Docstoc

ASKEB ANIS NADIROH 2

Document Sample
ASKEB ANIS NADIROH 2 Powered By Docstoc
					                                    BAB II
                           TINJAUAN PUSTAKA


2.1   KEHAMILAN
2.1.1 PENGERTIAN
             Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intra uterin
      sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan.
             Lamanya kehamilan adalah 280 hari atau 48 minggu atau 10 bulan.
      Terbagi atas 3 Trimester, Trimester I (0 – 12 minggu), Trimester II (12 – 28
      minggu), dan Trimester III (28 – 48 minggu).
                                                          (Synopsis Obstetri, 1998)


2.1.2 PERUBAHAN FISIOLOGI WANITA HAMIL
      a. Perubahan pada Sistem Reproduksi
         1. Uterus
             Tidak hamil    : Sebesar telur ayam ( + 30 gr )
             8 minggu       : Telur bebek, teraba di belakang sympisis
             12 minggu      : Telur angsa, 1 – 2 jari atas sympisis
             16 minggu      : Pertengahan sympisis pusat
             20 minggu      : 2 – 3 jari bawah pusat
             24 minggu      : Setinggi pusat
             28 minggu      : 2 – 3 jari atas pusat
             32 minggu      : Pertengahan pusat xyphoid
             36 minggu      : Setinggi xyphoid
             40 – 42 minggu : Mengecil lagi seperti UK 32 minggu


         2. Serviks
             Serviks berubah menjadi warna kebiruan (Livide) tanda Hegar.


         3. Vagina dan Vulva
             Terjadi hypervaskularisasi akibat hormon eserogen dan progesteron
             warna merah kebiruan tanda chadwik.
   4. Ovarium
      Selama kehamilan ovarium beristirahat fungsinya diganti oleh
      plasenta dan tidak terjadi ovulasi.


   5. Payudara
      Payudara membesar dan tegang terjadi hiperpigmentasi kulit serta
      hipertrofi sel mentgomery terutama daerah aerola dan papilla, putting
      menonjol dan membesar, terbentuk kolostrum.


   6. Dinding Perut
      Terutama Linea Alba dan Linea Nigra


b. Perubahan pada sistem dan organ tubuh lainnya
   1. System respirasi meningkat 20 % selama kehamilan
   2. System Gastrointastinal
      -   Terjadi mual – muntah (nausea dan vomiting)
      -   Terjadi juga perubahan peristaltik
   3. System kardiovaskuler
      -   Volume darah meningkat 25 – 30 %
      -   Bisa terjadi anemia fisiologis
   4. Metabolisme selama hamil metabolisme basal meningkat 15 – 20 %
      karena aktivitas organ tidak hanya untuk ibu tetapi juga untuk
      janinnya.
   5. Kulit terjadi hiperpigmentasi pada :
      -   Muka (cloasma gravidarum)
      -   Payudara (pada putting dan areola)
      -   Perut
      -   Vulva
   6. Tulang dan gigi
      -   Pada gigi dapat terjadi ginggivitas
      -   Tulang akan membutuhkan kalsium lebih banyak
       7. Kelenjar Endokrin
           - Kelenjar Tyroid        : Dapat membesar sedikit
           - Kelenjar Hypofisa : Dapat membesar terutama lobus anterior
           - Kelenjar Adrenal       :


2.1.3 ISTILAH-ISTILAH DALAM KEHAMILAN
    a. Gravida       : Kehamilan
    b. Primigravida : Hamil pertama
    c. Multigravida : Pernah hamil lebih dari 3x
    d. Abortus       : Kehamilan yang berakhir sampai pada usia 22 minggu
    e. Imaturus      : Kehamilan antara umur 22 – 27 minggu
    f. Prematurus    : Kehamilan umur 28 – 36 tahun
    g. Aterm         : Kehamilan umur 37 – 42 minggu
    h. Serotinus     : Hamil > 42 minggu
                                   (Materi Kuliah Kebidanan ASKEB I kehamilan)


2.1.4 TANDA DAN GEJALA KEHAMILAN
    a. Tanda presumptive (dugaan hamil / tanda mungkin)
       1. Amenorea
       2. Mual dan muntah
       3. Ngidam
       4. Pingsan
       5. Payudara tegang
       6. Sering miksi
       7. Konstipasi / obstipasi
       8. Anoreksia
       9. Fatigue (lelah)
       10. Pigmentasi kulit
       11. Epulis
       12. Varises
    b. Tanda tidak pasti
       1. Rahim membesar
       2. Tanda Hegar
       3. Tanda Chadwiks
       4. Tanda Piscaseck
       5. Kontraksi Braxton Hicks
       6. Teraba Ballotement
       7. Tes kehamilan positif


    c. Tanda pasti
       1. Gerakan janin dalam rahim dapat dirasa / diraba dan juga bagian-
           bagian janin
       2. DJJ
           -    Didengar dengan stetoskop menoral laennec
           -    Dicatat dan didengan dengan Doppler
           -    Dilihat dengan ultrasonografi
           -    Dicatat dengan foto-elektro kardiogram
                                        (Synopsis Obstetri, 1998 : Manuaba, 2002)


2.1.5 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEHAMILAN
    a. Faktor fisik
       -   Status kesehatan ibu hamil
       -   Status gizi
       -   Gaya hidup
    b. Faktor psikologi
       -   Stressor faktor penyebab stress
       -   Faktor keluarga : Suami, kelaurga dan lingkungan
    c. Faktor lingkungan sosial budaya dan ekonomi


2.1.6 DIAGNOSIS BANDING KEHAMILAN
    a. Hamil palsu (pseudocyesis = kehamilan spuria)
       Gejala dapat sama dengan kehamilan, tidak menunjukkan kehamilan.
     b. Tumor kandungan (mioma uteri)
        Terdapat pembesaran rahim tetapi tanda kehamilan negative.
     c. Kista ovarium
        Perut membesar tetapi pada pemeriksaan rahim teraba sebesar biasa, tes
        biologis kehamilan negative tanda kehamilan negative.
     d. Kandung kemih penuh
     e. Hematometra


2.1.7 KELUHAN-KELUHAN PADA KEHAMILAN
     a. Ngidam
     b. Mual, muntah
     c. Perubahan perasaan
     d. Rasa lelah
     e. Rasa tidak enak pada ulu hati
     f. Susah BAB
     g. Wasir
     h. Odema
     i. Kram / kesemutan
     j. Varises
     k. Keputihan
     l. Perubahan warna kulit
     m. Sakit pinggang
     n. Sesak napas
                                           (Materi Kuliah Kebidanan ASKEB I)


2.1.8 NASEHAT        DAN   KEBUTUHAN        YANG      DIBERIKAN      DALAM
    KEHAMILAN
    a. Nutrisi
        -   Makanan dengan menu gizi seimbang
        -   Tambahan zat gizi sesuai kebutuhan
        -   Tidak boleh pantang makanan
        -   Kenaikan BB perlu diamati
b. Merokok
   Wanita yang hamil tidak boleh merokok
c. Obat-obatan
   Hindari pemakaian obat-obatan selama kehamilan terutama pada TM I.
d. Lingkungan
   Ibu harus menghindari dari polusi udara, air dan makanan.
e. Gerak badan
   Dianjurkan berjalan-jalan pada pagi hari dalam udara yang masih segar.
f. Kerja
   -   Boleh kerja seperti biasa
   -   Cukup istirahat dan makan teratur
   -   Pemeriksaan Bumil yang teratur dilakukan minimal 4x selama
       kehamilan, 1x pada TM I, 1x pada TM II, 2x pada TM III.
g. Bepergian
   Jangan terlalu lama dan melelahkan
h. Pakaian
   -   Bersih
   -   Longgar
   -   BH yang menyokong
   -   Tidak boleh pakai hak tinggi
   -   Dari bahan katun
i. Istirahat
   Perbanyak istirahat terutama pada siang hari
j. Mandi
   Untuk hygiene dilakukan seperti biasa
k. Coitus
   Boleh dilakukan kecuali bila ada sejarah
   -   Sering abortue / premature
   -   Perdarahan pervaginam
   -   Pada minggu terakhir, coitus harus hati-hati
   -   Bila ketuban sudah pecah coitus dilarang
   -   Coitus pada hamil tua dapat menyebabkan partus
    l. Kesehatan jiwa
       Menjaga ketenangan jiwa agar seorang ibu tidak terganggu fisik dan
       mentalnya merupakan peran Nakes dan anggota keluarga.
    m. Perawatan payudara
    n. Imunisasi TT
       TT diberikan sebanyak 5x
       TT 1 : pada kunjungan pertama
       TT 2 : 1 bulan setelah TT 1 untuk 1 tahun
       TT 3 : 6 bulan setelah TT 2 untuk 5 tahun
       TT 4 : 1 tahun setelah TT 3 untuk 10 tahun
       TT 5 : 1 tahun setelah TT 4 untuk 25 tahun
                                                     (Synopsis Obstetri, 1998)


2.1.9 TANDA BAHAYA SELAMA ANTENATAL
    a. Perdarahan pervaginam
    b. Sakit kepala yang hebat
    c. Masalah penglihatan
    d. Odema pada muka, kaki dan tangan
    e. Nyeri abdomen yang hebat
    f. Bayi kurang bergerak / bayi tidak bergerak
                                           (Materi Kuliah Kebidanan ASKEB I)
2.2   ABORTUS INKOMPLETUS
2.2.1 PENGERTIAN
           Abortus sendiri adalah pengeluaran dari hasil konsepsi sebelum usia
      kehamilan 28 minggu, yaitu Fetus belum Viable by Law.
           Abortus inkompletus adalah abortus yang hanya sebagian dari hasil
      konsepsi yang keluar, yang tertinggal adalah desidua atau plasenta.
                                        (Sinopsis Obstetri, edisi 2 hal 209 dan 212)
           Abortus     inkompletus    adalah keguguran tak      lengkap (Abortus
      Inkompletus) ditandai dengan dikeluarkannya sebagian hasil konsepsi dari
      uterus, sehingga sisanya memberikan gejala klinis.


2.2.2 GEJALA
      a. Amenorea
      b. Sakit perut dan mulas-mulas
      c. Perdarahan yang bisa sedikit atau banyak dan bisa berupa stolsel (darah
         beku)
      d. Sudah ada keluar fetus atau jaringan
      e. Pada abortus yang sudah lama terjaadi atau pada abortus provakatus yang
         dilakukan oleh orang yang kurang ahli, sering terjadi infeksi. Pada
         pemeriksaan dalam (V.T.) untuk abortus yang baru terjadi didapati serviks
         terbuka, kadang-kadang dapat diraba sisa-sisa jaringan dalam kanalis
         sevikalis atau kavum uteri, serta uterus yang berukuran lebih kecil dari
         seharusnya.


2.2.3 GEJALA KLINIS
      a. Perdarahan memanjang, sampai terjadi keadaan anemis
      b. Perdarahan mendadak banyak menimbulkan keadaan gawat
      c. Terjadi infeksi dengan ditandai suhu tinggi
      d. Dapat terjadi degenerasi ganas (korio karsinoma)


2.2.4 PADA PEMERIKSAAN DIJUMPAI
      a. Kanalis servikalis terbuka
    b. Dapat diraba jaringan dalam rahim atau di kanalis servikalis
    c. Kanalis servikalis tertutup dan perdarahan berlangsung terus
    d. Dengan pemeriksaan sonde perdarahan bertambah


2.2.5 PENANGANAN
    a. Dalam keadaa gawat karena kekurangan darah, dapat dipasang infus dan
       transfusi darah, untuk memulihkan keadaan umum.
    b. Dilakukan kerokan
       -   Langsung pada umur hamil kurang dari 14 minggu
       -   Dengan induksi pada umur hamil di atas 14 minggu.
    c. Pengobatann
       -   Berikan uterotonika
       -   Antibiotika untuk menghindari infeksi
                                                      (Manuaba, 1998, hal. 219)
                                      BAB III
                               TINJAUAN KASUS


I.   PENGKAJIAN
     Tanggal MRS           : 23 – 08 – 2010                        Jam : 09.50 WIB
     Tanggal pengkajian    : 23 – 08 – 2010                        Jam : 11.00 WIB
     A. Data Subjektif
        1. Biodata
           Nama Pasien    : Ny. “N”             Nama Suami    : Tn. “L”
           Umur           : 22 tahun            Umur          : 26 tahun
           Agama          : Islam               Agama         : Islam
           Suku/Bangsa    : Jawa/Indonesia      Suku/Bangsa   : Jawa/Indonesia
           Pendidikan     : SMA                 Pendidikan    : SMA
           Pekerjaan      : IRT                 Pekerjaan     : Swasta
           Kawin ke       :I                    Kawin ke      :I
           Alamat         : Grogol, Diwek,      Alamat        : Grogol, Diwek,
                           Jombang                            Jombang


        2. Keluhan Utama
           Ibu mengatakan nyeri perut di bagian bawah dan keluar darah


        3. Riwayat Kesehatan sekarang
           Ibu mengatakan datang sendiri dan tidak haid selama 2 bulan dan pada
           tanggal 15 – 08 – 2010 jam 10.00 pagi mengeluarkan flek hitam, pada
           tanggal 20 – 08 – 2010 jam 09.50 ibu dibawa keluarganya ke RSUD
           Jombang, menuju UGD dan dibawa ke Pav. PONEK.


        4. Riwayat kesehatan yang lalu
           Ibu mengatakan tidak pernah keguguran dan tidak pernah menderita
           penyakit menular (Hepatitis, HIV, AIDS) dan penyakit menurun (DM,
           HT)
               5. Riwayat kesehatan keluarga
                  Ibu mengatakan di dalam keluarganya tidak ada yang menderita
                  penyakit menular (Hepatitis, HIV, AIDS) dan penyakit menurun (DM,
                  HT)


               6. Riwayat Obstetri
                  a. Menstruasi
                       Menarche                   : + 11 tahun
                       Siklus                     : 28 hari
                       Lama                       : + 7 hari
                       Keluhan                    : nyeri pada perut
                       Banyak                     : + 3 softek/hari
                       Bau                        : anyir
                       Warna                      : merah
                       Konsistensi                : cair
                       Flour albus                : keputihan, tidak gatal


                  b. Riwayat kehamilan sekarang
                       HPHT              : 23 Mei 2010
                       HPL               : 30 – 02 – 2011
                       UK                : 13 M 1 H
                       ANC               :-


                  c. Riwayat kehamilan, pesalinan dan nifas yang lalu
Kawin                               Persalinan                     anak
        Anak    UK                                                           Nifas    Keadaan anak
 ke                    Tempat    Jenis     Penolong Penyulit JK PB BB
  I      1     9 bln    BPS     Spontan       Bidan         -   L 58 2800 Normal Meninggal umur 6 bln
  I      2     HAMIL INI



                  d. Riwayat KB
                       Ibu mengatakan setelah hamil pertama ibu menggunakan KB PIL
                       selama             sampai hamil ini.
7. Pola kebiasaan sehari-hari
   a. Pola nutrisi
       Sebelum hamil : di rumah : Makan : 3x/hr, porsi sedang (nasi,
                                              lauk, sayur)
                                   Minum: + 6 - 7 gelas (air putih)
       Saat hamil      : di rumah : Makan : 3x/hr, porsi sedang (nasi,
                                              lauk, sayur)
                                   Minum: + 7-8 gelas (air putih, susu)
                        di RS    : Makan : Ibu puasa
                                   Minum: Ibu puasa


   b. Pola eliminasi
       Sebelum hamil : di rumah : BAB : 1x/hari, (lunak, kuning, bau
                                             khas)
                                   BAK : + 6 – 7 x/hari, (kuning jernih,
                                             bau khas)
       Saat hamil      : di rumah : BAB : 1x/hari, (lunak, kuning, bau
                                             khas)
                                   BAK : + 6 – 7 x/hari, (kuning jernih,
                                             bau khas)
                        di RS    : BAB : Ibu belum BAB sama sekali
                                   BAK : 2 x (warna kuning bercampur
                                             darah)


   c. Pola aktifitas
       Sebelum hamil : di rumah : Ibu mengerjakan rumahnya sendiri
                                   seperti    (menyapu,      mengepel   dan
                                   memasak)
       Saat hamil      : di rumah : Ibu mengerjakan rumahnya sendiri
                                   seperti    (menyapu,      mengepel   dan
                                   memasak)
                        di RS    : Ibu hanya tidur di bad (berbaring)
      d. Pola istirahat
          Sebelum hamil : di rumah : siang : + 1 jam/hari, nyenyak
                                         malam : + 7 – 8 jam/hari, nyenyak
          Saat hamil      : di rumah : siang : + 1 jam/hari, nyenyak
                                         malam : + 7 – 8 jam/hari, nyenyak
                            di RS       : Ibu belum istirahat sama sekali


      e. Pola personal hygiene
          Sebelum hamil : di rumah : mandi 2x/hari, gosok gigi 2x/hari,
                                         keramas 1x/hari, ganti baju 2x/hari,
                                         ganti pakaian dalam 2x/hari
          Saat hamil      : di rumah : mandi 2x/hari, gosok gigi 2x/hari,
                                         keramas 1x/hari, ganti baju 2x/hari,
                                         ganti pakaian dalam 2x/hari
                            di RS       : Ibu belum pernah mandi, gosok gigi,
                                         keramas, selama di RS hanya ganti
                                         jarik saja


      f. Pola Seksual
          Sebelum hamil : 2x/minggu
          Saat hamil      : Tidak sama sekali


B. Data Obyektif
   1. Keadaan umum : baik
      Kesadaran        : composmentis
      Postur tubuh     : normal
      Berat badan      : 48 Kg
      Tinggi badan     : 153 cm
   2. Tanda-Tanda Vital
      TD : 110/70 mmHg
      N    : 36 oC
      S    : 36 oC
   RR : 20 x/menit


3. Pemeriksaan Fisik
   a. Inspeksi
      Kepala           : Benjolan     (-),   rambut   hitam,    lurus,   bersih,
                        penyebaran merata
      Muka             : Oedema (-), agak pucat, simetris
      Hidung           : Simetris, bersih, polip (-), sekret (-), bulu (+)
      Telinga          : Simetris, serumen (-), agak kotor
      Mulut dan gigi : Mukosa bibir lembab, tidak ada gigi palsu dan
                        caries gigi
      Mata             : Simetris, conjungtiva agak putih, pupil (+), seklera
                        putih
      Leher            : Tidak ada pembesaran kelenjar thyroid
      Dada             : Simetris, bersih, tidak ada penarikan intercosta
      Axilla           : Bersih, lesi (-), ada sedikit bulu, tidak ada
                        pembesaran kelenjar limfe
      Abdomen          : Bekas operasi (-)
      Genetalia        : Oedema (-), keluar darah sedikit
      Anus             : Hemoroid (-)
      Ex. atas         : Simetris, gangguan pergerakan (-), infus (+),
                        oedema (-)
      Ex. bawah        : Simetris, gangguan pergerakan (-), oedema (-)


   b. Palpasi
      Kepala           : Benjolan (-), kulit kepala lembab
      Leher            : Pembesaran kelenjar tyroid (-), vena jugularis (-)
      Payudara         : Benjolan (-), nyeri tekan (-)
      Abdomen          : Nyeri (+), TFU 2 jari atas sympisis
                 c. Auskultasi
                    Dada              : Ronchi (-)
                                        Whezzing (-)


                 d. Perkusi
                    Reflek patella : +/+


            4. Pemeriksaan penunjang
                 a. Laboratorium
                    Hb     : 8 9%
                    VT     :  1 jari sempit, teraba jaringan plasenta
                    USG : Tampak GS (+), intra uterin dengan tepi tak beraturan


II.    IDENTIFIKASI DIAGNOSA MASALAH, DAN KEBUTUHAN
       Dx         : GII P10000 UK 13 minggu 1 hari dengan Abortus Inkompletus
       Ds         : Ibu mengatakan nyeri di bagian perut
                   TTV : TD         : 110/70 mmHg
                           N        : 88 x/menit
                           S        : 36 oC
                           RR       : 20 x/menit
                   HPHT             : 23 – 05 – 2010
                   HPL              : 30 – 02 – 2011
                   UK               : 13 minggu 1 hari
                   - Genetalia : Mengeluarkan darah sedikit-sedikit
                   - E. Atas        : Terpasang infus RL 20 tetes/menit


III.   ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL
       Infeksi


IV.    IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
       Inform consent pada keluarga untuk pelaksanaan curet
V.    INTERVENSI
      Dx                : GII P10000 UK 13 minggu 1 hari dengan Abortus Inkompletus
      Tujuan            : Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 1 x 24 jam
                         diharapkan ibu tidak perdarahan lagi
      Kriteria hasil : TTV normal
                         TD     : 110/70 – 140/90 mmHg
                         N      : 72 – 96 x/menit
                         S      : 365 – 375 oC
                         RR     : 16 – 24 x/menit
                         Tidak perdarahan lagi


      Intervensi
      1. Lakukan pendekatan dan anamnese kepada pasien dengan komunikasi
           terapeutik
           R:/ Dengan komunikasi yang baik dan benar akan terjalin hubungan saling
               percaya antara nakes dan pasien
      2. Observasi TTV
           R:/ Untuk mengetahui tanda-tanda umum ibu apakah ada kelainan
      3. Kolaborasi dengan tim medis
           R:/ Dengan pemeberian terapi dan obat akan mempercepat proses
               penyembuhan


VI.   IMPLEMENTASI
      Tanggal 23 – 08 – 2010
      1. Jam 11.00 WIB
           Melakukan pendekatan dan anamnese kepada pasien dengan komunikasi
           yang baik dan benar
      2. Jam 12.00 WIB
           Melakuakn observasi TTV
           TD : 110/70 mmHg
           N    : 88 x/menit
           S    : 365 oC
        RR : 16 x/menit
    3. Jam 12.30 WIB
        Kolaborasi dengan tim medis
        -    Infus RL di tangan kiri 20 tetes / menit
    4. Jam 13.00 WIB
        Melakukan pemeriksaan fisik
        VT : Pembukaan 1 jari sempit
    5. Jam 15.00 WIB
        Melakukan kuretasi yang dilakukan Dr. ”G”
    6. Jam 17.00 WIB
        Pasien pulang


VII. EVALUASI
    Tanggal : 23 – 08 – 2010
    Jam         : 17.00 WIB
    Diagnosa : GII P10000 UK 13 minggu 1 hari dengan Abortus Inkompletus
    S       : Ibu mengatakan perutnya masih nyeri tapi sedikit
    O       : KU               : baik
             Kesadaran         : composmentis
             BB                : 48 Kg
             TB                : 153 cm
             TTV       : TD : 110/70 mmHg
                           N   : 80 x/menit
                           S   : 36 oC
                           RR : 16 x/menit
             - Perdarahan sedikit
             - UCC keras
             - 3 jari di bawah pusat
    A       : Post Curet
    P       : Intervensi pasien pulang
             KIE     : Makan-makanan bergizi tidak boleh tarak
                      Kontrol ulang
                            LEMBAR KONSUL


    Tanggal                             Revisi       TTD
01 – 09 – 2010   -   Pemeriksaan penunjang
                 -   Intervensi
                 -   Antisipasi masalah potensial
                 -   Identifikasi kebutuhan segera
                 -   Pola sehari-hari


03 – 09 – 2010

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:276
posted:7/16/2011
language:Indonesian
pages:18