Docstoc

TUGAS PARTAI POLITIK

Document Sample
TUGAS PARTAI POLITIK Powered By Docstoc
					TUGAS PARTAI POLITIK
Seperti yang telah diuraikan dimuka bahwa dalam negara dengan sistim demokrasi perlu adanya
partai politik lebih dari satu. Oleh arena itu dirasakan perlu untuk mengupas tentang partai
politik baik artinya, macamnya, fungsinya tujuannya.

Husjar dan stevenson dlam buku political sciencemengemukakan partia politik ialah sekelompok
orang yang terorganisir serta berusaha untuk mengendalikan pemerintahan supaya dapat
melaksanakan program-programnya dan menempatkan dan mendudukan anggota-anggotanya
dalam jabatan pemerintahan ; partai politik berusaha untuk memperoleh kekuasaan dengan dua
cara yaitu ikut seerta dalam pelaksanaan pemerintahan secara syah, dengan tujuan bahwa dalam
pemilihan umum memperoleh suara mayoritas dalam badan legislatif, atau mungkin bekerja
secara tidak syah atau secara subversif untuk memperoleh kekuasaan tertinggi dalam negara
yaitu melelui revolusi atau coup d’etat.

Prof. E. M. Sait dalam buku American Partyand Election menyebutkan partai politik dapat
dirumuskan sebagai kelompok orang yang terorganisir serta berusaha untuk mengendalikan baik
kebijaksanaan pemerintahan muapun pegawai negeri.

Prof. Carl J. Friedrich dalam buku constitutional Government and Democracy merumuskan
bahwa partai politik ialah sekelompok manusia yang terorganisir secara mapan dengan tujuan
untuk menjamin dan mempertahankan pemimpinnya, tetap mengendalikan pemerintahan dan
lebih jauh lagi memberikan keuntungan-keuntungan terhadap anggota baik keuntungan yang
bersifat materil maupun spirituil.

Melihat rumusan diatas jelaslah bahwa tujuan partai politik ialah mengauasai negara atau
pemeritahan baik secara parlementer maupun extra parlementer, atau dengankata lain baik
secara konstitusionil yaitu ikut serta dalam pemdalam pemilihan umum dan secara
inskonstitusionil yaitu dengan cara revolusu atau coup d’etat.

Fungsi Partai Politik

Agar supaya partai politik itu dapat menendalikan atau mengawasi pemerintahan dengan baik,
maka biasanya partai politik itu menjalankan fungsinya.Adapun fungsi partai politik adalah
sebagai berikut :

   1. Pendidikan politik.
   2. Sosialisasi politik.
   3. Pemilihan pemimpin-pemimpin politik.
   4. Pemaduan pemikiran-pemikiran politik.
   5. Memperjuangkan kepentingan-kepentingan rakyat.
   6. Melakukan tata hubungan politik.
   7. Mengeritik rezime yang mememrintah.
   8. Membina opini masyarakat.
   9. Mengusulkan calon.
   10. Memilih pejabat-pejabat yang akan diangkat.
   11. Bertanggung jawab atas pemerintahan.
   12. Menyelesaikan perselisihan.

Doktreine-doktrine politik partai biasanya diusahakan untuk diterapkan dalam masyarakat,
mengingat suatu doktrine yang tidak dimasyarakatkan akan steril atau mandul. Berhasil atau
tidaknya suatu partai biasanya diukur oleh berhasik atau tidaknya atau tidaknya dalam
menerapkan doktrine-doktrine partai dalam masyarakat.

Suatu doktrine mudah dimasyarakatkan ialah doktrine yang bahan-bahannya berasal dari rakyat
dan sesuai denan kemauan rakyat. Suatu doktrine yang bersifat asing, kurang dihayati oleh
rakyat, bukan bertentangan dengan kemauan rakayt, maka doktrein demikian tidak akan
berkembang, bahkan lebih jauh lagi akan mati.

Adapun syarat-syarat pemimpin politik secara umum adalah sebagai berikut :

   1. Sehat jasmani dan rohani artinya tidak cacat atau gila.
   2. Mempunyai keseimbangan perasaan atau emosi, yaitu tidak suka marah dan bersikap
      tenang dalam mengahadapisetiap persoalan.
   3. Mengetahui hubungan manusia yaitu pemimpin politik itu harus dapat diterima baik oleh
      rekan-rekannya maupun bawahannya.
   4. Dorongan pribadi artinya pemimoin politik harus mempunyai dorongan pribadi untuk
      memimpin yang timbul dari dirinya sendiri itu.
   5. Cakap berkomunikasi artinya pemimpin politik sebaiknya mempunyai kecakapan
      berbicara maupun menulis.karena bahasa lisan dan tulisan mearupakan merupakan alat
      komunikasi yang efektif.
   6. Kemampuan mengajar artinya seorang pemimpin politik seyogianya mempunyai keahlian
      untuk mentransfer atau menyampaikan pikiran-pikirannya terhadap yang dipimpinnya,
      sehinggan menjadi sadar dan mengerti akan gagasan yang disampaikannya.
   7. Kecakapan bergaul artinya pemimpin lebih efektif bila prang tersebut mempunyai
      kecakapan denan orang lain, buka yang kaku dan yang mengisolir diri, mengingat
      pergaulan dengan masyarakat akan banyak mengetahui tentang masyarakat itu sendiri,
      sehingga menjadi input dalam pemikiran-pemikirannya, pemmimpin politik yang tidak
      suka bergaul sengan masyarakat, maka kepemimpinannya itu tidak akan berkembang dan
      berbuah.
   8. Mempunyai kecakapan teknis artinya seorang pemimpin politk ada baiknya mempunyai
      kecakapan teknis untuk mengatur negara, yaitu mempunyai kecakapan dalam bidang
      politik, ekonomi, sosial budaya dan administrasi negara.mengingat tanpa menyelam dan
      mendalami hal-hal itu tadi, maka pemimpin politik itu akan menjadi permainan orang –
      orang yang lebih ahli.
   9. mempunyai kemampuan ekonomi artinya seorang pemimpin politik sewajarnya
      mempunyai kemampuan onomi yaitu kehidupannya tidak didasarkan atas dana organisasi
      politik, maka pada suatu saat akan menggunakan organisasi itu untuk memperkaya
      dirinya sendiri, sehingga organisasi politik yang dipimpinnya itu menjadi ternoda.
KELOMPOK KEPENTINGAN

Kelompok kepentingan adalah sekelompok manusia yang mengadakan persekutuan yang
didorong oleh kepentingan-kepentingan tertentu. Kepentingan ini dapat berupa kepentingan
umum atau masyarakat luas ataupun kepentingan untuk kelompok tertentu. Contoh persekutuan
yang merupakan kelompok kepentingan, yaitu organisasi massa, paguyuban alumni suatu
sekolah, kelompok daerah asal, dan paguyuban hobi tertentu.

Kelompok kepentingan bertujuan untuk memperjuangkan sesuatu “kepentingan” dengan
mempengaruhi lembaga-lembaga politik agar mendapatkan keputusan yang menguntungkan atau
menghindarkan keputusan yang merugikan. Kelompok kepentingan tidak berusaha untuk
menempatkan wakil-wakilnya dalam dewan perwakilan rakyat, melainkan cukup mempengaruhi
satu atau beberapa partai didalamnya atau instansi yang berwenang maupun menteri yang
berwenang.

Kelompok Penekan (Pressure Group)

Kelompok penekan merupakan sekelompok manusia yang berbentuk lembaga kemasyarakatan
dengan aktivitas atau kegiatannya memberikan tekanan kepada pihak penguasa agar
keinginannya dapat diakomodasi oleh pemegang kekuasaan. Contohnya, Lembaga Swadaya
Masyarakat Peduli Nasib Petani, dan Lembaga Swadaya Masyarakat Penolong Korban Gempa.
Pada mulanya, kegiatan kelompok-kelompok ini biasa-biasa saja, namun perkembangan situasi
dan kondisi mengubahnya menjadi pressure group.

Partai Politik

Partai politik merupakan sarana seseorang untuk melakukan partisipasi politik sebagai aktualisasi
hak-haknya sebagai warga negara. Partai politik tidak bisa lepas dari peran warga negara sebagai
pendukungnya. Melalui partai, seorang warga akan melakukan partisipasi politik, yang mana hal
ini mencakup semua kegiatan sukarela seseorang dalam proses pemilihan pemimpin-pemimpin
politik, pembentukan kebijakan publik, memilih dalam pemilihan umum, menjadi anggota partai,
kelompok kepentingan, kelompok penekan, duduk dalam lembaga legislatif dan sebagainya.

A. Pengertian Partai Politik

Secara umum partai politik adalah suatu kelompok terorganisir yang anggota-anggotanya
mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan cita-cita yang sama. Adapun tujuan dibentuknya sebuah
partai adalah untuk memperoleh kekuasaan politik, dan merebut kedudukan politik dengan cara
(yang biasanya) konstitusional yang mana kekuasaan itu partai politik dapat melaksanakan
program-program serta kebijakan-kebijakan mereka.
Berikut akan dipaparkan beberapa definisi partai politik oleh para ahli :

      Menurut R.H Soltau, partai politik adalah sekelompok warga negara yang sedikit banyak
       terorganisir, yang bertindak sebagai suatu kesatuan politik dan dengan memanfaatkan
       kekuasaannya untuk memilih, bertujuan untuk mengendalikan dan menguasai
       pemerintahan serta melaksanakan kebijakan umum mereka.

      Menurut Carl J. Frederich, partai politik adalah sekelompok manusia yang terorganisir
       secara stabil dengan tujuan merebut atau mempertahankan penguasaan terhadap
       pemerintahan bagi pimpinan partainya dan berdasarkan penguasaan ini, memberikan
       kepada anggota partainya kemanfaatan yang bersifat idiil serta materiil.

      Menurut Sigmund Neumann dalam bukunya Modern Political Parties, partai politik
       adalah organisasi dari aktivis-aktivis politik yang berusaha untuk menguasai kekuasaan
       pemerintahan serta merebut dukungan rakyat melalui persaingan dengan suatu golongan
       atau golongan lain yang mempunyai pandangan yang berbeda.

      Menurut Mark N. Hagopian, partai politik adalah suatu organisasi yang dibentuk untuk
       mempengaruhi bentuk dan karakter kebijaksanaan publik dalam kerangka prinsip-prinsip
       dan kepentingan ideologis tertentu melalui praktek kekuasaan secara langsung atau
       partisipasi rakyat dalam pemilihan.

B. Sejarah Perkembangan Partai Politik

Partai telah digunakan untuk mempertahankan pengelompokan yang sudah mapan seperti gereja
atau untuk menghancurkan status quo seperti yang dilakukan Bolsheviks pada tahun 1917 pada
saat menumbangkan kekaisaran Tsar.

Pada awal abad ke-19 gereja katolik di Eropa menyatukan diri pada pemerintahan demokrasi,
dan pemilihan sebagai sarana demokrasi dilaksanakan dengan jalan membentuk partai Kristen
Demokrat yang secara bertahap melepaskan orientasi keagamaan mereka demi organisasi,
program, dan panggilan partai. Langkah ini kemudian diikuti oleh pembentukan partai Sosialis
yang meninggalkan cara revolusi untuk mengadakan perombakan. Setelah Perang Dunia Kedua,
partai komunis mengalami hal yang sama. Sisi tajam revolusi sebagai ciri partai komunis
menjadi tumpul. Di beberapa negara yang baru merdeka, partai politik muncul dengan misi
menanamkan partisipasi dan kesadaran politik pada masyarakat yang merasa tidak puas dan
terasingkan.

Tahap kedua perkembangan partai politik muncul setelah pertengahan abad ke-19. Pertama,
perluasan daerah lingkup pemilihan di Amerika sekitar pertengahan tahun 1830-an dan antara
1848-1870, dan pada waktu yang hampir bersamaan juga terjadi di Jerman dan di negara-negara
Eropa Barat lainnya. Abad ke-19 adalah abad politik, di mana masalah-masalah politik seperti
pemilihan umum, kebebasan membentuk asosiasi, hubungan antara gereja dan negara, dab
perkembangan instrumen demokrasi itu sendiri, telah menjadi isu utama dan perdebatan.
Tahap ketiga perkembangan parta-partai terjadi pada sebelum dan sesudah akhir abad ke-19.
Pada periode ini Maurice Duverger secara jitu mengkaitkan pertumbuhan dari apa yang disebut
partai-partai diluar parlemen (extra parliamentary parties). Cikal bakal organisasi tersebut
sumbernya bukan berasal dari parlemen melainkan dari orang-orang yang tidak senang terhadap
parlemen.

Keyakinan dan disiplin kaku menyertai munculnya partai-partai komunis Eropa Barat, yang
didirikan setelah Perang Dunia I. Partai komunis pada dasarnya merupakan kombinasi antara
seorang tentara dan sebuah gereja, keras pendirian, berdisiplin tinggi dan seringkali menentukan
secara efektif komitmen dan loyalitas penuh para anggota secara individual.

Setelah Perang Dunia II, semua partai politik Dunia Barat dan negeri industri maju (termasuk
Uni Soviet dan Jepang) mulai menampakkan beberapa karakteristik baru. Semua partai menjadi
semacam pedagang perantara (broker) dari suatu masyarakat yang terjadi karena kemajuan
industri. Oleh karena itu partai menjadi lebih representatif dan lebih reformis. Partai tidak lagi
berusaha menyelesaikan isu dengan penyelesaian total yang mencakup struktur sosial dan
ekonomi masyarakat tetapi lebih dengan kompromi dan perubahan sedikit demi sedikit.

Kondisi-kondisi di mana partai lahir dan berkembang di Barat jauh berbeda dengan kemunculan
partai-partai di negara baru. Partai politik di negara bekas jajahan muncul untuk mengatasi
masalah-masalah, yang pihak barat (pemerintah kolonial) tidak terlibat secara langsung.
Serangkaian masalah tersebut adalah emansipasi dan identitas nasional, pembuatan nilai-nilai
(aturan) tentang pelaksanaan partisipasi politik, penciptaan lembaga baru yang legitimate
(absah), pembentukan norma-norma baru yang mendukung dan pembentukan lembaga
pemerintah yang membagi ganjaran sementara menarik dukungan.

Perbedaan antara Barat dan negara-negara baru sangatlah mudah. Di negara baru, tidak adanya
sistem yang mendukung terciptanya partai politik, tidak ada legitimasi prosedur pemerintahan
yang memungkinkan partai dapat beroperasi dan yang dapat didukung oleh partai yang hanya
sedikit berpengalaman dengan sistem pemerintahan perwakilan dan tidak adanya pengertian
umum yang mendefinisikan hak-hak umum tertentu secara terbatas.

C. Tipe-Tipe Partai Politik

Dari segi komposisi dan fungsi keanggotaannya, partai politik dapat dibagi menjadi :

a.   Partai Kader

Disebut juga partai elite atau tradisional yang dapat dibedakan menjadi dua tipe yaitu tipe Eropa
dan Amerika. Tipe Eropa bertujuan untuk mendapatkan anggota sebanyak mungkin, tetapi lebih
menekankan pada dukungan dari orang-orang terkemuka, lebih memperhatikan kualitas daripada
kuantitas. Sedangkan tipe Amerika menekankan pada usaha menjaring tokoh partai yang loyal.
b.   Partai Massa

Tekhnik mengorganisasi partai dilakukan oleh gerakan sosialis, yang kemudian diambil oleh
partai komunis dan banyak digunakan di negara-negara berkembang. Dapat dibedakan menjadi
tipe sosialis, yang berorientasi terhadap kaum buruh. Tipe partai komunis yang diorganisasi
secara otoriter dan terpusat, lebih menggambarkan sentralisasi daripada demokrasi. Tipe partai
fasis, menggunakan tekhnik militer untuk mengorganisasi politik massa.

c.   Tipe Partai Tengah

Yaitu partai yang menggunakan organisasi massa sebagai alat dukungan partai.

Dari segi sifat dan orientasi partai politik dibagi menjadi :

a.   Partai Perlindungan (Patronage Party)

Partai perlindungan umumnya memiliki organisasi nasional yang longgar, disiplin yang lemah
dan biasanya tidak mementingkan pemungutan suara secara teratur. Tujuan pendiriannya adalah
memenangkan pemilihan umum untuk anggota-anggota yang dicalonkannya, partai ini hanya
giat menjelang pemilihan umum.

b.   Partai Ideologi

Biasanya mempunyai pandangan hidup yang digariskan dalam kebijakan pimpinan dan
berpedoman pada disiplin partai yang kuat dan mengikat.

D. Sistem Kepartaian

1.   Sistem partai tunggal

Merupakan sistem dimana hanya ada satu partai didalam satu negara. Partai tersebut memiliki
kedudukan dominan dibandingkan dengan partai lain.

2.   Sistem dwi-partai

Pada sistem dwi-partai, partai-partai politik dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu partai
yang berkuasa (karena menang dalam pemilihan umum) dan partai oposisi (karena kalah dalam
pemilihan umum). Partai yang kalah berperan sebagai pengecam utama terhadap kebijakan partai
yang duduk dalam pemerintahan.

3.   Sistem Multi-Partai

Sistem mult-partai memiliki banyak jenis partai politik didalamnya. Keanekaragaman ras, agama
atau suku bangsa yang kuat membuat masyarakat cenderung untuk menyalurkan ikatan-ikatan
terbatas yang mereka miliki ke dalam satu wadah saja. Sistem multi-partai dianggap lebih
mencerminkan keanekaragaman budaya dan politik daripada pola dwi-partai.
E. Fungsi Partai Politik

1.   Fungsi di Negara Demokrasi

Dalam negara demokrasi, partai politik mempunyai beberapa fungsi antara lain :

§ Sebagai sarana komunikasi politik

Salah satu tugas dari partai politik adalah menyalurkan aneka ragam pendapat dan aspirasi
masyarakat dan mengaturnya sedemikian rupa sehingga kesimpangsiuran pendapat dalam
masyarakat bisa diminimalkan.

§ Sebagai sarana sosialisasi politik

Partai politik memainkan peran dalam membentuk pribadi anggotanya. Sosialisasi yang
dimaksudkan adalah partai berusaha menanamkan solidaritas internal partai, mendidik
anggotanya, pendukung dan simpatisannya serta bertanggung jawab sebagai warga negara
dengan menempatkan kepentingan sendiri dibawah kepentingan bersama.

§ Sebagai sarana rekruitment politik.

Partai politik mencari dan mengajak orang yang berbakat untuk turut aktif dalam kegiatan politik
sebagai anggota partai. Cara-cara yang dilakukan oleh partai politik sangat beragam, bisa melalui
kontrak pribadi, persuasi atau menarik golongan muda untuk menjadi kader.

§ Sebagai sarana pengatur konflik.

Partai politik harus berusaha untuk mengatasi dan memikirkan solusi apabila terjadi persaingan
dan perbedaan pendapat dalam masyarakat. Namun, hal ini lebih sering diabaikan dan fungsi-
fungsi diatas tidak dilaksanakan seperti yang diharpakan.

§ Sebagai sarana partisipasi politik

Partai politik harus selalu aktif mempromosikan dirinya untuk menarik perhatian dan minat
warga negara agar bersedia masuk dan aktif sebagai anggota partai tersebut. Partai politik juga
melakukan penyaringan-penyaringan terhadap individu-individu baru yang akan masuk
kedalamnya.

§ Sebagai sarana pembuatan kebijakan

Fungsi partai politik sebagai pembuat kebijakan hanya akan efektif jika sebuah partai memegang
kekuasaan pemerintahan dan mendominasi lembaga perwakilan rakyat. Dengan memegang
kekuasaan, partai politik akan lebih leluasa dalam menempatkan orang-orangnya sebagai
eksekutif dalam jabatan yang bersifat politis dan berfungsi sebagai pembuat keputusan dalam
tiap-tiap instansi pemerintahan.[11]
2.   Fungsi di Negara Otoriter

Menurut faham komunis, sifat dan tujuan partai politik bergantung pada situasi apakah partai
tersebut berkuasa di negara ia berada. Karena partai komunis bertujuan untuk mencapai
kedudukan kekuasaan yang dapat dijadikan batu loncatan guna menguasai semua partai politik
yang ada dan menghancurkan sistem politik yang demokratis.

Partai komunis juga mempunyai beberapa fungsi, namun sangat berbeda dengan yang ada di
negara demokrasi. Sebagai sarana komunikasi partai politik menyalurkan informasi dengan
mengindokrinasi masyarakat dengan informasi yang menunjang partai. Fungsi sebagai sarana
sosialisasi juga lebih ditekankan pada aspek pembinaan warga negara ke arah dan cara berfikir
yang sesuai dengan pola yang ditentukan partai. Partai sebagai sarana reruitment politik lebih
mengutamakan orang yang mempunyai kemampuan untuk mengabdi kepada partai.

Jadi pada dasarnya partai komunis mengendalikan semua aspek kehidupan secara monolitik dan
memaksa individu agar menyesuaikan diri dengan suatu cara hidup yang sejalan dengan
kepentingan partai.[12]

3.   Fungsi di Negara Berkembang

Di negara-negara berkembang, partai politik diharapkan untuk memperkembangkan sarana
integrasi nasional dan memupuk identitas nasional, karena negara-negara baru sering dihadapkan
pada masalah bagaimana mengintegrasikan berbagai golongan, daerah, serta suku bangsa yang
berbeda corak sosial dan pandangan hidupnya menjadi satu bangsa.[13]

Kesimpulan :

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa kelompok kepentingan dan kelompok penekan
memili orientasi yang lebih kecil daripada partai politik. Kelompok kepentingan dan kelompok
masyarakat hanya mewakili golongan-golongan masyarakat dan lebih banyak memperjuangan
kepentingan umum suatu kelompok saja. Kelompok kepentingan dan kelompok penekan juga
tidak perlu menempatkan wakil-wakilnya di dewan perwakilan rakyat, mereka hanya perlu
mempengaruhi satu partai saja.

Berbeda dengan partai politik yang berusaha untuk menempatkan wakil-wakilnya di dalam
dewan perwakilan rakyat. Partai politik sebagai salah satu instrumen politik yang memiliki
tujuan untuk meraih kekuasaan. Selain memiliki tujuan yang jelas adapula fungsi-fungsi yang
harus dijalankan yaitu rekrutmen politik, komunikasi politik, pengendali konflik dan lain-lain.
Disamping itu partai politik merupakan representasi dari beberapa kelompok yang ada di dalam
masyarakat. Partai politik sangat diperlukan untuk menampung seluruh aspirasi rakyat namun
pada saat sekarang ini, partai politik lebih banyak menjadi media atau alat agar penguasa dapat
menjalankan tujuannya.

.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:4765
posted:7/16/2011
language:Indonesian
pages:9
ashien ashien
About