Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

Hewan Langka di sulawesi Utara

VIEWS: 2,309 PAGES: 6

									SD_Gmim_16_Pateten_SD_Gmim_
16_Pateten_SD_Gmim_16_Pateten
_SD_Gmim_16_Pateten_SD_Gmim
_16_Pateten_SD_Gmim_16_Patete
n_SD_Gmim_16_Pateten_SD_Gmi
m_16_Pateten_SD_Gmim_16_Patet
       Kliping Hewan Langka
en_SD_Gmim_16_Pateten_SD_Gmi
              Kelas VI
m_16_Pateten_SD_Gmim_16_Patet
                IPA
en_SD_Gmim_16_Pateten_SD_Gmi
           Grefan Delacruz
m_16_Pateten_SD_Gmim_16_Patet
en_SD_Gmim_16_Pateten_SD_Gmi
m_16_Pateten_SD_Gmim_16_Patet
en_SD_Gmim_16_Pateten_SD_Gmi
m_16_Pateten_SD_Gmim_16_Patet
en_SD_Gmim_16_Pateten_SD_Gmi
m_16_Pateten_SD_Gmim_16_Patet
en_SD_Gmim_16_Pateten_D_Gmi
m_16_Pateten_SD_Gmim_16_Patet
en_SD_Gmim_16_Pateten_SD_Gmi
                                   ANOA
                                   Anoa adalah hewan khas Sulawesi. Ada dua spesies anoa yaitu:
                                   1. Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi) dan
                                   2. Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis).
                                   Keduanya tinggal dalam hutan yang tidak dijamah manusia.
                                   Penampilan mereka mirip dengan rusa dan memiliki berat 150-300 kg.
                                   Anak anoa akan dilahirkan sekali setahun.
                                   Kedua spesies tersebut dapat ditemukan di Sulawesi, Indonesia. Sejak
                                   tahun 1960-an berada dalam status terancam punah. Diperkirakan saat
ini terdapat kurang dari 5000 ekor yang masih bertahan hidup. Anoa sering diburu untuk diambil kulitnya,
tanduknya dan dagingnya.
Anoa Pegunungan juga dikenal dengan nama Mountain Anoa, Anoa de Montana, Anoa de Quarle, Anoa
des Montagnes, dan Quarle's Anoa. Sedangkan Anoa Dataran Rendah juga dikenal dengan nama Lowland
Anoa, Anoa de Ilanura, atau Anoa des Plaines.




TARSIUS
Tarsius (diantaranya Tarsius tarsier dan Tarsius pumilus)
adalah binatang unik dan langka.
Primata kecil ini sering disebut sebagai monyet terkecil di dunia,
meskipun satwa ini bukan monyet.
Sedikitnya terdapat 9 jenis Tarsius yang ada di dunia.
2 jenis berada di Filipina sedangkan sisanya,
7 jenis terdapat di Sulawesi Indonesia.

Yang paling dikenal adalah dua jenis yang terdapat di Indonesia yaitu Tarsius tarsier (Binatang Hantu /
Kera Hantu) dan Tarsius pumilus (tarsius kerdil, krabuku kecil atau Pygmy tarsier). Kesemua jenis
tarsius termasuk binatang langka dan dilindungi di Indonesia.

Nama Tarsius diambil berdasarkan ciri fisik tubuh mereka yang istimewa, yaitu tulang tarsal yang
memanjang, yang membentuk pergelangan kaki mereka sehingga mereka dapat melompat sejauh 3 meter
(hampir 10 kaki) dari satu pohon ke pohon lainnya.

Tarsius juga memiliki ekor panjang yang tidak berbulu, kecuali pada bagian ujungnya. Setiap tangan dan
kaki hewan ini memiliki lima jari yang panjang. Jari-jari ini memiliki kuku, kecuali jari kedua dan ketiga
yang memiliki cakar.

Tarsius memang layak disebut sebagai primata mungil karena hanya memiliki panjang sekitar 10-15 cm
dengan berat sekitar 80 gram. Bahkan Tarsius pumilus atau Pygmy tersier yang merupakan jenis tarsius
terkecil hanya memiliki panjang tubuh antara 93-98 milimeter dan berat 57 gram. Panjang ekornya antara
197-205 milimeter.
Ciri-ciri fisik tarsius yang unik lainnya adalah ukuran matanya yang sangat besar. Ukuran mata tarsius
lebih besar ketimbang ukuran otaknya. Ukuran matanya yang besar ini sangat bermanfaat bagi makhluk
nokturnal (melakukan aktifitas pada malam hari) ini sehingga mampu melihat dengan tajam dalam
kegelapan malam.
Tarsius juga memiliki kepala yang unik karena mampu berputar hingga 180 derajat ke kanan dan ke kiri
seperti burung hantu. Telinga satwa langka ini pun mampu digerak-gerakkan untuk mendeteksi
keberadaan mangsa.
Sebagai makhluk nokturnal, tarsius hanya beraktifitas pada sore hingga malam hari sedangkan siang hari
lebih banyak dihabiskan untuk tidur. Oleh sebab itu Tarsius berburu pada malam hari. Mangsa mereka
yang paling utama adalah serangga seperti kecoa, jangkrik. Namun terkadang satwa yang dilindungi di
Indonesia ini juga memangsa reptil kecil, burung, dan kelelawar.
Habitatnya adalah di hutan-hutan Sulawesi Utara hingga Sulawesi Selatan, juga di pulau-pulau sekitar
Sulawesi seperti Suwu, Selayar, Siau, Sangihe dan Peleng. Di Taman Nasional Bantimurung dan Hutan
lindung Tangkoko di Bitung, Sulawesi Utara. Di sini wisatawan secara mudah dan teratur bisa menikmati
satwa unik di dunia itu. Tarsius juga dapat ditemukan di Filipina (Pulau Bohol). Di Taman Nasional
Bantimurung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Tarsius lebih dikenal oleh masyarakat setempat dengan
sebutan “balao cengke” atau “tikus jongkok” jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia.
Tarsius menghabiskan sebagian besar hidupnya di atas pohon. Hewan ini menandai pohon daerah teritori
mereka dengan urine. Tarsius berpindah tempat dengan cara melompat dari pohon ke pohon dengan
lompatan hingga sejauh 3 meter. Hewan ini bahkan tidur dan melahirkan dengan terus bergantung pada
batang pohon. Tarsius tidak dapat berjalan di atas tanah, mereka melompat ketika berada di tanah.
Populasi satwa langka tarsius, primata terkecil di dunia yang hidup di hutan-hutan Sulawesi diperkirakan
tersisa 1.800. Ini menurun drastis jika dibandingkan 10 tahun terakhir dimana jumlah satwa yang bernama
latin Tarsius spectrum ini, masih berkisar 3.500 ekor. Bahkan untuk Tarsius pumilus, diduga amat langka
karena jarang sekali diketemukan lagi.

                                     PENGUIN
                                     Penguin emperor, yang sangat pandai menyesuaikan diri guna
                                     berjuang hidup dalam kondisi Kutub Selatan, yang sangat berat,
                                     menghadapi masalah serupa.
                                     Berkurangnya lapisan es membuat keadaan jadi lebih berat untuk
                                     mereka kawin dan membesarkan anak, dan telah mengakibatkan
                                     kemerosotan tajam kelangsungan hidup "kril" hewan laut bertulang
                                     punggung yang mirip udang sumber pangan utama penguin
                                     emperor.



                               KUCING EMAS
                               Kucing Emas merupakan jenis yang misterius dan sangat sulit di jumpai
                               saat ini, sedikit sekali pengetahuan mengenai perilaku dan ekologi jenis
                               ini, termasuk populasi mereka di dalam kawasan. pola hidup satwa ini
                               belum diketahui secara jelas tidak seperti jenis kucing hutan lainnya.
                               Bulu berwarna mulai dari pirang coklat muda sampai hitam. Pada bagian
                               kepala dan bagian bawah ekornya terdapat garis putih yang dapat dilihat
                               dengan mudah. pada tahun 1996, melalui Photo Trapping, Untuk pertama
                               kalinya berhasil terpetret seekor kucing Emas yang berwarna hitam pekat.
                               Satwa ini dapt ditemukan mulai dari dataran rendah sampai ketinggian
                               2.000 m dari permukaan laut.
Hidupnya tidak sesoliter jenis kucing yang lain dan sering terlihat bergerak dalam kelompok, keluarga
atau berpasangan. Umumnya satwa ini bergerak di daratan meskipun mereka pandai memanjat dan aktif
disiang hari, meskipun mereka pemburu yang ulung di waktu malam. Lokasi yang diperkirakan
merupakan habitatnya adalah Tandai dan Gunung Seblat.
Kucing Emas biasa di sebut Golden cat atau Fire cat, hewan ini termasuk salah satu hewan yg ikut
dikampanyekan Cegah Satwa Punah oleh komunitas Adsense Surabaya. Kucing emas (Catopuma
temminicki) merupakan salah satu dari tujuh jenis kucing yang hidup di dalam kawasan Taman Nasional
Kerinci Seblat. Ciri utama dari Kucing Emas adalah hampir seluruh tubuhnya berwarna cokelat
Keemas-emasan (sesuai namanya) tetapi ada juga yg berwarna abu abu atau coklat tua. Ada juga yg
berwarna hitam dan jenis ini adalah jenis paling langka!
Kucing emas ini hidup tersebar dari daerah Tibet, Nepal, Cina, Burma, Thailand sampai Indocina,
Malaysia, dan Sumatera. Ciri2 lain dari kucing emas ini memiliki berat rata-rata untuk ukuran kucing
dewasa jenis tersebut sekitar 8-12 kg dengan panjang dari kepala sampai ekor mencapai 1,2 meter.

KADAL
                                          Upaya penyelundupan binatang langka memang tidak ada
                                          habisnya. Banyak cara yang dilakukan oleh para penyelundup
                                          untuk lolos dari penjagaan pihak berwenang. Salah satunya
                                          seperti yang ditemukan oleh petugas pengawas Bandara
                                          Gatwick, London, Inggris.

                                         Tiga ekor kadal langka yang tidak dijual bebas di Inggris,
                                         diselundupkan dalam sebuah kaset VHS. Kadal yang
                                         sepasangnya dihargai 1.000 Poundsterling atau sekitar Rp15
                                         juta di pasar gelap tersebut, dimasukan ke dalam kotak VHS
                                         yang biasa digunakan untuk merekam video.
                                         Penyelundupan reptil langka tersebut terungkap setelah
                                         pengawas bandara menemukan paket mencurigakan yang
berasal dari Guatemala dengan tujuan Republik Ceko.

                                         JALAK BALI
                                         Satwa yang ditemukan oleh pakar hewan berkebangsaan Inggris
                                         Walter Rothschildi pada tahun 1912 tersebut merupakan spesies
                                         yang hanya terdapat di Pulau Bali. Dalam perkembangannya,
                                         Jalak Bali disebut dengan Curik Bali. Saat ini, satwa yang
                                         dulunya hampir tersebar di seluruh Pulau Bali tersebut tinggal
                                         91 ekor. Dari jumlah tersebut, baru 80 ekor yang berada dalam
                                         pantauan petugas di Taman Nasional Bali Barat (TNBB).

                                          Kepala Balai TNBB Bambang Darmaja, Selasa (17/11), di
                                          Kartika Plaza Hotel Kuta mengatakan, sampai dengan saat ini,
                                          Jalak Bali hanya terdapat di TNBB sebanyak 91 ekor dan
selebihnya terdapat di Pulau Nusa Penida yang jumlahnya antara 30 sampai 40 ekor. "Padahal sejak 1900,
Jalak Bali sudah tersebar hampir di seluruh Pulau Bali dan merupakan spesies langka karena tidak ada di
tempat lain di seluruh dunia,".


                                  SIPUT MATA BULAN & LOLA
                                  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ambon
                                  membudidayakan dua jenis siput laut yang dianggap langka dan mulai
                                  jarang ditemukan di Maluku, yakni siput mata bulan dan lola.

                                  Seorang peneliti LIPI Ambon Abdul Wahab Radjab di Ambon, Jumat
                                  membenarkan pihaknya sedang mengembangbiakkan siput mata bulan
                                  (Turbo Marmoratus) dan lola (Trochus niloticus) untuk pemulihan
                                  populasinya karena dianggap sudah sangat langka di Maluku.

Kedua biota laut ini dibudidayakan untuk dilepas kembali ke habitat asalnya yakni Desa Sirisori, Pulau
Saparua, Kabupaten Maluku Tengah serta di Desa Morela, Kecamatan Leihitu, pulau Ambon agar tidak
punah.

"Kami membudidayakan siput mata bulan dan lola untuk pemulihan agar populasinya di Maluku tidak
punah, karena kedua siput ini sudah sangat langka,".
                                    BADAK PUTIH
                                    Badak putih termasuk binatang yang dilindungi dan hampir punah
                                    Empat badak putih langka diterbangkan dari kebun binatang Ceko
                                    ke Kenya, untuk upaya pelestarian hewan ini dari kepunahan. Para
                                    pakar binatang berharap badak-badan ini -dua jantan dan dua
                                    betina- akan dikembang biakkan di habitat alam di Afrika.
                                    Hanya delapan badak putih yang diduga masih ada di dunia,
                                    semuanya di kebun binatang: enam di Republik Ceko dan dua di
                                    Amerika Serikat.
                                    Empat badak liar yang diduga masih ada di Afrika belum pernah
terlihat lagi sejak tahun 2006.
'Rencana berbahaya'
Memindahkan badak-badak ini ke alam merupakan upaya terakhir menyelamatkan binatang ini dari
kepunahan
Rob Brett, IUCN
Empat badak putih dari kebun binatang Dvur Kralove di Republik Ceko itu diterbangkan dengan pesawat
Boeing 747 menuju kawasan margasatwa Ol Pejeta di Kenya tengah sebagai bagian dari proyek "Peluang
terakhir menyelamatkan Badak Putih".
"Kami merencanakan agar badak-badak tersisa ini dapat memiliki peluang terakhir berkembang biak di
daerah aman," kata direktur kebun binatang Dana Holeckova.
Rob Brett, anggota pakar badak Afrika dari Internasional Union for Conservation of Nature (IUCN),
mengatakan: "Memindahkan binatang-binatang itu merupakan upaya terakhir untuk menyelamatkan
badak dari kepunahan." . "Badak-badak ini termasuk dalam daftar merah IUCN dari spesies yang
terancam dan diduga telah punah,". Upaya di Dvur Kralove untuk mengembang biakkan binatang itu
hanya berhasil menghasilkan satu anak badak dalam 10 tahun. Badak betina itu lahir tahun 2000 dan
kemudian disebut "bayi milenium" kebun binatang itu.
Upaya mengembalikan badak-badak ini di habitat alam ini diharapkan dapat membuat badak-badak ini
dapat berkembang biak.

                                       BABIRUSA
                                       Babirusa (Babyrousa babirussa) hanya terdapat di sekitar
                                       Sulawesi, Pulau Togian, Malenge, Sula, Buru dan Maluku.
                                       Habitat babirusa banyak ditemukan di hutan hujan tropis. Hewan
                                       ini gemar melahap buah-buahan dan tumbuhan, seperti mangga,
                                       jamur dan dedaunan. Mereka hanya berburu makanan pada
                                       malam hari untuk menghindari beberapa binatang buas yang
                                       sering menyerang.
                                       Panjang tubuh babirusa sekitar 87 sampai 106 sentimeter. Tinggi
                                       babirusa berkisar pada 65-80 sentimeter dan berat tubuhnya bisa
                                       mencapai 90 kilogram. Meskipun bersifat penyendiri, pada
                                       umumnya mereka hidup berkelompok dengan seekor pejantan
yang paling kuat sebagai pemimpinnya.
Binatang yang pemalu ini bisa menjadi buas jika diganggu. Taringnya panjang mencuat ke atas, berguna
melindungi matanya dari duri rotan. Babirusa betina melahirkan satu sampai dua ekor satu kali
melahirkan. Masa kehamilannya berkisar antara 125 hingga 150 hari. Bayi babirusa itu akan disusui
selama satu bulan, setelah itu akan mencari makanan sendiri di hutan bebas. Selama setahun babirusa
betina hanya melahirkan satu kali. Usia dewasa seekor babirusa lima hingga 10 bulan, dan dapat bertahan
hingga usia 24 tahun.
Mereka sering diburu penduduk setempat untuk dimangsa atau sengaja dibunuh karena merusak lahan
pertanian dan perkebunan. Populasi hewan yang juga memangsa larva ini kian sedikit hingga termasuk
dalam daftar hewan yang dilindungi. Jumlah mereka diperkirakan tinggal 4000 ekor dan hanya terdapat di
Indonesia.
Sejak tahun 1996 hewan ini telah masuk dalam kategori langka dan dilindungi oleh IUCN dan CITES.
Namun masih sering dijumpai perdagangan daging babirusa di daerah Sulawesi Utara. Karena itu, pusat
penelitian dan pengembangan biologi LIPI bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat beserta
Departemen Kehutanan dan Universitas Sam Ratulangi mengadakan program perlindungan terhadap
hewan langka ini. Perlindungan tersebut meliputi pengawasan habitat babirusa dan membuat taman
perlindungan babirusa di atas tanah seluas 800 hektar.

                               KOMODO
                               Komodo adalah kadal terbesar yang hidup saat ini. Rata-rata panjang
                               hewan jantan dewasa dapat mencapai 3 meter dan beratnya 136 kg.
                               Dulunya jumlah komodo ini ratusan ribu ekor. Sekarang, akibat
                               perburuan dan perusakan habitat, mereka hanya tinggal lima ribuan yang
                               tersisa. CITES memasukannya dalam daftar spesies yang dilindungi.

								
To top