Docstoc

diare BAB

Document Sample
diare BAB Powered By Docstoc
					                                           BAB I
                                  PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
         Diare merupakan salah satu penyebab utama morbilitas dan mortalitas anak di
   negara yang sekarang berkembang. Sebagian besar diare akut disebabkan oleh
   infeksi.
         Banyak dampak yang terjadi karena infeksi salurancerna antara lain
   pengeluaran toxin yang dapat menimbulakn gangguan sekresi dan reabsorpsi cairan
   dan elektrolit dengan akibat deidrasi, gangguan keseimbangan elektrolit dan
   keseimbangan asam basa.


B. Tujuan
   1. Tujuan umum      : Memperoleh pengalaman secara nyata dalam pelaksanaan
                        kebidanan pada anak dengan diare akut.
   2. Tujuan khusus : Setelah melakukan asuhan kebidanan mahasiswi dapat :
                        –    Menjalaskan pengertian, gejala klinik serta etiologi dari
                             diare akut.
                        –    Mengetahui penatalaksanan kasus diare akut.
                        –    Mampu memberikan asuhan kebidanan pada anak dengan
                             7 langkah Helen Varney.
                             1. Melakukan pengkajian data
                             2. Mengidentifikasi masalah
                             3. Potensial diagnosa
                             4. Identifikasi kebutuhan segera
                             5. Intervensi (merumuskan tindakan sesuai rencana)
                             6. Implementasi (melakukan tindakan sesuai rencana)
                             7. Evaluasi asuhan kebidanan


C. Manfaat Penulisan Bagi Pasien
   a. Bagi Pasien
       Agar pasien mengetahui bahwa diare akut merupakan masalah dalam tubuh.
   b. Bagi Penulis
       Mendapatkan pengalaman serta menerapkan teori manajemen kebidanan
       menurut Helen Verney.
  c. Bagi Institusi Pendidikan
     Sebagai bahan kepustakaan bagi yang membutuhkan asuhan kebidanan dan
     perbandingan pada penanganan diare akut.


D. Cara Pengumpulan Data
  a. Komunikasi (intervielx) secara langsung dengan pasien.
  b. Observasi, melakukan pengamatan dan pemeriksaan fisik secara langsung pada
     pasien.
                                        BAB II
                                    DIARE AKUT


1. Pengertian
        Diare akut adalah diare yang terjadi secara mendadak dan berlangsung kurang
   dari 7 hari pada bayi dan anak yang sebelumnya sehat.
        Diare akut adalah keluarnya buang air besar sekali atau lebih yang berbentuk
   cair dalam satu hari dan berlangsung kurang 14 hari.
   Klasifikasi
        Diare secara garis besar dibagi atas radang dan non radang. Diare radang
   dibagi atas infeksi dan non infeksi. Diare non radang bisa karena hormonal,
   anatomis, obat-obatan dan lain-lain. Penyebab infeksi bisa virus, bakteri, parasit dan
   jamur, sedangkan non infeksi karena alergi dan radiasi.


2. Etiologi
    Infeksi virus (rotavirus, adenovirus, norwalk), bakeri, parasit, cacing perut, dan
       jamur
    Malbsorbsi karbohidrat (intoleransi laktosa) lemak atau protein
    Imunodefisiensi
    Psikologis, rasa takut dan cemas
        Pada diare akut terjadi kekurangan air (dehidrasi) gangguan keseimbangan
   asam basa (asidosis metabolic) secara klinis berupa pernafasan kusmaul,
   hypoglikemi, gangguan gizi dan gangguan sirkulasi.


3. Patofisiologi
   1. Diare Akut
       Terjadi secara akut dan berlangsung paling lama 3 – 6 hari.
        Ketidakseimbangan pengangkutan air dan elektrolit
        Terjadi perubahan absorbsi dan sekresi cairan dan elektrolit
   2. Diare Berkepanjangan
       Berlangsung lebih dari 7 hari
        Terjadi kerusakan mukosa usus yang berkepanjangan
        Pertumbuhan kuman yang berlebihan.
   3. Diare Klinis
       Berlangsung lebih dari 14 hari
        Kerusakan mukosa usus
       Mobilitas intestinal yang abnormal/berkurangnya permukaan usus yang
          berfungsi hio/hipermotili.
       Abnormalitas absorbsi / diare congenital
       Skretori : Infeksi Interopatogen.


4. Manifestasi Klinis
        Awalnya anak menjadi cengeng, gelisah, suhu badan mungkin meningkat,
   nafsu makan berkurang atau tidak ada. Kemudian timbul diare. Tinja makin cair
   mungkin mengandung darah dan lendir. Warna hijau berupa menjadi kehijau-hijauan
   karena tercamur empedu. Anus dan sekitarnya lecet karena tinja menjadi asam.
        Gejala muntah dapat terjadi sebelum atau sesudah diare. Bila telah banyak
   kehilangan air dan elektrolit terjadilah gejala dehidrasi. Berat badan turun pada bayi
   ubun-ubun besar cekung. Tonus dan Turgor kulit berkurang. Selaput lendir mulut
   dan bibir kering


5. Pemeriksaan Penunjang
   a. Pemeriksaan tinja : makroskkopis dan mikroskopis, eh, dan kadar gula jika
      diduga ada intoleransi gula (sugar intolerance) biakan kuman untuk mencari
      kuman penyebab dan uji resitensi terhadap antibiotika.
   b. Pemeriksaan darah : darah perifer lengkap, analisis gas darah dan elektrolit
      (terutama Na, K, dan P serum pada diare yang disertai kejang)
   c. Pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin darah untuk mengetahui faal ginjal.
   d. Deudenal intubation, untuk mengetahui kuman penyebab secara kuantitatif dan
      kualitatif terutama diare kronik.


6. Penatalaksanaan
    Resusitasi cairan dan elektrolit
      Sesuai derajat dehidrasinya dan kehilangan elektrolitnya.
    Dietetik
      Makanan tetap diberikan, ASI diteruskan, makanan sesuai umur dan mudah
      dicerna, formula diencerkan dalam waktu singkat.
    Pada umumnya tidak diperlukan antimikrobal, kecuali kasus resti (bayi muda,
      gizi kurang dan adanya penyakit penyerta)
    Pengobatan problem penyerta.
7. Pengobatan
        Prinsip pengobatan diare adalah menggantikan cairan yang hilang melalui tinja
   dengan atau tanpa muntah, dengan cairan yang mengandung elektrolit dan
   glukosa/karbohidrat lain (gula, tepung beras)
    Obat anti sekresi
      a. Asetosa
          Dosis 25 mg/th dengan dosis minum 30 mg
      b. Klorpromozin
          Dosis 0,5-1 mg/kg BB/hari
    Obat anti spamolitik
      Pada umumnya obat anti spamolitik seperti liperamid dan sebagainya tidak
      diperlukan untuk mengatasi diare akut.
    Obat pengeras tinja
      Obat pengeras tinja seperti kaolin dan sebagainya tidak ada manfaatnya untuk
      mengatasi diare.
    Antibiotika
      Pada umumnya antibiotika tidak diperlukan untuk mengatasi diare akut kecuali
      bila penyebabnya jelas, seperti : kolera diberikan tetrasiklin 25-50 mg/kg
      BB/hari, compylobaster diberikan eritromicin 40-50 mg/kg BB/hari.


8. Gejala Klinis
    BAB cair, berlendir / berdarah
    Kembung
    Panas
    Nyeri perut
    Muntah


» Komplikasi
    Kelainan elektrolit dan asam basa
    Kegagalan upaya rehidrasi oral
    Kejang


» Cara pemeriksaan
   Kriteria penentuan dehidrasi/tidak
    Dahidarasi ringan      : rasa haus
                             Oliguria ringan
 Dehidrasi ringan   : Keadaan jaringan
                      Turgor kulit menurun
                      Mata cowong
                      UUB cekung
 Dehidrasi berat    : Malas minum
                      KU lesu, lunglai atau tidak sadar
                                     BAB III
                               TINJAUAN KASUS


I. Pengkajian
   A. Data Subyektif
      1. Identifikasi
         Nama                       : An ”F”
         Umur                       : 1,5 tahun
         Pendidikan                 :-
         Agama                      : Islam
         Status                     : Belum Kawin
         Alamat                     : Banjardowo Jombang
         Suku/Bangsa                : Jawa/Indonesia
         Penanggung Jawab           : Tn ”A”
         Tanggal MRS                : Minggu, 29 Nopember 2009, jam 10.25 WIB
         No. Register               : 23.38.41
         Tanggal pengkajian         : Senin, 30 Nopember 2009, jam 14.30 WIB


      2. Keluhan Utama
         Ibu pasien mengatakan BAB cair dan muntah


      3. Riwayat Hidup
         a. Riwayat kesehatan sekarang
             Pada hari jum’at tanggal 27 Nopember 2009 pasien BAB cair campur
             ampas dengan frekuensi 4-5 x banyaknya BAB sedikit-sedikit tapi sering
             tidak ada lendir dan darah disertai juga dengan keluhan muntah lebih 3x.
             Setelah itu pasien di bawa ke RSUD Jombang pada tanggal 30 Nopember
             2009 jam 10.25 WIB.
         b. Riwayat kesehatan yang lalu
             Ibu pasien mengatakan bahwa pasien tidak pernah menderita penyakit
             menahun, menular dan menurun seperti TBC, Jantung, Diabetes Melitus,
             Hypertensi dll.
         c. Riwayat kesehatan keluarga
             Ibu pasien mengatakan dalam keluarganya tidak ada yang menderita
             penyakit menular, menahun, dan menurun seperti TBC, Jantung, DM,
             Hypertensi dll.
4. Riwayat Kesehatan Lingkungan
   Ibu pasien mengatakan dalam lingkungan sekitarnya tidak ada yang
   menderita diare.


5. Pola Fungsi Kesehatan
   Pasien masih kecil sehingga tidak pernah merokok, minum alkohol dan
   menggunakan obat-obatan terlarang.


6. Pola-pola
   a. Pola aktivitas
                                          Saat sehat             Saat sakit
                Aktivitas                     skor                    skor
                                      0   1     2    3   4   0   1     2     3   4
       Mandi                                                          
       Berpakaian                                                     
       Berdandan                                                      
       Mobilisasi di tempat tidur                                     
       Pindah                                                         
       Ambulasi                                                       
      Keterangan :
      0   : mandi
      1   : dibantu sebagian
      2   : perlu bantuan orang lain
      3   : perlu bantuan orang lain dan alat
      4   : tergantung atau tidak mampu


   b. Pola aktivitas tidur
      Saat sehat      : Siang  2 jam 11.00 – 13.00 dengan kualitas tidur nyenyak
                       Malam  8 jam, jam 20.00 – 05.00 Wib dengan kualitas
                       nyenyak
      Saat sakit      : Ibu pasien mengatakan bahwa pasien lebih sering tidur
                       dengan kualitas tidur agak kurang nyenyak karena suara
                       bising di RS


   c. Pola nutrisi
      Saat sehat      : makan 3x/hari, menu : nasi, lauk, dan sayur
                             Minum : susu, tergantung dengan makanannya
          Saat sakit    : Makan 3x/hari menu : nasi, lauk dan sayur
                             Minum : Susu lebih dari 4x


      d. Pola eliminasi
          Saat sehat    : BAK : lebih dari 8 – 10x/hari, warna kuning jernih bau
                                    khas
                             BAB : 1x/hari, warna kuning kecoklatan bau khas
                                    konsistensi lembek
          Saat sakit    : BAK : lebih dari 8-10x/hari, warna kuning, jernih bau
                                    khas
                             BAB : 5-6x/hari, warna kuning bau khas, konsistensi cair


      e. Personal Hygiene
          Saat sehat    : Mandi 2x/hari, keramas 1x/hari, ganti baju 2-3x/hari
          Saat sakit    : pasien hanya diseka 1x/hari belum perah keramas


      f. Pola Kognitif dan Persepsi
          Status mental                : pasien banyak diam
          Kemampuan berbicara          : pasien mampu berbicara tapi tidak jelas,
                                           karena pasien masih beruur 1,5 tahun
          Kemampuan berinteraksi : pasien mampu berinteraksi dengan orang lain
                                           disekitarnya, tapi tidak begitu baik karena
                                           pasien masih berumur 1,5 tahun


      g. Psikososial
          –    Pasien ingin segera pulang dan bisa bermain lagi
          –    Pasien ingin segera sembuh agar bisa bermain lagi


B. Data Obyektif
   1. Keadaan umum : lemah
   2. Tanda-tanda Vital
      N       : 100x/menit
      S       : 38o C
      RR : 30x/menit
3. Tingkat kesadaran
   a. Kualitatif : Composmentris
   b. Kuantitatif : Gcs 4,5,6
      4 : membuka mata secara spontan
      5 : respon terhadap lingkungan baik
      6 : mengikuti perintah


4. Pemeriksaan fisik
   Kepala              : Inspeksi   : Rambut hitam, penyebaran rambut merata
                         Palpasi    : Tidak ada benjolan + tidak ada nyeri
                                     tekan
   Muka                : Inspeksi   : Simetris, tidak oedema, muka tidak pucat
   Mata                : Inspeksi   : Konjungtiva merah muda, sklera putih,
                                     mata tidak cowong
   Hidung              : Inspeksi   : Simetris, ada sekret, tidak ada pernafasan
                                     cuping hidung
   Telinga             : Inspeksi   : Simetris, peka terhadap rangsangan, ada
                                     sekret
   Mulut + gigi        : Inspeksi   : Bibir lembab simetris
   Leher               : Inspeksi   : Tidak ada pembengkakan kelenjar tyroid
                         Palpasi    : tidak ada pembengkakan kelenjar tyroid
   Dada                : Inspeksi   : Simetris tidak ada benjolan
                         Auskultasi : Ronchi (–), wheezing (–)
   Axila               : Inspeksi   : Tidak ada pembengkakan
   Abdomen             : Inspeksi   : Simetris, tidak ada pembengkakan perut
                                     (acites)
                         Palpasi    : Ada nyeri tekan
                         Perkusi    : Ada meteorismus
                         Auskultasi : Bising usus  20x/menit
   Integument          : Inspeksi   : Warna kulit sawo matang, kulit lembab
                         Palpasi    : Turgor kulit normal, akral hangat
   Ekstrimitas atas    : Inspeksi   : Terpasang infus ka-en 3B di tangan kiri
   Ekstrimitas bawah : Inspeksi     : Simetris, tidak ada fraktur
                         Perkusi    : Reflek patela +/+
   Genetalia dan anus : Inspeksi    : Tidak ada hemaroit, genetalia bersih
        5. Pemeriksaan Penunjang
           a. Hasil Laboratorium
              Tanggal 29 Nopember 2009
                   Pemeriksaan        Hasil         Nilai Normal
                   Hematologi
                   Cell dyn
                   Hemoglobin          13,1      11,4-17,7 g/dl
                   Leukosit           16.300   4.700-10.300/cmm
                   Hematokrit          37,5           37-47%
                   Trombosit       431.000 150.000-350.000/cmm


           b. Terapi Pengobatan
               Infus ka-en 3B                 1000 cc/24 jam
               Injeksi cefotaxim              3x300 mg (IV)
               Injeksi ranitidin              2 x ¼ amp (IV)
               Smecta                         3 x 1/3 sachet


II. Identifikasi Diagnosa Masalah
   Dx    : Anak “F” usia 1,5 tahun dengan diare akut
   Ds    : Ibu pasien mengatakan BAB cair
   Do    : Keadaan umum lemah
          TTV : N : 100x/menit
                   S    : 38oC
                   RR : 30x/menit
          Kesadaran Composmentis
          Leukosit      : 16.300
          Abdomen : bising usus  20x/menit
          Akral         : hangat


   Masalah    I        : Resiko kekurangan cairan
              Ds       : Ibu pasien mengatakan BAB cair
              Do       : BAB 5-6 x/hari, warna kuning, bau khas konsistensi cair.
                        Muntah lebih dari 3x
              TTV : N       : 100 x/menit
                        S   : 38o C
                        RR : 30 x/menit
                Leukosit       : 16.300
                Abdomen : Bising usus  20 x/menit
                Kulit          : Turgor normal


   Masalah      II      : Hipertemi
                DS : Ibu pasien mengatakan pasien panas
                Do      : TTV : N      : 100 x/menit
                                    S : 38o C
                                    RR : 30 x/menit
                            Leukosit   : 16.300
                            Akral      : Hangat
                            Bibir      : Lembab


III. Antisipasi Masalah Potensial
   – Terjadi dehidrasi


IV. Identifikasi Kebutuhan Segera
   –    Berikan minum sedikit-sedikit tapi sering
   –    Berikan kompres dingin bila pasien panas
   –    Beri infus Ka-en 3B 1000 cc/24 jam
   –    Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi dan obat.


V. Intervensi
   Masalah I         : Resiko kekurangan cairan
   Tujuan            : Setelah dilakukan asuhan kebidanan pada An ”F” usia 1,5 tahun
                        selama 2 x 24 jam dengan resiko kekurangan cairan akan teratasi.
   Kriteria hasil : KU : Baik
                        TTV : Normal
                        N      : 60-100 x/menit
                        S      : 36-37o C
                        RR : 30-40 x/menit
       BAB           : Normal 1-2 x/hari warna kuning kecoklatan konsistensi lembek.
       Bising usus : Normal
   Masalah II        : Hipertemi
   Tujuan            : Setelah dilakukan asuhan kebidanan pada An ”F” 1,5 tahun selama
                        2 x 24 jam hipertemi tidak terjadi.
  Kriteria hasil :
           TTV    :N     : 60-100 x/menit
                     S   : 36-37o C
                     RR : 30-40 x/menit
     Leukosit     : Normal 4.700-10.300/cmm
     Akral        : Normal
  1. Lakukan pendekatan dengan keluarga pasien
     R/ : Dengan pendekatan akan terjalin kerjasama dan kepercayaan kepada
            petugas sehingga keluarga pasien kooperatif terhadap segala tindakan.
  2. Observasi TTV
     R/ : Tanda-tanda vital merupakan parameter utama untuk mendekati kelainan
            sedini mungkin.
  3. Observasi out put (keluarnya BAB, konsistensi dan warnanya)
     R/ : Dengan itu kita akan tahu out put BAB tiap harinya.
  4. Beri pengetahuan keluarga pasien tentang makanan
     R/ : Dengan itu diharapkan diare akan berkurang, dan keluarga pasien paham
            dan mau melaksanakan yang disarankan.
  5. Beri pengetahuan keluarga pasien untuk memberi minum sedikit-sedikit tapi
     sering
     R/ : Dengan itu pasien tidak tidak akan mengalami dehidrasi atau kekurangan
            cairan. Diharapkan juga keluarga pasien paham dan mau melaksanakan
            yang disarankan.
  6. Beri kompres dingin bila pasien panas
     R/ : Dengan dikompres suhu bisa jadi normal.
  7. Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi dan obat
     Infus ka-en 3B                   1000 cc/24 jam
     Injeksi cefotaxim                3 x 300 mg (IV)
     Injeksi Ranitidin                2 x ¼ amp (IV)
     Smecta                           3 x 1/3 sachet
     R/ : Mempercepat penyembuhan dengan terapi.


VI. Implementasi
    Mx I         : Resiko kekurangan cairan
    Mx II        : Hipertensi
    Tanggal      : 30 Nopember 2009
                  Jam 14.30 WIB
    1. Melakukan pendekatan dengan keluarga pasien
        Jam      : 15.30 WIB
        Respon : Keluarga pasien menyambut dengan ramah
    2. Melakukan TTV dengan hasil
        N        : 100 x/menit
        S        : 38o C
        RR       : 30 x/menit
        Jam      : 15.45 WIB
        Respon : Keluarga pasien menyambut dengan ramah
    3. Observasi out put (keluarnya BAB, konsistensi, dan warnanya)
        Jam      : 15.55 WIB
        Respon : Keluarga pasien menerima informasi dari perawat
    4. Beri pengetahuan keluarga pasiententang mekanan yang baik dikonsumsi untuk
        pasien diare
        Jam      : 16.05 WIB
        Respon : Keluarga pasien menerima informasi yang diberikan perwat.
    5. Beri pengetahuan keluarga pasien untuk memberikan minum sedikit-sedikit
        tapi sering
        Jam      : 16.15 WIB
        Respon : Keluarga pasien menerima informasi yang diberikan oleh perawat.
    6. Beri kompres dingin bila pasien panas
        Jam      : 16.25 WIB
        Respon : Keluarga pasien menerima informasi yang diberikan oleh perawat.
    7. Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi dan obat
        1. Infus ka-en 3B              1000 cc/24 jam
        2. Injeksi cefotaxim           3 x 300 mg (IV)
        3. Injeksi Ranitidin           2 x ¼ amp (IV)
        4. Smecta                      3 x 1/3 sachet
        Jam      : 16.35 WIB
        Respon : Keluarga pasien menyambut dengan ramah


VII. Evaluasi
    Tanggal 2 Desember 2009                              Jam : 08.00 WIB
    Melakukan evaluasi dan didaptkan hasilnya
    S : Mx I     : Ibu pasien mengatakan keadaan pasien membaik
         Mx II : Ibu pasien mengatakan sudah tidak panas
O : Mx I       : TTV    N : 98 x/menit
                        S : 36,4o C
                        RR : 28 x/menit
    Keadaan: membaik
    Muntah (-)
    Mx II : Akral normal
A : Mx I       : Masalah sudah teratasi
    Mx II : Masalah sudah teratasi
P : Intervensi dihentikan
     Pasien pulang tanggal 2 Desember 2009 pukul 12.30 WIB atas anjuran
     dokter.
                             CATATAN PERKEMBANGAN


Tanggal : 01 Desember 2009                                Jam : 14.30 WIB
Melakukan observasi TTV dengan hasil
S : Mx I : Ibu pasien mengatakan keadaan sedikit membaik
    Mx II : Ibu pasien mengatakan sudah tidak panas
O : Mx I : TTV
            N   : 96 x/menit
            S   : 36,6o C
            RR : 27 x/menit
            Pasien masih BAB 3 x/hari dengan konsistensi cair tapi dengan ampas
            Keadaan umum lemah
    Mx II : Akral normal
P : Intervensi dilanjutkan
    2 : Observasi TTV
    3 : Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian obat dan terapi
          Infus ka-en 3B      1000 cc/24 jam
          Injeksi Cefotaxim   3 x 300 mg (IV)
          Injeksi Ranitidin   2 x ¼ amp (IV)
          Smecta              3 x 1/3 sachet
    4 : Beri tahu pada keluarga pasien untuk memberi minum sedikit-sedikit tapi sering
    5 : Observasi out put (keluarnya BAB / konsistensinya)
    6 : Berikan kompres air dingin bila pasien panas
                              CATATAN PERKEMBANGAN


Tanggal      : 02 Desember 2009                             Jam : 08.00 WIB
Melakukan pbservasi TTV dengan hasil
S : Mx I : Ibu pasien mengatakan keadaan pasien baik
       Mx II : Ibu pasien mengatakan pasien sudah tidak panas
O : Mx I : TTV
              N   : 98 x/menit
              S   : 36,4o C
              RR : 28 x/menit
              Pasien sudah tidak BAB lagi
              Keadaan umum baik
       Mx II : Akral normal
A : Mx I : Masalah sudah teratasi
       Mx II : Masalah sudah teratasi
P : Intervensi dilanjutkan
       2 : Observasi TTV
       3 : kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi dan obat
          Infus ka-en 3B         1000 cc/24 jam
          Injeksi Cefotaxim      3 x 300 mg (IV)
          Injeksi Ranitidin      2 x ¼ amp (IV)
          Smecta                 3 x 1/3 sachet
        Atas anjuran dokter pasien pulang tanggal 2 Desember 2009 pukul 12.30 WIB
                                DAFTAR PUSTAKA


Mansjoer Arif, 2000, Kapita Selekta, Jilid 2, Jakarta : Media Aesculapius
http://www.dr.rocky.com/layout-artikel-kesehatan-/diare-akut-pada-anak
http://medicastore.com/artikel/261/diare pada bayi dan anak.html.
ASUHAN KEBIDANAN PADA AN “F” USIA 1,5 TAHUN
     DENGAN DIARE AKUT DI PAV. SERUNI
         BAPELKES RSUD JOMBANG




              DISUSUN OLEH:
               TRI WAHYUNI
               2008.101.25038




 PRODI DIII KEBIDANAN STIKES BAHRUL ULUM
          TAMBAK BERAS JOMBANG
                   2009
                             KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, taufik
serta hidayatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Asuhan Kebidnan pada
       An “Y” Usia 7 Tahun dengan DBD Grade II di Pavliyun Seruni RSUD Jombang.
Terselesainya penyusunan laporan ini tidak lepas dari bantuan dan dorongan
      semua pihak, untuk itu penulis menyampaikan banyak ucapan terimakasih kepada:
   1. H. Joko Prasetyo S.Kp,M, selaku ketua STIKES BAHRUL ULUM Tambak
       Beras Jombang yang telah memberikan izin praktek.
   2. Ibu Anin Andriyani, S.St, M.PH, selaku KAPRODI DIII Kebidanan sekaligus
       dosen pembimbing Akademik DIII Kebidanan STIKES BAHRUL ULUM
       Tambak Beras Jombang yang telah memberikan materi, penjelasan dan
       bimbingan dalam penyusunan laporan.
   3. Ibu Munasih, S.Kep,Ners, selaku pembimbing dan kepala ruangan paviliyun
       Seruni RSUD Jombang yang telah membimbing kami dalam penyusunan laporan
       ini.
   4. Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu yang yelah membantu
       dan mendukung dalam penyelesaian laporan ini.

Dengan segala kerndahan hati penulis menyadari bahwa dalam penyusunan
laporan ini masih banyak kekurangan, kami harapkan saran dan kritik yang konstruktif
                                                       demi kesempurnaan laporan ini.
Penulis berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan kita
   semua, khususnya Akademi Kebidanan STIKES BAHRUL ULUM Tambak Beras
                                     Jombang.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:742
posted:7/16/2011
language:Indonesian
pages:20