Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

TAMYIS

VIEWS: 345 PAGES: 9

									                                      BAB I
                                PENDAHULUAN


       Alhamdulillah dengan rasa syukus ke hadirat Allah SWT yang dengan
rahmat dan inayah-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah ”Tamyiz” yang kami
nuqil dari kitab-kitab karya para ulama‟ ahli nahwu.
       Penyusun telah berusaha menghidangkan dengan bahasa yang sederhana
dan mudah diucapkan serta mudah dimengerti. Isinya sederhana, tetapi sangat
mendalam.
       Kepda para ahli dan ulama‟ penyususn sangat mengharapkan tegur sapanya
untuk perbaikan makalah ini dan sebelumnya kami mengucapkan terima kasih.
       Kepada Allah SWT, kami sangat mohon taufiq dan hidayah-Nya, semoga
usaha ini senantiasa dalam keridloan-Nya. Amin.




                                         1
                                       BAB II
                                PEMBAHASAN


A. Pengertian Tamyiz
      Berbicara tentang Tamyiz bahwasannya para ulama‟ banyak yang
   memberikan nama-nama yang berbeda untuk tamyiz, diantaranya ialah : al-
   Mumayyiz (yang memisahkan), at-Tabyin (penjelasan), al-Mubayyin (penjelas).
   Tamyiz secara bahasa adalah memisah sesuatu dari sersuatu yang lain. Allah
   SWT berfirman :



   Artinya : “Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir) berpisahlah kamu (dari
             orang-orang mu'min) pada hari ini, hai orang –oarang yang berbuat
             jahat."
   Sedangkan secara istilah ialah isim nakiroh yang dibaca nashob (yang
   mengandung arti     ) yang berfungsi untuk menjelaskan nisbat atau dzat dari

   suatu jenis yang masih samar (belum jelas).
      Dengan demikian maka Tamyiz itu ada dua macam yaitu : (1) Tamyiz dzat
   (disebut juga tamyiz mufrod), dan (2) Tamyiz nisbat (disebut juga dengan
   tamyiz jumlah), contoh :
         Tamyiz dzat :            (ini adalah cincin emas)

         Tamyiz nisbat :                (zaid bercucuran keringatnya)


B. Pembagian Tamyiz
      Dengan demikian maka tamyiz itu ada dua macam, yaitu :
   1. Tamyiz dzat (disebut juga dengan tamyiz mufrod), contoh :              (ini

      adalah cincin emas),                      (saya membeli empat ekor kambing

      kacang).
   2. Tamyiz nisbat (disebut juga dengan tamyiz jumlah), contoh :

      (zaid bercucuran keringatnya).



                                         2
   Berikut ini adalah macam-macam tamyiz dzat atau mufrod, yaitu :
1. Tamyiz „adad, berfungsi untuk menjelaskan hitungan sesutau yang jatuh
   sebelumnya ynag masih belum jelas hal yang dihitung tersebut, seperti
   contoh :                     . Sesuatu yang berkaitan dengan tamyiz adad ini

   antara lain :
    Tamyiz dari „adad tiga sampai sepuluh (10) itu harus dibaca jer dengan
       cara    diidlofahkan      dan       dalam    bentuk   jama',    contoh   :



    Tamyiz dari „adad seratus (100) dan seribu (1000) itu harus dibaca jer
       dengan cara diidlofahkan dan dalam bentuk mufrod, contoh :



    Tamyiz dari 'adad sebelas (11) sampai sembilan puluh sembilan (99) itu
       harus       dibaca   nashob   dan    dalam   bentuk   mufrod,   contoh   :



    Tidak ada tamyiz bagi bilangan satu dan dua.
2. Tamyiz yang berfungsi menjelaskan ukuran sesuatu yang belum jelas,
   ukuran tersebut adakalanya yang berupa :
    Wazan (timbangan), contoh :

    Misahah (ukuran yang sebangsa meter), contoh :

    Kail (takaran), contoh :

    Miqyas (perbandingan), contoh :

3. Tamyiz yang berfungsi menjelaskan serupanya ukuran, adakalanya yang
   berupa :
    Serupanya wazan, contoh :

    Serupanya misahah, contoh :

    Serupanya kail, contoh :




                                       3
        Serupanya miqyas, contoh :

   4. Tamyiz yang menunjukkan arti menyamakan, contoh :                            , dan

       menunjukkan arti membedakan, contoh :

   5. Tamyiz yang menjelaskan sesuatu yang menjadi cabang dari tamyiz,
       contoh:

       Semua tamyiz dzat boleh dijerkan oleh dengan         kecuali tamyiz adad.

       Tamyiz nisbat / jumlah itu ada dua macam, yaitu : (1) manqul (pindahan
   dari sesuatu) dan, (2) Ghoiru manqul (tidak pindahan dari sesutau apapun),
   contoh :                  ,               . Tamyiz ghairu manqul boleh dijerkan

   dengan     , contoh ;               .

       Adapun yang manqul itu dibagi menjadi tiga bagian, yaitu :
   1. Pindahan dari fa'il, seperti contoh :                        dari asal susunan

                       . Lafadz     asalnya adalah berkedudukan sebagai fa'il lalu

       dipindah / diubah menjadi tamyiz.
   2. Pindahan dari maf'ul bih, seperti contoh :                            dari asal

       susunan                    . Lafadz       asalnya adalah berkedudukan sebagai

       maf'ul bih, lalu dipindah / diubah menjadi tamyiz.
   3. Pindahan dari mubtada' seperti contoh :                 dari asal susunan

            , lafadz        asalnya adalah berkedudukan sebagai mubtada', lalu

       dipindah menjadi tamyiz, dan hukumnya wajib dibaca nashob.
       Tamyiz manqul itu tidak boleh dijerkan dengan huruf jer       .

C. Syarat-syarat Tamyiz
       Tamyiz itu harus berada setelah amilnya akan tetapi diperbolehkan
        menempatkan tamyiz di tengah-tengah (antara amil dan shohibut tamyiz),
        contoh :




                                             4
       Tamyiz itu harus berupa isim jamid, akan tetapi tamyiz itu terkadang
        berupa isim musytaq apabila             berupa isim sifat yang menggantikan
        maushufnya, contoh :               asalnya                  .

       Tamyiz itu harus berupa isim nakiroh, akan tetapi terkadng tamtiz itu
        berupa isim ma'rifat secara lafdzi sedang secara maknawi masih berupa
        isim nakiroh, contoh :

       Tamyiz itu harus dibaca nashob apabila jatuh setelah lafadz yang
        diidlofahkan, seperti firman Allah :                                    , dan

        juga harus dibaca nashob apabila berupa tamyiz manqul yang merupakan
        pindahan dari mubtada', contoh :                 .


D. Kaidah-kaidah Tamyiz
       Apabila ada isim jatuh setelah kalimat yang menunjukkan ma'na ta'ajjub
        maka harus dijadikan tamyiz, contoh :                   ,

       Terkadang    tamyiz       itu   berfungsi    untuk   menguatkan,   contoh   :
                                    .



E. Nashib Tamyiz (yang menashobkan tamyiz)
       Yang menashobkan tamyiz dzat / mufrod itu adalah dzat yang ditamyizi
   tersebut (shohibut tamyiz), seperti contoh :                         , maka yang

   menashobkan tamyiz (          ) yaitu lafadz      (yang berkedudukan sebagai dzat

   yang ditamyizi / shohibut tamyiz) sedangkan yang menashobkan tamyiz nisbat /
   jumlah itu adalah amil yang jatuh sebelumny, seperti contoh :                    ,

   maka yang menashobkan tamyiz (           ) yaitu lafadz    (yang berfungsi sebagai

   amilnya).




                                            5
                                     BAB III
                                KESIMPULAN


– Tamyiz itu kadang-kadang berupa isim nakirom, akan tetapi tamyiz itu
   terkadang berupa isim ma‟rifat.
– Tamyiz itu seringkali dibaca nashob, akan tetapi tamyiz itu pada kondisi
   tertentu ia dibaca jer dengan cara diidlofahkan atau dijerkan dengan
   menggunakan huruf jer    .

– Tamyiz itu harus berada setelah amilnya namun diperbolehkan menempatkan
   tamyiz di tengah-tengah yakni antara amil dan shohibut tamyiz.
– Tamyiz itu ada dua macam, yaitu :
   1. Tamyiz dzat (disebut juga dengan tamyiz mufrod)
   2. Tamyiz nisbat (disebut juga dengan tamyiz jumlah)
– Tamyiz dzat dinashobkan oleh shohibut tamyiz, sedangkan tamyiz nisbat
   dinashobkan oleh amilnya.




                                        6
                            DAFTAR PUSTAKA


– Jamaluddin Muhammad bin Malik, Alfiyyah ibnu Malik
– Ahmad Al-Hasyimi, Al-Qawaid Al-Asasiyyah Lillughoh Al-Arobiyyah, Bairut
   : Darul Fikr.
– Shaleh, Moh. Maftuhin, Terjemah Nadzom Imriti, Kebonsari : –, 1989.




                                      7
                         TAMYIZ
 ”Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas dari Dosen Pembimbing”




                       Dosen Pembimbing :
                    Drs. KH. Muthoharun, Lc.




                              Oleh :
                        Achmad Siswanto




SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM BAHRUL ULUM
              TAMBAKBERAS JOMBANG
                              2009
                                                 DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL ..........................................................................................           i
DAFTAR ISI .....................................................................................................   ii


BAB I : PENDAHULUAN ...............................................................................                1


BAB II : PEMBAHASAN .................................................................................              2
             A. Pengertian Tamyiz ........................................................................         2
             B. Pembagian Tamyiz .......................................................................           2
             C. Syarat-syarat Tamyiz ....................................................................          4
             D. Kaidah-kaidah Tamyiz ..................................................................            5
             E. Nashib Tamyiz ..............................................................................       5


BAB III : KESIMPULAN ..................................................................................            6


DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................            7




                                                          ii

								
To top