Docstoc

ASKEB _LILIK MAULIDAH ROCHMAH_

Document Sample
ASKEB _LILIK MAULIDAH ROCHMAH_ Powered By Docstoc
					                                       BAB II
                                   NEONATUS


2.1   Konsep Dasar Teori Bayi Baru Lahir
2.1.1 Definisi
      Neonatus : Neo  Baru; Natus  kelahiran
                   Jabang bayi, bayi baru lahir hingga berumur minggu
                                           (Kamus Kedokteran, Dr. Hendra T. 2002)
      Neonatus : Bayi dari lahir sampai usia minggu lahir biasanya dengan usia
                   gestasi – minggu (Donna. 2003. hal. 17)


2.1.2 Kriteria Umur Kehamilan Aterm
      a. Preterm : Kurang dari minggu (< 37 minggu)
      b. Aterm      : Sampai minggu (37 – 42 minggu)
      c. Posterm : Lebih dari minggu (> 42 minggu)
                                   (Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan, Manuaba)


2.1.3 Periode Bayi Baru Lahir
      Periode I    : Rektivitas (30 menit pertama setelah lahir) bayi terjaga dengan
                    mata    terbuka.   Memberikan      respon   terhadap   stimulus,
                    menghisap dengan penuh semangat dan menangis, kecepatan
                    pernafasan sampai 852 kali, denyut jantung sampai 180 menit.
      Periode II   : Rekativitas (berlangsung 2 – 5 jam)
                    Bayi bangun dari tidur yang nyenyak, denyut jantung dan
                    kecepatan pernafasan meningkat, reflek graps aktif, neonatus
                    mungkin mengeluarkan mekonium, urin dan menghisap.
                    Periode ini berakhir ketika lendir pernafasan telah berkurang.
      Periode III : St4Bilisasi (12 – 24 jam setelah lahir)
                    Bayi lebih mudah untuk tidur dan terbangun, tanda-tanda vital
                    stabil, kulit berwarna kemerahan dan hangat.
                                           (Keperawatan Maternitas, 2005, hal. 309)
2.1.4 Karakteristik Bayi Baru Lahir Normal
      a. Postur
            Puncak kepala (verbek) lengan, tungkai dalam keadaan fleksi, ringan,
            menggenggam.
      b. Tanda-tanda vital
            Denyut jantung : Frekuensi 120-160 x /menit, 100/menit saat tidur sampai
            160/menit saat menangis.
            Suhu axilla : 36,5 oC – 37,2 oC, suhu stabil selama 8 – 20 jam setelah
            lahir, mekanisme menggigil belum berkembang.
            Pernafasan berkisar 30 sampai 60 x/menit, peiode pertama (reaktivitas) :
            50-60 x/menit, periode kedua 50 – 70 x/menit


2.1.5 Bayi Baru Lahir Dapat Mengalami Kehilangan Panas Tubuhnya Melalui
      Proses
      a. Konveksi : Adalah aliran panas dari permukaan tubuh ke udara yang
                        lebih dingin.
      b. Radiasi      : Adalah kehilangan panas            dari permukaan   tubuh   ke
                        permukaan padat lain yang lebih dingin tanpa kontak
                        langsung satu sama lain tetapi dalam kontak yang lebih
                        dekat.
      c. Evaporasi : Adalah kehilangan panas yang terjadi ketika aliran berubah
                        menjadi gas.
      d. Konduksi : Adalah kehilangan panas dari permukaan yang lebih dingin
                        melalui kontak langsung.


2.1.6 APGAR Skor


                                                     SKOR
      Tanda
                             0                      1                       2
Apparance                               Tubuh merah muda            Ekstrimitas merah
                       Biru, pucat
   Warna kulit                          ekstrimitas biru            muda
Puise rate
                           Tidak ada       Di bawah 100            Lebih dari 100
    Denyut jantung
Brimace tonus otot         Lemah           Flexi ekstrimitas       Gerakan aktif
Aktivity arefleks          Tidak ada       Menyeringai, sedikit    Batuk, bersin,
iritabilitas               respon          gerakan mimik           menangis
Respiration                                                        Baik, menangis
                           Tidak ada       Pelan, tidak teratur
Usaha bernafas                                                     kuat


2.1.7 Pemenuhan Nutrisi Pada Bayi
        a) Energi
               Kebutuhan nutrisi bayi dapat dibagi dalam bagian
               1. Kebutuhan energi basal
               2. Kebutuhan energi untuk aktivitas fisik
               3. Pencernaan makanan serta kebutuhan energi untuk pertumbuhan
                  kebutuhan kaloti + 18 kkal/kg BB untuk 6 bulan 1,98 kkal/kg BB
                  untuk 6 bulan berikutnya.
        b) Karbohidrat
               BBL hanya menyimpan sedikit glikogen dalam hati, kemampuan untuk
               glikoneogenesis dan ketogenesis masih terbatas. Karbohidrat harus
               memenuhi 40 – 45 % kebutuhan kalori dalam makanan bayi.
        c) Lemak
               Untuk memelihara / memperoleh kalori yang edekuat 50 % kalori harus
               berasal dari lemak (trigliserida)
        d) Cairan
               Kebutuhan cairan bayi normal + 150 – 180 ml/kg BB 24 jam. Bayi yang
               cukup cairannya akan mengeluarkan urine + 100 /24 jam.
        e) Protein
               Kebutuhan protein bayi per-unit BB > orang dewasa. Kebutuhan protein
               selama 6 bulan pertama adalah 2,2 gr/kg BB.
f) Vitamin dan mineral
   Berbagai macam kebutuhan mineral dan vitamin yang harus dipenuhi
   untuk bayi baru lahir adalah besi, kalsium, vitamin K, vitamin C, dan
   Vitamin E.


1) Bayi baru lahir normal
   BBL dari umur kehamilan 37 – 40 minggu dan BB lahirnya 2.500 – 4.000
   gram.
   -   PB       48 – 52 cm
   -   LD       30 – 35 cm
   -   LK       33 – 35 cm
2) Warna kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subcutan cukup
   terbatas.
3) Rambut lanugo telah tidak terlihat, rambut kepala biasanya telah
   sempurna, kuku agak panjang dan lemas
4) Pada wanita genetalia labia mayora telah menutupi labia minora, pada
   pria testis sudah turun.
5) Reflek-reflek pada BBL normal atau sudah terbentuk dengan baik.
6) Pengeluaran urine dan mekonium akan keluar pada 24 jam pertama.
   (Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal, Abdul Bari Saifudin, 2002)
2.2   Diare
2.2.1 Definisi
       Diare adalah defekasi encer lebib dari 3x sehari dengan / tanpa darah dan
          / lendir dalam tinja .
                                       (Manajoer Arif, 2001 Kapita Selekta, jilid 2)
       Diare adalah buang air besar dalam bentuk cairan lebih dari 3x dalam satu
          hari dan biasanya berlangsung selama 2 hari / lebih.
           (http://www.balita .anda.com/kesehatan anak balita/648-diare pada bayi)


              Seseorang yang mengalami diare akan kehilangan cairan tubuh
      sehingga menyebabkan dehidrasi tubuh.
              Hal ini membuat tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik dan dapat
      membahayakan jiwa khususnya pada bayi, anak dan seorang / orang dewasa.


      Macam-Macam Diare
      1) Diare yang disertai demam
          Paling sering disebabkan oleh virus semua penyakit. Karena virus tidak
          ada obatnya yang penting meningkatkan daya tahan tubuh dan mengatasi
          kehilangan cairan tubuh dengan banyak minum terutama ASI.
      2) Diare yang disertai muntah
          Disebabkan oleh rangsangan ke dalam saluran pencernaan. Rangsangan
          itu bisa macam-macam, bisa oleh kuman / racun zat kimia. Yang paling
          penting adalah beri minum yang banyak.
                   (macam-macam diare. http://www.medicare.com/med/index:php,
                                                                    Februari, 2009)


2.2.2 Etiologi Diare
      a) Infeksi dari berbagai bakteri yang disebabkan oleh kontaminasi makanan
         maupun air minum.
      b) Alergi makanan, khususnya susu / laktosa (makanan yang mengandung
         susu)
      c) Makanan  makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan.
      d) Parasit yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan / minuman yang
          kotor.
                                                          (http://www.balita.anda.com)


2.2.3 Patofisiologi
      Faktor-faktor yang mempengaruhi diare sangat erat hubungannya satu sama
      lain.
      Misal  Cairan        intraluminal    yang    meningkat    akan    menyebabkan
                   terangsangnya usus secara mekanis karena meningkatnya volume
                   sehingga mobilitas usus meningkat. Sebaliknya bila makanan di
                   usus terlalu cepat akan menyebabkan gangguan waktu penyentuhan
                   makanan dengan mukosa usus, sehingga penyerapan elektrolit, air
                   dan zat-zat lain terganggu.
                                           (http://www.balita.anda.com/kes.anak.balita)
      Penyebab Diare
      1) Diare sekresi, yang dapat disebabkan oleh infeksi virus, kuman patogen,
          dan apatogen, hiperistaltik usus halus akibat bahan kimia / makanan,
          gangguan psikis, gangguan syaraf, hawa dingin, alergi, dan defisiensi
          imun.
      2) Diare osmotik, yang dapat disebabkan oleh malabsorpsi makanan,
          kekurangan kalori, protein (KKP) / bayi berat badan lahir rendah dan bayi
          baru lahir.
                                                                 (Mansjour Arif, 2005)
      3) Penyebab yang paling sering adalah infeksi oleh bakteri / virus
      4) Diare lebih sering ditemukan pada lingkungan yang penuh sesak
                     (http://www.balita.anda.com/kes.anak balita/648-diare pada bayi)


2.2.4 Gejala Klinis
      1) Mula-mula bayi dan anak menjadi cengeng, gelisah suhu tubuh
          meningkat, nafsu makan berkurang.
      2) Diare sering kali disertai oleh dehidrasi (kekurangan cairan)
      3) Warna tinja makin lama makin berubah menjadi kehijau-hijauan karena
         tercampur dengan empedu.
      4) Tinja car dan mungkin disertai lendir / darah.
      5) Berat badan turun, turgor kulit menurun, mata dan ubun-ubun besar
         menjadi cekung, selaput lendir bibir dan mulut serta kulit tampak kering.
                                            (www.balita.anda.com/kes.anak-balita)
      Tanda-Tanda Dehidrasi
      1) Penurunan berat badan
      2) Penurunan frekuensi berkemih
      3) Warna air kemih menjadi lebih gelap dan lebih pekat, denyut nadi cepat
      4) Haus rasa haus bisa ditunjukkan dengan menangis dan rewel
      5) Menangis tanpa air mata
                                            (www.balita.anda.com/kes.anak-balita)
      Gangguan kartio vaskuler pada tahap dipovolemik yang berat dapat berupa
      ranjatan dengan tanda-tanda :
      a) Denyut nadi yang cepat
      b) Tekanan darah menurun
      c) Muka pucat
      d) Ujung ekstrimitas dingin
      e) Kadang-kadang sianosis
      f) Nafas cepat dan dalam
                                            (www.balita.anda.com/kes.anak-balita)


2.2.5 Pemeriksaan Penunjang
     Pemeriksaan penunjang diperlukan dalam penatalaksanaan diare karena
     infeksi, karena dengan pemeriksaan yang terarah akan sampai pada terapi
     definitif.


2.2.6 Diagnosa
     Beberapa petunjuk anamnese yang mungkin dapat membantu diagnosis.
      a) Siapa bayi yang terinfeksi
      b) Dimana tempat kejadian
      c) Ada / tidak bayi yang terkena
         Kemungkinan adanya keracunan makanan / cholera akibat pencernaan
         sumber air.
      d) Makanan / minuman sebelum kejadian diare
         Bahan dari susu dan dalam waktu 6 jam di sertai BAB dan muntah.
                                                                 (Copenitto. 2000)
      e) Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.


2.2.7 Penatalaksanaan
      Diare mudah dicegah antara lain dengan cara
      1) Pada bayi an balita teruskan minum dengan pemberian ASI.
      2) Pemberian makanan pendamping ASI yang bersih dan bergizi setelah
         bayi berumur 6 bulan
      3) Makanan harus diteruskan bahkan ditingkatkan selama diare untuk
         menghindari efek buruk pada status gizi.
      4) Pengelolahan sampah yang baik supaya makanan tidak tercewmar
         serangga (lalat, kecoa, kutu dll.)
      5) Membuang air besar dan air kecil bayi pada tempatnya.
      6) Melaksanakan tata kerja terarah untuk identifikasi penyebab infeksi.
                                                     (http://www.balita.anda.com)
2.3 Asuhan Kebidanan Pada Bayi ”L” dengan Diare Akut
1. Pengkajian
   A. Data Subyektif
      1. Biodata
         Identitas bayi dan identitas orang tua
      2. Anamnese
         a. Keluhan Utama
                Lemah, BAB lebih dari 4x
         b. Riwayat Kesehatan Sekarang
                Bayi lemah
         c. Riwayat kebidanan
                1. Riwayat Kehamilan
                   Multigravida / grandemulti, usia ibu kurang dari 16 tahun / lebih
                   dari 35 tahun.
                2. Riwayat Persalinan
                   Partus usia kehamilan cukup bulan yaitu 42 minggu.
         d. Pola Kegiatan Sehari-hari
                1. Pola Nutrisi
                   Dengan memberikan Asi eksklusif
                2. Pola Istirahat
                   Lebih sedikit tidur, kurang lebih 12 jam
                3. Pola Eliminasi
                   Drekuensi buang air kecil 5x sehari, dan buang air besar 4x sehari,
                   cair.
                4. Personal Hygiene
                   Mandi 2x sehari, kain yang basah diganti, tempat tidur
                   didesinfeksi tiap pagi.
   B. Data Obyektif
      2. Pemeriksaan
         a. Keadaan Umum
                Keadaan umum lemah, kesadaran composmentis, patis
b. Tanda-tanda vital
   Suhu : 36 oC              N : 200 x/menit        RR : 40 – 7 x/menit
   BB      : 2980
   PB      : 50 cm
c. Pemeriksaan Fisik
   “Inspeksi”
   Kepala           : seimbang dengan badan
   Hidung           : tidak terdapat pernafasan cuping hidung
   Telinga          : daun telinga matur, tidak ada secret
   Mulut            : reflek menghisap dan menelan lemah, ridak ada
                     stomatitis
   Dada             : pernafasan teratur tidak ada tarikan interkosta
   Abdomen          : meteorismus. Simetri, bising usus
   Genetalia        : labia mayora telah menutupi labia minora
   Eks. Atas        : gerakan lemah, kurang aktif, akral hangat
   Eks. Bawah : gerakan lemah, kurang aktif, akral hangat
   Integumen        : turgor kulit normal


   ”Palpasi”
   Leher            : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, kelenjar limfe,
                     tidak ada bendungan vena jugularis
   Integumen        : turgor kulit normal


   ”Auskultasi”
   Dada             : detak jantung normal tidak ada ronchi / wheezing
   Abdomen          : meteorismus, simetris, bising usus meningkat


   ”Perkusi”
   Abdomen          : meteorismus, simetris, bising usus meningkat
             ”Reflek-Reflek”
              Reflek moro                      : ada / tidak
              Tonik neck reflek / tonus leher : ada / tidak
              Graps reflek                     : ada / tidak
              Suckling reflek                  : ada / tidak
              Rooting reflek                   : ada / tidak
              Swallowwing reflek               : ada / tidak
             Pemeriksaan penunjang


2.4 Identifikasi Diagnosa, Masalah dan Kebutuhan
    1. Diagnosa
       Bayi ”L” umur 22 hari dengan diare
       Ds : Ibu bayi mengatakan sejak kemarin anaknya BAB cair sebanyak 4x
       Do : Bayi lahir dengan tangis lemah, berat badan lahir 2980 gram, panjang
             badan 50 cc, lingkar kepala 35 cm, lingkar dada 35 cm, BAK 5x
             sehari dan BAB 4x sehari (cair)
    2. Masalah
       Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit
       Ds : -
       Do : suhu 37 oC
             Akral hangat
             BAB 4x cair
             BAK 5x


2.5 Identifikasi Diagnosa dan Masalah Potensial
     Potensial terjadi dehidrasi
     Sepsis


2.6 Identifikasi Kebutuhan Segera
     Carian infus
     Kolaborasi dengan tim medis
2.7 Intervensi
    1. Diagnosa : Bayi ”L” umur 22 hari dengan diare
       Tujuan       : memantau input dan output cairan agar tidak terjadi dehidrasi
       Kriteria     : BAB tidak cair dan normal, keadaan umum baik
       Intervensi
       a. Lakukan pendekatan pada ibu dan bayi
           Rasional : Dengan pendekatan akan terjalin kerja sama dan kepercayaan
                       pada petugas
       b. Observasi berat badan tiap pagi / tiap hari
           Rasional : Dengan observasi berat badan dapat diketahui kenaikan atau
                       penurunannya
       c. Observasi input dan output cairan
           Rasional : Dengan pemantauan observasi untuk pemenuhan cairan
                       dalam tubuh
       d. Motivasi ibu untuk melatih bayi menetek sesering mungkin
           Rasional : Melatih reflek menghisap + memenuhi kebutuhan nutrisi
       e. Lakukan penanganan sesuai advis dokter
           Rasional : Perawatan secara komprehensif dan pelaksanaan secara
                       dependent
    2. Masalah gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit
       Tujuan       : Memantau cairan yang masuk dan keluar
       Kriteria     : Tidak terjadi dehidrasi
       Intervensi
       a. Lakukan pendekatan pada ibu dan bayi
           R/ : Dengan pendekatan akan terjalin kerja sama dan kepercayaan pada
                  petugas
       b. Observasi berat badan tiap pagi
           R/ : Dengan observasi berat badan dapat diketahui kenaikan atau
                  penurunannya
       c. Observasi input dan output cairan
           R/ : Dengan observasi untuk pemenuhan cairan dalam tubuh
       d. Motivasi ibu untuk melatih bayi menetek sesering mungkin
           R/ : Melatih reflek menghisap dan memenuhi kebutuhan nutrisi
       e. Lakukan penanganan sesuai advis dokter


2.8 Impelmentasi
         Implementasi    yang      berkomprehensif   merupakan    pengeluaran   dan
    perwujudan dari rencana yang telah disusun pada tahap perencanaan.
    Perencanaan dapat teratasi dengan baik apabila diterapkan berdasarkan hakekat
    masalah. Jenis tindakan / pelaksanaan bisa dikerjakan oleh bidan sendiri, klien,
    kolaborasi sesama tim / kesehatan lain dan rujukan dari profisi.


2.9 Evaluasi
         Seperangkat    tindakan    yang saling berhubungan untuk        mengukur
    pelaksanaan serta didasarkan atas tujuan dan kriteria. Guna mengevaluasi ini
    menilai kemampuan dalam memberi asuhan kebidanan menilai keefektifas dari
    asuhan kebidanan sebagai umpan balik untuk memperbaiki.
         Untuk menyusun langkah baru dalam asuhan kebidanan, menunjang
    tanggung jawab dan tanggung gugat dalam asuhan kebidanan, dalam evaluasi
    menggunakan SOAP yaitu :
    S : Data yang diperoleh dari wawancara langsung
    O : Data yang diperoleh dan hasil observasi dan pemeriksaan
    A : Pernyataan yang terjadi atas data subyekif dan obyektif
    P : Perencanaan yang ditentukan sesuai dengan masalah
                                        BAB III
                                TINJAUAN KASUS


I. PENGKAJIAN
  No. Register      : 040685                                    jam : 11.45 WIB
  MRS tanggal       : 26 Agustus 2010                           jam : 12.00 WIB
  A. Data Subjektif
     1. Biodata
         Nama pasien        : By. “L”
         Umur               : 22 hari
         Agama              : Islam
        Nama Ibu        : Ny. “L”             Nama Suami   : Tn. “N”
        Umur            : 30 tahun            Umur         : 33 tahun
        Pekerjaan       : IRT                 Pekerjaan    : Wiraswasta
        Pendidikan      : SMA                 Pendidikan   : SMA
        Agama           : Islam               Agama        : Islam
        Alamat          :                     Alamat       :
         Diagnosa masuk : Diare Akut


     2. Anamnese
         a. Keluhan Utama
            Keluarga pasien mengatakan anaknya BAB 4x sehari dan feses cair.
         b. Riwayat Kesehatan sekarang
            Keluarga pasien mengatakan bahwa anaknya perutnya kembung dan
            disertai BAB 4x alam sehari tanggal
            Karena anaknya BAB 4x dalam sehari dan feses cair anaknya dibawa
            ke RSUD Jombang.
         c. Riwayat kesehatan yang lalu
            Keluarga pasien mengatakan tidak pernah menderita penyakit yang
            diderita pasien saat ini.
d. Riwayat kesehatan keluarga
   Keluarga pasien mengatakan dalam keluarganya tidak pernah ada
   yang menderita penyakit menurun / menular yang berat atau kronis
   seperti kencing manis, tekanan darah tingi, asma dll.
e. Riwayat Neonatal
   a) Prenatal
       Selama hamil ibu memeriksakan kehamilannya pada bidan desa,
       minum 2 tablet zat besi dan vitamin, mendapatkan suntik TT
       sebanyak 2x.
   b) Natal
       Pada tanggal 4 Agustus 2010 pada jam 20.00 WIB ditolong
       BPDS. Bayi perempuan lahir SC di RSUD Jombang dan dirawat
       di pavilliun anggrek 5 hari dengan berat badan 2980 gram panjang
       50 cm.
   c) Postnatal
       2 jam setelah persalinan bayi dipindahkan dari kamar operasi ke
       paviliun anggrek RSUD Jombang.
f. Riwayat Imunisasi
   Semua imunisasi belum didapat
g. Pola kebiasaan sehari-hari
   a) Nutrisi
       Bayi diberi minum ASI, batasannya mulai jam 08.00 sampai jam
       16.00 WIB, bayi juga diberi minum SGM, LLM selain itu bayi
       tidak diberikan makanan apapun selain ASI dan susu SGM, LLM.
   b) Pola aktivitas
       Bayi bergerak kurang aktif, menangis jika haus dan jika popok
       dan bajunya basah / merasa tidak nyaman. Reflek menghisap dan
       menelan lemah, bayi diantar pada ibunya untuk disusui 2 x sehari
       mulai jam 08.00 sampai jam 16.00 WIB.
   c) Pola Istirahat
       Bayi lemah, menangis jika hasu dan popok basah karena BAB /
       BAK
       d) Pola eliminasi
          BAK 5x sehari, warna kuning jernih dengan bau khas
          BAB 4x sehari, cair, warna kuning bau khas
       e) Personal hygiene
          Bayi dimandikan 2x sehari, pagi jam 05.00 WIB, sore jam 15.00
          WIB. Kain yang basah oleh keringat, muntahan, BAB / BAK
          segera diganti. Tempat tidur dibesihkan tiap pagi


B. Data Obyektif
   1. Pemeriksaan
      a. Keadaan Umum
         Keadaan umum           : lemah
         Kesadaran              : composmentis
         Menangis               : lemah
      b. Tanda-Tanda Vital
         Tensi : -
         Nadi     : 200 x/menit
         Suhu : 36 oC
         RR       : 40.7 x/menit
         Panjang badan             : 50 cm
         Berat badan lahir         : 2980 gram
         Berat badan sekarang : 3270 gram
      c. Pemeriksaan Fisik
         ”Inspeksi”
         Kepala        : Tidak ada benjolan, rambut tipis
         Mata          : Simetris, konjungtiva pucat, cowong
         Hidung        : Simetris, bersih, tidak terpasang sonde, tidak ada
                        pernapasan cuping hidung
         Telinga       : Daun telinga matur, tidak ada secret
         Mulut         : Reflek menghisap dan menelan lemah, tidak ada gigi
                        natal
   Leher       : Tidak ada pembesaran pada kelenjar thyroid, kelenjar
                  limfe, tidak ada bendungan pada vena
   Dada        : Simetris, tidak ada tarikan intercostal
   Abdomen     : Simetris, bising usus meningkat
   Punggung : Tidak lorgosis, kifosis atau skolosis
   Genetalia   : Labia mayora sudah menutupi labia minora
   Ex. atas    : Simetris, gerak lemah, akral hangat, terpasang infus
                  KAEN 4B 275 cc/24 jam di tangan kanan
   Ex. bawah : Simetris, gerak lemah, akral hangat
   Integumen : CRT < 2 detik


   ”Palpasi”
   Leher       : Tidak ada pembesaran pada kelenjar thyroid, kelenjar
                  limfe, tidak ada bendungan pada vena jugularis
   Integuen    : Turgor kulit normal


   “Auskultasi”
   Dada        : Detak jantung normal 120/160 x/menit tiak ada ronchi
                  maupun wheezing
   Abdomen     : Simetris, bising usus meningkat


   “Perkusi”
   Abdomen     : Meteorismus, simetris, bising usus meningkat
d. Refelk-reflek : - Reflek Moro                     : ada, kuat
                   - Tonik neck reflek / reflek leher : ada, lemah
                   - Graps reflek                    : ada, lemah
                   - Suckling reflek                 : ada, lemah
                   - Rooting reflek                  : ada, kuat
                   - Swallowwing reflek              : ada, lemah
II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA MASALAH, DAN KEBUTUHAN
   1. Diagnosa
      Bayi ”L” umur 22 hari dengan diare akut
      Data subyektif : Ibu bayi mengatakan sejak kemarin anaknya BAB cair
                        sebanyak 4x
      Data obyektif :
      Bayi perempuan lahir SC tanggal 4 Agustus 2010 jam : 20.00 WIB
      S      : 36 oC
      BBL : 2980 gram
      BBS : 3270 gram
      LD     : 35 cm
      LK     : 33 cm
      PB     : 50 cm
      BAB : 4x sehari cair
      BAK : 5x sehari
   2. Masalah
      -    Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit
      -    Hypotermi
           Data subyektif    :-
           Data obyektif     : turgor kulit normal
                              BB : 3320 gram
           Keadaan umum : lemah, terpasang infus KAEN 4B 275 cc/24 jam
           Intake            : minum 8 x 35 cc, output BAK 5x sehari
                              suhu 36 oC
III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL
    Dehidrasi berat
    Sepsis
IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
    Kolaborasi dengan tim medis
    Termoregulasi
    Pemberian terapi cairan
V.   INTERVENSI
     1. Diagnosa        : Bayi ”L” umur 22 hari dengan diare akut
        Tujuan          : Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 3 x 24 jam,
                          diharapkan keadaan umum baik, BAB tidak cair dan normal
        Kriteria hasil : BAB meningkat
                          KU   : Baik
                          TTV : Tensi : -
                                 Nadi   : 120/160 x/menit
                                 Suhu : 36,5 oC – 37,5 oC
                                 RR     : 30 – 60 x/menit
      Intervensi
      a. Cuci tangan, lakukan pendekatan pada ibu dan bayi
         R/ : Dengan pendekatan akan terjalin kerja sama dan kepercayaan pada
               petugas
      b. Observasi berat badan tiap pagi
         R/ : Dengan pemantauan berat badan dapat diketahui kenaikan atau
               penurunannya
      c. Observasi input dan output cairan
         R/ : Untuk pemenuhan cairan dalam tubuh
      d. Motivasi ibu untuk memenuhi ASI / PASI bayinya
         R/ : Agar kebutuhan ASI / PASI bayi tercukupi dan tidak terjadi dehidrasi
      e. Lakukan kolaborasi dengan tim medis
         R/ : Perawatan secara komprehensif dan pelaksanaan secara dependent
      f. Lakukan personal hygiene
         R/ : Menjaga kebersihan vulva dan menghindari terjadinya infeksi


VI. IMPLEMENTASI
     Tanggal       : 26 Agustus 2010                        jam : 12.15 WIB
     Diagnosa : Bayi ”L” umur 22 hari dengan diare akut
     a) Melakukan pendekatan pada ibu saat ibu menyusui bayinya dengan
        memberikan penyuluhan personal hygiene, bagaimana menyusui dengan
        baik
   b) Menimbang dan melihat kembali hasil penimbangan
   c) Melakukan pemantauan output dan intake cairan setiap hari
   d) Pada saat menyusui bayinya berikan motivasi pada ibu untuk menyusi
      bayinya sesering mungkin 2 kali sehari, pada saat perawatan di ruang
      neonatus dibeikan juga susu formula SGM, LLM 30 cc.
   e) Menganjurkan untuk melakukan pesonal hygiene untuk menjaga kebersihan
      vulva dan menghindari terjadinya infeksi.
   f) Melanjutkan penanganan sesuai advis dokter dengan memberikan injeksi
      cefotaxime 2 x 175 mg, infus KAEN 4B 275 cc/24 jam, questran 3 x 1/5
      sachet, lacto B 2 x ½ sachet.


VII. EVALUASI
   1. Tanggal : 27 Agustus 2010                        jam : 21.00 WIB
      a) Diagnosa : Bayi ”L” umur 22 hari dengan diare akut
          S :-
          O : Lemah, tangis lemah, BB 3320 gram, terpasang infus KAEN 4B
              275 cc/24 jam
          A : Masalah teratasi sebagian
          P : Intervensi dilanjutkan
               Observasi berat badan tiap pagi
               Observasi input dan output cairan
               Motivasi ibu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayinya
               Penanganan advis dokter, injeksi cefotaxime 2 x 175 mg, infus
                  KAEN 4B 275 cc/24 jam, questran 3 x 1/5 sachet, lacto B 2 x ½
                  sachet
      b) Masalah : Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit
          S :-
          O : Lemah, tangis lemah, terpasang infus KAEN 4B 275 cc/24 jam,
              BAB 4x, BAK 5x
          A : Masalah teratasi sebagian
          P : Intervensi dilanjutkan
               Observasi input dan output cairan
            Motivasi ibu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayinya
            Advis dokter : injeksi cefotaxime 2 x 175 mg, infus KAEN 4B
              275 cc/24 jam, questran 3 x 1/5 sachet, lacto B 2 x ½ sachet


2. Tanggal : 28 Agustus 2010                          jam : 21.30 WIB
   a) Diagnosa : Bayi ”L” umur 22 hari dengan diare akut
      S :-
      O : Lemah, tangis kuat, keadaan umum membaik, BAK 5x, BAB 3x
      A : Masalah teratasi sebagian
      P : Intervensi dilanjutkan
            Observasi input dan output cairan
            Penanganan advis dokter : injeksi cefotaxime 2 x 175 mg, infus
              KAEN 4B 275 cc/24 jam, questran 3 x 1/5 sachet, lacto B 2 x ½
              sachet
   b) Masalah : Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit
      S :-
      O : Lemah, tangis kuat, keadaan umum membaik
      A : Masalah teratasi sebagian
      P : Intervensi dilanjutkan
            Observasi input dan output cairan
            Advis dokter : injeksi cefotaxime 2 x 175 mg, infus KAEN 4B
              275 cc/24 jam, questran 3 x 1/5 sachet, lacto B 2 x ½ sachet


3. Tanggal : 29 Agustus 2010                          jam : 16.00 WIB
   a) Diagnosa : Bayi ”L” umur 22 hari dengan diare akut
      S :-
      O : Keadaan umum baik, tangis kuat, BAK 5x sehari, BAB 2x sehari
      A : Masalah teratasi seluruhnya
      P : Intervensi dihentikan, pasien dipulangkan
   b) Masalah : Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit
      S :-
      O : Keadaan umum baik, tangis kuat, BAK 5x sehari, BAB 2x sehari
A : Masalah teratasi seluruhnya
P : Intervensi dihentikan, pasien pulang dengan menganjurkan ibu
    untuk memberikan ASI pada bayi untuk pemenuhan nutrisi
   ASUHAN KEBIDANAN PADA By. ”L”
  UMUR 22 HARI DENGAN DIARE AKUT
     DI PAVILIUN ANGGREK RSUD
              JOMBANG




            Disusun Oleh :

       LILIK MAULIDAH ROHMAH




       PRODI D-III KEBIDANAN
STIKES BAHRUL ULUM TAMBAKBERAS
             JOMBANG
                2010

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:317
posted:7/16/2011
language:Indonesian
pages:23