RPP
Document Sample


SMK MA’ARIF NGORO REKAPITULASI PROGRAM SEMESTER TAHUN 20 …
Mata Pelajaran : Menata Produk Semester : Gasal
Kelas / Program Keahlian : XII / Pemasaran Tahun Pelajaran : 2009 / 2010
A. PERHITUNGAN ALOKASI WAKTU B. DISTRIBUSI ALOKASI WAKTU
1. Jumlah pekan dalam satu semester NO Standart Kompetensi / Kompetensi Dasar Alokasi Waktu Keterangan
Pekan 1 Menginterpretasikan Perencanaan visual 42 Jam
Bulan Jumlah Pekan
1 2 3 4 5 Penataan Produk
Juli 2 Pekan
Agustus 4 Pekan -
2 Memonitor Penataan Atau Display Produk 42 Jam
September 5 Pekan
Oktober 4 Pekan UTS -
Nopember 4 Pekan - 3 Menjaga Display Produk agar tetap sesuai 42 Jam
Desember 5 Pekan dengan standar perusahaan dan perncanaan
Januari 4 Pekan UAS -
Jumlah 28 Pekan
2. Pekan tak efektif
Kegiatan Mos 1 Pekan
Kegiatan Prakerin - Pekan
Libur Awal Puasa / HR 3 Pekan
Kegiatan Semester 2 Pekan
Pasca Ulangan / Raport 1 Pekan
Cadangan 3 Pekan
Jumlah 10 Pekan
3. Jumlah Pekan Efektif untuk Kegiatan
Belajar Mengajar (28 – 10) = 18 Pekan
Mengetahui, Ngoro,
4. Jumlah Tetap Muka Dalam satu pekan = 7 Jam Kepala SMK Ma’arif Ngoro Guru Mata Diklat,
5. Jumlah Jam dalam satu Semester (18 x 7) = 126 Jam
Rincian Penggunaan : Tatap Muka = 119 Jam
: Ulangan Harian = 7 Jam
Drs. SUYITNO YUYUN A. RINDAN, S.Sos, M.AB
6. Jumlah Standart Kompetensi/
Kompetensi Dasar = 3 Buah
SILABUS KOMPETENSI KEJURUAN
NAMA SEKOLAH : SMK MA’ARIF NGRORO
MATA PELAJARAN : KOMPETENSI KEJURUAN
KELAS / SEMESTER :-
STANDAR KOMPETENSI : Memahami Prinsip-Prinsip Bisnis
KODE KOMPETENSI :-
ALOKASI WAKTU :-
KOMPETENSI MATERI ALOKASI WAKTU SUMBER
INDIKATOR KEGIATAN PEMBELAJARAN PENILAIAN
DASAR PEMBELAJARAN TM PS PI BELAJAR
I. Mendiskripsikan 1. Prinsip-prinsip Bisnis 1. Pengertian bisnis 1. Tatap muka 1. Observasi 12 10 2 - Modul
Prinsip-Prinsip Bisnis diidentifikasikan 2. Daya Tarik Bisnis 2. Ceramah Siswa - Praktek-praktek
dan Dasar Hukum 2. Daya Tarik Bisnis, 3. Faktor Kontinuitas Bisnis 3. Menjelaskan Pengertian Bisnis 2. Tes Tertulis Bisnis
Bisnis Faktor Kontinuitas Bisnis 4. Klasifikasi Bisnis 4. Menjelsakan Daya Tarik Bisnis
dan Klasifikasi Bisnis 5. Dasar Hukum Bisnis 5. Menjelaskan Faktor Kontinuitas
harus dijabarakan Bisnis
3. Dasar-dasar Timbulnya 6. Menjelaskan Klasifikasi Bisnis
Hukum Bisnis 7. Menjelaskan dasar-dasar
diidentifikasikan timbulnya Hukum Bisnis
II. Mengidentifikasi 1. Hukum paten 1. Hukum Paten 1. Tatap muka 1. Observasi 9 6 3 - Modul
Hukum Paten, diidentifikasikan disertai 2. Hukum Merek 2. Ceramah Siswa - Regulasi dalam
Hukum Merek dan contoh-contoh untuk 3. Hukum Hak Cipta 3. Menjelaskan Hukum Paten 2. Tes Tertulis bisnis berkaitan
Hukum Hak Cipta kejelasan materi 4. Menjelsakan Hukum Merek dengan hak
di Indonesia 2. Hukum merek 5. Menjelaskan Hukum Hak Cipta kekayaan
diidentifikasikan disertai 6. Menyampaikan pengayaan intelektual
contoh-contoh materi melalui contoh-contoh
3. Hukum hak cipta yang berkaitan dengan Hak
diidentifikasikan disertai Kekayaan Intelektual di
contoh-contoh Indonesia
4. Hukum-hukum yang
berkaitan dengan hak
kekayaan intelektual
harus dipahami terutama
berkaitan dengan
kegiatan bisnis
III. Mengidentifikasi 1. Pentingnya suatu 1. Undang-undang No. 8 1. Tatap muka 1. Observasi 6 4 2 - Modul
Hukum peraturan yang berfungsi Th. 1999 tentang 2. Ceramah Siswa - UU No. 8 Th.
Perlindungan untuk melindungi Perlindungan Konsumen 3. Menjelaskan UU No. 8 Th. 1999 2. Tes Tertulis 1999 tentang
Konsumen konsumen harus 2. Hal-hal yang berkaitan tentang Perlindungan Konsumen Perlindungan
dipahami dengan Hukum 4. Menyampaikan pengayaan Konsumen
2. Hal-hal yang tertuang Perlindungan Konsumen materi melalui contoh-contoh
dalam UU. No. 8 Th. praktek pelaksanaan UU No. 8
1999 tentang Th. 1999 tentang Perlindungan
perlindungan konsumen Konsumen
harus diidentifikasikan
IV. Mengidentifikasi 1. Pentingnya suatu 1. UU No. 5 Tahun 1999 1. Tatap muka 1. Observasi 6 4 2 - Modul
Larangan Praktik peraturan tetang tentang Larangan Praktek 2. Ceramah Siswa - UU No. 5 Th.
Monopoli Larangan Praktek Monopoli 3. Menjelaskan UU No. 5 Th. 1999 2. Tes Tertulis 1999 tentang
Monopoli dan praktek- 2. Hal-hal yang berkaitan tentang Larangan Praktek Larangan
praktek persaingan tidak dengan Larangan Praktek Monopoli Praktek
sehat harus dipahami Monopoli 4. Menyampaikan pengayaan Monopoli
2. Hal-hal yang tertuang materi tentang hal-hal yang
dalam UU. No. 5 Th. berkaitan dengan Larangan
1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan contoh-
Praktek Monopoli harus contoh praktis persaingan tidak
diidentifikasi sehat
V. Mengidentifikasi 1. Dasar-dasar timbulnya 1. Sumber Hukum Dagang 1. Tatap muka 1. Observasi 9 6 3 - Modul
Peraturan Hukum Peraturan Hukum 2. Sanksi Hukum dalam 2. Ceramah Siswa - Peraturan yang
Dagang Dagang perjanjian 3. Menjelaskan Sumber Hukum 2. Tes Tertulis tertuang dalam
2. Peraturan Hukum 3. Hapusnya perikatan Dagang Hukum Dagang
Dagang berfungsi 4. Menjelaskan sanksi hukum
mengatur hubungan- dalam perjanjian
hubungan dagang 5. Menjelaskan hapusnya perikatan
3. Hal-hal yang diatur
dalam Hukum Dagang
harus diidentifikasi
VI. Memahami Etika 1. Hal-Hal Yang Termasuk 1. Pengertian Etika Bisnis 1. Tatap muka 1. Observasi 9 6 3 - Modul
Bisnis Dalam Etika Bisnis 2. Etika Dalam Berinteraksi 2. Ceramah Siswa - Praktek-praktek
Harus Diidentifikasi 3. Masalah Polusi 3. Menjelaskan pengertian Etika 2. Tes Tertulis Etika Bisnis
2. Etika Bisnis dalam Bisnis
berinteraksi dengan 4. Menjelaskan Etika dalam
pihak-pihak terkait harus Berinteraksi
dipahami 5. Menjelaskan masalah polusi yang
3. Masalah-masalah Polusi menjadi salah satu bagian
berkaitan dengan Etika beretika Bisnis
Bisnis harus
diidentifikasi
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Diklat
Drs. SUYITNO Yuyun A. Rindhan, S.Sos., M.AB
RENCANA PERSIAPAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah : SMK MA’ARIF NGORO
Program : BISNIS MANAJEMEN
Jurusan : Penjualan
Mata Pelajaran : Memahami Prinsip-Prinsip Bisnis
Kelas : XII
Tingkat : III
Alokasi Waktu : 108 jam @ 45 menit
RENCANA PERSIAPAN PEMBELAJARAN
(RPP)
A. Mata Pelajaran : Memahami Prinsip-Prinsip Bisnis
B. Kelas/Semester :
C. Standar Kompetensi : Mendeskripsikan Prinsip-Prinsip Bisnis dan Dasar Hukum
Bisnis
D. Kompetensi Dasar : Pengertian Bisnis
E. Pertemuan ke - :1
F. Alokasi Waktu : 2 jam
G. Indikator :
1. Mengidentifikasi pengertian Bisnis
H. Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat memahami pengertian Bisnis
I. Materi Ajar :
1. Pengertian bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu mapaun lembaga yang
terorganisir untuk menghasilkan dan menjual barang atau jasa guna mendapatkan
keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
J. Metode Pembelajaran : Tatap muka, ceramah, tanya jawab
K. Langkah-langah pembelajaran
1. Pertemuan ke-1
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Memberi pertanyaan rangsangan kepada siswa tentang
”Apa yang saudara ketahui tentang Bisnis?”
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan pengertian Bisnis
2) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya
tentang materi.
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk berpendapat
tentang materi.
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa menyimpulkan materi.
2) Menutup dengan ucapan salam.
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Diklat
Drs. Suyitno Yuyun A. Rindhan, S.Sos., M.AB
RENCANA PERSIAPAN PEMBELAJARAN
(RPP)
A. Mata Pelajaran : Memahami Prinsip-Prinsip Bisnis
B. Kelas/Semester :
C. Standar Kompetensi : Mendeskripsikan Prinsip-Prinsip Bisnis dan Dasar Hukum
Bisnis
D. Kompetensi Dasar : Daya Tarik Bisnis
E. Pertemuan ke - : 2 dan 3
F. Alokasi Waktu : 4 jam
G. Indikator :
1. Seni memenuhi kebutuhan masyarakat
2. Keuntungan
H. Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat memahami Daya Tarik Bisnis
I. Materi Ajar :
1. Seni memenuhi kebutuhan masyarakat mengemukakan bahwa Kegiatan Bisnis
merupakan bagaimana cara pebisnis melayani masyarakat untuk memenuhi
kebutuhannya melalui cara-cara yang baik, jujur dan penuh tanggung jawab
sekaligus menghadapi resiko-resiko yang mungkin dihadapi dalam Bisnis.
2. Keuntungan merupakan salah satu daya tarik bisnis, karena dengan melakukan
kegiatan bisnis diharapkan dapat meraih keuntungan, khususnya berupa materi
yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidup.
J. Metode Pembelajaran : Tatap muka, ceramah, tanya jawab
K. Langkah-langah pembelajaran
1. Pertemuan ke-2
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Memberi pertanyaan rangsangan kepada siswa tentang
”Apa yang anda ketahui akan Daya Tarik Bisnis”
3) Memberi gambaran umum tentang Daya Tarik Bisnis.
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan bahwa Bisnis adalah seni
2) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya
tentang materi.
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk
mengemukakan pendapat tentang materi.
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa menyimpulkan materi.
2) Membantu siswa memahami materi
3) Mengakhiri dengan ucapan salam.
2. Pertemuan ke-3
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengingatkan materi sebelumnya tentang Bisnis adalah
seni.
3) Mengemukakan bahwa materi kali ini membahas
keuntungan sebagai salah satu daya tarik bisnis.
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan bahwa keuntungan merupakan satu daya
tarik bisnis.
2) Memberi kesempatan kepada siswa untuk tanya jawab.
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk
mengemukakan pendapat tentang materi.
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa menyimpulkan materi.
2) Membantu siswa memahami materi
3) Mengakhiri dengan ucapan salam.
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Diklat
Drs. Suyitno Yuyun A. Rindhan, S.Sos., M.AB
RENCANA PERSIAPAN PEMBELAJARAN
(RPP)
A. Mata Pelajaran : Memahami Prinsip-Prinsip Bisnis
B. Kelas/Semester :
C. Standar Kompetensi : Mendeskripsikan Prinsip-Prinsip Bisnis dan Dasar Hukum
Bisnis
D. Kompetensi Dasar : Faktor Kontinuitas Bisnis
E. Pertemuan ke - : 4, 5, dan 6
F. Alokasi Waktu : 6 jam
G. Indikator :
1. Likuiditas
2. Solvabilitas
3. Soliditas
4. Rentabilitas
5. Creediet Waardigheid
H. Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat memahami faktor yang dapat menjaga
Kontinuitas Bisnis
I. Materi Ajar :
1. Likuiditas yaitu kemampuan bisnis membayar utang-utang pada saat jatuh tempo
yang berarti mampu menjaga kelancaran proses produksi.
2. Solvabilitas yaitu berusaha agar modal sendiri lebih besar dari utangnya.
3. Soliditas yaitu kemampuan bisnis untuk memperoleh kepercataan dari
masyarakat, yang meliputi kepercayaan akan moral pengelola Bisnis, tepat dalam
berjanji dan dalam bidang keuangan.
4. Rentabilitas yaitu bisnis mampu memperoleh keuntungan yang layak dangan
pengertian tidak merugi.
5. Creedit Warrdigheid artinya bisnis dipercaya sehingga layak memperoleh kredit /
pinjaman.
J. Metode Pembelajaran : Tatap muka, ceramah, dan tanya jawab
K. Langkah-langah pembelajaran
1. Pertemuan ke-4
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Memberi gambaran umum tentang faktor-faktor
kontinuitas Bisnis
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan tentang Likuiditas
2) Menjelaskan tentang Solvabilitas
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya
tentang materi
4) Memberi kesempatan kepada siswa untuk
mengemukakan pendapat tentang materi
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa menyimpulkan dan memahami materi.
2) Menutup dengan ucapan salam.
2. Pertemuan ke-5
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengingatkan materi sebelumnya tentang Likuiditas dan
Solvabilitas
3) Mengemukakan bahwa materi kali ini membahas tentang
Soliditas
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan tentang Soliditas
2) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya
tentang hal-hal yang kurang dipahami dari materi.
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk
mengemukakan pendapat tentang materi.
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa menyimpulkan materi.
2) Membantu siswa memahami materi
3) Menutup dengan ucapan salam.
3. Pertemuan ke-6
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengingatkan materi sebelumnya tentang Soliditas
3) Mengemukakan bahwa materi kali ini membahas tentang
Rentabilitas dan Creedit Waardigheid.
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan tentang Rentabilitas
2) Menjelaskan tentang Creedit Waardigheid
3) Mengemukakan pengayaan materi melalui contoh-contoh
faktor Kontinuitas Bisnis
4) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya
tentang materi
5) Memberi kesepatan kepada siswa untuk mengemukakan
pendapat tentang materi dalam faktor-faktor Kontinuitas
Bisnis
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami materi yang terdapat dalam
faktor-faktor Kontinuitas Bisnis.
2) Membantu siswa menyimpulkan materi tentang faktor-
faktor Kontinuits Bisnis
3) Menutup dengan ucapan salam.
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Diklat
Drs. Suyitno Yuyun A. Rindhan, S.Sos., M.AB
RENCANA PERSIAPAN PEMBELAJARAN
(RPP)
A. Mata Pelajaran : Memahami Prinsip-Prinsip Bisnis
B. Kelas/Semester :
C. Standar Kompetensi : Mendeskripsikan Prinsip-Prinsip Bisnis dan Dasar Hukum
Bisnis
D. Kompetensi Dasar : Klasifikasi Bisnis
E. Pertemuan ke - : 7, 8, dan 9
F. Alokasi Waktu : 6 jam
G. Indikator :
1. Usaha Agraris
2. Produksi Bahan Mentah
3. Pabrik / Manufaktur
4. Konstruksi
5. Usaha Perdagangan Besar dan Kecil
6. Transportasi dan Komunikasi
7. Usaha finansial, asuransi dan real estate
8. Usaha Jasa
9. Usaha yang dilakukan pemerintah
H. Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat memahami Klasifikasi Bisnis
I. Materi Ajar :
1. Usaha Agraris adalah segala usaha pengelolaan tanah seperti pertanian,
peternakan, perkebunan, perikanan dan lain-lain.
2. Usaha Produksi Bahan Mentah bergerak dalam bidang ekstraktif dengan
mengambil langsung dari alam seperti bahan tambang, hasil hutan dan lain-lain.
3. Usaha Pabrik / Manufaktur adalah mengolah bahan mentah menjadi bahan baku
atau bahan setengah jadi sampai manjadi bahan jadi.
4. Usaha Konstruksi bergerak dalam usaha pembangunan, misalnya pembangunan
gedung pabrik, perkantoran, jembatan dan lain-lain.
5. Usaha Perdagangan Besar dan Kecil merupakan usaha yang menunjang inti
kegiatan sistem distribusi karena menghubungkan antara produsen dan
konsumen.
6. Usaha Transportasi dan Komunikasi membantu kelancaran kegiatan bisnis agar
dapat memudahkan transaksi bisnis secara cepat dan efisien.
7. Usaha finansial, asuransi dan real estate memberi kemudahan bagi kegiatan
bisnis, misalnya usaha finansial berupa kredit dari perbankan, usaha asuransi
membantu mengatasi resiko yang mungkin dihadapi oleh bisnis dan usaha Real
estate memabangun perumahn dengan perencanaan laingkungan yang sehat
kemudian dijual kepada masyarakat
8. Usaha Jasa adalah bentuk usaha pelayanan yang menunjang kegiatan bisnis dan
semakin maju masyarakat maka kebutuhan akan jasa semakin besar.
9. Usaha yang dilakukan pemerintah merupakan pembeli terbesar barang dan jasa,
disamping itu peran pemerintah sangat membantu dalam mengatur kegiatan
bisnis dan menjaga kestabilan perekonomian.
J. Metode Pembelajaran : Tatap muka, ceramah, dan tanya jawab
K. Langkah-langah pembelajaran
1. Pertemuan ke-7
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Memberi gambaran umum tentang Klasifikasi Bisnis
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan usaha-usaha agraris
2) Menjelaskan usaha produksi bahan mentah
3) Menjalaskan usaha pabrik / manufaktur
4) Menyampaikan pengayaan materi melalui contoh-contoh
5) Memberi kesempatan kepada siswa untuk tanya jawab
6) Memberi kesempatan kepada siswa untuk
mengemukakan pendapat
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan materi
tentang usaha-usaha agraris, usaha produksi bahan
mentah, dan usaha pabrik / manufaktur dalam klasifikasi
bisnis.
2) Menutup dengan ucapan salam.
2. Pertemuan ke-8
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengingatkan kembali materi sebelumnya tentang usaha-
usaha agraris, usaha produksi bahan mentah, dan usaha
pabrik / manufaktur
3) Mengemukakan bahwa materi kali ini membahas tentang
usaha konstruksi, usaha perdagangan dan usaha
transportasi komunikasi.
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan tentang usaha konstruksi
2) Menjelaskan tentang usaha perdagangan besar dan kecil
3) Menjelaskan tentang usaha transportasi komunikasi
4) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya
tentang hal-hal yang kurang dipahami dari materi.
5) Menyampaikan pengayaan materi melalui contoh-contoh
6) Memberi kesempatan kepada siswa untuk
mengemukakan pendapat tentang materi.
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan
materitentang usaha jontruksi, usaha perdagangan dan
usaha transportasi komunikasi.
2) Menutup dengan ucapan salam.
3. Pertemuan ke-6
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengingatkan materi sebelumnya tentang usaha
konstruksi, usaha perdagangan dan usaha transportasi
komunikasi.
3) Mengemukakan bahwa materi kali ini membahas usaha
Finansial, usaha jasa dan usaha yang dilakukan oleh
pemerintah.
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan tentang usaha finansial, asuransi dan Rela
estate
2) Menjelaskan usaha jasa
3) Menjelaskan usaha yang dilakukan pemerintah
4) Menyampaikan pengayaan materi melalui contoh-contoh
5) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya
tentang hal-hal yang kurang dipahami dari materi
6) Memberi kesepatan kepada siswa untuk mengemukakan
pendapat
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami semua materi-materi yang
terdapat dalam klasifikasi Bisnis.
2) Membantu siswa menyimpulkan materi-materi tentang
klasifikasi Bisnis
3) Menutup dengan ucapan salam.
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Diklat
Drs. Suyitno Yuyun A. Rindhan, S.Sos., M.AB
RENCANA PERSIAPAN PEMBELAJARAN
(RPP)
A. Mata Pelajaran : Memahami Prinsip-Prinsip Bisnis
B. Kelas/Semester :
C. Standar Kompetensi : Mendeskripsikan Prinsip-Prinsip Bisnis dan Dasar Hukum
Bisnis
D. Kompetensi Dasar : Dasar Hukum Bisnis
E. Pertemuan ke - : 10, 11 dan 12
F. Alokasi Waktu : 6 jam
G. Indikator :
1. Berbagai masalah dalam bisnis
H. Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat memahami dasar-dasar timbulnya Hukum
Bisnis
I. Materi Ajar :
1. Berbagai masalah yang muncul dalam dunia bisnis, sehingga perlu diatur dalam
suatu perangkat hukum, yang disebut Hukum Bisnis.
2. Perangkat hukum tersebut berupa undang-undang, peraturan pemerintah dan
peraturan yang diciptakan dalam perikatan bisnis.
J. Metode Pembelajaran : Tatap muka, ceramah, dan tanya jawab
K. Langkah-langah pembelajaran
1. Pertemuan ke-10
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Memberi gambaran umum dasar-dasar timbulnya Hukum
Bisnis
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan berbagai masalah yang muncul dalam dunia
bisnis yang mendasari timbulnya hukum Bisnis.
2) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya
tentang hal-hal yang berkaitan dengan materi
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk
mengemukakan pendapat tentang materi
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan materi
tentang dasar-dasar timbulnya Hukum Bisnis
2) Menutup dengan ucapan salam.
2. Pertemuan ke-11
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengingatkan kembali materi sebelumnya tentang dasar-
dasar timbulnya Hukum Bisnis
3) Mengemukakan bahwa materi kali ini membahas tentang
undang-undang dan peraturan pemerintah yang
merupakan bagian dari Perangkat Hukum Bisnis.
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan tentang undang-undang dalam Hukum
Bisnis
2) Menjelaskan tentang peraturan pemerintah dalam Hukum
Bisnis
3) Menyampaikan pengayaan materi melalui praktek-
praktek contoh pelaksanaan undang-undang dan
peraturan pemerintah
4) Memberi kesempatan pada siswa untuk bertanay tentang
materi
5) Memberi kesempatan kepada siswa untuk berpendapat
tentang materi.
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan materi.
2) Menutup dengan ucapan salam.
3. Pertemuan ke-12
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengingatkan materi sebelumnya tentang undang-
undang dan peraturan pemerintah
3) Mengemukakan bahwa materi kali ini membahas
peraturan dalam perikatan bisnis
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan tentang peraturan dalam perikatan bisnis
2) Menyampaikan pengayaan materi melalui contoh-contoh
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya
tentang materi
4) Memberi kesepatan kepada siswa untuk mengemukakan
pendapat tentang materi
c. Kegiatan akhir : 1) Mengemukakan kembali materi-materi yang terdapat
dalam Dasar-dasar Hukum Bisnis
2) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan semua
materi dalam dasar-dasar timbulnya hukum bisnis
3) Menutup dengan ucapan salam.
4. Pertemuan ke-13 : Ulangan Harian I
Alokasi Waktu : 2 Jam
Standar Kompetensi : Mendiskripsikan Prinsip-Prinsip Bisnis dan Dasar Hukum
Bisnis
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mempersiapkan Ulangan Harian I
b. Kegiatan inti : 1) Melaksanakan Ulangan Harian I
c. Kegiatan akhir : 1) Mengumpulkan Hasil Ulangan I
2) Menutup dengan ucapan salam.
5. Pertemuan ke-14 : Pembahasan Ulangan Harian I
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Diklat
Drs. Suyitno Yuyun A. Rindhan, S.Sos., M.AB
Soal Ulangan Harian I
1. Jelaskan pengertian tentang Bisnis?
2. Dibagi menjadi berapakah klasifikasi Bisnis, sebutkan!
3. Mengapa usaha konstruksi termasuk kegiatan Bisnis?
4. Apakah pengertian usaha Finansial dan Asuransi dalam Bisnis?
5. Hubungan antara insividu yang satu dengan yang lain baik secara kelompok maupun
perorangan merupakan pengertian dari ...
6. Sebutakan syarat pendukung usaha jasa!
7. Dalam usaha perdagangan dibagi menjadi dua, sebutkan dan beri contohnya?
8. Apakah yang dimaksud dengan usaha jasa?
9. Mengapa bahan mentah menjadi bahan setengah jadi / sampai menjadi hasil jadi
merupakan pengertian dari?
10. Bagaimanakah peraturan dari asuransi kerugian?
Jawaban Ulangan Harian I
1. Bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu maupun kelompok yang terorganisir
untuk menghasilkan keuntungan dengan menjual barang dan jasa dalam memenuhi
kebutuhan masyarakat.
2. Klasifikasi Bisnis dibagi menjadi 9 :
- Pertanian - Transportasi
- Produksi bahan mentah - Usaha Finansial dan Asuransi
- Pabrik / manufaktur - Usaha Jasa
- Konstruksi - Usaha yang dilakukan oleh masyarakat
- Usaha perdagangan
3. Karena ia berhubungan dengan kegiatan bisnis lain dan yang memberikan jasa ini
mendapatkan imbalan.
4. Usaha Finansial : Kegiatan yang berkaitan dengan masalah-masalah keuangan dan
permodalan untuk berbisnis.
Usaha Asuransi : Penjaminan atas resiko-resiko yang mungkin terjadi dalam
kegiatan bisnis
5. Komunikasi
6. Syarat pendukung usha jasa :
Bukti fisik : Bonaviditas
Proses pelayanan : Semakin cepat, maka semakin baik
Penyedia jasa : Semakin kompeten / profesionalitas tinggi semakin baik.
7. Perdagangan besar : Supermarket, ekspor-impor dll
Perdagangan kecil : Warung, penjual bakso, dll
8. Usaha jasa adalah kegiatan bisnis yang bergerak terutama menghasilkan produk
yang tidak tampak namun dapat dirasakan manfaatnya dan berkaitan erat dengan
mutu pelayanan.
9. Usaha Manufaktur
10. Apabila kemungkinan kerugian yang diderita tidak terjadi, maka biaya-biaya yang
telah dikeluarkan akan menjadi milik perusahaan Asuransi.
RENCANA PERSIAPAN PEMBELAJARAN
(RPP)
A. Mata Pelajaran : Memahami Prinsip-Prinsip Bisnis
B. Kelas/Semester :
C. Metode Pembelajaran : Tatap muka, ceramah, dan tanya jawab
D. Standar Kompetensi : Mengidentifikasi Hukum Paten, Hukum Merek dan Hukum
Hak Cipta di Indonesia
E. Kompetensi Dasar : Hukum Paten
F. Pertemuan ke - : 15, 16, dan 17
G. Alokasi Waktu : 6 jam
H. Indikator :
1. Dasar Hukum Paten
2. Pengertian Paten
3. Hal-hal yang dipatenkan
I. Materi Ajar :
1. Dasar Hukum Paten diatur dalam UU No. 6 tahun 1989 juga UU No. 13 tahun
1997 tentang paten
2. Paten adalah hak khusus yang diberikan negara kepada penemu atas hasil
temuannya di bidang teknologi, untuk selama waktu tertentu melaksanakan
sendiri penemuannya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada orang
lain untuk melaksakannya.
3. Hal-hal yang dipatenkan dapat berupa penemuan tentang
a. Produk Baru
b. Proses Baru
c. Proses yang mempunyai nilai kegunaan lebih praktis
J. Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat memahami hal-hal yang berkaitan dengan hak
paten.
K. Langkah-langah pembelajaran
1. Pertemuan ke-15
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Memberi gambaran umum tentang Hak Paten
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan berbagai masalah yang muncul dalam dunia
bisnis yang mendasari timbulnya hukum Bisnis.
2) Menyampaikan adanya regulasi khusus tentang Hak
Paten
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya
tentang materi
4) Memberi kesempatan kepada siswa untuk
mengemukakan pendapat tentang materi
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan materi
tentang Hukum Paten
2) Mengakhiri dengan ucapan salam.
2. Pertemuan ke-16
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengingatkan materi sebelumnya tentang Dasar Hukum
Paten
3) Mengemukakan bahwa materi kali ini membahas lebih
jauh tentang pengertian Hak Paten.
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan pengertian Hak Paten
2) Memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya tentang
hal-hal yang kurang dipahami dari materi
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk
mengemukakan pendapat.
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan materi.
2) Menutup dengan ucapan salam.
3. Pertemuan ke-17
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengingatkan materi sebelumnya tentang pengertian Hak
Paten
3) Mengemukakan bahwa materi kali ini membahas tentang
hal-hal yang dipatenkan.
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan Hak Paten
2) Menyampaikan pengayaan materi melalui contoh-contoh
pelaksanaan Hak Paten dan apa yang dapat dipatenkan
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya
tentang hal-hal yang kurang dipahami dari materi
4) Memberi kesepatan kepada siswa untuk mengemukakan
pendapat
c. Kegiatan akhir : 1) Mengingatkan kembali materi-materi yang telah dibahas
dalam Kompetensi Dasar tentang Hukum Paten
2) Membantu siswa memahami materi-materi tentang
Hukum Paten
3) Membantu siswa menyimpulakn materi tentang Hukum
Paten
4) Menutup dengan ucapan salam.
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Diklat
Drs. Suyitno Yuyun A. Rindhan, S.Sos., M.AB
RENCANA PERSIAPAN PEMBELAJARAN
(RPP)
A. Mata Pelajaran : Memahami Prinsip-Prinsip Bisnis
B. Kelas/Semester :
C. Metode Pembelajaran : Tatap muka, ceramah, dan tanya jawab
D. Standar Kompetensi : Mengidentifikasi Hukum Paten, Hukum Merek dan Hukum
E. Kompetensi Dasar : Hukum Merek
F. Pertemuan ke - : 18, 19 dan 20
G. Alokasi Waktu : 6 jam
H. Indikator :
1. Dasar Hukum Merek
2. Pengertian Merek
3. Pengertian Merek Dagang
4. Pengertian Merek Jasa
5. Hak Atas Merek
I. Materi Ajar :
1. Dasar Hukum Merek diatur dalam UU No. 19 tahun 1992 dan UU No. 14 tahun
1997.
2. Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata-kata, huruf-huruf, angka-
angka, susunan warna atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki
daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.
3. Merek Dagang adalah merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan
oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum
untuk membedakan dengan barang jenis lainnya.
4. Merek Jasa adalah merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh
seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk
membedakan dengan jasa sejenis lainnya.
5. Hak Atas Merek adalah hak khusus yang diberikan negara kepada pemilik merek
yang terdaftar alam daftar umum merek untuk jangka waktu tertetu
menggunakan sendiri merek tersebut / memberi izin kepada seseorang aau
beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk menggunakannya.
J. Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat memahami Hukum Merek dan aspek-aspek
yang berkaitan dengan Hukum Merek
K. Langkah-langah pembelajaran
1. Pertemuan ke-18
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Memberi gambaran umum tentang Hak Merek
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan tentang Dasar Hukum Merek.
2) Menjelaskan tentang pengertian Merek
3) Menyampaikan pengayaan materi melalui contoh-contoh
4) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya
tentang hal-hal yang kurang dipahami dari materi
5) Memberi kesempatan kepada siswa untuk
mengemukakan pendapat
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan materi
2) Mengakhiri dengan ucapan salam.
2. Pertemuan ke-19
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengingatkan kembali materi sebelumnya tentang Dasar
Hukum Merek dan pengertian Merek
3) Mengemukakan bahwa materi kali ini membahas tentang
merek dagang dan merek jasa.
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan pengertian Merek Dagang
2) Menjelaskan pengertian Merek Jasa
3) Memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat tentang materi
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan materi.
2) Menutup dengan ucapan salam.
3. Pertemuan ke-20
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengingatkan materi sebelumnya tentang merek dagang
dan merek jasa
3) Mengemukakan bahwa pembahasan kali ini tentang hak
atas Merek.
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan Hak atas Merek
2) Menyampaikan pengayaan materi aspek-aspek yang
berkaitan dengan Hak atas Merek
3) Memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat tentang materi
c. Kegiatan akhir : 1) Mengingatkan kembali semua materi yang telah dibahas
dalam Kompetensi Dasar tentang Hukum Merek
2) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan materi-
materi tentang Hukum Merek dan Aspek-aspeknya
3) Menutup dengan ucapan salam.
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Diklat
Drs. Suyitno Yuyun A. Rindhan, S.Sos., M.AB
RENCANA PERSIAPAN PEMBELAJARAN
(RPP)
A. Mata Pelajaran : Memahami Prinsip-Prinsip Bisnis
B. Kelas/Semester :
C. Metode Pembelajaran : Tatap muka, ceramah, dan tanya jawab
D. Standar Kompetensi : Mengidentifikasi Hukum Paten, Hukum Merek dan Hukum
E. Kompetensi Dasar : Hukum Hak Cipta
F. Pertemuan ke - : 21, 22 dan 23
G. Alokasi Waktu : 6 jam
H. Indikator :
1. Hak Cipta sebagai bagian dari Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)
2. Pengertian pencipta dalam HAKI
3. Pengertian Hak Cipta
I. Materi Ajar :
1. Hak Cipta sebagai salah satu bentuk Hak Atas Kekayaan Intelektual adalah hak
yang dimiliki atau muncul dari kekayaan intelektual manusia baik dalam bentuk
ciptaan atau kreativitas seseorang berupa karya seni, industri dan ilmu
pengetahuan.
2. Pencipta adalah seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama yang atas
inspirasinya lahir suatu ciptaan berdasarkan kemampuan pikiran, imajinasi,
kecekatan, keterampilan atau keahlian yang dituangkan dalam bentuk yang khas
dan bersifat pribadi.
3. Pemegang Hak Cipta adalah pencipta sebagai pemilik Hak Cipta, atau orang
yang menerima hak tersebut dan pencipta atau orang lain yang menerima lebih
lanjut hak dari orang tersebut.
J. Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat memahami Hukum Hak Cipta dan aspek-aspek
yang berkaitan dengan Hukum Hak Cipta.
K. Langkah-langah pembelajaran
1. Pertemuan ke-21
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Memberi gambaran umum tentang Hukum Hak Cipta
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan tentang Hak Cipta sebagai salah satu bentuk
Hak Atas Kekayaan Intelektual
2) Menyampaikan pengayaan materi melalui contoh-contoh
penggunaan Hak Cipta
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat tentang materi
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan materi
2) Menutup dengan ucapan salam.
2. Pertemuan ke-22
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengingatkan kembali materi sebelumnya tentang
Hukum Hak Cipta sebagai salah satu bentuk Hak Atas
Kekayaan Intelektual
3) Mengemukakan bahwa materi kali ini membahas tentang
pengertian pencipta dalam HAKI
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan tentang pengertian pencipta dalam HAKI
2) Menjelaskan aspek-aspek yang berkaitan dalam HAKI
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat tentang materi
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan materi.
2) Menutup dengan ucapan salam.
3. Pertemuan ke-23
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengingatkan materi sebelumnya tentang pengertian
pencipta dalam HAKI
3) Mengemukakan bahwa pembahasan kali ini tentang
tentang siapa saja yang dapat menjadi pemegang Hak
Cipta
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan pihak-pihak yang dapat menjadi pemegang
Hak Cipta
2) Menyampaikan pengayaan materi melalui contoh-contoh
pemegang Hak Cipta
3) Memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat tentang materi
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami semua materi yang terdapat
dalam Standar Kompetensi tentang Hukum Paten, Hukum
Merek dan Hukum Hak Cipta di Indonesia
2) Membantu siswa menyimpulkan kembali semua materi
3) Menutup dengan ucapan salam.
4. Pertemuan ke-24 : Ulangan Harian II
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mempersiapkan Ulangan Harian II
b. Kegiatan inti : 1) Melaksanakan Ulangan Harian II
c. Kegiatan akhir : 1) Mengumpulkan hasil Ulangan Harian II
2) Mengakhiri dengan ucapan salam.
Alokasi Waktu : 2 jam
Standar Kompetensi : Mengidentifikasi Hukum Paten, Hukum Merek dan
Hukum Hak Cipta
5. Pertemuan ke-25 : Pembahasan Ulangan Harian II
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Diklat
Drs. Suyitno Yuyun A. Rindhan, S.Sos., M.AB
Soal Ulangan Harian II
1) Jelaskan Hak Atas Kekayaan Intelektual dalam hukum bisnis!
2) Pencipta adalah seorang / beberapa orang secara bersama-sama atas inspirasinya
lahir suatu ciptaan berdasarkan kemampuan, pikiran, imajinasi, kecekatan,
keterampilan atau keahlian yang dituangkan dalam bentuk yang khas, diatur dalam
dalam pasal .... UU Hak Cipta
3) Sebutkan bunyi pasal 1 butir 3 dari UU Hak Cipta !
4) Dasar Hukum Hak Merek adalah ...
5) Dalam pasal 1 butir 1 yang dimaskud dengan Hak Paten adalah?
6) Apakah ketentuan-ketentuan umum yang diatur dalam Hukum Dagang?
7) Pemberian izin oleh seorang pemilik merek kepada orang lain menggunakan
mereknya bagi barang yang diproduksi oleh orang lain, merupakan pengertian dari?
8) Jelaskan perbedaan antara lisensing dan franchising!
9) Jelaskan persamaan antara lisensing dan franchising!
10) Sebutkan hal-hal yang dapat terjadi dalam penyalahgunaan kartu kredit!
Jawab : Ulangan Harian II
1) Adalah hak yang memiliki / muncul dari kemampuan intelektual manusia yaitu
bentk ciptaan / kreativitas seseorang dalam bidang seni, industri, ilmu pengetahuan,
dsb.
2) Pasal 2 butir 1 UU Hak Cipta
3) Bunyi Pasal 1 butir 3 adalah :
Pemegang Hak Cipta adalah pencipta sehingga pmeilik hak cipta atau dengan yang
menerima hak tersebut dan pencipta / orang lain yang menerima lebih lanjut hak
dari orang tersebut di atas.
4) Diatur dalam UU No. 19 tahun 1992 dan diatur dalam UU No. 14 tahun 1997.
5) Paten adalah : hak khusus yang diberikan Negara kepada penemu atas hasil temunya
di bidang teknologi untuk selama waktu tertentu melaksanakan
sendiri penemuannya tersebut / memberikan persetujuan kepada
orang lain untuk melaksanakannya.
6) Ketentuan-ketentuan yang diatur oleh undang-undang hukum dagang antara lain
ialah kewajiban pengusaha untuk membuat pembukuan yang akan berguna untuk
pemeriksaan bila diperlukan. Juga pengusaha diharuskan menyimpan segala
dokumen perusahaan.
7) Lisensing
8) Perbedaannya ialah : franchising terdapat pengawasan pelaksanaan usaha, metode,
produksi, serta bahan baku produksi. Sedangkan lisensing
yang terjadi adalah sekedar pemberian izin penggunaan
merek, teknologi, dan know how, tanpa ada pengawasan terus
menerus / usaha tersebut dalam lisensing lebih banyak
kebebasan dibandingkan franchising.
9) Persamaannya ialah : sama-sama memasarkan barang jasa dengan merek dari pihak
lain. Kedua pihak ini menyebabkan pengalihan teknologi dan
know how dari lisensor / franchisor ke lisense / franchise,
namun hak atas petennya tidak berpindah.
10) 1. Kartu palsu
2. Re-emossed
3. Kartu hilang / kecurian
4. Kartu digunakan orang lain.
RENCANA PERSIAPAN PEMBELAJARAN
(RPP)
A. Mata Pelajaran : Memahami Prinsip-Prinsip Bisnis
B. Kelas/Semester :
C. Metode Pembelajaran : Tatap muka, ceramah, dan tanya jawab
D. Standar Kompetensi : Mengidentifikasi Hukum Perlindungan Konsumen
E. Kompetensi Dasar : Regulasi yang mengatur Hukum Perlindungan Konsumen
F. Pertemuan ke - : 26 dan 27
G. Alokasi Waktu : 4 jam
H. Indikator :
1. Dasar Hukum Perlindungan Konsmen
2. Pasal-pasal dalam Hukum Perlindungan Konsumen
I. Materi Ajar :
1. Dasar Hukum Perlindungan Konsumen adalah undang-undang No. 8 tahun 1999
tentang perlindungan konsumen, terdiri dari 15 Bab dan 65 Pasal
2. Pasal-pasal dalam Undang-undang No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan
konsumen, yaitu :
BAB I : Ketentuan umum, pasal I
BAB II : Asas dan Tujuan, pasal 2 dan 3
BAB III : Hak dan Kewajiban
a. Hak dan kewajiban konsumen, pasal 4 dan 5
b. Hak dan kewajiban Pelaku Usaha, pasal 6 dan 7
BAB IV : Perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha, pasal 8 sampai 17
BAB V : Ketentuan pencantuman Klausula Baku, pasal 18
BAB VI : Tanggung Jawab Pelaku Usaha, pasal 19 sampai 28
BAB VII : Pembinaan dan Pengawasan, pasal 29 dan 30
BAB VIII : Badan Perlindungan Konsumen Nasional, pasal 31 sampai 43
BAB IX : Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya, pasal 44
BAB X : Penyelesaian Sengketa, pasal 45 sampai 48
BAB XI : Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen, pasal 49 sampai 58
BAB XII : Penyidikan, pasal 59
BAB XIII : Sanksi, pasal 60 sampai 63
BAB XIV: Ketentuan Peralihan, pasal 64
BAB XV : Ketentuan Penutup, pasal 65
J. Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat memahami pentingnya Regulasi untuk
mengatur Hukum Perlindungan Konsumen
K. Langkah-langah pembelajaran
1. Pertemuan ke-26
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Memberi gambaran umum pentingnya Regulasi untuk
mengatur Hukum Perlindungan Konsumen
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan UU No. 8 Th. 1999 tentang Perlindungan
Konsumen sebagai Dasar Hukum Perlindungan
Konsumen
2) Menjelaskan BAB I sampai BAB V yang tercantum
dalam UU No. 8 Th. 1999 tentang Perlindungan
Konsumen
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat tetang materi
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan materi
2) Menutup dengan ucapan salam.
2. Pertemuan ke-27
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengingatkan kembali materi sebelumnya tentang Dasar
Hukum Perlindungan Konsumen dan penjelasan BAB I
sampai BAB V
3) Mengemukakan bahwa pembahasan kali ini berkaitan
dengan penjelasan BAB VI sampai BAB XV
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan BAB VI sampai BAB XV yang tercantum
dalam UU No. 8 Th. 1999 tentang Perlindungan
Konsumen
2) Memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat tentang materi
3) Menyampaikan pengayaan materi melalui contoh-contoh
praktek pelaksanaan pasal-pasal dalam UU No. 8 Th.
1999 tentang Perlindungan Konsumen
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan materi.
2) Menutup dengan ucapan salam.
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Diklat
Drs. Suyitno Yuyun A. Rindhan, S.Sos., M.AB
RENCANA PERSIAPAN PEMBELAJARAN
(RPP)
A. Mata Pelajaran : Memahami Prinsip-Prinsip Bisnis
B. Kelas/Semester :
C. Metode Pembelajaran : Tatap muka, ceramah, dan tanya jawab
D. Standar Kompetensi : Mengidentifikasi Hukum Perlindungan Konsumen
E. Kompetensi Dasar : Beberapa penjelasan Hak dan Kewajiban dalam UU No. 8
tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
F. Pertemuan ke - : 28 dan 29
G. Alokasi Waktu : 4 jam
H. Indikator :
1. Hak dan Kewajiban Konsumen
2. Hak dan Kewajiban Konsumen Pelaku Usaha
I. Materi Ajar :
1. Hak Konsumen antara lain :
a. Hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi
barang dan atau jasa
b. Hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan
barang dan atau jasa
c. Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar, jujur serta tidak
diskriminatif
2. Kewajiban Konsumen antara lain :
a. Beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan atau jasa
b. Membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati
c. Mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen
secara patut
3. Hak Pelaku Usaha, antara lain :
a. Mendapatkan perlindungan hukum tindakan konsumen yang beritikad tidak
baik
b. Melakukan pembelaan diri sepatutnya dalam penyelesaian hukum sengketa
konsumen
c. Menerima pembayaran yang sesuai dengan kesepakatan mengenai kondisi
dan nilai tukar barang dan atau jasa yang diperdagangkan
4. Kewajiban Pelaku Usaha, antara lain :
a. Beritikad baik dalam melakukan kegiatannya
b. Memperlakukan atau melayani konsumen secara benar, jujur, dan tidak
diskriminatif
c. Menjamin mutu barang dan atau jasa yang diproduksi dan atau
diperdagangkan berdasarkan ketentuan standar mutu barang dan atau jasa
yang berlaku
J. Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat memahami Hak dan Kewajiban yang tercantum
dalam UU No. 8 Tahun 1999 tetang Perlindungan
Konsumen.
K. Langkah-langah pembelajaran
1. Pertemuan ke-28
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Memberi gambaran umum tentang Hak dan Kewajiban
Konsumen
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan Hak-hak Konsumen
2) Menjelaskan Kewajiban Konsumen
3) Menyampaikan pengayaan materi melalui contoh-contoh
hak dan kewajiban konsumen
4) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat tetang materi
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan materi
2) Menutup dengan ucapan salam.
2. Pertemuan ke-29
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengingatkan kembali materi sebelumnya tentang Hak
dan Kewajiban Konsumen
3) Mengemukakan bahwa pembahasan kali ini tentang Hak
dan Kewajiban Pelaku Usaha
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan Hak-hak Pelaku Usaha
2) Menjelaskan Kewajiban Pelaku Usaha
3) Menyampaikan pengayaan materi melalui contoh-contoh
hak dan kewajiban pelaku usaha
4) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat tetang materi
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan materi
tentang Hak dan Kewajiban Pelaku Usaha.
2) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan kembali
semua materi tentang Hak dan Kewajiban baik untuk
Konsumen maupun Pelaku Usaha yang tercantum dalam
UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
3) Menutup dengan ucapan salam.
3. Pertemuan ke-30 : UTS
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Diklat
Drs. Suyitno Yuyun A. Rindhan, S.Sos., M.AB
RENCANA PERSIAPAN PEMBELAJARAN
(RPP)
A. Mata Pelajaran : Memahami Prinsip-Prinsip Bisnis
B. Kelas/Semester :
C. Metode Pembelajaran : Tatap muka, ceramah, dan tanya jawab
D. Standar Kompetensi : Mengidentifikasi Hukum Perlindungan Konsumen
E. Kompetensi Dasar : Sanksi Hukum bagi Pelaku Usaha
F. Pertemuan ke - : 31 dan 32
G. Alokasi Waktu : 4 jam
H. Indikator :
1. Perbuatan yang dilarang bagi Pelaku Usaha
2. Bentuk-bentuk sanksi Hukum bagi Pelaku Usaha
I. Materi Ajar :
1. Perbuatan yang dilarang bagi Pelaku Usaha secara garis besar terdiri dari dua hal,
yaitu :
a. Larangan mengenai produk itu sendiri untuk dimanfaatkan konsumen
b. Larangan mengenai ketersediaan informasi yang tidak benar dan tidak akurat,
sehingga dapat menyesatkan konsumen.
2. Bentuk-bentuk sanksi Hukum yang dapat dikenakan secara garis besar, meliputi :
a. Sanksi Administratif
b. Sanksi Pidana Pokok
c. Sanksi Pidana Tambahan
J. Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat memahami hal-hal yang berkaitan dengan
perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha dan sanksi-
sanksi hukumnya.
K. Langkah-langah pembelajaran
1. Pertemuan ke-31
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Memberi gambaran umum tentang perbuatan yang
dilarang bagi pelaku usaha dan sanksi-sanksi hukumnya.
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan tentang perbuatan-perbuatan yang dilarang
bagi pelaku usaha
2) Menyampaikan pengayaan materi melalui contoh-contoh
perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat tetang materi
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan materi
2) Menutup dengan ucapan salam.
2. Pertemuan ke-32
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengingatkan kembali materi sebelumnya tentang
perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha
3) Mengemukakan bahwa pertemuan kali ini membahas
tentang sanksi-sanksi hukum bagi pelaku usaha
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan tentang sanksi-sanksi hukum yang dapat
dikenakan bagi pelaku usaha
2) Menyampaikan pengayaan materi melalui contoh-contoh
pelaksanaan sanksi-sanksi hukum bagi pelaku usaha
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat tetang materi
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan materi
tentang sanksi-sanksi hukum bagi pelaku usaha.
2) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan semua
materi yang berkaitan dengan sanksi hukum bagi pelaku
usaha.
3) Mengumumkan bahwa pertemuan berikutnya adalah
Ulangan Harian III
4) Menutup dengan ucapan salam.
3. Pertemuan ke-33 : Ulangan Harian III
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mempersiapkan Ulangan Harian III
b. Kegiatan inti : 1) Melaksanakan Ulangan Harian III
c. Kegiatan akhir : 1) Mengumpulkan hasil Ulangan Harian III
2) Mengakhiri dengan ucapan salam.
Alokasi waktu : 2 jam
Standar Kompetensi : Mengidentifikasi Hukum Perlindungan Konsumen
Bentuk Soal : Essay dengan bobot masing-masing 10 poin
Jumlah Soal : 10
4. Pertemuan ke-34 : Pembahasan Ulangan Harian III
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Diklat
Drs. Suyitno Yuyun A. Rindhan, S.Sos., M.AB
RENCANA PERSIAPAN PEMBELAJARAN
(RPP)
A. Mata Pelajaran : Memahami Prinsip-Prinsip Bisnis
B. Kelas/Semester :
C. Metode Pembelajaran : Tatap muka, ceramah, dan tanya jawab
D. Standar Kompetensi : Mengidentifikasi Larangan Praktek Monopoli
E. Kompetensi Dasar : Dasar Hukum Larangan Praktek Monopoli
F. Pertemuan ke - : 35 dan 36
G. Alokasi Waktu : 4 jam
H. Indikator :
1. Dasar Hukum Larangan Praktek Monopoli
2. Pengertian Monopoli
I. Materi Ajar :
1. Dasar Hukum Larangan Praktek Monopoli diatur dalam Undang-undang No. 5
tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha tidak
sehat
2. Pengertian Monopoli adalah penguasaan atas produksi dan atau pemasaran
barang dan atau atas penggunaan jasa tertentu oleh satu pelaku usaha atau satu
kelompok pelaku usaha
J. Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat memahami dasar hukum dan pengertian
monopoli
K. Langkah-langah pembelajaran
1. Pertemuan ke-35
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengemukakan pentingnya dasar hukum Larangn
Praktek Monoploli
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan dasar hukum larangan praktek monopoli dan
pasal-pasal dalam UU No. 5 tahun 1999 tentang Larangan
Praktek Monopoli dan Persaingan usaha tidak sehat
2) Menyampaikan pengayaan materi
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat tetang materi
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan materi
2) Menutup dengan ucapan salam.
2. Pertemuan ke-36
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengingatkan kembali materi sebelumnya tentang Dasar
Hukum Larangan Praktek Monopoli
3) Mengemukakan bahwa pertemuan kali ini membahas
tentang pengertian monopoli
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan tentang pengertian monopoli
2) Menyampaikan pengayaan materi melalui contoh-contoh
praktek monopoli
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat tetang materi
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan materi
2) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan kembali
semua materi tentang Dasar Hukum Larangan Monopoli
dan pengertian monopoli
3) Menutup dengan ucapan salam.
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Diklat
Drs. Suyitno Yuyun A. Rindhan, S.Sos., M.AB
RENCANA PERSIAPAN PEMBELAJARAN
(RPP)
A. Mata Pelajaran : Memahami Prinsip-Prinsip Bisnis
B. Kelas/Semester :
C. Metode Pembelajaran : Tatap muka, ceramah, dan tanya jawab
D. Standar Kompetensi : Mengidentifikasi Larangan Praktek Monopoli
E. Kompetensi Dasar : Perjanjian yag dilarang bagi pelaku usaha menurut UU No.
5 Th. 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan
Persaingan usaha tidak sehat
F. Pertemuan ke - : 37 dan 38
G. Alokasi Waktu : 4 jam
H. Indikator :
1. Bentuk-bentuk perjanjian yang dilarang menurut UU No. 5 Th. 1999 tentang
Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan usaha tidak sehat
I. Materi Ajar :
Bentuk-bentuk perjanjian yang dilarang menurut UU No. 5 Th. 1999 tentang
Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan usaha tidak sehat, antara lain :
a. Oligopoli f. Monopoli
b. Pemboikotan g. Monopsoni
c. Kartel h. Persekongkolan
d. Trust
e. Oligopsoni
J. Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat memahami dasar hukum dan pengertian
monopoli
K. Langkah-langah pembelajaran
1. Pertemuan ke-37
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengemukakan gambara umum tentang bentuk-bentuk
perjanjian yang dilarang bagi pelaku usaha
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan bentuk perjanjian yang dilarang yang berupa
oligopoli, pemboikotan, kartel dan trust, karena mengarah
pada persaingan tidak sehat
2) Menyampaikan pengayaan materi melalui contoh-contoh
praktek oligopoli, pemboikotan, kartel dan trust
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat tetang materi
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan materi
2) Menutup dengan ucapan salam.
2. Pertemuan ke-38
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengingatkan kembali materi sebelumnya tentang bentuk
perjanjian yang dilarang berupa oligopoli, pemboikotan,
kartel dan trust
3) Mengemukakan bahwa pertemuan kali ini membahas
tentang bentuk perjanjian yang dilarang berupa
Oligopsoni, Monopoli, Monopsoni dan Persekongkolan
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan bentuk perjanjian yag dilarang bagi pelaku
usaha berupa Oligopsoni, Monopoli, Monopsoni dan
Persekongkolan karena mengarah pada persaingan tidak
sehat
2) Menyampaikan pengayaan materi melalui contoh-contoh
praktek Oligopsoni, Monopoli, Monopsoni dan
Persekongkolan
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat tetang materi
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan materi
2) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan kembali
semua materi tentang bentuk-bentuk perjanjian yang
dilarang bagi pelaku usaha menurut UU No. 2 Th 1999
tentang larangan praktek Monopoli dan Persaingan usha
tidak sehat
3) Menutup dengan ucapan salam.
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Diklat
Drs. Suyitno Yuyun A. Rindhan, S.Sos., M.AB
RENCANA PERSIAPAN PEMBELAJARAN
(RPP)
A. Mata Pelajaran : Memahami Prinsip-Prinsip Bisnis
B. Kelas/Semester :
C. Metode Pembelajaran : Tatap muka, ceramah, dan tanya jawab
D. Standar Kompetensi : Mengidentifikasi Larangan Praktek Monopoli
E. Kompetensi Dasar : Sanksi Hukum bagi pelaku usaha dalam Perjanjian yang
dilarang menurut UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan
Praktek Monopoli dan Persaingan usaha tidak sehat
F. Pertemuan ke - : 39
G. Alokasi Waktu : 2 jam
H. Indikator :
1. Sanksi Administratif
2. Sanksi Pidana Pokok
3. Sanksi Pidana Tambahan
I. Materi Ajar :
1. Sanksi Administratif adalah penyelesaian sengketa konsumen di luar pengadilan
yang dikelola oleh Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen
2. Sanksi Pidana Pokok merupakan sanksi yang dapat dikenakan dan dijatuhkan
oleh pengadilan atas tuntutan jaksa penuntut umum terhadap pelanggaran yang
dikenakan oleh pelaku usaha
3. Sanksi Pidana Tambahan merupakan sanksi di luar sanksi pidana pokok yang
dapat dijatuhkan, misalnya perampasan barang tertentu, pembayaran ganti rugi,
pencabutan izin usaha dan lain-lain.
J. Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat memahami Sanksi Hukum bagi pelaku usaha
dalam Perjanjian yang dilarang menurut UU No. 5 Tahun
1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan
usaha tidak sehat
K. Langkah-langah pembelajaran
1. Pertemuan ke-39
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengemukakan gambara umum tentang Sanksi-sanksi
Hukum bagi pelaku usaha yang melakukan Perjanjian
yang dilarang menurut UU No. 5 Tahun 1999
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan tentang Sanksi-sanksi yang dapat dikenakan
bagi pelaku usaha menurut UU No. 5 Th. 1999
2) Menyampaikan pengayaan materi melalui contoh-contoh
pelaksanaan sanksi hukum bagi pelaku usaha menurut
UU No. 5 Th. 1999
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat tetang materi
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan materi
2) Membantu siswa memahami semua materi yang
berkaitan dengan UU No. 5 Th 1999 tentang Larangan
Praktek Monopoli dan Persaingan usaha tidak sehat
3) Mengumumkan bahwa pertemuan berikutnya ulangan
harian IV
4) Menutup dengan ucapan salam.
2. Pertemuan ke-40 : Ulangan Harian IV
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mempersiapkan Ulangan Harian IV
b. Kegiatan inti : 1) Melaksanakan Ulangan Harian IV
c. Kegiatan akhir : 1) Mengumpulkan hasil Ulangan Harian IV
2) Menutup dengan ucapan salam.
3. Pertemuan ke-41 : Pembahasan Ulangan Harian IV
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Diklat
Drs. Suyitno Yuyun A. Rindhan, S.Sos., M.AB
RENCANA PERSIAPAN PEMBELAJARAN
(RPP)
A. Mata Pelajaran : Memahami Prinsip-Prinsip Bisnis
B. Kelas/Semester :
C. Metode Pembelajaran : Tatap muka, ceramah, dan tanya jawab
D. Standar Kompetensi : Mengidentifikasi Peraturan Hukum Dagang
E. Kompetensi Dasar : Sumber Hukum Dagang
F. Pertemuan ke - : 42 dan 43
G. Alokasi Waktu :
H. Indikator :
1. Sumber Hukum Dagang Berasal dari Perjanjian
2. Sumber Hukum Dagang Berasal dari Undang-Undang
I. Materi Ajar :
1. Sumber Hukum Dagang Berasal dari Perjanjian, antara lain :
a. Perjanjian asuransi
b. Perjanjian ekspenditur
c. Perjajian pembayaran utang
d. Perjanjian lainnya (wesel, cek, obligasi, perantara dalam perdagangan)
2. Sumber Hukum Dagang Berasal dari Undang-Undang, antara lain :
a. KUHD dan KUH Perdata
b. Peraturan-peraturan khusus di luar KUHD
J. Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat memahami Sumber Hukum Dagang
K. Langkah-langah pembelajaran
1. Pertemuan ke-42
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengemukakan gambaran secara umum tentang Sumber
Hukum Dagang
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan Sumber Hukum Dagang yang berasal dari
perjanjian
2) Menyampaikan pengayaan materi melalui contoh-contoh
Sumber Hukum Dagang yang berasal dari perjanjian
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat tetang materi
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan materi
tentang Sumber Hukum Dagang yang berasal dari perjanjian
2) Menutup dengan ucapan salam.
2. Pertemuan ke-43
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengingatkan kembali materi sebelumnya tentang
Sumber Hukum Dagang yang berasal dari perjanjian
3) Mengemukakan bahwa pertemuan kali ini membahas
sumber hukum dagang yang berasal dari undang-undang
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan Sumber Hukum Dagang yang berasal dari
undang-undang
2) Menyampaikan pengayaan materi melalui contoh-contoh
Sumber Hukum Dagang yang berasal dari undang-
undang
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat tetang materi
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan materi
2) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan kembali
semua materi tentang Sumber Hukum Dagang baik yang
berasal dari perjanjian maupun dari undang-undang
3) Menutup dengan ucapan salam
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Diklat
Drs. Suyitno Yuyun A. Rindhan, S.Sos., M.AB
RENCANA PERSIAPAN PEMBELAJARAN
(RPP)
A. Mata Pelajaran : Memahami Prinsip-Prinsip Bisnis
B. Kelas/Semester :
C. Metode Pembelajaran : Tatap muka, ceramah, dan tanya jawab
D. Standar Kompetensi : Mengidentifikasi Peraturan Hukum Dagang
E. Kompetensi Dasar : Sanksi Hukum Dalam Perjanjian
F. Pertemuan ke - : 44 dan 45
G. Alokasi Waktu : 4 jam
H. Indikator :
1. Ingkar janji (wan prestasi) dan penetapan lalai (somasi)
2. Resiko dalam perikatan
I. Materi Ajar :
1. Wan prestasi dan somasi terjadi apabila seseorang tidak melaksanakan
kewajibannya tersebut bukan karena keadaan yang memaksa
2. Resiko dalam perikatan adalah kewajiban memikul kerugian yang disebabkan
oleh kejadian / peristiwa yang terjadi di luar kesalahan salah satu pihak
J. Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat memahami Sanksi Hukum dalam perjanjian
K. Langkah-langah pembelajaran
1. Pertemuan ke-44
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengemukakan gambaran secara umum pentingnya
sanksi hukum dalam perjanjian akibat terjadinya wan
prestasi dan somasi
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan sanksi hukum dalam perjanjian berkaitan
dengan terjadinya wan prestasi dan somasi
2) Menyampaikan pengayaan materi melalui contoh-contoh
sanksi hukum dalam perjanjian akibat terjadinya wan
prestasi dan somasi
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat tetang materi
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan materi
tentang wan prestasi dan somasi
2) Menutup dengan ucapan salam.
2. Pertemuan ke-45
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengingatkan kembali materi sebelumnya tentang wan
prestasi dan somasi
3) Mengemukakan bahwa pertemuan kali ini akan
membahas tentang resiko dalam perikatan
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan tentang resiko dalam perikatan
2) Menyampaikan pengayaan materi melalui contoh-contoh
resiko dalam perikatan
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat tetang materi
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan materi
2) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan kembali
semua materi tentang Sanksi Hukum dalam perjanjian
3) Menutup dengan ucapan salam
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Diklat
Drs. Suyitno Yuyun A. Rindhan, S.Sos., M.AB
RENCANA PERSIAPAN PEMBELAJARAN
(RPP)
A. Mata Pelajaran : Memahami Prinsip-Prinsip Bisnis
B. Kelas/Semester :
C. Metode Pembelajaran : Tatap muka, ceramah, dan tanya jawab
D. Standar Kompetensi : Mengidentifikasi Peraturan Hukum Dagang
E. Kompetensi Dasar : Hapusnya Perikatan
F. Pertemuan ke - : 46 dan 47
G. Alokasi Waktu : 4 jam
H. Indikator :
1. Pembayaran
2. Penawaran pembayaran tunai dan diikuti dengan penitipan
3. Kadaluwarsa
4. Pembatalan
5. Persetujuan Pembebasan Utang
6. Berlakunya syarat batal
7. Pembaharuan utang
8. Pencampuran utang
9. Musnahnya barang yang terutang
10. Perjumpaan utang
I. Materi Ajar :
1. Pembayaran adalah setiap tindakan pemenuhan prestasi, baik berupa penyerahan
sejumlah uang maupun penyerahan barang oleh penjual. Pada prinsipnya debitur
yang melakuan pembayaran kepada kreditur
2. Penawaran pembayaran tunai dan diikuti dengan penitipan adalah suatu acara
pembayaran yang harus dilakukan oleh debitur apabila kreditur menolak
pembayaran
3. Kadaluwarsa adalah suatu upaya untuk memperoleh seuatu atau untuk
dibebaskan dari suatu perikatan dengan lewatnya waktu tertentu dan atas syarat-
syarat yang ditentukan oleh undang-undang.
4. Pembatalan berlaku untuk semua perikatan yang dibuat oleh orang-orang yang
menurut undang-undang tidak cakap untuk bertindak sendiri.
5. Pembebasan Utang adalah perbuatan hukum dimana kreditur melepaskan haknya
untuk menagih piutangnya dari debitur
6. Berlakunya syarat batal yaitu suatu perikatan yang sudah dilahirkan justru akan
berakhir atau dibatalkan apabila peristiwa yang dimaksud itu terjadi.
7. Pembaharuan utang adalah suatu perjanjian yang menyebabkan hapusnya suatu
perikatan lama akan tetapi pada saat itu juga menimbulkan suatu perikatan yang
baru
8. Pencampuran utang terjadi karena kedudukan kreditur dan debitur barsatu dalam
diri satu orang, misalnya terjadi pernikahan antara keduanya
9. Musnahnya barang yang terutang diluar kesalahan atau kelalaian debitur sebelum
menyerahkan berarti debitur terbebas dari kewajiban untuk menyerahkan barang
tersebut
10. Perjumpaan utang merupakan salah satu cara berakhirnya perikatan, karena
masing-masing pihak saling memperjumpakan atau memperhitungkan utang
piutang mereka secara timbal balik.
J. Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat memahami Hapusnya Perikatan
K. Langkah-langah pembelajaran
1. Pertemuan ke-46
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengemukakan gambaran secara umum tentang
Hapusnya Perikatan
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan Hapusnya Perikatan yang disebabkan oleh
pembayaran, penawaran pembayaran tunai dan diikuti
dengan penitipan, kadaluwarsa, pembatalan dan
persetujuan pembebasan utang
2) Menyampaikan pengayaan materi melalui contoh-contoh
Hapusnya Perikatan akibat hal-hal tersebut di atas
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat tetang materi
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan materi
2) Menutup dengan ucapan salam.
2. Pertemuan ke-47
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengingatkan kembali materi sebelumnya tentang hal-
hal yang dapat menyebabkan hapusnya perikatan
3) Mengemukakan bahwa pertemuan kali ini akan
membahas hal-hal yang dapat menyebabkan hapusnya
perikatan selanjutnya
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan hapusnya perikatan yang disebabkan oleh
berlakunya syarat batal, pembaharuan utang,
pencampuran utang, musnahnya barang yang terutang
dan perjumpan utang
2) Menyampaikan pengayaan materi melalui contoh-contoh
Hapusnya Perikatan akibat hal-hal tersebut di atas
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat tetang materi
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan materi
2) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan kembali
semua materi yang berkaitan dengan sebab-sebab
hapusnya perikatan
3) Mengumumkan bahwa pertemuan berikutnya adalah
pelaksanaan Ulangan Harian V
4) Menutup dengan ucapan salam
3. Pertemuan ke-48 : Ulangan Harian V
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mempersiapkan Ulangan Harian V
b. Kegiatan inti : 1) Melaksanakan Ulangan Harian V
c. Kegiatan akhir : 1) Mengumpulkan hasil Ulangan Harian V
2) Menutup dengan ucapan salam.
4. Pertemuan ke-49 : Pembahasan Ulangan Harian V
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Diklat
Drs. Suyitno Yuyun A. Rindhan, S.Sos., M.AB
1) Jelaskan penegrtian hukum perdata berkaitan dengan keberadaan hukum dagang!
2) Sebutkan syarat-syarat yang diperlukan terjadinya suatu perikatan secara hukum!
3) Berikan sebuah contoh tentang memberikan sesuatu dan berbuat sesuatu dalam suatu
perikatan?
4) Bagaimana bila seorang debitur (pihak yang berhutang) dapat dikatakan telah
melakukan ingkar janji (wanprestasi)?
5) Berikan sebuah contoh berlakunya syarat batal dalam hapusnya perikatan!
6) Berikan sebuah contoh dari pengertian percampuran utang yang ada dalam KUH
perdata pasal 1381 !
7) Sebutkan 10 macam cara berakhirnya perikatan dalam KUH pasal 1381 !
8) Apakah pengertian secara umum dari kata kompensasi / perjumpaan utang?
9) Jelaskan pengertian jual beli yang terdapat dalam pasal 1457 KUH perdata !
10) Bagaimana perbedaan pokok antara akta otentik dengan akta di bawah tangan?
Jawaban !
1. Hukum Perdata adalah hukum yang mengatur hubungan antara manusia baik secara
individu maupun kelompok. Kegiatan dagang merupakan salah satu bentuk
hubungan antar manusia, oleh karena itu hukum dagang merupakan bagian dari
hukum perdata.
2. – Adanya hubungan hukum
– Terjadinya dalam lapangan harta benda (kekayaan)
– Adanya dua pihak yaitu kreditur dan debitur
– Adanya prestasi
3. Memberikan sesuatu : memberikan prestasi berupa menyerahkan barang
misalnya penjual berkewajiban menyerahkan barang yang telah dibeli pelanggan
dengan jaminan yang dapat dipertanggungjawabkan
Berbuat sesuatu : perusahaan A berjanji kepada kepala desa untuk mendirikan
pabrik di desa tersebut dengan masyarakat sekitar sebagai karyawannya.
4. – Tidak melakukan prestasi sama sekali
– Terlambat memenuhi prestasi
– Memenuhi prestasi secara tidak baik
5. Pak Akhmad menyewakan rumahnya kepada Bu Ria dengan ketentuan bahwa
persewaan akan berakhir jika anak Pak Akhmad yang berada di Amerika kembali ke
Tanah Air. Jadi dengan kembalinya anak Pak Akhmad maka berakhirlah perikatan
antara Pak Akhmad dan Bu Ria
6. Misalnya Budi (kreditur) menikah dengan Rina (debitur), dengan nikahnya mereka
ini berarti harta mereka bersatu menjadi harta perkawinan (bersama)
7. 1. Pembayaran
2. Penawaran pembayaran tunai dan diikuti dengan penitipan
3. Kadaluwarsa
4. Pembatalan
5. Persetujuan Pembebasan Utang
6. Berlakunya syarat batal
7. Pembaharuan utang
8. Pencampuran utang
9. Musnahnya barang yang terutang
10. Perjumpaan utang
8. Kompensasi / perjumpaan utang : salah satu cara berakhirnya perikatan, karena
masing-masing pihak saling memperjumpakan / memperhitungkan utang piutang
mereka secara timbal balik
9. Jual beli adalah suatu persetujuan dengan mana yang satu mengikatkan dirinya untuk
menyerahkan suatu kebendaan, dan pihak yang satu lain untuk membayar harga
yang telah dijanjikan.
10. Perbedaan pokok antara akta otentik dengan akta di bawah tangan adalah cara
pembuatan / terjadinya akta tersebut.
Apabila akta otentik dibuat di depan pejabat yang berwenang / notaris, sedangkan
akata di bawah tangan dibuat tanpa adanya pejabat yang berwenang, hanya antara
pihak yang membuat perikatan saja.
RENCANA PERSIAPAN PEMBELAJARAN
(RPP)
A. Mata Pelajaran : Memahami Prinsip-Prinsip Bisnis
B. Kelas/Semester :
C. Standar Kompetensi : Memahami Etika Bisnis
D. Kompetensi Dasar : Pengertian Etika Bisnis
E. Pertemuan ke - : 50
F. Alokasi Waktu : 2 jam
G. Indikator :
1. Pengertian etika
2. Etika dalam Bisnis
H. Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat memahami pengertian etika, etika dalam bisnis
I. Materi Ajar :
1. Etika merupakan seperangkat kesepakatan umum untuk mengatur hubungan
antar orang per orang atau orang per orang dengan masyarakat atau masyarakat
dengan masyarakat lain. Pengaturan ini diperlukan agar terjadi hubungan yang
tidak saling merugikan antara orang per orang, orang dengan masyarakat atau
antara kelompok dalam masyarakat
2. Bisnis merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh perorangan maupun
kelompok dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam dunia bisnis terdapat pula
seperangkat aturan / etika yang mengatur relsi bisnis agar hubungan yang terjalin
berlangsung dengan fair.
J. Metode Pembelajaran : Tatap muka, ceramah, dan tanya jawab
K. Langkah-langah pembelajaran
1. Pertemuan ke-50
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengemukakan gambaran umum tetang etika, dan
khususnya etika dalam bisnis
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan tetang pengertian etika
2) Menjelaskan tetang etika-etika dalam bisnis
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat tetang materi
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami materi
2) Membantu siswa menyimpulkan materi tentang etika
terutama etika-etika dalam bisnis
3) Menutup dengan ucapan salam.
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Diklat
Drs. Suyitno Yuyun A. Rindhan, S.Sos., M.AB
RENCANA PERSIAPAN PEMBELAJARAN
(RPP)
A. Mata Pelajaran : Memahami Prinsip-Prinsip Bisnis
B. Kelas/Semester :
C. Standar Kompetensi : Memahami Etika Bisnis
D. Kompetensi Dasar : Etika dalam Berinteraksi
E. Pertemuan ke - : 51, 52, dan 53
F. Alokasi Waktu : 6 jam
G. Indikator :
1. Interaksi dengan konsumen
2. Interaksi dengan produsen lain
3. Iklan terhadap anak-anak
4. Iklan jasa profesional
5. Iklan rokok dan minuman yang memabukkan
6. Etika dengan supliers
7. Etika terhadap saingan
8. Etika hubungan dengan karyawan
9. Etika dalam hubungan dengan publik
H. Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat memahami etika dalam berinteraksi di dunia
bisnis
I. Materi Ajar :
1. Interksi dengan konsumen ada yang diatur undang-undang ada yang tidak.
Bagian yang diatur undang-undang merupakan etika bisnis dalam berinteraksi
dengan konsumen, misalnya undang-undang perlindungan konsumen.
2. Interaksi dengan produsen lain sebaiknya tidak berusaha menjelek-jelekan
produk perusahaan lain dan lebih baik melakukan persaingan secara sehat
3. Iklan terhadap anak-anak atau iklan yang menggunakan artis anak-anak dapat
berpengaruh besar terhadap anak-anak yang menonton TV. Perlu dipilih produk
yang akan diiklankan yang betul-betul bermanfaat bagi anak, memiliki nilai
tambah dalam hal gizi, meningkatkan kecerdasan dan sebagainya
4. Iklan jasa profesional kurang etis dilakukan melalui media massa seperti koran
atau majalah. Jasa profesional misalnya dokter dan pengacara sebaiknya
menggunakan papan nama atau menyebarkan kartu nama kepada klien sebagai
media iklan
5. Iklan rokok dan minuman yang memabukkan di beberapa negara sudah dilarang,
namun di Indonesia untuk iklan rokok tidak dilarang hanya dibatasi bentuk
iklannya, yang tidak boleh menampilkan orang yang sedang merokok, melainkan
hanya ditampilkan merknya saja
6. Etika dengan suplier berkaitan dengan sistem pemesanan pasokan barang, agar
tidak terjadi penekanan-penenakan antara pihak suplier maupun pabrikan
7. Etika terhadap saingan harus mengedepankan persaingan yang sehat, jangan
sampai melakukan tindakan tidak etis terhadap produk saingan seperti
menyebarkan rumor negatif tentang produk saingan dan merusak produk saingan
kemudian dijual kembali ke pasar.
8. Etika hubungan dengan karyawan harus terdapat aturan dan batas-batas antara
perusahaan dengan karyawan, misalnya hubungan atasan dengan bawahan,
tenaga kerja wanita dan anak-anak, jam kerja dll.
9. Etika dalam hubungan dengan publik menyangkut pemeliharaan lingkungan
hidup, polusi dan daur ulang produk untuk menghemat sumber daya alam.
J. Metode Pembelajaran : Tatap muka, ceramah, dan tanya jawab
K. Langkah-langah pembelajaran
1. Pertemuan ke-51
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengemukakan gambaran umum tetang etika bisnis yang
berkaitan dengan interaksi dengan konsumen, interaksi
dengan produsen lain dan iklan terhadap anak-anak
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan tetang etika bisnis berkaitan dengan
interaksi dengan konsumen
2) Menjelaskan tetang etika bisnis berkaitan dengan
interaksi dengan produsen lain
3) Menjelaskan tetang etika bisnis berkaitan dengan iklan
terhadap anak-anak
4) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat tetang materi
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami materi secara lebih
mendalam
2) Membantu siswa menyimpulkan materi etika bisnis
terutama sub bab tentang interaksi dengan konsumen,
interaksi dengan produsen lain, dan iklan terhadap anak-
anak
3) Menutup dengan ucapan salam.
2. Pertemuan ke-52
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengingatkan kembali materi sebelumnya yaitu etika
bisnis berkaitan dengan interaksi dengan konsumen,
interaksi dengan produsen lain dan iklan terhadap anak-
anak
3) Mengemukakan bahwa pertemuan kali ini membahas
etika bisnis berkaitan dengan iklan jasa profesional, iklan
rokok dan minuman yang memabukkan serta etika
dengan suplier
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan tetang etika bisnis berkaitan dengan iklan
jasa profesional
2) Menjelaskan tetang etika bisnis berkaitan dengan iklan
rokok dan minuman yang memabukkan
3) Menjelaskan tetang etika bisnis berkaitan dengan etika
dengan suplier
4) Menyampaikan pengayaan materi melalui contoh-contoh
5) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat tetang materi
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami materi yang telah
disampaikan
2) Membantu siswa menyimpulkan materi tentang etika
bisnis berkaitan dengan iklan jasa profesional, iklan
rokok dan minuman yang memabukkan serta etika
dengan suplier
3) Menutup dengan ucapan salam.
3. Pertemuan ke-53
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mengingatkan kembali materi sebelumnya yaitu hal-hal
yang berkaitan dengan etika bisnis mulai interaksi dengan
konsumen sampai etika denga suplier
3) Mengemukakan bahwa pertemuan kali ini membahas hal-
hal yang berkaitan dengan etika bisnis seperti etika
terhadap saingan, etika hubungan dengan karyawan dan
etika dalam hubungan dengan publik
b. Kegiatan inti : 1) Menjelaskan tetang etika bisnis berkaitan dengan etika
terhadap saingan
2) Menjelaskan tetang etika bisnis berkaitan dengan etika
hubungan dengan karyawan
3) Menjelaskan tetang etika bisnis berkaitan dengan etika
dalam hubungan dengan publik
4) Menyampaikan pengayaan materi melalui contoh-contoh
5) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat tetang materi
c. Kegiatan akhir : 1) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan materi
yang telah disampaikan
2) Membantu siswa memahami dan menyimpulkan kembali
semua materi yang berkaitan dengan Etika Bisnis
3) Mengumumkan bahwa pertemuan berikutnya adalah
pelaksanaan Ulangan Harian VI
4) Menutup dengan ucapan salam.
4. Pertemuan ke-54 : Ulangan Harian VI
a. Kegiatan awal : 1) Mengucapkan salam
2) Mempersiapkan pelaksanaan Ulangan Harian VI
b. Kegiatan inti : 1) Melaksanakan Ulangan Harian VI
c. Kegiatan akhir : 1) Mengumpulkan hasil Ulangan Harian VI
2) Menutup dengan ucapan salam.
5. Pertemuan ke-55 : Pembahasan Ulangan Harian VI
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Diklat
Drs. Suyitno Yuyun A. Rindhan, S.Sos., M.AB
Soal Ulangan Harian III
1. Apakah yang dimaksud dengan perlindungan konsumen?
2. Kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean disebut…
3. Apakah Azas dan Tujuan dari Perlindungan Kosumen?
4. Sebutkan masing-masing dua hal yang menjadi Hak dan Kewajiban Konsumen!
5. Sebutkan masing-masing dua hal yang menjadi Hak dan Kewajiban Pelaku Usaha!
6. Apakah yang dimaskud dengan Pelaku Usaha dilarang memperdagangkan barang
yang rusak, cacat, bekas dan tercemar tanpa memberikan informasi yang benar
sebelumnya?
7. Berapa lama tenggang waktu pemberian ganti rugi oleh Pelaku Usaha, menurut pasal
19 UU Perlindungan Konsumen?
8. Dalam kondisi bagaimana Pelaku Usaha wajib menyediakan suku cadang atau
fasilitas purna jual?
9. Apakah fungsi Badan Perlindungan Konsumen Nasional?
10. Terdiri dari unsur-unsur apa saja Keanggotaan Badan Perlindungan Konsumen?
Jawaban Ulangan Harian III
1. Perlindungan konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kapasitas
hukum kepada konsumen sebagai pemakai produk yang tidak untuk diperdagangkan
lagi.
2. Kegiatan Impor.
3. a. Perlindungan konsumen berazaskan manfaat, keadilan, keseimbangan, keamanan
dan keselamatan konsumen serta kepastian hukum.
b. Perlindungan konsumen bertujuan untuk :
1) Meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemandirian konsumen untuk
melindungi diri.
2) Mengangkat harkat dan martabat konsumen dengan menghindarkannya dari
ekses negatif pemakaian barang dan atau jasa.
3) Menciptakan sistem perlindungan konsumen yang mengandung unsur
kepastian hukum dan keterbukaan informasi serta akses untuk mendapatkan
informasi.
4. Hak Konsumen, antara lain :
a. Hak atas kenyamanan, keamanan dan keselaatan dalam mengkonsumsi barang
dang atau jasa.
b. Hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan
barang dan atau jasa.
Kewajiban konsumen antara lain :
a. Beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan atau jasa
b. Membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati
5. Hak Pelaku Usaha
a. Hak untuk menerima pembayaran sesuai dengan kesepakatan mengenai kondisi
dan nilai tukar barang dan atau jasa yang diperdagangkan.
b. Hak untuk melakukan pembelaan diri sepatutnya di dalam penyelesaian hukum
sengketa konsumen
Kewajiban Pelaku Usaha
a. Beritikad baik dalam melakukan kegiatan usahanya
b. Memperlakukan atau melayani konsumen secara benar dan jujur serta tidak
diskriminatif.
6. Pelaku Usaha dilarang
- Memperdagangkan barang yang rusak, misalnya barang yang telah kadaluwarsa.
- Memperdagangkan barang yang cacat, misalnya barang yang menurut standar
mutu tidak layak untuk dikonsumsi karena belum sempurna
- Memperdagangkan barang bekas, misalnya menjual limbah restoran berupa lauk-
pauk yang telah dibuang, diolah kembali kemudian di jual.
- Memperdagangkan barang yang tercemar, misalnya menjual barang yang
terkontaminasi zat berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan pemakai
barang.
7. Tenggang waktunya 7 hari setelah transaksi
8. Dalam kondisi pelaku usaha yang memproduksi barang yang pemanfaatannya
berkelanjutan dalam batas waktu sekurang-kurangnya 1 tahun.
9. Badan Perlindungan Konsumen Nasional mempunyai fungsi memberikan saran dan
pertimbangan kepada pemerintah dalam upaya mengembangkan perlindungan
konsumen di Indonesia.
10. Anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional, terdiri atas unsur-unsur :
a. Pemerintah
b. Pelaku Usaha
c. Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat
d. Akademis
e. Tenaga Ahli
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Diklat
Drs. Suyitno Yuyun A. Rindhan, S.Sos., M.AB
Soal Ulangan Harian IV
1. Apakah yang dimaksud dengan monopoli?
2. Persaingan Usaha tidak sehat adalah …
3. Menurut pasal 10 UU No. 5 Th. 1999 tentang Larangan praktek Monopoli dan
Persaingan tidak sehat memuat tentang … yaitu …
4. Integrasi Vertikal adalah …
5. Apa pengertian Monopsoni menurut pasal 18 dalam UU No. 5 Th. 1999 ?
6. Bagaimana tipe Pelaku Usaha dalam pangsa pasar, sehingga dapat dianggap
memiliki posisi dominan?
7. Kepada siapa Komisi Pengawas Persaingan Usaha bertanggung jawab?
8. Sebutkan 3 hal yang mengakibatkan berhentinya keanggotaan Komisi Pengawas
Persaingan Usaha !
9. Sebutkan 3 tugas Komisi Pengawas Persaingan Usaha !
10. Apa saja yang dapat menjadi alat-alat bukti Komisi Pengwas Persaingan Usaha
dalam Penanganan Perkara ?
Jawaban Ulangan Harian IV
1. Monopoli adalah penguasaan atas produksi dan atau pemasaran barang dan atau atas
penggunaan jasa tertentu oleh satu pelaku usaha atau satu kelompok pelaku usaha
2. Persaingan usaha tidak sehat adalah persaingan antar pelaku usaha dalam
menjalankan kegiatan produksi dan atau pemasaran barang atau jasa yang dilakukan
dengan cara tidak jujur atau melawan hukum atau menghambat persaingan usaha.
3. Pemboikotan yaitu pelaku usaha dilarang membuat perjanjian dengan pelaku usaha
pesaingnya yang dapat menghalangi pelaku usaha lain untuk melakukan usaha yang
sama, baik untuk tujuan pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri.
4. Rangkaian produksi barang dan atau jasa tertentu yang mana setiap rangkaian
produksi merupakan hasil pengolahan atau proses lanjutan, baik dalam satu rangkain
langsung maupun tidak langsung.
5. Monopsoni adalah pembeli tunggal atas barang dan atau jasa dalam pasar
bersangkutan.
6. Pelaku usaha memiliki posisi dominan, apabila :
a. Satu pelaku usaha atau satu kelompok pelaku usaha menguasai 50 % atau lebih
pangsa pasar satu jenis barang dan atau jasa tertentu.
b. Dua atau tiga pelaku usaha atau kelompok pelaku usaha menguasai 75% atau
lebih pangsa pasar satu jenis barang dan atau jasa tertentu.
7. Komisi Pengawas Persaingan Usaha bertanggung jawab kepada presiden.
8. Keanggotaan KPPU antara lain karena :
a. Meninggal dunia
b. Mengundurkan diri
c. Diberhentikan
9. Tugas KPPU antara lain :
a. Memberikan saran dan pertimbangan terhadap kebijakan pemerintah yang
berkaitan dengan praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat.
b. Menyusun pedoman dan atau publikasi yang berkaitan dengan UU Perlindungan
Konsumen.
c. Memberikan laporan secara berkala kepada Presiden dan DPR.
10. Alat-alat Bukti Pemeriksaan KPPU berupa :
a. Keterangan saksi
b. Keterangan ahli
c. Surat dan atau dokumen
d. Petunjuk
e. Keterangan pelaku usaha
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Diklat
Drs. Suyitno Yuyun A. Rindhan, S.Sos., M.AB
Soal Ulangan Harian VI
1. Apakah pengertian Etika Bisnis?
2. Dalam hal apa saja etika Bisnis dibutuhkan oleh pelaku usaha?
3. Jelaskan etika bisnis dalam hal interaksi dengan konsumen dan berikan contohnya!
4. Jelaskan etika bisnis dalam bentuk iklan terhadap anak-anak dan berikan contohnya!
5. Jelaskan etika bisnis dalam bentuk etika terhadap saingan dan berikan contohnya!
6. Jelaskan etika bisnis berkaitan dengan etika dalamhubungan dengan publik dan
berikan contohnya!
Jawaban Ulangan Harian VI
1. Etika Bisnis adalah penerapan standar moral ke dalam kegiatan bisnis
2. Etika Bisnis seharusnya diterapkan berkaitan hal-hal berikut :
a. Interaksi dengan konsumen
b. Interaksi dengan podusen lain
c. Etika dengan suplier
d. Etika hubungan dengan karyawan
e. Iklan terhadap anak-anak
f. Iklan rokok dan minuman yang memabukkan
g. Etika terhadap saingan
h. Etika dalam hubungan dengan publik
i. Iklan jasa profesional
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Diklat
Drs. Suyitno Yuyun A. Rindhan, S.Sos., M.AB
Soal Ujian Tengah Semester
Mata Diklat : Memahami Prinsip-Prinsip Bisnis
1. Apalah pengertian bisnis secara umum ?
2. Sebutkan klasifikasi bisnis dalam bidang komersial ?
3. Jelaskan sumber-sumber Hukum Dagang ?
4. Jelaskan secara singkat syarat-syarat suatu perikatan ?
5. Menurut pasal 1381 KUH Perdata, terdapat 10 macam cara berakhirnya perikatan.
Sebutkan
Jawaban Ujian Tengah Semester
1. Bisnis suatu kegiatan usaha yang terorganisir untuk menghasilkan dan menjual
barang dan atau jasa untuk mendapat keuntungan dalam memenuhi kebutuhan
masyarakat
2. Klasifikasi Bisnis Komersial, terdiri dari :
a. usaha ekstraktif : pengambilan bahan mentah dari alam
b. usaha agraris : usaha pengelolaan tanah
c. usaha manufaktur : usaha pabrikasi
d. usaha konstruksi : usaha pembangunan sarana prasarana
e. usaha perdagangan besar dan kecil
f. usaha transportasi dan komunikasi
g. usaha finansial, asuransi dan real estate
h. usaha jasa
i. usaha yang dilakukan oleh pemerintah
3. Sumber-sumber Hukum Dagang
a. Yang berasal dari perjanjian :
1) perjanjian asuransi
2) perjanjian ekspeditur
3) perjanjian pembayaran hutang
4) perjanjian lain
b. yang berasal dari undang-undang
1) KUH Perdata
2) KUH dagang
3) Peraturan khusus diluar Kitab Undag-undang Hukum
4. Syarat-syarat suatu perikatan
a. Adanya hubungan hukum
b. Terjadinya dalam lapangan hartab benda kekayaan
c. Adanya dua pihak yaitu kreditur dan debitur
d. Adanya prestasi
5. Hapusnya perikatan dapat terjadi karena :
a. pembayaran
b. penawaran pembayaran tunai diikuti dengan penitipan
c. kadaluwarsa
d. pembatalan
e. persetujuan pembebasan utang
f. berlakunya syarat batal
g. [embaharuan utang
h. Pencampuran utang
i. Musnahnya barang yang terutang
j. Perjumpaan utang
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Diklat
Drs. Suyitno Yuyun A. Rindhan, S.Sos., M.AB
Soal Ujian Akhir Semester
A. Pilihan Ganda
1. Kegiatan usaha yang bergerak dalam usaha pembangunan sarana dan prasarana
disebut usaha / bisnis ...
a. manufaktur d. agraris
b. konstruksi e. finansial
c. ekstraktif
2. Kegiatan usaha yang bergerak dalam bidang keuangan dan permodalan disebut
usaha/bisnis ...
a. manufaktur d. agraris
b. konstruksi e. finansial
c. ekstraktif
3. kegiatan usaha yang bergerak dalam usaha pengelolaan tanah disebut usaha ...
a. manufaktur d. agraris
b. konstruksi e. finansial
c. ekstraktif
4. Berikut ini yang tidak termasuk usaha jasa adalah ...
a. Dokter d. Guru
b. Advokat e. Penjahit
c. Pedagang asongan
5. Karakteristik Bisnis kecil, adalah pernyataan-pernyataan berikut, kecuali ...
a. struktur organisasi kompleks d. daerah operasionalnya bersifat lokal
b. pemilik sekaligus menjadi manajer e. usaha relatif kecil dibanding usaha sejenis
c. modal dari pemilik sendiri
6. Dalam memilih lokasi bisnis harus memperhatikan faktor-faktor berikut, kecuali...
a. persaingan d. karakteristik demografis
b. iklim sosial e. asuransi
c. penghasilan penduduk
7. Hal-hal yang berkaitan dengan faktor-faktor kependudukan dalam pemilihan lokasi
bisnis disebut ...
a. persaingan d. karakteristik demografis
b. iklim sosial e. asuransi
c. penghasilan penduduk
8. Hal-hal berikut tidak termasuk dalam sumber hukum dagang yang berasal dari
perjanjian yaitu :
a. Kitab undang-undang hukum d. pembayaran utang
b. Asuransi e. surat obligasi
c. Ekspeditur
9. Terdapat beberapa syarat perikatan sebagai berikut, kecuali ...
a. Adanya hubungan hukum d. Adanya prestasi
b. Terjadi dalam lapangan harta e. Sifatnya fleksibel
c. Adanya dua pihak
10. Suatu perikatan dalam bisnis terutama ditujukan untuk menjamin kepastian hukum
hal-hal yang dapat dinilai dengan uang atau alat tukar lainnya. Hal ini merupakan
syarat perjanjian yang disebut ...
a. Adanya hubungan hukum d. Adanya prestasi
b. Terjadi dalam lapangan harta benda e. Sifatnya fleksibel
c. Adanya dua pihak
11. Menurut pasal 1234 KUH Perdata bahwa tiap-tiap perikatan adalah untuk
memberikan sesuatu, berbuat sesuatu ataupun tidak berbuat sesuatu. Hal ini
merupakan syarat perjanjian yang disebut :
a. Adanya hubungan hukum d. Adanya prestasi
b. Terjadi dalam lapangan harta benda e. sifatnya fleksibel
c. Adanya dua pihak
12. Suatu upaya untuk memperoleh sesutu atau untuk dibebaskan dari suatu perikatan
dengan lewatnya waktu tertentu dan atas syarat-syarat yang ditentukan oleh undang-
undang merupakan salah satu sebab hapusnya perikatan disebut ...
a. Pembatalan d. Novasi
b. Pembayaran e. Kompensasi
c. Kadaluwarsa
13. Hapusnya perikatan juga dapat disebabkan karena perikatan tersebut dibuat oleh
orang-orang yang menurut undang-undang tidak cakap untuk bertindak sendiri,
karena paksaan, kekhilafan atau penipuan. Sebab yang dikemukakan disebut ...
a. Pembatalan d. Novasi
b. Pembayaran e. Kompensasi
c. Kadaluwarsa
14. Penguasaan atas produksi dan atau pemasaran barang dan atau atas penggunaan jasa
tertentu oleh suatu pelaku usaha atau satu kelompok pelaku usaha, disebut ...
a. Monopoli d. Pelaku Usaha
b. Perjanjian e. Konspirasi
c. Pasar bersangkutan
15. Bentuk kerjasama yang dilakukan oleh pelaku utama dengan pelaku usaha lain
dengan maksud untuk menguasai pasar bersangkutan bagi kepentingan pelaku usaha
yang bersekongkol, disebut ...
a. Monopoli d. pelaku usaha
b. Perjanjian e. konspirasi
c. Pasar bersangkutan
16. Berikut ini prosentase pangsa pasar atau jenis barang atau jasa tertentu yang harus
dikuasai pelaku usaha agar memiliki posisi dominan menurut pasal 25 UU tentang
perlindungan konsumen, adalah ...
a. 20% b. 30% c. 40% d. 50% d. 60%
17. Keanggotaan komisi pengawas persaingan usaha akan berhenti karena hal-hal
berikut, kecuali ...
a. mengundurkan diri d. jabatan rangkap
b. meninggal dunia e. rsakit terus menerus
c. diberhentikan
18. Berikut ini yang termasuk azas perlindungan konsumen, kecuali...
a. Kemandirian d. Keamanan
b. Manfaat e. Kepastian hukum
c. Keadilan
19. Berikut ini hal-hal yang termasuk dalam hak konsumen, kecuali ...
a. Memilih barang dan dan/atau jasa
b. Beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelain barang dan/atau jasa
c. Mendapatkan advokasi, perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa
perlindungan konsumen secara patut
d. Mendapat pendidikan dan pembinaan konsumen
e. Diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak deskriminatif
20. Berapa lama tenggang waktu pemberian ganti rugi setelah tanggal transaksi menurut
pasal 19 ayat 3 UU No. 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen ?
a. 7 hari d. 10 tahun
b. 3 bulan e. 30 tahun
c. 1 tahun
B. Essay
1. Apakah pengertian Bisnis secara umum?
2. Mengapa kegiatan usaha nirlaba dan pemerintah termasuk dalam kegiatan bisnis ?
3. Jelaskan apa yang dimaksud :
a. Seseorang yang tidak cakap menurut undang-undang
b. Perikatan karena paksaan
c. Perikatan karena kekhilafan
d. Perikatan karena penipuan
4. Apakah isi pasal 25 ayat 1 dari UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan
Konsumen ?
5. Sebutkan 9 hal yang harus diperhatikan perusahaan berkaitan dengan etika bisnis ?
Jawaban Ujian Akhir Semester
A. Pilihan Ganda
1. B 6. E 11. D 16. D
2. E 7. D 12. C 17. D
3. D 8. A 13. A 18. A
4. C 9. E 14. A 19. B
5. A 10. B 15. E 20. C
B. Essay
1. Bisnis adalah segala usaha yang dilakukan untuk menghasilkan dan atau menjual produk
untuk memperoleh keuntungan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat.
2. Usaha Nirlaba dan kegiatan pemerintah termasuk dalam kegiatan bisnis karena usaha
nirlaba dalam menjalankan organisasinya mempunyai fungsi-fungsi dan dikelola
sebagaimana organisasi bisnis, sedangkan kegiatan pemerintah membutuhkan
banyak sarana dan prasarana yang kesemuanya dapat terlaksana apabila
berhubungan dengan kegiatan bisnis sebagai penyedia sarana dan prasarana tersebut.
3. a. Seseorang yang tidak tidak cakap menurut undang-undang adalah seseorang yang
belum berusia 18 tahun dan seseorang yang dibawah pengampunan (budak)
b. Perikatan karena paksaan adalah perjanjian yang dibuat karena salah satu pihak
dipaksa pihak lain untuk membuat dan atau menyetujui perikatan tersebut,
padahal tidak sesuai dengan kehendaknya
c. Perikatan karena kehilafahn adalah perjanjian yang dibuat karena ketidaktahuan
bahwa yang dilakukan tersebut merupakan kesalahan sehingga tetap dilakukan
yang akhirnya setelah diketahui kesalahannya perikatan tersebut menjadi batal
d. Perikatan karena penipuan adalah perjanjian yang dibuat namun di dalamnya terdapat
usnur penipuan yang dilakukan salah satu pihak untuk merugikan pihak lain
4. Isi pasal 25 ayat 1 dalam UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
adalah pelaku usaha yang memproduksi barang yang pemanfaatannya berkelanjutan
dalam batas waktu sekurang-kurangnya satu tahun wajib menyediakan suku cadang
dan/atau fasilitas purna jual dan wajib memenuhi jaminan atau garansi sesuai dengan
yang diperjanjikan.
5. Etika Bisnis suatu perusahaan berkaitan dengan hal-hal :
a. Interaksi dengan konsumen
b. Interaksi dengan produsen lain
c. Iklan terhadap anak-anak
d. Iklan jasa profesional
e. Iklan rokok dan minuman yang memabukkan
f. Etika dengan supplier
g. Etika terhadap saingan
h. Etika hubungan dengan karyawan
i. Etika hubungan dengan publik
PERLENGKAPAN MENGAJAR
Sekolah : SMK MA’ARIF NGORO
Program : BISNIS MANAJEMEN
Jurusan : Penjualan
Guru Mata Diklat : Yuyun Ananthasia Rindhan, S.Sos., M.AB
Mata Diklat : Memahami Prinsip-Prinsip Bisnis
Kelas :X
Tingkat :I
Alokasi Waktu : 108 jam @ 45 menit
PERLENGKAPAN MENGAJAR
Sekolah : SMK MA’ARIF NGORO
Program : BISNIS MANAJEMEN
Jurusan : Penjualan
Guru Mata Diklat : Yuyun Ananthasia Rindhan, S.Sos., M.AB
Mata Diklat : Menata Produk
Kelas : XII
Tingkat : III
Alokasi Waktu : jam @ 45 menit
PERLENGKAPAN MENGAJAR
Sekolah : SMK MA’ARIF NGORO
Program : BISNIS MANAJEMEN
Jurusan : Penjualan
Guru Mata Diklat : Yuyun Ananthasia Rindhan, S.Sos., M.AB
Mata Diklat : Mengoperasikan Peralatan Transaksi
Kelas : XI
Tingkat : II
Alokasi Waktu : jam @ 45 menit
Get documents about "