PAPER EKSISTENSI MASJID ISTIQLAL by z41n

VIEWS: 313 PAGES: 18

									                                          BAB I
                                 PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
       Masjid adalah tempat yang baik bagi kaum muslimin. Sebab, di dalam
masjid kaum muslimin menemukan ketenangan hidup dan kesucian jiwa. Di
samping itu, kaum muslimin dapat menghadiri majlis-majlis dan forum-forum
terhormat sehingga masjid menjadi salah satu kebutuhan rohani bagi setiap umat
Islam yang harus dipenuhi, termsauk juga masyarakat kota Jakarta, yang syarat
akan    kebebasan    pergaulan   dengan         dengan   gaya   hidup   hedonis   pada
masyarakatnya. Maka dari itu keberadaan tempat peribadatan sangat penting
seperti halnya Masjid Istiqlal Jakarta.
       Masjid yang dibangun dengan kemegahan di daerah Jakarta pusat ini tetap
menjadi tempat yang ramai didatangi masyarakat setempat untuk beribadah.
Namun banyak juga dikunjungi turis domestik dan manca negara karena
merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara dan juga menjadi ikon salah satu
negara Indonesia yang mayoritas penduduknya baragama Islam.
       Selian sebagai aktivitas beribadah umat islam, tempat itu juga digunakan
sebagai pusat pendidikan dan juga berbagai kegiatan-kegiatan lainnya seperti
TPQ, MHQ, manasik haji, dan Musabaqoh Tilawatil Qur’an.
       Dan melihat bangunan Masjid Istiqlal secara fisik adalah bangunan masjid
yang terbesar se Asia Tenggara dan banyaknya kegiatan dari segi positifnya.
Penulis tertarik mengambil judul paper dengan judul “Eksistensi Masjid Istiqlal
Sebagai Pusat Peribadatan di Jakarta” karena meskipun masjid ini berdiri di
tengah-tengah Jakarta dan letaknya berhadapan dengan gereja tapi masyarakat
muslim masih terodorong untuk beribadah di masjid ini tanpa ada paksaan.


1.2 Rumusan Masalah
   1. Bagaimana sejarah berdirinya Masjid Istiqlal?
   2. Bagaimana eksistensi fisik Masjid Istiqlal di jakarta ?
   3. Bagaimana eksistensi kegiatan yang dilakukan di Masjid Istiqlal?




                                            1
                                                                          2



1.3 Tujuan Penelitian
   1. Untuk mengetahui sejarah berdirinya Masjid Istiqlal.
   2. Untuk mengetahui bangunan fisik Masjid Istiqlal.
   3. Untuk mengetahui kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Istiqlal.


1.4 Metode Penelitian
        Adapun metode yang digunakan penulis yaitu dengan menggunakan :
   1. Metode pengamatan langsung ke obyek yang diteliti dan melakukan
       pengamatan secara seksama.
   2. Metode kepustakaan (Studi Pustaka) dengan pencarian data-data yang
       didapatkan pada waktu Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang dilaksanakan
       pada tanggal 30 Juni 2010.
                                         BAB II
                                     PEMBAHASAN


2.1 Sejarah Berdirinya Masjid Istiqlal
2.1.1   Ide awal pembangunan
        Bangunan utama masjid yang berdiri di atas tanha seluas tiga hektar itu,
merupakan salah satu bangunan bersejarah yang dibangun pada masa
pemerintahan Presiden Soekarno. Gagasan awal dibangunnya masjid megah ini
ketika sekumpulan tokoh Islam mendirikan yayasan yang bertujuan mendirikan
masjid agung dengan nama Masjid Istiqlal di Jakarta.
        Kata    Istiqlal   sendiri    berasal     dari      Bahasa   Arab   yang   berarti
”Kemerdekaan”. Kata ini dipakai sebagai rasa syukur kaum muslimin kepada
Allah SWT atas anugrah kemerdekaan. Setelah mengalami masa penjajahan yang
cukup panjang ujar pengawal bagian penerangan Masjid Istiqlal, Siregar saat
ditemui di ruanganya. Pada tahun 1955, diadakan sayembara oleh yayasan trsebut
untuk memilih desain bangunan megah ini. Dari 27 desain, panitia sepakat untuk
memilih satu desain dengan nama sandi ”ketuhanan” buatan arsitek F. Silaban.
        F. Silaban pada masa itu merupakan arsitek terkenal di Indonesia. Selain
istiqlal karya lainnya yang masih menghiasi ibu kota adalah desain gedung BI.
Kemudian, masjid ini mulai didirikan pada tahun 1961 dan baru selesai pada
tahun   1976.    berawal     pada     masa       Presiden     Soekarno   dan   diresmikan
penggunaannya pada masa Presiden Soeharto.


2.1.2   Pelaksanaan pembangunan
        Setelah memakan waktu pembangunan masjid sekitar 17 tahun maka
berdirilah masjid dengan luas 3 hektar ini ditanah seluas 95 hektar. Bangunan ini
terdiri dari sebuah bangunan masjid, taman, halaman parkir, kolam air mancur,
serta sungai yang mengelilingi areal parkir masjid. Bangunan masjid terdiri dari
gedung uatama, gedung pendahuluan, teras raksasa, menara dan lantai dasar.




                                             3
                                                                                4



       Gedung induk terdiri dari lantai utama yang berfungsi untuk sholat dengan
kapasitas 16.000 orang dan pada samping kiri, kanan serta belakang terdapat
lantai bertingkat lima yang dapat menampung jamaah sebanyak 61.000 orang.
Gedung ini memiliki 12 pilar besar sebagai simbol tanggal kelahiran Nabi
Muhammad SAW. Pilar-pilar tersebut menyangga sebuah kubah raksasa yang
memiliki garis tengah 45 meter. Di belakang gedung induk terdapat gedung
pendahuluan yang berfungsi sebagai penghubung ke lantai atas. Selain itu, juga
dapat berfungsi untuk sholat 8.000 jamaah.
       Selain dua gedung ini, Masjid Istiqlal juga mempunyai teras ukuran
raksasa berukuran 19.800 meter persegi yang dapat menampung sekitar 50.000
jamaah. ”Di teras ini dapat digunakan untuk berbagai kegiatan keagamaan, seperti
MTQ, dan latihan manasik haji” ujar Siregar yang telah bekerja di Masjid Istiqlal
sejak tahun 80-an. Sementara itu menara masjid yang berfungsi sebagai tempat
pengeras suara dirancang berlubang-lubang untuk mengurangi tekanan dan
hembusan angin. Menara ini memiliki ketinggian sekitar 6.666 sentimeter.
       Di atas tempat adzan adalah puncak menara yang terbuat dari baja tahan
karat seberat 28 ton dengan tinggi 30 meter. Sedangkan lantai dasar berada di
bawah gedung induk, gedung pendahuluan dan teras raksasa. Di lantai dasar
tersebut, terdapat ruangan kaca luas yang pernah digunakan untuk festival istiqlal
pertama dan kedua pada tahun 1991 dan 1995.
       Selain itu, terdapat puluhan ruangan yang terdiri dari dua aula dan
beberapa perkantoran. Aula ini berfungsi sebagai tempat diskusi ilmiah dan
pertemuan. Hingga saat ini, bentuk bangunan masjid tidak berubah sejak dibangun
pertama kali. Setelah 31 tahun secara resmi dipergunakan, Masjid Istiqlal yang
lokasinya berdekatan dengan Monas dan lapangan banteng ini masih menjadi
tujuan kunjungan wisatawan naik lokal maupun mancanegara.
       Sejumlah tokoh pernah mengunjungi Masjid Istiqlal yang diketahui
sebagai tempat ibadah terbesar di Asia Tenggara. Tokoh dari penjuru dunia kerap
datang untuk ikut dalam pelaksanaan shalat hari raya Idul Fitri atau Idul Adha.
”Beberapa tokoh luar negeri yang pernah mengunjungi masjid ini diantaranya
adalah Pangeran Charles, mantan presiden USA Bill Clinton dan presiden Libiya
Muammar Khadafi”.
2.2 Bangunan Fisik Masjid Istiqlal
        Masjid Istiqlal menerapkan prinsip minimalis. Secara umum Masjid Istiqlal
terdiri dari gedung induk, gedung pendahuluan dan emper sampingnya, teras
raksasa dan emper keliling serta menara. Ruang-ruang terbuka atau plaza di kiri
kanan bangunan utama dengan tiang-tiang lebar diantaranya, dimaksudkan oleh
perancangnya untuk memudahkan sirkulai udara dan penerangan yang alami serta
mendatangkan kesejukan hati bagi para jamaah yang beribadah.


2.2.1    Bagian-bagian bangunan di dalam masjid
a. Gedung induk
   Gedung induk memiliki tinggi 60 meter, 5 tingkat. Panjang 100 meter dan
lebar 100 meter. Bangunan utama ini adalah gedung utama dimana tempat ini
dapat menampung 100.000 jamaah pada waktu sholat idul fitri dan idul adha.


b. Gedung pendahuluan
   Gedung ini memiliki tinggi 52 meter, panjang 33 meter dan lebar 27 meter dan
memiliki lima lantai yang terletak di belakang gedung utama yang diapit 2 sayap
teras. Luas lantainya 36.980 m2 dengan dilapisi 17.300 m2. Jumlah tiang
pancangnya sebanyak 1.800 buah. Di atas gedung ini ada sebuah kubah kecil.
Fungsi utama dari gedung ini setiap jamaah dapat menuju gedung utama secara
langsung. Selain itu juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat perluasan shalat bila
gedung utama penuh.


c. Teras raksasa
   Teras raksasa terbuka seluas 29.800 m2 terletak di sebelah kiri belakang
gedung induk. Teras ini dibuat untuk menampung jamaah pada saat shalat idul
fitri dan idul adha. Arah poros teras ini mengarah ke Monumen Nasional,
menandakan masjid ini adalah masjid nasional. Selain itu, teras ini juga berfungsi
sebagai tempat acara-acara keagamaan seperti MTQ, dan pada emper tengah
dahulu biasa digunakan untuk manasik haji.




                                         5
d. Emper keliling
   Emper ini mengelilingi teras raksasa dan emper tengah yang sekelilingnya
terdapat 1.200 pilar guna menopang bangunan emper.


2.2.2   Bagian-bagian bangunan di luar masjid
a. Bedug raksasa
   Di sudut sebelah tenggara terdapat bedug raksasa yang berfungsi sebagai alat
pertanda waktu sholat. Bedug merupakan salah satu ciri keislaman Indonesia
dimana hanya terdapat di masjid-masjid Indonesia. Bedug ini terbuat dari kayu
meranti dari kalimantan yang konon berumur 300 tahun. Garis tengah / diameter
belakang adalah 1.71 meter. Sementara panjang keseluruhan adalah 3 meter
dengan berat total 2,3 ton.
   Kulit pada bedug adalah kulit sapi. Dibutuhkan 2 lembar kulit sapi dari ekor
sapi dewasa. Bagian depan adalah kulit sapi betina. Untuk menempelkan kulit ini
dibutuhkan 90 paku yang terbuat dari kayu sonokeling yang pembuatannya
membutuhkan waktu 60 hari di Jepara Jawa Tengah. Kaki penopang bedug
disebut jagrag setinggi 3,8 meter pada kakinya terdapat tulisan Allah dalam
segilima yang melambangkan rukun Islam dan waktu sholat.


b. Menara
   Bangunan manara meruncing ke atas ini berfungsi sebagai tempat muadzzin
mengumandangkan adzan. Di atasnya terdapat banyak pengeras suara yang dapat
menyuarakan adzan ke kawasan sekitar masjid. Puncak menara yang meruncing
dirancang berlubang-lubang terbuat dari kerangka baja tipis. Menara ini memiliki
ketinggian 6.666 centimeter. Angka 6.666 merupaan simbol dari jumlah ayat yang
terdapat dalam Al-Qur’an


c. Lantai dasar
   Lantai dasar masjid ini luasnya 2,5 ha. Dahulu dibiarkan kosong dan hanya
digunakan dalam keadaan darurat untuk menampung masyarakat DKI Jakarta bila
dalam keadaan bahaya. Namun sejak tahun 1978 atas perintah Presiden Soekarno
lantai ini digunakan untuk kantor organisasi keagamaan. Sekarang masjid ini




                                       6
semarak dengan berbagai aktivitas umat muslim dan organisasi Islam di
dalamnya. Ada MUI, dewan majid Asia dan Lautan Teduh, Dewan Masjid
Indonesia, pusat perpustakaan masjid Indonesia, LPTQ dan BP4 pusat.


2.3 Eksistensi Kegiatan di Masjid Istiqlal
        Kegiatan Masjid Istiqlal dilaksanakan secara rutin dan secara khusus. Rutin
artinya dilaksanakan sewaktu-waktu dan yang khusus dilaksanakan di waktu-
waktu yang tertentu, misal di bulan Ramadhan. Adapun pelaksanaan kegiatan
tersebut dapat dirinci sebagai berikut.


2.3.1    Dilaksanakan secara rutin
        Ada beberapa program rutin yang saat ini telah dilaksanakan di Masjid
Istiqlal dan telah dikembangkan supaya program itu terlaksana. Adapun kegiatan-
kegiatan yang dilaksanakan rutin meliputi sholat berjamaah, sholat rowatib,
ceramah agama, pengajian terjemah Al-Qur’ansistem 40 jam, manaqib, bedah
kitab biasanya dibentuk kajian. Kajian pendalaman ajaran islam pakar-pakar
dalam bidangnya memberikan materi yang diikuti seksama masyarakat datang
dari berbagai daerah.


2.3.2    Dilaksanakan secara khusus
        Beberapa masjid di dunia berlomba-lomba meramaikan bulan suci tersebut
dengan beragam kegiatan rohani. Begitu pun dengan Masjid Istiqlal pada bulan
Ramadhan ada 12 program utama yang dilaksanakan di masjid ikonik tersebut.
Untuk menunjukkan agar masyarakat dapat melaksanakan ibadah puasa dan
ibadah sunnahlainnya dengan baik.
        Sekretaris Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI), Drs. H.
Subandi, M.Si mengungkapkan program khusus. Program khusu tersebut adalah
mauidhoh hasanah, dzikir, doa dan buka puasa bersama 3000 orang setiap hari.
Ada pula tilawatil qur’an oleh gori dan qoriah tingkat Nasional dan Internasional
rutin tiap malam dan tadarus Al-Qur’an seusai Sholat Tarawih.
        Kegiatan terakhir ialah pesantren kilat putra dan putri menerima zakat mal,
infaq, sedekah, takbir dan pemberian santunan 1000 anak yatim serta sholat idul




                                          7
fitri berjamaah dengan Presiden RI, Wapres, para pejabat negara, perwakilan duta
besar dan masyarakat muslim ibu kota. Sedangkan untuk pesantren kilat akan
dilaksanakan selama tiga hari menjelang akhir Romadhon. Pesantren kilat ini
dilaksanakan untuk anak SMP dan SMU karena pengetahuan agama yang mereka
peroleh di sekolah minim. Di pesantren kilat itulah akan diperdalam wawasan
ibadah dan baca tulis Al-Qur’an. Untuk kegiatan itu pengurus masjid tidak
memungut biaya sepeser pun.




                                       8
                                    BAB III
                                   PENUTUP


3.1 Kesimpulan
     Ide awal pembangunan dilakukan pada tahun 1955 panitia pembangunan
Masjid Istiqlal mengadakan sayembara rancangan gambar atau arsitektur Masjid
Istiqlal yang jurinya diketuai oleh Presiden Soekarno dengan hadiah berupa uang
sebesar Rp. 75.000 serta emas murni seberat 75 gram. sebanyak 27 peserta
mengikuti sayembara, namun dari seluruh peserta hanya 5 peserta yang memenuhi
syarat, diantaranya adalah F. Silaban dengan rancangannya “Ketuhanan”, R.
Oetoyo    dengan    rancangannya    “Istighfar”,   Haus   Groeneweger     dengan
rancangannya “Salam”, mahasiswa ITB (5 orang) rancangannya “Ilham 5”
mahasiswa ITB (3 orang) rancangannya “Chatulistiwa”.
     Setelah proses penjurian yang panjang dengan mempelajari rancangan
arsitektur beserta makna yang terkandung di dalamnya berdasarkan gagasan para
peserta, maka akhirnya pada 5 Juli 1955 atas perintah presiden Soekarno
memutuskan desain rancangan dengan judul “Ketuhanan” karya Frederich Silaban
dipilih sebagai pemenang sebagai model dari Masjid Istiqlal.
     Setelah memakan waktu pembangunan masjid sekitar 17 tahun, maka
berdirilah masjid dengan luas 3 hektar ini di tanah seluas 95 hektar. Bangunan ini
terdiri dari sebuah bangunan masjid, taman, halaman parkir, kolam air mancur,
serta sungai yang mengelilingi areal parkir masjid. Bangunan masjid terdiri dari
gedung utama, gedung pendahuluan, teras raksasa, menara dan lantai dasar.
     Masjid Istiqlal juga mempunyai kagiatan yang dilaksanakan secara rutin dan
secara khusus, kegiatan secara rutin misalnya TQ, sholat berjamaah, ceramah
agama, sholat rawatib dan secara khusus hanya dilaksanakan di waktu-waktu yang
tertentu biasanya dilakasanakan pada bulan Ramadhan.




                                        9
3.2 Saran
       Penulis menyarankan kepada pembaca untuk lebih meresapi dan
mengingat akan kebesaran Allah lewat kemegahan rumah Allah. Seperti Masjid
Istiqlal yang menjadi sebuah ikon salah satu negara Indonesia yang mayoritas
penduduknya beragama Islam.
       Penulis memberikan saran kepada takmir masjid agar sebisa mungkin
dapat menjalankan setiap pembangunan. Selain itu penulis juga memberikan saran
kepada kelas XII yang nantinya akan menulis paper tentang masjid Istiqlal bisa
menambahkan informasi mengenai eksistensi fisik di masjid Istiqlal dalam paper
ini dan dapat memberikan informasi yang sebanyak-banyaknya
Kami berharap karya paper kami yang jauh dari harapan dan kesempurnaan ini
memberi manfaat kepada kita semua.




                                     10
                            DAFTAR PUSTAKA


Sutarmadi, Ahmad, H. Dr. Masjid Tinjauan Al-Qur’an Al-Sunnah dan
     Manajemennya. 2001. Jakarta : kalimah
Anonim. Masjid Istiqlal Gaya Aesitektur Islam Modern.
     http://koran.republik.co.id/koran/0/9232. Diakses 13 Agustus 2010
     http://www.bimasislam.depag.go.id/index




                                      11
                         PAPER

  EKSISTENSI MASJID ISTIQLAL SEBAGAI
    PUSAT PERIBADATAN DI JAKARTA


  Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Mengikuti
               Ujian Nasional, Tahun 2010/2011




                           Oleh
                     Badriyah Andriani
                        NIS. 20160


                        Pembimbing
                    Effi Fadhilah, M.Pd.



                     Program Bahasa



KEMENTRIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
   MADRASAH ALIYAH NEGERI ( MAN )
      TAMBAKBERAS JOMBANG
               2010



                             i
                          KEMENTERIAN AGAMA
         MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN)
                   TAMBAKBERAS – JOMBANG – JATIM
                   Jl. Merpati Telp. (0321) 862352 – 866740 Kode Pos 61415

                                                    1 Oktober 2010

Hal   : Pengajuan Pengesahan Paper                  Yth. Bapak Kepala
                                                    Madrasah Aliyah Negeri
                                                    (MAN)
                                                    Tambakberas
                                                    di-
                                                           Jombang


       Assalamu’alaikum Wr. Wb.

       Setelah kami mengadakan pemeriksaan, penelitian dan perubahan-
       perubahan seperlunya paper siswa :

       nama                 :   Badriyah Andriani
       no. induk            :   20160
       kelas                :   XII
       judul                :   Eksistensi Masjid Istiqlal Sebagai Pusat
                                Peribadatan di Jakarta

       dengan ini kami ajukan paper tersebut untuk disahkan sebagai
       persyaratan mengikuti Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2010/2011

       Wassalamu’alaikum Wr. Wb.



                                                     Pembimbing




                                                Effi Fadhilah, M.Pd.
                                              NIP. 197410062005012001




                                        ii
                             KEMENTERIAN AGAMA
            MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN)
                     TAMBAKBERAS – JOMBANG – JATIM
                    Jl. Merpati Telp. (0321) 862352 – 866740 Kode Pos 61415




                       SURAT PENGESAHAN
                      Nomor : Ma.13.23/TL.00/         /2010




Berdasarkan Nota dari Pembimbing paper yang berjudul
Eksistensi Masjid Istiqlal Sebagai Pusat Peribadatan di Jakarta , karya :


nama              : Badriyah Andriani
no. Induk         : 20160
kelas             : XII
program           : Bahasa


Kepala MAN Tambakberas Jombang mengesahkan paper tersebut dan dapat
digunakan sebagai persyaratan untuk mengikuti Ujian Nasional Tahun Pelajaran
2010 / 2011.




                                                  Jombang, 1 Oktober 2010
                                                          Kepala




                                                  Drs. H. Ah. Sutari, M.Pd.
                                                      NIP. 131 415 738




                                        iii
                                   MOTTO




 Pengalaman yang tanpa disertai pembelajaran itu lebih baik dari pada
   pembelajaran yang tidak disertai dengan pengalaman.


 Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil, tapi berusahalah
   menjadi manusia yang berguna.


 Kemauan dan kesabaran adalah modal utama untuk meraih kesuksesan.


 Bawalah bekal bila bepergian, bawalah amal bila meninggal.


 Tersenyumlah untuk bahagia, jangan tersenyum menunggu bahagia.




                                    iv
                                PERSEMBAHAN


Paper ini kami persembahkan untuk :
 Ayahanda dan Bunda yang tercinta yang selalu menyayangi kami, mendukung
   kami, dan mendidik kami dengan tulus ikhlas dan penuh kasih sayang. Dan yang
   telah rela berjuang demi kami agar kami bisa menuntut ilmu sampai pada jenjang
   yang lebih tinggi.
 Yang kami hormati para sesepuh dan kyai pondok pesantren Bahrul Ulum.
 Bapak kepala sekolah Madrasah Aliyah Negeri Tambakberas Jombang dan para
   guru yang senantiasa selalu membimbing kami dengan harapan kelak menjadi
   orang yang berguna bagi nusa dan bangsa.
 Kakak-kakak kami yang selalu mendukung setiap langkah kami dan selalu
   membimbing kami.
 Peri-peri kecil di istana laskar el-bient yang penuh keceriaan “kita ada karena kita
   satu”
 Sahabat-sahabat kami (klepon) yang selalu menciptakan canda dan tawa (mendot)
   membuahkan rindu (gethuk) dan mengajarkan tujuan hidup (tewol).




                                          v
                            KATA PENGANTAR




Assalamu’alaikum Wr. Wb.
       Puji syukur alhamdulillah kami haturkan ke hadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat taufiq serta hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan
penyusunan paper ini.
       Sholawat serta salam tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi agung
Muhammad SAW yang telah membimbing kita kepada kebenaran dan
menunjukkan mana yang batil dan haqiqi Addinul Islam;
       Dengan kurikulum KTSP yang diterapkan kami dituntut untuk membuat
laporan karya ilmiah yang berupa paper untuk memenuhi persyaratan mengikuti
Ujian Akhir Nasional. Dan kami ucapkan terima kasih kepada :
1. Drs. H. Ach. Sutari, M.Pd, selaku kepala Madrasah Aliyah Negeri
   Tambakberas Jombang.
2. Ibu Effi Fadhilah, M.Pd. Selaku pembimbing dalam pembuatan paper ini.
3. Ibu Nur Laila, S.Pd. selaku wali kelas XII Bahasa 2.
4. Ayahanda dan Ibunda yang selalu mendo’akan kami demi tercapainya cita-
   cita kami dan menjadi orang yang sukses.
5. Seluruh sahabat-sahabatku yang selalu hadir dan menemani kami di saat suka
   maupun duka.
       Kami menyadari dengan sepenuh hati bahwa paper yang kami susun ini
jauh dari kesempurnaan. Maka untuk itu kami minta maaf yang sebesar-besarnya
dan mohon diberi kemasukan yang bersifat membangun dan besar harapan kami
semoga paper ini bermanfaat bagi kita semua dan khususnya buat kami.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


                                                          Hormat kami,


                                                               Penulis




                                       vi
                                                DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL .........................................................................................             i
HALAMAN PEMBIMBING ............................................................................                    ii
HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................... iii
HALAMAN MOTTO ....................................................................................... iv
HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................                        v
KATA PENGANTAR ...................................................................................... vi
DAFTAR ISI ...................................................................................................... vii


BAB I        : PENDAHULUAN ..........................................................................              1
                1.1 Latar Belakang .........................................................................       1
                1.2 Rumusan Masalah ....................................................................           1
                1.3 Tujuan Penelitian .......................................................................      2
                1.4 Metode Penelitian ......................................................................       2
BAB II : PEMBAHASAN ............................................................................                   3
                2.1 Sejarah Bedirinya Masjid Istiqlal .............................................                3
                      2.1.1 Ide awal pembangunan ...................................................               3
                      2.1.2 Pelaksanaan pembangunan .............................................                  3
                2.2 Bangunan Fisik Masjid Istiqlal .................................................               5
                      2.2.1 Bagian-bagian bangunan di dalam masjid ......................                          5
                      2.2.2 Bagian-bagian bangunan di luar masjid ..........................                       6
                2.3 Eksistensi Kegiatan di Masjid Istiqlal ......................................                  7
                      2.3.1 Dilaksanakan secara rutin ...............................................              7
                      2.3.2 Dilaksanakan secara khusus ............................................                7
BAB III : PENUTUP ......................................................................................           9
                3.1 Kesimpulan ...............................................................................     9
                3.2 Saran-saran ............................................................................... 10


DAFTAR PUSTAKA




                                                         vii

								
To top