Makalah Konseptual IPS SD

Document Sample
Makalah Konseptual IPS SD Powered By Docstoc
					                                       BAB I
                                 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

   Pendidikan yang diselenggarakan di negara kita adalah suatu upaya untuk mencerdaskan
   kehidupan bangsa, dalam rangka mewujudkan pembangunan nasional yaitu masyarakat
   yang adil dan makmur serta sejahtera baik lahir maupun batin. Pada dasarnya semua mata
   pelajaran yang diberikan di sekolah, mempunyai tugas dan tujuan yang sama yakni
   membimbing, membina, mengembangkan pengetahuan dan keterampilan bagi siswa.
   Menyadari akan rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia
   dibandingkan dengan negara lain, termasuk negara-negara di kawasan Asia Tenggara
   serta semakin pesatnya perkembangan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan pendidikan,
   maka pemerintah membuat kebijakan-kebijakan untuk merespon tuntutan keadaan dan
   perkembangan.

   Kebijakan-kebijakan dimaksud adalah berupaya untuk merevisi UU No.2 Tahun 1989
   tentang Pendidikan Nasional (SISDIKNAS), menyelenggarakan kurikulum berbasis
   kompetensi, manage men berbasis sekolah, pendidikan keahlian hidup (Life Skills
   Education) serta konsep mengajar dan belajar melalui pendekatan contextual.
   Untuk memperoleh hasil yang baik dalam suatu proses pembelajaran, perlu diambil
   berbagai upaya dan kegiatan untuk mencapainya. Upaya tersebut dengan menggunakan
   pendekatan tertentu, dimana pemilihan dalam penggunaan pendekatan yang tepat pada
   bidang studi yang diajarkan merupakan komponen dari strategi pembelajaran.
   Sejauh ini pendidikan kita masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan sebagai
   perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Pada proses pembelajaran masih ber fokus pada
   guru sebagai sumber utama pengetahuan, kemudian ceramah menjadi pilihan utama
   strategi belajar. Untuk itu diperlukan strategi baru yang lebih memberdayakan siswa.
   Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghafal fakta-fakta, namun
   strategi yang mendorong siswa mengkontruksi pengetahuan di benak mereka sendiri.
   Mengajar dan belajar dengan pendekatan kontekstual merupakan kebijakan baru yang
   dikembangkan oleh Direktorat Dinas Pendidikan. Pendidikan kontekstual adalah salah
  satu dari komponen strategi pembelajaran yang dikembangkan oleh John Dewey pada
  tahun 1916. pendekatan kontekstual adalah filosofi belajar yang menekankan pada
  perkembangan minat dan pengalaman siswa.

B. Masalah Pokok

  Bertitik tolak dari latar belakang masalah tersebut dan untuk memperjelas permasalahan
  yang akan dibahas, maka penulis memandang perlu untuk merumuskan masalah pokok
  tentang pendekatan kontekstual sebagai berikut :

  1. Bagaimana hubungan pendekatan kontekstual dengan pendekatan lainnya ?
  2. Bagaimana cara penerapan pendekatan kontekstual pada mata pelajaran Ilmu
     Pengetahuan Sosial (IPS) pada siswa Sekolah Dasar (SD) ?
                                        BAB II
                                     PEMBAHASAN

A. Pengertian Pendekatan Kontekstual

   Kata “Pendekatan” menurut Kamus Bahasa Indonesia karangan WJS Poerwadarminta
   berarti hal (perbuatan, usaha) mendekati atau mendekatkan. Menurut A.S Hornby dan
   E.C Parnwell, Via Siswojo (1998 : 5) contextual berarti susunan atau hubungan antara
   satu   kalimat   dengan    kalimat   lainnya   (yang   membantu     menunjukan   arti).
   Pengertian secara umum pendekatan kontekstual adalah pendekatan yang digunakan pada
   proses belajar mengajar di mana materi kegiatannya berhubungan erat dengan
   pengalaman nyata secara di luar sekolah. Tiap pokok bahasan bidang studi yang
   diajarkan harus menggunakan pendekatan tertentu. Pendekatan dalam proses belajar
   mengajar pada hakekatnya suatu usaha seorang guru untuk mengembangkan ke aktifan
   pembelajaran. Pendekatan yang telah digunakan berperan penting dalam menentukan
   berhasil tidaknya proses belajar mengajar yang diinginkan. Pendekatan dalam
   pembelajaran merupakan proses pengalaman untuk memperoleh pemahaman yang lebih
   baik terhadap materi pelajaran.

   Pendekatan kontekstual merupakan perpaduan beberapa pendekatan dan praktek
   pengajaran yang baik dan sudah kita kenal sebelumnya misalnya pendekatan lingkungan,
   pendekatan konsep, pendekatan nilai, pendekatan pemecahan masalah, pendekatan
   penemuan dan lain-lain. Pada hakekatnya pendekatan kontekstual merupakan respon
   terhadap pendekatan yang telah ada dan populer yaitu behaviorisme yang menekankan
   pada konsep stimulus dan respon dengan pelatihan yang bersifat drill. Pengajaran dan
   pembelajaran kontekstual merupakan suatu teknik pengajaran dan pembelajaran yang
   menggunakan pendekatan untuk membantu guru dalam mengaitkan isi atau materi
   pelajaran dengan keadaan dunia nyata. Pembelajaran ini memotivasi siswa untuk
   menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di kelas dengan penerapannya dalam
   kehidupan sehari-hari sebagai anggota keluarga, warga masyarakat.
B. Fungsi dan Tujuan Pendekatan Kontekstual

   Adapun fungsi dari “pendekatan kontekstual” pada proses belajar mengajar, yaitu:

      a) Sebagai salah satu alternatif (pilihan) dalam penggunaan berbagai pendekatan
          pembelajaran.
      b) Respon (tanggapan) terhadap pendekatan telah ada dan sudah terkenal (populer).
      c) Memperbaiki kelemahan yang ada pada pelaksanaan proses belajar mengajar.

   Sebagai salah satu atau bagian dari strategi belajar, pendekatan kontekstual mempunyai
   tujuan yaitu :

      a) Meningkatkan motivasi siswa untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh
          di kelas dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
      b) Mengembangkan kreativitas fisik dan mental siswa dalam belajar.
      c) Membantu guru dalam mengaitkan isi atau materi pelajaran dengan keadaan dunia
          nyata.

C. Dasar Teori Penggunaan Pendekatan Kontekstual

   Berdasarkan Teori Para Ahli Pendidikan, diantaranya :

      a) Menurut Neman dan Logan, dalam strategi dasar belajar mengajar meliputi empat
          masalah         yang   dapat    diterapkan    dalam     konteks   pendidikan   yaitu:
          Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah
          laku      dan     kepribadian    peserta     didik    yang   bagaimana   diharapkan.
          Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan
          hidup masyarakat. Memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik belajar
          mengajar yang dianggap paling tepat, efektif sehingga dapat dijadikan pegangan
          oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya. Menetapkan norma-norma
          dan batas minimal keberhasilan atau kriteria dan standar keberhasilan sehingga
          dapat dijadikan oleh seorang guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan
          belajar mengajar        yang selanjutnya       akan   dijadikan umpan balik buat
          penyempurnaan sistem instruksional yang bersangkutan secara keseluruhan.
          Dari uraian di atas tergambar bahwa ada empat masalah pokok yang sangat
          penting yang dapat dan harus dijadikan pedoman pelaksanaan kegiatan belajar
          mengajar supaya berhasil sesuai dengan yang diharapkan. Pada point kedua dapat
          diterangkan lebih lanjut, bahwa bagaimana cara kita memandang suatu persoalan,
          konsep, pengertian dan teori apa yang kita gunakan dalam memecahkan suatu
          kasus akan mempengaruhi hasilnya. Suatu masalah yang dipelajari dua orang
          dengan pendekatan berbeda akan menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang
          tidak sama. Norma-norma sosial seperti baik, benar, adil dan sebagainya akan
          melahirkan kesimpulan yang berbeda bahkan mungkin bertentangan kalau dalam
          cara pendekatan nya menggunakan berbagai disiplin ilmu.
      b) Menurut John Dewey (1915) menyatakan bahwa: “Kontekstual adalah filosofi
          belajar yang menekankan pada pengembangan minat dan pengalaman siswa”.
          Dapat dijabarkan bahwa “penggunaan pendekatan kontekstual adalah filsafat
          belajar yang mana dalam filsafat belajar itu sangat mengutamakan pada
          pengembangan minat atau keinginan yang mendalam dan dari berbagai
          pengalaman hidup yang telah di alami siswa itu sendiri.
      c) Menurut Zakorik (1995) menyatakan bahwa: “dalam proses belajar akan sangat
          efektif apabila pengetahuan baru yang diberikan kepada siswa berdasarkan
          pengalaman yang sudah ada sebelumnya dalam kehidupan sehari-hari”.

D. Peranan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran IPS Di Sd

   Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Dasar, tidak hanya
   menggunakan satu atau dua pendekatan saja tetapi dapat menggunakan beberapa macam
   pendekatan yang sesuai dengan pokok bahasan. Berbagai pendekatan yang digunakan
   dalam proses pembelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS) antara lain adalah: pendekatan
   lingkungan, pendekatan konsep, pendekatan nilai, pendekatan pemecahan masalah,
   pendekatan penemuan, pendekatan inkulri, pendekatan keterampilan proses, pendekatan
   sejarah, pendekatan deduktif/induktif, pendekatan belajar tuntas, pendekatan modul dan
   pendekatan dengan komputer serta pendekatan kontekstual.
Permodelan dalam proses pembelajaran sistem kontekstual, ada model yang bisa di tiru,
pemberi contoh tidak harus guru, model dapat diambil dari individu yang ahli dan
menguasai bidangnya, maka model dapat seorang petani, tukang kayu, petugas kesehatan
dan lain-lain. Apabila kita hendak mempergunakan suatu metode dan pendekatan
tertentu, maka harus memperhatikan banyak hal. Misalnya faktor usia. Usia siswa
berpengaruh terhadap penentuan pendekatan metode belajar, untuk siswa usia sekian,
paling baik digunakan ialah metode ini atau itu.

Di bawah ini akan diuraikan garis besar faktor-faktor yang perlu menjadi bahan
pertimbangan bagi kita, ketika kita hendak memilih pendekatan dan metode belajar
tertentu :

1. Pendekatan      dan    metode     belajar       hendaknya   sesuai   dengan    tujuan
    Kita sudah mengenal adanya tujuan institusional. Jelaslah kiranya, untuk mengajar di
    jenjang pendidikan yang berbeda, perlu menggunakan metode yang berbeda dengan
    mengajar IPS untuk siswa sekolah menengah umum. Pengajaran IPS di SD,
    berdasarkan kurikulum pendidikan dasar tahun 1994, bertujuan agar siswa memahami
    konsep-konsep IPS dan keterkaitannya dalam kehidupan sehari-hari, memiliki
    keterampilan proses untuk mengembangkan pengetahuan, dan gagasan tentang alam
    sekitar, mempunyai minat untuk mengenal dan mempelajari benda-benda serta
    kejadian di lingkungan sekitarnya, bersikap ingin tahu, tekun, terbuka, kritis, mawas
    diri, bertanggung jawab, bekerja sama dan mandiri, mampu menerapkan berbagai
    konsep IPS untuk menjelaskan gejala-gejala sosial dan memecahkan masalah dalam
    kehidupan sehari-hari, mampu menggunakan teknologi sederhana yang berguna
    memecahkan suatu masalah yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari,
    Mengenal dan memupuk rasa cinta terhadap alam sekitar sehingga menyadari ke
    besaran dan keagungan Tuhan Yang Maha Esa.
2. Pendekatan dan metode belajar hendaknya diadaptasikan dengan kemampuan siswa
    Secara umum dapat kita katakan, pengajaran tidak akan mengenal sasaran apabila
    siswa belum siap mempelajari nya. Suatu pelajaran yang di rencanakan serta di susun
    dengan baik, menggunakan metode dan pendekatan yang tepat, dan di berikan tidak
    dapat mengikuti nya dengan baik. Metode mengajar perlu di sesuaikan dengan
   kemampuan dan kesiapan para siswa, kita perlu realistis menghadapi hal seperti ini.
   Tetapi, kita perlu hati-hati, sehingga kita tidak keliru dalam membuat keputusan
   tentang kemampuan siswa, kita harus dapat mengetahui dengan pasti, apakah
   ketidakmampuan para siswa itu benar-benar karena tidak mampu, atau sebenarnya
   mereka mampu tetapi malas. Untuk itu perlu diciptakan alat penilaian yang tepat.


3. Pendekatan dan metode belajar hendaknya sesuai dengan psikologi belajar
   Dalam hubungannya dengan psikologi belajar ini, seringkali kita mengabaikan dua
   hal penting, yaitu : pengulangan secara berkala dan pemberian pengalaman langsung.
   Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemberian
   pengalaman langsung semakin penting pada pendidikan IPS. Pengulangan secara
   berkala   barangkali   perlu   mendapat   perhatian   khusus.   Rupa-rupanya   ada
   kecenderungan pada sementara guru IPS, menduga fakta atau konsep sekali
   dimengerti akan tertanam dalam-dalam pada otak siswa, sehingga tidak akan
   terlupakan. Asumsi seperti ini tidak benar, sekalipun bagi siswa-siswa yang pandai.
   Kesempatan untuk memperoleh pengulangan secara berkala, tidak berarti harus
   mengulang-ulang, menjelaskan atau membaca sesuatu, tetapi melalui pengulangan
   lewat latihan-latihan, menghubungkan konsep yang satu dengan konsep yang lainnya
   atau melalui identifikasi dan pemecahan masalah.
4. Pendekatan dan metode belajar hendaknya disesuaikan dengan bahan pelajaran
   Kiranya dapat dimengerti bahwa pendekatan dan metode belajar untuk mata pelajaran
   yang satu berbeda dengan mata pelajaran yang lainnya. Pendekatan dan metode
   mengajar berenang berbeda dengan pendekatan dan metode mengajar matematika.
   Bahan pengajaran dapat dianggap sebagai pedoman untuk menentukan pendekatan
   dan metode mengajar yang akan kita gunakan. Dengan demikian, kita tidak dapat
   begitu saja mengatakan, misalnya metode ceramah itu buruk atau baik. Apa yang
   disebut pendekatan atau metode mengajar yang baik, berbeda untuk mata pelajaran
   yang satu dengan mata pelajaran yang lain. Di dalam setiap mata pelajaran tidak
   dapat dihindari penggunaan beraneka ragam pendekatan dan metode mengajar. Tiap
   pokok bahasan sedikit banyaknya bersifat khas, dan menuntut penggunaan
   pendekatan dan metode yang has pula.
5. Pendekatan dan metode mengajar hendaknya disesuaikan dengan alokasi waktu dan
   sarana dan prasarana yang tersedia. Walaupun kita ingin mengajarkan sesuatu topik
   bahasan secara ideal, kita jangan lupa membatasi diri dengan ketersediaan waktu
   yang telah kita tetapkan. Jika hal itu tidak dapat kita penuhi (misalnya bahan
   pengajaran tidak selesai pada akhir semester) maka dapat kita katakan pendekatan
   dan metode yang kita gunakan itu tidak tepat. Selain itu kita juga harus
   mempertimbangkan ketersediaan sarana dan prasarana. Kita tidak dapat memaksakan
   untuk menggunakan pendekatan atau metode belajar tertentu, jika sarana dan
   prasarana untuk metode dan pendekatan tersebut tidak tersedia.
6. Pendekatan    dan   metode   belajar   hendaknya    sesuai   dengan   pribadi   guru
   Walaupun menurut hasil penelitian para ahli suatu metode dan pendekatan tertentu
   dianggap paling baik, tetapi jika seluruh guru beramai-ramai menggunakan metode
   yang sama, maka itu akan menjadi malapetaka bagi dunia pendidikan. Bagi siswa,
   akan lebih baik jika gurunya berlian-lain an, baik dalam kepribadian maupun dalam
   temperament dalam pendiriannya mengenal tugas kewajiban itu. Perbedaan-
   perbedaan itu juga baik bagi para guru. Justru karena perbedaan itu, masing-masing
   guru akan mengejewantahkan kekhususan nya. Sebagai pedoman umum, kita dapat
   berpijak kepada hal berikut : apapun metode dan pendekatan yang dipakai oleh
   seorang guru, maka metode dan pendekatan itu harus dianggap sebagai yang terbaik
   bagi dirinya, harus sesuai dengan kepribadiannya. Pendekatan dan metode mengajar
   yang digunakan oleh seorang guru, tidak harus sama dengan yang digunakan oleh
   guru lain, tetapi juga tidak harus berbeda dengan pendekatan atau metode yang
   digunakan oleh guru lain, karena kita usah memaksakan diri untuk meniru metode
   yang dipakai orang lain, karena kita menganggap metode dan pendekatan itu baik,
   sedangkan kita menyadari, untuk berlaku seperti orang lain itu tidak mudah. Kita juga
   tidak perlu lain dari yang lain karena hanya anggapan, metode yang dipakai orang
   lain kita anggap buruk, sedangkan rasa-rasanya metode itu justru sesuai dengan selera
   kita.

Jadi yang penting adalah diri kita sendiri, kepribadian kita sendiri. Metode dan
pendekatan mengajar yang kita gunakan hendaknya yang sesuai dengan pribadi kita, yang
dapat kita lakukan dengan baik. Mungkin anda bertanya, jika seorang guru sudah terbiasa
menggunakan metode atau pendekatan mengajar tertentu, apakah metode dan pendekatan
itu sudah baik ? apakah metode dan pendekatan itu sudah sesuai dengan kepribadian guru
itu ? apakah guru itu tidak pernah berfikir bahwa kemungkinan bagi dirinya ada metode
dan pendekatan mengajar yang lebih baik, lebih sesuai dengan kepribadiannya ?
Sudahkah guru itu mencoba pendekatan dan metode lain yang barangkali lebih baik bagi
dirinya ? bukan suatu pekerjaan yang mudah untuk “menemukan diri sendiri” seperti
yang dikemukakan di atas, sebaiknya memang setiap guru berusaha untuk mawas diri dan
selalu berusaha menemukan metode dan pendekatan mengajar yang benar-benar sesuai
untuk dirinya dan yang terbaik buat para siswanya. Kita sadari atau tidak, pada
kenyataannya para siswa sendiri yang akan memberikan penilaian kepada guru-gurunya.
                                          BAB III
                                         PENUTUP

A. Kesimpulan

   Berdasarkan uraian-uraian diatas pada Bab terdahulu, maka dapat disimpulkan bahwa
   pendekatan kontekstual adalah pendekatan yang digunakan pada proses belajar mengajar
   di mana materi kegiatannya berhubungan erat dengan pengalaman nyata siswa diluar
   sekolah

   Pendekatan kontekstual mempunyai tujuh komponen utama, yaitu :

   1. Konstruktivisme
   2. Menemukan
   3. Bertanya
   4. Masyarakat belajar
   5. Permodelan
   6. Refleksi
   7. Penilaian yang sebenarnya



   Peranan pendekatan kontekstual pada dasarnya perpaduan antara berbagai macam
   pendekatan yang digunakan pada pembelajaran IPS yang telah ada sebelumnya, yaitu :
   meningkatkan motivasi siswa, mengembangkan kreativitas dan mental siswa dan
   membantu guru dalam mengaitkan isi atau materi pelajaran IPS dengan keadaan dunia
   nyata pada proses pembelajaran. Pendekatan kontekstual adalah pengembangan dari cara
   pembelajaran yang telah ada.

B. Saran-Saran

   Adapun saran-saran yang dapat disampaikan penulis bahwa sebagai seorang pengajar
   sekaligus pendidik, guru hendaknya mempunyai wawasan yang luas dan senantiasa
   sesuai dengan perkembangan zaman. Keberhasilan suatu pembelajaran sangat tergantung
kepada orang yang melakukannya, bukan oleh kecanggihan metode pendekatan yang
digunakan. Sebagai pihak yang paling berkompeten, guru dituntut agar lebih kreatif dan
ber komitmen tinggi dalam meningkatkan mutu dan mengatasi permasalahan di bidang
pendidikan. Pihak pemerintah, komponen keamanan, pengusaha swasta serta masyarakat
hendaknya, saling bahu membahu dalam meningkatkan mutu dan mengatasi
permasalahan di dunia pendidikan Indonesia yang tercinta ini.
                                       DAFTAR PUSTAKA

Arifin, H, M, Drs, 1976, Tabloid “ Ilmu”, Yayasan Lembaga Studi dan Pengembangan Umat,
Palangka Raya.

Depdikbud, 1985, Kurikulum Pendidikan Dasar (GBPP) Kelas V Sekolah Dasar (SD), Direktorat
Pendidikan Dasar, Jakarta

Depdikbud, 1985, Kurikulum Pendidikan Dasar (GBPP) Kelas VI Sekolah Dasar (SD),
Direktorat Pendidikan Dasar, Jakarta
                                     Kata Pengantar

     Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT Tuhan Semesta Alam karena atas izin dan
kehendakNya jualah makalah sederhana ini dapat kami rampungkan tepat pada waktunya.

       Penulisan dan pembuatan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas perkuliahan
penulis. Adapun yang kami bahas dalam makalah sederhana ini mengenai Pendekatan
Kontekstual Dalam Pembelajaran IPS di SD

       Dalam penulisan makalah ini kami menemui berbagai hambatan yang dikarenakan
terbatasnya Ilmu Pengetahuan kami mengenai hal yang berkenan dengan penulisan makalah ini.
Oleh karena itu sudah sepatutnya kami berterima kasih kepada dosen pembimbing kami yang
telah memberikan limpahan ilmu berguna kepada kami.

       Kami menyadari akan kemampuan kami yang masih amatir. Dalam makalah ini kami
sudah berusaha semaksimal mungkin.Tapi kami yakin makalah ini masih banyak kekurangan
disana-sini. Oleh karena itu kami mengharapkan saran dan juga kritik membangun agar lebih
maju di masa yang akan datang.

       Harap kami, makalah ini dapat menjadi track record dan menjadi referensi bagi kami
dalam mengarungi masa depan. Kami juga berharap agar makalah ini dapat berguna bagi orang
lain yang membacanya.

                                                                 Teluk Kuantan, April 2011



                                                                         Penulis
                                                               DAFTAR ISI



Kata Pengantar ........................................................................................................ i



Daftar Isi ................................................................................................................ ii



BAB I Pendahuluan ................................................................................................ 1

           A.         Latar Belakang ................................................................................ 1

           B.         Pokok Masalah ................................................................................ 2



BAB II Pembahasan ................................................................................................ 3

           A.         Pengertian Pendekatan Kontekstual ................................................ 3

           B.         Fungsi dan Tujuan Pendekatan Kontekstual ................................... 4

           C.         Dasar Teori Penggunaan Pendekatan Kontekstual.......................... 4

           D.         Peranan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran IPS di SD .... 5



BAB III Penutup ..................................................................................................... 10



Daftar Pustaka
               TUGAS MANDIRI
       MATERI DAN PEMBELAJARAN IPS SD



                 MAKALAH

“PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM PEMBELAJARAN IPS SD”




                Disusun Oleh :
                  DELIANI
                NIM : 819273064

               Dosen Pembimbing :
               ZULKARNAIN, SH.MH



              S1 PGSD
        UNIVERSITAS TERBUKA
         KUANTAN SINGINGI
                2011

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags: TUGAS
Stats:
views:2775
posted:7/16/2011
language:Indonesian
pages:16