CEDERA OTAK RINGAN _COR_

Document Sample
CEDERA OTAK RINGAN _COR_ Powered By Docstoc
					                                         BAB I
                                 PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
         Personal hygiene merupakan upaya seseorang dalam memelihara kebersihan
   dan kesehatan dirinya untuk memperoleh kesejahteraan fisik dan psikologisnya.
   Kurangnya personal hygiene adalah keadaan dimana individu mengalami kegagalan
   kemampuan untuk melaksanakan atau menyelesaikan aktivitas untuk diri sendiri.


1.2 Tujuan
   -   Tujuan umum
       Mahasiswa dapat melakukan asuhan keperawatan pada pasien sesuai dengan
       manajemen atau secara langsung.
   -   Tujuan khusus
       Setelah dilakukan pengkajian terhadap Tn. “K” dengan cedera otak ringan
       mahasiswa mampu memahami :
       a. Pengkajian data
       b. Menganalisa data
       c. Mendiagnosa data
       d. Mengidentifikasi kebutuhan segera
       e. Melaksanakan suatu tindakan sesuai rencana
       f. Mengevaluasi pelaksanaan asuhan keperawatan


1.3 Manfaat Penulisan
   -   Bagi klien
       Agar klien mengetahui apa yang terjadi pada dirinya atau kondisi tubuhnya.
   -   Bagi penulis
       Mendapatkan pengalaman serta mengetahui yang sebelumnya belum diketahui.
   -   Bagi institusi
       Sebagai bahan perpustakaan bagi yang membutuhkan asuhan keperawatan dan
       bisa membandingkan kasus yang lainnya.


1.4 Cara Pengumpulan Data
   -   Wawancara
       Melakukan wawancara langsung kepada pasien.
   -   Status dokumentasi
       Melengkapi data seusai format yang ada.
   -   Observasi
       Melakukan TTV langsung dan pengamatan.
                                        BAB II
                                 TINJAUAN PUSTAKA


2.1     Konsep Dasar Personal Hygiene
2.1.1   Definisi
               Personal hygiene adalah upaya seseorang dalam memelihara kebersihan
        dan kesehatan dirinya untuk memperoleh kesejahteraan fisik dan psikologisnya
        (Kebutuhan Dasar Manusia, Teori dan Aplikasi dalam Praktik : Wahid Iqbal
        Mubarok, hal. 128)
               Personal Hygiene atau Perawatan Diri adalah perawatan diri sendiri yang
        dilakukan untuk memprtahankan kesehatan baik secara fisik maupun psikologis
        (Keterampilan Dasar Praktik Klinik Untuk Kebidanan : Aziz Alimul Hidayat,
        Hal : 84)
               Kurang Perawatan Diri adalah keadaan dimana individu mengalami
        kegagalan kemampuan untuk melaksanakan atau menyelesaikan aktivitas untuk
        diri sendiri (Diagnosa Keperawatan : Lynda Juall Carpenito, hal : 336)


2.1.2   Jenis-jenis Personal Hygiene
        a. Jenis Berdasarkan Tempat
           -    Perawatan kulit kepala dan rambut serta seluruh tubuh
           -    Perawatan mata
           -    Perawatan hidung
           -    Perawatan telinga
           -    Perawatan gigi dan mulut
           -    Perawatan kuku tangan dan kaki
           -    Perawatan perineum
           -    Perawatan tubuh
        b. Jenis Berdasarkan Waktu Pelaksanaan
           -    Perawatan dini hari  merupakan perawatan diri yang dilakukan pada
                                        waktu bangun dari tidur
           -    Perawatan pagi hari  perawatan yang dilakukan setelah melakukan
                                        makan pagi dengan melakukan perawatan diri
           -    Perawatan siang hari  perawatan      diri   yang   dilakukan    setelah
                                        melakukan berbagai tindakan atau pemeriksaan
            -   Perawatan menjelang tidur  perawatan diri yang dilakukan pada saat
                                               menjelang tidur agar pasien dapat tidur
                                               atau istirahat dengan tenang
        (Kebutuhan Dasar Manusia, Teori dan Aplikasi dalam Praktik : Wahid Iqbal
        Mubarok, hal. 129)
2.1.3   Faktor Yang Mempengaruhi Personal Hygiene
        a. Budaya  sejumlah mitos yang berkembang di masyarakat menjelaskan
            bahwa saat individu sakit ia tidak boleh dimandikan karena dapat
            memperparah penyakitnya.
        b. Status sosial – ekonomi  untuk melakukan personal hygiene yang baik
            dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai.
        c. Agama  agama juga berpengaruh pada keyakinan individu dalam
            melaksanakan kebiasaan sehari-hari.
        d. Tingkat pengetahuan atau perkembangan individu  kedewasaan seseorang
            akan memberi pengaruh tertentu pada kualitas diri orang tersebut.
        e. Status kesehatan  kondisi sakit atau cedera akan menghambat kemampuan
            indiviu dalam melakukan perawatan diri.
        f. Kebiasaan  terkait dengan kebiasaan individu dalam menggunakan produk
            tertentu.
        g. Cacat jasmani / mental bawaan  kondisi cacat dan gangguan mental menghambat
            kemampuan individu untuk melakukan perawatan diri secara mandiri.
        (Kebutuhan Dasar Manusia, Teori dan Aplikasi dalam Praktik : Wahid Iqbal
        Mubarok, hal. 130)
2.1.4   Tujuan Perawatan Personal Hygiene
        a. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang
        b. Memelihara kebersihan diri seseorang
        c. Memperbaiki Personal Hygiene yang kurang
        d. Pencegahan penyakit
        e. Meningkatkan percaya diri seseorang
        f. Menciptakan keindahan
        (Kebutuhan Dasar Manusia, Teori dan Aplikasi dalam Praktik : Wahid Iqbal
        Mubarok, hal. 130)
2.2     Asuhan Keperawatan Pada Klien Berhubungan Dengan Personal Hygiene
2.3.1 Pengkajian
        -   Identitas pasien, nama pasien, alamat pasien, umur pasien, pekerjaan pasien,
            dan lain-lain.
2.3.2 Pengolahan Data Pasien
      -   Pemeliharaan Personal Hygiene
          1. Rambut     : - Keadaan rambut yang kusam
                          - Keadaan tekstur
          2. Kepala     : - Botak / alopesia
                          - Ketombe
                          - Berkutu
                          - Adakah eritema
                          - Kebersihan
          3. Mata       : - Apakah sclera interik
                          - Apakah konjungtiva pucat
                          - Kebersihan mata
                          - Apakah gatal / mata merah
          4. Hidung     : - Adakah pilek
                          - Adakah alergi
                          - Adakah pendarahan
                          - Adakah perubahan penciuman
                          - Kebersihan hidung
                          - Bagaimana membrane mukosa
                          - Adakah septum deviasi
          5. Mulut      : - Keadaan mukosa mulut
                          - Kelembabannya
                          - Adakah lesi
                          - Kebersihan
          6. Gigi       : - Adakah karang gigi
                          - Adakah karies
                          - Kelengkapan gigi
                          - Pertumbuhan
                          - Kebersihan
          7. Telinga    : - Adakah kotoran
                          - Adakah lesi
                          - Bagaimana bentuk telinga
                          - Adakah infeksi
          8. Kulit      : - Kebersihan
                          - Adakah lesi
                          - Keadaan turgor
                             - Warna kulit
                             - Suhu
                             - Testurnya
                             - Pertumbuhan bulu
         9. Kuku tangan dan kaki : - Bentuknya bagaimana
                                        - Warnanya
                                        - Adakah lesi
                                        - Pertumbuhannya
         10. Genetalia : - Kebersihan
                             - Pertumbuhan rambut pubis
                             - Keadaan kulit
                             - Keadaan lubang uretra
                             - Keadaan skrotum, testis pada pria
                             - Cairan yang dikeluarkan
         11. Tubuh secara umum        : - Kebersihan
                                        - Normal
                                        - Keadaan postur
                          (http://wiwikaisya.blogspot.com/2009/10/kebersihan-diri.html)
2.3.3 Diagnosa Keperawatan dan Intervensi
      1. Gangguan integritas kulit
         -   Intervensi
             a. Kaji kembali kebutuhan personal hygiene
                Rasional : Data dasar dalam melakukan intervensi
             b. Kaji keadaan luka pasien
                Rasional : Menentukan intervensi lebih lanjut
             c. Jaga kebersihan tempat tidur
                Rasional : Mengurangi tekanan dan menghidari luka dekubitus
             d. Lakukan perawatan luka dengan teknik steril sesuai program
                Rasional : Penyembuhan luka
             e. Observasi tanda-tanda infeksi
                Rasional : Pencegahan infeksi secara dini
      2. Kurangnya Perawatan Diri / Kebersihan Diri
         -   Intervensi
             a. Kaji kembali pola kebersihan
                Rasional : Data dasar dalam melakukan intervensi
             b. Bantu pasien dalam kebersihan badan, mulut, rambut dan kuku
   Rasional : Mempertahankan rasa nyaman
c. Lakukan pendidikan kesehatan
   a. Pentingnya kebersihan diri
   b. Pola kebersihan diri
   c. Cara kebersihan
   Rasional : meningkatkan pengetahuan dan membuat pasien kooperatif
          (http://wiwikaisya.blogspot.com/2009/10/kebersihan-diri.html)
                        CIDERA OTAK RINGAN (COR)


2.3    Konsep Dasar Cedera Otak Ringan (COR)
2.3.1 Definisi
            Cidera kepala adalah suatu trauma yang mengenai daerah kulit kepala,
      tulang tengkorak atau otak yang terhadi akibat injury baik secara langsung
      maupun tidak langsung. (Suriadi dan Rita Yuliana, 2001)
            Cidera Otak Ringan (COR) adalah suatu keadaan dimana terjadi suatu
      kelainan fungsi otak yang ditandai dengan kehilangan kesadaran atau amnesia
      tetapi kurang dari 30 menit, tidak ada konlosia tengkorak, tidak ada fraktur
      cerebral, hematoma. (Carpenito. ij. 1999).


2.3.2 Etiologi
      -   Kecelakaan : jatuh, kecelakaan bermotor atau sepeda dan mobil
      -   Cedera akibat kekerasan
      -   Kecelakaan kerja
      -   Dipukul / diserang
      -   Infeksi
      -   CVA
                                      (Diagnosa Keperawatan : Lynda Juall Carpenito)
2.3.3 Patofisiologi
      Cedera primer, yang terjadi pada waktu benturan, mungkin karena memar pada
      permukaan otak, laserasi, cedera robekan atau hemoragi. Sebagai akibat, cedera
      sekunder dapat terjadi sebagai kemampuan Autoregulasi Seberal dikurangi atau
      tidak ada pada area cedera. Konsekuensinya berupa Hiperemi (peningkatan
      volume darah) pada area peningkatan permeabilitas kapiler, serta vasodilatasi
      arterial, semua menimbulkan peningkatan tekanan interakranial, berupa kondisi
      yang dapat menyebabkan cedera otak sekunder meliputi hipoksia, hiperkarbia,
      dan hipotensi.
                                      (Diagnosa Keperawatan : Lynda Juall Carpenito)
2.3.4 Tanda dan Gejala
      a. Hilangnya kesadaran kurang dari 30 menit atau lebih
      b. Kebingungan
      c. Iritabel
      d. Pucat
      e. Mual dan muntah
      f. Pusing
      g. Terdapat hematoma
      h. Kecemasan
      i. Sukar untuk dibangunkan
                                      (Diagnosa Keperawatan : Lynda Juall Carpenito)
2.3.5 Komplikasi
       Hemoriagie
       Infeksi
       Edema
       Herniasi
       Pneumosefalus
                                      (Diagnosa Keperawatan : Lynda Juall Carpenito)
2.3.6 Pemeriksaan Penunjang
       Laboratorium : darah lengkap (HB, leukosit, CT, BT)
       Rontgen foto
       CT scan
                                      (Diagnosa Keperawatan : Lynda Juall Carpenito)
2.3.7 Penatalaksanaan
      Secara umum penatalaksanaan Therapeutik pasien dengan COR :
      a. Observasi 24 jam
      b. Jika pasien masih muntah sementara dipuasakan terlebih dahulu
      c. Berikan terapi intravena bila ada indikasi
      d. Diistirahatkan atau tirah baring
      e. Pemberian O2
      f. Pemberian obat-obat untuk vaskularisasi
      g. Pemberian obat-obat analgesik
      h. Pembedahan bila ada indikasi
                                      (Diagnosa Keperawatan : Lynda Juall Carpenito)
2.3.8 WOC (Way of Caution)

                                   - Kecelakaan motor
                                   - Kecelakaan kerja
                                   - Dipukul / diserang


                                         Cidera Otak



     Cidera Otak Primer                                              Cidera Otak Sekunder

-     Kontosio                                                         Kerusakan sel otak
-     Laserasi


        Sembuh                                                            -     Irrevesibel
                                                                          -     Cacat



                                        Reaksi Biologis



                                                                   Gangguan metabolisme

             -    Adanya oedema                Hipoksemia
             -    Perdarahan

                                        Ketidakefektifan pola
                                                nafas

                    TIK


       Pusing                   Nyeri                 Ganggun istirahat tidur


    Mual, Muntah          Immobilisasi fisik


    Nafsu makan           Gangguan integritas kulit


   Gangguan           Kekurangan volume
kebutuhan nutrisi           cairan


                 Gangguan kebutuhan cairan dan
                           elektrolit
                                            BAB III
                                   TINJAUAN KASUS


3.1 PENGKAJIAN
   Tanggal MRS           : 23 Juli 2010 jam 22.15 WIB
   Tanggal pengkajian : 27 Juli 2010 jam 15.00 WIB
   No. Registrasi        : 03 – 61 – 98


A. Data Subyektif
   1. Identitas Klien
      Nama                     : Tn. ”K”
      Umur                     : 23 tahun
      Pendidikan               : SMA
      Pekerjaan                : Petani
      Agama                    : Islam
      Suku                     : Jawa
      Alamat                   : Kabuh – Jombang
      Penanggung jawab         : Ny. ”S”
      Pekerjaan                : Ibu Rumah Tangga
      Alamat                   : Kabuh – Jombang
      Ruangan                  : Asoka
      Dx Medis                 : Cidera Otak Ringan (COR)


   2. Keluhan Utama
      Pasien mengatakan bahwa terasa sakit pada kepalanya


   3. Riwayat Kesehatan
      a. Riwayat Kesehatan Sekarang
          Pasien mengatakan bahwa terasa sakit pada kepala karena pasien mengalami
          kecelakaan pada tanggal 23 Juli 2010 jam 19.00 WIB. Kemudian pasien dibawa ke
          puskesmas Kabuh. Karena kurang memadainya alat di puskesmas Kabuh, maka
          pasien di bawa ke RSUD Jombang pada tanggal 23 Juli 2010 jam 22.15 WIB dan
          pasien di pindah ke ruangan ASOKA RSUD Jombang.
      b. Riwayat Kesehatan Lalu
          Pasien mengatakan bahwa sebelumnya belum pernah mengalami sakit seperti yang
          diderita sekarang.
   c. Riwayat Kesehatan Keluarga
       Ibu psaien mengatakan alam keluarga tidak ada yang menderita penyakit menular,
       menurun dan menahun.


4. Pola fungsi kesehatan
   a. Pasien mengatakan mengkonsumsi rokok
   b. Pasien mengatakan tidak pernah mengkonsumsi alkohol
   c. Pasien mengatakan tidak pernah menggunakan obat-obatan terlarang


5. Pola aktifitas dan latihan
                                           Di rumah   Di rumah sakit
             AKTIVITAS                       skor          skor
                                       0 1 2 3 4 0 1 2 3 4
        Mandi                                                        
        Berpakaian                                         
        Mobilisasi ditempat tidur                          
        Pindah                                                   
        Ambulasi                                                 
        Naik tangga                    
        Merapikan tempat tidur                                       
        SKALA ADL                             0             18


         Keterangan :
         0 : mandiri
         1 : dibantu sebagian
         2 : dibantu orang lain
         3 : perlu bantuan orang lain dan tempat
         4 : tergantung / tidak mampu


6. Pola istirahat dan tidur
   Di rumah          : Siang + 2 jam, dengan kualitas tidur nyenyak
                       Malam + 8 jam, dengan kualitas tidur nyenyak.
   Di rumah sakit : Keluarga pasien megatakan, pasien sering tidur, kualitasnya
                       tidur nyenyak
   7. Pola nutrisi
      Di rumah         : Makan 3 x/hari, menu : nasi, lauk, sayur
                          Minum 6 – 7 x/hari (air putih, kadang kopi)
      Di rumah sakit : Makan nasi 2 x/hari (tidak pernah habis)
                          Minum 5 – 6 x/hari (air putih)


   8. Pola eliminasi
      Di rumah         : BAB + 1 – 2 x/hari, warna kuning bau khas
                          BAK + 4 x/hari, warna kuning jernih bau khas
      Di rumah sakit : BAB : selama di RS pasien belum pernah BAB
                          BAK : selama di RS pasien BAK + 2 x/hari


   9. Pola kognitif dan persepsi
       Status mental composmentis
       Kemampuan berbicara pasien baik
       Kemampuan berinteraksi pasien dengan orang lain baik


   10. Psikososial
       Pasien dapat berinteraksi dengan lingkungan dengan baik
       Pasien tidak menolak segala pengobatan yang diberikan kepadanya
       Hubungan pasien dengan keluarga serta tetangga baik


   11. Personal Hygiene
       Pasien tidak mau diseka selama sakit
       Baju pasien diganti setiap hari
       Kulit kepala kotor
       Rambutnya kusam
       Kulit seluruh badan lembab
       Gigi pasien kotor
       Mulut pasien bau
       Kuku pasien panjang dan kotor


B. Data Objektif
   1. Kesadaran komposmentis
      Keadaan umum lemah
   TTV : TD : 120/80 mmHg
           S : 36,5 oC
         RR : 23 x/menit
           N : 72 x/menit


2. Pemeriksaan fisik
   a. Pengkajian kepala sampai leher
      Kepala
       - Inspeksi : Warna rambut hitam, penyebaran rambut merata
       - Palpasi    : Rambut kusam, kulit kepala kotor, ada nyeri tekan di bagian
                      frontalis, ada pembengkakakn pada frontalis
      Mata
       - Inspeksi : Simetris, konjungtiva merah muda, sklera putih
       - Palpasi    : Tidak ada nyeri tekan
      Muka
       - Inspeksi : Ada luka pada daerah pipi, terjadi hematoma + 10 cm
      Telinga
       - Inspeksi : Bentuk simetris, tidak ada oedema
       - Palpasi    : Tidak ada nyeri tekan dan tidak ada peradangan
      Hidung
       - Inspeksi : Bentuk simetris, tidak ada pembengkakan, lubang hidung simetris
       - Palpasi    : Tidak ada nyeri tekan baik pada bagian luar dan dalam, tidak
                      ada polip
      Mulut dan Faring
       - Inspeksi : Warna bibir agak pucat, mukosa bibir kering, lidah warna
                      merah muda
       - Palpasi    : Tidak ada nyeri tekan
      Leher
       - Inspeksi : Simetris, bentuk leher agak panjang
       - Palpasi    : Tidak teraba pembesaran kelenjar tyroid


   b. Pemeriksaan abdomen
       - Inspeksi      : Tidak ada benjolan
       - Auskultasi    : Tidak kembung, bising usus normal
       - Perkusi       : Tidak ada bunyi redup pada abdomen
       - Palpasi       : Normal
       c. Pemeriksaan Dada dan Paru-Paru
            - Inspeksi       : Bentuk simetris
            - Palpasi        : Tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan
            - Perkusi        : Bunyi resonan (dug, dug, dug) tidak ada
            - Auskultasi     : Tidak ada ronchi dan whezzing


       d. Pemeriksaan Genetalia
            - Inspeksi       : Tidak terpasang kateter


       e. Pemeriksaan Ekstrimitas Atas
            - Inspeksi       : Simetris, tidak ada oedema, terpasang infus D5 20 tts/mnt
                              di tangan kanan


       f.   Pemeriksaan Ekstrimitas Bawah
            - Inspeksi       : Bentuk simetris
            - Palpasi        : Tidak ada nyeri tekan
            - Perkusi        : Reflek patela kanan kiri +


C. Data Penunjang
   -   Hematologi tanggal 24 Juli 2010
               HEMATOLOGI                HASIL                      NILAI NORMAL
               CEL DYN
               - Hemoglobin                  14,1              11,4 – 17,7 g/dl
               - Leukosit                13,000                4.700 – 10.300 /cmm
               - Hematokrit                  43,0              37 – 48 %
               - Eritrosit              4.780.000              L : 4,5 – 5,5 / P : 4 -5 juta/ul
               - Trombosit               259.000               150.000 – 350.000 / cmm
               LED                      81 – 100               0 – 20 /jam
               Masa perdarahan       1 menit 38 detik          1 – 3 menit
               Masa pembekuan 10 menit 35 detik 6 – 12 menit


   -   Kimia Klinik tanggal 27 Juli 2010
                HEMATOLOGI            HASIL            NILAI NORMAL
               - Glukosa sewaktu        68          < 140 mg/dl
               - SGOT                   13          < 38 u/l
               - SGPT                   14          40 u/l
           - Kreatin serum          1,02     L : < 1,5; P : < 1,2 mg/dl
           - Urea                   31,3     10 – 50 mg/dl
           - Asam urat              4,19     3,6 – 7,0 mg/dl


-   CT Scan kepala  EDH di bagian frontalis kanan
   Terapi pengobatan
    -   Infus D5                            untuk penambah gula / glukosa
    -   Manitol                             mengurangi oedema pada cedera otak
    -   Injeksi Goforan 3 x 1 gr            antibiotik
    -   Injeksi Gotropil 4 x 3 gr           untuk trauma otak
    -   Injeksi Acran    3 x 1 amp          untuk penghilang nyeri di lambung
    -   Injeksi Ketopain 3 x 1 amp          analgesik
                                     ANALISIS DATA


No.                        Data                      Etiologi        Masalah

1.    Ds : Pasien mengatakan bahwa tidak bisa Kelemahan         Gangguan personal
           mandi dan merawat diri                fisik          hygiene
      Do : K/U lemah
      Pemeriksaan fisik
      - Rambut kusam, kulit kepala kotor
      - Kuku panjang dan kotor
      - Warna bibir agak pucat, mukosa bibir
         kering
      - Kulit seluruh badan kotor
      - TTV : TD : 120/80 mmHg
                  N : 72 x/menit
                  S   : 36,5 oC
                  RR : 23 x/menit
Diagnosa keperawatan : Gangguan personal hygiene sehubungan dengan kelemahan
                             fisik
                                                                      INTREVENSI
Nama klien          : Tn. ”K”
Tanggal pengkajian : 27 juli 2010
Jam                 : 15.00 WIB
Ruangan             : Asoka
                                                                        PERENCANAAN
NO            MASALAH                                                                                                                           RASIONAL
                                            TUJUAN DAN KRITERIA                                   INTERVENSI
 1    Gangguan Personal Hygiene b/d - Tujuan :                                      1. Lakukan pendekatan pada pasien dan 1. Menciptakan           hubungan       saling
      Kelemahan Fisik                 Setelah dilakukan asuhan keperawatan 3           keluarganya                                 percaya antara pasien dan perawat
                                      x   24       jam   diharapkan   pasien   bisa 2. Kaji kembali pola kebersihan              2. Untuk data dasar dalam melakukan
                                      memenuhi kebutuhan Perawatan Diri 3. Anjurkan                  pada   keluarga     untuk     intervensi
                                      (Personal Hygiene)                               membantu pasien dalam merawat diri        3. Meningkatkan kebersihan pasien
                                    - Kriteria :                                    4. Bantu pasien dalam kebersihan badan, 4. Mempertahankan rasa nyaman
                                     KU baik                                          mulut, rambut dan gigi                    5. Menjaga kebersihan tubuh pasien
                                     Pasien mau diseka                             5. Anjurkan      keluarga   pasien   untuk 6. meningkatkan      pengetahuan       dan
                                     Rambut pasien tidak kusam, kulit kepala          menyeka pasien tiap pagi dan sore           membuat pasien kooperatif
                                       tidak kotor                                  6. Berikan pendidikan kesehatan tentang
                                     Kuku pasien tidak panjang dan tidak              kebersihan diri
                                       kotor
                                     Warna bibir tidak pucat, mukosa bibir
  tidak kering
 Kulit seluruh badan tidak kotor
 Pasien bisa melakukan perawatan diri
  dengan mandiri
 Pasien lebih mengerti akan pentingnya
  perawatan diri (Personal Hygiene)
                                                                IMPLEMENTASI
Nama klien          : Tn. ”K”
Tanggal pengkajian : 27 Juli 2010
Jam                 : 15.00 WIB
Ruangan             : Asoka
No Tanggal      Jam     Diagnosa                             Implementasi                             Respon
1     27 Juli   15.00 Gangguan        Personal    Hygiene 1. Melakukan pendekatan pada pasien dan 1. pasien       dan   keluarganya   ramah   dan
       2010             berhubungan   dengan     kelemahan     keluarganya                              menyambut dengan baik
                15.05 fisik                                  2. Mengkaji kembali pola kebersihan      2. Pasein   kooperatif   terhadap   tindakan
                                                                                                        perawat
                15.15                                        3. Menganjurkan pada keluarga untuk 3. Keluarga pasien mengikuti instruksi yang
                                                               membantu pasien dalam merawat diri       diberikan perawat
                15.20                                        4. Membantu pasien dalam kebersihan 4. Pasien mengikuti instruksi yang diberikan
                                                               badan, mulut, rambut dan kuku            perawat dengan baik
                15.40                                        5. Menganjurkan keluarga paien untuk 5. Keluarga pasien mau dan mengikuti instrksi
                                                               menyeka pasien tiap pagi dan sore        dari perawat dengan rutin
                15.50                                        6. Memberikan     pendidikan   kesehatan 6. Pasien dan keluarganya menjadi faham
                                                               tentang kebersihan diri                  akan pentingnya perawatan diri terhadap
                                                                                                        pasien
                                       EVALUASI


Nama klien           : Tn. ”K”
Tanggal pengkajian : 27 Juli 2010
Jam                  : 15.00 WIB
Ruangan              : Asoka
No Tanggal / Jam        Diagnosis Keperawatan                      Evaluasi

1     27 juli 2010   Gangguan Personal Hygiene S : Pasien            mengatakan   bahwa
      15.00 WIB      berhubungan           dengan        tidak bisa mandi dan merawat
                     kelemahan fisik                     diri
                                                    O : K/U : lemah
                                                         - Rambut kusam, kulit kepala
                                                           kotor
                                                         - Kuku panjang dan kotor
                                                         - Warna bibir agak pucat,
                                                           mukosa bibir kering
                                                         - Kulit seluruh badan kotor
                                                         - TTV
                                                           TD : 120/80 mmHg
                                                           N       : 72 x/menit
                                                           S       : 36,5 oC
                                                           RR : 23 x/menit
                                                    A : masalah belum teratasi
                                                    P : intervensi dilanjutkan
2. 28 Juli 2010      Gangguan Personal Hygiene S : Pasien            mengatakan   bahwa
      16.00 WIB      berhubungan           dengan        tidak bisa mandi dan merawat
                     kelemahan fisik                     diri
                                                    O : K/U : lemah
                                                         - Rambut kusam, kulit kepala
                                                           kotor
                                                         - Kuku sudah tidak panjang
                                                           dan masih kotor
                                                         - Warna bibir agak pucat,
                                                           mukosa bibir kering
                                                         - Kulit seluruh badan masih
                                                           kotor
No Tanggal / Jam      Diagnosis Keperawatan                    Evaluasi

                                                     - TTV
                                                       TD : 120/80 mmHg
                                                       N       : 80 x/menit
                                                       S       : 36,2 oC
                                                       RR : 23 x/menit
                                                A : masalah teratasi sebagian
                                                P : intervensi dilanjutkan
3   29 Juli 2010   Gangguan Personal Hygiene S : Pasien          mengatakan   bahwa
    17.00 WIB      berhubungan         dengan        tidak bisa mandi dan merawat
                   kelemahan fisik                   diri
                                                O : K/U : lemah
                                                     - Rambut sedikit kusam, kulit
                                                       kepala kotor
                                                     - Kuku sudah tidak panjang
                                                       dan masih kotor
                                                     - Warna bibir agak pucat,
                                                       mukosa bibir kering
                                                     - Kulit seluruh badan masih
                                                       kotor
                                                     - TTV
                                                       TD : 100/60 mmHg
                                                       N       : 80 x/menit
                                                       S       : 36,3 oC
                                                       RR : 22 x/menit
                                                A : masalah teratasi sebagian
                                                P : intervensi dilanjutkan
                                 DAFTAR PUSTAKA


-   Hidayat, A. Aziz Alimul, 2008, Keterampilan Dasar Praktik Klinik Untuk
    Kebidanan, Edisi 2, Salemba Medika, Jakarta
-   Carpenit, Lynda Juall, 2000, Buku Saku Diagnosa Keperawatan, Edisi 8, EGC,
    Jakarta.
-   Mubarak, Wahit Iqbal, 2007, Kebutuhan Dasar Manusia Teori dan Aplikasi dalam
    Praktik, Edisi 1, EGC, Jakarta.
-   http://wiwikaisya.blogspot.com/2009/10/kebersihan-diri.html
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. ”K” DENGAN GANGGUAN
     PERSONAL HYGIENE SEHUBUNGAN DENGAN
        CEDERA OTAK RINGAN DI RUANG
          PAVILIUN ASOKA RSUD JOMBANG




                   Disusun Oleh :


                 LAILI FITRIANA
                NPM. 20091540146017




              PRODI D-III KEBIDANAN
        STIKES BAHRUL ULUM TAMBAKBERAS
                    JOMBANG
                       2010
                               KATA PENGANTAR


        Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik serta
hidayah-Nya, sehingga dapat menyelesaikan Laporan Praktek Klinik Kebidanan dengan
judul   ”Asuhan    Keperawatan    Pada       Tn.   ”K”   dengan   gangguan   Personal
Hygienesehubungan dengan Cedera Otak Ringan (COR) di Pavilliun Asoka RSUD
Jombang.terselesainya laporan ini tidak terlepas dari bantuan dan dorongan dari semua
pihak. Untuk itu perkenankan penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-
besarnya :
1. H. Drs. Joko Prasetyo, S.Kep.Ns, selaku ketua STIKES ”BAHRUL ULUM”
   Jombang yang telah memberikan penjelasan, petunjuk, dan bimbingan selama kami
   praktek.
2. Kusairi, S.Kep.Ns, selaku kepala ruangan di Pavilliun Asoka RSUD Jombang yang
   telah memberikan penjelasan, petunjuk dam bimbingan selama kami praktek.
3. Etty Chamidiyah, S.Kep.Ns, selaku pembimbing ruangan di Pavilliun Asoka RSUD
   yang telah memberikan penjelasan, petunjuk dam bimbingan selama kami praktek.
4. Eni Puspita, S.ST, selaku KaProdi D III Kebidanan STIKES ”BAHRUL ULUM”
   Tambakberas Jombang.
5. Siti Shofiyah, S.ST, selaku dosen pembimbing Prodi D III Kebidanan STIKES
   ”BAHRUL ULUM” Tamabkberas Jombang yang telah memberikan penjelasan,
   petunjuk dam bimbingan selama kami praktek.
6. Semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu yang telah membantu dan
   mendukung dalam menyusun laporan ini.
        Dengan segala kerendahan hati kami menyadari bahwa penyusunan laporan ini
masih banyak kekurangan, untuk itu kami mengharapkan saran dan kritik yang
konstruktif demi kesempurnaan laporan ini.
        Semoga penyusunan ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi kita
semua khususnya mahasiswi Kebidanan STIKES BAHRUL ULUM Tambakberas
Jombang.




                                                   Jombang, Agustus 2010
                                                         Penyusun

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:3493
posted:7/16/2011
language:Indonesian
pages:24