; Skripsi Lanjutan Ad
Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

Skripsi Lanjutan Ad

VIEWS: 422 PAGES: 3

  • pg 1
									                                               BAB IV

                                  HASIL DAN PEMBAHASAN

   A. Deskripsi per Siklus
             Kegiatan pembeajaran yang sudah dilaksanakan akan di evaluasi, baik hasil
      belajar anak, aktivitas guru, maupun aktivitas anak. Setelah melakukan tindakan
      perbaikan sebanyak dua siklus, Penulis melakukan tindakan berikutnya yaitu menyajikan
      dan menginterprestasikan data.
             Berikut disajikan data hasil perbaikan pembelajaran pada pengembangan motorik
      halus anak melalui kegiatan mencocok kelompok B di TK Nurul Islam Muaro Sentajo
      Kabupaten Kuantan Singingi dengan metode pemberian tugas.

                    Tabel 3. Rekapitulasi Kemampuan Mencocok Siklus I

                                                    Pertemuan
                                                                                                   Ket
Klarifikasi Nilai       I                II             III             IV               V
                 Jml         %     Jml         %    Jml      %    Jml         %    Jml        %
 Tinggi           7         50      6         45     5      30     9         60    11        80
 Cukup          3           20      6         45     7      50     5         35     4        20
 Rendah        o   5         30      2         10     3      20     1          5     0         0
    Jumlah        15        100     15        100    15     100    15        100    15       100


               Berdasarkan hasil kemampuan mencocok pola gambar pada siklus I dapat
       dijelaskan terjadi peningkatan pada setiap pertemuan. Pada pertemuan I yang mendapat
       kategori tinggi sebanyak 7 orang atau 50%, pertemuan II sebesar 45 %, pertemuan III
       sebesar 30 %, pertemuan IV sebesar 60 %, dan pertemuan V sebesar 80 %.
               Data tentang kemampuan mencocok siklus I disajikan dalam grafik berikut :

                            Grafik 1. Kemampuan Mencocok Siklus I



   1. Hasil Kemampuan Mencocok Siklus II
      Rekapitulasi hasil kemampuan anak selama lima kali pertemuan yang dilaksanakan pada
      tanggal 21 Maret s.d 25 Maret 2011 dengan hasil sebagai berikut :

                    Tabel 4. Rekapitulasi Kemampuan Mencocok Siklus II

                                                    Pertemuan
                                                                                                   Ket
Klarifikasi Nilai       I                II             III             IV               V
                 Jml        %      Jml        %     Jml     %     Jml        %     Jml        %
 Tinggi          5         30      8         60     10     70     13        85     15       100
 Cukup          7          50      5         30      3     20      2        15      0        0
Rendah       o     3      20      2     10      2     10      0     0       0     0
   Jumlah         15     100     15    100     15    100     15    100     15    100

            Berdasarkan hasil kemampuan mencocok pola gambar pada siklus II dapat
    dijelaskan terjadi peningkatan pada setiap pertemuan. Pada pertemuan I yang mendapat
    kategori tinggi sebanyak sebesar 30%, pertemuan II sebesar 60 %, pertemuan III sebesar
    70 %, pertemuan IV sebesar 85 %, dan pertemuan V sebesar 100 %.
            Data tentang kemampuan mencocok siklus II disajikan dalam grafik berikut :

                        Grafik 2. Kemampuan Mencocok Siklus II

 B. Pembahasan Dari Setiap Siklus
            Dari hasil penelitian perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan selama 2 siklus di
    atas diperoleh gambaran bahwa penggunaan metode pemberian tugas dapat
    meningkatkan aktivitas dan kemampuan mencocok anak kelompok B di TK Nurul Islam
    Muaro Sentajo Kabupaten Kuantan Singingi. Metode pemberian tugas merupakan
    metode mengajar yang cukup efektif sebab membantu anak untuk memperoleh jawaban
    dengan mengamati suatu proses atau peristiwa tertentu.
            Pada setiap siklus tergambar bahwa dari pertemuan I hingga pertemuan V secara
    klasikal terjadi peningkatan aktivitas anak. Data peningkatan kemampuan aktivitas ini
    dapat digambarkan secara persentase dari pertemuan terakhir setiap siklus sebagai berikut

                       Grafik 3. Persentase Peningkatan Antar Siklus


           Berdasarkan data table nilai dan grafik di atas, dapat dijelaskan bahwa hasil
    pengolahan data dan refleksi pada siklus II dengan metode pemberian tugas, terlihat
    beberapa peningkatan aktivitas anak dalam pembelajaran bila dibandingkan dengan
    proses pembelajaran siklus I. Pertama, anak yang pada awalnya enggan melakukan
    kegiatan sudah menunjukkan minat dan keinginan untuk melakukan pekerjaan. Kedua,
    anak terlihat lebih bersemangat karena mencocok pola gambar yang beragam dan
    bervariasi. Ketiga, pada kegiatan mencocok ini anak dapat memusatkan perhatian dan
    focus anak mengalami peningkatan pada setiap pertemuan.
           Pada perbaikan pembelajaran siklus II, guru berusaha menutupi kelemahan-
    kelemahan yang terdapat pada perbaikan pembelajaran siklus I dengan meningkatkan
    beberapa aktivitas mengajar. Pertama, meningkatkan upaya membimbing anak secara
    individu. Kedua, lebih sering berkeliling melihat dan mengawasi pekerjaan anak. Ketiga,
    memberikan penguatan dan penghargaan terhadap anak yang bekerja dengan baik.
    Keempat, meningkatkan kesabaran dalam menghadapi anak yang cepat bosan dalam
    melakukan kegiatan.
                                        BAB V

                            KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

   Penerapan metode pemberian tugas melalui kegiatan mencocok dapat meningkatkan
   pengembangan motorik halus anak kelompok B di TK Nurul Islam Muaro Sentajo
   Kabupaten Kuantan Singingi. Hal ini terlihat dari perolehan nilai siklus I dengan kategori
   tinggi sebanyak sebanyak 9 anak atau 60 %, kategori cukup sebanyak 5 anak atau 35 %
   dan kategori rendah sebanyak 1 anak atau 5%. Setelah dilakukan perbaikan siklus II
   perolehan nilai dengan kategori tinggi menjadi 13 anak atau 85 %, kategori cukup
   sebanyak 2 anak atau 15 %, sedangkan anak yang mendapat nilai kategori rendah tidak
   ada atau 0,00%.

B. Saran
   Untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi anak, penulis
   mengemukakan saran-saran sebagai berikut :
   1. Terapkanlah metode pemberian tugas khususnya dalam kegiatan mencocok untuk
      pengembangan motorik halus anak.
   2. Diberbagai kesempatan guru hendaknya senantiasa meluangkan waktu untuk
      mempelajari sekaligus menguasai berbagai teknik dan metode pembelajaran yang
      sesuai dengan karakteristik anak TK sehingga pada saat mengajar guru memiliki
      banyak pilihan teknik dan metode.
   3. Guru harus senantiasa sabar dan telaten dalam menghadapi dan membimbing anak
      dalam berbagai kegiatan dan aktivitas, terutama terhadap anak yang cepat bosan dan
      tidak focus.
   4. Jangan lupa untuk memberikan penghargaan terhadap prestasi anak dan berikan
      penguatan-penguatan terhadap hasil pekerjaan anak.
   5. Pelajari dan pahamilah secara terus menerus karakteristik anak, kesimpulan dari
      pengamatan karakteristik anak ini sangat berguna bagi seorang guru untuk membuat
      perencanaan pembelajaran sehingga metode yang akan diterapkan dapat lebih tepat
      dan terukur.

								
To top
;