Docstoc

skripsi - DOC

Document Sample
skripsi - DOC Powered By Docstoc
					BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pelajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu aspek penting yang perlu diajarkan kepada siswa di sekolah. Mata pelajaran ini diberikan sejak masih di bangku SD hingga SMA. Siswa diharapkan mampu menguasai, memahami, dan dapat mengiplementasikan keterampilan berbahasa, seperti membaca, menyimak, menulis, dan berbicara dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pada hakikatnya, belajar bahasa adlah belajar berkomunikasi. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan bahasa Indonesia, baik secara lisan maupun tertulis (Depdikbud, 1995:9). Kemampuan menggunakan bahasa untuk berkomunikasi merupakan tujuan yang harus dicapai dalam pembelajaran behasa. Untuk mencapai tujuan itu diperlukan pendekatan dalam pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Untuk itu, dalam kurikulum pendidikan dasar 2004 rambu-rambu pembelajaran bahasa dianjurkan agar dalam pelaksanaannya mencakup aspek mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan sastra Indonesia serta dapat dipadukan atau dapat dikaitkan dengan mata pelajaran lain, seperti IPA, IPS, dan matematika (Depdikbud, 1995:12). Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar adalah untuk memberikan dampak pengiring (nurturant effect) yang berupa pertumbuhan dan perkembagan kemampuan komunikatif siswa dalam berbahasa, baik lisan maupun tertulis. Kenyataan dilapangan menunjukkan tujuan pembelajaran bahasa Indonesia yang dicapai masih berhenti pada tuntasnya evaluasi (instructional objective) yang berupa ujian akhir sekolah atau ujian sejenisnya yang ditandai dengan lulus ujian mata pelajaran bahasa Indonesia (Slamet, 2006:14). Pencapaian tujuan pembelajaran bahasa Indonesia yang hanya berhenti pada evaluasi kurang bisa menggambarkan kemampuan komunikasi dalam bahasa Indonesia.hal tersebut ditunjukkan oleh masih banyaknya fenomena yang menunjukkan ketidakmampuan siswa dalam berkomunikasi dalam bahasa Indonesia, dalam berbagai aspek, baik secara reseptif maupun ekspresif. Di sekolah dasar (SD), mata pelajaran bahasa Indonesia termasuk dalam mata pelajaran normative. Mata pelajaran ini merupakan salah satu mata pelajaran wajib. Melalui mata pelajaran bahasa Indonesia siswa diharapkan mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar karena penguasaan bahasa Indonesia secara baik dan benar merupakan tuntutan dalam dunia kerja. Oleh karena itu, dalam pembelajaran bahasa Indonesia, siswa diarahkan, dibimbing, dan dibantu untuk benar-benar menguasai bahasa Indonesia dan dilatih untuk menggunakannya dalam berkomunikasi, baik secara lisan maupun tertulis. Tujuan khusus pembelajaran bahasa Indonesia dalam kurikulum SD Edisi 2004 diantaranya adalah sebagai berikut. 1. Siswa dapat mengucapkan kata bahasa Indonesia dengan lafal yang wajar. 2. siswa mampu melafalkan kalimat bahasa Indonesia dengan intonasi yang wajar dan sesuai denagn konteksnya. 3. siswa mampu memahami ciri-ciri kalimat berita, kalimat perintah, kalimat tanya, dan dapat menggunakannya. 4. Siswa dapat memahami bahwa pesan atau perasaan yang sama dapat diungkapkan dalam berbagai bentuk kalimat serta dapat mengguanakannya dalam kehidupan seharihari. Kenyataannya masih banyak siswa ataua tamatan sekolah dasar (SD) yang belum dapat menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar dalam berkomunikasi. Bahkan, prestasi belajar atau nilai siswa dalam mata plajaran bahasa Indonesia masih tergolong belum memuaskan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan belumberhasilnya pembelajaran atau pengajaran, termasuk pembelajaran bahasa Indonesia. Faktor itu berupa faktor internal, faktor yang berasal dari dalam diri siswa seperti minat belajar, motivasi belajar, kejiwaan, dan sebagainya; maupun faktor eksternal yang dapat berupa ketersediaan sarana dan

prasarana belajar, metode, dan sebagainya. Peran guru bahasa Indonesia juga tak lepas dari sorotan, mengingat guru merupakan tokoh sentral dalam pengajaran. Percival dan Ellington (dalam Alwasilah,1998:76) menyatakan bahwa tindakan yang strategis terhadap pembelajaran bahasa Indonesia ini menyangkut sejumlah komponen : guru beserta pendekatan yang dimiliki, metode yang dipilih, sumber belajar yang digunakan, dan sistem evaluasi yang diterapkan. Keterampilan menulis kalimat oleh siswa sekolah dasar, sampai saat ini masih sangat memprihatinkan. Kekurangterampilan menulis kalimat oleh siswa sekolah dasar kelas III disebabkan oleh kekurangtepatan guru memilih pendekatan selama kegiatan belajar mengajar. (sutriasih) Sehubungan dengan itu, dalam kegiatan pengajaran diharapkan guru memilih metode dan teknik tang tepat, sesuai dengan yang disampaikan. Dengan memilih metode , teknik, strategi pembelajaran yang tepat diharapkan siswa tertarik, berminat dan termotivasi sehingga mudah memahami materi yang disampaikan guru. Motivasi belajar siswa juga berpengaruh terhadap prestasi atau hasil belajarnya. Seseorang yang memiliki motivasi berprestasi tinggi akan memperoleh hasil yang baik dibandingkan dengan mereka yang memiliki motivasi berprestasi yang rendah. Dalam pembekajaran, guru memerlukan waktu khusus untuk mengajarkan keterampilanketerampilan tertentu kepada kelompok anak atau seluruh anak dikelas. Dalam keseluruhan program pembelajaran bahasa kegiatan terarah kadang-kadang berwujud pembelajaran strategi menyusun kalimat. Penguasaan kalimat bagi siswa di sekolah dasar merupakan penguasaan yang penting untuk dimiliki. Penguasaan kalimat merupakan salah saut standar kompetensi belajar. Di setiap tingkat pengajaran kalimat disampaikan sesuai dengan taraf perkemabangan siswa. Acap kli kurangnyya kemampuan penguasaan kalimat menjadi penyebab rusaknya “pemahaman siswa berkenaan dengan bahasa Indonesia. Lebih lanjut pengaruh rusaknya “pemahaman” siswa itu berdampak pada ketermpilan lainnya seperti berbicara dan menulis. Dengan kata lain, pemahaman kalimat akan membantu siswa memahami materi kelas tinggi. Guru hendaknya memilih dan menggunakan metode yang dapat merangsang, menumbuhkan motivasi belajar siswa, membuat kegiatan pembelajaran menjadi menyenangkan. Tak dapat disangkal, dunia anak adalah dunia bermain. Untuk itu guru hendaklah dapat memadukan pembelajaran dengan permainan yang dapat memotivasi prestasi siswa. Permaianan dalam pengajaran bahasa, sebenarnya sudah bisa dilakukan oleh para guru dari sejak mulai mengabsen siswanya. Siswa yang dipanggil namanya diminta menjawab pertanyaan guru dengan menggunakan kalimat lengkap. Dengan demikian, siswa dilatih untuk membuat kalimat dengan menggunakan subjek, predikat, objek atau keterangan, tidak hanya menjawab dengan kalimat pendek saja. Kebiasaan mengguanakan struktur kalimat yang lengkap ini pun berguna untuk melatih siswa agar berpikir dengan lengkap dan terstruktur. Dengan suasana belajar yang demikian diharapkan siswa aka senang terhadap materi pelajaran yang disampaikan guru dan pada akhirnya prestasi belajarnya akan baik. Pengguanaan metode “mozaik” akan sangat tepat untuk menciptakan suasana pembelajaran yang baik. Metode “mozaik” merupakan salah satu metode pembelajaran yang akan dapat menciptakan suasana atau kegiatan pembelajaran menjadi aktif, kreatif, efektif,efisien, dan menyenangkan. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, masalah-masalah yang muncul dapat diidentifikasikan sebagai berikut. 1. Bagaimanakah kemampuan siswa kelas III SDN Takeran dalam menyusun kalimat bahasa Indonesia pada umumnya? 2. Apakah pengguanaan metode “mozaik” dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas III SDN Takeran? 3. Apakah penggunaan metode “mozaik” dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas III SDN Takeran? C. Batasan Masalah

Untuk menuju sasaran yang jelas, masalah ini dibatasi pada beberapa aspek yang berkaitan dengan kemampuan dan prestasi siswa dalam menyusun kalimat bahasa Indonesia. Masalah tersebut dibatasi pada aspek-aspek sebagai berikut. 1. Objek Penelitian Yang menjadi objek penelitian sebagai berikut. a. Kemampuan siswa dalam menyusun kalimat bahasa Indonesia b. Penggunaan metode “mozaik” 2. Subjek Penelitian Yang menjadi subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SDN Takeran. D. Rumusan Masalah Sesuai dengan latar belakang masalah, identifikasi masalah, dan pembatasan masalah maka perumusan masalah penelitian ini sebagai berikut. 1. Bagaimanakah kemampuan menyusun kalimat bahasa Indonesia siswa kelas III SDN Takeran? 2. Bagaimanakah penggunaan metode “mozaik” dalam menyusun kalimat bahasa Indonesia pada siswa kelas III SDN Takeran? 3. Bagaimanakah pengaruh penggunaan metode “mozaik” terhadap kemampuan menyusun kalimat bahasa Indonesia siswa kelas III SDN Takeran? E. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini sebagai berikut. 1. Mengetahui kemampuan menyusun kalimat bahasa Indonesia siswa kelas III SDN Takeran. 2. Mengetahui penggunaan metode “mozaik” dalam menyusun kalimat bahasa Indonesia pada siswa kelas III SDN Takeran. 3. Mengetahui pengaruh penggunaan metode “mozaik” terhadap kemampuan menyusun kalimat bahasa Indonesia siswa kelas III SDN Takeran. F. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memiliki beberapa manfaat. 1. Bagi Siswa a. Memberikan sajian yang menarik dan memperhatikan modalitas belajar siswa, dan b. Meningkatkan hasil belajar atau prestasi belajar siswa. 2. Bagi Guru a. Menemukan alternatif model pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa, b. Mengatasi problem pembelajaran yang selama ini banyak dikeluhkan terutama berkaitan dengan ketidakberhasilan pembelajaran bahasa Indonesia. 3. Bagi Sekolah a. Memberi masukan bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas dan hasil belajar siswa, dan b. Sebagai sarana pemberdayaan untuk meningkatkan kerja sama dan kreatifitas guru, terutama kelompok atau musyawarah guru mata pelajaran sejenis.


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:5698
posted:7/15/2009
language:Indonesian
pages:3
Description: skripsi