Docstoc

PENULISAN LAMBANG BILANGAN

Document Sample
PENULISAN LAMBANG BILANGAN Powered By Docstoc
					                          PENULISAN LAMBANG BILANGAN


     Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata pada
rangkaian tulisan ilmiah, tidak dibenarkan ditulis dengan angka, tetapi ditulis dengan
huruf kecuali jika beberapa lambang bilangan tersebut dipakai secara berurutan, seperti
dalam perincian dan pemaparan.
     Misal :
 Sekolahku telah memenangkan pertandingan bola voli selama dua kali berturut-turut.
 Dari 30 temanku, 20 orang ikut liburan ke Borobudur, 10 orang tidak mengikutinya.
 Buah-buahan yang harus dibawa ke sekolah untuk acara perpisahan adalah jeruk 5
   kg, apel 2 kg, dan 1 kg salak.


     Selain itu, lambang bilangan pada awal kalimat juga tidak dibenarkan ditulis
dengan angka, tetapi juga ditulis dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat diubah,
sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata, tidak terdapat
lagi pada awal kalimat.
Misal:
 Sejumlah jalan tol di negara berpenduduk 16 juta tersebut hancur atau rusak berat.
   Bukan : Sejumlah jalan tol di negara berpenduduk 16.000.000 tersebut hancur atau
   rusak.
Kecuali dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi, bilangan tidak perlu ditulis
dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks.
Misal :
 Kampus kami tercatat ebagai 30 besar urutan kampus termegah se-Asia Tenggara.
   Bukan : Kampus kami tercatat sebagai 30 besar (tiga puluh) urutan kampus
   termegah se-Asia Tenggara.


     Namun lambang bilangan yang menyatakan ukuran panjang, berat, isi, satuan
waktu, dan nilai uang, dapat ditulis dengan angka.
Misal :
 Tsunami setinggi 80 sentimeter melanda pesisir pasifik di Rusia.
 Ibu membeli 7 liter minyak tanah.
 Satu pensil harganya 500 rupiah.
 Ibu membeli 3 kilogram beras.




                                               1
 Pada tahun akademik 2010/2011 ITS memberikan kesempatan kepada siswa
   SMA/SMK/MA sejenis lulusan tahun 2009 atau yang lulus pada tahun 2010 untuk
   mengikuti seleksi calon mahasiswa baru ITS melalui program kemitraan.
 Iwan berangkat ke sekolah pada pukul 06.30 pagi.


Pemenggalan Kata
        Pemanfaatan pemenggalan kata hanya untuk bahasa tulis. Dalam bahasa tulis
pemenggalan kata digunakan untuk memisahkan kata akibat pergantian baris.
        Suatu kata yang terletak pada ujung baris jika tidak cukup ditulis pada ujung baris
itu tentu harus dipenggal. Dalam pemenggalan kata itu antara bagian kata yang satu dan
bagian yang lain harus dihubungkan dengan tanda hubung (-) dan tidak didahului spasi.
Jadi, tanda hubung itu ditulis rapat dengan bagian kata yang diikutinya.
        Penempatan tanda hubung pada pemenggalan kata ditulis diujung baris, tepat
setelah bagian kata yang dipenggal, dan tidak di bawah ujung baris. Selain itu, perlu pula
ditambahkan bahwa bagian kata, baik yang berupa suku kata maupun imbuhan, yang
hanya terdiri atas satu huruf hendaknya tidak dipenggal. Hal itu dimaksudkan agar tidak
ada satu huruf yang terpisah pada ujung baris.
        Sejalan dengan kaidah pemenggalan kata itu dilakukan sebagai berikut :
Jika di tengah kata terdapat dua buah vokal yang berurutan, pemenggalannya dilakukan
di antara kedua vokal itu.
Misal :
Kata                          Pemenggalan yang Tepat             Tidak Tepat
biadab                                   bi-                            bi
                              adab                               adab
biang                                    bi-                            bi
                              ang                                ang
diam                                     di-                            di
                              am                                 am
kaisar                                   ka-                            ka
                              isar                               isar
muat                                     mu-                            mu
                              at                                 at
Jika di tengah kata terdapat huruf konsonan yang diapit oleh vokal, pemenggalannya
dilakukan sebelum huruf konsonan itu.
Misal :
Kata                          Pemenggalan yang Tepat             Tidak Tepat



                                                 2
rajin                                    ra-                        raj-
                           jin                               in
selamat                                  se-                        sel-
                           lamat                             amat
suka                                     su-                        suk-
                           ka                                a
sedikit                                  se-                        sed-
                           dikit                             ikit
bahasa                                   ba-                        bah-
                           hasa                              asa


Selain itu, jika yang diapit vokal itu berupa gabungan huruf konsonan, pemenggalannya
tetap dilakukan sebelum gabungan huruf konsonan itu. Dalam hal ini, gabungan huruf
konsonan seperti ng, ny, sy tidak dpenggal karena gabungan itu hanya melambangkan
satu konsonan atau satu fonem. Misal :
Misal :
Kata                       Pemenggalan yang Tepat            Tidak Tepat
dengar                                   de-                        den-
                           ngar                              gar
dingin                                   di-                        din-
                           ngin                              gin
lengkap                                  le-                        len-
                           ngkap                             gkap
lenyap                                   le-                        len-
                           nyap                              yap
lomba                                    lo-                        lo
                           mba                               mba


Sejalan dengan itu, gabungan vokal atau yang lazim disebut diftong unsur-unsurnya juga
tidak dipenggal pada pergantian baris.
Misal :
Kata                       Pemenggalan yang Tepat            Tidak Tepat
kemarau                                  kema-                      kemara-
                           rau                               u
kalau                                    ka-                        kala-
                           lau                               u



                                                 3
aurat                                   au-                       a-
                              rat                          urat
ceria                                   ce-                       ceri-
                              ria                          a
damai                                   da-                       dama-
                              mai                          i


Kata ulang dalam bahasa Indonesia pada dasarnya juga dapat dipenggal. Namun, jika
kata ulang itu akan dipenggal pada pergantian baris, sebaiknya pemenggalannya
dilakukan di antara unsur-unsur yang dipenggal. Hal itu dimaksudkan agar penggunaan
dua tanda hubung dalam satu kata dapat dihindari.
Misal :
Kata                          Pemenggalan yang Tepat       Tidak Tepat
bersungguh                              bersungguh-               bersung-
                              sungguh                      guh-sungguh
berdua-duaan                            berdua-                   berdu-
                              duaan                        a-duaan
layang-layang                           layang-                   layang-la-
                              layang                       yang
bintang-bintang                         bintang-                  bintang-bin-
                              bintang                      tang


Sehubungan dengan penggunaan tanda hubung pada pemenggalan kata, perlu
ditambahkan bahwa fungsi tanda hubung itu adalah untuk menghubungkan bagian-
bagian kata yang dipenggal.


Selain digunakan untuk menghubungkan bagian-bagian kata yang dipenggal, tanda
hubung juga digunakan untuk menghubungkan ke dengan angka arab atau angka biasa
pada kata bilangkan tingkat.


Misal :
 Nomor ke-3
 Perayaan ke-5
 Pada babak ke-2 regu A mengalami kekalahan.




                                              4
Tetapi, jika bilangan tingkat ditulis dengan angka Romawi, antara unsur nomor,
perayaan, babak dan angka Romawi tidak perlu disertai ke, baik dengan tanda hubung
maupun tidak, karena angka Romawi itu sudah menyatakan bilangan tingkat. Dengan
demikian, contoh tersebut bisa ditulis dengan angka Romawi menjadi berikut:
 Nomor III
 Perayaan V
 Babak II


Jika angka itu ditulis dengan huruf, antara ke dan angka yang ditulis dengan huruf itu
diserangkaikan.
 Babak kedua, bukan babak ke dua
 Perang dunia kedua, bukan perang dunia ke dua
Atas dasar keterangan tersebut, contoh berikut ini tidak tepat.
 Babak Ke II
 Babak 2
 Prang Dunia Ke II
 Perang Dunia 2
Tanda hubung juga digunakan untuk merangkaikan se- dengan kata berikutnya yang
dimulai dengan huruf kapital, angka dengan –an, singkatan berhuruf kapital dengan
imbuhan, dan nama jabatan rangkap.
Misalnya :
1. se- dengan kata yang berhuruf kapital
   Misalnya :
    Iwan menjadi pemenang komba catur se-Jawa Timur.
    Dia menjadi juara tingkat nasional se-Indonesia
    Jepang negara ternaju se-Asia.
2. Angka dengan –an
   Misalnya :
    Pada tahun 1930-an cabang Surabaya mendirikan sekolah guru 2 tahun dan
       sebuah sekolah dasar tingkat rendah berbahasa Belanda yang bernama sehak el
       school.
    Kami membayar dengan uang 5.000-an
    Pada abad 20-an teknologi semakin canggih.
3. Singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan
   Misalnya :
    Para pengendara motor harus ber-SIM



                                               5
    Banyak para karyawan yang di-PHK-kan
    Karena diketahui KTP-nya palsu orang itu dibawa ke pengadilan.
4. Nama jabatan rangkap
   Misalnya :
    Para Menteri-Sekretaris Negara sedang berkumpul di Istana Negara
    Masjid Al Mimbar telah diresmikan oleh Menteri-Sekretaris Negara
    RUU itu sudah ditetapkan oleh ketua DPR-MPR
Nama jabatan rangkap selain bisa ditulis dengan menggunakan tanda hubung, dapat pula
menggunakan tanda garis miring.
Misalnya :
    Para Menteri/Sekretaris Negara sedang berkumpul di Istana Negara
    Masjid Al Mimbar telah diresmikan oleh Menteri/Sekretaris Negara
    RUU itu sudah ditetapkan oleh ketua DPR/MPR
Pabila dalam suatu penulisan kita terpaksa menggunakan kata-kata asing dan kata asing
itu diberi imbuhan bahasa Indonesia, penulisannya tidak langsung dirangkaikan, tetapi
harus diberi tanda hubung sebagai perangkai imbuhan bahasa Indonesia dan unsur asing
itu. Dalam hal ini, kata asing itu ditulis dengan garis bawah atau dicetak miring.
Misalnya :
    di-charter
    di-recall
    pen-tackle-an
    di-display
    di-export
    di-save
Seperti yang tampak pada contoh tersebut, pemenggalan tanda hubung tidak diantarai
dengan spasi, baik dengan unsur sebelum maupun sesudahnya.




                                               6
PENULISAN LAMBANG BILANGAN

“makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia”




                    Dosen Pembimbing :
                 Bpk. Yusuf Suharto, S.th.I




                           Oleh :
                          Suba‟i




   UNIVERSITAS DARUL „ULUM
           FAK. AGAMA ISLAM
               TAHUN 2009/2010

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:597
posted:7/16/2011
language:Indonesian
pages:7