Docstoc

GANGGUAN RASA NYAMAN _SITI KIFIYAH_

Document Sample
GANGGUAN RASA NYAMAN _SITI KIFIYAH_ Powered By Docstoc
					                                        BAB I
                                  PENDAHULUAN


1.1   Latar Belakang
           Pemenuhan kebutuhan rasa nyaman “nyeri” adalah bagian dari kebutuhan
      fisiologis menurut Hierzuki Maslow. Kebutuhan rasa nyman “nyeri” diperlukan
      untuk proses kehidupan.
           Nyeri adalah suatu mekanisme nyeri proteksi bagi penderita yang timbul
      bilamana jaringan sedang dirusak dan menyebabkan individu tersebut bereaksi
      untuk menghilangkan rasa nyeri.
           Masalah yang mempengaruhi nyeri diantaranya arti nyeri bagi bagi
      seseorang yang memiliki banyak perbedaan dan hampir sebagian arti nyeri
      merupakan arti yang negatif, seperti membahayakan, merusak, dan lain-lain.
      Keadaan ini mempengaruhi beberapa faktor seperti : usia, jenis kelamin, latar
      belakang sosial budaya, lingkungan dan pengalaman, toleransi. Nyeri juga
      berhubungan erat dengan intensitas nyeri yang apat mempengaruhi kemampuan
      seseorang menahan nyeri. Faktor yang mempengaruhi antara lain alkohol, obat-
      obatan, hipnotis, gesekan, pengalihan perhatian dan kepercayaan yang kuat.
           Solusinya pemenuhan kebutuhan rasa nyaman ”nyeri” dalam pelayanan
      kesehatan keperawatan dapat di lakukan dengan pemberian obat analgesik dan
      sejenisnya.


1.2   Tujuan
1.2.1 Tujuan umum
      Mahasiswa dapat melakukan asuhan keperawatan pada Tn. ”K” sesuai dengan
      manajemen keperawatan.


1.2.2 Tujuan khusus
      Setelah dilakukan pengkajian terhadap Tn. “K” diharapkan mahasiswa dapat :
      1. Melakukan pengkajian data
      2. Intervensi data dasar
      3. Merencanakan suatu tindakan yang komprehensif
      4. Melakukan asuhan keperawatan sesuai rencana
      5. mengevaluasi hasil pelaksanaan Asuhan keperawatan.


1.3   Manfaat Penulisan
1.3.1 Bagi klien
      Memberi informasi pada klien dan masyarakat tentang nyeri di bagian perut.
1.3.2 Bagi penulis
      Mendapatkan pengalaman serta dapat menerapkan apa yang di dapat dalam
      perkuliahan.


1.3.3 Bagi institusi pendidikan
      Sebagai bahan kepustakaan tentang asuhan keperawatan pada Tn. “K” dengan
      gangguan rasa nyaman “nyeri”.


1.3.4 Bagi lahan praktek
      Memberikan masukan terhadap tenaga kesehatan untuk mempertahankan dan
      menguatkan serta meningkatkan asuhan keperawatan secara profesional agar
      terhindar dari komplikasi yang mungkin timbul.


1.4   Cara Pengumpulan Data
1.4.1 Wawancara
      Pengumupulan data dengan tanya jawab langsung pada pasien.


1.4.2 Observasi
      Pengambilan data dengan cara menilai dan memantau perkembangan klien secara
      langsung.


1.4.3 Study dokumentasi
      Cara pengumpulan data dengan cara melihat buku rekam medik klien dan hasil
      pemeriksaan laboratorium seta pemeriksaan penunjang.


1.4.4 Study pustaka
      Teori asuhan keperawatan dari buku-buku yang membahas masalah-masalah
      asuhan keperawatan.
                                         BAB II
                            LAPORAN PENDAHULUAN
                                         NYERI


2.1 Definisi
    Mc. Ceffery (1979)
               Mengidentifikasi nyeri sebagai suatu keadaan yang mempengaruhi
       seseorang yang keberadaannya diketahui hanya jika orang tersebut pernah
       mengalaminya.


    Wolf Waifsel Feusest (1974)
               Mengatakan nyeri merupakan suatu perasaan menderita secara fisik dan
       mental atau perasaan yang bisa menimbulkan ketegangan.


    Arthur C. Curfon (1983)
               Mengatakan bahwa nyeri merupakan suatu mekanisme produksi bagi
       tubuh, timbul ketika jaringan sedang dirusak, dan menyebabkan individu tersebut
       bereaksi untuk menghilangkan rangsangan rasa nyeri.


    Secara umum
               Mengatakan nyeri sebagai suatu keadaan yang tidak menyenangkan akibat
       terjadinya rangsangan fisik maupun dari serabut syaraf dalam tubuh ke otak dan
       diikuti oleh reaksi fisik, fisiologi dan emosional.
                                                             (Hidayat Aziz, 2008, hal. 124)


2.2 Fisiologi Nyeri
         Munculnya nyeri berkaitan erat dengan reseptor dan adanya rangsangan
   reseptor. Nyeri yang dimaksud adalah nocieptor , merupakan ujung-ujung saraf
   sangat bebas yang memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki nyelin yang terbesar
   pada kulit dan mukosa, khusunya pada persendian dinding arteri, ahti dan kandung
   empedu.
                                                             (Hidayat Aziz, 2008, hal. 121)


2.3 Klaisifikasi Nyeri
         Klasifikasi nyeri dibagi menjadi 2 yakni nyeri akut dan nyeri kronis.
a. Nyeri akut adalah nyeri yang timbul secara mendadak dan cepat menghilang
   yang tidak memiliki atau melebihi 6 bulan dan ditandai adanya peningkatan
   tegangan otot.
b. Nyeri kronis adalah nyeri yang timbul secara perlahan-lahan, biasanya
   berlangsung dalam waktu yang lama. Yang lebih dari 6 bulan, yang termasuk
   nyeri psikomatis. Dan ditinjau dari sifat terjadinya, nyeri dapat dibagi ke dalam
   beberapa kategori, diantaranya nyeri tersusun dan nyeri terbakar.
c. Perbedaan nyeri akut dan kronis
    No    Karakteristik             Nyeri Akut                  Nyeri Kronis
    1.   Pengalaman        Suatu kejadian             Situasi, status eksistensi
    2.                     Sebab eksternal atau Tidak            di         ketahui     atau
                           penyakit dalam             pengobatan terlalu lama
    3.   Serangan          Mendadak                   Bisa mendadak, berkembang,
                                                      dan terselubung
    4.   Waktu             Sampai 6 bulan             Lebih    dari     6    bulan     samai
                                                      bertahun-tahun
    5.   Pertanyaan        Daerah nyeri tidak di Daerah nyeri sulit dibedakan
         nyeri             ketahui secara pasti       intensitasnya sehingga sulit di
                                                      evaluasi (perubahan perasaan)
    6.   Gejala klinis     Pola       respon     yang Pola respon yang bervariasi
                           khas dengan gejala dengan sedikit gejala (adaptasi)
                           yang lebih terbatas        berlangsung terus menerus
    7.   Perjalanan        Biasanya       berkurang Penderita         meningkat       setelah
                           beberapa saat              beberapa saat


d. Nyeri menghantar adalah nyeri yang terasa pda bagian tubuh yang lain.
   Umumnya terjadi akibat kerusakan pada bagian cidera organ.
e. Nyeri psikogenerit adalah nyeri yang tidak dapat diketahui secara fisik yang
   timbul akibat psikologis.
f. Nyeri phantom adalah nyeri yang disebabkan karena salah satu ekstrimitas
   diamputasi.
g. Nyeri neurologi adalah nyeri yang tajam karena adanya spasme di sepanjang
   atau di beberapa jalur syaraf.
                                                        (Hidayat Aziz, 2008, hal. 121)
2.4 Stimulus Nyeri
         Seseorang dapat menoloransi, menahan nyeri (poin tolerance) atau dapat
   mengenai jumlah stimulus nyeri sebelum merasa nyeri (point treshold).
         Beberapa jenis stimulasi nyeri di antaranya :
    Trauma pada jaringan tubuh, misalnya karena bedah akibat terjadinya kerusakan
      pada jaringan dan iritasi secara langsung pada reseptor.
    Gangguan pada jaringan tubuh, misalnya, karena adanya oedem akibat terjadinya
      penekanan pada reseptor nyeri.
    Tumor dapat juga menekan reseptor nyeri.
                                                         (Hidayat Aziz, 2008, hal. 123)


2.5 Teori Nyeri
         Terdapat beberapa teori tentang terjadinya rangsangan nyeri di antaranya
   (Barbara Clang, 1989).
    Teori penusahan (specificity theory)
      Rangsangan sakit masuk ke medulla spinalis (spinal coid) melalui corna dorsatis
      yang bersinaps di daerah posterior. Kemudian naik ke kontraktus dan menyilang
      di garis median ke sisi lainnya dan berakhirnya di konteks sensoris tempat
      rangsangan nyeri tersebut.
    Teori pola (pattern theory)
      Rangsangan nyeri masuk melalui akar ganglion dorsal ke medula spinalis dan
      merangsang aktivitas sel.
    Teori pengendalian gerbang (gate control theory)
      Nyeri tergantung dari kerja serat otot saraf besar dan kecil yang keduanya berada
      dalam akar ganglion dorsalis. Rangsangan pada serat syaraf besar akan
      meningkatkan aktifitas substansia gelatinosa yang mengakibatkan tertutupnya
      pintu mekanisme sehingga aktifitas sel terlambat dan menyebabkan hantaran
      rangsangan ikut terlambat.
    Teori transmisi dan inhibisi
      Adanya stimulasi pada noceciptor memulai transmisi impuls-impuls syarafi,
      sehingga transmisi impuls nyeri menjadi efektif oleh neureurotranmitter yang
      spesifik, kemudian inhibisi impul nyeri menjadi efektif oleh impuls-impuls pada
      serabut lamban dan endogen opiate sistem supresif.
                                                         (Hidayat, Aziz, 2008, hal. 124)
2.6 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nyeri
         Pengalaman nyeri pada seseorang dapat di pengaruhi oleh beberapa hal
   diantaranya :
    Artisi nyeri bagi seseorang memiliki banyak perbedaan dan hampir sebagian arti
       nyeri tersebut merupakan arti yang negatif. Seperti membahayakan, merusak dan
       lain-lain. Keadaan ini mempengaruhi oleh beberapa faktor seperti : usia, jenis
       kelamin, latar belakang sosial budaya, lingkungan dan pengalaman.
    Persis nyeri, merupakan penilaian yang sangat subyektif tempatnya pada
       konteks.
    Toleransi nyeri, toleransi ini erat hubungannya dengan intensitas nyeri yang
       dapat mempengaruhi kemampuan seseorang menahan nyeri.
       Faktor yang mempengaruhi antara lain : alkohol, obat-obatan, hipnotis, gesekan,
       pengalihan perhatian, kepercayaan yang kuat.
    Reaksi terhadap nyeri merupakan bentuk respon seseorang terhadap nyeri
       seperti: nyeri tingkat persepsi, nyeri pengalaman masa lalu, nilai budaya, harapan
       sosial kesehatan fisik dan mental.
                                                          (Hidayat, Aziz, 2008, hal. 124)


2.7 SUMBER NYERI
a. Cutaneous / superfisial yang meliputi struktur pada kulit dan jaringan subcutan.
b. Viseral yang meliputi organ-organ yang berada dalam rangga tubuh.
c. Deep srematik yang meliputi tulang otot syaraf dan jaringan-jaringan yang
   menyokong.
                                                      (Smellchzer, S.C. Bare. B.G. 2006)


 UPAYA MENGATASI NYERI
   1. Distraksi  mengalihkan perhatian
       Misalnya : nonton TV, baca majalah, mengajak bicara pasien.
   2. Relaksasi  nafas dalam, kompres, message
   3. Akupuntur  tusuk jarum pada daerah nyeri
   4. Hipnosa  teknik membuat orang tidak sadar diri
   5. Analgesik  mengurangi persepsi tentang nyeri
   6. Daya kerja  sistem syaraf sentral
 TINGKAT NYERI
  a. Menurut Kozier
     0               tidak nyeri
     1, 2, 3, 4      ringan
     5, 6            sedang
     7, 8, 9         berat
     10              sangat
  b. Menurut Meizak dan Rogerson (1991)
     1       tidak nyeri
     2       ringan
     3       tidak nyaman
     4       Distressing
     5       Novible (berat)
     6       exeros clating (sangat berat)
  c. Menurut Maxwell (1989)
     1       tidak nyeri
     2       ringan
     3       sedang
     4       berat
  d. Menurut Mc Gill (Mc Gill scale)




          0                  1          2           3            4            5

     Keterangan :
     1      : tidak nyeri
     2      : nyeri ringan
     3      : nyeri sedang
     4      : nyeri berat
     5      : nyeri sangat berat
     6      : nyeri hebat
                                              (Wahid Iqbal Mubarok, SKM, 2008, 213)
2.8 ETIOLOGI
   1. Trauma
      a. Mekanik (tergesek, terpotong, terpukul, tertusuk)
      b. Thermis (panas dan dingin)
      c. Chemis       (zat kimia bersifat asam dan baja serta iritasi dan korosif lainnya)
      d. Elektris     (listrik)
   2. Peradangan (inflamasi)
      Nyeri disebabkan oleh pembengkakan  meregang syaraf dan pelepasan
      mediator kimia.
   3. Trauma Psikologis
      Keluhan yang berhubungan dengan psikologis
   4. Gangguan sirkulasi
      Terjadi penyempitan / penyumbatan pada saluran tubuh
   5. Neuplasma
      Jinak  nyeri tidak ada ujung reseptor
      Misalnya : tumor


2.9 GEJALA KLINIS
a. Respon Simpatis
    Peningkatan tekanan darah
    Peningkatan suhu
    Peningkatan respirasi
b. Respon muskular
    Gelisah
    Meraba
    Membatasi respirasi
c. Respon emosional
    Perubahan perilaku
    Iritable, merintih dan menangis
    Ekspresi wajah : menyeringai, masalah
                  ASUHAN KEPERAWATAN MASALAH NYERI


1. Pengkajian
    Pengumpulan Data
      a. Keluhan utama
          Keluhan yang paling dirasakan klien
                 Klien mengatakan nyeri
                 P     : Paliatif   : Faktor yang mempengaruhi gawat atau ringannya
                                      nyeri
                 Q : Qualitatif : Seperti apa, tajam, tumpul, atau tersayat
                 R : Regio          : Daerah perjalan nyeri
                 S     : Severe     : Keparahan atau intensitas nyeri
                 T : Time           : Lama waktu serangan atau frequensi nyeri


      b. Pemeriksaan fisik
          Tanda-tanda vital         : Tekanan darah, nadi, pernafasan
          Perilaku                  : Meletakkan tangan di paha, tungkai, dan paha flexi
          Expresi wajah
                           DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Nyeri kronik yang berhubungan dengan invasi jaringan akibat kanker abdomen
   a. I : Implementasi penatalaksanaan obat dengan fentanya transdermi
          Jelaskan pada pasien dan pasangannya tentang efek samping yang
          diharapkan, jadwal penggantian patah, metode penanganan cara pemecahan
          untuk nyeri aktif.
      R : Obat      transdermal   menghindari   absorbsi   gastrointestinal.   Obat   ini
          diindikasikan bagi klien yang mengalami nyeri yang konstan (Joko dkk,
          1994)
   b. I : Ajarkan pasangan klien untuk melakukan massage punggung dengan usapan
          lembut.
      R : Massage punggung dengan usapan lembut dan upaya yang mudah dilakukan,
          memakan aktu yang singkat dan telah terbukti menyebabkan relaksasi
          (Meck, 1993).


2. Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan stress
   a. I : Teliti keluhan nyeri catat skala nyerinya, lokasi dan lamanya
      R : Nyeri merupakan pengalaman subyektif dan harus dijelaskan oleh pasien
          untuk mengevaluasi keefektifan dan terapi yang diberikan.
   b. I : Catat kemungkinan patofisiologis yang khas, misalnya Hipertensi
      R : Pemahaman terhadap keadaan penyakit yang mendasarinya membantu dalam
          memilih intervensi yang sesuai
   c. I : Anjurkan pasien untuk beristirahat
      R : Menurunkan stimulasi yang berlebihan yang dapat mengurangi ketegangan


3. Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan penyempitan pembuluh darah.
   a. I : Lakukan pendekatan dengan klien dan keluarga
      R : Klien dan keluarga kooperatif dalam tindakan keperawatan
   b. I : Kaji tingkat nyeri
      R : Melakukan tingkat nyeri dan untuk menentukan tindakan selanjutnya
   c. I : Ciptakan lingkungan yang nyaman
      R : Memberikan ketenangan pada pasien
   d. I : Kolaborasi dengan tim medis
      R : Untuk mengurangi rangsangan nyeri
4. Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan kerusakan jaringan
   a. I : Lakukan pendekatan dengan pasien dan keluarga
       R : Agar pasien dan keluarganya lebih kooperatif dalam tindakan keperawatan
   b. I : Kaji tingkat nyeri
       R : Untuk mengetahui tingkat nyeri
   c. I : Menciptakan lingkungan yang nyaman
       R : Untuk memberikan ketenangan kepada pasien
   d. I : Ajarkan teknik distraksi dan relaksasi
       R : Untuk mengurangi rasa nyeri
   e. I : Kolaborasi dengan tim medis dalam memberikan analgesik
       R : Untuk mengurangi rasa nyeri


KRITERIA EVALUASI
     Evaluasi terhadap masalah nyeri dilakukan dengan menilai kemampuan dalam
merespon rangsangan nyeri diantaranya :
 Hilangnya perasaan nyeri
 Menurunnya intensitas nyeri
 Adanya respon fisiologis yang baik
 Pasien mampu melakukan aktifitas sehari-hari tanpa keluhan nyeri
                                             BAB III
                                    TINJAUAN KASUS


I.    PENGKAJIAN
      Tanggal MRS          :   24 Juli 2010     jam 12.30 WIB
      Tanggal pengkajian       : 26 Juli 2010   jam 11.30 WIB


A. Data Subyektif
     1. Identitas Pasien
        Nama                   : Tn. ”K”
        Umur                   : 49 tahun
        Jenis Kelamin          : Laki-laki
        Agama                  : Islam
        Status Marital         : Menikah
        Suku Bangsa            : Indonesia / Jawa
        Alamat                 : Betek Mojoagung
        Pekerjaan              : Swasta


     2. Penanggung Jawab
        Nama                   : Ny. ”K”
        Umur                   : 45 tahun
        Jenis Kelamin          : Perempuan
        Agama                  : Islam
        Status                 : Istri
        Pekerjaan              : Swasta


     3. Keluhan Utama
        Pasien mengatakan nyeri di bagian perut bawah sebelah kanan


     4. Riwayat Kesehatan
        a. Riwayat Kesehatan Sekarang
            Pasien mengatakan sakit perut karena kurang nafsu makan, sakitnya seperti di tusuk-
            tusuk. Pasien sakit perut di sebelah kanan bagian bawah, skala nyeri menurut
            Maxwell 3, nyeri pasien bertambah, sehingga pada tanggal 24 Juli 2010 pada jam
            12.30 WIB pasien dibawa ke RSUD Jombang.
       b. Riwayat Kesehatan yang Lalu
            Pasien mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular, menurun dan
            menahun.


       c. Riwayat Kesehatan Keluarga
            Ibu psaien mengatakan keluarganya tidak pernah menderita penyakit menurun dan
            menular dalam keluarga.


B. Data Obyektif
   1. K/U              : Lemah
       Kesadaran : Composmentis
   2. TTV
       TD     : 130/90 mmHg
       N      : 82 x/menit
       D      : 36,5 oC
       RR     : 24 x/menit
   3. Riwayat kesehatan sekarang
       P    : Banyaknya aktivitas, kurangnya istirahat
       Q    : Tersayat
       R    : Kepala
       S    : Berat (8-9)
       T    : Lama nyeri 3 hari


   4. Pemeriksaan fisik (Head to too)
       a. Kepala
            Inspeksi : Bentuk simetris, rambut hitam, tidak ada benjolan
            Palpasi      : Tidak ada nyeri tekan dan tidak ada benjolan
       b. Mata
            Inspeksi : Simetris, conjungtiva pucat, mata gawong, sklera merah
       c. Hidung
            Inspeksi : Simetris, tidak ada sekret, tidak ada polip
       d. Mulut
            Inspeksi : Bibir kering, gigi agak kotor, mulut bau dan tidak ada gigi palsu
       e. Telinga
            Inspeksi : Simetris, tidak ada serumen, tidak ada gangguan pendengaran,
                            tidak ada alat bantu pendengaran
       f. Leher
            Inspeksi : Tidak ada odema, tidak ada pembesaran kelenjar tyroid
       g. Dada
          Inspeksi      : Simetris, tidak ada benjolan
          Palpasi       : Tidak ada oedema, ada nyeri tekan bagian tengah
          Auskultasi : Tidak ada wheezing dan ronchi, pernafasan vesikuler normal
                          (24 x/menit)
          Perkusi       : Suara dada sonar
       h. Abdomen
          Inspeksi      : Tidak ada benjolan, tidak ada lesi (luka)
          Auskultasi : Bising usus normal (30 x/menit)
          Palpasi       : Turgor kulit, abdomen lunak, ada nyeri tekan
          Perkusi       : ± ympani
       i. Genetalia
          Inspeksi      : Tidak terpasang kateter, bersih
       j. Integumen
          Inspeksi      : Warna sawo matang, kering, kurang bersih
          Palpasi       : Tidak ada odema, turgor kulit normal
       k. Ekstremitas
          Ekstremitas Atas
               Inspeksi : Simetris, tidak ada odema, terpasang infus di tangan kanan
                          (infus Rl dengan 7 tetes/menit)
          Ekstremitas Bawah
               Inspeksi : Simetris, tidak ada odema, tidak ada kelumpuhan
               Perkusi : Reflek patella (+/+)
Kekuatan Otot
 AKA AKI
   5      5
   5      5
 BKA BKI
Keterangan :
AKA : Atas Kanan,             BKA : Bawah Kanan
AKI    : Atas Kiri,           BKI : Bawah Kiri
1. Tidak dapat mengangkat sama sekali
2. Dapat mengangkat, tapi tidak begitu tinggi
3. Dapat mengangkat, tetapi tidak dapat menahan beban
4. Dapat mengangkat, dapat menahan beban harus di sanggah
5. Dapat mengangkat dan dapat menahan beban yang ada
5. Pola fungsi kesehatan
   a. Persepsi terhadap kesehatan
        Pemakai rokok / tembakau
           Pasien mengatakan bahwa pasien tidak pernah merokok
        Pemakai alkohol
           Pasien mengatakan bahwa pasien tidak pernah mengkonsumsi obat-
           obatan terlarang
        Pola makan yang di sukai, pantangan, dan tidak di sukai pasien


6. Pola aktifitas dan latihan
                                        Di rumah      Di rumah sakit
             AKTIVITAS                    skor               skor
                                    0 1 2 3 4 0 1 2 3 4
        Mandi                                           
        Berpakaian                                      
        Berdandan                                       
        Mobilisasi ditempat tidur                            
        Pindah                                               
        Merapikan tempat tidur                               


         Keterangan :
         0 : mandiri
         1 : dibantu sebagian
         2 : perlu bantuan orang lain
         3 : perlu bantuan orang lain dan alat
         4 : bergantung dan tidak mampu


7. Pola istirahat dan tidur
   Di rumah          : Siang + 2 jam, dengan kualitas tidur cukup nyenyak
                       Malam + 6-7 jam, dengan kualitas tidur cukup nyenyak.
   Di rumah sakit : Tidak tentu, karena pasien di rumah sakit merasa nyeri perut
                       bagian bawah sebelah kanan, sehingga pasien di rumah sakit
                       merasa teranggu, kualitas tidur berkurang dari pada di rumah
8. Pola nutrisi
   Di rumah         : Makan 3 x/hari, porsi sedang (nasi, lauk, sayur)
                       Minum 6 – 7 gelas/hari (air putih)
   Di rumah sakit : Makan 2 semdok sering mungkin selama 1 hari (bubur halus,
                       sayur, daging)
                       Minum 6 – 7 gelas/hari air putih


9. Pola eliminasi
   Di rumah         : BAK : 5 – 6 x/hari, warna kuning, agak keruh dan bau khas
                       BAB : 3 x/hari, warna kuning, lembek dan bau khas
   Di rumah sakit : BAK : 4 x/hari (warna kuning dan bau khas)
                       BAB : 3 x/hari (warna kuning, lembek dan bau khas)


10. Personal Hygiene
   Di rumah         : Mandi 2 x/hari, gosok gigi 2 x/hari, keramas 1 x/3 hari, ganti
                       baju dalam dan pakaian 1 x 2 hari
   Di rumah sakit : Belum pernah mandi, hanya diseka pagi dan sore hari (hanya
                       bagian luar) sampai dengan (kaki dan wajah) belum pernah
                       gosok gigi dan keramas, ganti pakaian 1 x/hari


11. Keadaan Spiritual
   Pasien mengatakan selalu berdoa agar cepat sembuh


12. Keadaan Psikososial
   Pasien mengatakan merasa gelisah dengan keadaan sekarang


13. Keadaan Sosial dan Budaya
   Pasien mengatakan hubungan dengan keluarga dan tetangga baik
2. Data Penunjang
    Hasil Laboratorium
             HEMATOLOGI               HASIL             NILAI NORMAL
           CELL DYN               -
           - Hemoglobin           - 10,4           - 11,4 – 17,7 g/dl
           - Leukosit             - 7.000          - 4.700 – 10.300 /cmm
           - Hematokrit           - 34,8           - 37 – 48 %
           - Eritrosit            - 4.260.000 - L : 4,5 – 5,5 / P : 4 -5 jt/ul
           - Trombosit            - 466.000        - 150.000 – 350.000 / cmm
           LED                    - 29/53          - 0 – 20 /jam
           KIMIA KLINIK
           - Glukosa sewaktu      - 116            - < 140 mg/dl
           - Billirubin T         - 0,93           - 0,3 – 1,0 mg/dl
           - Billrubin D          - 0,37           - < 0,25 ng/dl
           - SGOT                 - 68             - < 38 u/l
           - SGPT                 - 29             - 40 u/l
           - Kreatinin serum      - 1,17           - L < 1,5; P < 1,2 mg/dl
           - Urea                 - 16,5           - 10 – 50 mg/dl
           - Asam urat            - 5,37           - 3,6 – 7,0 mg/dl
           IMUNOLOGI
           - HBS Ag (RPHA)        - Positif
           - Anti HBS (RPHA) - Negatif




      Terapi pengobatan
       -     Infus Rl di tangan kiri (7 tetes/menit)
       -     Ranitidin         2 x 1 (1 ampul)
       -     Acran             3 x 1 (1 ampul)
       -     Hepa Q            3 x sehari
       -     Cefotaximo        3 x 1 (1 ampul)
       -     Myamit            3 x 1 tablet/oral
                               II.   ANALISIS DATA


                 Data                         Etiologi              Masalah

Ds : Pasien mengatakan nyeri bagian Pembesaran    hepar    yang Gangguan        rasa
     bawah sebelah kanan             mendesak organ lain       nyaman ”nyeri”
Do : kesadaran composmentis
     K/U lemah
     TTV : TD : 120/80 mmHg
           : N : 85 x/menit
            S    : 37,3 oC
            RR : 24 x/menit
Pemeriksaan fisik
   Mata : conjungtiva pucat
   Cornea : bintik-bintik
   Mulut : mukosa bibir kering
- Terpasang infus Rl di tangan
   kanan
- Pola nutrisi
   Makan : ± 2 sendok/sehari
   Minum : 6-7 gelas/sehari
- Hasil laboratorium Hemoglobin
   10,4
                                                       III. RENCANA KEPERAWATAN
Nama                : Tn. ”K”
                                                                   PERENCANAAN
        Dx Keperawatan                                                                                                              RASIONAL
                                           TUJUAN DAN KRITERIA                           INTERVENSI
Gangguan rasa nyaman “nyeri”         Setelah di lakukan tindakan 3 x 24 jam 1. HE (health education)                  1. Respon pasien lebih terbuka dan
ditandai dengan                      diharapkan gangguan rasa nyaman (nyeri)    - lakukan pendekatan dengan pasien        menerima dengan baik
Dx : pasien megatakan nyeri pada     dapat berkurang dengan kriteria              dan keluarganya                         - Pasien lebih tenang dengan
      perut bawah bagian kanan       - pasien mengatakan nyerinya berkurang     - jelaskan tentang penyakit yang            penjelasan perawat
Do : K/U lemah                       - ekspresi wajah pasien tenang tidak         diderita pasien                     2. Mengurangi rasa nyeri yang dialami
      - Wajah pasien menyeringai         meringis kesakitan                  2. Tindakan mandiri                          pasien
      - Ada nyeri tekan pada perut   - skala nyeri 1 (maxwell)                  - Ajarkan keluarga pasien dikompres       - Pasien perhatiannya tidak terfokus
        bagian kanan bawah           - pasien dalam keadaan tenang                perutnya dengan air hangat                pada nyeri yang dialami pasien
      - Sklera kuning                - keadaan umum pasien membaik              - Ajarkan pasien untuk latihan            - Memberi kenyamanan bagi pasien
      - Abdomen kembung                                                           dengan teknik distraksi                   untuk beristirahat
      - Perut bagian kanan sedikit                                              - Memposisikan pasien senyaman        3. - mengetahui perkembangan setiap
        membesar                                                                  mungkin                                   harinya
      - Skala nyeri 3 maxwell                                                3. Observasi                                 - Mengetahui seberapa nyeri yang
      - Kuku kuning                                                             - Observasi TTV                             dialami pasien
      - Pasien memgangi perutnya                                                - Skala nyeri                         4. pemberian       obat    yang     tepat
     TTV : TD : 120/80 mmHg                                                  4. kolaborasi dengan tim medis               diharapkan dapat mengurangi rasa
           : N : 85 x/menit                                                                                               nyeri yang dialami pasien
             RR : 20 x/menit                                                                                          5. Menjaga kebersihan tubuh pasien
             S : 37,5 oC                                                                                              6. meningkatkan pengetahuan dan
                                                                                                                          membuat pasien kooperatif
                                      IV. IMPLEMENTASI
Nama       : Tn. ”K”
Masalah : gangguan rasa nyaman ”nyeri” pada perut bagian bawah sebelah kanan
Tanggal      Jam       No                        Action                             Respon
 26 Juli    14.00 1         Melakukan pendekatan pada pasien 1. keluarga                pasien     dan
 2010                       dan       keluarga     dengan    cara    3S   pasien       ramah      serta
                            (senyum, sapa, sentuh)                        kooperatif
            14.30 2         Melakukan tindakan TTV dengan 2. pasien                 bersedia     untuk
                            hasil :                                       diperika dan kooperatif
                            TD : 120/80 mmHg
                            N     : 75 x/menit
                            S     : 36,5 oC
                            RR : 24 x/menit
            14.40 3         Melakukan         monitoring      terhadap 3. pasien     memperhatikan
                            nutrisi yang dibutuhkan oleh pasien           dan mau bekerja sama
                                                                          dengan perawat
            14.45 4         Membantu pasien dalam kebersihan 4. keluarga pasien bersedia
                            badan, mulut, rambut dan kuku                 menceritakan       makanan
                                                                          yang dikonsumsi oleh
                                                                          pasien baik di rumah
                                                                          maupun di rumah sakit
            15.00 5         Membantu pasien makan dalam 5. pasien                    bersedia      dan
                            jumlah sedikit tapi sering                    memperhatikan perawat
            15.15 6         Memberitahu pasien untuk istirahat 6. pasien            kooperatif     dan
                            yang cukup                                    memenuhi        permintaan
                                                                          perawat
            15.30 7         Memberikan dan menyiapkan terapi 7. pasien              merasa       tenang
                            obat sesuai advis dokter / tim medis          dan kooperatif
                            - Ranitidin          1x1 gr(Inj.) 1 ampul
                            - Acran              1x1 gr(Inj.) 1 ampul
                            - Infus Rl 7 tetes/menit
                            - Cefotaxime 3x1 gr tablet oral
                            - Caprob             2x1 ampul/IV drip
                            - Tomit              2x1 ampul/IV drip
Tanggal   Jam   No                   Action                            Respon
27 Juli   07.00 1    Melakukan pendekatan pada pasien 1. pasien         dan      keluarga
 2010                dan keluarga dengan cara 3S             kooperatif
          08.00 2    Melakukan observasi TTV :             2. pasien bersedia diperika
                     TD : 130/90 mmHg                        dan kooperatif
                     S   : 37 oC
                     N   : 82 x/menit
                     RR : 24 x/menit
          08.15 3    Melakukan dan merapikan tempat 3. pasien merasa nyaman
                     tidur pasien                            dan rileks
          08.30 4    Menyajikan makanan dalam porsi 4. pasien             bersedia   dan
                     sedikit tapi sering                     bekerja      sama    dengan
                                                             baik serta keluarga
          09.00 5    Menyiapkan      dan   memberi   obat 5. pasien    kooperatif    dan
                     sesuai tetapi tim medis yaitu           merasa nyaman
                     Acran 1x1 gram (inj) 1 ampul
                     Ranitidin 1x1 gram (inj) 1 ampul
          09.30 6    Memberitahu pasien untuk istirahat 6. pasien kooperatif
                     yang cukup
                      V.    CATATAN PERKEMBANGAN
Nama : Tn. “K”
No   Tanggal       Dx keperawatan                       Perkembangan
1     26-07-     Gangguan         rasa S : pasien mengatakan nyeri pada perut
      2010       nyaman “nyeri”        O : K/U lemah
                                            Kesadaran komposmentis
                                            TTV :
                                              TD : 120/90 mmHg
                                              N : 79 x/menit
                                              RR : 24 x/menit
                                              S   : 36,5 oC
                                            Terpasang infus Rl dan transfusi porsi
                                            makan : 2 sendok sesering mungkin
                                       A : masalah teratasi sebagian
                                       P : intervensi dilanjutkan
                                            - Mengkaji skala nyeri
                                            - Observasi TTV
                                            - Laksankan program pengobatan
                                            - Acran 3x1 gr
                                            - Ranitidin 2x1 gram (1 inj)
2     27-07-     Gangguan         rasa S : pasien mengatakan nyeri berkurang
      2010       nyaman “nyeri”        O : K/U lemah
                                            Kesadaran komposmentis
                                            TTV :
                                              TD : 110/80 mmHg
                                              N : 80 x/menit
                                              S   : 36 oC
                                              RR : 22 x/menit
                                       A : masalah teratasi sebagian
                                       P : intervensi dilanjutkan
                                            - Mengkaji skala nyeri
                                            - Observasi TTV
                                            - Laksankan program pengobatan
                                            - Ranitidin 3x1 gram (1 inj)
                                            - Acran 3x1 gr
                                            - terpasang infus Rl saja porsi makan 2
                                              sendok tapi sering
3   28-07-   Gangguan         rasa S : pasien mengatakan nyeri berkurang, nafsu
    2010     nyaman “nyeri”             makan bertambah sedikit
                                   O : K/U lemah
                                        Kesadaran komposmentis
                                        TTV :
                                          TD : 130/90 mmHg
                                          S   : 37 oC
                                          N : 80 x/menit
                                          RR : 20 x/menit
                                   A : masalah teratasi sebagian
                                   P : intervensi dilanjutkan
                                        - Mengkaji skala nyeri
                                        - Observasi TTV
                                        - Laksankan pengobatan
                                        - Acran 3x1 gram (injk)
                                        - Ranitidin 2x1 gram (injk)
                                        - Deksal 2x1 gram (injk)
4   29-07-   Gangguan         rasa S : pasien mengatakan nyeri berkurang, nafsu
    2010     nyaman “nyeri”             makan bertambah sedikit
                                   O : K/U membaik
                                        Kesadaran komposmentis
                                        TTV :
                                          TD : 120/90 mmHg
                                          N : 78 x/menit
                                          S   : 37 oC
                                          RR : 24 x/menit
                                        Terpasang infus RL porsi makan sudah
                                        banyak
                                   A : masalah teratasi sebagian
                                   P : intervensi dilanjutkan
                                        - Mengkaji status nyeri
                                        - Observasi TTV
                                        - Laksankan pengobatan
                                        - Acran 3x1 gram (injk)
                                        - Ranitidin 2x1 gram (injk)
                             VI.    EVALUASI


No Tanggal / Jam     Diagnosis Keperawatan                  Evaluasi

1   29 Juli 2010   Gangguan rasa nyaman “nyeri” S : Pasien mengatakan nyerinya
                                                   sudah berkurang
                                               O : Keadaan umum : lemah
                                                   Kesadaran composmentis
                                                   GCS : 4, 5, 6
                                                   Tanda-Tanda Vital
                                                     TD : 130/90 mmHg
                                                     S      : 37 oC
                                                     N      : 80 x/menit
                                                     RR : 24 x/menit
                                               A : masalah teratasi
                                               P : intervensi dihentikan pasien
                                                   pulang
                                 DAFTAR PUSTAKA




Aziz, Alimul Hidayat , S.Kep., 2006 : 218
Aziz, Alimul Hidayat, 2008 : 1
Sudoyo WA, Setyo Hadi B, Alwi I, dkk. Ilmu Penyakit dalam Edisi Ke-5, Jakarta Pusat
Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam 2009
Djojobiroto Dr. Respirologi Jakarta DE, 2007 : 64 – 68)
Price, Sylvia Anderson dan Loraine MW, Patofisiologi Vol. I Edisi 6, Jakarta : EGC,
2005
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. ”K” DENGAN GANGGUAN
     RASA NYAMAN (NYERI) DI PAVILIUN CEMPAKA
             BAPELKES RSUD JOMBANG




                   Disusun Oleh :


                   SITI KIFIYAH
                NPM. 200915401460133




              PRODI D-III KEBIDANAN
        STIKES BAHRUL ULUM TAMBAKBERAS
                    JOMBANG
                       2010
                                KATA PENGANTAR


       Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, taufik serta hidayah-
Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktek Klinik Keperawatan
dengan judul ”Asuhan Keperawatan Pada Tn. ”K” Dengan Gangguan Rasa Nyaman
(Nyeri) di Pavilliun Cempaka RSUD Jombang.
       Terselesainya penyusunan ini tidak lepas dari menyampaikan setulus-tulusnya
menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
1. Farkhanul Ula, S.Kep.Ns., selaku ketua STIKES ”BAHRUL ULUM” Tambakberas
   Jombang yang telah memberikan penjelasan, petunjuk, dan bimbingan selama kami
   praktek.
2. Drs. Bambang Hayunanto, S.P.K.K, selaku direktur Rumah Sakit Daerah Jombang
   yang telah memberikan bimbingan serta penjelasan dan petunjuk selama kami
   menjalankan tugas di rumah sakit Jombang.
3. Ibu Enni Puspita, S.ST, selaku KaProdi D III Kebidanan dan selaku pembimbing
   STIKES ”BAHRUL ULUM” Tambakberas Jombang yang telah memberikan materi,
   penjelasan dan bimbingan dalam menyusun laporan ini.
4. Ibu Suzanna Rindhan, S. Kep., selaku kepala ruangan yang telaj memberikan dan
   petunjuk selama kami menjalankan tugas di Rumah Sakit Jombang.
5. Bapak Beni Susanto, Amd. Kep., selaku pembimbing ruangan yang telah
   memberikan bimbingan dan petunjuk selama kami menjalankan tugas di Rumah
   Sakit Jombang.
6. Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan di sini satu persatu yang telah
   membantu, mendukung        serta memberikan sedikit penjelasan dalam membuat
   laporan ini.
       Dengan segala kerendahan hati kami menyadari bahwa penulisan laporan kami
masih jauh dari kesempurnaan dan banyak kekurangan, untuk itu kami mengharapkan
saran dan kritik yang konstruktif demi kesempurnaan laporan ini.
       Semoga penyusunan laporan ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan
bagi kita semua khususnya mahasiswa Akademik Kebidanan STIKES BAHRUL ULUM
Tambakberas Jombang.


                                                 Jombang, Agustus 2010


                                                         Penyusun

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:6050
posted:7/16/2011
language:Indonesian
pages:27