MODUL PERILAKU ORGANISASI

Document Sample
MODUL PERILAKU ORGANISASI Powered By Docstoc
					                               PENDAHULUAN
                   APAKAH PERILAKU ORGANISASI


POKOK-POKOK BAHASAN UTAMA
1. ORGANISASI
  Organisasi adalah sebuah unit sosial yang dikoordinasi secara sadar terdiri atas
  dua orang atau lebih dan berfungsi dalam suatu dasar yang relatif terus menerus
  guna mencapai satu atau serangkaian tujuan bersama.


2. PERILAKU ORGANISASI
  Perilaku oragnisasi adalah sebuah bidang studi yang menyelidiki pengaruh yang
  dimiliki oleh individu, kelompok dan struktur terhadap perilaku dalam
  organisasi yang bertujuan menerapkan ilmu pengetahuan semacam ini guna
  meningkatkan keefektifan suatu organisasi.
  Hal-hal yang berakitan dengan Perilaku Organisasi:
  a. Studi Sistematis
  b. Individu
  c. Kelompok
  d. Sistem dan Dinamika Organisasi


3. DISIPLIN ILMU YANG MENDUKUNG PERILAKU ORGANISASI
  a. Psikologi adalah Ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur, menjelaskan
     dan terkadang mengubah perilaku manusia dan makhluk lain.
  b. Psikologi Sosial adalah Bidang dalam psikologi yang memadukan konsep
     dari psikologi dan sosiologi serta berfokus pada pengaruh seseorang
     terhadap orang lainnya.
  c. Sosiologi adalah Studi tentang manusia dalam kaitannya dengan lingkungan
     sosial dan kultur mereka.
  d. Antropologi adalah Studi kemasyarakatan untuk mempelajari manusia dan
     aktivitas-aktivitas mereka.




                                                  Modul Perilaku Organisasi     1
4. MANAJEMEN ORGANISASI
  a. Manajer adalah Individu yang mencapai tujuan melalui orang lain.
  b. Keahlian Manajemen, terdiri dari:
      Keahlian Teknis adalah Kemampuan menerapkan pengetahuan atau
         keahlian khusus.
      Keahlian Personal adalah Kemampuan untuk bekerjasama, memahami
         dan memotivasi orang lain baik secara individual maupun dalam
         kelompok.
      Keahlian Konseptual adalah kemampuan mental untuk menganilisis dan
         mendiagnosis situasi-situasi rumit.
  c. Merespon Globalisasi, antara lain dalam hal ini;
      Penugasan luar negeri yang meningkatkan
      Bekerja dengan individu-individu dari kultur yang berbeda
      Menanggulangi reaksi anti-kapitalisme
      Mengelola keragaman angakatan kerja
      Meningkatkan kualitas dan produktivitas
      Meningkatkan layanan pelanggan
      Memberdayakan karyawan
      Memabntu karyawan menyeimbangkan konflik kehidupan dengan
         pekerjaan.


DASAR-DASAR PERILAKU INDIVIDUAL
1. KEMAMPUAN
  Kemampuan adalah kapasitas seorang individu untuk melakukan beragam tugs
  dalam suatu pekerjaan. Kemampuan ini terdiri dari:
  a. Kemampuan Intelektual adalah kemampuan yang dibutuhkan untuk
     melakukan berbagai aktivitas mental seperti berpikir, menalar, dan
     memecahkan masalah.
  b. Kemampuan Fisik adalah kemampuan melakukan tugas-tugas yang
     menuntut stamina, keterampilan, kekuatan dan karakteristik serupa.




                                                  Modul Perilaku Organisasi   2
2. KARAKTERISTIK-KARAKTERISTIK BIOGRAFIS
  Karakteristik-karakteristik biografis adalah karakteristik perseorangan seperti
  usia, gender, ras, dan masa jabatan yang diperoleh secara mudah dan objektif
  dari arsip pribadi.


3. PEMBELAJARAN
  Pembelajaran adalah setiap perubahan perilaku yang relatif permanen, terjadi
  sebagai hasil dari pengalaman. Terdapat tiga teori pembelajaran, yaitu:
  a. Pengondisian Klasik adalah jenis pengondisian dimana individu merespon
      beberapa stimulus yang tidak biasa dan menghasilkan respon baru.
  b. Pengondisian Operant adalah jenis pengondisian dimana perilaku sekarela
      yang diharapkan menghasilkan pengharapan atau mencegah sebuah
      hukuman.
  c. Pembelajaran Sosial adalah pandangan bahwa orang-orang dapat belajar
      melalui pengamatan dan pengalaman langsung.


4. PEMBENTUKAN SEBAGAI ALAT MANAJERIAL
  Pembentukan      periklaku   adalah   pembentukan     yang   secara   sistematis
  menegaskan setiap urutan langkah yang menggerakkan seorang individu lebih
  dekat kepada respon yang diharapkan. Pembentukan perilaku dapat melalui
  jadwal penegasan sebagai berikut:
  a. Penegasan Berkesinambungan
  b. Penegasan Berkala
  c. Penegasan dengan Jadwal interval tetap
  d. Penegasan dengan jadwal interval variabel
  e. Penegasan dengan Rasio tetap
  f. Penegasan dengan Rasio variabel
  g. Modifikasi Perilaku Organisasi


5. PERAN HUKUMAN DALAM PEMBELAJARAN
  Peran hukuman bersifat lebih cepat merubah perilaku menyimpang sesorang
  dalam pekerjaan, namun efek negativ yang ditimbulkan secara jangka panjang



                                                  Modul Perilaku Organisasi     3
kurang memberikan nilai positif dalam kehidupan berorganisasi. Oleh karena
itu perlu adanya pembelajaram yang lebih bijkasana dalam menerapkan
hukuman terhdap individu yang mengalami penyimpangan dalam pekerjaan.




                                             Modul Perilaku Organisasi   4
                                    BAB I
                     SIKAP DAN KEPUASAN KERJA


1. SIKAP
  Sikap adalah pernyataan-pernyataan evaluatif terhadap objek, orang atau
  peristiwa.


2. KOMPONEN UTAMA SIKAP
  Komponen utama sikap dapat terdiri dari :
  a. Komponen Kognitif adalah segmen opini atau keyakinan dari sikap.
  b. Komponen Aektif adalah segmen emosional atau perasaan dan sikap.
  c. Komponen Perilaku adalah niat untuk berperilaku dalam acara tertentu
     terhadap seseorang atau sesuatu.


3. SIKAP KERJA YANG UTAMA
  Sikap kerja yang utama dapat berbentuk :
  a. Kepuasan Kerja adalah perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang
     merupakan hasil dari evaluasi karakteristik-karakteristik.
  b. Keterlibatan pekerjaan adalah tingkat sampai mana seseorang memihak
     sebuah pekerjaan, berpartisipasi secara aktif di dalamnya dan menganggap
     kinerja penting sebagai bentuk penghargaan diri.
  c. Komitmen Organisasional adalah tingkat sampai mana seorang karyawan
     memihak sebuah organisasi serta tujuan-tujuan dan kinginannya untuk
     mempertahankan keanggotaan dalam organisasi tersebut. Komitmen
     organisasional dapat berupa:
      Komitmen Afektif yaitu perasaan emosional untuk organisasi dan
         keyakinan dalam niali-nilainya.
      Komitmen Bekerja yaitu niali ekonoi yang dirasa dan bertahan dengan
         sebuah organisasi bila dibandingkan dengan meninggalkan organisasi
         tersebut.
      Komitmen Normatif yaitu komitmen untuk bertahan dengan organisasi
         untuk alasan-alasan moral atau etis.



                                                  Modul Perilaku Organisasi   5
4. MENGUKUR KEPUASAN KERJA
  Mengukur kepuasan kerja dapat dilakukan mengunakan Survei Sikap yaitu
  upaya mendapatkan respons dari karyawan melalui kuisioner mengenai
  perasaan mereka terhadap pekerjaan, tim kerja, penyelia dan organisasi. Survei
  Sikap ini terutama digunakan untuk menunjukkan:
  a. Besarnya kepuasan atas pekerjaan
  b. Penyebab kepuasan kerja


5. PENGARUH KEPUASAN DAN KETIDAKPUASAN DI TEMPAT
  KERJA
  Pengaruh kepuasan dan ketidakpuasan kerja seorang individu dalam
  berorganisasi akan mempengaruhi hal-hal sebagai berikut, yaitu :
  a. Kinerja
  b. Perilaku keluarga organisasional
  c. Kepuasan pelanggan
  d. Penurunan frekuensi ketidakhadiran
  e. Perpuataran karyawan
  f. Perilaku menyimpang di tempat kerja




                                                 Modul Perilaku Organisasi     6
                                         BAB II
                              KEPRIBADIAN DAN NILAI


1. KEPRIBADIAN
  Kepribadian adalah keseluruhan cara dimana seorang individu bereaksi dan
  berinteraksi dengan individu lain.


2. FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEPRIBADIAN
  Faktor-faktor penentu kepribadian terdiri dari:
  a. Faktor Keturunan yang merujuk pada faktor genetis seorang individu.
  b. Faktor Lingkungan yang merujuk pada lingkungan dimana individu tumbuh
      dan dibesarkan.


3. SIFAT-SIFAT KEPRIBADIAN
  Sifat-sifat     kpribadian    adalah   karakteristik    yang   sering   muncul     dan
  mendeskripsikan perilaku seorang individu. Pengidentifikasian sifat-sifat
  kepribadian individu dapat melalui:
  a. Myers-Bregs Type Indicator
      Tes       kepribadian    adalah    karakteristik   yang    sering   muncul     dan
      mendeskripsikan individu ke dalam salah satu dari 16 tipe kepribadian,
      dimana secara garis besar dibagi menjadi empat kelompok kepribadian
      utama dengan kecenderungan yang mendekati keempat hal tersebut, yaitu:
       Ekstraver versus Introver
       Sensitiv versus Intuitif
       Pemikir versus Perasa
       Memahami versus Menilai


  b. Model Lima Besar
      Sifat-sifat kepribadian yang mengemukakan lima dimensi yang saling
      mendasari dan mencakup sebagian besar variasi kepribadian manusia, yaitu:
       Ekstraversi
       Mudah akur atau mudah bersepakat



                                                         Modul Perilaku Organisasi     7
      Sifat berhati-hati
      Stabilitas emosi
      Terbuka terhadap hal-hal baru


4. SIFAT KEPRIBADIAN UTAMA
  Sifat-sifat kepribadian utama yang dapat mempengaruhi Perilaku Organisasi
  adalah:
  a. Evaluasi Inti Diri adalah tingkat dimana individu menyukai atau tidak
     menyukai diri mereka sendiri, apakah mereka menganggap diri merka cakap
     dan efektif, dan apakah mereka merasa memegang kendali atau tidak
     berdaya atas lingkungan mereka.
      Harga diri
      Lokus kendali
      Internal
      Eksternal
  b. Machiavellianisme adalah tingkat dimana seorang individu pragmatis,
     mempertahankan jarak emosional dan yakin bahwa hasil lebih penting
     daripada proses.
  c. Narsisme adalah kecenderungan menjadi arogan, mempunyai rasa
     kepentingan diri yang berlebihan, membutuhkan pengakuan berlebihan dan
     mengutamakan diri sendiri.
  d. Pemantauan Diri adalah kemampuan seorang individu untuk menyesuaikan
     perilakunya dengan faktor-faktor situasional eksternal.
  e. Pengambilan Resiko adalah kecenderungan seorang individu dalam
     mengambil     keputusan   yang    berbahaya    dengan     mempertimbangkan
     kecepatan dan akurasi keputusan, namun tidak semua jenis pekerjaan dapat
     menerimanya.
  f. Kepribadian Tipe A adalah keterlibatan secara agresif dalam perjuangan
     terus menerus untuk mencapai lebih banyak dalam waktu yang lebih sedikit
     dan bila perlu melawan upaya-upaya yang menentang dari orang atau hal
     lain.




                                                   Modul Perilaku Organisasi   8
  g. Kepribadian Proaktif adalah sikap yang cenderung oportunis, berinisiatif,
     berani bertindak dan tekun hingga berhasil mencapai perubahan yang
     berarti.
5. NILAI
  Nilai adalah pedoman dan keyakinan yang digunakan seseorang ketika
  dikonfrontasikan dengan sebuah situasi dimana suatu pilihan harus diambil.
  Terdapat dua teori yang berkaitan dengan jenis-jenis nilai, yaitu:
  a. Jenis-jenis nilai menurut Rokeach Value-Survey, terdiri dari:
      Nilai Terminal
      Nilai Instrumental
  b. Jenis-jenis Nilai menurut Kelompok Kerja Kontemporer, memiliki jenis-
     jenis nilai sesuai dengan masa dimana sebagian besar perjalanan hidupnya
     alan mempengaruhi nilai yang dirasakan individu.


6. NILAI LINTAS KULTUR
  Nilai Lintas Kultur dapat dilihat melalui dua macam kerangka berfikir, yaitu:
  a. Kerangka Hofstede, yang mempunyai lima dimensi penilaian terdiri dari:
      Jarak kekuasaan
      Individualisme versus Kolektivisme
      Maskulinitas versus Feminitas
      Penghindaran Ketidakpastian
      Orientasi Jangka Panjang versus Orientasi Jangka Pendek
  b. Kerangka GLOBE, yang mempunyai sembilan dimensi penilaian terdiri
     dari:
      Ketegasan
      Orientasi masa depan
      Perbedaan gender
      Penghindaran letidakpastian
      Jarak kekuasaan
      Individualisme maupun kolektivisme
      Orientasi kinerja
      Orientasi kemanusiaan



                                                   Modul Perilaku Organisasi      9
7. KESESUAIAN INDIVIDU DENGAN PEKERJAAN
  Kesesuaian Individu dengan pekerjaan mengidentifikasikan enam tipe
  lepribadian dan mengemukakan bahawa kesesuaian antara tipe kepribaidan dan
  lingkungan pekerjaan menetukan kepuasan dan perputaran karyawan.




                                             Modul Perilaku Organisasi   10
                                    BAB III
       PERSEPSI DAN PEMBUATAN KEPUTUSAN INDIVIDUAL


1. PERSEPSI
  Persepsi   adalah      sebuah   proses     dimana   individu    mengatur      dan
  menginterpretasikan kesan-kesan sensoris mereka guna memberikan arti bagi
  lingkungan mereka.


2. PERSEPSI SESEORANG
  Persepsi seseorang adalah berbagai persepsi yang dibuat oleh individu tentang
  individu lainnya. Penilaian tentang individu lain dapat menggunakan Teori
  Hubungan yaitu teori yang mengemukakan tentang usaha-usaha ketika
  individu-individu mengamati perilaku untuk menentukan apakah hal ini
  disebabkan oleh faktor-faktor secara internal atau eksternsl. Hal-hal yang
  berkaitan dengan persepsi antara lain:
  a. Tekhnik-tekhnik penilaian terhadap individu lain, hal ini dapat melalui:
      Persepsi selektif
      Efek halo
      Efek-efek kontras
      Proyeksi
      Pembentukan stereotip
  b. Aplikasi tekhnik-tekhnik penilaian terhadap individu lain, dapat berupa:
      Wawancara pekerjaan
      Harapan kinerja
      Pembentukan profil
      Evaluasi kinerja


3. HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DAN PEMBUATAN KEPUTUSAN
  INDIVIDUAL
  a. Keputusan adalah pilihan-pilihan yang dibuat dari dua alternatif atau lebih.
  b. Proses pembuatan keputusan yang rasional adalah sebuah model pembuatan
     keputusan    yang     mendeskripsikan     bagaimana    individu   seharusnya



                                                 Modul Perilaku Organisasi       11
     berperilaku untuk memaksimalkan beberapa hasil. Proses pembuatan
     leputusan ini meliputi beberapa asumsi yaitu:
      Kejelasan masalah
      Pilihan-pilihan yang diketahui
      Pilihan-pilihan yang jelas
      Pilihan-pilihan yang konstan
      Tidak ada batasan waktu atau biaya
      Hasil maksimum
  c. Meningkatkan kreativitas dalam pembuatan keputusan. Hal ini mempunyai
     tiga komponen model kreativitas yaitu:
      Keahlian
      Keterampilan berpikir kreatif
      Motivasi
  d. Kesalahan umum dalam pembuatan keputusan dapat berbentuk:
      Bias kepercayaan diri yang berlebih
      Bias jangkar
      Bias konfirmasi
      Bias ketersediaan
      Bias representatif
      Bias peninjauan kembali
      Peningkatan komitmen
      Kesalahan yang tidak disengaja
      Kutukan pemenang
  e. Keputusan berdasarkan intuisi adalah sebuah proses tidak sadar, sebagai
     hasil dari pengalaman yang disaring.
  f. Perbedaan-perbedaan individual yang juga berperan dalam pembuatan
     keputusan adalah:
      Kepribadian
      Gender


4. BATASAN-BATASAN ORGANISASIONAL
  Batasan-batasan organisasional dalam pembuatan keputusan antara lain:



                                                Modul Perilaku Organisasi   12
  a. Evaluasi kinerja
  b. Sistem penghargaan
  c. Peraturan formal
  d. Batasan waktu yang ditentukan dan sistem
  e. Peristiwa historis


5. ETIKA DALAM PEMBUATAN KEPUTUSAN
  Terdapat tiga kriteria yang menjadi dasar keputusan dianggap etis yaitu:
  a. Ultilitarianisme
  b. Hak
  c. Keadilan




                                                 Modul Perilaku Organisasi   13
                                   BAB IV
                      KONSEPSI-KONSEPSI MOTIVASI


1. MOTIVASI
  Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas arah dan ketekunan usaha
  untuk mencapai suatu tujuan.


2. TEROI-TEORI MOTIVASI ZAMAN DAHULU
  Teori-teori motivasi yang berkembang sekitar tahun 1950-an merupakan teori
  motivasi yang muncul pada awal-awal perkembangan teori motivasi. Teori-
  teori tersebut terdiri dari:
  a. Teori Hirarki Kebutuhan, merupakan teori yang mengemukakan hierarki
      lima kebutuhan yang terdiri dari kebutuhan fisiologis, keamanan, sosial,
      penghargaan dan aktualisasi diri, yang ada ketika setiap kebutuhan pada
      dasarnya telah dipenuhi, maka kebutuhan yang berikutnya menjadi
      dominan.
  b. Teri ERG merupakan teori yang mengedepankan tiga kelompok kebutuhan
      inti yaitu: kehidupan, hubungan dan pertumbuhan.
  c. Teori X dan teori Y
      Teori X beranggapan bahwa pada dasarnya karyawan tidak suka bekerja,
      malas, tidak menyukai tanggung jawab dan harus dipaksa untuk
      menghasilkan kinerja.
      Teori Y beranggapan bahwa pada dasarnya karyawan suka bekerja, kretaif,
      mencari tanggung jawab dan dapat berlatih mengendalikan diri.
  d. Teori Motivasi Higiene / Teori Dua Faktor yang mneghubungkan faktor-
      faktor intrinsik dengan kepuasan kerja dan faktor ekstrinsik dengan
      ketidakpuasan kerja.


3. TEORI MOTIVASI KONTEMPORER
  Teori-teori maotivasi kontemporer merupakan teori-teori motivai yang
  menggambarkan kondisi pemikiran saat ini dalam menjelaskan motivasi
  karyawan. Teori-teori motivasi kontemporer terdiri dari:



                                                 Modul Perilaku Organisasi   14
a. Teori Kebutuhan McClelland merupakan teori yang menyatakan bahwa
   pencapaian, leluatan dan hubungan adalah tiga kebutuhan penting yang
   membantu menjelaskan motivasi.
b. Teori Evaluasi Kognitif merupakan teori yang menyayakan bahwa
   pemberian penghargaan-penghargaan ekstrinsik untujk perilaku yang
   sebelumnya memuaskan secar intrinsik cenderung mengurangi tingkat
   motivasi secara keseluruhan.
c. Teori Penentuan Tujuan merupakan teori yang menyatakan bahwa tujuan-
   tujuan yang spesifik dan sulit, dengan umpan balik akan menghasilakn
   kinerja yang lebih tinggi.
d. Teori Efektifitas Diri merupakan teori yang menyatakan bahwa keyakina
   seorang individu dapat membuat sesorang mampu mengerjakan suatu tugas.
e. Teori Penguatan menyatakan bahwa perilaku merupakan sebuah fungsi
   konsekuensi dari sesuatu yang telah dialami dan dilakukan oleh individu.
f. Teori Keadilan menyatakan bahwa individu membandingkan masukan-
   masukan hasil pekerjaan mereka dengan masukan-masukan dan hasil
   pekerjaan orang lain, dan kemudian merespon untuk menghilangkan
   ketidakadilan
g. Teori Harapan menyatkan bahwa kekuatan dari suatu kecenderungan untuk
   bertindak dalam cara tertentu bergantung pada kekuatan dari suatu harapan
   bahwa tindakan tersebut akan diikuti dengan hasil yang ada dan pada daya
   tarik dari hasil itu terhadap individu tersebut.




                                                 Modul Perilaku Organisasi    15
                                   BAB V
                        EMOSI DAN SUASANA HATI


1. EMOSI
  Emosi adalah perasaan intens yang ditujukan seseorang atau sesuatu.


2. SUASANA HATI
  Suasan hati adalah perasaan yang cenderung kurang intens dibandingkan emosi
  dan seringkali tanpa rangsangan konseptual.


3. ASPEK-ASPEK EMOSI
  Terdapat beberapa aspek emosi antara lain:
  a. Biologi emosi
  b. Intensitas
  c. Frekuensi dan durasi
  d. Rasionalitas
  e. Fungsi emosi


4. SUMBER-SUMBER EMOSI DAN SUASANA HATI
  Sumber-sumber emosi dan suasana hati dapat berasal dari:
  a. Kepribadian
  b. Hari dalam seminggu dan waktu dalam sehari
  c. Cuaca
  d. Stress
  e. Aktivitas sosial
  f. Tidur
  g. Olahraga
  h. Usia
  i. Gender




                                                Modul Perilaku Organisasi   16
5. STUDI PENELITIAN MENENTUKAN 8 EMOSI PRIMER UTAMA,
  YAITU:
  a. Takut
  b. Terkejut
  c. Sedih
  d. Senang
  e. Jijik
  f. Marah
  g. Antisipasi
  h. Penerimaan


6. BATASAN-BATASAN EKSTERNAL EMOSI
  Batasan-batasan yang dipengaruhi faktor eksteral individu dapat berupa:
  a. Pengaruh organisasional
  b. Pengaruh kultural


7. KERJA EMOSIONAL
  Kerja emosinal merupakan situasi dimana seorang karayawan mengekspresikan
  emosi-emosi yang diinginkan secara organisasional selama transaksi antar
  personal di tempat kerja.
  Kerja emosional dapat menimbulkan dilema berupa emosi yang dirasakan
  versus emosi yang ditampilkan.
  a. Emosi yang dirasakan merupakan emosi yang sebenarnya dialami dan
     dirasakan oleh seorang individu.
  b. Emosi yang ditampilkan adalah emosi-emosi yang diharuskan secara
     organisasional dan dianggap sesuai dalam sebuah pekerjaan tertentu.


8. TEORI PERISTIWA AFEKTIF
  Teori peristiwa afektif adalah sebuah model yang menyatakan bahwa peristiwa-
  peristiwa di tempat kerja menyebabkan reaksi-reaksi emosional di bagian
  karyawan, yang kemudian mempengaruhi sikap dan perilaku di tempat kerja.




                                                Modul Perilaku Organisasi    17
9. KECERDASAN EMOSIONAL
  Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mendeteksi serta
  mengolah petunjuk-petunjuk dan informasi emosional. Kecerdasan emosional
  terdiri dari lima dimensi yaitu:
  a. Kesadaran diri
  b. Manajemen diri
  c. Motivasi diri
  d. Empati
  e. Keteranpilan sosial


10. APLIKASI EMOSI DAN SUASANA HATI DALAM PERILAKU
  ORGANISASI
  Aplikasi emosi dan suasana hati dalam perilaku organisasi dapat terjadi pada
  saat kegiatan:
  a. Seleksi
  b. Pengambilan keputusan
  c. Kreativitas dalam organisasi
  d. Kegiatan memotivasi
  e. Kepemimpinan
  f. Konflik antar personal
  g. Negoisasi
  h. Pelayanan pelanggan
  i. Sikap kerja
  j. Perilaku menyimpang di tempat kerja




                                              Modul Perilaku Organisasi    18
             DASAR-DASAR PERILAKU KELOMPOK


1. KELOMPOK
  Kelompok adalah dua atau lebih individu yang berinteraksi dan saling
  bergantung dan bergabung untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Klasifikasi
  kelompok terdiri dari:
  a. Kelompok Formal adalah kelompok kerja yang ditugaskan dan didefmisikan
     oleh struktur organisasi. Kelompok formal ini dapat berbentuk:
     Kelompok Komando adalah kelompok yang terdiri dari individu-individu
        yang melapor secara langsung kepada seorang manajer.
     Kelompol tugas adalah kelompok yang terdiri dari mereka yang
        bekerjasama untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
 b. Kelompok Informal adalah kelompok yang tidak berstruktur formal maupun
    secara organisasional, melainkan timbul sebagai respon terhadap kebutuhan
    akan kontak sosial. Kelompok informal ini dapat berbentuk:
     Kelompok Kepentingan adalah kelompok yang terdiri dari mereka yang
        bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan dengan kepentingan masing-
        masing individu.
     Kelompok Persahabatan adalah kelompok yang terdiri dari mereka yang
        berkumpul bersama karena mereka memiliki satu atau lebih persamaan
        karakteristik.


2. TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN KELOMPOK
  Tahap-tahap perkembangan kelompok merupakan urutan terstandar dari suatu
  evolusi awal, terbentuk dan sampai berakhirnya suatu kelompok. Berikut ini
  terdapat dua model tahap-tahap perkembangan kelompok, yaitu:
  a. Model    Lima Tahap Perkembangan Kelompok adalah lima tahap
     perkembangan kelompok meliputi pembentukan, timbulnya konflik,
     normalisasi, berkinerja dan pembubaran.
  b. Model Equilibrium Tersebar adalah model yang menunjukkan transisi
     kelompok-kelompok sementara yang melalui antara inersia dan aktivitas.




                                               Modul Perilaku Organisasi      19
3. PERAN
  Peran adalah serangkaian pola perilaku yang diharapkan dikaitkan erat dengan
  seseorang yang menempati posisi tertentu dalam sebuah unit sosial. Adapun
  dalam ruang lingkup peran akan dibahas tentang:
  a. Identitas peran, adalah sikap-sikap dan perilaku-perilaku tertentu yang
     konsisten dengan sebuah peran.
  b. Persepsi peran adalah pandangan sebrang individu terhadap bagaimana ia
     harus bertindak dalam situasi tertentu.
  c. Ekspektasi peran adalah apa yang diyakini orang lain mengenai bagaimana
     anda harus bertindak dalam sebuah situasi tertentu.
  d. Konflik peran adalah sebuah situasi dimana seorang individu dihadapkan
     dengan ekspektasi-ekspektasi peran yang berlainan.


4. NORMA
  Norma adalah standar perilaku yang dapat diterima dalam kelompok yang
  dianut oleh para anggota kelompok. Norma kelas yang paling umum berupa:
  a. Norma Kinerja
  b. Norma Penampilan
  c. Norma Pengaturan sosial
  d. Norma Alokasi sumber daya


5 . STATUS
  Status adalah sebuah definisi atau pangkat yang didefinisikan secara sosial yang
  diberikan kepada kelompok atau anggota kelompok orang lain. Dalam status
  akan dibahas mengenai:
  a. Teori karakteristik status adalah teori yang menyatakan bahwa perbedaan
     dalam karakteristik status menciptakan hirarki-hirarki dalam kelompok.
  b. Status dan hubungannya dengan norma-norma yang berlaku di lingkungan
     organisasi.
  c. Status dan interaksi dalam kelompok yang dapat menunjukkan dimana
     status seseorang dalam kelompok tersebut.
  d. Ketidaksetaraan status yang akan memunculkan perilaku korektif.



                                                 Modul Perilaku Organisasi     20
  e. Status dan kultur akan membantu individu beradaptasi dalam kelompok
     dengan kultur yang berbeda.


6. UKURAN KELOMPOK
  Ukuran kelompok adalah besar kecilnya kelompok yang dapat mempengaruhi
  perilaku kelompok dan menimbulkan kolektifisme dalam bertindak.


7. KEKOHESIFAN
  Kekohesifan adalah tingkat dimana para anggota kelompok saling tertarik satu
  sama lain dan termotivasi untuk tinggal didalam kelompok tersebut.


8. PEMIKIRAN KELOMPOK DAN PERGESERAN KELOMPOK
  Pengambilan keputusan yang dilakukan suatu organisasi dapat menimbulkan
  dua hal sebagai berikut, yaitu:
  a. Pemikiran Kelompok adalah fenomena yang menunjukkan norma konsensus
     melampaui penilaian atas sejumlah alternatif tindakan yang lebih realistis.
  b. Pergeseran Kelompok adalah perubahan resiko keputusan antara keputusan
     kelompok dan keputusan individu yang dibuat oleh anggota dalam
     kelompok dapat menjadi resiko yang konservatif atau lebih besar.


9. TEKNIK-TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN
  Kelompok     yang    berinteraksi    tentu   akan    sering   melakukan   kegiatan
  pengambilan keputusan yang dapat berupa:
  a. Tukar Pikiran adalah sebuah proses pembangkitan ide yang secara khusus
     mendorong semua alternatif apa pun, sementara itu menahan kritik atas
     alternatif-alternatif tersebut.
  b. Tekhnik Kelompok Nominal adalah sebuah metode pengambilan keputusan
     kelompok dimana para anggota individual bertemu secara tatap muka untuk
     menyatukan penilaian mereka dengan cara sistematis tetapi independen.
  c. Pertemuan dengan Media Elektronik adalah sebuah pertemuan dimana para
     anggotanya berinteraksi menggunakan komputer yang memungkinkan
     anonim komentar dan agregasi suara.



                                                      Modul Perilaku Organisasi    21
            DASAR-DASAR STRUKTUR ORGANISASI


1. STRUKTUR ORGANISASI
  Struktur organisasi adalah bagaimana tugas pekerjaan dibagi, dikelompokkan
  dan dikoordinasi secara formal. Struktur organisasi mempunyai unsur-unsur:
  a. Spesialisasi Kerja merupakan sesuatu yang dapat mengemukakan sampai
     tingkat manakah tugas dalam organisasi dibagi-bagi menjadi pekejaan-
     pekejaan yang terpisah.
  b. Departementalisasi merupakan dasar yang dipakai untuk mengelompokkan
     sejumlah pekerjaan.
  c. Rantai Komando adalah garis tidak putus dari wewenang yang menjulur dari
     puncak organisasi ke eselon terbawah dan memperjelas siapa melapor
     kepada siapa.
  d. Rentang kendali merupakan jumlah bawahan yang dapat diarahkan secara
     efisien dan efektif oleh seorang manajer.
  e. Sentralisasi dan Desentralisasi.
          Sentralisasi     menunjukkan     sampai    tingkat     mana    pengambilan
           keputusan dipusatkan pada suatu titik tunggal dalam organisasi.
          Desentralisasi     menunjukkan    sampai     tingkat    mana    keleluasaan
           keputusan dialihkan ke bawah, ke karyawan tingkat lebih rendah.
  Formalisasi menunjukkan sampai tingkat mana pekerjaan-pekerjaan dalam
  organisasi itu dibakukan.


2. DESAIN ORGANISASI
  Desain organisasi yang lazim digunakan adalah:
  a. Struktur Sederhana suatu struktur yang bercirikan tingkat departementalisasi
     sederhana, rentang kendali yang luas, wewenang yang dipusatkan dalam
     tangan satu orang dan formalisasi kecil.
  b. Birokrasi merupakan suatu struktur dengan tugas-tugas operasi yang sangat
     rutin yang dicapai lewat spesialisasi, aturan dan pengaturan yang sangat
     formal, tugas-tugas yang dikelompokkan ke dalam departemendepartemen




                                                     Modul Perilaku Organisasi     22
     fungsional, wewenang terpusat, rentang kendali            yang sempit     dan
     pengambilan keputusan yang mengikuti rantai komando.
 c. Struktur Matriks adalah suatu struktur yang menciptakan lini rangkap dari
     wewenang yang menggabungkan departementalisasi fungsional dan produk.
 d. Struktur Tim adalah penggunaan tim sebagai piranti pusat untuk
     mengkoordinasi kegiatan kerja.
 e. Organisasi Virtual adalah suatu organisasi inti yang kecil, yang
     menggunakan sumber luar untuk fungsi-fungsi bisnis utama.
 f. Organisasi Tanpa Tapal Batas adalah suatu organisasi yang mengusahakan
     penghapusan rantai komando, mempunyai rentang kendali yang tidak
     terbatas dan menggantikan departemen dengan tim yang diberi kuasa.
 g. Organisasi Feminin adalah suatu organisasi yang dicirikan oleh perlakuan
     humanistik terhadap individu, non-oportunisme, karir yang didefinisikan
     lewat layanan kepada orang lain, komitmen pada perkembangan karyawan,
     penciptaan suatu komunitas yang perduli dan berbagi kekuasaan.
 h. Model     Mekanistik       adalah   suatu    struktur   yang   dicirikan   oleh
     departementalisasi yang ekstensif, formalisasi yang tinggi, jaringan
     informasi yang terbatas dan sentralisasi.
 i. Model Organik adalah suatu struktur yang datar, menggunakan tim silang-
     hirarkis dan silang-fungsional, mempunyai formalisasi rendah, memiliki
     suatu jaringan informasi yang menyeluruh dan mengandalkan pengambilan
     keputusan partisipatif.


3. STRATEGI
  Strategi adalah suatu cara untuk membantu manajemen mencapai sasaran
  organisasi dan berkaitan erat dengan struktur organisasi. Terdapat tiga macam
  strategi yang umum digunakan manajemen organisasi untuk meraih tujuannya,
  yaitu :
  a. Strategi inovasi, adalah suatu strategi yang menekankan diperkenankannya
      produk dan jasa yang utama




                                                   Modul Perilaku Organisasi    23
  b. Strategi Minimisasi Biaya, adalah suatu strategi yang menekankan kontrol
     biaya yang ketat, penghindaran pengeluaran inovasi atau pemasaran yang
     tidak perlu dan penekanan harga
  c. Strategi Imitasi, adalah suatu strategi yang berupaya untuk pindah ke
     produk baru atau pasar baru hanya setelah terbukti kelangsungan hidupnya.


4. TEKNOLOGI
  Teknologi mengacu pada bagaimana suatu organisasi mentransfer masukannya
  menjadi keluaran.


5. LINGKUNGAN
  Lingkungan adalah lembaga-lembaga atau kekuatan di luar organisasi yang
  secara potensial mempengaruhi kinerja organisasi.




                                                Modul Perilaku Organisasi   24
                                         BAB VI
                       MEMAHAMI KERJASAMA TIM


1. PERBEDAAN KELOMPOK KERJA DAN TIM KERJA
  a. Kelompok kerja adalah kelompok yang berinterksi terutama untuk berbagi
     informasi dan membuat berbagai keputusan untuk membantu setiap anggota
     bekerja dalam area tanggung jawabnya.
  b. Tim kerja adalah kelompok yang usaha-usaha individualnya menghasilkan
     kinerja lebih tinggi dari pada jumlah masukan individual.


2. JENIS-JENIS TIM KERJA
  Jenis-jenis tim kerja yang umum dijumpai dalam kehidupan berorganisasi
  terdiri dari empat jenis tim, yaitu:
  a. Tim Penyelesai Masalah adalah kelompok-kelompok yang terdiri dari lima
     sampai dua belas karyawan dari departemen yang sama yang bertemu
     selama beberapa jam setiap minggu untuk mendiskusikan berbagai cara
     peningkatan kualitas, efisiensi dan lingkungan kerja.
  b. Tim Kerja yang Mengelola Diri Sendiri adalah kelompok-kelompok yang
     terdiri dari sepuluh sampai lima belas ornag yang memikul tanggung jawab
     dari para pengawas mereka yang terdahulu.
  c. Tim Lintas Fungsional adalah para karyawan yeng berasal dari tingkat
     hirarkis yang kurang lebih sama, tetapi dari berbagai bidang pekerjaan yang
     berbeda, yang berkumpul untuk menyelesaikan sebuah tugas.
  d. Tim Virtual adalah tim yang menggunakan teknologi komputer untuk
     menyatukan anggota-anggota yang terpisah secara fisik guna mencapai
     tujuan bersama.


3. MENCIPTAKAN TIM KERJA YANG KREATIF
  Tim kerja yang kreatif diharapkan dapat meningkatkan efektifitas tim dalam
  menjalankan tugas operasional. Terdapat beberapa hal yang berkaitan dengan
  bagaimana menciptakan tim kerja yang kreatif, yaitu:




                                                  Modul Perilaku Organisasi   25
  a. Konteks, merupakan merupakan faktor-faktor yang sangat berhubungan
     dengan kinerja tim, meliputi:
      Sumber daya yang memadai
      Kepemimpinan dan struktur yang efektif
      Suasana kepercayaan
      Evaluasi kinerja dan sistem penghargaan
  b. Komposisi,     merupakan variabel-variabel   yang berhubungan dengan
     bagaimana kepegawaian tim kerja tersebut disusun, meliputi:
      Kemampuan para anggota
      Kepribadian
      Mengalokasikan peran
      Keragaman
      Ukuran tim
      Fleksibilitas anggota
      Preferensi anggota
  c. Rancangan kerja, dimana didalamnya mencakup hal-hal berikut:
      Keanekaragaman keterampilan
      Identitas tugas
      Arti tugas
  d. Proses, didalamnya mencakup hal-hal sebagai berikut:
      Tujuan umum
      Tujuan khusus
      Efektifitas tim
      Tingkat konflik
      Kemalasan sosial


4. MENGUBAH INDIVIDU MENJADI PEMAIN TIM
  Organisasi mempunyai peran penting dalam mengubah individu-individu yang
  individualistis agar dapat bekerja sebagai suatu tim kerja yang mengedepankan
  kolektivisme dalam pencapaian tujuan organisasi. Oleh karena itu dalam
  kegiatan mengubah perilaku individualistis untuk menjadi tim kerja akan
  berkaitan dengan:



                                               Modul Perilaku Organisasi    26
  a. Tantangan yang dapat berupa resistensi individual dari individu-individu
     yang akan bekerja dalam tim kerja yang disusun.
  b. Membentuk pemain tim, yang dapat dilakukan melalui:
      Seleksi
      Pelatihan
      Penghargaan


5. MANAJEMEN BERKUALITAS
  Manajemen yang berkualitas intinya adalah tentang perbaikan proses
  bekerjasama dalam sebuah tim kerja organisasi. Meskipun begitu tidak semua
  tugas dalam organisasi harus diselesaikan dalam bentuk tim kerja, karena tetap
  saja terdapat tugas-tugas yang harus diselesaikan dengan kritetria tertentu yang
  tetap membutuhkan kecakapan individual tertentu dalam suatu pengambilan
  keputusan.




                                                 Modul Perilaku Organisasi     27
                                  BAB VII
                               KOMUNIKASI


1. KOMUNIKASI
  Komunikasi adalah pentransferan dan pemahaman makna


2. PROSES KOMUNIKASI
  Proses komunikasi adalah langkah-langkah antara satu sumber dan penerima
  yang menghasilkan pentransferan dan pemahaman makna. Proses komunikasi
  didalamnya membahas tentang:
  a. Suatu model komunikasi merupakan proses dimana suatu pesan dapat
     disampaikan sehingga memberikan makna kepada penerima. Model dalam
     proses komunikasi terdapat tujuh bagian yaitu:
      Sumber komunikasi
      Pengkodean
      Pesan
      Saluran
      Pendekodean
      Penerima
      Umpan balik
  b. Distorsi merupakan hal-hal yang menyebabkan pesan-pesan yang dikodekan
     oleh komunikator tidak dapat diterima dengan baik, sehingga pesan yang
     didekodekan komunikan jarang merupakan pesan umpan balik yang
     memang seharusnya diinginkan oleh komunikator.
  c. Kegelisahan komunikasi adalah ketegangan dan kecemasan yang tidak pada
     tempatnya dalam komunikasi lisan, komunikasi tulisan atau keduanya.


3. HAL-HAL MENDASAR DALAM KOMUNIKASI
  Hal-hal mendasar dalam komunikasi merupakan beberapa konsep dasar yang
  terdapat dalam kegiatan komunikasi, yaitu:
  a. Arah komunikasi merupakan pola alir komunikasi yang dapat berupa:
      Komunikasi Vertikal yang mengalir dari atas ke bawah dan sebaliknya.



                                                Modul Perilaku Organisasi   28
      Komunikasi Lateral yang bersifat menyisi.
  b. Jaringan komunikasi akan menetapkan saluran-saluran tempat informasi
     tersebut mengalir, yang terdiri dari:
      Jaringan formal dimana komunikasi yang bertalian dengan tugas dan
         mengikuti rantai wewenang.
      Jaringan     informal   dimana      komunikasi   tidak   dikendalikan   oleh
         manajemen dan biasanya digonakan untuk melayani kepentingan sendiri
         dari orang-orang didalamnya.


4. KOMUNIKASI NON-VERBAL
  Komunikasi non-verbal adalah pesan yang dihantar melalui gerakan tubuh,
  intonasi atau tekanan kepada kata-kata, air muka dan jarak fisik antara pengirim
  dan penerima.


5. PENGHALANG KOMUNIKASI
  Penghalang komunikasi merupakan hal-hal yang dapat mengurangi efektifitas
  komunikasi pengirim dan penerima. Penghalang ini dapat terjadi karena:
  a. Penyaringan, adalah manipulasi informasi yang dilakukan seorang pengirim
     dengan maksud agar informasi itu akan tampak lebih menguntungkan di
     mata penerima.
  b. Persepsi selektif, merupakan penerimaan individu terhadap pesan yang
     disampaikan berdasarkan kebutuhan, motivasi, pengalaman, latar belakang
     dan karakteristik pribadi individu.
  c. Emosi, merupakan bagaimana perasaan penerima pesan ketika menerima
     suatu pesan komunikasi akan dapat mempengaruhi bagaimana ia
     menafsirkan pesan tersebut.
  d. Bahasa, merupakan lambang yang dapat dipahami oleh individu-individu
     dalam berkomunikasi, meskipun mungkin persepsi yang diberikan terhadap
     bahasa yang digunakan dalam pesan dapat berbeda antara individu yang
     satu dengan yang lain.




                                                  Modul Perilaku Organisasi     29
6. KOMUNIKASI EFEKTIF
  Komunikasi efektif dengan karyawan dapat dilakukan manajer melalui
  tindakan-tindakan sebagai berikut:
  a. Direktur utama harus menyadari pentingnya komunikasi
  b. Para manajer memadankan tindakan dan ucapan
  c. Komitmen pada komimikasi dua arab
  d. Penekanan pada komunikasi tatap muka
  e. Tanggung jawab bersama untuk komunikasi karyawan
  f. Menangani berita buruk
  g. Pesan dibentuk untuk audiens yang dimaksudkan
  h. Perlakukan komunikasi sebagai suatu proses berkelanjutan dimana manajer
     harus menekankan lima kegiatan umum dalam komunikasi perusahaan,
     yaitu:.
      Manajer menyampaikan dasar pemikiran yang melandasi keputusan
      Ketepatan waktu itu vital
      Komunikasi terus-menerus
      Tautkan gambar besar dengan gambar rinci apa yang dikehendaki
      Jangan mendikte cara orang seharusnya merasakan berita


7. ISU-ISU TERBARU DALAM KOMUNIKASI
  Isu-isu tebaru yang berkembang dalam komunikasi yang dilakukan organisasi
  antara lain:
  a. Penghalang komunikasi antara pria dan wanita
  b. Komunikasi yang benar secara politisi
  c. Komunikasi saling budaya
  d. Komunikasi elektronik




                                              Modul Perilaku Organisasi   30

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:5440
posted:7/16/2011
language:Indonesian
pages:30