Docstoc

Kiat Menghindari Penurunan Produksi Telur Itik Akibat Stress

Document Sample
Kiat Menghindari Penurunan Produksi Telur Itik Akibat Stress Powered By Docstoc
					Kiat Menghindari Penurunan Produksi Telur Itik Akibat Stress
Oleh: Nurul Hilmiati


Nurul Hilmiati


[Sasak.Org] Itik merupakan salah satu ternak yang yang umumnya dipelihara untuk menghasilkan telur. Walaupun itik
adalah unggas yang sudah didomestikasikan, namun jenis ternak ini masih membawa sifat-sifat liarnya. Oleh karena itu,
untuk mencapai produksi telur itik yang optimal, maka semua kondisi yang butuhkan oleh itik harus terpenuhi. Disamping
itu, itik juga termasuk hewan yang tidak menyukai perubahan yang mendadak. Bila kondisi pemeliharaan tidak sesuai
dengan keinginan itik atau terjadi perubahan yang mendadak, besar kemungkinan itik akan stress. Stress pada itik akan
sangat merugikan petani karena akan menyebabkan penurunan produksi telur yang sangat signifikan. Beberapa itik
bahkan berhenti bertelur karena faktor stress.


Stress pada itik itu sendiri dipicu oleh beberapa faktor antara lain:
1.   Faktor pakan dan perubahannya.
2.   Faktor kandang dan lingkungan


FAKTOR PAKAN

Pakan merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh pada produksi telur itik. Itik petelur membutuhkan pakan
sebanyak 160 gr/ekor/hr dan harus memenuhi kandungan nutrisi sebagai berikut:



Kandungan                           Konsentrasi (%)


Protein                             17-19


Energi                              2800


Ca                                  2.9-3.25


P                                   0.6

Sumber: http://www.bcca.org/services/lists/noble-creation/poultry.html ( 27 September 2007).

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi itik, di pasaran sudah tersedia pakan konsentrat untuk itik dengan kandungan nutrisi
yang cukup. Namun untuk efisiensi biaya, pakan konsentrat ini dapat dicampur dengan dedak halus dengan komposisi
yang sesuai terutama untuk kadar protein yang dibutuhkan. Cara menghitung kandungan protein pada ransum dapat
menggunakan metoda bujur sangkar sederhana.

Contoh: campuran antara pakan konsentrat ( kadar protein 37% ) dengan dedak halus ( kandungan protein 10-12% ).
Selain dedak, pakan alternatif lain dapat juga diberikan seperti kangkung, kiambang, cangkang udang, bekicot, ampas
tahu dan limbah pertanian lainnya. Namun yang perlu diingat adalah pakan tersebut cukup tersedia sepanjang waktu
serta tidak mengakibatkan komposisi pakan yang berubah-ubah.

Tempat makan dan minum itik. Pakan sebaiknya jangan terlalu berair untuk menghindari itik kenyang karena air



Kiat-kiat menghindari stress pada itik karena faktor pakan:


     1.   Penuhi kebutuhan nutrisi itik selama masa bertelur.
     2.   Hindari pemberian pakan yang berubah-ubah. Itik termasuk binatang yang sangat peka, bahkan perubahan
          asal dedak pun dapat mempengaruhi konsumsi pakan dan produksi telur.
     3.   Usahakan mencampur pakan seminggu sekali dengan benar-benar merata dan seragam. Mencampur pakan
          tiap hari akan memperbesar kemungkinan perubahan komposisi dan keseragaman pakan.
     4.   Bila ada perubahan campuran pakan, hendaklah perubahan tersebut dilakukan dengan cara bertahap sebelum
          pakan terdahulu habis. Contoh: minggu I adalah 75% pakan lama + 25% pakan baru, minggu II: 50% pakan
          lama + 50% pakan baru, minggu III: 25% pakan lama + 75% pakan baru, minggu IV: 100% pakan baru.
     5.   Waktu makan itik hendaklah jangan berubah-ubah dan sebaiknya yang memberikan pakan adalah orang yang
          sama. Perubahan orang juga dapat menyebabkan itik stress karena ada perbedaan cara memperlakukan itik
          ataupun perubahan pakaian. Hal ini dapat disiasati dengan memakai warna baju yang sama. Itik menyukai
          warna kecoklatan.


FAKTOR KANDANG

Kandang

Kandang merupakan tempat untuk berlindung dan beristirahat dan juga merupakan tempat untuk bertelur bagi itik. Pada
kandang sistem litter, sebaiknya dibuat dua bagian, bagian dalam yang beratap sebagai tempat untuk tidur pada malam
hari dan bagian luar yang tidak beratap sebagai tempat bermain pada siang hari. Diantara dua bagian tsb disekat dengan
pagar pendek yang bisa dibuka tutup. Disekeliling kandang sebaiknya ada pohon-pohon penaung. Pada siang hari
sebaiknya itik berada di bagian yang tidak beratap serta sekat antar bagian ditutup sehingga itik tidak bisa keluar masuk.
Itik perlu mendapatkan sinar matahari untuk merangsang pembentukan telur. Selain itu juga untuk menjaga kebersihan
bagian dalam kandang. Kepadatan kandang untuk itik petelur maksimal 4 ekor/m2.

Alas kandang dalam sebaiknya dari bahan yang empuk seperti sekam padi atau serutan gergajian kayu. Sebelum ditutupi
sekam, lantai sebaiknya ditaburi pasir yang dicampur dengan kapur. Setelah itu baru ditutupi dengan dengan sekam
setebal kira-kira 7-8 cm (http://www.dpi.nsw.gov.au/agriculture/livestock/poultry/species/duck-raising/housing-design).
Pemberian kapur dimaksudkan untuk menyerap zat amoniak yang dihasilkan dari kotoran itik, sehingga bau akan
berkurang dan udara akan menjadi lebih sehat.

Tempat Minum

Pada dasarnya itik adalah hewan air sehingga hewan ini selalu membutuhkan air. Air penting bagi itik untuk menjaga
kestabilan suhu tubuh terutama pada musim panas. Karena itu selain tempat minum sebaiknya disediakan sejenis parit
dengan ukuran lebar 50 cm kedalaman 20 cm sebagai tempat itik untuk membasuh diri. Parit jangan dibuat terlalu dalam
dan lebar karena itik cenderung akan bermain-main sehingga energi dari pakan yang dikonsumsi akan habis untuk
bermain-main, bukan untuk produksi telur. Itik yang kekurangan air dapat dilihat dengan ciri-ciri tempelan bekas makanan
disekitar paruh. Hal ini berbahaya karena sisa makanan tsb dapat menutupi lubang hidung. Kebersihan tempat air minum
serta air dalam parit hendaklah selalu dijaga. Parit dengan sistem air mengalir akan lebih baik.

bagian kandang, yang beratap dan terbuka dengan pohon penaung



Kiat-kiat menghindari stress pada itik karena faktor kandang dan lingkungan:


     1.   Hindari kandang yang terlalu padat karena memperbesar kemungkinan itik-itik yang agresif untuk mengganggu
          itik yang lain.
     2.   Air harus selalu tersedia. Kekurangan air akan mempecepat proses rontok bulu (moulting).
     3.   Lokasi kandang tidak terlalu dekat dengan perumahan serta tidak banyak dilewati lalu lintas umum. Itik sangat
          peka dengan gangguan (keributan).
     4.   Pada malam hari berikan cahaya lampu kecil (jangan terlalu terang). Hal ini untuk mengurangi keterkejutan itik
          bila ada suara bising atau berisik yang lewat, misalnya sepeda motor.
     5.   Beberapa peternak itik memelihara 1-2 ekor merpati disekitar kandang itik. Hal ini bertujuan untuk
          membiasakan itik dengan suara-suar lain.
     6.   Kandang cukup mendapat sinar matahri.
7.   Bahan kandang tidak terbuat dari matrerial yang tidak berisik (contoh: atap seng akan sangat berisik bila
     ditimpa sesuatu).

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:131
posted:7/16/2011
language:Indonesian
pages:3