Docstoc

Makalah minyak bumi

Document Sample
Makalah minyak bumi Powered By Docstoc
					                                           BAB I

                                     PENDAHULUAN



A. Latar Belakang Penulisan

Sumber Hidrokarbon utama di alam adalah minyak bumi . Penggunaan minyak bumi sangat luas
terutama bahan bakar dan juga bahan baku di industri petrokimia . Bagaimana sebenarnya proses
pembentukan minyak dan gas alam serta pengolahan sampai menjadi produk yang berguna ?
Oleh Karena itu , Penyusun memilih minyak dan gas bumi untuk dijadikan bahan makalah ini.
Di latarbelakangi dengan keinginan penyusun untuk lebih mendalami, bukan saja hanya
mengetahui. Karena di sekeliling kita telah banyak minyak bumi akan tetapi kita tidak
mengetahui sejarah dari minyak bumi itu sendiri. Makalah ini berisikan hal-hal mengenai
minyak bumi, dari mulai pembentukannya., kegunaannya , perkembangannya dan lain – lain.


B. Perumusan Masalah

Dalam penyusunannya, makalah ini dibatasi dengan pertanyaan :
1. Bagaimana minyak bumi terbentuk ?
2. Komponen apa saja yang terdapat pada minyak bumi ?
3. Dimana daerah penyulingan minyak bumi?
4. Apa saja kegunaan minyak bumi ?
5. Bagaimana pegolahan minyak bumi ?


C. Metode Penulisan

Metode penyusunan makalah ini dengan dilakukan pengumpulan-pengumpulan data mengenai
Minyak dan Gas Bumi dari beberapa Buku Referensi, Internet, dan juga dari kunjungan ke
kawasan Museum Minyak dan Gas bumi di Taman Mini Indonesia Indah dimana disana kami
mendapatkan banyak info sekaligus foto – foto miniature mengenai Pemanfaatan Minyak dan
Gas Bumi.


D. Tujuan Penulisan

Makalah ini disusun bertujuan:

   1.   Untuk mengetahui sejarah minyak bumi
   2.   Untuk mengetahui cara pembentukan minyak bumi
   3.   Untuk mengetahui apa saja yang terdapat pada minyak bumi
   4.   Untuk mengetahui daerah-daerah penambangan minyak bumi
   5.   Untuk mengetahui perkembangan peradaban manusia setelah ditemukan minyak bumi
   6.   Untuk mengetahui kegunaan dari Minyak Bumi
                                           BAB II
                                      PEMBAHASAN

                                Pembentukan Minyak Bumi




A. Apakah Minyak Bumi itu ?
Dalam kehidupan sehari-hari manusia sering menggunakan sumber energi sebagai bahan bakar
di antaranya: batu bara, bensin, minyak tanah, minyak diesel, solar LPG, lilin dsb. Bahan-bahan
tersebut diperoleh dari minyak bumi. Berdasarkan teori, minyak bumi terbentuk dari proses
pelapukan jasad renik (mikroorganisme) yang terkubur di bawah tanah sejak berjuta-juta tahun
yang lalu. Dimana dua ratus juta yang lalu bumi lebih panas dibandingkan sekarang. Laut yang
didiami jasad renik berkulit keras sangat banyak jumlahnya jika jasad renik itu mati, kemudian
membusuk sehingga jumlahnya makin lama makin menumpuk, kemudian tertutup oleh sedimen,
endapan dari sungai, atau batuan-batuan yang berasal dari pergeseran bumi. Di sini kemudian
terjadi pembusukan oleh bakteri anaerob, dan akibat pada tekanan tinggi sedimen, maka setelah
berjuta-juta tahun terbentuklah minyak bumi dan gas alam tersebut.

Karena proses pembentukan minyak bumi memerlukan waktu yang lama, maka minyak bumi
digunakan pada sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (anrenewable). Pada umumnya
minyak bumi tampak hitam legam, pekat serta kurang menarik seperti pada contoh ini. Minyak
bumi baru dapat digunakan sebagai bahan bakar minyak (BBM) maupun sebagai produk-produk
lain setelah melalui proses pengolahan.

Pada umunya minyak bumi terperangkap dalam bebatuan yang tidak berpori dalam
pergerakannya ke atas . Hal ini menjelaskan mengapa minyak bumi juga di sebut Petroleum .
(Petroleum berasal dari bahasa Latin ‘petrus’ artinya batu dan ‘oleum’ artinya minyak). Untuk
memperoleh minyak bumi atau petroleum ini, dilakukan pengeboran

Komponen apa saja yang ada pada minyak bumi ?

Komponen minyak bumi (minyak mentah) antara lain 84% Karbon, 14% Hidrogen, 1-3%
Belerang, < style="font-weight: bold;">Perkembangan Peradaban Manusia Setelah Ditemukan
Minyak Bumi.
Bumi terbentuk sekitar 5 milyar tahun yang lalu dan merupakan bagian dari proses terjadinya
alam semesta. Beginilah keadaan permukaan bumi 600 juta tahun yang lalu ketika mulai ada
bentuk bentuk kehidupan berupa binatang dan tumbuh – tumbuhan bersel tunggal.




Pada masa mesozoikum (200 juta) tahun yang lalu Reptilia raksasa seperti Dinosaurus mulai
terdapat di permukaan bumi pada masa paleoson ( 69 juta tahun yang lalu ) menyusul seperti
Badak Raksasa, Ikan Paus dan Gajah Raksasa berkembang dengan pesat

Pada masa Pleistosan. Manusia purba menyusul sebagai penghuni Permukaan bumi dengan
menggunakan perkakas berburu yang Primitive dan menghuni gua – gua dan gubuk – gubuk
sederhana Dalam cara hidup demikian , hanya yang terkuat akan mampu bertahan.




Pada zaman sebelum masehi peradaban manusia mulai Berkembang. Piramida – Piramida ,
benteng – benteng serta perumahan mulai Dibangun Minyak bumi yang merembes ke permukaan
tanah di gunakan untuk penerangan sebagai obat dan juga sebagai penolak bala




Revolusi pada abad ke 19 di mungkinkan karena batubara dan tenaga listrik yang berasal dari
tenaga air mulai dimanfaatkan sebagai sumber energy Setelah Kolonel Drake menemukan
minyak untuk pertama kalinya di Pennsylvania, USA. Pada tahun 1859 , seluruh dunia dilanda
demam pencarian minyak.
Pada tahun 1885 Ziklker berhasil menemukan minyak di Telaga Said Sumatera Utara
Sejak di temukannya , minyak bumi mulai memegang peranan utama sebagai sumber energi
dalam mempercepat perkembangan Industrialisasi dan transportasi yang mengantar dunia pada
kehidupan Modern.
     Sejarah mencatat bahwa minyak dan Gas bumi sebagai sumber daya energi merupakan
pendukung utama atas keberhasilan manusia untuk mencapai suatu taraf kehidupan modern
dengan segala kenyamanan dan kemewahannya.
Di seluruh dunia minyak berperan dalam menerangi rumah – rumah, melumasi mesin – mesin,
menggerakkan kendaraan – kendaraan serta tidak ternilai kegunaannya dalam bidang kesenian ,
manufaktur dan Kehidupan sehari – hari




Selain sebagai sumber energi minyak dan gas bumi memiliki nilai tambah dan masih tetap
berperan penting dalam mendukung peradaban manusia Di masa yang akan datang .

Bila penggunaan minyak dan gas bumi pada khususnya serta sumber daya energi lainnya pada
umumnya dilakukan secara bertanggung jawab maka kita akan dapat tetap menikmati
lingkungan yang aman , nyaman dan menyenangkan.
Minyak dan gas bumi sebagai sumber daya energi yang tidak terbarukan Perlu di hemat dan di
versifikasikan energi perlu di galakkan




Pengusahaan dan pemanfaatan minyak serta sumber daya energi lainnya secara tidak
bertanggung jawab dan pembuangan Limbah secara sembarangan , akan mengakibatkan
pencemaran yang merupakan awal malapetaka yang dasyat, berupa musnahnya semua bentuk
kehidupan dari permukaan bumi.

Apabila sekarang kita tidak dapat menggunakan lagi , maka kita akan mengalami kemunduran
satu siklus peradaban.

B. Komposisi Minyak Bumi.

Komposisi minyak bumi dikelompokkan ke dalam empat kelompok, yaitu:

Hidrokarbon Jenuh (alkana)

      Dikenal dengan alkana atau parafin
      Keberadaan rantai lurus sebagai komponen utama (terbanyak), sedangkan rantai
       bercabang lebih sedikit
      Senyawa penyusun diantaranya:
   1.   Metana CH4
   2.   etana CH3 CH3
   3.   propana CH3 CH2 CH3
   4.   butana CH3 (CH2)2 CH3
   5.   n-heptana CH3 (CH2)5 CH3
   6.   iso oktana CH3 – C(CH3)2 CH2 CH (CH3)2

Hidrokarbon Tak Jenuh (alkena)

       Dikenal dengan alkena
       Keberadaannya hanya sedikit
       Senyawa penyusunnya:

   1. Etena, CH2 CH2
   2. Propena, CH2 CH CH3
   3. Butena, CH2 CH CH2 CH3

Hidrokarbon Jenuh berantai siklik (sikloalkana)

       Dikenal dengan sikloalkana atau naftena
       Keberadaannya lebih sedikit dibanding alkana
       Senyawa penyusunnya :

   1. Siklopropana                 3.     Siklopentana




   2. Siklobutana             4.        Siklopheksana




Hidrokarbon aromatik

       Dikenal sebagai seri aromatik
       Keberadaannya sebagai komponen yang kecil/sedikit
       Senyawa penyusunannya:

   1. Naftalena                         3. Benzena
   2. Antrasena                                4.   Toluena




Senyawa Lain

      Keberadaannya sangat sedikit sekali
      Senyawa yang mungkin ada dalam minyak bumi adalah belerang, nitrogen, oksigen dan
       organo logam (kecil sekali)




C. Bagaimana para ahli menemukan lokasi minyak bumi?
- Awalnya, para ahli menggunakan petunjuk di permukaan bumi. Minyak bumi biasanya di
temukan di bawah permukaan yang berbentuk kubah. Lokasi bias di darat yang dulunya lautan
dan di Lepas Pantai.
- Mereka kemudian melalukan survey seismic untuk menentukan struktur batuan di bawah
permukaan tersebut .
- Selanjutnya , mereka melalukan pengeboran kecil untuk menentukan ada tidaknya minyak. Jika
ada, maka di lakukan beberapa pengeboran untuk memperkirakan apakah jumlah minyak bumi
tersebut ekonomis untuk di ambil atau tidak . Pengeboran untuk mengambil minyak bumi (dan
gas alam) di lepas pantai dapat di lakukan dengan dua cara, yaitu :
Survei seismic.
Para ahli membuat ledakan kesil dipermukaan. Ledakan akan menimbulkan gelombang sentakan
, yang akan di pantulkan kembali oleh setiap lapisan bebatuan . Pantulan tersebut di tangkap oleh
sensor dan di analisis dengan bantuan di bawah permukaan tersebut.
Anjungan minyak lepas pantai untuk kegiatan eksplorasi minyak
Karena Migas tidak hanya terdapat di darat, tetapi juga di lautan yang bila dibor dari darat tidak
terjangkau, maka terpaksalah dibuat anjungan minyak lepas pantai sebagai sarana pemboran dan
produksi walaupun dengan resiko biaya yang relatip mahal.
- Menanamkan jalur pipa di dasar laut dan memompa minya (dan gas alam) ke daratan. Cara ini
di gunakan apabila jarak lading minyak ke darat cukup dekat.
- Membuat anjungan di mana minyak bumi (dan gas alam) selanjutnya di bawa oleh kapal
tangker menuju daratan.




Didarat, minyak bumi (dan gas alam) di bawa ke kilang minyak (refinery) untuk di olah.

D. Pembentukan Minyak Bumi

Proses terbentuknya minyak bumi dijelaskan berdasarkan dua teori, yaitu:

Teori Anorganik

Teori Anorganik dikemukakan oleh Berthelok (1866) yang menyatakan bahwa minyak bumi
berasal dan reaksi kalsium karbida, CaC2 (dan reaksi antara batuan karbonat dan logam alkali)
dan air menghasilkan asetilen yang dapat berubah menjadi minyak bumi pada temperatur dan
tekanan tinggi.

                     CaCO3 + Alkali → CaC2 + HO → HC = CH → Minyak bumi

Teori Organik

Teori Organik dikemukakan oleh Engker (1911) yang menyatakan bahwa minyak bumi
terbentuk dari proses pelapukan dan penguraian secara anaerob jasad renik (mikroorganisme)
dari tumbuhan laut dalam batuan berpori.

E. Pengolahan Minyak Bumi

Minyak bumi di temukan bersama sama dengan gas alam. Minyak Bumi yang telah di pisahkan
dari gas alam di sebut juga minyak mentah (crude oil). Minyak mentah dapat di bedakan menjadi

- Minyak Mentah Ringan (light crude oil) yang mengandung kadar logam dan belerang rendah ,
bewarna terang dan bersifat encer (viskositas rendah)
- Minyak Mentah berat (heavy crude oil) yang mengandung kadar logam dan belerang tinggi,
memiliki viskositas tinggi sehingga harus di panaskan agar meleleh.

Minyak mentah merupakan campuran yang kompleks dengan komponen utama alkana dan
sebagian kecil alkena, alkuna, sikloalkana, aromatic, dan senyawa anorganik. Meskipun
kompleks , namun terdapat cara mudah untuk memisahkan komponen – komponennya , yakni
berdasarkan perbedaan nilai titik didihnya. Proses ini di sebut distilasi bertingkat . Selanjutnya
untuk mendapatkan produk akhir sesuai yang diinginkan, maka sebagian hasil dari distilasi
bertingkat perlu diolah lebih lanjut melalui proses konversi, pemisahan perngotor dalam fraksi,
dan pencampuran fraksi




           1. Distilasi Bertingkat

Dalam proses distilasi bertingkat, minyak mentah tidak di pisahkan menjadi komponen –
komponen murni, melainkan ke dalam fraksi – fraksi, yakni kelompok–kelompok yang
mempunyai kisaran titik didih tertentu . Hal ini di karenakan jenis komponen hidrokarbon begitu
banyak dan isomer – isomer hidrokarbon mempunyai titik didih yang berdekatan.
Proses distilasi bertingkat ini di jelaskan sebagai berikut :

- Minyak mentah dipanaskan dalam boiler menggunakan uap air bertekanan tinggi sampai suhu -
600ºC. Uap minyak mentah yang dihasilkan kemudian di alirkan ke bagian bawah menara
distilasi
- Dalam Menara distilasi, uap minyak mentah bergerak ke atas melewati pelat – pelat (tray).
Setiap pelat memiliki banyak lubang yang di lengkapi dengan tutup gelembung (bubble cap)
yang memungkinkan uap lewat.

- Dalam pergerakannya, uap minyak mentah akan menjadi dingin . Sebagian uap akan mencapai
ketinggian di mana uap tersebut akan terkondensasi membentuk zat cair . Zat cair yang di
peroleh dalam suatu kisaran suhu tertentu ini disebut fraksi
- Fraksi yang mengandung senyawa-senyawa dengan titik didih tinggi akan terkondensasi di
bagian bawah menara distilasi. Sedangkan fraksi senyawa-senyawa dengan titik didih rendah
terkondensasi di bagian atas menara

Sebagian fraksi dari menara distilasi selanjutnya di alirkan ke bagian kilang minyak untuk proses
konversi

Untuk setip barel minyak mentah, kilang minyak dapat menghasilkan sekitar 57% bensin; 38%
bahan baker diesel; bahan bakar jet; kerosin dan minyak baker; 4% LPG; dan sisanya residu
padat.

2. Proses konversi

Proses konversi adalah penyusunan ulang struktur molekul hidrokarbon , yang bertujuan untuk
memperoleh fraksi-fraksi dengan kuantitas dan kualitas sesuai permintaan pasar . Sebagai
contoh, untuk memenuhi kebutuhan fraksi bensin yang tinggi, maka sebagian fraksi rantai
panjang perlu diubah / dikonversi menjadi fraksi rantai pendek . Demikian pula, sebagian besar
fraksi rantai lurus harus di konversi menjadi rantai bercabang / alisiklik / aromatic dibantingkan
rantai lurus .

Beberapa jenis proses konversi dalam kilang minyak adalah :

- Perekahan (cracking).

Perekahan adalah pemecahan molekul besar menjadi molekul-molekul kecil. Contohnya ,
perekahan fraksi minyak ringan / beratmenjadi fraksi gas, bensin, kerosin , dan minyak
solar/diesel.

- Reforming

Reforming bertujuan mengubah struktur molekul rantai lurus menjadi rantai bercabang / alisiklik
/ aromatic. Sebagai Contoh , komponen rantai lurus (C3-C6) dari fraksi bensin diubah menjadi
aromatic.

- Alkilasi

Alkilasi adalah penggabungan molekul-molekul kecil menjadi molekul besar.Contohnya
penggabungan molekul propena dan butena menjadi komponen fraksi bensin .

- Coking

Coking adalah proses perekahan fraksi residu padat menjadi minyak baker dan hidrokarbon
intermediate (produk antara). Dalam proses ini, dihasilkan kokas (coke). (Kokas di gunakan di
industri aluminium sebagai electrode untuk ekstraksi logam Al).

3. Pemisahan pengotor dalam Fraksi.
Fraksi-fraksi mengandung berbagai pengotor antara lain senyawa organic yang mengandung
S,N,O;air;logam;dan garam anorganik. Pengotor dapat di pisahkan dengan cara melewatkan
fraksi melalui :

- Menara asam sulfat, yang berfungsi untuk memisahkan hidrokarbon tidak jenuh, senyawa
nitrogen, senyawa oksigen, dan residu padat seperti aspal.

-Menara absorpsi, yang mengandung agen pengering untuk memisahkan air.

-Scrubber, yang berfugsi untuk memisahkan belerang / senyyawa belerang.

4. Pencampuran Fraksi.

Pencampuran fraksi dilakukan untuk mendapatkan produk akhir sesuai yang di inginkan .
Sebagai contoh :

- Fraksi bensin di campur dengan hidrokarbon rantai bercabang / alisiklik / aromatic dan
berbagai aditif untuk mendapatkan kualitas tertentu.

- Fraksi minyak pelumas di campur dengan berbagai hidrokarbon dan aditif untuk mendapatkan
kualitas tertentu

- Fraksi nafta dengan berbagai kualitas (grade) untuk industri petrokimia .

Selanjutnya produk-produk ini siap di pasarkan ke berbagai tempat , seperti pengisisan bahan
baker dan industri petrokimia.

F. Kegunaan Minyak Bumi

Kegunaan fraksi – fraksi yang diperoleh dari minyak bumi terkait dengan sifat fisisnya seperti
titik didih dan viskositas, dan juga sifat kimianya.

a. Gas Umumnya gas terdiri dari campuran metana, etana , propane atau isobutana, campuran gas
ini kemudian dicairkan pada tekanan tinggi dan diperdagangkan dengan nama LPG (Liquipied
Petroleum Gas ). Gas yang terdapat dalam LPG umumnya campuran propane, butana, dan
isobutana. LPG biasanya dikemas dalam botol-botol baja yang beratnya 15 kg,dan dipakai
sebagai bahan bakar rumah tangga.

b. Bensin.

Bensin diperoleh sebagai hasil destilasi pada suhu 70-140. bensin banyak digunakan sebagai
bahan bakar mobil dan motor.

c. Napta.

Napta dikenal sebagai bensin berat, dan diperoleh sebagai hasil destilasi yang mempunyai trayek
titik didih antara 140-180.
Napta digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan senyawa-senyawa kimia yang lain
misalnya :etilena dan senyawa aromatik yang sering digunakan untuk zat aditif pada bensin.

d. Kerosin.

Kerosin mempunyai trayek didih antara 180-250. dalam kehiduan sehari-hari, kerosin
diperdagangkan dengan nama minyak tanah.

e. Minyak Diesel.

Minyak diesel mempunyai trayek titik didih 25-350°C minyak diesel dipergunakan sebagai
bahan bakar pada motor-motor diesel.

f. Fraksi yang menghasilkan minyak pelumas.

Paraffin cair dan padat, teristimewa terdapat di Sumatera dan Kalimantan, paraffin dipergunakan
sebagai bahan bakar

g. Residu

Residu yaitu zat-zat yang masih tertinggal dalam ketel. Menghasilkan petroleumasfalt yang
dipakai pada konstruksi jalan.

G. Daerah – Daerah Penambangan Minyak Bumi Di Indonesia.

Indonesia sebagai anggota OPEC merupakan salah satu negara pengekspor minyak bumi ke
negara-negara lain. Lapangan-lapangan minyak yang sudah lama di antaranya Biruen (aceh
Utara) sampai Tanjung Pura (Sumut) dengan tambang-tambangnya di pase, peurelak dan
pangkalan susu. Di Riau mulai dari sungai Rokan – sungai Siak dengan pusatnya di Pekanbaru,
Jambi (Sumsel). Dengan pusat-pusatnya si Plaju dan sungai Gerong. Di Kalimantan terdapat di
daerah Balikpapan. Di Maluku terdapat di di pulau Seram, Irian Jaya di daerah Kepala Burung,
sedangkan di jawa terdapat di Kerawang – Surabaya dengan daerah penambangan di Cepu, Blora
dan Wonokromo. Lapangan-lapangan minyak baru dalam repelita satu adalah:

a. Lapangan minyak bumi Sinta terletak di lepas pantai lampung selatan. Pada tahun 1973
produksinya mencapai 13.684.228 barel.

b. Lapangan minyak bumi Arjuna, di lepas pantai utara pulau jawa, tahun 1973 produksinya
mencapai 23.357.059 barel.

c. Lapangan minyak bumi Jatibarang. Tahun 1975 produksinya mencapai 7.285.265 barel
d. Lapangan minyak bumi kasim 3 terletak di bagian barat semenanjung kepala Burung. Pada
tahun 1973 produksinya mencapai 3.425.062 barel.

Kilang minyak bumi di Indonesia ada 8 yaitu; Pangkalan Brandan. Dumai, Sungai Pakuning,
Palju, sungai gerong, Wonokromo, Cepu dan Balikpapan, ke delapan kilang minyak tersebut,
tahun 1975 menghasilkan 120.198.00 barel pabrik pengilangan baru terdapat di Cilacap
H. Mutu Bensin.

Bensin teristimewa yang berisi alkana berantai lurus ternyata kurang baik dipakai sebagai bahan
bakar motor, karena bensin tersebut berkompresi tinggi, sehingga menyebabkan
knocking/ketukan pada mesin, ketukan tersebut menyebabkan mesin sangat bergetar dan menjadi
sangat panas, sehingga merusak motor. Tetapi menggunakan bahan bensin alkana bercabang,
misalnya isooktana, peristiwa knocking akan berkurang, untuk menyatakan mutu bensin
dipergunakan istilah bilangan oktana. sebagai contoh bensin standar yang terdiri dari campuran
angka oktan 100. bila kerja suatu bensin sama dengan untuk kerja campuran 80% isooktana dan
20% normal heptana, maka angka oktannya bensin itu adalah 80.

Bensin mobil yang diperdagangkan di Indonesia adalah premium yang memilki bilangan oktana
80, dan bensin super memiliki bilangan oktana 98, untuk meningkatkan mutu bensin dilakukan
dengan mencampurkan senyawa-senyawa tertentu pada bensin itu misalnya; tetra etil lead (TEL),
ketika terbakar senyawa TEL cenderung bersenyawa dengan radikal karbon bercabang, hal ini
memperlambat proses kerja letupan, agar lebih efisien. Untuk menghindari akumulasi Pb dalam
silinder piston, maka ditambah 1,2 dibroma etana; (CH2BrCH2Br), zat ini dapat menyebabkan
terbentuknya senyawa PbBr2 yang mudah menguap. Senyawa timbal ini di udara sangat
berbahaya, karena jika masuk dan berkumpul di dalam tubuh dapat menyebabkan anemia, sakit
kepala, atau perusakan pada otak, yang dapat menyebabkan kebutaan/kematian. Agar kadar
PbBr2 tidak terlalu tinggi, harus diusahakan tidak menggunakan zat antiknock sebagai gantinya
digunakan senyawa hidrokarbon baik aromatik/alifatik. Dari berbagai Pengamatan diketahui
bahwa pemakaian hidrokarbon jenuh dengan katalis ALCL3 dan H2SO4 dapat menghasilkan
hidrokarbon bercabang yang tidak terlalu banyak menimbulkan pencemaran lingkungan.

I. Dampak Pembakaran Bensin Yang Tidak Sempurna Terhadap Lingkungan

Pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna, akan menghasilkan senyawa-senyawa kimia
yang dalam bentuk gas dapat mencemari udara dan kadang-kadang mengasilkan partikel-pertikel
yang menimbulkan asap cukup tebal, sehingga dapat menyebabkan terjadinya pencemaran udara.


Pencemaran lain adalah gas karbon monoksida, Co, gas ini berbahaya pada tubuh manusia
karena lebih mudah terikat pada hemoglobin darah, sehingga kemampuan darah mengikat
oksigen menjadi menurun.
Langkah – langkah mengatasi dampak dari pembakaran bensin :
-Produksi bensin yang ramah lingkungan, seperti tanpa aditif Pb.
-Penggunaan EFL (Electronic Fuel Injection) pada system bahan baker.
-Penggunaan converter katalik pada system buangan kendaraan.
-Pengijauan atau pembuatan taman dalam kota.
-Penggunaan bahan baker alternative yang dapat di perbaharui dan yang lebih ramah lingkungan
,seperti tenaga surya dan sel bahan baker (fuel cell).
J. Industri Petrokimia




Industri Petrokimia adalah industri yang memproduksi bahan-bahan kimia dengan cara
derivatisasi bahan baku minyak bumi, gas alam, serta residu minyak bumi secara komersial.

Beberapa industri lanjutan yang sangat erat hubungannya dengan Petrokimia;
1. Industri plastik
2. Industri serat sintetis
3. Indsutri bahan pelumas
4. Industri pertisida
5. Industri pembuat Pelarut

Bahan dasar bagi industri Petrokimia:
a. Jenis paraffin dan olefin, seperti hidrokarbon dengan jumlah atom (1,2,3 dan 4) pembuatan
asam asetat, karet dan fiber.
b. Jenis aromat (hidrokarbon aromatik) benzena, pembuatan plastik, penol dan karet

Beberapa contoh proses kimia yang diterapkan pada industri pertokimia:
1. Alkilasi, yaitu penambahan gugus alkil pada suatu bahan induk, misalnya bahan dasar
detergen
2. Dealkilasi, penghilangan gugus alkil, misalnya pembuatan kapur barus (naftalen) dari minyak
bumi
3. Dehidrasi, penghilangan gugus H2O, misalnya pembuatan eter dan alcohol
4. Eterifikasi, pembuatan senyawa ester, misalnya pembuatan etil asetat, vinil asetat
5. polimerisasi, pembentukan polier dari bahan yang lebih sederhana, misalnya pembuatan
plastik / karet sintetis.
K. Gas alam




Gas alam sering juga disebut sebagai gas bumi atau gas rawa, adalah bahan bakar fosil berbentuk
gas yang terutama terdiri dari metana CH4). Ia dapat ditemukan di ladang minyak, ladang gas
bumi dan juga tambang batu bara. Ketika gas yang kaya dengan metana diproduksi melalui
pembusukan oleh bakteri anaerobik dari bahan-bahan organik selain dari fosil, maka ia disebut
biogas. Sumber biogas dapat ditemukan di rawa-rawa, tempat pembuangan akhir sampah, serta
penampungan kotoran manusia dan hewan. Komposisi kimia. Komponen utama dalam gas alam
adalah metana (CH4), yang merupakan molekul hidrokarbon rantai terpendek dan teringan. Gas
alam juga mengandung molekul-molekul hidrokarbon yang lebih berat seperti etana (C2H6),
propana (C3H8) dan butana (C4H10), selain juga gas-gas yang mengandung sulfur (belerang).
Gas alam juga merupakan sumber utama untuk sumber gas helium. Metana adalah gas rumah
kaca yang dapat menciptakan pemanasan global ketika terlepas ke atmosfer, dan umumnya
dianggap sebagai polutan ketimbang sumber energi yang berguna. Meskipun begitu, metana di
atmosfer bereaksi dengan ozon, memproduksi karbon dioksida dan air, sehingga efek rumah kaca
dari metana yang terlepas ke udara relatif hanya berlangsung sesaat. Sumber metana yang berasal
dari makhluk hidup kebanyakan berasal dari rayap, ternak (mamalia) dan pertanian (diperkirakan
kadar emisinya sekitar 15, 75 dan 100 juta ton per tahun secara berturut-turut).

       Komponen %

Metana (CH4) 80-95                                  Propana (C3H8) and Butane (C4H10)

Etana (C2H6) 5-15

Nitrogen, helium, karbon dioksida (CO2), hidrogen sulfida (H2S), dan air dapat juga terkandung
di dalam gas alam. Merkuri dapat juga terkandung dalam jumlah kecil. Komposisi gas alam
bervariasi sesuai dengan sumber ladang gasnya. Campuran organosulfur dan hidrogen sulfida
adalah kontaminan (pengotor) utama dari gas yang harus dipisahkan . Gas dengan jumlah
pengotor sulfur yang signifikan dinamakan sour gas dan sering disebut juga sebagai "acid gas
(gas asam)". Gas alam yang telah diproses dan akan dijual bersifat tidak berasa dan tidak berbau.
Akan tetapi, sebelum gas tersebut didistribusikan ke pengguna akhir, biasanya gas tersebut diberi
bau dengan menambahkan thiol, agar dapat terdeteksi bila terjadi kebocoran gas. Gas alam yang
telah diproses itu sendiri sebenarnya tidak berbahaya, akan tetapi gas alam tanpa proses dapat
menyebabkan tercekiknya pernafasan karena ia dapat mengurangi kandungan oksigen di udara
pada                 level               yang               dapat               membahayakan.
Gas alam dapat berbahaya karena sifatnya yang sangat mudah terbakar dan menimbulkan
ledakan. Gas alam lebih ringan dari udara, sehingga cenderung mudah tersebar di atmosfer. Akan
tetapi bila ia berada dalam ruang tertutup, seperti dalam rumah, konsentrasi gas dapat mencapai
titik campuran yang mudah meledak, yang jika tersulut api, dapat menyebabkan ledakan yang
dapat menghancurkan bangunan. Kandungan metana yang berbahaya di udara adalah antara 5%
hingga 15%.

Ledakan untuk gas alam terkompresi di kendaraan, umumnya tidak mengkhawatirkan karena
sifatnya yang lebih ringan, dan konsentrasi yang diluar rentang 5 - 15% yang dapat menimbulkan
ledakan. Kandungan energy Pembakaran satu meter kubik gas alam komersial menghasilkan 38
MJ (10.6 kWh).
                                          BAB III

                                        PENUTUP

    A. Kesimpulan

Minyak bumi uang terbentuk berasal dari fosil yang mengalami pengendapan Berjuta-juta tahun
lalu. Kemudian dilakukan pengeboran dan diproses / dengan proses destilsi hingga menghasilkan
minyak bumi. Adapun mutu bensin yang baik itu yang tidak menimbulkan pencemaran
lingkungan.. Pengusahaan dan pemanfaatan minyak serta sumber daya energi lainnya secara
tidak bertanggung jawab dan pembuangan Limbah secara sembarangan , akan mengakibatkan
pencemaran yang merupakan awal malapetaka yang dasyat, berupa musnahnya semua bentuk
kehidupan dari permukaan bumi.

    B. Saran

Oleh karena minyak bumi itu proses pembentukannya lama, maka kita harus berhemat dalam
pemanfaatannya, agar minyak bumi itu tidak cepat habis. Dan penggunaan bensin / bahan bakar
haruslah yang tidak berdampak negatif terhadap lingkungan alam sekitarnya.

.
                                  DAFTAR PUSTAKA



Tim penulis, 2006. Kimia 1 SMA dan MA, Jakarta; ESIS

Website :
Google.com
Curahanilmu.blogspot.com
id.wikipedia.com
museum-migas.go.id
pdfdatabase.com
anakciremai.blogspot.com
yahoo.com
Microsoft Clip Organizer

Sumber Tempat :
Museum Minyak dan Gas Bumi Graha Widya Patra Gawitra, TMII

				
DOCUMENT INFO
ashien ashien
About