Docstoc

Proposal Data Nasabah Di Bank

Document Sample
Proposal Data Nasabah Di Bank Powered By Docstoc
					EVALUASI KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT OLEH
   PT BPR ARTHA PANGGUNG PERKASA
             TRENGGALEK

                 SKRIPSI




                   Oleh

                Frengky Lady
                  03610443




   UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
           FAKULTAS EKONOMI
               JANUARI 2008
EVALUASI KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT OLEH
   PT BPR ARTHA PANGGUNG PERKASA
             TRENGGALEK



                       SKRIPSI




      Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Mencapai
              Derajat Gelar Sarjana Ekonomi




                          Oleh

                      Frengky Lady
                        03610443




   UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
           FAKULTAS EKONOMI
               JANUARI 2008
                                SKRIPSI

    EVALUASI KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT OLEH
          PT BPR ARTHA PANGGUNG PERKASA
                    TRENGGALEK




                                    Oleh

                                Frengky Lady
                                  03610443




                              Diterima dan disahkan
                         Pada tanggal …………………….


                                 Pembimbing:

Pembimbing I                                   Pembimbing II



Drs. Warsono, M.M.                             Drs. M. Jihadi, M.Si.


                                 Mengetahui:

Dekan Fakultas Ekonomi                         Ketua Jurusan Manajemen



DR. H Bambang Widagdo, M.M.                    Rahmad Wijaya, S.E., M.M.
                          KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

       Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah

memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya

ilmiah ini sebagai tugas akhir di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah

Malang dengan judul “EVALUASI KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT OLEH

PT BPR ARTHA PANGGUNG PERKASA TRENGGALEK”                    Penulis menyadari

sepenuhnya bahwa dalam penyusunan skripsi ini jauh dari kesempurnaan. Hal ini

dikarenakan terbatasnya kemampuan dan pengetahuan yang ada pada diri penulis.

Namun demikian, dalam menyususn skripsi ini penulis telah berusaha semaksimal

mungkin untuk menyelasaikannya.

       Disamping itu, bantuan dari berbagai pihak sangat berperan dalam proses

penyusunan skripsi. Oleh karena itu, dengan rasa penuh hormat, tulus dan ikhlas

penulis haturkan terima kasih kepada:

1. DR. H Bambang Widagdo, MM selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas

   Muhammadiyah Malang.

2. Rachmad Wijaya, SE. MM selaku Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi

   Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan izin untuk menyusun

   skripsi.
3. Drs. Warsono, M.M. selaku Dosen Pembimbing I yang telah banyak dan tidak

   bosan-bosannya memberikan masukan dan bimbingan mengenai penulisan

   skripsi.

4. Drs. M. Jihadi, M.Si. selaku pembimbing II yang telah membimbing dengan sabar

   dan memberikan masukan dalam penyelesaian penulisan skripsi.

5. Drs. Ahcmad Mohyi, MM selaku Dosen Wali Manajemen kelas H angkatan 2003

   selama penulis dibangku kuliah.

6. Bapak Cholil Senoadji selaku Direktur Utama yang telah berkenan memberikan

   izin untuk melakukan penelitian di PT BPR Artha Panggung Perkasa tersebut.

7. Ayahanda, ibunda, kakak dan sayangku tercinta yang telah memberikan banyak

   do’a, dorongan dan materiel baik dalam penyelesaian penulisan skripsi maupun

   selama proses perkuliahan.

8. Teman-teman kost Al-Kautsar 51 terutama pada Reki yang telah memberikan

   dorongan dan semangat dalam menyelesaikan skripsi ini.

9. Semua pihak-pihak yang membantu terselesaikannya penulisan skripsi ini,

   semoga Allah memberi ramatnya pada kalian semua.

       Akhirnya penulis berharap semoga hasil penelitian ini dapat memberikan

pemahaman tentang evaluasi kelayakan kredit dan juga bermanfaat bagi pihak

pengelola PT BPR Artha Panggung Perkasa sebagai pertimbangan untuk menilai

layak atau tidak kredit tersebut diberikan kepada debitur.

                                                             Malang, Januari 2008

                                                                  Peneliti,
                                         DAFTAR ISI SKRIPSI

                                                                                                                Halaman

KATA PENGANTAR..............................................................................................i

DAFTAR ISI...........................................................................................................iii

DAFTAR LAMPIRAN............................................................................................v

DAFTAR GAMBAR..............................................................................................vi

ABSTRAKSI.........................................................................................................vii

BAB I PENDAHULUAN

          A. Latar Belakang Masalah.........................................................................1

          B. Perumusan Masalah...............................................................................8

          C. Batasan Masalah....................................................................................8

          D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian...........................................................9

                1. Tujuan Penelitian.............................................................................9

                2. Kegunaan Penelitian........................................................................9

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS

          A. Tinjauan Peneliti Terdahulu.................................................................10

          B. Tinjauan Teori......................................................................................11

                1. Keputusan Penyaluran Kredit.........................................................11

                2. Faktor-faktor Penentu Dalam Pemberian Kredit............................16

                3. Analisis Kelayakan Kredit.............................................................18

          C. Kerangka Pikir.....................................................................................22
     D. Hipotesis..............................................................................................23

BAB III METODE PENELITIAN

     A. Lokasi Penelitian..................................................................................24

     B. Jenis Penelitian ....................................................................................24

     C. Definisi Operasional Variabel..............................................................24

     D. Data dan Sumber Data.........................................................................25

     E. Teknik Pengambilan Data....................................................................26

     F. Teknik Pengumpulan Data ..................................................................26

     G. Teknik Analisis Data ...........................................................................27

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

     A. Tinjauan Umum PT BPR Artha Panggung Perkasa.…………………29

     B. Analisa Data …………………………………………………………46

     C. Pembahasan Hasil Analisa Data ……………………………………..92

BAB V KESIMPULAN DAN IMPLIKASI

     A. Kesimpulan …………………………………………………………111

     B. Implikasi ……………………………………………………………111

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN
                            DAFTAR LAMPIRAN


Lampiran 1. Daftar pertanyaan

Lampiran 2. Lokasi usaha debitur
                         DAFTAR GAMBAR



Gambar 2.1 Kerangka Pikir Evaluasi Kelayakan Pemberian Kredit

Gambar 4.1 Bagan Struktur Organisasi PT BPR Artha Panggung Perkasa
                                  ABSTRAKSI

       Evaluasi Kredit merupakan elemen penting dalam pemberian kredit kepada

debitur. Kegiatan pemberian kredit diperlukan suatu analisis yang baik dan seksama

terhadap semua aspek perkreditan yang dapat menunjang proses pemberian kredit,

guna mencegah timbulnya suatu resiko kredit.

       Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan pemberian

kredit yang dilakukan oleh pihak PT BPR Artha Panggung Perkasa Trenggalek. Dari

hasil analisa data yang menggunakan alat analisis 6C yaitu character, capacity,

capital, collateral, condition dan compliance menyatakan bahwa sebagian besar

debitur layak menerima kredit dari PT BPR Artha Panggung Perkasa.

       Berdasarkan alat analisis 6C diperoleh bahwa ternyata yang layak menerima

kredit sebesar 80% (sebanyak 12 orang), sedangkan yang tidak layak menerima kredit

sebesar 20% (sebanyak 3 orang).
                                       BAB I

                               PENDAHULUAN


A.   Latar Belakang Masalah

               Perbankan merupakan suatu lembaga keuangan yang ada di Indonesia

     yang memiliki peranan penting bagi kelangsungan perekonomian Indonesia.

     Pertumbuhan ekonomi harus diarahkan untuk meningkatkan pendapatan

     masyarakat serta mengatasi ketimpangan ekonomi dengan kesenjangan sosial.

     Pertumbuhan ekonomi guna meningkatkan pendapatan masyarakat, perlu

     diberikan perhatian bagi usaha-uaha untuk membina dan melindungi usaha kecil

     dan tradisional serta golongan ekonomi lemah.

               Bank Indonesia menilai koordinasi erat antara BI dan pemerintah sangat

     dibutuhkan untuk mencapai stabilitas makro-ekonomi dan pertumbuhan 6

     persen pada tahun 2007. BI memiliki enam dari delapan syarat atau langkah

     yang dibutuhkan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang baik. Hasil rapat

     Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI), selasa (22/11) di Jakarta juga

     mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi 2007 berpotensi meningkat lebih

     tinggi mencapai 6,3 persen jika langkah yang dibutuhkan direalisasikan lebih

     cepat. Jika langkah-langkah yang dibutuhkan gagal diimplementasikan secara

     tuntas,    pertumbuhan    ekonomi    2007    diperkirakan   hanya   5,7   persen

     (www.kompas.co.id).
       Pasar keuangan mikro Indonesia didominasi oleh dua jenis lembaga

resmi yaitu: 4.000 lebih kantor Unit, yang merupakan kantor-kantor cabang

pembantu Bank Rakyat Indonesia (BRI, yang sedang menjalani privatisasi), dan

hampir 2.200 Bank Perkreditan Rakyat (BPR), yang mewakili bank-bank yang

lain. BRI disebut menguasai sekitar 45% portofolio Keuangan Mikro,

sedangkan BPR sekitar 30%. Koperasi berperan besar dalam penyaluran kredit

(sekitar 20% dari pangsa pasar), namun kurang berperan dalam penggalangan

tabungan: BRI Unit menghimpun sekitar 75%, sedangkan BPR menghimpun

20% dana.

       Keuangan mikro di Indonesia telah ada sejak akhir abad ke-19 dengan

berdirinya Bank Kredit Rakyat dan Lumbung Desa. Kedua lembaga ini

dibentuk untuk membantu petani, pegawai, dan buruh melepaskan diri dari

lintah darat. Pada 1905 Bank Kredit Rakyat ditingkatkan menjadi Bank Desa

yang cakupan pelayanannya diperluas meliputi kegiatan usaha di luar bidang

pertanian.

       Keadaan ini berubah setelah keluarnya Undang-undang (UU) No. 7

Tahun 1992 tentang Perbankan yang menetapkan bahwa hanya ada dua jenis

bank di Indonesia, yaitu Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Lembaga keuangan yang tidak memenuhi syarat sebagai BPR kemudian dikenal

sebagai lembaga keuangan nonformal atau bank gelap.

       Lembaga keuangan nonformal tercatat ada 2.272 LDKP (Lembaga Dana

dan Kredit Pedesaan) dan 5.345 BKD (Badan Kredit Desa) yang tidak
memenuhi syarat sebagai BPR. Pergerakan jumlah BPR sangat ditentukan oleh

perubahan jumlah BPR non BKD. Struktur BPR di Indonesia masih didominasi

oleh BPR yang masuk kategori BKD. Sampai tahun 2002 hampir 60% BPR di

Indonesia merupakan BKD. Kegiatan utama BPR adalah menerima simpanan

dan memberikan kredit skala kecil dalam jangka pendek kepada pedagang-

pedagang di pasar dan penduduk desa. Wilayah kerjanya umumnya bersifat

lokal tingkat desa. (www.smeru.or.id).

       Selama ini BPR seolah-olah berada dalam kegelapan pada saat

melaksanakan proses untuk memberikan fasilitas kredit (penyediaan dana)

kepada calon debitur yang belum dikenal dengan baik, karena sangat sulit untuk

mendapatkan informasi tentang calon debitur tersebut terutama debitur yang

sebelumnya telah memperoleh penyediaan dana dari bank lain. Debitur yang

bermasalah berpindah dari bank lain ke BPR sangat mungkin terjadi.

       Hal tersebut dikarenakan belum diikutsertakannya BPR dalam Sistem

Informasi Debitur (SID) yang dikelola oleh BI. BPR mulai tahun 2006

diikutsertakan   dalam    SID,    berdasarkan   Peraturan   Bank     Indonesia

No.7/8/PBI/3005 tanggal 24 Januari 2005 tentang Sistem Informasi Debitur.

SID menjadikan BPR bertindak sebagai pelapor dan wajib bagi BPR dengan

total asset Rp10,00 miliar ke atas, sedangkan BPR dengan total asset dibawah

Rp10,00 miliar tidak wajib, namun diperkenankan untuk menjadi pelapor

sepanjang memiliki infrastruktur yang memadai (www.bi.go.id).
       Peranan BPR dalam perekonomian Indonesia dapat dilihat dari skala

usahanya. Bila melihat skala usaha, harus dikatakan bahwa BPR kurang efisien

dibanding bank-bank umum. Penyebabnya adalah kecilnya skala usaha dan

kualitas SDM. Tetapi BPR memiliki kekuatan dalam hal likuiditas dibanding

bank umum. Keunggulan BPR yang lainnya yaitu BPR tetap menjalankan

fungsi intermediasinya secara seimbang, sekalipun perekonomia Indonesia

dalam kondisi krisis. BPR dilihat dari segi permodalan juga lebih baik dari pada

bank umum (Manurung dan Rahardja, 2004: 216-217).

       Perkreditan bukanlah masalah yang asing, baik dalam kehidupan kota

maupun dalam pedesaan. Kredit merupakan salah satu pembiayaan sebagian

besar dari kegiatan ekonomi. Perkreditan merupakan kegiatan yang penting bagi

perbankan, karena kredit juga merupakan salah satu sumber dana yang penting

untuk setiap jenis usaha. Sebelumnya dimulainya kegiatan pemberian kredit

diperlukan suatu analisis yang baik dan seksama terhadap semua aspek

perkreditan yang dapat menunjang proses pemberian kredit, guna mencegah

timbulnya suatu risiko kredit.

       Beberapa perbankan nasional guna meningkatkan kinerja yang baik

dengan melakukan perencanan yang baik dalam menentukan strategi penyaluran

kredit. Strategi yang dilakukan mereka yaitu dengan menerapkan tata kelola

perusahaan yang baik, selain itu dengan melakukan analisis kredit yang

komprehensif dan pengawasan kredit yang melekat serta sikap kehati-hatian.
       PT BPR Artha Panggung Perkasa dalam pemberian kredit tetap

berdasarkan pada prinsip kehati-hatian (prudential banking) untuk menghindari

risiko kredit bermasalah dan kredit macet. Bank juga langsung melakukan

penanganan atas permohonan kredit yang di terima dengan melakukan survei ke

tempat usaha dan survei jaminan setelah dilakukan wawancara pendahuluan.

       Pelayanan yang cepat namun tepat sasaran akan memberikan rasa

nyaman bagi para calon nasabah kredit. Untuk produk kredit yang diberikan

oleh PT BPR Artha Panggung Perkasa mempunyai jangka waktu yang

bervariasi, yaitu kredit angsuran maksimal sampai dengan 2 tahun sedangkan

kredit tetap maksimal sampai 6 bulan. Kredit yang diberikan tergantung pada

permohonan dari debitur.

       Penyaluran kredit merupakan faktor yang sangat menjadi perhatian bagi

PT BPR Artha Panggung Perkasa maka perlu ditumbuh kembangkan dengan

memberikan kredit kepada sektor-sektor usaha yang produktif untuk skala

Usaha Kecil Menengah (UKM) serta selalu menjaga hubungan yang harmonis

antara nasabah dengan Bank dalam rangka menghindari terjadinya kredit macet.

       Bank lebih cenderung memberikan pinjaman jangka pendek kepada

debiturnya, karena pinjaman tersebut mempunyai batas pelunasan yang relatif

cepat dan dana yang diberikan juga minim. Bila terjadi sesuatu yang tidak

diinginkan misalnya debitur ingkar janji terhadap kewajibannya maka risiko

yang ditanggung oleh pihak bank relatif kecil. Keuntungan yang lainnya yaitu
dapat memberikan kesempatan kepada debitur yang lain untuk penyaluran

kredit.

          PT BPR Artha Panggung Perkasa Trenggalek memiliki nasabah hingga

akhir Juli 2007 sebanyak 591 orang, karena nasabahnya merupakan nasabah

konsumen (untuk kepentingan pribadi atau usaha). Nasabah konsumen tidak

hanya menggunakan dana yang diberikan oleh bank untuk kepentingan pribadi

saja tetapi ada yang menggunakannya untuk kepentingan tambahan modal

usahanya. PT BPR Artha Panggung Perkasa Trenggalek memiliki debitur

hingga akhir Juli 2007 sebanyak 159 orang, dari jumlah debitur yang ada yang

dikatakan layak untuk diberikan kredit oleh pihak kreditur sebanyak 90%.

          PT BPR Artha Panggung Perkasa Trenggalek menawarkan pinjaman

berupa pinjaman konsumen/personal dan pinjaman usaha kecil menengah.

Debitur yang meminjam kredit kebanyakan merupakan nasabah lama dari bank,

sehingga dalam pemberian kredit akan lebih memudahkan pihak bank dalam

mengevaluasi kinerja debitur tersebut. Debitur yang diangkat disini memiliki

jenis usaha yang berbeda-beda, diantaranya adalah pedagang, petani, PNS

(Pegawai Negeri Sipil), kontraktor. Debitur disini mempunyai kebutuhan yang

berbeda-beda dalam peminjaman kredit, diantaranya yaitu untuk tambahan

modal dan untuk konsumtif sendiri.

          Lembaga perkreditan baik formal maupun non formal keberadaanya saat

ini sangat membantu para industri kecil dalam memenuhi kekurangan modal

untuk usahanya. Pada umumnya suatu usaha memanfaatkan dana yang tidak
kecil jumlahnya dan manfaat dari dari usaha tersebut baru akan diterima pada

masa yang akan datang. Waktu yang akan datang penuh dengan ketidakpastian,

sehingga diperlukan suatu penilaian dalam suatu usaha, dimana seorang nasabah

apakah mampu dalam mengembalikan suatu pinjaman yang telah dipinjam

untuk menjalankan usahanya. .

       Pihak bank dalam mengambil keputusan untuk memberikan kredit,

terlebih dahulu harus diperoleh data bahwa, kredit yang diberikan mampu

dikembalikan oleh debitur sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.

Upaya yang dilakukan oleh bank untuk memperoleh data tersebut antara lain

dengan cara melakukan analisis terhadap debitur. Analisis ini sangat perlu

dilakukan karena hal ini merupakan sebagai suatu bahan pertimbangan untuk

mengambil keputusan pemberian kredit.

       Pemberian kredit yang tidak memperhatikan kebijaksanaan dan prosedur

yang ada akan mengundang timbulnya penyimpangan-penyimpangan yang lain,

semakin jauh pemberian kredit dari pedoman yang telah disusun maka akan

semakin besar persentase kredit macet. Salah satu hal yang paling penting

dalam pemberian kredit yaitu dengan melakukan deteksi dini (evaluasi kembali)

atas kredit yang diduga akan bermasalah, sehingga kredit tersebut dapat

diselamatkan dan terhindar dari kemacetan.

       Dengan adanya latar belakang yang telah terpaparkan diatas, maka

menarik penulis untuk mengevaluasi kelayakan pemberian kredit yang

disalurkan oleh bank untuk para nasabah yang membutuhkan tambahan modal
     dalam rangka memajukan usahanya. Hal ini didasarkan pada perencanaan kredit

     yang baik akan menghasilkan kinerja perusahaan yang baik pula. Faktor ini

     sangatlah penting bagi pihak bank karena hal ini akan menunjukkan bahwa

     kelayakan pemberian kredit oleh pihak bank yang diberikan kepada debiturnya

     dalam rangka untuk memajukan usahanya.

              Berdasarkan uraian di atas maka mendorong penulis untuk mempelajari

     kelayakan pemberian kredit yang disalurkan oleh bank. Penulis dalam hal ini

     lebih memperhatikan pada aspek ” Evaluasi Kelayakan Pemberian Kredit oleh

     PT BPR Artha Panggung Perkasa Trenggalek”.



B.   Rumusan Masalah

              Berdasarkan latar belakang masalah yang ada di atas, maka penulis

     merumuskan masalah sebagai berikut: “Apakah pemberian kredit yang

     dilakukan oleh pihak PT BPR Artha Panggung Perkasa Trenggalek kepada

     beberapa debiturnya layak?”.



C.   Batasan Masalah

              Untuk menghindari keluasan masalah, maka peneliti membatasai

     permasalahan evaluasi kelayakan pemberian kredit yang dilakukan oleh pihak

     PT BPR Artha Panggung Perkasa Trenggalek untuk menilai layak atau tidak

     kredit tersebut diberikan kepada debitur, khususnya pada personal atau usaha

     kecil.
D.   Tujuan dan Kegunaan Penelitian

     1. Tujuan Penelitian

         Untuk mengetahui kelayakan pemberian kredit yang dilakukan oleh pihak

         PT BPR Artha Panggung Perkasa Trenggalek kepada debitur untuk menilai

         benar-benar layak atau tidak kredit tersebut diberikan.

     2. Kegunaan Penelitian

         a. Bagi Manajemen PT BPR Artha Panggung Perkasa Trenggalek

            Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sarana sumbangan pikiran

            dalam menentukan kebijaksanaan kredit yang diberikan kepada nasabah.

         b. Bagi Pemegang Saham

            Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam

            meningkatkan kwalitas produk yang ditawarkan untuk masa yang akan

            datang.

         c. Bagi Debitur dan Calon Debitur

            Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sumbangan wawasan dalam

            mengambil pinjaman kredit.

         d. Bagi peneliti selanjutnya

            Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi untuk

            penelitian selanjutnya.
                                     BAB II

           TUNJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS


A. Tinjauan Peneliti Terdahulu

          Peneliti terdahulu dilakukan oleh Sulistyo pada tahun 2006 yang berjudul

   analisis keuangan debitur untuk mengukur tingkat kelayakan dalam pemberian

   kredit pada Bank Jatim Cabang Blitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk

   menginterprestasikan analisis keuangan yang digunakan Bank Jatim Cabang

   Blitar dalam mengukur tingkat kelayakan kredit terhadap laporan keuangan

   debitur. Alat analisis yang dipakai yaitu berupa analisis rasio keuangan, analisis

   sumber dan penggunaan dana serta analisis kebutuhan modal kerja. Dari hasil

   analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa UD ABC layak untuk mendapatkan

   kredit dari Bank Jatim Cabang Blitar maksimal Rp30.000.000,00.

          Persamaan peneliti yang dilakukan Sulistyo dengan peneliti sekarang

   adalah sama-sama meneliti tentang kelayakan pemberian kredit kepada debitur.

   Perbedaan peneliti sekarang dengan terdahulu adalah peneliti terdahulu

   menggunakan analisis rasio keuangan, analisis sumber dan penggunaan dana serta

   analisis kebutuhan modal kerja sedangkan peneliti sekarang menggunakan

   metode analisis berbasis 6C.
B. Tinjauan Teori

   1. Keputusan Penyaluran Kredit

             Bank dalam menjalankan usahanya menghimpun dana dari masyarakat

      dan mengeluarkannya kembali dalam berbagai alternative investasi.

      Sehubungan dengan fungsi pengumpulan dana ini, bank sering pula disebut

      lenbaga kepercayaan, transaksi usaha bank senantiasa berkaitan dengan uang.

             Definisi bank yang dapat diberlakukan di Negara kita adalah sesuai

      dengan aturan yang ada yaitu tercantum dalam undang-undang Republik

      Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 tentang perbankan dan merupakan

      perubahan atas undang-undang Nomor 7 Tahun 1992. Pengertian bank

      memberi tekanan bahwa bank dalam mengajukan usahanya terutama

      menghimpun dana dalam bentuk simpanan yang merupakan sumber dana

      bank, kegiatan bank juga harus pula diarahkan pada peningkatan taraf hidup

      rakyat banyak.

             Sektor perbankan memiliki       posisi   strategis   sebagai   lembaga

      intermediasi dan penunjang system pembayaran. Peran perbankan perlu

      ditingkatkan sesuai dengan fungsinya dalam menghimpun dan menyalurkan

      dana dari masyarakat dengan lebih memperhatikan pembiayaan kegiatan

      sektor perekonomian nasional dengan prioritas pada koperasi, pengusaha kecil

      dan menengah, serta akan memperkuat struktur perekonomian nasional.

             Bank atau perbankan adalah salah satu lembaga keuangan di

      Indonesia. Lembaga keuangan lainnya adalah lembaga keuangan bukan bank
(LKBB). Definisi lembaga keuangan berdasarkan Surat Keputusan Menteri

Keuangan Republik Indonesia nomor 792 tahun 1990, yaitu semua badan

yang memiliki kegiatan di bidang keuangan berupa penghimpunan dan

penyaluran dana kepada masyarakat terutama untuk membiayai investasi

perusahaan.

       Berdasarkan undang-undang RI No.7 tahun 1992 tentang perbankan

sebagaimana telah diubah dengan undang-undang RI No.10 tahun 1998

tentang perbankan, maka bank dapat dibedakan menjadi:

a. Bank Umum

   Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara

   konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam

   kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

b. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

   Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank yang melaksanakan kegiatan

   usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam

   kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

       Kredit artinya kepercayaan, maksudnya yaitu kepercayaan dari

kreditur bahwa debiturnya akan mengembalikan pinjaman beserta bunganya

sesuai dengan perjanjian kedua belah pihak. Pengertian kredit menurut

undang-undang perbankan No. 10 tahun 1998 pada dasarnya merupakan

pemberian pinjaman oleh bank kepada nasabahnya untuk pembiayaan

kegiatan usahanya dalam jumlah tertentu dalam jangka waktu yang disepakati
bersama antara bank sebagai kreditor dan nasabah sebagai debitur, dengan

ketentuan-ketentuan yang disepakati bersama yang dituangkan dalam suatu

perjanjian kredit yang berisi antara lain kesediaan debitur untuk membayar

kembali kreditnya, termasuk beban bunganya.

        Tujuan utama pemberian suatu kredit bagi bank antara lain (Siamat,

1995 : 97):

a. Kredit komersil merupakan kredit yang diberikan untuk memperlancar

   kegiatan usaha nasabah dibidang perdagangan.

b. Kredit konsumtif merupakan kredit yang diberikan oleh bank untuk

   memenuhi kebutuhan debitur yang bersifat konsumtif.

c. Kredit produktif merupakan kredit yang diberikan oleh bank dalam rangka

   membiayai kebutuhan modal kerja debitur sehingga dapa memperlancar

   produksi.

        Fungsi dari suatu kredit bagi masyarakat yaitu (Kasmir, 2002: 106-

108):

a. Menjadi motivator peningkatan kegiatan perdagangan dan perekonomian.

b. Memperluas lapangan kerja bagi masyarakat.

c. Memperlancar arus barang dan arus uang.

d. Meningkatkan produktivitas yang ada.

e. Meningkatkan kegairahan berusaha mesyarakat.

f. Memperbesar modal kerja perusahaan.
       Adapun unsur-unsur kredit yang terkandung dalam pemberian suatu

fasilitas kredit adalah sebagai berikut (Kasmir, 2004: 103-105):

a. Kepercayaan

   Kepercayaan merupakan suatu keyakinan pemberian kredit bahwa kredit

   yang diberikan akan benar-benar diterima kembali dimasa tertentu dimasa

   yang akan datang.

b. Kesepakatan

   Kesepakatan merupakan suatu kesepakatan yang dituangkan dalam suatu

   perjanjian dimana masing-masing pihak menandatangani hak dan

   kewajiban masing-masing.

c. Jangka waktu

   Jangka waktu merupakan masa pengembalian kredit yang telah disepakati.

d. Risiko

   Risiko merupakan suatu kemungkinan tidak tertagihnya pinjaman atau

   macetnya pengembalian kredit.

e. Balas jasa

   Balas jasa merupakan suatu keuntungan atas pemberian suatu kredit atau

   jasa, yang kita kenal dengan nama bunga.

       Secara teoritis terdapat bermacam-macam kredit, tetapi dalam

pembahasan ini kita batasi pada kredit yang umumnya disalurkan kepada

usaha kecil menengah (UKM):
a. Jenis kredit berdasarkan tujuan penggunaannya

   1) Kredit investasi

       Kredit investasi merupakan kredit jangka panjang yang biasanya

       digunakan untuk keperluan perluasan usaha atau membangun usaha

       baru.

   2) Kredit modal kerja

       Kredit modal kerja merupakan kredit yang digunakan untuk keperluan

       meningkatkan produksi dalam operasionalnya.

   3) Kredit konsumtif

       Kredit konsumtif merupakan kredit yang dipergunakan untuk

       kebutuhan sendiri bersama keluarga.

b. Jenis kredit berdasarkan jangka waktu

   1) Kredit jangka pendek, yaitu kredit yang berjangka waktu selama-

       lamanya 1 tahun (kurang dari 1 tahun).

   2) Kredit jangka menengah, yaitu kredit yang berjangka waktu antara 1

       sampai 3 tahun.

   3) Kredit jangka panjang, yaitu kredit yang jangka waktunya lebih dari 3

       tahun.

c. Jenis kredit berdasarkan cara pemakaiannya

   1) Kredit rekening koran bebas, yaitu nasabah diperbolehkan untuk

       melakukan penarikan uang sekaligus asal tidak melebihi jumlah

       maksimum yang disetujui.
      2) Kredit rekening terbatas, yaitu nasabah tidak diperbolehkan untuk

          melakukan penarikan uang sekaligus, tetapi secara teratur disesuaikan

          dengan kebutuhan.

      3) Installment credit, yaitu penarikan tidak diijinkan sekaligus, akan

          tetapi untuk penarikannya diatur sesuai dengan schedule tertentu.



2. Faktor-Faktor Penentu Dalam Pemberian Kredit

          Pinjaman usaha kecil lebih kompleks karena bank seringkali diminta

   mengambil resiko kredit. Dalam pemberian kredit membutuhkan suatu

   analisis terhadap usaha yang dilakukan debitur untuk menentukan suatu

   keputusan dalam pemberian kredit. Salah satu cara menilai kegiatan usaha

   debitur adalah dengan menggunakan prinsip-prinsip kredit pada aspek-aspek

   usaha debitur. Adapun prinsip-prinsip yang digunakan adalah berupa analisis

   6C dan 7P. Adapun 6C menurut Gup and Kolari (2005; 263) tersebut adalah:

   a. Character, sifat dan watak dari nasabah (kejujuran, tanggungjawab,

      integritas dan konsisten). Sifat atau watak dari orang-orang yang akan

      diberikan kredit benar-benar dapat dipercaya, tercermi dari latar belakang

      debitur baik yang bersifat latar belakang pekerjaan maupun yang bersifat

      pribadi.

   b. Capacity, kemampuan seseorang untuk menjalankan bisnis. Debitur perlu

      dianalisis apakah dia mampu memimpin dengan baik dan benar usahanya.

      Jika dia mampu memimpin usahanya, maka dia juga akan mampu untuk
   mengembalikan pinjamam sesuai dengan perjanjian dan perusahaannya

   tetap berjalan.

c. Capital, kondisi keuangan dari nasabah (pendapatan bersihnya). Modal

   yang besar maka menunjukkan besarnya kemampuan debitur untuk

   melunasi kewajiban-kewajibannya.

d. Colleteral, kekayaan yang dijanjikan untuk keamanan dalam transaksi

   kredit/anggunan. Jaminan hendaknya melebihi jumlah kredit yang

   diberikan. Jika terjadi kredit macet, maka agunan inilah yang digunakan

   untuk membayar kredit tersebut.

e. Condition, faktor luar (kondisi ekonomi) yang mengontrol perusahaan.

   Menilai kredit hendakya juga dinilai kondisi ekonomi sekarang dan

   dimasa yang akan datang sesuai sektor masing-masing, serta prospek

   usaha dari sektor yang ia (peminjam) jalankan.

f. Compliance, kepatuhan terhadap hukum dan undang-undang yang berlaku

   itu sangatlah penting. Hal ini menyangkut atas kepatuhan kreditur dan

   debitur dengan perjanjian yang telah disepakati bersama.

       Penilaian dengan menggunakan analisis 7P adalah sebagai berikut

menurut Kasmir (2004; 106) :

a. Personality, menilai nasabah dari segi kepribadiannya atau tingkah

   lakunya sehari-hari maupun masa lalunya. Sifat, kepribadian calon debitur

   dipergunakan sebagai dasar pertimbangan pemberian kredit.
   b. Party, mengklasifikasikan nasabah kedalam klasifikasi tertentu atau

      golongan-golongan tertentu berdasarkan modal, loyalitas serta karakter.

   c. Purpose, untuk mengetahui tujuan nasabah dalam mengambil kredit,

      termasuk jenis kredit yang diinginkan nasabah.

   d. Prospect, untuk menilai usaha nasabah di masa yang akan datang

      menguntungkan atau tidak, atau dengan kata lain mempunyai prospek atau

      sebaliknya.

   e. Payment, merupakan ukuran bagaimana cara nasabah mengembalikan

      kredit yang telah diambil atau dari sumber mana saja dana untuk

      pengembalian kredit.

   f. Profitability, untuk menganalisis bagaimana kemampuan nasabah dalam

      mencari laba.

   g. Protection, tujuannya adalah bagaimana menjaga agar usaha dan jaminan

      mendapatkan perlindunngan. Perlindungan dapat berupa barang atau

      orang atau jaminan asuransi.



3. Analisis Kelayakan Kredit

          Disamping menggunakan 6C, dalam penilaian suatu kredit guna

   menilai layak atau tidak untuk diberikan kredit dapat dilakukan juga dengan

   menggunakan beberapa aspek, yaitu (Siamat, 2004 :107-110):
a. Aspek yuridis/hukum

   Aspek ini menyangkut masalah legalitas badan usaha serta ijin-ijin yang

   dimiliki perusahaan yang mengajukan kredit.

b. Aspek pemasaran

   Aspek ini menyangkut kemampuan daya beli masyarakat, keadaan

   kompetisi, kualitas produksi.

c. Aspek keuangan

   Aspek ini menyangkut sumber-sumber dana yang dimiliki untuk

   membiayai usahanya dan bagaimana penggunaan dana tersebut.

d. Aspek teknis/operasi

   Aspek ini menyangkut kelancaran produksi, kapasitas produksi, mesin-

   mesin dan peralatan, ketersediaan dan kontinuitas bahan baku, lokasi, lay

   out ruangan.

e. Aspek manajemen

   Aspek ini menyangkut struktur organisasi, sumber daya manusia yang

   dimiliki serta latar belakang pengalaman sumber daya manusianya.

f. Aspek sosial ekonomi

   Aspek ini menganalisis dampaknya terhadap perekonomian dan

   masyarakat.

       Kredit yang diberikan oleh bank merupakan penyediaan uang atau

tagihan yang dapat dirpersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau

kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang
mewajibkan pihak peminjam melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu

dengan jumlah bunga, imbalan atau pembagian hasil keuntungan, menurut

Taswan (1997; 173).

       Pemberian kredit harus berdasarkan atas kebijaksanaan kredit yang

berlaku. Kebijaksanaan perkreditan meliputi penetapan standar kredit dan

analisis kredit. Kebijaksanaan perkreditan bank harus diprogram dengan baik

dan benar. Program perkreditan harus didasarkan pada asas yuridis, ekonomis

dan kehati-hatian.

       Nilai kredit merupakan dasar kinerja keuangan yang lalu pada

perusahaan peminjam yang sama untuk sebuah nilai. Kewajiban pembayaran

yang lalu, beban hutang yang relatif dengan pendapatan, dan jabatan

merupakan contoh faktor yang berhubungan dengan kredit konsumen dan

pinjaman    hipotik   perusahaan.   Ada   beberapa   faktor   yang    perlu

dipertimbangkan dalam menilai suatu kelayakan kredit, yaitu menurut Gup

and Kolari (2005; 218) :

a. Kredit konsumen, menggunakan model variabel dimana pembayaran

   historis (bobotnya 35%); berapa banyak hutang (bobotnya 30%); panjang

   kredit historis (bobotnya 15%); kredit baru (bobotnya 10%); tipe kredit

   yang dipakai (bobotnya 10%). Nilai kredit yang tinggi merupakan tanda

   resiko kredit yang rendah.

b. Bisnis kecil, menggunakan model nilai kredit untuk pinjaman hingga

   $250,000, walaupun banyak bank yang masih menggunakan pinjaman
   hingga $100,000. Pinjaman dengan resiko tinggi berarti biaya bunga yang

   ditanggung juga tinggi. Model ini sangat efisien, karena dengan model ini

   akan taat pada peraturan dibanding kebijakan ketika membuat pinjaman.

       Kunci sukses dari bisnis kredit adalah analisis kredit yang sistematis.

Bila analisis kurang cermat maka membuat kredit tersebut menjadi kredit

yang berbahaya, bisa menimbulkan resiko kredit. Analisis kredit selalu

mengutamakan jaminan, dimana jaminan dan karakter dari debitur dianggap

sebagai determinan utama resiko kredit.

       Tujuan dari adanya analisis kredit adalah untuk menentukan

kesanggupan dan kesungguhan seorang peminjam untuk membayar kembali

pinjaman sesuai dengan persyaratan yang terdapat dalam perjanjian pinjaman.

Analisis dan evaluasi kredit sekurang-kurangnya meliputi informasi sebagai

berikut (Kuncoro, 2002 : 251-252):

a. Identitas pemohon

   Identitas tersebut mencakup nama pemohon, dimisili, bentuk usaha, jenis

   usaha, susunan pengurus, legalitas usaha.

b. Tujuan permohonan kredit

   Tujuan tersebut mencakup jumlah kredit, obyek yang dibiayai, jangka

   waktu kredit, kebutuhan kredit.

c. Riwayat hubungan bisnis dengan bank

   Hal tersebut mencakup saat mulai, bidang hubungan bisnis, nilai transaksi

   bisnis, kualitas hubungan bisnis, jumlah total nilai hubungan bisnis.
       d. Analisis 6C kredit

          Analisis ini mencakup analisis watak, analisis kemampuan, analisis

          modal, analisis kondisi/prospek usaha, analisis agunan kredit.



C.   Kerangka Pikir

            Evaluasi kelayakan pemberian kredit merupakan suatu penilaian dimana

     suatu debitur apakah pantas atau tidak untuk menerima pinjaman dari bank.

     Proses keputusan layak atau tidak debitur diberi kredit, dapat dijelaskan dengan

     gambar 2.1:
                                                Permohonan kredit
                   Diterima

                                                Penelitian berkas          Ditolak
                                                   oleh bank

                                                                          Berkas
                                Analisis                               dikembalikan
                                berkas

      Diterima                                            Ditolak
                         Analisis berbasis 6C


       Evaluasi kredit                                    Berkas
                                                       dikembalikan

        Pengambilan
         keputusan


          Evaluasi
         kelayakan


         Gambar 2.1: Kerangka Pikir Evaluasi Kelayakan Pemberian Kredit
           Debitur dalam mengajukan permohonan kredit harus memenuhi

    persyaratan/berkas sebagai permohonan kredit, yang kemudian akan diperiksa

    keabsahannya oleh pihak bank/kreditur, kemudian akan ditentukan mana yang

    diterima dan yang ditolak. Jika diterima, maka akan dilakukan proses analisis

    dengan menggunakan analisis berbasis 6C dan unsur-unsur usaha. Dari hasil

    analisis tersebut, bagi yang diterima akan dievaluasi kembali kelayakannya

    apakah benar-benar layak atau tidak diberi kredit oleh bank. Kemudian barulah

    pihak bank mengambil keputusan untuk memberikan kredit atau tidak.



D. Hipotesis

           Berdasarkan latar belakang yang ada, maka hipotesis pada penelitian ini

    adalah : “Sebagian besar debitur layak diberi kredit oleh PT BPR Artha

    Panggung Perkasa Trenggalek.”
                                     BAB III

                        METODE PENELITIAN


A. Lokasi Penelitian

          Penelitian ini dilakukan pada PT BPR Artha Panggung Perkasa, yang

   terletak di Jl. Soekarno Hatta No.20 Ruko Hayam Wuruk Lt. 1 No.10 Trenggalek.



B. Jenis Penelitian

          Jenis penelitian yang digunakan adalah diskriptif karena sifatnya hanya

   menggambarkan tentang kelayakan pemberian kredit yang diberikan oleh PT BPR

   Artha Panggung Perkasa Trenggalek kepada debitur.



C. Definisi Operasional

          Definisi variabel adalah obyek penelitian, atau apa yang menjadi titik

   perhatian suatu penelitian. Definisi operasional dapat dijelaskan sebagai berikut:

   a. Character, karakter yang berkaitan dengan intergritas/kemampuan dalam

       membayar kewajiban dari calon debitur. Ukuran yang dipakai untuk diteliti

       yaitu kelahiran/usia, keadaan keluarga (anak,istri), sifat-sifat pribadi,

       pergaulan dalam masyarakat, hubungan dengan relasi, hubungan dengan bank

       dan kondisi tempat tinggal.
  b. Capacity, kemampuan debitur dalam melunasi pokok pinjaman beserta

     bunganya. Penilaian ini dilihat dari kegiatan usaha dan manajemen yang akan

     dibiayai oleh kreditur. Ukuran yang dipakai untuk diteliti yaitu pendidikan,

     pengalaman, usaha/pekerjaan.

  c. Capital, jumlah dana atau modal sendiri yang dimiliki oleh debitur. Ukuran

     yang dipakai untuk diteliti yaitu modal.

  d. Collateral, jaminan yang diberikan oleh debitur baik yang bersifat fisik

     maupun non fisik. Ukuran yang dipakai untuk diteliti yaitu status kepemilikan

     harta (rumah, kendaraan).

  e. Condition, kondisi perekonomian mempengaruhi kemampuan debitur untuk

     membayar kembali kewajiban. Ukuran yang dipakai untuk diteliti yaitu

     kondisi ekonomi, pesaing.

  f. Compliance, kepatuhan terhadap hukum dan undang-undang yang berlaku.

     Ukuran yang dipakai untuk diteliti yaitu patuh dengan perjanjian yang telah

     disetujui antara bank dan debitur.



D. Data dan Sumber Data

         Data yang dikumpulkan atau diperoleh adalah berupa data primer dan data

  sekunder dari tahun 2006-2007. Data primer diperoleh dari tanya jawab secara

  langsung dengan pemohon kredit/debitur. Data sekunder diperoleh dari

  laporan/informasi dari bank.
E. Teknik Pengambilan Data

          Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh debitur dari PT

   BPR Artha Panggung Perkasa Trenggalek. Pengambilan sampel dimaksudan

   untuk memperoleh keterangan mengenai obyek-obyek penelitian dangan cara

   mengamati sebagaian dari populasi. Sampel yang diambil dalam penelitian ini

   adalah 10% dari populasi yang ada yaitu sebanyak 15 debitur.



F. Teknik Pengumpulan Data

   a. Metode Survey

      Metode survey merupakan metode yang mengerjakan evaluasi serta

      perbandingan-perbandingan terhadap hal-hal yang telah dikerjakan dalam

      menangani situasi atau masalah yang serupa dan hasilnya dapat digunakan

      dalam pembuatn rencana dan pengambilan keputusan dimasa mendatang.

      Metode survei ada dua macam, yaitu:

      1) Wawancara adalah penelitian yang dilakukan secara langsung dengan

          proses tanya jawab yang berkaitan dengan topik yang dibahas oleh penulis

          kepada pihak debitur dan masyarakat sekitarnya.

      2) Kuesioner adalah penelitian yang dilakukan secara langsung dengan

          proses memberikan pertanyaan serta jawaban secara tertulis kepada

          debitur yang berkaitan dengan topik yang dibahas oleh penulis.
   b. Metode Dokumentasi

      Metode dokumentasi adalah cara untuk memperoleh data dengan jalan

      mencetak secara langsung dari buku pedoman yang dimiliki oleh PT BPR

      Artha Panggung Perkasa Trenggalek serta mengumpulkan data dengan cara

      mempelajari dan mencari referensi atau literatur dari buku.



G. Teknik Analisis Data

          Teknik yang digunakan untuk menganalisis kelayakan pemberian kredit

   kepada debitur, yaitu dengan menggunakan alat analisis berbasis 6C. Tolok ukur

   yang dipakai dalam kelayakan pemberian kredit terhadap debitur yaitu:

   1) Character:

      a) Usia berkisar antara 30-55 tahun.

      b) Tanggungan dalam keluarga maksimal 5 orang.

      c) Sifat pribadinya baik yaitu jujur, bertanggung jawab, bisa dipercaya.

      d) Tempat tinggal merupakan milik sendiri.

      e) Mempunyai pekerjan yang jelas/tetap.

      f) Hubungan dengan relasi bisnis harus baik.

   2) Capacity:

      a) Pendidikan yang ditempuh minimal SMU sederajat.

      b) Kemampuan menjalankan usahanya lancar..

      c) Konsumen yang datang rata-rata tiap bulannya 100-299 orang.

      d) Jumlah tenaga kerja antara 4-9 orang.
3) Capital:

   a) Modal yang dimiliki merupakan modal sendiri dan modal pinjaman.

   b) Usahanya menghasilkan laba.

4) Colleteral:

   a) Status kepemilikan harta yaitu atas nama sendiri.

   b) Jaminan harus melebihi pinjaman.

   c) Kondisi jaminan harus baik.

5) Condition:

   a) Tidak memiliki banyak pesaing di sekitar lingkungan usahanya.

   b) Lokasi usahanya berada di tempat yang strategis.

6) Compliance:

   a) Tidak pernah melakukan pelanggaran baik hukum maupun undang-

       undang.

   b) Harus patuh terhadap hukum yang berlaku.
                                 BAB IV

        HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A. Tinjauan Umum PT BPR Artha Panggung Perkasa

  1. Sejarah Singkat PT BPR Artha Panggung Perkasa

            PT BPR Artha Panggung Perkasa Trenggalek adalah merupakan salah

     satu bank yang usahanya menghimpun dana dari masyarakat dalam betuk

     simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dalam

     rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

            PT BPR Artha Panggung Perkasa Trenggalek diakuisisi (pengambil

     alihan kepemilikan suatu bank) dari PT BPR Dana Pogalan, yang mulai

     berdiri cukup lama yakni pada tahun 1991, dan pada tahun 2006 PT BPR

     Dana Pogalan diakuisisi menjadi PT BPR Artha Panggung Perkasa, dengan

     surat keputusan tahun 2006 yaitu SK No: C-15541 HT.01.04 tahun 2006 akte

     pendirian dari notaris No.57 tanggal 16 Mei 2006. Setelah proses akuisisi PT

     BPR Artha Panggung Perkasa mulai menjalankan kegiatan operasinya bulan

     Juli 2006, resmi menjadi PT BPR Artha Panggung Perkasa pada tanggal 25

     Juli 2006.

            PT BPR Artha Panggung Perkasa terletak di daerah kota Trenggalek,

     tepatnya di Ruko Hayam Wuruk di jalan Soekarno Hatta No.20 Trenggalek.
   PT BPR Artha Panggung Perkasa menempati dua ruko yang berada di lantai

   satu dengan ruangan yang sejuk dan halaman parkir yang luas.

          Visi dari PT BPR Artha Panggung Perkasa Trenggalek yaitu

   menjadikan PT BPR Artha Panggung Perkasa menjadi BPR yang terdepan.

   Sedangkan misi dari PT BPR Artha Panggung Perkasa Trenggalek yaitu

   meningkatkan kinerja PT BPR Artha Panggung Perkasa yang sehat,

   professional, dan mampu bersaing serta berkesinambungan.

2. Struktur Organisasi dan Deskripsi Pekerjaan

          PT BPR Artha Panggung Perkasa sangat memhami bahwa

   keberhasilan dan daya tahan sebuah perusahaan sangat ditentukan oleh sistem

   dan struktur organisasi yang baik. Struktur organisasi berfungsi untuk

   mempermudah proses pencapaian tujuan dari bank. PT BPR Artha Panggung

   Perkasa terdapat beberapa unit bagian kerja yang masing-masing mempunyai

   tugas yang berbeda-beda. Pada dasarnya struktur organisasi diperlukan agar

   ada pemisahan batas-batas atau wewenang dan tanggung jawab dari masing-

   masing bagian. Struktur organisasi PT BPR Artha Panggung Perkasa dapat

   dilihat pada Gambar 4.1.
                              Rapat Umum Pemegang Saham


                                      Komisaris


                                    Direktur Utama


                                       Direktur


                                                                         Kabag Kredit
SPU


                Pembukuan               Teller          Adm. Dana    Adm. Kredit        Pemasaran

Umum


       Gambar 4.1 : Struktur Organisasi PT BPR Artha Panggung Perkasa

             Tugas dan wewenang dari masing-masing bagian tersebut dapat

      dijelaskan sebagai berikut:

      a. Direktur Utama

         1) Menerjemahkan dan melaksanakan ketentuan-ketentuan dan peraturan

             pemerintah dan bank Indonesia.

         2) Merahasiakan hal-hal yang sifatnya dan atau sesuai denan peraturan

             atau instruksi komisaris wajib dirahasiakan, mentaati peraturan-

             peraturan dan perubahan-perubahan yang dilakukan oleh direksi.

         3) Memelihara      hubungan      baik       dengan   nasabah,      pejabat-pejabat

             pemerintah dan atau daerah, instansi-instansi pemerintah.

         4) Menandatangani bukti-bukti pembukuan.

         5) Memimpin dan mengkoordinasi seluruh kegiatan bagian-bagian di

             kantor bank.

         6) Memimpin rapat dengan staf-staf.
   7) Memimpin laporan-laporan untuk bank Indonesia, direksi serta surat-

      surat untuk pihak ke III dengan ketentuan tanda tangan dilakukan

      bersama-sama dengan pejabat lain yang ditentukan oleh komisaris.

b. Direktur

   1) Membantu direktur utama dalam melaksanakan tugasnya memimpin

      kantor dan mewakilinya jika direktur utama berhalangan.

   2) Menyusun RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) serta

      berusaha mewujudkan target penerimaan dan pengendalian biaya.

   3) Mengatur tugas seluruh karyawan dan staf agar masing-masing bagian

      dapat melaksanakan tugasnya.

   4) Mengawasi dan mengkoordinasi bagian operasional, akuntansi, umum

      dan personalia.

   5) Bertanggung jawab terhadap:

      a) Pelayanan terhadap nasabah atau tamu dengan baik, cepat dan bila

          perlu ikut membantu mempercepat pelayanan pada masyarakat.

      b) Pembukuan atau penutupan kas tepat pada waktunya.

      c) Pemerikasaan saldo kas setiap hari.

   6) Menandatangani cek atau giro bilyet atas bank-bank lain, surat-surat

      resmi kepada nasabah dan pihak ke III, laporan-laporan kepada bank

      Indonesia bersama-sama dengan direktur utama dan pejabat lain yang

      ditentukan oleh direksi.
   7) Melakukan pengawasan intern dan berusaha mencegah kemungkinan

      terjadinya kekurangan-kekurangan di bank.

   8) Membina kerjasama yang baik antar bagian.

c. Kabag kredit

   1) Memimpin, mengawasi dan mengkoordinasi petugas analisa kredit,

      administrasi kredit dan pelayanan nasabah dalam menjalankan tugas

      sehari-hari.

   2) Melaksanakan rencana kerja dan anggaran perusahaan yang telah

      ditetapkan, baik mengenai penempatan dana maupun pengumpulan

      dana.

   3) Menyiapkan daftar seluruh permohonan yang terjadi sasaran dari

      rencana kerjanya, jika mungkin dengan seluruh data yang relefan.

   4) Melihat ulang terhadap pinjaman-pinjaman yang telah diberikan,

      mengawasi kelancaran terhadap pinjaman-pinjaman yang telah

      diberikan, termasuk pembayaran bunga dan penyelesaian pinjaman

      saat jatuh tempo.

   5) Mengadakan rapat diantara petugas-petugas pada bagian marketing.

   6) Memperhatikan dan mengawasi kelengkapan surat-surat pengikat

      pinjaman, pengikat jaminan akta nota riil dan meneliti surat-surat

      jaminan tentang keabsahan (keaslian).

   7) Merencanakan dengan jadwal yang telah ditentukan bersama analis

      kredit untuk mengunjungi calon nasabah.
d. Pemasaran

   1) Menyusun rencana kerja dan anggaran kegiatan pemasaran serta

       memantau realisasi program.

   2) Melakukan identifikasi kebutuhan nasabah atas produk atau jasa

       perbankan serta memasarkan produk dan jasa sesuai dengan kebutuhan

       nasabah.

   3) Mengelola, menerima permohoan kredit serta melakukan kunjungan

       kepada debitur atau calon debitur.

   4) Membuat laporan atas kunjungan, mengumpulkan dan melakukan

       verifikasi data.

   5) Melakukan analisa kredit, membuat pengusulan kredit dan surat

       keputusan kredit.

   6) Memantau kegiatan usaha debitur, keberadaan barang jaminan,

       aktivitas rekening debitur dan prestasi pembayaran pokok atau bunga.

   7) Memantau, menganalisa perkembangan realitas kredit dan melakukan

       penagihan kredit bermasalah ke nasabah.

e. Administrasi kredit

   1) Menyelenggarakan berkas atau file dokumentasi kredit dan barang

       jaminan.

   2) Memantau dan memrelihara file dokumentasi kredit barang jaminan.

   3) Memantau realisasi pembayaran hutang pokok dan bunga.
   4) Menginformasikan kondisi data kredit kepada nasabah analis kredit

      atau kepala bagian pemasaran atau direksi.

   5) Dengan    persetujuan    direksi   membuat    memo     pemberitahuan

      kebagaimana pembukuan mengenai status rekening kredit untuk

      perubahan sandi kolektibilitas.

   6) Membuat laporan perkreditan yang diperlukan atau diharuskan

      perusahaan dan bank Indonesia

   7) Memberikan informasi mengenai produk atau jasa perbankan.

f. Administrasi dana

   1) Petugas tabungan

      a) Memproses pengajuan aplikasi pembukuan tabungan dan meminta

          nasabah untuk menyetor uangnya ke kasir berdasarkan slip setoran

          tabungan yang telah dibuatkan.

      b) Berdasarkan slip tabungan yang telah ada ditandatangani kasir,

          membuat buku tabungan dan kartu tabungan, memberi nomor

          rekening tabungan, mencatat jurnal setoran ke dalam kartu

          tabungan dan buku tabungan.

      c) Menyerahkan buku tabungan kepada nasabah dan menerima paraf

          kartu tabungan kepada direktur atau pejabat yang ditunjuk.

      d) Menghitung bunga tabungan dan memindah bukukan ke tiap-tiap

          rekening penabung.
   2) Petugas deposito

      a) Memproses aplikasi pembukuan deposito berdasarkan aplikasi

          deposito yang dibuatnya.

      b) Menerima formulir aplikasi pembukuan deposito dari kepala kasir

          dan membuat bilyet-bilyet deposito atas nama nasabah tersebut

          serta membuat bilyet deposito asli setelah ditanda tangani oleh

          direksi.

      c) Mengatur kartu-kartu atau foto copy deposito, menghitung bunga

          deposito dan membuatkan nota-nota perhitungan bunga tiap-tiap

          bulannya.

      d) Menyiapkan nota-nota bunga deposito untuk diserahkan kepada

          deposan pada saat pembayaran bunga.

      e) Membuat slip kas keluar untuk pembayaran bunga deposito secara

          tunai dan membuat slip jurnal pemindah bukuan terhadap bunga

          deposito yang dipindahkan ke rekening tabungannya.

g. Sekretaris Personalia Umum (SPU)

   1) Melaksanakan proses penerimaan pelamar-pelamar.

   2) Mengawasi, melaksanakan penataan usahaan, menyiapkan dan

      menyimpan arsip kepegawaian.

   3) Mengawasi/melaksanakan pembayaran gaji serta tunjangan serta

      mengolah pinjaman pegawai.
   4) Mengelola data personil, tiap karyawan secara lengkap dan

      menampung keluhan-keluhan karyawan untuk diteruskan kepada

      direksi baik lisan maupun tertulis.

   5) Mengawasi permohonan pembelian, penggunaan, pemeliharaan serta

      penata usahaan dari perlengkapan.

   6) Melaksanakan rencana kerja sesuai dengan kebijaksanaan strategi

      yang digariskan direksi, memelihara hubungan komunikasi dan

      membina kerja sama yang baik ke atas ke bawah dan antar bagian.

   7) Menghitung dan menyelesaikan pembayaran pajak karyawan (PPh)

      tepat waktu serta membuat laporan evaluasi jam kerja lembur pegawai

      dari masing-masing bagian setiap bulan.

h. Teller

   1) Melayani semua transaksi tunai dan pemindahan.

   2) Memasukkan data transaksi baik kas maupun non kas.

   3) Melakukan vertifikasi tanda tangan nasabah dan posisi saldo rekening

      nasabah.

   4) Membuat laporan mutasi kas harian.

   5) Menandatangani tanda terima setoran tunai/pemindahan.

   6) Meminta persetujuan pejabat yang berwenang atas pengambilan di

      atas jumlah batas kewenangannya.

   7) Mempersiapkan kebutuhan kas harian.

   8) Membuat laporan arus kas.
i. Pembukuan

  1) Menyiapkan data keuangan baik berupa saldo buku besar, neraca,

     laporan laba serta laporan lainnya.

  2) Mengatur, mengkoordinasi dan mengawasi pembagian kerja dalam

     seksi pembukuan dan menjaga agar sistem pembukuan ditetapkan

     sebagaimana mestinya.

  3) Menandatangani       bukti-bukti   pembukuan   bersama   direksi    dan

     mencocokkan     kartu-kartu    nasabah   dengan   buku   besar     yang

     bersangkutan.

  4) Mengawasi, menyimpan bukti-bukti otentik yang diperlukan sebagai

     pendukung dalam pembukuan.

  5) Memerikasa kebenaran kode rekening, bukti-bukti pendukungnya,

     jumlah uang dan keabsahannya, kemudian membukukan ke dalam

     kartu buku besar/tambahan yang bersangkutan.

  6) Membuat rekonsiliasi rekening bank berdasarkan data keuangan

     berupa buku besar.

  7) Mengawasi, menyusun neraca harian dari buku besar, neraca bulanan

     untuk bank Indonesia, laporan likuiditas harian dan mingguan untuk

     keperluan intern atau bank Indonesia.

  8) Menangani dan melaporkan data informasi mengenai kondisi dan

     posisi keuangan maupun rekening nasabah.
  9) Menganalisa neraca, posisi laba rugi dan memantau realisasi kerja dan

     anggaran perusahaan.

  10) Menyiapkan data laporan finansiil, neraca harian, bulanan dan posisi

     laba rugi.

  11) Membantu menyusun/membuat laporan bank, tingkat kesehatan bank

     menurut peraturan bank Indonesia.

  12) Mengurus dan mengelola kas kecil guna keperluan/penyediaan dana

     untuk keperluan kantor/pegawai.

j. Umum

  1) Mengurus dan menyediakan/membeli barang-barang untuk keperluan

     kantor/pegawai dan membuat catatan tentang jumlah dan macam

     barang-barang inventaris kantor.

  2) Melaksanakan     peraturan   dan    tata   cara   perihal   pengadaan,

     penyimpanan dan pengeluaran alat tulis menulis, barang-barang

     cetakan dan persediaan kantor lainnya.

  3) Mencatat semua penerimaan dan pengeluaran persediaan kantor ke

     dalam kartu persediaan serta membuat laporannya pada akhir bulan.

  4) Menghubungi dan mengawasi pelaksanaan peralatan.

  5) Mengurus dan mengatur pelaksanaan pembayaran pajak, jasa raharja

     dan perpanjangan STNK.

  6) Membuka, menutup dan mengadakan pengecekan ulang atas pintu-

     pintu kantor dan tempat-tempat lainnya.
      7) Membersihkan lantai dan peralatan kerja serta menjaga kebersihan

          ruangan.

3. Gambaran Umum Debitur PT BPR Artha Panggung Perkasa

          Debitur dari PT BPR Artha Panggung Perkasa sendiri kebanyakan dari

   wilayah Trenggalek. Ada juga debitur yang berasal dari luar kota Trenggalek,

   yaitu dari kota Tulungagung sebanyak 10 orang. Debitur dalam pengajuan

   kreditnya kebanyakan untuk tambahan modal, sedangkan untuk konsumsi

   sendiri lebih sedikit. Debitur yang mengajukan kredit pada PT BPR Artha

   Panggung Perkasa menggeluti usaha yang berbeda-beda, misalnya pedagang,

   petani, Pegawai Negeri Sipil (PNS), kontraktor.

4. Produk dan Jasa Pelayanan

          PT BPR Artha Panggung Perkasa mempunyai beberapa produk dan

   jasa pelayanan yang disediakan bagi para nasabahnya, yaitu sebagai berikut:

   a. Kredit

               Guna membiayai bisnis yang produktif atau peningkatan

      kesejahteraan keluarga melalui usaha kecil, PT BPR Artha Panggung

      Perkasa menawarkan beberapa jenis kredit, antara lain:

      1) Kredit installment/kredit angsuran

                 Kredit yang diberikan kepada debitur yang sudah memiliki

          usaha yang pasti dan berpenghasilan tiap bulannya. Biasanya

          diberikan kepada pegawai negeri, pedagang, karyawan swasta. Bunga
      yang dibebankan tiap bulannya yaitu sebesar 2%. Perhitungan pokok

      dan perhitungan bunganya sebagai berikut:

                             Plafond
      Perhitungan pokok:
                           JangkaWaktu

      Perhitungan bunga: plafond x rate (suku bunga)

   2) Kredit tetap

                Kredit yang diberikan kepada debitur yang berpenghasilan

      tidak setiap bulan. Biasanya diberikan kepada petani. Bunga

      dibebankan tiap bulannya sebesar 3%. Kredit ini hanya membayar

      bunganya saja tiap bulan. Jika pinjaman telah jatuh tempo maka

      debitur harus segera membayar bunganya beserta pokoknya.

b. Deposito berjangka

          Menawarkan beberapa pilihan sesuai dengan jangka waktu dengan

   suku bunga yang bersaing. Pinjaman untuk 1 bulan dan 3 bulan bunga

   sebesar 10% per tahun, sedangkan untuk 6 bulan dan 1 tahun sebesar 11%

   per tahun.

c. Tabungan

   1) Pundi Perkasa

      Tabungan kotak yang biasanya petugas bank langsung datang sendiri

      kepada nasabahnya untuk mengambil tabungannya.
      2) Arthamas

          Tabungan eksklusif dengan bunga yang menarik yaitu sebesar 8% per

          tahun.

5. Prosedur Pemberian Kredit

          PT BPR Artha Panggung Perkasa memiliki prosedur dalam pemberian

   kredit yang harus dipenuhi oleh para debitur. Proses tersebut meliputi:

   1. Permohonan kredit

              Debitur datang ke bagian kredit untuk mengajukan permohonan

      kredit dengan menyertakan data-data sebagai berikut:

      a. Formulir permohonan kredit yang sudah diisi

      b. Proposal pengajuan kredit

      c. Foto copy jaminan:

          Jika jaminan BPKB

          1) Foto copy KTP suami dan istri (3 lembar)

          2) Foto copy kartu susunan keluarga (3 lembar)

          3) Foto copy STNK (3 lembar)

          4) Foto copy BPKB (3 lembar)

          5) Foto copy buku KIR (untuk roda 4 jenis angkutan)

          6) Kendaraan jaminan dan data asli harus dibawa

          Jika jaminan sertifikat tanah

          1) Foto copy KTP suami dan istri (3 lembar)

          2) Foto copy kartu susunan keluarga (3 lembar)
       3) Foto copy sertifikat tanah (2 lembar)

       4) Bukti pembayaran pajak tanah dan bangunan (SPPT)

       5) Sertifikat aslinya harus dibawa

2. Analisis kredit

           Setelah debitur memenuhi syarat-syarat kredit yang lengkap, maka

   petugas kredit akan melakukan wawancara yang meliputi:

   a. Jenis kredit yang diajukan

   b. Tujuan penggunaan kredit

   c. Sejarah atau latar belakang usaha

   d. Jaminan yang diberikan

   e. Rencana pengembalian yang akan datang

   f. Hubungan dengan bank

           Pihak bank harus mengadakan kunjungan atau survey ke debitur

   untuk mendapatkan data atau informasi yang lebih detail dan terinci serta

   mencari tambahan informasi yang berkaitan dengan permohonan kredit.

   Data-data tersebut meliputi 6C yaitu character, capacity, capital,

   collateral, condition dan compliance dari debitur. Kemudian data tersebut

   dianalisa untuk    mengetahui serta menentukan kesanggupan dan

   kesungguhan debitur dalam membayar kembali pinjaman sesuai dengan

   persyaratan yang terdapat dalam perjanjian kredit.

           Petugas kredit akan menganalisa permohonan kredit tersebut

   berdasarkan analisis berbasis 6C, serta aspek-aspek lainnya dalam
   penilaian kredit. Hal tersebut didasarkan pada tujuan analisis kredit yaitu

   menyelidiki dengan baik secara kuantitatif dan kualitatif calon nasabah

   dan menentukan besar dan jenis kredit, kemauan dan kemampuan nasabah

   untuk mengembalikan pinjaman tepat waktu.

3. Keputusan kredit

          Setelah proses analisis tersebut sudah dilaksanakan, maka petugas

   kredit dapat memutuskan, apakah kredit tersebut disetujui, ditolak,

   dikurangi, ditambah atapun diperpanjang.

4. Administrasi kredit

          Permohonan kredit dapat dicairkan jika, didalam permohonan atau

   perpanjangan kredit secara tertulis telah memenuhi keabsahan dan

   persyaratan hukum yang dapat melindungi kepentingan bank, baik yang

   memuat besarnya kredit, jangka waktu kredit, suku bunga kredit, dan tata

   cara dan syarat pencairan, tata cara pembayaran kembali.

          Kredit dapat dicairkan jika permohonan atau perpanjangan kredit

   telah ditanda tangani, pengikatan jaminan telah dilakukan, debitur telah

   melunasi biaya-biaya dan seluruh aspek yuridis telah memberikan

   perlindungan yang memadai, bagi bank.

5. Pemantauan kredit

          Setelah permohonan kredit disetujui, maka untuk meminimalisir

   terjadinya kredit bermasalah, maka pihak bank sebaiknya melakukan

   pemantauan kredit. Pemantauan bukan hanya berusaha untuk mengukur
   dan mengawasi saja, akan tetapi seharusnya juga mengarah kepada analisa

   dan langkah tindak lanjut yang tepat untuk mencegah terjadinya kredit

   bermasalah.

6. Penanganan kredit bermasalah

             Kredit bermasalah dapat disebabkan oleh keadaaan internal BPR

   (salah analisa, kurang pengawasan), debitur (produk yang dijual tidak

   laku, harga bahan baku meningkat terlalu tinggi, terjadi bencana/musibah),

   dan keadaan eksternal. Tindak lanjut yang harus dilakukan yaitu

   mengunjungi kembali tempat usaha yang dijalankan oleh debitur,

   memberikan surat peringatan kepada debitur, penyitaan barang jaminan,

   penjualan barang-barang jaminan untuk melunasi hutangnya, atau

   penjadwalan ulang dengan mengadakan perubahan syarat kredit yaitu

   menyangkut jadwal pembayaran beserta perubahan besarnya angsuran

   kredit.

             Kredit bermasalah tidaklah selalu dapat diselamatkan baik secara

   damai atau secara hukum. Dalam penyelamatan kredit bermasalah, maka

   bank memilih kredit-kredit usaha yang lebih mudah diselamatkan terlebih

   dahulu. Bagi yang masih dapat diselamatkan dan diselesaikan, maka

   segera dilakukan langkah perbaikannya.
B. Analisis Data

            Kredit adalah percaya, dimana kreditur percaya kepada debitur maka

   sebelum kredit diberikan terlebih dahulu dilakukan analisis kredit. Analisis kredit

   mencakup latar belakang nasabah atau perusahaan, prospek usahanya, jaminan

   yang diberikan serta faktor-faktor yang lainnya. Tujuan dilakukan analisis ini

   yaitu agar kreditur yakin bahwa kredit yang diberikan benar-benar aman.

            Pemberian kredit tanpa dianalisis terlebih dahulu akan sangat

   membahayakan debitur, karena akan memunculkan timbulnya kredit macet.

   Penilaian kelayakan kredit dengan menggunakan alat analisis berbasis 6C

   digunakan dalam mengetahui Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition

   dan Compliance seorang debitur. Alat analisis ini dilakukan guna menentukan

   layak atau tidak kredit diberikan kepada debitur.

            Pengajuan permohonan kredit kepada PT BPR Artha Panggung Perkasa

   Trenggalek, debitur harus memberikan keterangan yang sebenarnya yang

   menyangkut 6C (Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition dan

   Compliance) dengan tujuan untuk memperoleh informasi tentang kemampuan

   debitur dalam mengembalikan pinjaman/kewajibannya. Hasil dari analisis

   berbasis 6C tersebut dapat dijadikan sebagai dasar pihak bank dalam memberikan

   keputusan kredit. Agar pihak bank dalam keputusan memberikan kredit pada

   debitur mempunyai keyakinan atas kemampuan debitur, maka pihak bank

   mengadakan survey langsung ke lapangan untuk mengetahui benar atau tidaknya

   informasi yang telah diberikan oleh debitur.
         Kredit perorangan berupa kredit dengan pembayaran mencicil.

Penghasilan tetap debitur merupakan sumber utama dana pembayaran cicilan.

Dalam mengevaluasi kemampuan membayar kembali kredit, para analis kredit

harus meneliti apakah jumlah penghasilan tetap cukup besar untuk menutup

pengeluaran tetap bulanan mereka serta pelunasan pinjaman. Kredit perorangan

bermasalah atau macet dapat terjadi karena berbagai hal, salah satunya yaitu tidak

mematuhi standar persyaratan kredit yang ditetapkan oleh bank.

         Penelitian ini menggunakan sampel sebesar 10% dari populasi yang ada

yaitu dengan 15 responden/debitur. Lokasi usaha debitur dapat dilihat pada

lampiran 2. Data berikut akan menjelaskan tentang kelayakan kredit yang

diberikan kepada debitur oleh PT BPR Artha Panggung Perkasa.

1. Foto Copy “DEFI”

   Adapun hasil survey yang didapat yaitu:

   a. Character

              Debitur adalah nasabah lama, ini merupakan pinjaman yang kedua.

       Dimana pembayaran pengembalian pinjaman yang pertama dilakukan

       sangat lancar. Didalam lingkungannya debitur tidak pernah terlibat dalam

       perkara hukum serta mempunyai sikap, karakter dan reputasi yang baik di

       dalam lingkungannya. Debitur memiliki dua orang anak dan seorang istri.

       Debitur sampai sekarang masih berumur 56 tahun. Anak pertama berumur

       16 tahun dan yang kedua berumur 11 tahun. Rumah yang dimiliki

       sekarang merupakan rumah harta waris dari orang tua Bapak Agus.
   Hubungan dengan relasi bisnis kurang baik, dimana debitur pernah tidak

   memenuhi kewajibannya.

b. Capacity

          Debitur menyelesaikan pendidikan terakhirnya di tingkat SMU,

   tepatnya SMU 1 Trenggalek. Foto copy “DEFI” berdiri cukup lama yaitu

   pada tahun 2002 dengan usaha awalnya yaitu percetakan, setelah ±1 tahun

   berjalan usaha percetakan ini mengalami kemunduran (bangkrut). Pada

   awal tahun 2004, Pak Agus mendirikan usaha lagi yaitu Play Station (PS).

   Setelah ±1 tahun berjalan usaha PS ini juga mengalami kebangkrutan.

   Foto copy “DEFI” mulai menjalankan usahanya pada September 2005

   sampai sekarang dengan menjalankan usaha foto copy. Usaha ini hanya

   dikerjakan oleh anggota keluarga sendiri. Konsumen yang datang tidak

   banyak, rata-rata tiap bulan hanya 60 orang saja. Total angsuran kredit

   yang harus dibayar setiap bulannya adalah sebesar Rp. 308.333,00.

   Pendapatan foto copy rata-rata           Rp.    550.000,00
   Pendapatan toko rata-rata                Rp.    450.000,00   (+)
              Total omzet penjualan         Rp. 1.000.000,00
      Biaya transportasi       Rp. 50.000,00
      Biaya listrik            Rp. 100.000,00
      Biaya telepon            Rp. 60.000,00
      Biaya rumah tangga Rp. 500.000,00
      Biaya lain-lain          Rp. 25.000,00 (+)
              Total pengeluaran             Rp.    735.000,00   (-)
              Penghasilan bersih            Rp.    265.000,00
c. Capital

          Usaha foto copy ini menghasilkan laba yang sedikit. Modal yang

   dimiliki debitur merupakan modal sendiri dan modal pinjaman, dimana

   modal sendiri yang dipakai sebesar Rp.4.500.000,00 sedangkan modal

   pinjaman yang digunakan sebesar Rp.5.000.000,00.

d. Collateral

          Agunan yang dijadikan sebagai jaminan kredit berupa sepeda

   motor Suzuki Shogun-125 atas nama Bapak Agus Purnomo. Kondisi dari

   jaminan tersebt sangatlah baik sekali, dimana onderdilnya masih lengkap.

   Jaminan yang diajukan oleh Pak Agus merupakan sepeda motor milik

   sendiri, yang dibeli pada tahun 2005. Jaminan ini memiliki nilai jual pada

   sekarang masih relatif standart dengan nilai Rp.7.500.000,00.

e. Condition

          Persaingan antar sesama pengusaha masih dalam batas kewajaran.

   Prospek usaha kurang bagus, hal ini disebabkan karena lokasi usaha

   debitur kurang strategis. Pesaing yang mengancam foto copy “DEFI”

   yang berlokasi di sekitar usaha debitur masih sedikit.

f. Compliance

          Debitur tidak pernah memiliki catatan kriminal dalam kepolisian.

   Debitur juga mematuhi peraturan yang ada di bank, yaitu memenuhi

   persyaratan permohonan kredit dengan lengkap.
      Adapun data yang didapat dari usulan kredit yang diajukan oleh debitur
      yaitu:
      a) Identitas

          Nama            : Bapak Agus Purnomo

          Pekerjaan       : Wiraswasta

          Alamat          : Jl. P Diponegoro No. 98 Trenggalek

      b) Dari data-data tersebut diatas maka diusulkan:

          Usul plafond                   : Rp. 5.000.000,00

          Tujuan kredit                  : tambahan modal usaha

          Bentuk kredit                  : kredit installment

          Jangka waktu                   : 2 tahun

          Bunga kredit                   : 2% per bulan

          Pokok pinjaman                 : Rp. 208.333,00

          Bunga pinjaman                 : Rp. 100.000,00 (+)

                   Total angsuran         Rp. 308.333,00

      c) Putusan kredit

                   Berdasarkan data-data yang telah ada diatas, maka dapat

          diputuskan bahwa permohonan kredit tidak disetujui atau ditolak.



2. Perusahan Genteng “Melati Putih”

   Adapun hasil survey yang didapat yaitu:
a. Character

   Debitur adalah nasabah lama. Didalam lingkungannya debitur tidak

   pernah terlibat dalam perkara hukum serta mempunyai sikap dan reputasi

   yang baik di dalam lingkungannya. Debitur sampai sekarang masih

   berusia 45 tahun. Debitur memiliki seorang istri dan 3 orang anak. Anak

   pertama berusia 17 tahun, anak kedua berumur 14 tahun dan anak ketiga

   berumur 10 tahun. Rumah yang ditinggali sekarang merupakan rumah

   milik sendiri. Hubungan dengan relasi bisnis sangat baik sekali. Debitur

   dibank ini tidak hanya meminjam kredit saja melainkan juga sebagai

   nasabah bank tersebut.

b. Capacity

   Debitur menyelesaikan pendidikan terakhir di SMU, tepatnya SMU 1

   Durenan. Usaha ini sudah berdiri sejak 4 tahun yang lalu. Usaha ini

   memiliki manajemen yang sangat baik, hal ini terbukti dengan adanya

   banyaknya pesanan barang dari konsumen. Meskipun sekarang banyak

   saingannya, akan tetapi perusahaan ini tetap mengutamakan prinsip

   usahanya yaitu pelayanan yang baik dan kualitas genteng yang bagus. Hal

   ini disebabkan karena daerah Gandusari merupakan pusatnya pembuatan

   genteng, sehingga rata-rata mata pencaharian penduduk Gandusari selain

   bertani dan bercocok tanam, penduduk di daerah sini juga membuat

   genteng. Bapak Cipto memiliki tenaga kerja sebanyak 4 orang, dan
   mereka semua masih keluarga sendiri. Konsumen yang datang tiap

   bulannya sebanyak 50 orang.

   Pendapatan tiap bulan                     Rp.   3.950.000,00

   Biaya listrik              Rp.     50.000,00

   Biaya telepon              Rp.     60.000,00

   Biaya transportasi         Rp.    100.000,00

   Gaji karyawan              Rp. 2.000.000,00

   Biaya rumah tangga         Rp.    600.000,00

   Biaya lain-lain            Rp.    100.000,00 (+)

                Total pengeluaran            Rp.   2.910.000,00   (-)

                Penghasilan bersih           Rp.   1.040.000,00

c. Capital

   Usaha ini dapat menghasilkan usaha yang cukup besar. Modal yang

   dimiliki debitur merupakan milik sendiri dan pinjaman dari bank. Modal

   sendiri yang digunakan sebesar Rp.2.500.000,00 sedangkan modal

   pinjaman yang digunkan sebesar Rp.4.000.000,00

d. Collateral

   Agunan yang dijadikan jaminan kredit berupa sepeda motor Supra Fit atas

   nama Bapak Cipto sendiri. Jaminan yang diajukan oleh Bapak Cipto

   merupakan sepeda motor milik sendiri yang dibeli pada tahun 2005.

   Sepeda motor saat dijadikan jaminan dalam kondisi sangat baik sekali.
   Jaminan ini memiliki nilai jual pada sekarang ini masih relative standart

   dengan nilai Rp.8.000.000,00.

e. Condition

   Persaingan antar sesama pengusaha masih dalam batas kewajaran. Prospek

   usaha kedepan sangat bagus, hal ini disebabkan karena manajemen diatur

   dan dijalankan dengan sangat baik serta pemilihan lokasi yang baik yaitu

   dekat dengan jalan raya. Pesaing yang dapat mengancam perusahaan

   genteng ini yang berlokasi disekitar usaha debitur sangat banyak.

f. Compliance

            Debitur tidak pernah memiliki catatan kriminal dalam kepolisian.

   Debitur dilingkungan manapun selalu berkelakuan sangat baik. Debitur

   juga mematuhi peraturan yang ada di bank, yaitu memenuhi persyaratan

   permohonan kredit dengan lengkap.

Adapun data yang didapat dari usulan kredit yang diajukan oleh debitur yaitu:
a. Identitas

   Nama            : Perusahan Genteng “Melati Putih” a.n Bapak Cipto

   Pekerjaan       : Wiraswasta

   Alamat          : Jl. Yos Sudarso No. 48 Gandusari Trenggalek

b. Dari data-data tersebut diatas maka diusulkan:

   Usul plafond                      : Rp. 4.000.000,00

   Tujuan kredit                     : Tambahan modal usaha

   Bentuk kredit                     : Kredit Installment
      Jangka waktu                     : 1 tahun

      Bunga kredit                     : 2% per bulan

      Pokok pinjaman                   : Rp. 333.333,33

      Bunga pinjaman                   : Rp. 80.000,00

                  Total angsuran        Rp. 413.333,33

   c. Putusan kredit

             Berdasarkan data-data yang telah ada diatas, maka dapat

      diputuskan bahwa permohonan kredit disetujui atau diterima.



3. Perusahaan Genteng “Karya Muda”

   Adapun hasil survey yang didapat yaitu:

   a. Character

      Debitur adalah nasabah lama. Didalam lingkungannya debitur tidak

      pernah terlibat dalam perkara hukum serta mempunyai sikap dan reputasi

      yang baik di dalam lingkungannya. Debitur memiliki seorang istri dan dua

      orang anak. Debitur sampai sekarang masih berusia 44 tahun. Anaknya

      berusia 17 tahun dan 13 tahun, dirumahnya juga ada kedua orang tua dari

      Bapak Samsi. Rumah yang ditinggali sekarang merupakan rumah milik

      sendiri. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari relasi bisnisnya,

      debitur memiliki karakter sangat baik dalam sistem perdagangan. Hal ini

      berdasarkan pada debitur selalu tepat waktu dalam memenuhi kewajiban
   pembayaran terhadap pihak lain. Debitur selain meminjam uang juga

   merupakan sebagai nasabah dari bank tersebut.

b. Capacity

   Debitur menempuh pendidikan terakhir di tingkat        SMU, yaitu SMK

   Karya Darma Trenggalek. Usaha ini sudah berdiri sejak 5 tahun yang lalu.

   Usaha hanya menggunakan tenaga kerja sebanyak 4 orang saja. Rata-rata

   konsumen yang datang tiap bulannya hanya sebanyak 40 orang.

   Pendapatan tiap bulan                    Rp.    3.900.000,00

   Biaya listrik             Rp.     60.000,00

   Biaya telepon             Rp.     60.000,00

   Biaya transportasi        Rp.    100.000,00

   Gaji karyawan             Rp. 1.650.000,00

   Biaya rumah tangga        Rp.    900.000,00

   Biaya lain-lain           Rp.    110.000,00 (+)

              Total pengeluaran             Rp.    2.880.000,00   (-)

              Penghasilan bersih            Rp.    1.020.000,00

c. Capital

   Usaha ini dapat menghasilkan usaha yang cukup besar. Modal yang

   dimiliki debitur merupakan modal milik sendiri dan modal pinjaman dari

   bank. Modal sendiri yang digunakan dalam usaha ini yaitu sebesar

   Rp.3.000.000,00      sedangkan   modal   pinjaman    dari   bank     sebesar

   Rp.3.000.000,00.
d. Collateral

   Agunan yang dijadikan jaminan kredit berupa sepeda motor Jupiter MX

   atas nama Bapak Samsi. Jaminan yang diajukan oleh Bapak Samsi

   merupakan sepeda motor milik sendiri yang dibeli pada tahun 2006.

   Jaminan ini memiliki nilai jual pada sekarang ini masih relatif standart

   dengan nilai Rp.8.000.000,00. Keadaan motor juga masih sangat bagus

   karena masih terhitung baru.

e. Condition

   Lokasi usahanya berada di tempat yang strategis yaitu berada di tepi jalan

   raya. Di sekitar usaha debitur banyak sekali memiliki pesaing yang

   memiliki usaha yang sama. Persaingan antar sesama pengusaha masih

   dalam batas kewajaran. Prospek usaha kedepan sangat bagus, hal ini

   disebabkan karena manajemen diatur dan dijalankan dengan sangat baik.

f. Compliance

            Debitur tidak pernah memiliki catatan kriminal dalam kepolisian.

   Debitur juga mematuhi peraturan yang ada di bank, yaitu memenuhi

   persyaratan permohonan kredit dengan lengkap.

Adapun data yang didapat dari usulan kredit yang diajukan oleh debitur yaitu:
a. Identitas

   Nama             : Perusahaan Genteng “Karya Muda” a.n Bapak Samsi

   Pekerjaan        : Wiraswasta

   Alamat           : Desa Sukorejo Gandusari
   b. Dari data-data tersebut diatas maka diusulkan:

      Usul plafond                     : Rp. 3.000.000,00

      Tujuan kredit                    : tambahan modal usaha

      Bentuk kredit                    : kredit installment

      Jangka waktu                     : 1 tahun

      Bunga kredit                     : 2% per bulan

      Pokok pinjaman                   : Rp. 250.000,00

      Bunga pinjaman                   : Rp. 60.000,00

                  Total angsuran        Rp. 310.000,00

   c. Putusan kredit

      Berdasarkan data-data yang telah ada diatas, maka dapat diputuskan

      bahwa permohonan kredit disetujui.



4. UD. Surya Perkasa

   Adapun hasil survey yang didapat yaitu:

   a. Character

      Debitur adalah nasabah lama. Didalam lingkungannya debitur tidak

      pernah terlibat dalam perkara hukum serta mempunyai sikap dan reputasi

      yang baik di dalam lingkungannya. Debitur memiliki seorang istri dan

      seorang anak. Debitur sampai sekarang masih berusia 44 tahun. Anaknya

      berusia 15 tahun. Rumah yang ditinggali sekarang merupakan rumah

      warisan dari orang tua Bapak Mansur. Hubungan dengan relasi bisnis
   sangatlah baik, hal ini ditunjukkan dengan karakter debitur yang selalu

   tertib dalam pembayaran kewajibannya. Debitur selain menjadi peminjam

   kredit juga sebagai nasabah bank tersebut.

b. Capacity

   Debitur menempuh pendidikan terakhir di tingkat SMU, tepatnya SMU 2

   Trenggalek. Usaha ini sudah berdiri sejak 7 tahun yang lalu. Bapak

   Mansur mempunyai tenaga kerja untuk membantu usahanya sebanyak 6

   orang, dimana tenaga tersebut memiliki tanggung jawab dalam

   pekerjaannya sesuai dengan keahliannya. Konsumen yang datang rata-rata

   tiap bulannya sebanyak 202 orang.

   Pendapatan tiap bulan                    Rp.   7.500.000,00

   Biaya listrik             Rp.   100.000,00

   Biaya telepon             Rp.    70.000,00

   Biaya transportasi        Rp.   500.000,00

   Gaji karyawan             Rp. 1.500.000,00

   Biaya rumah tangga        Rp.   500.000,00

   Biaya lain-lain           Rp.   120.000,00 (+)

              Total pengeluaran             Rp.   2.790.000,00   (-)

              Penghasilan bersih            Rp.   4.710.000,00

c. Capital

   Usaha ini dapat menghasilkan laba yang sangat besar. Modal yang

   digunakan untuk melakukan usaha ini merupakan modal milikm sendiri
   dan juga pinjaman dari bank. Modal sendiri yang digunakan sebanyak

   Rp.6.000.000,00 sedangkan modal pinjaman yang digunakan sebanyak

   Rp.8.000.000,00.

d. Collateral

   Agunan yang dijadikan jaminan kredit berupa sertifikat tanah atas nama

   orang tua Bapak Mansur. Kondisi agunan yang dijadikan sebagai jaminan

   sangat baik, agunan sudah berupa bangunan gedung. Jaminan memiliki

   nilai sebesar Rp.60.000.000,00.

e. Condition

   Lokasi usahanya yaitu dekat dengan jalan raya. Pesaing yang ada disekitar

   usahanya sangat banyak sekali. Persaingan antar sesama pengusaha masih

   dalam batas kewajaran.

f. Compliance

   Debitur tidak pernah memiliki catatan criminal dalam kepolisian. Debitur

   sangat baik perilakukanya di lungkungan manapun. Debitur dalam

   mentaati perjanjian dengan bank juga cukup patuh, hal ini dikarenakan

   debitur pernah telat dalam pembayaran cicilan pinjaman pada bank.

Adapun data yang didapat dari usulan kredit yang diajukan oleh debitur yaitu:
a. Identitas

   Nama               : UD. Surya Perkasa a.n Bapak Mansur

   Pekerjaan          : Wiraswasta

   Alamat             : Desa Jatiprahu
   b. Dari data-data tersebut diatas maka diusulkan:

      Usul plafond                     : Rp.8.000.000,00

      Tujuan kredit                    : Tambahan modal

      Bentuk kredit                    : Kredit installment

      Jangka waktu                     : 6 bulan

      Bunga kredit                     : 2% per bulan

      Pokok pinjaman                   : Rp.1.333.333,33

       Bunga pinjaman                  : Rp.   160.000,00

                  Total angsuran        Rp.1.493.333,33

   c. Putusan kredit

      Berdasarkan data-data yang telah ada diatas, maka dapat diputuskan

      bahwa permohonan kredit disetujui atau diterima.



5. Plapon Gypsum Milik Bapak Suryadi

   Adapun hasil survey yang didapat yaitu:

   a. Character

      Debitur adalah nasabah lama. Didalam lingkungannya debitur tidak

      pernah terlibat dalam perkara hukum serta mempunyai sikap, karakter dan

      reputasi yang baik di dalam lingkungannya. Debitur memiliki seorang istri

      dan seorang anak. Debitur sampai sekarang masih berumur 48 tahun.

      Rumah yang ditinggali sekarang merupakan rumah milik sendiri.

      Hubungan debitur dengan relasi bisnis sangat baik. Debitur selain
   meminjam kredit terhadap bank tersebut, debitur juga merupakan nasabah

   dari bank itu.

b. Capacity

   Debitur menempuh pendidikan terakhir di tingkat SMU, tepatnya yaitu

   SMEA Karya Darma Trenggalek. Usaha ini sudah berdiri sejak 5 tahun

   yang lalu. Tenaga kerja yang dimiliki sebanyak 4 orang, dimana tenaga

   kerja tersebut masih merupakan keluarga sendiri. Para tenaga kerja

   memiliki tanggung jawab sendiri-sendiri atas pekerjaan yang mereka

   lakukan yaitu sesuai dengan kemampuannya. Konsumen rata-rata yang

   datang tiap bulannya sebanyak 50 orang.

   Pendapatan rata-rata/bulan                Rp.   5.500.000,00

   Biaya listrik            Rp.    100.000,00

   Biaya gaji pegawai       Rp. 2.100.000,00

   Biaya telepon            Rp.     60.000,00

   Biaya transportasi       Rp.    500.000,00

   Biaya rumah tangga       Rp.    500.000,00

   Biaya lain-lain          Rp.    100.000,00 (+)

              Total pengeluaran              Rp.    3.460.000,00 (-)

              Penghasilan bersih             Rp.    2.040.000,00

c. Capital

   Usaha ini dapat menghasilkan laba yang besar, akan tetapi tergantung juga

   terhadap manajemen uasaha yang dijalankan. Modal yang digunakan
   dalam usaha ini adalah modal sendiri dan modal pinjaman dari bank.

   Modal sendiri sebesar Rp.5.000.000,00 sedangkan modal pinjaman

   sebesar Rp.4.500.000,00.

d. Collateral

   Agunan yang dijadikan jaminan kredit berupa sepeda motor Vario atas

   nama Bapak Suryadi. Jaminan ini merupakan milik sendiri yang dibeli

   pada tahun 2007 awal. Kondisi speda motor sangat baik sekali karena

   masih terhitung masih baru dibeli. Jaminan ini memiliki nilai jual pada

   sekarang masih relatif standart dengan nilai Rp.8.000.000,00.

e. Condition

   Lokasi usahanya ini berada dekat jaln raya. Pesaing yang ada disekitar

   lokasi usaha sangat sedikit sekali sehingga memungkinkan usaha ini

   mendapatkan laba yang angta besar sekali. Prospek usaha yang dijalankan

   sangat bagus, karena usaha ini banyak dibutuhkan oleh konsumen untuk

   merenovasi rumah.

f. Compliance

   Debitur tidak pernah melanggar peraturan yang ada, hal ini terbukti

   dengan adanya tiadanya catatan criminal. Selain itu debitur juga selalu

   mematuhi perjanjian yang dilakukan dengan bank yaitu selalu tepat waktu

   dalam membayar cicilan pinjaman.
   Adapun data yang didapat dari usulan kredit yang diajukan oleh debitur yaitu:
   a. Identitas

      Nama                 : Bapak Suryadi

      Pekerjaan            : Wiraswasta

      Alamat               : Jl. Panglima Sudirman No.11

   b. Dari data-data tersebut diatas maka diusulkan:
      Usul plafond                        : Rp. 4.500.000,00
      Tujuan kredit                       : Tambahan modal usaha
      Bentuk kredit                       : Kredit installment
      Jangka waktu                        : 1 tahun
      Bunga kredit                        : 2% per bulan
      Pokok pinjaman                      : Rp.375.000 ,00
      Bunga pinjaman                      : Rp. 90.000,00 (+)
          Total angsuran                     Rp. 465.000,00
   c. Putusan kredit

      Berdasarkan data-data yang telah ada diatas, maka dapat diputuskan

      bahwa permohonan kredit disetujui.



6. Internet “FAJAR.Net”

   Adapun hasil survey yang didapat yaitu:

   a. Character

      Debitur adalah nasabah lama. Didalam lingkungannya debitur tidak

      pernah terlibat dalam perkara hukum serta mempunyai sikap, karakter dan

      reputasi yang baik di dalam lingkungannya. Debitur sampai sekarang
   masih berumur 43 tahun. Debitur memiliki seorang istri dan 3 orang anak

   serta ayah dari Bapak Hari sendiri. Rumah yang ditinggali sekarang

   merupakan rumah milik sendiri. Hubungan debitur dengan bank yaitu

   selain sebagai peminjam juga sebagai nasabah dari bank tersebut.

   Hubungan dengan relasi bisnis yaitu sangat baik.

b. Capacity

   Debitur menyelesaikan pendidikan terakhirnya di tingkat S1, tepatnya di

   Universitas Negeri Surabaya. Usaha ini dijalankan sejak 3 tahun yang lalu.

   Warnet ini memiliki tenaga kerja sebanyak 4 orang, dimana tenaga kerja

   tersebut memiliki tugas dan tanggung jawab sendiri-sendiri sesuai dengan

   keahliannya. Rata-rata konsumen yang daang tiap bulannya sebanyak 320

   orang.

   Pendapatan rata-rata/bulan              Rp.   5.900.000,00

   Biaya listrik            Rp.    900.000,00

   Biaya gaji pegawai       Rp. 2.200.000,00

   Biaya telepon            Rp.    200.000,00

   Biaya rumah tangga       Rp.    900.000,00

   Biaya lain-lain          Rp.    300.000,00 (+)

              Total pengeluaran            Rp.      3.500.000,00 (-)

              Penghasilan bersih           Rp.      2.400.000,00
c. Capital

   Usaha ini menjanjikan laba yang lumayan besar. Modal yang dimiliki

   debitur merupakan modal sendiri dan pinjaman dari bank. Modal sendiri

   yang digunakan dalam usaha ini yaitu sebesar Rp.20.000.000,00

   sedangkan modal yang dipinjam sebesar Rp.10.000.000,00.

d. Collateral

   Agunan yang dijadikan jaminan kredit berupa sertifikat rumah atas nama

   Bapak Hari. Jaminan ini memiliki nilai jual saat ini dengan nilai

   Rp.95.500.000,00. Kondisi jaminan sngat bagus, hal tersebut dapat dilihat

   dari kondisi rumah yang sudah ditembok.

e. Condition

   Lokasi usaha ini sangat strategis yaittu dekat dengan jalan raya.

   Persaingan antar sesama pengusaha masih dalam batas kewajaran. Pesaing

   disekitarnya yang memiliki usaha yang sama cukup banyak, karena saat

   ini usaha warnet sedang ngetren dan juga menjanjikan meraih keuntungan

   yang besar. Prospek usaha yang dijalankan sangat bagus, karena usaha ini

   banyak diminati oleh konsumen untuk memperoleh informasi secara luas

   dan cepat.

f. Compliance

   Debitur tidak pernah melanggar peraturan yang ada, hal ini terbukti

   dengan adanya telah ijin mendirikan usaha. Selain itu debitur juga selalu
      mematuhi perjanjian yang dilakukan dengan bank yaitu selalu tepat waktu

      dalam membayar cicilan pinjaman.

   Adapun data yang didapat dari usulan kredit yang diajukan oleh debitur yaitu:
   a. Identitas
      Nama                 : Bapak Hari
      Pekerjaan            : Wiraswasta
      Alamat               : Jl. Agus Salim No.45 Trenggalek
   b. Dari data-data tersebut diatas maka diusulkan:
      Usul plafond                        : Rp. 10.000.000,00
      Tujuan kredit                       : Tambahan modal usaha
      Bentuk kredit                       : Kredit installment
      Jangka waktu                        : 1 tahun
      Bunga kredit                        : 2% per bulan
      Pokok pinjaman                      : Rp.   833.333,33
      Bunga pinjaman                      : Rp.   200.000,00 (+)
          Total angsuran                   Rp. 1.033.333,33
   c. Putusan kredit

      Berdasarkan data-data yang telah ada diatas, maka dapat diputuskan

      bahwa permohonan kredit disetujui atau diterima.



7. Bengkel Milik Bapak Waras Sugito

   Adapun hasil survey yang didapat yaitu:

   a. Character

      Debitur adalah nasabah lama. Didalam lingkungannya debitur tidak

      pernah terlibat dalam perkara hukum serta mempunyai sikap, karakter dan
   reputasi yang baik di dalam lingkungannya. Debitur sampai sekarang

   masih berumur 48 tahun. Debitur memiliki satu istri dan 3 orang anak dan

   kedua oarng tua dari istri Bapak Waras. Rumah yang ditinggali sekarang

   merupakan rumah milik sendiri. Hubungan dengan relasi bisnis sangat

   baik sekali. Bapak Waras tidak hanya meminjam saja pada bank ini, akan

   tetapi juga sebagai nasabah bank tersebut..

b. Capacity

   Debitur menyelesaikan pendidikan terakhirnya di tingkat S1, tepatnya di

   Universitas Brawijaya Malang. Usaha masih 2 tahun berdiri. Bapak Waras

   Sugito sebelumnya tidak pernah mendirikan usaha lain, usaha ini

   merupakan usaha yang beliau dirikan untuk yang pertama kalinya. Bapak

   Waras Sugito sebelum mendirikan usaha ini, beliau pernah bekerja

   sebagai karyawan di bengkel UD. Kartini yang beralamat di Jl. RA.Kartini

   No. 61 Trenggalek. Tenaga kerja pada bengkel ini sebanyak 4 orang.

   Konsumen yang datang rata-rata tiap bulannya sebanyak 105 orang.

   Pendapatan bengkel rata-rata/bulan       Rp.   3.900.000,00
   Biaya listrik             Rp.    75.000,00
   Biaya telepon             Rp.    50.000,00
   Gaji pegawai              Rp. 1.200.000,00
   Biaya rumah tangga        Rp. 1.150.000,00
   Biaya lain-lain           Rp.    100.000,00 (+)
              Total pengeluaran             Rp.      2.575.000,00 (-)
              Penghasilan bersih            Rp.      1.325.000,00
c. Capital

   Usaha ini menghasilkan laba yang lumayan besar. Modal yang dimiliki

   debitur merupakan modal sendiri dan pinjaman. Modal sendiri sebesar

   Rp.8.000.000,00 dan modal pinjaman dari bank sebesar Rp.7.000.000,00.

d. Collateral

   Agunan yang dijadikan jaminan kredit berupa sertifikat tanah atas nama

   Bapak Waras Sugito. Jaminan yang diajukan oleh Pak Waras Sugito

   merupakan milik sendiri. Jaminan ini memiliki nilai jual pada sekarang

   masih relatif standart dengan nilai Rp.60.000.000,00.

e. Condition

   Persaingan antar sesama pengusaha masih dalam batas kewajaran. Prospek

   usaha yang dijalannkan sangat bagus, hal ini disebabkan karena lokasi

   usaha debitur yang strategis yaitu didekat jalan raya dan banyaknya

   pengguna sepeda motor. Pesaing yang ada disekitarnya sangat banyak

   sekali sehingga bengkel ini haruslah memberikan pelayanan yang baik dan

   service yang memuaskan.

f. Compliance

   Debitur tidak pernah melanggar peraturan yang ada, baik dari segi hokum

   maupun akad perjanjian dengan bank. Selain itu debitur juga selalu tepat

   waktu dalam membayar cicilan pinjaman.
   Adapun data yang didapat dari usulan kredit yang diajukan oleh debitur yaitu:
   a. Identitas

      Nama               : Bapak Waras Sugito

      Pekerjaan          : Wiraswasta

      Alamat             : Jl. Yos Sudarso No. 48 Ngantru Trenggalek

   b. Dari data-data tersebut diatas maka diusulkan:

      Usul plafond                      : Rp. 7.000.000,00

      Tujuan kredit                     : tambahan modal usaha

      Bentuk kredit                     : kredit installment

      Jangka waktu                      : 1 tahun

      Bunga kredit                      : 2% per bulan

      Pokok pinjaman                    : Rp.583.333,33

      Bunga pinjaman                    : Rp. 140.00,00 (+)

                  Total angsuran         Rp. 723.333,33

   c. Putusan kredit

      Berdasarkan data-data yang telah ada diatas, maka dapat diputuskan

      bahwa permohonan kredit disetujui atau diterima.

8. Toko Milik Bapak Tomo

   Adapun hasil survey yang didapat yaitu:

   a. Character

      Debitur adalah nasabah lama. Didalam lingkungannya debitur tidak

      pernah terlibat dalam perkara hukum serta mempunyai sikap, karakter dan
   reputasi yang baik di dalam lingkungannya. Debitur memiliki seorang istri

   dan 2 anak. Debitur sampai sekarang masih berumur 56 tahun. Rumah

   yang ditinggali sekarang merupakan rumah milik sendiri. Hubungan

   dengan relasi bisnis kurang baik, karena debitur pernah tidak memenuhi

   kewajibannya terhadap pihak lain. Debitur di bank tersebut hanya sebagai

   peminjam kredit saja.

b. Capacity

   Debitur menyelesaikan pendidikan terakhirnya di tingkat SMU, tepatnya

   SMU 1 Trenggalek. Toko ini sudah berdiri sejak 3 tahun yang lalu. Usaha

   ini hanya dikerjakan oleh anggota keluarga saja. Konsumen yang datang

   rata-rata tiap bulannya sebanyak 50 orang.

   Pendapatan rata-rata/bulan                Rp.     1.700.000,00

   Biaya listrik                Rp. 100.000,00

   Biaya transportasi           Rp. 100.000,00

   Biaya telepon                Rp. 100.000,00

   Biaya rumah tangga           Rp. 500.000,00

   Biaya lain-lain              Rp. 150.000,00 (+)

              Total pengeluaran              Rp.      950.000,00    (-)

              Penghasilan bersih             Rp.      750.000,00

c. Capital

   Modal yang dimiliki debitur merupakan modal sendiri dan modal

   pinjaman    dari     bank.    Modal   sendiri     yang   digunakan     sebesar
   Rp.5.500.000,00 sedangkan modal pinjaman yang digunakan sebesar

   Rp.2.500.000,00.

d. Collateral

   Agunan yang dijadikan jaminan kredit berupa sepeda motor Supra Fit atas

   nama Bapak Tomo. Jaminan yang diajukan oleh Bapak Tomo merupakan

   sepeda motor milik sendiri. Jaminan ini memiliki nilai jual pada sekarang

   masih relatif standart dengan nilai Rp.8.000.000,00. kondisi dari jaminan

   tersebut sangat baik sekali.

e. Condition

   Persaingan antar sesama pengusaha masih dalam batas kewajaran. Lokasi

   usaha debitur berada dekat dengan jalan raya. Pesaing yang memiliki

   usaha yang sama dengan debitur, yang ada disekitar toko ini sangat

   banyak.

f. Compliance

   Debitur tidak pernah melanggar peraturan yang ada, baik dari segi hukum

   maupun akad perjanjian dengan bank. Debitur juga lengakap dalam

   memenuhi persyaratan dalam mengajukan kredit.

Adapun data yang didapat dari usulan kredit yang diajukan oleh debitur yaitu:
a. Identitas

   Nama               : Bapak Tomo

   Pekerjaan          : Wiraswasta

   Alamat             : Jl. Hos Cokroaminoto No.47 Trenggalek
   b. Dari data-data tersebut diatas maka diusulkan:

      Usul plafond                     : Rp. 2.500.000,00

      Tujuan kredit                    : tambahan modal usaha

      Bentuk kredit                    : kredit installment

      Jangka waktu                     : 6 bulan

      Bunga kredit                     : 2% per bulan

      Pokok pinjaman                   : Rp. 416.666,67

      Bunga pinjaman                   : Rp. 50.000,00

                  Total angsuran         Rp. 466.666,67

   c. Putusan kredit

          Berdasarkan data-data yang telah ada diatas, maka dapat diputuskan

     bahwa permohonan kredit ditolak atau tidak disetui.



9. UD. Beton Cetak “Lancar Jaya”

   Adapun hasil survey yang didapat yaitu:

   a. Character

      Debitur adalah nasabah lama. Didalam lingkungannya debitur tidak

      pernah terlibat dalam perkara hukum serta mempunyai sikap, karakter dan

      reputasi yang baik di dalam lingkungannya. Debitur memiliki seorang istri

      dan dua orang anak. Debitur sampai sekarang masih berumur 47 tahun.

      Rumah yang ditinggali sekarang merupakan rumah milik sendiri.

      Hubungan debitur dengan relasi bisnis sangat baik. Debitur selain
   meminjam kredit terhadap bank tersebut, debitur juga merupakan nasabah

   dari bank itu.

b. Capacity

   Debitur menempuh pendidikan terakhir di tingkat Diploma, tepatnya yaitu

   di Poltek Universitas Brawijaya. Usaha ini sudah berdiri sejak 6 tahun

   yang lalu. Tenaga kerja yang dimiliki sebanyak 6 orang. Konsumen rata-

   rata yang datang tiap bulannya sebanyak 107 orang.

   Pendapatan rata-rata/bulan              Rp.   7.800.000,00

   Biaya listrik            Rp.    100.000,00

   Biaya gaji pegawai       Rp. 2.500.000,00

   Biaya telepon            Rp.     75.000,00

   Biaya transportasi       Rp.    600.000,00

   Biaya rumah tangga       Rp.    500.000,00

   Biaya lain-lain          Rp.    100.000,00 (+)

              Total pengeluaran            Rp.      3.875.000,00 (-)

              Penghasilan bersih           Rp.      3.925.000,00

c. Capital

   Usaha ini dapat menghasilkan laba yang besar, akan tetapi tergantung juga

   terhadap manajemen usaha yang dijalankan. Modal yang digunakan dalam

   usaha ini adalah modal sendiri dan modal pinjaman dari bank. Modal

   sendiri sebesar Rp.8.000.000,00 sedangkan modal pinjaman sebesar

   Rp.9.000.000,00.
d. Collateral

   Agunan yang dijadikan jaminan kredit berupa sertifikat tanah atas nama

   Bapak Sabar. Jaminan ini merupakan milik sendiri. Kondisi jaminan

   cukup baik karena kondisi bangunan masih setengah jadi. Jaminan ini

   memiliki nilai yang masih relatif standart sebesar Rp.55.000.000,00.

e. Condition

   Lokasi usahanya mudah dujangkau oleh konsumen. Pesaing yang ada

   disekitar lokasi usaha sangat banyak sekali. Prospek usaha yang

   dijalankan sangat bagus, karena usaha ini menerapkan manajemen yang

   bagus.

f. Compliance

   Debitur tidak pernah melanggar peraturan yang ada, hal ini terbukti

   dengan adanya tiadanya catatan kriminal. Selain itu debitur juga selalu

   mematuhi perjanjian yang dilakukan dengan bank yaitu selalu tepat waktu

   dalam membayar cicilan pinjaman.

Adapun data yang didapat dari usulan kredit yang diajukan oleh debitur yaitu:
a. Identitas

   Nama               : UD. Beton Cetak “Lancar Jaya” a.n Bapak Sabar

   Pekerjaan          : Wiraswasta

   Alamat             : Rejowinangun
   b. Dari data-data tersebut diatas maka diusulkan:

       Usul plafond                    : Rp.9.000.000,00

       Tujuan kredit                   : Tambahan modal

       Bentuk kredit                   : kredit installment

       Jangka waktu                    : 1 tahun

       Bunga kredit                    : 2% per bulan

       Pokok pinjaman                  : Rp.750.000,00

       Bunga pinjaman                  : Rp.180.000,00

                  Total angsuran         Rp.930.000,00

   c. Putusan kredit

       Berdasarkan data-data yang telah ada diatas, maka dapat diputuskan

       bahwa permohonan kredit disetujui.



10. Toko Milik Ibu Jamilah

   Adapun hasil survey yang didapat yaitu:

   a. Character

       Debitur adalah nasabah lama. Didalam lingkungannya debitur tidak

       pernah terlibat dalam perkara hukum serta mempunyai sikap, karakter dan

       reputasi yang baik di dalam lingkungannya. Debitur memiliki seorang

       suami, dua orang anak serta masih ada orang tua debitur yang ikut tinggal

       dirumahnya. Debitur sampai sekarang masih berumur 29 tahun. Rumah

       yang ditinggali sekarang merupakan rumah milik sendiri. Hubungan
   debitur dengan relasi bisnis sangat baik. Debitur selain meminjam kredit

   terhadap bank tersebut, debitur juga merupakan nasabah dari bank

   tersebut.

b. Capacity

   Debitur menempuh pendidikan terakhir di tingkat SMU, tepatnya yaitu

   SMA Karya Darma Trenggalek. Usaha ini sudah berdiri sejak 3 tahun

   yang lalu. Usaha ini hanya dijalankan oleh anggota keluarga saja.

   Konsumen rata-rata yang datang tiap bulannya sebanyak 55 orang.

   Pendapatan rata-rata/bulan               Rp.   1.800.000,00

   Biaya listrik             Rp.    75.000,00

   Biaya telepon             Rp.    50.000,00

   Biaya transportasi        Rp.    50.000,00

   Biaya rumah tangga        Rp. 900.000,00

   Biaya lain-lain           Rp. 100.000,00 (+)

               Total pengeluaran            Rp.    1.175.000,00 (-)

               Penghasilan bersih           Rp.     625.000,00

c. Capital

   Modal yang digunakan dalam usaha ini adalah modal sendiri dan modal

   pinjaman dari bank. Modal sendiri sebesar Rp.2.900.000,00 sedangkan

   modal pinjaman sebesar Rp.4.000.000,00.
d. Collateral

   Agunan yang dijadikan jaminan kredit berupa sepeda motor Smash atas

   nama Ibu Jamilah. Jaminan ini merupakan milik sendiri yang dibeli pada

   tahun 2006. Kondisi sepeda motor sangat baik sekali karena masih

   terhitung masih baru dibeli. Jaminan ini memiliki nilai jual pada sekarang

   masih relatif standart dengan nilai Rp.8.000.000,00.

e. Condition

   Lokasi usahanya ini berada dekat rumah. Pesaing yang ada disekitar lokasi

   usaha sangat banyak sehingga usaha ini sulit untuk berkembang dengan

   baik dan menghasilkan laba yang besar.

f. Compliance

   Debitur tidak pernah melanggar peraturan yang ada. Selain itu debitur juga

   selalu mematuhi perjanjian yang dilakukan dengan bank yaitu melengkapi

   semua persyaratan permohonan kredit yang diajukan oleh bank.

Adapun data yang didapat dari usulan kredit yang diajukan oleh debitur yaitu:
a. Identitas
   Nama               : Ibu Jamilah
   Pekerjaan          : Wiraswasta
   Alamat             : Jl. Ahmad Yani No.13
b. Dari data-data tersebut diatas maka diusulkan:
   Usul plafond                       : Rp. 4.000.000,00
   Tujuan kredit                      : Tambahan modal usaha
   Bentuk kredit                      : kredit installment
   Jangka waktu                       : 1 tahun
       Bunga kredit                    : 2% per bulan
       Pokok pinjaman                  : Rp.333.333,33
       Bunga pinjaman                  : Rp. 80.000,00
                    Total angsuran       Rp.413.333,33
   c. Putusan kredit

                 Berdasarkan data-data yang telah ada diatas, maka dapat

       diputuskan bahwa permohonan kredit tidak disetujui atau ditolak.



11. CV. Selo Aji

   Adapun hasil survey yang didapat yaitu:

   a. Character

       Didalam lingkungannya debitur tidak pernah terlibat dalam perkara

       hukum serta mempunyai sikap dan reputasi yang baik di dalam

       lingkungannya. Debitur memiliki dua orang anak dan seorang istri.

       Debitur sampai sekarang masih berumur 53 tahun. Rumah yang ditempati

       sekarang merupakan rumah milik sendiri. Hubungan debitur dengan relasi

       bisnis sangat baik. Hubungan debitur dengan bank yaitu hanya meminjam

       kredit.

   b. Capacity

       Debitur menyelesaikan pendidikan terakhirnya di tingkat SMU, tepatnya

       di SMU 1 Trenggalek. Usaha ini sudah berdiri sejak 7 tahun yang lalu.

       Proyek yang dijalankan merupakan proyek pembangunan jalan poros
   menggunakan lapisan atas yang berlokasi di desa Botoputih Kec.

   Bendungan Trenggalek.

   Dana                                              Rp.250.000.000,00
   Bahan Baku                 Rp.66.393.600,00
   Biaya transportasi         Rp. 2.000.000,00
   Gaji karyawan              Rp. 4.711.500,00
   Makan                      Rp. 5.700.000,00
   Sewa rumah                 Rp. 2.850.000,00
   Peralatan                  Rp.74.885.100,00
   Biaya lain-lain            Rp.11.998.500,00 (+)
                Total anggaran                       Rp.168.538.700,00(-)
                Penghasilan                          Rp. 81.461.300,00
c. Capital

   Modal yang digunakan merupakan modal milik sendiri dan modal

   pinjaman. Modal milik serndiri sebesar Rp.25.000.000,00 sedangkan

   modal pinjaman sebesar Rp.50.000.000,00.

d. Collateral

   Agunan yang dijadikan jaminan kredit sertifikat rumah atas nama Bapak

   Rizal. Jaminan yang diajukan oleh Bapak Rizal merupakan setifikat rumah

   atas nama sendiri. Jaminan ini memiliki nilai jual pada sekarang masih

   relatif standart dengan nilai Rp.100.000.000,00. Kondisi jaminan juga

   sangat baik.
e. Condition

   Persaingan antar sesama pengusaha masih dalam batas kewajaran. Lokasi

   usaha debitur yaitu dekat dengan jalan raya. Pesaing yang mengancam

   usaha ini yang cukup banyak.

f. Compliance

   Debitur tidak pernah melanggar peraturan yang ada, hal ini terbukti
   dengan adanya tiadanya catatan kriminal. Selain itu debitur juga selalu
   mematuhi perjanjian yang dilakukan dengan bank yaitu selalu tepat waktu
   dalam membayar cicilan pinjaman.
Adapun data yang didapat dari usulan kredit yang diajukan oleh debitur yaitu:
a. Identitas

   Nama               : Bapak Rizal

   Pekerjaan          : Wiraswasta

   Alamat             : Klampisan Trenggalek

b. Dari data-data tersebut diatas maka diusulkan:

   Usul plafond                       : Rp. 50.000.000,00

   Tujuan kredit                      : Tambahan modal

   Bentuk kredit                      : kredit tetap

   Jangka waktu                       : 6 bulan

   Bunga kredit                       : 3% per bulan

   Bunga pinjaman per bulan           : Rp.1.500.000,00
      Untuk kredit tetap angsuran yang harus dibayar tiap bulannya hanya

      bunga pinjaman saja, setelah melewati batas perjanjian kredit maka

      debitur harus membayar bunga beserta pokok pinjamannya.

   c. Putusan kredit

      Berdasarkan data-data yang telah ada diatas, maka dapat diputuskan

      bahwa permohonan kredit disetujui atau diterima.



12. CV. Matahari Jaya

   Adapun hasil survey yang didapat yaitu:

   a. Character

      Didalam lingkungannya debitur tidak pernah terlibat dalam perkara

      hukum serta mempunyai sikap dan reputasi yang baik di dalam

      lingkungannya. Debitur memiliki dua orang anak dan seorang istri.

      Debitur sampai sekarang masih berumur 50 tahun. Rumah yang ditempati

      sekarang merupakan rumah milik sendiri. Hubungan debitur dengan relasi

      bisnis sangat baik. Hubungan debitur dengan bank yaitu selain meminjam

      kredit juga merupakan nasabah bank tersebut.

   b. Capacity

      Debitur menyelesaikan pendidikan terakhirnya di tingkat S1, tepatnya

      Institut Teknik Nasional Malang. Usaha ini sudah berdiri sejak 5 tahun

      yang lalu. Proyek yang dijalankan merupakan proyek perbaikan tebing

      sungai yang berlokasi di kali Tawing Trenggalek.
   Dana                                           Rp.500.000.000,00
   Bahan Baku dan pelaksanaan      Rp. 313.612.500,00
   Biaya transportasi              Rp      5.000.000,00
   Gaji karyawan                   Rp.   10.700.000,00
   Makan                           Rp.     5.100.000,00
   Sewa rumah                      Rp.     2.550.000,00
   Biaya lain-lain                 Rp.     31.361.200,00 (+)
                Total anggaran                    Rp.368.323.700,00(-)
                Penghasilan                       Rp.113.676.300,00
c. Capital

   Modal yang digunakan merupakan modal milik sendiri dan modal

   pinjaman. Modal milik serndiri sebesar Rp.80.000.000,00 sedangkan

   modal pinjaman sebesar Rp.70.000.000,00.

d. Collateral

   Agunan yang dijadikan jaminan kredit sertifikat rumah atas nama Bapak

   Sulton. Jaminan yang diajukan oleh Bapak Sulton merupakan setifikat

   rumah atas nama sendiri. Jaminan ini memiliki nilai jual pada sekarang

   masih relatif standart dengan nilai Rp.125.000.000,00. Kondisi jaminan

   juga sangat baik.

e. Condition

   Persaingan antar sesama pengusaha masih dalam batas kewajaran. Prospek

   usaha sangat bagus, hal ini disebabkan karena lokasi usaha debitur sangat

   strategis yaitu dekat dengan jalan raya. Pesaing yang mengancam usaha

   ini yang cukup banyak.
f. Compliance

   Debitur tidak pernah melanggar peraturan yang ada, hal ini terbukti

   dengan adanya tiadanya catatan kriminal. Selain itu debitur juga selalu

   mematuhi perjanjian yang dilakukan dengan bank yaitu selalu tepat waktu

   dalam membayar cicilan pinjaman.

Adapun data yang didapat dari usulan kredit yang diajukan oleh debitur yaitu:
a. Identitas

   Nama               : Bapak Sulton

   Pekerjaan          : Wiraswasta

   Alamat             : Jatiprahu Karangan

b. Dari data-data tersebut diatas maka diusulkan:

   Usul plafond                        : Rp. 70.000.000,00

   Tujuan kredit                       : Tambahan modal

   Bentuk kredit                       : kredit tetap

   Jangka waktu                        : 6 bulan

   Bunga kredit                        : 3% per bulan

   Bunga pinjaman per bulan            : Rp.2.100.000,00

   Untuk kredit tetap angsuran yang harus dibayar tiap bulannya hanya

   bunga pinjaman saja, setelah melewati batas perjanjian kredit maka

   debitur harus membayar bunga beserta pokok pinjamannya.
   c. Putusan kredit

      Berdasarkan data-data yang telah ada diatas, maka dapat diputuskan

      bahwa permohonan kredit disetujui atau diterima.



13. CV. Makmur Jaya

   Adapun hasil survey yang didapat yaitu:

   a. Character

      Debitur adalah nasabah lama. Didalam lingkungannya debitur tidak

      pernah terlibat dalam perkara hukum serta mempunyai sikap dan reputasi

      yang baik di dalam lingkungannya. Debitur memiliki seorang istri dan dua

      orang anak. Debitur sampai sekarang masih berusia 50 tahun. Rumah yang

      ditinggali sekarang merupakan rumah milik sendiri. Hubungan dengan

      relasi bisnis sangatlah baik, hal ini ditunjukkan dengan karakter debitur

      yang selalu tertib dalam pembayaran kewajibannya. Debitur selain

      menjadi peminjam kredit juga sebagai nasabah bank tersebut.

   b. Capacity

      Debitur menyelesaikan pendidikan terakhirnya di tingkat S1, tepatnya

      Universitas Negeri Surabaya. Usaha ini sudah berdiri sejak 5 tahun yang

      lalu. Usaha ini hanya memiliki tenaga kerja sebanyak 5 orang. Konsumen

      yang datang rata-rata tiap bulannya sebanyak 402 orang.
   Pendapatan tiap bulan                     Rp.   12.000.000,00

   Biaya listrik              Rp.    200.000,00

   Biaya transportasi         Rp     800.000,00

   Gaji Karyawan              Rp. 2.500.000,00

   Biaya telepon              Rp.    110.000,00

   Biaya rumah tangga         Rp.    850.000,00

   Biaya lain-lain            Rp.    200.000,00 (+)

                Total pengeluaran            Rp.   4.660.000,00    (-)

                Penghasilan bersih           Rp.   7.340.000,00

c. Capital

   Modal yang digunakan merupakan modal milik sendiri dan modal

   pinjaman. Modal milik serndiri sebesar Rp.11.000.000,00 sedangkan

   modal pinjaman sebesar Rp.10.000.000,00.

d. Collateral

   Agunan yang dijadikan jaminan kredit berupa sepeda motor Tiger atas

   nama Bapak Supri. Jaminan yang diajukan oleh Bapak Supri merupakan

   milik sendiri. Jaminan ini memiliki nilai jual pada sekarang masih relatif

   standart dengan nilai Rp.12.000.000,00. Kondisi jaminan juga sangat baik.

e. Condition

   Persaingan antar sesama pengusaha masih dalam batas kewajaran. Prospek

   usaha ini sangat bagus, hal ini disebabkan karena lokasi usaha debitur

   sangat strategis yaitu dekat dengan jalan raya. Pesaing yang mengancam
   usaha ini yang berlokasi di sekitar usaha debitur sudah banyak sehingga

   memungkinkan untuk bersaing dengan ketat agar memperoleh laba yang

   besar, serta lebih mengatur manajemen yang sudah dijalankan agar lebih

   jalan lebih baik lagi.

f. Compliance

   Debitur tidak pernah melanggar peraturan yang ada, hal ini terbukti

   dengan adanya tiadanya catatan kriminal. Selain itu debitur juga selalu

   mematuhi perjanjian yang dilakukan dengan bank yaitu selalu tepat waktu

   dalam membayar cicilan pinjaman.

Adapun data yang didapat dari usulan kredit yang diajukan oleh debitur yaitu:
a. Identitas
   Nama                 : Bapak Supri
   Pekerjaan            : Wiraswasta
   Alamat               : Jl. Imam Bonjol No. 21
b. Dari data-data tersebut diatas maka diusulkan:
   Usul plafond                         : Rp. 10.000.000,00
   Tujuan kredit                        : Tambahan modal
   Bentuk kredit                        : kredit installment
   Jangka waktu                         : 6 bulan
   Bunga kredit                         : 2% per bulan
   Pokok pinjaman                       : Rp. 1.666.666,67
   Bunga pinjaman                       : Rp.   200.000,00(+)
       Total angsuran                    Rp. 1.866.666,67
   c. Putusan kredit

      Berdasarkan data-data yang telah ada diatas, maka dapat diputuskan

      bahwa permohonan kredit disetujui atau diterima.



14. CV. Watu Kandang

   Adapun hasil survey yang didapat yaitu:

   a. Character

      Didalam lingkungannya debitur tidak pernah terlibat dalam perkara

      hukum serta mempunyai sikap dan reputasi yang baik di dalam

      lingkungannya. Debitur memiliki dua orang anak dan seorang istri.

      Debitur sampai sekarang masih berumur 55 tahun. Rumah yang ditempati

      sekarang merupakan rumah milik sendiri. Hubungan debitur dengan relasi

      bisnis sangat baik. Hubungan debitur dengan bank yaitu hanya sebatas

      meminjam kredit.



   b. Capacity

      Debitur menyelesaikan pendidikan terakhirnya di tingkat SMU, tepatnya

      SMU 1 Trenggalek. Usaha ini sudah berdiri sejak 5 tahun yang lalu.

      Proyek yang dijalankan merupakan proyek penggadaan alat pembelajaran

      yang berlokasi di SMK Negeri 2 Trenggalek.
   Dana                                     Rp.     130.000.000,00

   Bahan Baku                 Rp.   63.217.500,00

   Biaya transportasi         Rp     1.000.000,00

   Biaya telepon              Rp.     500.000,00

   Gaji karyawan              Rp.    1.700.000,00

   Biaya lain-lain            Rp.    7.500.000,00 (+)

                Total anggaran              Rp.      73.917.500,00 (-)

                Penghasilan                 Rp.      56.082.500,00

c. Capital

   Modal yang digunakan merupakan modal milik sendiri dan modal

   pinjaman. Modal milik serndiri sebesar Rp.15.000.000,00 sedangkan

   modal pinjaman sebesar Rp.25.000.000,00.

d. Collateral

   Agunan yang dijadikan jaminan kredit berupa sertifikat rumah atas nama

   Bapak Andi. Jaminan yang diajukan oleh Bapak Andi merupakan setifikat

   rumah atas nama sendiri. Jaminan ini memiliki nilai jual pada sekarang

   masih relatif standart dengan nilai Rp.70.000.000,00. Kondisi jaminan

   juga sangat baik.

e. Condition

   Persaingan antar sesama pengusaha masih dalam batas kewajaran. Prospek

   usaha sangat bagus, hal ini disebabkan karena lokasi usaha debitur sangat
   strategis yaitu dekat dengan jalan raya. Pesaing yang mengancam usaha

   ini yang cukup banyak.

f. Compliance

   Debitur tidak pernah melanggar peraturan yang ada, hal ini terbukti

   dengan adanya tiadanya catatan kriminal. Selain itu debitur juga selalu

   mematuhi perjanjian yang dilakukan dengan bank yaitu selalu tepat waktu

   dalam membayar cicilan pinjaman.

Adapun data yang didapat dari usulan kredit yang diajukan oleh debitur yaitu:
a. Identitas
   Nama               : Bapak Andi
   Pekerjaan          : Wiraswasta
   Alamat             : Jl. Supriyadi No.8 Trenggalek
b. Dari data-data tersebut diatas maka diusulkan:
   Usul plafond                      : Rp. 25.000.000,00
   Tujuan kredit                     : Tambahan modal
   Bentuk kredit                     : kredit tetap
   Jangka waktu                      : 6 bulan
   Bunga kredit                      : 3% per bulan
   Bunga pinjaman per bulan          : Rp.750.000,00
   Untuk kredit tetap angsuran yang harus dibayar tiap bulannya hanya

   bunga pinjaman saja, setelah melewati batas perjanjian kredit maka

   debitur harus membayar bunga beserta pokok pinjamannya.

c. Putusan kredit

   Berdasarkan data-data yang telah ada diatas, maka dapat diputuskan

   bahwa permohonan kredit disetujui atau diterima.
15. Toko Milik Bapak Sarwono

   Adapun hasil survey yang didapat yaitu:

   a. Character

      Debitur adalah nasabah lama. Didalam lingkungannya debitur tidak

      pernah terlibat dalam perkara hukum serta mempunyai sikap dan reputasi

      yang baik di dalam lingkungannya. Debitur memiliki tiga orang anak dan

      satu istri. Debitur sampai sekarang masih berumur 45 tahun. Rumah yang

      ditempati sekarang merupakan rumah milik sendiri. Hubungan debitur

      dengan relasi bisnis sangat baik. Debitur selain meminjam kredit terhadap

      bank tersebut, debitur juga merupakan nasabah dari bank tersebut.

   b. Capacity

      Debitur menyelesaikan pendidikan terakhirnya di tingkat S1, tepatnya

      Universitas PGRI Trenggalek. Usaha ini sudah berdiri sejak 5 tahun yang

      lalu. Usaha ini hanya dijalankan oleh anggota keluarga saja. Konsumen

      yang datang rata-rata tiap bulannya sebanyak 80 orang.

      Pendapatan tiap bulan                    Rp.   3.900.000,00
      Biaya listrik             Rp.    100.000,00
      Biaya transportasi        Rp     150.000,00
      Biaya telepon             Rp.     60.000,00
      Biaya rumah tangga        Rp.    750.000,00
      Biaya lain-lain           Rp.    100.000,00 (+)
                  Total pengeluaran            Rp.   1.160.000,00   (-)
                  Penghasilan bersih           Rp.   2.740.000,00
c. Capital

   Modal yang digunakan merupakan modal milik sendiri dan modal

   pinjaman. Modal milik serndiri sebesar Rp.5.000.000,00 sedangkan modal

   pinjaman sebesar Rp.6.000.000,00.

d. Collateral

   Agunan yang dijadikan jaminan kredit berupa sepeda motor Thunder atas

   nama Bapak Sarwono. Jaminan yang diajukan oleh Bapak Sarwono

   merupakan sepeda motor milik sendiri, yang dibeli pada tahun 2004.

   Jaminan ini memiliki nilai jual pada sekarang masih relatif standart

   dengan nilai Rp.12.000.000,00. kondisi jaminan juga sangat baik karena

   oleh debitur selalu dirawat.

e. Condition

   Persaingan antar sesama pengusaha masih dalam batas kewajaran. Prospek

   usaha sangat bagus, hal ini disebabkan karena lokasi usaha debitur sangat

   strategis yaitu dekat dengan jalan raya. Pesaing yang mengancam usaha

   ini yang berlokasi di sekitar usaha debitur masih sedikit sehingga

   memungkinkan untuk mendapatkan laba yang sangat besar.

f. Compliance

   Debitur tidak pernah melanggar peraturan yang ada, hal ini terbukti

   dengan adanya tiadanya catatan kriminal. Selain itu debitur juga selalu

   mematuhi perjanjian yang dilakukan dengan bank yaitu selalu tepat waktu

   dalam membayar cicilan pinjaman.
      Adapun data yang didapat dari usulan kredit yang diajukan oleh debitur yaitu:
      a. Identitas

          Nama                 : Bapak Sarwono

          Pekerjaan            : PNS (Pegawai Negeri Sipil)

          Alamat               : Jl. MT Haryono No. 57 Trenggalek

      b. Dari data-data tersebut diatas maka diusulkan:

          Usul plafond                       : Rp. 6.000.000,00

          Tujuan kredit                      : Tambahan modal

          Bentuk kredit                      : kredit installment

          Jangka waktu                       : 1 tahun

          Bunga kredit                       : 2% per bulan

          Pokok pinjaman                     : Rp. 500.000,00

          Bunga pinjaman                     : Rp. 120.000,00 (+)

              Total angsuran                  Rp. 620.000,00

      c. Putusan kredit

          Berdasarkan data-data yang telah ada diatas, maka dapat diputuskan

          bahwa permohonan kredit disetujui atau diterima.



C. Pembahasan Hasil Analisis Data

          Analisis kelayakan dilakukan pada debitur yang ingin mengajukan kredit

   pada PT BPR Artha Panggung Perkasa, dilakukan sesuai dengan prosedur yang

   dimiliki oleh pihak bank selaku pihak kreditur. Hasil dari analisis tersebut dapat
dijadikan referensi bagi kreditur guna mengambil keputusan layak atau tidak

kredit   diberikan.   Keputusan    kredit   yang   diambil   membutuhkan   suatu

pertimbangan dan alasan-alasan yang tepat dalam menentukan layak atau tidak

kredit diberikan kepada debitur. Alasan-alasan dalam menentukan layak atau

tidak kredit diberikan kepada debitur dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Foto Copy “DEFI”

            Keputusan pemberian kredit pada kasus Bapak Agus Purnomo oleh

   bank yaitu memutuskan bahwa permohonan kreditnya ditolak. Hal tersebut

   berdasarkan:

   a. Penghasilan bersih yang diterima tiap bulan tidak dapat mengcover

         angsuran kredit tiap bulannya.

   b. Kurang melakukan kegiatan pemasaran. Hal ini terlihat dari sedikitnya

         konsumen yang datang.

   c. Barang yang dijadikan sebagai jaminan, kurang memberikan nilai harga

         pasar yang mendukung tingkat pengembalian kredit. Hal ini berdasarkan

         pada plafond kredit yang diajukan sebesar Rp. 5.000.000,00 sedangkan

         nilai pasar sepeda motor tahun 2005 sekarang kurang lebih Rp.

         7.500.000,00.

   Agar tidak terjadi kesenjangan antara pihak bank dan debitur maka pihak bank

   melakukan pemberitahuan penolakan permohonan kredit melalui surat, hal ini

   bertujuan supaya hubungan yang terjalin antara nasabah dengan debitur tetap

   terjalin dengan baik.
2. Perusahan Genteng “Melati Putih”

          Keputusan pemberian kredit pada kasus Bapak Cipto oleh bank yaitu

   memutuskan bahwa permohonan kreditnya diterima. Hal ini berdasarkan atas:

   a. Penghasilan bersih yang diterima tiap bulan sudah dapat mengcover

      angsuran kredit tiap bulannya, meskipun nilai agunan yang dijadikan

      jaminan kurang memenuhi syarat dari bank.

   b. Manajemen yang dilakukan sangat bagus sekali, sehingga banyak

      konsumen yang datang dan merasa puas atas hasil barang yang dijual oleh

      debitur, karena barang yang dijual memiliki kualitas barang yang sangat

      bagus.

   c. Dinilai dari unsur jaminan, maka barang yang dijadikan sebagai jaminan,

      kurang memberikan nilai harga pasar yang mendukung tingkat

      pengembalian kredit. Hal ini berdasarkan pada plafond kredit yang

      diajukan sebesar Rp. 4.000.000,00 sedangkan nilai pasar sepeda motor

      tahun 2005 sekarang kurang lebih Rp. 8.000.000,00.

   d. Evaluasi kembali setelah mendapatkan kredit

               Kondisi usaha genteng yang dijalankan oleh Bapak Cipto setelah

      mendapatkan kredit dari PT BPR Artha Panggung perkasa dapat

      dijelaskan sebagai berikut:
      Pendapatan tiap bulan                   Rp.   5.200.000,00

      Biaya listrik            Rp.     75.000,00

      Biaya telepon            Rp.     60.000,00

      Biaya transportasi       Rp.    150.000,00

      Gaji karyawan            Rp. 2.800.000,00

      Biaya rumah tangga       Rp.    650.000,00

      Biaya lain-lain          Rp.    150.000,00 (+)

                 Total pengeluaran            Rp.   3.885.000,00   (-)

                 Penghasilan bersih           Rp.   1.315.000,00

      Konsumen yang datang juga lebih banyak yaitu rata-rata tiap bulannya

      sekitar 85 orang. Konsumen yang datang sebagian besar merupakan

      konsumen lama/langganannya. Menurut langganannya, sebagian besar

      mengatakan puas atas layanan dan barang/genteng yang dijual oleh Bapak

      Cipto hal ini disebabkan karena kualitas barang yang dijual sangat bagus

      meskipun banyak pesaing yang mengancam, karena prinsip Bapak Cipto

      hanya menjual barang yang berkualitas tinggi meskipun harga yang

      ditawarkan juga cukup tinggi.

3. Perusahaan Genteng “Karya Muda”

          Keputusan pemberian kredit pada kasus Bapak Samsi oleh bank yaitu

   memutuskan bahwa permohonan kreditnya diterima. Hal ini berdasarkan atas:
a. Dinilai dari karakter yang dimiliki debitur sangat baik, karena debitur

   selalu tepat waktu dalam memenuhi kewajiban membayar kepada pihak

   lain.

b. Dinilai dari unsur jaminan, maka barang yang dijadikan sebagai jaminan,

   dapat   memberikan      nilai    harga   pasar   yang   mendukung     tingkat

   pengembalian kredit. Hal ini berdasarkan pada plafond kredit yang

   diajukan sebesar Rp. 3.000.000,00 sedangkan nilai pasar sepeda motor

   tahun 2006 sekarang kurang lebih Rp. 8.000.000,00.

c. Evaluasi kembali setelah mendapatkan kredit

           Kondisi usaha genteng yang dijalankan oleh Bapak Samsi setelah

   mendapatkan kredit dari PT BPR Artha Panggung perkasa dapat

   dijelaskan sebagai berikut:

   Pendapatan tiap bulan                      Rp.   4.200.000,00

   Biaya listrik              Rp.      70.000,00

   Biaya telepon              Rp.      60.000,00

   Biaya transportasi         Rp.    150.000,00

   Gaji karyawan              Rp. 1.700.000,00

   Biaya rumah tangga         Rp.    900.000,00

   Biaya lain-lain            Rp.    120.000,00 (+)

              Total pengeluaran               Rp.   3.000.000,00   (-)

              Penghasilan bersih              Rp.   1.200.000,00
       Konsumen yang datang juga lebih banyak yaitu rata-rata tiap bulannya

       sekitar 50 orang. Konsumen yang datang sebagian besar merupakan

       konsumen lama/langganannya. Menurut langganannya, sebagian besar

       mengatakan puas atas layanan karena kualitas barang yang dijual sangat

       bagus meskipun banyak pesaing yang mengancam. Selain itu usaha ini

       dijalankan dengan manajemen yang bagus, jadi untuk masa depan usaha

       ini sangat memiliki prospek yang bagus.



4. UD. Surya Perkasa

           Keputusan pemberian kredit pada kasus Bapak Mansur oleh bank

   yaitu memutuskan bahwa permohonan kreditnya diterima. Hal ini berdasarkan

   atas:

   a. Karakter yang dimiliki debitur sangat baik sekali, hal tersebut berdasarkan

       atas selalu tepat waktu dalam pembayaran kewajiban terhadap pihak lain.

   b. Pendapatan bersih tiap bulan sudah dapat mengcover ciculan pinjaman

       yang harus dilunasi tiap bulannya. Meskipun debitur tidak dapat melunasi

       pinjamannya, agunan yang dijadikan jaminan sudah lebih dapat menutupi

       pinjamannya pada bank. Jaminan merupakan factor kedua setelah karakter

       dalam suatu pemberian kredit.

   c. Evaluasi kembali setelah mendapatkan kredit

              Kondisi UD yang dijalankan oleh Bapak Mansur setelah

       mendapatkan kredit dari bank dapat dijelaskan sebagai berikut:
       Pendapatan tiap bulan                   Rp.   8.700.000,00

       Biaya listrik            Rp.    150.000,00

       Biaya telepon            Rp.    100.000,00

       Biaya transportasi       Rp.    550.000,00

       Gaji karyawan            Rp. 1.700.000,00

       Biaya rumah tangga       Rp.    500.000,00

       Biaya lain-lain          Rp.    150.000,00 (+)

                  Total pengeluaran            Rp.   3.150.000,00   (-)

                  Penghasilan bersih           Rp.   5.550.000,00

       Konsumen yang datang juga lebih banyak yaitu rata-rata tiap bulannya

       sekitar 210 orang. Konsumen yang datang sebagian besar merupakan

       konsumen lama/langganannya. Menurut langganannya, sebagian besar

       mengatakan puas atas layanan karena kualitas barangnya sangat bagus.



5. Plapon Gypsum Milik Bapak Suryadi

           Keputusan pemberian kredit pada kasus Bapak Suryadi oleh bank

   yaitu memutuskan bahwa permohonan kreditnya diterima. Hal ini berdasarkan

   atas:

   a. Dinilai dari karakter yang dimiliki debitur sangat baik, karena debitur

       selalu tepat waktu dalam memenuhi kewajiban membayar kepada pihak

       lain.
b. Dinilai dari unsur jaminan, maka barang yang dijadikan sebagai jaminan,

   dapat   memberikan     nilai    harga   pasar   yang   mendukung     tingkat

   pengembalian kredit. Hal ini berdasarkan pada plafond kredit yang

   diajukan sebesar Rp. 4.500.000,00 sedangkan nilai pasar sepeda motor

   tahun 2007 sekarang kurang lebih Rp. 8.000.000,00.

c. Evaluasi kembali setelah mendapatkan kredit

           Kondisi usaha genteng yang dijalankan oleh Bapak Suryadi setelah

   mendapatkan kredit dari PT BPR Artha Panggung perkasa dapat

   dijelaskan sebagai berikut:

   Pendapatan rata-rata/bulan                Rp.   6.500.000,00
   Biaya listrik             Rp.    100.000,00
   Biaya gaji pegawai        Rp. 2.200.000,00
   Biaya telepon             Rp.      65.000,00
   Biaya transportasi        Rp.    500.000,00
   Biaya rumah tangga        Rp.    500.000,00
   Biaya lain-lain           Rp.    150.000,00 (+)
              Total pengeluaran              Rp.     3.515.000,00 (-)
              Penghasilan bersih             Rp.     2.985.000,00
   Konsumen yang datang juga lebih banyak yaitu rata-rata tiap bulannya

   sekitar 60 orang. Konsumen yang datang sebagian besar merupakan

   konsumen lama/langganannya. Menurut langganannya, sebagian besar

   mengatakan puas atas layanan karena kualitas barang yang dijual sangat

   bagus. Selain itu usaha ini dijalankan dengan manajemen yang bagus, jadi

   untuk masa depan usaha ini sangat memiliki prospek yang bagus.
6. Internet “FAJAR.Net”

          Keputusan pemberian kredit pada kasus Bapak Hari oleh bank yaitu

   memutuskan bahwa permohonan kreditnya diterima. Hal ini berdasarkan atas:

   a. Dinilai dari penghasilan bersih yang diterima tiap bulan dapat mengcover

      angsuran kredit tiap bulannya.

   b. Dinilai dari barang yang dijadikan sebagai jaminan, cukup memberikan

      nilai harga pasar yang mendukung tingkat pengembalian kredit. Hal ini

      berdasarkan pada plafond kredit yang diajukan sebesar Rp. 10.000.000,00

      sedangkan nilai tanah sebesar Rp. 95.500.000,00. Jika debitur tidak dapat

      memenuhi kewajibannya maka jaminan merupakan factor terpenting

      dalam melunasi pinjaman.

   c. Evaluasi kembali setelah mendapatkan kredit

             Kondisi usaha warnet yang dijalankan oleh Bapak Hari setelah

      mendapatkan kredit dari PT BPR Artha Panggung perkasa dapat

      dijelaskan sebagai berikut:

      Pendapatan rata-rata/bulan               Rp.   6.700.000,00
      Biaya listrik             Rp.    900.000,00
      Biaya gaji pegawai        Rp. 2.500.000,00
      Biaya telepon             Rp.    200.000,00
      Biaya rumah tangga        Rp.    900.000,00
      Biaya lain-lain           Rp.    300.000,00 (+)
                 Total pengeluaran             Rp.      3.700.000,00 (-)
                 Penghasilan bersih            Rp.      3.000.000,00
   Konsumen yang datang juga lebih banyak yaitu rata-rata tiap bulannya sekitar

   340 orang. Konsumen yang datang sebagian besar merupakan konsumen

   lama/langganannya. Menurut konsumen, merasa puas atas pelayanan yang

   ditawarkan. Selain itu usaha ini dijalankan dengan manajemen yang bagus,

   jadi untuk masa depan usaha ini sangat memiliki prospek yang bagus.



7. Bengkel Milik Bapak Waras Sugito

          Keputusan pemberian kredit pada kasus Bapak Waras Sugito oleh

   bank yaitu memutuskan bahwa permohonan kreditnya diterima. Hal ini

   berdasarkan atas:

   a. Dinilai dalam menjalankan usaha bengkelnya, debitur sangat telaten, teliti

      dan sevicenya juga sangat bagus serta didukung dengan kualitas lokasi

      yang sangat strategis sehingga membuat bengkel mudah dijangkau oleh

      konsumen.

   b. Dinilai dari penghasilan bersih yang diterima tiap bulan sangat dapat

      mengcover angsuran kredit tiap bulannya.

   c. Dinilai dari barang yang dijadikan sebagai jaminan, cukup memberikan

      nilai harga pasar yang mendukung tingkat pengembalian kredit. Hal ini

      berdasarkan pada plafond kredit yang diajukan sebesar Rp. 7.000.000,00

      sedangkan nilai pasar jaminannya sebesar Rp. 60.000.000,00.
   d. Evaluasi kembali setelah mendapatkan kredit

              Kondisi usaha bengkel yang dijalankan oleh Bapak Waras Sugito

      setelah mendapatkan kredit dari PT BPR Artha Panggung perkasa dapat

      dijelaskan sebagai berikut:

      Pendapatan bengkel rata-rata/bulan      Rp.   4.500.000,00
      Biaya listrik             Rp.    75.000,00
      Biaya telepon             Rp.    60.000,00
      Gaji pegawai              Rp. 1.500.000,00
      Biaya rumah tangga        Rp. 1.150.000,00
      Biaya lain-lain           Rp.   100.000,00 (+)
                 Total pengeluaran            Rp.      2.885.000,00 (-)
                 Penghasilan bersih           Rp.      1.615.000,00
      Konsumen yang datang juga lebih banyak yaitu rata-rata tiap bulannya

      sekitar 115 orang. Konsumen yang datang sebagian besar merupakan

      konsumen lama/langganannya. Menurut langganannya, sebagian besar

      mengatakan puas atas layanan dari Bapak Waras Sugito hal ini disebabkan

      karena service yang dilakukan sangat baik sehingga membuat sepeda

      motor pelanggan nyaman dipakai dan jarang rusak.



8. Toko Milik Bapak Tomo

          Keputusan pemberian kredit pada kasus Bapak Waras Sugito oleh

   bank yaitu memutuskan bahwa permohonan kreditnya ditolak. Hal ini

   berdasarkan atas:
   a. Dinilai dari penghasilan bersih yang diterima tiap bulan kurang dapat

      mengcover angsuran kredit tiap bulannya.

   b. Dinilai dari barang yang dijadikan sebagai jaminan, cukup memberikan

      nilai harga pasar yang mendukung tingkat pengembalian kredit. Hal ini

      berdasarkan pada plafond kredit yang diajukan sebesar Rp.2.000.000,00

      sedangkan nilai pasar sepeda motor tahun 2004 sekarang kurang lebih

      Rp.7.500.000,00. Akan tetapi kreditur lebih mengutamakan karakter dari

      pada jaminan.

   Agar tidak terjadi kesenjangan antara pihak bank dan debitur maka pihak bank

   melakukan pemberitahuan penolakan permohonan kredit melalui surat, hal ini

   bertujuan supaya hubungan yang terjalin antara nasabah dengan debitur tetap

   terjalin dengan baik.



9. UD. Beton Cetak “Lancar Jaya”

          Keputusan pemberian kredit pada kasus Bapak Sabar oleh bank yaitu

   memutuskan bahwa permohonan kreditnya diterima. Hal ini berdasarkan atas:

   a. Dinilai dari karakter yang dimiliki debitur sangat baik, karena debitur

      selalu tepat waktu dalam memenuhi kewajiban membayar kepada pihak

      bank.

   b. Dinilai dari unsur jaminan, maka barang yang dijadikan sebagai jaminan,

      dapat    memberikan   nilai   harga   pasar   yang   mendukung    tingkat

      pengembalian kredit. Hal ini berdasarkan pada plafond kredit yang
   diajukan sebesar Rp. 9.000.000,00 sedangkan nilai pasar jaminan sebesar

   Rp. 55.000.000,00.

c. Penghasilan bersih tiap bulan dapat memenuhi kewajiban mencicil

   pinjaman tiap bulannya kepada pihak bank.

d. Evaluasi kembali setelah mendapatkan kredit

          Kondisi UD. Beton Cetak “Lancar Jaya” yang dijalankan oleh

   Bapak Sabar setelah mendapatkan kredit dari PT BPR Artha Panggung

   perkasa dapat dijelaskan sebagai berikut:

   Pendapatan rata-rata/bulan                  Rp.   8.200.000,00
   Biaya listrik             Rp.   100.000,00
   Biaya gaji pegawai        Rp. 2.500.000,00
   Biaya telepon             Rp.    75.000,00
   Biaya transportasi        Rp.   650.000,00
   Biaya rumah tangga        Rp.   500.000,00
   Biaya lain-lain           Rp.   100.000,00 (+)
              Total pengeluaran                Rp.    3.925.000,00 (-)
              Penghasilan bersih               Rp.    4.275.000,00
   Konsumen yang datang juga lebih banyak yaitu rata-rata tiap bulannya

   sekitar 110 orang. Konsumen yang datang sebagian besar merupakan

   konsumen lama/langganannya. Menurut langganannya, sebagian besar

   mengatakan puas atas layanan karena kualitas barang yang dijual sangat

   bagus. Selain itu usaha ini dijalankan dengan manajemen yang bagus, jadi

   untuk masa depan usaha ini sangat memiliki prospek yang bagus.
10. Toko Milik Ibu Jamilah

           Keputusan pemberian kredit pada kasus Ibu Jamilah oleh bank yaitu

   memutuskan bahwa permohonan kreditnya ditolak. Hal ini berdasarkan atas :

   a. Penghasilan bersih yang diterima tiap bulan kurang dapat mengcover

       angsuran kredit tiap bulannya, hal ini disebabkan karena laba yang didapat

       terlalu sedikit.

   b. Kurang melakukan kegiatan pemasaran. Hal ini terlihat dari sedikitnya

       konsumen yang datang.

   c. Barang yang dijadikan sebagai jaminan, kurang memberikan nilai harga

       pasar yang mendukung tingkat pengembalian kredit. Hal ini berdasarkan

       pada plafond kredit yang diajukan sebesar Rp. 4.000.000,00 sedangkan

       nilai pasar sepeda motor tahun 2006 sekarang kurang lebih Rp.

       8.000.000,00.

   Agar tidak terjadi kesenjangan antara pihak bank dan debitur maka pihak bank

   melakukan pemberitahuan penolakan permohonan kredit melalui surat, hal ini

   bertujuan supaya hubungan yang terjalin antara nasabah dengan debitur tetap

   terjalin dengan baik.



11. CV. Selo Aji

           Keputusan pemberian kredit pada kasus Bapak Rizal oleh bank yaitu

   memutuskan bahwa permohonan kreditnya diterima. Hal ini berdasarkan atas:

   dinilai dari anggaran dana yang ada proyek ini akan berhasil dengan baik,
   selain itu debitur dapat mengcover angsuran kredit tiap bulannya. Selain itu

   nilai jaminan juga dapat mengcover jumlah pinjaman. Hal ini berdasarkan

   pada plafond kredit yang diajukan sebesar Rp.50.000.000,00 sedangkan nilai

   jaminan yaitu sebesar Rp.100.000.000,00.



12. CV. Matahari Jaya

          Keputusan pemberian kredit pada kasus Bapak Sulton oleh bank yaitu

   memutuskan bahwa permohonan kreditnya diterima. Hal ini berdasarkan atas:

   dinilai dari anggaran dana yang ada proyek ini akan berhasil dengan baik,

   selain itu debitur dapat mengcover angsuran kredit tiap bulannya. Selain itu

   nilai jaminan juga dapat mengcover jumlah pinjaman. Hal ini berdasarkan

   pada plafond kredit yang diajukan sebesar Rp.70.000.000,00 sedangkan nilai

   jaminan yaitu sebesar Rp.125.000.000,00.



13. CV. Makmur Jaya

          Keputusan pemberian kredit pada kasus Bapak Supri oleh bank yaitu

   memutuskan bahwa permohonan kreditnya diterima. Hal ini berdasarkan atas:

   dinilai dari penghasilan tiap bulannya dapat mengcover angsuran kredit tiap

   bulannya. Meskipun nilai jaminan kurang dapat menjamin jumlah pinjaman.

   Hal ini berdasarkan pada plafond kredit yang diajukan sebesar Rp.

   10.000.000,00 sedangkan nilai jaminan yaitu sebesar Rp.12.000.000,00.
      Evaluasi kembali setelah mendapat kredit:

             Kondisi CV. Makmur Jaya yang dijalankan oleh Bapak Supri

      setelah mendapatkan kredit dari PT BPR Artha Panggung perkasa dapat

      dijelaskan sebagai berikut:

      Pendapatan tiap bulan                   Rp.   15.000.000,00
      Biaya listrik             Rp.   200.000,00
      Biaya transportasi        Rp    920.000,00
      Gaji Karyawan             Rp. 3.000.000,00
      Biaya telepon             Rp.   110.000,00
      Biaya rumah tangga        Rp.   850.000,00
      Biaya lain-lain           Rp.   250.000,00 (+)
                 Total pengeluaran            Rp.   5.330.000,00    (-)
                 Penghasilan bersih           Rp.   9.670.000,00
      Konsumen yang datang juga lebih banyak yaitu rata-rata tiap bulannya

      sekitar 410 orang. Konsumen yang datang sebagian besar merupakan

      langganannya. Menurut langganannya, sebagian besar mengatakan puas

      karena kualitas barang yang dijual bagus. Selain itu usaha ini dijalankan

      dengan manajemen yang bagus, jadi untuk masa depan usaha ini sangat

      memiliki prospek yang bagus.



14. CV. Watu Kandang

         Keputusan pemberian kredit pada kasus Bapak Supri oleh bank yaitu

   memutuskan bahwa permohonan kreditnya diterima. Hal ini berdasarkan atas:

   dinilai dari anggaran dana yang ada proyek ini akan berhasil dengan baik
   sehingga debitur dapat mengcover angsuran kredit tiap bulannya. Selain itu

   nilai jaminan juga dapat mengcover jumlah pinjaman. Hal ini berdasarkan

   pada plafond kredit yang diajukan sebesar Rp. 25.000.000,00 sedangkan nilai

   jaminan yaitu sebesar Rp.70.000.000,00.

15. Toko Milik Bapak Sarwono

          Keputusan pemberian kredit pada kasus Bapak Supri oleh bank yaitu

   memutuskan bahwa permohonan kreditnya diterima. Hal ini berdasarkan atas:

   dinilai dari penghasilan tiap bulannya dapat mengcover angsuran kredit tiap

   bulannya. Selain itu nilai jaminan juga dapat mengcover jumlah pinjaman.

   Hal ini berdasarkan pada plafond kredit yang diajukan sebesar Rp.

   6.000.000,00 sedangkan nilai jaminan yaitu sebesar Rp.12.000.000,00.

      Evaluasi kembali setelah mendapat kredit

             Kondisi toko yang dijalankan oleh Bapak Sarwono setelah

      mendapatkan kredit dari PT BPR Artha Panggung perkasa dapat

      dijelaskan sebagai berikut :

      Pendapatan tiap bulan                   Rp.   4.500.000,00
      Biaya listrik             Rp.   100.000,00
      Biaya telepon             Rp.    75.000,00
      Biaya transportasi        Rp.   130.000,00
      Biaya rumah tangga        Rp.   750.000,00
      Biaya lain-lain           Rp.   150.000,00 (+)
                 Total pengeluaran            Rp.   1.205.000,00   (-)
                 Penghasilan bersih           Rp.   3.295.000,00
       Konsumen yang datang juga lebih banyak yaitu rata-rata tiap bulannya

       sekitar 100 orang. Konsumen yang datang sebagian besar merupakan

       langganannya. Menurut langganannya, sebagian besar mengatakan puas

       karena kualitas barang yang dijual bagus. Selain itu usaha ini dijalankan

       dengan manajemen yang bagus, jadi untuk masa depan usaha ini sangat

       memiliki prospek yang bagus.



       Berdasarkan pembahasan diatas bahwa dapat disimpulkan dari 15 debitr

yang ada yang dikatakan layak untuk mendapatkan kredit sebanyak 12 orang

(80%) dan yang dikatakan tidak layak sebanyak 3 orang (20%), sehingga hal ini

sudah dapat menjawab hipotesis yang ada yaitu sebagian besar debitur dinyatakan

layak mendapatkan kredit dari PT BPR Artha Panggung Paerkkasa Trenggalek.

Hal tersebut membuat hipotesis yang ada dapat diterima karena sebagian besar

debitur layak diberikan kredit.

       Konsistensi antara peneliti terdahulu dan peneliti sekarang yaitu hasil

peneliti terdahulu menyatakan bahwa UD yang dijadikan obyek penelitian yaitu

UD ABC layak diberikan kredit oleh Bank Jatim Cabang Blitar maksimal sebesar

Rp.30.000.000,00. Sedangkan hasil dari peneliti sekarang menyatakan bahwa

debitur yang layak menerima kredit sebanyak 12 orang dan yang tidak layak

mendapatkan kredit sebanyak 3 orang, sehingga dapat dinyatakan bahwa sebagian

besar debitur dari PT BPR Artha Panggung Perkasa layak menerima kredit.

Debitur yang dinyatakan layak menerima kredit mendapatkan kredit berdasarkan
besarnya usul plafon yang diajukan oleh debitur atas pertimbangan dari pihak

kreditur.
                                     BAB V

                 KESIMPULAN DAN IMPLIKASI


A. Kesimpulan

          Hasil dari analisa data dan pembahasan hasil analisa data pada penelitian

   ini menyatakan bahwa debitur yang mendapatkan kredit dari bank lebih banyak

   dibandingkan dengan yang tidak mendapatkan kredit, yang mendapat kredit

   sebesar 80% (sebanyak 12 orang) sedangkan yang tidak mendapat kredit

   sebanyak 20% (sebanyak 3 orang). Evaluasi kelayakan kredit dilakukan dengan

   cara melihat perkembangan usaha yang dilakukan debitur, sekaligus juga telah

   mendapatkan kredit mengalami peningkatan atau tidak. Jika usaha tersebut

   mengalami peningkatan berarti debitur tersebut benar-benar layak untuk

   mendapatkan kredit, selain itu pihak bank juga tidak salah dalam memberikan

   kredit. Jika terjadi sebaliknya maka akan menimbulkan suatu kredit bermasalah,

   yang dapat merugikan pihak bank, untuk meminimalisir hal tersebut maka pihak

   bank harus teliti dan lebih hati-hati dalam memberikan kredit.



B. Implikasi

          Berdasarkan kesimpulan di atas maka penulis dapat memberikan saran-

   saran sebagai berikut:
1. Bagi manajemen PT BPR Artha Panggung Perkasa agar Perusahaan Genteng

   “Melati Putih”, Perusahaan Genteng “Karya Muda”, UD Surya Perkasa,

   Plapon Gypsum milik Bapak Suryadi, Fajar.Net, Bengkel milik Bapak Waras

   Sugito, Toko milik Bapak Sarwono dan UD Beton Cetak “Lancar Jaya” tetap

   diberikan kredit karena usaha yang dijalankan memiliki prospek yang sangat

   bagus sekali, sedangkan CV Selo Aji, CV Matahari Jaya, CV Makmur Jaya,

   dan CV Watu Kandang perlu dipertimbangkan lagi karena kredit yang

   diberikan memiliki resiko tinggi, hal tersebut berdasarkan atas usaha yang

   dijalankan juga memiliki resiko tinggi pula, jika proyek gagal maka rugi total.

2. Bagi debitur agar dalam pengajuan kredit terhadap kreditur disesuaikan

   dengan kemampuan membayar kembali pinjamannya.

3. Bagi peneliti selanjutnya dengan judul yang sama supaya dalam menganalisis

   pemberian kredit lebih teliti dan menggunakan alat analisis yang lain yang

   lebih tepat.

       PT BPR Artha Panggung Perkasa diharapkan dapat meminimalisir

terjadinya kredit bermasalah, sehingga PT BPR Artha Panggung Perkasa dapat

mewujudkan visinya, yaitu menjadikan PT BPR Artha Panggung Perkasa menjadi

BPR yang terdepan.
                              Daftar Pustaka


Ali, A. Hasyim, Drs. 1995. Manajemen Bank. PT Bumi Aksara. Jakarta.

Arthesa, Ade, Ir, MM dan Handiman, Edia, Ir. 2006. Bank dan Lembaga Keuangan
         Bukan Bank. PT Indeks Kelompok Gramedia. Jakarta.

Cornett, MM and Saunders, A. 1999. Fundamentals of Financial Institutions
         Management. Mc Graw Hill. Singapore.

Gup, Benton E and Kolari, James W. 2005. Commercial Banking. John Wiley and
        Sons. USA.

Kasmir. 2004. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. PT Raja Grafindo Persada.
        Jakarta.

Kasmir. 2002. Dasar-dasar Perbankan. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Kuncoro, Mudrajad dan Suhaedjono. 2002. Manajemen Perbankan. BPFE.
        Yogyakarta.

Manurung, Mandala dan Rahardja, Prathama. 2004. Uang, Perbankan, dan Ekonomi
       Moneter. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
       Jakarta.

Muljono, Teguh Pudjo. 1993. Manajemen Perkreditan. BPFE. Yogyakarta.

Nazir, Moh, Ph.D. 2005. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Bogor.

Siamat, Dahlan. 2004. Manajemen Lembaga Keuangan. Lembaga Penerbit Fakultas
         Ekonomi Universitas Indonesia.

Sinungan, Muchdarsyah, Drs. 1993. Manajemen Dana Bank. PT Bumi Aksara.
        Jakarta.

Sutojo, Siswanto. 1995. Analisa Kredit bank Umum. PT Pustaka Binaman Pressindo.
         Jakarta.

Reksoprayitno, Soediyono. 1992. Prinsip-prinsip Dasar Manajemen Bank Umum.
        BPFE-Yogyakarta. Yogyakarta.
Taswan, SE. 1997. Akuntansi Perbankan. Akademi Manajemen Perusahaan YKPN.
        Semarang.

www.bi.go.id

www.kompas.co.id

www.smeru.or.id

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:407
posted:7/19/2011
language:Indonesian
pages:124
Description: Proposal Data Nasabah Di Bank document sample