Docstoc

DASAR PENDIDIKAN ISLAM

Document Sample
DASAR PENDIDIKAN ISLAM Powered By Docstoc
					                       DASAR PENDIDIKAN ISLAM


A. Pendahuluan
      Dasar adalah landasan untuk berdirinya sesuat. Fungsi dasar adalah
  memberikan arah kepada tujuan yang akan dicapai dan sekaligus sebagai
  landasan untuk berdirinya sesuatu.
      Setiap negara mempunyai dasar pendidikan sendiri-sendiri. Kalau di
  negara kita, dasar pendidikan kita adalah Pancasila dan UUD 1945. Ia
  merupakan pencerminan filsafat hidup suatu bangsa. Berdasa pada landasan
  itulah pendidikan suatu bangsa disusun. Dan oleh karena itu, maka setiap sistem
  pendidikan setiap bangsa adalah berbeda, karena mereka mempunyai falsafah
  hidup yang bebeda-beda.
      Dasar pendidikan dicontohkan seperti di Malaysia didasarkan pada
  prinsip-prinsip rukun negara karena rukun negara merupakan falsafah hidup
  bangsa Malaysia. Prinsip-prinsip itu adalah :
  a. Kepercayaan kepada tuhan
  b. Kesetiaan kepada raja dan negara
  c. Keluhuran dan perkembangan
  d. Kedaulatan UU
  e. Kesopanan dan kesusilaan.
      Begitu pula di negara Pakistan, sesuai dengan tujuan pembentukannya
  sesuai dengan ajaran Islam, seperti yang diputuskan dalam konferensi
  pendidikan 19 :
  Educational school cest of islam and schoo; be comulatif of Qur’an and
  sunnah.
  Hubungan sesama manusia adalah diatur oleh UU yang bersumber dari Al-
  Qur‟an dan Hadist. Contoh di atas menunjukkan bahwa sumber pendidikan
  adalah falsafah hidup bangsa yang bersangkutan.
      Dasar pendidikan Islam dapat dibedakan pada :
  1. Dasar Ideal,
  2. Dasar Operasional
                        DASAR IDEAL AGAMA ISLAM


        Manusia yang dianugerahi Tuhan suatu kitab suci Al-Qur‟an yang lengkap
dengan segala petunjuk yang meliputi segala aspek kehidupan dan bersifat
universal. Sudah barang tentu dasar kehidupan mereka adalah bersumber pada
filsafat hidup yang berdasarkan Al-Qur‟an.
        Nabi SAW. sebagai pendidik pertama pada masa awal pendidika Islam telah
mengajarkan Al-Qur‟an sebagai dasar pendidikan Islam disamping sunnah beliau.
        Kedudukan Al-Qur‟an sebagai sumber pokok pendidikan Islam dapat
dipahami dari ayat Al-Qur‟an itu sendiri. Yaitu Q.S. An-Nahl : 64, QS. As-Shad :
29. Selain Al-Qur‟an adalah sunnah Rasul atau amalan yang dikerjakan Rasul
dalam proses kehidupan sehari-hari. Firman Allah QS. Al-Ahzab : 21
     
                                       
  Konsep-konsep dasar pendidikan yang diajarkan Nabi :
1. Disampaikan sebagai uswatun hasanah.
   Al-Anbiya‟ 107
2. Disampaikan secara universal
3. Apa yang disampaikan merupakan kebenaran yang mutlak


Tugas
1. QS. An-Nahl : 64
   
                                         
    
                          
  Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini, melainkan
   agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu
   dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.


2. QS. As-Shad : 29
   
                                  
  
                                                                   
   Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah
   supaya mereka memperhatikan ayat-ayatNya dan supaya mendapat pelajaran
   orang-orang yang mempunyai fikiran.


3. QS. Al-Ahzab 21:
                                        
                                        
   
                         
   Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik
   bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan)
   hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.



4. QS. Al-Anbiya‟ : 107
                                      
                                      
   Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi
   semesta alam.


5. QS. Al-Hijr : 9
                                        
                        
   Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami
   benar-benar memeliharanya.


3) Perkataan, perbuatan dan sikap para sahabat
      Pada masa Khulafaur Rasyidin, sumber pendidikan dalam Islam sudah
mengalami perkembangan. Selain Al-Qur‟an dan sunnah juga perkataan, sikap dan
perbuatan para sahabat.
     Perkataan mereka dapat dipegang karena Allah sendiri di dalam Al-Qur‟an
yang memberi pernyataan. (Q.S. At-Taubah : 100) dan (At-Taubah : 119)
     Para sejarawan mencatat perkataan sikap sahabat-sahabat tersebut yang dapat
dijadikan sebagai dasar pendidikan dalam Islam. Diantaranya :
a) Setelah Abu Bakar diabaiat menjadi khalifah, ia mengucapkan pidato sebagai
   berikut :
   “Hai manusia, saya telah diangkat untuk mengendalikan urusanmu, padahal aku
   bukan orang terbaik diantara kamu. Jika aku menjalankan tugasku dengan baik
   ikutilah aku. Jika aku berbuat salah betulkanlah aku. Orang yang kamu pandang
   kuat, saya pandang lemah sehingga aku dapat mengambil hak dari padanya.
   Sedangkan orang yang kamu pandang lemah aku pandang kuat, sehingga aku
   dapat mengembalikan haknya. Hendaknya kamu taat kepadaku selama aku taat
   kepada Allah dan Rasul-Nya. Tapi jika aku tidak taat kepada Allah dan Rasul-
   Nya, kamu tak perlu mentaati aku”.
b) Umar bin Khattab terkenal dengan sifatnya yang jujur, adil, cakap, berjiwa
   demokrasi, yang dapat dijadikan panutan masyarakat. Sifat-sifat Umar ini
   disaksikan dan diakui oleh masyarakat pada waktu itu. sifat-sifat seperti ini
   sangat diperlukan oleh guru pendidikan, karena di dalmnya terkandung nilai-
   nilai paedagogis dan teladan yang baik yang harus ditiru. Muhammad Saleh
   Sama‟ menyatakan bahwa contoh teladan yang baik dan cara guru memperbaiki
   pelajarannya serta kepercayaan yang penuh terhadap tugas kerja, akhlak dan
   agama adalah kesan yang baik untuk sampai kepada alamat pendidik agama.
c) Usaha-usaha para sahabat dalam pendidikan islam sangat menentukan bagi
   perkembangan pendidikan Islam sampai sekarang. Diantaranya :
   1. Abu Bakar melakukan modelisasi Al-Qur‟an
   2. Umar bin Khattab sebagai bapak Reaktuaktor terhadap ajaran Islam yang
       dapat dijadikan sebagai prinsip strategi Islam.
   3. Ustman bin Affan sebagai bapak pemersatu sistematikan penulisan islmiah
       melalui upaya mensistematiskan penulisan Al-Qur‟an
   4. Ali bin Abi Thalib sebgai perumus konsep-konsep pendidikan.
   Menurut Fazlur Rahman, para sahabat Nabi memiliki karakteristik yang
   berbeda dari kebanyakan oang. Karakteristik yang berbeda itu diantaranya :
    -   Sunnah yang dilakaukan sahabat tidak bertentangan atau terpisah dari Nabi
    -   Kandungan yang khusus yang aktual sunnah sahabat sebagian besar produk
        sendiri.
    -   Unsur kreatif dari kandungan merupakan ijtihad


6. Al-Baqarah : 21
                                        
   
            
    Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang
    yang sebelummu, agar kamu bertakwa.


               TUJUAN TERTINGGI ADALAH RIDHO ALLAH


-   Tujuan khusus adalah mengkhususkan atau operasionalisasi tujuan tertinggi,
    terakhir dan umum.
-   Tujuan khusus bersifat relatif, sehingga dimungkinkan diadakan perbaikan
    dimana perlu sesuai dengan tuntunan dan kebutuhan, selama tetap berpijak pada
    kerangka tujuan tertinggi atau terakhir.
-   Pengkhususan tujuan tersebut dapat didasarkan pada :
    a. Sesuai dengan kultur dan cita-cita suatu bangsa
         Setiap bangsa pada umumnya memiliki tradisi dan budaya sendiri-sendiri.
    Perbedaan antara berbagai bangsa inilah yang memungkinkan sekali adanya
    cita-cita. Sehingga terjadi pula perbedaan tujuan pendidikan.


    b. Minat, bakat dan kesangguoan subyek didik
         Islam mengakui perbedaan dalam ketiganya pada individu, dan
    kemampuan juga. Untuk mencapai prestasi sebagaimana yang diharapkan,
    keseuaian tujuan khusu dengan bakat, minat dan kemampuan subyek didik
    sangat menentukan.
    c. Tuntutan situasi kondisi pada waktu tertentu
BEBERAPA RUMUSAN ATAU TUJUAN MENURUT AHLI PENDIDIKAN
                                       ISLAM


1. Ibnu Kholdun : Bahwa tujuan pendidikan Islam mempunyai 2 tujuan :
   1) Tujuan keagamaan
   2) Tujuan ilmiah
          1a. Tujuan keagamaan  beramal untuk akhirat, sehingga ia menemui
             Tuhannya dan memenuhi atau menunaikan hak-hak Allah yang
             diwajibkan kepadanya.
          2a. Tujuan ilmiah  tujuan yang diungkapkan oleh pendidikan modern
             dengan tujuan kemanfaatan atau untuk hidup.


2. Imam Ghazali; bahwa tujuan pendidikan Islam
3. Dr. Nur Kholis Majid; tujuan pendidikan adalah menganut paham rasionalisme.
   Sedangkan rasionalisme menganut kecerdasan akal (mutlak). Maka seorang
   rasionalis adalah orang yang menggunakan akal pikiran dalam menemukan
   kebenaran, akan tetapi kebenaran itu adalah kebenaran insaniah (menurut
   dirinya sendiri)
Paham Rasionalisme, Materialisme, Paradisme (selalu bertentangan dengan paham
lain). Paham ini dalam


Soalan yang mengalami berbagai perubahan, menjadi ijma‟ berdasarkan petunjuk
Nabi terhadap sesuatu yang spesifik. Praktek amaliyah sahabat identik dengan
ijma‟.


                                      IJTIHAD


         Setelah jatuhnya kehalifahan Ali bin Abi Thalib bearkhir masa pemerintahan
Khualfaur Rasyidin dan diganti dengan dinasti Mu‟awiyah. Pada saat ini diikuti
oleh ulama, guru atau pendidik. Akibatnya terjadi pula perluasan pusat-pusat
pendidikan yang tersebar di kota-kota besar.
1. Di Makkah dan Madinah (di Hijaz)
2. Di Basrah (Iran)
3. Di Palestina
4. Di Mesir
       Dengan berdirinya pusat-pusat pendidikan di atas, berarti telah terjadi
perkembangan Islam di sana, SEBAGAI akibat interaksi nilai-nilai budaya.
       Abu Hanifah dan Imam Malik sebagai imam-imam mujtahid yang telah ada
pada waktu itu merasa perlu untuk memecahkan permasalahan yang timbul sebagai
akibat interaksi nilai-nilai budaya, adat-istiadat yang berbeda-beda dengan
menggunakan ijtihad. Dengan demikian, ijtihad bisa menjadi sumber pendidikan
Islam.


                        TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM


       Pandangan objektif (oriented) (berorientasi pada tujuan) mengajarkan bahwa
tugas guru yang sesungguhnya bukanlah mengajarkan ilmu atau kecalapan tertentu
pada anak didiknya saja akan tetapi juga merealisir (mentransfer) atau mencapai
tujuan pendidikan atau mencapai sasaran.
       Secara umum, istilah itu mengandung pengertian yang sama, yaitu perubahan
yang diarahkan pada tujuan atau maksud tertentu yang hendak dicapai melalui
upaya atau aktifitas atau kegiatan. Tujuan itu sendiri menurut Dr, Zakiyah Darajat
adalah sesuatu yang diharapkan tercapai setelah suatu usaha atau kegiatan yang
dilakukan selesai.
       Sedangkan menurut H. M. Arifin, tujuan itu bisa jadi mungkin pada futuritas
atau masa depan yang terletak pada suatu jarak tertentu yang tidak dapat dicapai
kecuali melalui usaha tertentu.
       Meskipun banyak pendapat tetang tujuan (pengertiannya) akan tetapi, pada
umumnya pengertian itu berpusat pada usaha atau perbuatan yang dilaksanakan
untuk suatu maksud tertentu.
       Upaya untuk memformalisasi atau menyempurnakan untuk bentuk tujuan
tidak terlepas dari pandangan masyarakat dan nilai yang dianut untuk melakukan
aktifitas.
      Maka tidaklah mengherankan jika terdapat perbedaan tujuan yang ingin
dicapai oleh manusia (masing-masing), baik dalam suatu masyarakat, bangsa
maupun negara. Karena perbedaan kepentingan yang ingin dicapai.




1. QS. At-taubah : 100
                                 
                                  
                                             
                                       
                                         
                                                  
                                        
                                             
                                            
   Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari
   golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan
   baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah
   menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di
   dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang
   besar.


2. QS. At-Taubah : 119
                                      
                                           
                                         
   Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu
   bersama orang-orang yang benar.


Tahapan-tahapan Tujuan Pendidikan
1. Tujuan tertinggi / terakhir (surga dan ridlo Allah)
2. Tujuan khusus (anak bisa melaksanakan ibadah dengan benar).
3. Tujuan sementara (dapat penghasilan)
4. Tujuan umum (do‟a sapu jagad)


 Tujuan tertinggi / terakhir adalah bersifat mutlak, tidak mengalami perubahan
   dan berlaku umum. Karena sesuai dengan konsep Ketuhanan yang mengandung
   kebenaran yang mutlak dan universal. Tujuan ini pada akhirnya sesuai dengan
   tujuan hidup manusia dan perananya sebagai makhluk Allah :
   a. Menjadi hamba Allah yang sempurna.
   b. Mengantarkan anak didik menjadi kholifah ‫.في األرض‬
   Tugas !
   Catat QS : - Adz-Dzariyat : 56.
             - Adz-Dzariyat : 20.
             - Al-An‟am : 165.
             - Al-Anbiya‟: 107.
             - Al-Qoshos : 77
   c. Untuk memperoleh kesejahteraan / kebahagian hidup di dunia dan di
      akhirat, baik individu atau umum. (QS. Al-baqarah : 21).
 Tujuan umum adalah berbeda dengan tujuan khusus / tertinggi yang filosofis,
   tapi bersifat empirik. Tujuan ini berfungsi sebagai arah dan taraf tercapainya
   dapat diukur mencakup sikap dan perbuatan pribadi bagi anak didik dan
   perilakunya. Dikatakan umum karena berlaku bagi siapa saja, tanpa dibatasi
   ruang waktu dan anak didiknya.


1) Adz-Dzariyat : 56.
    
                                           
   Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
   mengabdi kepada-Ku.


2) Adz-Dzariyat : 20.
                                                      
                                       
   Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang
   yakin.
3) Al-An‟am : 165.
      
                                    
      
        
                                  
                                                     
   Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia
   meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat,
   untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya
   Tuhanmu Amat cepat siksaan-Nya dan Sesungguhnya Dia Maha Pengampun
   lagi Maha Penyayang.


4) Al-Anbiya‟: 107.
                                   
                                 
   Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi
   semesta alam.
5) Al-Qoshos : 77
                                      
                                     
                                            
                                         
        
                                           
                                    
   Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan)
   negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan)
   duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah
   berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka)
   bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat
   kerusakan.




Modernisasi barat menyisihkan pada nilai-nilai agama.
Aspek-aspek tujuan pendidikan Islam meliputi 4 hal :
1. Tujuan Jasmaniah.
2. Tujuan Rohaniah / ar-ruhiyyah
3. Tujuan akal / al-aqliyah
4. Tujuan sosial / al-ijtima‟iyah


1. Tujuan Jasmaniah.
   Tujuan pendidikan harus diakitkan dengan tugas manusia selaku kholifah di
   muka bumi, yang harus memiliki kemampuan jasmani yang bagus, disamping
   ruhani yang teguh, dari pada orang mukmin yang lemah. Jadi, tujuan
   pendidikan Islam adalah untuk membentuk manusia muslim yang sehat dan
   kuat jasmani, serta memiliki keterampilan yang tinggi.


2. Tujuan Rohaniah / ar-ruhiyyah
   Tujuan ini dikaitkan dengan kemampuan manusia menerima agama Islam yang
   inti ajarannya adalah keimanan dan ketaatan kepada Allah Tuhan YME dengan
   tunduk dan patuh pada nilai-nilai moralitas yang diajarkannya melalui
   keteladanan Rasulullah SAW.
   Tujuan ini diarahkan pada tujuan akhlak yang mulia yang ini oleh pendidikan
   modern barat dikategorikan sebagai pendidikan religius. Yang oleh kebanyakan
   pemikir pendidikan Islam tidak disetujui, karena istilah itu akan memberikan
   kesan yang non agama / non religius.
4. M. Quthbi mengatakan bahwa; tujuan pendidikan ruhiyyah mengandung
   pengertian “roh” yang merupakan mata rantai pokok yang menghubungkan
   antara manusia dengan Allah. Dan pendidikan Islam harus bertujuan untuk
   membimbing manusia sedemikian rupa sehingga ia selalu tetap dalam
   hubungannya dengan Allah.


      Selain   tujuan    jasmaniah      dan     rohaniyah,       pendidikan      Islam     juga
memperhatikan tujuan „aqliyah, yang bertumpu pada perkembangan inteligensi
yang berada dalam otak, sehingga mampu memahami dan menganalisis fenomena-
fenomena ciptaan Allah yang ada di jagad raya ini.
                         ‫ال إيمان لمه ال عقل # العقل السليم في الجسم السليم‬
      Proses   intelektualisasi     pendidikan       Islam      berbeda       dengan     proses
intelektualisasi berdasarkan akal. Misalnya pendidikan sekuler di barat.
      Ciri khas pendidikan Islam adalah tetap mencerminkan nilai-nilai keislaman
seperti keimanan atau aqidah, akhlak, muamalah dan sebagainya.
      Tujuan sosial merupakan pembentukan dari roh, tubuh dan akal, dimana
identitas individu di sini tercermin sebagai manusia yang hidup majemuk atau
plural. Tujuan pendidikan sosial ini penting karena manusia sebagai kholifah di
bumi, seyogyanya memiliki kepribadian yang utama dan seimbang yang karenanya
manusia tidak mungkin menjauhkan diri dari masyarakat.
      Individu merupakan bagian integral dari anggota kelompok dalam
masyarakat dan negara.

                                  PROSES



                           1.     Perubahan
    MASUKAN                2.     Kognitif                                    KELUARGA
                           3.     Afektif
                           4.     Psikomotorik


                                                       IBADAH


                                   ISLAM
Psikomotoris  pelaksanaan / amal.
          RESUME
  ILMU PENDIDIKAN DASAR




             Oleh :
        M. Hasby Ar Rizqi
        NIM : 2009.01.701




SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
       BAHRUL ULUM
         JOMBANG
             2010

				
DOCUMENT INFO