Prospek Telemedicine di Era 3G

Description

artikel di Kompas tentang prospek telemedicine dengan adanya perkembangan 3G di Indonesia

Reviews
Shared by: anis fuad
Stats
views:
171
rating:
not rated
reviews:
0
posted:
7/14/2009
language:
Bahasa Indonesia
pages:
0
Prospek "Telemedicine" di Era 3G - Senin, 18 Desember 2006 http://74.125.153.132/search?q=cache:Iqd9w__Ck4oJ:www2.kompas.co... Ini adalah tembolok Google' untuk http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0612/18/tekno/3176211.htm. Gambar ini adalah jepretan laman seperti yang ditampilkan pada tanggal 22 Mei 2009 07:32:38 GMT. Sementara itu, halaman tersebut mungkin telah berubah. Pelajari Selengkapnya Berikut adalah frasa penelusuran yang disorot: anis fuad telemedicine 3g Versi hanya teks Teknologi Informasi Rubrik Berita Utama Bisnis & Keuangan Humaniora International Laporan Akhir Tahun Metropolitan Nusantara Olahraga Opini Politik & Hukum Sosok Sumatera Bagian Selatan Sumatera Bagian Utara Berita Yang lalu Anak Asuransi Audio Visual Bahari Bentara Bingkai Dana Kemanusiaan Didaktika Ekonomi Internasional Ekonomi Rakyat Fokus Furnitur Ilmu Pengetahuan Interior Jendela Kesehatan Laporan Khusus Aceh Baru Laporan Khusus Hidup Bersama Bencana Lingkungan Lintas Timur Barat Makanan dan Minuman Muda Musik Otomotif Otonomi Pendidikan Pendidikan Dalam Negeri Pendidikan Informal Pendidikan Luar Negeri Perbankan Senin, 18 Desember 2006 Search : Kirim Query Prospek "Telemedicine" di Era 3G Meskipun kehadirannya disambut dengan penuh harap, kemampuan 3G untuk meningkatkan produktivitas masih diragukan (Kompas, 27/11/2006). Hal ini juga ditunjukkan oleh iklan 3G di teve yang tidak jauh-jauh dari entertainment dan fun. Manfaat 3G untuk aktivitas yang lebih serius (baca: meningkatkan produktivitas) belum dipromosikan secara optimal. Salah satunya adalah untuk telemedicine. Telemedicine pada prinsipnya adalah penyelenggaraan pelayanan kedokteran secara jarak jauh. Bentuknya bisa bermacam-macam, ada yang berlangsung secara real time ada pula yang tidak (asynchronous). Fungsinya pun bervariasi, dapat berupa telelearning (untuk mendukung pembelajaran/pendidikan kedokteran), telekonsultasi (konsultasi kedokteran jarak jauh dengan dokter spesialis atau yang lebih berpengalaman), sampai ke pelayanan kedokteran langsung seperti telesurgery (praktik bedah jarak jauh). Hampir semua spesialisasi dalam kedokteran dapat menerapkan telemedicine sehingga akan dikenal berbagai istilah seperti teleradiologi, telepsikiatri, telepatologi, sampai ke teledermatologi. Praktik kedokteran sebenarnya biasa menerapkan telemedicine menggunakan telepon, misalnya seorang dokter yunior atau perawat melakukan konsultasi pasien dengan dokter senior melalui telepon. Dokter dapat memberikan instruksi melalui telepon yang kemudian akan diikuti oleh pihak pertama. Teknologi informasi dan komunikasi dapat memfasilitasi komunikasi medis yang kompleks. Tidak hanya menyampaikan informasi secara lisan dari pihak pelapor, tetapi dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi, dokter di tempat yang jauh dapat menerima informasi medis yang lebih rinci. Dokter spesialis kulit dapat menyaksikan langsung gambaran rinci (bentuk, warna, regularitas) ujud kelainan kulit pasien yang dirujuk meskipun berada di tempat yang berbeda. Seorang ahli radiologi dapat membaca gambar film radiologis pasien yang dikirim dari sejawat atau fasilitas kesehatan lain secara cepat. Pada intinya, kebutuhan telemedicine tumbuh karena adanya kesenjangan pelayanan kesehatan. Umum tahu, persebaran dokter di Indonesia tidak merata, apalagi dokter spesialis. Dokter sebagai makhluk sosial memang cenderung hidup di daerah berkemampuan ekonomi baik. Database Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menunjukkan, jumlah spesialis Berita Lainnya : · Menuju Persimpangan Era Digital · Menikmati Panggilan Video Berkualitas · Memungkinkan Hal Baru Melalui Teknologi · Dunia Belajar kepada Bangsa Indonesia Teleponi · Menuai PDATinggi Kecepatan Dicari, Operator 3G · yang Mengerti Pelanggannya · Memotong Kesiapan Operator Memperluas Jangkauan Sinyal Prospek 3G · "Telemedicine" di Era Kecepatan, · Tembus Data Berbagi · FORM@T 1 dari 3 15/07/2009 10:42 Prospek "Telemedicine" di Era 3G - Senin, 18 Desember 2006 http://74.125.153.132/search?q=cache:Iqd9w__Ck4oJ:www2.kompas.co... Pergelaran Perhubungan Pixel Properti Pustakaloka Rumah Sorotan Swara Tanah Air Teknologi Informasi Telekomunikasi Teropong Wisata Info Otonomi Tentang Kompas Kontak Redaksi anak di Jakarta pada tahun 2005 tercatat 443 (rasio 5,29 SpA per 100.000 penduduk), sedangkan di Papua hanya 7 (rasio 0,32 SpA per 100.000 penduduk). Semakin padat penduduk dan tinggi kemampuan ekonomi suatu daerah, layanan fasilitas kesehatan akan semakin spesialistik dengan teknologi yang lebih tinggi. Di sisi lain, pemerintah pusat kesulitan melakukan upaya menempatkan dokter di daerah terpencil secara berkesinambungan. Selain itu, masih banyak rumah sakit di luar Jawa yang kekurangan tenaga spesialis. Dengan kapasitas bandwidth yang tinggi, 3G merupakan teknologi alternatif untuk penerapan telemedicine. Kombinasi video call, pengiriman data medis yang kompleks (gambar radiologi, hasil pemeriksaan patologi anatomi) sampai ke rekaman biosignal (EKG, EEG) dapat dilakukan menggunakan teknologi ini. Sebagai suatu inovasi praktik kedokteran, tentu saja profesi dokter akan membandingkan dengan gold standard praktik kedokteran yang konvensional. Misalnya, apakah akurasi pembacaan gambar radiologi digital yang dikirim melalui 3G setara dengan pembacaan gambar radiologi secara konvensional? Selain itu, meskipun bermanfaat untuk menjembatani daerah berfasilitas kesehatan terbatas, dukungan logistik medis yang standar tetap diperlukan. Jangan sampai, jika dokter spesialis memberikan resep obat tertentu, ternyata di tempat pengirim pasien tidak tersedia obatnya. Aspek lainnya adalah mekanisme pembiayaan. Siapa yang akan membiayai biaya telekomunikasi tersebut dan bagaimana mekanisme pembayarannya? Karena sebagian besar daerah dengan fasilitas kesehatan terbatas adalah daerah miskin, apakah pemerintah juga akan memberikan subsidi pembiayaan sebagaimana pemerintah menerapkan program asuransi kesehatan masyarakat miskin (Askeskin)? Atau seharusnya menjadi tanggung jawab operator sebagai bagian dari universal service obligation? Dalam banyak proyek percontohan telemedicine, salah satu faktor yang mengganjal keberlangsungan program tersebut adalah masalah biaya. Aspek etika juga tidak kalah penting. Jika terjadi medical error, siapa yang akan menanggung? Dokter yang merujuk, dokter yang dirujuk, atau operator? Terkait dengan ini, pada bidang radiologi perlu ditetapkan standar minimal tingkat kompresi gambar radiologi digital. Ujung-ujungnya akan berdampak pada sertifikasi peralatan radiologi digital. Jika dalam UU Praktik Kedokteran, dokter hanya boleh berpraktik di tiga tempat, apakah dengan menggunakan layanan 3G dan menerima pasien dari berbagai wilayah, baik dari dalam maupun luar Indonesia, merupakan pelanggaran? Mengingat peliknya implikasi penggunaan 3G untuk telemedicine, barangkali perlu dilakukan uji laik telemedicine (ULT). Sayangnya belum ada suara resmi dari Departemen Kesehatan maupun IDI tentang prospek 3G. Rancangan Undang-Undang Praktik Kedokteran pun tidak mengatur mengenai hal ini. Saat ini operator terus-menerus memperluas pasar 3G. Akan tetapi, prospek dan potensinya bagi hal-hal serius (seperti telemedicine) masih belum tergarap. Karena potensinya untuk memenuhi hajat hidup orang banyak dan mumpung belum banyak daerah yang memiliki akses terhadap teknologi ini, sudah sewajarnya pemerintah membuat regulasi. Atau, tidak usah kita tunggu regulasi, biarkan rakyat (pasar) yang menentukan. Anis Fuad, Alumni Program Master Informatika Kedokteran Université Pierreet-Marie-Curie, Paris, Perancis, dan Sekarang Bekerja sebagai Pengajar Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran UGM 2 dari 3 15/07/2009 10:42 Prospek "Telemedicine" di Era 3G - Senin, 18 Desember 2006 http://74.125.153.132/search?q=cache:Iqd9w__Ck4oJ:www2.kompas.co... Design By KCM Copyright © 2002 Harian KOMPAS 3 dari 3 15/07/2009 10:42

Related docs
premium docs
Other docs by anis fuad
Tenaga Medis Asing Pascabencana
Views: 68  |  Downloads: 5
Informatika Kedokteran dan Pendidikan Dokter
Views: 736  |  Downloads: 26
Menggagas Kebijakan Nasional TIK untuk Kesehatan
Views: 272  |  Downloads: 3
Aplikasi dashboard utk KIA
Views: 158  |  Downloads: 10
Aspek SDM dalam pengembangan SIKDA
Views: 175  |  Downloads: 5
Dari Transaksi ke Intelijen
Views: 65  |  Downloads: 5
Integrasi SIAK dan SIKDA
Views: 165  |  Downloads: 12