Docstoc

polio

Document Sample
polio Powered By Docstoc
					Seputar Polio

Apakah Polio itu ?
Poliomyelitis (polio) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan
sebagian besar menyerang anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Polio tidak ada
obatnya, pertahanan satu-satunya adalah imunisasi.

Virus polio masuk ke tubuh melalui mulut, dari air atau makanan yang tercemar
kotoran penderita polio. Juga disebabkan kurang terjaganya kebersihan diri dan
lingkungan.

Virus ini menyerang system syaraf dan bisa menyebabkan kelumpuhan seumur
hidup dalam waktu beberapa lama.


Bagaimana Gejala Polio?
• Demam
• Rasa lelah
• Sakit kepala
• Muntah-muntah
• Rasa kaku pada leher
• Rasa sakit pada kaki atau tangan


Bagaimana mencegah dan membasmi polio dari muka bumi?
Satu-satunya cara mencegah dan membasmi polio adalah melalui pemberian
vaksin polio, yaitu :
• Pemberian imunisasi polio lengkap kepada bayi (usia kurang dari 12 bulan)
melalui program imunisasi rutin, atau
• Pemberian imunisasi polio kepada bayi dan balita (usia 0 – 59 bulan) melalui
imunisasi massal, yang disebut PIN (Pekan Imunisasi Nasional)


Apakah PIN 2006 itu?
PIN (Pekan Imunisasi Nasional) adalah hari-hari yang dicanangkan secara
nasional untuk memberikan imunisasi polio dengan 2 (dua) tetes vaksin polio
kepada semua bayi dan balita (usia 0 – 59 bulan). Adalah sangat penting bagi
para orang tua untuk membawa setiap bayi dan balita ke pos PIN terdekat untuk
memastikan anak-anaknya mendapatkan perlindungan terhadap polio.


Apakah Vaksin Polio Aman?
Vaksin polio sangatlah aman dan efektif bagi anak-anak, bahkan yang sedang
sakit.



http://www.submitlist.info
Pastikan imunisasi polio diberikan kepada anak walaupun mereka sedang sakit
batuk, pilek, atau diare. Dan pastikan pula anak Anda memperoleh imunisasi
penuh, karena setiap dosis tambahan akan memberikan perlindungan lebih bagi
anak-anak.


Mengapa perlu PIN lagi?
• Setelah selama 10 tahun Indonesia bebas polio, penyakit ini kembali
menyerang Indonesia dan telah melumpuhkan lebih dari 300 anak.
• Virus polio mencari kelompok-kelompok anak yang tidak terimunisasi di
Indonesia.
• Penyakit polio SANGAT MENULAR. Satu orang anak yang belum diimunisasi
berisiko menimbulkan penyakit polio pada anak-anak disekitarnya.

Karenanya, PIN datang lagi untuk melindungi anak cucu kita dari ancaman
penyakit polio dan memutuskan mata rantai penyebaran virus polio di Indonesia,
sehingga Indonesia benar-benar bebas polio.


Bagaimana Pelaksanaan PIN 2006?
• PIN dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dalam 2 (dua) putaran
lanjutan. Putaran IV tanggal 27 Februari 2006 dan putaran V tanggal 12 April
2006.
• Pelayanan imunisasi polio dilakukan di pos PIN yang berlokasi di Posyandu,
Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Rumah Sakit, dan tempat-tempat pelayanan
kesehatan lainnya, baik pemerintah maupun swasta.
• Tempat-tempat strategis lainnya diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai Pos
PIN, seperti terminal, stasiun, pasar, taman kanak-kanak, kelompok bermain,
panti asuhan, dan tempat penitipan anak dengan dukungan sumber daya dari
masyarakat dan pemerintah daerah.
• Pos PIN memberikan layanan imunisasi secara GRATIS.

Jangan ada lagi yang lumpuh seumur hidup karena Polio. Mari, Lindungi Anak-
anak Kita dari Polio………..! (ira, sumber : leaflet PIN)

www.tempointeraktif.com/hg/grafis/2005/05/09/grf,20050509-01,id.html - 43k –
www.promosikesehatan.com/artikel.php?nid=236 - 15k –
            INFO POLIO

Penyebab
Polio disebabkan oleh picarno virus,
mikroorganisme kecil yang dapat
melumpuhkan tubuh. Penyakitnya sendiri
disebut poliomielitis.

Penularan
Tertularnya melalui kontak antarmanusia,


http://www.submitlist.info
mengingat di luar tubuh virus ini hanya
bertahan hidup sebentar. Penyebaran
melalui rute orafecal (melalui makanan dan
minuman) dan percikan ludah, dahak atau
batuk. Kemudian virus ini masuk ke saluran
napas dan saluran cerna (tenggorokan dan
usus) selanjutnya menyebar ke kelenjar
getah bening (lymfe) dan lanjut ke
peredaran darah dan menyebar ke seluruh
tubuh dan tempat yg paling disenanginya
adalah jaringan saraf yaitu ke otak dan
sumsum tulang belakang.
Biasanya virus ini menyerang
simpul/serabut saraf di tungkai bawah kaki
sehingga saraf ini lemah tidak berfungsi
dan otot kaki pun jadi melemah/lumpuh. Di
samping kaki virus ini juga bisa menyerang
saraf tangan dan otak (saraf tenggorokan)
sehingga susah menelan dan bernapas
hingga mengakibatkan kematian.

Penampakan
Gejala akan muncul paling lambat dua
minggu setelah berkontak dengan
pembawa virus polio bahkan bisa lebih
cepat 2-5 hari saja. Biasanya tidak ada
gejala pada tahap awal, dan bisa juga
hanya demam, lemah, mengantuk, sakit
kepala, mual-muntah, diare/sembelit dan
sakit tenggorokan dan setelah itu pasien
akan sembuh dalam beberapa hari.
Namun bila virus menyerang saraf maka
akan dapat menyebabkan kelumpuhan.
Penderita bisa tanpa gejala awal dan
langsung menyebabkan kelumpuhan.
Penyakit ini belum ada obatnya!

Pencegahan
1. Imunisasi pada semua anak 4x sebelum
usia 1 tahun
2. Usia 1- 5 tahun, 2 x lagi tenggang waktu
1 bulan
3. Pembersihan lingkungan
4. Bagi anak yang sudah lengkap
imunisasinya cukup memperhatikan
kesehatan lingkungan dan nutrisinya
sehingga daya tahan tubuhnya baik.

www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2005/0520/kes2.html - 21k -

www.halalguide.info/content/view/120/55/ - 24k




http://www.submitlist.info
Polio Impor di Sukabumi
Senin, 09 Mei 2005 | 16:53 WIB


CARA PENULARAN POLIO
Polio disebabkan virus poliomyelitis. Satu dari 200 infeksi
berkembang menjadi kelumpuhan. Sebanyak 5-10 persen
pasien lumpuh meninggal ketika otot-otot pernapasannya
menjadi lumpuh. Kebanyakan menyerang anak-anak di
bawah umur tiga tahun (lebih dari 50 persen kasus), tapi
dapat juga menyerang orang dewasa. Pencegahan dengan
vaksinasi secara berkala, idealnya pada masa kanak-kanak.

                                 PENULARAN
                                 A Virus masuk ke tubuh melalui mulut, bisa
                                 dari makanan atau air yang tercemar virus.
                                 B Virus ditemui di kerongkongan dan
                                 memperbanyak dirinya di dalam usus.
                                 C Menyerang sel-sel saraf yang
                                 mengendalikan otot, termasuk otot yang
                                 terlibat dalam pernapasan.

                                 VIRUS POLIO
                                 Ada tiga tipe virus: tipe 1, 2, dan 3. Tipe 1
                                 adalah yang terganas dan umum terjadi.
                                 Tipe 2 tak pernah terdeteksi di seluruh
                                 dunia sejak 1999.




http://www.submitlist.info
                                  SIKLUS HIDUP VIRUS POLIO
                                  1Satu virus polio mendekati
                                  sebuah sel saraf melalui aliran
                                  darah.
                                  2 Reseptor-reseptor sel saraf
                                  menempel pada virus.
                                  3 Capsid (kulit protein) dari
                                  virus pecah untuk melepaskan
                                  RNA (materi genetik) ke dalam
                                  sel.
                                  4 RNA polio bergerak menuju
                                  sebuah ribosom-stasiun
                                  perangkai protein pada sel.
                                  5 RNA polio menduduki ribosom
                                  dan memaksanya untuk
                                  membuat lebih banyak RNA dan
                                  capsid polio.
                                  6 Capsid dan RNA polio yang
                                  baru bergabung untuk
                                  membentuk virus polio baru.
                                  7 Sel inang membengkak dan
                                  meledak, melepaskan ribuan
                                  virus polio baru kembali ke
                                  aliran darah.


FAKTA
Banyak jenis sel manusia memiliki reseptor yang cocok
dengan virus polio; tak diketahui mengapa virus suka
neuron motorik ketimbang sel lain.

Dari 200 virus yang bertemu sel, hanya satu yang sukses
masuk dan bereplikasi.

Di kultur jaringan, dalam 6-8 jam, virus berbiak menjadi
10-100 ribu partikel virus per sel.

Sistem kekebalan tubuh melindungi diri dengan
memproduksi antibodi yang
melawan protein yang ditutupi virus, mencegah virus
berinteraksi dengan sel yang lain.

Orang yang pernah terinfeksi, kebal terhadap infeksi dari
tipe virus yang sama.


http://www.submitlist.info
www.tempointeraktif.com/hg/grafis/2005/05/09/grf,20050509-01,id.html - 43k –




http://www.submitlist.info

				
DOCUMENT INFO