Docstoc

CACING TAMBANG

Document Sample
CACING TAMBANG Powered By Docstoc
					                                        CACING TAMBANG

                      ( Ancylostoma duodenale dan Necator americanus)



A. TAXONOMI / KLASIFIKASI

     Phylum           :      Nemathelminthes

     Kelas            :      Nematoda

     Sub kelas        :      Secernantea

     Ordo             :      Strongylida

     Super famili     :      Ancylostomatoidea

     Famili           :      Ancylostomatidae

     Genus            :      Ancylostoma dan necator

     Spesies          :      Ancylostoma duodenale (Dubini, 1843)

                             Necator americanus (Shiles, 1902)



B.    MORFOLOGI / STRUKTUR TUBUH

Cacing dewasa

        Cacing betina berukuran panjang kurang lebih 1 cm, cacing jantan kurang lebih 0,8 cm.

Bentuk badan Necator Americanus biasanya menyerupai huruf S, sedangkan Ancylostoma

duodenale menyerupai huruf C. Rongga mulut kedua jenis cacing ini besar. Necator Americanus

mempunyai benda kitin, sedangkan pada Ancylostoma duodenale ada dua pasang gigi. Cacing

jantan mempunyai kopulatriks. ( Gandahusada, 1988).
       Telur

       Telur cacing tambang berukuran kurang lebih 55 x 35 mikron, bentuknya bulat oval

dengan selapis dinding yang transparan dari bahan hialin. Sel telur yang belum berkembang

tampak seperti kelopak bunga. Dalam perkembangan lebih lanjut dapat berisi larva yang siap

untuk ditetaskan.



C. SIKLUS HIDUP / REPRODUKSI

       Telur keluar bersama tinja, dalam waktu 1 – 2 hari telur akan berubah menjadi larva

rabditiform (menetas ditanah yang basah dengan temperatur yang optimal untuk tumbuhnya telur

adalah 23 – 300 C). Larva rabditiform makan zat organisme dalam tanah dalam waktu 5 – 8 hari

membesar sampai dua kali lipat menjadi larva filariform, dapat tahan diluar sampai dua minggu,

bila dalam waktu tersebut tidak segera menemukan host, maka larva akan mati. larva filariform

masuk kedalam tubuh host melalui pembuluh darah balik atau pembulu darah limfe, maka larva

akan sampai ke jantung kanan. Dari jantung kanan menuju ke paru – paru, kemudian alveoli ke

broncus, ke trakea dan apabila manusisa tersedak maka telur akan masuk ke oesophagus lalu ke

usus halus ( siklus ini berlangsung kurang lebih dalam waktu dua minggu).


Usus manusia - cacing - telur keluar bersama feses - tempat becek - menetas - hidup lama -

menempel pada kaki manusia - menembus kaki - aliran darah - jantung - paru-paru -

kerongkongan - tertelan - usus manusia - cacing dewasa
D. EPIDEMIOLOGI

       Cacing dewasa hidup dirongga usus halus dengan mulut yang besar melekat pada mukosa

dinding usus. Cacing betina Necator americanus tiap hari mengeluarkan telur kura – kura 9000

butir , sedangkan Ancylostoma duodenale kira – kira 10.000 butir.

       Penyebaran parasit pada waktu ini disebabkan oleh migrasi penduduk dan meluas ke

daerah tropik dan sub tropik. Diperkirakan bahwa cacing tambang diseluruh dunia menghinggapi

700 juta orang, menyebabkan kehilangan darah sejumlah 7 juta liter sehari, yaitu jumlah darah

lebih dari sejuta manusia, sebanyak darah orang – orang yang berdiam di Washington, Taipeh

atau Bangkok.




E. PERANAN CACING TAMBANG DALAM KEHIDUPAN


       Peranan cacing tambang dalam kehidupan tidak terlalu signifikan, bahkan hanya

cenderung merugikan dan menjadi parasit baik itu terhadap tumbuhan, hewan maupun manusia.

Berikut berbagai penyakit yang ditimbulkan cacing ini terhadap manusia :


       Cara penularan penyakit cacing tambang adalah melalui larva cacing yang terdapat di

tanah yang menembus kulit (biasanya diantara jari-jari kaki), cacing ini akan berpindah ke paru

kemudian ke tenggorokan dan akan tertelan masuk saluran cerna.


       Gejala Penyakif cacing tambang (ankilostomiasis dan nekatoriasis)


      Ruam yang menonjol dan terasa gatal (ground itch) bisa muncul di tempat masuknya

       larva pada kulit.
   Demam, batuk dan bunyi nafas mengi (bengek) bisa terjadi akbiat berpindahnya larva

    melalui paru-paru.

   Cacing dewasa seringkali menyebabkan nyeri di perut bagian atas.

   Anemia karena kekurangan zat besi dan rendahnya kadar protein di dalam darah bisa

    terjadi akibat perdarahan usus.

   Kehilangan darah yang berat dan berlangsung lama, bisa menyebabkan pertumbuhan

    yang lambat, gagal jantung dan pembengkakan jaringan yang meluas pada anak-anak.

   Gangguan pencernaan berupa mual, muntah, diare dan nyeri di ulu hati.


   Pusing, nyeri kepala.

   Lemas dan lelah.

   Kadang-kadang tanpa ada gejala

   Keluhan tidak spesifik, kelelahan dan berat badan menurun

   Jarang terjadi: sakit perut, kembung dan sumbatan usus.

   Biasanya dikenali setelah beberapa lama misal antara 4-5 tahun setelah infeksi. dan telah

    menjadi gejala akut.


    Pencegahanb :


   Infeksi cacing tambang bisa dihindari dengan selalu mengenakan alas kaki.

   Gunakan desinfektan setiap hari di tempat mandi dan tempat buang air besar

   hati bila makan makanan mentah atau setengah matang terutama pada tempat-tempat

    dimana sanitasi masih kurang

   Masak bahan makanan sampai matang

   Selalu mencuci tangan setelah dari kamar mandi/WC atau sebelum memegang makanan
   Prioritas utama adalah memperbaiki anemia dengan cara memberikan tambahan zat besi

    per-oral atau suntikan zat besi.

   Pada kasus yang berat mungkin perlu dilakukan transfusi darah.

   Jika kondisi penderita stabil, diberikan obat pirantel pamoat atau mebendazol selama 1-3

    hari untuk membunuh cacing tambang.

   Obat ini tidak boleh diberikan kepada wanita hamil karena bisa membahayakan janin

    yang dikandungnya.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:2198
posted:7/16/2011
language:Indonesian
pages:5
ashien ashien
About