Docstoc

PATOLOGI RESPIRASI

Document Sample
PATOLOGI RESPIRASI Powered By Docstoc
					PATOLOGI RESPIRASI


dr. Fitranto Arjadi M.Kes
             RINITIS AKUT
• Etiologi : virus , bakteri, allergi
                         Rinitis kataralis
• Makros :  tanda-tanda radang
             ingus cair/kental  purulen
• Mikros :  tanda-tanda radang
            hiperaktip kel.mukus
            infiltrasi sel radang (sesuai etiologi)
• Akibat : supurasi ulserasi
           cair  sembuh
          kronik  skaring Rinitis atropikan
   TUMOR TR.RESP.ATAS

  Karsinoma
  nasofaring
• Primer : langsung
• mengisi seluruh
  rongga sinus
• prognosis : jelek
             LARING
•   LARINGITIS NON SPESIFIK
•   TUBERKULOSIS
•   DIPTERI
•   NODUL PADA LARING (Singer’s node)
•   TUMOR PADA LARING
    - Papiloma     Karsinoma laring
 LARINGITIS NON SPESIFIK
Etiologi : bukan primer
           kelanjutan infeksi Tr.resp
           mengenai epiglotis
Makros : laring bengkak,kemerahan
          permukaan rata / halus
Akibat : Dapat terjadi STRIDOR
         suara serak o.k.pembengkakan
          obstruksi(t.u pd anak muda)
 LARINGITIS SPESIFIK (Tbc)
SIFAT : - Sekunder ( dari paru )
        - Perub.suara ok.bengkak / ulkus
          pada pita suara
MIKROS : T u b e r k e l
               DIPTERI
Pengertian :
  - Infeksi faring & tr.respiratorius
  - Pseudomembranous
  - Eksotoxin
  - Kerusakan : miokard
                  syaraf
                  ginjal
 TRACHEOBRONCHITIS AKUT
ETIOLOGI : 1. Inflamasi : bakteri
            2. Irritans : debu,rokok,uap pabr.
            3. Allergi : protein
MAKROS : - mukosa bengkak
           - w.merah
             catarrh. Fibrinous,membranous
             perdrhan, purulent.
MIKROS : - Inflamasi akut
         - berkurangnya epitel & silia
AKIBAT : 1.sembuh , 2. Bronkitis chr. 3. Br.Pn
        BRONKITIS KRONIK
Pengertian : inflamasi cabang bronkus yg ditandai dgn.batuk
     kronik (batukproduktive ,sput.mukoid 3 bln/>,
     kumat²an, mlm hari meningkat
Insiden : banyak didaerah industri
          jarang dipedesaan
Etiologi : laki &dws muda >>
            tanda infeksi jarang
Faktor etiologi :
1. Perokok tembakau
2. Kambuhnya bronkitis akut
3. Infeksi sal.nafas bwh
4. Kegagalan mekanisme “bronkial toilet”
5. Iritasi kronikbbhn kimia/polusi udara
6. Infeksi yang low grade
ASMA BRONKIALE
Pengertian :
Keadaan alergi
  dg.bronkospasme
   disertai expiratory
  wheezing dan ada mukus
  kental→ sesak eksp.
Etiologi : 1. heriditer
           2. allergen
           3. psikis
Gamb.klinik :
Serangan batuk episodik, mengi, sesak napas. Batuk awalnya
tanpa sekret, kemudian akan mengeluarkan sekret baik yang
mukoid, putih kadang-kadang purulen
Hebat-status asmatikus ; Akbt: Kematian(jarang),CPC,
bronkitis
       KELAINAN MEKANIS
   ATELEKTASIS                   KOLAPS
Paru gagal mengembang      Paru mengempis
saat lahir                 Etiologi :
Etiologi :                 -Kompresi
-Trauma kelahiran          -Obstruksi :
-Obstruksi bronkial oleh    a. lumen
 mukus / aspi.liq.amnii     b. dd
Akibat: bila luas..         c.eksternal
  → kematian               Akibat:kl sgr diatasi dpt
                                  normal lagi
Atelektasis
            EMFISEMA
Definisi : bertambahnya ukuran dari rongga udara
      bag.distal-bronkiolus terminal
Emfisema Interstitiel : udara dlm jar.interstitiel
Etiologi :
1.    Spontan,akibat sobekan dinding alveoli
      o.k.batuk yg keras ( asma,batuk rejan,
      emfisema jenis lain/bronkitis kronik)
2.    Trauma , saat operasi/ruda paksa
Akibat : gel udara msk interstitiel paru&
      mediastinum menuju leher→ emfisema
      …krepitasi
                ASFIKSIA
Dipakai pd kasus kematian ok.anoksia
Penyebab : 1.Kekurangan O2 dlm drh.
           2.Berkurangnya sirkulasi drh
           3.Berkurangnya bahan yang membawa O2
           4. Ketidakmampuan jar.menggunakan O2
 Perubahan yg terjadi :
- Degenerasi
- Oedem
- Ekternal: sianosis pd bibir,ujung jari,kdg terjadi perdrhan
- Internal: Darah berwarna gelap,kongesti vena pd.organ,
            petechie multiple pada perikardium & pleura
               PNEUMONIA
DEFINISI :
        PERADANGAN YANG MENGENAI PARENKIM
  PARU, DISTAL DARI BRONKIOLUS TERMINALIS
  YANG MENCAKUP BRONKIOLUS RESPIRATORIUS,
  DAN ALVEOLI, SERTA MENIMBULKAN
  KONSOLIDASI JARINGAN PARU DAN GANGGUAN
  PERTUKARAN GAS SETEMPAT.
  KLASIFIKASI :
Berdasar kelainan anatomik :
          - Lobar pneumonia
          - Lobular pneumonia/Bronkopneumonia
INSIDENSI:
    - Pneumonia nosokomial lebih sering di ICU : ruangan
      umum = 42% : 13% dan 47% pada pasien dengan alat
      bantu mekanik
                      PNEUMONIA
• PATOGENESIS:
  Interaksi mikroorganisme penyebab dengan daya tahan tubuh manusia
    Jalan masuk: inhalasi, aspirasi kuman orofaring, hematogen, langsung.
    Daya tahan tubuh pada saluran napas bagian bawah: sistem
     pertahanan mukosilier, daya tahan selular makrofag alveolar, limfosit
     bronkial, neutrofil, daya tahan humoral IgA & IgG dari sekresi
     bronkial.
    Faktor predisposisi: merokok, pasca infeksi virus, penyakit jantung
     kronik, DM, imunodefisiensi, kelainan atau kelemahan struktur organ
     dada dan penurunan kesadaran
     Tindakan invasif: infus, intubasi, trakeostomi, pemasangan
     ventilator
   ETIOLOGI:
  Penyebab PK tersering:
  S. peumoniae (60-70%), H. influenzae (5%), Mycoplasma (5-20%)
                  PNEUMONIA
Klasifikasi berdasarkan faktor lingkungan dan pejamu:
    Pneumonia komunitas  di masyarakat
    Pneumonia nosokomial  didapat di RS
    Pneumonia rekurens  terdapat dasar penyakit paru kronik
    Pneumonia aspirasi  alkoholik, usia tua
    Pneumonia pada gangguan imun  pasien transplantasi,
  onkologi,AIDS
Pneumonia Aspirasi
  Sesudah menghisap isi perut(cairan gaster bisanya asam
  lambung) atau materi infeksi dari orofaring akan merusak
  alvelolus dan bronkus disertai oedem yg progresif dan reaksi
  radang akut  sindr.Mendelson
DIAGNOSIS:
  Adanya demam, batuk-batuk (dari kering sampai
  berdahak), sesak napas yang makin memberat dan
  kadang-kadang disertai nyeri dada dan batuk darah
  PNEUMONIA NEONATAL
Bronkopneumonia pada neonatus
1. 48 jam pertama :
   Kebanyakan berasal dari intra uteri dan
   terbanyak o.k.inhalasi cairan amnion
2. Sesudah 48 jam
   t.u. o.k. bakteri spt pd or.dws.
   sedikit kasus asal inhalasi isi gaster
      TBC PARU
INSIDEN :
Lokasi paling sering: di paru.
Etiologi : Mycobacterium
           tuberculosis
Faktor predisposisi :
1. Jalan masuk organisme
   Kontak yg erat,kurang higienis,padat pddk.
2. Kerentanan /kelemahan/susceptibility
3. Faktor lokal
4. Faktor general ( faktor sos-ek.)
   usia lanjut , juga faktor diet.
5. Terapi kortikosteroid
Gejala
CARA INFEKSI :                  TBC
Terhisapnya org.dlm percikan
  atau partikel debu.          PARU
TBC
       TBC PARU primer
INFEKSI PRIMER :
  FOKUS GHON
MAKROS:
Subpleura pd bag.atas
  lob.bwh atau
              bag.bwh
  lob.atas
Fokus ini kecil dan
  bag.central mengalami
nekrosis kaseosa.
Kel.limfe hilus membesar.
Kombinasi fokus ghon +
  limfadenopati = Primer
  kompleks.
           TBC PARU primer
MIKROS.:
Baik pada paru atau kel.limfe dijumpai
Tanda patognomonik : “TUBERKEL”
AKIBAT :
1. Sembuh :  fibrosis, kalsifikasi
   bakteri tahan hidup di kalsifikasi & kelenjar
     limfe
2. Peny.terus berlanjut.
   a. perkejuan yg berlanjut & pengrusakan
   b. menyebar via cab.bronkus
   c. menyebar via darah: general a’single organ .
     TBC PARU post primer (sekunder)
Sifat :
1. Merupakan fase reinfeksi ssd sembuh dari
   Tbc primer krn masuknya basil baru.
2. Reaktivasi dari basil yg memang blm mati
   pada primer komplek
Lokasi :
Biasanya pd apex dari satu atau kedua paru
Tipe lesi pd paru :
Hampir selalu menimbulkan manifestasi klinik (tak
    spt tipe primer) & sbgian bsr menyebar langsung.
   AKTINOMIKOSIS PARU
Jarang dijumpai
Etiologi : Aktinomises israeli
Dapat kenai paru dan jar.sekitar
Khas ditemukan : abses “Honey comb”
Radiologik tampak sebagai coin lesion
           COIN LESION
Tampak pada hasil pemeriksaan radiologi
Sebagai bayangan pada perifer parenkim
paru,sirkuler, tak khas.
Penyebab :
1. Granuloma : Tbc, abses, jamur
2. Kista : parasit
3. Tumor : primer, metastasis
PNEUMOKONIOSIS
     1. SILIKOSIS
     2. ANTRAKOSIS
     3. COAL WORKER
        PN.KONIOSIS
     4. ASBESTOSIS
     5. SILIKO-SIDEROSIS
     6. BERILIOSIS
     7. LAIN-LAIN
      ALVEOLITIS ALERGIK
         EKSTRINSIK
1.Akibat debu tumbuh ²an
  - Farmer’s lung ( padi-padi an)
  - Bagasosis (sisa pembuatan gula)
  - Bisinosis ( debu kapas)
  - Debu tumbuh² an yg lain
2.Akibat debu protein hewan ( tu.burung )
KARSINOMA BRONKUS
Sifat : Primer
Umur : 15 – 80 th. Rata2 : 55 th.
Sex : ♂ : ♀ = 3,5 : 1
FAKTOR ETIOLOGI :
1. Merokok : zat karsinogenik: HC
2. Penyinaran : unsur Radio aktip
3. Hub.pekerjaan :pneumokoniosis
4. Polusi atmosfer: asap,uap,disel.
    KARSINOMA BRONKUS
MAKROS :
• Bronkus : invasi dd.bronkus
            ulserasi
            penyempitan lumen
• Paru    : padat,pucat,nekrosis
• Paru diluar tumor :
                      kolap,fibrosis
                      bronkiektasis,abses
                      infeksi , infark
   KARSINOMA BRONKUS

PENYEBARAN :
• Langsung : efusi pericard yg hemorrhagic
          cardiac arrhitmia
          fistula
          pleural efusion hemorrh
          tumor Pancoast
• Limfatik : syndroma vena cava sup
           asfiksia
• Hematogen : hati,otak ,tulang, adrenal
• Transcoelomic : tumor multiple pd. pleura
Effusi Pleura
Suatu penimbunan cairan pada rongga pleura, yang sifatnya
abnormal, sebagai akibat transudasi atau eksudasi berlebihan,
tanpa memandang isi cairannya ( jenis cairan belum
diketahui)
ETIOLOGI:
a. PENYEBAB TRANSUDAT:
 Gagal jantung kongestif
 hipoproteinemia (hipoalbuminemia): sirosis hati,
 sindrom nefrotik, malnutrisi
 Perikarditis konstriktif
 sindroma Meigs (asites dg tumor ovarium)
 Myxedema
 Efusi simpatetik: yang menyertai inflamasi di
  lain tempat
b. PENYEBAB EKSUDAT PLEURA:
 Efusi parapneumonia
 komplikasi infark paru
 efusi pleura maligna, trjadi sekunder pada:
  karsinoma bronkus, metastasis tumor ganas pada
  pleura, lymphatic carcinomatosis, lymphomata
 Tuberkulosis paru
 Efusi pleura sebagai komplikasi: abses subfrenik,
  abses amebik hati
 Penyakit kolagen: demam rematik akut, artritis
  rematoid, SLE
 infeksi jamur
 efusi pleura eosinofilik
 Sumbatan duktus torasikus  chylothorax
 pankreatitis akut
 tumor pleura primer
 idiopatik
PATOFISIOLOGI
Normal : jumlah cairan pleura sedikit berbentuk transudat,
cairan yang terbentuk akan direabsorpsi kembali
Prinsip terjadinya efusi pleura:
a. Pada penyakit pleura: terjadi eksudat
b. Pada penyakit tertentu dengan pleura normal:
   bisa terbentuk transudat, suatu ultrafiltrat
   plasma, karena:
   - meningkatnya tekanan kapiler sistemik
   - meningkatnya tekanan kapiler pulmonik
   - menurunnya tekanan koloid osmotik
   - menurunnya tekanan intra pleura
Gambaran Klinis
 Tanpa keluhan
 Dengan keluhan:
  # Berasal dari penyakit yang mendasari
   - sesak napas, dyspneu d’effort
   - batuk
   - nyeri pleura
   - batuk darah
   - demam
  # Akibat efusi pleura
   - sesak napas
   - rasa berat di dada yang terkena bila penuh
   - gangguan hemodinamik sirkulasi (pump failure)
Effusi Pleura
            PNEUMOTORAKS
1. DEFINISI:
   Adanya penimbunan udara dalam rongga
   pleura, sehingga menyebabkan jaringan paru
   menjadi kollaps ( total atau parsial).

   Udara masuk lewat lubang di pleura visceralis
   atau parietal
2. KLASIFIKASI
Menurut Etiologi
a. Pneumotoraks spontan : Terjadi tiba-tiba tanpa suatu penyebab
  Primer :
   pada orang yang sebelumnya sehat, tidak diketahui
   sebabnya, tetapi biasanya karena ada bleb pada
   permukaan paru  pecah  lubang
  Sekunder:
   sebagai komplikasi penyakit2 paru yang mendasari,
   umumnya juga karena ada bleb
   - Asma bronkial
   - Tuberkulosis paru
   - Emfisema paru
   - Eosinophillic granuloma
   - Sarkoidosis
   - Infark paru
   - Fibrosis paru interstitial
   - Keganasan paru
   - Rhematoid lung
   - Fistula di pleura visceralis
b. Pneumotoraks traumatik
  Akibat penetrasi ke dalam rongga pleura karena
  luka tusuk/ luka tembak/ tusukan jarum/ kanul
 Pneumotoraks traumatik bukan iatrogenik
 Pneumotoraks traumatik iatrogenik
 # Pneumotoraks traumatik iatrogenik aksidental
   - Kesalahan/ komplikasi tindakan medis
 # Pneumotoraks traumatik iatrogenik artifisial
   - sengaja dikerjakan: terapi TB paru (sebelum
     era AB), atau untuk menilai permukaan paru
3. MANIFESTASI KLINIS ANAMNESIS
a. Anamnesis
   # Nyeri dada pada sisi yang sakit
   # Sesak napas
b. Pemeriksaan fisik
   # Suara napas melemah sampai hilang
   # Perkusi normal/ sonor/ hipersonor
   # Pneumotoraks tension dicurigai bila ada takikardia
    berat, hipotensi dan pergeseran mediastinum dan trakea
Pneumothoraks
F. Diagnosis banding
       DIAGNOSIS                  GAMBARAN KLINIS
       PPOK                       1.   Onset usia pertengahan
                                  2.   Gejala progresif lambat
                                  3.   Riwayat lama merokok
                                  4.   sesak saat aktivitas
                                  5.   hambatan aliran udara umumnya ireversibel
       Asma                       1.   gejala Onset usia dini
                                  2.   bervariasi dari hari ke hari
                                  3.   gejala pada waktu malam/ dini hari
                                  4.   dapat ditemukan alergi, rinitis dan atau eksim
                                  5.   riwayat asma dalam keluarga
                                  6.   Hambatan aliran udara umunya reversibel
       Gagal jantung              1.   Ronki basah halus di basal paru
       kongestif                  2.   riwayat hipertensi
                                  3.   gambaran foto toraks pembesaran jantung dan edema paru
                                  4.   Pemeriksaan faal paru restriksi , bukan obstruksi
       Bronkiektasis              1.   Sputum purulen dalam jumlah banyak
                                  2.   sering berhubungan dengan infeksi bakteri
                                  3.   Ronki basah kasar dan jari tabuh
                                  4.   Gambaran foto toraks: honeycomb appearance penebalan dinding bronkus
       Tuberkulosis               1.   Onset semua usia
                                  2.   Gambaran foto toraks infiltrat
                                  3.   Konfirmasi mikrobiologi (BTA)
       Sindroma Obstruksi Paska   1.   Riwayat pengobatan anti tuberkulosis adekuat
       TBC                        2.   Gambar foto toraks bekas TB: fibrotis dan kalsifikasi minimal
                                  3.   test faal paru menunjukkan obstruksi yang tidak reversibel

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:1529
posted:7/16/2011
language:Indonesian
pages:50