Efusi Pleura

					Efusi Pleura

   Suatu kondisi dimana terdapatnya cairan dalam rongga pleura

   Angka kejadian cukup tinggi.

   Dapat ditimbulkan oleh berbagai sebab, antara lain
    dekompensasi kordis, sindroma nefrotik, sirosis hepatic, dan
    TBC.

   Terapinya adalah dengan mengurangi jumlah cairan pleura yang
    terjadi yang mana merupakan penyebab dari proses penyakit
    tersebut.
Pengertian

 Ada dua penyebab terjadinya efusi pleura dengan sifat yang
  berbeda, yakni neoplastik dan non-neoplastik.
 Pada yang non-neoplastik dasarnya adalah bertambahnya
  permeabelitas kapiler pleura atau menurunnya tekanan osmotic
  intrakapiler pleura.
 Pada yang neoplastik cairan efusinya dapat berupa cairan
  transudat atau eksudat. Transudat hanya dapat dilewati oleh
  cairan saja tanpa disertai protein plasma. Pada yang neoplastik
  disebut juga dengan hemoragika oleh karena dapat pula dilewati
  oleh sel-sel darah, terutama eritrosit.
Transudat

Pada cairan transudat, selain memiliki serum protein yang rendah
  (dibawah 0,5), juga memiliki LDH yang rendah (dibawah 0,6).
  Penyebab utama terjadinya cairan transudat ini adalah :
 Dekompensasi kordis
 Sindroma nefrotik
 Sirosis hepatic
 Sindroma Meigs
 Akibat dari tindakan dialysis peritoneal
 Dapat pula oleh obstruksi dari traktus urinarius
Eksudat

Dasar dari pembentukan cairan eksudat ini adalah karena meningginya
   permeabilitas kapiler, sehingga kadar protein lebih tinggi dari 0,5 gram/100 cc
   cairan efusi dan kadar LDH lebih tinggi dari 0,6. bocornya pembuluh darah ini
   menyebabkan cairan eksudat kaya akan protein, sel dan berbagai debris.
   Cairan eksudat terjadi terutama pada proses infeksi paru. Salah satu bentuk
   dari cairan eksudat adalah apa yang disebut dengan efusi parapneumorik,
   yakni eksudat yang disertai dengan sel-sel inflamasi. Bentuk yang lainnya
   adalah empiema, yakni bukan saja diakibatkan oleh peradangan, akan tetapi
   ditemukannya bakteri yang dapat dibuktikan dengan terbentuknya empiema.
   Hal ini juga dapat melalui fase eksudat, dimana cairan yang masih steril akan
   berlanjut menjadi seropurulen, sehingga dapat ditemukan bakteri dan sel-sel
   PMN (Polimorphonuclear Neutrophyl Leukocytes). Fase parapneumonia ini
   ditandai dengan turunnya pH dan kadar glukosa, dan pada fase empiema
   ditandai dengan terjadinya konsolidasi yang disertai dengan penebalan pleura.
Terjadinya cairan eksudat antara lain disebabkan oleh
infeksi oaru akibat Pneumococcus, Staphylococcus,
Haemophyllus influenza dan Eschericia coli,
sedangkan dari kuman gram negative dapat disebabkan
oleh Pseudomonas.
Klinis

Sesak napas merupakan gejala yang utama, baik pada transudat
   maupun pada eksudat.
Transudat dapat terjadi dalam waktu 48 jam setelah dilakukan
   tindakan dialysis dan pada umumnya terjadi pada paru kanan.
Pada epiema gejalanya lebih hebat, yakni berupa panas, menggigil
   dan penurunan berat badan.
Diagnosis

 Hasil yang positif pada foto toraks dan tindakan pungsi
  merupakan suatu diagnosis pasti.
 Pada pemeriksaan fisik didapatkan suatu pekak pada perkusi
  dan suara pernapasan yang menghilang ditambah dengan
  egofoni/friksion rub/crakel pada auskulturasi,
 Pada foto toraks harus dapat dibuktikan adanya cairan
  meniscus.
 Gerakan cairan dapat dibuktikan dengan melakukan foto lateral
  dekubitus.
 Pemeriksaan dengan USG dan CT-scan penting dalam
  mengetahui lokasi cairan untuk tujuan pungsi, terutama untuk
  cairan yang terdapat pada beberapa tempat (lokulasi).
Efusi oleh karena Neoplasma

Sembilan puluh persen (90%) dari proses keganasan pada
  permulaannya adalah diketemukannya cairan eksudat yang
  kemudian menjadi cairan yang hemoragik. Cairan hemoragik
  yang terdapat pada efusi pleura akibat dari adenokarsinoma
  dapat berasal dari berbagai organ tubuh. Untuk membuktikan
  bahwa cairan pleura yang terjadi adalah oleh karena keganasan
  maka harus dapat dibuktikan dengan melakukan pemeriksaan
  sitologi. Angka ini akan menjadi lebih tinggi apabila disertai
  dengan biopsy pleura, yakni berkisar antara 70-90%.
Torakosintesis
Suatu tindakan pengambilan cairan pleura yang bertujuan untuk
  membedakan apakah cairan tersebut transudat, eksudat atau
  empiema. Disamping itu juga dilakukan berbagai pemeriksaan
  kimia dari cairan pleura, antara lain glukosa, pH dan kadar LDH,
  selain pemeriksaan leukosit bakteriologi, sitologi dan mikosis.
Terapi

 Bila cairan yang terjadi tidak banyak, maka cukup
  diberikan kemoterapi untuk mengontrol jumlah cairan pada
  efusi pleura
 Bila cairan yang terjadi lebh banyak dan sampai
  menibulkan gejala ekspansi cairan, maka dialkukan
  tindakan pungsi
 Bila cairan yang terjadi terlalu banyak, dimana perlu
  dilakukan tindakan pungsi yang berulang-ulang sehingga
  dapat menyebabkan gangguan elektrolit, maka perlu
  dilakukan pleurosiderosis, asal saja harus diingat tidak
  terdapat perlengketan pleura (lokulasi) dan atelektasis yang
  terjadi bukan disebabkan oleh obstruksi bronkus. Cara ini
  tingkat manfaanya adalah sebesar 75%.
Hubungan antara susunan kimia dari cairan pleura dengan
  pemasangan WSD :
 Pada eksudat bila pH lebih kecil dari 7,20, glukosa lebih besar
  dari 40 mg% dan LDH lebih kecil dari 1.000 UI/liter, maka tidak
  perlu dilakukan pemasangan WSD, oleh karena memberi reaksi
  yang baik terhadap pengobatan.
 Bila pH lebih kecil dari 7,00 dan glukosa lebih rendah dari 40
  mg%, maka efusi pleura tersebut merupakan komplikasi dan
  perlu segera dipasang WSD.
 Bila pH lebih kecil dari 7,30 dan konsentrasi glukosa lebih kecil
  dari 60 mg%, disertai dengan sitologi yang positif, maka perlu
  dilakukan pleurosiderosis, oleh karena terjadi pembentukan
  cairan yang intensif.
Underwater seal (WSD) adalah cara yang paling
 efektif untuk membuat katup (valve), dimana
 cairan dan udara dapat dikeluarkan dari toraks.

Dalam melakukan pemasangan WSD harus diingat :
 Harus tidak ada kebocoran
 Diklem bila botol tidak digunakan
 Posisi botol harus dibawah toraks
 Metoda harus asepsis
 Drain harus diangkat setelah 24 jam
 Pipa dada harus diganti setelah 7-10 hari digunakan

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:370
posted:7/15/2011
language:Indonesian
pages:17