Docstoc

MEMENUHI KEBUTUHAN DAN MENGATASI MASALAH IBU HAMIL

Document Sample
MEMENUHI KEBUTUHAN DAN MENGATASI MASALAH IBU HAMIL Powered By Docstoc
					       MEMENUHI KEBUTUHAN DAN MENGATASI MASALAH IBU
                         HAMIL



      1. NUTRISI

Kebutuhan Gizi Ibu Hamil

Selama mengandung, badan ibu mengalami berbagai tahap penyesuaian yang dapat
menciptakan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan janin serta untuk mempersiapkan
ibu tersebut dalam masa menyusui setelah melahirkan anak.

Proses kehamilan akan meningkatkan metabolism energi. Hal ini disebabkan karena dalam
kehamilan terjadi proses pertumbuhan bayi dan proses penyesuaian fisiologik dan metabolic
selama kehamilan. Dalam masa kehamilan, berat badan seorang ibu dapat bertambah sekitar
11 – 13 kg yang disebabkan oleh pembesaran janin (rata – rata 3,4 kg), jaringan plasenta (1,5
kg), uterus (0,4 kg), payudara (1,5 kg), volume darah (1,5 kg), air ketuban (2,9 kg), dan lain –
lain. Peningkatan berat badan tersebut membutuhkan makanan yang bergizi, baik
karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air.

Menurut informasi Vanderbit Maternal Nutrition Study bahwa kebutuhan bahan gizi penting
bagi ibu hamil adalah sebagai berikut :

Tabel Kebutuhan Gizi Ibu Hamil

Bahan Gizi          Kebutuhan
                    Trisemester I          Trisemester II        Trisemester III
Kalori (karbohidrat 2140 kal               2200 kal              2020 kal
dan lemak)
Protein             75 g                   75 g                  70 g
Kalsium             1,1 g                  1,1 g                 1g
Zat Besi            13 g                   14 g                  13 g

2.4        Pemenuhan Gizi Ibu Hamil

Kebutuhan makanan bagi ibu hamil lebih banyak daripada kebutuhan untuk wanita tidak
hamil.

Kegunaan makanan tersebut adalah :

      1.   Untuk perumbuhan janin yang ada dalam kandungan.
      2.   Untuk mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan ibu sendiri.
      3.   Agar supaya luka-luka persalinan lekas sembuh dalam nifas.
      4.   Guna mengadakan cadangan untuk masa laktasi

Caranya :
   1. Ibu harus makan teratur tiga kali sehari.
   2. Hidangan harus tersusun dari bahan makanan bergizi yang terdiri : makanan pokok,
      lauk pauk, sayuran dan buah-buahan dan diusahan minum susu 1 gelas setiap hari.
   3. Pergunakan aneka ragam makanan yang ada.
   4. Pilihlah, belilah, berbagai macam bahan makanan yang segar.

Bila kondisi badan si ibu tidak terganggu maka jumlah atau besar makanan yang dapat
dimakan ialah seperti tercantum pada lampiran. Namun bila terjadi gangguan masa kehamilan
maka dapat diatur sebagai berikut :

1. Pada Trisemester I :

Pada umur kehamilan 1-3 bulan kemungkinan terjadi penurunan berat badan. Hal ini
disebabkan adanya gangguan pusing, mual bahkan muntah. Untuk itu dianjurkan porsi
makanan kecil tetapi sering. Bentuk makanan kering atau tidak berkuah.

2. Pada Trisemester II :

Nafsu makan ibu membaik, makan makanan yang diberikan : 3 x sehari ditambah 1 x
makanan selingan. Hidangan lauk pauk hewani seperti : telur, ikan, daging, teri, hati sangat
baik dan bermanfaat untuk menghindari kurang darah.

3. Pada Trisemester III :

-Makanan harus disesuaikan dengan keadaan badan ibu.
-Bila ibu hamil mempunyai berat badan kelebihan, maka makanan pokok dan tepung-
tepungan dikurangi, dan memperbanyak sayur-sayuran dan buah-buahan segar untuk
menghindari sembelit.

Bila terjadi keracunan kehamilan/uedem (bengkak-bengkak pada kaki) maka janganlah
menambah garam dapur dalam masakan sehari-hari.

Untuk menjamin kesehatan ibu hamil dan pertumbuhan perkemabangan janin maka perlulah
asupan gizi yang cukup. Menurut anjuran makanan satu hari yang dikeluarkan oleh
Departemen Kesehatan RI untuk ibu yang hamil membutuhkan :

4 mangkuk nasi (@200 g) atau padanannya,

2 ikan (50 g) atau padanannya,

4 tempe (@25 g) atau padanannya,

3 magkuk sayir (100 g),

2 iris buah papaya (100 g) atau padanannya,

dan segelas susu (200 ml).
Nama Bahan, Berat Gram Ukuran Rumah Tangga
Beras 300 4 gelas nasi
Daging 75 3 potong sedang
Tempe 75 3 potong kecil
Sayuran 300 3 gelas
Buah 200 2 potong
Susu 200 1 gelas
Gula 10 1 sendok makan
Minyak 25 5 sendok makan
Selingan 2 X
Nilai gizi
- Kalori : 2500 – Lemak : 82
- Protein : 85 – H.A. : 414

Pembagian makanan sehari :
Waktu Jenis Makanan Jumlah (gr) Ukuran
Pagi
- Nasi 200 1¼ gls
- Daging 50 1 ptg
- Telur 25 ½ btr
- Tempe -
- Sayuran 50 ½ gls
- Minyak 10 1 sdm
- Gula 10 1 sdm
jam 10.00
- Susu 200 1 gls
- Gula 10 1 gls

Siang
- Nasi 250 1¾ gls
- Daging 50 1 ptg
- Telur 50 1 btr
- Tempe 50 1 ptg
- Sayuran 75 ¾ gls
- Minyak 15 1½ sdm
- Buah 100 1 bh
jam 16.00
- Kacang Hijau 25 2 sdm
- Gula 15 1½ sdm

Sore
- Nasi 250 1¾ gls
- Daging 50 1 ptg
- Telur 25 ½ btr
- Tempe 50 1 ptg
- Sayuran 75 ¾ gls
- Minyak 10 1 sdm
- Buah 100 1 bh
Contoh Menu
Pagi
- Susu manis
- Nasi
- Telur ceplok
- Kering tempe
- Tumis kacang panjang
Jam: 10.00
- Bubur kacang ijo

Siang
- Nasi
- Ikan goreng
- Botok tempe, kemangi, melandingan
- Sayur asam
- Pepaya
Jam : 16.00
- Kolak labu kuning + pisang

Malam
- Nasi
- Smoor daging + tahu
- Orak-arik wortel + kool
- Pisang

BANYAK MINUM AIR.

Tips kesehatan ini sangat bermanfaat untuk meringankan rasa mual yang sering dialami ibu
hamil pada permulaan kehamilan. Tetapi perlu diingat bahwa minuman mengandung kafein
dan rasa yang terlalu asam sebaiknya dihindari. Pilihan terbaik untuk menyertai air putih
adalah buah-buahan seperti semangka, pepaya, tomat, dan melon.

   2. OLAH RAGA RINGAN

Kesehatan ibu hamil dapat dijaga dengan melakukan olahraga secara rutin. Selama
kehamilan, para ibu memang dilarang melakukan pekerjaan berat, namun bukan berarti
melewatkan olahraga. Ibu hamil bahkan diharuskan melakukan olahraga, namun tentunya
olahraga ringan. Dan berikut ini beberapa manfaat olahraga saat kehamilan bagi kesehatan
ibu hamil :

      Olahraga akan memicu hormon serotonin atau hormon yang membuat Anda ceria dan
       bahagia. Berolahraga berarti dapat membuat Anda selalu merasa bahagia.
      Persalinan membutuhkan energi yang optimal, oleh karena itu jika Anda bugar selama
       kehamilan maka proses persalinan dapat dilewati dengan stamina prima.
      Kehamilan dapat menyebabkan konstipasi yang diakibatkan meningkatnya hormon
       progesteron sehingga membuat organ pencernaan melambat. Namun jika Anda rutin
       berolahraga akan membuat gerakan dalam usus lebih lancar dan konstipasi pun
       terhindari.
      Berolahraga secara rutin selama kehamilan pun dapat membuat berat badan selalu
       dalam level ideal. Dengan berolahraga badan tidak akan terlalu banyak menyimpan
       lemak.
      Kehamilan dapat mengundang kebahagiaan juga membuat Anda lebih sensitif yang
       ujung-ujungnya mengakibatkan stres. Dengan berolahraga membuat tubuh lebih rileks
       karena mengeluarkan hormon serotonin (hormon bahagia).
      Jika Anda tidak berolahraga selama kehamilan dapat menyebabkan otot kaku
       sehingga badan lebih sering terkena nyeri dan pegal. Untuk itu cobalah untuk
       berolahraga ringan selama hamil dan Anda pun akan terhindar dari nyeri dan pegal.
      Berolahraga membuat aliran darah lebih lancar sehingga membuat sel-sel kulit
       mendapat nutrisi optimal dan membuat kulit lebih bercahaya.

Jangan takut untuk berolahraga, namun sebelum memulai kegiatan fisik ini ada baiknya
berkonsultasi dengan dokter kandungan mengenai olahraga aman untuk ibu hamil.
Berolahraga ringan dan rutin dapat menjaga kesehatan ibu hamil tetap bugar.

Menurut American College of Obstetricians Gynecologists, olah raga yang paling sesuai bagi
ibu hamil pada trimester pertama adalah bersepeda, berenang dan berjalan. Tips kesehatan ini
akan bermanfaat bagi kelancaran sirkulasi darah dan menekan stres. Jangan melakukan olah
raga yang bersifat aerobik seperti lari atau loncat tali karena dapat menimbulkan goncangan
pada rahim dan dapat menggangu perkembangan janin, serta membuat ibu hamil kekurangan
oksigen dan kepanasan. Ditambah lagi ada beberapa wanita mengalami gangguan
keseimbangan, maka sebaiknya menggunakan sepeda statis untuk menghindari kecelakan di
jalan. Selain itu lembaga ini juga menyebutkan beberapa olah raga yang sebaiknya dihindari
oleh ibu hamil, yaitu scuba diving, berkuda, dan ski. Scuba diving dapat menimbulkan resiko
penyakit dekompresi yang menimbulkan tumpukan nitrogen dalam tubuh dan dapat berakibat
fatal bagi janin. Berkuda memiliki risiko besar untuk terjatuh, sementara ski menuruni bukit
dapat mengurangi pasokan oksigen bagi janin.

       Menurut Ervin Indarti, Fisioterapis RSI jemur sari Surabaya, senam hamil bermanfaat
untuk mempermudah proses kelahiran , mengurangi rasa sakit pada saat melahirkan, serta
memperkuat otot-otot dasar panggul dn dinding perut ibu dalam memperlancar proses
kelahiran.
       Senam hamil ini hanya bisa dilakukan ketika kandungan berusia 22-36 minggu.
Namun yang perlu diperhatikan tidak semua kondisi ibu hamil dapat melakukan treatment
ini. Disarankan sebelum melakukan senam, konsultasi terlebih dahulu dengan dokter
pendamping.
       Ada 2 tipe kondisi wanita yang tidak bisa melakukan yaitu yang bersifat relative
(riwayat kebidanan jelek, janin kembar, penderita diabetes, letak bayi sungsang). Sementara
yang bersifat mutlak tidak boleh dilakukan senam hamil adalah (penderita penyakit jantung,
hipertensi, resiko kelahiran premature). Latihan senam ini harius dihentikan jika terjadi
keluhan nyeri di bagian dada, nyeri kepala, dan nyeri persendian, kontraksi rahim yang
sering, keluar cairan, denyut nadi meningkat >140/menit, kesulitan untuk berjalan, dan mual
serta muntah yang menetap.
        Senam hamil dibagi menjadi 4 tahap berdasarkan usia kandungan. Tahap pertama
(usia kehamilan 22-25minggu). Tahap kedua (usia kehamilan 26-30minggu). Tahap ketiga
(usia kehamilan 31-35minggu). Dan tahap ke empat (usia kehamilan 36-melahirkan)
        Senam hamil pada kehamilan normal atas nasihat dari dokter atau bidan dapat dimulai
pada kehamilan kurang lebih 16-38 minggu. Ibu hamil dapat mengikuti kelas senam hamil
yang disediakan di fasilitas kesehatan dengan instruktur yang bersertifikat. Pelaksanaan
senam sedikitnya seminggu sekali dan menggunakan pakaian yang sesuai dan longgar.
Lakukan selalu pemanasan dan pendinginan setiap kali senam. Intensitas senam harus
disesuaikan dengan kondisi tubuh. Bila di lantai gunakan kasur atau matras saat melakukan
senam. Jangan mendadak berdiri sesuai senam, tetapi lakukan secara perlahan untuk
menghindari pusing.
        Bidan hendaknya menyarankan agar ibu melakukan masing-masing latihan 2 kali
pada awal dan berlanjut dengan kecepatan menurut kehendak mereka sendiri hingga
sebanyak 5 kali.
        Secara umum, tujuan utama persiapan fisik dari senam hamil sebagai berikut :
        a. Mencegah terjadinya deformitas (cacat) kaki dan memelihara fungsi hati untuk
                dapat menahan berat badan yang semakin naik, nyeri kaki, varices, bengkak dan
                lain-lain.
        b. Melatih dan mengusai teknik pernafasan yang berperan penting dalam kehamilan
                dan proses persalinan. Dengan demikian proses relaksasi dapat berlangsung lebih
                cepat dan kebutuhan 02 terpenuhi.
        c. Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, otot-otot
                dasar panggul dan lain-lain.
                   Membentuk sikap tubuh yang sempurna selama kehamilan.
                   Memperoleh relaksasi yang sempurna dengan latihan kontraksi dan relaksasi.
                   Mendukung ketenangan fisik.
Beberapa persyaratan yang harus diperhatikan untuk melakukan senam hamil sebagai
berikut :
                   Kehamilan normal yang dimulai pada umur kehamilan 5 bulan (22 minggu)
               Diutamakan kehamilan pertama atau pada kehamilan berikutnya yang
                menjalani kesakitan persalinan / melahirkan anak prematur pada persalinan
                sebelumnya.
               Latihan harus secara teratur dalam suasana yang tenang.
               Berpakaian cukup longgar.
               Menggunakan kasur/ matras
        Secara lebih detail manfaat senam hamil secara teratur dan terukur adalah sebagai
berikut :
        1. Memperbaiki sirkulasi darah
        2. Mengurangi pembengkakan
        3. Memperbaiki keseimbangan otot
        4. Mengurangi resiko gangguan perut termasuk sembelit
        5. Mengurangi kram atau kejang kaki
        6. Menguatkan otot perut
        7. Mempercepat proses penyembuhan setelah melahirkan


     Langkah-langkah senam hamil adalah sebagai berikut:
1.    Duduk bersila dan tegak, kedua lengan mengarah ke depan dan rilex. Dilakukan
     sebanyak mungkin sebagai posisi sehari-hari.
2.    Sikap merangkak. Jarak antara kedua tangan sama dengan jarak antara kedua bahu,
     keempat    anggota tubuh tegak lurus pada lantai dan bahan sejajar dengan lantai.
     Lakukanlah kegiatan-kegiatan berikut : Tundukkan kepala, lihat perut bagian bawah dan
     pinggang diangkat sambil mengempiskan perut dan mengerutkan lubang dubur.
     Kemudian turunkan pinggang dengan mengangkat kepala sambil melemaskan otot-otot
     dinding perut dan otot dasar panggul. Lakukan gerakan ini sebanyak 8 kali.
3.    Sikap merangkak, letakkan kepala diantara kedua tangan lalu menoleh ke samping
     kiri/kanan. Kemudian turunkan badan sehingga dada menyentuh kasur dengan
     menggeser siku sejauh mungkin kesamping. Bertahanlah pada posisi tersebut selama 1
     menit, kemudian ditingkatkan 5-10 menit (sesuai kekuatan ibu hamil)
4.    Berbaring miring ke kiri, lebih baik ke arah punggung bayi, lutut kanan diletakkan di
     depan lutut kiri, lebih baik diganjal bantal. Lutut kanan ditekuk di depan lutut kiri (lebih
     baik diganjal bantal). Lengan kanan ditekuk di depan dan lengan kiri diletakkan di
     belakang badan.
5. Berbaring miring, kedua lutut dan kedua lengan ditekuk, dibawah kepala diberi bantal
     dan dibawah perut pun diberi bantal, agar perut tidak menggantung. Tutuplah mata,
     tenang dan atur pernafasan dengan teratur dan berirama.
6.    Berbaring terlentang, kedua lutut dipegang oleh kedua tangan dan relax. Lakukan
     kegiatan-kegiatan sebagai berikut : buka mulut secukupnya tarik nafas dalam semaksimal
     mungkin, kemudian mulut ditutup lalu mengejan seperti buang air besar. Gerakannya ke
     bawah badan dan ke depan. Setelah tidak dapat menahan karena lelah, kembali ke posisi
     awal, ulangi latihan ini sebanyak 3-4 kali dengan interval 2 menit.




     3. ISTIRAHAT DAN TIDUR


        Wanita hamil harus mengurangi semua kegiatan yang melelahkan, tapi tidak boleh
digunakan sebagai alasan untuk menghindari pekerjaan yang tidak disukainya. Wanita hamil
juga harus menghindari posisi duduk, berdiri dalam waktu yang sangat lama. Ibu hamil harus
mempertimbangkan pola istirahat dan tidur yang mendukung kesehatan sendiri, maupun
kesehatan bayinya. Kebiasaan tidur larut malam dan kegiatan-kegiatan malam hari harus
dipertimbangkan dan kalau mungkin dikurangi hingga seminimal mungkin. Tidur malam ±
sekitar 8 jam/ istirahat/ tidur siang ± 1 jam
        Wanita hamil dianjurkan untuk merencanakan istirahat yang teratur khususnya seiring
kemajuan kehamilannya. Jadwal istirahat dan tidur perlu di perhatikan dengan baik, karena
istirahat yang teratur dapat meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani untuk kepentingan
perkembangan dan pertumbuhan janin. Tidur pada malam hari selama kurang lebih delapan
jam dan istirahat dalam keadaan rileks pada siang hari selama satu jam. Ibu hamil harus
menghindari posisi duduk dan berdiri dalam menggunakan kedua ibu jari, dilakukan dua kali
sehari selama dua menit.


Posisi Tidur Ibu Hamil
   Menghabiskan waktu tentu menguras energi, semua aktifitas pasti membakar kalori dan
menjadikan tubuh lemas. Maka, satu-satunya hal yang dapat dilakukan untuk memulihkan
tenaga adalah istirahat.Pada kehamilan trimester awal wanita hamil dapat tidur dan
beristirahat dengan berbagai posisi, yang terpenting adalah dapat memberikan rasa nyaman.
Posisi tidur yang nyaman akan sulit didapat oleh wanita hamil yang usia kehamilannya pada
trimester ketiga dimana uterus mulai membesar sehingga sulit dalam menentukan posisi tidur.
Beberapa posisi tidur ibu hamil:
a. Posisi Tengkurap, Menurut Rahmi (2008) dan Dewi (2008) Di awal kehamilan posisi ini
cukup aman, namun paska kehamilan trimester pertama, saat payudara mulai membesar dan
lebih sensitif, posisi ini tidak lagi disarankan. Begitu juga di minggu ke 14 saat perut mulai
membesar, posisi ini tidak lagi nyaman sehingga harus menyokong paha dengan bantal. Dari
hasil survei, di kehamilan 16 minggu, hanya 1 persen ibu hamil yang tidur dengan posisi ini
dan 0 persen pada usia kehamilan di atas 16 minggu.
b. Posisi Telentang. Dianjurkan setelah kehamilan 16 minggu wanita hamil untuk tidak tidur
telentang, karena dengan tidur posisi telentang meletakan seluruh berat rahim ke bagian
belakang, usus, dan vena cava inferior. Tidur dengan posisi telentang juga dapat
meningkatkan resiko sakit pinggang, wasir, gangguan pencernaan, menganggu pernafasan
dan sirkulasi. Posisi tidur telentang pada trimester ke dua dan tiga juga dapat mempengaruhi
tekanan darah. Seperti turunnya tekanan darah yang menimbulkan sakit kepala. Sedangkan
wanita yang memiliki tekanan darah tinggi, posisi ini sama sekali tidak dianjurkan (Suririnah,
2004) dan (Dewi, 2008).
c. Posisi Miring Ke Kiri. Menurut Bobak (2004), Musbikin (2005), dan Dewi (2008) Wanita
hamil sangat dianjurkan untuk tidur dengan posisi miring kekiri, terutama dikehamilan 16
minggu, karena janin akan mendapatkan aliran darah dan nutrisi yang lebih maksimal. Posisi
ini juga membantu ginjal membuang sisa produk dan cairan dari tubuh, sehingga mengurangi
pembengkakkan di kaki, pergelangan kaki dan tangan.
d. Posisi Miring Ke Kanan. Posisi ini juga aman bagi wanita hamil, sehingga dapat berganti
posisi dari miring ke kiri atau kekanan, tergantung kenyamanannya (Dewi, 2008). Jika posisi
punggung bayi kebetulan berada di sebelah kanan, pada saat tidur miring kekiri maka janin
akan "memberontak" terus-menerus. Hal ini karena posisi janin seolah-olah jatuh
tertelungkup, untuk mengatasinya dianjurkan untuk tidur miring kekanan (Musbikin, 2005)
         Di kehamilan usia lanjut, saat perut telah begitu besar, akan merasakan kondisi
kurang nyaman, seperti kram, sering buang air kecil, kontraksi palsu, tendangan bayi, dan
peningkatan asam lambung yang membuat anda kerap terbangun dan mengubah posisi tidur
beberapa kali. Belum ada penelitian lebih lanjut tentang posisi tidur yang aman untuk wanita
hamil, tapi para pakar menganjurkan bahwa setelah kehamilan 16 minggu, sebaiknya wanita
hamil tidur dengan posisi miring ke sisi kiri. Posisi tidur miring kekiri dianjurkan selama
kehamilan karena posisi tidur miring ke sisi kiri dapat membantu mengoptimalkan aliran
darah oksigen dan nutrisi ke fetoplasenta dengan mengurangi tekanan pada vena kava
asenden (hipotensi supine) (Bobak, 2004). Menurut Rahmi (2008) Posisi miring kekiri juga
membantu ginjal membuang sisa produk dan cairan dari tubuh, sehingga mengurangi
pembengkakkan di kaki, pergelangan kaki dan tangan.



       4. TANDA-TANDA BAHAYA

Pengertian
Tanda-tanda bahaya kehamilan adalah gejala yang menunjukkan bahwa ibu dan bayi dalam
keadaan bahaya.


Macam-macam Tanda Bahaya Kehamilan
1. Sakit kepala yang hebat
2. Masalah penglihatan
3. Bengkak pada muka dan tangan
4. Nyeri abdomen yanga hebat
5. Gerakan janin berkurang
6. Perdarahan pervaginam


Pengertian dari 6 tanda bahaya


1. Sakit kepala yang hebat
Sakit kepala yang menetap dan tidak hilang dengan istirahat.
2. Masalah penglihatan
Perubahan visual yang mengidentifikasi keadaan yang mengancam jiwa adalah perubahan
visual mendadak.
3. Bengkak pada muka dan tangan
Masalah serius jika pada muncul pada wajah dan tangan, tidak hilang setelah istirahat, dan
disertai dengan keluhan fisik yang lain.
4. Nyeri abdomen yang hebat
Masalah yang mengancam keselamatan jiwa adalah yang hebat,menetap dan tidak hilang
setelah istirahat.

5.Gerakan janin berkurang
Gerakan janin sudah dirasakan oleh ibu pada kehamilan 10 minggu.Bayi harus bergerak
paling sedikit 3 kali dalam periode 3 jam.gerakan bayi akan lebih mudah terasa jika ibu
berbaring atau beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik.


6. Perdarahan pervaginam
Perdarahan dari vagina dalam kehamilan adalah jarang yang normal. Pada masa awal sekali
kehamilan, ibu mungkin akan mengalami perdarahan yang sedikit atau spooting disekitar
waktu pertama terlambat haid. Perdarahan ini adalah perdarahan implantasi, dan ini nirmal
terjadi. Pada waktu yang lain kehamilan, perdarahan ringan mungkin pertanda dari serviks
yang rapuh (erosi). Perdarahan yang tidak normal adalah merah, banyak, dan kadang-kadang,
tetapi tidak selalu disertai nyeri.


Gejala 6 tanda bahaya
1. Sakit kepala yang hebat
Ibu akan menemukan bahwa penglihatannya menjadi kabur atau berbayang.




2. Masalah penglihatan
Perubahan visual misalnya pandangan kabur atau berbayang dan ibu akan sakit kepala yang
hebat dan mungkin merupakan suatu tanda pre eklamsia.
3. Bengkak pada muka dan tangan
Merupakan pertanda anemia, gagal jantung, atau pre eklamsia.
4. Bengkak pada muka dan tangan
Anemia, gagal jantung, atau pre eklamsia.
5. Gerakan janin berkurang
Ibu merasa tidak ada gerakan janin dan detak jantung janin tidak ada.
6. Perdarahan pervaginam dan keluar cairan pervaginam
Merah, banyak, dan kadang-kadang, tetapi tidak selalu, disertai dengan rasa nyeri (Buku
Panduan Maternal Neonatal, 2002).




   5. PENGGUNAAN OBAT PADA IBU HAMIL

Mengapa ibu hamil tidak boleh menggunakan obat sembarangan seperti yang dijual bebas di
warung? Mengapa setiap obat yang akan digunakan oleh ibu hamil haus dikonsultasikan
terlebih dahulu ke dokter ataupun apoteker? Semua hal ini tentu ada maksudnya, intinya
adalah untuk melindungi sang janin dan ibu hamil itu sendiri dari keadaan yang tidak
diinginkan.

FDA sudah menggolongkan obat ke dalam beberapa kategori atas keamanannya terhadap ibu
hamil.

Kategori A : Pada penelitian tidak menunjukkan risiko pada wanita hamil trimester pertama
sampai trimester berikutnya. Kategori ini tidak menunjukkan keberbahayaan terhadap janin,
sehingga aman digunakan. Obat golongan ini umumnya vitamin.

Kategori B : Pada penelitian tidak menunjukkan risiko pada bayi, namun belum ada
penelitian mengenai efek samping obat tersebut pada ibu hamil. Obat ini masih tergolong
aman untuk digunakan oleh ibu hamil. Contoh obat ini antara lain: cefixime, famotidine, dan
lain-lain.
Kategori C : Belum ada penelitian yang cukup pada manusia atau hewan. Namun, telah
dijumpai efek merugikan pada binatang dan belum ada data yang menunjukkan hal ini pada
manusia.

Kategori D : Telah ada bukti mengenai risiko merugikan pada janin, namun keuntungan
penggunaan obat ini lebih besar dibandingkan risikonya. Contoh, phenytoin.

Kategori X : Risiko penggunaan obat kategori ini lebih besar dibandingkan manfaatnya.

Oleh karena obat memiliki beberapa kategori, maka ibu hamil tidak dapat minum obat
sembarangan. Jika sakit datang, sebisa mungkin hindari penggunaan obat. Jika memerlukan
pengobatan, pastikan periksakan diri ke dokter atau konsultasikan obat dengan apoteker.
Prinsipnya adalah obat boleh digunakan untuk ibu hamil jika manfaatnya lebih besar daripada
risikonya.

   6. IMUNISASI IBU HAMIL

Tetanus Toxoid ( TT )

Sebenarnya dimaksudkan untuk mencegah timbulnya tetanus pada luka yang dapat terjadi
pada vagina mempelai wanita yang diakibatkan hubungan seksual pertama. Suntikan TT
biasanya juga diperlukan dan dianjurkan oleh para medis bagi para ibu hamil di usia
kehamilan 5-6 bulan untuk mencegah terjadinya tetanus pada luka ibu ataupun bayi saat
proses kelahiran. Sedangkan kekhawatiran adanya manipulasi serum TT pada suntikan yang
diganti dengan serum kontrasepsi oleh para medis sebaiknya dihilangkan dan jika terbukti
adanya pengalaman sebelumnya atau indikasi kuat mal praktik yang disengaja tersebut,
maka dapat dilaporkan para pihak terkait dan yang berwenang, dan hal itu di samping
melanggar kode etik kedokteran, juga merupakan suatu tindak pidana.

Imunisasi Toksoid Tetanus (TT)

Imunisasi Toksoid Tetanus adalah suatu imunisasi aktif yang diberikan kepada ibu-ibu hamil,
sebagai perlindungan terhadap bayi baru lahir dari penyakit Tetanus Neonatoris. Vaksin
Toksoid Tetanus (toksin kuman tetanus yang telah dilemahkan dan kemudian dimurnikan)
tersebut akan membuat zat antibodi, untuk melawan penaykit tetanus. Antibodi dari tubuh
sang ibu akan diterima juga pada tubuh bayi yang dikandungnya. Imunisasi Toksoid Tetanus
diberikan kepada ibu hamil pada kehamilan bulan ke-7, diulang pada bulan ke-8 dan diulang
lagi pada waktu menjelang kelahiran bayi. Memang harus di ulang seperti itu, karena tubuh
akan memperoleh antibodi yang maksimal
    7. PERSIAPAN PEMBERIAN ASI

       Pengertian Menyusui dan ASI

Menyusui adalah proses pemberian susu kepada bayi atau anak kecil dengan air susu ibu
(ASI) dari payudara ibu. .Bukti eksperimental menyimpulkan bahwa air susu ibu adalah gizi
terbaik untuk bayi. Pemerintah dan organisasi internasional sepakat untuk mempromosikan
menyusui sebagai metode terbaik untuk pemberian gizi bayi setidaknya tahun pertama dan
bahkan lebih lama lagi, antara lain WHO, American Academy of Pediatrics, dan Departemen
Kesehatan.

ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja sejak bayi di lahirkan sampai usia 6 bulan.Air susu
ibu (ASI) sangat baik untuk kesehatan bayi, apalagi ASI juga mengandung antibiotik yang
bisa melindungi si kecil dari berbagai penyakit selama antibodinya berkembang. Itulan
mengapa pemberian ASI disarankan pada 6 bulan awal masa kelahiran (ASI eksklusif) tanpa
pemberian makanan apapun.


   Keunggulan dan manfaat menyusui

       Keunggulan dan manfaat menyusui dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu: aspek
gizi, aspek imunologik, aspek psikologi, aspek kecerdasan, neurologis, ekonomis dan aspek
penundaan kehamilan.


       1.Aspek Gizi.


       Manfaat Kolostrum :

    a. Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk melindungi bayi dari
       berbagai penyakit infeksi terutama diare.
    b. Jumlah kolostrum yang diproduksi bervariasi tergantung dari hisapan bayi pada hari-
       hari pertama kelahiran. Walaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi kebutuhan
       gizi bayi. Oleh karena itu kolostrum harus diberikan pada bayi.
    c. Kolostrum mengandung protein,vitamin A yang tinggi dan mengandung karbohidrat
       dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari
       pertama kelahiran.
d. Membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna
     hitam kehijauan.
e. Komposisi ASI :

f. ASI mudah dicerna, karena selain mengandung zat gizi yang sesuai, juga
     mengandung enzim-enzim untuk mencernakan zat-zat gizi yang terdapat dalam ASI
     tersebut.
g. ASI mengandung zat-zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan
     perkembangan kecerdasan bayi/anak.
h. Selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara Whei dan
     Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio Whei dengan Casein merupakan salah satu
     keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi. ASI mengandung whey lebih banyak
     yaitu 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap. Sedangkan
     pada susu sapi mempunyai perbandingan Whey :Casein adalah 20 : 80, sehingga
     tidak mudah diserap.
i.   Komposisi Taurin, DHA dan AA pada ASI :
j.   Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi
     sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak.
     Percobaan pada binatang menunjukkan bahwa defisiensi taurin akan berakibat
     terjadinya gangguan pada retina mata.
k. Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA) adalah asam lemak tak jenuh
     rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan
     sel-sel otak yang optimal. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat mencukupi untuk
     menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Disamping itu DHA dan AA dalam
     tubuh dapat dibentuk/disintesa dari substansi pembentuknya (precursor) yaitu
     masing-masing dari Omega 3 (asam linolenat) dan Omega 6 (asam linoleat).


     2.Aspek Imunologik

     a.   ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi.
     b.   Immunoglobulin A (Ig.A) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi.
          Sekretori Ig.A tidak diserap tetapi dapat melumpuhkan bakteri patogen E. coli
          dan berbagai virus pada saluran pencernaan.
     c.   Laktoferin yaitu sejenis protein yang merupakan komponen zat kekebalan yang
          mengikat zat besi di saluran pencernaan.
     d.   Lysosim, enzym yang melindungi bayi terhadap bakteri (E. coli dan salmonella)
          dan virus. Jumlah lysosim dalam ASI 300 kali lebih banyak daripada susu sapi.
     e.   Sel darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama lebih dari 4000 sel per mil.
          Terdiri dari 3 macam yaitu: Brochus-Asociated Lympocyte Tissue (BALT) antibodi
          pernafasan, Gut Asociated Lympocyte Tissue (GALT) antibodi saluran pernafasan,
          dan Mammary Asociated Lympocyte Tissue (MALT) antibodi jaringan payudara
          ibu.
     f.   Faktor bifidus, sejenis karbohidrat yang mengandung nitrogen, menunjang
          pertumbuhan bakteri lactobacillus bifidus. Bakteri ini menjaga keasaman flora
          usus bayi dan berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang
          merugikan.


3.Aspek Psikologis

     a. Rasa percaya diri ibu untuk menyusui : bahwa ibu mampu menyusui dengan
          produksi ASI yang mencukupi untuk bayi. Menyusui dipengaruhi oleh emosi ibu
          dan kasih saying terhadap bayi akan meningkatkan produksi hormon terutama
          oksitosin yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI.
     b. Interaksi Ibu dan Bayi: Pertumbuhan dan perkembangan psikologik bayi
          tergantung pada kesatuan ibu-bayi tersebut.
     c. Pengaruh kontak langsung ibu-bayi : ikatan kasih sayang ibu-bayi terjadi karena
          berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit (skin to skin contact). Bayi akan
          merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan
          mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi masih dalam rahim.


4.Aspek Kecerdasan

a.   Interaksi ibu-bayi dan kandungan nilai gizi ASI sangat dibutuhkan untuk
     perkembangan system syaraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi.
b.   Penelitian menunjukkan bahwa IQ pada bayi yang diberi ASI memiliki IQ point 4.3
     point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8.3
      point lebih tinggi pada usia 8.5 tahun, dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi
      ASI.


   5.Aspek Neurologis


   Dengan menghisap payudara, koordinasi syaraf menelan, menghisap dan bernafas yang
   terjadi pada bayi baru lahir dapat lebih sempurna.


   6.Aspek Ekonomis

   Dengan menyusui secara eksklusif, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk makanan
   bayi sampai bayi berumur 4 bulan. Dengan demikian akan menghemat pengeluaran
   rumah tangga untuk membeli susu formula dan peralatannya.


   7.Aspek Penundaan Kehamilan


   Dengan menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga dapat
   digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah yang secara umum dikenal sebagai Metode
   Amenorea Laktasi (MAL).

Berbagai masalah dalam proses menyusui

1.Payudara bengkak

      Payudara bengkak biasanya terjadi 2 atau 3 hari pasca persalinan.Benakaa pada
      payudara ini di sebabkan oleh penggumpalan air susu dalam kelenjar susu di
      payudara yang lama kelamaan dapat menyebabkan tersumbatnya kelenjar susu
      sehingga pengeluaran volume ASI berkurang.Desaka ASI yang tak lancer
      menimbulkan rasa nyeri pada payudara ibu


      Penggumpalan air susu bias terjadi karena bayi enggan menyusui pada I bu nya
      kemungkinan karna derasnya aliran air susu yang keluar sehingga bayi tak nyaman
      saat menyusui.Produksi Air susu yang melimpah tanpa di susukan atau di pompa
      lambat laun akan menyebabkan penggumpalan yang pada akhirnya menyumbat
      kelenjar susu
       Jika ibu mengalami bengkak pada panyudara,atasilah dengan memijat daerah
       payudara yang sakit sehari 2 kali kearah puting susu.Gunakan baby oil atau minyak
       kelapa murni untuk melemaskan dan membuat daerah sekitar payudara tidak kaku.


2.Payudara meradang

           Gangguan ini bias di sebut sebagai mastitis.radang ini akan terjadi karena ibu
           tidak menyusui atau puting payudara nya lecet karena mernyusui.kondisi ini bias
           terjadi pada 1 atau kedua payudara sekaligus.umumnya radang terjadi 2-6
           minggu pasca persalinan akibat adanya infeksi bakteri serta pemakaian BH yang
           terlalu ketat.
           Untuk mencegah mastitis,ibu harus menyusui bayi segera dab sesering
           mungkin,bila payudara terasa penuh,segera keluarkan dengan cara menyusui
           langsung pada bayi
           Pengobatan yang tepat adalah dengan pemberian anti biotic yang baik dan aman
           untuk ibu menyusui.


3.Puting datar atau tenggelam


       Kalainan ini terjadi karna pelekatan mengakibatkan saluran lebih pendek dan
       menarik puting susu kedalam.tarik puting susu keluar dengan jari tangan,tahan
       selama beberapa waktu.lakukan ini selama 2 hari sekali.


4.Puting lecet


   Puting lecet ini tidak tepatnya posisi mulut bayi saat menyusui.umumnya terjadi pada
   hari pertama menyusui.bila tidak terlalu nyeri ,teruskan menyusui si kecil agar nyeri
   berkurang oleskan sedikit ASI pada puting susu dan sekitarnya atau kompres payudara
   dengan Air hangat sebelum menyusui.


5.Gangguan volume ASI

Menyusui melibatkan proses menghasilkan dan mengeluarkan ASI. Biarkan pemberian ASI
lancar, kedua proses itu harus berjalan dengan seimbang. Jika tidak terjadi keseimbangan
maka proses menyusuipun tidak akan berjalan lancar.
6.Bingung puting


   Adalah masalah menyusui yang timbul karena bayi yang masih terlalu kecil mengalami
   kebingungan antara meghisap puting dengan botol susu. Solusinya ibu harus memulai
   membiasakan bayi diberi ASI perah dengan sendok, bukan botol susu. Berikan dengan
   cara menyuapinya dengan sendok agar bayi tidak binggung puting.


Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui

   1. Sarana pelayanan kesehatan mempunyai kebijakan tentang penerapan 10 langkah
       menuju keberhasilan menyusui dan melarang promosi PASI
   2. Sarana pelayanan kesehatan melakukan pelatihan untuk staf sendiri atau lainnya
   3. Menyiapkan ibu hamil untuk mengetahui manfaat ASI dan langkah keberhasilan
       menyusui. Memberikan konseling apabila ibu penderita infeksi HIV positif
   4. Melakukan kontak dan menyusui dini bayi baru lahir (1/2 - 1 jam setelah lahir)
   5. Membantu ibu melakukan teknik menyusui yang benar (posisi peletakan tubuh bayi
       dan pelekatan mulut bayi pada payudara)
   6. Hanya memberikan ASI saja tanpa minuman pralaktal sejak bayi lahir
   7. Melaksanakan rawat gabung ibu dan bayi
   8. Melaksanakan pemberian ASI sesering dan semau bayi
   9. Tidak memberikan dot/ kempeng
   10. Menindak lanjuti ibu-bayi setelah pulang dari sarana pelayanan kesehatan


       8. PAKAIAN IBU HAMIL

       Pakaian yang dikenakan ibu hamil harus nyaman, mudah menyerap keringat, mudah
dicuci, tanpa sabuk / pita yang menekan dibagian perut / pergelangan tangan, pakaian juga
tidak baik terlalu ketat dileher, stoking tungkai yang sering digunakan oleh sebagian wanita
tidak dianjurkan karena dapat menghambat sirkulasi darah. Pakaian wanita hamil harus
ringan dan menarik karena wanita hamil tubuhnya akan tambah menjadi besar. Sepatu harus
terasa pas, enak dan aman, sepatu bertumit tinggi dan berujung lancip tidak baik bagi kaki,
khususnya pada saat kehamilan ketika stabilitas tubuh terganggu dan cedera kaki yang sering
terjadi. Kaos kaki ketat tidak boleh digunakan.


       BH
Desain BH harus disesuaikan agar dapat menyangga payudara dan nyeri punggung yang
tambah menjadi besar pada kehamilan dan memudahkan ibu ketika akan menyusui.
       Korset
Korset yang khusus untuk ibu hamil dapat membantu menekan perut bawah yang melorot
dan mengurangi nyeri punggung. Korset ibu hamil didesain untuk meyangga bagian perut
diatas sympisis pubis di sebelah depan dan masing-masing di sisi bagian tengah pinggang
disebelah belakang.




       9. SEKSUAL

       Masalah hubungan seksual merupakan kebutuhan biologis yang tidak dapat ditawar,
tetapi perlu diperhitungkan bagi mereka yang hamil, kehamilan bukan merupakan halangan
untuk melakukan hubungan seksual. Pada hamil muda hubungan seksual sedapat mungkin
dihindari, bila terdapat keguguran berulang atau mengancam kehamilan dengan tanda infeksi,
pendarahan, mengeluarkan air. Pada kehamilan tua sekitar 14 hari menjelang persalinan perlu
dihindari hubungan seksual karena dapat membahayakan.
   1. Secara fisik aman, begitu darah merah berhenti dan ibu dapat memasukkan satu atau
       dua jari
   2. Tradisi yang menunda hubungan suami istri sampai waktu tertentu. Hal ini tergantung
       pasangan
   3. Begitu darah merah berhenti, boleh melakukan hubungan suami istri
   4. Untuk kesehatan sebaiknya ibu mengikuti program KB
   5. Pada saat permulaan hubungan seksual perhatikan jumlah waktu, penggunaan
       kontrasepsi (jika menggunakan), dispareuni, kenikmatan dan kepuasan wanita dan
       pasangan serta masih dalam hubungan seksual.




   10. KEBERSIHAN DIRI DAN LINGKUNGAN
   Personal hygiene adalah kebersihan yang dilakukan untuk diri sendiri.Kebersihan badan
mengurangkan kemungkinan infeksi, karena badan yang kotor banyak mengandung kuman-
kuman.
a. Cara merawat gigi
Perawatan gigi perlu dalam kehamilan karena hanya gigi yang baik
menjamin pencernaan yang sempurna. Caranya antara lain :
            o Tambal gigi yang berlubang
            o Mengobati gigi yang terinfeksi
            o Untuk mencegah caries
                      Menyikat gigi dengan teratur
                      Membilas mulut dengan air setelah makan atau minum apa saja
                      Gunakan pencuci mulut yang bersifat alkali atau basa


b. Manfaat mandi
             Merangsang sirkulasi
             Menyegarkan
             Menghilangkan kotoran yang harus diperhatikan
c. Perawatan rambut
Rambut harus bersih, keramas satu minggu 2-3 kali
d. Payudara
Pemeliharaan payudara juga penting, puting susu harus dibersihkan kalau terbasahi oleh
colustrum. Kalau dibiarkan dapat terjadi eczema pada puting susu dan sekitarnya. Puting susu
yang masuk diusahakan supaya keluar dengan pemijatan keluar setiap kali mandi.




e. Perawatan vagina / vulva
         Wanita yang hamil jangan melakukan irrigasi vagina kecuali dengan nasihat dokter
karena irrigasi dalam kehamilan dapat menimbulkan emboli udara. Hal – hal yang harus
diperhatikan adalah
             Celana dalam harus kering
             Jangan gunakan obat / menyemprot ke dalam vagina
             Sesudah bab / bak dilap dengan lap khusus
f. Perawatan kuku
       Kuku bersih dan pendek




       11. KONTRASEPSI PASCA MELAHIRKAN

       Kematian maternal atau ibu di Indonesia masih tinggi bila dibandingkan Negara –
negara tetangga kita dalam lingkup Asean. Hasil Survey demokrafi kesehatan 2003, angka
kematian ibu dalam usia reproduksi 370 setiap seratus ribu kelahiran. 228 per seratus ribu (
SKDI,2009). Bila dilihat dari factor penyebab kematian maternal tersebut, 70 persen masih
bisa diselamatkan. Salah satu cara adalah dengan cara pengaturan kehamilan melalui
penggunaan kontrasepsi.Pengalaman di lapangan masih banyak ibu muda baik yang
mempunyai anak, belum paham masalah apa yang harus dilakukan pasca melahirkan. Mereka
sangat kurang mendapat informasi tentang kontrasepsi. Umumnya mereka baru serius ingin
menggunakan kontrasepsi kalau secara tiba-tiba mengetahui telah hamil. Mereka menjadi
trauma dikarenakan bayi terkecil masih empat bulan usianya. Sangat sering kasus ini
menggiringnya membuat dosa dengan upaya menggugurkan, dengan alasan tidak siap
menerima kehamilan tersebut karena di luar perencanaan (unwanted pregnancy) .Menjadi
masalah besar adalah, andaikan mereka melakukan aborsi dengan aborsi tidak aman yang
penuh risiko komplikasi berupa infeksi dan perdarahan, sehingga bisa mnegancam jiwa ibu
tersebut.

       Peningkatan kualitas konseling masalah kontrasepsi oleh setiap tenaga kesehatan
khususnya bidan dan para dokter harus ditingkatkan. Sehingga para bumil (ibu hamil) telah
dibekali pengetahuan tentang kontrasepsi yang digunakan atau dipilih kelak setelah
melahirkan anak. Sebaiknya konseling ini dilakukan saat ibu hamil memeriksa kehamilan
rutin. Berikut adalah beberapa pilihan kontrasepsi yang bisa menjadi pilihan bagi ibu pasca
melahirkan.

Pilihan Kontrasepsi.

       Secara umum, ada beberapa jenis alat kontrasepsi yang dapat digunakan atau dipilih
seorang ibu pasca melahirkan, antara lain jenis kontrasepsi hormonal seperti suntikan KB
satu bulan, tiga bulan, KB susuk (inplant) 3 tahun , lima tahun, dan pil KB. Selain itu, pilihan
lain berupa kontrasepsi mekanik, seperti alat kontrasepsi dalam rahim (IUD/AKDR) yang
dulu sangat popular dengan bentuk spiral, diaprahma (selungkup pelindung), dan kondom.
Alat Kontrasepsi Hormonal,

       Kontrasepsi hormonal umumnya berisi hormon jenis progesterone atau kombinasi
dengan hormone estrogen. Hormon progesterone mulai digunakan untuk pengobatan tahun
1950 yakni untuk mengobati penyakit endometriosis,kanker endometrium dan ketidak
teraturan keluarnya darah haid. Hormon progesterone mulai digunakan sebagai alat
kontrasepsi sejak tahun 1960.Pemakaian hormone progesterone untuk waktu lama akan
berdampak terhadap ovulasi (keluarnya sel telur dari ovarium),sehingga membuat masa
ovulasi seorang perempuan akan memanjang. Kontrasepsi hormonal yang mengandung
progesterone membuat lendir serviks menjadi kental, sehingga menghalangi masuknya
sperma ke mulut rahim.Salah satu kelemahan kontrasepsi hormonal yang mengandung
progesterone adalah tidak datangnya haid, sehingga pemakai kontrasepsi cemas takut kalau
dia menjadi hamil, Beberapa contoh keluhan seperti di atas, sering terjadi pada ibu-ibu
pemakai kontrasepsi dan hal ini terjadi akibat aseptor tidak mendapat konseling oleh pemberi
pelayanan saat akan memakai kontrasepsi tersebut. Selayaknya, seorang ibu calon pemakai
kontrasepsi, bebas memilih satu dari beberapa jenis kontrasepsi yang pantas dipakai seorang
ibu pasca melahirkan. Tentunya, setelah mendapat penjelasan yang baik dan komprehensif
tentang kontrasepsi, termasuk untung ruginya. Bila Konseling atau penjelasan rinci ini
dipergunakan dengan baik oleh pemberi pelayanan, kemungkinan angka dropout pemakai
alat kontrasepsi bisa dikurangi.




Keuntungan kontrasepsi suntikan

       Selain efektifitas yang tinggi dengan kegagalan 0,1 persen, setiap 100 orang
perempuan setiap tahun, kontrasepsi suntikan tidak mempengaruhi hubungan suami istri
seseorang , dapat dilaksanakan oleh paramedis, tidak mempengaruhi pemberian ASI, kecuali
jenis yang mengandung estrogen, dan mempunyai masa kerja yang cepat yakni dalam 24 jam
setelah suntikan . Akan tetapi, beberapa kelemahan kontrasepsi hormonal progesterone ini
adalah, lambatnya kembali kesuburan. Ada penelitian yang melaporkan dibutuhkan waktu
setahun untuk kembali masa subur sesorang, berat badan yang semakin bertambah, dan haid
yang tidak teratur.
Alat Kontrasepsi mekanik

       Salah satu yang akan penulis uraikan di sini adalah jenis AKDR atau IUD.
Penggunaan alat kontrasepsi jenis ini sekarang cenderung meningkat oleh karena
efektifitasnya jauh lebih tinggi dan mudah untuk pemasangannya. Angka kegagalan rendah
yaitu terjadi kehamilan kurang dari satu setelah pemakaian setahun. Kontrol AKDR cukup
dengan menggunakan USG, sejauh ibu tersebut tak ada keluhan lain, seperti keputihan dan
perdarahan periksa ulang dapat dilakukan sekali setiap 3 atau 6 bulan. Kerja alat AKDR ini
melalui zat tembaga atau progesterone yang menghalangi fertilisasi dengan mencegah
bertemunya sel telur (ovum) dengan Sel sperma , selain itu alat kontrasepsi juga melemahkan
sel sperma.Keuntungan kontrasepsi AKDR selain cukup efektif, juga karena masa proteksi
pemakai yang relative lama yakni 8 sampai 10 tahun. Di samping mudah dipasang, murah
dan tidak mempengaruhi ASI. Kerugian alat kontrasepsi ini adalah dapat meningkatkan risiko
penyakit radang panggul dan inilah yang sering dihubungkan adanya korelasi pemakai IUD
dengan kehamilan di luar kandungan. Sebenarnya ketakutan risiko ini bisa dicegah dengan
melakukan persiapan pemasangan yang baik dengan pencegahan infeksi yang baik.Keluhan
lain yang sering dikeluhkan ibu-ibu pemakai adalah banyaknya darah haid yang keluar.dan
memanjang dari biasanya. Keluhan ini hanya terjadi dalam kurun waktu 3 bulan pertama, dan
semakin berkurang setelah terjadi adaptasi.

       Seorang ibu pasca melahirkan dapat memilih dengan bebas kontrasepsi yang akan
dipakai. Tentunya yang sesuai dengan kondisi fisik seseorang, misal kalau ingin haid teratur
setiap bulan, maka sebaiknya jangan memilih jenis hormone progesterone seperti
depoprovera, dan kalau seorang ibu dengan riwayat radang panggul sebaiknya hindari
memakai alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), kecuali infeksi telah diterapi/sembuh. Bila
pemakaian kontrasepsi ini telah menjadi suatu kebutuhan masyarakat yang masih aktif
berproduksi, maka usaha untuk mengatur jarak kehamilan telah berperan, berarti upaya
mencegah salah satu factor penyebab kematian ibu . Terlalu seringnya seorang ibu hamil
membuat capeknya otot rahim sehingga otot rahim malas untuk kontraksi, pasca melahirkan,
menyebabkan terjadi perdarahan.

Perdarahan pasca salin inilah yang dapat dicegah andai ibu usia reproduksi active dapat
mencegah terlalu sering hamil. Peran pemberi pelayanan, begitu juga terhadap tersedianya
alat kontrasepsi dan sarana tempat yang penuh privasi bagi pemakai sangat menentukan
keberhasilan pelayanan kontrasepsi. Mari kita cegah komplikasi kehamilan dari diri kita ,
keluarga , kelompok masyarakat kita dengan saling mengingatkan dengan mengatur jarak
kehamilan melalui penggunaan kontrasepsi. yang benar.




       12. PEKERJAAN

       Ibu hamil harus mengetahui bagaimana caranya memperlakukan diri dengan baik dan
kiat berdiri duduk dan mengangkat tanpa menjadi tegang. Body mekanik (sikap tubuh yang
baik) diinstruksikan kepada wanita hamil karena diperlukan untuk membentuk aktivitas
sehari-hari yang aman dan nyaman selama kehamilan. Karena sikap tubuh seorang wanita
yang kurang baik dapat mengakibatkan sakit pinggang.




                                 DAFTAR PUSTAKA

Saifudin, Abdul Bari Dkk, 2000, Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan

Maternal dan Neonatal, Yayasan Bidan Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta

Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia.

Ibrahim, Christin S, 1993, Perawatan Keebidanan (Perawatan Nifas), Bharata Niaga Media
Jakarta

Pusdiknakes, 2003. Asuhan Kebidanan Post Partum. Jakarta: Pusdiknakes.

Saleha, 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika.

Suherni,     2008.     Perawatan       Masa       Nifas.    Yogyakarta:       Fitramaya.
smber : http://amazingbiges.blogspot.com/

Redaksi,tim.2009.Olahraga Bagi Ibu Hamil dan Menyusui. Yogyakarta : Banyu media
http://www.tanyadokteranda.com/artikel/2009/11/senam-hamil-untuk-persalinan-lancar
ibuprita.suatuhari.com/.../makalah-kebutuhan-istirahat-dan-tidur-pada-ibu-hamil/          -
Tembolok
www.adypadoe.com/pdf/mobilisasi-ibu-hamil.html
http://honey72.wordpress.com/2010/08/04/245/
Depkes RI. 1993. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dalam Konteks Keluarga. Pusdiknakes.
Jakarta.
Difiori,   Judi.   2004.     Pregnancy      Fitness.    Prestasi    Pustaka   Raya.Jakarta.
Depkes RI. 1993. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dalam Konteks Keluarga. Pusdiknakes.
Jakarta.
Difiori, Judi. 2004. Pregnancy Fitness. Prestasi Pustaka Raya.Jakarta.
//artikel-punya.blogspot.com/2011/02/kebutuhan-fsikologis-ibu-hamil.html

http://ayurai.wordpress.com/2009/04/05/konsep-tanda-tanda-bahaya-kehamilan/

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1913
posted:7/16/2011
language:Indonesian
pages:26