ASKEP BRONCHOPNEUMONIA

Document Sample
ASKEP BRONCHOPNEUMONIA Powered By Docstoc
					      ASKEP
BRONCHOPNEUMONIA

     Isma Yuniar
• Pengertian
  Pneumonia adalah peradangan pada
  parenkim paru- paru yang umumnya terjadi
  pada masa kanak-kanak, tetapi frekuensi
  yang sering terjadi pada masa infant dan
  masa kanak-kanak.
Secara anatomis pneumonia dibedakan atas:

• Pneumonia Lobaris adalah infiltrat terdapat pada
  sebagian atau seluruh bagian paru.
• Bronko pneumonia adalah infiltrat tersebar pada kedua
  belahan paru. Dimulai pada bronkiolus terminalis, yang
  menjadi tersumbat oleh eksudat mukopurulent yang
  disebut juga “Lobular Pneumonia”.
• Interstitial Pneumonia adalah proses inflamasi yang
  lebih atau terbatas pada dinding alveolar dan jaringan
  peribroncial atau interlobular. Bronko pneumonia tidak
  jarang dapat terjadi sebagai penyakit primer atau sebagai
  penyakit sekunder/ komplikasi dari penyakit lain.
Organ pernafasan (jalan nafas terdiri dari:
•   Cavum nasal
•   Pharynx
•   Larinx
•   Bronkus
•   Bronchiolus
•   Alveoli
• Pada Bronko pneumonia yang terganggu adalah
  bronki dan alveoli. Bronkus mempunyai cincin
  tulang rawan dan lapis mukosanya yang
  mengandung cilia. Bronkus kanan lebih besar,
  lebih tegak dan lebih pendek. Oleh karena itu
  benda-benda asing akan lebih mudah terbawa ke
  dalam bronkus lkanan. Bronkus bercabang-
  cabang menjadi bronkiolus (pada kiri dua buah
  dan pada kanan tiga buah) untuk setiap lobus
  paru-paru, karena paru kiri terdiri atas dua lobus
  sedangkan paru kanan terdiri atas tiga lobus.
• Bronkiolus terbagi menjadi bronchi segmentarum
  untuk setiap segmenta (kiri delapan semen dan
  kanan sepuluh segmenta) “Bronkopulmonary
  segment”. Bronchi segmentorium kemudian
  bercabang menjadi bronchioli pengantar yang
  kemudian menjadi bronchioli respiratori.Pada
  ujung bronchioli respiratori terdapat kantong
  udara yaitu alveoli.
• Dalam setiap paru-paru terdapat sekitar 300 juta alveolus,
  karena alveolus pada hakikatnya merupakan suatu
  gelembung gas yang dikelilingi oleh jalinan kapiler, maka
  batas antara cairan dan gas membentuk suatu tegangan
  permukaan yang cenderung mencegah pengembangan
  pada waktu ekspirasi. Tetapi untunglah alveolus dilapisi
  oleh zat lipoprotein yang dinamakan surfactan, yang
  dapat mengurangi tegangan permukaan dan mengurangi
  resistensi terdapat pengembangan pada waktu inspirasi,
  dan mencegah kolaps alveolus pada waktu ekspirasi.
  Defisiensi surfactan dianggap sebagai faktor penring pada
  patogenesis sejumlah penyakit paru-paru.
• PATOFISIOLOGI
 BAKTERI PENYEBAB TERHISAP KE PARU – PARU PERIFER
 MELALUI SALURAN NAFAS SEHINGGGA MENYEBABKAN
 REAKSI PADA SEKITARNYA. DIMULAI DENGAN INFEKSI
 DI DALAM ALVEOLUS, MEMBRAN PARU MENJADI
 MERADANG DAN PORI – PORI BESAR, SEHINGGA CAIRAN,
 SEL DARAH MERAH DAN PUTIH KELUAR DARI DARAH,
 MASUK KEDALAM ALVEOLUS. JADI INFEKSI PADA
 ALVEOLUS MENYEBAR DENGAN PERLUASAN BAKTERI
 DARI ALVEOLUS KE ALVEOLUS
            ETIOLOGI
• VIRUS : VIRUS INFLUENZA, ADENOVIRUS,
  VERUS SITOMEGALIK
• BAKTERI : DIPLOCOCCUS PNEUMONIA,
  PNEUMOCOCCUS, HEMOPHILUS
  INFLUENZA
• JAMUR : HISTOPLASMA CAPSULATUM
• ASPIRASI : MAKANAN, KAROSEN (
  BENSIN, MINYAK TANAH )
• PENYAKIT MENAHUN, KKP, IMOBILITAS
  YANG LAMA
• Bronko pneumonia biasanya didahului oleh infeksi
  traktus respiratorius bagian atas selama beberapa hari.
  Suhu tubuh dapat naik sangat mendadak sampai 390 C –
  40o C dan kadang disertai kejang karena demam tinggi.
• Anak sangat gelisah, dispneu, pernafasan cepat dan
  dangkal disertai pernafasan cuping hidung serta sianosi
  sekitar hidung dan mulut. Kadang-kadang disertai diare
  dan muntah.
• Batuk biasanya tidak ditemukan pada permulaan
  penyakit, tetapi setelah beberapa hari mula-mula kering
  lalu produktif.
      TANDA DAN GEJALA
•   DEMAM TINGGI
•   GELISAH
•   DISPNEU
•   PERNAFASAN CEPAT DAN DANGKAL
•   PERNAFASAN CUPING HIDUNG
•   SIANOSIS
•   BATUK PRODUKTIF
•   RONCHI
           INSIDEN
• PN. BAKTERI LEBIH SERING
  DIJUMPAI DRPD PN VIRUS
• PNEUMONIA PNEUMOKOKUS
  MENCAKUP 90 % DARI PN
• PN AKAN LEBIH BERAT BILA
  TERJADI PADA BAYI DAN ANAK
  KECIL
          KOMPLIKASI
•   PN INTERSTISIAL MENAHUN
•   ATELEKTASIS
•   RUSAK JALAN NAFAS
•   EFUSI PLEURA
•   FIBROSIS PARU
    UJI LABORATORIUM DAN
          DIAGNOSTIK
•   FOTO TORAX
•   NILAI AGD
•   HITUNG DARAH LENGKAP
•   PEWARNAAN GRAM
•   TES KULIT UNTUK TUBERKULIN
•   JUMLAH LEUKOSIT
          PENGKAJIAN
PENGKAJIAN RESPIRATOR I :
• BERNAFAS : FREKUENSA NAFAS,
  KEDALAMAN,POLA NAFAS, RETRAKSI
  DADA, PERNAFASAN CUPING HIDUNG,
  POSISI YANG NYAMAN
• HASIL AUSKULTASI THORAKS : BUNYI
  NAFAS, BATUK
• TAMPILAN UMUM: CIANOSIS, AKTIVITAS
  TINGKAT, PRILAKU : APATIS, GELISAH ;
  TB DAN BB
• KAJI KEPATENAN JALAN NAFAS
• KAJI KEGAWATAN PERNAFASAN
• KAJI TANDA DEHIDRASI
• KAJI RESPON ANAK TERHADAP
  PENGOBATAN/HOSPITALISASI
• PERKEMBANGAN
• KEMAMPUAN KELUARGA UNTUK
  PENATALAKSANAAN DI RUMAH
PENGKAJIAN DATA PENDUKUNG :
• SISTEM CV : HR, TD,CIANOSIS
• PENCERNAAN : MUAL, ANOREKSI,
  MUNTAH, DISTENSI ABDOMEN
• MUSKULOSKELETAL : KEKUATAN
  OTOT
• AKTIVITAS ; INSOMNIA,
  KELEMAHAN
     KEMUNGKINAN DP
• JALAN NAFAS TD EFF BD AKUMULASI
  SEKRET
• POLA NAFAS TD EFF BD OEDEMA PADA
  JALAN NAFAS
• INTOLERANSI AKTIVITAS BD
  KELEMAHAN FISIK SEKUNDER THD O2
  JARINGAN KURANG
• RESIKO KEKURANGAN NUTRISI BD
  PENINGKATAN KEBUTUHAN BASAL
  METABOLISME

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:5003
posted:7/15/2011
language:Indonesian
pages:19