Dewan	               •	 Provide	 input	 to	 the	 Board	 of	 Commissioners	 as	
                  Komisaris sebagai bahan kajian bersama               study materials with the Board of Directors and
                  Direksi dan auditor eksternal tentang:               external auditors:
                  - Laporan keuangan tahunan dan catatan                - Annual financial statements and notes to
                      atas laporan keuangan tersebut sebelum                financial statements before publication.
                      dipublikasikan.
                  - Laporan audit dari auditor eksternal                 -   Audit reports of external auditors on the
                      mengenai laporan keuangan tahunan                      annual financial statements and suggestions
                      dan saran serta pendapat dari auditor                  and opinions from external auditors.
                      eksternal.
                  - Temuan penting dan rekomendasi                       -   Important findings and recommendations of
                      auditor eksternal serta memastikan                     external auditors and ensure that management
                      bahwa manajemen telah menindaklanjuti                  has menindakianjuti recommendations of
                      rekomendasi dari auditor eksternal                     external auditors.
                      tersebut.
               •	 Memberikan	 masukan	 kepada	 Dewan	               •	 Provide	 input	 to	 the	 Board	 of	 Commissioners	 as	
                  Komisaris sebagai bahan pembahasan                   discussions with the Board of Directors and the
                  bersama Direksi dan auditor internal (SPI),          internal auditors, in particular concerning:
                  khususnya tentang:
                  - Perubahan penting dalam RKAP.                        -   Important changes in budget
                  - Kesulitan yang dihadapi SPI selama                   -   Difficulties   encountered     during     the
                      melaksanakan proses audit, hambatan                    implementation of Internal Audit Unit audit
                      atas Iingkup kerja audit, hambatan                     process, constraints on the scope of audit
                      akses untuk memperoleh informasi yang                  work, access barriers to obtaining the
                      diperlukan dalam proses audit.                         necessary information in the audit process.
                  - Kecukupan sumber daya manusia dan                    -   Adequacy of human resources and Internal
                      anggaran SPI.                                          Audit Unit budget
                  - Kepatuhan SPI terhadap piagam SPI.                   -   The compliance of Internal Audit Unit to the
                                                                             Internal Audit Charter

               •	 Memberikan	 masukan	 kepada	 Dewan	               •	 Provide	 input	 to	 the	 Board	 of	 Commissioners	
                  Komisaris sebagai bahan pembahasan                   as discussions with the Board of Directors and
                  bersama Direksi dan auditor eksternal                external auditors about;
                  mengenai;
                  - Kesulitan dan konflik (jika ada) antara              -  Difficulties and conflicts (if any) between
                      auditor eksternal dengan manajemen                    the external auditors and management that
                      yang terjadi selama proses audit.                     occurred during the audit process.
                  - Informasi penting terkait dengan                    - Important information related to the
                      pelaksanaan audit yang diterima Komite                implementation of Audit that is received by
                      Audit.                                                Audit Committee
               •	 Memberikan	 masukan	 kepada	 Dewan	               •	 Provide	 input	 to	 the	 Board	 of	 Commissioners	
                  Komisanis mengenai potensi kerawanan                 regarding the potential vulnerabilities and risks are
                  dan risiko yang menonjol di perseroan dan            prominent in the company and recommendations
                  rekomendasi mitigasi dan minimalisasi risiko         of mitigation and risk minimization.
                  tersebut.




128   LAPORAN TAHUNAN 2010
      (11) Melaksanakan tugas-tugas lain yang berkaitan       (11) Carrying out other tasks relating to the oversight
           dengan pengawasan yang diberikan oleh Dewan             provided by the Board of Commissioners.
           Komisaris.

e) Hubungan Kerja                                             e) Work Relationship
   (1) Hubungan kerja Komite Audit dengan SPI:                   (1) Working relation between Audit Committee with
       •	 Mengevaluasi	 independensi,	 obyektivitas,	 dan	           Internal Audit Unit:
          efektivitas SPI.                                           •	 Evaluate	 independence,	 objectivity	 and	
       •	 Memantau	ketaatan	terhadap	piagam	SPI.                         effectiveness of Internal Audit Unit
       •	 Melaksanakan	 kegiatan	 dan	 koordinasi	 yang	             •	 Monitoring	 the	 compliance	 to	 the	 Internal	
          terkait pelaksanaan tugas-tugas pengendalian                   Audit Unit charter
          internal khususnya dalam kaitannya dengan                  •	 Implement	and	coordinate	activities	related	to	
          Komite Audit.                                                  the implementation of internal control tasks,
                                                                         especially in relation dengari Audit Committee.

   (2) Hubungan kerja Komite Audit dengan auditor                 (2) The working relationship with external auditors of
       eksternal:                                                     the Audit Committee:
       •	 Mengevaluasi	 sistem	 pemilihan,	 pengangkatan,	            •	 Evaluating	the	electoral	system,	appointment,	
          pemberhentian auditor eksternal dengan                          dismissal of external auditors with respect
          memperhatikan          aspek       independensi,                to the independence, objectivity, and
          obyektivitas, dan efektivitas.                                  effectiveness.
       •	 Melakukan	 pengkajian	 tentang	 tujuan	 dan	                •	 Evaluation	 objectives	 and	 opportunities	
          ruang lingkup untuk memastikan bahwa tidak                      to ensure that there are no restrictions
          ada pembatasan ruang Iingkup audit,serta                        on the scope of the audit and evaluation,
          mengevaluasi, independensi, obyektivitas, dan                   independence, objectivity and effectiveness of
          efektivitas auditor eksternal.                                  the external auditors.
       •	 Berkonsultasi	 secara	 periodik	 dengan	 auditor	           •	 Periodically	 consult	 with	 external	 auditors	
          eksternal tanpa kehadiran manajemen untuk                       without the presence of a guide for the
          membahas sistem pengendalian internal,                          discussion of internal control systems, as
          serta evaluasi atas konsistensi, kecukupan                      well as an assessment of the consistency,
          pengungkapan, dan ketaatan penyelesaian                         adequacy of disclosure and adherence to
          laporan hasil audit menurut jadwal yang telah                   hail the completion of the audit report on a
          ditetapkan.                                                     specified schedule.

   (3) Hubungan kerja Komite Audit dengan Direksi:                (3) Working relation between Audit Committee with
                                                                      Board of Directors:
       •	 Sebagai	 organ	 yang	 dibentuk	 oleh	 Dewan	                •	 As	 an	 organ	 established	 by	 the	 Board	 of	
          Komisaris, hubungan antara Direksi dengan                      Commissioners, the relationship between
          Komite Audit dilakukan melalui Dewan Komisaris.                the Board of Directors (management) by
          Agar Komite Audit dapat melaksanakan                           the Audit Committee through the Board of
          tugas secara optimal, Dewan Komisaris harus                    Commissioners. Audit Committee in order
          memfasilitasi pertemuan-pertemuan secara                       to perform the task optimally, the Board of
          berkala antara Komite Audit dengan Direksi.                    Commissioners should facilitate periodic
                                                                         meetings between the Audit Committee by the
                                                                         Board of Directors.
       •	 Direksi	 dapat	 meminta	 pertimbangan	 dan	                 •	 Directors	 may	 request	 consideration	 and	
          saran Komite Audit menyangkut aspek-aspek                      advice from the Audit Committee of the
          yang berkaitan dengan lingkup keahlian Komite                  aspects relating to the scope of expertise of
          Audit, yaltu keuangan, pengendalian internal,                  the Audit Committee, yaltu financial, internal
          akuntansi, pengelolaan risiko, dan penerapan                   control, accounting, risk management, and
          good corporate governance.                                     implementation of good corporate governance.

f) Pelaporan                                                  f) Reporting
   Ketua Komite Audit wajib menyampaikan kepada Dewan            Chairman of the Audit Committee shall submit report
   Komisaris laporan sebagai berikut:                            to the Board of Commissioner as follows:
   (1) Komite Audit wajib menyampaikan laporan kepada            (1) Audit Committee shall submit a report to the Board
       Dewan Komisaris atas setiap pelaksanaan tugas,                 of Commissioners for each implementation task,
       disertai rekomendasi jika diperlukan.                          together with recommendations if nee

                                                                                        LAPORAN TAHUNAN 2010                129
             (2) Komite Audit membuat laporan triwulanan dan                        (2) Audit Committee provide quarterly reports and
                 laporan tahunan kepada Dewan Komisaris.                                annual reports to the Board of Commissioners.
             (3) Laporan Komite Audit sebagaimana dimaksud pada                     (3) Report of the Audit Committee referred to in point
                 butir I dan butir 2 ditandatangani oleh sekurang-                      I and point 2 is signed by at least the Chairman
                 kurangnya Ketua Komite Audit dan salah seorang                         of the Audit Committee and member of the Audit
                 anggota Komite Audit.                                                  Committee.

         g) Wewenang                                                            g) Authority

             (1) Dewan Komisaris memberikan kewenangan kepada                       (1) The Board of Commissioners give the authority
                 Komite Audit dalam lingkup tanggung jawabnya                           to the Audit Committee within the scope of its
                 untuk mencari berbagai informasi yang diperlukan                       responsibility to seek information that is legally
                 secara legal dan etis baik dari pihak internal mau pun                 and ethically required from both parties internally
                 eksternal.                                                             and externally.
             (2) Komite Audit berdasarkan persetujuan Dewan                         (2) Audit Committee based on the approval of the
                 Komisaris dapat memperoleh masukan atau                                Board of Commissioners can obtain feedback or
                 rekomendasi dari para profesional ekstemal yang                        recommendations from external professionals
                 berkaitan dengan tugasnya.                                             associated with the job.

         h) Kerahasiaan Informasi                                               h) Confidential Information
            Komite Audit wajib menjaga kerahasiaan dokumen, data                   The Audit Committee shall maintain the confidentiality
            dan informasi PT. Jasa Raharja (Persero), baik pihak                   of the documents, data and information of PT Jasa
            internal maupun ekstemal, dan hanya digunakan untuk                    Raharja (Persero), both internal and external parties,
            kepentingan pelaksanaan tugasnya.                                      and used only for purposes of performing its duties.


      5) Pelaksanaan Tugas Komite Audit Tahun 2010                        5) Implementation of audit committee duties year 2010
         Pelaksanaan tugas Komite Audit dalam tahun 2010 secara              Responsibilities of the Audit Committee in 2010 can be
         ringkas adalah sebagai berikut :                                    summarized as follows:

         a) Hasil penilaian efektivitas auditor eksternal (Kantor            a) Assessment of the effectiveness of the external auditor
            Akuntan Publik Dani Sudarsono & Rekan) telah                        Public Accounted firm Sudarsono Dani & Co has been
            disampaikan Komite Audit secara khusus kepada Dewan                 submitted exclusively to the Audit Committee of the Board
            Komisaris dengan surat No. 07/KA/JR/VIII/2010 tanggal               of Commissioners with a letter No.. 07/KA/JR/VIII/2010
            3 Agustus 2010.                                                     dated August 3, 2010.

         b) Hasil penilaian efektivitas Satuan Pengawasan Intern             b) Assessment of the effectiveness of the Internal Audit
            disampaikan kepada Dewan Komisaris dalam empat                      Unit be submitted to the Board of Commissioners in the
            Laporan Triwulan Komite Audit. Beberapa hal yang perlu              fourth Quarterly Report of the Audit Committee. Some
            dicatat antara lain adalah                                          comments include:

             (1) Prosedur dan teknik audit yang digunakan perlu                  (1) auditing procedures and techniques used should be
                 diperluas dan diperdalam, tidak hanya menyangkut                    expanded and deepened, and not only operational
                 audit operasional melainkan juga audit finansial,                   but also on the audit of financial audits, so it can be
                 sehingga bisa dihasilkan temuan-temuan yang lebih                   made conclusions that are more effective.
                 efektif.
             (2) Teknik pelaporan perlu ditingkatkan agar pembaca                (2) The technique of reporting should be improved
                 laporan memperoleh informasi yang lebih obyektif,                   so that readers get the report more objective
                 khususnya mengenai simpulan audit yang harus                        information, especially about the audit conclusions
                 konsisten dengan materi hasil audit. Bahasa laporan                 should be consistent with the results of the audit
                 perlu ditingkatkan agar informasi temuan lebih                      material. Language of the report’s findings need to be
                 mudah dan lebih cepat dipahami oleh pengguna                        improved so that information more easily and more
                 laporan.                                                            quickly understood by users of the report.

         c) Sejalan dengan kegiatan perusahaan yang terus                    c) In line with the activities of a company that continues to
            berkembang, beberapa hal yang perlu dikemukakan                     evolve, some things need to be improved in the evaluation
            dalam hasil evaluasi sistem pengendalian nnanajemen                 and management control systems of internal control
            dan pengendalian intern antara lain adalah :                        include:

130      LAPORAN TAHUNAN 2010
      (1) Kuantitas dan kualitas sumber daya manusia perlu              (1) the quantity and quality of human resources should be
          ditingkatkan secara berkelanjutan agar perseroan                  improved on a sustainable basis, so the company can
          dapat memperkuat mekanisme internal check                         strengthen internal checks and improve the service
          dan meningkatkan kemampuan pelayanan kepada                       community.
          masyarakat.
      (2) Kegiatan perusahaan mencakup wilayah yang luas                (2) The company’s activities cover a wide area across
          di seluruh Indonesia. Untuk menutup berbagai                      Indonesia. To close the disadvantages that arise as a
          kelemahan yang muncul sebagai konsekuensi                         consequence of the wide span of control, enterprise
          rentang kendali yang luas itu, sistem informasi                   information system (database company or DASI-JR)
          perusahaan (Basis data Korporasi atau DASI-JR)                    needs to be improved.
          perlu terus ditingkatkan kualitasnya.
      (3) Meski pun dalam banyak hal perusahaan telah                   (3) Although in many ways, the company has
          melaksanakan berbagai perbaikan dalam sistem                      implemented a number of improvements in the
          pengendalian intern, sikap tanggap (responsiveness)               internal control system, responsiveness (response)
          perlu terus ditingkatkan, khususnya dalam menyikapi               should be increased, particularly in response to
          setiap temuan, saran atau rekomendasi yang                        any conclusions, proposals and recommendations
          diberikan oleh pihak-pihak yang berkompeten.                      received from the competent persons.
      (4) Untuk menjaga dan memperkuat integritas,                      (4) To maintain and strengthen the integrity, in
          kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, baik                   accordance with existing regulations, both internal
          internal maupun eksternal, perlu terus didorong.                  and external, should be actively encouraged.
          Sosialisasi berbagai peraturan yang berlaku juga                  Socialization regulations also need to keep the whole
          perlu terus dilakukan kepada seluruh jajaran                      range of companies so that each member of the
          perusahaan sehingga setiap insan perusahaan                       company really understands and is able to apply the
          benar-benar memahami dan mampu melaksanakan                       relevant regulations and policies.
          peraturan dan kebijakan bersangkutan.
      (5) Sebagai suatu acuan kegiatan, prosedur baku                   (5) As a reference, the standard procedure (standard
          (standard operating procedures) harus terus-                      operating procedures) should be renewed constantly
          menerus diperbaharui (updated) sehingga                           (updated) to adapt to changes in the environment and
          sesuai dengan perubahan lingkungan dan kondisi                    the conditions of the company.
          perusahaan.

   d) Kualitas dan keandalan informasi pada dasarnya                d) The quality and reliability of the information is basically
      ditentukan oleh kecermatan dan kecepatan dihasilkannya           determined by the accuracy and speed of the information
      informasi itu. Penyusunan berbagai laporan dan informasi         produced. Berbagal report preparation and company
      perusahaan akan semakin andal apabila sistem informasi           information will be more reliable if the information system
      (DASI-JR) Iebih disempurnakan.                                   (tie-JR) is more subtle.

4. Direksi                                                       4. Board of Directors

   a. Komposisi Direksi.                                            a. Composition of the Board of Directors
      Dalam melaksanakan kegiatan usaha, PT Jasa Raharja               In doing business, PT Jasa Raharja (Persero) was led
      (Persero) dipimpin oleh Dewan Direksi yang diangkat              by a Board of Directors appointed by Minister of State
      berdasarkan Keputusan Menteri Negara Badan Usaha                 State-owned enterprise with the Decree Number: KEP-
      Milik Negara Nomor : KEP-63/MBU/2008 tanggal 13                  63/MBU/2008 dated March 13, 2008, with the following
      Maret 2008, dengan komposisi sebagai berikut :                   composition:

      1) Direktur Utama            : H. Diding Sudirdja Anwar          1) President Director                 : H.Diding
                                                                                                               Sudirdja Anwar
      2) Direktur Keuangan         : H. Robino Suharsono               2) Director of Finance                : H. Robino
                                                                                                               Suharsono
      3) Direktur Operasional      : H. Budi Setyarso                  3) Director of Operational            : H. Budi
                                                                                                               Setyarso
      4) Direktur SDM dan Umum : H. Suntoro                            4) Director of HR and General Affairs : H. Suntoro




                                                                                                  LAPORAN TAHUNAN 2010               131
      b. Tugas dan Tanggung Jawab Direksi                          b. Duties and Responsibilities of Board of Directors
         1) Direksi adalah Organ Perseroan yang bertanggung           1) The Board of Directors are the Company Organs
            jawab penuh atas pengelolaan Perseroan, untuk                who are fully responsible for the management of
            kepentingan dan tujuan Perseroan, serta mewakili             the Company, for the purpose and objectives of
            Perseroan baik di dalam maupun di luar pengadilan            the Company, and represent the Company both
            sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar, tunduk               within and outside the court in accordance with the
            pada semua peraturan yang berlaku terhadap BUMN              provisions of the Articles of Association, subject to all
            dan tetap berpegang pada penerapan prinsip good              applicable regulations and state governments to stick
            corporate governance.                                        to principles good company.

         2) Berdasarkan Keputusan Direksi PT Jasa Raharja             2) Based on the Board of Directors of PT Jasa Raharja
            Nomor : KEP/168/2008 tanggal 5 Desember 2008                 Number: KEP/168/2008 dated December 5, 2008
            tentang Struktur Organisasi, telah ditetapkan                on Organizational Structure, has been established
            pembagian tugas dan tanggung jawab sebagai                   division of duties and responsibilities as follows:
            berikut :
            a) Direktur Utama                                             a) President Director
                Direktur Utama dalam batas-batas tertentu                    President Director within certain limits, act
                secara      fungsional   bertindak   sebagai                 functionally as the responsible management of the
                penanggung jawab pengelolaan Bidang                          on research, development and risk management,
                Penelitian, Pengembangan dan Manajemen                       Corporate Secretariat and the Division of internal
                Risiko, Sekretariat Perusahaan serta Satuan                  control, with the nomenclature of work unit is as
                Pengawasan Intern, dengan nomenklatur unit                   follow:
                kerja adalah :                                               (1) Division of research, development and risk
                (1) Divisi Penelitian, Pengembangan dan                           management
                    Manajemen Risiko                                         (2) Internal Supervisory Unit
                (2) Satuan Pengawasan Intern                                 (3) Corporate Secretary
                (3) Sekretariat Perusahaan

             b) Direktur Operasi                                          b) Director of Operational :
                Direktur Operasi dalam batas-batas tertentu                  Director of Operations within certain limits,
                secara fungsional bertindak sebagai penanggung               functionally acting as a responsible management
                jawab pengelolaan Bidang Asuransi, Pencegahan                Insurance Sector, Prevention and Information
                dan Pelayanan serta Sistem Informasi                         Systems and Services Company, with the
                Perusahaan, dengan nomenklatur unit kerja                    nomenclature of the work unit:
                adalah :
                (1) Divisi Asuransi                                           (1) Insurance Division
                (2) Divisi Pencegahan dan Pelayanan                           (2) Prevention and Service Division
                (3) Divisi Sistem Informasi Perusahaan                        (3) Company Information System Division

             c) Direktur Sumber Daya Manusia & Umum                       c) Director of Human Resources and General Affairs
                Direktur Sumber Daya Manusia & Umum dalam                    Director of Human Resources & General within
                batas-batas tertentu secara fungsional bertindak             certain limits, functionally acting as a responsible
                sebagai penanggung jawab pengelolaan Bidang                  management of Human Resources and Public, with
                Sumber Daya Manusia dan Umum, dengan                         the nomenclature of the work unit:
                nomenklatur unit kerja adalah :
                (1) Divisi Umum                                               (1) General Affairs Division
                (2) Divisi Sumber Daya Manusia                                (2) Human Resources Division

             d) Direktur Keuangan                                         d) Director of Finance
                Direktur Keuangan dalam batas-batas tertentu                 Director of Finance within certain limits, functionally
                secara fungsional bertindak sebagai penanggung               acting as a responsible management of Finance,
                jawab pengelolaan Bidang Keuangan, Akuntansi                 Accounting and Investment, with the nomenclature
                dan Investasi, dengan nomenklatur unit kerja                 of the work unit:
                adalah :
                (1) Divisi Keuangan                                           (1) Finance Division
                (2) Divisi Akuntansi                                          (2) Accounting Division
                (3) Divisi Investasi                                          (3) Investment Division



132   LAPORAN TAHUNAN 2010
c. Key Performance Indicators (KPI) Direksi                     c. Board of Directors Key Performance Indicators
   Penilaian tolok ukur keberhasilan Direksi atas capaian          Evaluation of the success criteria of Directors in fiscal
   kinerja tahun buku 2010 telah dilakukan sesuai dengan           year 2010 performance achievements were made in
   ketentuan yang berlaku dengan hasil sebagai berikut :           accordance with the provisions applicable with the
                                                                   following results:

   1) Penilaian tingkat kesehatan perusahaan berdasarkan           1) Assessment of level of health of the company based
      Keputusan Menteri Keuangan Nomor 826/                           on the Decree of the Minister of Finance No. 826/
      KMK.013/1992 tanggal 24 Juli 1992, dimana PT Jasa               KMK.013/1992 dated July 24, 1992, in which PT Jasa
      Raharja (Persero) mendapat nilai bobot 123,03%                  Raharja (Persero) scored 124.00% with the level Very
      dengan peringkat sehat sekali.                                  Healthy
   2) Penilaian kontrak manajemen yang ditetapkan oleh             2) Assessment of the management contract established
      rapat umum pemegang saham (RUPS) yang dihitung                  by the general meeting of shareholders (AGM) which
      secara self assessment dimana PT Jasa Raharja                   is calculated self-assessment in which PT Jasa
      (Persero) mendapat nilai bobot 140,72% dengan                   Raharja (Persero) scored 147.42% weighting to rank
      peringkat cukup baik.                                           pretty well.
   3) Penilaian Kinerja perusahaan berdasarkan keputusan           3) Assessment of company performance based
      Menteri Keuangan R.I Nomor :424KMK.06/2003                      on the decision of the Minister of Finance No.
      tanggal 31 Desember 2003,tentang kesehatan                      424KMK.06/2003 dated December 31, 2003,
      keuangan perusahaan asuransi dan perusahaan                     regarding the financial health of insurance companies
      reasuransi, memperoleh ratio pencapaian solvabilitas            and reinsurance companies, gain achievements
      sebesar 649,17% sedangkan sesuai ketentuan                      solvency ratio of 649.17% while the corresponding
      tersebut tingkat solvabilitas sekurang-kurangnya                provision of a minimum solvency level of 120%, so the
      sebesar 120%, dengan demikian perusahaan berada                 company in a position Solvents
      dalam posisi Solvent
   4) Penilaian kinerja Program Kemitraan dan Bina                 4) Performance assessment and the Community
      Lingkungan (PKBL) berdasarkan Keputusan Menteri                 Development Partnership Program (Partnership)
      BUMN Nomor: KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni                     based on the Decree of the Minister of SOEs Number:
      2002, efektifitas penyaluran dana (jumlah dana yang             KEP-100/MBU/2002 dated June 4, 2002, the effective
      disalurkan dibandingkan dengan lumlah dana yang                 distribution of funds (the amount of funds disbursed
      tersedia) dengan capaian sebesar 93,94% dengan                  compared to the amount of available funds) with
      skor 3 atau kriteria Baik Sekali.                               achievement as much as 93,94% with a score of 3 or
                                                                      criteria Very Good.

d. Pelaksanaan Rapat Direksi                                    d. The Implementation of the Board of Directors
   Pada tahun Tahun 2010 Direksi mengadakan Rapat                  Meeting
   sebanyak 51 (lima puluh satu) kali, baik rapat direksi          In 2010 the Board of Directors held as many as 31 (thirty
   maupun rapat dewan komisaris dengan direksi dengan              one) with the level of meeting attendance as follows:
   tingkat kehadiran rapat sebagai berikut :

    Namal/ Name                Jumlah Rapat/ Number meeting Jumlah Hadir/ Number Present                    Prosentase (%)


    H. Diding Sudirdja Anwar                51                          49                                      96,07
    H. Robino Suharsono                     51                          51                                        100
    H. Suntoro                              51                          51                                        100
    H. Budi Setyarso                        51                          49                                      90,32




                                                                                             LAPORAN TAHUNAN 2010              133
          e. Program Pengembangan dan Pelatihan Direksi                          e. Development and Training program for the Board
             Untuk meningkatkan kompetensi dan untuk menunjang                      of directors
             pelaksanaan tugas Direksi PT Jasa Raharja (Persero),                   To enhance the competence and to support the
             selama tahun 2010 telah mengikuti berbagai program                     implementation of the tasks of Directors of PT Jasa
             pelatihan, Workshop, konferensi, seminar dengan rincian                Raharja (Persero), during the year 2010 have attended
             sebagai berikut :                                                      various training programs, workshops, conferences,
                                                                                    seminars as follows

       NO        NAMA DIREKSI              JENIS SEMINAR                         PENYELENGGARA                    TGL & TEMPAT
      1         Diding S. Anwar    Pertemuan "Mempersiapkan               Kementerian BUMN                Kamis-Sabtu,25-27 Maret
                                   Rencana Kerja dan atau Kajian atas     Ministry of State-Owned
                                   Beberapa Permasalahan                  Enterprises                     Hotel Inna Grand Bali Beach
                                   BUMN Perbankan dan Jasa                                                Denpasar
                                   Keuangan
                                    “Preparation of Work Plan and / or
                                   Review of Some Problems in the
                                   State-Owned Banking and Financial
                                   Service” Meeting
                                   Seminar Nasional "Mapping              Lembaga Manajemen FE            Rabu, 26 Mei 2010
                                   Anatomi BUMN Menuju World              UI                              Hotel Aryaduta, Jakarta
                                   Class Company                          Management Institution of
                                    National Seminar of “State-Owned      Faculty of Economy UI
                                   Enterprises Mapping Anatomy
                                   Towards World Class Company”
                                   Diskusi Panel Mencari Bentuk dan       ISIKOM dan IKAI                 Kamis, 24 Juni 2010
                                   Pola Ideal Kepemimpinan Korporasi      ISIKOM dan IKAI                 Hotel Le Meridien, Jakarta
                                   Berbasis GCG
                                   Panel Discussion of A Search of An
                                   Ideal Type and Model of Corporate
                                   Leadership Based on GCG
                                   BUMN Executive Breakfast Meeting       BUMN Executive Club             Rabu, 29 September 2010
                                   State-Owned Enterprises Executive      State-Owned Enterprises         Crown Plaza Hotel, Jakarta
                                   Breakfast Meeting                      Executive Club
                                   CEO Forum 2                            Warta Ekonomi                   Rabu, 27 Oktober 2010
                                   2nd CEO Forum                          Warta Ekonomi                   Mercantile Athletic Club, Jkt
                                   BUMN Executive Breakfast Meeting       BUMN Executive Club             Kamis, 18 November 2010
                                   State-Owned Enterprises Executive      State-Owned Enterprises         Auditorium Dep. Kehutanan
                                   Breakfast Meeting                      Executive Club
                                   Leadership Forum 71 "Corporate         CCL                             Rabu, 24 November 2010
                                   Leadership of The Future”              CCL                             Hotel Le Meridien, Jakarta
                                   Leadership Forum 71 “Corporate
                                   Leadership of The Future”
                                   Seminar Nasional & Penganugerahan      Yayasan Mutu Indonesia          Rabu, 24 November 2010
                                   IQA                                    Yayasan Mutu Indonesia          Hotel Mulia Senayan, Jkt
                                   National Seminar and Bestowal of
                                   IQA Sunday, July 02, 1905
                                   Seminar RUU BUMN                       Kementerian BUMN                Rabu, 1 Desember 2010
                                   Seminar of State-Owned Enter-          Ministry of State-Owned         Hotel Salak, Bogor
                                   prises Draft Law                       Enterprises
      2         Robino Suharsono   Diskusi Panel "Implikasi Hukum         LKDI                            Selasa, 18 Mei 2010
                                   Terhadap Keputusan Manajemen”          LKDI                            Financial Club, Jakarta
                                    Panel Discussion “Legal Implication
                                   of Management Decisions”
                                   BUMN Executive Breakfast Meeting       BUMN Executive Club             Rabu, 29 September 2010
                                   State-Owned Enterprises Executive      State-Owned Enterprises         Crown Plaza Hotel, Jakarta
                                   Breakfast Meeting                      Executive Club




134   LAPORAN TAHUNAN 2010
                    Sosialisasi Konvergensi PSAK ke      Kementerian Keuangan RI           Selasa, 2 November 2010
                    IFRS                                 Ministry of Finance Republic of   Hotel Red Top, Jakarta
                    Socialization Convergence of PSAK    Indonesia
                    to IFRS
                    Workshop Penerapan PSAK Baru         Kementerian BUMN                  Rabu-Kamis,15-16 Des
                    (IFRS) Untuk BUMN                    Ministry of State-Owned           Garden Permata Hotel, Bdg
                    Workshop of the Implementation of    Enterprises
                    the New PSAK (IFRS)
3   Suntoro         Diskusi Panel Mencari Bentuk dan     ISIKOM dan IKAI                   Kamis, 24 Juni 2010
                    Pola Ideal Kepemimpinan Korporasi    ISIKOM and IKAI                   Hotel Le Meridien, Jakarta
                    Berbasis GCG
                    Panel Discussion of A Search of An
                    Ideal Type and Model of Corporate
                    Leadership Based on GCG
                    Forum Human Capital Indonesia        Forum Human Capital Indonesia     Jum'at, 19 November 2010
                    Forum Human Capital Indonesia        (FHCI)                            Gedung Mandiri Club, Jkt
                                                         Forum Human Capital Indonesia
                                                         (FHCI)
                    Seminar Nasional & Penganugera-      Yayasan Mutu Indonesia            Rabu, 24 November 2010
                    han IQA                              Yayasan Mutu Indonesia            Hotel Mulia Senayan, Jkt
                    National Seminar and Bestowal of
                    IQA Sunday, July 02, 1905
                    Pertemuan Forum Human Capital        Forum Human Capital               Jum'at, 17 Desember 2010
                    Indonesia                            Indonesia                         PT Jasa Marga, Jakarta
                    Forum Human Capital Indonesia        Forum Human Capital Indonesia
                    Meeting
4   Budi Setyarso   Pertemuan "Mempersiapkan             Kementerian BUMN                  Kamis-Sabtu,25-27 Maret
                    Rencana Kerja dan atau Kajian atas   Ministry of State-Owned           Hotel Inna Grand Bali Beach
                    Beberapa Permasalahan BUMN           Enterprises                       Denpasar
                    Perbankan dan Jasa Keuangan
                    Preparation of Work Plan and / or
                    Review of Some Problems in the
                    State-Owned Banking and Financial
                    Service” Meeting
                    Seminar Nasional "Mapping            Lembaga Manajemen FE              Rabu, 26 Mei 2010
                    Anatomi BUMN Menuju World            UI                                Hotel Aryaduta, Jakarta
                    Class Company                        Management Institution of
                    National Seminar of “State-Owned     Faculty of Economy UI
                    Enterprises Mapping Anatomy
                    Sosialisasi UU No. 28 Tahun 2009     Kementerian Dalam                 Selasa, 15 Juni 2010
                    Tentang Pajak daerah dan Retribusi   Negeri RI                         Hotel Sheraton Media, Jkt
                    Daerah                               Ministry of Home Affairs
                    Socialization of Law No. 28 Year
                    2009 of Regional Tax and Regional
                    Retribution
                    Seminar Nasional & Penganugera-      Yayasan Mutu Indonesia            Rabu, 24 November 2010
                    han IQA                              Yayasan Mutu Indonesia            Hotel Mulia Senayan, Jkt
                    Seminar and Bestowal of IQA
                    Sunday, July 02, 1905




                                                                                             LAPORAN TAHUNAN 2010        135
      f. Penetapan Remunerasi Direksi                                                    f. Determination of Board of Directors Remuneration

           1) Kebijakan Remunerasi                                                            1) Remuneration Policy
              Pedoman pelaksanaan Pedoman pelaksanaan                                            Guidelines for the implementation of the Operational
              penghasilan Direksi dan Dewan Komisaris ditetapkan                                 Guidelines for the Board of Directors and Board of
              dalam peraturan Menteri Negara Badan Usaha                                         Commissioners of income specified in the Minister
              Milik Negara Nomor : PER 02/MBU/2009, tentang                                      for State Enterprises Number: PER 02/MBU/2009, on
              pedoman penetapan penghasilan Direksi, Dewan                                       guidelines for determining the income of Directors, the
              Komisaris, dan Dewan Pengawas BUMN dan                                             Board of Commissioners, and the Supervisory Board of
              perubahannya melalui peraturan Menteri Negara                                      SOEs and their changes through the regulation of the
              BUMN Nomor : PER-03/MBU/2009, dengan pokok-                                        Minister of SOEs Number: PER -03/MBU/2009, with
              pokok sebagai berikut :                                                            the main points as follows:

       No           Penghasilan/tunjangan                        Komisaris Utama/                                               Komisaris/
                    Income/Allowance                           President Commisioner                                           Commisioner
       1      Gaji dengan faktor jabatan                              100%                                     90 % dari gaji Direktur Utama
              Salary with the position factor                                                                  90% of the salary of President Director
       2      Tunjangan / Allowance
              - Hari raya keagamaan                  1 kali gaji                                               1 kali gaji
                Religious holiday                    1 x salary                                                1 x salary
              - Komunikasi / Communication           At Cost                                                   At Cost
              - Santunan/Asuransi purna jabatan      Premi maksimal 25% ditanggung perusahaan                  Premi maksimal 25% ditanggung perusahaan
                Compensation/retirement insurance    Maximum 25% by the company                                Maximum 25% premium paid by the company
              - Pakaian / Clothes                    Sesuai RKAP/ as a budget                                  Sesuai RKAP/ as a budget
              - Cuti Tahunan / Annual Leave          1 kali gaji / 1 x salary                                  1 kali gaji / 1 x salary
              - Cuti Besar / Core Leave              2 kali gaji /2 x salary                                   2 kali gaji / 2 x salary
              - Perumahan apabila tidak disediakan   30% dari gaji                                             30% dari gaji
                rumah jabatan
                Housing, if office residence         30% of the salary                                         30% of the salary
                is not provided
       3      Fasilitas / facilities
              - Kendaraan / Vehicle                  1 (satu) unit/ 1 unit                                     1 (satu) unit/ 1 unit
              - Kesehatan / Health                   Asuransi kesehatan atau pengganti biaya pengobatan        Asuransi kesehatan atau pengganti biaya pengobatan
                                                     health insurance or replacement cost of treatment         health insurance or replacement cost of treatment
              - Perkumpulan Profesi                  Uang pangkal dan iuran tahunan maksimal 2                 Uang pangkal dan iuran tahunan maksimal 2
                                                     perkumpulan biaya kantor                                  perkumpulan biaya kantor
                Professional Associations            Entrance Fee and annual fee, maximum 2                    Entrance Fee and annual fee, maximum 2
                                                     associations paid by the company                          associations paid by the company
              - Bantuan Hukum / legal aid            Pengacara/Konsultan – Lawyer / Consultant                 Pengacara/Konsultan – Lawyer / Consultant
              - Rumah Jabatan                        1 (satu) unit                                             1 (satu) unit
              - Corporate Member                     Uang pangkal dan iuran tahunan maksimal 2                 Uang pangkal dan iuran tahunan maksimal 2
                                                     perkumpulan biaya kantor                                  perkumpulan biaya kantor
                Corporate Member                     Entrance Fee and annual fee, maximum 2                    Entrance Fee and annual fee, maximum 2
                                                     associations paid by the company                          associations paid by the company
              - Biaya Representasi                   At Cost                                                   At Cost
                Representation cost
       4      Tantiem/insentif kinerja /             Sebagai biaya dalam RKAP, dengan komposisi 100%.          Sebagai biaya dalam RKAP, dengan komposisi
                                                                                                               90% dari Direktur Utama
              Bonuses -Work incentive                as a cost in budget, 100% of the composition              as a cost in budget, 90% of President Director salary



           2) Remunerasi Direksi Tahun 2010                                                   2) Directors Remuneration year 2010
              Gaji Direktur Utama ditetapkan sebesar Rp                                          The Director salary is set at Rp 44,000,000, - (forty
              44.000.000,- (empat puluh empat juta rupiah) per                                   four million rupiah) per month. Salary of members of
              bulan. Gaji anggota Direksi lainnya ditetapkan 90%                                 the Board of Directors determined 90% of the Director
              dari gaji Direktur Utama. Tunjangan dan/atau fasilitas                             of salaries. Allowances and / or facilities for the Board
              untuk Direksi diberikan sesuai dengan Penetapan                                    of Directors is given in accordance with Minister of
              Menteri BUMN Nomor : PER-02/MBU/2009.                                              SOEs Number Determination: PER-02/MBU/2009.

136   LAPORAN TAHUNAN 2010
g. Sekretaris Perusahaan                                            g. Corporate Secretary

   1) Profile Sekretaris Perusahaan                                   1) Corporate Secretary Profile




      Riwayat Hidup                                                       Curriculum Vitae
      Nama             : Toetik Armiati                                   Name                         : Toetik Armiati
      Tempat Tgl Lahir : Malang Tahun 1956                                Place and Date of Birth      : Malang, 1956

      Riwayat Pekerjaan                                                   Employment
      Toetik Armiati diangkat menjadi Sekretaris                          Toetik Armiati has appointed as a Corporate Secretary
      Perusahaan sejak bulan September 2010.                              since September 2010

      Sebelum menjabat Sekretaris Perusahaan, Toetik                      Before serving as Corporate Secretary, Toetik Armiati
      Armiati dipercaya Perusahaan sebagai Kepala Divisi                  served as a head of Human Resources Division. Law
      Sumber Daya Manusia. Lulusan Sarjana Hukum                          Undergraduate from Brawijaya University of Malang
      Universitas Brawijaya Malang tahun 1983 ini                         began her career in PT Jasa Raharja (Persero) in 1984
      memulai karirnya di PT Jasa Raharja (Persero) pada
      tahun 1984


   2) Struktur Organisasi Sekretariat Perusahaan                      2) Organizational Structure of Corporate Secretary



                                                   Direktur Utama



                                                      Sekretariat
                                                      Perusahaan




                             Urusan                    Urusan                 Urusan
                           Sekretaria t                Hukum                  Humas



                              Seksi                     Seksi                  Seksi
                           Sekretariat              Ad ministrasi           Penyuluha n
                                                       Hukum

                                                                                Seksi
                             Seksi                       Seksi             Dokumentasi
                           Kearsipan               Bantuan Hukum         dan Perpustakaan


                                                                                 Seksi
                           Fungsional                                        Pengelolaan
                           Sekretariat                                       Opini Publik




                                                                                                LAPORAN TAHUNAN 2010              137
        3) Tanggung Jawab Sekretaris Perusahaan                  3) The Responsibilities of Corporate Secretary
           Sekretaris perusahaan berperan strategis dalam           Corporate Secretary has a strategic role in designing
           merancang dan membangun iklim komunikasi yang            and building a climate of open communication with
           terbuka dengan berbagai pemangku kepentingan.            various stakeholders.

           Pelaksana Sekretaris Perusahaan ditunjuk dan             The Corporate Secretary is appointed by the Board
           diangkat oleh Direksi sebagai pejabat penghubung         of Directors as a liaison officer (liaison officer) to
           (liason officer) bertugas untuk menatausahakan           manage and store documents, including those of the
           serta menyimpan dokumen Perusahaan, termasuk             shareholder register, roster, and the Protocol of the
           Daftar Pemegang Saham, Daftar Khusus dan Risalah         Board of Directors and shareholders.
           Rapat Direksi maupun RUPS.

           a) Mengoordinasikan        dan       mengendalikan       a) Coordinate and control the preparation of work
              penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran                    plans and budgets in the company
              Perusahaan.
           b) Menyusun dan mengevaluasi kebijakan                   b) Prepare and evaluate operational policies
              operasional.
           c) Merencanakan dan mengusulkan pengembangan             c) Plan and proposed the development of knowledge
              pengetahuan, keterampilan dan karir bagi                 and career skills for employees
              karyawan.
           d) Melakukan penetapan dan penilaian kinerja             d) Make the determination and assessment of
              karyawan.                                                 employee performance
           e) Mengoordinasikan dan mengendalikan standard           e) Coordination and control of standard operating
              operating procedure (SOP) sesuai standar sistem           procedures (SOPs) in accordance with the quality
              manajemen mutu.                                           management system standard.
           f) Mengoordinasikan        dan       mengendalikan       f) Coordinate and control the identification and
              identifikasi, pengukuran, penilaian dan mitigasi          assessment of risk mitigation measures
              risiko.
           g) Menjaga kelancaran dan ketertiban pelaksanaan         g) Maintaining the smooth implementation of the
              pekerjaan serta pengamanan sumber daya dan               work and order and ensure resources and the
              lingkungan kerja.                                        working environment.
           h) Menyusun konsep-konsep kebijakan dan                  h) Draft concept of corporate policies and regulations
              peraturan perusahaan.

        4) Tugas Pokok Sekretaris Perusahaan                     4) Main Duty of Corporate Secretary

           a) Memfasilitasi hubungan korespondensi dan              a) Facilitate the correspondence and communications
              komunikasi Dewan Komisaris, Direksi dan antar            the Board of Commissioners, Directors and Head of
              Kepala unit kerja.                                       the inter-working unit.
           b) Mengoordinasikan dan mengendalikan kegiatan           b) Coordinating and controlling the activities of internal
              rapat internal yang terkait dengan Dewan                 meetings related to the Board of Commissioners,
              Komisaris, Direksi dan Kepala unit kerja.                Directors and Head of the unit of work.
           c) Memastikan tersedianya bahan Rapat Direksi            c) To ensure the availability of materials of the Board
              serta memonitor tindak lanjut risalah Rapat              of Directors meeting and monitor the follow-up the
              Direksi.                                                 note of the Board of Directors meeting.
           d) Mengoordinasikan        dan      mengendalikan        d) Coordinate and control the correspondence
              korespondensi sesuai pedoman yang telah                  according to established guidelines
              ditetapkan.
           e) Mengendalikan kecepatan, ketepatan, keamanan          e) Precision speed control of security and distribution
              dan distribusi dokumen.                                  of documents
           f) Mengoordinasikan dan mengendalikan kegiatan           f) Coordinating and controlling the activities of
              arsip.                                                   archives
           g) Mengoordinasikan        dan      mengendalikan        g) Coordinate and control the implementation of
              implementasi Corporate Identity.                         corporate identity
           h) Mengoordinasikan dan mengendalikan kegiatan           h) Coordinating and controlling the activities of
              compliance.                                              compliance




138   LAPORAN TAHUNAN 2010
   i) Mengoordinasikan       dan     mengendalikan         i) Coordination and monitoring of the preparation,
      penyusunan, implementasi dan sosialisasi Good           implementation and dissemination of effective
      Corporate Governance (GCG).                             corporate governance (GCG).
   j) Mengoordinasikan       dan     mengendalikan         j) Coordination and monitoring the preparation and
      penyusunan dan pengkajian produk hukum yang             consideration of legal products in accordance with
      sesuai dengan peraturan perundang-undangan              current legislation.
      yang berlaku.                                        k) Coordinate and control the settlement of legal
   k) Mengoordinasikan       dan     mengendalikan            issues that exist
      penyelesaian permasalahan hukum yang ada.
   l) Memastikan telah dilaksanakan kewajiban              l) Ensure the company’s reporting obligations have
      pelaporan perusahaan kepada stakeholders.               been carried out to stakeholders
   m) Merencanakan dan menyusun strategi                   m) Plan and develop corporate communications
      komunikasi perusahaan.                                  strategies
   n) Mengoordinasikan dan mengendalikan kegiatan          n) Coordinate and control the external communications
      komunikasi eksternal melalui media cetak,               activities through print, electronic and social media.
      elektronik dan media sosial.
   o) Mengoordinasikan dan mengendalikan kegiatan          o) Coordinating and controlling the activities of
      komunikasi internal.                                    internal communication
   p) Mengoordinasikan       dan     mengendalikan         p) Coordinating and controlling the preparation of
      penyusunan Company Profile dan Annual Report.           company profile and annual report

5) Pelaksanaan Tugas Sekretaris Perusahaan                 5) The implementation of Corporate Secretary’s duties
   Tahun 2010                                                 year 2010
   Dengan berpedoman kepada RKAP tahun buku 2010,             With reference to budget in 2010, Corporate
   Sekretariat Perusahaan menangani 3 (tiga) bidang           Secretariat handles 3 (three) areas of activity
   kegiatan yaitu : Bidang Sekretariat, Bidang Hukum          namely: Secretariat Sector, Legal Sector and
   dan Bidang Humas, telah melaksanakan program               Public Relations, has implemented a program of
   kegiatan sebagai berikut :                                 activities as follows:
   a) Bidang Sekretariat                                       a) Secretarial Field
       (1) Evaluasi Laporan Sistem Kearsipan Dinamis               (1) Evaluation Report Dynamics Filing System
           untuk 17 Kantor Cabang di 2 (dua) Divisi                     for the 17 branch offices in two (2)
           Kantor Pusat dan 16 (enam belas) Kantor                      Division of Head Office and 16 (sixteen)
           Cabang/Perwakilan.                                           Branch Office / Representative.
       (2) Diklat Kearsipan untuk non arsiparis bagi               (2) Submission of Training for non-filing for
           pegawai kantor cabang dan pusat telah                        branch and headquarters staff have been
           dilaksanakan pada 5 – 7 Mei 2010.                            conducted on 5-7 May 2010.
       (3) Dalam rangka pengambilan keputusan telah                (3) within the framework of decision making
           dilakukan beberapa kali rapat, yaitu :                       has been conducted several meetings of
           •	 Rapat	Kerja	Tahunan	sebanyak	1	kali                      •	 Annual	Meeting	for	1	time
           •	 Rapat	Koordinasi	terbatas	sebanyak	2	kali.               •	 Limited	Coordinator	Meeting	2	times
           •	 Rapat	 Dewan	 Komisaris	 dengan	 Direksi	                •	 Board	of	Commissioner	meeting	with	
               dan Kepala Unit Kerja sebanyak 51 kali.                      Board of Director and Head of work
                                                                            unit 31 times
           •	 Rapat	 Pra	 RUPS	 tentang	 Pengesahan	                   •	 Pre	 Shareholder	 General	 Meeting	 on	
              RKAP Tahun 2010 sebanyak 1 kali.                              Ratification of budget 2010 1 time
           •	 Rapat	RUPS	tentang	Pengesahan	RKAP	                      •	 Shareholder	 General	 Meeting	 on	
              Tahun 2010 sebanyak 1 kali.                                   Ratification of budget 2010 1 time
           •	 Rapat	 Pra	 RUPS	 tentang	 Pengesahan	                   •	 Pre	 Shareholder	 General	 Meeting	 on	
              Laporan Keuangan Tahun Buku 2009                              Legalization of 2009 Annual Report, 1
              sebanyak 1 kali                                               time
           •	 Rapat	 RUPS	 tentang	 Pengesahan	                        •	 Shareholder	 General	 Meeting	 on	
              Laporan Keuangan Tahun Buku 2009                              Legalization of 2009 Annual report, 1
              sebanyak 1 kali                                               time




                                                                                  LAPORAN TAHUNAN 2010                 139
           b) Bidang Hukum                                         b) Legal Sector
              (1) Pembuatan Draft Keputusan/Instruksi                 (1) Draft decision-making instructions and legal
                  Direksi, Perjanjian dan Kajian Hukum.                   analysis of directors agreements

                 Dalam melaksanakan tugasnya sebagai                      In performing his duties as a support
                 unit penunjang dalam Perusahaan, Urusan                  unit within the company on legal matters
                 Hukum telah melakukan kajian hukum dan                   reviewed the law and provide legal opinions
                 memberikan pendapat hukum (legal opinion).               (legal opinion). In General, the activities are
                 Secara umum kegiatan dimaksud adalah                     designed to help technical unit operational
                 untuk membantu unit teknis operasional                   and support in conducting their activities.
                 maupun penunjang dalam melakukan
                 kegiatannya.

                 Kegiatan yang dilaksanakan oleh Urusan                   Activities undertaken by the Law is to conduct
                 Hukum adalah melakukan penelitian dan                    research and improvement of the law firm of
                 penyempurnaan terhadap produk hukum                      product produced, the product of law relating
                 yang dihasilkan Perusahaan, baik produk                  to cooperation with external regulations
                 hukum yang berkaitan dengan kerjasama                    and internal Company. Also review the law
                 dengan pihak ekstern maupun peraturan                    relating to the Company, with a number of
                 intern Perusahaan. Selain itu melakukan                  drafts that were completed during 2010 are
                 kajian terhadap peraturan hukum yang                     as follows:
                 terkait dengan Perusahaan, dengan jumlah
                 draft yang telah diselesaikan selama tahun
                 2010 adalah sebagai berikut :
                 •	 keputusan	 direksi	 dan	 instruksi	 direksi	          •	 Directors	 decision	 and	 Director	
                     sebanyak 88 draft;                                      Instructions as much as 88 drafts
                 •	 perjanjian	sebanyak	42	draft;                         •	 Agreements	as	much	as	42	drafts
                 •	 kajian	hukum	sebanyak	11	buah.                        •	 Law	Analysis	as	much	as	11	items

              (2) Penanganan Perkara Litigasi                         (2) Litigation Case Handling
                  Selama tahun 2010, telah menangani 9                    During the year 2010, dealt with nine (9)
                  (sembilan) perkara yang bersifat litigasi               cases of litigation are as follows:
                  dengan rincian sebagai berikut :
                  •	 Perkara	perdata                                      •	 Civil	case
                      Terdapat 2 (dua) perkara yang ditangani,               There are two cases handled:
                      yaitu:
                      - Perkara perdata nomor 31/                             -   Civil cases No. 31/Pdt.G/2005/PN-
                          Pdt.G/2005/PN-TTD di Pengadilan                         TTD in the Court of Tebing Tinggi,
                          Negeri Tebing Tinggi, dengan Ipin                       with Ipin as Plaintiffs and PT Jasa
                          selaku Penggugat dan PT Jasa                            Raharja (Persero) Tebing Tinggi
                          Raharja (Persero) Perwakilan Tebing                     Representative as a defendant.
                          Tinggi selaku Tergugat.
                      - Pengadilan Negeri Tebing Tinggi                       -   Court of Appeals Tebing Tinggi ruled
                          memutuskan mengabulkan gugatan                          in favor of plaintiff, and the decision
                          Penggugat, dan putusan tersebut                         was upheld by the High Court of North
                          dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi                        Sumatra. On appeal, the Supreme
                          Sumatera Utara. Pada tingkat kasasi,                    Court decided to reject the appeal
                          Mahkamah Agung memutuskan                               of Cassation Applicant / Defendant.
                          menolak      permohonan       kasasi                    In connection with the decision, the
                          dari Pemohon Kasasi/Tergugat.                           Company has filed a legal action
                          Berkenaan       dengan      putusan                     through the attorney review the
                          kasasi tersebut, Perusahaan telah                       Company, namely Prihanggodo,
                          mengajukan upaya hukum peninjauan                       Haullussy & Partners.
                          kembali melalui kuasa hukum
                          Perusahaan, yaitu Prihanggodo,
                          Haullussy & Partners.




140   LAPORAN TAHUNAN 2010
   -   Perkara perdata nomor 1643/               -   Civil case Number 1643/Pdt.G/2010/
       Pdt.G/2010/PN.Jaksel di Pengadilan            PN.Jaksel in the South of Jakarta,
       Negeri Jakarta Selatan, dengan                District Court with PT Jasa Raharja
       PT Jasa Raharja (Persero) selaku              (Persero) as a seeker and PT Sarijaya
       Penggugat dan PT Sarijaya Permana             Permana Securities and member of
       Sekuritas serta anggota Direksi               the Board of Directors and the Board
       dan Dewan Komisaris PT Sarijaya               of Commissioners of PT Sarijaya
       Permana Sekuritas selaku Tergugat.            Permana Securities as the defendant.
   -   Pengajuan      gugatan     dilakukan      -   Filing a lawsuit is done by pointing
       dengan menunjuk Kantor Hukum                  the Law Offices of Seno Edhie &
       Seno Edhie & Partners sebagai                 Partners as Attorney PT Jasa Raharja
       Kuasa Hukum PT Jasa Raharja                   (Persero). Filed a civil suit on the basis
       (Persero). Gugatan perdata diajukan           of a lawsuit that has been conducted
       atas dasar perbuatan melawan                  by PT Sarijaya Permana Securities
       hukum yang telah dilakukan oleh PT            and member of the Board of Directors
       Sarijaya Permana Sekuritas serta              and Board of Commissioners of PT
       anggota Direksi dan Dewan Komisaris           Sarijaya Permana Securities, which
       PT Sarijaya Permana Sekuritas, yang           led to losses on investment assets of
       menyebabkan kerugian pada aset                PT Jasa Raharja (Persero).
       investasi PT Jasa Raharja (Persero).

•	 Perkara	niaga                              •	 Commercial	Case
   Terdapat 2 (dua) perkara yang ditangani,      There are 2 (two) Commercial Case that
   yaitu:                                        is handled, that is:
   - Pengadilan Niaga pada Pengadilan            - Commercial Court in the Central
       Negeri Jakarta Pusat dalam                    Jakarta District Court in Decision
       Putusannya Nomor 26/PAILIT/2008.              Number         of   26/PAILIT/2008.
       PN.NIAGA.JKT.PST       tanggal    9           PN.NIAGA.JKT.PST        September
       September 2008 telah menyatakan               9, 2008 has been declared PT
       PT Adam Skyconnection Airlines                Adam Skyconnection Airlines in a
       dalam keadaan pailit. Berkenaan               state of bankruptcy. In this case,
       dengan hal tersebut, Urusan                   the law continues to monitor the
       Hukum senantiasa memantau                     management of the bankruptcy
       perkembangan pengurusan atas                  estate developments carried out by
       harta pailit yang dilakukan oleh              the curator.
       kurator.
   - Pengadilan Niaga pada Pengadilan            -   Commercial Court in the Central
       Negeri Jakarta Pusat dalam                    Jakarta District Court in its Decision
       Putusannya Nomor 01/PAILIT/2009/              Number 01/PAILIT/2009/PN.NIAGA.
       PN.NIAGA.JKT.PST tanggal 25                   JKT.PST, 25 September 2009 had
       September 2009 telah menyatakan               stated that Indonesia Airlines PT
       PT Bouraq Indonesia Airlines                  Bouraq in a state of bankruptcy. In
       dalam keadaan pailit. Berkenaan               this case, the law has to coordinate
       dengan hal tersebut, Urusan Hukum             with the Division of Insurance and
       telah berkoordinasi dengan Divisi             Finance Division, as well as Curator
       Asuransi dan Divisi Keuangan, serta           implement the settlement of the
       pihak Kurator yang melaksanakan               bankruptcy estate.
       pemberesan harta pailit.

       Berkenaan dengan pemberesan                   With regard to the settlement of
       harta pailit tersebut, Tim Kurator            the estate, curator of the PT Bouraq
       PT Bouraq Indonesia Airlines (dalam           Indonesia Airlines (in bankruptcy)
       Pailit) telah mentransfer pembagian           gave the first stage of Division of
       harta pailit tahap pertama kepada             property of a bankrupt for PT Jasa
       PT Jasa Raharja (Persero) selaku              Raharja (Persero) as an unsecured
       kreditor konkuren sebesar Rp                  creditor Rp 37.995.203, and the
       37.995.203,- dan tahap kedua                  second phase of Rp. 10.004.624,
       sebesar Rp.10.004.624,-, sehingga             so that the total number of Division,

                                                           LAPORAN TAHUNAN 2010                   141
                        jumlah total pembagian yang telah              which was           adopted      for     Rp.
                        diterima sebesar Rp.47.999.827,-.              47.999.827,.

                        Selanjutnya Tim Kurator masih                  The team will then conduct an auction
                        akan melaksanakan pelelangan                   was the Curator of the bankruptcy
                        terhadap harta pailit yang tersisa             estate is left and the auction will be
                        dan hasil pelelangan akan digunakan            used for debt payments Bouraq PT
                        untuk pelunasan hutang PT Bouraq               Indonesia Airlines (in bankruptcy) to
                        Indonesia Airlines (dalam Pailit)              all creditors.
                        kepada seluruh kreditor.

                 •	 Perkara	persaingan	usaha                   •	 Business	Competition	Case
                    Terdapat 1 (satu) perkara persaingan          There is 1 (one) business competition case
                    usaha yang ditangani, yaitu Perkara           should be handled, it is Case Number 32/
                    Nomor 32/KPPU-L/2009 yang diperiksa           KPPU-L/2009 examined by the Business
                    oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha.        Competition Supervisory Commission.
                    Materi perkara terkait dengan penjualan       Material matters related to the sale of
                    jasa asuransi kepada penumpang ferry          insurance services for passenger ferry
                    Batam – Singapura atau Malaysia di            Batam - Singapore or Malaysia in the
                    Pelabuhan Ferry Kota Batam.                   Ferry Port in Batam.

                    KPPU dalam putusannya yang dibacakan           The Commission in its decision, which
                    pada 23 September 2010 antara lain             was delivered on 23 September 2010,
                    memutuskan PT Jasa Raharja (Persero)           decided that PT Jasa Raharja (Persero)
                    terbukti melanggar Pasal 17 dan 19 huruf       had violated articles 17 and 19 letter
                    d UU 5/1999 tentang Larangan Praktek           d of the law 5/1999 on the prohibition
                    Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak            of monopolistic practices and unfair
                    Sehat, dan menghukum PT Jasa Raharja           competition, and as a result PT Jasa
                    (Persero) membayar denda sebesar Rp            Raharja (Persero) must pay a fine of Rp
                    1,5 miliar yang harus disetorkan ke Kas        1.5 billion that must be deposited in the
                    Negara sebagai setoran pendapatan              State Treasury as income deposit fee in
                    denda pelanggaran di bidang persaingan         the amount of violations in the area of
                    usaha.                                         competition.

                    Perusahaan telah mengajukan upaya              The Company has filed a legal objection
                    hukum keberatan ke PN Batam, atas              to the District Court of Batam, on
                    putusan KPPU tersebut. Setelah                 the Commission’s decision. After
                    dilakukan pemeriksaan, PN Batam dalam          examination, the Batam District Court
                    putusannya antara lain menyatakan              in its decision, among others, canceled
                    batal demi hukum Putusan KPPU No.32/           No.32/KPPU.L/2009 decision with all its
                    KPPU.L/2009 dengan segala akibat               legal effects.
                    hukumnya.

                    Selanjutnya KPPU mengajukan kasasi             Furthermore, the Commission filed an
                    atas putusan PN Batam tersebut.                appeal against the decision of the District
                    Perusahaan sampai dengan saat ini              Court of Batam. Up to now the company
                    masih dalam posisi menunggu hasil              is still in a position to wait for the results of
                    proses hukum di tingkat Mahkamah               legal proceedings in the Supreme Court.
                    Agung (MA).

                 •	 Perkara	pidana	umum                        •	 General	Criminal	Cases
                    Terdapat 4 (empat) perkara pidana             There are 4 (four) criminal cases handled,
                    yang ditangani, yaitu perkara pidana          those are in the form of reports of
                    berupa pelaporan atas tindak pidana           criminal cases for crimes committed
                    yang dilakukan oleh oknum internal            by the Company’s internal elements,
                    Perusahaan,     yang     mengakibatkan        which resulted in financial losses of the
                    terjadinya      kerugian     keuangan



142   LAPORAN TAHUNAN 2010
   Perusahaan. Tindak pidana tersebut             Company. The offenses occurred in:
   terjadi di:
   - Cabang Sulawesi Selatan;                     -   South Sulawesi Branch Office
   - Cabang Riau;                                 -   Riau Branch Office
   - Cabang Nanggroe Aceh Darussalam,             -   Nanggroe Aceh Darussalam Branch
       dan                                            Office, and
   - Cabang Kalimantan Selatan.                   -   South Kalimantan Branch Office

       Upaya yang dilakukan setelah                   Efforts are made after the report is
       pelaporan adalah menunjuk lawyer di            to appoint a lawyer in the local area,
       daerah setempat, guna memastikan               to ensure that these cases can be
       perkara dapat diproses sebagaimana             processed correctly and implement
       mestinya dan melaksanakan upaya                efforts to return the Company’s funds
       pengembalian dana Perusahaan                   have been embezzled.
       yang telah digelapkan.

•	 Permintaan	Keterangan	oleh	Jampidsus	      •	 Information	 Request	 by	Deputy	Attorney	
   Kejagung                                      of Special Criminal
   Jampidsus Kejagung telah memanggil            Deputy Attorney of Special Criminal has
   beberapa pejabat/ pegawai perusahaan          called several officials / employees of the
   sehubungan dengan adanya pengaduan            company in connection with a complaint
   tentang dugaan penyalahgunaan dana            about the alleged misuse of funds in
   SWDKLLJ di lingkungan perusahaan.             SWDKLLJ at the corporate. The call was
   Pemanggilan tersebut telah dipenuhi           received by the company and until now,
   oleh perusahaan dan sampai saat               there is no the acts of abuse of SWDKLLJ
   ini tidak ditemukan adanya. Tindak            as complained or reported.
   penyalahgunaan SWDKLLJ sebagaimana
   diadukan atau dilaporkan.

•	 Lain-lain                                  •	 Others
   Kegiatan Urusan Hukum lainnya ialah           Other legal affairs activities is as follows:
   sebagai berikut:                              - Power of Attorney criminal case
   - Surat Kuasa Perkara Pidana dari                from President Director to several
       Direktur Utama kepada beberapa               officials in the Branch Office of South
       Pejabat Perusahaan di Kantor                 Sulawesi, Riau, Aceh and South
       Cabang Sulawesi Selatan, Riau, NAD           Kalimantan on suspicion of criminal
       dan Kalimantan Selatan atas dugaan           fraud and embezzlement;
       tindak pidana pemalsuan surat dan
       penggelapan;
   - Surat Kuasa perkara pidana kepada            -   Power of Attorney criminal to the
       Lawyer di Cabang Riau, Nanggroe                lawyers in the Branch Office of Riau,
       Aceh Darussalam dan Kalimantan                 NAD and South Kalimantan
       Selatan;
   - Diskusi       dengan      Prihanggodo,       -   Discussions with Prihanggodo,
       Haullussy & Partners tentang kajian            Haullussy & Partners on the study
       pola operasional berdasarkan UU                of the operational patterns based on
       33/1964 dan UU 34/1964;                        Law 33/1964 and Law 34/1964;
   - Diskusi       dengan      Prihanggodo,       -   Discussions with Prihanggodo,
       Haullussy & Partners tentang                   Haullussy & Partners about the bribery
       pengutipan     IWKL      perusahaan            of IKWL of international shipping
       pelayaran internasional di Pelabuhan           companies at the International Port of
       Internasional Batam;                           Batam;




                                                            LAPORAN TAHUNAN 2010                 143
                      -   Sebagai       Narasumber       pada                 -   As a resource on the Procurement of
                          Sosialisasi SPO Pengadaan Barang                        Goods and Services SPO Socialization
                          dan Jasa yang diikuti oleh Pejabat/                     followed by Acting Branch Office
                          Pegawai Kantor-kantor Cabang yang                       / Personnel held in Bandung, Bali,
                          diselenggarakan di Bandung, Bali,                       Manado and Batam.
                          Manado dan Batam.
                      -   Mengikutsertakan Pegawai Urusan                     -   Involving     Employees     in    the
                          Hukum pada seminar ”Korupsi                             Legal Affairs “Corruption Or Not
                          Atau Bukan (Mengenali Tindakan/                         (Recognizing Actions / Policies
                          Kebijakan Yang Dianggap Korupsi)”.                      Considered Corruption)” Seminar.
                      -   Melakukan dokumentasi/kodifikasi                    -   Make       the   documentation      /
                          terhadap aturan-aturan internal                         codification of the internal rules of
                          Perusahaan, aturan-aturan eksternal                     the company, standards relating to
                          yang terkait dengan kinerja                             external action of the company and
                          Perusahaan dan dokumen-dokumen                          other documents, materials, training
                          lain, semacam materi training hukum                     and legal advice not law
                          maupun non hukum.

           c) Bidang Humas                                         c) Public Relation Sector
              Sesuai Program Kerja Urusan Humas tahun                 According to Work Program of Affairs Public
              2010, kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai          Relations in 2010, the activities carried out as
              berikut :                                               follows:

              (1) Penyuluhan Intern                                   (1) Internal Counseling
                  Penerbitan Majalah Media Raharja Periode                Publishing Media Raharja Magazine, for
                  Januari – Desember telah diterbitkan Tabloid            January – December Period has been
                  Media Raharja edisi Januari dan Majalah                 published Media Raharja tabloid edition in
                  Media Raharja edisi Februari, Majalah Edisi             January and February issues Raharja Media
                  April dengan Format Baru untuk eksternal,               Magazine, Magazine April Edition with a New
                  News Letter edisi Mei dan Majalah edisi                 Format for the external, News Letter and the
                  Juni, News Letter edisi Juli, Majalah edisi             May issue of the June issue of the magazine,
                  Agustus, News Letter edisi September,                   the July News Letter, Magazine August issue,
                  Majalah edisi Oktober, News Letter edisi                News Letter September, the October issue of
                  Nopember dan Majalah edisi Desember                     the magazine, News Letter Magazine issue of
                  2010.                                                   November and December 2010 Edition.

                  Kliping dibuat setiap hari. Materi kliping              Clippings are made every day. The material
                  meliputi berita-berita yang menyangkut                  including news clippings about the macro
                  ekonomi makro yang sedang aktual, asuransi,             economy is insurance, which in fact, accidents,
                  kecelakaan, kebijakan pemerintah yang                   government policies relating to insurance and
                  berkaitan dengan asuransi dan transportasi,             transportation, State-Owned enterprise and
                  BUMN dan PKBL (UKM).                                    Partnership (small Medium Enterprise)

                  Materi kliping dapat diakses melalui                    Clipping material can be accessed via the
                  internet oleh Direksi. Selain itu, berita yang          Internet to the Board of Directors. Furthermore,
                  mempunyai news value tinggi dan berkaitan               news that is important news and is closely
                  erat dengan perusahaan (kecelakaan                      linked with the company (accident katastrop)
                  katastrop) dimasukkan dalam website                     included in the company’s Web site
                  perusahaan

              (2) Penyuluhan Ekstern.                                 (2) External Counseling
                  •	 Televisi	                                            •	 Television
                     - Dialog interaktif di TVRI sebanyak 2                   - 2 times interactive dialog on TVRI
                         kali
                     - Pembuatan Paket Feature bersama                        -   The making of Feature Packages with
                         Metro TV di Cabang Aceh, Kantor                          Metro TV on Aceh Branch Office, 2
                         Pusat 2 kali , Cabang NTT, Cabang                        times on Head Office, NTT Branch
                         Kepri                                                    Office and Kepri Branch Office

144   LAPORAN TAHUNAN 2010
    -   Pembuatan Paket Feature Cabang              -   Making Feature package on Southeast
        Sulteng bersama TVRI                            Sulawesi Branch Office with TVRI
    -   Iklan Layanan Masyarakat (PSA)              -   Public Service Ads (PSA) version Jaja
        versi Jaja Miharja di TV ONE, Metro             Miharja on ONE TV, Metro TV, RCTI
        TV, RCTI dan Trans TV.                          and Trans TV.
    -   Program Running Text Jasa Raharja           -   Jasa Raharja Running Text Program
        di Metro TV dan TV ONE.                         on Metro TV and TV One
    -   Dialog interaktif di Metro TV               -   Interactive Dialog on Metro TV
    -   Dialog interaktif di TV ONE                 -   Interactive Dialog on TV One
    -   Dialog interaktif di MNC TV.                -   Interactive Dialog on MNC TV
    -   Lensa Bisnis di Metro TV Acara              -   Business Lens on Metro TV show SOE
        Penyerahan Bantuan BUMN Peduli di               Care Delivery Assistance in Solok
        Solok

    -   Lensa Bisnis di Metro TV Acara              -   Business Lens on Metro TV Event
        Penyerahan Bantuan 50 Buah Sepeda               Submission Help 50 units Motorcycles
        Motor di Korlantas Mabes Polri                  in Korlantas Police.
    -   Pembuatan Paket Acara Kick Andy             -   The Kick Andy Packaging and Delivery
        dan Penyerahan Bantuan 100 buah                 Assistance Fake Leg 100 at Metro TV
        Kaki Palsu di Metro TV
    -   Lensa Bisnis di Metro TV Acara              -   Business lens on Metro TV on the
        Pembukaan PKBL Expo di Lobby                    opening of Partnership Program and
        Kantor Pusat Jasa Raharja .                     Community Development Expo at the
                                                        Jasa Raharja Office
    -   Live Event di Metro TV Acara Fun            -   Live event on Metro TV about Jasa
        Bike Jasa Raharja .                             Raharja Fun Bike
    -   Lensa Bisnis di Metro TV Acara              -   Business lens on Metro TV on the
        Pengamanan Natal dan Tahun Baru                 event of Christmas and New Year
        di Gadog.                                       Security in Gadog.
    -   Lensa Bisnis di Metro TV Acara              -   Business lens on Metro TV about
        Kampanye Keselamatan Lalu Lintas                Traffic Safety Campaign Events in
        di Bundaran HI                                  Bunderan HI

•	 Radio                                         •	 Radio
   RRI PRO 3 sebanyak 21 kali, PRO 2                RRI PRO 3 for 21 times, PRO 2 for 21
   sebanyak 21 kali, Elshinta sebanyak 25           times, Elshinta for 25 times, Radio Ras
   kali, Radio Ras FM sekali, A Radio 11 kali,      FM 1 time, A Radio for 11 times, M
   M Radio 17 kali, Bahana sebanyak 11              Radio 17 times, Bahana Radio 11 times,
   Kali , Dangdut TPI 15 Kali, Sonora 8 kali,       Dangdut TPI for 15 times, Sonora 8 times,
   Women FM 8 kali, Suara Metro 1 kali,             Women FM for 8 times, Suara Metro 1
   Trijaya 8 Kali                                   time, Trijaya for 8 times

•	 Internet                                      •	 Internet
   - Informasi seputar Jasa Raharja dapat           - Information about Jasa Raharja can be
       diakses melalui situs www.jasaraharja.           accessed through www.jasaraharja.
       co.id. dan di www.bumn-ri.com.                   co.id. and www.bumn-ri.com.
   - Berita Jasa Raharja juga dapat diakses         - News on Jasa Raharja can also
       melalui www.seputarnusantara.com                 be accessed through www.
       (periode Januari–Desember 2010).                 seputarnusantara.com (January-
                                                        December 2010)
    -   Berita Jasa Raharja juga dapat diakses      - Jasa Raharja News can be accessed
        melalui Banner www.detik.com,                   from banners on www.detik.com ,
        www.kompas.com,          www.antara.            www.kompas.com,       www.antara.
        com, dan www.mediaindonesia.                    com and www.mediaindonesia.com
        com (periode Agustus sd. Nopember               (August – November 2010)
        2010)
    -   Pemasangan Iklan di www.                    -   Advertorial on www.antarafoto.com
        antarafoto.com

                                                              LAPORAN TAHUNAN 2010              145
                 •	 Partisipasi	dan	Sponsor	serta	Iklan        •	 Participation,	Sponsorship	and	Advertorial
                    Program sosialisasi visi misi perusahaan      Socialization of company vision and
                    selain melalui media massa juga melalui       mision program is not only through the
                    partisipasi dan dukungan sponsor              media, but also through the participation
                    berbagai penyelenggaraan kegiatan yang        and sponsorship support by the working
                    dilakukan oleh mitra kerja. Hal ini juga      partner. It is also to enhance the
                    untuk meningkatkan hubungan erat yang         close relationship that has been well
                    selama ini telah terjalin dengan baik.        maintained.

                 •	 Kegiatan	 Golf	 /	 Kegiatan	 Olahraga	     •	 Golf	/	other	sports
                    Lainnya
                    - Partisipasi sponsor Golf PGAI               -   Participation of golf PGAI sponsorship
                    - Partisipasi Fun Bowling Tournament          -   Fun Bowling Tournament participation
                    - Sponsorship Tournament Golf ISEI            -   Golf     Tournament      ISEI    2010
                        2010                                          Sponsorship
                    - Sponsorship       Insurance     Golf        -   Insurance Golf Gathering sponsorship
                        Gathering
                    - Partisipasi Turnamen Golf awal              -   2010 Open Golf tournament
                        Terbuka tahun 2010                            participation
                    - Partisipasi Turnament Golf “HKBP            -   “HKBP Charity” Golf Tournament
                        Charity Golf”

                 •	 Seminar	 /	 Diskusi/	 Sosialisasi	 dan	    •	 Seminar	/	Discussion	/	Socialization	and	
                    sejenisnya                                    others
                    - Partisipasi workshop Robocool 2010,         - Participation workshop Robocool
                        Kegiatan IWAPI – Festival Produk              2010, activities IWAPI - Festival
                        Unggulan UKM, Public Relation                 of SME products, public relations
                        Outlook 2010, Program Kemitraan               Outlook 2010, the Partnership Forum
                        Forum Komite Audit 22 “Performance            of the Audit Committee 22 “Evaluation
                        Evaluation & Action Plan For 2010”,           of the performance and Action Plan
                        Kegiatan IGTC (Insurance Goes                 for 2010”, IGTC activities (insurance
                        To Campus), “Insurance Award                  goes to the Campus), “insurance
                        2010”, “Konferensi Nasional dengan            2010 Award”,”National Conference
                        Tema Melalui Bentuk dan Pola                  with the theme by the way ideal,
                        Ideal Kepemimpinan Korporasi                  based on patterns GCG’s business
                        Berbasis GCG” (IKAI), Pembuatan               leadership” (IKAI)preparation and
                        dan Pemasangan mini Billboard                 installation of a mini-Billboard appeal
                        Himbauan Anti Korupsi (Kejaksaan              against corruption (Jakarta higher
                        Tinggi DKI Jakarta)                           court)
                    - Sponsor Wisuda AAMAI bulan                  - Sponsors Graduation of AAMAI
                        Februari 2010, Sponsor Seminar                February 2010, Seminar Sponsor
                        “Transparansi      BUMN      Dalam            “Transparency in the Implementation
                        Implementasi UU No. 14 Tahun                  of Law No. 14 of 2008 state owned
                        2008”, Seminar Nasional dan                   enterprises.”, National Seminar
                        Rakernas I FSP BUMN di Bali,                  and Conggress FSP BUMN I in
                        Kegiatan Singapore Math Olympic               Bali,      Singapore       Mathematics
                        di SMA Unggulan M.H.Thamrin,                  Olympiad activity in the SMA seeded
                        Seminar “International Financial              MHThamrin, Seminar “International
                        Reporting Standard”, Sponsor                  Financial Reporting Standards”,
                        Malam Anugerah Jurnalistik Moch.              Journalism Award Night Sponsor
                        Husni Thamrin (PWI Jaya), Anugerah            Moch.Husni Thamrin (PWI Jaya),
                        BUMN        Tahun     2010,Seminar            SOE Prize in 2010, Seminar on
                        “International Financial Reporting            “International Financial Reporting
                        Standard”                                     Standards”
                    - Rapat Anggota Tahunan Forum                 - Second Annual Membership meeting
                        Humas BUMN ke II di Palembang.                at State-Owned Enterprise Public
                                                                      Relation Forum, in Palembang



146   LAPORAN TAHUNAN 2010
   -   Penandatanganan MoU antara Jasa              -   The signing of a memorandum of
       Raharja dengan Komite Sepeda                     understanding between the Jasa
       Indonesia   tentang     Sosialisasi              Raharja with Indonesia bicycle
       Asuransi Kecelakaan Lalu Lintas                  Committee on socialization of road
       Jalan dan Umum di Hotel Sultan.                  accident and the public in Hotel Sultan.

•	 Penerbitan	 buku,	 Ucapan	 Selamat	          •	 Book	 Publishing,	 Congratulation	 to	
   kepada Mitra dan Dukungan Kegiatan :            Partners and Supporting to the activities
   - Sponsor Gebyar Tahun Baru 2010 (off           - Joint New Year eve 2010 (off air)
      air) bersama                                     sponsorship
   - Bantuan sarana olahraga di Taman              - Contribution of Sports Facilities in the
      Pondok Cabe Pamulang.                            Pondok Cabe Garden, Pamulang
   - Sponsor Utama Penerbitan Buku ”               - Main sponsorship in “Rahasia Sukses
      Rahasia Sukses Sang Juara”.                      Sang Juara” book publishing
   - Partisipasi pembuatan Buku ”SIMAK UI”         - Participation on SIMAK UI book making
   - Sponsor penerbitan Buku ”Cicak                - Book publishing sponsorship of “Cicak
      Jadi Dollar” karya Paulus C. Nitbani             Jadi Dollar” by Paulus C Nitbani (senior
      (Redpel. Harian Suara Pembaruan).                editor of Suara Pembaruan newspaper)
   - Sponsor penerbitan buku ”Inspiring            - Book         publishing     sponsorship
      to Success, Menuju Kemandirian                   “Inspiring to Success, Menuju
      Bangsa”.                                         Kemandirian Bangsa”
   - Ucapan Selamat HUT Suara Karya ke 39          - 39 Anniversary Greeting to Suara Karya
   - Sponsor Peluncuran Buku ” Pedoman             - Book         publication    sponsorship
      GCG Perusahaan Asuransi &                        “Pedoman GCG Perusahaan Asuransi
      Reasuransi”                                      & Reasuransi”
   - Partisipasi Peluncuran Buku Pantun            - Participation on book Publication
      Asal-asalan ala Bang Sofyan di                   “Pantun Asal-asalan ala Bang
      Jakarta                                          Sofyan” in Jakarta
   - Sponsorship yang relevan dengan               - Another relevant sponsorship
      kegiatan perusahaan

•	 Iklan	 dan	 Pembentukan	 Opini	 di	 Media	   •	 Advertorial	and	Public	Opinion	Formation	
   Cetak                                           on Printed Media
   Pembentukan Iklan dan Advertorial               Creating advertising and advertorial as
   sebanyak 45 pada majalah, tabloid,              much as 45 items on magazines, tabloids,
   Agenda kerja, Buku dan Koran                    work agendas, books and newspapers

•	 Pengadaan	Sarana                             •	 Facilities	Procurement
   - Pembuatan kaos ”ngebut berarti                - T Shirt production “Ngebut berarti
      maut” sebanyak 100 buah.                         maut” 100 pcs
   - Pembuatan 13 desain untuk billboard           - 13 service billboard production
      pelayanan.
   - Pembuatan 500 jam dinding logo                 -   500 wall clocks with Jasa Raharja
      Jasa Raharja.                                     logo production
   - Pembuatan bendera Jasa Raharja                 -   30 units of Jasa Raharja flags,
      (30 unit) didistribusikan ke seluruh              distributed to all branches
      cabang.
   - Pembuatan materi PSA Jasa                      -   Production of Jasa Raharja’s Public
      Raharja durasi 60 dan 30 detik untuk              Service Advertorial material 60
      penayangan di tv dan radio. Bintang               and 30 seconds for the exposure
      utama Jaja Miharja (artis senior),                on tv and radio. The main star Jaja
      Budi Kuncara, Dicky S Permadi dan                 Miharja (senior artists), Budi Kuncara,
      Aulia W (pegawai Jasa Raharja).                   and Dicky S Permadi W Aulia (Jasa
      Shooting tanggal 2 Maret 2010                     Raharja employees). Shooting dated
      Jakarta Selatan.                                  March 2, 2010 in South Jakarta.
   - Pembuatan desain ulang, printing               -   manufacture of printing and service
      dan service 4 (empat) buah pylon                  redesign four pylon Boxes
      box

                                                              LAPORAN TAHUNAN 2010                 147
                    -   Pembuatan Map Plastik Logo JR             -   Production of Jasa Raharja plastic
                        sebanyak 700 buah                             folders, 700 pcs
                    -   Pembuatan Tas Logo JR sebanyak            -   Production of Jasa Raharja bag, 500
                        500 buah                                      pcs

                 •	 Kunjungan	 Kerja	 Wartawan	 /	 Liputan	   •	 Journalists	 Working	 visit	 /	 Special	
                    Khusus                                       Coverage
                    - Liputan penyerahan santunan bagi           - Covering the delivery of compensation
                       korban yang tertabrak truk tronton           for victims who hit by the truck, by head
                       oleh Kacab DKI Jakarta dan ke rumah          of DKI Jakarta Branch office and home
                       korban yang tertabrak TransJakarta.          visit of the victims fell under the bus route
                    - Pisah sambut dan perkenalan                - Farewell and Welcome, and
                       pejabat Humas kantor pusat dengan            introduction of the official of Public
                       wartawan grup                                relation in head office, with journalists
                    - Kunjungan kerja wartawan grup              - Working visit by Jasa Raharja
                       Jasa Raharja ke Cabang Bengkulu              group of journalist to Bengkulu and
                       dan Lampung. Diikuti wartawan dari           Lampung branch office. Followed by
                       Pos Kota, Indo Pos, Sinar Harapan,           journalists from Pos Kota, Indo Pos,
                       Harian Terbit, RRI PRO 3, Majalah            Sinar Harapan, Harian Terbit, RRI
                       Asuransi, Tabloid Maritim dan Media          PRO 3, Majalah Asuransi, Tabloid
                       Raharja.                                     Maritim dan Media Raharja.
                    - Kunjungan kerja wartawan grup Jasa         - Working visit by Jasa Raharja group
                       Raharja ke Cabang Papua, Diikuti             of journalist to Papua branch office.
                       wartawan dari Neraca, RRI Pro 2,             Followed by journalists from Neraca,
                       Sinar Harapan, Suara Pembaharuan,            RRI Pro 2, Sinar Harapan, Suara
                       Jurnal Nasional, Majalah BUMN                Pembaharuan, Jurnal Nasional,
                       Track, Investor Daily dan Media              Majalah BUMN Track, Investor Daily
                       Raharja.                                     dan Media Raharja.

                 •	 Program	Khusus                            •	 Special	Program
                    - Terdapat 82 siswa-siswi yang               - There are 82 students who did PKL
                       melakukan PKL/PSG di kantor pusat.           / PSG at headquarters. Indirectly
                       Secara tidak langsung program ini            this program provides counseling to
                       memberikan penyuluhan kepada                 students about the task of the vision,
                       anak didik tentang visi, misi dan            mission and main Raharja Service to
                       tugas pokok Jasa Raharja terhadap            the community.
                       masyarakat.
                    - Penyuluhan di SMK At Tahirin,SMK            -   Counseling at SMK At Tahirin, SMK
                       Tarakanita, Kampus Ukrida, Kampus              Tarakanita, Ukrida Campus, Campus
                       ABFI Perbanas dan STNA Trisakti                ABFI Perbanas and STNA Trisakti
                    - Kunjungan kerja wartawan ke                 -   Working visit by journalist to NTB
                       Cabang Nusa Tenggara Barat diikuti             branch office, followed by journalists
                       wartawan Suara Karya, Pelita,                  from Suara Karya, Pelita, Media
                       Media Indonesia, Bisniss Indonesia,            Indonesia, Bisniss Indonesia, Berita
                       Berita Indonesia, Tabloid Transindo,           Indonesia, Tabloid Transindo, RRI,
                       RRI, dan Media Raharja.                        dan Media Raharja.




148   LAPORAN TAHUNAN 2010
h. Satuan Pengawasan Intern                                  h. Internal Audit Unit
   1) Profile Satuan Pengawasan Intern                          1) Internal Audit Unit Profile




       Riwayat Hidup                                                Curriculum Vitae
       Nama             : Terry A. Prihadi                          Nama / Name         : Terry A. Prihadi
       Tempat Tgl Lahir : Sukabumi tahun 1957                       Place Date of Birth : Sukabumi in 1957

       Riwayat Pendidikan                                           Education
       S1 dari Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi                   S1 Accounting Department of the Faculty of
       Universitas Padjajaran Bandung Tahun 1985.                   Economics Padjadjaran University, Bandung, 1985.
       Magister Manajemen diraih tahun 1996 di Universitas          Won in 1996 Master of Management in the Pancasila
       Pancasila Jakarta.                                           University Jakarta.

       Riwayat Pekerjaan                                            Employment
       Bergabung dengan PT Jasa Raharja (Persero) tahun             Joined with PT Jasa Raharja (Persero) in 1985 at the
       1985 di Kantor Pusat. Menjabat sebagai Kepala Seksi          Headquarters. Served as Section Head of Finance at
       Keuangan di Cabang Jambi, kemudian menjabat                  the Edinburgh branch, and then served as Head of
       sebagai Kepala Bagian Pembukuan Divisi Akuntansi,            Accounting Division of Accounting, Staff Director of
       Staf Direktur Keuangan, Analis PUKK Utama Tingkat            Finance, Main PUKK Analyst Level I Research and
       I Divisi Penelitian dan Pengembangan dan Kepala              Development Division and Head of Internal Control,
       Satuan Pengawasan Intern, Staf Eksekutif UBS,                UBS Executive Staff, Staff Director since May 2009
       Staf Direktur Utama dan sejak mei 2009 dipercaya             and is believed to be head of Internal Control.
       menjadi Kepala Satuan Pengawasan Intern.

   2) Kedudukan Satuan Pengawasan Intern                        2) Internal Audit Unit Position
      Satuan Pengawasan intern (SPI) merupakan                     Internal Audit Unit is an organ under the Director
      Organ Pendukung di bawah Direktur Utama                      of Support that serves as a provider of consulting
      yang berfungsi sebagai penyedia jasa konsultasi,             services, objective and independent assurance to add
      jaminan obyektif dan independen untuk menambah               value and increase / improve the Company’s operations
      nilai dan meningkatkan/memperbaiki operasi                   and led by a chief who is directly responsible to the
      Perseroan dan dipimpin oleh seorang Kepala yang              President Director. Internal Audit Unit in carrying out
      bertanggungjawab langsung kepada Direktur Utama.             its functions to oversee the operational activities of
      SPI dalam menjalankan fungsinya melaksanakan                 the Company that may direct and oriented:
      pengawasan terhadap kegiatan operasional
      Perseroan yang dapat mengarahkan dan berorientasi
      untuk :
      a) Perbaikan dan penyempurnaan berbagai system               a) Repair and improvement of various systems and
           dan prosedur dalam proses bisnis Perseroan.                procedures in the Company’s business processes.
      b) Peningkatan efisiensi melalui pengurangan                 b) Improve efficiency through reducing waste and
           pemborosan dan peningkatan efektivitas                     improving the effectiveness of the Company
           Perseroan melalui penilaian pencapaian strategi            through the Company’s assessment of the
           bisnis Perseroan.                                          achievement of business strategy.
      c) Membantu menciptakan struktur pengendalian                c) help create a good internal control structure
           intern yang baik meliputi :                                includes:
           (1) Lingkungan pengendalian yang disiplin dan               (1) control environment of discipline and
               terstruktur.                                                structured



                                                                                          LAPORAN TAHUNAN 2010               149
               (2) Pengkajian dan pengelolaan risiko usaha.               (2)   analyzing and management of business risks
               (3) Aktivitas pengendalian.                                (3)   Control Activities
               (4) System informasi dan komunikasi.                       (4)   Information and communication system
               (5) Monitoring terhadap kualitas struktur                  (5)   Monitoring of the quality control structure
                   pengendalian.
               (6) Memastikan bahwa struktur pengendalian                 (6) Ensure that the control structure has been
                   telah dipatuhi sesuai dengan ketentuan yang                adhered to in accordance with applicable
                   berlaku.                                                   regulations.

        3) Piagam Internal Audit (Audit Charter)                   3) Internal Audit Charter
           Piagam Internal Audit (Audit Charter) Satuan               Internal Audit Charter of Internal Control Unit of PT
           Pengawasan Intern PT Jasa Raharja (Persero) telah          Jasa Raharja (Persero) has been set by the Decision
           ditetapkan dengan Keputusan Direksi :                      of Board of Directors:
           a) Pendahuluan                                            a) Introduction
               Audit Charter Satuan Pengawasan Intern (SPI)               Audit Charter of Internal Audit Unit of PT Jasa
               PT Jasa Raharja (Persero) adalah dokumen                   Raharja (Persero) is a formal document that
               formal yang berisi pengakuan dan komitmen                  contains the recognition and management
               manajemen atas keberadaan SPI sebagai Unit                 commitment to the existence of the SPI as a Unit
               Internal Auditor yang berfungsi mendorong agar             of Internal Auditors which serves to encourage
               proses penyelenggaraan kegiatan perusahaan di              the activities of companies in each work unit,
               setiap unit kerja, baik di Kantor Pusat maupun             both at Headquarters and Branch Offices and the
               Kantor Cabang dan Kantor Perwakilan dilakukan              Representative Office in accordance with Company
               sesuai dengan Kebijakan Perusahaan, Standar                policy, Standard Operating Procedures (SOPs) and
               Prosedur Operasi (SPO) serta Rencana Kerja &               Work Plan & Budget Company.
               Anggaran Perusahaan (RKAP).

               Dalam audit Charter ini mencakup latar belakang            In this Charter, the audit covers the terms and
               dan dasar pertimbangan pembuatan audit                     its justification for the establishment of the Audit
               charter, visi, misi, wewenang, kewajiban, ruang            Charter, vision, mission, powers, responsibilities,
               lingkup audit dan tanggung jawab SPI PT Jasa               the audit scope and responsibility of Internal Audit
               Raharja (Persero) sebagai Unit Internal Auditor.           Unit of PT Jasa Raharja (Persero) as a unit of
                                                                          Internal Auditors.

               Sejalan dengan kerangka pemikiran tersebut,                In line with this conceptual framework, the audit
               maka audit charter merupakan acuan/pedoman                 charter is a reference / guideline forInternal Audit
               bagi SPI dalam melaksanakan fungsinya                      Unit in carrying out its function as an Internal
               sebagai Internal Auditor dan merupakan sarana              Auditor and is a means of socialization for work
               sosialisasi bagi unit kerja di lingkungan PT Jasa          unit within the PT Jasa Raharja (Persero) in order
               Raharja (Persero) agar tercipta saling pengertian          to create mutual understanding and cooperation in
               dan kerjasama secara terintegrasi dalam                    an integrated way in realizing the goals of vision,
               mewujudkan visi, misi dan tujuan Perusahaan.               mission and company.

           b) Latar Belakang                                         b) Background
              Audit Charter dibuat dalam rangka :                       Audit Charter was made in order:
              (1) Memenuhi kewajiban perusahaan untuk                   (1) Fulfill the company’s obligation to implement
                  melaksanakan ketentuan Keputusan Menteri                  the provisions of Decree of the Minister for
                  Badan Usaha Milik Negara Nomor : Kep-117/                 State Owned Enterprises Number: Kep-117/
                  M-MBU/2002 tentang Penerapan Praktik                      M-MBU/2002 on the Implementation of Good
                  Good Corporate Governance pada BUMN dan                   Corporate Governance Practices at the State
                  Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2003                      and Law No. 19 of 2003 on State-Owned
                  tentang Badan Usaha Milik Negara.                         Enterprises.
              (2) Untuk mendorong terwujudnya iklim                     (2) Promote the establishment of a conducive
                  kerja yang kondusif bagi tumbuh dan                       working climate for the growth and
                  berkembangnya motivasi dan produktivitas                  development of the motivation and productivity
                  kerja yang profesional di lingkungan                      of professionals working in enterprise
                  perusahaan.                                               environments.




150   LAPORAN TAHUNAN 2010
c) Visi                                                  c) Vision
   Menjadi Auditor Internal yang memiliki                   Become a dedicated internal auditors, professional
   dedikasi, profesional serta mampu memberikan             and able to bring added value to companies in
   nilai tambah bagi perusahaan dalam rangka                order to achieve a consistent good corporate
   mewujudkan Good Corporate Governance secara              governance, which is why PT Jasa Raharja
   konsisten, sehingga PT Jasa Raharja (Persero)            (Persero) in a company that is efficient, effective
   menjadi perusahaan yang efisien, efektif dan             and economic operation of enterprises.
   ekonomis dalam penyelenggaraan usaha
   perusahaan.
d) Misi                                                  d) Mision
   Melaksanakan fungsi Internal Auditor melalui             Carry out the functions of the Internal Auditor
   proses audit terhadap penerapan sistem                   through the process of auditing the implementation
   pengendalian manajemen dan evaluasi secara               of management control and evaluation system
   konsisten terhadap Kebijakan Perusahaan,                 is consistent with the policy of the company,
   Standar Prosedur Operasi (SPO) per bidang                standard operating procedures (POE) by field of
   kegiatan di lingkungan PT Jasa Raharja (Persero).        activity within PT Jasa Raharja (Persero).
e) Wewenang                                              e) Authority
   (1) Memperoleh informasi dan mengakses                    (1) Obtaining information and access data from
        data dari seluruh unit kerja dan pegawai di              all work units and employees in companies
        lingkungan perusahaan tanpa pengecualian.                without exception.
   (2) Melihat dan mengaudit dokumen/catatan-                (2) Check and audit documents / records,
        catatan,       memperoleh         keterangan/            information / explanation is required of every
        penjelasan yang diperlukan dari setiap unit              work unit and corporate staff in conjunction
        kerja dan pegawai di lingkungan perusahaan               with the audit process, including confirmation
        dalam hubungannya dengan proses audit,                   to external parties.
        termasuk melakukan konfirmasi kepada
        pihak eksternal.
   (3) Mengalokasikan sumber daya, menentukan                (3) Allocation of resources, determine the
        ruang lingkup dan jadwal audit serta                     scope and timing of the audit and apply
        menerapkan teknik audit yang diperlukan                  audit techniques necessary to achieve the
        untuk mencapai tujuan audit.                             objectives of the audit.
   (4) Melakukan koordinasi dengan nara sumber               (4) Coordination of activities with the resources of
        profesional dalam kaitannya dengan kegiatan              professionals in relation to auditing.
        audit.
f) Kewajiban                                             f) Obligations
   (1) Membantu manajemen dalam memenuhi                    (1) Assist management in fulfilling the
        tanggung jawab pengelolaan perusahaan                   responsibilities of corporate management
        melalui penilaian kecukupan dan efektivitas             through assessment of the adequacy and
        sistem pengendalian manajemen.                          effectiveness of management control systems.
   (2) Membantu manajemen dalam mewujudkan                  (2) Assist management in achieving and
        dan      memelihara       Good       Corporate          maintaining good corporate governance by
        Governance dengan cara mendorong                        promoting organizational effectiveness, the
        efektivitas organisasi, efektivitas penerapan           effectiveness of control systems in each unit
        sistem pengendalian di setiap unit kerja,               of work, risk management, implementation
        manajemen risiko, implementasi etika bisnis             of business ethics and the achievement
        dan pencapaian ukuran kinerja terpilih (Key             of selected performance measures (Key
        Performance Indicates) yang berlaku di                  Performance Indicates) holds in the company.
        perusahaan.
   (3) Memberikan rekomendasi agar kegiatan                  (3) Provide recommendations for the company’s
        perusahaan mengarah kepada pencapaian                    activities lead to the achievement of goals
        tujuan dan sasaran secara efisien, efektif               and objectives efficiently, effectively and
        dan ekonomis.                                            economically
   (4) Membantu manajemen untuk memberikan                   (4) Assist management to give attention to the
        perhatian terhadap perubahan lingkungan                  risk of changes in the business enviroment
        dan risiko bisnis dalam penyelenggaraan                  and implementation efforts.
        usaha.
   (5) Memberikan rekomendasi yang konstruktif               (5) Provide recommendations for the development
        bagi pengembangan usaha dan produktif                    of the risk of a constructive and productive for
        terhadap risiko bisnis.                                  business.
                                                                               LAPORAN TAHUNAN 2010                 151
           g) Ruang Lingkup Kegiatan SPI                                      g) Scope of Internal Audit Unit Activities
              (1) Memastikan bahwa penerapan sistem                              (1) Ensure that the application of control
                  pengendalian di setiap unit kerja telah                            systems in each unit of work has been done
                  dilaksanakan dengan baik, melalui evaluasi                         properly, through the evaluation of the level
                  tingkat ketaatan terhadap ketentuan dan                            of compliance with regulations and laws
                  peraturan perundang-undangan, kebijakan                            and policies in the company’s systems and
                  serta sistem dan prosedur yang berlaku di                          procedures.
                  perusahaan.
              (2) Melakukan evaluasi terhadap keandalan                           (2) evaluate the reliability of financial
                  laporan pertanggungjawaban keuangan                                 accountability report
              (3) Menilai kecukupan sarana untuk menjaga                          (3) Assess the adequacy of the means to preserve
                  dan melindungi aset perusahaan                                      and protect company assets
              (4) Penilaian tentang kehematan, daya guna dan                      (4) evaluation of the effectiveness, efficiency and
                  hasil guna pemanfaatan sumber daya yang                             effectiveness of the use of resources available
                  tersedia
              (5) Melaksanakan penugasan khusus yang                              (5) Perform special tasks that are relevant to the
                  relevan dengan ruang lingkup kegiatan audit                         scope of audit activities and the disclosure of
                  dan pengungkapan atas penyimpangan                                  irregularities and violations of regulations and
                  dan ketidaktaatan terhadap peraturan dan                            legislation in force.
                  perundang-undangan yang berlaku.
           h) Tanggung Jawab                                                  h) Responsibilities
              (1) Menyusun dan mengajukan Rencana Kerja                          (1) Prepare and submit the Annual Audit Work
                  Audit Tahunan (RKAT) untuk memperoleh                              Plan (AABP) to obtain approval from the
                  pengesahan dari Direktur Utama                                     Director
              (2) Melaporkan hasil kegiatan pelaksanaan                          (2) Report the results of implementation of AABP
                  RKAT kepada Direktur Utama                                         activities to the president director
              (3) Secara periodik menyusun dan melaporkan                        (3) Periodically compile and report the results of
                  hasil kegiatan audit beserta permasalahannya                       audit activities for the matter to the Director
                  kepada Direktur Utama
              (4) Mewujudkan independensi serta menjamin                          (4) To ensure the independence and to ensure that
                  bahwa kegiatan audit telah dilakukan sesuai                         audit activities have been carried out according to
                  dengan Standar Prosedur Operasi (SPO)                               standard operating procedures of internal audit of
                  Audit Internal PT Jasa Raharja (Persero),                           PT Jasa Raharja (Persero), Internal Examination
                  Norma Pemeriksaan Intern BUMN/BUMD                                  Standard of State-owned Enterprises
              (5) Berkoordinasi dengan institusi pengendalian                     (5) Coordinate with external control agencies in
                  eksternal dalam kaitannya dengan tugas-                             relation to the tasks of supervision of PT Jasa
                  tugas pengawasan PT Jasa Raharja                                    Raharja (Persero).
                  (Persero).

        4) Struktur Organisasi dan SDM Satuan Pengawasan                   4) Internal Audit Unit Organizational Structure and
           Intern                                                             Human Resources
           a) Struktur Organisasi                                            a) Organizational Structure

                                                          Direktur Utama




                                                              Satuan
                                                         Pengawasan Intern




                         Urusan                              Urusan                                Fungsional
                     Administrasi Audit                    Teknik Audit                             Auditor


                           Seksi                              Seksi
                         Kearsipan                         Teknik Audit




152   LAPORAN TAHUNAN 2010
b) Struktur Pengendalian Intern                            b) Internal Control Structure
   Perseroan        telah   membentuk       struktur          The Company has established an effective internal
   pengendalian intern yang efektif untuk                     control structure to secure the investment and
   mengamankan investasi dan asetnya, yang                    assets, which include:
   mencakup :
   (1) Lingkungan pengendalian internal dalam                 (1) Development of internal control in the
       Perseroan yang disiplin dan terstruktur, yang              company disciplined and structured, which
       terdiri dari :                                             consists of:
       (a) Integritas, nilai etika dan kompetensi                 (a) ethical values of integrity and competence
           karyawan;                                                  of employees
       (b) Filosofi dan gaya manajemen;                           (b) philosophy and management style
       (c) Cara yang ditempuh manajemen                           (c) the way that is taken by management
           dalam melaksanakan kewenangan dan                          in implementing the authority and
           tanggung jawabnya;                                         responsibility
       (d) Pengorganisasian dan pengembangan                      (d) organization and human resource
           sumber daya manusia; dan                                   development and
       (e) Perhatian dan arahan yang dilakukan                    (e) attention and direction made by the
           oleh Direksi.                                              directors

   (2) Pengkajian dan pengelolaan risiko usaha                (2) Assessment and management of business
       yaitu suatu proses untuk mengidentifikasi,                 risk is a process for identifying, analyzing,
       menganalisis, menilai dan mengelola risiko                 assessing and managing the relevant business
       usaha relevan.                                             risks.

   (3) Aktivitas pengendalian berkaitan dengan                (3) Control activities associated with the action
       tindakan-tindakan yang dilakukan dalam                     taken in the process of controlling the activities
       suatu proses pengendalian terhadap                         of the Company at all levels and units within
       kegiatan Perseroan pada setiap tingkat dan                 the organizational structure of the Company,
       unit dalam struktur organisasi Perseroan,                  among others, authority, authorization,
       antara lain mengenai kewenangan, otorisasi,                verification, reconciliation, assessment of job
       verifikasi, rekonsiliasi, penilaian atas prestasi          performance, job and security against the
       kerja, pembagian tugas dan keamanan                        assets of the Company .
       terhadap aset Perseroan.

   (4) Sistem informasi dan komunikasi berkaitan              (4) The systems of information and communication
       dengan proses penyajian laporan mengenai                   related to the submission of reports on
       kegiatan operasional, finansial,dan ketaatan               the activities, financial, operational and
       atas ketentuan dan peraturan yang berlaku.                 compliance with the rules and regulations.

   (5) Monitoring berkaitan dengan proses penilaian           (5) Monitoring associated with the process of
       terhadap kualitas struktur pengendalian                    evaluating the quality of the internal control
       intern termasuk fungsi internal audit                      structure including the internal audit function
       sehingga dapat dilaksanakan secara optimal,                that can be implemented optimally, provided
       dengan ketentuan bahwa penyimpangan                        that the irregularities reported to the Board of
       yang terjadi dilaporkan kepada Direksi dan                 Directors and a copy submitted to the Audit
       tembusannya disampaikan kepada Komite                      Committee.
       Audit.

   Berdasarkan laporan evaluasi kinerja PT Jasa               Based on performance evaluation reports of
   Raharja (Persero) tahun 2010 oleh Kantor                   PT Jasa Raharja (Persero) in 2010 by Public
   Akuntan Publik (KAP) Dani Sudarsono & Rekan                Accounting Firm (KAP) Dani Sudarsono & Partners
   berpendapat bahwa struktur Pengendalian Intern             believes that the structure of the Internal Control of
   PT Jasa Raharja (Persero) telah memiliki struktur          PT Jasa Raharja (Persero) has adequate internal
   pengendalian intern yang memadai. Jumlah                   control structure. Number of personnel SPI PT Jasa
   personil SPI PT Jasa Raharja (Persero) per 31              Raharja (Persero) as at December 31, 2009 as
   Desember 2009 sebanyak 30 orang, pada tahun                many as 30 people, in 2010 numbered 28 people.
   2010 berjumlah 28 orang. Satuan Pengawasan
   Intern dalam tahun 2010 telah melaksanakan

                                                                                  LAPORAN TAHUNAN 2010                 153
              audit sebanyak 34 auditan sama dengan jumlah                               2010 Internal Audit Unit has conducted audits of
              yang direncanakan.                                                         the 34 audited equal to the number planned.

              PT Jasa Raharja (Persero) telah menindaklanjuti                            PT Jasa Raharja (Persero) has followed up 3
              3 (tiga) temuan sebagaimana yang tercantum                                 (three) findings as contained in the Independent
              dalam Laporan Auditor Independen tentang                                   Auditor’s Report on Internal Control over PT
              Pengendalian Intern atas PT Jasa Raharja                                   Jasa Raharja (Persero) for fiscal year 2009 with
              (Persero) untuk tahun buku 2009 dengan Nomor:                              Number: 209/004/IRDN.03.10 dated March 19,
              209/004/IRDN.03.10 tanggal 19 Maret 2010.                                  2010.

           c) Posisi jumlah pegawai Satuan Pengawasan                                c) The position of the Internal Audit Unit staff in 2010
              Intern Tahun 2010 terdiri dari 28 (dua puluh                              consisted of 28 (twenty eight) with the following
              delapan) dengan rincian sebagai berikut :                                 details:

                No        Jabatan                                    Jumlah/ Total                                                       Position
                1         Kepala SPI                                            1                                                    Head of ISU
                2         Kepala Urusan                                         2                                                   Head Affairs
                3         Kepala Seksi                                          2                                               Head of Section
                4         Auditor Utama Tk. I                                   1                                                 Main Auditor I
                5         Auditor Utama Tk. II                                  3                                                Main Auditor II
                6         Auditor Madya Tk. I                                   2                                               Middle Auditor I
                7         Auditor Madya Tk. II                                  4                                               Middle Auditor II
                8         Auditor Muda Tk. I                                    3                                                Junior Auditor I
                9         Auditor Muda Tk. II                                   2                                               Junior Auditor II
                10        Arsiparis Muda Tk. II                                 1                                                 Junior Clerk II
                11        Ajun Auditor                                          5                                                 Adjunt Auditor
                12        Calon Pegawai                                         2                                          Prospective Employee
                          Jumlah                                               28                                                            Total


           d) Peningkatan     Kualitas     Pegawai     Satuan                        d) Improving the Quality of Internal Audit Unit
              Pengawasan Intern                                                         employees
              (1) Peningkatan         kualitas       pegawai                             (1) Improve the quality of Internal Audit staff by
                  Satuan Pengawasan Intern dengan                                            including in the education and professional
                  mengikutsertakan dalam pendidikan dan                                      training of Internal Auditors, seminars,
                  pelatihan Profesional Internal Auditor,                                    workshops and the workshops of the 140
                  seminar, lokakarya dan Workshop sebanyak                                   participants, with details as follows:
                  140 peserta, dengan rincian sebagai berikut :

                No    Jenis Pelatihan                         Peserta/ Participant                                             Type of Training
                1     Diklat Dasar-dasar Audit                                  9                                            Basic Audit Training
                2     Diklat Audit Operasional                                 13                                     Operational Audit Training
                3     Diklat Komunikasi dan Psikologi Audit                    14                 Communication and Psychology Audit training
                4     Diklat Audit Kecurangan                                  18                                       Corruption Audit Training
                5     Diklat Pengelolaan Tugas-tugas Audit                     15                             Audit Tasks Management Training
                6     Diklat Pendidikan dan Pelatihan Khusus                    1           Education and Special training for heads of internal
                      Bagi Kepala Satuan Pengawasan Intern                                                               supervisory unit training
                7     Pengukuhan Gelar Profesional Internal Audit (PIA)         8                             Internal audit professional degree
                8     Diklat EDP Audit                                          2                                             Audit EDP Training
                9     Pelatihan dan Pendeteksian Titik-titik Kritis             2                  Training and Detection of Critical Points in the
                      dalam Pengadaan Barang dan Jasa Agar Bebas                           Procurement of Goods and Services for free from KKN
                      dari KKN (Contract and Procurement Fraud)                                                (Contract and Procurement Fraud)
                10    Seminar Nasional Internal Audit                           1                             National Seminar of Internal Audit
                11    YPIA Gathering                                            1                                                 YPIA Gathering
                12    Workshop Pengenalan Audit Berbasis Risiko                28                     Workshop introduction of risk-based audit
                13    Workshop Pengenalan Program ACL                          28                        Workshop Introduction of ACL Program
                      Jumlah                                                  140                                                            Total



154   LAPORAN TAHUNAN 2010
   (2) Ditinjau dari aspek pemerataan kesempatan                     (2) Viewed from the aspect of equal opportunities
       bagi Auditor untuk mengikuti pendidikan                           for auditors to follow the education and
       dan pelatihan, dihitung dari jumlah peserta                       training, calculated from the number of
       140 orang dengan jumlah pegawai 28                                participants 140 people by the number of
       orang, maka rata-rata ratio pemerataan                            employees 28 people, then the average ratio
       kesempatan sebesar 20%.                                           by 20% to equal opportunities.

   (3) Peserta Pendidikan dan Pelatihan Auditor                      (3) Participant Education and Training of Internal
       Satuan Pengawasan Intern (SPI) yang                               Internal Audit Unit which includes the Internal
       diikutsertakan pada Diklat Profesional                            Auditor Training Professional conducted by
       Internal Auditor (PIA) yang diselenggarakan                       the Center for Development of Accounting
       oleh Pusat Pengembangan Akuntansi dan                             and Finance and Internal Quality Auditor (QIA)
       Keuangan (PPA&K) dan Qualified Internal                           conducted by the Education Foundation of
       Auditor (QIA) yang diselenggarakan oleh                           Internal Auditors during the years 2006-2010
       Yayasan Pendidikan Internal Auditor (YPIA)                        are as follows:
       selama tahun 2006 – 2010 adalah sebagai
       berikut :
     No    Uraian                               2006   2007   2008     2009      2010                       Description
     1.    Auditor                                31     24     22       30        28                             Auditor
     2.    Qualified Internal Auditor (QIA)        6      4      7        -         3    Qualified Internal Auditor (QIA)
     3.    Profesional Internal Auditor (PIA)      2      2      2        -         8 Professional Internal Auditor (PIA)


   (4) Jumlah Auditor SPI sekalipun secara                           (4) Number of Internal Audit Unit though quantity
       kuantitas tidak menunjukkan kenaikan                              does not show an increase due to promotions
       karena adanya promosi dan mutasi pegawai,                         and transfers of employees, but the quality
       namun secara kualitas menunjukkan adanya                          showed an increase according to the number
       kenaikan sesuai dengan jumlah Auditor SPI                         of auditors who follow education QIA and PIA
       yang mengikuti pendidikan QIA dan PIA                             for 5 (five) years.
       selama 5 (lima) tahun terakhir.

e) Pelaksanaan Tugas Satuan Pengawasan Intern                    e) Implementation of the task force of Internal Audit
   (SPI) Tahun 2010 :                                               Unit year 2010
   (1) Tersedianya 2 license software ACL untuk                     (1) The availability of two software licenses for
       digunakan sebagai tools Audit dalam                              use as an ACL audit as an audit tool, and has
       pelaksanaan audit, dan telah dilakukan                           made the introduction of the ACL Workshop
       Workshop pengenalan program ACL                                  on 28 (twenty eight) the energy auditor in
       terhadap 28 (duapuluh delapan) tenaga                            December 2010.
       auditor pada bulan Desember 2010.
   (2) Melakukan audit rutin sesuai Rencana Kerja                    (2) Conduct regular audits in accordance with the
       Audit Tahunan (RKAT) di 28 (duapuluh                              Annual Audit Work Plan in 28 (twenty eight)
       delapan) Cabang obyek audit dan 4 (empat)                         Branch of the audit object and 4 (four) Task
       Unit Kerja di Kantor Pusat (Divisi Pencegahan                     Force Headquarters (Division of Prevention and
       dan Pelayanan, Divisi Umum, Urusan PKBL,                          Services, Division of Public Affairs Partnership;
       Divisi Keuangan, Urusan Humas, Sekretariat                        Division of Financial Affairs Public Relations;
       Perusahaan) serta 2 (dua) kali pelaksanaan                        Company Secretariat) and 2 (two) times the
       Kas & stock opname per tanggal 30 Juni dan                        implementation of the Cash & inventory on
       31 Desember 2010.                                                 June 30 and December 31, 2010.
   (3) Melakukan evaluasi tindak lanjut temuan                       (3) Follow-up evaluation of the results of the audit
       hasil audit terhadap 28 (dua puluh delapan)                       at 28 (twenty eight) branches and 4 (four)
       Kantor Cabang dan 4 (empat) unit kerja                            units headquarters (Division and prevention
       Kantor Pusat (Divisi Pencegahan & Pelayanan,                      services, Division of public partnership
       Divisi Umum, Urusan PKBL, Divisi Keuangan,                        Affairs; financial Public Affairs Division; the
       Urusan Humas, Sekretariat Perusahaan)                             company registry) and follow the subsequent
       serta melakukan monitoring tindak lanjut                          monitoring of priorities in the implementation
       secara skala prioritas terhadap pelaksanaan                       of the follow-up of audit results and report of
       tindak lanjut hasil audit dan melaporkan                          the Director.
       kepada Direktur Utama.

                                                                                        LAPORAN TAHUNAN 2010                 155
      5. Etika Bisnis / Code of Conduct                               5. Business Ethics/ Code of Conduct
         Pelaksanaan GCG di PT Jasa Raharja (Persero) di tahun 2010      Implementation of GCG at PT Jasa Raharja (Persero) in 2010
         mengacu pada Keputusan Bersama Dewan Komisaris dan              refers to joint decision the Board of Commissioners and
         Direksi PT Jasa Raharja (Persero) Nomor : KEB/K/1/2006          Board of Directors of PT Jasa Raharja (Persero) Number:
         dan KEB/2/2006 tanggal 19 April 2006 tentang Pedoman            KEB/K/1/2006 and KEB/2/2006 April 19, 2006 on Guidelines
         Tata Kelola Perusahaan (Code of Corporate Governance)           for Corporate Governance (Code of Corporate Governance)
         dan Pedoman Perilaku (Code of Conduct) sebagai instrumen        and the Code of Conduct (the Code) as a tool for the
         penerapan Good Corporate Governance (GCG).                      implementation of Good Corporate Governance (GCG).

         Pedoman Perilaku merupakan salah satu struktur/perangkat        Code of Conduct is one of the structure / device company in
         Perseroan dalam upaya untuk mewujudkan good governance          an effort to realize good governance that serves as a guide for
         yang berfungsi sebagai pedoman bagi insan Jasa Raharja          member of Jasa Raharja in interaction with stakeholders, with
         dalam melakukan interaksi dengan stakeholders, dengan           the following provisions:
         pokok-pokok ketentuan sebagai berikut :

        a. Nilai-Nilai Luhur                                            a. Noble Values
           1) Nilai yang yang berkembang dalam Perseroan                   1) Values that have been developend in the company
           2) Diyakini mempunyai pengaruh langsung terhadap                2) Believed to have a direct impact on the creation of a
               penciptaan suasana yang kondusif                                conducive atmosphere
           3) Diyakini mampu meminimalkan perbedaan persepsi               3) Believed to be able to minimize the differences in
               yang muncul dalam berinteraksi                                  perception that arise in interacting
           4) Menciptakan motivasi dan rasa tanggung jawab                 4) Creating Motivation and Responsibilities
           5) Takwa/Akhlak Mulia                                           5) Pious and Noble Moral
           6) Kejujuran                                                    6) Honest
           7) Disiplin                                                     7) Discipline
           8) Keteladanan                                                  8) Exemplary
           9) Profesional                                                  9) Professional
           10) Mengutamakan Kepuasan Pelanggan                             10) Customer Satisfaction
           11) Kerjasama                                                   11) Cooperative

        b. Komitmen Perilaku                                            b. Behavioral Commitment
           Menguraikan tekad yang kuat dari seluruh Insan Jasa             Describing the strong determination of all Insan Jasa
           Raharja dalam berinteraksi dengan Perseroan, Sesama             Raharja in interacting with the Company, People,
           Manusia, Pelanggan, Masyarakat dan Pemerintah,                  Customers, Society and Government, as the embodiment
           sebagai perwujudan nilai nilai yang telah menyatu ke            of values that have been integrated into the Company:
           dalam Perseroan :
           1) Sikap kepada Peraturan                                        1)   Attitudes to Regulation
           2) Hubungan dengan mitra kerja                                   2)   Relationship with partners.
           3) Sikap kepada Perseroan                                        3)   Attitudes to Company
           4) Sikap kepada sesama manusia                                   4)   Attitudes to fellow human beings
           5) Sikap kepada Pelanggan                                        5)   Attitudes to the Customers

        c. Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing                 c. Violations Reporting System (Whistleblowing
           System)                                                         System)
           Menguraikan mekanisme penanganan permasalahan,                  Describe the mechanism for handling problems, including
           termasuk konsultasi/koordinasi, serta sanksi terhadap           consultation / coordination, as well as sanctions for
           pelanggaran dan pelaporan atas pelaksanaan pedoman              violations and report on implementation of the code of
           perilaku, yang mengatur hal-hal sebagai berikut :               ethics, which set things as follows:
           1) Pihak-pihak yang dapat dihubungi untuk konsultasi :          1) Parties who may be contacted for consultation
                a) Atasan Langsung                                              a) Direct Supervisor
                b) Pejabat penanggung jawab GCG                                 b) Officials in charge of the GCG
                c) Konsekuensi atas pelanggaran Pedoman Perilaku                c) Consequences for violating the code of conduct is
                   adalah sanksi atas pelanggaran                                   sanctioned for violations
           2) Penanganan permasalahan atas pelaksanaan                     2) Handling problems of implementing the code of
                Pedoman Perilaku :                                              conduct




156      LAPORAN TAHUNAN 2010
         a) melaporkan pelanggaran secara tertulis dengan                  a) Report violations in writing stating the identity
            menyebutkan identitas                                          b) violations by the commissioners and directors by
         b) Pelanggaran oleh Komisaris dan Direksi oleh                       Shareholder General Meeting
            RUPS
         c) Permasalahan pegawai oleh atasan langsung                     c) Problem employee by the immediate supervisor in
            secara berjenjang                                                stages
         d) Pelanggaran terkait dengan masyarakat mengacu                 d) Violations associated with the community refer to
            pada ketentuan yang berlaku                                      the applicable provisions
         e) Merespon setiap pertanyaan, pemberitahuan                     e) Respond to every question the received
            dan laporan yang diterima                                        notification and reporting
      3) Penanganan atas laporan pelanggaran :                         3) Handling of Reports of Violations
         a) Identifikasi permasalahan                                     a) Identification of Problems
         b) Analisis                                                      b) Analysis
         c) Mengumpulkan informasi tambahan yang relevan                  c) Gather additional information relevant
         d) Merahasiakan identitas pelapor                                d) conceal the identity of the complainant
      4) Laporan pelaksanaan Pedoman Perilaku :                        4) Report on the implementation code of conduct
         a) Kepatuhan terhadap pedoman perilaku                           a) Compliance to the code of conduct
         b) Upaya peningkatan kualitas                                    b) Quality improvement efforts
         c) Permasalahan yang dihadapi                                    c) Problem Faced
         d) Pelanggaran yang terjadi dan sanksi                           d) Violations and sanctions


  d. Bentuk Pernyataan Komitmen untuk Mematuhi                     d. Statement of commitment to adhere the codes of
     Pedoman Perilaku                                                 conduct

6. Keterbukaan Informasi                                         6. Information Disclosure

  a. Akses terhadap informasi                                      a. Access to Information
     Dalam berkomunikasi dan menyebarkan informasi kepada             In the communication and dissemination of information
     para pemegang saham dan pemangku kepentingan                     to shareholders and stakeholders (stakeholders) have
     (stakeholders) telah dilakukan PT. Jasa Raharja (Persero)        been carried out through various media which exist by
     melalui berbagai media yang ada, yaitu media internet,           Jasa Raharja, in other words, Internet media, print media,
     media cetak, radio, televisi, peristiwa (event), maupun          radio, television, events (event), as well as outreach
     kegiatan pengungkapan (disclosure) sejalan dengan                activities, in line with the policy companies to enforce and
     kebijakan perusahaan untuk menegakkan dan mendorong              promote transparency in all stages of the activity.
     keterbukaan pada setiap tahapan kegiatan.

      Seluruh kegiatan keterbukaan dilakukan dibawah                   All activities of openess carried out under the coordination
      koordinasi Sekretariat Perusahaan, PT. Jasa Raharja              of the Company Secretariat, Jasa Raharja has consistently
      (Persero) secara konsisten telah melakukan siaran                been doing press releases, public exposure in various
      pers, pemaparan publik di berbagai media dan lain-               media and others. During 2010, the Jasa Raharja issued a
      lain. Selama tahun 2010, PT. Jasa Raharja (Persero)              press release contains a variety of development of different
      telah mempublikasikan berbagai siaran pers yang berisi           materials and publish regular financial statements.
      berbagai perkembangan material dan mempublikasikan
      laporan keuangan secara berkala.

  b. Komunikasi Internal                                           b. Internal Communication
     Komunikasi Internal dilakukan untuk mengonsolidasikan            Internal communications made to consolidate the entire
     seluruh organ dan pekerja di dalam lingkungan PT. Jasa           body and working around Jasa Raharja have the same
     Raharja (Persero) agar memiliki visi yang sama dan fokus         vision and focus for the company. Media’s used for
     pada tujuan Perseroan. Adapun media yang digunakan               internal communication are:
     untuk komunikasi internal antara lain sebagai berikut :
                                                                       1) Circular and Decree
      1) Surat Edaran dan Surat Keputusan                                 PT Jasa Raharja (Persero) is using circular and and
         PT. Jasa Raharja (Persero) menggunakan Surat Edaran              decree to communicate the latest policies and rules
         dan Surat Keputusan untuk mengkomunikasikan                      in the company. Usually contains the information
         kebijakan dan peraturan terbaru di dalam perseroan.              disseminated on the socialization of management
         Informasi yang disebarkan umumnya berisi

                                                                                                  LAPORAN TAHUNAN 2010                157
                           PERNYATAAN KOMITMEN UNTUK MEMATUHI PEDOMAN PERILAKU
                          STATEMENTS OF COMMITMENT TO ADHERE THE CODES OF CONDUCT

                        Setiap Insan Jasa Raharja wajib untuk memberikan pernyataan sebagai komitmen
                                           pribadi untuk mematuhi Pedoman Perilaku.
                       Each Insan Jasa Raharja are required to give a statement as a personal commitment to
                                                 comply with the Code of Ethics.

                                           KOMITMEN UNTUK MEMATUHI PEDOMAN PERILAKU
                                           COMMITMENT TO ADHERE THE CODES OF CONDUCT

                      Dengan ini, Saya/ I, Hereby :
                      Nama/ Name                : .....................................
                      Jabatan/ Position         : .....................................

                      Menyatakan bahwa saya/ Declare that I :
                      •	 Telah	menerima	Buku	Pedoman	Perilaku	PT	Jasa	Raharja	(Persero)
                         Have received the Codes of Conduct Handbook of PT Jasa Raharja
                      •	 Telah	memahami	isi	dari	Buku	Pedoman	Perilaku	PT	Jasa	Raharja	(Persero)
                         Have understood the content of the Handbook of Codes of Conduct of PT Jasa
                         Raharja (Persero)
                      •	 Bersedia	 mematuhi	 apa	 yang	 telah	 menjadi	 komitmen	 Insan	 Jasa	 Raharja	 dalam	
                         Buku Pedoman Perilaku PT Jasa Raharja (Persero)
                         Willing to abide by what has been a commitment in Books Insan Raharja Service
                         Code of Conduct PT Jasa Raharja (Persero)
                      •	 Siap	menerima	konsekuensi	dari	Pedoman	Perilaku	ini	bila	melakukan	pelanggaran	
                         atas komitmen perilaku yang telah ditetapkan.
                         Willing to accept the consequences of this code of conduct when violates the
                         commitments that have been established
                      •	 Akan	segera	mengkonsultasikan	dan/atau	melaporkan	pada	pihak-pihak	berwenang	
                         yang telah ditunjuk sesuai dengan ketentuan yang berlaku apabila menemui
                         permasalahan dan/atau pelanggaran dalam pelaksanaan Pedoman Perilaku.
                         Will be consulted and / or report to the authorities who have been appointed in
                         accordance with the relevant provisions, if those are the problems and / or the
                         implementation of the code of conduct violations.

                      Tempat, Tanggal - Place, Date


                      (Nama lengkap dan Tanda Tangan)
                        Full Name and Signature


           tentang sosialisasi kebijakan manajemen dan/                                      policy and/or connection between division or unit to
           atau komunikasi antar Divisi atau unit kerja untuk                                perform its functions.
           melaksanakan fungsinya.

        2) Media Internal dan Eksternal                                                   2) Internal and External Media
           Guna memberikan informasi yang akurat dan                                         In order to provide accurate and current information
           aktual kepada stakeholder (pemangku kepentingan)                                  to the stakeholders (stakeholders) internal company,
           internal perusahaan, PT Jasa Raharja (Persero)                                    PT Jasa Raharja (Persero) also uses an internal
           juga menggunakan sarana komunikasi internal, baik                                 communication means, whether through Media
           melalui Media Raharja maupun bentuk elektronik                                    Raharja or electronic form, that is Jasa Raharja
           yaitu Website Jasa Raharja, www.jasaraharja.co.id.                                Website www.jasaraharja.co.id.




158   LAPORAN TAHUNAN 2010
       Majalah Media Raharja merupakan majalah internal              Magazine Media Raharja is an internal magazine
       PT. Jasa Raharja (Persero) untuk kalangan internal            Jasa Raharja, while the tabloid Media Raharja is
       perusahaan sedangkan tabloid Media Raharja                    one of the communication media between Jasa
       merupakan salah satu media penyambung antara PT.              Raharja with external parties, or you can contact
       Jasa Raharja (Persero) dengan pihak eksternal, atau           the public relations Affairs PT Jasa Raharja at (021)
       dapat menghubungi Urusan Hubungan Masyarakat                  5203454, fax (021) 5220295; (021) 5220284 or email:
       PT. Jasa Raharja (Persero) di telepon (021) 5203454           jasaraharja@jasaraharja.co.id
       dan faksimili (021) 5220295; (021) 5220284 atau
       melalui e-mail : jasaraharja@jasaraharja.co.id

    3) E-mail                                                    3) E-mail
       PT. Jasa Raharja (Persero) menggunakan sarana                Jasa Raharja using information technology tools that
       teknologi informasi yang telah diterapkan di                 have been implemented in the environment of Jasa
       lingkungan PT. Jasa Raharja (Persero). Email                 Raharja. Email is one of the means of communication
       merupakan salah satu sarana komunikasi antar                 between staff and management of the company to its
       karyawan dan dari Manajemen Perusahaan kepada                employees Jasa Raharja.
       para karyawan PT. Jasa Raharja (Persero) .

c. Komunikasi Eksternal                                      c. External Communication
   Komunikasi eksternal bertujuan untuk menjaga dan             External communication aims to maintain and enhance the
   meningkatkan citra perusahaan dimata masyarakat dan          corporate image in the society and also the stakeholders
   juga para pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya.       (stakeholders) more. This type of information and media
   Adapun jenis informasi dan media yang digunakan              used in the company’s external communications Raharja
   PT. Jasa Raharja (Persero) dalam melakukan                   Services are as follows:
   komunikasi eksternal perusahaan antara lain sebagai
   berikut :                                                     1) Company Visit
   1) Company Visit                                                 To obtain more comprehensive information,
       Untuk mendapatkan informasi yang lebih                       stakeholders can contact PT Jasa Raharja Central
       komprehensif, stakeholder dapat menghubungi                  Office or the address of PT Jasa Raharja Branch
       PT. Jasa Raharja (Persero) Kantor Pusat atau                 office (Persero) throughout Indonesia.
       alamat-alamat Kontor Cabang PT. Jasa Raharja
       (Persero) di seluruh Indonesia.

    2) Website                                                   2) Website
       Untuk memudahkan para pemangku kepentingan                   To facilitate the stakeholders (stakeholders) in getting
       (stakeholders) dalam mendapatkan informasi,                  information, Jasa Raharja provide access by utilizing
       PT. Jasa Raharja (Persero) menyediakan akses                 information technology support through www.
       dengan memanfaatkan dukungan teknologi informasi             jasaraharja.co.id site.
       melalui website www.jasaraharja.co.id.

    3) Publikasi Laporan Keuangan                                3) Publication Of Financial Report
       PT. Jasa Raharja (Persero) secara aktif melakukan            Jasa Raharja actively disclosing financial statements
       publikasi Laporan Keuangan di media cetak                    in all periodic publications every semester/year. The
       nasional setiap semester/tahun. Tujuan publikasi             purpose of this publication is to inform development
       ini adalah menginformasikan perkembangan usaha               efforts Raharja service to the society and other
       PT. Jasa Raharja (Persero) kepada masyarakat dan             stakeholders.
       stakeholders lainnya.

    4) Iklan                                                     4) Advertising
       Pemasangan iklan sebagai alat pengelolaan citra              Advertising as a management tool for image and
       dan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap                understanding increased of people to the programs
       program PT. Jasa Raharja (Persero) juga ditempuh             of Jasa Raharja, is also pursued by PT Jasa Raharja
       oleh PT Jasa Raharja (Persero). Adapun media                 (Persero). Media to disseminate advertising Jasa
       yang digunakan PT. Jasa Raharja (Persero) untuk              Raharja in the community include newspapers,
       menyebarluaskan iklan di masyarakat antara lain              magazines, television, radio and outdoor advertising.
       adalah surat kabar, majalah, televisi, media luar
       ruang, maupun radio.



                                                                                           LAPORAN TAHUNAN 2010                159
        d. Pusat Pengaduan / Pusat Layanan                              d. Complaint Center / Service Center
           Sebagai salah satu upaya penyebaran informasi tentang           In an effort to disseminate information on the existence
           keberadaan perusahaan sebagai Badan Usaha Milik                 of the company as a State-Owned Enterprise , which has
           Negara yang memiliki tugas pokok dalam memberikan               a fundamental duty to protect/insurance accident victim
           Perlindungan/jaminan terhadap korban kecelakaan dari            from user tool of public passenger transport by land,
           pengguna alat angkutan penumpang Umum darat, laut               sea and air accidents and road traffic, it is necessary to
           dan udara serta kecelakaan lalu lintas jalan, untuk itu         ensure facilities/bi-directional communication between
           diperlukan adanya penyediaan sarana/media komunikasi            the community and the company.
           dua arah antara masyarakat dengan perusahaan.

            Memperhatikan perkembangan tehnologi informasi dan              In order to the development of information technologies
            kemudahan masyarakat dalam mendapatkan informasi                and convenience of the public in getting information
            yang cepat dan tepat, manajemen perusahaan telah                quickly and accurately, the company management has
            mengambil kebijakan untuk memanfaatkan sarana                   adopted a policy to utilize the short message service
            pelayanan Pesan Singkat/Short Message Services                  (SMS), with the name of the SMS Service Centre Jasa
            (SMS), dengan nama SMS Center PT. Jasa Raharja                  Raharja on number 0812 10 500 500
            (Persero) di nomor layanan 0812 10 500 500.

            Mekanisme pengelolaan SMS dimaksud adalah bahwa                 SMS management mechanism is meant is that the SMS
            SMS yang dikirimkan oleh masyarakat akan diterima               sent by the public will be accepted and managed by the
            dan dikelola oleh petugas Kantor Pusat cq. Divisi               Central Office staff cq. Division of Prevention and Services
            Pencegahan dan Pelayanan untuk kemudian dalam                   for later in the settlement process will be further informed
            proses penyelesaian lebih lanjut akan diinformasikan            through the Branch Office / Representative in accordance
            melalui Kantor Cabang/Perwakilan sesuai dengan lokasi           with the scene and the victim or domicile in any territory.
            kejadian dan atau domisili korban di masing-masing
            daerah.

      7. Persiapan dan Implementasi International                     7. Preparation and Implementation of International
         Financial Reporting Standards (IFRS)                            Financial Reporting Standards (IFRS)

        Aset keuangan dan kewajiban keuangan yang berlaku efektif        Financial assets and financial liabilities which became effective
        tanggal 1 Januari 2010, Perusahaan telah menerapkan              January 1, 2010, the Company has applied PSAK 55 (Revised
        PSAK 55 (Revisi 2006) “InstrumenKeuangan: Pengakuan              2006) “Financial Instruments: Recognition and Measurement”
        dan Pengukuran” dan PSAK 50 (Revisi 2006), “Instrumen            and PSAK 50 (Revised 2006), “Financial Instruments:
        Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” yang menggantikan          Presentation and Disclosure” which replaces PSAK 55 (
        PSAK 55 (Revisi 1999) “Akuntansi Instrumen Derivatif dan         Revised 1999) “Accounting for Derivative Instruments and
        Aktivitas Lindung Nilai” dan PSAK 50 “Akuntansi Investasi        Hedging Activities” and PSAK 50 “Accounting for Investments
        Efek Tertentu”.                                                  in Certain Securities”.

        Dalam rangka penerapan PSAK 50 (Revisi 2006) dan PSAK            In order to apply PSAK 50 (Revised 2006) and PSAK 55
        55 (Revisi 2006), Perusahaan mengklasifikasikan instrumen        (Revised 2006), the Company classifies financial instruments
        keuangan dalam bentuk aset keuangan dan kewajiban                in the form of financial assets and financial liabilities.
        keuangan.

        Aset Keuangan diklasifikasikan dalam kelompok berikut:           Financial Assets are Classified As Follows:

        a. Aset Keuangan yang diukur pada Nilai Wajar                   a. Financial assets measured at fair value through
           melalui laporan Laba Rugi                                       Profit and Loss / Income Statement
           Aset Keuangan yang diukur pada Nilai Wajar melalui              Financial assets measured at Fair Value through Income
           laporan Laba Rugi adalah aset keuangan yang ditujukan           Statements are financial assets intended for trading
           untuk diperdagangkan (trading), yaitu jika dimiliki             (trade), ie if it is owned primarily for the purpose of resale
           terutama untuk tujuan dijual kembali dalam waktu                in the near future or there is evidence of a pattern of short-
           dekat atau terdapat bukti mengenai pola ambil untung            term profit-taking at the moment. Derivative instruments
           dalam jangka pendek yang terkini. Instrumen derivatif           included in this group unless the derivative is a hedging
           masuk dalam kelompok ini kecuali bila derivatif tersebut        instrument. Investments in securities included in this group
           merupakan instrumen lindung nilai. Investasi dalam efek         are recorded at fair value. Unrealized Gain / loss on the




160     LAPORAN TAHUNAN 2010
   yang termasuk dalam kelompok ini dicatat sebesar nilai         balance sheet date are credited or charged to current
   wajarnya. Laba/rugi yang belum direalisasi pada tanggal        operations.
   neraca dikreditkan atau dibebankan pada usaha periode
   berjalan.

   Aset keuangan yang diukur pada Nilai Wajar melalui             Financial assets measured at fair value through Income
   laporan Laba Rugi meliputi sebagian investasi jangka           Statement covers most short-term investments intended
   pendek perusahaan yang ditujukan untuk diperdagangkan.         for trading companies.

b. Investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh             b. Investments as held to maturity
   tempo
   Investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo           Held to maturity investment is non-derivative financial
   adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran           assets with fixed or determinable payments, and the due
   tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah           date has been fixed. Also the management have positive
   ditetapkan, serta Manajemen mempunyai atensi positif           intensity and the ability to have financial assets, unless:
   dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut
   hingga jatuh tempo, kecuali:
   1. Investasi yang pada saat pengakuan awal ditetapkan          1. The investment that is the early recognition is
       sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar            determined as financial asset, by measured at fair
       melalui laporan laba rugi                                     value through profit and loss reports.
   2. Investasi yang ditetapkan oleh entitas dalam                2. Investment set by the entity are classified as available
       kelompok tersedia untuk dijual; dan                           for sale; and
   3. Investasi yang memiliki definisi pinjaman yang              3. Investment that has the definition of loans and
       diberikan dan piutang                                         receivables

   Pada saat pengakuan awal, investasi dalam kelompok             These are initially recognized at fair value including
   dimiliki hingga jatuh tempo diakui pada nilai wajarnya         transaction costs and subsequently measured at amortized
   ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada           cost, using the effective interest method. Held to maturity
   biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku           investment includes short-term company investment
   bunga efektif. Investasi dalam kelompok dimiliki hingga
   jatuh tempo meliputi sebagian investasi jangka pendek
   perusahaan yang dimiliki hingga jatuh tempo.

c. Pinjaman yang diberikan dan piutang                        c. Loans and receivables
   Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset               Loans and receivables are non-derivative financial assets
   keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau           with fixed or predetermined payment and have not quoted
   telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar         in active market. Receivables include accounts receivable
   aktif. Piutang meliputi Piutang Usaha dan Piutang Lain-       and other receivables on the consolidated balance sheets
   Lain pada neraca konsolidasian.

d. Aset Keuangan yang diklasifikasikan dalam                  d. Financial Assets classified as available for sale
   kelompok tersedia untuk dijual
   Aset Keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok             Financial assets classifiedas available for sale are non-
   tersedia untuk dijual adalah aset keuangan non-derivatif       derivative financial asset designated as available for
   yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau             sale or that do not meet criteria for other groups. These
   yang tidak memenuhi kriteria kelompok lainnya. Aset            financial assets are recorded at fair value. The difference
   keuangan ini dicatat sebesar nilai wajar. Selisih antara       between the cost and fair value is a loss (income) that
   nilai perolehan dan nilai wajar merupakan rugi (laba)          have not been realized in the balance sheet date are
   yang belum direalisasikan pada tanggal neraca yang             presented as part of equity.
   disajikan sebagai bagian dari ekuitas.

   Aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok             Financial assets that classified as financial assets classified
   tersedia untuk dijual meliputi sebagian besar investasi        as available for sale are including company’s long-term
   jangka panjang Perusahaan.                                     investment.

   Perusahaan     menggunakan       akuntansi     tanggal         The Company uses trading date accounting for regular
   perdagangan (trading date) untuk kontrak regular ketika        contracts when recording transactions of financial assets
   mencatat transaksi aset keuangan.

                                                                                              LAPORAN TAHUNAN 2010                  161
           Kewajiban keuangan diklasifikasikan pada kelompok berikut :         Financial liabilities are classified in the following groups:
           1. Kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar                  1. Financial liabilities measured at fair through the
              melalui laporan laba rugi                                            statement of income
              Nilai wajar kewajiban keuangan yang diukur pada                      The fair value of financial liabilities measured at fair
              nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah kewajiban               value through the statement of income are financial
              keuangan yang dapat dipindahtangankan dalam                          obligations that can be transferred in the near future.
              waktu dekat. Derivatif diklasifikasikan sebagai                      Derivatives are classified as liabilities are measured
              kewajiban yang diukur pada nilai wajar melalui                       at fair value through the statement of income unless
              laporan laba rugi kecuali ditetapkan dan efektif                     specified, and effective as hedging instruments.
              sebagai instrumen lindung nilai.
              Pada periode 2010, tidak ada kewajiban keuangan                      In 2010, there were no financial liabilities classified as
              Perusahaan yang diklasifikasi sebagai kewajiban                      financial liabilities measured at fair value through the
              keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui                        statement of income.
              laporan laba rugi.
           2. Kewajiban keuangan yang diukur dengan biaya                      2. Financial liabilities are measured using amortized cost
              perolehan diamortisasi
              Kewajiban keuangan yang tidak diklasifikasikan                       Financial liabilities not classified as financial liabilities
              sebagai kewajiban keuangan yang diukur pada nilai                    measured at fair value through the statement of
              wajar melalui laporan laba rugi dikategorikan dan                    income are categorized and measured at amortized
              diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Kewajiban                  cost. The financial liabilities at amortized cost are,
              keuangan yang diukur pada biaya perolehan                            amongst other, trade accounts payable, other payable,
              diamortisasi antara lain, hutang dagang, hutang lain-                accrued expenses, loans and bonds.
              lain, biaya yang masih harus dibayar, pinjaman dan
              obligasi.

        e. Antisipasi dampak konvergensi PSAK terhadap                     e. Anticipate the impact of the convergence of PSAK
           IFRS pada perusahaan, Direktur Keuangan dan                        to IFRS on the company, the Director of Finance and
           Jajaran Manajemen Perusahaan telah bertindak                       Corporate Management Board has acted proactively
           proaktif mempersiapkan kompetensi SDM dan                          to prepare human resource competencies and
           persiapan sarana pendukung lainnya antara lain:                    preparations other supporting facilities include:
           1. Melakukan revisi terhadap SPO Akuntansi Keuangan.               1. Revise the Financial Accounting Standard Operating
           2. Membentuk Task Force konvergensi standar                             Procedure.
              akuntansi keuangan perusahaan menuju IFRS                       2. Task Force Forming a company’s financial accounting
           3. Mengikutsertakan pegawai pada berbagai seminar                       standards convergence towards IFRS
           4. Mengundang nara sumber                                          3. Engaging employees in various seminars
           5. Menyediakan bahan-bahan referensi                               4. Invited resource persons
           6. Mengintensifkan Diskusi secara Internal dan Ekternal            5. Provide reference materials
                                                                              6. Discussion intensify the Internal and External

           Sehingga pada saatnya tiba tanggal 1 Januari 2012,                  So when the time arrived on January 1, 2012, the company
           perusahaan telah siap menerapkan IFRS sebagai standar               has been prepared to implement IFRS accounting
           akuntansi keuangan yang berlaku di perusahaan.                      standards as applicable in the company.

      8. Perkara Penting Yang Dihadapi Perusahaan                        8. Important Cases faced by the company
        Perusahaan masih terbebani 7 (tujuh) perkara penting yang          The company is still loaded with 7 (seven) which consists of a
        terdiri dari dari 2 (dua) perkara perdata, 2 (dua) perkara         major case of two (2) civil cases, two (2) business cases, 1 (a)
        niaga, 1 (satu) perkara persaingan usaha, 1 (satu) perkara         case of commercial competition, 1 (a) common criminal case,
        pidana umum, 1 (satu) perkara pidana khusus.                       1 (a) particular criminal case .

      9. Hasil Assessment GCG                                            9. GCG Assessment Result
        Penerapan GCG secara prinsip telah dilaksanakan, dimana            GCG in principle has been implemented, which has been
        kepada seluruh pegawai telah didistribusikan buku Code of          distributed to all employees of the book Code of Ethics
        Conduct dan Code of Corporate Governance dan dilakukan             and Code of Corporate Governance and dissemination of
        sosialisasi secara komprehensif dan berkesinambungan.              comprehensive and continuous.
        Hasil Assessment penerapan prinsip-prinsip GCG pada                Results of the assessment of the implementation of the
        PT Jasa Raharja (Persero) tahun 2008 mencapai Total Skor           principles of GCG in PT Jasa Raharja (Persero) in 2008, reached
        sebesar 86,20%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan                the total score of 86,20. This shows that implementation of
        GCG pada PT Jasa Raharja (Persero) pada tahun 2008 telah           GCG in PT Jasa Raharja (Persero) in 2008 reached the GOOD
        mencapai kualifikasi BAIK.                                         rating.
162     LAPORAN TAHUNAN 2010
Hasil Assessment penerapan GCG pada PT Jasa Raharja                                                        Assessment of results of PT Jasa Raharja GCG (Persero) in
(Persero) tahun 2008 sebagaimana dapat diikhtisarkan                                                       2008 as can be summarized as follows:
sebagai berikut :


   No.   Jenis / Pokok Perkara                            Tindak Lanjut Penyelesaian                                                    Follow Up                                    Potensi Kehilangan (Rp juta)
         Type / Case Principles                                                                                                                                                    Potential Loss (Million Rupiah)


    1.   Perdata/ Civil Case              1. Direksi dan Komisaris PT. Sarijaya Permana Sekuritas           1. Directors and Commissioners of PT. Sarijaya Permana                                               -
         (Kerugian Aset Investasi)/          sebagai tergugat telah menyebabkan kerugian aset                  Securities as the defendant has caused the loss of
         (loss of investment assets)         investasi.                                                        investment assets
                                          2. PT. Jasa Raharja (Persero) sebagai penggugat telah             2. PT. Jasa Raharja (Persero) as the plaintiff had registered a
                                             mendaftarkan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Jakarta         civil lawsuit in the South Jakarta District Court with Number:
                                             Selatan dengan Nomor: 1643/Pdt.G/2010/PN. Jaksel.                 1643/Pdt.G/2010/PN. South Jakarta.
                                          3. Pengajuan gugatan dilakukan dengan menunjuk Kantor             3. filing is done by pointing the law office Seno Edhie and
                                             Hukum Seno Edhie & Partners.                                      Partners

                                          1. Sdr. Ipin sebagai Penggugat telah mendaftarkan gugatan         1. Mr. Ipin as the plaintiff had registered a civil lawsuit in the                                   -
    2.   Perdata/ Civil                      perdata di Pengadilan Negeri Tebing Tinggi Sumatera Utara         District Court of Appeal Cliff North Sumatra with Number:
         (Gugatan tentang .........)/        dengan Nomor: 31/Pdt.G/2005/PN.TTD.                               31/Pdt.G/2005/PN.TTD.
         (Lawsuit concerning...)          2. PT. Jasa Raharja (Persero) Tebing Tinggi sebagai tergugat      2. PT Jasa Raharja Tebing Tinggi as a defendant
                                          3. PN. Tebing Tinggi memutuskan mengabulkan gugatan dari          3. Tebing Tinggi District Court cliffs decided in favor of the
                                             Penggugat (sdr. Ipin).                                            plaintiff Mr Ipin
                                          4. Mahkamah Agung memutuskan menolak permohonan                   4. The Supreme Court rejected the request of PT. Jasa Raharja
                                             Kasasi PT. Jasa Raharja (Persero) sebagai Tergugat                (Persero) as a defendant
                                          5. PT. Jasa Raharja (Persero) telah mengajukan upaya hukum        5. PT. Jasa Raharja (Persero) has filed a legal action through
                                             peninjauan kembali melalui Kuasa Hukum Prihanggodo,               the review of the Attorney Prihanggodo, Haullussy & Partners
                                             Haullussy & Partners

    3.   Niaga/ Trade / Business          1. PT. Adam Skyconnection Airlines mempunyai piutang premi        1. PT Adam Skyconnection airlines have insurance premiums                                     16.930
         (Kepailitan PT. Adam Skyconnec-     asuransi.                                                         receivable
         tion Airlines)/ (PT Adam Skycon- 2. Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat          2. Commercial Court in the Central Jakarta District Court
         nection Airlines) bankruptcy        menyatakan PT. Adam Skyconnection Airlines dalam                  declared PT. Adam Skyconnection Airlines in a state
                                             keadaan pailit dengan putusan Nomor: 26/PAILIT/2008.              of bankruptcy by the verdict Number: 26/PAILIT/2008.
                                             PN.NIAGA.JKT.PST tanggal 9 September 2008..                       PN.NIAGA.JKT.PST September 9, 2008.
                                          3. PT. Jasa Raharja (Persero) saat ini memantau perkembangan      3. PT Jasa Raharja (Persero) is currently monitoring the development
                                             pengurusan atas harta pailit yang dilakukan oleh Kurator.         of management of property of a bankrupt at the curator.

    4.   Niaga/ Trade / Business           1. PT. Bouraq Indonesia Airlines memiliki piutang premi          1. PT Bouraq Indonesia Airlines have insurance premiums                                        3.340
         (Kepailitan PT. Bouraq Indonesia     asuransi.                                                        receivable
         Airlines)/ / (PT Bouraq Indonesia 2. Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat         2. Commercial Court in the Central Jakarta District Court
         Airlines bankruptcy)                 menyatakan PT. Bouraq Indonesia Airlines dalam keadaan           declared PT. Bouraq Indonesia Airlines in a state of
                                              pailit dengan putusan Nomor: 01/PAILIT/2008.PN.NIAGA.            bankruptcy by the verdict Number: 01/PAILIT/2008.
                                              JKT.PST tanggal 25 September 2009.                               PN.NIAGA.JKT.PST September 25, 2009.
                                           3. Kurator PT. Bouraq Indonesia Airlines telah mentranfer        3. Curator PT. Bouraq Indonesia Airlines has been transferred
                                              pembagian harta pailit sebesar Rp. 47,10 juta dalam dua          the division of the bankruptcy estate Rp. 47.10 million in two
                                              tahap.                                                           stages.
                                           4. Tim Kurator PT. Bouraq Indonesia Airlines masih akan          4. Curator Tim PT. Bouraq Indonesia Airlines will still conduct an
                                              melakukan pelelangan harta pailit yang tersisa dan hasil         auction of the bankruptcy estate and auction the remaining
                                              pelelangan akan digunakan untuk pelunasan hutang PT.             will be used for repayment of debt of PT. Bouraq Indonesia
                                              Bouraq Indonesia Airlines kepada seluruh kreditor.               Airlines to all creditors.

    5.   Persaingan Usaha/ Business        1. KPPU dalam putusannya Nomor: 32/KPPU-L/2009 tanggal           1.  the Commission, in its decision No. 32/KPPU 2009-L/23                                      1.500
         Competition                          23 September 2010 menyatakan PT. Jasa Raharja (Persero)          September 2010, PT Jasa Raharja (Persero) it violates
         (Penjualan jasa asuransi             terbukti melanggar Pasal 17 dan 19 huruf d UU 5/1999             articles 17 and 19 of the letter of the law 5/1999 on the
         penumpang ferry Batam – Sin-         tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha           prohibition of monopolistic practices and unfair business
         gapura dan Batam- Malaysia di        Tidak Sehat.                                                     competition.
         Pelabuhan Ferry Batam)/           2. Menghukum PT. Jasa Raharja (Persero) dengan membayar          2. The penalty of PT Jasa Raharja (Persero), paying a fine in the
         (Sales of passenger ferry service    denda sebesar Rp. 1,5 miliar yang disetorkan ke Kas Negara       amount of Rp. 1,5 billion transferred to the State Treasury as
         insurance Batam - Singapore,         sebagai setoran pendapatan denda pelanggaran di bidang           revenue fine in the amount of the deposit of violations in the
         Malaysia and Batam in Batam          persaingan usaha.                                                area of competition.
         Ferry Port)                       3. Pengadilan Negeri Batam memutuskan bahwa putusan              3. Batam District Court ruled that the Commission’s decision is
                                              KPPU tersebut batal demi hukum dengan segala akibat              null and void with all its legal effects.
                                              hukumnya.                                                     4. The Commission appealed and is still in process at the
                                           4. KPPU mengajukan kasasi dan sampai saat ini masih dalam           Supreme Court.
                                              proses di tingkat Mahkamah Agung.                                1.500

    6.   Pidana Umum/ General Criminal 1. Penggelapan Dana Perusahaan dilakukan oleh oknum                  1. Embezzlement of company funds by the Company’s internal                                           -
         (Penggelapan Dana Perusahaan)/    internal Perusahaan di Kantor Cabang:                               elements in the Branch Office:
         (embezzlement of company          a. Sulsel sebesar             Rp 528,48 juta                         a. Sulsel sebesar/ As much as      Rp 528,48 juta
         funds)                            b. Riau                                                              b. Riau
                                           c. NAD sebesar                Rp 250,00 juta                         c. NAD sebesar/ as much as         Rp 250,00 juta
                                           d. Kalsel                                                            d. Kalsel
                                        2. Telah menunjuk lawyer setempat guna memastikan perkara           2. Has appointed a local lawyer to ensure that cases can be
                                           dapat diproses dan melakukan upaya pengembalian dana                processed and make the effort to restore the company funds
                                           perusahaan yang telah digelapkan.                                   that has been stolen

    7.   Pidana Khusus/ Special Crime     1. Jampidsus saat ini:                                            1. Special Crime Attorney now:                                                                       -
         (Korupsi Dana SWDKLLJ)/             a. Melaksanakan proses penyelidikan atas dugaan                a. Conducting the investigation of alleged corruption in the
         Corruption SWDKLLJ Funds)               tindak pidana korupsi dana SWDKLLJ di lingkungan              corporate environment SWDKLLJ funds amounting
                                                 perusahaan.                                                b. to call several company officials and asked for the necessary
                                             b. Melakukan pemanggilan beberapa pejabat perusahaan              documents.
                                                 dan meminta dokumen-dokumen yang diperlukan.               2. until now the investigation is still ongoing
                                          2. Hingga saat ini proses penyelidikan masih terus
                                             berlangsung.




                                                                                                                                                              LAPORAN TAHUNAN 2010                                   163
      Hasil Assessment GCG PT Jasa Raharja (Persero) selama                  Assessment GCG PT Jasa Raharja (Persero) during 2004-
      Tahun 2004 – 2008 menunjukkan peningkatan yang cukup                   2008 showed a significant increase, in accordance with the
      signifikan, sesuai dengan perolehan Skor tahun 2004                    acquisition of Score in 2004 was 59.85%, in 2006 at 80.35
      sebesar 59,85%, tahun 2006 sebesar 80,35 % dan tahun                   and 86.20% in 2008.
      2008 sebesar 86,20%


      No Aspek                                             Bobot        Capaian Tahun 2010                                              Aspect
                                                                         Skor    % Capaian
      (1)   (2)                                                 (3)        (4) (5=4/3x100)

      1.    Hak dan Tanggung Jawab Pemegang Saham/RUPS      9,00         7,22          80,27       1. Right and Responsibilities of Shareholder
      2.    Kebijakan Good Corporate Governance             8,00         7,37          92,06                                        2. GCG Policy
      3.    Penerapan Good Corporate Governance            66,00        58,73          88,98                                  3. GCG Application
            a. Dewan Komisaris                             27,00        24,05          89,06                        a. Board Of Commissioners
            b. Komite Dewan Komisaris                       6,00         5,43          90,50             b. Board of Commissioners Committee
            c. Direksi                                     27,00        23,68          87,70                                c. Board of Directors
            d. Satuan Pengawasan Intern                     3,00         2,85          94,83                        d. Internal Supervisory Unit
            e. Sekretaris Perusahaan                        3,00         2,73          91,00                              e. Corporate Secretary
      4.    Pengungkapan Informasi (Disclosure)             7,00         4,27          61,00                           4. Information Disclosure
      5.    Komitmen                                       10,00         8,62          86,15                                      5. Commitment
            SKOR KESELURUHAN                              100,00        86,20          86,20                                       Total Score
            PERINGKAT KUALITAS PENERAPAN GCG                      BAIK/ GOOD                                        QUALITY RATINGS GCG




      No Uraian                                          2004                2006          2008                                          Uraian
      1.    Nilai                                     59.85                  80.35         86.20                                           Nilai
      2.    Predikat                             Kurang Baik                  Baik          Baik                                        Predikat


              100,00
                  90,00
                  80,00
                  70,00
                  60,00
                  50,00
                  40,00
                  30,00
                  20,00
                  10,00
                   0,00
                                  2004                                2006                                 2008




164   LAPORAN TAHUNAN 2010
                        Laporan Direktur Utama/ Report of President Director
                        Ikhtisar Keuangan dan Operasional/
                                          Financial and Operational Highlights
                        Kebijakan Umum PKBL/ General Policy of PKBL
                        Profil PKBL Jasa Raharja/ Jasa Raharja PKBL Profile
                        Stuktur Organisasi dan SDM/ Organization Structure and HR
                        Peristiwa Penting/ Important Events
                        Kisah Sukses Mitra Binaan/ Partnership Success Stories
                        Analisa dan Pembahasan Manajemen PKBL
                                      Analysis and Discussion of PKBL Management
                        Rapat Umum Pemegang Saham
                                     Shareholder General Meeting
                        Sinergi Program Kemitraan dengan BUMN Penyalur Lain
                        Synergistic Partnership Program with Other State-Owned Enterprises
                        Surat Pernyataan Direksi/ Directors Statement
                        Opini Auditor/ Statement of Board of Director
                        Laporan Keuangan Lengkap/ Auditor’s Opinion




Program Kemitraan &
Bina Lingkungan
Partnership Program &
Community
Development
      LAPORAN DIREKTUR UTAMA                                            REPORT OF PRESIDENT DIRECTOR
      Perkenankanlah Direksi PT Jasa Raharja (Persero) menyampaikan     Please let the Board of Director of PT Jasa Raharja (Persero)
      Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan             presented Annual Report of Partnership Program and Community
      Tahun 2010 yang merupakan pelaksanaan tanggung jawab              Development year 2010, which is the implementation of corporate
      sosial perusahaan sebagai kristalisasi keberpihakan perusahaan    social responsibility, the realization of the alignment of the
      terhadap masyarakat dan lingkungan.                               corporate on society and environment.

      Melalui perjalanan waktu bagi perusahaan dimana pada tahap        Over the time for the company where at the early stage of
      awal pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan            management of The Partnership Program and Community
      (PKBL) tahun 1998 perusahaan bermitra strategis dengan            Development year 1998, the company had a strategic partnership
      PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebagai pengelola dana     with PT Bank Negara Indonesai (Persero) Tbk for the as a fund
      PKBL dan pada tahap akhir tahun 2010 perusahaan bermitra          manager of the Partnership, and by the end of 2010 the company
      sinergi dengan BUMN penyalur lainnya.                             has a new partnership with other State Owned Company.

      Pokok-pokok kinerja PKBL tahun 2010 berdasarkan kepada tema       The principles of Partnership Program and Community Development
      PKBL tahun 2010 “Mitra Sinergis dan Strategis”, adalah sebagai    Performance year 2010 based on the Partnership Program and
      berikut:                                                          Community Development theme 2010 “Synergistic and Strategic
                                                                        Partners” is as follows:

      1. Komposisi jumlah dana yang disalurkan untuk pinjaman dan       1. Composition of total funds disbursed for loans and grants
         hibah dari PT Jasa Raharja (Persero) Rp36,09 miliar atau          from PT Jasa Raharja, (Persero) Rp36 09 billion or 78.92%,
         78,92%, sedangkan dari PT BNI ’46 (Persero) Tbk sebesar           while PT BNI ‘46 (Persero) Tbk amounting to Rp 9.64 billion or
         Rp 9,64 miliar atau 21,08%.                                       21.08%.
      2. Komposisi jumlah Mitra Binaan yang disalurkan kepada 9         2. The Composition of total Partnership that is channeled to
         (sembilan) sektor usaha, dari PT Jasa Raharja (Persero)           9 (nine) business sectors, from PT Jasa Raharja (Persero)
         1.985 mitra binaan atau 82,88%, sedangkan dari PT BNI ’46         is 1.985 partners or 82,88%, meanwhile from PT BNI ‘46
         (Persero) Tbk sebesar 410 mitra binaan atau 17,12%.               (Persero) Tbk as much as 410 partners or 17,12%
      3. Penyaluran dana Program Kemitraan dengan bermitra sinergi      3. The allocation of funds in partnership program with synergistic
         dengan kedua BUMN yaitu PTPN X telah disalurkan 108 mitra         partnership with two State-owned enterprises, PTPN X it has
         binaan petani tebu di Jawa Timur dan PT Sang Hyang Seri           been distributed 108 farmers training partners in East Java and
         telah disalurkan 490 mitra binaan pembibitan jagung hibrida       PT Sang Hyang Seri has been distributed 490 training partners
         di Kabupaten Maros/Pinrang, Kabupaten Lombok, Sumbawa,            of hybrids maize breeding Maros Regency/Pinrang, Lombok,
         dan Bima.                                                         Sumbawa and Bima.
      4. Komposisi penyaluran Dana Program Bina Lingkungan              4. The allocation of community development programs in the
         sebesar Rp 10,19 miliar, dimana penyaluran dana BUMN              amount of Rp 10,190 billion, where the allocation of public
         Peduli sebesar Rp 1,89 miliar atau 38,52% dan penyaluran          funds is as much as Rp 1,89 billion, or 38.52%, and the
         dana untuk bencana alam, pendidikan dan pelatihan,                allocation of funds for disaster relief, education and training,
         peningkatan kesehatan, sarana dan prasarana umum, sarana          health, public buildings and infrastructure facilities, places of
         ibadah, pelestarian alam sebesar Rp 9,3 miliar atau 61,48%.       worship, preserving the Rp 9,3 billion or 61.48 %
      5. Tingkat kolektibilitas piutang pada tahun 2010 pada posisi     5. The level of collectivity account receivable in 2010 is at the
         83,75%.                                                           level 81,75%

      Direksi PT Jasa Raharja (Persero) mengucapkan terima kasih        The Board of Directors of PT Jasa Raharja (Persero) express the
      kepada seluruh lapisan masyarakat atas partisipasinya dalam       gratitude to all the people for their participation in the improvement
      meningkatkan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan, semoga        of the partnership and community development, may Allah SWT
      Tuhan YME memberikan kemudahan kepada kita semua.                 make it easy for us all.

                                                            Jakarta, 17 Juni 2011
                                                            Jakarta, June 17, 2011




                                                              Diding S. Anwar
                                                      Direktur Utama / President Director



166      LAPORAN TAHUNAN 2010
IKHTISAR KEUANGAN DAN                                                FINANCIAL AND OPERATIONAL
OPERASIONAL                                                          HIGHLIGHT
IKHTISAR LAPORAN KEUANGAN                                            FINANCIAL STATEMENT HIGHLIGHT
PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN                                PARTNERSHIP PROGRAM AND COMMUNITY DEVELOPMENT


   KETERANGAN                         2006             2007             2008             2009             2010          DESCRIPTION
   Aset                      84.980.760.671   87.979.137.803   48.867.041.147   62.294.992.663   80.787.405.108                      Aset
   Kewajiban                    614.937.122      252.661.073      271.393.361      208.622.616       35.475.000                   Liability
   Aset Bersih               84.980.760.671   87.979.137.803   48.867.041.147   62.086.370.047   80.751.930.108               Net assets
   Jumlah Penerimaan,         7.926.818.725    8.837.821.064   14.370.436.364   10.667.837.681   38.938.328.242         Total of revenue
   Pendapatan dan                                                                                                            income and
   Penyisihan                                                                                                               Amortization
   Jumlah Penyaluran,        13.494.751.235   29.297.432.200   28.088.384.428   11.215.009.939   23.212.436.063     Total of Distribution,
   Beban dan Pengeluaran                                                                                              Load and Expense


IKHTISAR OPERASIONAL                                                 OPERATIONAL HIGHLIGHT
PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN                                PARTNERSHIP PROGRAM AND COMMUNITY DEVELOPMENT
PROGRAM KEMITRAAN                                                    PARTNERSHIP PROGRAM

   JENIS USAHA              JUMLAH MITRA BINAAN (dalam unit) TOTAL PARTNERSHIP (units)                            TYPE OF BUSINESS
                                    2006           2007             2008           2009                   2010
   Industri                            157              156              200              113              228                   Industry
   Perdagangan                         606              761              735              908              910                      Trade
   Pertanian                            13                9               10               12              493                Agriculture
   Peternakan                           18               29               17               24               40                  Livestock
   Perkebunan                           10                5                7                3              332                 Plantation
   Perikanan                            12                8                9               14                8                    Fishery
   Jasa                                345              308              268              353              362                    Service
   Lain-lain                           132               84               31               43               22                      Other
   Jumlah                              754            1.260            1.277             1470            2.395                      Total




PROGRAM BINA LINGKUNGAN                                              COMMUNITY DEVELOPMENT PROGRAM

   RINCIAN KEGIATAN                                   PENYALURAN DANA / DISTRIBUTION FUNDS                        DETAIL ACTIVITIES
                                      2006             2007         2008           2009                   2010
   BUMN Peduli                            -     100.000.000     1.480.000.000               -     1.883.000.000     State-owned Care
   Korban Bencana Alam                    -     314.135.000     1.552.366.000     498.047.500     1.525.000.000         Disaster victim
   Pendidikan/Pelatihan         183.307.500     831.335.000       338.114.000     910.797.312     1.955.000.000    Education / Training
   Peningkatan Kesehatan         23.220.000     292.751.000     1.742.287.350     769.047.300     1.422.000.000    Health Improvement
   Sarana/Prasarana Umum                  -     411.211.000       261.610.000     586.929.500     1.335.000.000    Public Infrastructure
   Sarana Ibadah                 77.100.000     599.700.000       564.740.000     298.700.000     1.427.000.000     Religious Facilities
   Pelestarian Alam                       -                -     105.000.000       71.687.500      645.000.000     Nature Conservation

   Jumlah yang disalurkan      283.627.500    2.449.132.000    4.564.117.350    3.135.209.112 10.192.000.000                        Total




                                                                                                         LAPORAN TAHUNAN 2010                 167
      KEBIJAKAN UMUM PKBL                                              PKBL PUBLIC POLICY
      Pembinaan usaha kecil oleh BUMN dilaksanakan sejak terbitnya     The fostering of small enterprises by State-owned enterprises has
      Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1983 tentang Tata Cara        been realized since the issuance of the Government Regulation
      Pembinaan dan Pengawasan Perusahaan Jawatan (Perjan),            No. 3 year 1983 on Procedures for Development and Supervision
      Perusahaan Umum (Perum) dan Perusahaan Perseroan (Persero).      of Service Company, Public Company and Limited Company. At
      Pada saat itu, biaya pembinaan usaha kecil dibebankan sebagai    that time, the fostering small enterprises cost was charged as
      biaya perusahaan. Dengan terbitnya keputusan Menteri             an expense. With the issuance of Minister of Finance Decision
      Keuangan No.: 1232/KMK.013/1989 tanggal 11 Nopember 1989         No. 1232/KMK.013/1989 dated November 11, 1989 on the
      tentang Pedoman Pembinaan Pengusaha Ekonomi Lemah dan            Guidance for Small Entrepreneur and Cooperation through State-
      Koperasi melalui Badan Usaha Milik Negara, dana pembinaan        owned Enterprises, the development fund has been prepared from
      disediakan dari penyisihan sebagian laba sebesar 1% -5% dari     amortization of profit as much as 1% - 5% and profit after tax.
      laba setelah pajak. Nama program saat itu Iebih dikenal dengan   At that time, the program is known as the Development of Small
      Program Pembinaan Pengusaha Golongan Ekonomi Lemah dan           Entrepreneur and Cooperation.
      Koperasi (Pegelkop).

      Pada Tahun 1994, nama program diubah menjadi Pembinaan           In 1994, the name of the program has been changed into The
      Usaha Kecil dan Koperasi (Program PUKK) berdasarkan              Development of Small Enterprises and Cooperation (Program PUKK)
      Keputusan Menteri Keuangan No.:316/KMK.016/1994 tanggal          based on Minister of Finance Decision no. 316/KMK.016/1994
      27 Juni 1994 tentang Pedoman Pembinaan Usaha KeciI dan           dated June 27, 1994, about the Guidance of Small enterprises
      Koperasi melalui Pemanfaatan Dana dari Bagian Laba Badan         and Cooperation Development through utilization of funds and the
      Usaha Milik Negara.                                              profit of state-owned enterprises.

      Memperhatikan perkembangan ekonomi dan kebutuhan                 Concerning of economic development and community needs,
      masyarakat, pedoman pembinaan usaha kecil tersebut beberapa      the guidance of small enterprises development had to adjust
      kali mengalami penyesuaian, yaitu melalui Keputusan Menteri      several times, there are the Decision Letter of State Minister of
      Negara Pendayagunaan BUMN/Kepala Badan Pembina BUMN              State-owned Enterprises No. KEP-216/M-PBUMN/1999 dated
      No.:Kep-216/M-PBUMN/1999 tanggal 28 September 1999               September 28, 1999 on Partnership Program and State-owned
      tentang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan BUMN,              Enterprises Community Development, the Decision of Minister
      Keputusan Menteri BUMN No : Kep-236/MBU/2003 tanggal 17          of State-owned Enterprises No. KEP-236/MBU/2003 dated June
      Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil      17, 2003 about State-owned Enterprises Partnership Program
      dan Program Bina Lingkungan, dan terakhir melalui Peraturan      with Small enterprises and Community Development Program,
      Menteri Negara BUMN No : Per-05/MBU/2007 tanggal 27 April        and the last one is the Regulation of State Minister of State-
      2007 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil           owned Enterprises No. Per-05/MBU/2007 dated April 27, 2007
      dan Program Bina Lingkungan.                                     about State-owned Enterprises Partnership Program with Small
                                                                       Enterprises and Community Development Program.

      Sebagai implementasi dari kebijakan di atas, maka PT Jasa        As the implementation of the policies mentioned above, PT Jasa
      Raharja (Persero), berperan serta untuk memberdayakan dan        Raharja (Persero) participated to empower and develop economy,
      mengembangkan kondisi ekonomi, kondisi sosial masyarakat dan     social and environment conditions, through the implementation
      lingkungan sekitamya, melalui pelaksanaan Program Kemitraan      of Partnership Program and Community Development Program
      dan Program Bina Lingkungan (PKBL) yang dilaksanakan oleh        (PKBL) that has been implemented by PKBL Unit of PT Jasa
      Unit PKBL PT Jasa Raharja (Persero)                              Raharja (Persero)




168      LAPORAN TAHUNAN 2010
a. Program Kemitraan                                            a. Partnership Program
Maksud penyelenggaraan Program Kemitraan adalah dalam           The objective of the implementation of the Partnership Program
rangka mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi dengan        is to encourage the activity and economy growth, and with the
terciptanya pemerataan pembangunan melalui perluasan            creation of an equitable development through the expansion of
lapangan kerja dan kesempatan berusaha.                         employment and business opportunities.

Tujuan penyelenggaraan Program Kemitraan adalah                 The objective of the implementation of the Partnership Program is
mengembangkan potensi pengusaha kecil sebagai mitra binaan      to expand the small entrepreneur’s capacity as the partner, so
agar menjadi tangguh dan mandiri sehingga dapat meningkatkan    they can be tough and independent, and can improve community
taraf hidup masyarakat serta mendorong tumbuhnya kemitraan      living standard, also encourage the partnership relation between
antara PT Jasa Raharja (Persero) dengan pengusaha kecil.        PT Jasa Raharja (Persero) with Small enterprises

Ruang lingkup pelaksanaan Program Kemitraan adalah kegiatan     The scope of the implementation of the Partnership Program is a
penyaluran pinjaman kepada mitra binaan dan penyaluran hibah    lending activities to partners trained and disbursement of grants in
berupa pendidikan/ pelatihan mitra binaan dan pameran produk    the form of education / training and exhibition of products Partners
Mitra binaan yang meliputi wilayah binaan di Kantor Pusat di    trained partners built up area constructed at the Head Office in
Jakarta dan 28 Kantor Cabang di seluruh Indonesia.              Jakarta and 28 branches throughout Indonesia.

b. Program Bina Lingkungan                                      b. Community Development Program
Penyelenggaraan Program Bina Lingkungan adalah dalam rangka     Implementation of the Community Development Program is to
meningkatkan kepedulian PT Jasa Raharja (Persero) terhadap      raise awareness of PT Jasa Raharja (Persero) for people in the
Iingkungan masyarakat di sekitar wilayah usaha kantor PT Jasa   area around the business office of PT Jasa Raharja (Persero).
Raharja (Persero).

Tujuan penyelenggaraan Program Bina Lingkungan adalah           The purpose of the Community Development Program to
memberdayakan kondisi sosial masyarakat di sekitar wilayah      empower the social conditions of communities in the area around
usaha kantor PT Jasa Raharja (Persero), baik wilayah kerja      the business office of PT Jasa Raharja (Persero), both working
Kantor Pusat di Jakarta maupun wilayah Kantor Cabang di         areas at the Head Office Branch Office in Jakarta and throughout
seluruh Indonesia.                                              Indonesia.

Sesuai Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara        According to Minister of State Enterprises Number: PER-05/
Nomor: PER-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007, ruang Iingkup     MBU/2007 April 27, 2007, the scope of assistance Community
bantuan Program Bina Lingkungan BUMN Pembina adalah:            Development Program of State-owned enterprises is:
•	 Bantuan	korban	bencana	alam                                  •	 Natural	Disaster	Aid
•	 Bantuan	pendidikan	dan/atau	pelatihan                        •	 Education	and/or	Training
•	 Bantuan	peningkatan	kesehatan                                •	 Health	Improvement
•	 Bantuan	pengembangan	prasarana	dan/atau	sarana	umum          •	 Development	of	infrastructure	and/or	public	facilities
•	 Bantuan	sarana	ibadah                                        •	 Religious	Facilities
•	 Bantuan	pelestarian	alam.                                    •	 Natural	Conservation




                                                                                                   LAPORAN TAHUNAN 2010                169
      PROFIL PKBL JASA RAHARJA                                          JASA RAHARJA PKBL PROFILE
      Pendirian dan Informasi Umum                                      Founding and General Information
      Program PKBL PT Jasa Raharja (Persero) dilaksanakan               PT Jasa Raharja Partnership Program (Persero) conducted with
      dengan dana yang bersumber dari penyisihan laba dibagi yang       funding from the split of profit allowance is determined through
      ditetapkan melalui RUPS, dan hasil pengembangan dana berupa       the Shareholder General Meeting, and the results from the
      penerimaan pokok pinjaman dan bunga pinjaman serta bunga          development fund revenue in the form of the loan principal and
      hasil penempatan dana. Alokasi laba untuk Program Kemitraan       interest on loans and interest the results of the placement of funds.
      dan Program Bina Lingkungan maksimal 2% dari laba perusahaan      Allocation of profit for the Partnership Program and Community
      setelah pajak. Pembentukan dana PKBL yang bersumber dari          Development to 2% of profit after tax. Establishment of Partnership
      laba perusahaan, sesuai dengan Keputusan Menteri BUMN             funds sourced from company profits, according to Ministerial
      Nomor KEP- 236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003, tentang             Decree No. KEP-236/MBU/2003 Enterprises dated June 17,
      Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program             2003, the Partnership Program to Small Business and Community
      Bina Lingkungan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan         Development, as amended by Regulation of the Minister of State
      Menteri Negara BUMN Nomor PER-05/MBU/2007 tanggal 27              Enterprises No. PER-05 / MBU / 2007 April 27, 2007 about
      April 2007 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha            the Partnership Program to Small Business and Community
      Kecil dan Program Bina Lingkungan.                                Development Program.

      Di samping itu, sejak tahun 1998 PT Jasa Raharja (Persero)        In addition, since 1998 PT Jasa Raharja (Persero) was appointed
      ditunjuk sebagai pengelola dana PKBL PT BNI (Persero) Tbk         as fund manager PKBL PT BNI (Persero) Tbk after Go Public based
      pasca Go Publik berdasarkan surat Direktur Jenderal Pembinaan     on the letter of the Director General of the state-owned Ministry
      BUMN Departemen Keuangan, Nomor S-1025/BU/1997 tanggal            of Finance, No. S-1025/BU/1997 dated July 25, 1997. This
      25 Juli 1997. Keputusan ini selanjutnya ditindak lanjuti dengan   decision was later followed up with a Memorandum of CF BNN
      Memorandum of CF BNN BHY VDir/0014 dan Nomor Skeb/02/             BHY VDir/0014 and Number Skeb/02/VII/1998 dated July 8, 1998.
      VII/1998 tanggal 8 Juli 1998. Dengan adanya MoU tersebut          With the MoU PKBL all program activities originally performed by
      seluruh kegiatan program PKBL yang semula dilakukan oleh PT       PT BNI (Persero) Tbk transferred to PT Jasa Raharja (Persero). But
      BNI (Persero) Tbk dialihkan kepada PT Jasa Raharja (Persero).     since 2003, PT Jasa Raharja (Persero) no longer gain income from
      Namun sejak tahun 2003, PT Jasa Raharja (Persero) tidak           operations of PT BNI (Persero) Tbk based on the Ministry of SOEs
      lagi memperoleh bagian laba usaha dari PT BNI (Persero) Tbk       Number S-466/MBU/2003 dated October 2, 2003 stating that the
      berdasarkan Surat Kementrian BUMN Nomor S-466/MBU/2003            start of the division of profits PT BNI (Persero) years fiscal 2002,
      tanggal 2 Oktober 2003 yang menyatakan bahwa terhitung            PT BNI (Persero) Tbk back PKBL manage the distribution of funds.
      mulai dari pembagian laba PT BNI (Persero) tahun buku 2002,
      PT BNI (Persero) Tbk kembali mengelola penyaluran dana PKBL.

      Dasar Pelaksanaan                                                 Basic Implementation
      a. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor KEP-          a. Decree of Minister of State-owned Enterprises No. KEP-
         236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program                 236/MBU/2003 dated June 17, 2003 about the Partnership
         Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil             Program with Small State-Owned Enterprises and Community
         dan Program Bina Lingkungan, pasal 8, sebagaimana telah           Development Program, Section 8, as amended by Regulation
         diubah dengan Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor                 of the Minister for State Enterprises No. PER-05/MBU / 2007
         PER-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007 tentang Program             April 27, 2007 on the Partnership Program with Small State-
         Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil             Owned Enterprises and Community Development Program of
         dan Program Bina Lingkungan pasal 9.                              article 9.
      b. Surat Edaran Menteri Negara BUMN Nomor SE-01/                  b. Minister for State Enterprises Circular No. SE-01/MBU/2007
         MBU/2007 tanggal 31 Agustus 2007 tentang Pemberlakuan             August 31, 2007 on the Implementation of Administrative
         Jasa Administrasi Pinjaman Program Kemitraan dan Bina             Services Loan Program and the Community Development
         Lingkungan (PKBL).                                                Partnership (Partnership).
      c. Surat Edaran Kementrian BUMN Nomor SE-433/MBU/2003             c. Minister of State-owned Enterprises Circular No. SE-433/
         tanggal 16 September 2003 perihal petunjuk pelaksanaan            MBu/2003 dated September 16, 2003 on the implementation
         Program Kemitraan dengan Usaha Kecil dan Program Bina             of Partnership program with Small enterprises and Communities
         Lingkungan.                                                       Development.




170      LAPORAN TAHUNAN 2010
d. Surat Direktur Jenderal Pembinaan BUMN No.S-1024/              d. Letter from the Director-General of State enterprises No.S-
   BU/1997 tanggal 25 Juli 1997 tentang Pengelolaan dana             1024/BU/1997 July 25, 1997, concerning the management of
   program Kemitraan PT BNI (Persero) Tbk oleh PT Jasa               the funds of the partnership program of PT BNI (Persero) Tbk
   Raharja (Persero)                                                 by PT Jasa Raharja (Persero)
e. Surat Kementrian BUMN Nomor S-466/MBU/2003 tanggal 2           e. Letter of Minister of State-owned enterprises No. S-466/
   Oktober 2003 yang menyatakan bahwa terhitung mulai dari           MBU/2003 dated October 2, 2003, it mention that starting
   pembagian laba PT BNI (Persero) tahun buku 2002 PT BNI            from profit sharing of PT BNI (Persero) book year 2002, PT BNI
   (Persero) kembali mengelola penyaluran dana PKBL.                 (Persero) back to manage the distribution of PKBL funds.


Kegiatan Utama                                                    Main Activities
Program Kemitraan yang dikelola PT Jasa Raharja (Persero)         Partnership Program that is managed by PT Jasa Raharja (Persero)
disalurkan dalam bentuk pinjaman modal kerja dan hibah            disbursed in the form of working capital loans and grants to assist
untuk membantu Mitra Binaan dalam rangka mengembangkan            Partners Patronage in order to expand its business including:
usahanya meliputi : program pendidikan, program pelatihan,        educational programs, training programs, internship programs,
program pemagangan, program pemasaran, program promosi,           marketing programs, promotional programs, and other matters
dan hal-hal lain yang menyangkut peningkatan produktivitas        relating Partners patronage increase productivity.
Mitra Binaan.

Sedangkan Program Bina Lingkungan dilaksanakan untuk tujuan       While the program of social development is to provide benefits
yang memberikan manfaat kepada masyarakat di wilayah PT           to the communities in the area of PT Jasa Raharja (Persero) in
Jasa Raharja (Persero) dalam bentuk bantuan korban bencana        the form of aid for the victims of natural disasters, assistance in
alam, bantuan pendidikan dan/atau pelatihan, bantuan bea          the areas of education and/or training, scholarship assistance,
siswa, bantuan peningkatan kesehatan, bantuan sarana ibadah,      assistance for the improvement of the health, religious facilities,
bantuan pengembangan prasarana dan/atau sarana umum dan           and assistance to the development of the infrastructure and/or
pelestarian alam serta kegiatan lainnya dalam rangka untuk        public facilities and nature conservation, as well as other activities
memberdayakan dan mengembangkan kondisi sosial ekonomi            in order to increase the capacity and development of the socio-
masyarakat.                                                       economy conditions of society.

Jumlah Mitra Binaan Per 31 Desember 2010

      No    Kantor Cabang                           Jumlah / Total                                            Branch Office
      1     Kantor Pusat                                     2.609                                               Kantor Pusat
      2     DKI Jakarta                                      1.390                                                DKI Jakarta
      3     Jawa Barat                                       2.508                                                Jawa Barat
      4     Jawa Tengah                                    13.443                                               Jawa Tengah
      5     Jawa Timur                                      6.384.                                                Jawa Timur
      6     Sumatera Utara                                   1.496                                            Sumatera Utara
      7     Bali                                             1.566                                                        Bali
      8     Nanggroe Aceh                                    1.024                                            Nanggroe Aceh
      9     Sumatera Barat                                   1.152                                            Sumatera Barat
      10    Sumatera Selatan                                 1.653                                         Sumatera Selatan
      11    Sulawesi Selatan                                 1.943                                          Sulawesi Selatan
      12    Sulawesi Utara                                   1.157                                             Sulawesi Utara
      13    Kalimantan Selatan                                 787                                        Kalimantan Selatan
      14    Kalimantan Barat                                   680                                          Kalimantan Barat
      15    Lampung                                           1.112                                                  Lampung
      16    Riau                                               856                                                       Riau
      17    DI Yogyakarta                                    7.942                                              DI Yogyakarta
      18    Maluku                                             446                                                     Maluku
      19    Kalimantan Timur                                   754                                         Kalimantan Timur
      20    Papua                                              748                                                      Papua
      21    Jambi                                            1.100                                                      Jambi
      22    Bengkulu                                           970                                                   Bengkulu
      23    NTT                                                689                                                        NTT
      24    NTB                                                 614                                                      NTB
      25    Sulawesi Tenggara                                  476                                        Sulawesi Tenggara
      26    Sulawesi Tengah                                    608                                          Sulawesi Tengah
      27    Kalimantan Tengah                                  653                                        Kalimantan Tengah
      28    Banten                                             205                                                     Banten
      29    Timor Timur                                           7                                               Timor Timur
            Jumlah                                        56.200                                                        Total




                                                                                                      LAPORAN TAHUNAN 2010                 171
      STRUKTUR ORGANISASI DAN                                               ORGANIzATION STRUCTURE AND
      SUMBER DAYA MANUSIA                                                   HUMAN RESOURCES
      Susunan Pengurus                                                      Board Composition
      Susunan pejabat yang membawahi PKBL ditetapkan berdasarkan            The official who oversees the partnership mechanism established
      Surat Keputusan Direksi Nomor SM/55/III/2010 tanggal 26               by Decree No. 55/SM/III/2010 Board of Directors dated 26 July
      Juli 2010 dan Surat Keputusan Direksi Nomor SM/35/III/2010            2010 and Decree No. SM/35/III/2010 Board of Directors on April
      tanggal 28 April 2010 adalah :                                        28, 2010, as follows:

      Direktur Keuangan      : H. Robino Suharsono                          Director of Finance           :   H. Robino Suharsono
      Kepala Divisi Keuangan : H. Budi Rahardjo Slamet                      Head of Finance Division      :   H. Budi Rahardjo Slamet
      Kepala Urusan PKBL     : Hairul Aswan                                 Head of PKBL Affairs          :   Hairul Aswan

      Struktur Organisasi                                                   Organization Structure
      Struktur Organisasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan             Organization Structure and Community Development Partnership
      (PKBL) pada PT Jasa Raharja (Persero) dilaksanakan oleh Urusan        Program (Partnership) at PT Jasa Raharja (Persero) conducted
      PKBL di bawah Divisi Keuangan sesuai Keputusan Direksi Nomor          by the Partnership Affairs Division under the Board of Directors
      KEP/168/2008 tanggal 5 Desember 2008 tentang Struktur                 of Finance in accordance with KEP/168/2008 Decision dated
      Organisasi PT Jasa Raharja (Persero).                                 December 5, 2008 on the Organizational Structure of PT Jasa
                                                                            Raharja (Persero).

      Tugas dan Tanggungjawab                                               Duties and Responsibilities
      Struktur Organisasi PKBL PT Jasa Raharja (Persero) terdiri dari       Organization Structure PKBL PT Jasa Raharja (Persero) consists
      Kantor Pusat dan Kantor Cabang/ Perwakilan yang tersebar di           of Head Office and Branch Office / Representative scattered in
      30 provinsi di Wilayah Indonesia. Pengelolaan PKBL pada Kantor        30 provinces in Indonesia Region. Management Partnership
      Pusat dilaksanakan oleh Kepala Urusan yang membawahi 3                implemented by the Central Office Administrator at three (3)
      (tiga) Kepala Seksi yaitu Kepala Seksi Program Bina Lingkungan,       Section Head Section Head of Community Development Program,
      Kepala Seksi Survey & Inkaso dan Kepala Seksi Program                 Section Chief and Head of Survey & collection Partnership Program
      Kemitraan.

      Pengelolaan pada Kantor Cabang sebagai berikut:                       Management at branch offices as follows:
      •	 Kantor	Cabang	Type	A,	pengelolaan	PKBL	dilaksanakan	oleh	          •	 In	branch	Office	Type	A,	PKBL	management	carried	out	by	a	
         seorang Kepala Sub Bagian PKBL yang bertanggung jawab                 Sub-Section Head of Partnership and responsible to the Head
         Kepada Kepala Bagian Keuangan.                                        of Finance.



                                                                    DIREKTUR KEUANGAN


                                                                      DIVISI KEUANGAN



                                                                     URUSAN PROGRAM
                                                                    KEMITRAAN DAN BINA
                                                                       LINGKUNGAN




                                                  SEKSI PROGRAM       SEKSI SURVEY &        SEKSI PROGRAM
                                                 BINA LINGKUNGAN         INKASO               KEMITRAAN




                                                   CABANG TIPE A       CABANG TIPE B        CABANG TIPE C




                                                 BAGIAN KEUANGAN    BAGIAN ADMINISTRASI




                                                 SUB. BAGIAN PKBL    SUB. BAGIAN PKBL         UNIT PKBL




172      LAPORAN TAHUNAN 2010
•	 Kantor	Cabang	Type	B,	kegiatan	PKBL	dikelola	oleh	seorang	   •	 In	 branch	 Office	 Type	 B,	 the	 activities	 of	 the	 Partnership	 is	
   Kepala Sub Bagian PKBLyang bertanggung jawab Kepada             managed by a Head of Sub-Section who is responsible to the
   Kepala Bagian Administrasi.                                     Head of Administration.
•	 Kantor	Cabang	Type	C,	kegiatan	PKBL	dikelola	oleh	seorang	   •	 Branch	 Office	 Type	 C,	 the	 activities	 of	 the	 Partnership	 is	
   Kepala Unit PKBL yang bertanggung jawab kepada Kepala           managed by a Head of Partnership Units are responsible to the
   Cabang.                                                         Head of Branch

Jumlah Pegawai                                                  Number Of Employees
Jumlah pegawai yang mengelola PKBL tahun 2010 adalah 48         Number of employees who manage the Partnership in 2010 was
orang.                                                          48 people.




                                                                                                      LAPORAN TAHUNAN 2010                    173
                                                           16 Juli Konggres Sepeda Indonesia




      24 Maret gelar karya PKBL 2010




                                                                                               1 Desember Beasiswa Bina Lingkungan




                                                                                     9 Agustus Sinergi Antara BUMN
                         2 Nopember Bantuan Sepeda Motor                             melalui PKBL dalam pendanaan untuk
                         50 Buah-2                                                   petani tebu




174       LAPORAN TAHUNAN 2010
                           5 Agustus Islamic Festival Expo




                                                                                                    6 September Mudik Gratis di Parkir
                                                                                                    Timur Senayan




Wakil presiden Boediono mengunjungi
stand mitra binaan Jasa Raharja




                                                             23 September Pameran IBBEX 2010 di
                                                             JCC Jakarta




 30 September KSN EXPO
                                                                                             LAPORAN TAHUNAN 2010               175
                                                                              Kisah Sukses Penerima Modal Kerja
                                                                              Sistem Cluster
                                                                              AGAR KREASI BAMBU
                                                                              LEBIH MAJU
                                                                                            Success Story from the Cluster


                                                                                     
                                                                                          System Working Capital Achiever
                                                                                   BAMBOO CREATION TO
                                                                                     BE MORE ADVANCED


       Kerajinan bambu di Provinsi Nusa Tenggara Barat cukup       Bamboo craft in the province of West Nusa Tenggara are
       potensial dikembangkan. Namun, karena keterbatasan          potential enough to be developed. However, due to limited
       modal, usaha rakyat ini menjadi terkendala. Jasa Raharja    capital, the business people became constrained. Jasa Raharja
       pun turun tangan membantu melalui PKBL dengan sistem        intervened to help through a partnership with the cluster
       cluster, khususnya bagi kelompok Perajin Bambu Gunung       system, especially for the group Bamboo Crafts Gunung Sari.
       Sari.

       Rona bahagia dan senyum penuh kegembiraan begitu nyata      The faces full of happiness and smile’s are so real from the
       dari ekspresi para mitra binaan Jasa Raharja pada saat      expression of the Jasa Raharja Partnership, when they received
       menerima pinjaman modal kerja sistem cluster. Kelompok      cluster system working capital loan. Bamboo Craftsman Group
       Pengrajin Bambu Gunung Sari, Lombok Barat, yang diketuai    of Gunung Sari, West Lombok, which is chaired by H.M Ilwan,
       oleh H. M. Ilwan, menjadi kelompok pertama penerima         became the first recipient of the loan program in partnership
       pinjaman Program Kemitraan dengan sistem cluster di Jasa    with the cluster system of PT Jasa Raharja (Persero) Branch
       Raharja Cabang Nusa Tenggara Barat. Bantuan diserahkan      West Nusa Tenggara. The donation was delivered in the
       di ruang pertemuan Jasa Raharja Cabang NTB pada tanggal     boardroom of PT Jasa Raharja (Persero) in NTB Services
       7 Juli 2010. Acara penyaluran modal kerja bagi Kelompok     Branch on July 7, 2010. Distribution of the working capital for
       Pengrajin Bambu Gunung Sari, Lombok Barat ini dihadiri      the group Bamboo Craftsman Gunung Sari, West Lombok was
       oleh sembilan mitra binaan dengan total penyaluran          attended by nine trained partners with the disbursement of
       Rp 150.000.000.                                             Rp 150 million.

       “Saya mengira kalau datang ke kantor Jasa Raharja cuma
       hanya menerima bantuan pinjaman modal kerja , ternyata      “I think when it comes to Jasa Raharja office, I just received
       saya dapat juga ilmu yang sangat bermanfaat bagi saya       a working capital loan, obviously I can learn something very
       dan mungkin nantinya akan bermanfaat pula bagi keluarga     useful for me and might be beneficial for the S family, my
       S, tetangga saya. Salut buat Jasa Raharja”. Itulah yang     neighbors. Congratulation for Jasa Raharja”. Expressed one
       diungkapkan salah satu mitra binaan saat setelah menerima   partners a moment after receiving working capital assistance
       bantuan modal kerja sambil mengacungkan jempol.             with a thumbs-up.

       Terkait peran Jasa Raharja yang menyalurkan pinjaman
       dengan sistem cluster, H.Ilwan, ketua kelompok Cluster      In relation with the role of Jasa Raharja who distributed cluster
       Bambu, binaan Jasa Raharia NTB. yang juga pengusaha         system loan, H. Ilwan, the head of the Bamboo Cluster in
       kerajinan bambu di Desa Tamansari, mengaku sangat           Tamansari Village, who is also bamboo craftman, admitted
       berterima kasih dan sangat bermanfaat bagi dia dan          that he feels so grateful, the loan is very useful for him and the
       anggota kelompoknya. “Kalau tidak ada bantuan pinjaman      group member. “If there is no capital loan assistance from Jasa
       modal dari Jasa Raharja, saya tidak ada tambahan modal,”    Raharja, I do not have the extra capital,” he said.
       ucapnya.




176   LAPORAN TAHUNAN 2010
Sementara mengenai usaha kerajinan bambu, lanjut H.
Ilwan, di Lombok dan umumnya di Provinsi NTB masih          While bamboo handicraft business, continued H. Ilwan,
sangat potensial dikembangkan. Selain banyak masyarakat     Lombok and are generally in the province is still potential for
yang memiliki kemampuan dalam menghasilkan kerajinan        development. In addition many people who have the ability to
bambu, pangsa pasar juga masih sangat terbuka luas.         produce bamboo handicrafts, market share is still very wide
“Ditambah lagi bahan baku bambu, di Lombok ini masih        open. “Plus the raw materials of bamboo, in Lombok are still
sangat banyak tersedia. Makanya sayang sekali jika ini      very much available so fond, if not developed. Fortunately
tidak dikembangkan. Syukurnya Jasa Raharja membantu         Jasa Raharja help us so that Insya Allah, bamboo handicraft
kami sehingga Insya Allah usaha kerajinan bambu ini akan    business will grow,” said Ilwan.
makin berkembang,” tegas Ilwan.

Ilwan juga menyatakan, untuk kelompoknya yang terdiri
dari sembilan anggota, menerima pinjaman sebesar            Ilwan also stated, for the group which consists of nine members,
Rp150 juta. “Sementara saya sendiri mendapat kucuran        received loans to the amount of Rp150 million. “As for myself
modal Rp15 juta,” katanya.                                  getting capital disbursements as much as Rp 15 million,” he
                                                            said.
Dengan omset rata-rata Rp 7 juta hingga Rp 10 juta/bulan,
Ilwan pun sangat tidak keberatan membayar angsuran          With an average turnover of Rp 7 million to Rp 10 million / month,
Rp500.000/bulan kepada Jasa Raharja selama tiga             Ilwan really do not mind paying installments Rp500.000/month
tahun. Dengan tambahan modal kerja itu, ia dan anggota      to Jasa Raharja for three years. With additional working capital,
Kelompok Pengrajin Bambu Gunung Sari makin optimistis       he and members of the Group of Gunung Sari Bamboo Craft
bisa mengembangkan usaha lebih besar lagi. Mampu            increasingly optimistic to develop the business even bigger.
berkembang lebih besar, tentu saja memang inilah yang       Able to grow bigger, of course, is precisely what is expected
diharapkan Jasa Raharja. Alhasil bantuan pinjaman modal     to Jasa Raharja. As a result of assistance provided loan capital
yang diberikan bisa lebih efektif dan maksimal.             can be more effectively and optimally.




                                                                                                    LAPORAN TAHUNAN 2010         177
              KISAH SUKSES MITRA BINAAN:
              COKELAT ASLI BANTEN
              BERANI MENDUNIA
              (sumber: female.kompas.com
              29 Desember 2010)

                       SUCCESS STORY TRAINED PARTNERS:
                       ORIGINAL CHOCOLATE

                                                                                                                                                
                       BANTEN GLOBAL DARE
                                        (source: female.kompas.com
                                                December 29, 2010)


       Anda penggemar cokelat? Pilihan cokelat beragam di               Are you a chocolate lover? There are so many variety of
       berbagai supermarket dan banyak di antaranya merupakan           chocolates in the supermarket, and many of them are famous
       merek ternama. Baik cokelat batangan, ataupun produk lain        brands. Whether it is chocolate bars, or other products made
       berbahan cokelat seperti susu. Tahukah Anda, cokelat yang        from chocolate such as milk. Do you know that the chocolate
       Anda konsumsi, yang katanya produk luar negeri, ternyata         that you consume, which is said the import product, in fact the
       berbahan dasar dari perkebunan cokelat di Indonesia?             basic material came from the cocoa plantations in Indonesia?
       Perkebunan cokelat di Pandeglang atau Serang Banten,             One of them is Cocoa plantations in Pandeglang or Serang
       salah satunya.                                                   Banten.

       “Indonesia menjadi konsumen cokelat yang diimpor dari            “Indonesia became consumers of chocolate imported from
       sejumlah negara, padahal bahan dasarnya bersumber dari           several countries, but the origin of its basic ingredients came
       lahan di Indonesia,” papar Sofihah, pemilik merek cokelat Al     from Indonesia”, said Sofihah, the owner of Al Madad chocolate
       Madad, kepada Kompas Female di sela SMEsCO UKM Food              brand, told Reuters in framework SMeSCO Small Medium
       & Packaging Expo 2010 di Gedung SMEsCO Gatot Subroto,            Enterprises Food and Packaging Expo 2010 in SmeSCO building
       Jakarta, Rabu (27/10/2010) lalu.                                 Gatot Subroto, Jakarta, on Wednesday (27/10/2010).

       Al Madad adalah merek cokelat yang digagas Sofihah dan           Al Madad is a brand of chocolate and Sofihah became a popular
       mulai dikenal pasar lokal sejak 2008 lalu. Sofi, panggilan       local market since 2008. Sofi, her nickname, plans to improve
       akrabnya, berniat mengangkat kekhasan lokal Banten               local identity of Banten by its chocolate products. Beginning of
       dari produk cokelatnya. Mulai penamaan yang bernuansa            the naming of the distinctive cultural and religious nuances of
       religi dan budaya khas Banten, hingga penggunaan bahan           Banten, use raw materials originating from chocolate factory in
       baku cokelat yang berasal dari sejumlah pabrikan cokelat         Banten. Some manufacturers also use chocolate raw materials
       di Banten. Sejumlah pabrikan ini juga menggunakan bahan          from plantations in the province that this year at the age of 10
       baku cokelat dari perkebunan yang ada di provinsi berusia        years.
       10 tahun ini.

       “Indonesia penghasil cokelat terbesar di dunia. Perkebunan       “Indonesia is the largest producer of chocolate in the world.
       cokelat di Serang, Banten, juga terbesar di tingkat Asia. Jadi   Cocoa plantation in Serang, Banten, is also the largest in Asia.
       tak perlu jauh-jauh menikmati cokelat, karena semuanya           So we do not have to go far to enjoy chocolate, because they
       ada di negeri sendiri,” katanya, menambahkan bahwa               exist in their own country “, she said, and added that plantations
       perkebunan cokelat di Serang berhasil mengekspor cokelat         of cocoa in Serang has successfully exported for the first time
       untuk pertama kalinya pada tahun 2010.                           in 2010.”

       Al Madad adalah sebutan untuk paku Banten, yang                  Al Madad is also known as Banten’s nail, which used in the
       digunakan dalam seni tradisi khas Banten, yakni Debus.           traditional art of Banten called Debus. The branding name that
       Penamaan produk yang mewakili Banten menjadi                     represented Banten is a credit to Sofi, it is also a prove that the
       kebanggaan bagi Sofi, sekaligus membuktikan cokelat lokal        taste and quality of local chocolates is as good as overseas’
       tak kalah rasa dan kualitasnya dengan brand luar negeri.         brand

       Modal Rp 10 juta, usaha berkembang dalam dua tahun Sofi          With Rp 10 million for the capital, the business develop in two
       menghitung, modal awal membangun usaha perdananya ini            years Sofi calculated that the initial capital to build her first
       sekitar Rp 10 juta. Bahan baku yang didapat tak jauh dari        business was approximately Rp 10 million. The ingredients
       tempat tinggalnya di Serang membantunya mengurangi               that can be obtained is not far from her residence in Serang, it



178   LAPORAN TAHUNAN 2010
sejumlah biaya. Sejumlah alat mesin maupun manual yang           helped her to reduce some of the expenses. Some manual and
dibutuhkan untuk produksi cokelat juga termasuk dalam            machine tools that she needed to produce the chocolates are
modal awal ini.                                                  included in this initial capital.

Kini, setelah dua tahun berjalan, produksi rata-rata hariannya   Now, after two years running, the average daily production is
lebih dari 200 cokelat. Omzetnya mencapai Rp 12 – 15 juta        more than 200 chocolates. The turnover reached Rp 12 – 15
per bulan dengan profit lebih dari 20 persen.                    million per month with a profit more than 20 percent.

Sofi juga berhasil mengembangkan bisnis cokelatnya dengan        Sofi also managed to develop a chocolate business by opening
membuka tiga outlet di supermarket dan mall.                     three outlets in supermarkets and malls.

Bermodalkan semangat dan kegigihan mempromosikan                 Capitalized by spirit and persistence to promote local product,
produk lokal, Sofi sukses berbisnis cokelat. Perempuan yang      Sofi has successfully managed her chocolates business. The
bosan menjadi karyawan dan berani melangkah dengan               woman who were tired to be an employee and dared to start
berwirausaha ini mengaku sudah BEP dalam dua tahun.              her own business claimed to have break even point in two
Menggunakan bahan baku yang berasal dari kebun lokal,            years. Use of raw materials originating from local gardens,
Sofi yakin produk rumahan miliknya bisa bersaing dengan          Sophie believes his home products can compete even with the
pabrikan bahkan produk merek ternama atau impor. Toh,            manufacturer or import of products from leading brands. In the
banyak produk cokelat di pasaran yang sebenarnya berasal         end, many products, chocolate on the market, which comes
dari tanah nusantara. Hanya saja, dikelola dan diberi merek      from the land of the archipelago. Only managed and branded
dari luar negeri, katanya.                                       from abroad, “ she said.

Fokus pada pengembangan produk                                   Focus on product development
Meski dekat dari sumber daya alam cokelat, Sofi mengaku          Although close to the natural resources of chocolate, Sofi
lebih efisien membeli bahan baku setengah jadi dari pabrik       claimed that it is more efficient to buy semi-finished ingredients
cokelat. Sofi lebih banyak menggunakan dark chocolate pada       from the chocolate factory. Sofi uses more dark chocolate in
produknya.                                                       its products.

“Membeli bahan baku mentah dari kebun membutuhkan biaya          “Purchasing o raw material from the plantation requires a higher
lebih tinggi untuk pengolahan. Saya lebih memilih membeli        cost of processing. I prefer to buy manufactured ingredients
bahan baku pabrikan dan fokus pada pengembangan produk,”         and focused on product development.” she added.
katanya.

Benar saja, dalam dua tahun cokelat Al Madad memiliki lebih      Of course, within two years of chocolate Al Madad has more
dari tiga varian olahan cokelat. Tahap awal, Sofi mengenalkan    than three options processed chocolate. Early stage, Sophie
cokelat berbentuk stik bergambar bunga atau binatang. Anak-      will present a spectacular chocolates sticks with form flowers
anak menjadi sasaran pasar Sofi pada tahap awal membuka          or animals. The children were the early target of Sophie market,
bisnisnya yang belum diberi nama Al Madad. Cokelat stik          which is still did not name Al Madad. Sofi’s creations on
kreasi Sofi semakin berkembang pada 2009 dengan model            chocolate sticks grow in 2009 with eatable model. Chocolate
edible. Cokelat stik dengan model gambar dari bahan kertas       sticks with an image of a sugar paper material that is safe to
gula yang aman dimakan. Sofi juga menerima permintaan            eat. Sophie also received a special request, replacing an image
khusus, dengan mengganti gambar atau foto tokoh kartun           or photo on edible chocolate character of the cartoon, with
pada cokelat edible, dengan foto pribadi.                        personal photos.

Kurang dari setahun, Sofi menangkap peluang lain untuk           Less than a year, Sofi captured other opportunities to develop
mengembangkan usahanya. Al Madad kemudian hadir dalam            the business. Al Madad then come in the form of chocolate
bentuk cokelat batangan dengan dua pilihan ukuran, 80 gram       bars with a choice of two sizes, 80 grams and 60 grams. Also
dan 60 gram. Variasi rasa juga memperkaya pilihan produk.        enrich the variety of flavor choices of products. Al Madad
Cokelat batangan Al Madad terdiri atas rasa kismis, kacang       chocolate bar consisting of a sense of raisins, cashews, dates,
mede, kurma, dan kacang tanah.                                   and peanuts.

Selanjutnya Sofi menambah lagi varian produk dengan model        Next, Sofi added more variants of product with praline
cokelat praline. Dengan kemasan unik dan cantik, cokelat         chocolates model. With a unique and beautiful packaging,
praline buatan Sofi berhasil menarik pasar. Prinsip melayani     chocolate praline made by Sophie managed to bring on
sesuai permintaan membuat bisnis cokelat miliknya semakin        the market. The principle of serving the demand to make its
berkembang.                                                      business chocolate grows.




                                                                                                         LAPORAN TAHUNAN 2010         179
       “Cokelat praline bisa dipesan sesuai permintaan, baik ukuran    “Chocolate praline can be ordered upon request, either the
       maupun tulisan. Misalnya, cokelat bertuliskan I Love You        size or in writing. For example, say I love you chocolate for
       untuk hadiah valentine,” katanya.                               Valentine’s gift, “ she said.

       Cokelat praline ini berbentuk bulat berukuran kecil yang        Chocolate praline is a small round shape of chocolates, packed
       dikemas dalam wadah plastik transparan. Isinya beragam,         into the transparent plastic container. It contains various flavor
       mulai dua buah cokelat. Cokelat bulat kecil ini berisi varian   inside the chocolates, such as the melted chocolate, strawberry,
       rasa seperti cokelat cair, strawberry, blueberry,atau nanas.    blueberry, or even pineapple. This kind of chocolates are
       Cokelat model ini umumnya banyak dipesan menjelang              generally much booked ahead of Eid. Packaging is decent
       lebaran. Kemasannya yang cantik layak dijadikan hantaran        enough to use as wide or as gifts.
       lebaran atau sebagai hadiah.

       Berganti skema pemasaran                                        Change of Marketing Scheme
       Bisnis bagi Sofi memerlukan keberanian mengambil risiko.        According to Sofi, business needs courage to take the risks.
       Gagal bukan menjadi hambatan baginya. Mencari skema             Failure is not an obstacle for her. Looking for a more appropriate
       pemasaran yang lebih tepat menjadi tantangan tersendiri         marketing is a challenge for Sofi.
       bagi Sofi.

       Saat pertama kali mengenalkan produk cokelat lokal, Sofi        When the first time she brought the local brand chocolates,
       mengaku mengalami kesulitan. Namun motivasi kuat untuk          Sofi admitted that she had the difficulty. However, a strong
       berbisnis dan membuka lapangan kerja mendorongnya untuk         motivation to conduct business and open jobs encouraged to
       tetap bertahan dan semakin berkembang.                          survive and grow.

       Mengandalkan brosur dan rekanan distributor, Sofi               Relying on brochures and her distributor partners, Sofi
       mengenalkan cokelat stik sebagai produk perdananya.             introduced chocolate sticks as its inaugural product. Seeing
       Melihat peluang bisnis online, Sofi mulai mengaktifkan          a business opportunity online, Sofi began to activate site of
       situs merek cokelat Al Madad sebagai bentuk pemasaran           Al Madad chocolate brand as a form of her next marketing.
       lanjutannya. Lalu, Sofi juga menjual cokelatnya melalui         Then, Sofi also sells her chocolates through a number of mini
       sejumlah minimarket. Akhirnya, dengan bantuan dan               markets. Finally, with the assistance and financial support of
       dukungan keuangan dari BUMN Jasa Raharja melalui                State-owned Enterprises Jasa Raharja through small business
       program pembinaan usaha kecil, Al Madad mulai dipasarkan        programs, the Al Madad sold in Sofi’s outlets in shopping
       di outlet milik Sofi di pusat belanja di Serang.                centers in Serang.

       “Outlet di mall lebih eye catching. Setidaknya traffic          “Outlets in a mall are more eye catching. At least, the high
       pengunjung yang tinggi membuka peluang penjualan.               traffic of visitors to open sales opportunities. Initially the visitors
       Awalnya pengunjung hanya melihat-lihat, lalu karena tertarik    just look around, and so interesting to try, then buy the
       mencoba, mereka kemudian membeli cokelat,” papar Sofi,          chocolate “, said Sofi, who claimed the turnover has increased
       yang mengaku omzet semakin meningkat sejak membuka              since the opening of the three outlets.
       tiga outlet.

       Keunikan produk Al Madad tak hanya karena mengangkat            Al Madad uniqueness of product not only because it raised
       kearifan lokal Banten. Sofi juga menyertakan brosur berisi      the local wisdom of Banten. Sofi also includes a brochure
       pengetahuan seputar manfaat cokelat. Dengan begitu,             that contains knowledge about the benefits of chocolate. That
       konsumen lebih teredukasi mengenai nilai lebih dari cokelat     way, consumers are more educated about the more value of
       yang bisa menimbulkan mood positif.                             chocolate than that can cause a positive mood.

       Dukungan dari pemerintah daerah dengan menyertakan              Support from local authorities to include the Al Madad in
       Al Madad dalam berbagai pameran, serta binaan dari PT           various exhibitions, as well as the purpose of PT Jasa Raharja
       Jasa Raharja menambah keyakinan Sofi mempopulerkan              adds confidence Sophie to popularize their products.
       produknya.

       Bicara rasa, kualitas, dan kemampuan produksi, Sofi yakin       Talking about taste, quality and production capacity, Sofi
       produk lokal yang masih berkembang bisa bersaing dengan         believes that local products are still developing to compete with
       merek ternama lainnya.                                          other leading brands.




180   LAPORAN TAHUNAN 2010
“Bisnis yang dikelola serius dan memiliki kemampuan dan       “Business that is seriously managed, have the capability and
keberlanjutan usaha yang bisa dipertanggungjawabkan akan      sustainability will attract various parties. Support can be
dilirik berbagai pihak. Dukungan pun bisa didapatkan jika     obtained if the business is run with high commitment,” said Sofi.
usaha dijalankan dengan komitmen tinggi,” jelas Sofi.

Produk lokal cokelat Al Madad di bawah kepemimpinan           Al Madad, the local chocolate products under the leadership of
Sofi, membuktikan kemampuan bisnis skala kecil memenuhi       Sofi, proving the ability of small businesses to meet consumer
permintaan konsumen dan menarik kepercayaan perusahaan        demand and attract the trust company to become partners.
untuk menjadi mitra. Dengan tambahan modal dari mitra, Sofi   With additional capital from its partners, Sofi is able to increase
mampu menambah produksi cokelat untuk tetap konsisten         cocoa production to meet market demand remains consistent.
memenuhi permintaan pasar. Dalam dua tahun, Al Madad          In two years, Al Madad is known as Banten typical product, and
dikenal sebagai produk unggulan khas Banten, serta berhasil   managed to link the markets in other cities such as Bandung,
menggaet pasar di kota lain seperti Bandung, Yogyakarta,      Yogyakarta and Semarang. It is possible, that dark chocolate
dan Semarang. Bukan mustahil nantinya dark chocolate asli     originally Banten will go international. After all, in fact, many
Banten ini mendunia. Toh sejumlah produk impor nyatanya       imported raw materials came from the same soil, soil Banten.
mengambil bahan baku dari lahan yang sama, tanah Banten.




                                                                                                      LAPORAN TAHUNAN 2010          181
      ANALISA DAN PEMBAHASAN                                             ANALYSIS AND DISCUSSION OF PKBL
      MANAJEMEN PKBL                                                     MANAGEMENT
      a. Program Kemitraan                                               a. Partnership Program
         Berdasarkan SK Men.BUMN KEP-100/MBU/2002 tanggal                     Based on the decree Men.BUMN KEP-100/MBU/2002 date
         4 Juni 2002 efektifitas penyaluran dana (jumlah dana yang            June 4, 2002 the effective distribution of funds (the amount of
         disalurkan dibandingkan dengan jumlah dana yang tersedia)            funds disbursed compared to the amount of funds available) of
         sebesar 93,94% dengan skor 3 dan kriteria Baik Sekali.               93.94% with a score 3 and the criteria of Very Good.

         Kegiatan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan selama                The activity of Partnership Program and Community
         tahun buku 2010 telah disalurkan bantuan pinjaman sebesar            Development for fiscal year 2010 has disbursed loans as much
         Rp 45.734 juta yang diberikan kepada 2.395 mitra binaan              as Rp 45,734 million that has been given to 2,395 partners,
         yang sumber pendanaannya berasal dari PT Jasa Raharja dan            and the funding source is from PT Jasa Raharja and PT BNI
         eks PT BNI Tbk. dengan rincian sebagai berikut :                     Tbk, and the details

         Jumlah dana yang disalurkan selama tahun 2010                   The amount of funds disbursed during 2010 are as follows:

          (Dalam juta rupiah)                                                                                                   (in million Rp)
          Sumber Dana/ Funds Resources                    Pinjaman/ Loan                      Hibah/ Grant                   Jumlah/ Total
          PT Jasa Raharja                                          31.986                            4.104                          36.090
          PT BNI                                                    7.603                            2.041                           9.644
          Jumlah/ Total                                              39.589                          6.145                          45.734


         Jumlah Mitra Binaan selama tahun 2010                           Total of the Partnership during 2010

          Jenis Usaha / Type of Businesses               PT Jasa Raharja                            PT BNI                   Jumlah / Total
          Industri / Industry                                          175                              53                              228
          Perdagangan / Trade                                          667                             243                              910
          Pertanian / Agriculture                                      492                               1                              493
          Peternakan / Farms                                            32                               8                               40
          Perkebunan / Plantation                                      330                               2                              332
          Perikanan / Fishery                                            6                               2                                8
          Jasa / Service                                               269                              93                              362
          Lain-Lain / Other                                             14                               8                               22
          Jumlah/ Total                                               1985                             410                            2.395


         Pengembalian Pinjaman tahun 2010                                Loan Repayment 2010
           (Dalam juta rupiah)                                                                                                  (in million Rp)
          Sumber Dana/ Funds Resources                   Pokok / Principal                Bunga/ Interests                   Jumlah/ Total
          PT Jasa Raharja                                          16.545                            2.753                          19.298
          PT BNI                                                   10.177                            1.576                          11.753
          Jumlah/ Total                                              26.722                          3.716                          31.051




182      LAPORAN TAHUNAN 2010
b. Efektifitas Penyaluran Dana dan Tingkat Kolektibilitas          b. Effectiveness of the distribution of funds and the level of
   Piutang                                                            collectivity of account receivable
   Kinerja PKBL PT Jasa Raharja (Persero) tahun 2010, dihitung        PT Jasa Raharja Partnership Program and Community Development
   berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN No.KEP-100/               performance in 2010, calculated based on the Decree of the Minister
   MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat             of State enterprises No.KEP-100/MBU/2002 date June 4, 2002, on
   Kesehatan Badan Usaha Milik Negara, sebagai berikut:               the level of health of the public enterprises, in the following way:

   1) Efektifitas Penyaluran Pinjaman Tahun 2010                      1) Effectively of Loans Distribution year 2010


               Dihitung berdasarkan rumus/ Calculated based on :
               Jumlah Dana Yang Disalurkan/ amount of funds disbursed x 100 % =          Rp 45.734.423.407 x 100%
               Jumlah Dana Yang Tersedia/ amount of funds available                      Rp. 48.684.617.453

                                                                                  =      93,94 %


       Sesuai tabel yang tercantum dalam SK Menteri BUMN                  As per the table set out in Decree No. KEP-100/MBU/2002
       Nomor KEP-100/MBU/2002, Nilai/Skor yang diperoleh                  SOE Minister, Value / score obtained is 3.
       adalah 3.

               Daftar Penilaian Tingkat Penyerapan Dana PKBL/ Table: list of absorption rate of PKBL fund

               Penyerapan/ Absorption (%)              >90         85 s/d 90           80 s/d 85              <80
               Skor/ Score                                   3             2                    1                 0


       Dalam perhitungan efektifitas penyaluran tersebut,                 In calculating the effectiveness of the distribution,
       jumlah dana yang disalurkan adalah jumlah dana murni               the amount of funds disbursed is the amount of pure
       Program Kemitraan, yang meliputi penyaluran pinjaman               Partnership Program funds, including the disbursement of
       dan hibah, dengan demikian, penyaluran untuk Program               loans and grants, thus, the distribution for the Community
       Bina Lingkungan tidak ikut diperhitungkan dan besarnya             Development Program are not counted and the large
       jumlah dana yang tersedia untuk Program Kemitraan                  amount of funds available Partnership Program does not
       tidak termasuk dana untuk operasional dan biaya bank/              include funding for operations and bank fees / deposits
       pajak jasa giro.                                                   tax services.

   2) Tingkat Kolektibilitas Penyaluran Pinjaman.                     2) Collectivity Rate of Loans Distribution
      Tingkat Kolektibilitas Penyaluran Pinjaman dihitung                Collectivity Rate of Loans Distribution is calculated based
      berdasarkan rumus :                                                on:


                     Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman/ Weight average loan collectivity x 100%
                     Jumlah pinjaman yang disalurkan/ Total of loans Distribution



       Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman adalah                     Weighted average loan collection is the multiplication
       perkalian antara bobot kolektibilitas (%) dengan saldo                  between the weight of collection (%) the outstanding
       pinjaman untuk masing-masing kategori kolektibilitas                    amount for each category of collection until the end of
       sampai dengan periode akhir tahun yang bersangkutan.                    the period.

       Bobot masing-masing tingkat kolektibilitas adalah :                     Weight of each level of collectivity is:

                Lancar                100%                                               Smooth                   100%
                Kurang Lancar         75%                                                Less Smooth              75%
                Ragu-ragu              25%                                               Hesitate                 25%
                Macet                  0%                                                Bad                      0%




                                                                                                        LAPORAN TAHUNAN 2010                 183
        Adapun jumlah pinjaman yang disalurkan adalah seluruh                      Meanwhile the total of loan that is distributed are all
        pinjaman kepada mitra binaan sampai dengan tanggal 31                      loans to the partnership until December 31, 2010
        Desember 2010.

        Kualitas saldo pinjaman per 31 Desember 2010 adalah                        Quality of loan balance per December 31, 2010 are as
        sebagai berikut :                                                          follows:

         Klasifikasi               Saldo Pinjaman /                 Bobot /t (%)           Hasil Perkalian/                   Classification
                                      Loan balance                      Weigh         Multiplication results
         Lancar                     58.165.844.922                          100              58.165.844.922                         Smooth
         Kurang Lancar               4.474.295.763                           75               3.355.721.822                    Less Smooth
         Diragukan                   3.728.579.803                           25                 932.144.951                        Hesitate
         Macet                       8.202.875.565                            0                           -                            Bad
         Rata-rata tertimbang       74.571.596.053                                           62.453.711.695             Weighted average


        Dalam saldo pinjaman sebesar Rp 74.571.596.053                             In the balance of the loan amounting to Rp 74.571.596.053
        tersebut di atas tidak termasuk saldo pinjaman                             does not include the troubled loan balance that the
        bermasalah yang pencatatannya telah dilakukan secara                       recording was done separately as much as
        terpisah (ekstra komptabel) sebesar Rp 24.013.820.621,61                   Rp 24,013,820,621.61, which is the result of bad
        yang merupakan hasil inventarisasi atas pinjaman macet                     loans inventory for year 1990 – 1999 distribution, which
        penyaluran th 1990 s.d th 1999, yang meliputi :                            included:


         Saldo take over PT BNI (Persero) tbk                   Rp.      10.918.535.003,00         Take over balance of PT BNI (Persero) tbk
         Program penugasan pemerintah (crash program)                                              Crash program
             a. penyaluran PT Jasa Raharja (Persero)            Rp.     321.701.560,00             a. distriution of PT Jasa Raharja (Persero)
             b. penyaluran Eks PT BNI (Persero)                 Rp.   2.411.472.978,00             b. distribution of ex PT BNI (Persero)
         Reguler PT Jasa Raharja (Persero) th 90-99             Rp.   7.298.114.567,00             Reguler PT Jasa Raharja (Persero) th 90-99
         Reguler PT BNI (Persero) Tbk 98-99                     Rp.   2.516.714.797,00             Reguler PT BNI (Persero) Tbk 98-99
         Tsunami Aceh                                           Rp 547.281.716,00                  Tsunami Aceh
         Jumlah                                                 Rp. 24.013.820.621,00              Total


        Perhitungan kolektibilitas yang dilakukan berdasarkan                      Collectivity calculation that has been done based on
        Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor KEP 100/                                Minister of State-owned Enterprises Decree, No. KEP
        MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 adalah sebagai berikut:                       100/MBU/2002 dated June 4, 2002 is as follow:


                                                 62.453.711.695 x 100% = 83,75 %
                                                 74.571.596.053


        Sesuai table di atas, dengan posisi tingkat pengembalian                   As per the table above, the position of return rate is
        sebesar 83,75 %, maka nilai/skor yang diperoleh adalah 3.                  83.75%, then the value / score obtained is 3.

                   Daftar Penilaian Tingkat Pengembalian Dana PKBL                 Assessment list of Repayment PKBL Funding:

                   Tingkat Pengembalian/ Repayment Rate                >70          40 s/d 70         10 s/d 40                <10
                   Skor/ Score                                           3                  2                 1                  0




184   LAPORAN TAHUNAN 2010
c. Program Bina Lingkungan                                       c. Community Development Program
   Penggunaan dana dari Program Bina Lingkungan yang telah           Use of funds from the Community Development Program which
   dianggarkan sebesar Rp.9,500 juta telah disalurkan sebesar        has been budgeted at Rp.9, 500 million has been disbursed to
   Rp.8.309 juta atau 87.46%.                                        Rp.8.309 million or 87.46%.

 Sumber dan Penggunaan Dana :                                        Sources and Distributiomn of Fund :

    Saldo Awal 01.01.2009                        Rp.    4.108   juta/million                                        Initial 01.01.2009
    Bagian Laba Tahun 2009                       Rp.   18.473   juta/million                                        Part of Profit 2009
    Jasa Bank                                    Rp.      221   juta/million                                             Bank Service
    Jumlah Dana Yang Tersedia (A)                Rp.   22.803 Juta/million                                      Available funds (A)


    Penyaluran bantuan BUMN Peduli               Rp.    8.309   Juta/million                                  BUMN Care Distribution
    Penyaluran bantuan BL Pembina                Rp.    1.883   Juta/million                Distribution of Community Development Aid
    Biaya Operasional                            Rp.      161   Juta/million                                        Operational Costs
    Total Pengeluaran Dana (B)                   Rp.   10.400 Juta/million                              Total Spending of Fund (B)


    Sisa Dana per 31 Desember 2010 (A-B)         Rp.   12.403 Juta/million        Remaining Funds per December 31, 2010 (A-B)



d. Bantuan Pelestarian Alam                                      d. Nature Conservation Aid
   Realisasi bantuan pelestarian alam yang disalurkan tahun          The realization of nature conservation assistance that have
   2010 adalah Rp 645.205.000 atau 64,52% dari anggaran              been delivered in 2010 was Rp 645,205,000 or 64.52% of
   sebesar Rp 1.000.000.000. Adapun bantuan yang diberikan           the budget in the amount of Rp 1,000,000,000. As for the
   antara lain diwujudkan sebagai berikut:                           assistance provided, among other things, stated as follows:
   •	 Penanaman	1.250	pohon	di	area	Banjir	Kanal	Timur               •	 Planting	1.250	tress	on	the	east	flood	canal	area
   •	 Penanaman	2.500	pohon	di	Sulawesi	Selatan                      •	 Planting	2.500	trees	in	South	Sulawesi
   •	 Penanaman	pohon	di	Bandung,	Aceh,	Kotamubagu	dan	              •	 Planting	Trees	in	Bandung,	Acehm	Kotamubagu	and	Padang
       Padang
   •	 Penghijauan	dan	pembelian	bibit	tanaman	di	Surabaya,	          •	 Reforestation	and	purchase	of	seeds	in	Surabaya,	Pontianak,	
       Pontianak, Jayapura, Kendari, Bengkulu, Kupang dan               Jayapura, Kendari, Bengkulu, Kupang and Serang
       Serang                                                        •	 Reforestation	of	Mangrove	in	Belawan	
   •	 Reboisasi	Mangrove	di	Belawan                                  •	 Pots,	 Flowers	 and	 Fruit	 Trees	 in	 commemoration	 of	 Hari	
   •	 Bantuan	 pot,	 bunga	 dan	 pohon	 buah	 dalam	 rangka	            Puspa and Satwa in Palembang
       peringatan Hari Puspa dan Satwa di Pelembang.




                                                                                                     LAPORAN TAHUNAN 2010                 185
      RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM                                           SHAREHOLDER GENERAL MEETING
      Pokok-Pokok Pengarahan RUPS atas pengesahan RKA                     Basic Direction of Shareholder General Meeting on Work
      PKBL Tahun 2010                                                     Plan and Budget of Partnership Program and Community
                                                                          Development year 2010
      Dalam melaksanakan Rencana Kerja dan Anggaran Program               In implementing the Work Plan and Budget of the Partnership
      Kemitraan dan Bina Lingkungan tahun 2010, Direksi diminta           Program and Community Development in 2010, the Directors are
      untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut:                        required to observe the following:
      •	 Membuat	 perencanaan	 penyaluran	 Program	 Kemitraan	            •	 Creating	 a	 Partnership	 Program	 delivery	 planning	 by	 forming	
         dengan cara pembentukan cluster unit usaha mitra binaan              groups of business units with trained partners supporting
         dengan didukung adanya data base PKBL.                               Partnership data base.
      •	 Melakukan	 sinergi	 dengan	 BUMN/	 Lembaga	 Penyalur	 Lain	      •	 Making	 the	 synergies	 with	 State-owned	 Enterprises	 /	
         dalam pelaksanaan Program Kemitraan untuk mempermudah                Intermediary of other agencies in the implementation of the
         penyaluran kepada mitra binaan/ UKM dengai sistim                    partnership programme to facilitate the delivery of partner
         clustering.                                                          objectives/SMES with clustering system.
      •	 Membuat	 cluster yang bersifat integrated dan mendukung          •	 Create	 a	 cluster	 that	 is	 integrated	 and	 supports	 the	 core	
         core business                                                        business
      •	 Meningkatkan	kegiatan	penagihan	piutang	khususnya	piutang	       •	 Improving	 the	 collection	 of	 accounts	 receivable	 activities	
         pinjaman macet dan bermasalah.                                       particularly bad and troubled loans receivable
      •	 Meningkatkan	 pembinaan	 kepada	 mitra	 binaan	 khususnya	       •	 Improving	the	guidance	for	the	trained	partners	especially	in	
         dalam hal kewajiban mitra binaan untuk menyampaikan                  terms of the obligation to submit reports to the state-owned
         laporan perkembangan usahanya kepada BUMN Pembina.                   business development coach.
      •	 Memanfaatkan	penggunaan	dana	hibah	Program	Kemitraan	            •	 Through	 the	 utilization	 of	 Partnership	 Program	 grant	 fund	
         secara efektif dan efisien dalam rangka mendukung kegiatan           effectively and efficiently in order to suppor activities that can
         yang mampu memberikan nilai tambah bagi mitra binaan.                provide added-value to the trained partners.

      Pokok-Pokok Pengarahan RUPS atas Pengesahan                         Basic Direction of Shareholder General Meeting on
      Laporan Tahunan PKBL tahun 2009                                     Ratification of Annual Report 2009 of Partnership Program
                                                                          and Community Development
      •	 Melakukan	 sinergi	 dengan	 BUMN/Lembaga	 Penyalur	 Lain	        •	 Making	 the	 synergies	 with	 State-owned	 Enterprises	 /	
         dalam pelaksanaan Program Kemitraan untuk mempermudah               Intermediary of other agencies in the implementation of the
         penyaluran kepada mitra binaan/UKM dengan sistem                    partnership programme to facilitate the delivery of partner
         clustering.                                                         objectives/SMES with clustering system.
      •	 Penyaluran	 Program	 Bina	 Lingkungan	 agar	 lebih	 diarahkan	   •	 Distribution	of	Community	Development	Program	is	directed	to	
         kepada pemberian bantuan yang menunjang Program                     provide assistance to support the Partnership as one integrated
         Kemitraan sebagai salah satu kesatuan program dan                   program and emphasis on efforts to form a cluster
         ditekankan pada upaya pembentukan cluster
      •	 Melakukan	 kegiatan	 monitoring	 terhadap	 perkembangan	         •	 Conduct	monitoring	activities	on	the	development	of	business	
         usaha mitra binaan.                                                 partners built
      •	 Dalam	 pembentukan	 cluster agar diusahakan pada                 •	 In	creating	the	clustering	system,tried	to	approach	the	nature	
         pendekatan usaha yang bersifat produktif sehingga akan              of productive effort that will further support economic growth.
         memapi mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah binaan
      •	 Dalam	 melakukan	 pembinaan	 supaya	 tidak	 hanya	 sekedar	      •	 This	coaching	is	not	only	marketing/exhibitions,	but	also	from	
         pemasaran/pameran tetapi juga dari segi teknis produksi             a technical point of production or financial management, and if
         atau manajemen keuangan dan bila dimungkinkan ada sinegi            there is any interstate sinegi training for trained partners.
         diklat antar BUMN untuk membekali mitra binaan.
      •	 Secara	 aktif	 melaporkan	 pelaksanaan	 PKBL	 melalui	 portal	   •	 Actively	report	on	the	implementation	of	the	partnership	through	
         PKBL Kementerian BUMN berupa data RKA, Triwulanan,                  the portal of the Ministry of State-owned enterprises PKBL
         Semesteran dan Hasil Audit serta kegiatan-kegiatan PKBL             data RKA, quarterly, semester and audit of the Association and
         lainnya.                                                            other activities.
      •	 Meningkatkan	jumlah	UKM	baru	dan	melakukan	survey	untuk	         •	 Increase	 the	 number	 of	 new	 small-medium	 enterprises	 and	
         menyiapkan calon UKM yang mempunyai potensi-potensi                 conduct a survey to prepare candidates for the small-medium
         untuk dikembangkan menjadi mitra unggulan                           enterprises that have the potential to be developed into a
                                                                             leading partner




186      LAPORAN TAHUNAN 2010
SINERGI PROGRAM KEMITRAAN                                         SYNERGISTIC PARTNERSHIP
DENGAN BUMN PENYALUR LAIN                                         PROGRAM WITH OTHER STATE-OWNED
                                                                  ENTERPRISES DISTRIBUTORS
Dasar hukum PT Jasa Raharja (Persero) melakukan sinergi           The legal basis for PT Jasa Raharja (Persero) conducted a
Penyaluran Program Kemitraan dengan BUMN lain adalah :            synergy Distribution Partnership Program with other state-owned
                                                                  enterprises are:
•	 Peraturan	Menteri	BUMN	Nomor	:	Per	05/MBU/2007	tanggal	        •	 Regulation	 of	 the	 Minister	 Of	 public	 enterprises:	 Per	 05/
   27 April 2007 tentang Program Kemitraan BUMN Dengan               MBU/2007 of 27 April 2007 on affiliate programs with small
   Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.                          businesses and the community development program.
•	 Risalah	Rapat	Pembahasan	RKA	PKBL	Tahun	2010	PT	Jasa	          •	 Minutes	of	discussion	RKA	PKBL	year	2010	PT	Jasa	Raharja	
   Raharja (Persero) Nomor : RIS-01/SAM2.MBU/TSP-PKBL/               (Persero) number: RIS-01/SAM2.MBU/TSP-PKBL TK/2009,
   TK/2009 tanggal 16 Nopember 2009.                                 dated November 16, 2009.

Dalam melaksanakan Program Kemitraan, pada tahun 2010             In implementing the Partnership Program, in 2010 PT Jasa Raharja
PT Jasa Raharja (Persero) melakukan beberapa Strategi             (Persero) to do some strategies such as cluster formation in
diantaranya pembentukan Cluster bekerjasama dengan BUMN           cooperation with other state-owned company PTPN X (Persero)
lain yaitu PTPN X (Persero) untuk 108 Mitra Binaan petani tebu    for 108 sugarcane farmers Partners Patronage in East Java and PT
di Jawa Timur dan PT Sang Hyang Seri untuk 240 Mitra Binaan       Sang Hyang Seri for 240 Partners Target hybrid maize breeding in
pembibitan jagung hibrida di kabupaten Maros/ Pinrang dan         Maros Regency / Pinrang and 250 Partners Patronage hybrid rice
250 Mitra Binaan petani padi hibrida di Kabupaten Lombok,         farmers in Lombok, Sumbawa and Bima.
Sumbawa dan Bima.

Besarnya Program Kemitraan dengan kedua BUMN masing-              The number of Partnership Programs with both State-owned
masing sebesar Rp. 5.000.000.000,00. Perlu diketahui bahwa        Enterprises each is amounted to Rp. 5,000,000,000.00. Please
sistem cluster bersinergi dengan kedua BUMN tersebut juga         note that the cluster system in synergy with both State-owned
merupakan uapaya kedua BUMN tersebut untuk mempermudah            enterprises are in order to facilitate distribution to the Partners
penyaluran kepada Mitra Binaan dengan sistem cluster yang         Patronage with an integrated cluster system and support the core
bersifat integrated dan mendukung core business PTPN X            business of PTPN X (Persero) and PT Sang Hyang Seri.
(Persero) dan PT Sang Hyang Seri.

Penyaluran Program Kemitraan dilakukan oleh Kedua Perusahaan      Distribution of Partnership Program conducted by the two
yang bersangkutan kepada Mitraan Binaannya masing-masing.         companies that concerned to the respective partnership. PT
PT Jasa Raharja (Persero) menyerahkan Bantuan Pinjaman            Jasa Raharja (Persero) provides loan assistance to PTPN X and
kepada PTPN X dan PT Sang Hyang Seri sesuai peruntukan            PT Sang Hyang Seri according to the allocation in each of the
dalam Proposal masing-masing yang diikat dalam Perjanjian         proposals that are bound in the Cooperation Agreement between
Kerjasama antara PT Jasa Raharja (Persero) dengan PT PN X         PT Jasa Raharja (Persero) and PT PN X (Persero) concerning the
(Persero) tentang Penyaluran Kredit Program Kemitraan Tebu        distribution of the Partnership for Rural Sugarcane Investment
Rakyat Musim Tanam 2010-2011 tanggal 09 Agustus 2010.             Program 2010-2011 season on August 9, 2010.

Sedangkan Perjanjian Kerjasama antara PT Jasa Raharja (Persero)   Meanwhile the cooperation agreement between PT Jasa Raharja
dengan PT Sang Hyang Seri (Persero) tentang Penyaluran Kredit     (Persero) and PT Sang Hyang Seri (Persero) on Credit Distribution
Program Peningkatan Pendapatan Petani Penangkar PT Sang           Program To Improve the Income of Breeder Farmers of PT Sang
Hyang Seri (Persero) melalui Farming Management dituang           Hyang Seri (Persero) through the agriculture management is on
dalam Perjanjian tanggal 27 September 2010 untuk jangka           the agreement of September 27, 2010 for a period of co-operation
waktu kerjasama 3 (tiga) tahun dengan 6 (enam) kali pencairan     of 3 (three) years with 6 (six) times in the disbursement of the loan
pinjaman pada musim tanam dan pengembalian pinjaman setiap        the season of growth and return post-harvest every 6 (six) months
paska panen yaitu 6 (enam) bulan dibayar lunas.                   paid in full.




                                                                                                     LAPORAN TAHUNAN 2010                 187
                                     SURAT PERNYATAAN DIREKSI
                                  STATEMENT OF BOARD OF DIRECTORS
      TENTANG                                                       OF
      TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN                          PARTNERSHIP PROGRAM AND COMMUNITY
      PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN                         DEVELOPMENT ANNUAL REPORT RESPONSIBILITY FOR
      (PKBL) UNTUK TAHUN BUKU 2010                                  YEAR 2010
      PT JASA RAHARJA (PERSERO)                                     PT JASA RAHARJA (PERSERO)




      Kami yang bertanda tangan dibawah ini,                        We the undersigned this:

      Nama                             : Diding Sudirdja Anwar      Name                         : Diding Sudirdja Anwar
      Alamat Kantor                    : Jl. HR. Rasuna Said        Office Address               : Jl. HR. Rasuna Said
                                         Kav. C-2 Kuningan                                         Kav. C-2 Kuningan
                                         Jakarta 12920                                             Jakarta 12920
      No. telepon                      : (021) 5203454              Telephone                    : (021) 5203454
      Jabatan                          : Direktur Utama             Position                     : President Director

      Nama                             : Robino Suharsono           Name                         : Robino Suharsono
      Alamat Kantor                    : Jl. HR. Rasuna Said Kav.   Office address               : Jl. HR. Rasuna Said Kav.
                                         C-2 Kuningan                                              C-2 Kuningan
                                         Jakarta 12920                                             Jakarta 12920
      No. telepon                      : (021) 5203454              Telephone                    : (021) 5203454
      Jabatan                          : Direktur Keuangan          Position                     : Director of Finance

      Menyatakan bahwa:
      1. Bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian Laporan    1. Responsible for the preparation and presentation of financial
         Keuangan Program kemitraan dan Bina Lingkungan;               statements and the social development partnership program;

      2. Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan     2. Financial Statements of the Partnership and Community
         telah disusun dan disajikan sesuai dengan Surat Edaran        Development has prepared and presented in accordance
         Menteri Negara BUMN Nomor : SE-04/MBU.S/2007 tentang          with Circular Letter No. SOE Minister: SE-04/MBU.S/2007 on
         Penerapan Pedoman Akuntansi Program Kemitraan dan Bina        the Application of Accounting Guidelines and the Community
         Lingkungan Badan Usaha Milik Negara.                          Development Partnership Program State-Owned Enterprises.
         a. Semua informasi dalam Laporan Keuangan Program             a. All the information in the Financial Report of the Partnership
             Kemitraan dan Bina Lingkungan telah dimuat secara             and Community Development has loaded completely and
             lengkap dan benar.                                            correctly.
         b. Laporan keuangan Program Kemitraan dan Bina                b The financial statements of the Partnership and Community
             Lingkungan tidak mengandung informasi atau fakta              Development does not contain information or material fact
             material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan            that is not true, and does not remove any information or
             informasi atau fakta material.                                material facts.

      3. Bertanggung jawab atas sistem pengendalian intern dalam    3. Responsible for the internal control system within the company
         Perusahaan.

         Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.          The Statement was made with the actual

         Jakarta, 17 Juni 2011                                      Jakarta, June 17, 2011




                                 Diding Sudirdja Anwar              Robino Suharsono
                                   President Director               Director of Finance

188      LAPORAN TAHUNAN 2010
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN                                          INDEPENDENT AUDITOR’S REPORT

No. 210/010/ANIR.0311                                               No. 210/010/ANIR.0311
Yth. Pengelola Program Kemitraan dan Bina Lingkungan                To the Management of Partnership Program and Community
PT Jasa Raharja (Persero)                                           Development of PT Jasa Raharja (Persero)

Kami telah mengaudit posisi keuangan Program Kemitraan dan          We have audited the financial position of the Partnership Program
Bina Lingkungan PT Jasa Raharja (Persero) (“PKBL”) tanggal-         and Community Development of PT Jasa Raharja (Persero)
tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 serta laporan aktivitas           (“PKBL”) dated December 31, 2010 and 2009 as well as the
dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-        activity reports and statements of cash flows for the year ended on
tanggal tersebut. Laporan keuangan ini adalah tanggung jawab        that date. These financial statements are the responsibility of the
Pengelola PKBL. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan        Partnership Manager. Our responsibility is to express an opinion on
pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami.              these financial statements based on our audit.

Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang           We conducted our audits in accordance with auditing standards
ditetapkan Institut Akuntan Publik Indonesia. Standar tersebut      established by the Indonesia Institute of Certified Public
mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar          Accountants and State Financial Auditing Standards established
kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan            by Supreme Audit Board of the Republic of Indonesia. Those
bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan,   standards require that we plan and perform the audit to obtain
atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-            reasonable assurance about whether the financial statements
jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga          are free of material mistatement. An audit includes examining, on
meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan        a test basis, evidence supporting the amounts and disclosures
estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian     in the financial statements. An audit also includes assesing the
terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami        accounting principles used and significant estimates made by
yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk               management, as well as evaluating the overall financial statement
menyatakan pendapat.                                                presentation. We believe that our audit provides a reasonable
                                                                    basis for our opinion.

Seperti yang dijelaskan dalam catatan 2.A. atas laporan             As described in note 2.A on the financial statements, Partnership
keuangan, laporan keuangan PKBL disusun berdasarkan                 Program and Community Development’s financial statements
pedoman akuntansi PKBL Badan Usaha Milik Negara (“BUMN”)            is prepared under the supervision of the accounting PKBL
yang ditetapkan oleh Menteri Negara BUMN melalui Surat              public enterprises (“SOEs”) established by the Minister of State
Edaran No. SE-04/MBU-S/2007 tentang “Pedoman Akuntansi              enterprises through the Circular No. BE-04/MBU-S/2007 on
PKBL BUMN” (Peraturan Meneg BUMN), yang merupakan basis             “Guidelines for the accounting of the Association” (regulation of
akuntansi komprehensif selain prinsip akuntansi yang berlaku        State-owned enterprises Minister), which is a comprehensive
umum di Indonesia.                                                  basis of accounting other than the accounting principles generally
                                                                    accepted in Indonesia.

Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang kami sebut di          In our opinion, the financial statements referred to above
atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material,        present fairly, in all material respects, the financial position of
posisi keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PT            the Partnership Program and Community Development of PT
Jasa Raharja (Persero) tanggal 31 Desember 2010 dan 2009,           Jasa Raharja (Persero) dated December 31, 2010 and 2009,
serta aktivitas dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada         and activities and cash flows for the year ended on that date
tanggal-tanggal tersebut sesuai dengan basis akuntansi yang         accordance with the accounting basis described in Note 2A to the
dijelaskan pada Catatan 2A atas laporan keuangan.                   financial statements.




                                                                                                      LAPORAN TAHUNAN 2010                1
    Laporan ini hanya dimaksudkan untuk memberikan informasi      This report is intended only to provide information, and are used,
    kepada, dan digunakan oleh, Pengelola PKBL dan Menteri        the Manager of the partnership and the Minister of state-Owned
    Negara BUMN, dan tidak boleh digunakan oleh pihak lain atau   enterprises, and should not be used by other parties or for other
    untuk tujuan lain.                                            purposes.




                                                     Irmansyah, Ak., MAcc., CPA
                                                 No. Izin Akuntan Publik: 05.1.0959
                                             No. Izin Usaha KAP : KEP-305/KM.5/2005


                                                     Jakarta, 21 Maret 2011
                                                     Jakarta, March 21, 2011




2      LAPORAN TAHUNAN 2010
                PROGRAM  KEMITRAAN  DAN  BINA  LINGKUNGAN
                       PT  JASA  RAHARJA  (PERSERO)
                       LAPORAN  POSISI  KEUANGAN
                                            Per  31  DESEMBER  2010  dan  2009
                                                      (Dalam  Rupiah)

                                                                        Ref                               2010                                                              2009




ASET
Aset  Lancar
Kas  dan  Setara  Kas
 Kas                                                                  2B  ,  3                               77.391.916                                                            5.929.317
 Bank                                                                 2B  ,  3                 10.164.290.259                                                        3.939.837.664
                                                                                               10.241.682.175                                                        3.945.766.981
Piutang
  Piutang  Pinjaman  Khusus                                               4                              200.000.000                                                       380.000.000
    Alokasi  Penyisihan  Piutang  Pinjaman  Khusus                                                   (200.000.000)
                                                                                                                                                                                                               -­‐‑
                                                                                                                                                                                                                 
  Piutang  Pinjaman  Mitra  Binaan                                      5                      74.571.596.053                                                    66.622.430.344
    Alokasi  Penyisihan  Piutang  Pinjaman  Mitra                     2C  ,  6             (12.117.884.359)
                                                                                                                                                             (14.555.427.177)
                                                                                                                                                               
                                                                                               62.453.711.694                                                    52.447.003.167
  Piutang  lain-­‐‑lain
  Aset  Lancar  Lainnya                                                                                                                      -­‐‑
                                                                                                                                                                                   4.000.000
                                         Jumlah  Aset  Lancar                                  72.695.393.869                                                    56.396.770.148

Aset  Tetap                                                           2E  ,  7
 Inventaris  dan  Peralatan                                                                        1.017.657.069                                                     1.668.294.213
   Akumulasi  penyusutan  Inventaris  dan  Peralatan                                                 (776.026.066)
                                                                                                                                                                 (1.308.152.225)
                                                                                                                                                                   
                                                                                                         241.631.003                                                       360.141.988

  Kendaraan                                                                                              950.827.000                                                 1.306.142.750
   Akumulasi  penyusutan  kendaraan                                                                  (588.597.020)
                                                                                                                                                                       (734.826.212)
                                                                                                                                                                         
                                                                                                         362.229.980                                                       571.316.538
                                           Jumlah  Aset  Tetap                                           603.860.983                                                       931.458.526

Aset  Lain-­‐‑lain                                                        8
 Kas/Bank  yang  Dibatasi  Penggunaannya                                                           4.944.150.255                                                     2.222.763.989
 Dana  Penjamin  KUML-­‐‑TA                                            2F  ,  8                    2.744.000.000                                                     2.744.000.000
 Piutang  Bermasalah  -­‐‑  Mitra  Binaan                                6                     24.013.820.621                                                    22.220.096.322
   Alokasi  Penyisihan  Piutang  Bermasalah-­‐‑Mitra                                       (24.013.820.621)
                                                                                                                                                             (22.220.096.322)
                                                                                                                                                               
                                    Jumlah  Aktiva  Lain-­‐‑lain                                   7.688.150.255                                                     4.966.763.989

JUMLAH  ASET                                                                                   80.987.405.107                                                    62.294.992.663


KEWAJIBAN  DAN  ASET  BERSIH

Kewajiban
 Kewajiban  Jangka  Pendek                                                                                   35.475.000                                                    208.622.616
                    Jumlah  Kewajiban  Jangka  Pendek                                                        35.475.000                                                    208.622.616

  Kewajiban  Jangka  Panjang                                                                                                                 -­‐‑
                                                                                                                                                                                                               -­‐‑
                                                                                                                                                                                                                 
                                          Jumlah  Kewajiban                                                  35.475.000                                                    208.622.616


ASET  BERSIH                                                              9
 ASET  BERSIH  TIDAK  TERIKAT                                                                  76.007.779.852                                                    59.863.606.058
 ASET  BERSIH  TERIKAT                                                                             4.944.150.255                                                     2.222.763.989
                           Jumlah  Aset  Bersih                                                80.951.930.107                                                    62.086.370.047
JUMLAH  KEWAJIBAN  DAN  ASET  BERSIH                                                           80.987.405.107                                                    62.294.992.663



                                                                                                                                                                                                                        
       Lihat  catatan  atas  laporan  keuangan  yang  merupakan  bagian  yang  tidak  terpisahkan  dari  laporan  keuangan




                                                                                                                                                    LAPORAN TAHUNAN 2010                                                   3
                            PROGRAM  KEMITRAAN  DAN  BINA  LINGKUNGAN
                                   PT  JASA  RAHARJA  (PERSERO)
                                        LAPORAN  AKTIVITAS
                                          Untuk  Periode  yang  Berakhir  31  Desember  2010  dan  2009
                                                                (Dalam  Rupiah)

                                                                                        Ref                      2010                                               2009

          PENERIMAAN,  PENDAPATAN  DAN  PENYISIHAN

          PENERIMAAN
           Alokasi  Bagian  Laba  dari  BUMN  Pembina                                                          36.946.996.000                                7.000.000.000
                                                   Jumlah  Penerimaan                                          36.946.996.000                                7.000.000.000

          PENDAPATAN
           Pendapatan  Jasa  Administrasi  Pinjaman                                      10                        4.329.136.462                             3.697.557.161
           Pendapatan  Bunga                                                             11                              382.582.045                               232.479.566
           Pendapatan  Lain-­‐‑lain                                                                                              1.000.000                         271.373.334
                                                         Jumlah  Penerimaan                                        4.712.718.507                             4.201.410.061

          PENYISIHAN
           Alokasi  Dana  BUMN  Peduli                                                                         (6.827.100.255)
                                                                                                                                                         (2.222.763.989)
                                                                                                                                                           
           ABT-­‐‑Berakhir  Pemenuhan  Program                                                                     1.882.950.000                                                                       -­‐‑
                                                                                                                                                                                                         
           ABT-­‐‑Berakhir  Waktu                                                                                  2.222.763.989                             1.689.191.609
                                                          Jumlah  Penyisihan                                   (2.721.386.266)
                                                                                                                                                               (533.572.380)
                                                                                                                                                                 

                      Jumlah  Penerimaan,  Pendapatan  dan  Penyisihan                                         38.938.328.241                            10.667.837.681


          PENYALURAN,  BEBAN,  PENGELUARAN  

          PENYALURAN
           Dana  Pembinaan  Kemitraan  (Hibah)                                           13                        6.145.320.197                             3.921.288.112
           Penyaluran  -­‐‑  Bina  Lingkungan                                            14                    10.192.107.523                                3.135.209.112
                                                          Jumlah  Penyaluran                                   16.337.427.720                                7.056.497.224

          BEBAN  DAN  PENGELUARAN
           Beban  Pembinaan                                                                                        1.374.243.880                             1.469.702.112
           Beban  Administrasi  dan  Umum                                                                          1.904.362.823                             1.768.772.404
           Beban  Penyusutan  Aset  Tetap                                                15                              327.597.543                               341.687.082
           Beban  Penyisihan  Piutang                                                     6                        2.860.181.481                                   578.351.117
           Beban  dan  Pengeluaran  Lainnya                                                                              208.622.616                                                                   -­‐‑
                                                                                                                                                                                                         
                                        Jumlah  Beban  dan  Pengeluaran                                            6.675.008.343                             4.158.512.715
                          Jumlah  Penyaluran,  Beban  dan  Pengeluaran                                         23.012.436.063                            11.215.009.939


          POS  LUAR  BIASA
           Penjualan/Penghapusan  Aset  Tetap                                                                                    9.659.000                         222.100.000
                                                      Jumlah  Pos  Luar  Biasa                                                   9.659.000                         222.100.000

          Kenaikan(Penurunan)  Aset  Bersih  Tidak  Terikat                                                    15.935.551.178                                  (325.072.258)
                                                                                                                                                                 

          PENYISIHAN  BUMN  PEDULI
           Aset  Bersih  Terikat  -­‐‑  Penyisihan  BUMN  Peduli                                                   6.827.100.255                             2.222.763.989
           Aset  Bersih  Terikat  -­‐‑  Terbebaskan                                      12                    (4.105.713.989)
                                                                                                                                                         (1.689.191.609)
                                                                                                                                                           
                              Kenaikan(Penurunan)  Aset  Bersih  Terikat                                           2.721.386.266                                   533.572.380

          Kenaikan(Penurunan)  Aset  Bersih                                                                    18.656.937.444                                      208.500.122
          Aset  Bersih  Awal  Periode                                                                          62.294.992.663                            62.086.492.541



                                                                                                                                                                                                                
          Aset  Bersih  Akhir  Periode                                                                         80.951.930.107                            62.294.992.663

                   Lihat  catatan  atas  laporan  keuangan  yang  merupakan  bagian  yang  tidak  terpisahkan  dari  laporan  keuangan  




4   LAPORAN TAHUNAN 2010
                       PROGRAM  KEMITRAAN  DAN  BINA  LINGKUNGAN
                              PT  JASA  RAHARJA  (PERSERO)
                                   LAPORAN  ARUS  KAS
                             Untuk  Periode  yang  Berakhir  31  Desember  2010  dan  2009
                                                   (Dalam  Rupiah)

                                                                                                         2010                                                         2009



ALIRAN  KAS  DARI  AKTIVITAS  OPERASI
Kas  Diterima  Dari:
 Penerimaan  Dana  BUMN  Pembina                                                           36.946.996.000                                                   7.000.000.000
 Pengembalian  Pinjaman  Mitra  Binaan                                                     26.722.213.202                                               24.912.118.212
 Pendapatan  Jasa  Administrasi  Pinjaman                                                      4.329.136.462                                                3.697.557.160
 Pendapatan  Bunga  Deposito                                                                         382.582.045                                                  232.479.552
 Pendapatan  Lain-­‐‑lain                                                                                                                  -­‐‑                       62.770.735
 Penerimaan  kewajiban  jangka  pendek                                                                   40.475.000                                                                                     -­‐‑
                                                                    Subjumlah              68.421.402.709                                               35.904.925.659

Kas  Dikeluarkan  Untuk:
 Penyaluran  Pinjaman  Kemitraan                                                           39.589.103.210                                               29.569.950.000
 Dana  Pembinaan  Kemitraan  (Hibah)                                                           6.145.320.197                                                3.921.288.112
 Penyaluran  Bina  Lingkungan                                                                  8.309.157.523                                                3.135.209.112
 Pembayaran  Hutang  Jangka  Pendek                                                                  208.622.616                                                  507.768.085
 Beban  Pembinaan                                                                              1.374.243.880                                                1.469.702.112
 Beban  Administrasi  dan  Umum                                                                1.904.362.823                                                1.768.772.404
                                                                    Subjumlah              57.530.810.249                                               40.372.689.825


Kas  Bersih  Yang  Diterima  (Dikeluarkan)  Untuk  Aktivitas  Operasi                      10.890.592.460                                                 (4.467.764.166)

ALIRAN  KAS  DARI  AKTIVITAS  INVESTASI

Kas  Diterima  Dari:
 Penjualan  Aset  Tetap                                                                                      9.659.000                                            222.100.000
                                                                    Subjumlah                                9.659.000                                            222.100.000

Kas  Dikeluarkan  Untuk:
 Pembelian  Aset  Tetap                                                                                                                    -­‐‑                   522.880.000
                                                                    Subjumlah                                                              -­‐‑                   522.880.000


Kas  Bersih  Yang  Diterima  (Dikeluarkan)  Untuk  Aktivitas  Investasi                                      9.659.000                                          (300.780.000)

ALIRAN  KAS  DARI  AKTIVITAS  PENDANAAN
Kas  Diterima  Dari:
 Aset  Bersih  Terikat  Berakhir  Pembatasannya                                                4.105.713.989                                                1.689.191.609
 Sumbangan                                                                                                                                 -­‐‑                                                         -­‐‑
                                                                    Subjumlah                  4.105.713.989                                                1.689.191.609

Kas  Dikeluarkan  Untuk:
 Penyisihan  Program  BUMN  Peduli                                                             6.827.100.255                                                2.222.763.990
 Penyaluran  Program  BUMN  Peduli                                                             1.882.950.000                                                                                            -­‐‑
                                                           Subjumlah                           8.710.050.255                                                2.222.763.990
Kas  Bersih  Yang  Diterima  (Dikeluarkan)  Untuk  Aktivitas  
Pendanaan                                                                                    (4.604.336.266)                                                    (533.572.381)
Kenaikan  (Penurunan)  Bersih  dalam  Kas  dan  Setara  Kas                                    6.295.915.194                                              (5.302.116.547)
 Kas  dan  Setara  Kas  Awal  Periode                                                          3.945.766.981                                                9.247.883.528
Kas  dan  Setara  Kas  Akhir  Periode                                                      10.241.682.175                                                   3.945.766.981




                                                                                                                                                                                                                 
      Lihat  catatan  atas  laporan  keuangan  yang  merupakan  bagian  yang  tidak  terpisahkan  dari  laporan  keuangan  




                                                                                                                                                                 LAPORAN TAHUNAN 2010                               5
    PT JASA RAHARJA (PERSERO)                                         PT JASA RAHARJA (PERSERO)
    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                     NOTES OF FINANCIAL REPORT
    Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember        For The Year Ended December 31, 2010 and 2009
    2010 dan 2009

    1. INFORMASI UNIT PROGRAM KEMITRAAN DAN                           1. INFORMATION FROM PARTNERSHIP PROGRAM AND
       BINA LINGKUNGAN                                                   COMMUNITY DEVELOPMENT UNIT


       A. PENDIRIAN DAN INFORMASI UMUM                                   A. PENDIRIAN DAN INFORMASI UMUM / FOUNDING
                                                                             AND GENERAL INFORMATION
       PT Jasa Raharja (Persero), selanjutnya disebut Perseroan,         PT Jasa Raharja (Persero) was established based on
       didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 39 tahun           Government Decree No. 39/1980 on Jasa Raharja State
       1980 tentang pengalihan bentuk Perusahaan Umum (Perum)            Insurance Company transformation in Limited Company
       Asuransi Kerugian Jasa Raharja menjadi Perusahaan                 (Persero). The company establishment was completed by PT
       Perseroan (Persero). Pendirian Perseroan dilaksanakan             Jasa Raharja (Persero) statutes as legalized by Act No. 49
       dengan Anggaran Dasar PT Jasa Raharja (Persero)                   dated February 28, 1981, signed before Imas Fatimah, SH.,
       sebagaimana dimuat dalam akte No. 49 tanggal 28 Pebruari          Notary in Jakarta, with then later changed and amended
       1981 yang dibuat dihadapan Notaris Imas Fatimah, SH yang          several times. The last Act No.18 dated October 2, 2009,
       telah beberapa kali diubah dan ditambah, terakhir dengan          signed before Julius Punawan, SH., Science Magister, Notary
       Akta No. 14 tanggal 6 Agustus 2008 yang dibuat di hadapan         in Jakarta.
       Julius Purnawan, Sarjana Hukum, Magister Sains, Notaris di
       Jakarta.

       Program PKBL PT Jasa Raharja (Persero) dilaksanakan               PT Jasa Raharja Partnership Program (Persero) conducted
       dengan dana yang bersumber dari penyisihan laba dibagi            with funding from the split of profit allowance is determined
       yang ditetapkan melalui RUPS, dan hasil pengembangan dana         through the GMS, and the results from the development fund
       berupa penerimaan pokok pinjaman dan bunga pinjaman               revenue in the form of the loan principal and interest on loans
       serta bunga hasil penempatan dana. Alokasi laba untuk             and interest the results of the placement of funds. Allocation
       Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan maksimal            of profit for the Partnership Program and Community
       2% dari laba perusahaan setelah pajak. Pembentukan dana           Development to 2% of profit after tax. Establishment of
       PKBL yang bersumber dari laba perusahaan, sesuai dengan           Partnership funds sourced from company profits, according to
       Keputusan Menteri BUMN Nomor KEP- 236/MBU/2003                    Ministerial Decree No. KEP-236/MBU/2003 Enterprises dated
       tanggal 17 Juni 2003, tentang Program Kemitraan                   June 17, 2003, the Partnership Program to Small Business and
       BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan               Community Development, as amended by Regulation of the
       sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara          Minister of State Enterprises No. PER-05 / MBU / 2007 April
       BUMN Nomor PER-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007                  27, 2007 about the Partnership Program to Small Business and
       tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan             Community Development Program. In addition, since 1998
       Program Bina Lingkungan. Di samping itu, sejak tahun 1998         PT Jasa Raharja (Persero) was appointed as fund manager
       PT Jasa Raharja (Persero) ditunjuk sebagai pengelola dana         PKBL PT BNI (Persero) Tbk after Go Public by letter of the
       PKBL PT BNI (Persero) Tbk pasca Go Publik berdasarkan surat       Director General of the state-owned Ministry of Finance, No.
       Direktur Jenderal Pembinaan BUMN Departemen Keuangan,             S-1025/BU/1997 dated July 25, 1997. This decision was later
       Nomor S-1025/BU/1997 tanggal 25 Juli 1997. Keputusan              followed up with a Memorandum of Understanding (MoU)
       ini selanjutnya ditindak lanjuti dengan Memorandum of             between PT BNI (Perseo) Tbk with PT Jasa Raharja (Persero)
       Understanding (MoU) antara PT BNI (Perseo) Tbk dengan             Number Dir/0014 and Number Skeb/02/VII/1998 dated July
       PT Jasa Raharja (Persero) Nomor Dir/0014 dan Nomor                8, 1998. With the MoU PKBL all program activities originally
       Skeb/02/VII/1998 tanggal 8 Juli 1998. Dengan adanya               performed by PT BNI (Persero) Tbk transferred to PT Jasa
       MoU tersebut seluruh kegiatan program PKBL yang semula            Raharja (Persero). But since 2003, PT Jasa Raharja (Persero)
       dilakukan oleh PT BNI (Persero) Tbk dialihkan kepada PT Jasa      no longer gain income from operations of PT BNI (Persero)
       Raharja (Persero). Namun sejak tahun 2003, PT Jasa Raharja        Tbk based on the Ministry of SOEs Number S-466/MBU/2003
       (Persero) tidak lagi memperoleh bagian laba usaha dari PT         dated October 2, 2003 stating that the start of the division of
       BNI (Persero) Tbk berdasarkan Surat Kementrian BUMN               profits PT BNI (Persero) years fiscal 2002, PT BNI (Persero)
       Nomor S-466/MBU/2003 tanggal 2 Oktober 2003 yang                  Tbk back PKBL manage the distribution of funds.
       menyatakan bahwa terhitung mulai dari pembagian laba PT
       BNI (Persero) tahun buku 2002, PT BNI (Persero) Tbk kembali
       mengelola penyaluran dana PKBL.



6      LAPORAN TAHUNAN 2010
B. KEGIATAN UTAMA                                             B. MAIN ACTIVITIES
Program Kemitraan (PK) yang dikelola PT Jasa Raharja          Partnership Program (PK) which is managed by PT Jasa
(Persero) disalurkan dalam bentuk pinjaman modal              Raharja (Persero) disbursed in the form of working capital
kerja dan hibah untuk membantu Mitra Binaan dalam             loans and grants to assist Partners Patronage in order
rangka mengembangkan usahanya meliputi : program              to expand its business including: educational programs,
pendidikan, program pelatihan, program pemagangan,            training programs, internship programs, marketing programs,
program pemasaran, program promosi, dan hal-hal lain          promotional programs, and partners Other Patronage increase
yang menyangkut peningkatan produktivitas Mitra Binaan,       productivity, while the Community Development Program
sedangkan Program Bina Lingkungan (BL) dilaksanakan           (BL) was undertaken for the purpose of providing benefits
untuk tujuan yang memberikan manfaat kepada masyarakat        to communities in the region of PT Jasa Raharja (Persero)
diwilayah PT Jasa Raharja (Persero) dalam bentuk              in assistance to victims of natural disasters, educational
bantuan korban bencana alam, bantuan pendidikan dan/          assistance and / or training, scholarship assistance, aid
atau pelatihan, bantuan bea siswa, bantuan peningkatan        to improve health, help religious facilities, construction of
kesehatan, bantuan sarana ibadah, bantuan pengembangan        infrastructure support and / or public facilities and nature
prasarana dan/atau sarana umum dan pelestarian alam           conservation as well as other activities in order to empower
serta kegiatan lainnya dalam rangka untuk memberdayakan       and develop the social-economic conditions of society.
dan mengembangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

C. SUSUNAN PENGURUS                                           C. MANAGEMENT COMPOSITION
Struktur Organisasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan     Organizational Structure of Partnership Program and
(PKBL) pada PT Jasa Raharja (Persero) dilaksanakan oleh       Community Development (Partnership) at PT Jasa Raharja
Urusan PKBL di bawah Divisi Keuangan sesuai Keputusan         (Persero) conducted by the Partnership Affairs Division
Direksi Nomor KEP/168/2008 tanggal 5 Desember 2008            under the Board of Directors of Finance in accordance with
tentang Struktur Organisasi PT Jasa Raharja (Persero).        KEP/168/2008 Decision dated December 5, 2008 on the
                                                              Organizational Structure of PT Jasa Raharja (Persero).

Struktur Organisasi PKBL PT Jasa Raharja (Persero) terdiri    Organizational Structure PKBL PT Jasa Raharja (Persero)
dari Kantor Pusat dan Kantor Cabang/Perwakilan yang           consists of Head Office and Branch Office / Representative
tersebar di 30 Provinsi di Wilayah Indonesia. Pengelolaan     spread in 30 provinces in Indonesia Region. Management
PKBL pada Kantor Pusat dilaksanakan oleh Kepala Urusan        Partnership implemented by the Central Office Administrator
yang membawahi 3 (tiga) Kepala Seksi yaitu Kepala Seksi       at three (3) Section Head Section Head of Community
Program Bina Lingkungan, Kepala Seksi Survey & Inkaso         Development Program, Section Chief and Head of Survey &
dan Kepala Seksi Program Kemitraan dimana masing-             collection Partnership Program in which each assisted by a
masing Kepala Seksi dibantu seorang pelaksana/petugas,        Section Chief executive / officer, while at the Branch Office
sedangkan pada tingkat Kantor Cabang, untuk Cabang Type       Type A Partnership Branch management conducted by a Head
A pengelolaan PKBL dilaksanakan oleh seorang Kepala           of Sub Section (Chief) The Partnership is responsible for the
Sub Bagian (Kasubag) PKBLyang bertanggung jawab               Head of Finance, and Type B Branch, Partnership activities are
Kepada Kepala Bagian Keuangan, dan Pada Cabang Type           managed by a Head of Sub Section (Chief) The Partnership is
B, kegiatan PKBL dikelola oleh seorang Kepala Sub Bagian      responsible to the Head of Administration . In Type C Branch
(Kasubag) PKBLyang bertanggung jawab Kepada Kepala            that is managed by a Head of Unit Partnership is responsible to
Bagian Administrasi. Pada Cabang Type C. dikelola oleh        the Head of the Branch. The number of officers who manage
seorang Kepala Unit (Kanit) PKBL yang bertanggung jawab       the Partnership in 2010 was 48 people.
kepada Kepala Cabang. Jumlah keseluruhan petugas yang
mengelola PKBL tahun 2010 adalah 48 Orang.

Susunan pejabat yang membawahi PKBL pada saat diaudit         The composition of the officials in charge at the time of
ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Direksi Nomor          audited was established by the Board of Directors SM/55/
SM/55/III/2010 tanggal 26 Juli 2010 dan Surat Keputusan       III/2010 Decision dated July 26, 2010 and Decree of the Board
Direksi Nomor SM/35/III/2010 tanggal 28 April 2010 adalah :   SM/35/III/2010 April 28, 2010 which are:
Direktur Keuangan      : H. Robino Suharsono                  Director of Finance          : H. Robino Suharsono
Kepala Divisi Keuangan : H. Budi Rahardjo Slamet              Head Division of Finance : H. Budi Rahardjo Slamet
Kepala Urusan PKBL     : Hairul Aswan                         Head of PKBL affairs         : Hairul Aswan




                                                                                            LAPORAN TAHUNAN 2010                7
    2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN                   2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
    Berikut ini adalah kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam      The following are the accounting policies adopted in preparing the
    penyusunan laporan keuangan perusahaan, yang sesuai dengan        financial statements, in accordance with accounting principles
    prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.                 generally accepted in Indonesia.

       A. DASAR PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN                              A. BASIS OF THE PREPARATION OF FINANCIAL
                                                                             STATEMENTS
       Penyusunan Laporan Keuangan mengacu kepada Surat                  Preparation of Financial Statements refer to the Circular Letter
       Edaran Menteri Negara BUMN Nomor : SE-04/MBU.S/2007               of the Minister of SOEs Number: SE-04/MBU.S/2007 dated
       tanggal 17 Juli 2007 tentang Penerapan Pedoman Akuntansi          July 17, 2007 on the Application of Accounting Guidelines
       Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Badan Usaha Milik           and the Community Development Partnership Program
       Negara. Laporan keuangan disusun berpedoman kepada                State-Owned Enterprises. Financial statements are prepared
       buku Pedoman Akuntansi Program Kemitraan dan Program              on the basis of the Partnership and Accounting Guide
       Bina Lingkungan (PKBL) BUMN disamping Pernyataan                  Community Development Program (Partnership) in addition
       Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) di Indonesia.                   to SOE Statement of Financial Accounting Standards (IAS) in
                                                                         Indonesia.
       Laporan keuangan terdiri dari :                                   Financial report consist of:
        •	 Laporan	Posisi	Keuangan                                       •	 Balance	Report
        •	 Laporan	Aktivitas                                             •	 Activities	Report
        •	 Laporan	Arus	Kas.                                             •	 Cash	Flow	Report
        •	 Catatan	atas	Laporan	Keuangan                                 •	 Notes	on	Financial	Report
       Laporan Keuangan disusun menggunakan dasar akrual                 The financial statements are prepared using the accrual basis
       kecuali untuk laporan arus kas disusun menggunakan dasar          except for statements of cash flows prepared using the cash
       kas.                                                              basis.
       Laporan arus kas menyajikan penerimaan dan pengeluaran            Statements of cash flows presents cash receipts and
       kas yang diklasifikasikan dalam aktivitas operasi, investasi      disbursements are classified into operating, investing and
       dan pendanaan, yang disusun dengan menggunakan metode             financing activities, which are prepared using the direct
       langsung.                                                         method.

       1. Penetapan dan Penggunaan Dana                                   1. Determination and Use Of Funds
          a. Penetapan Dana                                                  a. Funds Determination
             Berdasarkan Peraturan Menteri BUMN No : PER-05/                    Based on Ministerial Decree No. SOE: PER-05/
             MBU/2007 tanggal 27 April 2007, dana PKBL diatur                   MBU/2007 April 27, 2007, the Partnership fund is set
             sebagai berikut :                                                  as follows:
             1) Dana Program Kemitraan bersumber dari:                          1) Partnership Program Funds are from:
                 - Penyisihan laba setelah pajak maksimal                           - Administrative services loans / margin / profit
                    sebesar 2%                                                          sharing, deposits and / or current accounts of
                 - Jasa administrasi pinjaman/margin/bagi                               the Partnership and after deducting operating
                    hasil, bunga deposito dan/atau jasa giro dari                       expenses.
                    dan Program Kemitraan setelah dikurangi                         - Transfer of funds from the partnership
                    beban operasional.                                                  programs from other State-Owned Enterprise,
                 - Pelimpahan dana program program kemitraan                            if any
                    dari BUMN lain, jika ada                                     2) Community Development Funds are from:
             2) Dana Program Bina Lingkungan bersumber dari :                       - Allowance for profit after tax at a maximum of
                 - Penyisihan laba setelah pajak maksimal                               2%
                    sebesar 2%.                                                     - Deposits Interests and current accounts or
                 - Hasil bunga deposito dan atau jasa giro dana                         fund a program development environment.
                    program bina lingkungan.
             Beban operasional Kemitraan yang terdiri dari                        Costs of operating the Partnership consists of the
             pengadaan aset tetap, beban penyusutan dan                           acquisition of fixed assets, depreciation and other
             operasional lainnya dibiayai oleh hasil jasa                         operational services financed by the administration
             administrasi pinjaman, bunga deposito dan jasa                       of the accounts of loans, deposits and current of
             giro dari program kemitraan. Sedangkan beban                         the partnership program. While the operating costs
             operasional Bina Lingkungan yang dipergunakan                        of the development community is used to control
             untuk memonitor calon yang akan dibantu bersumber                    the candidate that will be the maximum amount of
             dari dana yang tersedia dalam tahun berjalan yang                    5% of the funds disbursed with the aid of the funds
             jumlahnya maksimum 5% dari dana yang disalurkan.                     available in the current year.


8      LAPORAN TAHUNAN 2010
b. Penggunaan Dana                                       b. Use of Funds
   Pedoman pelaksanaan PKBL mengacu kepada Surat            Guidelines for the implementation of the Partnership
   Keputusan Direksi Nomor: Kep/139/2004 tanggal            refers to the decision of the Board Number:
   30 September 2004 dan Peraturan Menteri BUMN             Kep/139/2004 September 30, 2004 and Regulation
   Nomor: 236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 yang            of the Minister of State-Owned enterprises Number:
   telah mengalami perubahan, berdasarkan Peraturan         236/MBU/2003 dated June 17, 2003, which has
   BUMN No. PER-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007           undergone a change, based on Regulation No.
   tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha              SOE. PER-05/MBU/2007 April 27, 2007 about
   Kecil dan Program Bina Lingkungan. Berdasarkan           the Partnership Program to Small Business and
   Surat Edaran Menteri BUMN No. SE-433/MBU/2003            Community Development Program. Based on the
   tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan           Circular Letter No. SOE Minister. SE-433/MBU/2003
   BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina                 on Partnership Program Guidelines for Small Business
   Lingkungan adalah sebagai berikut :                      and Community Development Program are as follows:

   1) Program Kemitraan                                     1) Partnership Program
      Program untuk meningkatkan kemampuan usaha               Programs to improve the ability of small businesses
      kecil agar menjadi tangguh dan mandiri melalui           in order to become strong and independent
      pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN,                  through the use of funds from the profits of state
      meliputi beberapa kegiatan yaitu:                        enterprises, including several activities, are as
      - Pemberian pinjaman kepada pengusaha                    follows:
          kecil dalam rangka memperkuat modal kerja,           - Granting loans to small entrepreneurs in order
          dalam bentuk:                                            to strengthen working capital, in the form:
         1. Pinjaman untuk modal kerja dan atau                    1. Loans for working capital or for the
              untuk pembelian barang-barang modal                      purchase of capital goods (fixed productive
              (aset tetap produktif) seperti mesin dan                 assets) such as machinery and production
              alat produksi, alat bantu produksi dan                   equipment, production tools and other
              lainnya yang dapat meningkatkan produksi                 tools that can increase production and
              dan penjualan produk Mitra Binaan.                       sales of products of Partners Patronage.
         2. Pinjaman khusus, yaitu pemberian                       2. Special loans, that is short-term loans
              pinjaman bersifat jangka pendek dalam                    to meet orders from business partners
              rangka memenuhi pesanan rekanan usaha                    trained partners.
              mitra binaan.
      Pemberian pinjaman diutamakan kepada usaha                Lending priority to small businesses, either in
      kecil baik dalam bentuk badan usaha, perorangan           the form of business entities, individuals and
      dan koperasi yang memiliki kekayaan bersih                cooperatives that have a net of at least the
      paling banyak Rp. 200.000.000 tidak termasuk              majority of Rp. 200 million excluding the land and
      tanah dan bangunan tempat usaha, atau memiliki            the construction of a workplace, or have annual
      hasil penjualan tahunan paling banyak Rp.                 sales of more than Rp. 1,000,000,000, property
      1.000.000.000, milik WNI, belum memiliki akses            of citizens, however, have access to the Bank (not
      perbankan (belum bankable), telah melakukan               eligible). It has been conducting business with a
      kegiatan usaha minimal usaha minimal 1 tahun.             minimum of at least 1 year.
      - Beban Pembinaan bersifat hibah dalam bentuk             - The burden of coaching is a grant in aid of
          bantuan pedidikan, pelatihan, pemagangan,                 education, training, internship, marketing,
          pemasaran, promosi untuk peningkatan                      promotions to increase productivity Partner
          produktivitas Mitra Binaan.                               Patronage.
      - Beban Pembinaan diberikan terutama kepada               - The burden of coaching especially to be
          Mitra Binaan dalam wilayah Perseroan yang                 given to Partner Patronage on the Company
          membutuhkan, dan dapat dilakukan berulang                 area that in need, and can be repeated until
          sampai Mitra Binaan yang bersangkutan                     the Patronage of the relevant partners to be
          menjadi tangguh, mandiri dan bankable.                    tough, independent and bankable.
      - Beban operasional yaitu beban pelaksanaan               - Operating expenses are the expenses beyond
          diluar beban pegawai dalam rangka                         the implementation of employee costs in order
          survey lokasi mitra binaan, monitoring,                   to survey the location of trained partners,
          pengembangan usaha mitra binaan, kegiatan                 monitoring, development of trained partners,
          penagihan dan pengadaan baik inventaris                   billing and procurement activities of both
          kantor maupun kendaraan dinas.                            office supply and service vehicles.
      - Aset tetap tidak lagi digunakan atau


                                                                                  LAPORAN TAHUNAN 2010               9
                  dijual, harga perolehan berikut akumulasi                      -Fixed assets are no longer used or sold,
                  penyusutan dikeluarkan dari kelompok aset                       following the acquisition price of accumulated
                  tetap dan keuntungan atau kerugian yang                         depreciation are removed from fixed assets
                  terjadi diperhitungkan sebagai pendapatan                       and gains or losses that occur are calculated
                  atau beban operasional dalam laporan                            as operating income or expense in the
                  Aktivitas Program kemitraan.                                    partnership program activity reports.
            2) Program Bina Lingkungan                                      2) Community Development Program
               - Program Badan Usaha milik Negara Peduli                       - BUMN Care Program (30% from cash
                  (30% dari saldo dana tersedia).                                 avaibility)
               - Program Bina Lingkungan                                       - Community Development Program

     2. Kualitas Dana Pinjaman Program Kemitraan                     2. Quality of Partnership Program Loan Funds
        Penggolongan kualitas pinjaman berdasarkan Peraturan            Loan quality classification based on Ministerial Decree
        Menteri BUMN Nomor PER-05/MBU/2007 tanggal 27                   No. SOE PER-05/MBU/2007 April 27, 2007 set as follows:
        April 2007 ditetapkan sebagi berikut:                           a. Well, if the installment payments of principal and
        a. Lancar, apabila pembayaran angsuran pokok dan                    interest on time or delay not exceeding 30 days from
           bunga tepat waktu atau terjadi keterlambatan belum               the due date.
           melampaui 30 hari dari tanggal jatuh tempo.
        b. Kurang Lancar, apabila terjadi keterlambatan                 b. Substandard, in case of delay in payment of principal
           pembayaran pokok dan atau bunga yang telah                      and interest, or that exceeded 30 days and not
           melampaui 30 hari dan belum melampaui 180 hari                  exceed 180 days from the date of expiry of the period.
           dari tanggal jatuh tempo.
        c. Diragukan, apabila terjadi keterlambatan pembayaran          c. Doubtful, if there is delay in payment of principal or
           pokok dan atau bunga telah melampaui 180 hari dan               interest has exceeded 180 days and not exceed 270
           belum melampaui 270 hari dari tanggal jatuh tempo.              days from the due date.
        d. Macet, apabila terjadi keterlambatan pembayaran              d. Bad, in case of delay in the payment of principal and
           pokok dan bunga yang telah melampaui 270 hari dari              interest that have surpassed the 270 days from the
           tanggal jatuh tempo.                                            date of expiry.

         Kualitas pinjaman kurang lancar, diragukan dan macet            Credit quality of substandard, doubtful and bad loans
         dapat dilakukan usaha pemulihan pinjaman dengan                 recovery efforts can be done in a way reminiscent of
         cara mengingatkan jadwal pembayaran, penjadwalan                payment schedule, re-scheduling (rescheduling) or
         kembali (rescheduling) atau penyesuaian persyaratan             adjustment requirements (reconditioning) if it meets the
         (reconditioning) apabila memenuhi kriteria :                    following criteria:
         - Mitra binaan beritikad baik atau kooperatif terhadap          - Trained partner acting in good faith or cooperatively
             upaya penyelamatan yang akan dilakukan                           against the rescue efforts that will be done
         - Usaha Mitra Binaan masih berjalan dan mempunyai               - The business of the trained partners is still running
             prospek utama                                                    and having the main prospect
         - Mitra Binaan masih mempunyai kemampuan untuk                  - The trained partner is still having ability to pay the
             membayar angsuran                                                installment

         Pelaksanaan pemindahan pencatatan pinjaman macet                The transfer of the installed application for the registration
         yang telah melalui proses pemulihan dicatat ke dalam            of loans that have gone through the recovery process are
         akun aset lain-lain pinjaman masalah.                           recorded in the problems of other assets loan account.

     B. SETARA KAS                                                   B. CASH EQUIVALENTS
     Deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan atau             Time deposits with maturities of not more than three
     kurang serta tidak digunakan sebagai jaminan diklasifikasikan      months and shall not be used as collateral, are classified
     sebagai “setara kas”.                                              as “ equivalents “

     C. ALOKASI PENYISIHAN PIUTANG SEWA BELI                         C. Allocation of Account Receivable Reserve Syariah
         SYARIAH, PINJAMAN KHUSUS DAN PIUTANG                           Rent / Buy, Special Loans and Receivables Loans
         PINJAMAN MITRA BINAAN                                          Partners Patronage
     Penyisihan Piutang Pinjaman Mitra Binaan dihitung dan              Allowance for Receivable Loans Partners Patronage
     dicatat sebesar prosentase tertentu berdasarkan kualitas           calculated and recorded on a certain percentage based
     pinjaman yaitu:                                                    on the quality of the loan are:




10   LAPORAN TAHUNAN 2010
a. Lancar, penyisihan terhadap piutang mitra binaan            a. Current, the allowance for receivable accounts of partners
   dengan golongan kualitas lancar adalah sebesar 0% dari         trained with the quality of the current class is equal to 0%
   nilai saldo piutang lancar.                                    of the value of current accounts receivable balance.
b. Kurang lancar, penyisihan terhadap piutang mitra binaan     b. Less Current, the allowance for receivable accounts of
   dengan golongan kualitas kurang lancar adalah 25% dari         trained partners with the less current group is equal 25%
   nilai saldo piutang kurang lancar.                             of the value of less current account receivable
c. Diragukan, penyisihan terhadap piutang mitra binaan         c Doubtful, the allowance for receivable account of trained
   dengan golongan kualitas diragukan adalah 75% dari nilai       partners, with the quality of doubtful is equal with 75% of
   saldo piutang diragukan.                                       the value of doubtful account receivable
d. Macet, penyisihan terhadap piutang mitra binaan             d. Bad, the allowance for receivable account of trained
   dengan golongan kualitas macet adalah 100% dari nilai          partners, with the quality of bad is equal with 100% of the
   saldo piutang macet.                                           value of bad account receivable.

Piutang Bermasalah                                              Trouble Account Receivable
Piutang bermasalah merupakan piutang kepada mitra binaan       Accounts receivable are receivables problem to partners
dengan golongan macet yang telah diupayakan penagihan          trained with the group that has tried billing jams through
melalui rescheduling dan reconditioning namun tidak dapat      rescheduling and reconditioning, but can not be restored.
dipulihkan. Penyisihan atas piutang bermasalah adalah          Problematic is the allowance for accounts receivable at 100%
sebesar 100% dari nilai saldo piutang bermasalah.              of the outstanding amounts problematic.

D. DASAR HUKUM PENYEDIAAN DAN PEMBENTUKAN                      D. LEGAL BASIC OF PROVISION AND ESTABLISHMENT
   DANA :                                                         OF FUNDS

a. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor            a. Ministerial Decree No. KEP-236/MBU/2003 for State-
   KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang                  Owned Enterprises dated June 17, 2003 about the
   Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan              Partnership Program with Small State-Owned Enterprises
   Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan, pasal 8,              and Community Development Program, Section 8,
   sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri              as amended by Regulation of the Minister for State
   Negara BUMN Nomor PER-05/MBU/2007 tanggal 27                   Enterprises No. PER-05/MBU / 2007 April 27, 2007 on the
   April 2007 tentang Program Kemitraan Badan Usaha               Partnership Program with Small State-Owned Enterprises
   Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina               and Community Development Program of article 9.
   Lingkungan pasal 9.
b. Surat Edaran Menteri Negara BUMN Nomor SE-                  b. Minister for State Enterprises Circular No. SE-01/
   01/MBU/2007 tanggal 31 Agustus 2007 tentang                    MBU/2007 August 31, 2007 on the Implementation of
   Pemberlakuan Jasa Administrasi Pinjaman Program                Administrative Services Loan Program and the Community
   Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).                          Development Partnership (Partnership).
c. Surat Edaran Kementrian BUMN Nomor SE-433/                  c. Circular No. State-Owned Enterprise Minister SE-433/
   MBU/2003 tanggal 16 September 2003 perihal petunjuk            MBU/2003 September 16, 2003 on guidelines for the
   pelaksanaan Program Kemitraan dengan Usaha Kecil dan           implementation of the Partnership Program with the Small
   Program Bina Lingkungan.                                       Business and Community Development Program.
d. Surat Direktur Jenderal Pembinaan BUMN No.S-1024/           d. Letter of the Director General of State-Owned
   BU/1997 tanggal 25 Juli 1997 tentang Pengelolaan dana          Enterprise No.S-1024/BU/1997 dated July 25, 1997 on
   program Kemitraan PT BNI (Persero) Tbk oleh PT Jasa            the Management Partnerships Program funds PT BNI
   Raharja (Persero)                                              (Persero) Tbk PT Jasa Raharja (Persero)
e. Surat Kementrian BUMN Nomor S-466/MBU/2003                  e Letter of the Minister of State-Owned Enterprise Number
   tanggal 2 Oktober 2003 yang menyatakan bahwa                   S-466/MBU/2003 dated October 2, 2003 stating that the
   terhitung mulai dari pembagian laba PT BNI (Persero)           start of the division of profits PT BNI (Persero) fiscal year
   tahun buku 2002 PT BNI (Persero) kembali mengelola             2002 PT BNI (Persero) returned to manage the funds of
   penyaluran dana PKBL.                                          the Partnership.

E. ASET TETAP                                                  E. FIXED ASSETS
Aset Tetap dibukukan berdasarkan harga perolehan.              Fixed assets are recorded at cost. Based on the Decree of
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. Skep/53/IX/1999        the Council. No. Skep/53/IX/1999 dated September 20, 1999
tanggal 20 September 1999 ditetapkan batasan pengeluaran       set a spending limit purchases of goods and assets of small
pembelian barang inventaris kecil dan kapitalisasi aset,       capitalization stocks, stocks with a value of spending a small
untuk nilai pengeluaran inventaris kecil maksimal sebesar Rp   amount of Rp 1,000,000.
1.000.000.



                                                                                             LAPORAN TAHUNAN 2010                 11
     Penyusutan aset tetap dilakukan dengan metode garis lurus        Depreciation of fixed assets by straight-line method over their
     berdasarkan taksiran masa manfaat sebagai berikut:               estimated useful lives as follows:

           No.               Aset Tetap / Fixed Asset                              Masa Manfaat / Use period

           1.                Bangunan/Building                                     20 tahun/years
           2.                Kendaraan/Vehicle                                     5 tahun/years
           3.                Peralatan Kantor/office equipments                    5 tahun/years
           4.                Perabot/furnitures                                    5 tahun/years
     Penyusutan pada tahun pertama perolehan dihitung tengah          Depreciation in the first year is calculated semi-annually,
     tahunan yaitu untuk aset yang dibeli dan atau siap pakai         that is acquisition of the assets acquired or ready to be used
     sebelum bulan Juli disusutkan selama satu tahun sedangkan        before July will be depreciated for one year, while for assets
     untuk aset yang dibeli dan atau siap pakai pada bulan Juli       acquired and ready for use on July until December, will be
     sampai dengan Desember disusutkan selama setengah                depreciated over a half year. Expenditures for the acquisition
     tahun. Pengeluaran untuk pengadaan aset yang masih dalam         of the assets are still in the process recorded in the balance
     proses dicatat di Neraca sebagai Aset yang sedang dibangun       sheet as assets under construction and the depreciation is not
     dan tidak dihitung penyusutannya.                                calculated.

     Aset tetap disajikan sebesar harga perolehan dikurangi        Fixed assets are recorded at cost less accumulated depreciation.
     dengan akumulasi penyusutan.
     F. DANA PENJAMINAN KUM-LTA                                       F. GUARANTEED FUNDS OF MICRO-BUSINESS
                                                                          LOANS WITHOUT COLLATERAL
     Dana Penjaminan Kredit Usaha Mikro Layak Tanpa Agunan            Guaranteed funds of micro-business loans without collateral
     (KUMLTA) merupakan deposit sebagai jaminan program               (KUMLTA) is a deposit as a security partnership program
     kemitraan pada bank yang telah menyatakan kesediaannya           in which banks have expressed willingness to accept the
     menerima penempatan dana jaminan dan menyalurkan                 placement of collateral funds and distribute micro-credit, the
     kredit usaha mikro, besarnya dana penjaminan KUMLTA              amount of guarantee fund KUMLTA set at a nominal value of
     ditetapkan sebesar nilai nominal dana yang ditempatkan.          funds placed.

     G. PENGAKUAN PENERIMAAN, PENDAPATAN,                             G. THE ACKNOWLEDGMENT OF INCOME, REVENUE,
        PENYALURAN, BEBAN , DAN PENGELUARAN                              DISTRIBUTION, LOAD AND EXPENSES.
     a. Pendapatan diakui dalam laporan aktivitas unit PKBL,          a. Revenue is recognized in the Partnership unit of activity,
        sesuai dengan basis yang digunakan yaitu basisi akrual,          in accordance with the accrual basis, except for loan
        kecuali untuk pendapatan jasa administrasi pinjaman              administration services revenue and revenue Islamic
        dan pendapatan sewa beli syariah menggunakan basis               hire purchase using cash basis so that revenues will be
        kas sehingga pendapatan–pendapatan tersebut akan                 accounted / recognized when realization.
        dicatat/diakui pada saat terrealisasikan.                     b. The allocation of the benefits of State-owned enterprises
     b. Alokasi bagian laba dari BUMN Pembina diakui pada saat           is recognized when shareholder general meeting to
        RUPS menetapkan besarnya alokasi laba untuk Program              determine the amount of revenue allocated to the
        Kemitraan dan Program Bina Lingkungan.                           partnership and the community development program.
     c. Penerimaan pelimpahan dari PKBL lain diakui pada saat         c. The acceptance of the transfer from the other partnership
        terjadi transfer dana dari unit PKBL lain.                       are recognized in the case of transfers of funds from other
     d. Sumbangan diakui pada saat diterima oleh unit PKBL.              partnership unit.
     e. Penggantian beban operasional diakui pada saat diterima       d. Donations are recognized when received by the unit PKBL
        penggantian dana.                                             e Reimbursement of operational expenses are recognized
     f. Beban diakui dalam laporan aktivitas unit PKBL, sesuai           when received.
        dengan basis yang digunakan yakni basis akrual maka           f. Costs recognized in the partnership unit of activity, in
        beban akan dicatat/diakui pada saat terjadinya transaksi         accordance with the framework that uses the accrual
        atau kejadian.                                                   method, the load will be/has been recognized at the
     g. Pengakuan beban bersamaan dengan pengakuan                       transaction or occurrence.
        kenaikan kewajiban atau penurunan aset.                       g. Recognition of the burden along with the recognition of
                                                                         liabilities increase or decrease in assets




12   LAPORAN TAHUNAN 2010
   H. ASET BERSIH                                                                                                                                        H. ASET BERSIH / NET ASSETS
   a. Aset Bersih diklasifikasikan menjadi Aset Bersih Terikat                                                                                           a. Net Assets Net Assets classified as Restricted and
       dan Aset Bersih Tidak Terikat.                                                                                                                       Unrestricted Net Assets.
   b. Aset Bersih Terikat adalah sumber dana yang                                                                                                        b. Restricted Net Assets is a limited source of funds
       penggunaannya dibatasi untuk tujuan tertentu atau tidak                                                                                              for specific purposes or can not be used for normal
       dapat digunkan untuk kegiatan operasional normal.                                                                                                    operations.
   c. Aset Bersih Tidak Terikat adalah sumber dana yang                                                                                                  c. Unrestricted Net Assets is the source of funds whose use
       penggunaannya tidak dibatasi untuk tujuan tertentu.                                                                                                  is not restricted to specific purposes.

3. KAS DAN SETARA KAS                                                                                                                           3. CASH AND CASH EQUIVALENTS
Saldo Kas, Bank dan Setara Kas per 31 Desember 2010 dan                                                                                         Cash Balance and Cash Equivalents per December 31, 2010 and
2009 terdiri dari :                                                                                                                             2009 consists of:



                                                                                                                                                                                                                                                            
                                                                                                                                                                                     2010                                        2009
               Kas                                                                                                                                                                     77.391.916                                   5.929.317
               Bank  BNI                                                                                                                                                           10.164.290.259                               3.939.837.664
                                                                                                                                                                                   10.241.682.175                               3.945.766.981




Saldo Kas terdiri dari :                                                                                                                        Cash Balance consists of:




                                                                                                                                                                                                                                                            
                                                                                                                                                                                                       2010                       2009
               Kas  Program  Kemitraan                                                                                                                                                                       10.909.432             5.929.317
               Kas  Bina  Lingkungan                                                                                                                                                                         66.482.484                     0
                                                                                                                                                                                                             77.391.916             5.929.317



Saldo di Bank BNI berasal dari :                                                                                                                Balance at Bank BNI came from:

                                                                                                                                                                         2010                                                     2009
                 Sumber  Dana  PT  Jasa  Raharja  (Persero)                                                                                                             1.758.960.325                                            1.526.248.628




                                                                                                                                                                                                                                                                 
                 Sumber  Dana  Eks  PT  Bank  BNI,  Tbk                                                                                                                   863.361.014                                              527.747.826
                 Sumber  Dana  Bina  Lingkungan                                                                                                                         7.541.968.920                                            1.885.841.210
                                                                                                                                                                      10.164.290.259                                             3.939.837.664



4. PIUTANG PINJAMAN KHUSUS                                                                                                                      4. SPECIAL LOANS RECEIVABLE
   Penyaluran Khusus sebesar Rp 200.000.000,00 dalam rangka                                                                                     Special Distribution of Rp 200,000,000.00 in order to accelerate
   akselerasi penyaluran dana PUKK dan upaya pemberdayaan                                                                                       the disbursement of funds and effort to the people of Maluku
   ekonomi masyarakat Maluku, sesuai surat Kementerian                                                                                          PUKK economic empowerment, according to the letter of the
   BUMN Nomor : S-227/MBU/2002 tanggal 7 Juni 2002 hal                                                                                          Minister of State-Owned Enterprise Number: S-227/MBU/2002
   Penyaluran Dana PUKK Tahun 2002 untuk Daerah Pembinaan                                                                                       dated June 7, 2002 p. 2002 PUKK Maluku Regional Development
   Maluku, penyaluran dan pengelolaannya dana PUKK tahun                                                                                        Disbursement distribution, and management funds in 2002 was
   2002 ditunjuk PT Bank Rakyat Indonesia (BRI). Penyaluran                                                                                     appointed PUKK PT Bank Rakyat Indonesia (BRI). Distribution of
   Khusus tersebut seluruhnya bersumber dari dana PT Jasa                                                                                       a special fund entirely sourced from PT Jasa Raharja (Persero).
   Raharja (Persero).

5. PIUTANG PINJAMAN MITRA BINAAN                                                                                                                5. LOANS RECEIVABLE TRAINED PARTNERS


                                                                                                                                                                                             2010                                           2009
                   Saldo  Awal                                                                                                                                                            88.842.526.666
                                                                                                                                                                                                                                         47.987.522.497
                   Penyaluran  Dana  Pinjaman                                                                                                                                         266.806.588.187
                                                                                                                                                                                                                                     271.196.489.147
                   Penerimaan  Pokok  Pinjaman                                                                                                                                      (257.063.698.179)                            (230.341.484.978)
                                                                                                                                                                                                                                   
                                          Saldo  Piutang  Pinjaman  Mitra  Binaan                                                                                                         98.585.416.674
                                                                                                                                                                                                                                         88.842.526.666
                   Dikurangi  :  
                     Piutang  Bermasalah-­‐‑aset  lain-­‐‑lain                                                                                                                          (24.013.820.621)                             (22.220.096.322)
                                                                                                                                                                                                                                       
                              Saldo  Piutang  Pinjaman  Mitra  Binaan-­‐‑aset  lancar                                                                                                     74.571.596.053
                                                                                                                                                                                                                                         66.622.430.344
                   Dikurangi  :  


                                                                                                                                                                                                                                                                      
                     Penyisihan  Piutang  Mitra  Binaan                                                                                                                                 (12.117.884.359)                             (14.555.427.177)
                                                                                                                                                                                                                                       
                                  Saldo  Piutang  Pinjaman  Mitra  Binaan-­‐‑Bersih                                                                                                       62.453.711.694
                                                                                                                                                                                                                                         52.067.003.167




                                                                                                                                                                                                                          LAPORAN TAHUNAN 2010                           13
     Piutang bermasalah (aset lain-lain) sebesar Rp 24.013.820.621,                                                                                                   Troubled receivable account (others asset) as much as Rp
     terdiri :                                                                                                                                                        24.013.820.621, consists of:


                    Saldo  awal  Piutang  Bermasalah  (Tahun  1992  s/d  1999)
                         Berdasarkan  RUPS  tahun  2002  dan  2003                                                                                                                                                                                                                                                                                                                22.220.096.322

                    Hasil  Inventarisasi  Piutang  Bermasalah  (Tahun  1992  s/d




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           
                          1999)  sesuai  Surat  Edaran  Direksi  Nomor  :  P/SE/63/2010
                          Tanggal  30  November  2010                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1.793.724.299
                                                                                                                              Jumlah                                                                                                                                                                                                                                              24.013.820.621




     6. ALOKASI PENYISIHAN                                     PIUTANG                       DAN                    BEBAN                                             6. ALLOCATION                                                                                                                          OF    ALLOWANCE      FOR
        PENYISIHAN PIUTANG                                                                                                                                               DOUBTFUL                                                                                                                            ACCOUNTS      RECEIVABLE
                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Penyisihan


                                                                                                                                                                                                    Persentase                                                                                                                                                                                                         Beban  
                          No                        Kualitas  Pinjaman                            Umur  Piutang                   Saldo  Piutang                                                                                                                               2010                                                                   2009
                                                                                                                                                                                                  Penyisihan                                                                                                                                                                                                 Penyisihan  




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           
                         1        Lancar                                                           s.d.  30  hari                           
                                                                                                                                           58.165.844.922                                               0%                                                                                                         -­‐‑                                                                     -­‐‑                                                             -­‐‑
                         2        Kurang  Lancar                                            >  30  hari  &  <  180  hari                       4.474.295.763
                                                                                                                                                                                                       25%                                                               
                                                                                                                                                                                                                                                                       1.118.573.941                                                                  673.896.802
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       444.677.139
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         
                         3        Diragukan                                                >  180  hari  &  <  270  hari                       3.728.579.803
                                                                                                                                                                                                       75%                                                             2.796.434.852
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                2.937.662.042
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     (141.227.190)
                         4        Macet                                                             >270  hari                                 8.202.875.565
                                                                                                                                                                                                      100%                                                               
                                                                                                                                                                                                                                                                       8.202.875.565                                                            7.439.868.333
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       763.007.232
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         
                         5        Bermasalah                                                        >270  hari                             24.013.820.621