Docstoc

ASKEP INFEKSI SALURAN PERNAFASAN

Document Sample
ASKEP INFEKSI SALURAN PERNAFASAN Powered By Docstoc
					           INFEKSI SALURAN
              PERNAFASAN




                Disusun Oleh :
1. Adi Jantoro Ratno             (0701029)
2. Amir Rimba wanto              (0701032)
3. Atri Purniati                 (0701068)
4. Desy Nur Hikmawati            (0701071)
5. Dian Purwantari               (0701076)
6. Eeng Yuliana                  (0701081)
7. Endah Suwarni                 (0701085)
8. Eti Listiyansih               (0701090)


 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
     MUHAMMADIYAH GOMBONG
           D III KEPERAWATAN
                   2007 / 2008



                       1
                              KATA PENGANTAR


              Syukur alhamdulillah kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang
telah melimpahkan rahmat, taufiq, innayah dan hidayah-Nya kepada kita sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah ini tanpa suatu halangan suatu apapun.
              Shalawat dan salam tidak lupa kami haturkan kepada Nabi kita
Muhammad SAW yang telah membawa kita dari jaman jahilliyah kejaman Islamiyah
ini, dan juga yang mana kita nantikan syafangatnya di yaumul kiyamah nanti.
              Dan kami ucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu
kami dalam proses penyusunan makalah ini, sehingga makalah ini dapat kami
selesaikan.
Kami sadari makalah ini kurang sempurna, untuk itu kami minta saran dan kritik
yang membangun dari pembaca sehingga makalah ini lebih baik.Kami harapkan
makalah ini dapat sebagai penambah wawasan bagi segenap pembaca.




                                                        Penyusun,




                                         2
                                                  DAFTAR ISI



Halaman judul................................................................................................................1
Kata Pengantar ..............................................................................................................2
Daftar Isi .........................................................................................................................3
Bab I Pendahuluan ........................................................................................................4
Bab II Isi
        A.Tuberkolosis ........................................................................................................5
        B. Sarkoidosis .........................................................................................................6
        C. Pittakosis ............................................................................................................8
        D. Peumonia............................................................................................................10
        E. Kanker paru-paru ...............................................................................................12
         F. Bronkientasis ......................................................................................................15
        G. Bronkitis ............................................................................................................17
        H. Asma ..................................................................................................................19
        I. ASBESTOSIS ........................................................................................................21
Daftar pustaka................................................................................................................23




                                                                3
                                  BAB I
                           PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG

  Gangguan sistem pernafasan dapat mengganggu sistem kardio faskuler terjadi
  secara bertahap.
  Infeksi Saluran Pernapasan dapat terjadi karena kelainan primer seperti
  infeksi jalan nafas.
  Pemeriksaan yang harus dilakukan untuk mendeteksi kerusakan fungsi
  Pernapasan


Tujuan
  Tujuan dari penulisan makalah ini antara lain :
     1. Agar kita tahu tentang gangguan sistem pernafasan
     2. Untuk mengetahui penyebab penyakit sistem pernafasan
      3. Untuk memenuhi tugas mata kuliah patologi




                                     4
                              TUBERKULOSIS


PENGERTIAN


Tuberkulosis adalah suatu infeksi oleh Mycobacterium tuberculosisyang menyerang
berbagai organ, terutama paru-paru.


PENYEBAB


Penyebabnya adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Janin bisa tertular tuberkulosis dari ibunya selama masih berada dalam kandungan,
sebelum atau selama persalinan berlangsung (karena menghirup atau menelan cairan
ketuban yang terinfeksi) maupun setelah lahir (karena menghirup udara yang
terkontaminasi oleh percikan ludah yang terinfeksi).
Jika tidak diobati dengan antibiotik atau tidak diberikan vaksinasi, maka sekitar
separuh bayi yang ibunya menderita tuberkulosis aktif akan menderita penyakit ini
pada tahun pertama.


PEMERISAAN PENUNJANG



Pada ibu hamil secara rutin dilakukan tes tuberkulin. Hasil yang positif sebaiknya
diikuti dengan pemeriksaan rontgen dada.
Tes tuberkulin seringkali dilakukan pada bayi yang ibunya memberikan hasil tes
positif.
Jika diduga suatu tuberkulosis, maka dilakukan pembiakan cairan serebrospinal,
cairan dari saluran pernafasan dan cairan lambung.
Untuk mengetahui adanya infeksi pada paru-paru, dilakukan rontgen dada.
Biopsi hati, kelenjar getah bening atau paru-paru dilakukan untuk memperkuat
diagnosis.




                                           5
                                    SARKOIDOSIS



PENGERTIAN


Sarkoidosis adalah suatu penyakit peradangan yang ditandai dengan terbentuknya
granuloma pada kelenjar getah bening, paru-paru, hati, mata, kulit dan jaringan
lainnya.
Granuloma merupakan sekumpulan makrofag, limfosit dan sel-sel raksasa berinti
banyak. Granuloma ini pada akhirnya akan menghilang total atau berkembang
menjadi jaringan parut.



PENYEBAB


Penyebabnya tidak diketahui.
Kemungkinan penyebabnya adalah suatu respon hipersensitivitas, keturunan, infeksi
maupun bahan kimia.
Biasanya muncul pada usia 30-50 tahun dan sangat jarang ditemukan pada anak-
anak.




PEMERIKSAAN PENUNJANG



           ●   Hitung jenis darah
           ●   Tes fungsi paru (bila di paru-paru terbentuk jaringan parut, maka
               hasilnya akan menunjukkan bahwa jumlah udara yang dapat ditahan
               paru-paru berada di bawah normal)
           ●   Kadar enzim ACE (pada banyak penderita, kadar enzim pengubah
               angiotensin dalam darah adalah tinggi)



                                            6
●   Rontgen dada untuk mencari adanya pembesaran kelenjar getah bening
●   Biopsi kelenjar getah bening
●   Biopsi luka di kulit
●   Bronkoskopi
●   Biopsi paru terbuka
●   Biopsi hati
●   Biopsi ginjal
●   EKG untuk mencari kelainan jantung.
●   Tes kulit tuberkulin (tuberkulosis dapat menyebabkan banyak perubahan
    yang mirip dengan sarkoidosis, karena itu dilakukan tes kulit tuberkulin
    untuk memastikan bahwa penyakitnya bukan tuberkulosis)
●   Skening galium (kadang dilakukan jika diagnosis masih meragukan,
    karena skening galium akan menunjukkan pola yang abnormal pada
    paru-paru atau kelenjar getah bening penderita)
●   Enzim hati (jika hati juga terkena, maka kadar enzim hati, terutama
    alkalin fosfatase mungkin meningkat).




                                   7
                                PSITTAKOSIS

PENGERTIAN


Psitakosis (Demam Burung Beo) adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh bakteri
Chlamydia psittaci, yang ditularkan kepada manusia oleh burung serta menyebabkan
gejala sistemik (seluruh tubuh) dan pneumonia.



PENYEBAB


Bakteri Chlamydia psittaci, yang banyak ditemukan pada burung beo, betet dan
burung merpati; juga pada burung dara, kutilang, ayam dan kalkun.


Biasanya seseorang terinfeksi karena menghirup debu dari bulu atau kotoran burung
yang terinfeksi. Organisme ini juga bisa ditularkan melalui gigitan burung yang
terinfeksi atau melalui percikan ludah penderita.


Resiko terjadinya penyakit ini ditemukan pada:

   ●   Orang yang memelihara burung
   ●   Pegawai toko hewan
   ●   Pekerja di tempat pengolahan unggas
   ●   Dokter hewan.


PEMERIKSAAN PENUNJANG




Pada pemeriksaan fisik dengan menggunakan stetoskop, terdengar ronki dan
penurunan suara pernafasan.
Pemeriksaan yang biasa dilakukan:



                                          8
●   Rontgen dada
●   CT scan dada
●   Analisa gas darah (penurunan saturasi oksigen)
●   Pembiakan dahak




                                     9
                                 PNEUMONIA

PENGERTIAN


Pneumonia adalah peradangan paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus
maupun jamur.



PENYEBAB


Penyebab pneumonia adalah:

   1. Bakteri (paling sering menyebabkan pneumonia pada dewasa):
       - Streptococcus pneumoniae
       - Staphylococcus aureus
       - Legionella
       - Hemophilus influenzae

   2. Virus: virus influenza, chicken-pox (cacar air)

   3. Organisme mirip bakteri: Mycoplasma pneumoniae (terutama pada anak-anak
       dan dewasa muda)

   4. Jamur tertentu.

Adapun cara mikroorganisme itu sampai ke paru-paru bisa melalui:
- Inhalasi (penghirupan) mikroorganisme dari udara yang tercemar
- Aliran darah, dari infeksi di organ tubuh yang lain
- Migrasi (perpindahan) organisme langsung dari infeksi di dekat paru-paru.
Beberapa orang yang rentan (mudah terkena) pneumonia adalah:

   1. Peminum alkohol

   2. Perokok

   3. Penderita diabetes

                                          10
   4. Penderita gagal jantung

   5. Penderita penyakit paru obstruktif menahun

   6. Gangguan sistem kekebalan karena obat tertentu (penderita kanker, penerima
       organ cangkokan)

   7. Gangguan sistem kekebalan karena penyakit (penderita AIDS).




PEMERIKSAAN PENUNJANG




Pada pemeriksaan dada dengan menggunakan stetoskop, akan terdengar suara ronki.
Pemeriksaan penunjang:

   ●   Rontgen dada
   ●   Pembiakan dahak
   ●   Hitung jenis darah
   ●   Gas darah arteri.




                                      11
                         KANKER PARU - PARU

PENGERTIAN


Sebagian besar kanker paru-paru berasal dari sel-sel di dalam paru-paru; tetapi
kanker paru-paru bisa juga berasal dari kanker di bagian tubuh lainnya yang
menyebar ke paru-paru.


Kanker paru-paru merupakan kanker yang paling sering terjadi, baik pada pria
maupun wanita.
Kanker paru-paru juga merupakan penyebab utama dari kematian akibat kanker.


Jenis Kanker Paru-paru


Lebih dari 90% kanker paru-paru berawal dari bronki (saluran udara besar yang
masuk ke paru-paru), kanker ini disebut karsinoma bronkogenik, yang terdiri dari:

   ●   Karsinoma sel skuamosa
   ●   Karsinoma sel kecil atau karsinoma sel gandum
   ●   Karsinoma sel besar
   ●   Adenokarsinoma.


       Karsinoma sel alveolar berasal dari kantong udara (alveoli) di paru-paru.
       Kanker ini bisa merupakan pertumbuhan tunggal, tetapi seringkali menyerang
       lebih dari satu daerah di paru-paru.


       Tumor paru-paru yang lebih jarang terjadi adalah:
   ●   Adenoma (bisa ganas atau jinak)
   ●   Hamartoma kondromatous (jinak)
   ●   Sarkoma (ganas)
       Limfoma merupakan kanker dari sistem getah bening, yang bisa berasal dari
       paru-paru atau merupakan penyebaran dari organ lain.

                                          12
       Banyak kanker yang berasal dari tempat lain menyebar ke paru-paru.
       Biasanya kanker ini berasal dari payudara, usus besar, prostat, ginjal, tiroid,
       lambung, leher rahim, rektum, buah zakar, tulang dan kulit.




PENYEBAB


Merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus kanker paru-paru pada
pria dan sekitar 70% pada wanita.
Semakin banyak rokok yang dihisap, semakin besar resiko untuk menderita kanker
paru-paru.


Hanya sebagian kecil kanker paru-paru (sekitar 10%-15% pada pria dan 5% pada
wanita) yang disebabkan oleh zat yang ditemui atau terhirup di tempat bekerja.
Bekerja dengan asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan
pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya
terjadi pada pekerja yang juga merokok.


Peranan polusi uadara sebagai penyebab kanker paru-paru masih belum jelas.
Beberapa kasus terjadi karena adanya pemaparan oleh gas radon di rumah tangga.


Kadang kanker paru (terutama adenokarsinoma dan karsinoma sel alveolar) terjadi
pada orang yang paru-parunya telah memiliki jaringan parut karena penyakit paru-
paru lainnya, seperti tuberkulosis dan fibrosis. dilakukan pemeriksaan mikroskopik
dari contoh jaringan, yang kadang berasal dari dahak penderita (sitologi dahak).
Untuk mendapatkan jaringan yang diperlukan, dilakukan bronkoskopi.


PEMERIKSAAN PENUNJANG


CT scan bisa menunjukkan bayangan kecil yang tidak tampak pada foto rontgen dada
dan bisa menunjukkan adanya pembesaran kelenjar getah bening.
Untuk mengetahui adanya penyebaran ke hati, kelenjar adrenal atau otak, dilakukan

                                          13
CT scan perut dan otak.
Penyebaran ke tulang bisa dilihat melalui skening tulang. Kadang dilakukan biopsi
sumsum tulang, karena karsinoma sel kecil cenderung menyebar ke sumsum tulang




                                        14
                              BRONKIENTASIS


PENGERTIAN


Bronkiektasis adalah suatu perusakan dan pelebaran (dilatasi) abnormal dari saluran
pernafasan yang besar.

PENYEBAB


Bronkiektasis bisa disebabkan oleh:

   1. Infeksi pernafasan
       - Campak
       - Pertusis
       - Infeksi adenovirus
       - Infeksi bakteri contohnya Klebsiella, Staphylococcus atau Pseudomonas
       br>- Influenza
       - Tuberkulosa
       - Infeksi jamur
       - Infeksi mikoplasma


   2. Penyumbatan bronkus
       - Benda asing yang terisap
       - Pembesaran kelenjar getah bening
       - Tumor paru
       - Sumbatan oleh lendir


   3. Cedera penghirupan
       - Cedera karena asap, gas atau partikel beracun
       - Menghirup getah lambung dan partikel makanan


   4. Keadaan genetik

                                         15
       - Fibrosis kistik
       - Diskinesia silia, termasuk sindroma Kartagener
       - Kekurangan alfa-1-antitripsin


   5. Kelainan imunologik
       - Sindroma kekurangan imunoglobulin
       - Disfungsi sel darah putih
       - Kekurangan koplemen
       - Kelainan autoimun atau hiperimun tertentu seperti rematoid artritis, kolitis
       ulserativa


           6. Keadaan lain
               - Penyalahgunaan obat (misalnya heroin)
               - Infeksi HIV
               - Sindroma Young (azoospermia obstruktif)
               - Sindroma Marfan.




PEMERIKSAAN PENUNJANG




Pada pemeriksaan fisik dengan menggunakan stetoskop, biasanya di paru-paru
bagian bawah akan terdengar suara ronki.
Pemeriksaan yang biasa dilakukan:

   ●   Rontgen dada
   ●   CT scan dada
   ●   Biakan dahak
   ●   Hitung jenis darah
   ●   Pemeriksaan keringat atau pemeriksaan fibrosis kistik lainnya
   ●   Analisa serum immunoglobulin
   ●   Serum presipitin (pemeriksaan untuk antibodi jamur, aspergillus)
   ●   Tes PPD untuk infeksi TBC.

                                         16
                                  BRONKITIS


PENGERTIAN


Bronkitis adalah suatu peradangan pada bronkus(saluran udara ke paru-paru).
Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna.
Tetapi pada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung
atau penyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronkitis bisa bersifat serius.



PENYEBAB


Bronkitis infeksiosa disebabkan oleh virus, bakteri dan (terutama) organisme yang
menyerupai bakteri (Mycoplasma pneumoniaedan Chlamydia).
Serangan bronkitis berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru-
paru dan saluran pernafasan menahun.
Infeksi berulang bisa merupakan akibat dari:

   ●   Sinusitis kronis
   ●   Bronkiektasis
   ●   Alergi
   ●   Pembesaran amandel dan adenoidpada anak-anak.
       Bronkitis iritatifbisa disebabkan oleh:
       - Berbagai jenis debu
       - Asap dari asam kuat, amonia, beberapa pelarut organik, klorin, hidrogen
       sulfida, sulfur dioksida dan bromin
       - Polusi udara yang menyebabkan iritasi ozon dan nitrogen dioksida
       - Tembakau dan rokok lainnya.


PEMERIKSAAN PENUNJANG


Pada pemeriksaan dengan menggunakan stetoskopakan terdengar bunyi ronkiatau

                                           17
bunyi pernafasan yang abnormal.
Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:
- Tes fungsi paru-paru
- Gas darah arteri
- Rontgen dada.




                                       18
                                      ASMA

PENGERTIAN


Asma adalah suatu keadaan dimana saluran nafas mengalami penyempitan karena
hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan;
penyempitan ini bersifat sementara.



PENYEBAB


Pada penderita asma, penyempitan saluran pernafasan merupakan respon terhadap
rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan mempengaruhi saluran
pernafasan. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk
sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin dan olahraga.
Pada suatu serangan asma, otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan
yang melapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan
dan pelepasan lendir ke dalam saluran udara. Hal ini akan memperkecil diameter dari
saluran udara (disebut bronkokonstriksi) dan penyempitan ini menyebabkan
penderita harus berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernafas.
Sel-sel tertentu di dalam saluran udara (terutama sel mast) diduga bertanggungjawab
terhadap awal mula terjadinya penyempitan ini. Sel mast di sepanjang bronki
melepaskan bahan seperti histamin dan leukotrien yang menyebabkan terjadinya:
- kontraksi otot polos
- peningkatan pembentukan lendir
- perpindahan sel darah putih tertentu ke bronki.
Sel mast mengeluarkan bahan tersebut sebagai respon terhadap sesuatu yang mereka
kenal sebagai benda asing (alergen), seperti serbuk sari, debu halus yang terdapat di
dalam rumah atau bulu binatang.




                                          19
PEMERIKSAAN PENUNJANG


Untuk memperkuat diagnosis bisa dilakukan pemeriksaan spirometri berulang.
Spirometri juga digunakan untuk menilai beratnya penyumbatan saluran udara dan
untuk memantau pengobatan.
Menentukan faktor pemicu asma seringkali tidak mudah. Tes kulit alergi bisa
membantu menentukan alergen yang memicu timbulnya gejala asma.
Jika diagnosisnya masih meragukan atau jika dirasa sangat penting untuk mengetahui
faktor pemicu terjadinya asma, maka bisa dilakukan bronchial challenge test.




                                        20
                                   ASBESTOSIS


PENGERTIAN


Asbestosis adalah suatu penyakit saluran pernafasan yang terjadi akibat menghirup
serat-serat asbes, dimana pada paru-paru terbentuk jaringan parut yang luas.
Asbestos terdiri dari serat silikat mineral dengan komposisi kimiawi yang berbeda.
Jika terhisap, serat asbes mengendap di dalam dalam paru-paru, menyebabkan parut.
Menghirup asbes juga dapat menyebabkan penebalan pleura (selaput yang melapisi
paru-paru).



PENYEBAB


Menghirup serat asbes bisa menyebabkan terbentuknya jaringan parut (fibrosis) di
dalam paru-paru.
Jaringan paru-paru yang membentuk fibrosis tidak dapat mengembang dan
mengempis sebagaimana mestinya. Beratnya penyakit tergantung kepada lamanya
pemaparan dan jumlah serat yang terhirup.
Pemaparan asbes bisa ditemukan di industri pertambangan dan penggilingan,
konstruksi dan industri lainnya.
Pemaparan pada keluarga pekerja asbes juga bisa terjadi dari partikel yang terbawa
ke rumah di dalam pakaian pekerja.
Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh asbes diantaranya:

   ●   Plak pleura (kalsifikasi)
   ●   Mesotelioma maligna
   ●   Efusi pleura.
       Mesotelioma bisa timbul dalam waktu 20-40 tahun setelah pemaparan.
       Merokok sigaret menyebabkan meningkatnya resiko terjadinya penyakit
       akibat asbes.



                                         21
       Angka kejadiannya adalah sebesar 4 diantara 10.000 orang.


PEMERIKSAAN PENUNJANG



Pada pemeriksaan fisik dengan menggunakan stetoskop, akan terdengar suara ronki
Untuk memperkuat diagnosis, biasanya dilakukan pemeriksaan berikut:

   ●   Rontgen dada
   ●   Tes fungsi paru-paru




                                       22
               DAFTAR PUSTAKA


www.medicastore.co.id
Fimelda Winata, FF WIDMAN, 1988
Aaltje Dondokambey, JF FMIPA UNHAS, 1985
Sobel, Barry j.1999. Infeksi Saluran Pernapasan. Hipokrates :
JAKARTA

Berg, Dale.1996. Ilmu Penyakit Dalam. Hipokrates : JAKARTA

Lumbantobing. 1994. Infeksi Saluran Pernapasan. Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia : JAKARTA




                           23

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:1049
posted:7/16/2011
language:Indonesian
pages:23