Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

ASKEP KANKER

VIEWS: 795 PAGES: 30

									                 ASKEP KANKER PAYUDARA



A.   Pengertian

            Kanker payudara adalah sekelompok sel tidak normal pada payudara
     yang terus tumbuh berupa ganda. Pada akhirnya sel-sel ini menjadi bentuk
     bejolan di payudara. Jika benjolan kanker itu tidak dibuang atau terkontrol,
     sel-sel kanker bisa menyebar (metastase) pada bagian-bagian tubuh lain.
     Metastase bisa terjadi pada kelenjar getah bening (limfe) ketiak ataupun di
     atas tulang belikat. Selain itu sel-sel kanker bisa bersarang di tulang, paru-
     paru, hati, kulit, dan bawah kulit. (Erik T, 2005, hal : 39-40)

            Kanker payudara adalah pertumbuhan yang tidak normal dari sel-sel
     jaringan     tubuh   yang   berubah    menjadi    ganas.   (http//www.pikiran-
     rakyat.com.jam 10.00, Minggu Tanggal 29-8-2005, sumber : Harianto, dkk)

B.   Etiologi

                Etiologi kanker payudara tidak diketahui dengan pasti. Namun
      beberapa faktor resiko pada pasien diduga berhubungan dengan kejadian
      kanker payudara, yaitu :

      a. Tinggi melebihi 170 cm

          Wanita yang tingginya 170 cm mempunyai resiko terkena kanker
          payudara karena pertumbuhan lebih cepat saat usia anak dan remaja
          membuat adanya perubahan struktur genetik (DNA) pada sel tubuh
          yang diantaranya berubah ke arah sel ganas.
b. Masa reproduksi yang relatif panjang.

   1. Menarche pada usia muda dan kurang dari usia 10 tahun.
   2. Wanita terlambat memasuki menopause (lebih dari usia 60 tahun)

c. Wanita yang belum mempunyai anak

   Lebih lama terpapar dengan hormon estrogen relatif lebih lama
   dibandingkan wanita yang sudah punya anak.

d. Kehamilan dan menyusui

   Berkaitan erat dengan perubahan sel kelenjar payudara saat menyusui.

e. Wanita gemuk

   Dengan menurunkan berat badan, level estrogen tubuh akan turun
   pula.

f. Preparat hormon estrogen

   Penggunaan preparat selama atau lebih dari 5 tahun.

g. Faktor genetik

   Kemungkinan untuk menderita kanker payudara 2 – 3 x lebih besar
   pada wanita yang ibunya atau saudara kandungnya menderita kanker
   payudara.

(Erik T, 2005, hal : 43-46)
C.   Anatomi fisiologi

     1.   Anatomi payudara

                 Secara fisiologi anatomi payudara terdiri dari alveolusi, duktus
          laktiferus, sinus laktiferus, ampulla, pori pailla, dan tepi alveolan.
          Pengaliran limfa dari payudara kurang lebih 75% ke aksila. Sebagian
          lagi ke kelenjar parasternal terutama dari bagian yang sentral dan
          medial dan ada pula pengaliran yang ke kelenjar interpektoralis.

     2.   Fisiologi payudara

                 Payudara mengalami tiga perubahan yang dipengaruhi hormon.
          Perubahan pertama ialah mulai dari masa hidup anak melalui masa
          pubertas, masa fertilitas, sampai ke klimakterium dan menopause.
          Sejak pubertas pengaruh ekstrogen dan progesteron yang diproduksi
          ovarium dan juga hormon hipofise, telah menyebabkan duktus
          berkembang dan timbulnya asinus.

                 Perubahan kedua adalah perubahan sesuai dengan daur
          menstruasi. Sekitar hari kedelapan menstruasi payudara jadi lebih
          besar dan pada beberapa hari sebelum menstruasi berikutnya terjadi
          pembesaran maksimal. Kadang-kadang timbul benjolan yang nyeri dan
          tidak rata. Selama beberapa hari menjelang menstruasi payudara
          menjadi tegang dan nyeri sehingga pemeriksaan fisik, terutama
          palpasi, tidak mungkin dilakukan. Pada waktu itu pemeriksaan foto
          mammogram tidak berguna karena kontras kelenjar terlalu besar.
          Begitu menstruasi mulai, semuanya berkurang.
                     Perubahan ketiga terjadi waktu hamil dan menyusui. Pada
          kehamilan payudara menjadi besar karena epitel duktus lobul dan
          duktus alveolus berproliferasi, dan tumbuh duktus baru.

          Sekresi hormon prolaktin dari hipofisis anterior memicu laktasi. Air
          susu diproduksi oleh sel-sel alveolus, mengisi asinus, kemudian
          dikeluarkan melalui duktus ke puting susu. (Samsuhidajat, 1997, hal :
          534-535)

D.   Insiden

               Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa lima besar
      kanker di dunia adalah kanker paru-paru, kanker payudara, kanker usus
      besar dan kanker lambung dan kanker hati. Sementara data dari
      pemeriksaan patologi di Indonesia menyatakan bahwa urutan lima besar
      kanker adalah kanker leher rahim, kanker payudara, kelenjar getah bening,
      kulit dan kanker nasofaring (Anaonim, 2004).

               Angka kematian akibat kanker payudara mencapai 5 juta pada
      wanita. Data terakhir menunjukkan bahwa kematian akibat kanker
      payudara pada wanita menunjukkan angka ke 2 tertinggi penyebab
      kematian setelah kanker rahim. (http//www.pikiran-rakyat.com.jam 10.00,
      Minggu Tanggal 29-8-2005, sumber : Harianto, dkk)

E.   Patofisiologi

               Kanker payudara bukan satu-satunya penyakit tapi banyak,
      tergantung pada jaringan payudara yang terkena, ketergantungan
      estrogennya, dan usia permulaannya. Penyakit payudara ganas sebelum
      menopause berbeda dari penyakit payudara ganas sesudah masa
      menopause (postmenopause). Respon dan prognosis penanganannya
      berbeda dengan berbagai penyakit berbahaya lainnya.
              Beberapa tumor yang dikenal sebagai “estrogen dependent”
      mengandung reseptor yang mengikat estradiol, suatu tipe ekstrogen, dan
      pertumbuhannya dirangsang oleh estrogen. Reseptor ini tidak manual pada
      jarngan payudara normal atau dalam jaringan dengan dysplasia. Kehadiran
      tumor “Estrogen Receptor Assay (ERA)” pada jaringan lebih tinggi dari
      kanker-kanker    payudara      hormone     dependent.   Kanker-kanker   ini
      memberikan      respon       terhadap     hormone   treatment   (endocrine
      chemotherapy, oophorectomy, atau adrenalectomy). (Smeltzer, dkk, 2002,
      hal : 1589)

F.   Gejala klinik

              Gejala-gejala kanker payudara antara lain, terdapat benjolan di
      payudara yang nyeri maupun tidak nyeri, keluar cairan dari puting, ada
      perlengketan dan lekukan pada kulit dan terjadinya luka yang tidak
      sembuh dalam waktu yang lama, rasa tidak enak dan tegang, retraksi
      putting, pembengkakan lokal. (http//www.pikiran-rakyat.com.jam 10.00,
      Minggu Tanggal 29-8-2005, Harianto, dkk)

              Gejala lain yang ditemukan yaitu konsistensi payudara yang keras
      dan padat, benjolan tersebut berbatas tegas dengan ukuran kurang dari 5
      cm, biasanya dalam stadium ini belum ada penyebaran sel-sel kanker di
      luar payudara. (Erik T, 2005, hal : 42)




G.   Klasifikasi kanker payudara
     a) Tumor primer (T)

        1. Tx : Tumor primer tidak dapat ditentukan
        2. To : Tidak terbukti adanya tumor primer
        3. Tis : Kanker in situ, paget dis pada papila tanpa teraba tumor
   4. T1 : Tumor < 2 cm

       T1a : Tumor < 0,5 cm
       T1b : Tumor 0,5 – 1 cm
       T1c : Tumor 1 – 2 cm
   5. T2 : Tumor 2 – 5 cm
   6. T3 : Tumor diatas 5 cm
   7. T4 : Tumor tanpa memandang ukuran, penyebaran langsung ke
      dinding thorax atau kulit.

                T4a : Melekat pada dinding dada
                T4b : Edema kulit, ulkus, peau d’orange, satelit
                T4c : T4a dan T4b
                T4d : Mastitis karsinomatosis
b) Nodus limfe regional (N)

   1. Nx : Pembesaran kelenjar regional tidak dapat ditentukan
   2. N0 : Tidak teraba kelenjar axila
   3. N1 : Teraba pembesaran kelenjar axila homolateral yang tidak
      melekat.

      N2 : Teraba pembesaran kelenjar axila homolateral yang melekat
                satu sama lain atau melekat pada jaringan sekitarnya.

      N3 : Terdapat kelenjar mamaria interna homolateral

c) Metastas jauh (M)

   1. Mx : Metastase jauh tidak dapat ditemukan
   2. M0 : Tidak ada metastase jauh
   3. M1 : Terdapat metastase jauh, termasuk kelenjar subklavikula
H.    Stadium kanker payudara :

     1. Stadium I : tumor kurang dari 2 cm, tidak ada limfonodus terkena (LN)
        atau penyebaran luas.
     2. Stadium IIa : tumor kurang dari 5 cm, tanpa keterlibatan LN, tidak ada
        penyebaran jauh. Tumor kurang dari 2 cm dengan keterlibatan LN
     3. Stadium IIb : tumor kurang dari 5 cm, dengan keterlibatan LN. Tumor
        lebih besar dari 5 cm tanpa keterlibatan LN
     4. Stadium IIIa : tumor lebih besar dari 5 cm, dengan keterlibatan LN. semua
        tumor dengan LN terkena, tidak ada penyebaran jauh
     5. Stadium IIIb : semua tumor dengan penyebaran langsung ke dinding dada
        atau kulit semua tumor dengan edema pada tangan atau keterlibatan LN
        supraklavikular.
     6. Stadium IV : semua tumor dengan metastasis jauh.

        (Setio W, 2000, hal : 285)

I.    Pemeriksaan diagnostik

     1. Mammagrafi, yaitu pemeriksaan yang dapat melihat struktur internal dari
        payudara, hal ini mendeteksi secara dini tumor atau kanker.
     2. Ultrasonografi, biasanya digunakan untuk membedakan tumor sulit
        dengan kista.
     3. CT. Scan, dipergunakan untuk diagnosis metastasis carsinoma payudara
        pada organ lain
     4. Sistologi biopsi aspirasi jarum halus
     5. Pemeriksaan hematologi, yaitu dengan cara isolasi dan menentukan sel-sel
        tumor pada peredaran darah dengan sendimental dan sentrifugis darah.

     (Michael D, dkk, 2005, hal : 15-66)
                            J. Pencegahan

              Perlu untuk diketahui, bahwa 9 di antara 10 wanita menemukan
   adanya benjolan di payudaranya. Untuk pencegahan awal, dapat dilakukan
   sendiri.     Sebaiknya   pemeriksaan     dilakukan   sehabis   selesai   masa
   menstruasi. Sebelum menstruasi, payudara agak membengkak sehingga
   menyulitkan pemeriksaan. Cara pemeriksaan adalah sebagai berikut :

1. Berdirilah di depan cermin dan perhatikan apakah ada kelainan pada
   payudara. Biasanya kedua payudara tidak sama, putingnya juga tidak
   terletak pada ketinggian yang sama. Perhatikan apakah terdapat keriput,
   lekukan, atau puting susu tertarik ke dalam. Bila terdapat kelainan itu atau
   keluar cairan atau darah dari puting susu, segeralah pergi ke dokter.
2. Letakkan kedua lengan di atas kepala dan perhatikan kembali kedua
   payudara.
3. Bungkukkan badan hingga payudara tergantung ke bawah, dan periksa
   lagi.
4. Berbaringlah di tempat tidur dan letakkan tangan kiri di belakang kepala,
   dan sebuah bantal di bawah bahu kiri. Rabalah payudara kiri dengan
   telapak jari-jari kanan. Periksalah apakah ada benjolan pada payudara.
   Kemudian periksa juga apakah ada benjolan atau pembengkakan pada
   ketiak kiri.
5. Periksa dan rabalah puting susu dan sekitarnya. Pada umumnya kelenjar
   susu bila diraba dengan telapak jari-jari tangan akan terasa kenyal dan
   mudah digerakkan. Bila ada tumor, maka akan terasa keras dan tidak dapat
   digerakkan (tidak dapat dipindahkan dari tempatnya). Bila terasa ada
   sebuah benjolan sebesar 1 cm atau lebih, segeralah pergi ke dokter. Makin
   dini penanganan, semakin besar kemungkinan untuk sembuh secara
   sempurna. Lakukan hal yang sama untuk payudara dan ketiak kanan
   (www.vision.com jam 10.00, Minggu Tanggal 29-8-2005, sumber :
   Ramadhan)
1.
      1. Penanganan
                1. Pembedahan

1.
      1. Mastektomi parsial (eksisi tumor lokal dan penyinaran). Mulai dari
           lumpektomi sampai pengangkatan segmental (pengangkatan
           jaringan yang luas dengan kulit yang terkena).
      2. Mastektomi total dengan diseksi aksial rendah seluruh payudara,
           semua kelenjar limfe dilateral otocpectoralis minor.
      3. Mastektomi radikal yang dimodifikasi

           Seluruh payudara, semua atau sebagian besar jaringan aksial

1.
      1. Mastektomi radikal

           Seluruh payudara, otot pektoralis mayor dan minor dibawahnya :
           seluruh isi aksial.

1.
      1. Mastektomi radikal yang diperluas

           Sama seperti mastektomi radikal ditambah dengan kelenjar limfe
           mamaria interna.

1.
      1.
                1. Non pembedahan

1. Penyinaran
             Pada payudara dan kelenjar limfe regional yang tidak dapat
             direseksi pada kanker lanjut; pada metastase tulang, metastase
             kelenjar limfe aksila.

1. Kemoterapi

             Adjuvan sistematik setelah mastektomi; paliatif pada penyakit yang
             lanjut.

1. Terapi hormon dan endokrin

             Kanker yang telah menyebar, memakai estrogen, androgen,
             antiestrogen, coferektomi adrenalektomi hipofisektomi.

        (Smeltzer, dkk, 2002, hal : 1596 - 1600)

1. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan
        1. Pengkajian keperawatan

             Pengkajian mencakup data yang dikumpulkan melalui wawancara,
     pengumpulan       riwayat   kesehatan,   pengkajian   fisik,    pemeriksaan
     laboratorium dan diagnostik, serta review catatan sebelumnya.

             Langkah-langkah pengkajian yang sistemik adalah pengumpulan
     data, sumber data, klasifikasi data, analisa data dan diagnosa keperawatan.

1.
        1.
                 1. Pengumpulan data

        Adalah bagian dari pengkajian keperawatan yang merupakan landasan
        proses keperawatan. Kumpulan data adalah kumpulan informasi yang
        bertujuan untuk mengenal masalah klien dalam memberikan asuhan
        keperawatan .
1.
     1.
             1. Sumber data

     Data dapat diperoleh melalui klien sendiri, keluarga, perawat lain dan
     petugas kesehatan lain baik secara wawancara maupun observasi.

     Data yang disimpulkan meliputi :

1.
     1.
             1.
                    1. Data biografi /biodata

          Meliputi identitas klien dan identitas penanggung antara lain :
          nama, umur, jenis kelamin, agama, pendidikan, pekerjaan dan
          alamat.

1.
     1.
             1.
                    1. Riwayat keluhan utama.

          Riwayat keluhan utama meliputi : adanya benjolan yang menekan
          payudara, adanya ulkus, kulit berwarna merah dan mengeras,
          bengkak, nyeri.

1.
     1.
             1.
                    1. Riwayat kesehatan masa lalu

          Apakah pasien pernah mengalami penyakit yang sama sebelumnya.
          Apakah ada keluarga yang menderita penyakit yang sama .

1.
     1.
             1.
                    1. Pengkajian fisik meliputi :
                           1.
                                     1. Keadaan umum
                                     2. Tingkah laku
                                     3. BB dan TB
                                     4. Pengkajian head to toe
                    2. Pemeriksaan laboratorium
                           1.
                                     1. Pemeriksaan       darah    hemoglobin
                                        biasanya       menurun,        leukosit
                                        meningkat, trombosit meningkat jika
                                        ada penyebaran ureum dan kreatinin.
                                     2. Pemeriksaan urine, diperiksa apakah
                                        ureum dan kreatinin meningkat.
                                     3. Tes diagnostik yang biasa dilakukan
                                        pada penderita carsinoma mammae
                                        adalah sinar X, ultrasonografi, xerora
                                        diagrafi,      diaphanografi       dan
                                        pemeriksaan reseptor hormon.
                    3. Pengkajian      pola   kebiasaan    hidup    sehari-hari
                        meliputi :

1.
     1. Nutrisi
              Kebiasaan makan, frekuensi makan, nafsu makan, makanan
              pantangan, makanan yang disukai, banyaknya minum. Dikaji
              riwayat sebelum dan sesudah masuk RS.

1.
     1. Eliminasi

              Kebiasaan BAB / BAK, frekuensi, warna, konsistensi, sebelum
              dan sesudah masuk RS.

1.
     1.
              1.
                    1. Istirahat dan tidur

          Kebiasaan tidur, lamanya tidur dalam sehari sebelum dan sesudah
          sakit.

1.
     1.
              1.
                    1. Personal hygiene
                           1.
                                   1. Frekuensi mandi dan menggosok gigi
                                       dalam sehari
                                   2. Frekuensi mencuci rambut dalam
                                       seminggu
                                   3. Dikaji sebelum dan pada saat di RS
                    2. Identifikasi masalah psikologis, sosial dan spritual
                           1. Status psikologis
             Emosi biasanya cepat tersinggung, marah, cemas, pasien
             berharap cepat sembuh, merasa asing tinggal di RS, merasa
             rendah diri, mekanisme koping yang negatif.

1.
     1.
             1.
                    1.
                              1. Status sosial

             Merasa terasing dengan akibat klien kurang berinteraksi
             dengan masyarakat lain.

1.
     1.
             1.
                    1.
                              1. Kegiatan keagamaan

             Klien mengatakan kegiatan shalat 5 waktu berkurang.

1.
     1.
             1.
                    1. Klasifikasi Data

          Data pengkajian :

1.
     1.
             1.
                    1.
                              1.
                                  1.
                                          1. Data subyektif

            Data yang diperoleh langsung dari klien dan keluarga,
            mencakup hal-hal sebagai berikut : klien mengatakan nyeri
            pada payudara, sesak dan batuk, nafsu makan menurun,
            kebutuhan sehari-hari dilayani di tempat tidur, harapan klien
            cepat sembuh, lemah, riwayat menikah, riwayat keluarga.

1.
     1.
            1.
                   1.
                           1.
                                  1.
                                          1. Data obyektif

            Data yang dilihat langsung atau melalui pengkajian fisik atau
            penunjang meliputi : asimetris payudara kiri dan kanan, nyeri
            tekan pada payudara, hasil pemeriksaan laboratorium dan
            diagnostik.

1.
     1.
            1. Analisa Data

     Merupakan    proses    intelektual   yang   merupakan    kemampuan
     pengembangan daya pikir yang berdasarkan ilmiah, pengetahuan yang
     sama dengan masalah yang didapat pada klien.

1.
     1. Diagnosa keperawatan
1.
        1. Nyeri berhubungan dengan adanya penekanan massa tumor.
        2. Gangguan mobilitas fisik          berhubungan dengan imobilisasi
             lengan/bahu.
        3. Kecemasan berhubungan dengan perubahan gambaran tubuh.
        4. Gangguan harga diri berhubungan dengan kecacatan bedah
        5. Resiko infeksi berhubungan dengan luka operasi.
        6. Kurangnya pengetahuan tentang kondisi, prognosis, dan serta
             pengobatan     penyakitnya     berhubungan   dengan   kurangnya
             informasi.
        7. Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi berhubungan dengan
             intake tidak adekuat.

1.
        1. Perencanaan

              Perencanaan keperawatan adalah pengembangan dari pencatatan
     perencanaan perawatan untuk memenuhi kebutuhan klien yang telah
     diketahui.

     Pada perencanaan meliputi tujuan dengan kriteria hasil, intervensi,
     rasional, implementasi dan evaluasi.

1.
        1.
                  1. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan adanya
                     penekanan massa tumor ditandai dengan :

        1. DS : - Klien mengeluh nyeri pada sekitar payudara sebelah kiri
                    menjalar ke kanan.

        2. DO : - Klien nampak meringis
     - Klien nampak sesak

     - Nampak luka di verban pada payudara sebelah kiri

     Tujuan : Nyeri teratasi.

     Kriteria :

1.
     1.
             1.
                    1.
                            1.
                                 1. Klien mengatakan nyeri berkurang
                                      atau hilang
                                 2. Nyeri tekan tidak ada
                                 3. Ekspresi wajah tenang
                                 4. Luka sembuh dengan baik

     Intervensi :

1.
     1.
             1.
                    1.
                            1.
                                 1.
                                         1.
                                                    1. Kaji      karakteristik
                                                       nyeri,   skala   nyeri,
                                                       sifat nyeri, lokasi dan
                                                       penyebaran.
          Rasional : Untuk mengetahui sejauhmana perkembangan rasa nyeri
                         yang dirasakan oleh klien sehingga dapat dijadikan
                         sebagai acuan untuk intervensi selanjutnya.

1.
     1.
             1.
                    1.
                              1.
                                     1.
                                            1.
                                                    1. Beri     posisi     yang
                                                        menyenangkan.

          Rasional : Dapat mempengaruhi kemampuan klien untuk
                         rileks/istirahat secara efektif dan dapat mengurangi
                         nyeri.

1.
     1.
             1.
                    1.
                              1.
                                     1.
                                            1.
                                                    1. Anjurkan           teknik
                                                        relaksasi napas dalam.

          Rasional : Relaksasi napas dalam dapat mengurangi rasa nyeri dan
                         memperlancar sirkulasi O2 ke seluruh jaringan.

1.
     1.
             1.
                     1.
                               1.
                                      1.
                                              1.
                                                      1. Ukur tanda-tanda vital

          Rasional : Peningkatan tanda-tanda vital dapat menjadi acuan
                          adanya peningkatan nyeri.

1.
     1.
             1.
                     1.
                               1.
                                      1.
                                              1.
                                                      1. Penatalaksanaan
                                                         pemberian analgetik

          Rasional : Analgetik dapat memblok rangsangan nyeri sehingga
                          dapat nyeri tidak dipersepsikan.

1.
     1.
             1. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan imobilisasi
                  lengan/bahu.

     Ditandai dengan :

1.
     1.
             1.
                       1.
                                      1.
                                      

                                             1. DS :

    Klien mengeluh sakit jika lengan digerakkan.
    Klien mengeluh badan terasa lemah.
    Klien tidak mau banyak bergerak.

1.
        1.
                1.
                       1.
                                      1.
                                      

                                             1. DO : klien tampak takut
                                                 bergerak.

        Tujuan : Klien dapat beraktivitas

        Kriteria :

1. Klien dapat beraktivitas sehari – hari.
2. Peningkatan kekuatan bagi tubuh yang sakit.

        Intervensi :

1.
        1.
                1.
                       1.
                                      1.
                                      
                                            1.
                                                    1.
                                                         1. Latihan
                                                            rentang gerak
                                                            pasif sesegera
                                                            mungkin.

          Rasional : Untuk mencegah kekakuan sendi yang dapat berlanjut
                         pada keterbatasan gerak.

1.
     1.
             1.
                    1.
                                     1.
                                     

                                            1.
                                                    1.
                                                         1. Bantu       dalam
                                                            aktivitas
                                                            perawatan diri
                                                            sesuai
                                                            keperluan

          Rasional : Menghemat energi pasien dan mencegah kelelahan.

1.
     1.
             1.
                    1.
                                     1.
                                     
                                             1.
                                                      1.
                                                           1. Bantu
                                                              ambulasi   dan
                                                              dorong
                                                              memperbaiki
                                                              postur.

           Rasional : Untuk menghindari ketidakseimbangan dan keterbatasan
                         dalam gerakan dan postur.

    c. Kecemasan berhubungan dengan perubahan gambaran tubuh.

       Ditandai dengan :

1. DS :

   Klien mengatakan takut ditolak oleh orang lain.
   Ekspresi wajah tampak murung.
   Tidak mau melihat tubuhnya.

1. DO : klien tampak takut melihat anggota tubuhnya.

       Tujuan : Kecemasan dapat berkurang.

       Kriteria :

1. Klien tampak tenang
2. Mau berpartisipasi dalam program terapi

       Intervensi :

1. Dorong klien untuk mengekspresikan perasaannya.
            Rasional : Proses kehilangan bagian tubuh membutuhkan
                         penerimaan, sehingga pasien dapat membuat rencana
                         untuk masa depannya.

1. Diskusikan tanda dan gejala depresi.

            Rasional : Reaksi umum terhadap tipe prosedur dan kebutuhan
                         dapat dikenali dan diukur.

1. Diskusikan tanda dan gejala depresi

            Rasional : Kehilangan payudara dapat menyebabkan perubahan
                         gambaran diri, takut jaringan parut, dan takut reaksi
                         pasangan terhadap perubahan tubuh.

1. Diskusikan kemungkinan untuk bedah rekonstruksi atau pemakaian
    prostetik.

            Rasional : Rekonstruksi memberikan sedikit penampilan yang
                         lengkap, mendekati normal.

    d. Gangguan harga diri berhubungan dengan kecacatan bedah

       Ditandai dengan :

       1) DS : klien mengatakan malu dengan keadaan dirinya

       2) DO :

   Klien jarang bicara dengan pasien lain
   Klien nampak murung.

       Tujuan : klien dapat menerima keadaan dirinya.

       Kriteria :
     

             o

             

                     1. Klien tidak malu dengan keadaan dirinya.
                     2. Klien dapat menerima efek pembedahan.

     Intervensi :

1.
     1.
             1.
                     1. Diskusikan dengan klien atau orang terdekat respon
                         klien terhadap penyakitnya.

          Rasional : membantu dalam memastikan masalah untuk memulai
          proses pemecahan masalah

1.
     1.
             1.
                     1. Tinjau ulang efek pembedahan

          Rasional : bimbingan antisipasi dapat membantu pasien memulai
          proses adaptasi.

1.
     1.
             1.
                     1. Berikan dukungan emosi klien.

          Rasional : klien bisa menerima keadaan dirinya.

1.
       1.
               1.
                       1. Anjurkan keluarga klien untuk selalu mendampingi
                            klien.

            Rasional   :   klien     dapat   merasa   masih   ada   orang   yang
            memperhatikannya.

    e. Resiko infeksi berhubungan dengan luka operasi.

       Ditandai dengan :

1. DS : Klien mengeluh nyeri pada daerah sekitar operasi.
2. DO :

   Adanya balutan pada luka operasi.
   Terpasang drainase
   Warna drainase merah muda

       Tujuan : Tidak terjadi infeksi.

       Kriteria :

1. Tidak ada tanda – tanda infeksi.
2. Luka dapat sembuh dengan sempurna.

       Intervensi :

1. Kaji adanya tanda – tanda infeksi.

            Rasional : Untuk mengetahui secara dini adanya tanda – tanda
                           infeksi sehingga dapat segera diberikan tindakan
                           yang tepat.

1. Lakukan pencucian tangan sebelum dan sesudah prosedur tindakan.
           Rasional : Menghindari resiko penyebaran kuman penyebab
                        infeksi.

1. Lakukan prosedur invasif secara aseptik dan antiseptik.

           Rasional : Untuk menghindari kontaminasi dengan kuman
                        penyebab infeksi.

1. Penatalaksanaan pemberian antibiotik.

           Rasional : Menghambat perkembangan kuman sehingga tidak
                        terjadi proses infeksi.

   f. Kurangnya pengetahuan tentang kondisi, prognosis, dan serta
       pengobatan penyakitnya berhubungan dengan kurangnya informasi.

       Ditandai dengan :

1. DS : Klien sering menanyakan tentang penyakitnya.
2. DO : Ekspresi wajah murung/bingung.

       Tujuan : Klien mengerti tentang penyakitnya.

       Kriteria :

1. Klien tidak menanyakan tentang penyakitnya.
2. Klien dapat memahami tentang proses penyakitnya dan pengobatannya.

       Intervensi :

1. Jelaskan tentang proses penyakit, prosedur pembedahan dan harapan yang
   akan datang.
          Rasional : Memberikan pengetahuan dasar, dimana pasien dapat
                         membuat pilihan berdasarkan informasi, dan dapat
                         berpartisipasi dalam program terapi.

1. Diskusikan perlunya keseimbangan kesehatan, nutrisi, makanan dan
   pemasukan cairan yang adekuat.

          Rasional : Memberikan nutrisi yang optimal dan mempertahankan
                         volume sirkulasi untuk mengingatkan regenerasi
                         jaringan atau proses penyembuhan.

1. Anjurkan untuk banyak beristirahat dan membatasi aktifitas yang berat.

          Rasional   :   Mencegah     membatasi    kelelahan,    meningkatkan
                         penyembuhan, dan meningkatkan perasaan sehat.

1. Anjurkan untuk pijatan lembut pada insisi/luka yang sembuh dengan
   minyak.

          Rasional : Merangsang sirkulasi, meningkatkan elastisitas kulit,
                         dan   menurunkan      ketidaknyamanan    sehubungan
                         dengan rasa pantom payudara.

1. Dorong pemeriksaan diri sendiri secara teratur pada payudara yang masih
   ada. Anjurkan untuk Mammografi.

          Rasional : Mengidentifikasi perubahan jaringan payudara yang
                         mengindikasikan terjadinya/berulangnya tumor baru.

   g. Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi berhubungan dengan intake
       yang tidak adekuat, ditandai dengan :

1. DS :
    Klien mengeluh nafsu makan menurun
    Klien mengeluh lemah.

1. DO :

1.
        1.
                1.
                                1.
                                    Setengah porsi makan tidak dihabiskan
                                    Klien nampak lemah.
                                    Nampak         terpasang   cairan   infus   32
                                     tetes/menit.
                                    Hb 10,7 gr %.

        Tujuan : kebutuhan nutrisi terpenuhi

        Kriteria :

1. Nafsu makan meningkat
2. Klien tidak lemah
3. Hb normal (12 – 14 gr/dl)

        Intervensi :

1. Kaji pola makan klien

             Rasional : Untuk mengetahui kebutuhan nutrisi klien dan
             merupakan asupan dalam tindakan selanjutnya.

1. Anjurkan klien untuk makan dalam porsi kecil tapi sering

             Rasional : dapat mengurangi rasa kebosanan dan memenuhi
             kebutuhan nutrisi sedikit demi sedikit.
1. Anjurkan klien untuk menjaga kebersihan mulut dan gigi.

              Rasional : agar menambah nafsu makan pada waktu makan.

1. Anjurkan untuk banyak makan sayuran yang berwarna hijau.

              Rasional : sayuran yang berwarna hijau banyak mengandung zat
              besi penambah tenaga.

1. Libatkan keluarga dalam pemenuhan nutrisi klien

              Rasional : partisipasi keluarga dpat meningkatkan asupan nutrisi
              untuk kebutuhan energi.

1.
        1. Implementasi

              Implementasi merupakan tahap keempat dari proses keperawatan
     dimana      rencana     keperawatan    dilaksanakan     :      melaksanakan
     intervensi/aktivitas yang telah ditentukan, pada tahap ini perawat siap
     untuk melaksanakan intervensi dan aktivitas yang telah dicatat dalam
     rencana perawatan klien.

              Agar implementasi perencanaan dapat tepat waktu dan efektif
     terhadap biaya, pertama-tama harus mengidentifikasi prioritas perawatan
     klien, kemudian bila perawatan telah dilaksanakan, memantau dan
     mencatat      respons    pasien    terhadap    setiap       intervensi   dan
     mengkomunikasikan informasi ini kepada penyedia perawatan kesehatan
     lainnya. Kemudian, dengan menggunakan data, dapat mengevaluasi dan
     merevisi rencana perawatan dalam tahap proses keperawatan berikutnya.

1.
        1. Evaluasi
              Tahapan     evaluasi   menentukan    kemajuan     pasien   terhadap
       pencapaian hasil yang diinginkan dan respons pasien terhadap dan
       keefektifan   intervensi   keperawatan   kemudian    mengganti    rencana
       perawatan jika diperlukan.

              Tahap akhir dari proses keperawatan perawat mengevaluasi
       kemampuan pasien ke arah pencapaian hasil.

Daftar Pustaka:

Doenges M., (2000), Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi 3, EGC, Jakarta

Dixon M., dkk, (2005), Kelainan Payudara, Cetakan I, Dian Rakyat, Jakarta.

Mansjoer, dkk, (2000), Kapita Selekta Kedokteran, Edisi 3, Jakarta.

Sjamsuhidajat R., (1997), Buku Ajar Ilmu Bedah, Edisi Revisi, EGC, Jakarta

Tapan, (2005), Kanker, Anti Oksidan dan Terapi Komplementer, Elex Media
    Komputindo, Jakarta.
http://harnawatiaj.wordpress.com/2008/04/16/askep-kanker-payudara/

								
To top